Anda di halaman 1dari 2

CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA DALAM BIDANG

KETEKNIKAN :
ADAPUN CONTOH KASUS PELANGGARAN ETIKA DALAM BIDANG
KETEKNIKAN :
Kasus yang pertama yaitu pada seorang yang bekerja di bagian Quality Control tersebut
melakukan hal yang dianggap tidak baik, yaitu dengan meloloskan seuatu produk yang
sebenarnya dianggap cacat atau tidak layak. Hal ini disebut pelanggaran etika karena didalam
diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi. Dampak
yang akna di timbulkan berdasarkan kasus tersebut yaitu perusahaan dimana produk tersebut
diciptakan akan di tinggalkan oleh konsumennya, karena meloloskan suatu produk yang
seharusnya di tolak di bagian quality control tersebut, selain itu nama baik dari perusahaan
tersebut akan tercoreng karena tindakan dari oknum yang melakukan hal-hal tidak terpuji itu.

Cara menanggulangi hal diatas : Dengan cara memperketat keamanan pada perusahaan
tersebut,terutama dibagian quality control..karena dapat merusak citra atau nama baik
dari perusahaan tersebut.

Kasus yang kedua yaitu penyelewengan anggaran atau keuangan teknik oleh oknum yang tak
bertanggungjawab demi kepentingan pribadi. Hal ini disebut pelanggaran etika karena didalam
diri orang tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi. Dampak
yang ditimbulkan dalam hal ini yaitu perusahaan yang bersangkutan akan mengalami kerugian
dalam segi finansial.

Cara menanggulangi hal diatas : Sebaiknya orang yang melakukan hal tersebut tidak
diperbolehkan masuk kedalam dunia kerja, karena dalam diri orang terdapat
pelanggaran-pelanggaran etika profesi yang seharusnya tidah dlakukan oleh setiap orang
yang bekerja dalam perusahaan.

Kasus yang ketiga yaitu dalam bidang proyek teknik, seorang melakukan kecurangan dalam
bentuk meminimalisir suatu kapasitas bahan baku yang seharusnya sudah d tetapkan demi
mendapatkan keuntungan dari segi finansial kedalam dirinya sendiri. Contoh dalam proyek
pembuatan jalan, maka bahan yang seharusnya dibeli untuk kebutuhan proyek tersebut dikurangi
kapsitasnya agar biaya menjadi murah dan keuntungannya akan diterima oleh orang yang
melakukan hal tersebut. Hal ini disebut pelanggaran etika profesi karena didalam diri orang
tersebut tidak ditanamkan norma-norma yang berlaku dalam etika profesi.

Cara menanggulangi hal diatas : Sebaiknya orang yang melakukan tindakan tersbut
harus di tindak lanjuti agar tidak terjadi hal-hal seperti kasus di atas karena akan
berdampak kepada proyek yang bersangkutan akan mengalami kerugian dalam segi
finansial, selain itu.umur ekonomis dari jalan yang sudah dibuat tidak sesuai dengan
perhitungan yang sebenarnya, karena material yang seharusnya digunakan sudah
diminimalisir demi keuntungan pribadi.

KESIMPULAN
Dari pembahasan sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa kode etik profesi merupakan
pedoman mutu moral profesi si dalam masyarakat yang di atur sesuai dengan profesi masingmasing. Hanya kode etik yang berisikan nilai-nilai dan cita-cita di terima oleh profesi itu sendiri
serta menjadi tumpuan harapan untuk di laksanakan dengan tekun dan konsekuen. Kode etik
tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah karena tidak akan
di jiwai oleh cita-cita dan nilai hidup dalam kalangan profesi itu sendiri.
SARAN
Agar dapat memahami dan memperoleh pengetahuan baru maka usaha yang dapat di lakukan
adalah:
1. Mengaplikasikan keahlian sebagai tambahan ilmu dalam praktek pendidikan yang di jalani.
2. Pembahasan dari kode etik diatas menjadikan individu yang tahu akan pentingnya kode etik
profesi.