Anda di halaman 1dari 64

A-PDF Watermark DEMO: Purchase from www.A-PDF.

com to remove the watermark

MODUL TEACHING FACTORY

a
PENANGKAPAN IKAN DENGAN
k
i
rSEINE
PURSE
e

Purse Seine adalah alat tangkap yang bagian utamanya


adalah jaring, dipergunakan untuk menangkap ikan pelagis
besar atau ikan pelagis kecil yang bergerombol atau berada
disekitar rumpon.
Dengan

membaca

modul

ini,

peserta

didik

lebih

memahami usaha penangkapan ikan dengan purse seine mulai

ikan, teknik pengoperasian alat tangkap, jenis ikan yang


menjadi tujuan penangkapan dan teknik penanganan ikan
hasil tangkapan diatas kapal.

a
k

sa

la

ta

id

PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE SEINE

dari persiapan berlayar, menentukan daerah penangkapan

PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

JALAN MEDAN MERDEKA TIMUR NO. 16 GEDUNG MINA BAHARI III LANTAI 8
TELEPON : (021) - 3513300 (HUNTING) EXT : 6815, 6816 FAKSIMILIE (021) - 3513313
SURAT ELEKTRONIK pusdik@kkp.go.id KOTAK POS 4130 JKP 10041
JAKARTA PUSAT KODE POS 10110

BADAN PENGEMBANGAN SDM KELAUTAN DAN PERIKANAN


PUSAT PENDIDIKAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

n
a

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, dengan tersusunnya modul Penangkapan Ikan
dengan Purse Seine ini. Modul ini disusun sebagai panduan
bagi siswa /guru dalam mengimplementasikan pendekatan
belajar TEFA, sehingga peserta didik dapat melaksanakan
kegiatan

produksi

secara

mandiri

tanpa

harus

selalu

didampingi oleh guru.


Modul ini berisi tentang tahapan kegiatan produksi yang

ka

meliputi input, proses, dan output yang dapat digunakanrioleh

seluruh peserta didik pada semua tingkatan / kelasP


di SUPM.
Dengan

menjalankan

melaksanakan

a
seluruh

tahapan

prosedur yang ada pada modul ini, peserta


n didik akan dapat

mengasah aspek psikomotorikut


(keterampilan) dan afektif

l
(sikap). Sedangkan hal-hal
eyang terkait dengan aspek kognitif
K

(pengetahuan), peserta
n didik harus aktif mengikuti materi teori

dari pembelajaran
ik di ruang kelas dan membaca dari sumber-

i
sumberd
referensi
di perpustakaan.
t

sa
u

Jakarta, Desember 2012


Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR .......................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ........................................................... v
DAFTAR TABEL .............................................................. vi
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................... 1
B. Deskripsi Singkat ...................................................... 3

ri
e
C. Tujuan Pembelajaran ................................................ 4
P
n
UNIT KOMPETENSI 1 PERSIAPAN BERLAYARda
A. Persiapan Perbekalan .................................................
6
n
a
t
B. Mempersiapkan Dokumen Kapal
u ..............................10
la
e
K
UNIT KOMPETENSI 2 n
a(PURSEINER) .............................. 15
KAPAL PUKAT CINCIN
ik
id
d
UNIT KOMPETENSI
3 PUKAT CINCIN (PURSE SEINE)
n
e
A.PBentuk Umum Pukan Cincin (Purse Seine) ................20
t
sa B. Klasifikasi Pukat Cincin ............................................20
u
C. Bentuk dasar jaring utama .......................................22

ka

D. Bagian-Bagian Pukat Cincin ....................................23


UNIT KOMPETENSI 4 DAERAH PENANGKAPAN IKAN
A. Lokasi Daerah Penangkapan .....................................29
B. Tanda-tanda adanya kawanan ikan ..........................30

ii

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

UNIT KOMPETENSI 5
TEKNIK PENGOPERASIAN PURSE SEINE
A. Pencarian kawanan ikan atau pencarian
posisi rumpon (searching) ........................................ 34
B. Penurunan jaring (setting) ........................................ 35
C. Penarikan tali kerut (pursing) ................................... 35
D. Penarikan/pengangkatan jaring ke atas
kapal (hauling) ......................................................... 36
E. Pengangkatan ikan ke atas kapal (brailling) .............. 36
UNIT KOMPETENSI 6
PENANGANAN IKAN HASIL TANGKAPAN
A. Penanganan dan Penempatan Ikan Secara

sa
u

ka

ri

P
n
Higienis di atas Kapal ...............................................
39
a
d
B. Pembekuan Ikan ...................................................... 50
n
ta penurunan suhu
C. Proses pengenyahan panas atau
u
la
selama ikan dibekukan
............................................ 51
e
K
n
EVALUASI .....................................................................
54
a
ik
id
d
n
e
P

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

iii

DAFTAR GAMBAR
Halaman
1. Kapal pukat cincin kecil ..................................................16
2. Kapal pukat cincin besar .................................................16
3. Bentuk umum pukat cincin ...........................................20
4. Pukat cincin dengan kantong di salah satu ujung jaring..21
5. Pukat cincin dengan kantong di tengah jaring ................22
6. Purse seine bentuk segi empat ........................................22
7. Purse seine bentuk trapesium ........................................23
8. Purse seine bentuk lekuk ...............................................23
9. Tali ris atas, pelampung dan selvedge ............................e
25
P
n 25
10. Tali ris bawah, pemberat, selvedge dan ring ...................
a
d
11. Bentuk-bentuk Tali Cincin .............................................
26
n
12. Pelampung pukat cincin .................................................
27
ta
u
13. Pemberat dan tali ring dari rantai
la...................................28
e Indonesia (WPP-RI) ........30
14. Wilayah Pengelolaan Perikanan
K
n
a
ik
d
i
d
n
e
P
t
sa
u

ri

iv

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

DAFTAR TABEL
Halaman
1. Kebutuhan air tawar awak kapal per hari ...................... 8

ri

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ri

la

sa
u

id

ka

vi

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

e
K

ta

ka

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pukat cincin atau biasa sisebut dengan Purse Seine
adalah alat penangkap ikan yang dipergunakan untuk
menangkap

ikan

pelagis

yang

bergerombol

seperti:

Kembung, Lemuru, Layang, Tongkol, Cakalang, dan lain


sebagainya.
Purse Seine adalah alat penangkap ikan yang bagian
utamanya adalah jaring, dipergunakan untuk menangkap

ka

ikan pelagis besar atau ikan pelagis kecil sesuai dengan


ri

P ikan
ukuran dan jumlah yang banyak. Alat penangkap
n

jenis purse seine terdiri dari kantong (bag,


a bunt), badan

jaring, tepi jaring, pelampung (float),


n tali pelampung (float

t
line), sayap (wing), pemberat
u (singker lead), tali penarik
a

l kang), cincin (ring), dan selvage.


(purse line), tali cincin e
(tali
K

Ikan yang menjadi


n tujuan penangkapan dari Purse seine
adalah

a
ikan
ik

ikan

pelagis

yang

membentuk

i
gerombolan/kawanan
berada dekat permukaan air (sea
d

sa
u

n
esurface).

Sangat

diharapkan

pula

densitas

shoal

(gerombolan/kawanan) tersebut tinggi, yang berarti jarak


ikan dengan ikan yang lainnya harus sedekat mungkin
(Ayodhyoa, 1981).
Purse seine dioperasikan dengan cara melingkarkan
jaring mengelilingi kawanan ikan, sehingga kawanan ikan
tidak dapat meloloskan diri secara horizontal. Setelah
pelingkaran selesai jaring dikerutkan dengan cara menarik
tali kerut, sampai tali pemberat menyatu dan bagian
bawah jaring tertutup, sehingga kawanan ikan tidak dapat

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

meloloskan

diri

secara

vertical

maupun

horizontal.

Kawanan ikan digiring ke bagian kantong yang terdapat


diujung jaring di salah satu sisi jaring dengan cara
menarik jaring ke kapal dan akhirnya ikan hasil tangkapan
diangkat ke atas kapal (Ayodhyoa, 1981).
Purse Seine dikenal juga sebagai Pukat Cincin atau
Pukat Lingkar. Alat tangkap ini berbentuk persegi panjang
dengan pelampung (Floats) di bagian atas dan pemberat
(Sinkers) serta cincin besi (Rings) di bagian bawah. Pada
saat dioperasikan, kapal yang membawa alat penangkap
ikan jenis ini melingkari sekawanan ikan yang telahri

ka

dikumpulkan

dengan

pemikat

rumpon

dan

P
lampu

berkekuatan tinggi. Setelah lingkaran terbentuk


asempurna,

maka tali kolor (Purse Line) yang terdapat


ndi bagian bawah
akan

ditarik

melewati

t
cincin-cincin
u

besi

yang

l
bergelantungan di bagianebawah
jaring sehingga alat
K

tangkap ini akan n


mengerucut dan berbentuk seperti

a
mangkok dengan
ik segerombolan ikan yang terkurung di
d

i
dalamnya.
d

n
eSelanjutnya

t dan

sa
u

seluruh jaring akan ditarik ke sisi kapal

ikan yang tertangkap akan terkumpul di bagian

kantong jaring secara otomatis. Jenis ikan sasaran purse


seine Laut Jawa adalah jenis-jenis ikan pelagis kecil seperti
Selar, Layang, Kembung, Tongkol, Bawal, Kayul dsb. Meski
demikian, kadang kala tertangkap pula jenis-jenis ikan
lainnya meski jumlahnya sangat sedikit seperti Kakap,
Tenggiri, Baronang dan ikan-ikan dasar lainnya
Purse seine dibagi menjadi dua, yaitu purse seine
dengan kontong (bunt) di tenggah dan kantong di pinggir.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Pada purse seine kantong di tenggah biasanya penarikan


jaring dilakukan dari ke dua ujungnya, purse seine ini
biasanya ditarik dengan tenaga manusia. Sedangkan yang
kantongnya di pingging biasanya ditarik dengan mesin
penarik (power block) yang digerakan dengan hidrolik.
Pengoperasian purse seine dapat dilakukan dengan satu
buah dan lebih dari satu buah kapal, hal ini tergantung
dari ukuran kapal, ukuran jaring, dan jenis ikan yang akan
tangkapan.
Modul Teknik Pengoperasian Purse Seine ini disusun
sebagai

panduan

belajar

para

siswa

Sekolah

ka

Usaha
ri

Perikanan Menengah supaya para siswa dapatPmengerti


tentang

cara

bermanfaat

sa
u

Pengoperasian

sebagai

bahan

Purse

Seine.
a

acuan
n para

Modul

guru

ini

dalam

a
tPenangkapan
memberikan materi mengenai
Ikan dengan
u
la
Purse Seine, sehingga
e para siswa dapat melakukan
K ikan di lapangan dengan benar,
kegiatan penangkapan
n
baik dari ipersiapan
di darat. Alat penangkap ikan, kapal
ka
d
yangdidigunakan, daerah penangkapan ikan, teknik
n
epengoperasian dan jenis ikan yang menjadi tujuan

penangkapan.

B. Deskripsi Singkat
Modul dengan judul Penangkapan Ikan Dengan Purse
Seine ini berisi uraian mengenai persiapan kapal sebelum
melakukan operasi, kapal Purse Seine, jaring Purse Seine,
daerah penangkapan ikan, teknik pengoperasian Purse
Seine, jenis ikan yang menjadi tujuan penangkapan dan
teknik penanganan ikan hasil tangkapan di atas kapal.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Modul ini disusun secara sederhana, menggunakan bahasa


yang

mudah

dipahami

para

siswa

setingkat

SUPM.

Sehingga diharapkan para siswa dapat mempelajari dan


menerapkannya dengan baik.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Kompetensi Utama
Setelah

mempelajari

modul

ini

para

siswa

diharapkan mampu mengerti dan memahami usaha


penangkapan ikan dengan Pukat Cincin (Purse Seine).

ri

2. Indikator Keberhasilan
Setelah

mempelajari

modul

ini

para

P
siswa

diharapkan mampu menerapkan usaha penangkapan


a
ikan dengan Pukat Cincin (Purse Seine).
n

la

sa
u

id

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

e
K

ta

UNIT KOMPETENSI 1
PERSIAPAN BERLAYAR
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

mempersiapkan

materi

ini,

siswa

mampu

dukumentasi kapal sebelum berlayar

untuk menuju daerah penangkapan ikan.


Indikator Keberhasilan :
1. Mampu

mepersiapkan

Perbekalan

kapal

meprsiapkan

ta

Uraian Materi :

kapalPsebelum

sa
u

Dukumentasi

berlayar.

ka

ri

berlayar.
2. Mampu

sebelum

u
a
l
Perbekalan dan Dokumentasi
kapal merupakan faktor
e
K
yang penting n
untuk diperhatikan dalam melakukan
a
kegiatan usaha
ik penangkapan ikan di laut. Karena faktor
id
keselamatan
jiwa
manusian
dikapal
dan
faktor
d
n
ekeselamatan kapal itu sendiri menjadi penting untuk
melakukan kegiatan penangkapan ikan di laut. Persiapan
perbekalan

terdiri

dari

persiapan

perbekalan

untuk

operasional

kapal

dan

persiapan

perbekalan

untuk

kosumsi awak kapal. Perbekalan untuk operasional kapal


terdiri dari: Bahan Bakar Minyak (BBM) Diesel, Minyak
Pelumas ( Oli ), Air Tawar, Umpan, Cadangan Alat
Tangkap, Bahan Dan Peralatan Perawatan Kapal, Serta
Suku

Cadang

Mesin.

Sedangkan

perbekalan

untuk

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

kebutuhan konsumsi awak kapal yaitu : Beras, Air Minum,


Lauk pauk, dan Makanan Ringan (Snack).
A. Persiapan Perbekalan
Pada persiapan perbekalan terdiri dari persiapan
perbekalan untuk operasional kapal dan persiapan
perbekalan untuk kosumsi awak kapal.
1. Perbekalan untuk operasional kapal terdiri dari :
a) Mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Diesel ke
dalam tangki,
Pada waktu mengisi Bahan

bakar minyakri

perlu menghitung jumlah yang akan dimuatPatau

diisikan ke dalam tangki. Hal inia


tergantung

kepada lamanya operasi dalam


n satu trip dan

kapasitas tangki BBMutdan konsumsi setiap

l
harinya. BBM merupakan
komponen biaya yang
e
K

paling besar
ndalam pengoperasian Pukat Cincin,
yaitu iberkisar
antara 60 70% dari total biaya
ka

sa
u

id
operasional
d

kapal dalam satu trip penangkapan

ikan.

Perhitungan
bakar

kosumsi

pemakaian

bahan

minyak dengan menggunakan rumus

sebagai berikut :

= 0,75 (m) (S/d) t 0,001

Dimana :
C

= Kosumsi BBM dalam satu hari (liter)

0,75

= Koefisiensi rata-rata pemakaian BBM


pada operasi penangkapan dengan

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

pukat cincin. Sewaktu jalan berkisar


antara

0,7

0,8,

sewaktu

penangkapan berkisar antara 0,5


0,8
P(max)

= Daya maksimum kekuatam mesin


dalam HP

= Nilai

spesifik

pemakaian

BBM

solar/HP/jam yaitu 200gr/HP/jam


d

= densitas BBM yaitu 0,84

= waktu pemakaian dalam jam

ri

Contoh perhitungan BBM :

ka

Sebuah kapal purse seine a


dengan panjang

seluruhnya (length over aln


) 27 m memiliki motor

t
induk (main engine)
u 300 HP dan motor bantu
a

l
(generator engine)
e 150 HP, jika akan beroperasi
K

selaman30 hari, berapa BBM dan oil yang

a
diperlukan
dalam operasi penangkapan tersebut?
ik

sa
u

id

Jawab

= 0,75 (m) (S/d) t 0,001


= 0,75 x 450 x (160/0,84) x 24 x 0,001 x 30
= 46285 ltr = 46,kl (kilo liter, tapi biasanya
kl ini disebut dengan ton)

Jadi kebutuhan BBM dalam 30 hari = 46,3 + 5%


= 48,60 kl.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

b) Menyiapkan Minyak Pelumas (Oli)


Pemakaian minyak pelumas (oli) 1 3 % dari
pemakaian BBM, rata-rata 2%. Jadi pemakaian
oil dalam 30 hari = 48,600 ltr x 2% = 972 ltr.
c) Mengisi Air Tawar ke dalam tangki air tawar
Air tawar di kapal pukat cincin dibutuhkan
antara lain yaitu:

memasak, minum, pendingin

motor diesel. Kebutuhan air bagi awak kapal


dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Kebutuhan air tawar

1
2
3

Ukuran panjang
kapal (m)
10m
10 m - 20 mla
> 20m

hari
No

awak kapal per i

a air
Kebutuhan
d
ntawar/hari
10
as/d 15 liter

e
K

5 s/d 25 liter

25 s/d 30 liter

ik

sa
u

d
panjang

idPada

contoh

kasus

kapal

purse

seine

27m yang diawaki oleh 12 orang, maka

kebutuhan air dalam 1 bulan = 12 x 30 x 30 ltr =


108.000 ltr (108 kl). Jika kapal tidak memiliki
tangki air tawar sebesar itu, maka kapal harus
dilengkapi dengan mesin pembuat air tawar
(destiling plan) untuk mencukupi keperluan air
tawar. Sedangkan kebutuhan air tawar untuk
pendinginan motor diesel tidak terlalu banyak,
sebab sebelum berangkat

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

telah di isi penuh,

pada

umumnya

air

pendingin

ini

hanya

memerlukan penambahan yang relatfif kecil.


d) Menyiapkan Cadangan jaring,
e) Menyiapkan alat-alat menjurai untuk perbaikan
jaring
f)

Bahan dan Peralatan Perawatan Kapal, Serta

g) Suku Cadang Mesin.


h) Pengisian Es Curah
Kesegaran ikan hasil tangkapan harus dijaga
supaya tidak menurun, sebab semenjak ikan

ka

i
tertangkap dan mati kemuduran mutu rtelah
e

P ikan
terjadi. Untuk menjaga mutu dan kesegaran
n

diperlukan media pendingin. Pada


a penangkapan

ikan dengan tujuan ikann


hasil tangkapan yang

t
segar biasanya dilakukan
dengan menggunakan
u
a

l
es curah. Ikan
e yang telah dibersihkan disimpan
K

dalam n
palkah dengan timbunan es curah, jika

a berpendingin hanya digunakan untuk


palkah
ik

sa
u

idmempertahankan suhu palkah tetap berada pada


10oC.
dengan

Sedangkan pada penangkapan ikan


tujuan

beku

biasanya

ikan

hasil

tangkapan akan disimpan dalam palkah dengan


media pendingin sistim Air Garam Dingin (Brine
System).
Kebutuhan es curah tergantung dari: target
hasil tangkapan yang akan dicapai, kapasitas
palkah, dan keadaan suhu lingkungan. Adapun
kebutuhan es curah untuk mendinginkan hasil
tangkapan, sehingga dapat digunakan untuk

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

mempertahankan ikan 10 hari, yaitu: di daerah


iklim sedang 0,5 ton untuk setiap 1 ton hasil
tangkapan, dan di daerah tropis diperlukan 1 ton
es

untuk

mendinginkan

ton

ikan

hasil

tangkapan. Kebutuhan ini akan berkurang antara


30% - 50%, jika palkah berpendingin (Prado and
Drimiere, 1971 dalam BPPI,1991).
2. Sedangkan perbekalan untuk kebutuhan konsumsi
awak kapal yaitu :

ri

a) Menyiapkan Beras,

P
b) Menyiapkan Lauk pauk untuk kebutuhan selama
a

pelayaran, dan

c) Menyiapkan Makanan atau Minuman


Ringan.
n

t
Kebutuhan perbekalan
u

kapal

la
Beras,
e
K
Ringan dan
n

seperti:

Makanan

kapal untuk awak

Gula, Teh, Kopi, Susu,


Obat-obatan.

Beras

a Kebutuhan utama sebagai bahan


merupakan
ik

sa
u

id
makanan,
awak kapal. Dengan kondisi kerja yang
d

sangat berat memerlukan konsumsi

makanan

yang relatif banyak, yaitu antara 600 gram 800


gram beras/orang/hari.

B. Mempersiapan Dukumen Kapal


Kapal harus memperoleh Surat Izin Berlayar (SIB)
dari Syahbandar dimana kapal

tersebut bersandar/

berlabuh. Surat Izin Berlayar yaitu surat izin yang


dikeluarkan oleh Syahbandar yang menyatakan bahwa
kapal boleh berlayar. Kapal harus segera berlayar paling
10

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

lambat 2 x 24 jam setelah memperoleh SIB. Jika dalam


batas waktu tersebut kapal belum berangkat, maka
kapal harus memperbaharui SIB. Syarat memperoleh
SIB antara lain sebagai berikut :
1. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP); adalah

surat

yang dikeluarkan oleh Dirjen Perikanan Tangkap


untuk kapal 60 GT dan kapal 30 GT untuk kapal
yang dioperasikan di perairan bebas, sedangkan
kapal yang beruukuran 30 GT 60 GT dikeluarkan
oleh Kepala dinas Kelautan dan Perikanan tingkat

ka

Propinsi dan untuk kapal < 30 GT dikeluarkanrioleh

P Kota
Kepala dinas Kelautan dan Perikanan tingkat
n

atau Kabupaten. Masa berlaku SIUP


aadalah selama

perusahaan masih menjalankan


n usaha perikanan.

t
2. Surat Izin Penangkapan
uIkan (SIPI) adalah surat izin
a

l
yang memberikan
e kewenangan kepada kapal untuk
K

menggunakan
n alat tangkap tertentu dan daerah

a
penangkapan
ik

sa
u

id
dkesatuan

yang

di

izinkan,

SIPI

merupakan

dari SIUP. Masa berlaku SIPI adalah

tahun untuk kapal pukat cincin, pukat cincin, jaring


insang hanyut, dan huhate. Sedangkan untuk kapal
penangkap jenis lain selama 2 tahun.

3. Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI); yaitu surat


izin yang diberikan kepada kapal yang dipergunakan
untuk mengangkut dan menyimpan ikan. Jika kapal
penangkap yang sekaligus untuk membawa hasil
tangkapan, maka kapal tersebut harus memiliki
SIKPI.

Masa berlaku SIKPI adalah 3 tahun untuk

kapal pukat cincin, pukat cincin, jaring insang

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

11

hanyut, dan

huhate. Sedangkan untuk kapal

penangkap jenis lain selama 2 tahun.


4. Sertifikat Laik Operasi (SLO) kapal perikanan; adalah
surat keterangan yang menyatakan bahwa kapal
perikanan telah memenuhi persyaratan administrasi
dan kelayakan teknis untuk melakukan kegiatan
perikanan.

SLO

diterbitkan

oleh

Pengawas

Perikanan di pelabuhan dimana kapal bersandar.


SLO berlaku 2 x 2 jam.
5. Surat Laik Laut (Sertifikat Kesempurnaan Kapal);
adalah

surat

yang

menyatakan

bahwa

kapalri

P
tersebut telah memenuhi persyaratan kesempurnaan
n

dan perlengkapan untuk berlayar pada


a perairan

tertentu. Dikeluarkan oleh Syahbandar


setempat,
n

t
masa berlaku Sertifikat Kesempurnaaan
adalah 1
u
tahun.
6. Surat

Tanda

la
e
K
Pendaftaran
n

a
dokumenikyang
d

Kapal;

menyatakan

adalah

bahwa

suatu

kapal

telah

tujuan

dari

i
dicatat
d dalam register kapal-kapal, yaitu setelah

sa
u

n
ememperoleh

Surat

Ukur,

dimana

Pendaftaran kapal ini adalah untuk memperoleh


Surat Kebangsaan Kapal. Adapun Surat Kebangsaan
Kapal terdiri dari :
1) Surat

Laut :

diberikan

kepada

kapal

yang

besarnya 500 m3 atau lebih (isi kotor) yang


bukan kapal nelayan atau kapal persiar,
2) Pas

Kapal :

diberikan

kepada

kapal

yang

besarnya 20 m3 atau lebih (isi kotor) tetapi

12

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

kurang dari 500 m3 , yang bukan kapal nelayan


atau kapal pesiar, dengan nama Pas Tahunan,
3) Pas Kecil (Pas Biru) : diberikan kepada kapalkapal yang isi kotornya kurang dari 20 m3 atau
kapal nelayan dan kapal pesiar.
7. Sertifikat Garis Muat kapal atau Load Line Certificate
adalah

suatu

oleh Pemerintah
berdasarkan

sertifikat

yang

Negara

Perjanjian

diterbitkan

Kebangsaan
Internasional

kapal,
(konvensi)

tentang garis muat dan lambung timbul (free board)

ka

yang memberikan pembatasan garis muat untuk


ri

tiap-tiap musim atau daerah atau jenisPperairan

dimana kapal berlayar. Berlaku selama


a kapal tidak

mengalami perubahan.

t
8. Sertifikat Hapus Tikus
u kapal (Derating Certificate)
a

l
adalah suatu sertifikat
kapal yang diberikan kepada
e
K

sebuah kapal
n oleh Departemen Kesehatan yaitu;

sa
u

Health),

diteliti

tikus

id
dyang

a
Kesehatan
ik Pelabuhan (Port

setelah

kapal

bersangkutan dilakukan fumigasi dan telah


tidak

terdapat

dan

serangga

pengganggu. Masa berlaku sertifikat ini adalah 6


bulan dan dapat diperpanjang selama 1 tahun.
9. International

Declaration

of

Health adalah

suatu

pernyataan bahwa kapal sehat, tidak tersangka dan


tidak terjangkit suatu penyakit menular, diberikan
oleh

Dinas

Kesehatan

Pelabuhan

dan

masa

berlakunya hanya sekali jalan.


10. Daftar / Sijil Awak kapal adalah suatu buku yang
berisi daftar nama dan jabatan Anak Kapal, yaitu

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

13

mereka yang melakukan tugas di atas kapal yang


harus diketahui serta disyahkan oleh Syahbandar
(Pasal 375 KUHD). Sijil Awak Kapal berlaku terus
sepanjang

tidak

ada

alasan

untuk

menggugurkannya, setiap masuk pelabuhan harus


ditanda tangani oleh Syahbandar.
11. Crew List adalah daftar nama dari seluruh awak
kapal dan masa berlaku sekali pakai yaitu pada saat
kapal memasuki pelabuhan, daftar nama ini ditanda
tangani

oleh

Nakhoda

dan

diketahui

oleh

ri

Syahbandar.

P
12. Warta Kapal adalah Riwayat kapal dari Pelabuhan
n

tolak sampai dengan Pelabuhan yang disinggahi.


a
13. Surat Izin Stasiun
surat

Radio Dinas
nMaritim; adalah

t
dikeluarkan
u oleh

yang

l
Komunikasi dan Informatika.
e

sa
u

id

ik

14

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Kementerian

UNIT KOMPETENSI 2
KAPAL PUKAT CINCIN ( PURSEINER )
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

mengidentifikasi

Kapal

materi

ini,

(Purseiner)

siswa

mampu

dan

mampu

mengendalikannya dengan baik dan benar.


Indikator Keberhasilan :
Mampu

mengidentifikasi

Kapal

Pukat

Cincin

(Purseiner).

ri

Uraian Materi :

ka

pukat cincin (Purseiner)


n adalah jenis kapal

Kapal

t mengoperasikan pukat
yang dibuat dengan tujuan u
untuk
a

l
cincin, dan dilengkapiedengan
palkah pendingin

sa
u

untuk

K
menampung hasil
ntangkapan, mepunyai geladak kerja yang
a
luas, mudah
ik untuk diolah gerakan dan mempunyai
id yang cukup untuk menuju ke daerah
kecepatan
d
n
epenangkapan ikan dan melingkarkan jaring.
Kapal penangkap ikan adalah kapal yang secara
khusus dipergunakan untuk menangkap ikan, termasuk
menampung,

menyimpan,

mendinginkan,

dan

atau

mengawetkan (UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan).


Kapal

pukat

cincin

biasanya

memiliki

ruangan-

ruangan sebagai berikut :


1. Tempat persiapan jaring di geladak (depan, belakang,
samping kiri atau kanan) tergantung dari mana jaring
akan diturunkan.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

15

2. Tempat penarikan

(hauling) biasanya terdapat di bagian

depan, tengah, atau belakang; Tempat penyimpanan ikan.

ri

Gambar 1. Kapal pukat cincin kecil

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

Gambar 2. Kapal pukat cincin besar


Nomura dan Yamazaki (1977) mengatakan, bahwa ada
beberapa persyaratan minimal untuk kapal ikan yang
dapat digunakan untuk operasi penangkapan ikan, yakni
memiliki kekuatan struktur badan kapal, menunjang
keberhasilan

operasi

penangkapan,

memiliki

fasilitas

penyimpanan hasil tangkapan ikan dan memiliki stabilitas


16

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

yang tinggi. Stabilitas kapal mutlak diperlukan sebagai


kemampuan kapal untuk kembali ke posisi semula (tegak)
setelah mengalami momen temporal, dimana posisi miring
akibat bekerjanya gaya baik dari luar maupun dari dalam
kapal

tersebut.

Selanjutnya

faktor-faktor

yang

mempengaruhi desain suatu kapal penangkap ikan adalah


tujuan penangkapan ikan, alat dan metode penangkapan,
kelaik lautan dan keselamatan awak kapal, peraturanperaturan

yang

berhubungan

pemilihan

material

yang

dengan

tepat

desain

untuk

kapal,

konstruksi,

ka

i
penanganan dan penyimpanan hasil tangkapan, rserta
e

faktor-faktor ekonomis

Menurut Soemarto (1979), kapal penangkapan


harus
a
memenuhi persyaratan antara lain :n

t
1. Memiliki kesanggupan berlayar
di laut dengan baik
u
a

l
dalam segala keadaan
e yang mungkin terjadi.
K

2. Sanggup berlayar
dengan tenaga sendiri ke dan dari
n
daerahika
penangkapan

i
penangkapan
continue.
d

sa
u

n
e3. Mempunyai

serta

dapat

melakukan

stabilitas yang tinggi untuk menjamin

keselamatan.
4. Kekuatan dan struktur yang kokoh.
5. Memiliki fasilitas penyimpanan hasil tangkapan.
6. Tempat

persediaan

cukup

untuk

bahan

bakar,

makanan dan air, untuk keperluan operasi dalam


waktu

serta

jarak

yang

telah

ditentukan

untuk

keperluan yang tak terduga.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

17

7. Kapal harus mempunyai kekuatan yang baik agar


dapat menahan gaya-gaya yang bekerja padanya, baik
gaya-gaya dari luar maupun dari dalam.

ri

la

sa
u

id

ka

18

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

e
K

ta

ka

KOMPETENSI 3
PUKAT CINCIN ( PURSE SEINE )
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

materi

ini,

siswa

mampu

mengidentifikasi dan mempersiapkan jaring Pukat Cincin


(Purse Seine) dan mampu mengoperasikannya dengan baik
dan benar.
Indikator Keberhasilan :

ka

i
Mampu mengidentifikasi alat penangkap ikan rjenis
e

purse seine.

Uraian Materi :

t
Pukat cincin atau lazimu
disebut
dengan Purse Seine
a

l
adalah alat penangkap
eikan yang terbuat dari lembaran
K

jaring berbentuk
nsegi empat pada bagian atas dipasang

a bagian bawah dipasang pemberat dan tali


pelampungik
dan
d

i
kerut
d(purse line) yang berguna untuk menyatukan bagian

sa
u

n
ebawah jaring, sehingga ikan tidak dapat meloloskan diri ke
bawah (vertikal) dan ke samping (horizontal). Biasanya
besar mata jaring disesuaikan dengan ukuran ikan yang
akan ditangkap. Ukuran benang dan mata jaring tiap-tiap
bagian biasanya tidak sama. Disebut dengan pukat cincin
sebab pada jaring bagian bawah dipasangi Cincin (ring)
yang berguna untuk memasang tali kerut atau biasa juga
disebut juga tali kolor.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

19

A. Bentuk Umum Pukan Cincin (Purse Seine)


Purse seine dinamakan demikian karena sifat alat
tangkap yang menggurung gerombolan / kawanan ikan,
kemudian tali kerut ditarik sehingga jaring membentuk
kantong yang besar, sehingga ikan-ikan terkurung.
Purse seine memiliki bentuk umum dan bagian-bagian
yang sama walaupun ada bermacam-macam purse seine.
Bentuk umum purse seine beserta bagian-bagiannya dapat
dilihat pada gambar dibawah ini.

ri

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

Gambar 3. Bentuk umum pukat cincin

B. Klasifikasi Pukat Cincin


Pukat cincin diklasifikasi sesuai dengan International
Standards

Stastistic

Classification

of

Fishing

Gear

(ISSCFG) FAO dengan symbol dan singkatan ISSCFG


01.0.0. adapun kode dan singkatan sebagai berikut :
1. Jaring lingkar dengan singkatan dan kode 01.0.0.2.
2. Jaring lingkar bertali kerut PS 01.1.0 3.
20

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

3. Jaring lingkar satu kapal PS 01.1.1 4.


4. Jaring lingkar dua kapal PS 01.1.2 5.
5. Jaring lingkar tanpa tali kerut / lampara LA 01.2.0
Pada dasarnya purse seine dapat dibedakan menjadi
dua jenis yaitu : purse seine dengan kantong di bagian
ujung jaring dan purse dengan kantong dibagian tengah.
Klasifikasi pukat cincin

dapat

dibagi menjadi dua

yaitu : Pukat cincin dengan kantong ditengah dan kantong


di pinggir.

Selain itu pukat cincin dapat diklasifikasikan

ka

menurut bentuk dasarnya yaitu : Segi empat, Trapesium


ri

dan Lekuk.

1. Letak kantong ( bunt ) pada jaring utama


a

Berdasarkan letak kantong pada


njaring utama yaitu :

t
1) Kantong terletak pada
usalah satu ujung jaring
a

l
2) Kantong terletak
e pada tenggah-tenggah jaring

sa
u

id

ik

KANTONG

Gambar 4 : Pukat cincin dengan kantong di salah


satu ujung jaring.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

21

KANTONG

Gambar 5 : Pukat cincin dengan kantong di tengah


jaring
C. Bentuk dasar jaring utama

sa
u

a
d
Berdasarkan bentuk Jaring Utama pursen
seine yaitu :
ta
1. Bentuk segi empat
u
la
2. Bentuk trapesium
e
K
3. Bentuk lekuk
n
a
ik
d
i
d
n
e
P

Gambar 6 : Purse seine bentuk segi empat

22

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ri

ka

Gambar 7 : Purse seine bentuk trapesium

ri

la

ta

e
K

Gambar
a 8 : Purse seine bentuk lekuk

ik

id

ka

n
D. Bagian-Bagian
Pukat Cincin

sa
u

Menurut Ayodhya (1981) ikan yang menjadi tujuan

penangkapan dari Purse Seine adalah ikan-ikan pelagis


yang bergerombol dekat dengan permukaan air, yang
berarti jarak ikan dengan ikan lainnya saling berdekatan.
Menurut Usemahu (2003) ikan-ikan yang tertangkap
dengan purse seine karena gerombolan ikan tersebut
dikurung oleh jaring sehingga pergerakannya terhalang
oleh jaring dari dua arah, baik pergerakannya ke samping

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

23

(horizontal)

maupun

pergerakannya

ke

arah

dalam

(vertikal).
Secara umum berbagai macam bahan yang digunakan
untuk pembuatan purse seine dapat diperinci sebagai
berikut : jaring utama, srampat (selvedge), kantong (bunt)
1. Jaring Utama :
Bahan yang biasa digunakan adalah benang
nylon PA 210d/9 dengan besar mata jaring (mesh size)
1,25 inchi. Panjang pukat cincin biasanya 3 kali
kedalaman jaring, misalnya ; Panjang x lebar = 300m :
100m.

Jumlah

tergantung dari

mata

ke

bawah

atau

dalamnyari

P
kedalaman air dimana alat tersebut
a

akan dioperasikan

2. Selvedge :

t
Selvedge merupakan mata
u jaring penguat yang
a

l
berfungsi untuk melindungi
e bagian pinggir dari jaring
K

utama agar tidaknmudah rusak atau robek pada saat

a terletak di sekeliling jaring utama.


ditarik, selvadge
ik
d

i
Bahan
dSelvedge biasanya lebih kaku dari bahan jaring

sa
u

n
utama
e

seperti

polyethylene

(PE)

380d/12

dengan

ukuran mata jaring 1,5inchi atau lebih besar. Ukuran


mata selvedge selalu lebih besar dari jaring utama,
demikian juga nomor benang yang dipergunakan.

3. Tali Ris :
Adalah tali pengikat tali pelampung dan pemberat
terhadap jaring, tali ris terdiri dari tali ris atas dan tali
ris bawah, tali ris atas berfungsi sebagai pengikat tali
pelampung

dan

tali

ris

bawah

berfungsi

sebagai

pengikat tali pemberat. Tali ris atas dan bawah


24

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

mengunakan arah pintalan yang berlawanan dengan


tali pelampung dan tali pemberat. Penciutan (shrinkage)
pada umumnya berkisar antara 30% - 15% bahkan ada
yang menggunakan shrinkage 10%. Shrinkage pada tali
ris atas kadang-kadang berbeda dengan shrinkage pada
bagian bawah jaring, dimana pada bagian bawah lebih
kecil yang berarti tali ris bawah akan lebih panjang dari
tali ris atas.

ri

la

ka

ta

Gambar 9 : TaliK
ris atas, pelampung dan selvedge

sa
u

id

ka

Gambar 10. Tali ris bawah, pemberat, selvedge dan


ring

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

25

4. Tali kang (ring) :


Tali ring adalah tali yang dipergunakan untuk
menggantungkan cincin pada tali ris bawah. Tali ring
ini juga kadang-kadang disebut juga dengan tali kang.
Tali kang dibuat dengan menggunakan bahan kuralon
atau polyethylene dengan ukuran diameternya = 10
mm. Dan ukuran panjangnya 150 cm. Ada tiga tipe
tali ring yaitu :
1) Bentuk kaki tunggal,
2) Bentuk kaki ganda,
3) Bentuk dasi.

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

ri

d
n
Gambar 11 : Bentuk-bentuk Tali Cincin
e

5. Tali kerut (purse line) :


Berfungsi

untuk

menyatukan

cincin

yang

terdapat di bagian bawah, sehingga ikan yang berada di


dalam akan terkurung jaring yang berbentuk kantong.
Tali biasa disebut juga dengan tali kolor, bahan tali
kolor umumnya menggunakan polyethylene (PE) akan
tetapi kadang-kadang ada juga yang menggunakan
kuralon (PVA). Ukuran tali kolor adalah merupakan
26

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

ukuran yang terbesar di antara ukuran tali-tali yang


lainnya, yaitu garis tengah kurang lebih 25 mm. Hal ini
karena tali kolor memerlukan kekuatan yang cukup
besar bila dibandingkan dengan tali-tali lain.
6. Pelampung :
Pelampung berfungsi untuk menahan bagian
jaring

supaya

tetap

mengapung,

sehingga

jaring

membentuk dinding sebagai penghalang ikan supaya


ikan terkurung dalam jaring. Bahan yang digunakan
adalah bahan yang berat jenisnya lebih kecil dari berat
jenis air laut.

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

ri

ka

Gambar 12. Pelampung pukat cincin

7. Pemberat :
Pemberat berfungsi agar jaring bagian bawah
cepat tenggelam waktu dioperasikan. Bahan pemberat
umumnya menggunakan timah atau timbal (timah
hitam). Pemberat yang digunakan umumnya berbentuk
silinder dengan ukuran panjang

+ 3 cm dengan

diameter 5 cm. Tetapi kadang-kadang pemberat dan tali


ring dibuat dari bahan rantai besi

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

27

Gambar 13. Pemberat dan tali ring dari rantai


8. Cincin :

Fungsi cincin adalah untuk tempat lewatnya taliri

ka

sa
u

e
P
kerut sewaktu ditarik agar bagian bawah jaring dapat
n
a
terkumpul. Bahan cincin biasanya dari kuningan
atau
d
n
tembaga atau kadang-kadang digunakan
bahan besi
ta
yang
dilapisi
dengan
kuningan.
Cincin
yang
u
la
dipergunakan biasanya
emempunyai ukuran diameter
K
10 cm dengan berat
n sekitar 400 gram.
a
ik
d
i
d
n
e

28

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

UNIT KOMPETENSI 4
DAERAH PENANGKAPAN IKAN
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

materi

ini,

siswa

mampu

menentukan daerah penangkapan ikan yang sesuai untuk


pengoperasian purse seine.
Indikator Keberhasilan :
1. Mampu memahami ciri-ciri adanya kawanan ikan yang

ka

akan ditangkap dengan menggunakan purse seine.ri

P untuk
2. Mampu menentukan daerah penangkapan ikan
a

pengoperasian purse seine.

ta

Uraian Materi :

sa
u

u
a
l
Daerah penangkapan
ikan (fishing ground) pada
e
K
pengoperasian n
pukat cincin adalah daerah yang alur
a terlalu ramai dilayari oleh kapal lain.
pelayaran ik
tidak
id
Pukat
d cincin dioperasikan di dekat permukaan perairan,
n
esehingga diperlukan kedalaman air yang cukup untuk
dapat mengoperasikannya.
A. Lokasi Daerah Penangkapan

Daerah penangkapan ikan (fishing ground) pada


pengoperasian pukat cincin adalah daerah yang alur
pelayaran tidak terlalu ramai dilayari oleh kapal lain.
Pukat

cincin

dioperasikan

di

dekat

permukaan

perairan, sehingga diperlukan kedalaman air yang


cukup

untuk

dapat

mengoperasikannya.

Hampir

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

29

disemua WPP-RI pukat cincin dapat dioperasikan,


dengan tujuan penangkapan yang berbeda. Misalnya
untuk WPP-RI 711, 712, dan 713 ditujukan untuk
menangkap ikan pelagis kecil, seperti Ikan Kembung
dan Ikan Layang. Sedangkan di WPP-RI 715, 715, dan
717 ditujukan untuk menangkap pelagis besar seperti
Ikan Tuna dan Ikan Cakalang. Pada gambar berikut ini
adalah Daerah Penangkapan ikan pada pengoperasian
Pukat cincin.

ri

la

ta

e
K

ka

sa
u

i
d
i
Gambar
d 14 :
n
e

Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia


(WPP-RI)

B. Tanda-tanda adanya kawanan ikan.

Daerah penangkapan untuk alat Purse Seine


merupakan daerah terbuka yang luas, dasarnya harus
bebas dari batu dan karang atau kerangka kapal
karam. Karena ikan yang menjadi sasaran Purse Seine
berupa ikan bergerombol yang hidup palagis, maka
umumnya daerah penangkapanya berupa laut yang

30

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

sifat airnya oseanis di daerah lepas pantai dengan


kedalaman air sekitar 50 meter atau lebih dalam lagi.
Di daerah penangkapan Purse Seine diperairan
lepas pantai ukuran lebar jaringnya dan ukuran mata
jaring disesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap.
Untuk menangkap jenis ikan Lemuru, Kembung dan
ikan Layang, digunakan jaring yang ukuran matanya
1,5 - 3 inchi. Untuk daerah perairan pantai panjang
jaringnya 300 - 400 meter dengan ukuran lebar 40-50
meter; agak ketengah jaring yang dioperasikan lebih

ka

panjang sekitar 600 - 700 meter dengan lebarri100


meter.

Untuk

menangkap

gerombolan

e
PCakalang

(Katsuwonus pelamis) di laut bebas digunakan


jaring
a

dengan ukuran benang dan mata


n jaring yang lebih

t - 2500 meter atau lebih.


besar, panjang jaringnya u
1500
Cara

sa
u

l
mencari
e atau

mendekati

tempat

ikan

K
dengan melacak
n atau dilakukan secara langsung atas
a
gerakan
ikikan dan pengamatan tidak langsung dengan
id
mengawasi
tanda-tanda di luar permukaan air.
d
nPengamatan atau observasi dilakukan dengan

menggunakan teropong, dan dengan menggunakan


Fish finder atau Sonar. Berikut tanda-tanda adanya
kawanan ikan:
1. Adanya ikan yang berlompat-lompatan ke atas
permukaan air.
2. Adanya

indikasi lain seperti burung laut yang

bertebangan di atas permukaan air.


Besar atau kecilnya gerombolan ikan dalam
air

dapat

diperkirakan

dengan

memperhatikan

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

31

gerakan

burung

laut

yang

terbang

di

atas

gerombolan ikan dalam air. Apabila burung tersebut


terbang

cepat

menunjukkan

bahwa

gerakan

ikannya juga cepat, yang arah renangnya diikuti


oleh burung. Apabila berenangnya ikan lambat,
maka burungnya terbangnya juga lambat dan
tinggi. Apabila ikannya naik ke permukaan air,
maka

burung

akan

menukik

dan

terbang

menyambar-nyambar permukaan air. Gerombolan


ikan yang beruaya umumnya oleh burung-burung
di atasnya

3. Perubahan warna air di permukaan.


Apabila
permukaan

sa
u

berombolan
air

laut

ikan

ri

besar,
a

warnanya
n akan

maka

berubah

ta kecoklat-coklatan.
menjadi gelap, berwarna u
agak
la
Apabila bergerombolan
e kecil, permukaan berwarna
K
gelap keungu-unguan
n
4. Adanya ibuih-buih
di permukaan.
ka
id
5. Adanya
d percikan-percikan air di permukaan.
n
6. Nampak adanya kilatan-kilatan dari warna ikan
e

dalam air.
7. Data Oseanografis dan Meteorologi.
Dengan mengadakan analisa tentang data
Oceanografi dan Meteorologi, seperti suhu air,
salinitas dan tekanan udara dan sebagainya, tempat
gerombolan ikan dapat dicari pencarian gerombolan
ikan dari udara.
8. Tanda-tanda

lain

gerombolan ikan.
32

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

sebagai

petunjuk

ka

adanya

a. Adanya batang terapung.


b. Adanya ikan Cucut di atas berenang dekat
permukaan.
c. Adanya Lumba-lumba yang bermain-main.
d. Adanya

Paus

juga

menunjukan

adanya

gerombolan Cakalang di dekatnya.

ri

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

33

UNIT KOMPETENSI 5
TEKNIK PENGOPERASIAN PURSE SEINE
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

materi

ini,

siswa

mampu

mengoperasikan Purse Seine.


Indikator Keberhasilan :
Mampu mengoperasikan Purse Seine.

ri

Uraian Materi :

P
Operasi penangkapan ikan dengan pukat cincin terdiri
n

dari : Pencarian kawanan ikan atau pencarian


a Rumpon

(searching), penurunan jaring (setting), penarikan


tali kerut
n

t dan pengangkatan
(pursing), penarikan jaring (hauling),
u
la

hasil tangkapan (brailling)

e
K

A. Pencarian

n
a
kawanan
k

i
rumpon
d (searching)

sa
u

ikan

atau

pencarian

posisi

n
Lakukanlah pengamatan seperti berikut ini :
e

1. Pergunakan alat bantu untuk pengamatan dengan


Alat teropong (binocular)
2. Lakukan pengamatan ditempat yang terbuka dan di
bagian dek kapal yang paling tinggi.
3. Jika kelihatan ada tanda-tanda adanya kawanan
ikan,

sampaikan

kepada

yang

sedang

mengemudikan kapal.
4. Setelah dekat dengan kawanan ikan, lakukan
pendeteksian kawanan ikan dengan alat yang ada.
34

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Pada kapal-kapal besar pendeteksian kawanan ikan


dengan menggunakan SONAR.
B. Penurunan jaring (setting)
Pada

kegiatan

disimpulkan

bahwa

setelah
akan

diputuskan

dilakukan

atau

penangkapan

kawanan ikan tersebut, maka pekerjaan selanjutnya


adalah penurunan jaring (setting). Urutan pekerjaannya
setting adalah sebagai berikut :
1. Olah geraklah kapal sampai dengan posisinya tepat

ka

ri

terhadap arah angin dan arus.

P
2. Setelah posisi kapal sesuai dengan yang diinginkan,
n

maka turunkanlah ujung jaring dengan


a cara ditarik

dengan skiff boat.

t
3. Kapal maju pelan dan
u melingkari kawanan ikan
a

l
yang akan ditangkap.
e
n

a
C. Penarikan
ik tali kerut (pursing)
t

sa
u

id
Setelah

nmelingkari

jaring diturunkan dan dilingkarkan untuk

kawanan ikan, kegiatan selanjutnya adalah

sebagai berikut :
1. Setelah jaring dilingkarkan, tariklah tali kerut jaring
( purse line ) dengan menggunakan Pangsi penarik
tali

kerut

menggunakan

Purse line
Kapstan

winch )
sampai

atau

dengan

dengan

bagian

bawah jaring jadi satu atau bagian bawah jaring


jadi tertutup.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

35

2. Tariklah bagian pelampung jaring yang melengkung


ke dalam lingkaran jaring dengan menggunakan
skiff boat.
3. Lakukanlah penarikan tali kerut sampai dengan
semua cincin (ring) terikat di Dewi-dewi tali kerut
(Purse Davit).
D. Penarikan/pengangkatan

jaring

ke

atas

kapal

(hauling)
Tahapan

Pekerjaan

yang

dilakukan

dalam

kegiatan penarikan / pengangkatan jaring ke atas dekri

ka

kapal (hauling) adalah sebagai berikut :

1. Tariklah ujung jaring yang tidak ada a


kantongnya
secara

berurutan

dengan

menggunakan
n

alat

ta
penarik jaring berupa Power
block.
u
a
l
2. Selanjutnya jaring disusun
kemali pada tempatnya,
e
K
agar siap padan
setting yang berikutnya.
a
3. Lakukanlah
ik penarikan jaring sampai dengan ikan
id pada bagian kantong jaring.
terkumpul
d
n
e

P
t E. Pengangkatan ikan ke atas kapal

sa
u

( brailling ).

Setelah selesai penarikan jaring, maka ikan akan


terkumpul dibagian kantong jaring (bunt). Tahapan
kegiatan berikutnya adalah :
1. Siapkanlah pangsi (winch) yang telah dipasangkan
serok besar.
2. Ulurkanlah serok dengan posisi miring ke jaring
bagian kantong dimana ikan terkumpul.

36

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

3. Tariklah posisi serok menjadi mendatar, sehingga


ikan berada di dalam serok.
4. Angkatlah seroknya dengan menggunakan tenaga
motor elektronik sampai posisi serok berada di atas
lubang palkah.
5. Tariklah tali pengikat ujung serok, sehingga ikan
keluar dari serok dan masuk kedalam palkah yang
sudah disiapkan unit pendingin ikan.
6. Lakukanlah

kegiatan

penyerokan

ikan

sampaidengan semua ikan yang berada di dalam


kantong jaring terangkat semuanya.
Setelah

selesai

kegiatan

ri

pengangkatan
a

ka

ikan,

semua bagian jaring diangkat dan


n disusun lagi di atas

t
dek dan siap diturunkan
u lagi pada kegiatan setting
a

l
berikutnya. Kegiatan
e selanjutnya adalah menangani
K

ikan hasil tangkapan.


n

ik

sa
u

id

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

37

UNIT KOMPETENSI 6
PENANGANAN IKAN HASIL TANGKAPAN
Standar Unit Kompetensi :
Setelah

mempelajari

materi

ini,

siswa

mampu

melakukan penanganan ikan di atas kapal dengan baik


dan benar.
Indikator Keberhasilan :
1. Mampu melakukan penempatan dan penanganan ikan
secara higienis di atas kapal.

2. Mampu melakukan pendinginan ikan.


3. Mampu

memperhitungkan

ri

kebutuhan

aEs

yang

digunakan untuk mempertahankan mutu


n ikan.

la

Uraian Materi :
Penanganan dan
n

merupakan

a
prasyarat
ik

ta

e
K
penempatan
dalam

ikan secara higienis


menjaga

ikan

dari

i
kemunduran
d mutu, karena baik buruknya penanganan
n

akan
eberpengaruh langsung terhadap mutu ikan sebagai

P
t bahan

sa
u

makanan atau bahan mentah untuk pengolahan

lebih lanjut. Demikian juga penempatan ikan pada tempat


yang tidak sesuai, misalnya pada tempat yang bersuhu
panas, terkena sinar matahari langsung, tempat yang kotor
dan

lain

sebagainya

akan

berperan

mempercepat

mundurnya mutu ikan.


Dalam penanganan ikan segar, dikenal satu istilah
penting yang disebut rantai dingin = (cool chain), yaitu
sejak ikan tertangkap sampai pengolahan lebih lanjut atau
38

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

dimasak didapur, hendaknya tetap berada atau disimpan


dalam suhu mendekati

00C, yang penting selama ikan

belum dijual atau diolah lebih lanjut, harus selalu berada


di kotak pendingin dengan persediaan es yang cukup.
A. Penanganan dan Penempatan Ikan Secara Higienis
Di Atas Kapal.
Penanganan dan penempatan ikan secara higienis
merupakan

prasyarat

dalam

menjaga

ikan

dari

kemunduran mutu, karena baik buruknya penanganan


akan

berpengaruh

langsung

terhadap

mutu

ka

i
rikan

P untuk
sebagai bahan makanan atau bahan mentah
n

pengolahan lebih lanjut. Demikian juga


a penempatan

ikan pada tempat yang tidak n


sesuai, misalnya pada

t terkena sinar matahari


tempat yang bersuhu panas,
u
a

l
langsung, tempat yang
e kotor dan lain sebagainya akan
K

berperan mempercepat
mundurnya mutu ikan.
n

a
Produk
ik perikanan termasuk produk yang memiliki

sa
u

napapun

i
sifat
d sangat mudah rusak/busuk, sehingga sebaik
penanganan

yang

dilakukan

tidak

akan

mungkin membuat ikan tetap segar. Namun demikian


penanganan yang dilakukan adalah dalam rangka
menghambat

proses

penguraian

jaringan

tubuh

(pembusukan), sehingga ikan dapat disimpan selama


mungkin dalam keadaan baik. Oleh karenanya begitu
ikan tertangkap diangkat ke atas kapal harus secepat
mungkin ditangani dengan baik dan hati-hati untuk
kemudian

disimpan

di

Ruangan

pendingin

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

(cold

39

storage) atau diolah bahkan langsung dimasak untuk


dikonsumsi.
Banyak cara untuk penanganan ikan seperti
disampaikan di atas dari mulai penyiapan deck dan
peralatan yang higienis, penyortiran atau pemisahan
ikan perjenis, pemilahan ikan yang rusak, pembersihan
dan pencucian, perlindungan dari sengatan matahari
dan suhu tinggi, penyimpanan dalam ruang suhu
dingin

(chilling

room)

termasuk

di

dalamnya

pemalkahan, peng-es-an, perendaman dengan air laut


yang didinginkan ( iced sea water, refrigerated seari

ka

water dan lain sebagainya ).

Dari uraian diatas, maka prinsip a


yang harus

dilakukan dalam penanganan dan n


pembekuan hasil

t kesegaran dengan
perikanan adalah mempertahankan
u
a

l
perlakuan yang cermat
e dan hati-hati serta cepat
K

o
menurunkan suhu
n ikan hingga 0 C bahkan suhu

a
pusatnya mencapai
-18o C dengan perlakuan secara
ik
d

i
bersih
ddan hygiene (Ilyas, S., 1993)

sa
u

1. Penyimpanan
Setelah dicuci, segera masukkan ikan tadi ke
dalam palka dan diberi es. Jangan dibiarkan terlalu
lama di atas dek tanpa es atau kena sinar matahari
langsung.

Waktu memindahkan/mengangkat ikan

ke palka, harus hati-hati dan cepat. Jangan sampai


ikan dilempar-lempar karena dapat mengakibatkan
luka dan air bekas cucian ikut terbawa.

40

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Ketika diturunkan ke palka, hendaknya ikan


diletakkan ke dalam keranjang bambu/plastik atau
peti kayu. Sejak ikan tertangkap sampai di-es,
hendaknya selalu diperlakukan dengan hati-hati.
Hindarkan pemakaian sekop dan garpu untuk
memindahkan ikan. Sekop hanya digunakan untuk
mengangkat / menyerok es curai (crushed ice),
sedangkan

garpu

hanya

digunakan

untuk

membongkar tumpukan es curai. Juga jangan


sampai ikan terinjak-injak di dek sehingga luka dan

ka

memar. Dasar-dasar penyimpanan yang baik : ri

P
a) Segera dinginkan dan diberi es yang cukup.
n

b) Ikan harus berkontak dengan es,


a bukan dengan

lainnya. Ikan yang bersentuhan


sesamanya
n

t
lebih lambat menjadi
u dingin dibandingkan kalau
a

l
setiap ikan e
terbenam
dalam hancuran es. Selain
K

itu, kalau
n ikan bersentuhan dengan papan rak

ka
iatau

sa
u

tubuh

id dienyahkan
pembusuk

ikan

sama
yang

lainnya,

sekali,
pasti

udara

mungkin

beberapa

berada

disitu

bakteri
pada

ketiadaan udara, segera menghasilkan senyawasenyawa

yang

berbau

busuk

yang

dapat

menyebar ke dalam daging ikan.


c) Air lelehan es mendinginkan dan menyegarkan
ikan, sambil menghayutkan lendir, darah dan
kotoran. Air lelehan es yang mengalir pada
permukaan

ikan,

berbuat

banyak

pada

pendinginan ikan. Sebenarnya tidak semua ikan


berkontak dengan es, tetapi air lelehan dari es

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

41

selama mengalir ke bawah banyak membantu


mendinginkan ikan dan juga memberi rupa yang
segar kepada ikan. Dibanding dengan pecahan
es balok, maka kepingan es keping (flake es)
berkontak lebih baik dengan ikan, sehingga ia
lebih cepat menjadi dingin.
d) Pengusahaan suhu yang cukup rendah sekitar
tumpukan ikan es. Dalam praktek, sangat
banyak es diperlukan untuk menjaga agar ikan
tetap tertutup oleh es dan suhu ikan tidak
meningkat. Oleh karena itu, suhu ruanganri

ka

P
palka harus diusahakan cukup rendah untuk
n

mencegah pemborosan es. Kalau sebagian


ikan
a
ditumpuk

sa
u

menganga

terhadap
n

udara

(tidak

tauntuk mencegah
tertutup
es),
maka
u
a
l
pembusukan, perlu
e memelihara suhu udara
K
sekitar 1,5C.
n
a
e) Pemerliharaan
kebersihan Segala peralatan,
ik
id
dpapan-papan, dan rak dalam palka harus bersih
n sebelum ikan disusun. Sisa-sisa es dari

perjalanan sebelumnya harus dibuang habis,


oleh

karena

mengandung

es

sisa

bakteri

itu

banyak

pembusuk.

Ikan

sekali
yang

dihimpun dalam es kotor akan membusuk lebih


cepat dari pada ikan yang disimpan dalam es
bersih.
f)

Perlakuan dalam palka.


Perlakuan yang utama adalah bahwa setibanya
ikan

42

dalam

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

palka,

harus

cepat

cepat

didinginkan dan suhu dipelihara pada 0C


hingga ia dilabuhkan. Juga penting untuk
mencegah tumpukan ikan dari penularan pada
bagian-bagian

yang

kotor

dan

mencegah

rusaknya ikan akibat himpitan dan gencetan.


Dalam menyimpan ikan, dikenal beberapa cara
diantaranya adalah :
a) Cara Penimbunan (bulking method)
1) Papan

alas/dasar bak ikan harus dilapisi

ka

dengan es kira-kira setebal 15 cm, tebalnya


ri

P lantai,
alas es tergantung dari keadaan insulasi
n

usianya dan lamanya perjalanan.


Sebaiknya
a

ada ruang udara beberapa


n inci antara dasar

t lantai palka.
papan-papan baku
dan

a
e
K
palka
ntidak diinsulasi, maka tebalnya alas es
a
ikharus ditambah. Kalau tidak ada es tersisa

l terbuat dari logam, atau lantai


2) Kalau dasar bak

sa
u

id

antar lapisan ikan dengan dasar bak waktu


muatan

dibongkar,

berarti

tidak

cukup

tebalnya alas tersebut, sehingga ikan jadi


panas dan mungkin membusuk.
3) Lapisan pertama ikan harus disusun ke atas

alas es tadi, di atasnya ditaburi lagi es, untuk


mengisi kekosongan antara ikan-ikan, yang
ideal

adalah

bahwa

setiap

ikan

harus

diselubungi oleh es.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

43

4) Pada sisi ke arah dinding palka harus diisi

banyak es terutama kalau palka kapal itu tidak


diinsulasi.
5) Pada

penambahan

susunan

lapisan

ikan

selanjutnya, setiap lapisan ikan harus ditutup


oleh hancuran es, hingga himpunan itu berada
beberapa sentimeter dari atas.
6) Selapis 5 hingga 7 cm es harus ditaburkan

dipuncak

ikan

dan

es,

barulah

dipasang

papan-papan untuk rak berikutnya.


7) Himpunan tidak boleh disusun terlalu tinggi,ri

ka

P di
artinya jangan sampai papan-papan rak
n

atasnya didukung oleh himpunan


a ikan di

bawahnya.

t
8) Rak kedua dipersiapkan
u dengan menaruh alas
a

l 7 cm, barulah disusun


es setebal 5 e
atau
K

lapisan-lapisan
ikan dan es, lapisan teratas
n

a
ditutupi
ik lagi dengan es tebal.

sa
u

d
9) iBagian atas dari rak-rak harus ditutup dengan
d
es setebal 15 cm agar ikan-ikan pada lapisan

atas tidak ternganga menghadap ke geladak


(loteng), biarpun dipasang lilitan-lilitan pipa
yang direfrigerasi atau tidak.
10)

Tinggi dari setiap himpunan pada rak tidak

boleh lebih dari 45 cm.


11)

Bentuk papan rak harus demikian rupa

sehingga

dapat

mencegah

mengalirnya

air

lelehan yang kotor ke atas ikan dalam rak

44

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

dibawahnya,

tetapi

air

lelehan

itu

harus

dialirkan ke dinding susunan rak (bak).


12)

Ikan tidak boleh disusun terlalu padat

sehingga air lelehan tidak dapat mengalir di


antara ikan-ikan. Untuk menentukan apakah
ikan telah cukup di es, ukuran yang baik
adalah harus selalu tersisa es sewaktu muatan
ikan dibongkar di pelabuhan.
b) Cara Susunan atau Lapisan (shelfing method)
Cara

ini

penimbunan,

adalah perbaikan
ikan

disusun

dari

ka

metode
ri

P selapishati-hati
n

selapis ke atas alas es pada tiapa


rak dan lapisan
ikan

sa
u

teratas

dalam

setiap
n

rak

ditutupi

es.

ta adalah susunan rak


Penyimpanan yangubaik
la
(petak)
harus
e dibersihkan total sebelum
K
penyusunan-lapisan
dimulai.
n
a
ik Kalau papan rak berjarak kira-kira 23 cm
idantara sesamanya, maka dianjurkan mengisi rak
yang paling bawah hanya dengan es, teristimewa
kalau lantai palka ikan terbuat dari logam dan
tidak di-insulasi. Lapisan es setebal 5 cm harus
disebar di atas papan rak berikutnya (diatasnya),
barulah

disusun

selapis

ikan

dengan

perut

menghadap ke bawah dan kepala berhadapan


dengan ekor di atas alas es tersebut. Setiap
lapisan ikan ditutupi lagi dengan selapis es
setebal 5 atau 7 cm.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

45

Papan-papan rak berikutnya lalu dipasang di


atas penyangga atau siku dan susunan-lapisan
diteruskan. Kalau susunan rak telah penuh,
lapisan

ikan

teratas

harus

ditutupi

dengan

lapisan es yang tebal untuk menahan panas yang


merembes dari geladak. Pada arah sisi kapal
setiap rak harus diberi es extra, teristimewa
kalau tidak ada insulasi dibagian sisi (lining)
kapal tsb.

ri

c) Cara Pemetian (boxing method)


Kalau

pelaksanaannya

baik

Pdan

menggunakan peti yang tepat, cara


aini dapat

melabuhkan ikan bermutu lebih


n baik dari pada

t dengan demikian
kedua metode lainnya,udan
a

l awet yang lebih panjang


dapat mempunyaiedaya
K

setelah pendaratan.
n

a
Beberapa
ik hal pokok pada cara pemetian :

sa
u

id
d1) Terlebih

dahulu harus diberi alas es di dasar

peti setebal 5 hingga 7cm, kemudian ikan


(perut arah ke bawah) diisikan dan dicampur
dengan taburan es halus susunan lapisan
akhirnya ditutup dengan selapis es setebal 5
hingga 7cm. Pengesan yang cukup adalah
penting, ikan mulai membusuk segera setelah
ia mati, kecepatan membusuk itu lima kali
lebih cepat pada 100C dibandingkan dengan
pada suhu es meleleh (00 C).

46

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ka

2) Susunan

ikan

sehingga

ikan

tidak

boleh

pada

terlalu

dasar

tinggi

peti

bakal

tergencet,dan peti harus cukup panjang agar


ikan besar tidak membengkok dalam peti.
3) Peti-peti yang terletak pada dasar susunan
harus ditaruh di atas balok ganjal agar ia
berjarak dari lantai palka, dan ruanganruangan udara antara balok-balok ganjal diisi
dengan es.

ka

Dalam menggunakan peti dan menyusunnya


ri
diperhatikan pokok-pokok berikut :

1) Peti-peti harus bersih sebelum


adimuat ikan.

2) Peti tidak boleh terlalun


besar/berat agar dapat

t 2 orang saja baik di laut


ditangani oleh 1u
atau
a

l
maupun di
edarat.
K

3) Isi n
peti dan tanggal harus dicatat pada tiap

a
ikpeti

sa
u

id

pada

saat

penyusunan,

dan

diatur

pembongkarannya agar urut usia isi peti.

4) Peti-peti

harus

mempunyai

liang-liang

pembuangan (drain holes) yang disiapkan


sedemikian

rupa

agar

menggenang dalam peti.

air

lelehan

tidak

Yang ideal, air itu

jangan merembes kedalam peti yang berada


dibawahnya, biarpun perencanaannya sulit,
setidak-tidaknya air rembesan harus mengalir
kesamping peti yang di bawahnya, tidak
merembes langsung ke dalam peti.

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

47

5) Peti harus terbuat dari material yang mudah


dibersihkan

dan

tidak

berpengaruh

merusak terhadap ikan.


agar

tahan

handling

di

yang

Peti harus kokoh


kapal,dan

cocok

diperlakukan dengan alat-alat mekanis untuk


pembongkaran

dan

handling

di

pangkalan,oleh karena satu dari keunggulan


pemetian di laut adalah bahwa ikan dapat
dibongkar dan ditranspor di darat dalam peti
yang sama,yang berarti menghindari praktek
biasa yaitu pemindahan ikan dari 1 peti keri

ka

peti lainnya.

6) Peti-peti sebaiknya seragam dalama


desain dan

ukuran sehingga dapat digunakan


fasilitas
n
sentral

untuk

t
membersihkan,
u
a

l
dan mendisribusi
e peti-peti tsb.
n

menyimpan

a
Cara
ik pemetian termasuk cara yang sangat

sa
u

id
memuaskan,
d

daya himpunnya (stowage rate)

mencapai 2,7 m3/ton berarti jauh lebih besar dari


2 cara sebelumnya.

2. Pendinginan
Banyak cara untuk menurunkan suhu ikan
segar. Cara paling sederhana adalah menutupi ikan
dengan

terpal

atau

karung

basah

(dengan

menguapnya air pada terpal, suhu ikan akan


turun). Cara lain yaitu, pengesan (dalam keranjang
berlapis daun pisang segar atau dalam (cool box),
48

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

perendaman

dengan

air

atau

air

laut

yang

didinginkan (iced sea water atau refrigerated sea


water = RSW) atau penyimpanan dalam kamar
dingin (cool room).
Dalam penanganan ikan segar, dikenal satu
istilah penting yang disebut rantai dingin = (cool
chain),

yaitu

sejak

ikan

tertangkap

sampai

pengolahan lebih lanjut atau dimasak didapur,


hendaknya tetap berada atau disimpan dalam suhu
mendekati

00C, yang penting selama ikan belum

ka

dijual atau diolah lebih lanjut, harus selalu berada


ri

di kotak pendingin dengan persediaanPes yang

cukup.
Keuntungan

sa
u

pemakaian
n es

sebagai

bahan

ta
pendingin teristimewa
u karena es mempunyai
la
kesanggupan pendinginan
yang sangat besar, 1 kg
e
K
es dapat n
melepaskan sejumlah besar (80 kilokalori)
a
panas
ik dari ikan, es tidak merusak ikan, dapat
d
idibawa-bawa
(portable) dan murah harganya. Es
cepat mendinginkan ikan dan ikan tetap basah dan
tidak mengering. Air dari lelehan es segera pula
menghanyutkan lendir, darah dan kotoran lain dari
permukaan ikan seolah-olah selalu dimandikan.

3. Bagaimana Menghitung Jumlah Es yang Diperlukan


Pada pendinginan ikan dengan es, panas
berpindah dari ikan yang lebih panas menuju es,
ikannya

menjadi

Banyaknya

es

dingin
yang

dan

esnya

meleleh.

diperlukan

untuk

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

49

mendinginkan satu peti ikan yang suhunya 100C


dan beratnya 15 kg hingga suhunya menjadi

00C

pertama kali yang harus dihitung adalah :


Panas yang dilepaskan =
berat ikan x perbedaan suhu x panas spesifik ikan.
= 15 x (10-0)0C X 0,84
= 126 kilo kalori.
Oleh karena es menyerap 80 kilokalori per-kg
es yang meleleh, maka berat es yang dibutuhkanri

ka

P
untuk mendinginkan ikan itu menjadi 00C adalah
n

126/80 kg = 1,575 kg es, dibulatkan menjadi


a 1,6 kg

es. Dalam praktek, untuk mendinginkan


seperti
n

t pelabuhan ke pasar
ikan yang akan diangkut u
dari
a

l dari es digunakan untuk


ikan pedalaman, sebagian
e
K

mendinginkann
petinya sendiri dan sebagian lainnya

a
lagi meleleh
ik selama perjalanan oleh kemasukan
d

sa
u

n
diperlukan.

i
panas
d ke dalam peti, sehingga lebih 1,6 kg es yang

B. Pembekuan Ikan
Ikan beku adalah produk ikan yang sudah diberi
perlakuan

proses

pembekuan

yang

cukup

untuk

mereduksi suhu seluruh produk sampai suatu tingkat


suhu cukup rendah guna mengawetkan mutu ikan dan
tingkat

suhu

rendah

ini

dipertahankan

selama

pengangkutan, penyimpanan dan distribusi sampai


saat (dan termasuk) waktu penjualan akhir.
50

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

Dari batasan di atas dapat dijabarkan bahwa


penyimpanan

beku

adalah

proses

dimana

panas

dicegah berhubungan dengan ikan beku dengan cara


memelihara ikan yang sudah dibekukan pada suhu
penyimpanan ikan 180 C atau lebih rendah.
C. Proses pengenyahan panas atau penurunan suhu
selama ikan dibekukan
Proses pengenyahan panas atau penurunan suhu
selama

ikan

dibekukan,

berlangsung

melalui

tahap.

tiga

ka

ri

Tahap pertama

: Penurunan

suhu
a ikan

yang

berlangsungncepat, hingga sedikit

t
di bawah
u 00 C, yakni saat air ikan

Tahap keduan

ik

sa
u

id

la
emulai membeku.
K: Tahap penahanan
pengenyahan
berlangsung

panas, artinya

panas
lambat

dari
dan

ikan
sukar,

berhubung bagian terbesar dari air


ikan harus dirubah menjadi kristal
es (air pada tubuh ikan meliputi

6080% dari berat tubuhnya). Hal


ini berlangsung pada wilayah suhu
antara 10 sampai 60 C.
Tahap ketiga

: Pembekuan selanjutnya atas air


ikan yang tersisa, mencapai suhu
operasi

yang

ditentukan

sebelumnya, yang sama dengan

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

51

suhu operasi penyimpanan beku,


misalnya 300 C. Penurunan dari
6oC ke bawah mencapai 180 C
atau

lebih

rendah

berlangsung

relatif cepat.
Disarankan agar produk ikan beku disimpan pada
suhu yang tepat sesuai menurut jenis, tipe produk dan
lamanya waktu penyimpanan yang diinginkan.

Bagi

produk ikan beku yang akan digunakan sebagai bahan


mentah

bagi

pengolahan

selanjutnya,

dianjurkanri

menyimpan dalam gudang beku pada 180 C atauP


lebih

rendah.
Sebagai

sa
u

pedoman

umum

dapat
n

dikemukakan

a
tbeku
bahwa daya awet dalam gudang
setiap jenis ikan
u
la akan sangat tergantung
dan tipe produk olahannya,
e
K
pada tingkat suhu
npenyimpanan, semakin rendah suhu
a
simpan maka
ik semakin panjang daya awetnya. Perlu
id
diingatkan
d bahwa laju penurunan mutu adalah fungsi
n
dari suhu simpan dan waktu simpan.
e

Sebagai contoh, ikan Cakalang beku masih tetap


berkondisi baik selama 5 bulan pada 200C, tetapi
berkondisi baik mencapai 9 bulan pada 300C.
International Institute of Refrigeration - Paris,
menyarankan suhu penyimpanan 200C bagi ikan
kurus (yang berkadar lemak rendah hanya beberapa
persen)

dan

300C

bagi

ikan

Kembung, Lemuru, dan lain-lain).


yang
52

akan

disimpan

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

lebih

berlemak

(seperti

Bagi ikan kurus

setahun,

ka

dianjurkan

menyimpannya pada suhu 300 C. Suhu penyimpanan


beku bagi produk Tuna yang akan dimanfaatkan untuk
sashimi, dianjurkan pada suhu 500C hingga 600C.
Pada 300C daya awet lebih panjang dari pada
200C. Suhu penyimpanan, disamping harus serendah
mungkin, harus pula seragam dan konstan.

Artinya,

suhu rendah itu harus merata dan seragam pada setiap


titik dalam ruangan gudang beku dan harus konstan
atau

sedikit

saja

berfluktuasi

selama

proses

penyimpanan beku (disarankan fluktuasi suhu itu


tidak lebih dari + 20 C).

la

sa
u

ta

e
K

ka

id

ri

ka

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

53

EVALUASI
KODE UNIT

: PENANGKAPAN IKAN DENGAN PURSE


SEINE

JUDUL UNIT

: ............................................................

DESKRIPSI UNIT

: Unit

ini

berhubungan

dengan

pengetahuan, keterampilan dan sikap


kerja

untuk

.....................................

pada bidang ............................................

ELEMEN
KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

a
Menyiapkan perbekalan kapal
d
untuk berlayar (perhitungan
n
pemakaian : bahan a
bakar
t
minyak, pelumas,
u air tawar,
a
dan es curah/balok)
l
e melakukan
Baik KSiswa
n perhitungan 4
a
komponen
ik
menyiapkan
id
perbekalan kapal
d
n
dengan tepat dan
e
benar
P
Cukup Siswa melakukan
perhitungan 3
komponen
menyiapkan
perbekalan kapal
dengan tepat dan
benar
Kurang Siswa melakukan
perhitungan 2
komponen
menyiapkan
perbekalan kapal
dengan tepat dan

1. Persiapan
berlayar

sa
u

54

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ri

ka

e
NILAI
P

sa
u

benar
Menyiapkan kelengkapan
administrasi kapal untuk
berlayar (Surat Persetujuan
Berlayar, Surat Izin Berlayar
Karantina Kesehatan, dan Sijil
Awak Kapal)
Baik Siswa melakukan 3
komponen
menyiapkan
administrasi kapal
dengan tepat dan
n
benar
a
Cukup Siswa melakukan 2
n
a
komponen
rik
menyiapkan
e
administrasi kapal
P
dengan tepat dan n
a
benar
d
Kurang Siswa melakukan
1
n
komponen
a
t
u
menyiapkan
la
kapal
e administrasi
dengan tepat dan
K
benar
n
a
2. Penentuan ik
Menentukan daerah
daerah id
penangkapan ikan dengan
d
penangkapan
pukat cincin dengan baik
n
ikan dengan
Baik Siswa mampu
e
P purse seine
mengidentifikasi 3
cara penentuan
daerah penangkapan
ikan pukat cincin
dengan baik dan benar
Cukup Siswa mampu
mengidentifikasi 2
cara penentuan
daerah penangkapan
ikan pukat cincin
dengan baik dan benar
Kurang Siswa mampu
mengidentifikasi 1

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

55

3. Pengoperasian
pukat cincin

cara penentuan
daerah penangkapan
ikan pukat cincin
dengan baik dan benar
tuna dengan baik dan
benar
Melakukan pengoperasian
pukat cincin
Baik

Siswa mampu
menjelaskan 4
tahapan dalam
mengoperasikan pukat
cincin
Cukup Siswa mampu
menjelaskan 3
tahapan dalam
mengoperasikan pukat
n
cincin
a
Kurang Siswa mampu d
menjelaskan n
<3
tahapan dalam
ta
u
mengoperasikan
pukat
a
l
cincin
e
K penanganan ikan
Melakukan
n tangkapan
hasil
a

4. Penaganan ikan
hasil tangkapan
pukat cincin di ik Baik
atas kapal id

sa
u

5. Menghitung
kebutuhan es
curahl

56

Siswa mampu
melakukan 3 cara
penyimpanan ikan
hasil tangkapan
dengan baik dan benar
Cukup melakukan 2 cara
penyimpanan ikan
hasil tangkapan
dengan baik dan benar
Kurang melakukan 1 cara
penyimpanan ikan
hasil tangkapan
dengan baik dan benar
Melakukan perhitungan
kebutuhan es untuk
menyimpan hasil tangkapan
Baik Siswa memahami

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

ri

ka

rumus untuk
menentukan jumlah es
yang dibutuhkan dan
dapat menghitung
kebutuhan dengan
tepat dan benar
Cukup Siswa memahami
rumus untuk
menentukan jumlah es
yang dibutuhkan dan
dapat menghitung
kebutuhan dengan
kurang tepat dan
n
a
benar
n
a
Kurang Siswa memahami
rumus untuk
rik
e
menentukan jumlah es
P
yang dibutuhkan dan
n
a
tidak dapat
d
menghitung
n
kebutuhan
dengan
ta
tepat
dan
benar
u

la

ka

sa
u

id

e
K

Penangkapan Ikan dengan Purse Seine

57