Anda di halaman 1dari 19

JAWABAN PERTANYAAN EVOLUSI

TUGAS
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Evolusi

Oleh:
Kelompok 3
Biologi C 2013
Giri Endah A

1304775

Muhammad Taufiq

1302159

Thia Nur Annisa

1303588

DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2015

BAB I SKALA WAKTU GEOLOGI


1. Mengapa jarang sekali ditemukan fosil yang utuh yang memberikan gambaran
akurat tentang kehidupan di masa lalu?
Jawaban:
Fosil yang utuh sulit ditemukan karena hancurnya tubuh makhluk hidup yang
telah mati dapat diakibatkan oleh banyak faktor diantarnya adalah proses lipatan batuan
bumi, pengaruh angin, air, bakteri pengurai, dan hewan pemakan bangkai.
2. Mengapa metode jam radioaktif dianggap sebagai penentuan waktu yang paling
akurat dalam menentukan usia bumi?
Jawaban:
- Penentuan umur bumi berdasarkan pada masuk keluarnya zat radio aktif dari dalam
tubuh
- Peluruhan zat radioaktif berbeda-beda; tergantung zat radioaktif yang digunakan
3. Perhatikan tabel 2.3; Kapankah terjadi glasiasi dalam evolusi kehidupan bumi?
Berikan penjelasan mengapa dapat terjadi perubahan iklim di masa itu!
Jawaban:
Glasiasi terjadi pada kurun Pleistocen (Periode Tersier) dan Periode Permian.
Glasiasi ini terjadi karena adanya siklus klimatik yang disebabkan oleh revolusi bumi,
diantaranya adalah :
(1) Eksentritas orbit bumi, di mana sumbu eksentriknya bergeser dengan siklus 100 ribu
tahun jadi tiap 100 ribu tahun sekali ada masa ketika musim dingin yang ekstra dingin
di utara bertepatan dengan titik paling jauh bumi dari matahari. Hasilnya adalah
musim dingin yang ekstra dingin.
(2) Kemiringan sumbu bumi dari bidang orbit bumi yang juga mempunyai siklus 41 ribu
tahun.
(3) Pergeseran sumbu bumi (presesi) yang mempunyai siklus 19 ribu dan 23 ribu tahun.
4. Kapankah bermunculan ikan placoderm dan berikan penjelasan mngapa ikan
tersbut punah pada periode Permian
Jawaban:
Ikan Placoderm muncul pada periode Devonian (40510 juta). Ikan ini punah
karena adanya glasiasi dan kekeringan
5. Berdasarkan skala waktu geologi, kapankah mulai ada kehidupan darat? Beri
penjelasan
Jawaban:

Kehidupan di darat dimulai pada periode Silurian. Pada masa ini sudah
berunculan makhluk hidup seperti tanaman darat (Psilopsida)I, lalu muncul juga
kalajengking dan laba-laba.
6. Pada periode karbonifera, mulai muncul reptilia pertama. Kapankah populasi
reptilia raksasa menguasai daratan dan mengapa akhirnya punahpada periode
Kretasea?
Jawaban:
Populasi reptilian raksasa menguasai daratan pada periode Permian. Kepunahan
pada periode Kretasea terjadi karena adanya peristiwa Amerika Selatan dan Afrika
7.

berpisah.
Mengapa kemunculan mamalia tidak bersamaan dengan reptilian raksasa?
Jawaban:
Karena mamalia berevolusi dari sejenis reptil, sejalan dengan evolusi dinosaurus
yang juga berasal dari jenis lain reptil purba. Transisi dari reptil menjadi mamalia berada
dalam deretan yang halus, diperkuat oleh bukti fosil dengan sejumlah bentuk perantara,
begitu mirip secara anatomi sehingga sulit memilih salah satunya dan mengatakan inilah
mamalia pertama. Salah satu perbedaan kerangka penting antara reptil dan mamalia
terletak pada telinga dalam, dimana reptil hanya memiliki satu tulang sementara mamalia
memiliki tiga tulang, sehingga memperkuat jangkauan frekuensi dan sensitivitas telinga
mereka.

8. Jelaskan efek glasiasi dan deglasiasi terhadap kehidupan dan perubahan muka
bumi!
Jawaban:
Dalam sejarah evolusi bumi, glasiasi terjadi berkali-kali sebagai akibat perubahan
iklim di bumi dan kondisi bumi yang masih labil. Dalam kurun waktu tertentu, kehidupan
di bumi mengalami perkembangan baik secara geologi maupun biologi, yang ditandai
dengan kemunculan dan kepunahan spesies, perubahan muka bumi, pemisaha benua, dan
pergeseran daratan. Efek langsung dari glasiasi, yaitu: kematian massal akibat dari
perubahan habitat, perubahan makanan, berkurangnya sumber air. Sedangkan efek tak
langsung dari glasiasi, yaitu: pembentukan lembah, sungai, dan air terjun (perubahan
muka bumi).

9. Saat ini terjadi pergeseran musim yang juga dialami di Indonesia. Samakah
penyebabnya

dengan

perubahan

iklim

berdasarkan

tabel

2.3?

Berikan

penjelasannya!
Jawaban:
Tidak, penyebab pergeseran musim pada saat ini khususnya di Indonesia
disebabkan oleh dampak dari pemanasan global yang terjadi di muka bumi, seperti efek
rumah kaca, meningkatnya gas rumah kaca, penggunaan CFC yang tidak terkontrol,
pengrusakan hutan, dan masih banyak lagi penyebabnya. Sedangkan perubahan iklim
yang terjadi pada masa glasiasi dan deglasiasi disebabkan oleh suhu yang menurun
dalam jangka masa yang lama dalam iklim bumi, menyebabkan peningkatan dalam
keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung.

BAB II MASA PANGEA dan BIOGEOGRAFI MASA KINI


1. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa pada awalnya bumi kita merupakan suatu
daratan yang utuh?
Jawaban:
- Kecocokan Benua
Apabila potongan-potongan benua yang ada saat ini digabungkan menjadi satu,
akan terdapat kecocokan bentuk-bentuk benua yang dapat membentuk suatu daratan
besar, yaitu super-kontinen Pangaea. Salah satu kecocokan tersebut dapat ditemukan pada
kemiripan garis pantai yang ada di benua Amerika Selatan bagian Timur dengan garis
pantai benua Afrika bagian Barat. Kedua garis pantai ini apabila dihimpitkan satu dengan
-

lainnya akan saling berhimpit.


Kesamaan Jenis Batuan
Jika benua dalam satu waktu bergabung, maka batuan dan pegunungan pada waktu
yang sama di lokasi yang berdampingan dan di benua yang berhadapan haruslah cocok.
Jalur pegunungan Appalachian yang berada di Timur benua Amerika Utara dengan
sebaran berarah Timur Laut secara tiba-tiba menghilang di pantai Newfoundland.
Pegunungan yang memiliki umur sama dengan pegunungan Appalachian juga ditemukan
di Timur Greenland, Irlandia, Inggris, dan Norwegia. Kedua pegunungan tersebut apabila
diletakkan pada lokasi sebelum terjadinya pemisahan / pengapungan, kedua pegunungan
ini akan membentuk suatu jalur pegunungan yang menerus. Sehingga, menandakan

bahwa dahulu kedua daratan yang terpisah ini adalah satu.


Kemiripan Jenis Fosil
Wegener mengeplot lokasi fosil-fosil yang sama di peta Pangea nya, dia

menemukan bahwa mereka semua terbentang pada region Pangea yang sama.
2. Bagaimana pembagian waktu pada skala geologi hingga penamaan formasinya?
Jawaban:
- Pembagian waktu umumnya didasarkan pada macam fosil dominan yang ditemukan.
- Periodedan kurun dibagi menjadi bagian atas, tengah, dan bawah.
- Penamaan formasi dikaitkan dengan tempat fosil atau batuan ditemukan.
3. Bagaimanakah hipotesis tentang pemisahan pangea, dan bukti apakah yang
menguatkan hipotesis tersebut?
Jawaban:
Hipotesis tentang pemisahan Pangeamenjadi Laurasia dan Gondawana : ada meteor
jatuh di ujung Amerika Selatan sehingga bumi hilang keseimbangan dan terjadilah
pergeseran benua Pangea menjadi Laurasia (sebagian Asia, Eropa, Amerika Utara) dan

Gondawana (Antartika, Australia, Neotropik, sebagian Asia selatan), serta terbentuk laut
Tethys I.
Bukti hipotesis ini adalah :
1) Batuan di Afrika Barat mirip dengan batuan Amerika Selatan sebelah timur.
2) Bentuk teluk Afrika Barat setangkup dengan Amerika Selatan dekat Guyana dan Brasil.
3) Bukti fosil.
4. Ada beberapa teori tentang terbentuknya kepulauan Indonesia. Beri penjelasan
tentang kelamahan dan kekuatannya sehingga ada teori yang gugur
Jawaban:
1. Indonesia muncul dari dasar laut pada tahun 1960-an
Indonesia berasal dari paparan sunda yang bersatu dengan Asia dan paparan Sahul
yang bersatu dengan Australia. Akibatnya naiknya permukan air laut maka daratan
rendah tenggelam. Tori ini ditunjang oleh adanya jenis flora dan fauna di Asia maupun
Australia. Bukti:
a. Adanya sejumlah bekas sungai yang menghubungkan sungai Musi, sungai
Batanghari, sungai Kapuas yang bermuara ke Laut Cina Selatan.
b. Sungai Tulang bawang, Sungai Sekampung, Sungai Kambas, Sungai Cilieung,
Sungai ciotarum, Sungai Sampit yang bermuara ke Sungai Sulawesi.
c. Sungai Lorentz, Sungai Fly, sungai Didul bermuara ke Teluk Karpentaria
(Australia).
Teori ini goyah karena ada sejumlah besar fauna Asia di Sulawesi dan sedikit sekali
fauna Australopapua di Sulawesi.
2. Indonesia sebagian besar dari Gondwana dan sebagian berasal dari Laurasia. Sulawesi
merupakan daerah peralihan (1980-an) Kelemahan dari teori ini belum dapat
menjelaskan mengapa Arecaceae terdapat sama banyaknya di bagian barat mulai dari
Indo-Cina hingga Indonesia Timur sampai Australia.
3. Indonesia seluruhnya berasal dari Gondwana (1985) Teori ketiga dapat menjelaskan hal
berikut ini: Araucareaceae, Arecaceae, Podocarpaceae, Proteaceae, Pagaceae dijumpai
di paparan Sunda hingga New Guineae. Demikian juga dengan penyebaran Fauna.
5. Bagaimanakah hipotesis tentang pergerakan benua dari Pangea hingga masa kini?
Jawaban:
Hipotesis berkembang dari:
a.MASA PANGEA (200

juta

tahun

y.l.):

Benua

Pangea

merupakan

super

benua/superkontinental yang terbentang dari kutub utara hingga kutub selatan.

Samudra PANTHALASSA berkembang menjadi samudra Pasifik. Laut Mediterania


merupakan sisa laut Tethys.
b. Akhir Periode Trias (180 juta tahun y.l.): MASA LAURASIA DAN GONDWANA:
kira-kira 20 juta tahun setelah terjadi pergeseran benua, Pangea terpisah menjadi
Laurasia dan Gondawa. Laurasia meliputi sebagian Asia, Eropa, Amerika Utara;
sedangkan Gondawa meliputi: Antartika, Australia, Afrika, Amerika Neotropika, dan
sebagian Asia Selatan.
c.Akhir periode Jurasik: 135 juta tahun yang lalu, kondisi geografi bumi mengalami
perubahan karena berkali-kali terjadi pergeseran Pangea. Superkontinen PANGEA
terpisah menjadi benua-benua. Amerika Utara belum bersatu, Amerika selatan masih
bersatu dengan Afrika. Benua Australia masih bersatu dengan Antartika, dan pada
periode ini kepulauan Indonesia belum terbentuk.
d. Akhir Periode Kreta: 65 juta tahun yang lalu, keadaan geografi bumi mengalami
perubahan. Amerika Utara bergerak ke arah barat daya, sementara Amerika selatan
berpisah dari Afrika kemudian bergerak ke arah barat laut. Benua Australia bergerak
ke arah timur laut memisahkan diri dari Antartika.
e.Periode Kenozoik: keadaan geografi bumi masa kini
Proses pemisahan benua menjadi daratan dapat dijelaskan melalui teori Wegener tentang
pergeseran benua.
6. Mengapa Indonesia menjadi daratan yang terpecah menjadi pulau-pulau seperti
saat ini. Berikan penjelasan berdasarkan teori Wegener
Jawaban:
Menurut teori Wegener, Indonesia menjadi daratan yang terpecah menjadi pulaupulau seperti saat ini karena terjadi pemisahan Pangea akibat dari patahan yang
disebabkan oleh gerakan Benua Besar dari selatan, baik ke arah barat maupun arah utara,
sehingga daratannya menjadi bergeser menuju khatulistiwa. Benua/daratan ini bergerak
secara perlahan di permukaan bumi. Kemudian daerah patahan akan naik membentuk
lipatan kulit bumi yang akan menjadi gunung. Selain itu, hal tersebut juga dapat
diakibatkan karena retakan tanah turun pada salah satu sisinya, lalu terpisah satu sama
lain.
7. Bagaimanakah terjadinya perubahan iklim bumi?
Jawaban:

Perubahan

iklim

terbesar

di

bumi

disebabkan

oleh

pergeseran

superkontinenkearah kutub dan ke arah ekuator. Akibat pergeseran ini maka sebagian
daratan akan berada di daerah kutub yang dingin, sebagian lagi akan berada pada
daerah ekuator yang panas dan mengandung curah hujan yang tinggi, sebagian lagi
berada pada daerah subtropika yang kering. Distribusi iklim di daratan juga dipengaruhi
oleh munculnya deretan pegunungan baru sebagai akibat adanya pergeseran benua.
Kondisi ini menimbulkan pengaruh langsung terhadap curah hujan di berbagai tempat,
sehingga ada daerah dengan curah hujan tinggi da nada pula daerah kering yang
merupakan daerah bayangan hujan. Perubahan iklim bumi terjadi secara alamiah saat
matahari masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke
luar angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan akan diserap oleh gas-gas di
atmosfer yang menyelimuti bumi yang sering disebut gas rumah kaca sehingga sinar
tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa alam ini dikenal dengan efek rumah kaca.
Masalah timbul ketika aktivitas manusia menyebabkan peningkatan konsentrasi gas
rumah kaca secara signifikan, sehingga menyebabkan akumulasi panas di atmosfer
yang mempengaruhi sistem iklim global. Hal ini menyebabkan naiknya temperature
rata-rata bumi yang dikenal sebagai pemanasan global. Pemanasan global pada
akhirnya menyebabkan terjadinya perubahan iklim atau tepatnya perubahan beberapa
variabel iklim suhu udara dan curah hujan.
8. Apa kaitan biogeografi dengan evolusi?
Jawaban:
Biogeografi memiliki kaitan

yang

erat

dengan

evolusi.

Studi

biogeografismemperlihatkan bahwa suatu spesies baru muncul pada satu tempat dan
kemudian menyebar menuju keluar dari titik atau tempat asal. Beberapa spesies
kemudian menjadi lebih luas distribusinya, tetapi mereka tidak dapat melewati barrierbarier alamiah yang terpisah daerah biogeografis yang besar. Oleh karena itu, meskipun
lingkungan hidup sesungguhnya identik pada daerah biogeografis berbeda, jarang
ditempati oleh spesies yang sama. Buktinya, setiap daerah geografi besar di dunia
mempunyai karakteristik kelompok tanaman dan hewan. Sebagai contoh, di Australia
semacam kanguru (marsupial) mempunyai kantong yang berperan sebagai tempat
menyusui dan melindungi anaknya, pada daerah biogeografi yang lain kangguru

(marsupial) hamper tidak ditemukan. Selanjutnya, catatan fosil setiap daerah


menampilkan suatu garis evolusioner kejadian-kejadian biologis yang terpisah dari
semua daerah-daerah lain. Dengan setiap garis evolusioner, banyak fosil-fosil yang
telah ditemukan dapat dibentuk atau disusun suatu spesies yang pernah hidup pada
daerah tertentu.
9. Bagaimana pola distribusi flora masa kini?
Jawaban:
Pola distribusi flora masa kini, yaitu terutama di kepulauan Indonesia.
Terbagiatas beberapa daerah yang dibatasi oleh garis Weber dan garis Wallace. Dimana
Weber melakukan penelitian dengan membuat garis khayal di sebelah timur Indonesia
karena terdapat kesamaan floranya dengan flora Asia. Sedangkan Wallace melakukan
penelitian di bagian barat kepulauan Indonesia dan membuat garis khayal di sebelah
barat Indonesia yang memiliki kemiripan dengan Asia bagian barat dan Australia
bagian timur. Hal ini sering disebut sebagai daerah Wallace. Pola distribusi tumbuhan
dapat mempunyai sebaran yang luas atau hanya pada tertentu. Sifat distribusinya dapat
berhubungan atau sambung menyambung dengan wilayah lainnya continue atau
dapat pula terpisah dengan wilayah lain yang berjauhan discontinue.
Berdasarkan pada ada tidaknya tumbuh-tumbuhan di berbagai wilayah bumi
maka terdapat distribusi 3 kelompok taksa tumbuhan, yaitu:
a. Tumbuhan tersebar luas
b. Tumbuhan endemik
c. Tumbuhan discontinue

BAB III EVOLUSI PROKARIOT, PROTISTA, dan TUMBUHAN


1. Cobalah jelaskan mengapa kemunculan prokariota di lautan yang kaya bahan organik
merupakan awal dari kehidupan baik bagi makhluk hidup bersel satu, eukariot sel
hewan dan eukariot sel tumbuhan?
Jawaban:
Karena kehadiran prokariot dilautan yang kaya akan bahan organik merupakan awal
dari keanekaragaman metabolisme sel-sel dan keanekaragaman cara makan. Selama
bermilyar-milyar tahun prokariot terus menerus berevolusi dan menjadi cikal bakal bagi
makhluk hidup bersel satu, eukariot sel hewan dan eukariot sel tumbuhan.
2. Mengapa kehadiran sebagian prokariot di bumi ini sangat diperlukan bagi kehidupan
di bumi?
Jawaban:
Karena keberadaan prokariot pada masa kini di bumi, memunculkan aneka jenis sel
yang luar biasa manfaatnya, misalnya ada prokariot yang merombak bahan-bahan dari
organisme yang mati dan mengembalikan unsur kimia yang penting ke lingkungan agar
dapat diserap oleh akar tumbuhan.
3. Cobalah jelaskan bahwa kemunculan sel biologi diawali oleh kelimpahan senyawa
organik dan suhu atmosfer bumi yang sangat tinggi?
Jawaban:
Petir, hujan meteroit, serta suhu atmosfer bumi yang sangat tinggi pada dahulu kala
memungkinkan terjadinya penggabungan molekul sederhana menjadi molekul yang lebih
kompleks. Radiasi sinar UV dapat menembus atmosfer bumi yang belum memiliki lapisan
ozon sehingga memungkinkan terbentuknya molekul kompleks yang dapat membelah diri
dan melakukan metabolisme yang kemudian dikenal dengan protobiont yangmerupakan
cikal bakal sel.
4. Benarkah bahwa percobaan Stanley Miller dan Harold Urey

sesungguhnya

menunjang teori abiogenesis? Jelaskan pendapat anda


Jawaban:
Ya benar, dari percobaan yang dilakukan Stanley Miller dan Harold Urey hasilnya
menunjang teori abiogenesis yaitu makhluk hidup berasal dari benda mati karena pada
percobaannya yang hanya terdiri dari gas-gas, hasilnya menghasilkan protobiont yang
merupakan kumpulan molekul organic yang memiliki sejumlah ciri biologis, yaitu DNA dan
RNA.

5. Bagaimanakah tahapan perkembangan kemunculan sel protobiont dari reaksi


senyawa-senyawa kimia yang sangat melimpah dan kondisi suhu yang sangat tinggi di
atmosfer purbakala?
Jawaban:
Molekul DNA dan RNA merupakan

molekul yang dihasilkan secara abiotik.

Molekul ini kemudian membentuk koaservat, yaitu tetesan yang stabil dan cendrung
bergabung dengan sendirinya. Koaservat merupakan kumpulan makromolekul yang
dikelilingi oleh molekul air, dan dapat menyerap substrat dari lingkungannya dan dapat
melepaskan hasil metabolisme. Koaservat ini dikenal sebagai protobion ( proto:awal; bios:
kehidupan). Jadi protobion merupakan kumpulan molekul organik yang memiliki sejumlah
ciri biologis, antara lain DNA dan RNA.
6. Dalam evolusinya, prokariot bercabang menjadi dua kelompok-kelompok apakah?
Jawaban:
1. Kelompok bakteria: dulu dinamakan Eubacteria
2. Kelompok archaea: dulu dinamakan Archaeabacteria
7. Mengapa dikatakan bahwa evolusi cara makan prokariot memegang peranan penting
dalam perubahan lingkungan bumi purbakala?
Jawaban:
Evolusi cara makan prokariot memegang peranan penting dalam perubahan
lingkungan bumi purbakala. Pada awalnya banyak prokariot yang bersifat parasit, karena
lautan purbakala pada masa itu kaya akan bahan organik sebagai nutrisi bagi prokariot,
sehingga prokariot ini dapat dikatakan hidup sebagai parasit. Seiring dengan kemampuan
berkembang biak prokariot, maka lautan purba dengan cepat dipenuhi oleh sel-sel
prokariot dan banyak pula sel-sel yang mati. Bahan organik pada sel-sel mati ini
kemudian diuraikan oleh prokariot saprofit. Hasil penguraian ini adalah bahan-bahan
anorganik yang dikembalikan ke lingkungan. Evolusi cara makan ini dikuti dengan
evolusi metabolisme, sehingga muncul keanekaragaman prokariot.
8. Apa akibat revolusi oksigen terhadap kehidupan sel prokariot anaerob?
Jawaban:
Revolusi oksigen menyebabkan kepunahan prokariot anaerob yang tak dapat
beradaptasi dengan lingkungan baru karena atmosfer kaya akan oksigen. Namun ada
prokariot anaerob lain yang dapat bertahan hidup dalam habitat yang aerob hingga saat
ini yaitu anaerob obligat. Di samping itu muncul sel prokariot yang bersimbiosis dengan
prokariot aerob, lalu terjadilah evolusi antara simbion tersebut yang kemudian
berkembang menjadi eukariot.

Retikulum
endoplasma

Sitoplasma

Membran plasma

Nukleus

Selaput
nukleus

Sel dengan
sistem
endomembra

Nenek moyang prokariot

Mitokondria

Nenek moyang prokariot

A
Mitokondria

Membran plasma

Nenek moyang
prokariot

Kloroplas

9. Mitokondria dan kloroplas diduga merupakan prokariot endosimbiotik yang


menimbulkan keanekaragaman sel. Beri penjelasan!
Jawaban:
Simbiosis sel-sel prokariota menimbulkan keanekaragaman sel. Sel yang hanya
memiliki mitokondria akan berkembang menjadi sel hewan (A). Sel yang memiliki
kloroplas dan mitokondria akan berkembang menjadi sel tumbuhan (B). Baik
mitokondria maupun kloroplas berkembang menjadi organel dari sel eukariot.
10. Berikan penjelasan dalam sistem klasifikasi filogenetik: Mengapa sistem 5 kingdom
dikatakan sudah kuno sehingga berkembang menjadi sistem 8 kingdom dan sistem
tiga domain!
Jawaban:
Dasar dari sistem 8 kingdom adalah bahwa sistem 5 kingdom dianggap sudah
kuno dan kingdom protista bersifat polifiletik (lebih dari dua nenek moyang). Sistem 8
kingdom juga memperkenalkan pemecahan kingdom protista menjadi tiga kingdom baru,
yaitu Arkhaeozoa, Protista dan Chromista. Dalam sistem domain, kelompok protista

diuraikan lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan perbedaan yang muncul.


Perbedaan pada kingdom protista menunjukkan bahwa telah terjadi perkembangan
evolusi protista sehingga terbentuk keanekaragaman protista.

BAB IV EVOLUSI TUMBUHAN


1. Jelaskan, mengapa tumbuhan diduga berevolusi dari alga hijau karofita?
Jawaban:
Karena adanya beberapa bukti yang mengarahkan kekerabatan jenis alga hijau karofita
dengan tumbuhan, yaitu:
- Kesamaan DNA kloroplas alga hijau karofita dengan tumbuhan.
- Kesamaan biokimiawi,yaitu komponen selulosa penyusun dinding sel dan komposisi
-

enzim peroksisom pada alga hijau karofita dengan tumbuhan.


Kemiripan dalam mekanisme mitosis dan sitokinesis, yaitu adanya organel-organel

mikrotubul, mikrofilamen aktin dan vesikula pada proses pembelahan sel.


- Kemiripan dalam ultra struktur sperma.
- Adanya hubungan kekerabatn berdasarkan kesamaan gen dan RNA.
2. Mengapa untuk dapat berhasil menghuni daratan, tumbuhan harus mengalami
adaptasi struktural, kimiawi dan reproduksi?
Jawaban:
Karena kehidupan di darat berbeda dengan kehidupan di air, karena cahaya dan sebagian
besar karboksida diambil dari udara atau di atas permukaan tanah, sedangkan air dan zat
mineral diserap dari dalam tanah.
3. Berilah penjelasan mengapa evolusi bryofita merupakan gambaran dari adaptasi
embriofita terhadap kehidupan darat?
Jawaban:
Bryophyta melindungi gamet di dalam gametangia yang selalu lembab, agar tidak terjadi
kekeringan.Bila telah masak, maka sperma berflagel akan dilepaskan dari anteridium dan
akan membuahi ovum di dalam arkegonium yang kemudian berkembang menjadi zigot.
Cara ini merupakan bentuk adaptasi kehidupan darat.
4. Bagaimanakah perbedaan antara siklus hidup tumbuhan lumut dengan siklus hidup
tumbuhan paku?
Jawaban:
No

Karakter

Lumut

.
1.
2.

Fase dominan
Gametofit
Spora
berkecambah Protonema

3.

menjadi
Ketergantungan

Generasi
bergantung

4.

Ploiditas fase dominan

Paku
Sporofit
Protalium
Sporofit Tidak ada ketergantungan
pada

generasi gametofit
Haploid

Diploid

5. Bryofita terdiri atas 3 divisi, sebutkan!


Jawaban:
Divisi Lumut Daun (Divisi Bryofita), Divisi Lumut Hati (Divisi Hepatofita), Divisi
Lumut (Divisi Anthoserofita)

6. Bagaimana evolusi siklus hidup pada tumbuhan vaskuler tak berbiji?


Jawaban:
Tumbuhan vaskuler atau tumbuhan berpembuluh terdiri atas tumbuhanvaskuler tak
berbiji. Tumbuhan vaskuler tak berbiji dimulai sejak 360 juta tahun silam yaitu pada masa.
Karbon.Filogeninya digambarkan sebagai berikut:
Karofita
Bryofita
Tumbuhan vaskuler tak berbiji
Gimnosperma
Angiosperma
Baik pada Cooksonia maupun tumbuhan vaskuler tak berbiji, siklus hidupnya didominasi
oleh generasi sporofit. Generasi gametofitnya sangat kecil dan terdapat di permukaan tanah.
Berkurangnya dominasi generasi gametofit dalam evolusi tumbuhan merupakan bentuk kecenderungan
tumbuhan untuk beradaptasi dengan kehidupan darat. Pada jenis paku-pakuan, ada dua macam
tumbuhan sporofit, yaitu paku homospora dan paku heterospora.
7. Tumbuhan vaskuler tak berbiji ada 3 divisi, sebutkan!
Jawaban:
Tumbuhan vaskuler tidak berbiji terdiri atas tiga divisi :
1. Divisi Lycophyta (likofita)
2. Divisi Sphenophyta (paku ekor kuda)
3. Divisi Pterophyta (pakis)
8. Bagaimanakah perbedaan antara gameofit tumbuhan vaskuler tak berbiji dengan
tumbuhan berbiji?
Jawaban:

Dibandingkan dengan tumbuhan vaskuler tak berbiji, gametofit pada tumbuhan vaskuler
berbiji semakin kecil, terlindung didalam jaringan reproduktif yang lembab pada generasi
sporofit
9. Apa keistimewaan cara penyebaran keturunan pada tumbuhan berbiji?
Jawaban:
Mikrospora berkembang menjadi butir-butir serbuk sari. Bila sudah matang, maka serbuk
sari akan menjadi gametofit jantan. Serbuk sari dilindungi oleh lapisan keras yang
mengandung sporopolenin, yang setelah dilepaskan oleh mikrosporangium dapat terbawa
angin atau hewan. Apabila butir serbuk sari jatuh di sekitar bakal biji akan membentuk
buluh serbuk sari, yang akan melepaskan satu atau lebih sperma ke dalam gametofit betina
di dalam bakal biji tersebut. Pada tumbuhan biji, keberadaan serbuk sari yang tersebar di
udara dan berdaya tahan tinggi merupakan adaptasi terhadap kehidupan darat
10. Sebutkan divisi gimnosperma yang masih ada hingga saat ini, dan divisi manakah
yang paling beranekaragam?
Jawaban:
Divisi Cycadophyta, Divisi

Ginkgophyta,

Divisi

Gnetophyta,

dan

Divisi

Coniferophyta. Divisi Coniferophyta merupakan divisi yang paling beranekaragam


11. Bagaimanakah bentuk adaptasi angiospermae terhadap kehidupan darat?
Jawaban:
Sebagai tumbuhan yang beradaptasi dengan kehidupan darat, maka angiospermae
mengalami evolusi pada sel-sel xylem, bunga, buah, dan siklus hidup.
a Evolusi pada sel-sel xylem
Struktur sel xilem lebih sesuai untuk pengangkutan air dari akar ke bagian tumbuhan
di atasnya. Xilem pada angiosperma berevolusi menjadi pembuluh, yang merupakan
perkembangan dari trakeid pada gimnosperma, sehingga lebih terspesialisasi sebagai
pengangkut air. Xylem angiosperma juga diperkuat oleh serat yang berkembang dari
b

trakeid, dindingnya tebal dan mengandung lignin.


Evolusi pada bunga
Di samping evolusi pembuluh, angiosperma juga mengalami evolusi bunga. Bunga
merupakan organ reproduksi yang memiliki empat lingkaran daun yaitu: kelopak
bunga (umumnya berwarna hijau), mahkota bunga (berwarna warni cerah), benang

sari dan putik.


Evolusi pada buah
Buah pada angiosperma mengalami modifikasi yang membantu penyebaran biji. Ada
biji yang sangat ringan, berbentuk baling-baling yang disebarkan oleh angin, ada
buah yang bermodifikasi menjadi duri yang dapat menempel pada tubuh hewan atau

pakaian manusia untuk membantu penyebaran. Ada pula yang buahnya dapat
dimakan oleh hewan namun bijinya tidak tercerna, sehingga lolos bersama dengan
kotorannya. Penyebaran semacam ini dapat terjadi pada tempat yang sangat jauh dari
d

induknya.
Evolusi pada siklus hidup
Siklus hidup angiosperma juga lebih maju dibandingkan dengan gimnosperma.
Semua angiosperma adalah heterospora. Bunga sporofit menghasilkan megaspora
yang membentuk gametofit betina dan mikrospora yang menghasilkan gametofit
jantan. Gametofit jantan yang belum matang adalah butir serbuk sari yang
berkembang di dalam kepala sari. Bakal biji berkembang di dalam ovarium yang
mengandung sel telur (gametofit betina) yang disebut kantung embrio. Pada
angiosperma umumnya, megaspora membelah tiga kali sehingga menghasilkan
delapan nukleus haploid. Dua nukleus diantaranya menuju ke bagian tengah dan
berdempetan. Salah satu nukleus adalah nukleus sel telur.

12. Bagaimanakah susunan umum bunga angiospermae sehingga dikatakan lebih maju
daripada gymnospermae?
Jawaban:
Susunan umum

bunga

angiospermae

sehingga

dikatakan

lebih

maju

dibandingakan gymnospermae yaitu terdiri dari: kelopak bunga (umumnya berwarna


hijau), mahkota bunga (berwarna warni cerah), benang sari dan putik. Kelopak bunga
melindungi bunga sebelum mekar dengan membungkus kuncupnya. Mahkota bunga
umumnya berwarna cerah untuk menarik perhatian serangga hewan penyerbuk. Ada pula
bunga yang tidak dilengkapi mahkota atau mahkotanya tidak menarik, misalnya jenis
bunga rumput-rumputan. Di dalam mahkota bunga terdapat organ reproduksi, yaitu
benang sari (stamen) dan putik (karpel). Benang sari merupakan organ reproduksi jantan
yang terdiri atas tangkai sari (filamen) dan kepala sari (antera) yang menghasilkan serbuk
sari. Putik merupakan organ reproduksi betina yang terdiri atas tangkai putik (stilus),
yang mengarah ke ovarium (terletak di bagian dasar bunga), dan kepala putik (stigma).
Kepala putik bersifat lengket, sebagai tempat melekatnya serbuk sari bila terjadi
penyerbukan.

13. Mengapa siklus hidup angiospermae dikatakan paling maju jika dibandingakn dengan
gymnospermae, pterydophyta, dan bryophyta?
Jawaban:
Karena semua angiospermae adalah heterospora. Bunga sporofit menghasilkan
megaspora yang membentuk gametofit betina dan mikrospora yang menghasilkan
gametofit jantan. Gametofit jantan yang belum matang adalah butir serbuk sari yang
berkembang di dalam kepala sari. Bakal biji berkembang di dalam ovarium yang
mengandung sel telur (gametofit betina) yang disebut kantung embrio. Pada
angiospermae umumnya, megaspora membelah tiga kali sehingga menghasilkan delapan
nukleus haploid. Dua nukleus diantaranya menuju ke bagian tengah dan berdempetan.
Salah satu nukleus adalah nukleus sel telur. Setelah serbuk sari dilepaskan dari kepala
sari dan kemudian melekat pada kepala putik, maka terjadilah penyerbukan. Butir serbuk
sari menjadi gametofit jantan, kemudian berkecambah membentuk buluh serbuk sari
masuk ke tangkai putik menuju ke ovarium. Setelah mencapai ovarium, maka buluh
serbuk melepaskan dua nukleus sel sperma yang akan masuk ke dalam ovarium melalui
mikropil. Satu nukleus sperma akan membuahi sel telur, lalu membentuk zigot yang
diploid. Nukleus sperma lainnya menyatu dengan dua nucleus yang ada di tengah
kantung embrio, lalu membentuk sel dengan nucleus triploid (3 n). inilah yang disebut
pembuahan ganda.
14. Jelaskan bahwa hewan dan tumbuhan saling berinteraksi sehingga satu sama lain dan
saling mempengaruhi evolusinya!
Jawaban:
Evolusi angiospermae juga mempengaruhi evolusi hewan karena beberapa hewan
yang menghuni daratan menyesuaikan kebutuhan makanannya dengan tumbuhan bunga
yang mendominasi hutan masa itu mulai dari dasar hutan hingga bagian tudungnya
dimana terdapat tumbuhan epifita. Hewan pemakan tumbuhan menjadi terspesialisasi
untuk memakan jenis tumbuhan tertentu. Serangga yang mencari madu bunga, kemudian
berkembang menjadi hewan penyerbuk. Hewan penyerbuk ini kemudian menjadi faktor
yang meningkatkan keanekaragaman tanaman bunga, hewan ini menjadi ko-evolusi bagi
angiospermae.

15. Bagaimanakah tumbuhan dapat berperan dalam mempengaruhi iklim global di bumi
kita?
Jawaban:
Tumbuhan juga berperan dalam mempengaruhi iklim di bumi, karena
menurunkan jumlah CO2 di atmosfer bumi sehingga iklim di bumi menjadi lebih sejuk.
Karbondioksida di atmosfer menyebabkan terjadinya pemanasan di permukaan bumi,
sehingga disebut sebagai efek rumah kaca dan gas CO2 disebut gas rumah kaca.
Peranan tumbuhan terhadap iklim global diduga telah terjadi sejak zaman Paleozoikum
karena:
a

Tumbuhan menggunakan CO2 sebagai sumber karbon untuk proses fotosintesis.

Tumbuhan mengembalikan sebagian CO2 hasil respirasinya ke udara, dan juga hasil
respirasi dari organisme heterotrof yang hidup di masa itu.
Sebagian besar karbon yang digunakan untuk asimilasi tersimpan di dalam tanah

sebagai cadangan makanan yang terbenam untuk waktu yang relatif lama dalam bentuk
sporopolenin, lignin, dan lilin setelah tumbuhan tersebut mati. Berdasarkan postulat
Berne, pengaruh tumbuhan terhadap kadar karbondioksida di atmosfer terjadi melalui
kegiatan tumbuhan vaskuler di dalam tanah, karena akar tumbuhan vaskuler dapat
menyebar hingga ke tempat yang jauh yang berbatu-batu. Akar ini mampu memecah
bebatuan dan mengeluarkan senyawa asam yang membebaskan mineral dan partikel
tanah. Apabila terjadi pembasuhan maka CO2 akan bereaksi dengan mineral terutama
setelah mineral mengalir ke laut, sehingga reaksi ini akan menurunkan kadar CO 2 di
atmosfer.