Instrumentasi Ekstraksi Gigi Dewasa1.
Armamentarium Untuk Bedah Mulut Dasar1.1.Instrumen Untuk Insisi
Jaringan
Scalpel
terdiri dari handle dan disposable mata pisau steril yangtajam. Paling banyak
digunakan
handle scalpel no. 3 handle dan no. 7 handle yang lebih besar dan tipis.
Gambar 1. Scalpel dengan handle no. 3
Gambar 2. Scalple handle no.7
Mata pisau scalpel
yang untuk bedah intraoral: pisau no. 15 (relatif kecil dan dapat digunakan untuk
membuat insisi di sekitar gigi terus kemukoperiosteum). Selain itu, mata pisau
no. 11 dan 12 juga seringdigunakan untuk intraoral. Mata pisau no. 11 memiliki
ujung yang tajamyang biasa digunakan untuk membuat tusukan kecil insisi
seperti padainsisi abses. Mata pisau no. 12 yang bengkok berguna untuk
prosedur mukogingival dimana insisi harus dibuat dari aspek posterior gigi atau
diarea tuberositas maksila.
Gambar 3. Blade no. 11
Gambar 4. Blade no. 12
Gambar 5. Blade no. 15
Mata pisau scalpel
dipasang dengan hati-hati ke pegangannyadengan needle holder untuk
mencegah sayatan pada jari operator. Mata pisau dipegang di tepi superior dan
dipasang dengan bagian penahan pada handle
mengarah ke atas. Mata pisau digeser pada handle sampai ke posisi klik. Cara
melepaskan mata pisaunya pun demikian. Mata pisau scalpel dirancang untuk
penggunaan satu pasien. Mata pisau ini akan menjadi tumpul dengan mudah
ketika dia berkontak dengan jaringan keras seperti tulang dan gigi.
Jika beberapa insisi darimukoperiosteum sampai ke tulang diperlukan,
dibutuhkan mata pisaukedua selama operasi tersebut. Mata pisau yang tumpul
tidak akanmembuat insisi yang bersih dan tajam pada jaringan lunak, oleh
karena ituharus diganti ketika mata pisau sudah menjadi tumpu
Pisau Bedah (Scalpel)
Karakteristik fisik
1. Steril, disposable blades
2. Most common styles are
a. No 15 traditionally shaped surgical blade for general use
b. No 11 long, pointed blade with one cutting edge. Useful for
delicate sulcular incisions
c. No12 and 12 B hawk billed blades for making incisions at the
gingival tissue margins and following the contours of the teet. No 12
sharp only on the inner surface of the curve and no. 12B sharp on
both inner and outer surfaces
Use
For flap, mucogingival and graft operations, gingivoplasty and gingivectomies
Application
1. Blades designed with one cutting edge used with a push or pull motion.
2. No 12B blade with two cutting edge accomodiates a push or pull stroke.
elain scalpel yang dimaksud diatas, ada pula istilah-istilah:
1. Scalpel blade
2. Scalpel handle
Scalpel blade adalah pisaunya saja tanpa pegangannya, sedangkan scalpel handle adalah
pegangannya saja tanpa pisau. Terdapat berbagai macam ukuran dan bahan. Ada yang terbuat
dari plastik dan stainless steel dan juga terdapat yang steril dan non-steril.
Terdapat jenis-jenis scalpel yang mempunyai nama dan kegunaannya tersendiri, misalnya:
a. Fistula Knife
b. Cone knife
c. Dura knife
d. Trigeminal knife
e. Myomatome
f. Resection knife
g. Meniscus knife
h. Tenotome
Scalpel merupakan instrument untuk memotong jaringan. Mata pisau yang
tajammemungkinkan untuk dilakukannya pemisahan jaringan dengan trauma
sekecil mungkinterhadap jaringan sekitarnya. Scalpel terdiri atas 2 bagian, yaitu
gagang dan mata pisau. Padapisau model lama mata pisau dang gagang
bersatu, sedangkan pada model baru mata pisaudapat dilepas dan diganti
dengan yang baru.Bentuk mata pisau sangat bervariasi dan setiap bentuk
mempunyai kegunaan yangtersendiri. Jenis scalpel yang sering digunakan adalah
yang punggungnya lurus dan matapisaunya melengkung. Ukuran mata pisau
tidak mengubah tentang tata cara pemakaianya.Terdapat dua jenis gagang pisau
yang sering dipakai, yaitu gagang nomer 4 dangagang nomer 3. Gagang nomer
4 digunkan untuk mata pisau yang besar, sedangkan gagangnomer 3 digunakan
untuk mata pisau yang keci
Surgical blades
Scalpel blades of different shapes and sizes are used in periodontal surgery. The
most commonly used blades are #12D, 15, and 15 C (figure)
The #12D blade is a beak-shaped blade with cutting edges on both sides,
allowing the operator to engage narrow, restricted areas with both pushing and
pulling cutting motions.
The #15 blade is used for thinning flaps and all-around use.
The #15 C blade a narrower versin of the #15 blade, izs useful for making the
initial, scallopingtype incision. The slim design of this blade allows for incising
into the narrow interdental portion of the flap. All of these blades are discarded
after one use
Terdapat dua nomor gagang pisau yang sering dipakai, yaitu gagang nomor 4
(untuk mata pisau besar) dan gagang nomor 3 (untuk mata pisau kecil)
1. Steril, pisau sekali pakai
2. gaya yang paling umum adalah
Sebuah. No 15 - berbentuk tradisional pisau bedah untuk penggunaan umum
b. No 11 - panjang, menunjuk pisau dengan satu ujung tombak. Berguna untuk
sayatan sulcular halus
c. No12 dan 12 B - elang ditagih pisau untuk membuat sayatan pada margin
jaringan gingiva dan mengikuti kontur gigi. No 12 tajam hanya pada permukaan
bagian dalam kurva dan tidak ada. 12B tajam pada kedua permukaan dalam dan
luar
Menggunakan
Untuk flap, mukogingival dan graft operasi, gingivoplasty dan gingivectomies
Aplikasi
1. Blades dirancang dengan satu ujung tombak digunakan dengan push atau pull
gerak.
2. Tidak ada 12B pisau dengan dua cutting edge mengakomodasi push atau pull
stroke.
pisau bedah
pisau bedah dari berbagai bentuk dan ukuran yang digunakan dalam bedah
periodontal. pisau yang paling umum digunakan adalah # 12D, 15, dan 15 C
(gambar)
The # 12D blade adalah pisau paruh berbentuk dengan pemotongan tepi di
kedua sisi, memungkinkan operator untuk terlibat sempit, area terlarang dengan
kedua mendorong dan menarik memotong gerakan.
The # 15 pisau digunakan untuk menipis flaps dan all-around menggunakan.
The # 15 C pisau sempit versin dari # 15 blade, izs berguna untuk membuat
awal, scallopingtype sayatan. Desain ramping pisau ini memungkinkan untuk
menggores ke bagian interdental sempit flap. Semua pisau tersebut dibuang
setelah digunakan
Terdapat 2 macam bentuk:
1. Pointed (ujungnya runcing, tajam)
2. Bellied (convex)
Dalam beberapa literatur (katalog) ada yang menyebutnya dengan nama
BISTOURY.