TEKNIK PENDINGIN
Darwin R. B Syaka
Beban Pendinginan (Cooling Load)
ISI
Konsep dasar
Kondisi disain luar ruangan
Kriteria disain dalam ruangan
Prinsip beban pendinginan
Komponen-komponen beban pendinginan
Contoh perhitungan beban pendingian
Konsep dasar
Beban termal (Thermal load)
Jumlah panas yang harus ditambahkan atau
dihapus dari ruang untuk mempertahankan suhu
yang tepat dalam ruang
Ketika beban thermal mendorong kondisi di
luar rentang kenyamanan, sistem AC
digunakan untuk membawa kembali ke
kondisi kenyamanan termal
Konsep dasar
Tujuan dari estimasi beban AC
Menghitung beban desain puncaknya (pendingin /
pemanas)
Perkirakan kemungkinan kapasitas pabrik / peralatan atau
ukurannya
Memberikan info untuk desain AC misalnya profil beban
Menjadi landasan untuk analisis energi
Beban pendinginan adalah target utama kita
Penting untuk iklim tropis
Mempengaruhi kinerja bangunan & biaya operasional
Konsep dasar
Mekanisme perpindahan kalor
Conduction
Convection
Radiation
Properti Termal material bangunan
Transmitansi termal keseluruhan (nilai-U)
Konduktivitas Thermal
Kapasitas Thermal (kalor specific)
Konsep dasar
Sebuah survei bangunan akan membantu kita
mencapai perkiraan yang realistis dari beban termal
arah/letak bangunan
Penggunaan ruang
Dimensi fisik ruang
ketinggian langit-langit
Kolom dan balok
bahan konstruksi
kondisi sekitar
Jendela, pintu, tangga
Konsep dasar
Survey bangunan
Orang (jumlah atau kepadatan, durasi hunian, sifat
kegiatan)
penerangan (W/m2, jenis)
Peralatan Rumah Tangga (watt, lokasi,
penggunaan)
Ventilasi (kriteria, persyaratan)
Penyimpanan panas (jika ada)
Operasi terus-menerus atau kadang kala
Kondisi disain luar ruangan
Hal ini digunakan untuk menghitung
bebandesain ruang
Memuat informasi disain iklim
Info umum: e.g. lintang, bujur, ketinggian, tekanan
atm.
Kondisi disain luar ruangan
Berasal dari analisis statistik data cuaca
Data yang khas dapat ditemukan di buku pegangan /
databooks, seperti SNI 6390.2011, ASHRAE
Fundamental, dll
Kondisi disain luar ruangan
Kondisi desain Iklim dari SNI
Kondisi disain luar ruangan
Kondisi desain Iklim dari SNI
Kriteria disain dalam ruangan
Kondisi desain dari SNI
(*Source: ASHRAE Standard 55-2004)
Kriteria disain dalam ruangan
Kriteria disain dalam ruangan
Kriteria disain dalam ruangan
Kriteria Design dalam Ruangan
Parameters design yang lain:
Tingkat kebisingan (Sound level)
Perbedaan tekanan antara ruangan dengan lingkungan
(contohnya untuk mencegah infiltration)
Prinsip Beban
Pendinginan
Komponen Beban Pendinginan
(Cooling Load Components)
Perhitungan Cooling load
Untuk menentukan laju aliran
volume sistem udara
Untuk menentukan ukuran
peralatan AC
Untuk memberikan informasi
perhitungan analisis energi.
dua kategori:
Beban eksternal
Beban Internal
Pada prakteknya tidak selalu semua jenis sumber panas di atas
merupakan beban pendinginan tergantung dari pemakaiannya saja.
Sebaliknya Seandainya ada sumber lainnya tidak tertulis di atas tentu
mesti di perhitungkan juga.
Cooling Loads
perhitungan untuk
kemungkingan keadaan
terburuk:
di musim kemarau saat
siang hari yang panas
meliputi:
Panas akibat matahari
Sumber panas dari orang,
lampu dan peralatan
Infiltrasi dari ruangan
didalam gedung
Ventilasi dari luar bangunan
SR-3
Waktu operasi
Profil
beban (Load profile)running time)
(equipment
Menunjukkan variasi ruang beban (space load)
Seperti siklus 24-jam
Faktor apa yang mempengaruhi load profile?
Berguna untuk saat operasi & analisa energi
Beban puncak (Peak load)dan block load
Peak load = max. cooling load
Block load = jumlah dari zone loads pada waktu tertentu
External loads
sumber panas melalui dinding eksterior dan
atap
sumber panas matahari melalui jendela
sumber panas konduktif melalui jendela
sumber panas melalui partisi & pintu
interior
Infiltrasi udara luar
sumber panas melalui dinding
eksterior dan atap
Koefisien perpindahan kalor dari dinding dan atap
tergantung dari luasnya,
dapat ditunjukkan dengan rumus berikut,
q U 0 . A.Tmenyeluruh
Dimana :
Uo = koefisien perpindahan
kalor menyeluruh
A
= luas bidang aliran kalor
Tm = beda suhu menyeluruh
sedangkan koefisien perpindahan kalor (u), dapat di
tentukan dari tabel.
Adapun harga Tm dapat ditentukan dari data disain.
disain
KONDISI KEADAAN TUNAK SATU
DIMENSI Dari Gambar dapat juga kita buat analogi listriknya:
Dari Gambar dapat juga kita buat analogi listriknya:
q
A
B
1
RA
RB
RC
C
3
x A
K A .A
x B
K B .A
xC
K C .A
Analogi listrik digunakan untuk mempermudah memecahkan soal-soal
yang rumit baik yang seri maupun paralel.
Sehingga transmisi thermal dapat dirumuskan sebagai :
Dimana
nilai R total
dapat
A.t
Q
diketahui berdasarkan tabel 4.4
Rtot
(pengkondisian udara, stoecker,
1982)
RANGKAIAN PARALLEL/SERIES
Pertimbangkan aliran kalor
yang melalui sistem dalam
unit lebar, dengan suhu
permukaan yang tetap dan
tidak ada tahanan kontak
Keseluruhan tahanan
jaringan
Koefisien Perpindahan Kalor Menyeluruh
Faktor U atau koefisien perpindahan panas adalah ukuran jumlah panas
yang mengalir melalui luas permukaan dinding tiap 1 m2 dari satu sisi ke
sisi yang lain dengan perbedaan tiap 1oC
pengaruh Panas Matahari pada dinding
Jika dinding ruangan pendingin terkena pengaruh
pantulan sinar radiasi, baik dari matahari, maupun dari
benda lain yang memancarkan panasnya, maka
temperatur permukaan dinding luar selalu dianggap lebih
tinggi dari temperatur udara sekitarnya
Perbedaan temperatur itu tergantung pada posisi matahari
dengan demikian tidak selalu tepat, untuk itu diperlukan
faktor koreksi yang dapat dilihat pada tabel 6-7.
Harga dari tabel itu ditambahkan pada perbedaan
temperatur normal. Untuk dinding yang menyerong
letaknya, dapat diambil harga rata-ratanya.
Contoh :
Sebuah Ruangan kantor berukuran 180ft x 220 ft x 12 ft, memiliki
jendela di keempat sisinya seluas 27 ft2 dilingkungan dengan temperatur
udara 85F dan temperatur di dalam diinginkan 35F. Carilah beban panas
dari ruangan itu jika konstruksinya terdiri dari
a) semua Dinding luar, terbuat dari bata biasa 8 inci dengan tebal
isolasi 2 inci ( tabel 6.1)
b) Langit-langit, bahannya kayu 25/32 dengan tebal 5 inci
Contoh :
Jawab:
Luas permukaan dinding
Utara 12 x 180 = 2160 ft2
Barat 12 x 220 = 2640 ft2
Selatan 12 x 180 = 2160 ft2
Timur 12 x 220 = 2640 ft2
Langit-langit 180 x 220 = 39600 ft2
Lantai 180 x 220 = 39600 ft2
Faktor U dari tabel.
Untuk dinding U = 0,011 BTU/jam/der.F/ ft2
Untuk lantai = 0,066 BTU/jam/der.F/ ft2
Untuk langit-langit = 0,053 BTU/jam/der.F/ ft2
Contoh :
Jawab:
Dengan persamaan ;
0
menyeluruh
Maka :
Langit-langit 39600 x 0,053 x (85 35) = 104940 BTU/jam
Dinding utara 2160 x 0,011 x (85 35) = 1188 BTU/jam
Dinding barat 2640 x 0,011 x (85 35) = 1452 BTU/jam
Dinding selatan 2160 x 0,011 x (85 35) = 1188 BTU/jam
Dinding timur 2640 x 0,011 x (85 35) = 1452 BTU/jam
q U . A.T
Q total = jumlah Q x 24 jam
kapasitas mesin dihitung ;
Cooling Loads
0.053
U
T
S
B
Insert roof values
Insert wall values
SR-3
0.011
0.011
0.011
0.011
39600
2160
2640
2160
2640
50
50
50
50
50
104940
1188
1452
1188
1452
TO BE CONTINUE