Anda di halaman 1dari 296

Biologi Kelas XI

Biologi
untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam
Penulis

: Endah Sulistyowati, Wigati Hadi Omegawati, Teo Sukoco,


Siti Nur Hidayah

Penyunting/Editor

: Dyah Cipta Ningsih, Rumiyati

Perancang Desain Kover

: Zein Mustaghfir, Rahmat Isnaini

Pembuat Kover

: Rahmat Isnaini

Penata Tata Letak/Layouter

: Agus Suyono, C. Sutarni, Eny Retnoningsih, Heru Suhartono,


Retno Bintari, Titik Setyawati

Ilustrator/Juru Gambar

: Arif Nursahid, Galih Wahyu Suseno, Jarot Raharjo,


Sumartono

Pemeriksa dan Pengoreksi Tata Letak : Budi Waluyo, Rahmat Isnaini, Budi Santosa
Sumber Foto Kover

: http://www.stephsnature.com

Pengoreksi Ketikan

: Sawitri

Pengendali Mutu

: Wigati Hadi Omegawati

Penanggung Jawab Produksi

: Sriyono

Hak cipta dilindungi undang-undang, 2014 pada Endah Sulistyowati, Wigati Hadi Omegawati, Teo
Sukoco, Siti Nur Hidayah dan hak penerbitan pada PT Intan Pariwara, Anggota IKAPI Nomor 016/
JTE/79, Nomor Kode Penerbitan: IP/190/2014.
Dilarang mencetak ulang, menyimpan dalam sistem retrival, atau memindahkan dalam bentuk apa
pun dan dengan cara bagaimanapun, elektronik, mekanik, fotokopi, rekaman, dan sebagainya, tanpa
izin tertulis dari penerbit. Kode file: IP3_BIO11_TXT14.
PT Intan Pariwara
Jalan Ki Hajar Dewantara, Kotak Pos 111, Klaten 57438, Indonesia,
Telp. (0272) 322441, Fax (0272) 322607, e-mail: intan@intanpariwara.co.id
Layanan Konsumen: 0272 - 310 - 1515, e-mail: cs@intanpariwara.co.id
Perpustakaan Nasional RIKatalog dalam Terbitan (KDT)
Endah Sulistyowati
Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam/ Endah Sulistyowati,
Wigati Hadi Omegawati, Teo Sukoco, Siti Nur Hidayah; Editor, Dyah Cipta Ningsih, Rumiyati.Klaten: PT
Intan Pariwara, 2014.
x + 286 hlm; 17,6 X 25 cm.
ISBN: 978-979-28-1560-3 (no. jil. lengkap)
ISBN: 978-979-28-1562-7 (jil. 2)
1.
I.
II.
III.

ii

BiologiStudi dan Pengajaran.


Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam.
Endah Sulistyowati, Wigati Hadi Omegawati, Teo Sukoco, Siti Nur Hidayah.
Dyah
Ningsih, Rumiyati.
BiologiCipta
Kelas XI

570.71

Apa yang diperoleh setelah seseorang belajar? Setelah belajar, minimal seseorang
memperoleh pengetahuan dari materi yang dipelajari. Selanjutnya, orang tersebut dapat
menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan
pengetahuan yang dimaksud misalnya menggunakan pengetahuan untuk memecahkan
permasalahan, menghasilkan karya yang berguna, atau mempraktikkan pengetahuannya
agar hidupnya lebih baik. Ironisnya, banyak orang belajar hanya memperoleh pengetahuan,
tanpa mengetahui kegunaannya atau penerapannya dalam kehidupan.
Hasil belajar, khususnya di sekolah, tidak luput dari metode pembelajaran yang
digunakan oleh sekolah tersebut. Ketidaktepatan dalam pemilihan metode pembelajaran
mengakibatkan hasil belajar yang diperoleh peserta didik tidak optimal. Metode
pembelajaran yang menjadikan peserta didik sebagai objek dalam pembelajaran dan
menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar mengakibatkan hasil belajar tidak
optimal. Dalam rangka memperoleh hasil belajar yang optimal, pemilihan metode
pembelajaran yang tepat dan kerja sama antara guru dengan peserta sangat penting.
Buku Biologi XI Kurikulum 2013 ini disusun menggunakan pendekatan pembelajaran
berbasis kegiatan (activity based learning) sesuai dengan ruh dan filosofi Kurikulum 2013.
Dengan demikian, dalam setiap proses pembelajaran selalu menuntut keterlibatan peserta
didik secara aktif. Sementara guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator.
Bagaimana cara menggunakan buku ini?
Dalam buku Biologi XI Anda akan melakukan kegiatan untuk mencari dan menemukan
pengetahuan. Itulah sebabnya dalam buku ini tersedia berbagai kegiatan. Setiap kegiatan
mempunyai tujuan berbeda. Sebagai contoh, Mari Bereksplorasi. Dalam kegiatan ini Anda
akan melakukan eksplorasi untuk mencari tahu tentang materi tertentu dengan cara mencari
informasi kemudian mendiskusikannya. Melalui kegiatan Mari Bereksperimen, Anda diajak
melakukan praktik baik di laboratorium, di dalam kelas, maupun di luar kelas. Selain
mengembangkan keterampilan psikomotorik, kegiatan ini melatih Anda agar terampil
berkomunikasi. Untuk melatih kemandirian Anda dalam belajar, dalam buku ini tersedia
rubrik Tugas Mandiri dan Tugas Proyek. Hampir semua kegiatan dalam buku ini sengaja
ditempatkan sebelum uraian materi. Tujuannya agar Anda terlibat aktif dalam kegiatan
mencari atau menemukan, bukan sekadar menerima pengetahuan. Buku ini bukan
merupakan satu-satunya sumber belajar sehingga Anda memerlukan sumber belajar lain.
Untuk keperluan tersebut tersedia rubrik Tautan.
Buku Biologi XI ini sengaja dirancang untuk menunjang pembelajaran berbasis kegiatan.
Dengan demikian, keterlibatan Anda dalam setiap kegiatan tidak dapat ditawar lagi. Kini
saatnya Anda berperan aktif dalam pembelajaran. Jangan puas hanya menjadi objek belajar
dan menerima pengetahuan, jadilah subjek dalam belajar dan temukan sendiri pengetahuan
itu. Selamat belajar!
Klaten, Juni 2014
Penyusun

Biologi Kelas XI

iii

Alat secanggih apa pun tidak akan ada artinya jika Anda tidak mengetahui cara
menggunakannya. Demikian pula dengan buku ini. Anda tidak akan memperoleh hasil
optimal jika tidak mengetahui cara menggunakan buku ini. Untuk itu, cermatilah setiap
ikon atau rubrikasi dalam buku ini, sebelum Anda mempelajari lebih lanjut buku ini.
Peta Konsep
Ikon ini berisi materi-materi yang akan dipelajari.
Cermati bagian ini untuk memperoleh gambaran
materi yang akan dipelajari.
Apersepsi
Bagian ini berupa gambar dan wacana yang berfungsi
membangkitkan minat untuk mempelajari isi bab lebih
lanjut. Melalui media ini, Anda akan memperoleh
hubungan antara peristiwa dalam kehidupan seharihari dengan materi yang akan dipelajari.

Ikon ini berisi kata atau istilah yang berhubungan


dengan materi yang dipelajari. Kata atau istilah dalam
Kata Kunci berfungsi sebagai password yang dapat
mengingatkan Anda pada materi tertentu.

Rubrik ini mengajak Anda menerapkan pengetahuan


yang telah diperoleh selama pembelajaran. Gunakan
rubrik ini untuk mengasah kemampuan berkomunikasi Anda.

Rubrik ini berisi kegiatan yang membantu Anda


menemukan suatu konsep. Lakukan kegiatan ini
dengan sungguh-sungguh karena sangat berguna untuk
memupuk dan mengembangkan perilaku ilmiah.

Rubrik ini berisi permasalahan-permasalahan yang


harus dikuasai setelah mempelajari materi dalam satu
subbab. Gunakan rubrik ini untuk mengukur
kemampuan Anda dalam menyelesaikan masalah.

Konten dalam rubrik ini mirip dengan Mari Bereksplorasi, tetapi ada tahapan mencoba, selain tahapan
mengamati, menanya, menalar, dan mengomunikasikan. Selain untuk memperkuat pemahaman, rubrik ini
merupakan bagian dari proses menemukan. Terlibatlah secara aktif dalam melakukan kegiatan ini.

Berisi catatan-catatan penting dalam satu bab. Catatancatatan penting dalam rubrik ini membantu Anda
mengingat materi (konsep) yang telah dipelajari.

Rubrik ini berisi kegiatan yang dikerjakan di luar jam


pembelajaran. Kerjakan kegiatan yang diminta dalam
rubrik ini untuk menambah wawasan pengetahuan
Anda.

Rubrik ini merupakan sarana untuk menambah


wawasan menggunakan media internet. Gunakan
media ini dengan bijak agar memperoleh hasil optimal.

iv

Biologi Kelas XI

Soal-soal dalam rubrik ini dapat Anda gunakan untuk


mengukur pemahaman Anda. Pastikan setiap soal
dapat Anda selesaikan dengan benar dan tuntas.

Rubrik ini memberi ruang kepada Anda untuk


memberi tanggapan terhadap suatu permasalahan.
Gunakan media ini untuk mengekspresikan diri
sebagai wujud kristalisasi pembelajaran yang telah
Anda lakukan.

Kata Pengantar ........................................................................................................................

iii

Petunjuk Penggunaan Buku .................................................................................................

iv

Daftar Isi ...................................................................................................................................

Daftar Gambar dan Tabel .....................................................................................................

vii

Bab I

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel .....................
A. Konsep Sel dan Komponen Kimiawi Penyusun Sel ...................................
B. Struktur dan Fungsi Organel Sel ...................................................................
C. Bioproses dalam Sel .........................................................................................

1
3
6
14

Bab II

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan .....................


A. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan ....................................................
B. Jaringan Penyusun Organ Tumbuhan .........................................................
C. Kultur Jaringan Tumbuhan ............................................................................

27
29
36
44

Bab III Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan .......................................
A. Struktur, Letak, dan Fungsi Jaringan Hewan Vertebrata ..........................
B. Teknologi yang Berkaitan dengan Jaringan Hewan ..................................

51
53
65

Bab IV Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak .................
A. Alat Gerak Pasif ...............................................................................................
B. Alat Gerak Aktif ...............................................................................................

73
75
85

Bab V

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi ............ 97
A. Darah ................................................................................................................. 99
B. Alat-Alat Peredaran Darah dan Mekanisme Peredaran Darah ................ 107
C. Kelainan-Kelainan dan Teknologi yang Berkaitan dengan Sistem
Peredaran Darah .............................................................................................. 113

Bab VI Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan ....... 121
A. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh ................................................. 123
B. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Manusia dan Ruminansia ....... 135
Ulangan Akhir Semester 1 .................................................................................................... 149

Biologi Kelas XI

Bab VII Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi .... 153
A. Sistem Pernapasan pada Manusia ................................................................ 155
B. Sistem Pernapasan pada Hewan ................................................................... 165
C. Kelainan-Kelainan pada Sistem Pernapasan Manusia .............................. 169
Bab VIII Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi ............. 177
A. Proses Ekskresi pada Manusia ....................................................................... 179
B. Gangguan dan penyakit pada Sistem Ekskresi ........................................... 194
Bab IX Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia ...........................
A. Sistem Saraf Manusia ......................................................................................
B. Sistem Endokrin (Hormon) Manusia ............................................................
C. Sistem Indra Manusia .....................................................................................
D. Gangguan dan Pengaruh Psikotropika pada Sistem Koordinasi Manusia ..

201
203
210
213
219

Bab X

227
229
234

Bab XI

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi .......
A. Struktur dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia ..........................................
B. Proses-Proses yang Berlangsung dalam Organ Reproduksi .....................
C. Keterkaitan Antara Kesehatan Reproduksi dengan Program KB
dan Kependudukan .........................................................................................

244

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh 251
A. Mekanisme Pertahanan Tubuh ...................................................................... 253
B. Jenis-Jenis Kekebalan dan Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh .. 265

Ulangan Akhir Semester 2 .................................................................................................... 275


Kunci Jawaban Soal Terpilih ............................................................................................... 279
Glosarium ................................................................................................................................. 282
Indeks

.................................................................................................................................... 284

Daftar Pustaka ......................................................................................................................... 286

vi

Biologi Kelas XI

Daftar Gambar
Gambar 1.1

(a) Sel hewan, (b) Sel tumbuhan, dan (c) Sel bakteri .................................................

Gambar 1.2

Struktur sel prokariotik (sel bakteri) ............................................................................

Gambar 1.3

Sel tumbuhan .....................................................................................................................

Gambar 1.4

Sel hewan ............................................................................................................................

Gambar 1.5

Struktur membran sel dan fosfolipid ...........................................................................

Gambar 1.6

Mitokondria dengan dua lapis membran dan krista ................................................. 10

Gambar 1.7

Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron ............................................................... 12

Gambar 1.8

Struktur kloroplas ............................................................................................................. 13

Gambar 1.9

Struktur sentriol ................................................................................................................ 13

Gambar 1.10 Mikrofilamen, filamen tengah, dan mikrotubulus .................................................... 19


Gambar 1.11 Pembelahan mitosis .......................................................................................................... 21
Gambar 2.1

Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan ............................................................................. 30

Gambar 2.2

Letak jaringan meristem .................................................................................................. 31

Gambar 2.3

Struktur jaringan meristem ............................................................................................. 31

Gambar 2.4

Letak jaringan gabus ........................................................................................................ 32

Gambar 2.5

Jaringan parenkim dan kolenkim .................................................................................. 32

Gambar 2.6

Struktur jaringan kolenkim ............................................................................................ 33

Gambar 2.7

Struktur jaringan sklerenkim ......................................................................................... 34

Gambar 2.8

Trakea (A) dan Trakeid (B) .............................................................................................. 34

Gambar 2.9

Struktur jaringan xilem .................................................................................................... 35

Gambar 2.10 Struktur jaringan floem ................................................................................................... 35


Gambar 2.11 Struktur morfologi akar ................................................................................................... 38
Gambar 2.12 Penampang melintang akar tanaman Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae .. 39
Gambar 2.13 Penampang melintang batang tanaman Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae

40

Gambar 2.14 Struktur jaringan daun Dicotyledoneae ....................................................................... 41


Gambar 2.15 Struktur jaringan daun Monocotyledoneae ................................................................ 42
Gambar 3.1

Struktur kulit manusia ..................................................................................................... 53

Gambar 3.2

Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan epitel .................................. 55

Gambar 3.3

Struktur esofagus yang tersusun dari jaringan epitel pipih berlapis .................... 57

Gambar 3.4

Jaringan pengikat longgar ............................................................................................... 59

Gambar 3.5

Macam-macam kartilago .................................................................................................. 60

Gambar 3.6

Penampang tulang pipa ................................................................................................... 60

Biologi Kelas XI

vii

Gambar 3.7

Sistem Havers pada jaringan tulang ............................................................................. 61

Gambar 3.8

Macam-macam jaringan otot ........................................................................................... 62

Gambar 3.9

Bagian-bagian sel saraf .................................................................................................... 63

Gambar 4.1

Patah tulang dan rontgen ................................................................................................ 75

Gambar 4.2

Struktur tulang kompak dan tulang spons .................................................................. 77

Gambar 4.3

Macam-macam tulang berdasarkan bentuknya .......................................................... 79

Gambar 4.4

Struktur tulang pipa ......................................................................................................... 79

Gambar 4.5

Tulang rangka dan bagian-bagiannya .......................................................................... 80

Gambar 4.6

Tulang tengkorak .............................................................................................................. 80

Gambar 4.7

Tulang belakang ................................................................................................................ 81

Gambar 4.8

Tulang rusuk dan tulang dada ....................................................................................... 81

Gambar 4.9

Tulang-tulang tungkai ..................................................................................................... 82

Gambar 4.10 Struktur sendi gerak ......................................................................................................... 82


Gambar 4.11 Rangka manusia ................................................................................................................ 83
Gambar 4.12 Macam-macam sendi diartrosis ...................................................................................... 83
Gambar 4.13 Jenis-jenis otot ................................................................................................................... 85
Gambar 4.14 Perbedaan posisi aktin dan miosin saat otot mengalami relaksasi dan kontraksi .... 86
Gambar 4.15 Jenis-jenis gerakan otot antagonis ................................................................................. 90
Gambar 4.16 Gerakan otot antagonis fleksi ekstensi ..................................................................... 90
Gambar 5.1

Komponen penyusun darah ............................................................................................ 99

Gambar 5.2

Sel darah merah (ditunjukkan oleh tanda panah) ...................................................... 100

Gambar 5.3

Trombosit (ditunjukkan oleh tanda panah) .................................................................. 101

Gambar 5.4

Bagian-bagian jantung ..................................................................................................... 108

Gambar 5.5

Berbagai macam pembuluh darah ................................................................................. 109

Gambar 5.6

Peredaran darah dalam tubuh ........................................................................................ 112

Gambar 6.1

(a) Orang gemuk (obesitas); (b) Orang kurus .............................................................. 123

Gambar 6.2

Makanan yang mengandung karbohidrat ..................................................................... 124

Gambar 6.3

Bahan makanan yang mengandung lemak ................................................................. 125

Gambar 6.4

Makanan yang mengandung protein ............................................................................. 125

Gambar 6.5

Christiaan Eijkman ........................................................................................................... 126

Gambar 6.6

Porsi makanan seimbang ................................................................................................. 133

Gambar 6.7

Struktur lambung .............................................................................................................. 138

Gambar 6.8

Struktur anatomi usus halus ........................................................................................... 140

Gambar 6.9

(a) Organ pencernaan manusia; (b) Organ pencernaan ruminansia ....................... 143

viii

Biologi Kelas XI

Gambar 6.10 Susunan gigi ruminansia ................................................................................................. 144


Gambar 6.11 Bagian-bagian lambung ruminansia ............................................................................. 144
Gambar 7.1

Organ pernapasan pada manusia .................................................................................. 156

Gambar 7.2

Paru-paru (pulmo) ............................................................................................................. 157

Gambar 7.3

Pernapasan eksternal dan internal ................................................................................ 160

Gambar 7.4

Pernapasan dada meliputi (a) inspirasi dan (b) ekspirasi ........................................ 161

Gambar 7.5

Jaringan penyusun paru-paru ......................................................................................... 162

Gambar 7.6

Sistem trakea pada belalang ........................................................................................... 166

Gambar 8.1

Macam-macam organ ekskresi ....................................................................................... 179

Gambar 8.2

Letak ginjal dalam tubuh ................................................................................................ 181

Gambar 8.3

Ginjal dan bagian-bagiannya ......................................................................................... 182

Gambar 8.4

Proses pembentukan urine di dalam ginjal ................................................................. 184

Gambar 8.5

Organ hati sebagai alat ekskresi .................................................................................... 189

Gambar 8.6

Struktur hati ....................................................................................................................... 189

Gambar 8.7

Struktur kulit ..................................................................................................................... 190

Gambar 8.8

Paru-paru sebagai organ ekskresi .................................................................................... 191

Gambar 9.1

Struktur sel saraf ............................................................................................................... 205

Gambar 9.2

Bagian-bagian otak manusia ........................................................................................... 206

Gambar 9.3

Otak besar dan bagian-bagiannya ...................................................................................... 206

Gambar 9.4

Sumsum tulang belakang ................................................................................................ 207

Gambar 9.5

Penghantaran impuls melalui neuron .......................................................................... 209

Gambar 9.6

Penghantaran impuls melalui sinapsis ......................................................................... 210

Gambar 9.7

Bola mata dan bagian-bagiannya ................................................................................... 214

Gambar 9.8

Sel kerucut dan sel batang pada mata .......................................................................... 214

Gambar 9.9

Bagian-bagian telinga ....................................................................................................... 216

Gambar 9.10 Penampang kulit manusia ............................................................................................... 217


Gambar 9.11 Struktur lidah ...................................................................................................................... 218
Gambar 10.1 Organ reproduksi pria dan wanita ................................................................................ 229
Gambar 10.2 Organ reproduksi pria ...................................................................................................... 230
Gambar 10.3 Struktur testis ..................................................................................................................... 231
Gambar 10.4 Organ reproduksi wanita ................................................................................................. 231
Gambar 10.5 Proses spermatogenesis .................................................................................................... 235
Gambar 10.6 Proses oogenesis ................................................................................................................ 235
Gambar 10.7 Struktur sperma ................................................................................................................. 236

Biologi Kelas XI

ix

Gambar 10.8 Siklus menstruasi .............................................................................................................. 238


Gambar 10.9 Perkembangan sel telur setelah terjadi fertilisasi ...................................................... 241
Gambar 10.10 Perkembangan embrio ................................................................................................... 241
Gambar 10.11 Membran kehamilan ...................................................................................................... 242
Gambar 11.1 Skema masuknya patogen ............................................................................................... 255
Gambar 11.2 Sel penyusun jaringan trakea ......................................................................................... 256
Gambar 11.3 Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi ...................................................... 258
Gambar 11.4 Proses fagositosis .............................................................................................................. 259
Gambar 11.5 Mekanisme penghancuran bakteri oleh protein komplemen ................................. 260
Gambar 11.6 Struktur antibodi ............................................................................................................... 262
Gambar 11.7 Grafik perbedaan antara respons kekebalan primer dengan kekebalan sekunder .. 263
Gambar 11.8 Struktur HIV ...................................................................................................................... 268
Gambar 11.9 Infeksi HIV pada sel T ..................................................................................................... 269

Daftar Tabel
Tabel 2.1 Perbedaan Struktur Akar Tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae ...... 39
Tabel 2.2 Perbedaan Struktur Batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae ........................ 40
Tabel 3.1 Jenis-Jenis Jaringan Epitel Simpleks Beserta Letak dan Fungsinya ............................ 54
Tabel 3.2 Jenis-Jenis Jaringan Epitel Kompleks Beserta Letak dan Fungsinya .......................... 56
Tabel 3.3 Ciri-Ciri Kartilago Hialin, Kartilago Fibrosa, dan Kartilago Elastis ........................... 60
Tabel 3.4. Ciri-Ciri Otot Polos, Otot Lurik, dan Otot Jantung ......................................................... 62
Tabel 5.1 Jenis-Jenis Leukosit Granulosit dan Agranulosit ............................................................ 101
Tabel 5.2 Golongan Darah ..................................................................................................................... 104
Tabel 5.3 Transfusi Darah ...................................................................................................................... 104
Tabel 5.4 Perbedaan Arteri dan Vena .................................................................................................. 110
Tabel 5.5 Macam-Macam Gangguan pada Sistem Peredaran Darah ............................................ 114
Tabel 5.6 Kemungkinan Pewarisan Genotipe Darah ....................................................................... 114
Tabel 6.1 Vitamin-Vitamin yang Larut dalam Air ............................................................................ 126
Tabel 6.2 Vitamin-Vitamin yang Larut dalam Lemak ...................................................................... 127
Tabel 6.3 Jenis-Jenis Unsur Mineral .................................................................................................... 128
Tabel 6.4 Nilai Aktivitas Fisik ............................................................................................................... 133
Tabel 8.1 Gangguan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi .............................................................. 194
Tabel 9.1 Jenis Saraf Otonom dan Fungsinya .................................................................................... 208
Tabel 9.2 Jenis Hormon yang Dihasilkan Hipofisis Beserta Fungsinya ...................................... 211
Tabel 9.3 Kelainan Akibat Gangguan Sekresi Hormon .................................................................. 220
Tabel 9.4 Gangguan dan Kelainan pada Sistem Indra Manusia .................................................... 221
Tabel 11.1 Beberapa Lapis Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit .................................................. 256
Tabel 11.2 Tipe-Tipe Antibodi Beserta Karakteristiknya .................................................................. 263

Biologi Kelas XI

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel


Mempelajari

Konsep Sel dan Komponen


Kimiawi Penyusun Sel

Struktur dan Fungsi


Bagian-Bagian Sel
Mempelajari

Mempelajari

Komponen
Kimiawi
Penyusun
Sel

Konsep Sel

Menjelaskan

Sel
sebagai
Unit
Struktural
Terkecil

Sel
sebagai
Unit
Fungsional
Terkecil

Bioproses dalam Sel

Struktur Sel
Prokariotik
dan
Eukariotik

Mekanisme
Transpor
Melalui
Membran

Sintesis
Protein

Reproduksi
Sel

Ciri khas

Meliputi

Senyawa
Organik

Unsur
Makro
dan
Mikro

Perbedaan
Sel Hewan
dengan Sel
Tumbuhan

Meliputi

Senyawa
Anorganik

Sel
Prokariotik
Tidak
Memiliki
Membran
Inti

Sel
Eukariotik
Memiliki
Membran
Inti

Sel
Tumbuhan
Memiliki
Dinding
Sel,
Vakuola,
dan
Plastida

Sel
Hewan
Memiliki
Sentriol

Biologi Kelas XI

Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Hooke

Sumber: http://askabiologist.asu.edu/explore/building-blocks-life

Pada tahun 1665, seorang ilmuwan dari Inggris bernama Robert Hooke mengamati
sayatan gabus dari batang Quercus suber menggunakan mikroskop sederhana. Berdasarkan
pengamatannya, ia menemukan adanya ruang-ruang kosong yang dibatasi dinding tebal.
Robert Hooke menyebut ruang-ruang kosong tersebut dengan istilah cellulae yang artinya
sel. Itulah awal mula penemuan sel. Berkat jasanya, kita dapat mengetahui bahwa makhluk
hidup terdiri atas sel-sel. Bagaimana struktur sel tersebut? Bagaimana sel-sel tersebut
menyusun suatu organisme? Proses-proses apa saja yang berlangsung di dalam sel?

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Konsep sel sebagai unit struktural dan fungsional terkecil


Komponen kimiawi penyusun sel
Perbedaan struktur antara sel prokariotik dan eukariotik
Struktur sel eukariotik
Perbedaan sel tumbuhan dengan sel hewan
Proses-proses kehidupan yang berlangsung dalam sel

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

Sel
Eksositosis
Difusi
Transpor aktif
Osmosis
Endositosis
Sintesis protein
Reproduksi sel

Setiap makhluk hidup tersusun dari sel. Ada makhluk hidup yang dibangun oleh satu
sel (uniseluler) misalnya bakteri, ada juga makhluk hidup yang dibangun oleh banyak sel
(multiseluler) misalnya manusia, tumbuhan, dan hewan. Sel merupakan unit terkecil yang
menyusun tubuh makhluk hidup dan sebagai tempat berlangsungnya fungsi kehidupan.
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari mengenai konsep sel, komponen kimiawi
penyusun sel, struktur dan fungsi bagian-bagian sel, serta berbagai proses kehidupan yang
berlangsung di dalam sel.

A. Konsep Sel dan Komponen Kimiawi Penyusun Sel


Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke seorang ilmuwan berkebangsaan
Inggris. Berdasarkan penemuan Robert Hooke, berkembanglah teori-teori mengenai
sel. Beberapa saintis turut memberikan kontribusi terhadap konsep sel. Apa yang
dimaksud dengan sel? Bagaimana komponen kimiawi penyusun sel? Nah, lakukan
terlebih dahulu kegiatan berikut sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai sel.

Mengidentifikasi Teori-Teori tentang Sel dan Komponen Kimiawi


Penyusun Sel
1.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai teori-teori tentang sel


dan komponen kimiawi penyusun sel. Bacalah literatur tersebut dengan
cermat dan teliti.
2. Tulislah teori-teori tentang sel dan komponen kimiawi sel berdasarkan
literatur yang Anda baca.
3. Diskusikan bersama teman-teman Anda dengan menerapkan sikap mau
bekerja sama serta berani mengemukakan pertanyaan dan argumentasi secara
santun untuk memecahkan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Bagaimana konsep sel menurut teori yang Anda baca?
b. Mengapa sel disebut sebagai unit struktural dan fungsional terkecil
dari makhluk hidup?
c. Apa saja komponen kimiawi penyusun sel?
4. Buatlah daftar pertanyaan lain tentang sel berdasarkan literatur yang Anda
baca.
5. Susunlah laporan kegiatan yang meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan
dan diskusi, serta kesimpulan.
6. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.
Setelah melakukan kegiatan di atas, Anda tentu sudah mendapat gambaran
mengenai sel dan komponen kimiawi penyusun sel. Sekarang, simaklah uraian berikut
untuk lebih memahami tentang sel.
Sel sangat mendasar bagi ilmu Biologi sebagaimana atom bagi ilmu Kimia. Seluruh
organisme terdiri atas sel. Dalam hierarki organisasi biologis, sel merupakan kumpulan
materi paling sederhana yang dapat hidup (Campbell, Reece, & Mitchel: 2002). Jadi,
sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil makhluk hidup. Sel sebagai unit
struktural terkecil berarti bahwa sel merupakan penyusun yang mendasar bagi tubuh
makhluk hidup. Sel tidak dapat dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil dan
Biologi Kelas XI

dapat berdiri sendiri. Adapun sel dikatakan sebagai unit fungsional terkecil berarti
bahwa sel dapat melakukan berbagai proses kehidupan, misalnya respirasi, transportasi,
reproduksi, ekskresi, sekresi, dan sintesis. Selain itu, sel juga merupakan unit hereditas makhluk hidup yang menurunkan sifat genetis dari satu generasi kepada generasi
berikutnya.
Seluruh kegiatan kehidupan sel merupakan akibat dari reaksi kimia yang
berlangsung di dalam sel. Senyawa kimia penyusun sel disebut protoplasma yang
merupakan substansi kompleks. Secara garis besarnya, komponen kimia sebuah sel
terdiri atas unsur makro, unsur mikro, senyawa organik, dan senyawa anorganik.
1.

Unsur Makro
Unsur makro merupakan unsur terbesar yang menyusun sebuah sel. Unsur
makro terdiri atas lima unsur utama, yaitu oksigen (O) sebanyak 62%, karbon (C)
sebanyak 20%, hidrogen (H) sebanyak 10%, nitrogen (N) sebanyak 10%, dan
kalium (K) sebanyak 25%. Selain itu, juga terdapat sulfur (S), fosfor (P), kalsium
(Ca), magnesium (Mg), dan natrium (Na). Dari berbagai unsur tersebut, unsur
karbon, hidrogen, dan oksigen merupakan unsur paling utama serta dapat
bersenyawa membentuk molekul karbohidrat, lemak, asam nukleat, dan protein.

2.

Unsur Mikro
Unsur mikro merupakan unsur yang terdapat dalam jumlah sangat sedikit.
Beberapa jenis unsur mikro dalam sel, antara lain besi (Fe), tembaga (Cu), kobalt
(Co), mangan (Mn), seng (Zn), molibdenum (Mo), boron (Bo), dan silikon (Si).

3.

Senyawa Organik
Senyawa organik terdiri atas mikromolekul dan makromolekul. Mikromolekul
terdiri atas asam amino, nukleotida, asam lemak, dan glukosa. Makromolekul
terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, dan asam nukleat.
a.

b.

Karbohidrat
Karbohidrat tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen
(O). Karbohidrat terdiri atas rangkaian molekul-molekul gula yang disebut
monosakarida.
Polisakarida merupakan untaian monosakarida yang sangat panjang.
Untaian ini dapat lurus maupun bercabang-cabang. Polisakarida digolongkan
menjadi polisakarida struktural dan polisakarida nutrien. Beberapa contoh
polisakarida struktural yaitu selulosa pembentuk dinding sel tumbuhan, asam
hialuronat sebagai salah satu komponen substansi antara sel pada jaringan
ikat, serta glikolipida dan glikoprotein yang merupakan struktur penting dari
membran sel. Beberapa contoh polisakarida nutrien yaitu amilum, yang
terdapat di dalam sel tumbuhan dan bakteri, glikogen di dalam sel hewan,
serta paramilum di dalam beberapa jenis sel Protozoa.
Protein
Protein merupakan senyawa organik terbesar yang menyusun sel dan
merupakan polimer dari asam amino yang saling berikatan dengan ikatan
peptida. Protein tersusun dari karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen, serta
kadang-kadang terdapat sulfur dan fosfor sebagai unsur tambahan. Fungsi
protein di dalam sel di antaranya membentuk membran plasma bersama
lemak dan karbohidrat, mengatur permeabilitas membran sel, mengatur

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

c.

d.

4.

keseimbangan kadar asam basa dalam sel, protein yang berupa enzim bertindak sebagai katalisator berbagai reaksi kimia, serta berperan dalam gerakan
dalam sel.
Lipid (Lemak)
Lipid tersusun dari unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Lipid merupakan senyawa yang bersifat hidrofobik dan larut dalam pelarut organik. Di
dalam sel terdapat bermacam-macam lipid di antaranya fosfolipid, glikolipid,
dan steroid.
Nukleotida dan Asam Nukleat
Asam nukleat adalah makromolekul yang sangat penting untuk
kelangsungan hidup sel. Asam nukleat terdiri atas dua macam, yaitu asam
deoksiribosa nukleat (DNA) dan asam ribosa nukleat (RNA). DNA merupakan
penyimpan informasi genetis dalam sel dan bersama-sama dengan protein
histon membentuk kromosom. Satu asam nukleat terdiri atas nukleotidanukleotida yang saling berikatan dengan ikatan fosfodiester.

Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik yang menjadi komponen kimiawi sel di antaranya air,
garam-garam mineral, dan gas.
a. Air
Air merupakan senyawa penyusun sel terbesar (5060% berat sel). Air
berperan sangat penting pada kehidupan sel maupun kehidupan semua
organisme. Air merupakan pelarut dan pengangkut senyawa-senyawa yang
diperlukan sel maupun limbah yang harus dibuang. Air juga berperan sebagai
media berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam sel.
b. Garam-Garam Mineral
Garam-garam mineral di dalam sel terdapat dalam bentuk ion positif
(kation) dan ion negatif (anion). Beberapa contoh garam mineral dalam sel
antara lain NaCl, MgCl, CaSO4, dan NaHCO3. Garam-garam mineral tersebut
berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmotik dan keseimbangan asam
basa dalam sel.
c. Gas
Beberapa jenis gas yang terlibat dalam aktivitas sel antara lain karbon
dioksida (CO2), oksigen (O2), dan amonia (NH3).

Beberapa ilmuwan sangat berjasa dalam perkembangan ilmu tentang sel. Simaklah
beberapa tokoh yang sangat berperan dalam perkembangan ilmu tentang sel dalam
website berikut.
1. http://goo.gl/zfApor
2. http://goo.gl/1UNdkv
Dari jasa para ilmuwan tersebut, Anda dapat mempelajari sel dengan lebih
detail. Bagaimana sikap dan tindakan Anda untuk menghargai jasa para ilmuwan
tersebut agar penemuannya tidak sia-sia?

Biologi Kelas XI

1.
2.
3.
4.

Mengapa sel disebut sebagai unit struktural dan fungsional terkecil dalam
kehidupan?
Sel tersusun dari senyawa organik dan senyawa anorganik. Apa yang
dimaksud dengan senyawa organik dan anorganik?
Apa peranan protein yang menyusun membran sel?
Air merupakan salah satu senyawa anorganik yang menyusun sel. Apa
peranan air tersebut bagi sel?

B. Struktur dan Fungsi Organel Sel


Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, organisme dibedakan menjadi organisme
uniseluler dan multiseluler. Organisme uniseluler adalah organisme yang hanya terdiri
atas satu sel. Adapun organisme multiseluler adalah organisme yang tubuhnya tersusun
dari banyak sel. Bagaimana struktur sel kedua jenis organisme tersebut? Untuk
mengetahuinya, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Struktur Sel


1.
2.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai struktur sel yaitu hewan,
tumbuhan, dan bakteri.
Perhatikan gambar sel hewan, tumbuhan, dan bakteri berdasarkan hasil
pengamatan mikroskop elektron berikut.

(a) Sel hewan

(b) Sel tumbuhan

(c) Sel bakteri

Sumber: http://goo.gl/z7JJQ,http://goo.gl/jnatlg, dan http://goo.gl/1vTlJU

Gambar 1.1 (a) Sel hewan, (b) Sel tumbuhan, dan (c) Sel bakteri

3.
4.
5.

Identifikasilah organel sel yang menyusun sel hewan, tumbuhan, dan


bakteri berdasarkan informasi yang Anda peroleh dan gambar di atas.
Tulislah data yang Anda peroleh dalam bentuk tabel.
Diskusikan bersama teman-teman Anda mengenai permasalahanpermasalahan berikut.

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

a.
b.

6.
7.

Apa perbedaan antara struktur sel hewan, tumbuhan, dan bakteri?


Berdasarkan strukturnya, sel hewan dan sel tumbuhan disebut sel
eukariotik dan sel bakteri disebut sel prokariotik. Apa yang dimaksud
dengan sel eukariotik dan prokariotik?
c. Organel-organel apa saja yang menyusun sel eukariotik dan prokariotik?
d. Mengapa diperlukan mikroskop elektron untuk mengamati struktur sel?
Saat melakukan diskusi jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja
sama, cinta damai, serta berani bertanya dengan santun. Untuk menambah
bahan diskusi, Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan yang lain
tentang sel.
Tulislah hasil dari kegiatan ini ke dalam format laporan yang meliputi judul,
tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas.

Sel tumbuhan dan sel hewan termasuk sel eukariotik, sedangkan sel bakteri
termasuk sel prokariotik. Apa yang dimaksud dengan sel eukariotik dan prokariotik?
1.

Struktur Sel Prokariotik dan Eukariotik


Berdasarkan strukturnya, sel dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sel
prokariotik dan sel eukariotik.
a.

Sel Prokariotik
Sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki membran inti sehingga inti
sel berbatasan langsung dengan sitoplasma. Makhluk hidup yang termasuk
prokariotik adalah bakteri dan ganggang biru (Cyanobacteria). Struktur umum
sel prokariotik sebagai berikut.
1) Dinding selnya tersusun dari peptidoglikan, lipid, dan protein. Dinding
sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk tubuh.
2) Membran plasma tersusun dari karbohidrat, lemak, dan protein. Membran
plasma berfungsi sebagai pelindung molekuler sel terhadap lingkungan
di sekitarnya.
3) Sitoplasma tersusun dari
DNA
Pili
Flagela
Ribosom
air, protein, lipid, mineral,
dan enzim-enzim yang
berfungsi untuk menKapsul
cerna makanan secara
intraseluler dan untuk
melakukan proses metabolisme sel. Pada sitoMembran
plasma
Dinding sel
plasma terdapat DNA
dan RNA, ribosom, serta Sumber: Biology, Raven & Johnson
mesosom. Mesosom berGambar 1.2 Struktur sel prokariotik (sel bakteri)
fungsi sebagai penghasil
energi.
Secara umum, struktur sel prokariotik dapat Anda lihat pada Gambar 1.2.

Biologi Kelas XI

b.

Sel Eukariotik
Sel eukariotik merupakan sel yang sudah memiliki membran inti (nukleus
dibungkus membran nukleus) dan sistem endomembran. Sel eukariotik terdapat
pada sel tumbuhan dan sel hewan. Struktur sel tumbuhan dan sel hewan dapat
dilihat pada Gambar 1.3 dan Gambar 1.4.

Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell

Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 1.3 Sel tumbuhan

Gambar 1.4 Sel hewan

Struktur sel eukariotik terdiri atas tiga komponen utama yaitu membran
plasma, sitoplasma, dan organel-organel sel.
1) Membran Plasma
Membran plasma bersifat selektif permeabel (semipermeabel) yang artinya
membran plasma dapat dilalui oleh molekul atau ion tertentu. Bagaimana struktur
membran sel? Coba perhatikan Gambar 1.5 untuk mengetahuinya.
Serat matriks
ekstraseluler

Karbohidrat

Glikoprotein

Glikolipid
Area polar
(hidrofilik)

Fosfolipid
bilayer

Area nonpolar (hidrofobik)

Fosfolipid

Kolesterol
Filamen
Protein
sitoskeleton
perifer

Protein integral

Sumber: Inquiry Into Life, Mader, S.S.

Gambar 1.5 Struktur membran sel dan fosfolipid

2)

Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan sel yang berada di luar membran inti. Komponen
utama penyusun sitoplasma yaitu sitosol, substansi genetik, sitoskeleton, dan
organel-organel sel.

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

3)

4)

5)

6)

7)

Sitoplasma berfungsi sebagai sumber bahan kimia penting bagi sel dan tempat
terjadinya reaksi metabolisme.
Organel-Organel Sel
Organel-organel sel terdapat dalam sitoplasma. Macam-macam organel
penyusun sel sebagai berikut.
a) Inti Sel (Nukleus)
Nukleus merupakan organel terbesar yang berada dalam sel dengan
diameter sekitar 10 mm. Nukleus berfungsi sebagai pengatur pembelahan sel,
pengendali seluruh kegiatan sel, dan pembawa informasi genetik.
b) Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma tersusun oleh membran yang berbentuk seperti
jala. RE memiliki beberapa fungsi berikut.
(1) Menyintesis lemak dan kolesterol (RE kasar dan RE halus).
(2) Menampung protein yang disintesis oleh ribosom (RE kasar).
(3) Transportasi molekul-molekul (RE kasar dan RE halus).
(4) Menetralkan racun (detoksifikasi).
c) Ribosom
Ribosom merupakan struktur unit gabungan protein dengan RNAribosom (disingkat RNA-r). Ribosom terdiri atas dua subunit, yaitu subunit
kecil dan subunit besar. Ribosom berperan dalam sintesis protein.
Kompleks Golgi
Kompleks Golgi mempunyai hubungan yang erat dengan RE dalam sintesis
protein. Kompleks Golgi mempunyai beberapa fungsi berikut.
a) Tempat sintesis polisakarida seperti mukus, selulosa, dan hemiselulosa.
b) Membentuk membran plasma.
c) Membentuk kantong sekresi untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan
sel.
d) Membentuk akrosom pada sperma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom.
Lisosom
Lisosom merupakan kantong membran yang berisi enzim-enzim hidrolitik
(lisozim) seperti enzim protease, lipase, nuklease, fosfatase, dan enzim pencerna
yang lain. Beberapa fungsi lisosom yaitu melakukan pencernaan intrasel, autofagi,
eksositosis, dan autolisis.
Badan Mikro
Badan mikro terdiri atas dua tipe, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom
terdapat pada sel hewan, Fungi, dan tumbuhan. Peroksisom berperan dalam
oksidasi substrat menghasilkan H2O2 yang selanjutnya dipecah menjadi H2O dan
O2. Selain itu, peroksisom juga berperan dalam pengubahan lemak menjadi
karbohidrat dan penguraian purin dalam sel. Adapun glioksisom berperan dalam
metabolisme asam lemak dan sebagai tempat terjadinya siklus glioksilat.
Mitokondria
Mitokondria memiliki dua jenis membran yaitu membran luar dan membran
dalam. Membran dalam membentuk tonjolan-tonjolan yang disebut krista.
Tonjolan-tonjolan tersebut berfungsi untuk memperluas permukaan agar
penyerapan oksigen lebih efektif.

Biologi Kelas XI

Ruangan dalam mitokondria


Membran luar
Membran dalam
berisi cairan yang disebut matriks
mitokondria. Di dalam matriks
Krista Matriks
mitokondria terdapat enzim
pernapasan, DNA, RNA, dan proRuang intermembran
tein. Struktur mitokondria dapat
dilihat pada Gambar 1.6.
Sumber: Biology, Raven and Johnson
Mitokondria berfungsi sebagai Gambar 1.6 Mitokondria dengan dua lapis
tempat terjadinya respirasi seluler.
membran dan krista
Dalam respirasi seluler terjadi
oksidasi makanan yang menghasilkan energi. Secara sederhana, reaksi
oksidasi makanan dapat ditulis sebagai berikut.
oksidasi

6CO2 + 6H2O + energi


C6H12O6 + 6O2
makanan
Berkaitan dengan fungsi tersebut, mitokondria sering disebut the power house
of cell.
2.

Perbedaan Sel Hewan dengan Sel Tumbuhan


Sel hewan dan sel tumbuhan termasuk sel eukariotik. Meskipun sama-sama
sel eukariotik, kedua sel tersebut memiliki beberapa perbedaan pada organelorganel selnya secara spesifik. Apa perbedaan antara sel hewan dengan sel
tumbuhan? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Mengidentifikasi Perbedaan Sel Tumbuhan dengan Sel Hewan


A. Pendahuluan
Sel hewan dan sel tumbuhan
merupakan sel eukariotik. Namun,
terdapat perbedaan di antara kedua
sel tersebut. Kegiatan ini bertujuan
untuk menjelaskan perbedaan sel
tumbuhan dengan sel hewan.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan
sikap mau bekerja sama dan bergotongroyong antaranggota kelompok.
Penggunaan mikroskop juga perlu
dilakukan sesuai dengan prosedur
sehingga hasil pengamatan dapat
terlihat dengan jelas. Selain itu,
digunakan benda tajam yaitu silet
sehingga diperlukan sikap hati-hati
saat menggunakannya sehingga
tidak melukai anggota tubuh. Setelah
melakukan kegiatan ini, buanglah

10

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

sisa umbi lapis bawang merah


dengan cara ditimbun dalam tanah.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Mikroskop
2. Gelas preparat
3. Gelas penutup
4. Silet
5. Pipet
6. Gunting
7. Tusuk gigi
8. Jaringan epitelium pipi
9. Umbi lapis bawang merah
10. Akuades
11. Minyak imersi
12. Larutan metilen biru

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Kegiatan Mengamati Sel Hewan
a. Keroklah secara perlahan
jaringan epitelium yang

2.

terdapat di lapisan dalam pipi


menggunakan tusuk gigi.
Lakukan dengan hati-hati
sehingga tidak menimbulkan
luka.
b. Oleskan jaringan epitelium
tersebut pada gelas preparat
dan tetesi dengan larutan
metilen biru menggunakan pipet tetes.
c. Tutuplah dengan gelas penutup
kemudian amatilah menggunakan mikroskop.
d. Jika preparat yang Anda amati
belum tampak jelas, tambahkan
minyak imersi di antara lensa
objektif dan gelas penutup.
e. Gambarlah hasil pengamatan
Anda.
Kegiatan Mengamati Sel Tumbuhan
a. Sayatlah bagian dalam umbi lapis
bawang merah yang berwarna
merah setipis mungkin menggunakan silet.
b. Letakkan hasil sayatan tersebut
pada gelas preparat dan tetesi
dengan akuades menggunakan
pipet tetes.
c. Tutuplah dengan gelas penutup
kemudian amatilah menggunakan mikroskop.
d. Gambarlah hasil pengamatan
Anda.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagian-bagian sel apa saja yang
dapat Anda amati dari sel
epitelium pipi?
2. Bagian-bagian sel apa saja yang
dapat Anda amati dari sel umbi
lapis bawang merah?
3. Apakah perbedaan struktur sel
hewan dengan sel tumbuhan
berdasarkan hasil pengamatan
Anda?
4. Buatlah laporan dari hasil
kegiatan ini yang meliputi judul
percobaan, tujuan, alat dan
bahan, langkah-langkah kegiatan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Pada kegiatan ini, Anda menggambar sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan
menggunakan mikroskop cahaya.
Sekarang, perhatikan gambar hasil
pengamatan sel hewan dan sel
tumbuhan menggunakan mikroskop
elektron pada kegiatan Mari
Bereksplorasi: Mengidentifikasi
Struktur Sel di depan. Bagianbagian sel apa saja yang tidak dapat
diamati menggunakan mikroskop
cahaya tetapi tampak jelas jika
diamati menggunakan mikroskop
elektron?

Dari hasil kegiatan eksperimen di atas, Anda tentu sudah memperoleh sedikit
gambaran tentang perbedaan sel tumbuhan dengan sel hewan. Pada kegiatan tersebut
Anda menggunakan alat bantu berupa mikroskop cahaya untuk mengamati sel. Sel
berukuran sangat kecil sehingga memerlukan alat bantu mikroskop untuk
mengamatinya. Umumnya, sel berdiameter 11.000 m.
Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya digunakan untuk melihat sel dengan perbesaran 2.000 kali.
Mikroskop elektron digunakan untuk melihat sel dengan perbesaran sampai 500.000
kali. Mikroskop elektron dibedakan menjadi SEM dan TEM. SEM (Scanning Electron
Microscope) digunakan untuk mengamati secara detail permukaan sel. TEM (Transmission
Electron Microscope) digunakan untuk mengamati struktur internal sel, misalnya irisan
mitokondria dengan krista yang jelas. Jadi, untuk mengamati bagian-bagian sel secara

Biologi Kelas XI

11

jelas diperlukan mikroskop elektron. Untuk mengetahui perbedaan antara


mikroskop cahaya dengan mikroskop elektron, coba Anda amati Gambar 1.7.

Mikroskop Cahaya

Mikroskop Elektron

Sumber: http://goo.gl/L75CYS dan http://goo.gl/btWfgg

Gambar 1.7 Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron

Berdasarkan hasil pengamatan sel menggunakan mikroskop elektron dapat


diketahui perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan. Sel hewan memiliki
sentriol yang tidak dimiliki oleh sel tumbuhan. Adapun sel tumbuhan memiliki
dinding sel, plastida, dan vakuola yang tidak dimiliki oleh sel hewan.
a. Struktur Sel Tumbuhan
Bagian-bagian sel yang hanya dimiliki oleh sel tumbuhan yaitu dinding
sel, vakuola, dan plastida.
1) Dinding Sel
Dinding sel merupakan lapisan terluar yang tersusun dari selulosa,
hemiselulosa, dan pektin. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong dan
pelindung selaput plasma serta memelihara keseimbangan sel dari tekanan.
Adanya dinding sel mengakibatkan bentuk sel tumbuhan relatif tetap.
2) Vakuola
Vakuola atau rongga sel adalah
organel sitoplasmik yang berisi cairan
yang dibatasi membran tonoplas.
Vakuola mempunyai beberapa
Anda dapat melihat animasi pemfungsi sebagai berikut.
buatan model sel melalui website
a) Tempat menyimpan zat makanberikut.
an seperti amilum dan gula.
1. http://youtu.be/p5_Cf-gXso0
b) Memasukkan air melalui tono2. http://youtu.be/O_DmgfxBNP4
plas untuk membangun turgiGunakan animasi tersebut untuk
menambah ide kreatif Anda dalam
ditas sel bersama dinding sel.
membuat model sel.
c) Menyimpan pigmen.
d) Menyimpan minyak asiri.
e) Tempat penimbunan sisa metabolisme dan metabolit sekunder seperti
Ca-oksalat, tanin, getah karet, dan alkaloid.

12

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

3)

Plastida
Berdasarkan kandungan pigmen di dalamnya, plastida dibedakan
menjadi tiga tipe yaitu kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
a) Kloroplas
Membran luar
Membran dalam
Tilakoid

Grana
Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 1.8 Struktur kloroplas

b)

c)

b.

Kloroplas yaitu plastida yang mengandung klorofil dan pigmen


fotosintetik lainnya. Kloroplas tersusun dari membran luar dan
membran dalam. Membran luar berfungsi mengatur keluar masuknya zat. Membran dalam membungkus cairan kloroplas yang disebut
stroma. Membran dalam melipat ke arah dalam dan membentuk
lembaran-lembaran yang disebut tilakoid. Pada tempat-tempat
tertentu, tilakoid bertumpuk-tumpuk membentuk grana. Kloroplas
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis. Perhatikan
struktur kloroplas pada Gambar 1.8!
Kromoplas
Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen
nonfotosintetik. Beberapa pigmen yang terdapat dalam kromoplas
yaitu xantofil dan karoten.
Leukoplas
Leukoplas adalah plastida yang
tidak berwarna. Biasanya terdapat
pada organ penyimpan makanan
cadangan seperti biji dan umbi. Ada
tiga macam leukoplas yaitu amiloplas
untuk menyimpan amilum, elaioplas
(lipidoplas) untuk membentuk dan
menyimpan lemak, serta proteoplas
untuk menyimpan protein.

Struktur Sel Hewan


Sel hewan memiliki dua sentriol di dalam
sentrosom. Sentriol berperan dalam proses
pembelahan sel. Saat pembelahan sel, tiap-tiap
sentriol memisahkan diri menuju kutub yang
berlawanan dan memancarkan benang-benang
gelendong pembelahan yang akan menjerat
kromosom. Perhatikan struktur sentriol pada
Gambar 1.9!

Mikrotubulus
Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 1.9 Struktur sentriol

Biologi Kelas XI

13

Buatlah model sel hewan dan sel tumbuhan lengkap dengan organel-organelnya
menggunakan styrofoam. Warnailah setiap organel sel dengan warna yang berbeda.
Selanjutnya, berilah nama setiap organel dengan cara menempelkan kertas label yang
telah ditulisi nama organ. Anda juga dapat membuat gambar tiga dimensi sel tumbuhan
dan sel hewan lengkap dengan organel-organelnya pada kertas berukuran 50 cm 40 cm.
Berilah keterangan nama organel beserta fungsinya pada gambar Anda. Kumpulkan
hasil karya Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Teknologi bidang Biologi yang menggunakan sel sebagai materi dasar semakin
berkembang. Sebagai contoh teknologi kloning (klona) yang pernah dilakukan pada domba.
Kloning adalah proses menghilangkan inti sel telur dan menggantinya dengan inti sel
tubuh sehingga menghasilkan individu yang sama dengan pendonor sel tubuh. Bagaimana
pendapat dan tindakan Anda jika teknologi kloning diterapkan pada manusia?

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan perbedaan antara sel eukariotik dan sel prokariotik!


Mitokondria disebut sebagai the power house of cell. Mengapa demikian? Jelaskan!
Mengapa membran plasma dikatakan memiliki sifat semipermeabel?
Apa perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan?
Jelaskan fungsi sentriol pada sel hewan! Bagaimana sentriol melaksanakan fungsi
tersebut?

C. Bioproses dalam Sel


Sel disebut sebagai unit fungsional terkecil dalam kehidupan karena di dalam sel
berlangsung proses-proses kehidupan (bioproses). Apa saja bioproses yang berlangsung
di dalam sel? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Mengidentifikasi Mekanisme Transpor Melalui Membran


1.

14

Perhatikan dengan cermat animasi mekanisme transpor melalui membran


di alamat website berikut.
a. http://www.youtube.com/watch?v=ldRZcmppQM8 atau http://goo.gl/8Ar3Rg
b. http://www.youtube.com/watch?v=rR7NOSRyzhM atau http://goo.gl/doqRDi
c. http://www.youtube.com/watch?v=V1NqEW9v5BA atau http://goo.gl/8WvP5b

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

2.
3.
4.

5.
6.

Catatlah informasi-informasi penting selama Anda melihat tayangan video


tersebut.
Bacalah buku-buku referensi mengenai mekanisme transpor melalui
membran untuk melengkapi pemahaman Anda.
Setelah melihat tayangan video tersebut, ajaklah teman Anda berdiskusi
untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Proses apa yang terjadi di dalam sel berdasarkan tayangan video tersebut?
b. Bagaimana mekanisme transpor melalui membran?
c. Bagaimana struktur membran sel sehingga dapat mengatur transportasi
zat dari dan ke dalam sel?
d. Coba berikan contoh peristiwa sehari-hari yang menunjukkan terjadinya mekanisme transpor melalui membran!
Saat berdiskusi, cobalah untuk responsif dan proaktif dengan mengemukakan
pendapat secara ilmiah dan kritis. Anda juga dapat membuat daftar
pertanyaan lain mengenai video tersebut untuk menambah bahan diskusi
Anda.
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas dengan bahasa yang santun
dan mudah dipahami.

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengamati bioproses yang berlangsung


di dalam sel yaitu mekanisme transpor melalui membran. Selain transpor melalui membran,
di dalam sel juga terjadi proses sintesis protein dan reproduksi. Untuk mempelajari lebih
lanjut mengenai bioproses yang terjadi di dalam sel, simaklah uraian berikut ini.
1.

Mekanisme Transpor Melalui Membran


Perpindahan molekul atau ion yang melewati membran ada dua macam yaitu
transpor pasif dan transpor aktif.
a. Transpor Pasif
Transpor pasif merupakan perpindahan molekul atau ion tanpa
menggunakan energi sel. Perpindahan molekul tersebut terjadi secara spontan
mengikuti gradien konsentrasi. Contoh transpor pasif yaitu difusi dan osmosis.
Difusi adalah perpindahan molekul-molekul zat dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah baik melalui membran plasma ataupun tidak. Difusi
dibedakan menjadi dua yaitu difusi sederhana dan difusi terbantu. Difusi
sederhana terjadi secara spontan, molekul zat akan berdifusi menyebar ke seluruh
ruangan sampai dicapai kesetimbangan. Faktor-faktor yang memengaruhi proses
difusi yaitu wujud materi, ukuran molekul, konsentrasi zat, dan suhu.
Difusi terbantu merupakan proses difusi dengan perantara protein
pembawa dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Contoh mekanisme
difusi terbantu yaitu proses molekul glukosa melewati membran.
Osmosis adalah perpindahan molekul-molekul pelarut (misal air) dari
larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke larutan berkonsentrasi tinggi
(hipertonik) melalui selaput (membran) semipermeabel. Jika pelarut yang
digunakan berupa air, osmosis dapat berarti perpindahan molekul air melalui
membran semipermeabel dari larutan yang kadar airnya tinggi ke larutan
yang kadar airnya rendah.

Biologi Kelas XI

15

Anda telah mempelajari mengenai transpor pasif melalui membran. Bagaimana


proses berlangsungnya transpor pasif tersebut? Apa akibat dari transpor pasif tersebut
bagi sel makhluk hidup? Untuk mengetahui jawabannya lakukan kegiatan berikut.

Menyelidiki Proses Osmosis dan Difusi pada Sel Tumbuhan


A. Pendahuluan
Menurut Campbell, Reece, dan
Mitchell (2002), pergerakan air
melintasi membran sel dan keseimbangan air antara sel dengan
lingkungannya sangat penting bagi
organisme. Kegiatan ini bertujuan
menyelidiki proses osmosis yang
terjadi pada sel tumbuhan beserta
dampaknya terhadap sel tumbuhan
tersebut.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga sangat
diperlukan sikap mau bekerja sama
dan bergotong royong. Setiap anggota
kelompok harus bersikap responsif
dan proaktif dalam melakukan
pengamatan dan percobaan. Selain
itu, diperlukan sikap teliti dan cermat
terutama saat melakukan penimbangan. Dalam kegiatan ini digunakan
benda tajam seperti pisau, oleh
karena itu diperlukan sikap kehatihatian saat menggunakannya
sehingga tidak melukai anggota
tubuh. Setelah melakukan kegiatan
ini, sisa kentang yang digunakan
dikumpulkan dan dibuang dengan
cara ditimbun di dalam tanah.
B. Apa yang Diperlukan?
1. Pisau
2. Gelas beker 250 mL (tiga buah)
3. Neraca
4. Jam
5. Umbi kentang mentah
6. Larutan glukosa 5%
7. Larutan glukosa 30%
8. Akuades
9. Tisu

16

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Kupaslah kulit umbi kentang
mentah sampai bersih.
2. Potonglah kentang berbentuk
dadu dengan ukuran 2 cm 2 cm
sebanyak tiga potong. Saat
mengupas dan memotong kentang
usahakan jangan terkena air atau
cairan apa pun.
3. Timbanglah potongan kentang
tersebut dan usahakan setiap
potongan kentang memiliki berat
yang sama.
4. Sediakan tiga buah gelas beker
serta beri label A, B, dan C pada
masing-masing gelas beker.
5. Siapkan larutan glukosa 30% dan
5%. Tuangkan larutan glukosa 30%
ke dalam gelas beker A dan larutan
glukosa 5% ke dalam gelas beker
B dengan volume masing-masing
sekitar 100 mL. Selanjutnya,
tuangkan akuades pada gelas
beker C sebanyak 100 mL.
6. Masukkan potongan kentang
secara bersamaan ke masingmasing gelas ukur A (larutan
glukosa 30%), gelas ukur B
(larutan glukosa 5%), dan gelas
ukur C berisi akuades.
7. Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 20 menit.
8. Setelah 20 menit, angkatlah
potongan kentang tersebut dan
letakkan di atas kertas tisu.
Periksalah keadaan atau bentuk
kentang kemudian timbang
kembali kentang tersebut. Catatlah
hasilnya ke dalam bentuk tabel.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana keadaan (tekstur) dan
berat potongan kentang dalam
gelas beker A, B, dan C setelah
direndam selama 20 menit?
2. Mengapa terjadi perubahan
tekstur dan berat kentang
sebelum dan sesudah dilakukan perendaman? Kaitkan
jawaban Anda dengan proses
plasmolisis dan tekanan turgor
pada sel tumbuhan!

3.

E.

Buatlah laporan dari hasil


kegiatan ini yang meliputi judul
percobaan, tujuan, alat dan
bahan, langkah-langkah kegiatan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Lakukan percobaan seperti di atas,
tetapi gantilah potongan kentang
dengan potongan wortel. Bandingkan hasilnya dengan percobaan di
atas. Bagaimana kesimpulan Anda
mengenai kegiatan ini?

Dari kegiatan eksperimen tersebut, Anda telah menyelidiki proses osmosis


yang terjadi pada sel tumbuhan. Meskipun sangat penting bagi kehidupan sel,
proses osmosis juga dapat mengakibatkan kerusakan sel.
Air akan masuk ke dalam sel jika konsentrasi larutan dalam sel tinggi sehingga
terjadi endosmosis. Endosmosis pada sel hewan mengakibatkan kehancuran sel
karena robeknya membran plasma (lisis). Endosmosis pada sel tumbuhan
mengakibatkan sel dalam keadaan turgid. Sementara itu, air di dalam sel akan
keluar jika konsentrasi larutan di luar sel tinggi dan terjadi eksosmosis. Eksosmosis
pada hewan akan mengakibatkan pengerutan sel (krenasi). Eksosmosis pada
tumbuhan akan mengakibatkan terlepasnya membran dari dinding sel yang
disebut plasmolisis.
b.

2.

Transpor Aktif
Transpor aktif adalah transpor yang memerlukan energi untuk melawan
gradien konsentrasi. Pada transpor aktif terjadi pemompaan molekul melewati
membran dan melawan gradien konsentrasi. Contoh transpor aktif antara lain
pompa natrium-kalium, endositosis, dan eksositosis.

Sintesis Protein dalam Sel


Selain mekanisme transpor melalui membran, di dalam sel juga terjadi sintesis
protein. Sintesis protein berlangsung di ribosom. Bagaimana proses berlangsungnya
sintesis protein dalam sel? Lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut untuk mengetahui
mekanisme sintesis protein dalam sel.

Mengamati Mekanisme Sintesis Protein


1.

Perhatikan video animasi proses sintesis protein di alamat website berikut


dengan cermat dan teliti.
a. http://youtu.be/Ikq9AcBcohA
b. http://youtu.be/8nQH0GqFn6k
c. http://youtu.be/w8FSDQwumTw
Biologi Kelas XI

17

2.
3.
4.

5.
6.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai sintesis protein yang


meliputi proses serta hasilnya yang dihubungkan dengan pembentukan
struktur dan pengaturan aktivitas sel.
Catatlah informasi-informasi penting dari literatur yang Anda baca.
Selanjutnya, diskusikan permasalahan-permasalahan berikut dengan
menerapkan sikap mau bekerja sama dan berani mengemukakan pendapat
secara ilmiah dan kritis.
a. Bagaimana mekanisme sintesis protein dalam sel?
b. Apa peranan protein bagi proses pembentukan struktur sel?
c. Apa peranan protein bagi pengaturan aktivitas sel?
d. Apa keterkaitan antara sintesis protein dengan penyusunan struktur sel
dan penyusunan enzim atau hormon?
Untuk menambah bahan diskusi, Anda dapat membuat daftar pertanyaan
yang lain mengenai mekanisme sintesis protein.
Tuliskan hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Dari kegiatan Mari Bereksplorasi tersebut, Anda telah mempelajari mengenai


proses sintesis protein. Sintesis protein adalah proses penerjemahan gen menjadi urutan
asam amino yang akan disintesis menjadi polipeptida (protein). Sintesis
protein secara garis besar dibagi menjadi dua tahapan utama, yaitu proses pembuatan
molekul mRNA pada inti sel (transkripsi) dan proses penerjemahan mRNA oleh tRNA
serta perangkaian asam amino di ribosom (translasi).
a. Transkripsi
Proses transkripsi diawali dari sintesis RNA dari salah satu rantai DNA sense
atau rantai cetakan. Adapun rantai DNA komplemennya disebut rantai antisense.
Rentangan DNA yang ditranskripsi menjadi molekul RNA disebut unit transkripsi.
Transkripsi terdiri atas tiga tahap yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.
1) Inisiasi (Permulaan)
Proses inisiasi dimulai dari promoter, yakni daerah DNA yang
merupakan tempat melekatnya RNA polimerase. Promoter mencakup titik
awal (start point) transkripsi yaitu nukleotida yang menunjukkan dimulainya
sintesis protein (kodon start). Fungsi promoter untuk menentukan tempat
dimulainya transkripsi dan menentukan satu rantai DNA yang akan
digunakan sebagai cetakan.
2) Elongasi (Pemanjangan)
Elongasi terjadi saat RNA bergerak di sepanjang pilinan ganda DNA
terbuka secara berurutan. Enzim RNA polimerase menambahkan nukleotida
dari molekul RNA yang sedang tumbuh di sepanjang rantai DNA. Setelah
proses sintesis RNA selesai, rantai DNA terbentuk kembali dan molekul RNA
baru terlepas dari cetakannya.
3) Terminasi (Pengakhiran)
Proses transkripsi akan berhenti setelah sampai pada terminator, yakni
urutan DNA yang berfungsi menghentikan transkripsi (kodon terminasi).
b. Translasi
Translasi adalah proses pelekatan antara tRNA dengan asam amino dengan
bantuan enzim aminoasil-tRNA sintetase. Ribosom memudahkan pelekatan yang
18

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

spesifik antara antikodon tRNA dengan kodon mRNA selama sintesis protein.
Tahap translasi terdiri atas inisiasi, elongasi, dan terminasi.
1) Inisiasi
Ribosom kecil mengikatkan diri pada mRNA dan tRNA inisiator. Ribosom
melekat pada salah satu ujung mRNA. Di dekat pelekatan tersebut terdapat
kodon start AUG (yang membawa kode untuk membentuk asam amino
metionin). Kodon ini memberikan sinyal dimulainya proses translasi.
2) Elongasi
Tahap ini dimulai dengan terbentuknya asam-asam amino yang berikatan
dengan metionin. Molekul rRNA dari ribosom mengatalis pembentukan ikatan
peptida antara asam amino yang baru dengan ujung rantai polipeptida yang
sebelumnya terbentuk dari asam amino yang dibawa tRNA. Setelah itu, tRNA
keluar dari ribosom. Peristiwa ini berlangsung sampai terbentuk polipeptida.
3) Terminasi
Elongasi akan berhenti setelah ribosom mencapai kodon stop yaitu UAA,
UAG, atau UGA. Kodon stop berfungsi sebagai sinyal untuk menghentikan
translasi. Selanjutnya, polipeptida yang terbentuk akan lepas dari ribosom
menuju ke sitoplasma.
Proses terminasi diakhiri dengan terbentuknya rantai asam amino yang
sangat panjang, atau lebih sering dinamakan dengan rantai polipeptida. Rantai
polipeptida inilah yang kita sebut dengan protein.
Protein atau rantai polipeptida dari hasil sintesis protein merupakan rantai protein primer. Protein ini harus mengalami modifikasi agar bisa digunakan dalam tubuh.
Proses modifikasi dilakukan di badan Golgi. Hasil modifikasi ini dapat dibedakan
menjadi dua yaitu protein struktural dan protein dinamis (fungsional).
a. Protein Struktural
Protein struktural merupakan protein yang berperan dalam pembentukan
struktur sel. Sebagai contoh, protein integral dan protein perifer yang berada pada
membran sel. Sementara itu, protein struktural di dalam sel berperan untuk
membentuk kerangka sel yang disebut sitoskeleton. Sitoskeleton berupa jaringan
protein filamen yang memantapkan membran plasma sehingga menyokong stabilitas
bentuk sel. Protein filamen ini terdiri atas mikrofilamen, filamen tengah (filamen
intermediet), dan mikrotubulus. Mikrotubulus dibangun dari protein globuler yang
disebut tubulin. Filamen intermediat disusun dari keluarga protein yang beragam
disebut keratin. Mikrofilamen disusun dari protein globuler yang disebut aktin.
10 m

Tubulin dimer

10 m

Subunit aktin

25 nm

5 m

Subunit protein
Subunit serabut
7 nm

Sumber: Biologi, Campbell Reece dan Mitchell Jilid 1

Gambar 1.10 Mikrofilamen, filamen tengah, dan mikrotubulus

Biologi Kelas XI

19

b.

Protein Fungsional
Protein fungsional merupakan protein yang berperan dalam pengaturan
aktivitas sel, misalnya enzim dan hormon.
1) Enzim
Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang
berfungsi sebagai katalis dalam suatu reaksi kimia organik. Sebagian besar enzim
bekerja di dalam sel (enzim intraseluler), tetapi ada juga enzim yang dibuat di
dalam sel kemudian dikeluarkan dari dalam sel untuk menjalankan fungsinya
(enzim ekstraseluler). Contoh enzim intraseluler adalah enzim katalase. Enzim
ini banyak terdapat di organel peroksisom yang berfungsi memecah senyawa
H2O2 (hidrogen peroksida) yang bersifat toksik menjadi H2O dan O2. Adapun
contoh enzim ekstraseluler adalah enzim-enzim pencernaan, misalnya enzim
pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton.
2) Hormon
Hormon terdiri atas tiga jenis berdasarkan struktur kimiawinya yaitu
hormon yang terbuat dari protein atau peptida (hormon peptida), hormon
yang terbuat dari kolesterol (hormon steroid), dan hormon yang terbuat dari
asam amino (hormon tiroid). Jadi, protein merupakan salah satu bahan baku
untuk membuat hormon.
Hormon berperan mengatur homeostasis, metabolisme, reproduksi,
pertumbuhan, dan perkembangan. Homeostasis adalah pengaturan secara
otomatis dalam tubuh agar kelangsungan hidup dapat dipertahankan. Sebagai
contoh pengendalian tekanan darah, kerja jantung, dan kadar gula darah.

3.

Reproduksi Sel
Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai reproduksi sel, lakukan terlebih
dahulu kegiatan berikut.

1.
2.

3.
4.

20

Mengidentifikasi Proses Pembelahan Mitosis Sel


Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai proses pembelahan sel
secara mitosis. Bacalah literatur yang Anda peroleh dengan cermat dan teliti.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, diskusikan permasalahanpermasalahan berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan pembelahan mitosis?
b. Berdasarkan kemampuan untuk melakukan pembelahan, dapatkah sel
mengalami perubahan bentuk, ukuran, dan jumlahnya?
c. Apa hubungan antara pembelahan sel dengan aktivitas sel?
Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan lain tentang pembelahan sel
untuk menambah bahan diskusi. Agar diskusi dapat berjalan lancar, terapkan
sikap mau bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan berani mengemukakan
pendapat atau argumentasi dengan santun.
Buatlah laporan hasil tugas yang meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan
dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas dengan bahasa yang
santun dan mudah dipahami.

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

Reproduksi sel merupakan proses penggandaan materi genetik (DNA) yang


terdapat di dalam nukleus sehingga menghasilkan sel-sel anakan yang memiliki materi
genetik yang identik. Reproduksi sel dapat terjadi karena peristiwa pembelahan sel
secara mitosis.
Pembelahan mitosis adalah peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel
somatis serta menghasilkan dua sel anak dengan genotipe sama dan identik dengan
induknya. Pembelahan mitosis bertujuan untuk pertumbuhan dan regenerasi sel.
Perhatikan gambar pembelahan mitosis berikut.

Sumber: Biology, Champbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 1.11 Pembelahan mitosis

Sel melangsungkan pembelahan mitosis sehingga dapat mengalami perubahan


bentuk, ukuran, dan jumlahnya bertambah banyak. Bagaimana tahap-tahap pembelahan
mitosis? Lakukan percobaan berikut untuk mengamati tahap-tahap pembelahan mitosis.

Mengamati Tahap-Tahap Pembelahan Mitosis


A. Pendahuluan
Kromosom pada sel ujung
bawang merah yang sedang aktif
membelah relatif mudah diamati
dengan metode fiksasi dan pewarnaan sederhana. Kegiatan ini bertujuan
untuk mengamati tahap-tahap
pembelahan mitosis pada akar
bawang merah.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan
sikap mau bekerja sama dan bergotong
royong antaranggota kelompok. Setiap
anggotakelompok sebaiknya berperan aktif dalam melakukan kegiatan ini. Pada kegiatan ini dilakukan
pengamatan secara mikroskopis
sehingga diperlukan sikap teliti dan
tekun sehingga preparat dapat
diamati dengan jelas. Penggunaan

mikroskop dilakukan secara benar


dan sesuai dengan prosedur untuk
menghindari terjadinya kerusakan.
Selain itu, pada kegiatan ini juga
digunakan bahan-bahan kimia
sehingga perlu diperhatikan
dengan saksama cara penggunaan
bahan kimia tersebut dengan benar.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Mikroskop
2. Gelas preparat
3. Gelas penutup
4. Botol bekas selai
5. Pisau atau cutter
6. Pipet tetes
7. Gelas Arloji
8. Lampu spiritus
9. Kertas tisu
10. Karton hitam

Biologi Kelas XI

21

11.
12.
13.
14.
15.
C.

22

Jarum jala
Air
Larutan HCl 1M
Bawang merah segar
Larutan asetokarmin

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Bersihkan bagian pangkal bawang
merah dari sisa-sisa akar. Selanjutnya, masukkan bawang merah ke
dalam botol bekas selai yang berisi
air. Bagian pangkal bawang merah
harus selalu terendam air. Bungkus
botol berisi bawang merah tersebut
dengan kain hitam. Letakkan botol
tersebut di tempat gelap dan
hangat sampai akar bawang merah
tumbuh. Pertumbuhan akar membutuhkan waktu 37 hari.
2. Setelah akar tumbuh, angkat
bawang merah dari botol. Potong
ujung akar sepanjang 0,5 cm
dengan cutter.
3. Pindahkan potongan akar ke
dalam gelas arloji yang telah
berisi beberapa tetes HCl 1 M.
Rendamlah potongan akar
selama beberapa menit sehingga
menjadi lunak.
4. Letakkan potongan akar pada
gelas preparat menggunakan
jarum jala. Selanjutnya, tambahkan
satu tetes larutan asetokarmin.
5. Haluskan potongan akar tersebut
menggunakan jarum jala. Selanjutnya, lewatkan gelas preparat
tersebut di atas pembakar spiritus beberapa kali.
6. Tutup potongan akar pada gelas
preparat dengan gelas penutup.
Tekan pelan-pelan gelas penutup
agar potongan akar tersebut
menjadi pipih. Serap sisa larutan
asetokarmin dengan kertas tisu
pada bagian pinggir gelas
penutup.

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

7.
8.
9.

Amati preparat menggunakan


mikroskop.
Perhatikan sel-sel ujung akar
pada tahap interfase, profase,
metafase, anafase, dan telofase.
Gambarlah hasil pengamatan
Anda.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Tahap-tahap pembelahan apa
saja yang dapat Anda amati?
Pada tahap pembelahan apa
kromosom terlihat paling jelas?
2. Adakah sel-sel yang tidak
menunjukkan aktivitas pembelahan? Jelaskan kemungkinan
peristiwa yang terjadi pada sel
tersebut.
3. Mengapa pada percobaan ini
digunakan sel-sel yang berada di
ujung akar?
4. Apa dampak pembelahan mitosis bagi pertumbuhan tanaman
bawang merah tersebut? Apakah
tanaman tersebut akan berubah
bentuk dan ukuran?
5. Apa tujuan dari pembelahan mitosis tersebut?
6. Setelah melakukan kegiatan ini,
buatlah laporan yang berisi judul
kegiatan, tujuan kegiatan, alat
dan bahan, langkah-langkah
kegiatan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Anda telah mengamati tahap-tahap
pembelahan mitosis di atas. Sekarang,
cobalah Anda amati tahap-tahap
pembelahan mitosis pada preparat
awetan yang ada di sekolah Anda.
Selanjutnya, bandingkan hasil pengamatan pada preparat awetan dengan
preparat yang telah Anda buat.

Pada percobaan di atas, Anda telah mengamati tahap-tahap pembelahan mitosis pada akar
umbi bawang merah. Tanaman mengalami
pertumbuhan karena adanya penambahan jumlah
sel sebagai hasil pembelahan mitosis. Pertumbuhan
adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik
volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat
irreversible. Pertumbuhan pada tumbuhan umumnya terjadi pada daerah meristem (titik tumbuh)
di antaranya terdapat pada ujung akar dan ujung
batang. Adapun tahap-tahap pembelahan mitosis
meliputi profase, prometafase, metafase, anafase,
dan telofase.

Anda dapat mengamati tahaptahap pembelahan mitosis melalui


video di alamat website berikut.
1. http://youtu.be/JcZQkmooyPk
2. http://youtu.be/onga0ty9nc
3. http://youtu.be/C6hn35A0ip0
Perhatikan video tersebut
dengan cermat dan teliti agar dapat
menambah wawasan Anda
mengenai pembelahan mitosis.

Beberapa sel mengalami pertumbuhan abnormal dengan membelah secara tidak


terkendali. Sel-sel abnormal ini akan tumbuh membentuk benjolan (kanker) yang
dapat menyerang jaringan lain. Kanker merupakan penyakit yang menakutkan bagi
masyarakat. Sebenarnya, kanker merupakan penyakit yang dapat dipicu oleh pola
hidup yang tidak sehat. Menurut Anda, bagaimana cara menerapkan pola hidup
sehat agar dapat terhindar dari penyakit kanker? Tindakan apa saja yang harus
dilakukan untuk mencegah penyakit kanker?

1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan mekanisme transpor pasif dan transpor aktif pada
membran plasma?
Apa yang akan terjadi jika sel tumbuhan berada di larutan hipertonik?
Protein yang menyusun sel dapat dibedakan menjadi protein struktural dan protein fungsional. Apa yang dimaksud dengan protein struktural dan fungsional?
Di dalam sel berlangsung sintesis protein. Apa yang dimaksud dengan sintesis
protein? Di organel sel apa sintesis protein berlangsung?
Apa perbedaan antara pembelahan amitosis, mitosis, dan meiosis? Apa tujuan
sel melakukan pembelahan mitosis?

Buatlah model mengenai bioproses yang berlangsung di dalam sel. Anda dapat
menggunakan berbagai media untuk membuat model tersebut, misalnya
menggunakan program Microsoft Power Point, video animasi, atau charta. Pilihlah
salah satu bioproses yang terjadi di dalam sel, misalnya transpor aktif, transpor pasif,
sintesis protein, atau pembelahan mitosis. Kumpulkan tugas proyek ini kepada Bapak
atau Ibu Guru Anda.
Biologi Kelas XI

23

1.

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil yang menyusun tubuh
makhluk hidup. Sel sebagai unit struktural terkecil bermakna bahwa sel merupakan
penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup. Sel sebagai unit fungsional
terkecil bermakna bahwa di dalam sel berlangsung aktivitas kehidupan.
Berdasarkan strukturnya, sel dibedakan menjadi sel prokariotik (tidak memiliki
membran inti) dan sel eukariotik (memiliki membran inti).
Sel hewan dan sel tumbuhan termasuk sel eukariotik. Sel tumbuhan memiliki
dinding sel, vakuola yang besar, dan plastida. Sel hewan memiliki organel sentriol
yang berguna pada saat pembelahan sel.
Membran plasma bersifat semipermeabel sehingga dapat dilalui molekul-molekul
tertentu seperti glukosa, asam amino, gliserol, dan berbagai ion.
Mekanisme transpor melalui membran dapat dibedakan menjadi transpor aktif
dan transpor pasif. Transpor aktif terjadi dengan pompa ion, endositosis, dan
eksositosis. Transpor pasif berlangsung secara osmosis dan difusi.
Di dalam ribosom berlangsung sintesis protein. Hasil dari sintesis protein ini
digunakan untuk membentuk struktur sel (protein struktural) dan mengatur
aktivitas sel (protein fungsional).
Pembelahan sel dapat dibedakan menjadi amitosis, mitosis, dan meiosis.
Pembelahan mitosis bertujuan untuk melakukan pembentukan struktur tubuh
(pertumbuhan).

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Sel disebut sebagai unit fungsional terkecil dalam kehidupan karena . . . .
a. merupakan penyusun yang mendasar bagi tubuh makhluk hidup
b. di dalam sel terjadi berbagai reaksireaksi kimia kehidupan
c. dapat menurunkan sifat genetis
dari satu generasi ke generasi
berikutnya
d. semua jenis sel berasal dari sel
sebelumnya
e. sel tidak dapat dibagi-bagi lagi
menjadi lebih kecil
2. Komponen kimiawi sel yang termasuk
bahan anorganik adalah . . . .

24

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

a.
b.
c.
d.
e.

lemak
protein
karbohidrat
asam nukleat
garam-garam mineral

3. Polisakarida merupakan senyawa


kimia yang menyusun sel. Salah satu
contoh polisakarida struktural beserta
fungsinya yang benar adalah . . . .
a. glikogen sebagai sumber energi
b. amilum sebagai makanan cadangan
c. selulosa untuk membentuk dinding
sel
d. glikolipid dan glikoprotein sebagai
pembentuk inti sel
e. asam hialuronat sebagai unsur
penting penyusun membran sel

4. Perhatikan gambar
di samping dan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Tempat sintesis
protein.
2) Penghasil energi.
3) Pengatur pembelahan sel.
4) Pengendali seluruh kegiatan sel.
5) Pembawa informasi genetik.
Fungsi organel yang ditunjuk pada
gambar meliputi pernyataan nomor
....
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 4)
c. 2), 3), dan 4)
d. 2), 3), dan 5)
e. 3), 4), dan 5)
5. Perhatikan gambar membran sel
berikut ini!
1

7. Perhatikan ciri-ciri sel berikut ini!


I. Memiliki dinding sel yang tersusun dari zat selulosa yang kuat.
II. Memiliki membran sel yang tersusun dari lipoprotein yang
bersifat semipermeabel.
III. Memiliki organel sel yang khas
yaitu plastida yang berguna dalam
proses fotosintesis.
IV. Dapat mengalami perubahan
bentuk dalam proses perkembangannya.
V. Memiliki sentriol yang berperan
dalam proses pembelahan.
Dari pernyataan di atas yang merupakan ciri khas sel tumbuhan adalah . . . .
a. I, II, dan III
d. I, III, dan V
b. I, II, dan IV
e. II, IV, dan V
c. I, III, dan IV
8. Gambar di bawah ini menunjukkan
percobaan tentang osmosis.
X = glukosa

2
3
5

Lapisan fosfolipid yang bersifat hidrofilik ditunjukkan oleh nomor . . . .


a. 1
d. 4
b. 2
e. 5
c. 3
6. Perhatikan gambar sel hewan dan sel
tumbuhan di samping!
Organel X terdapat
pada sel tumbuhan,
tetapi tidak terdapat
X
pada sel hewan.
Organel X berperan
dalam proses . . . .
a. mengendalikan seluruh kegiatan
sel
b. mengontrol pertukaran zat
c. pembentukan karbohidrat
d. respirasi aerob dalam sel
e. sintesis protein

Y = air
Umbi kentang

Perbedaan permukaan larutan setelah


hari kedua adalah . . . .
a. X naik Y naik, sebab X dan Y
isotonik
b. X naik Y turun, sebab X
hipertonik dari Y
c. X turun Y naik, sebab X
hipertonik dari Y
d. X turun Y turun, sebab X dan Y
isotonik
e. X turun Y turun, sebab Y
hipertonik dari Y
9. Pada saat melakukan pengamatan sel
akar umbi bawang merah, kromosom
akan terlihat dengan jelas saat berada
pada tahap . . . .
a. profase
d. telofase
b. metafase
e. interfase
c. anafase
Biologi Kelas XI

25

10. Perhatikanlah gambar di bawah ini!

II

Mekanisme transpor I dan II secara


berurutan adalah . . . .
a. transpor aktif eksositosis dan
transpor pasif endositosis
b. transpor pasif eksositosis dan
transpor aktif endositosis
c. transpor aktif endositosis dan
eksositosis
d. transpor pasif endositosis dan
eksositosis
e. transpor pasif eksositosis dan
endositosis
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Lisosom berfungsi mencerna makromolekul secara intraseluler dan merusak
sel-sel asing. Bagaimana proses pencernaan oleh lisosom saat sel menelan
bakteri secara fagositosis? Jelaskan!

2. Seorang ilmuwan melakukan percobaan dengan membandingkan jumlah


mitokondria dari dua buah sel. Sel yang
pertama diambil dari otot betis seorang
pelari maraton, sedangkan sel yang
kedua diambil dari otot seorang
pemogram komputer yang jarang
berolahraga. Sel mana yang paling
banyak memiliki mitokondria? Jelaskan!
3. Dalam melakukan pemupukan tanaman,
diperlukan pemahaman mengenai
transpor pasif. Berdasarkan ilmu yang
telah Anda peroleh, bagaimana cara
pemupukan tanaman yang benar?
Jelaskan!
4. Sel hewan dan sel tumbuhan samasama mengalami pembelahan mitosis.
Apakah perbedaan pembelahan mitosis pada sel hewan dan sel tumbuhan?
Jelaskan jawaban Anda!
5. Di dalam sel berlangsung sintesis
protein. Apa keterkaitan antara sintesis
protein dengan pengaturan aktivitas
sel? Jelaskan jawaban Anda!

Sel merupakan bagian terkecil dari makhluk hidup. Meskipun berukuran sangat
kecil, di dalam sel terjadi suatu mekanisme kehidupan yang berjalan secara teratur.
Keteraturan ini merupakan karya Tuhan Yang Mahakuasa. Bagian dari ciptaan-Nya
yang berukuran sangat kecil pun tidak luput dari kekuasaannya. Oleh karena itu,
kita wajib bersyukur dengan anugerah Tuhan ini. Salah satu wujud syukur tersebut
yaitu dengan mengembangkan ilmu pengetahuan tentang sel untuk menemukan
produk-produk yang bermanfaat bagi manusia. Sebagai contoh di bidang peternakan
telah dikembangkan teknologi kawin suntik sehingga pembuahan sel telur oleh sperma
dapat dilakukan tanpa melibatkan pejantan. Selain itu, di bidang kedokteran diketahui
bahwa sel induk memiliki kemampuan membelah dan memperbarui diri secara
berulang kali untuk waktu yang lama.
Para ilmuwan membuat hipotesis bahwa sel induk pada suatu saat dapat digunakan
untuk pengobatan berbagai penyakit. Meski potensi sel induk bagi dasar terapi
pengobatan berbagai penyakit sangat besar, masih diperlukan berbagai penelitian
intensif untuk menjamin keberhasilan dan keamanan penggunaannya. Oleh karena
itu, diperlukan pola pikir yang ilmiah untuk mengembangkan suatu ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, cobalah untuk menemukan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi
kehidupan khususnya manusia.

26

Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan dan Bioproses pada Sel

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Tumbuhan
Mempelajari
Jaringan Penyusun
Organ Tumbuhan

Struktur dan Fungsi


Jaringan Tumbuhan

Meliputi

Dibedakan
Jaringan
Meristematik

Jaringan
Dewasa
Jaringan
Pelindung
Meliputi

Jaringan
Dasar
Jaringan
Penguat

Kultur
Jaringan
Dilaksanakan
berdasarkan

Jaringan
Penyusun
Akar
Jaringan
Penyusun
Batang

Sifat
Autonom

Sifat
Totipotensi

Jaringan
Penyusun
Daun

Jaringan
Pengangkut
Dikelompokkan

Berdasarkan
Asalnya
Meristem
Primer

Meliputi

Meristem
Sekunder
Berdasarkan
Letaknya
Meliputi
Meristem
Apikal

Meristem
Interkalar

Meristem
Lateral

Biologi Kelas XI

27

Sumber: http://goo.gl/lptrMo

Tanaman anggrek merupakan salah satu tanaman yang memiliki bunga dengan bentuk
dan warna yang beragam. Di Indonesia, tanaman anggrek banyak dibudidayakan untuk
tujuan komersial maupun hanya sekadar hobi. Tanaman anggrek berkembang biak secara
generatif menggunakan biji dan secara vegetatif menggunakan tunas yang keluar dari bagian
samping batang. Di alam, biji anggrek tidak bisa tumbuh menjadi tanaman anggrek tanpa
bersimbiosis dengan mikoriza. Hal ini disebabkan biji anggrek tidak memiliki cadangan
makanan (endosperm). Oleh sebab itu, dalam pembudidayaannya biji anggrek harus
ditanam pada medium buatan secara aseptis menggunakan teknik kultur jaringan
tumbuhan. Apa syarat-syarat bagian tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan melalui
teknik kultur jaringan? Bagaimana prosedur pelaksanaan kultur jaringan tumbuhan?

1.
2.
3.
4.

28

Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan


Jaringan penyusun akar, batang, dan daun
Sifat autonom dan totipotensi pada tumbuhan
Teknik kultur jaringan tumbuhan

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Jaringan
Organ
Pluripotensi
Totipotensi
Polipotensi
Eksplan

Akar, batang, serta daun merupakan organ tumbuhan yang disusun oleh berbagai
jaringan. Apakah jaringan penyusun akar, batang, serta daun tumbuhan itu sama?
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Selain
itu, Anda juga akan mempelajari teknologi yang berkaitan dengan jaringan tumbuhan,
yaitu teknik kultur jaringan. Kultur jaringan merupakan teknologi yang dapat digunakan
untuk menghasilkan berbagai varietas tanaman unggul.

A. Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan


Salah satu tanaman yang dapat dikembangkan dengan teknik kultur jaringan
tumbuhan adalah anggrek. Selain itu, dengan teknik kultur jaringan tumbuhan kita
dapat memperbanyak tumbuhan langka atau tumbuhan yang hampir punah dengan
cepat. Apa yang dimaksud dengan teknik kultur jaringan tumbuhan? Nah, untuk
mengetahuinya coba lakukan kegiatan berikut.

Mendeskripsikan Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan


1.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai kultur jaringan tumbuhan.

2.

Bacalah dengan cermat literatur yang Anda peroleh dan catatlah informasiinformasi penting dari literatur yang Anda baca!

3.

Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, jawablah pertanyaan-pertanyaan


berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan teknik kultur jaringan tumbuhan?
b. Apa tujuan dilakukan teknik kultur jaringan tumbuhan?
c. Mengapa hanya bagian tertentu pada tumbuhan yang dapat digunakan
sebagai bahan untuk kultur jaringan?

4.

Buatlah resume dari kegiatan ini dan kumpulkan kepada Bapak atau Ibu
Guru.

Setelah melakukan kegiatan di atas, Anda pasti telah mengetahui bahwa


pemanfaatan teknik kultur jaringan tumbuhan berasal dari pemahaman mengenai sel,
jaringan, dan organ tumbuhan. Apa saja jaringan yang menyusun tumbuhan? Anda
akan mempelajarinya lebih lanjut dalam uraian berikut.
Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi
yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut Histologi. Apabila sel-sel
yang berkumpul tersebut adalah sel-sel tumbuhan maka disebut jaringan tumbuhan
(Nugroho, Purnomo, dan Sumardi: 2006). Berdasarkan tipe struktur dan fungsi sel,
jaringan tumbuhan diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu jaringan
meristematik (embrional) dan jaringan permanen (dewasa). Coba lakukan kegiatan
Mari Bereksplorasi berikut untuk mengenal karakteristik jaringan tumbuhan.

Biologi Kelas XI

29

Mengidentifikasi Struktur Jaringan pada Tumbuhan


1.

Perhatikan gambar macam-macam jaringan tumbuhan berikut.

(a)

(b)

(c)

Sumber: www.biodidac.bio.vottawa.ca

Gambar 2.1 Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan

2.
3.

3.
4.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai struktur jaringan


penyusun tumbuhan.
Berdasarkan gambar dan informasi yang Anda peroleh, diskusikanlah bersama teman-teman Anda untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan
berikut.
a. Berdasarkan gambar, bagaimana struktur ketiga jaringan tersebut?
b. Di mana letak ketiga jaringan tersebut pada organ tumbuhan?
c. Apa fungsi masing-masing jaringan tersebut?
Buatlah daftar pertanyaan yang lain mengenai jaringan tumbuhan untuk
menambah bahan diskusi Anda. Saat berdiskusi, cobalah untuk menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai, berani bertanya, dan berargumentasi
dengan santun agar diskusi dapat berjalan dengan lancar.
Buatlah laporan dari hasil kegiatan ini yang meliputi judul, tujuan, hasil
pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda pasti telah mendapat sedikit gambaran tentang
bentuk dan struktur jaringan tumbuhan. Untuk menambah pemahaman Anda tentang
jaringan tumbuhan, simaklah uraian berikut ini.
1. Jaringan Meristem (Embrional)
Jaringan meristem merupakan jaringan yang masih aktif membelah dan belum
mengalami diferensiasi. Sel-sel penyusun jaringan meristem berukuran kecil,
dinding sel tipis, memiliki nukleus yang besar, mengandung banyak sitoplasma,
tidak memiliki ruang antarsel, tidak memiliki vakuola atau memiliki vakuola
berukuran sangat kecil, dan memiliki sifat totipotensi yang tinggi. Sel-sel
meristem ada yang berbentuk bulat, lonjong, kubus, atau prisma.

30

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Berdasarkan asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi dua macam, yaitu


meristem primer dan meristem sekunder.
a. Meristem primer, merupakan jaringan muda yang berasal dari perkembangan
sel-sel embrionik. Jaringan meristem primer terdapat di ujung akar dan ujung
batang. Aktivitas jaringan meristem primer mengakibatkan batang dan akar
bertambah panjang.
b. Meristem sekunder, berasal dari jaringan dewasa yang telah terhenti
pertumbuhannya, tetapi menjadi embrional kembali. Meristem sekunder
meliputi kambium dan kambium gabus. Kambium terdapat pada akar
maupun batang tumbuhan Dicotyledoneae dan Gymnospermae. Kambium
gabus terdapat pada kulit batang dan membentuk jaringan gabus yang sukar
dilalui air atau tidak dapat dilalui air. Pertumbuhan sekunder mengakibatkan
tumbuhan bertambah besar.
Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu
meristem apikal, meristem interkalar, dan meristem lateral. Perhatikan Gambar 2.2
dan Gambar 2.3.
a. Meristem apikal atau meristem ujung, terdapat di ujung batang atau ujung
akar. Meristem apikal menghasilkan pemanjangan akar dan batang tumbuhan
sehingga tanaman bertambah tinggi.
b. Meristem interkalar atau meristem antara, terdapat di antara jaringan dewasa
dan terdapat di pangkal ruas batang.
c. Meristem lateral atau meristem samping, terdapat sejajar dengan permukaan
organ tempat ditemukannya, contoh kambium dan kambium gabus (felogen).
Kambium ke arah luar membentuk floem dan ke arah dalam membentuk
xilem. Kambium gabus ke arah luar membentuk felem dan ke arah dalam
membentuk feloderm.
Tunas apikal

Meristem apikal
pada ujung batang

Meristem
lateral
Meristem
interkalar

Meristem
apikal

Meristem
dasar

Protoderm

Tunas
samping

Prokambium

Meristem apikal
pada ujung akar

2.

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 2.2 Letak jaringan meristem

Gambar 2.3 Struktur jaringan meristem

Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa terdiri atas sel-sel yang sudah berhenti membelah dan telah
mengalami diferensiasi. Jaringan dewasa memiliki beberapa karakteristik seperti
tidak ada aktivitas pembelahan sel, ukuran sel relatif lebih besar daripada sel-sel
meristematik, kadang-kadang sel telah mati, terdapat ruang antarsel, dinding sel
mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya, sitoplasma sedikit, dan vakuola
besar.
Biologi Kelas XI

31

Berdasarkan fungsinya, jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi jaringan


pelindung, jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.
a. Jaringan Pelindung
Jaringan pelindung pada tumbuhan berupa jaringan epidermis dan
jaringan gabus. Jaringan ini berfungsi melindungi tumbuhan dari pengaruh
luar yang merugikan.
1) Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar
dan menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Umumnya jaringan epidermis terdiri atas satu lapis sel dan susunannya rapat tanpa ruang antarsel.
Jaringan epidermis tersusun dari sel-sel hidup dan tidak berklorofil.
Klorofil terdapat pada sel penjaga dari stomata. Jaringan epidermis
berfungsi melindungi bagian/jaringan dalam tubuh tumbuhan dari
pengaruh buruk lingkungan atau patogen, menyerap air dan mineral
(khusus daerah akar), dan menyekresi lapisan lilin atau kutikula yang
bisa mencegah evaporasi (pada batang dan daun). Sebagian sel-sel
epidermis dapat berkembang menjadi alat-alat tambahan yang disebut
derivat epidermis, misalnya stomata dan trikomata.
2)

Jaringan Gabus
Epidermis
Jaringan
gabus
Feloderm

Kolenkim

Parenkim

Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 2.4 Letak jaringan gabus

Jaringan Dasar (Parenkim)


Perhatikan Gambar 2.5. Parenkim disebut jaringan dasar karena terletak
hampir di semua bagian tumbuhan. Jaringan parenkim memiliki ciri-ciri
sebagai berikut.
1) Sel-sel penyusunnya renggang sehingga
mempunyai banyak ruang antarsel.
Ruang antarsel ini digunakan untuk
Jaringan
kolenkim
pertukaran gas.
2) Dinding sel tipis dan mempunyai vakuola
besar untuk menyimpan makanan cadangan.
Jaringan
3) Sel-selnya berbentuk polihedral (segi
parenkim
banyak).
Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell
dibedakan menjadi lima macam, yaitu parenkim Gambar 2.5 Jaringan parenkim
asimilasi, parenkim pengangkut, parenkim dan kolenkim
penimbun, parenkim air, dan parenkim udara.



b.

Setelah batang tumbuh membesar, epidermis terdesak sehingga


pecah dan rusak. Akhirnya, epidermis
tidak aktif lagi dan fungsinya digantikan oleh jaringan gabus. Jaringan
gabus dibedakan menjadi tiga macam
yaitu eksodermis, endodermis, dan
peridermis. Pada bagian peridermis
terdapat felem, felogen, dan feloderm.
Cermati Gambar 2.4.

32

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

c.

Jaringan Penguat (Mekanik)


Jaringan penguat pada tumbuhan
digunakan untuk memperkukuh tubuh
Untuk menambah wawasan
tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan
Anda mengenai pembagian jaringan
sifatnya, jaringan penguat dibedakan
parenkim berdasarkan fungsi dan
menjadi jaringan kolenkim dan jaringan
bentuknya, bacalah uraian materi
sklerenkim.
dalam website berikut.
1. http://goo.gl/7Dn7q5
1) Jaringan Kolenkim
2. http://goo.gl/4Hx3xJ
Jaringan kolenkim memiliki ciriAnda juga dapat menginformasikan pengetahuan yang Anda
ciri sebagai berikut.
dapatkan tersebut kepada temana) Tersusun dari sel-sel hidup.
teman Anda.
Umumnya dijumpai di bawah
epidermis batang, tangkai daun,
tangkai bunga, ibu tulang daun,
dan buah. Kolenkim jarang
terdapat di akar.
Untuk memperdalam pengetahub) Dinding selnya tidak mengandung
an Anda mengenai letak dan bentuk
lignin, tetapi mengandung selulosa,
penebalan jaringan kolenkim, bukapektin, dan hemiselulosa sebagai
lah alamat website: http://goo.gl/
penguat pada organ-organ
37I1MJAnda dapat mencatat materi
yang ada di dalamnya untuk
tumbuhan yang masih muda
menambah referensi belajar.
atau bagian tubuh tumbuhan
yang lunak.
c) Merupakan penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif
mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan Gambar 2.6.
A
Sitoplasma

Dinding sel
yang menebal

Dinding sel
yang menebal

Lumen

Vakuola
Penampang melintang (A)

Nukleus
Penampang membujur (B)

Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 2.6 Struktur jaringan kolenkim

2)

Jaringan Sklerenkim
Perhatikan struktur jaringan sklerenkim pada Gambar 2.7. Jaringan
sklerenkim memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a) Terdiri atas sel-sel mati dengan dinding sel tebal.
b) Hanya terdapat pada organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan
pertumbuhan dan perkembangan.
c) Merupakan jaringan penguat dengan dinding sekunder yang tebal
dan terdiri atas lignin.

Biologi Kelas XI

33

a)

b)

Jaringan sklerenkim terdiri atas serabut sklerenkim dan sklereid.


Serabut sklerenkim, berupa benang panjang dalam berkas
pengangkut. Serabut biasanya merupakan suatu seludang yang
berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok yang
tersebar di dalam xilem dan floem.
Sklereid (sel batu), terdapat pada semua bagian tumbuhan terutama
di dalam kulit kayu, pembuluh tapis, buah, dan biji. Sklereid yang
terdapat soliter di antara sel-sel lainnya disebut idioblas. Sel-sel
sklereid juga dapat terhimpun menjadi kelompok sel keras di antara
sel-sel parenkim di sekelilingnya.
Dinding sel
yang menebal
Lumen
A. Penampang melintang
Dinding sel
yang menebal

Jaringan sklerenkim

B.

Lumen
Penampang membujur

Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 2.7 Struktur jaringan sklerenkim

d.

Jaringan Pengangkut
Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan pengangkut dibedakan
menjadi jaringan xilem dan jaringan floem.
1) Xilem
Xilem berfungsi mengangkut air dan unsur
hara dari akar ke daun. Sel-sel penyusun xilem
umumnya sudah mati dengan dinding
sekunder yang sangat tebal tersusun dari lignin sebagai jaringan penguat. Xilem terdiri atas
unsur trakeal (trakea dan trakeid), serabut
xilem, dan parenkim xilem.
a) Unsur trakeal, merupakan unsur yang
berperan dalam pengangkutan air dan zat
terlarut di dalamnya. Sel trakeal berbentuk memanjang, tidak mengandung
protoplas, dinding sel berlignin, dan
A
B
mempunyai bermacam-macam noktah.
Unsur trakeal terdiri atas trakea dan Sumber: Biology, Raven and Johnson
Gambar 2.8 Trakea (A) dan
trakeid. Perhatikan Gambar 2.8.
Trakeid (B)

34

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

b)

Serabut xilem, merupakan sel panjang dengan dinding sekunder


yang biasanya berlignin. Serabut xilem ada 2 macam, yaitu serabut
trakeid dan serabut libriform. Serabut trakeid mempunyai noktah
terlindung, ukuran pendek, dan dinding sel cenderung tipis. Serabut
libriform memiliki ukuran yang lebih panjang, dinding sel tebal, dan
mempunyai noktah sederhana. Perhatikan Gambar 2.9 berikut.
Parenkim
kayu
Trakeid
Serabut
xilem

Elemen pembuluh
(trakea)

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 2.9 Struktur jaringan xilem

c)

2)

Parenkim xilem, tersusun dari sel-sel yang masih hidup, dijumpai


pada xilem primer maupun sekunder. Parenkim xilem berfungsi
sebagai tempat makanan cadangan.

Floem
Floem berfungsi mengSerabut
angkut dan mengedarkan zatfloem
zat makanan hasil fotosintesis
Sel
tapis
dari daun ke seluruh bagian
tumbuhan. Floem terdiri atas
Parenkim
berbagai macam bentuk sel
hidup dan mati yaitu meliputi
unsur-unsur kibral (sel-sel tapis
Sel
dan komponen buluh tapis), sel
pengiring
pengiring, sel albumin, paren- Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell
kim floem, dan serabut floem. Gambar 2.10 Struktur jaringan floem
Perhatikan Gambar 2.10 di samping.
a) Sel tapis memiliki bentuk seperti tabung dengan ujung yang
berlubang-lubang. Sel tapis saling berhubungan dengan sel tapis
yang lainnya dan saling berlekatan antara dinding ujung sel di bawah
atau di atasnya. Deretan sel memanjang ini disebut pembuluh tapis.
b) Sel pengiring berupa deretan sel yang hidup dan menyerupai sel-sel
parenkim. Sel pengiring berperan dalam transportasi zat makanan.
Sel pengiring tidak dijumpai pada tumbuhan Gymnospermae dan
Pteridophyta.
c) Sel albumin terletak di dekat sel tapis yang merupakan sel parenkim
kaya akan zat albumin. Sel albumin menyusun jari-jari empulur. Sel
albumin hanya dapat ditemukan pada tumbuhan Gymnospermae.
Sel albumin diduga mempunyai fungsi yang sama dengan sel pengiring.

Biologi Kelas XI

35

d)
e)

Parenkim floem, merupakan parenkim yang terletak di bagian buluh


tapis yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan amilum,
lemak, dan zat organik lainnya.
Serabut floem berbentuk panjang dan ujung-ujungnya saling
berimpitan. Dinding sel serabut floem mengalami penebalan
sekunder sehingga berfungsi sebagai penguat floem.

Anda telah mengetahui bahwa jaringan memiliki letak dan fungsi yang berbedabeda. Anda dapat menggunakan pengetahuan yang telah Anda peroleh untuk
memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan jaringan tumbuhan. Sebagai
contoh, teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif. Jika ada seseorang yang ingin
memperbanyak tanaman mangga secara vegetatif untuk menghasilkan keturunan
yang identik dengan induknya dan cepat berbuah, apa yang akan Anda lakukan
untuk membantu orang tersebut? Kembangkan pola pikir ilmiah Anda berdasarkan
pengetahuan yang telah Anda pelajari mengenai jaringan tumbuhan.

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan secara singkat mengenai macam-macam jaringan pada tumbuhan!


Stomata dan trikomata merupakan derivat epidermis. Apa fungsi kedua derivat
epidermis tersebut?
Sebutkan macam-macam jaringan parenkim berdasarkan fungsinya!
Jaringan penguat dibedakan menjadi jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
Apa perbedaan kedua jaringan tersebut? Jelaskan!
Apa fungsi jaringan xilem dan floem?

B. Jaringan Penyusun Organ Tumbuhan


Pada subbab sebelumnya telah dibahas mengenai berbagai jaringan pada
tumbuhan. Berbagai jaringan tersebut akan membentuk organ dan melakukan fungsi
khusus. Organ pokok pada tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun. Untuk
menambah wawasan Anda tentang jaringan penyusun organ tumbuhan, lakukan
kegiatan berikut.

36

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Mengidentifikasi Struktur Jaringan Penyusun Organ Tumbuhan


1.

2.
3.

5.
6.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai jaringan penyusun


organ pada tumbuhan Monocotyledoneae, Dicotyledoneae, Gymnospermae,
serta tumbuhan lumut dan tumbuhan paku. Bacalah literatur tersebut
dengan cermat dan teliti.
Catatlah informasi-informasi penting berdasarkan literatur yang Anda baca.
Diskusikan bersama kelompok Anda untuk menemukan solusi dari
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Jaringan apa saja penyusun organ akar, batang, dan daun tumbuhan?
b. Apakah ada kaitannya antara struktur anatomi organ dengan fungsi
organ? Jelaskan!
c. Apa perbedaan struktur jaringan penyusun organ pada tumbuhan
Monocotyledonae dan Dicotyledoneae?
d. Bagaimanakah struktur jaringan penyusun organ pada tumbuhan
lumut, paku, dan Gymnospermae?
Buatlah daftar pertanyaan lain tentang jaringan penyusun organ tumbuhan
berdasarkan literatur yang Anda baca. Saat berdiskusi jangan lupa untuk
menerapkan sikap mau bekerja sama, saling menghormati, dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.
Buatlah laporan dari hasil kegiatan ini yang meliputi judul, tujuan, hasil
pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda dengan bahasa yang sopan dan
santun serta mudah dipahami.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membuka wawasan Anda mengenai jaringan


penyusun organ pada tumbuhan. Organ pada tumbuhan tersusun dari berbagai
jaringan yang melakukan fungsi tertentu. Uraian berikut ini akan mengulas jaringan
penyusun organ pada tumbuhan meliputi struktur dan fungsinya masing-masing.
1.

Akar (Radix)
Akar merupakan organ tumbuhan yang biasanya berada di bawah tanah,
meskipun ada juga yang berada di permukaan tanah. Akar berasal dari akar
lembaga (radikula). Akar lembaga pada tanaman Dicotyledoneae tumbuh terus
sehingga membentuk akar tunggang, sedangkan akar lembaga pada tanaman
Monocotyledoneae mati dan kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akarakar dengan ukuran sama sehingga membentuk akar serabut.
Akar berkembang dari meristem apikal di ujung akar. Pertumbuhan primer
akan mendorong akar menembus tanah. Ujung akar ditutupi oleh tudung akar
(kaliptra), yang secara fisik melindungi meristem yang rapuh pada saat akar
memanjang menembus tanah yang abrasif (Campbell, Reece, dan Mitchell, 2003).
Pembelahan meristem apikal membentuk zona pemanjangan sel, zona diferensiasi
sel, dan zona pendewasaan sel.

Biologi Kelas XI

37

Akar tumbuhan tersusun oleh


Akar

samping

beberapa jaringan, seperti terlihat

pada Gambar 2.11.


Perikambium

Zona
a. Epidermis, terdiri atas satu
Epidermis

pedewasaan
lapis sel, susunan sel-sel rapat,
sel
Rambut

akar
dinding sel tipis sehingga

mudah dilewati air. Sel epi


Korteks

dermis akar dapat mengalami

Endodermis

modifikasi menjadi rambut


Floem
akar yang berfungsi untuk mem

Xilem
perluas bidang penyerapan.

Zona diferensiasi
b. Korteks terletak langsung di
Silinder
sel
pusat

bawah epidermis, tersusun

Tudung
Zona pemanjangan
berlapis-lapis, sel-selnya tidak
akar
sel
tersusun rapat sehingga meSumber: Hamparan Dunia Ilmu TimeLife, Tira Pustaka
miliki banyak ruang antarsel,
Gambar 2.11 Struktur morfologi akar
dan dinding selnya tipis.
Korteks sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim, kolenkim, serta
sklerenkim. Parenkim pada korteks beberapa jenis tumbuhan berfungsi untuk
tempat menyimpan makanan cadangan. Lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi endodermis.
c. Endodermis, merupakan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.
Endodermis berupa satu lapis sel, tersusun rapat, dan dinding selnya
mengalami penebalan gabus dari suberin dan kutin sehingga membentuk
penebalan berupa pita yang disebut pita kaspari. Sel-sel endodermis yang
tidak mengalami penebalan disebut dengan sel penerus/sel peresap sehingga
memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
d. Stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar. Silinder pusat
terdiri atas berbagai jaringan berikut.
1) Perisikel/perikambium merupakan lapisan terluar dari stele dan terletak
di sebelah dalam endodermis. Jaringan perisikel tersusun dari sel-sel
parenkim yang menebal. Jaringan perisikel berfungsi untuk membentuk
cabang akar dan berperan dalam pertumbuhan sekunder.
2) Berkas pengangkut yang terdiri atas xilem dan floem.
3) Empulur terdiri atas parenkim dan terletak di bagian paling dalam atau
di antara berkas pengangkut.
Ada perbedaan yang nyata antara struktur akar tumbuhan Dicotyledoneae
dan Monocotyledoneae, seperti terlihat dalam Tabel 2.1 serta Gambar 2.12.

38

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Tabel 2.1 Perbedaan Struktur Akar Tumbuhan Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae


No.

Pembeda

Akar Dicotyledoneae

Akar Monocotyledoneae

1.

Xilem

Berbentuk bintang di pusat, tersusun


radial atau membentuk jari-jari
bersama dengan floem. Berkas xilem
bervariasi dari diarchhexarch.

Berdekatan dengan floem.


Berkas xilem disebut polyarch.

2.

Floem

Letaknya di antara jari-jari yang


dibentuk oleh xilem, dipisahkan oleh
kambium (kolateral terbuka)

Letaknya berdekatan dengan


xilem dan tidak dipisahkan oleh
kambium (kolateral tertutup)

3.

Empulur

Tidak ada atau ada tetapi kecil

Ada dan kadang berkembang


menjadi sklerenkim

4.

Perisikel

Membentuk cabang akar dan meristem


sekunder

Hanya membentuk cabang akar

5.

Kambium

Ada

Tidak ada

Epidermis
Endodermis
Perisikel
Floem
Pembuluh
xilem
Kambium
Korteks

Epidermis
Endodermis
Perisikel
Xilem
Floem
Empulur
Korteks

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 2.12 Penampang melintang akar tanaman Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae

2.

Batang (Caulis)
Umumnya batang terletak di atas tanah dan tumbuh ke atas menuju cahaya
matahari. Batang biasanya berbentuk bulat dan mempunyai buku atau ruas. Batang
tersusun dari epidermis, korteks, dan stele.
a. Epidermis, tersusun oleh satu lapis sel, tanpa ruang antarsel, dinding luar
mengalami penebalan dari kutin yang disebut kutikula, dan pada tumbuhan
kayu yang tua terdapat kambium gabus. Derivat epidermis pada batang
berupa lentisel, trikoma, sel silika, dan sel gabus.
b. Korteks mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim,
serta sklerenkim. Pada Monocotyledoneae, korteks hampir tidak bisa
dibedakan dengan stele.
c. Stele, terdiri atas perisikel yang bersifat meristematis, sel parenkim (empulur),
dan berkas pengangkut (xilem dan floem).

Biologi Kelas XI

39

Ada beberapa perbedaan struktur batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae,


seperti tertera dalam Tabel 2.2 serta Gambar 2.13.
Tabel 2.2 Perbedaan Struktur Batang Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae
No.

Pembeda

Dicotyledoneae

Monocotyledoneae

1.

Korteks

Terdiri atas beberapa lapis sel parenkim

Parenkim berkesinambungan sampai


bagian tengah batang

2.

Endodermis

Terlihat sebagai lapisan sel kompak bergelombang

Tidak tampak

3.

Perisikel

Terdiri atas parenkim dan sklerenkim

Tidak terdiferensiasi

4.

Jari-jari
empulur

Berupa deretan parenkim di antara


berkas pengangkut

Tidak ada

5.

Empulur

Merupakan parenkim sentral yang


terletak di tengah batang, pada batang
tua tidak ada

Tidak ada

6.

Berkas
pengangkut

7.

Kambium

Tipe kolateral terbuka atau bikolateral


Tersusun dalam lingkaran
Ukuran seragam
Terdapat parenkim floem
Tidak ada sarung berkas pengangkut

Ada

Epidermis
Kolenkim
Parenkim
Endodermis
Sklerenkim

Floem
Empulur

Tipe kolateral tertutup atau konsentris amfivasal


Tersusun tersebar
Ukuran semakin ke tengah semakin
besar
Tidak ada parenkim floem
Sarung berkas pengangkut jelas

Tidak ada

Epidermis

Floem
Xilem

Xilem
Jari-jari empulur
Kambium vaskular
Perisikel

Batang Dicotyledoneae tua

Berkas
pengangkut

Batang Monocotyledoneae tua

Sumbur: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 2.13 Penampang melintang batang tanaman Dicotyledoneae dan Monocotyledoneae

Kambium pada tumbuhan Dicotyledoneae dibedakan menjadi dua tipe, yaitu


kambium intravaskuler dan kambium intervaskuler.
a. Kambium intravaskular, kambium terletak di antara xilem dan floem.
b. Kambium intervaskular, kambium terletak di antara dua berkas pengangkut.
Aktivitas kedua kambium tersebut mengakibatkan diameter batang bertambah
besar karena adanya pertumbuhan sekunder.

40

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

3.

Daun (Folium)
Daun merupakan bagian tumbuhan yang mengandung klorofil paling banyak.
Daun umumnya berupa lembaran dan berwarna hijau. Daun melekat pada bukubuku batang tumbuhan. Daun tersusun dari jaringan epidermis, mesofil, berkas
pengangkut, dan jaringan tambahan.
a. Epidermis, merupakan lapisan terluar daun, umumnya terdiri atas satu lapis
sel, dan dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau
lignin. Epidermis daun terdiri atas dua bagian, yaitu epidermis atas dan bawah.
Umumnya epidermis atas lebih tebal dibanding epidermis bawah karena
dilapisi kutikula untuk mencegah penguapan yang terlalu besar. Pada
epidermis terdapat stomata/mulut daun untuk berlangsungnya pertukaran
gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. Derivat epidermis daun lainnya adalah
trikomata dan sel kipas. Trikomata berfungsi untuk mengurangi penguapan
dan mengurangi gangguan hewan. Sel kipas berfungsi untuk mengurangi
penguapan dengan menggulungnya daun.
b. Mesofil, terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil pada
daun Dicotyledoneae terdiri atas parenkim palisade (jaringan tiang) dan
parenkim spons (jaringan bunga karang). Keduanya mengandung banyak
klorofil, akan tetapi klorofil pada parenkim palisade lebih banyak dibanding
pada parenkim spons. Palisade tersusun dari sel-sel yang rapat dan berbentuk
lonjong. Sementara itu, sel-sel penyusun parenkim spons renggang sehingga
banyak terdapat rongga-rongga antarsel yang memudahkan terjadinya
pertukaran gas. Mesofil pada daun Monocotyledoneae hanya terdiri atas
parenkim spons (bunga karang).
c. Berkas pengangkut terdiri atas floem dan xilem yang terletak di tulang daun,
cabang daun, dan urat daun.
d. Jaringan tambahan, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.
Melalui pengamatan mikroskopis, dapat dilihat dengan jelas adanya
perbedaan antara daun Dicotyledoneae dengan daun Monocotyledoneae.
Perbedaan itu terletak pada jaringan mesofil. Jaringan mesofil pada daun
Dicotyledoneae terdiri atas jaringan parenkim palisade dan parenkim spons,
sedangkan jaringan mesofil pada daun Monocotyledoneae hanya terdiri atas
jaringan spons. Perhatikan Gambar 2.14 dan Gambar 2.15.
Epidermis atas
Parenkim palisade
Parenkim spons
(jaringan bunga karang)
Epidermis bawah
Berkas pengangkut
Sel penutup
Stomata
Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 2.14 Struktur jaringan daun Dicotyledoneae

Biologi Kelas XI

41

Stomata

Kutikula
Epidermis atas
Sklerenkim

Rongga
udara
Xilem
Parenkim
spons
Floem

Selubung sel
parenkim
Sklerenkim
Epidermis bawah
Kutikula

Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 2.15 Struktur jaringan daun Monocotyledoneae

Banyak sekali penemuan hebat


di dunia yang terinspirasi dari
struktur tumbuhan. Misal penemuan lotusan pada gedung pencakar
langit, penemuan fondasi cakar
ayam, dan penemuan velcro pada
baju. Oleh karena itu, biologi berkaitan erat dengan perkembangan
teknologi. Untuk menambah wawasan Anda mengenai teknologi
tersebut, bukalah website di bawah
ini.
1. http://goo.gl/FFs4So
2. http://goo.gl/n32MiM
3. http://goo.gl/d6PFVF

Organ pokok pada tumbuhan terdiri atas


akar, batang, dan daun. Ketiga organ tersebut
tersusun dari bermacam-macam jaringan.
Selain itu, jaringan pada organ tumbuhan
Monocotyledoneae berbeda dengan tumbuhan
Dicotyledoneae. Sekarang lakukan kegiatan
berikut untuk lebih mengetahui struktur anatomi organ tumbuhan
Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Terapkan pola pikir ilmiah dalam
melakukan pengamatan.

Mengidentifikasi Perbedaan Jaringan Penyusun Organ Tumbuhan


Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae
A. Pendahuluan
Organ merupakan kumpulan
beberapa jaringan yang secara
bersama-sama melakukan fungsi
khusus. Organ pokok tumbuhan
terdiri atas akar, batang, dan daun.
Ada beberapa perbedaan struktur
organ tumbuhan Monocotyledoneae
dan Dicotyledoneae. Kegiatan ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan jaringan penyusun organ
tumbuhan Monocotyledoneae dan
Dicotyledoneae.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap mau bekerja sama dan gotong
royong antaranggota kelompok.
Dalam melakukan indetifikasi diperlukan sikap teliti, cermat, dan jujur.

42

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Selain itu, keselamatan kerja saat


melakukan pengamatan juga harus
diperhatikan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan,
misalnya teriris atau terjadi kerusakan alat. Penggunaan mikroskop
dilakukan sesuai prosedur agar
objek yang diamati terlihat jelas dan
untuk menghindari terjadinya
kerusakan pada mikroskop.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Akar, batang, dan daun jagung
2. Akar, batang, dan daun bayam
3. Silet
4. Gelas penutup
5. Gelas preparat
6. Air
7. Pipet tetes
8. Mikroskop cahaya

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Buatlah sayatan tipis dari akar
jagung menggunakan silet
dengan arah melintang.
2. Teteskan air pada gelas preparat dan letakkan sayatan akar
jagung di atasnya.
3. Tutuplah preparat menggunakan gelas penutup.
4. Amati preparat menggunakan
mikroskop. Gunakan perbesaran lemah terlebih dahulu.
Setelah objek dapat diamati,
gantilah dengan perbesaran
kuat sehingga objek dapat
terlihat lebih jelas.
5. Gambarlah hasil pengamatan
Anda pada buku kerja.
6. Lakukan langkah yang sama
untuk akar bayam, batang
jagung, batang bayam, daun
jagung, dan daun bayam.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Jaringan apa saja yang menyusun akar, batang, dan daun
Monocotyledoneae?

2.
3.

4.

Jaringan apa saja yang menyusun akar, batang, dan daun


Dicotyledoneae?
Jelaskan perbedaan struktur
anatomi akar, batang, dan daun
Monocotyledoneae dengan
Dicotyledoneae!
Buatlah laporan dari hasil
percobaan ini yang meliputi
judul percobaan, tujuan, alat
dan bahan, langkah-langkah
kegiatan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.

D. Unjuk Kreativitas
Buatlah preparat potongan melintang
akar, batang, dan daun tumbuhan
paku. Pilihlah tanaman yang mudah
ditemukan di lingkungan sekolah.
Amatilah preparat tersebut menggunakan mikroskop. Gambarlah
setiap hasil pengamatan Anda pada
buku kerja. Bandingkan hasil
pengamatan Anda dengan bukubuku referensi di sekolah Anda!

Anda telah mempelajari struktur tubuh tumbuhan. Sel menyusun jaringan,


jaringan menyusun organ, dan masing-masing organ menjalankan fungsinya di
dalam sistem organ sehingga proses kehidupan dapat berjalan dengan semestinya.
Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah
menciptakan keteraturan dan kompleksitas pada struktur makhluk hidup.

Setelah mempelajari materi tentang organ pokok pada tumbuhan, Anda tentu
sudah paham mengenai struktur dan fungsi masing-masing jaringan penyusun
organ tersebut. Organ batang misalnya tersusun dari jaringan yang berfungsi dalam
pengangkutan air dan unsur hara dari akar menuju daun serta pengangkutan hasil
fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh. Namun, proses pengangkutan air dan unsur
hara pada batang suatu tanaman dapat terganggu. Salah satu penyebabnya adalah
yaitu tanaman benalu yang menempel pada batang tanaman tersebut. Tanaman
benalu merupakan tanaman parasit yang mengambil air dan unsur hara dari tanaman
inang. Apa yang akan Anda lakukan jika melihat batang tanaman di sekitar Anda
ditempeli oleh tanaman benalu? Menurut Anda, jaringan apa saja yang dapat ditembus
oleh akar benalu untuk mendapatkan air dan unsur hara dari batang tanaman inang?

Biologi Kelas XI

43

1.
2.
3.

Organ pokok tumbuhan terdiri atas akar, batang, dan daun. Sebutkan jaringan
penyusun masing-masing organ tersebut?
Apa perbedaan struktur akar, batang, serta daun tumbuhan Monocotyledoneae
dan Dicotyledoneae? Jelaskan!
Sebutkan perbedaan jaringan mesofil palisade dan mesofil spons pada daun!

C. Kultur Jaringan Tumbuhan


Setelah Anda mempelajari jaringan penyusun organ tumbuhan, tentunya Anda
menjadi lebih paham mengenai struktur tumbuhan. Pemahaman tentang sel, jaringan,
dan organ tumbuhan sangatlah berperan dalam melestarikan sumber daya alam hayati.
Dengan mengetahui struktur pada tumbuhan, kita dapat memperbanyak tumbuhan
langka atau tumbuhan yang hampir punah. Tentu saja cara perbanyakan ini menggunakan teknologi yang semakin berkembang. Salah satu metode perbanyakan tersebut
menggunakan teknik kultur jaringan tumbuhan. Untuk menambah wawasan Anda
mengenai hubungan struktur tumbuhan dengan teknik kultur jaringan, lakukan
kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Sifat-Sifat Jaringan Meristematik dan Kaitannya dengan


Dasar Kultur Jaringan
1.

2.
3.

4.

44

Perhatikan dengan cermat artikel tentang kultur jaringan tumbuhan dalam


website berikut.
a. http://goo.gl/r2fc7X
b. http://goo.gl/yYwfBp
Catatlah istilah-istilah penting selama Anda menyimak artikel dalam website
tersebut.
Diskusikan secara berkelompok pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan sifat autonom, totipotensi, pluripotensi,
dan polipotensi?
b. Apa kaitan sifat-sifat tersebut dengan teknik kultur jaringan?
Saat berdiskusi, terapkan sikap mau bekerja sama dan cinta damai serta berani
mengemukakan argumentasi secara sopan dan santun.
Buatlah laporan hasil kegiatan yang meliputi judul, tujuan, hasil
pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan. Presentasikan laporan
kelompok Anda di depan kelas.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Setelah melakukan kegiatan di atas, Anda pasti lebih paham tentang sifat-sifat sel
dan kaitannya dengan dasar kultur jaringan. Untuk memperjelas pemahaman Anda,
simaklah uraian berikut.
Sel tumbuhan memiliki sifat autonom dan totipotensi. Autonom berarti dapat mengatur aktivitas
hidupnya sendiri. Adapun totipotensi adalah
kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi
Theodor Schwan (18101882)
menjadi tanaman lengkap kembali. Prinsip inilah
bersama dengan Jacob Schleiden
yang menjadi dasar pelaksanaan teknik kultur
(18041881) merupakan tokoh yang
jaringan.
menyatakan bahwa sel merupakan
unit struktural terkecil pada makhluk
Kultur jaringan adalah cara perbanyakan
hidup. Untuk lebih mengenal Theodor
tumbuhan secara in vitro dengan cara mengisolasi
Schwan, bacalah artikel dalam website
bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau
http://goo.gl/6KxVkd.
organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada
medium buatan secara aseptis (bebas hama) agar
bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi
tanaman lengkap kembali. Kultur jaringan dilakukan di laboratorium khusus yang
steril dengan pencahayaan dan suhu terkontrol. Bagian kecil dari tanaman (sel, jaringan,
dan organ) yang digunakan dalam kultur jaringan disebut eksplan. Eksplan diambil
dari bagian yang masih muda (primordial), sel-selnya masih bersifat meristematis,
dan belum mengalami proses diferensiasi. Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan
memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan teknik kultur jaringan sebagai
berikut.
1. Merupakan cara untuk menghasilkan bibit
tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu
singkat.
2. Tidak memerlukan tempat luas.
Anda dapat mencermati tentang
3. Tidak bergantung pada musim sehingga bisa
prosedur pembuatan kultur jaringan
dilaksanakan sepanjang tahun.
melalui alamat http://youtu.be
Xf02fRqa_54. Unduhlah video ter4. Bibit yang dihasilkan lebih sehat dan seragam.
sebut dan gunakan untuk menambah
5. Memungkinkan untuk dilakukan rekayasa
wawasan Anda.
genetika.
Adapun kekurangan teknik kultur jaringan sebagai berikut.
1. Memerlukan biaya besar karena harus dilakukan di dalam laboratorium yang steril
serta menggunakan bahan-bahan kimia.
2. Memerlukan keahlian khusus.
3. Memerlukan aklimatisasi ke lingkungan luar karena tanaman hasil kultur
berukuran kecil dan bersifat aseptik.
Anda tentu sudah tahu bahwa pelaksanaan teknik kultur jaringan tumbuhan
memanfaatkan bagian-bagian dari tumbuhan itu sendiri (sel, jaringan, dan organ). Oleh
sebab itu, kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi secara arif dan bijaksana.
Pelaksanaan teknik kultur jaringan mempunyai beberapa tujuan berikut.
1. Menghasilkan tanaman dalam jumlah besar dengan lahan yang tidak terlalu luas
dan waktu singkat.
2. Menghasilkan tanaman yang bebas penyakit.
3. Melestarikan jenis tanaman yang sudah langka.
4. Mempertahankan sifat-sifat tanaman induk.
5. Menghasilkan varietas tanaman baru dengan teknik kultur fusi protoplas.
Biologi Kelas XI

45

Semua peralatan dan kegiatan yang dilakukan dalam kultur jaringan harus aseptik
agar bagian tanaman yang dikultur bisa tumbuh menjadi individu baru. Jika tidak
steril, akan terjadi kontaminasi oleh bakteri, jamur, atau virus yang dapat mengakibatkan eksplan menjadi rusak. Keberhasilan kultur jaringan ditentukan oleh
beberapa faktor berikut.
1. Eksplan yang digunakan, misal umur eksplan, ukuran eksplan, kondisi tanaman
induk, dan genetik eksplan.
2. Perbandingan komposisi senyawa kimia dalam medium tanam.
3. Kondisi lingkungan, misal cahaya, suhu, kelembapan, pH, dan kepadatan media.
4. Kondisi kultur dan lingkungan yang steril.
Beberapa teknik kultur jaringan berdasarkan eksplan yang digunakan sebagai
berikut.
1. Kultur meristem, eksplan yang digunakan berupa jaringan meristem.
2. Kultur kloroplas, eksplan berupa kloroplas dan biasanya digunakan untuk fusi
protoplasma.
3. Kultur pollen atau kultur anther, eksplan yang digunakan berupa putik atau benang
sari.
4. Kultur fusi protoplas, eksplan berupa protoplas.

Mendeskripsikan Prosedur Pembuatan Kultur Jaringan Tumbuhan


1.
2.

3.

Carilah artikel dari berbagai referensi (buku, jurnal, atau internet) yang
menjelaskan prosedur pembuatan kultur jaringan tumbuhan.
Tulis kembali artikel tersebut menggunakan bahasa Anda sendiri. Lengkapi
tulisan Anda dengan gambar tahapan-tahapan dalam pembuatan kultur
jaringan tumbuhan. Kembangkan kreativitas Anda dalam tugas ini agar
hasilnya memuaskan.
Kumpulkan hasil tugas ini kepada Bapak atau Ibu Guru Anda.

Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas karena memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga memiliki hutan tropis yang
sangat luas. Hutan tersebut menyimpan berbagai macam tumbuhan khas yang
umumnya tidak dapat ditemukan di tempat lain. Namun, seiring dengan meluasnya
alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan dan pemukiman membuat tumbuhan
khas tersebut semakin langka serta terancam punah. Sebagai generasi muda yang
memiliki pola pikir ilmiah, apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasi
permasalahan tersebut?

46

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

1.
2.

3.

Sel tumbuhan memiliki sifat autonom dan totipotensi yang menjadi dasar teknik
kultur jaringan tumbuhan. Apa yang dimaksud sifat autonom dan totipotensi?
Tanaman yang dibudidayakan menggunakan teknik kultur jaringan umumnya
merupakan tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Sebutkan tahapan-tahapan
pelaksanaan teknik kultur jaringan!
Perbanyakan tanaman secara kultur jaringan memiliki beberapa kelebihan dan
kekurangan. Sebutkan masing-masing tiga kelebihan dan kekurangan kultur
jaringan!

Teknik rekayasa genetika merupakan teknik pemuliaan tanaman yang bertujuan


memperbaiki sifat-sifat suatu tanaman dengan menambahkan sifat-sifat unggul. Sifatsifat tersebut misalnya ketahanan terhadap hama, cuaca, maupun lingkungan yang
kurang menguntungkan. Dalam aplikasinya, berbagai teknik rekayasa genetika
dikembangkan melalui kultur jaringan. Berdasarkan informasi tersebut, lakukan studi
literatur mengenai berbagai teknik rekayasa genetika pada tumbuhan dan
hubungannya dengan kultur jaringan. Tuliskan informasi yang ada dalam literatur
tersebut dalam bentuk artikel sederhana. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber
literatur yang Anda pakai. Kumpulkan hasilnya kepada Bapak atau Ibu Guru Anda.

1.

2.

3.

4.

Jaringan merupakan sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi sama
serta melaksanakan tugas tertentu. Jaringan tumbuhan dibedakan menjadi dua
kelompok, yaitu jaringan meristematik (embrional) dan jaringan permanen
(dewasa). Jaringan dewasa memiliki fungsi yang bermacam-macam. Berdasarkan
fungsinya inilah jaringan dewasa dapat dibedakan menjadi jaringan pelindung,
jaringan dasar, jaringan penguat, dan jaringan pengangkut.
Sekumpulan jaringan pada tumbuhan akan menyusun organ atau alat-alat tubuh
tumbuhan. Organ pokok pada tumbuhan tersebut terdiri atas akar, batang, dan
daun.
Akar tersusun dari jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Batang
tersusun dari jaringan epidermis, korteks, dan stele. Adapun daun tersusun dari
jaringan epidermis, mesofil, dan berkas pengangkut.
Organ tersusun dari sekumpulan jaringan. Jaringan tersusun dari sekumpulan
sel. Salah satu keistimewaan sel tumbuhan yaitu adanya sifat autonom dan
totipotensi. Autonom berarti dapat mengatur aktivitas hidupnya sendiri. Adapun
totipotensi adalah kemampuan sel tumbuhan untuk beregenerasi menjadi

Biologi Kelas XI

47

tanaman lengkap kembali. Prinsip inilah yang menjadi dasar pelaksanaan teknik
kultur jaringan tumbuhan. Kultur jaringan adalah cara perbanyakan tumbuhan
secara in vitro dengan cara mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel,
jaringan, atau organ tumbuhan serta menumbuhkannya pada medium buatan
secara aseptis (bebas hama) sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat
memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Seorang siswa mengamati ciri-ciri
jaringan tumbuhan sebagai berikut.
1) Sel-selnya homogen.
2) Terdapat pada titik tumbuh.
3) Sel-selnya senantiasa membelah.
Jaringan yang memiliki ciri-ciri tersebut
adalah . . . .
a. jaringan sklerenkim
b. jaringan epidermis
c. jaringan meristem
d. jaringan floem
e. jaringan xilem
2. Amelia menanam tanaman teratai di
kolam belakang rumahnya. Tanaman
tersebut dapat terapung di permukaan
air karena memiliki alat pengapung.
Alat pengapung tersebut tersusun dari
jaringan . . . .
a. parenkim air
b. parenkim palisade
c. parenkim asimilasi
d. parenkim aerenkim
e. parenkim penimbun

4
5

48




3. Perhatikan penampang melintang


daun berikut!
2

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Fotosintesis dapat berlangsung pada


jaringan yang ditunjuk oleh nomor . . . .
a. 1 dan 2
d. 2 dan 4
b. 1 dan 3
e. 3 dan 5
c. 2 dan 3
4. Kinanti melakukan
pengamatan jaringan
tumbuhan di bawah
mikroskop. Jaringan
tumbuhan yang teramati oleh Kinanti seperti gambar di
atas.
Jaringan tersebut memiliki fungsi
utama untuk . . . .
a. mengangkut dan mengedarkan
hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh bagian tumbuhan
b. menguatkan organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengadakan pertumbuhan
c. menguatkan organ-organ tumbuhan yang tidak lagi mengadakan pertumbuhan
d. mengangkut air dan unsur hara
dari akar ke daun
e. melindungi jaringan yang ada di
bawahnya
5. Rambut akar merupakan bagian akar
yang berfungsi memperluas bidang
penyerapan unsur hara dan air dari
dalam tanah. Jika dilihat dari strukturnya, rambut akar merupakan modifikasi
dari jaringan . . . .
a. floem
d. parenkim
b. meristem
e. epidermis
c. kolenkim

6. Dasar teknik kultur jaringan tumbuhan


adalah adanya sifat totipotensi sel.
Pernyataan berikut ini yang benar
mengenai sifat totipotensi sel yaitu . . .
a. Sel dapat mengalami pertumbuhan
tanpa adanya perkembangan.
b. Sel tidak akan mati jika berada di
lingkungan yang sesuai.
c. Sel dapat beregenerasi menjadi
tanaman lengkap.
d. Sel dapat membelah membentuk
massa sel.
e. Sel dapat membelah dalam waktu
cepat.
7. Galih dan Ratna ingin melakukan
praktikum kultur jaringan tumbuhan.
Bagian-bagian tumbuhan di bawah ini
dapat dijadikan eksplan dalam kultur
jaringan oleh Galih dan Ratna, kecuali
....
a. potongan daun tanaman dewasa
b. potongan batang tanaman muda
c. sel gabus yang telah mati
d. benang sari tumbuhan
e. ujung akar kecambah
8. Zaskia dan Janeta ingin menanam
plantlet hasil kultur jaringan yang telah
mereka lakukan. Sebelum ditanam,
Zaskia dan Janeta melakukan aklimatisasi terlebih dahulu. Tujuan aklimatisasi tersebut adalah . . . .
a. menghindari serangan hama
b. mempercepat pertumbuhan plantlet
c. memenuhi kebutuhan nutriea bagi
plantlet
d. mengkondisikan plantlet agar tidak
kekurangan air
e. agar plantlet mampu beradaptasi
dengan lingkungan yang baru
9. Sebelum melakukan praktikum kultur
jaringan, Riris melakukan sterilisasi
bahan, alat, dan ruangan yang akan
digunakan. Tindakan ini bertujuan agar
....
a. terhindar dari serangan hama
b. diperoleh bibit yang tahan hama

c.

diperoleh bibit yang berjumlah


banyak
d. pertumbuhan bibit tanaman lebih
cepat
e. terhindar dari kontaminasi jamur
dan bakteri
10. Ani dan Budi melakukan praktikum
kultur jaringan tumbuhan dengan
menanam eksplan pada medium A.
Setelah tiga minggu, eksplan tersebut
mereka pindahkan ke medium B.
Tindakan ini disebut . . . .
a. aklimatisasi
d. inokulasi
b. subkultur
e. isolasi
c. sterilisasi
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Setelah mempelajari lebih lanjut
mengenai jaringan tumbuhan, Melodi
menarik kesimpulan bahwa jaringan
pada tumbuhan dibedakan menjadi dua
yaitu jaringan meristem dan jaringan
dewasa. Kedua jaringan tersebut juga
memiliki banyak perbedaan. Benarkah
kesimpulan Melodi bahwa jaringan
meristem dan jaringan dewasa memiliki
perbedaan? Jelaskan jawaban Anda!
2. Saat mencangkok tanaman, kambium
pada batang tanaman harus dibersihkan. Mengapa demikian?
3. Tuliskan perbedaan struktur anatomi
batang Dicotyledoneae dan batang
Monocotyledoneae dalam bentuk tabel!
4. Fahrul mendapat tugas dari sekolah
untuk menemukan perbedaan antara
struktur anatomi tumbuhan Monocotyledoneae dan Dicotyledoneae. Jika
Anda satu kelompok dengan Fahrul,
coba bantulah Fahrul untuk membuat
tabel tentang perbedaan struktur
anatomi tumbuhan Monocotyledoneae
dan Dicotyledoneae!

Biologi Kelas XI

49

5. Pada saat melakukan pengamatan


terhadap penampang melintang batang
tanaman kacang tanah, Silva melihat
struktur batang tersebut seperti gambar
di bawah ini.
1
2
3
4
5
6
7




Sebutkan bagian-bagian yang ditunjuk


pada gambar tersebut!
6. Dalam suatu pengamatan mikroskopis
daun suatu tanaman diperoleh hasil
seperti berikut.
4

Apa nama dan fungsi dari tiap-tiap


bagian yang diberi nomor?
7. Bambang mengamati batang tanaman
bambu yang tumbuh di belakang
rumahnya. Tanpa sengaja, ia menyentuh
batang tersebut sehingga tangannya
dipenuhi oleh rambut-rambut halus
yang banyak menempel pada per-

mukaan batang. Setelah ia mencari tahu


di buku, rambut-rambut halus tersebut
merupakan derivat epidermis. Apa
yang dimaksud derivat epidermis?
Sebutkan tiga contoh derivat epidermis
beserta fungsi dan letaknya pada organ
tumbuhan!
8. Seorang petani buah ingin tanaman
kelengkeng di kebunnya berbuah tanpa
mengenal musim. Mungkinkah harapan
petani itu terwujud?
9. Dalam suatu pameran tanaman anggrek
langka, seorang pengunjung memetik
bunga anggrek. Tindakan itu diketahui
security dan pengunjung tersebut
didenda dengan membayar ratusan
juta rupiah sesuai tabel harga yang
ditempel pada pot tanaman anggrek.
Logiskah denda yang harus dibayar
oleh pengunjung tersebut? (hubungkan
dengan kultur jaringan)
10. Bima dan Dewi ditugasi oleh gurunya
untuk membuat poster tentang kultur
jaringan tumbuhan. Untuk itu, mereka
mencari informasi mengenai tahapantahapan dalam teknik kultur jaringan.
Jika Anda sudah mempelajari teknik
kultur jaringan, coba bantulah Bima
dan Dewi untuk menjelaskan tahapantahapan dalam teknik kultur jaringan
agar posternya segera selesai!

Anda telah mempelajari mengenai struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan.
Dalam suatu sistem organisasi kehidupan, sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang
sama akan membentuk jaringan. Kumpulan dari berbagai macam jaringan akan
membentuk organ. Organ-organ tersebut akan menjalankan fungsinya masingmasing di dalam sistem organ. Kompleksitas struktur di dalam tubuh makhluk hidup
merupakan bukti bahwa Tuhan menciptakan keteraturan di dalam kehidupan. Selain
itu, Tuhan juga menganugerahkan akal dan pikiran kepada manusia sehingga dapat
memanfaatkan struktur tumbuhan untuk mengembangkan teknologi yang
bermanfaat bagi manusia. Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita selalu bersyukur
kepada Tuhan dengan cara menjaga keseimbangan lingkungan, tidak menyakiti
makhluk hidup lain, dan memanfaatkan kemajuan teknologi sebijak mungkin.

50

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Tumbuhan

Struktur dan Fungsi


Sel Penyusun Jaringan Hewan
Mempelajari

Jenis Jaringan Penyusun Organ pada


Hewan Vertebrata

Teknologi yang Berkaitan


dengan Jaringan Hewan
Meliputi

Meliputi

Stem Cell
Jaringan
Epitelium
Dikelompokkan
Berdasarkan Bentuk dan Jumlah
Lapisan Selnya
Meliputi
Epitel
Simpleks
Epitel
Kompleks

Berdasarkan Struktur dan Fungsinya


Meliputi

Jaringan
Pengikat

Jaringan
Otot

Meliputi

Meliputi

Jaringan
Saraf
Meliputi

Komponen Jaringan Pengikat

Jaringan
Otot Polos

Dendrit

Tersusun dari

Jaringan
Otot Lurik

Neurit

Jaringan
Otot Jantung

Badan Sel

Matriks
Sel

Transplantasi
Organ

Macam Jaringan
Pengikat
Meliputi

Epitel
Kelenjar

Jaringan
Pengikat Biasa

Epitel
Penutup

Jaringan
Pengikat dengan
Sifat Khusus

Biologi Kelas XI

51

Fotografer: Galih WS

Sabun pembersih wajah bukanlah sesuatu yang asing bagi sebagian remaja. Hampir
semua remaja pernah menggunakan produk tersebut. Sabun pembersih wajah mengandung
berbagai bahan kimia yang dapat digunakan untuk membersihkan kulit wajah dari berbagai
kotoran yang menempel. Kulit wajah tersebut tersusun dari berbagai jaringan penyusun
tubuh. Selain kulit, bagian tubuh manusia yang lainnya juga tersusun dari berbagai jaringan.
Apa yang dimaksud dengan jaringan? Apa saja jaringan penyusun tubuh manusia?

1.
2.
3.

52

Jenis jaringan penyusun organ pada hewan Vertebrata


Struktur, fungsi, dan letak jaringan penyusun organ
pada hewan Vertebrata
Teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Sel
Jaringan
Organ
Stem cell
Pluripotensi
Totipotensi
Unipotensi
Polipotensi
Transplantasi Organ

Hewan bertulang belakang (Vertebrata) memiliki struktur sangat kompleks. Manusia


termasuk dalam kelompok Vertebrata. Tubuh manusia dan hewan Vertebrata tersusun dari
berbagai organ. Setiap jenis jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Organ
tubuh yang paling mudah diamati adalah kulit karena terdapat di permukaan tubuh. Kulit
disusun oleh berbagai jaringan.
Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang struktur, letak, dan fungsi jaringan hewan
Vertebrata. Ada empat jenis jaringan utama penyusun organ pada hewan Vertebrata. Selain
itu, Anda juga akan mempelajari teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan.
Pengetahuan ini sangatlah penting. Melalui pengetahuan tersebut, Anda dapat mengetahui
peranan teknologi dalam penyembuhan berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan
jaringan tubuh.

A. Struktur, Letak, dan Fungsi Jaringan Hewan Vertebrata


Apakah Anda pernah mengamati lapisan kulit wajah? Bagaimanakah strukturnya?
Kulit wajah memiliki struktur jaringan yang sel-selnya aktif membelah untuk membentuk
sel-sel kulit baru. Setiap harinya jutaan sel-sel kulit rusak akibat menerima rangsangan
mekanis dari luar tubuh. Namun, tidak semua jenis jaringan terdiri atas sel-sel yang
aktif membelah secara terus-menerus. Sebelum Anda mempelajari berbagai jaringan pada
hewan, lakukan kegiatan berikut terlebih dahulu.

1.
2.

3.
4.
5.

Mengidentifikasi Berbagai Jaringan Penyusun Kulit Manusia


Perhatikan gambar struktur kulit berikut dengan cermat dan teliti.
Diskusikan bersama teman-teman Anda
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan jaringan?
b. Jaringan apa sajakah yang menyusun
kulit?
c. Bagaimana struktur dan fungsi
jaringan yang menyusun organ
kulit?
d. Bagaimana ciri-ciri setiap jenis
jaringan? Apakah setiap jenis
jaringan memiliki perbedaan atau Sumber: www.produkcantiksehat.com
karakter yang sama dengan jaringan Gambar 3.1 Struktur kulit manusia
lain? Jelaskan!
Saat melakukan diskusi jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja
sama, cinta damai, serta berani bertanya dengan santun.
Carilah tambahan informasi dari berbagai literatur mengenai jaringan yang
menyusun organ kulit.
Tulislah hasil diskusi dari kegiatan ini ke dalam format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas.

Biologi Kelas XI

53

Melalui kegiatan Mari Bereksplorasi di depan, Anda telah mengetahui definisi


jaringan. Jaringan adalah kumpulan sel-sel dengan struktur dan fungsi yang sama.
Sesungguhnya, istilah jaringan (tissue) berasal dari bahasa Latin yang berarti tenunan
(Campbell, Reece, dan Mitchell:2004). Selain itu, melalui kegiatan tersebut Anda juga
telah mengetahui beberapa jenis jaringan penyusun organ pada hewan Vertebrata. Untuk
menambah pemahaman Anda, pelajari jenis-jenis jaringan penyusun organ pada hewan
Vertebrata dengan lebih rinci pada uraian berikut.
1.

Jenis Jaringan Penyusun Organ pada Hewan Vertebrata


Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan Vertebrata yaitu jaringan epitel,
jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
a. Jaringan Epitel
Jaringan epitel tersusun dari sel-sel yang saling terikat oleh zat pengikat
yang kuat sehingga hampir tidak ada ruang antarsel. Jaringan epitel terdapat
di bagian luar tubuh serta di permukaan luar maupun permukaan dalam organ tubuh. Jaringan epitel di bagian luar tubuh mempunyai fungsi utama
melindungi tubuh dari luka akibat ganggguan mekanis, serangan mikroorganisme patogen, dan kehilangan cairan. Jaringan epitel yang terdapat di permukaan
organ bagian dalam umumnya berperan penting dalam proses absorpsi dan
proteksi. Sebagian jaringan epitel yang lain memiliki fungsi sebagai kelenjar.
Jaringan epitel dapat digolongkan berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan
sel serta berdasarkan struktur dan fungsinya.
1) Jenis Epitel Berdasarkan Bentuk dan Jumlah Lapisan Sel
Berdasarkan bentuknya, sel epitel dibedakan menjadi bentuk pipih,
kubus, dan silindris. Berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel dapat
dibedakan menjadi epitel simpleks dan epitel kompleks.
a) Epitel Simpleks
Epitel simpleks terdiri atas satu lapis sel. Jenis jaringan epitel
simpleks beserta letak dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 3.1 dan
Gambar 3.2 berikut.
Tabel 3.1 Jenis-Jenis Jaringan Epitel Simpleks Beserta Letak dan Fungsinya
No.
1.

2.

Jaringan
Epitel
pipih
selapis

Epitel
kubus
selapis

Letak

Fungsi

Kapsula Bowman pada


ginjal, lapisan dalam
pembuluh darah dan
limfa, alveolus paruparu, ruang jantung,
selaput bagian dalam
telinga, dan sel ekskresi
kecil pada sebagian
besar kelenjar.

Pelapis bagian dalam


rongga dan saluran,
tempat difusi dan infiltrasi zat.

Kelenjar air liur, retina


mata, dinding ovarium,
dan saluran dalam
nefron ginjal.

Proteksi, absorpsi, dan


sekresi (penghasil lendir
atau mucus).

Bentuk Jaringan
Epitel
Membran
dasar
Jaringan pengikat
Pembuluh kapiler

Epitel pipih selapis

Membran
dasar

Epitel

Pembuluh
kapiler

Epitel kubus selapis

54

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Jaringan
pengikat

Bentuk Jaringan

No.

Jaringan

Letak

Fungsi

3.

Epitel
silindris
selapis

Dinding dalam lambung,


usus, kantong empedu,
rahim, saluran pernapasan bagian atas,
dan saluran pencernaan.

Proteksi, sekresi, difusi,


dan absorpsi zat.
Epitel
Membran
dasar
Jaringan
pengikat

Pembuluh kapiler

Epitel silindris selapis


4.

Epitel
silindris
selapis
bersilia

Dinding dalam rongga


hidung, trakea, bronkus,
dan dinding dalam
oviduk.

Penghasil mucus untuk


menangkap benda asing
yang masuk. Getaran
silianya menghalau
benda asing tersebut.

Silia

Epitel
Membran
dasar
Jaringan pengikat

Pembuluh kapiler

Epitel silindris selapis bersilia


5.

Epitel
silindris
berlapis
semu

Rongga hidung dan


trakea.

Proteksi, sekresi, dan


gerakan gas.

Silia
Mucus (lendir)
Sel panjang
Sel penghasil mucus
Sel pendek
Membran dasar
Jaringan pengikat
Pembuluh kapiler

Epitel silindris berlapis semu

Kerongkongan
Otot sfinkter

Peritonium

Lapisan otot melingkar


Lapisan otot memanjang

Lapisan otot serong

Otot sfinkter pilorus


Duodenum
Tonjolan

Permukaan epitelium
Sel

Epitelium
Kelenjar gastrin

Kelenjar gastrin

Sumber: Biology, Solomon

Gambar 3.2 Struktur lambung yang tersusun dari lapisan-lapisan epitel

Biologi Kelas XI

55

b)

Epitel Kompleks
Epitel kompleks tersusun dari beberapa lapisan sel. Lapisan sel
terbawah yang selalu membelah diri untuk mengganti sel-sel permukaan
yang rusak disebut lapisan germinativa. Jenis-jenis jaringan epitel
kompleks beserta letak dan fungsinya dijelaskan dalam Tabel 3.2 dan
Gambar 3.3 berikut.

Tabel 3.2 Jenis-Jenis Jaringan Epitel Kompleks Beserta Letak dan Fungsinya
No.

Jaringan

Letak

Fungsi

1.

Epitel
pipih
berlapis

Kulit, rongga mulut,


esofagus, laring, vagina,
anus, dan rongga hidung.

Proteksi dan penghasil


mucus.

Bentuk Jaringan

Inti sel
Epitel pipih berlapis
2.

Epitel
kubus
berlapis

Kelenjar
keringat,
kelenjar
minyak,
ovarium, dan buah
zakar.

Proteksi dan penghasil


mucus.

Epitel lapisan
permukaan
Epitel dasar
Jaringan
pengikat
Membran dasar

Pembuluh
kapiler

Epitel kubus berlapis


3.

Epitel
silindris
berlapis

Lapisan konjungtiva,
dinding dalam kelopak
mata, laring, faring, dan
uretra.

Proteksi dan penghasil


mucus.

Lapisan sel silindris


Lapisan germinativa
Membran dasar
Jaringan pengikat

Epitel silindris berlapis


4.

Epitel
transisional

Kandung kemih, ureter,


dan pelvis ginjal.

Menahan regangan dan


tekanan.

Tidak merentang

Merentang

Epitel transisional

56

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Esofagus

Esofagus

Jaringan epitel pipih


berlapis

Sumber: Atlas of the Human Body, Rebo International b. v., Lisse, The Netherlands

Gambar 3.3 Struktur esofagus yang tersusun dari jaringan epitel pipih berlapis

2)

Jenis Epitel Berdasarkan Struktur dan Fungsi


Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan epitel dibagi menjadi
dua, yaitu epitel kelenjar dan epitel penutup.
a) Epitel kelenjar, berfungsi dalam pembuatan, penyimpanan, dan sekresi
zat-zat kimia. Ada dua macam kelenjar yaitu kelenjar eksokrin dan
kelenjar endokrin.
(1) Kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang memiliki saluran
pengeluaran untuk menyalurkan hasil sekresinya. Kelenjar ini
berfungsi membantu metabolisme dan komunikasi. Contoh
kelenjar eksokrin yaitu kelenjar susu, kelenjar keringat pada kulit,
kelenjar fundus pada dinding lambung, dan kelenjar
submaksilaris pada rahang bawah.
(2) Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang tidak memiliki
saluran pengeluaran. Hasil sekresi kelenjar endokrin langsung
memasuki sistem peredaran darah untuk diangkut menuju bagian
tubuh yang memerlukan. Contoh kelenjar endokrin yaitu kelenjar
timus, kelenjar adrenal, dan kelenjar tiroid yang menyekresikan
hormon.
b) Epitel penutup, berfungsi melapisi permukaan tubuh dan jaringan.

Dari uraian di depan Anda telah mengetahui bahwa organ kulit tersusun
dari berbagai jaringan, salah satunya jaringan epitel. Jaringan epitel menyusun
lapisan epidermis kulit. Lapisan epidermis kulit mengandung pigmen melanin
yang memberi warna pada kulit. Semakin banyak pigmen melanin, kulit semakin
gelap. Beberapa orang menggunakan produk kosmetik demi mencerahkan kulit.
Bagaimana dampak kosmetik tersebut terhadap jaringan penyusun organ kulit?
Bagaimana pendapat Anda mengenai kebenaran konseptual iklan-iklan
kosmetik di berbagai media? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Biologi Kelas XI

57

1.
2.
3.
4.
5.
6.
b.

58

Menganalisis Kesalahan atau Kebenaran Konseptual Iklan Kosmetik


Perhatikan iklan-iklan produk kosmetik (krim pemutih kulit wajah dan
antikerut) dari berbagai media seperti televisi dan majalah.
Analisislah kebenaran dan kesalahan konseptual iklan kosmetik tersebut.
Kaitkan analisis Anda dengan bahan kimia yang terkandung dalam produk
kosmetik dan struktur jaringan kulit.
Tulislah hasil analisis Anda dalam buku tugas. Lengkapi tulisan Anda
dengan dampak positif dan negatif penggunaan produk kosmetik tersebut
terhadap jaringan pada kulit.
Bahan kimia apa saja yang terkandung dalam produk-produk kosmetik
tersebut.
Bagaimana cara Anda merawat kesehatan kulit wajah Anda sebagai wujud
rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kumpulkan hasil tugas ini kepada Bapak atau Ibu Guru Anda.
Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat berfungsi melekatkan suatu jaringan dengan jaringan
lain, membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organ-organ, dan
menghasilkan imunitas.
1) Komponen Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat tersusun dari matriks dan sel-sel penyusun jaringan
pengikat.
a) Matriks
Matriks tersusun oleh serabut-serabut dan bahan dasar. Serabut
dibedakan menjadi serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut retikuler.
Serabut kolagen berwarna putih, bersifat sangat liat dan ulet, serta paling
banyak ditemukan dalam tubuh. Serabut elastin berwarna kuning, lebih
halus dari serabut kolagen, dan elastis. Serabut retikuler merupakan
serabut paling halus dan bercabang-cabang membentuk jala. Bahan dasar
matriks terdiri atas asam mukopolisakarida. Komponen utama asam
mukopolisakarida adalah asam hialuronat. Semakin banyak asam
hialuronat yang terkandung di dalam matriks, maka matriks akan
semakin lentur. Komponen utama bahan dasar lainnya adalah
mukopolisakarida yang mengandung sulfat, khususnya kondroitin
sulfat. Jika bagian mukopolisakarida yang mengandung sulfat
meningkat, matriks menjadi semakin kaku.
b) Sel-Sel Penyusun Jaringan Pengikat
Beberapa jenis sel yang tertanam dalam matriks sebagai berikut.
(1) Fibroblas, berfungsi menyintesis dan menyekresikan protein ke
dalam serabut.
(2) Makrofag, sel yang bentuknya tidak teratur, umumnya terletak
dekat pembuluh darah, serta berfungsi dalam pinositosis dan
fagositosis.
(3) Sel tiang (sel mast), sel yang menghasilkan heparin untuk mencegah
pembekuan darah dan histamin untuk meningkatkan permeabilitas
darah.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

2)

(4) Sel lemak, berfungsi menyimpan lemak. Jaringan pengikat yang


mengandung banyak sel lemak disebut jaringan adiposa.
(5) Sel darah putih, berfungsi melawan patogen penyebab penyakit.
Macam Jaringan Pengikat
Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan pengikat dikelompokkan
menjadi jaringan pengikat biasa dan jaringan pengikat dengan sifat khusus.
a) Jaringan Pengikat Biasa
Jaringan pengikat biasa dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan
pengikat longgar dan jaringan pengikat padat.
(1) Jaringan Pengikat Longgar
Struktur jaringan pengSerabut kuning tunggal
ikat longgar dapat Anda
amati pada Gambar 3.4.
Jaringan ini mempunyai
Sel mast
Matriks semicair
susunan serabut-serabut
Berkas serabut
yang longgar. Matriksnya
putih
berupa cairan lendir (mucus).
Histiosit
Pada matriks terdapat berkas
serabut kolagen yang
fleksibel, tetapi tidak elastis.
Sumber: Biology, Raven & Johnson
Jaringan pengikat longgar
terdapat di sekitar pembuluh Gambar 3.4 Jaringan pengikat longgar
darah, saraf, dan organ dalam tubuh. Jaringan ini berfungsi
sebagai medium penyokong, pengisi ruang di antara organ, dan
mengelilingi elemen-elemen jaringan lain.
(2) Jaringan Pengikat Padat
Jaringan ini mempunyai struktur serabut-serabut terutama
kolagen yang padat. Jaringan pengikat padat dibedakan menjadi
jaringan pengikat padat teratur dan jaringan pengikat padat tidak
teratur. Jaringan pengikat padat teratur memiliki berkas kolagen
tersusun teratur ke satu arah (contoh pada tendon). Jaringan
pengikat padat tidak teratur memiliki berkas kolagen menyebar
membentuk anyaman kasar yang kuat (contoh pada lapisan di
bawah kulit).
b) Jaringan Pengikat dengan Sifat Khusus
Jaringan pengikat dengan sifat khusus mempunyai fungsi khusus,
misalnya menunjang jaringan lunak dan membentuk sel-sel darah.
Jaringan ini terdiri atas jaringan tulang rawan (kartilago), jaringan
tulang keras, jaringan darah, dan jaringan limfa.
(1) Jaringan Tulang Rawan
Jaringan ini merupakan spesialisasi dari jaringan pengikat
berserabut tebal. Tulang rawan berfungsi sebagai rangka tubuh
pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam,
serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Matriks jaringan
tulang rawan terdiri atas kondrin. Sel tulang rawan disebut
kondrosit yang terletak di dalam lakuna. Jaringan tulang rawan
terdiri atas kartilago hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastis.
Biologi Kelas XI

59

Ciri-ciri ketiga macam tulang rawan tersebut dapat Anda simak


dalam Tabel 3.3, sedang perbedaan struktur dari ketiga macam
tulang tersebut dapat Anda amati pada Gambar 3.5.
Tabel 3.3 Ciri-Ciri Kartilago Hialin, Kartilago Fibrosa, dan Kartilago Elastis
Ciri-Ciri

Kartilago Hialin

Kartilago Fibrosa

Serabut

Serabut kolagen yang


halus.

Serabut kolagen padat


dan kasar.

Serabut elastis
serabut kolagen.

Warna
matriks

Putih kebiru-biruan dan


tembus cahaya.

Gelap dan keruh.

Keruh kekuning-kuningan.

Letak

Ujung tulang keras,


cakram epifisis, persendian, dan saluran
pernapasan.

Ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis,


dan persendian.

Epiglotis, daun telinga,


dan bronkiolus.

Fungsi

Memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik, menyokong bagian


tertentu rangka dewasa,
dan membantu pergerakan persendian.

Menyokong dan melindungi bagian di


dalamnya.

Memberi fleksibilitas dan


sebagai penyokong.

Lakuna

Matriks kondrin

Kartilago Elastis

Kondroblast
Serabut
kuning

Berkas serabut
putih
Lakuna

Kondroblast

Matriks
kondrin

Kondroblast

Penampang kartilago hialin

dan

Penampang kartilago fibrosa

Penampang kartilago elastis

Sumber: Biology, Raven dan Johnson

Gambar 3.5 Macam-macam kartilago

(2) Jaringan Tulang Keras (Osteon)


Jaringan ini merupakan
jaringan pengikat yang
mengandung mineral. Sel
tulang disebut osteosit yang
dibentuk dari osteoblast.
Antara osteosit yang satu
dengan yang lain dihubungkan oleh kanalikuli. Matriks
osteoblast mengandung
kalsium fosfat. Endapan
garam mineral menyusun
dan melingkari bagian pusat
tulang membentuk lamela.
Pada lamela terdapat lakuna.

60

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Kapiler pada
Sumsum merah saluran Havers
pada tulang spons
Sistem Havers

Lakuna

Tulang spons
Tulang kompak
Sumber: Biology, Raven dan Johnson

Gambar 3.6 Penampang tulang pipa

Berdasarkan susunan
Pembuluh
matriksnya, jaringan tulang
darah
dibedakan menjadi tulang
Kanal pusat
keras atau tulang kompak dan
Osteosit
dalam lakuna
tulang berongga atau tulang
Kanalikuli
spons. Perhatikan Gambar
Sumber: Biology, Raven dan Johnson
3.6. Tulang keras memiliki
matriks yang susunannya
Gambar 3.7 Sistem Havers
pada jaringan tulang
rapat. Pada tulang keras
terdapat sistem Havers
(Gambar 3.7) yang terdiri
atas 420 lamela yang
tersusun konsentris mengelilingi saluran Havers.
Saluran Havers menganPada tulang keras, sel-sel tulang
tersusun membentuk sebuah sistem
dung pembuluh darah dan
yang disebut sistem Havers. Tahusaraf sebagai penyuplai
kah Anda siapa penemu sistem
nutrisi tulang. Tulang spons
Havers? Penemu sistem Havers
memiliki susunan matriks
adalah Clopton Havers, seorang
longgar atau berongga. Pada
ahli anatomi berkebangsaan Inggris.
Bacalah artikel dalam website http://
tulang spons tidak terdapat
goo.gl//UJk2W8 untuk lebih mesistem Havers. Tulang spons
ngenal tentang tokoh penemu sistem
terdiri atas trabekula tulang
Havers tersebut.
yang saling berhubungan
satu dengan lainnya.
(3) Jaringan Darah
Jaringan darah terdiri atas dua bagian yaitu bahan interseluler
dan sel darah. Bahan interseluler adalah cairan yang disebut
plasma dan di dalamnya terdapat unsur-unsur padat yaitu sel
darah (Pearce, 2008). Sel darah terdiri atas sel darah merah
(eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
Sel darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan
karbon dioksida dalam darah (Hb). Sel darah putih berfungsi
sebagai pelindung terhadap benda asing yang masuk ke dalam
tubuh. Keping darah berperan dalam proses pembekuan darah.
Plasma darah berfungsi mengangkut sari makanan dan hormon
ke bagian tubuh yang memerlukan. Secara umum sel-sel darah
dibentuk dalam sumsum tulang, kecuali sel darah putih (limfosit
dan monosit) dibentuk dalam kelenjar limfe.
(4) Jaringan Limfa (Getah Bening)
Limfa merupakan suatu cairan yang dikumpulkan dari
berbagai jaringan dan kembali ke aliran darah. Komponen seluler
dalam cairan limfa berupa limfosit dan granulosit. Limfa berfungsi
mengangkut cairan jaringan, protein, lemak, dan zat-zat lain dari
jaringan ke sistem peredaran.

Biologi Kelas XI

61

c.

Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun dari sel-sel otot. Jaringan ini berfungsi melakukan
pergerakan. Kemampuan otot untuk berkontraksi disebabkan adanya serabut
kontraktil yang tersusun dari filamen aktin dan miosin. Jaringan otot terbagi
menjadi tiga, yaitu otot polos, otot lurik (otot rangka), dan otot jantung. Ciri-ciri
dan struktur ketiga macam otot tersebut dapat Anda simak dalam Tabel 3.4
dan Gambar 3.8.
Tabel 3.4. Ciri-Ciri Otot Polos, Otot Lurik, dan Otot Jantung
Ciri-Ciri

Otot Polos

Otot Lurik

Otot Jantung

Bentuk
sel

Seperti gelendong, bagian


tengah besar, dan ujungnya meruncing

Silindris atau serabut


panjang

Silindris atau serabut


pendek, bercabang-cabang

Inti sel

Satu, di tengah

Banyak, di tepi

Satu atau dua, di tengah

Aktivitas

Di luar kehendak (otot


tidak sadar)

Di bawah kehendak
(otot sadar)

Di luar kehendak (otot


tidak sadar).

Kontraksi

Lambat dan lama, tidak


mudah lelah

Cepat, tidak teratur,


dan mudah lelah

Otomatis, teratur, tidak


pernah lelah, dan bereaksi lambat

Letak

Alat-alat tubuh bagian


dalam, contoh saluran
pencernaan, saluran pernapasan, kandung kemih,
dan pembuluh limfa.

Melekat pada rangka,


lidah, bibir, dan kelopak mata

Jantung

Diskus
interkalaris

Tidak ada

Tidak ada

Ada

Diskus interkalaris

Inti sel

Inti sel

Inti sel

Otot polos

Otot lurik

Sumber: Biology, Raven dan Johnson; Hamparan Dunia Ilmu, Time-Life: Tubuh Manusia, Tira Pustaka

Gambar 3.8 Macam-macam jaringan otot

62

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Otot jantung

d.

Jaringan Saraf
Akson
Nukleus
Nodus Ranvier
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf
Badan sel
yang disebut neuron.
Bagian yang
bermielin
Neuron berfungsi merespons perubahan
lingkungan, membawa
Dendrit
Akson
impuls-impuls saraf ke
Mielin
pusat saraf atau sebaliknya, dan bereaksi
aktif terhadap rangsang.
Perhatikan Gambar 3.9
untuk
mengetahui
Sumber: Biology, Raven dan Johnson
bagian-bagian neuron.
Gambar 3.9 Bagian-bagian sel saraf
Neuron terdiri atas
bagian-bagian berikut.
a. Badan sel saraf yang mengandung inti sel dan neuroplasma.
b. Neurit atau akson, berfungsi membawa impuls meninggalkan badan sel
saraf.
c. Dendrit, berfungsi membawa impuls ke badan sel saraf.
Akson dikelilingi oleh sel Schwann. Akson diselubungi oleh selaput
neurilema. Sebelah dalam neurilema terdapat selubung mielin. Bagian akson
yang tidak tertutup oleh selubung mielin dinamakan nodus Ranvier. Titik
pertemuan antara ujung akson yang satu dengan yang lain disebut sinapsis.
Sinapsis berfungsi meneruskan rangsang ke sel saraf yang lain dengan cara
mengeluarkan neurotransmiter.
Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga, yaitu neuron
aferen, interneuron, dan neuron eferen.
a. Neuron aferen atau neuron sensorik berfungsi menyampaikan rangsang
dari reseptor ke sistem saraf pusat.
b. Neuron asosiasi/interneuron berfungsi menyampaikan impuls dari neuron sensorik atau interneuron yang lain ke neuron motorik.
c. Neuron eferen atau neuron motorik berfungsi menyampaikan impuls dari
sistem saraf pusat ke efektor.
Anda telah mempelajari semua jenis jaringan penyusun hewan. Untuk
lebih memahami struktur jaringan hewan, lakukan kegiatan berikut!

Mengidentifikasi Struktur Jaringan Penyusun Organ pada Hewan Vertebrata


A.

Pendahuluan
Sekumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan
membentuk suatu jaringan tertentu.

Jaringan yang meyusun tubuh


hewan dibedakan menjadi jaringan
epitel, jaringan pengikat, jaringan
otot, dan jaringan saraf. Setiap jenis

Biologi Kelas XI

63

B.

C.

64

jaringan memiliki struktur dan fungsi


yang berbeda-beda.
Kegiatan ini bertujuan untuk
mengamati dan mengidentifikasi
struktur jaringan epitel, jaringan
tulang rawan, jaringan tulang keras,
jaringan otot, dan jaringan saraf.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan
pembagian tugas pada setiap
anggota kelompok. Setiap anggota
kelompok harus bertanggung jawab
pada tugasnya masing-masing.
Selain itu, diperlukan juga sikap mau
bekerja sama antaranggota kelompok.
Dalam melakukan pengidentifikasian diperlukan sikap teliti, cermat,
tekun, dan jujur. Pada kegiatan ini
banyak digunakan preparat awetan
yang mudah pecah sehingga
diperlukan sikap kehati-hatian saat
menggunakan peralatan tersebut.
Penggunaan mikroskop juga perlu
dilakukan sesuai dengan prosedur
sehingga hasil pengamatan dapat
terlihat dengan jelas.
Apa yang Diperlukan?
1. Mikroskop cahaya
2. Beberapa jenis preparat awetan
berikut.
a. Jaringan epitel
b. Jaringan tulang rawan
c. Jaringan tulang keras
d. Jaringan otot polos
e. Jaringan otot lurik
f. Jaringan otot jantung
g. Jaringan saraf
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Amati preparat yang tersedia
menggunakan mikroskop mulai
dari perbesaran lemah, kemudian dilanjutkan dengan perbesaran kuat. Hati-hati saat

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

memindahkan lensa dengan


perbesaran yang lebih kuat,
jangan sampai lensa menyentuh preparat yang diamati.
2. Gambarlah hasil pengamatan
setiap jaringan beserta bagianbagiannya pada buku kerja. Beri
keterangan bagian-bagiannya
pada gambar tersebut.
3. Bandingkan gambar hasil pengamatan Anda dengan gambar
jaringan tulang keras dan tulang
rawan dari berbagai referensi.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Bagaimanakah struktur jaringan yang Anda amati?
2. Apa fungsi setiap jaringan yang
Anda amati?
3. Apa perbedaan struktur jaringan-jaringan tersebut?
4. Bagaimanakah karakteristik
setiap jaringan berdasarkan nama
dan bentuk sel penyusunnya?
5. Buatlah laporan dari hasil
kegiatan ini yang meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan, dan
kesimpulan.
E. Unjuk Kreativitas
Cobalah Anda buat preparat segar
jaringan epitel dan jaringan darah.
Carilah informasi dari berbagai
literatur mengenai prosedur pembuatan preparat epitel dan jaringan
darah. Komunikasikan prosedur
yang Anda buat kepada Bapak atau
Ibu Guru. Lakukan percobaan pembuatan preparat segar jaringan epitel
dan jaringan darah berdasarkan
prosedur yang Anda buat. Amati
preparat tersebut menggunakan
mikroskop. Gambarlah hasilnya
pada buku kerja.

Barangkali Anda pernah mendengar di media informasi mengenai sedot lemak.


Sedot lemak banyak dilakukan oleh sebagian orang yang mengalami masalah
kegemukan. Sedot lemak bertujuan mengurangi jaringan lemak dari area yang
diinginkan. Setelah Anda mempelajari struktur dan fungsi jaringan lemak, apa yang
akan Anda lakukan jika saudara Anda ingin melakukan operasi sedot lemak? Menurut
Anda, amankah operasi sedot lemak dilakukan?

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan jenis-jenis jaringan epitel berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan selnya!
Apa perbedaan kartilago hialin, fibrosa, dan elastis?
Jelaskan struktur dan fungsi jaringan pengikat longgar!
Bagaimanakah bentuk sel pada otot polos, otot lurik, dan otot jantung?
Sebutkan tiga macam neuron berdasarkan fungsinya!

B. Teknologi yang Berkaitan dengan Jaringan Hewan


Pemahaman mengenai sel dan jaringan hewan sangat penting dalam penemuan
berbagai teknologi di bidang kedokteran, misal teknologi stem cell. Stem cell merupakan
sel induk yang aktif melakukan pembelahan dan mampu berkembang menjadi berbagai
jenis sel. Penerapan teknologi stem cell ini dapat dilakukan berdasarkan sifat-sifat khusus
jaringan embrional. Apakah sifat-sifat khusus jaringan embrional? Lakukan kegiatan
berikut untuk mengetahui sifat-sifat jaringan embrional dan kaitannya dengan stem cell.

1.

2.
3.

Mendeskripsikan Arti Sifat-Sifat Jaringan Embrional


dan Kaitannya dengan Stem Cell
Perhatikan dengan cermat isi artikel di alamat website berikut.
a. http://goo.gl/wnuzM5
b. http://goo.gl/ksGo4s
c. http://goo.gl/udKmDv
Carilah tambahan informasi dari berbagai literatur mengenai sifat-sifat
jaringan embrional dan stem cell.
Catatlah informasi-informasi penting selama Anda membaca isi artikel dalam
website tersebut atau dari literatur lain.

Biologi Kelas XI

65

4.

5.
6.

Ajaklah teman-teman Anda berdiskusi untuk memecahkan permasalahanpermasalahan berikut.


a. Apa yang dimaksud dengan sifat pluripotensi, totipotensi, unipotensi,
serta polipotensi?
b. Apa kaitan sifat-sifat tersebut dengan dasar pembuatan stem cell?
c. Apa manfaat stem cell bagi kesehatan manusia?
d. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang lain untuk menambah bahan
diskusi Anda.
Saat berdiskusi, cobalah untuk bersikap responsif dan proaktif dengan
mengemukakan pendapat secara ilmiah dan kritis.
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas dengan bahasa yang santun
dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan Mari Bereksplorasi tersebut, Anda telah mengetahui sifat-sifat


jaringan embrional serta hubungannya dengan salah satu teknologi yang berkaitan
dengan jaringan hewan yaitu teknologi stem cell. Selain stem cell, contoh teknologi yang
saat ini banyak dikembangkan di bidang kedokteran adalah transplantasi organ.
Penemuan teknologi stem cell dan transplantasi organ tidak terlepas dari pola pikir ilmiah
yang dimiliki oleh manusia. Pola pikir ilmiah ini merupakan anugerah Tuhan yang
tidak ternilai harganya. Untuk mengetahui teknologi stem cell dan transplantasi organ
lebih lanjut, simaklah uraian berikut.
1. Stem Cell
Stem cell dalam bahasa Indonesia disebut juga sel batang, sel induk, atau sel
punca. Sel ini aktif melakukan pembelahan dan dapat berkembang menjadi sel apa
saja. Stem cell pada dasarnya merupakan blok pembangun (building block) dalam
tubuh manusia. Stem cell dalam embrio pada akhirnya akan berkembang menjadi
sel, organ, dan jaringan di dalam tubuh janin. Berdasarkan sumbernya, ada dua
macam stem cell, yaitu embrionic stem cell dan adult stem cell.
a. Embrionic Stem Cell (Sel Induk Embrio)
Embrionic stem cell adalah stem cell yang diperoleh dari embrio pada fase
blastosit (57 hari setelah pembuahan) yang sudah dibuahi.
Embrionic stem cell memiliki sifat sebagai berikut.
1) Pluripotensi, yaitu kemampuan sel induk berdiferensiasi menjadi sel-sel
yang merupakan turunan dari tiga lapis germinal, tetapi tidak dapat
membentuk membran embrio (tali pusat dan plasenta).
2) Immortal, yaitu dapat berumur panjang sehingga dapat memperbanyak
diri ratusan kali pada medium kultur.
3) Mempunyai kariotipe normal.

66

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

4)
5)

b.

Dapat bersifat tumorigenik, yaitu setiap mengalami kontaminasi dengan


sel yang tidak berdiferensiasi dapat menimbulkan kanker.
Bersifat allogenik, yaitu berpotensi menimbulkan terjadinya penolakan
imunitas. Untuk mencegah terjadinya reaksi penolakan jaringan dapat
digunakan metode transfer inti sel somatik atau terapi kloning.

Adult Stem Cell (Sel Induk Dewasa)


Adult stem cell adalah stem cell yang diperoleh dari sel-sel orang dewasa.
Sel tersebut berfungsi meregenerasi sel yang rusak akibat penyakit atau cedera.
Dengan kata lain, adult stem cell merupakan sekelompok sel yang belum
berdiferensiasi bahkan terkadang ditemukan dalam keadaan inaktif pada suatu
jaringan yang telah memiliki fungsi spesifik dalam tubuh individu.
Adult stem cell memiliki dua karakteristik utama. Pertama, dapat
berproliferasi dalam periode yang panjang untuk memperbarui diri. Kedua,
dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus yang mempunyai
karakteristik morfologi dan fungsi spesial. Ada tiga sumber utama sel induk
dewasa yang terdapat pada manusia, yaitu sumsum tulang, jaringan lemak,
dan darah dari plasenta.

Teknologi stem cell dapat digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Tiga golongan penyakit yang dapat diatasi dengan stem cell yaitu penyakit autoimun,
penyakit degeneratif, dan penyakit kanker.
2.

Transplantasi Organ
Transplantasi organ merupakan suatu teknologi medis untuk mengganti
seluruh atau sebagian organ tubuh dari satu tubuh ke tubuh yang lain, atau dari
suatu tempat ke tempat yang lain pada tubuh yang sama. Transplantasi organ
dilakukan untuk mengganti organ tubuh yang rusak maupun organ tubuh yang
sudah tidak berfungsi. Salah satu contoh transplantasi organ yang sering dilakukan
adalah tranplantasi organ kulit yang rusak akibat luka bakar.
Transplantasi organ dari satu orang ke orang lain sering gagal karena tubuh
resipien segera bereaksi menolaknya. Hal ini disebabkan organ yang
ditransplantasikan dianggap sebagai benda asing sehingga harus dilawan dengan
antibodi. Jadi, transplantasi yang aman dilakukan jika jaringan atau organ yang
ditransplantasikan berasal dari tubuhnya sendiri. Misalnya, kulit wajah yang rusak
dapat ditransplantasikan dengan kulitnya sendiri yang bisa diambil dari kulit paha.
Transplantasi biasanya dapat dilakukan jika terdapat kecocokan antara gen
pendonor dengan penerima. Biasanya, pendonor lebih banyak diambil dari satu
garis keturunan.

Biologi Kelas XI

67

Anda telah mempelajari teknologi transplantasi organ. Untuk menambah


wawasan Anda mengenai transplantasi organ kulit, lakukan kegiatan berikut.

Menganalisis Pemanfaatan Transplantasi Kulit untuk Penderita Luka Bakar


Bacalah informasi mengenai transplantasi kulit dari berbagai literatur dengan
cermat dan teliti.
2. Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh dari literatur tersebut.
3. Buatlah tulisan mengenai transplantasi kulit meliputi masalah-masalah berikut.
a. Kondisi penderita yang bagaimana sehingga harus dilakukan transplantasi kulit?
b. Bagaimana cara transplantasi kulit tersebut?
c. Apakah transplantasi kulit menimbulkan efek samping bagi orang yang
melakukannya?
4. Kumpulkan hasil tulisan Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

1.

Anda telah mempelajari teknologi yang berkaitan dengan jaringan hewan, yaitu
stem cell dan transplantasi organ. Kedua teknologi tersebut diharapkan mampu
menyembuhkan berbagai penyakit yang sulit diobati. Namun, penggunaan stem cell
dianggap melanggar batas etika kemanusiaan ketika digunakan embrio manusia untuk
membuat sel induk dalam stem cell. Setelah Anda mempelajari manfaat stem cell, solusi
apa yang dapat Anda berikan untuk mengatasi permasalahan tersebut?

1.
2.
3.

68

Apa yang dimaksud dengan stem cell?


Jelaskan dua macam stem cell berdasarkan sumbernya!
Apa yang dimaksud dengan transplantasi organ?

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Stem cell atau sering disebut sel punca, sel induk, atau sel batang, merupakan
jenis sel dari tubuh makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk
memperbanyak diri dan bersifat multipotensi. Sel ini dapat berdiferensiasi sehingga
membentuk jaringan, organ, sistem organ, bahkan organisme. Karena keistimewaannya
inilah stem cell menjadi harapan baru untuk penyembuhan berbagai penyakit seperti
kegagalan fungsi organ, leukemia, diabetes, bahkan AIDS. Berdasarkan informasi
tersebut, coba Anda cari informasi lebih lanjut dari buku-buku referensi, surat kabar,
maupun internet mengenai stem cell dan penerapannya dalam kehidupan. Selanjutnya,
buatlah poster mengenai prosedur pembuatan stem cell secara lengkap meliputi alat,
bahan, proses, hasil, serta tujuan dan manfaatnya. Lengkapilah poster yang Anda
buat dengan gambar-bambar pendukung untuk proyek ini. Tuangkan kreativitas dan
imajinasi Anda dalam tugas proyek ini sehingga hasilnya menarik. Kumpulkan hasil
tugas proyek kepada Bapak atau Ibu Guru Anda.

1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.
8.

9.

Sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama akan membentuk suatu jaringan.
Jaringan utama penyusun organ tubuh hewan Vertebrata yaitu jaringan epitel,
jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.
Jaringan epitel tersusun dari sel-sel yang saling terikat oleh zat pengikat yang
kuat sehingga hampir tidak ada ruang antarsel. Berdasarkan bentuknya, sel epitel
dibedakan menjadi bentuk pipih, kubus, dan silindris. Berdasarkan jumlah lapisannya, jaringan epitel dapat dibedakan menjadi epitel simpleks dan epitel kompleks.
Jaringan pengikat terbentuk dari perkembangan lapisan mesoderma embrio.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan pengikat dikelompokkan menjadi
jaringan pengikat biasa dan jaringan pengikat dengan sifat khusus.
Jaringan otot tersusun dari sel-sel otot dan berfungsi melakukan pergerakan.
Jaringan otot terbagi menjadi tiga, yaitu jaringan otot polos, otot lurik, dan otot jantung.
Jaringan saraf terdiri atas sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron terdiri atas
badan sel saraf, neurit atau akson, dan dendrit.
Jaringan hewan berkaitan erat dengan penemuan berbagai macam teknologi di
bidang kedokteran, misal teknologi stem cell dan transplantasi organ.
Stem cell atau sering disebut sel punca, sel induk, atau sel batang, merupakan
jenis sel dari tubuh makhluk hidup yang memiliki kemampuan untuk
memperbanyak diri dan bersifat multipotensi. Stem cell dapat digunakan untuk
penyembuhan berbagai penyakit seperti kegagalan fungsi organ, leukemia,
diabetes, bahkan AIDS.
Transplantasi organ merupakan suatu teknologi medis untuk mengganti seluruh
atau sebagian organ tubuh dari satu tubuh ke tubuh yang lain, atau dari suatu
tempat ke tempat yang lain pada tubuh yang sama. Transplantasi organ dilakukan
untuk mengganti organ tubuh yang rusak maupun organ tubuh yang sudah tidak
berfungsi.
Biologi Kelas XI

69

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jaringan epitel memiliki beberapa fungsi
berikut, kecuali . . . .
a. melekatkan jaringan satu dengan
jaringan lainnya
b. melindungi tubuh dari gangguan
mekanis
c. melindungi tubuh dari serangan
patogen
d. berperan dalam proses penyerapan
e. berperan sebagai kelenjar
2. Perhatikan gambar
potongan organ
usus halus di
samping!
Jaringan yang berfungsi memperluas
bidang penyerapan
sari makanan ditunjukkan oleh nomor
....
a. 1
b. 2
c. 3

2
4

d.
e.

4
5

3. Perhatikan ciri-ciri jaringan otot berikut!


1) Kerja menurut kehendak.
2) Sel berbentuk silindris dan bercabang-cabang.
3) Inti satu di tengah.
4) Kerja di luar kehendak.
5) Inti satu di pinggir.
6) Sel berbentuk gelendong.
Ciri-ciri jaringan otot lurik ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1) dan 3)
b. 1) dan 5)
c. 2) dan 4)
d. 4) dan 5)
e. 4) dan 6)

70

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

4. Cermati ciri-ciri jaringan dibawah ini!


1) Matriksnya berupa cairan lendir.
2) Terdapat berkas serabut kolagen
yang fleksibel.
3) Terdapat di sekitar organ dalam.
4) Mengelilingi elemen-elemen jaringan lain.
Jaringan yang memiliki ciri-ciri di atas
adalah . . . .
a. jaringan tulang keras
b. jaringan tulang rawan
c. jaringan pengikat padat
d. jaringan epitel penutup
e. jaringan pengikat longgar
5. Reza mengamati jaringan hewan di
bawah mikroskop dengan perbesaran
40. Ia melihat jaringan tersebut
berbentuk seperti gambar berikut.
Jaringan seperti gambar di samping terdapat pada . . . .
a. saluran pencernaan
b. pembuluh limfa
c. diafragma
d. jantung
e. lidah
6. Manakah ciri yang dimiliki oleh
jaringan tulang?
a. Membatasi rongga dengan
membran dasar.
b. Terdiri atas sel-sel yang bentuknya
panjang dan tipis.
c. Terdiri atas sel-sel yang diliputi
oleh matriks.
d. Mempunyai fungsi sebagai alat
koordinasi.
e. Berfungsi untuk melestarikan
organisme.

7. Pasangan yang tepat antara gambar


jaringan hewan manmalia dengan
fungsinya adalah . . . .
Jaringan

Fungsi

a.

Proteksi dan isolasi hilangnya


panas berlebihan

b.

Menerima dan
menyampaikan
rangsang

c.

Kontraksi periodik

d.

Melapisi atau melindungi permukaan tubuh

e.

Melakukan aksi
dan reaksi terhadap rangsangan

8. Perhatikan gambar jaringan hewan


berikut!

Jika dilihat dari strukturnya, jaringan


tersebut memiliki fungsi . . . .
a. penghasil mucus untuk menangkap
benda asing yang masuk
b. proteksi, sekresi, difusi, dan
absorpsi zat
c. proteksi, sekresi, dan gerakan gas
d. menahan regangan dan tekanan
e. tempat difusi dan infiltrasi zat
9. Perhatikan karakteristik jaringan tulang
rawan berikut!
1) Matriksnya berwarna putih kebirubiruan.

2)

Matriksnya keruh kekuningkuningan.


3) Memberikan fleksibilitas dan
sokongan.
4) Membentuk rangka embrio.
5) Terdapat pada daun telinga.
Ciri-ciri tulang rawan elastis ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1), 3), dan 4)
b. 1), 3), dan 5)
c. 2), 3), dan 4)
d. 2), 3), dan 5)
e. 2), 4), dan 5)
10. Agus mengamati suatu jaringan hewan
dengan ciri-ciri sebagai berikut.
1) Sel berbentuk silinder.
2) Reaksi terhadap rangsang cepat.
3) Tersusun dari filamen aktin dan
miosin.
4) Berinti banyak dan terdapat di tepi
sel.
Berdasarkan ciri-cirinya, jaringan yang
diamati Agus tersebut berfungsi . . . .
a. menyimpan lemak cadangan
b. menggerakkan tulang (rangka)
c. menerima dan mengantarkan
impuls
d. menggerakkan organ-organ dalam
tubuh
e. menghubungkan jaringan satu
dengan lainnya
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Pada jaringan epitel penutup tidak
terdapat pembuluh darah. Bagaimana
cara jaringan tersebut memperoleh
nutrisi untuk kelangsungan hidup selselnya?
2. Rangsang dari lingkungan dapat berupa
aroma atau wangi-wangian. Jelaskan
mekanisme penghantaran impuls saat
kita melihat dan mencium aroma
makanan yang enak hingga kita mengambil dan memakannya!

Biologi Kelas XI

71

3. Joko membaca artikel tentang transplantasi organ. Dalam artikel tersebut


menyebutkan bahwa dalam kasus
transplantasi organ sering terjadi
penolakan dari tubuh resipien terhadap
organ yang ditransplantasikan.
Benarkah informasi tersebut? Jelaskan
tanggapan Anda!
4. Perhatikan gambar berikut!

b.
6.

7.

8.
a.
b.

Sebutkan jenis jaringan epitel yang


menyusun organ bertanda X!
Apa fungsi jaringan epitel pada
organ tersebut?

9.

5. Perhatikan gambar sel saraf berikut!

a.

Sebutkan nama bagian-bagian


yang ditunjuk huruf X, Y, dan Z!

10.

Jelaskan fungsi tiap-tiap bagian


tersebut!
Jaringan pengikat tersusun dari bahan
dasar yang bersifat homogen setengah
cair. Bahan dasar ini dapat bersifat
lentur, tetapi juga dapat bersifat kaku.
Mengapa demikian?
Penyakit degeneratif merupakan
penyakit yang menyerang fungsi tubuh,
terutama, pada lansia. Penyakit ini
disebabkan adanya kerusakan sel-sel
tertentu pada tubuh. Apakah penyakit
degeneratif dapat disembuhkan dengan
teknologi stem cell?
Mengapa jaringan epitelium disebut
sebagai pintu gerbang lalu lintas zat?
Jelaskan!
Erna dan Ema mendapatkan tugas dari
gurunya untuk mencari informasi
mengenai fungsi jaringan darah.
Menurut informasi yang mereka dapatkan, jaringan darah berfungsi dalam
pertahanan tubuh. Benarkah informasi
tersebut? Jelaskan jawaban Anda!
Jaringan tulang rawan merupakan
jaringan yang berfungsi menyokong
rangka pada embrio dan bagian-bagian
dari rangka orang dewasa. Dari manakah asal dibentuknya jaringan tulang
rawan pada anak-anak dan pada orang
dewasa?

Kumpulan jaringan dengan struktur dan fungsi sama akan membentuk organ,
kumpulan berbagai organ akan membentuk sistem organ, dan kumpulan sistem organ
akan saling bekerja sama melaksanaakan proses kehidupan di dalam tubuh manusia.
Keberadaan jaringan, organ, dan sistem organ dengan fungsinya masing-masing
merupakan bukti bahwa Tuhan menciptakan keteraturan dan kompleksitas di dalam
tubuh manusia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita selalu bersyukur kepada Tuhan
dengan cara menjaga kesehatan masing-masing jaringan, organ, dan sistem organ di
dalam tubuh dengan perilaku hidup sehat.

72

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Hewan

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Sistem Gerak
Mempelajari

Alat Gerak
Pasif

Alat Gerak
Aktif
MacamMacam Otot

Fungsi Rangka
Jenis Tulang
Meliputi
Bentuk Tulang

Meliputi

Proses
Pembentukan
Tulang
Susunan
Tulang dalam
Tubuh
Hubungan
Antartulang
(Persendian/
Artikulasi)

Kelainan dan Teknologi


yang Berhubungan
dengan Sistem Gerak

Mekanisme
Gerak Otot
Sifat Gerak
Otot dan
Jenis-Jenis
Gerak

Gangguan pada
Rangka Tubuh
Meliputi

Dapat
diatasi
dengan

Gangguan
Persendian
Gangguan Otot

Teknologi yang
Berhubungan dengan
Sistem Gerak
Transplantasi
Sumsum Tulang

Meliputi

Penggantian
Sendi
Penyembuhan
Patah Tulang

Biologi Kelas XI

73

Sumber: Dokumen Penerbit

Beberapa orang memiliki tubuh sangat lentur sehingga dapat menekuk bagian tubuhnya
ke berbagai posisi. Sebagai contoh, merentangkan kaki atau menempatkan kaki di belakang
telinga. Kelenturan tubuh ini terjadi karena ligamen-ligamen yang menghubungkan
persendian sangat elastis. Suatu gerakan dapat terjadi karena kerja sama beberapa komponen
dalam sistem gerak yaitu otot, tulang, dan persendian. Bagaimana terjadinya mekanisme
gerak? Gangguan apa saja yang dapat menyerang sistem gerak? Teknologi apa yang
digunakan untuk membantu kelainan pada sistem gerak?

1.
2.
3.
4.
5.
6.

74

Alat gerak pasif


Alat gerak aktif
Jenis-jenis persendian
Mekanisme terjadinya gerak
Gangguan atau kelainan pada sistem gerak
Teknologi untuk mengatasi kelainan pada sistem gerak

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

Sistem Havers
Kanalikuli
Lakuna
Osifikasi
Kontraksi
Otot
Aktin
Miosin
Sarkomer
Relaksasi

Salah satu ciri makhluk hidup yaitu dapat bergerak. Manusia juga diberi kemampuan
untuk bergerak aktif. Bahkan beberapa orang, memiliki kemampuan untuk bergerak lebih
lentur dibandingkan dengan orang lain. Manusia dapat bergerak aktif karena memiliki dua
alat gerak utama yaitu otot dan tulang. Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh disebut
alat gerak pasif, sedangkan otot disebut sebagai alat gerak aktif. Selain itu, terdapat
persendian yang menghubungkan antartulang sehingga tulang lebih mudah bergerak.
Tulang, otot, dan sendi dapat mengalami gangguan atau penyakit sehingga gerakan menjadi
terganggu. Oleh karena itu, diperlukan beberapa teknologi untuk membantu gangguan
atau penyakit yang menyerang sistem gerak. Namun, Anda perlu mengungkapkan rasa
syukur kepada Tuhan karena telah menciptakan suatu mekanisme sistem gerak dan pola
pikir ilmiah yang baik. Salah satu cara wujud syukur yang dapat Anda lakukan yaitu dengan
merawat dan menjaga tulang, otot, serta sendi dengan baik sehingga tidak mengalami
gangguan atau penyakit.
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari tentang sistem gerak pada manusia yang meliputi
alat gerak pasif, persendian, alat gerak aktif, gangguan atau penyakit yang menyerang sistem
gerak, serta teknologi yang digunakan untuk membantu kelainan pada alat gerak.

A. Alat Gerak Pasif


Alat gerak pasif manusia berupa tulang. Tulang-tulang saling berhubungan
membentuk rangka. Bagaimana struktur tulang? Zat-zat apa yang menyusun tulang?
Untuk mengawali pemahaman Anda, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mendeskripsikan Struktur Tulang


1.
2.

3.

4.
5.

Perhatikan gambar di samping dengan cermat


dan teliti.
Carilah informasi dari berbagai literatur
mengenai patah tulang dan catatlah informasi
penting yang Anda peroleh.
Diskusikan permasalahan-permasalahan
berikut dengan teman-teman Anda.
a. Berdasarkan strukturnya tulang terlihat
sangat keras. Namun, mengapa bisa terjadi
patah tulang?
Sumber: Dokumen Penerbit
b. Zat-zat apa yang menyusun tulang?
Gambar 4.1 Patah tulang dan
c. Bagaimana hubungan antara zat-zat rontgen
penyusun tulang dengan fungsinya?
Saat melakukan diskusi, jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja
sama, cinta damai, berani mengemukakan argumentasi secara sopan, dan
menghargai pendapat orang lain.
Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil kegiatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Biologi Kelas XI

75

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah sedikit mengetahui tentang struktur


tulang sehingga tulang dapat patah. Anda akan lebih memahami mengenai struktur
dan fungsi tulang dengan membaca uraian materi berikut.

76

1.

Fungsi Rangka
Rangka tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi berikut.
a. Menegakkan dan menopang badan, misalnya tulang-tulang punggung dan
tulang paha.
b. Melindungi bagian-bagian tubuh yang lunak dan penting, misalnya tengkorak
melindungi otak dan mata.
c. Sebagai alat gerak pasif.
d. Memberi bentuk tubuh.
e. Tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih.
f. Tempat melekatnya otot-otot rangka.

2.

Jenis Tulang
Tubuh manusia disusun oleh rangka dalam (endoskeleton). Berdasarkan sifatsifat jaringan penyusunnya, tulang rangka dapat dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu tulang rawan dan tulang keras.
a.

Tulang Rawan (Kartilago)


Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan. Sel-sel tulang rawan
disebut kondrosit. Kondrosit terbentuk dari sel-sel tulang rawan muda
(kondroblas). Kondrosit terdapat dalam ruangan yang disebut lakuna.
Kondroblas menghasilkan matriks berupa kondrin. Kondrin umumnya berupa
hialin yang homogen dan jernih. Kondrin yang berserabut mengandung
banyak zat kolagen (zat perekat tulang).
Ada tiga tipe tulang rawan yaitu tulang rawan hialin, fibrosa, dan elastis.
1) Tulang rawan hialin bersifat kuat dan elastis serta berwarna putih kebirubiruan, contoh tulang hidung, trakea, laring, dan ujung tulang rusuk.
2) Tulang rawan fibrosa (serat) bersifat keras dan berwarna putih, contoh
tulang tempurung lutut dan ruas tulang belakang.
3) Tulang rawan elastis bersifat fleksibel dan elastis serta berwarna kuning,
contoh daun telinga dan epiglotis.
Tulang rawan bersifat lentur serta terdiri atas sel-sel rawan yang dapat
menghasilkan matriks berupa kondrin. Pada anak-anak, tulang rawan berasal
dari sel mesenkim dan mengandung banyak kondroblas. Pada orang dewasa
tulang rawan mengandung banyak matriks. Tulang rawan pada orang dewasa
dibentuk oleh perikondrium (selaput tulang rawan) yang mengandung
kondroblas.

b.

Tulang Keras (Osteon)


Tulang keras tersusun dari sel-sel tulang yang disebut osteosit. Tulang
keras berfungsi menyusun berbagai sistem rangka. Sel tulang keras (osteosit)
terbentuk dari osteoblas (sel tulang muda). Osteosit terdapat dalam ruangan
yang disebut lakuna. Antarlakuna tersebut dihubungkan oleh kanalikuli yang
berisi sitoplasma dan pembuluh darah. Kanalikuli berfungsi memenuhi
kebutuhan nutrisi osteosit.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

Tulang keras dibedakan menjadi


dua yaitu tulang kompak (tulang
padat) dan tulang spons (tulang
berongga). Contoh tulang kompak
terdapat pada tulang pipa, sedangkan
contoh tulang spons terdapat pada
bagian epifisis tulang pipa. Matriks
tulang keras (tulang kompak)
mengandung zat kapur, fosfat, dan
serabut kolagen. Adapun matriks
tulang spons mengandung sumsum
tulang atau sel-sel lemak. Struktur
tulang kompak dan tulang spons
dapat Anda amati pada Gambar 4.2.
Anda telah mempelajari mengenai
struktur tulang keras berdasarkan zat-zat
penyusunnya. Untuk memperluas pemahaman Anda mengenai zat-zat penyusun
tulang keras, lakukan kegiatan berikut.

Kanalikuli
Kanal pusat
Lamela
tulang

Lakuna

Sistem
Havers

Tulang
kompak

Tulang
spons

Sumber: Biology, Raven and Johnson

Gambar 4.2 Struktur tulang kompak dan


tulang spons

Mengidentifikasi Zat-Zat Penyusun Tulang Keras


A. Pendahuluan
Di dalam matriks tulang keras
terjadi penumpukan zat-zat kapur.
Kandungan zat tersebut membuat
tulang menjadi keras. Berkurangnya
kandungan kalsium dalam tulang
dapat mengakibatkan kerapuhan
tulang sehingga tulang menjadi
mudah patah. Kerapuhan tulang
dikenal dengan istilah osteoporosis.
Kegiatan ini bertujuan untuk
mengidentifikasi zat penyusun
tulang dan hubungannya dengan
penyakit osteoporosis dan rakitis.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan
pembagian tugas pada setiap anggota
kelompok. Setiap anggota kelompok
harus bertanggung jawab pada
tugasnya masing-masing. Selain itu,
diperlukan juga sikap mau bekerja sama

antaranggota kelompok. Pada kegiatan ini digunakan bahan kimia


yang besifat asam kuat sehingga perlu
kehati-hatian saat menggunakannya.
Kenakan sarung tangan dan googgle
agar kulit dan mata tidak terkena
bahan kimia. Setelah selesai melakukan kegiatan, sisa larutan HCl
dibuang melalui saluran khusus
untuk bahan kimia sehingga tidak
mencemari lingkungan.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Tulang paha ayam segar
2. Larutan HCl dengan konsentrasi
30%
3. Air
4. Gelas plastik
5. Pinset
6. Cawan petri
7. Kain lap

Biologi Kelas XI

77

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Bersihkan sisa-sisa daging yang
melekat pada tulang paha
ayam.
2. Patahkan/potonglah paha
ayam menjadi 2 bagian agar
bagian dalam tulang mudah
diamati.
3. Amati keadaan paha ayam
sebelum perendaman dengan
larutan HCl, misalnya kekerasan,
kelenturan, dan warnanya.
Catatlah hasil pengamatan pada
tabel pengamatan.
4. Larutkan 100 ml larutan HCl
30% di gelas plastik dengan air
200 ml sehingga mendapatkan
larutan HCl sebanyak 300 ml
dengan kadar HCl sebanyak
10%.
5. Rendamlah tulang tersebut ke
dalam gelas plastik yang berisi
larutan HCl selama 1 jam.
6. Setelah 1 jam, angkatlah tulang
dari larutan HCl menggunakan
pinset. Bilaslah dengan air,
keringkan dengan kain lap, dan
letakkan pada cawan petri.
7. Amati dan catatlah perubahan
yang terjadi pada tulang ayam
tersebut meliputi kekerasan,
kelenturan, dan warnanya.
8. Catatlah hasil pengamatan
Anda dalam bentuk tabel.

3.

78

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana struktur tulang
paha ayam secara keseluruhan?
2. Berdasarkan bentuk dan
sifatnya, sebutkan jenis tulang
paha ayam tersebut!
3. Apakah terjadi perubahan
kelenturan pada tulang
sesudah direndam larutan
HCl? Mengapa?
4. Berdasarkan hasil pengamatan
Anda, apa hubungan antara pola
makan rendah kalsium, proses
menyusui, dan menstruasi
dengan struktur tulang? Apa
fungsi kalsium bagi tubuh?
5. Apa hubungan zat penyusun
jaringan tulang dengan kasus
osteoporosis dan rakitis?
6. Buatlah laporan dari hasil
kegiatan ini yang meliputi judul
percobaan, tujuan, alat dan bahan,
langkah-langkah kegiatan, serta
hasil pengamatan dan diskusi.
E.

Unjuk Kreativitas
Ambillah ujung tulang rusuk
dari hewan yang disembelih misalnya
kambing atau sapi. Kemudian,
rendamlah potongan ujung tulang
rusuk tersebut dalam larutan HCl.
Apa yang akan terjadi pada ujung
tulang rusuk tersebut? Apakah ujung
tulang rusuk juga mengandung
kalsium?

Bentuk Tulang
Berdasarkan bentuknya, terdapat tiga macam bentuk tulang yang menyusun
rangka tubuh yaitu tulang pendek, tulang pipih, dan tulang pipa yang dapat Anda
amati pada Gambar 4.3.
a. Tulang pipih berbentuk pipih dan lebar. Tulang pipih tersusun dari dua
lempengan tulang kompak dan tulang spons. Di dalam tulang spons terdapat
sumsum tulang. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga sehingga
tulang pipih berfungsi sebagai pelindung atau sebagai penguat. Contoh tulang
pipih yaitu tulang tengkorak, tulang rusuk, dan tulang belikat.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

c.

5.

Tulang pipih

Tulang pendek

Tulang pipa
Sumber:

Ilustrated World of Science Encyclopedia 2, Creative World


Publications, Inc.

Gambar 4.3 Macam-macam tulang berdasarkan


bentuknya
Tulang spons

Epifisis

Pembuluh
darah

Diafisis

4.

Tulang pendek berbentuk seperti


kubus atau pendek tidak
beraturan. Tulang ini terdapat
pada telapak tangan dan kaki
serta ruas-ruas tulang belakang.
Tulang pipa berbentuk seperti
tabung dan pada umumnya
berongga. Kedua ujungnya membulat dan terjadi perluasan yang
berfungsi untuk berhubungan
dengan tulang lain. Tulang pipa
terdiri atas tiga bagian yaitu bagian
ujung (epifisis), bagian tengah
(diafisis), dan bagian antara epifisis
dan diafisis yang disebut metafisis.
Pada bagian metafisis terdapat
cakra epifisis, yaitu bagian tulang
pipa yang dapat bertambah
panjang selama masa pertumbuhan. Contoh tulang pipa
adalah tulang paha dan tulang betis.
Di dalam tulang pipa terdapat
osteoblas yang berfungsi untuk
perkembangan, pemeliharaan,
perawatan, dan perbaikan tulang.
Struktur tulang pipa dapat Anda
amati pada Gambar 4.4.

b.

Tulang kompak

Metafisis
Epifisis

Sumber: Histologi Dasar, Penerbit Buku Kedokteran

Gambar 4.4 Struktur tulang pipa

Proses Pembentukan Tulang


Urutan proses pembentukan tulang (osifikasi) sebagai berikut.
a. Bagian dalam tulang rawan pada embrio berisi banyak osteoblas.
b. Osteoblas membentuk osteosit. Osteosit tersusun melingkar membentuk sistem
Havers. Di tengah sistem Havers terdapat saluran Havers yang mengandung
banyak pembuluh darah dan serabut saraf.
c. Osteosit menyekresikan zat protein yang akan menjadi matriks tulang.
Selanjutnya, osteosit akan mendapat tambahan senyawa kalsium dan fosfat
yang akan membuat tulang mengeras.
d. Selama terjadi penulangan (osifikasi) bagian di antara epifisis dan diafisis membentuk cakra epifisis. Cakra epifisis berupa tulang rawan yang mengandung
banyak osteoblas.
e. Bagian cakra epifisis terus mengalami penulangan yang mengakibatkan tulang
memanjang.
f. Di bagian tengah tulang pipa terdapat osteoklas yang merusak tulang.
Akibatnya, tulang tersebut menjadi berongga dan terisi oleh sumsum tulang.
Susunan Tulang dalam Tubuh
Skeleton manusia dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu
skeleton aksial sumbu tubuh dan skeleton apendikular (anggota tubuh). Skeleton
aksial adalah tulang-tulang yang menyusun sumbu utama tubuh manusia dari
Biologi Kelas XI

79

ujung kepala sampai ujung tulang ekor. Adapun skeleton apendikuler adalah
tulang-tulang yang menyusun alat gerak atas dan alat gerak bawah. Perhatikan
Gambar 4.5 berikut!
Tengkorak
Tulang pipi

Tulang selangka

Tulang
belikat
Tulang dada
Tulang usus
Tulang
pergelangan tangan

Tulang telapak tangan


Tulang jari tangan

Tempurung lutut

Tulang lengan atas

Tulang
rusuk
Tulang
belakang

Tulang pengumpil
Tulang hasta

Tulang
kemaluan
Tulang
duduk

Tulang
paha
Tulang kering
Tulang betis

Tulang
pergelangan kaki
Tulang jari kaki

Tulang telapak kaki

Sumber: Ilustrated World of Science Encyclopedia 2, Creative World Publications, Inc.

Gambar 4.5 Tulang rangka dan bagian-bagiannya

a.

Skeleton Aksial
Skeleton aksial terletak pada sumbu
tubuh meliputi tulang tengkorak, tulang
belakang, tulang dada, serta tulang rusuk.
1)

80

Tulang
ubun-ubun
Tulang

Tulang
dahi

baji
Tulang Tengkorak (Skull)
Tulang
Tulang
Tulang tengkorak terdiri atas
hidung
pelipis
tulang pipih yang berjumlah 28 buah.
Tulang
Tulang
pipi
Tulang-tulang pembentuk tengkorak
rahang
Tulang
dibedakan menjadi tengkorak wajah
atas
rahang
(muka) dan tempurung kepala
bawah
(tengkorak pelindung otak). Tulang
tempurung kepala terdiri atas tulang Sumber: Tubuh, Nourse
dahi, tulang kepala bagian belakang, Gambar 4.6 Tulang tengkorak
tulang ubun-ubun, tulang baji, dan tulang pelipis. Adapun tulang muka terdiri
atas tulang pipi, tulang hidung, tulang rahang atas, tulang rahang bawah,
tulang air mata, dan tulang langit-langit. Fungsi tulang tengkorak adalah
melindungi otak, mata, dan telinga bagian dalam. Perhatikan Gambar 4.6!

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

2)

3)

Tulang Belakang (Vertebrae)


Tulang belakang terdiri atas
26 buah ruas tulang. Tulang leher
paling atas yang berhubungan
dengan tempurung kepala disebut
tulang atlas. Tulang belakang
dibedakan atas tulang leher, tulang
punggung, tulang pinggang, tulang
kelangkang, dan tulang ekor. Tulang
kelangkang merupakan fusi dari
lima ruas tulang belakang, sedangkan
tulang ekor merupakan fusi dari
empat segmen terakhir tulang
belakang. Fungsi tulang belakang
yaitu menegakkan tubuh dan
tengkorak serta sebagai pelekatan
tulang-tulang rusuk. Perhatikan
Gambar 4.7!

Tulang
leher 7 ruas

Tulang
punggung
12 ruas

Tulang
pinggang
5 ruas
Tulang
kelangkang
(sakrum)
5 ruas

Tulang ekor
4 ruas

Sumber: Tubuh, Nourse

Gambar 4.7 Tulang belakang

Tulang Rusuk dan Tulang Dada (Sternum)


Tulang dada terdiri atas tiga bagian yaitu bagian hulu, badan, dan
taju pedang. Sementara itu, tulang rusuk terdiri atas 12 pasang yang dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tujuh pasang tulang rusuk sejati,
tiga pasang tulang rusuk palsu, dan dua pasang tulang rusuk melayang.
Tulang dada dengan tulang rusuk dan tulang belakang secara
bersama-sama berfungsi melindungi organ vital seperti jantung dan
paru-paru. Perhatikan struktur tulang dada dan tulang rusuk pada
Gambar 4.8 berikut!

Tulang
dada

Hulu

Tulang
rusuk
sejati

Taju
pedang

Sumber:

Tulang
rusuk
melayang

Badan

Tulang
rusuk
palsu

Ilustrated World of Science Encyclopedia 2, Creative World Publications, Inc.

Gambar 4.8 Tulang rusuk dan tulang dada

Biologi Kelas XI

81

b.

6.

82

Skeleton Apendikuler
Skeleton apendikuler terdiri
atas tungkai atas, tungkai bawah,
tulang bahu, dan tulang pinggul.
Tungkai atas terdiri atas tulang
lengan, tulang hasta, tulang
pengumpil, tulang pergelangan
tangan, tulang telapak tangan, dan
tulang jari tangan. Pangkal lengan
berhubungan dengan tulang bahu.
Tulang bahu terdiri atas tulang
selangka dan tulang belikat.
Tungkai bawah tulang paha
berhubungan dengan tulang gelang
panggul. Tulang panggul terdiri
atas tulang duduk, tulang usus, dan
tulang kemaluan. Perhatikan
Gambar 4.9!

Tulang
selangka

Tulang
usus
Tulang
duduk

Tulang
belikat

Tulang
paha

Tulang
lengan

Tempurung
lutut
Tulang hasta

Tulang betis

Tulang
pengumpil

Tulang kering

Tulang
pergelangan tangan

Tulang
pergelangan kaki

Tulang
telapak tangan
Tulang jari tangan

Tungkai atas

Tulang
telapak kaki
Tulang jari kaki

Tungkai bawah

Sumber: Ilustrated World of Science Encyclopedia 2, Creative World Publications, Inc.

Gambar 4.9 Tulang-tulang tungkai

Hubungan Antartulang (Persendian atau Artikulasi)


Bagian dari sistem rangka yang menghubungkan antartulang sehingga kita
dapat bergerak adalah persendian. Berdasarkan keleluasaan gerakan yang
dihasilkan, persendian dibedakan menjadi sinartrosis, amfiartrosis, dan diartrosis.
Sinartrosis (sendi mati) adalah persendian yang tidak memungkinkan terjadinya
pergerakan. Sinartrosis ada dua macam yaitu sinostosis dan sinkondrosis. Sinostosis
adalah hubungan antartulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat,
contoh pada tengkorak. Sinkondrosis adalah persendian oleh tulang rawan (kartilago)
hialin, contoh hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa.
Amfiartrosis (sendi kaku) adalah persendian yang memungkinkan terjadinya
sedikit gerakan. Hubungan antartulang ini dihubungkan oleh kartilago sehingga
memungkinkan sedikit gerakan, contoh sendi antara tulang betis dan tulang kering.
Diartrosis (sendi gerak) adalah persendian
Tulang
Ligamen
yang memungkinkan gerakan tulang-tulang secara
rawan
leluasa. Hubungan antara tulang ini dihubungkan
hialin
Ruang
oleh ligamen sehingga dapat digerakkan. Bagiansinovial
bagian sendi gerak seperti yang ditunjukkan pada
Membran
Gambar 4.10 sebagai berikut.
sinovial
Kapsul
a. Ruang sinovial, berisi cairan sinovial yang
berfungsi sebagai pelumas.
b. Ligamen, berupa jaringan ikat yang meng- Sumber: Biology, Raven and Johnson
hubungkan kedua ujung tulang.
Gambar 4.10 Struktur sendi gerak
c. Kapsul sendi merupakan lapisan serabut yang
menyelubungi rongga sendi.
d. Tulang rawan hialin, berfungsi melindungi kedua ujung tulang yang
membentuk persendian dari benturan keras.
Sendi-sendi apa saja yang termasuk kelompok diartrosis? Bagaimana arah
gerakannya? Untuk mengetahuinya, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

Mengidentifikasi Jenis-Jenis Sendi Diartrosis


1.
2.

3.
4.

5.
6.

Sediakan torso rangka tubuh manusia.


A
Gerakkan bagian-bagian tulang yang
B
menyusun rangka tersebut sesuai dengan
persendian yang ditunjuk pada gambar di
C
samping. Bandingkan dengan gerak sendi
pada tubuh Anda.
D
E
Catatlah arah gerakan setiap persendian
tersebut.
F
G
Berdiskusilah bersama teman-teman Anda
dengan menerapkan sikap saling menghargai
dan menghormati pendapat orang lain untuk
H
menyelesaikan permasalahan-permasalahan
Sumber: www.dreamstime.com
berikut.
Gambar 4.11 Rangka manusia
a. Bagaimana struktur persendian?
b. Jelaskan jenis-jenis persendian berdasarkan arah gerakannya!
c. Persendian mana yang dapat digerakkan paling leluasa?
Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam format laporan yang
meliputi judul, tujuan, hasil kegiatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan tersebut,


Anda telah mengenal berbagai sendi
diartrosis yang menyusun rangka
tubuh. Berdasarkan arah gerak yang
ditimbulkan, diartrosis dapat
dibedakan menjadi sendi peluru,
Sendi engsel
Sendi pelana
Sendi putar
sendi pelana, sendi engsel, sendi
geser, sendi putar, dan sendi luncur.
Struktur sendi-sendi tersebut dapat
Anda lihat pada Gambar 4.12.
a. Sendi peluru, memungkinkan
gerakan ke segala arah. Contohnya persendian antara tulang
Sendi peluru
Sendi geser
Sendi luncur
lengan atas dan gelang bahu.
Sumber: Dokumen Penerbit
b. Sendi pelana, memungkinkan
Gambar 4.12 Macam-macam sendi diartrosis
gerakan ke dua arah. Contohnya
persendian antara tulang ibu jari dan tulang telapak tangan.
c. Sendi engsel, memungkinkan gerakan ke satu arah. Contohnya persendian
pada siku dan lutut.
d. Sendi geser, memungkinkan gerakan bergeser. Contohnya persendian antara
ruas-ruas tulang belakang.
e. Sendi putar, memungkinkan gerakan memutar. Contohnya persendian antara
tengkorak dan tulang atlas.
Biologi Kelas XI

83

f.

Sendi luncur, memungkinkan gerakan


badan melengkung ke depan, ke belakang,
atau memutar. Contohnya persendian
antara tulang belikat (skapula) dan tulang
selangka (klavikula).

Anda telah mempelajari mengenai struktur


tulang dan persendian pada manusia. Sekarang,
kerjakan Tugas Mandiri agar Anda lebih
memahami mengenai struktur sel dan fungsi sel
penyusun jaringan tulang keras dan tulang rawan.

Untuk memperdalam wawasan


Anda mengenai persendian,
unduhlah video dari alamat-alamat
website berikut.
1. http://youtu.be/OqGXIsxmyck
2. http://youtu.be/KyhnsM25dA4
Setelah Anda mencermati
video-video tersebut, terapkan
langkah-langkah yang benar
dalam melakukan aktivitas.

Mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Tulang


1.
2.
3.
4.

5.

Siapkan preparat awetan irisan tulang keras dan tulang rawan.


Amati kedua preparat tersebut menggunakan mikroskop secara hati-hati.
Gambarlah hasil pengamatan Anda.
Berdasarkan hasil pengamatan Anda, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut.
a. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan tulang keras? Berdasarkan
strukturnya, apa fungsi jaringan tulang keras bagi tubuh?
b. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan tulang rawan? Berdasarkan
strukturnya, apa fungsi jaringan tulang rawan bagi tubuh?
Kumpulkan hasil pengamatan Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Tulang mengandung kalsium yang sangat menentukan kekerasan tulang.


Kekurangan asupan kalsium dapat mengakibatkan terjadinya osteoporosis. Apa
tindakan yang harus Anda lakukan untuk mencegah terjadinya osteoporosis?

1.
2.
3.
4.

84

Tulang keras dibedakan menjadi tulang kompak dan tulang spons. Jelaskan
perbedaan kedua jenis tulang tersebut!
Jelaskan enam jenis sendi gerak (diartrosis) berdasarkan arah gerakannya beserta
contohnya!
Jelaskan dua jenis sumsum tulang beserta fungsinya!
Apa perbedaaan antara cakra epifis pada anak-anak dan pada orang dewasa?

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

B. Alat Gerak Aktif


Alat gerak aktif manusia berupa otot. Menurut Davis (2010), otot adalah berkas
serat yang sebagian besar melekat dan menarik tulang. Dengan cara ini, otot dapat
menggerakkan tubuh. Dalam tubuh manusia terdapat tiga jenis otot, yaitu otot polos,
otot lurik, dan otot jantung. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan ketiga jenis otot
tersebut? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan Otot


1.
2.
3.
4.

5.
6.

Sediakan preparat awetan otot polos, otot lurik, dan otot jantung serta
mikroskop.
Amati dengan cermat ketiga awetan tersebut dengan cermat dan teliti
menggunakan mikroskop.
Gambarlah hasil pengamatan yang Anda peroleh.
Diskusikan bersama teman Anda dengan menerapkan sikap cinta damai, mau
bekerja sama, dan menghargai pendapat orang lain untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan otot polos? Apa fungsi otot
polos?
b. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan otot lurik? Apa fungsi otot
lurik?
c. Bagaimana struktur sel penyusun jaringan otot jantung? Apa fungsi otot
jantung?
Tulislah hasil kegiatan kelompok Anda ke dalam bentuk laporan dengan
format meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok yang Anda buat dengan bahasa yang sopan
dan mudah dimengerti.

Dari kegiatan di atas, Anda telah mengenal ciri-ciri otot polos, otot lurik, dan otot
jantung. Sekarang, Anda akan mempelajari satu per satu jenis otot tersebut melalui
uraian materi berikut.
1.

Macam-Macam Otot
Berdasarkan bentuk morfologis, sistem kerja, dan lokasinya dalam tubuh, otot
dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot jantung, dan otot polos.
Perhatikan struktur ketiga jenis otot tersebut pada Gambar 4.13!

Otot lurik

Otot jantung

Otot polos

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 4.13 Jenis-jenis otot


Biologi Kelas XI

85

a.

2.

Otot Lurik/Otot Rangka/Otot Serat Lintang


Otot lurik disebut juga otot sadar karena bekerjanya dikendalikan oleh
kehendak kita. Otot lurik tersusun dari miofibril berinti banyak, intinya terletak
di tepi sel, berwarna gelap dan terang, tersusun teratur, serta tampak bergaris.
Otot lurik mempunyai kontraksi cepat, tidak teratur, dan mudah lelah. Otot
lurik melekat pada rangka dan berfungsi menggerakkan rangka. Otot lurik dapat
bergerak karena rangsang berupa panas, dingin, listrik, dan rangsang kimia.
b. Otot Jantung atau Miokardium
Otot jantung mempunyai ciri seperti otot lurik, tetapi berinti satu atau dua dan
terletak di tengah sel. Selain itu, otot jantung bercabang-cabang menghubungkan
sel satu dengan sel lain. Cabang dari otot jantung disebut anastomosis. Batas antarsel
otot jantung tampak jelas dan disebut diskus interkalaris. Otot jantung hanya
terdapat di jantung dan kontraksinya bekerja di luar kesadaran.
c. Otot Polos
Sel otot polos berbentuk seperti gelendong, berinti satu, dan intinya
terletak di tengah sel. Kontraksinya lambat dan tidak mudah lelah. Hal ini
disebabkan karena kerja otot polos tidak dipengaruhi oleh kehendak. Otot
polos terdapat pada dinding organ-organ bagian dalam.
Mekanisme Gerak Otot
Secara mikroskopis otot lurik tersusun dari miofibril dengan garis-garis gelap
dan terang. Setiap miofibril tersusun dari sarkomer yang dibatasi dua garis Z.
Sarkomer adalah unit otot yang dibatasi oleh garis gelap dan terang. Sarkomer
mengandung filamen protein tebal (miosin) dan tipis (aktin) yang saling
bertumpang tindih. Pita A adalah daerah gelap yang mengandung aktin dan miosin.
Zona H adalah bagian pita A yang
hanya mengandung miosin di bagian
tengah. Pita I adalah daerah ujung
Pita A
Pita I
sarkomer yang terdapat daerah terang
Garis Z
dan hanya mengandung aktin. Ketika
Miofibril
otot berkontraksi, aktin dan miosin
Sarkomer
Struktur otot
bertautan serta saling menggelincir.
Akibatnya, zona H dan pita I memendek
sehingga sarkomer juga memendek.
Mekanisme kerja otot dapat dijelasAktin Miosin Garis Z
kan sebagai berikut. Jika otot mendapatRelaksasi
kan rangsang, asetilkolin dalam otot akan
membebaskan ion kalsium yang
Zona H
2.300 nm
merangsang pembentukan aktomiosin
Pita A Pita I
sehingga mengakibatkan otot berKontraksi
kontraksi. Apabila sudah tidak ada
rangsang, ion kalsium akan direabsorpsi.
Akibatnya, konsentrasi ion kalsium
Zona H
berkurang dan ikatan antara aktin dan
1.500 nm
miosin terlepas. Dengan demikian,
Sumber: Biology, Raven and Johnson
sarkomer akan memanjang dan otot
4.14 Perbedaan posisi aktin dan miosin
dalam keadaan relaksasi. Perhatikan Gambar
saat otot mengalami relaksasi dan kontraksi
Gambar 4.14!

86

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

Saat berkontraksi, otot membutuhkan energi dan oksigen. Fase kontraksi disebut
juga fase anaerob karena energi diperoleh dari penguraian ATP dan kreatin fosfat
yang berlangsung secara anaerob. Dalam fase tersebut berlangsung suatu mekanisme
proses kimia. Oleh karena itu, dalam mempelajari ilmu Biologi tidak terlepas dari
ilmu Kimia. Adapun proses-proses kimia tersebut dapat dituliskan sebagai berikut.
Kreatin fosfat + ADP kreatin + ATP
ATP ADP + Energi
ADP AMP + Energi
Fase relaksasi disebut juga fase aerob karena energi dihasilkan dari hasil
pemecahan glikogen yang berlangsung secara aerob. Prosesnya adalah glikogen
dipecah menjadi laktasidogen dengan diubah menjadi glukosa dan asam laktat.
Glukosa akan dioksidasi sehingga menghasilkan energi serta melepaskan CO2 dan
H2O. Adapun asam laktat merupakan hasil samping dari penguraian laktasidogen.
Penimbunan asam laktat dalam otot secara berlebihan mengakibatkan kelelahan otot.
Anda telah mempelajari mengenai mekanisme kontraksi dan relaksasi pada otot
sehingga menimbulkan suatu gerakan. Otot dapat berkontraksi karena dipengaruhi
oleh beberapa rangsang antara lain rangsang panas, dingin, listrik, dan rangsang kimia.
Lakukan percobaan berikut untuk mengetahui pengaruh rangsang kimia terhadap
kontraksi otot pada jantung katak.

Menyelidiki Pengaruh Garam Fisiologis terhadap


Kontraksi Otot pada Jantung Katak
tangan. Dalam kegiatan ini digunakan
A. Pendahuluan
objek pengamatan berupa makhluk
Otot dapat berkontraksi karena
hidup. Hewan uji coba perlu didipengaruhi berbagai rangsang,
lakukan dengan baik. Sebelum
salah satunya zat kimia. Saat
dilakukan pembedahan, hewan uji
berkontraksi otot akan memendek
coba harus dibius terlebih dahulu
sehingga mampu menggerakkan
menggunakan kloroform. Setelah
tulang. Kegiatan ini bertujuan untuk
selesai melakukan kegiatan, hewan uji
menyelidiki pengaruh garam fisiocoba dikubur dengan layak.
logis terhadap kontraksi otot pada
femur dan jantung katak.
B. Apa yang Diperlukan?
1. Seperangkat alat bedah
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan
2. Papan bedah
sikap mau bekerja sama dan bergotong3. Cawan petri
royong. Selain itu, diperlukan juga
4. Pipet tetes
sikap responsif dan proaktif dalam
5. Jarum pentul
6. Kapas
setiap tindakan melakukan peng7. Kloroform
amatan dan percobaan. Sebelum
8. Katak hijau (Rana pipiens)
melakukan kegiatan praktikum perlu
sebanyak dua ekor
dikenalkan perlengkapan kerja di
9. Larutan ringer laktat
laboratorium yang meliputi jas
10. NaCl 0,7%
praktikum, masker, dan sarung

Biologi Kelas XI

87

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Pengaruh
larutan
garam
fisiologis (larutan ringer laktat)
terhadap kontraksi otot jantung
a. Basahi kapas dengan
kloroform,
kemudian
tempelkan kapas tersebut
pada hidung katak.
b. Setelah katak terbius,
letakkan katak pada papan
bedah dengan posisi
telentang.
c. Tusuklah setiap tungkainya
dengan jarum pentul agar
posisinya tidak bergeser.
d. Sayatlah kulitnya mulai dari
bagian anus sampai bagian
bawah leher.
e. Selanjutnya, bedahlah otototot yang berada di bagian
perut dan dada sampai terlihat
organ-organ dalamnya.
f. Hitunglah frekuensi denyut
jantung per menit sampai
menit kelima.
g. Catatlah frekuensi denyut
jantung setiap menitnya dan
hitung nilai rata-ratanya.
h. Selanjutnya, tetesi jantung
tersebut dengan garam
fisologis (larutan ringer
laktat) sebanyak tiga tetes.
i. Hitunglah frekuensi denyut
jantungnya per menit sampai
menit kelima.
j. Tulislah dalam bentuk tabel
frekuensi denyut jantung
setiap menit dan hitung nilai
rata-ratanya.
2.

88

Pengaruh larutan NaCl 0,7%


terhadap kontraksi otot jantung
a. Lakukan kembali langkah ae.
b. Tetesi organ jantungnya
dengan larutan NaCl 0,7%
sebanyak tiga tetes.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

c.
d.

Hitunglah frekuensi denyut


jantung per menit sampai
menit kelima.
Tulislah dalam bentuk
tabel frekuensi denyut
jantung setiap menitnya
dan hitung rata-ratanya.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana pengaruh pemberian larutan ringer laktat
terhadap kontraksi otot jantung?
Jelaskan!
2. Bagaimana pengaruh pemberian larutan NaCl 0,7% terhadap
kontraksi otot jantung? Jelaskan!
3. Berdasarkan hasil pengamatan
Anda, bagaimana mekanisme
gerakan pada manusia jika otot
mendapatkan rangsang?
4. Buatlah laporan dari hasil
kegiatan ini yang meliputi judul
percobaan, tujuan, alat dan
bahan, langkah-langkah kegiatan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Anda juga dapat melakukan
percobaan untuk menyelidiki
kontraksi otot femur katak yang
dipengaruhi oleh beberapa rangsang,
misalnya rangsang panas, dingin,
dan arus listrik. Carilah informasi
mengenai langkah-langkah percobaan untuk menyelidiki kontraksi
otot femur katak tersebut. Selanjutnya, komunikasikan rancangan
percobaan Anda kepada Bapak atau
Ibu Guru. Setelah dikomunikasikan
dengan guru Anda, lakukan
percobaan sesuai dengan rancangan
yang telah Anda buat. Tuliskan
proses percobaan Anda lengkap
dengan hasil percobaan pada kertas
dan kumpulkan kepada Bapak atau
Ibu Guru Anda.

3.

Sifat Gerak Otot dan Jenis-Jenis Gerak


Berdasarkan sifat gerak, otot dibedakan menjadi otot sinergis dan otot
antagonis. Apa yang dimaksud degan otot antagonis dan otot sinergis? Untuk
mengetahui jawabannya lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Menganalisis Jenis Gerak Antagonis dan Sinergis


1.

2.
3.

4.

5.
6.

Lakukan berbagai gerakan seperti berikut.


a. Lencang kanan dan posisi tegap.
b. Menunduk dan menengadah.
c. Membengkokkan dan meluruskan tangan atau kaki.
d. Menelungkupkan dan menelentangkan telapak tangan.
Carilah informasi mengenai jenis-jenis gerak antagonis dan otot yang
berperan dalam gerakan tersebut.
Identifikasilah jenis-jenis gerakan yang Anda lakukan beserta otot yang
berperan berdasarkan informasi yang Anda peroleh. Selain itu,
identifikasilah jenis sendi yang terlibat dalam gerakan tersebut.
Ajaklah teman Anda berdiskusi dengan menerapkan sikap cinta damai
dan berani mengemukakan argumentasi secara sopan untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Apa saja jenis gerak antagonis berdasarkan gerakan yang telah Anda
lakukan? Apa nama otot yang berperan dalam gerakan tersebut?
b. Sendi apa saja yang terlibat dalam gerakan tersebut?
c. Apa yang dimaksud dengan otot antagonis dan otot sinergis?
Tulislah hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang meliputi judul,
tujuan, hasil kegiatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui beberapa jenis gerakan


yang disebabkan oleh otot sinergis dan otot antagonis. Otot sinergis adalah
pasangan otot yang bekerja sama dengan tujuan yang sama. Sebagai contoh, otototot antartulang rusuk yang bekerja sama ketika menarik napas serta otot
pronator teres dan otot pronator kuadratus yang bekerja sama dalam
menelentangkan dan menelungkupkan telapak tangan. Sementara itu, otot
antagonis adalah pasangan otot yang kerjanya berlawanan. Sebagai contoh, otot
bisep dan otot trisep. Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi
dan otot trisep berelaksasi serta untuk menurunkan lengan bawah otot bisep
berelaksasi dan otot trisep berkontraksi.
Kerja otot antagonis akan menghasilkan jenis-jenis gerakan yang berlawanan.
Anda dapat mengetahui jenis-jenis gerakan yang disebabkan oleh otot antagonis
melalui uraian materi berikut.

Biologi Kelas XI

89

a.

b.

c.

d.

Abduksi Adduksi
Abduksi adalah gerakan menjauhi badan,
sedangkan adduksi adalah
gerakan mendekati badan.

Pronasi

Depresi Elevasi
Depresi adalah gerak
menurunkan, sedangkan
elevasi adalah gerak mengangkat.
Supinasi Pronasi
Supinasi adalah gerak
menengadahkan tangan,
sedangkan pronasi adalah
gerak menelungkupkan
tangan.

Supinasi

Depresi

Elevasi

Abduksi

Adduksi
Sumber: Kinesiologi: The Anatomy of Motion, Duvall

Gambar 4.15 Jenis-jenis gerakan otot antagonis

Ekstensi Fleksi
Ekstensi adalah gerak
meluruskan, sedangkan
fleksi adalah gerak membengkokkan.

Fleksi

Ekstensi

Sumber: Biology, Raven and Jonhson

Gambar 4.16 Gerakan otot antagonis fleksi


ekstensi

Ilmu pengetahuan dan teknologi sering disalahgunakan oleh manusia. Salah


satunya penggunaan doping untuk meningkatkan kekuatan otot. Doping merupakan
zat kimia buatan yang digunakan untuk meningkatkan kinerja tubuh. Pada awalnya,
zat kimia yang sekarang digunakan untuk doping ditemukan oleh ilmuwan untuk
mengobati orang yang sakit. Sebagai contoh, eritropoietin digunakan untuk mengobati
orang yang mengalami gangguan pada produksi darah merahnya. Namun, seiring
perjalanan waktu, doping disalahgunakan oleh para atlet untuk mencapai prestasi
yang baik. Menurut Anda, apakah tindakan penggunaan doping itu sesuai dengan
pola pikir ilmiah? Jika Anda ingin menjadi atlet profesional, apa yang akan Anda
lakukan untuk meningkatkan prestasi Anda?

90

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

1.
2.

Bagaimana perbedaan antara otot jantung, otot lurik, dan otot polos!
Bagaimana mekanisme kerja otot!

3.

Apa yang dimaksud dengan otot antagonis dan otot sinergis? Berikan contohnya!

C. Kelainan dan Teknologi yang Berhubungan dengan Sistem Gerak


Sistem gerak dapat mengalami kelainan baik berupa gangguan maupun penyakit
sehingga dapat mengganggu mekanisme gerak. Apa saja kelainan yang dapat terjadi
pada sistem gerak? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Mengidentifikasi Kelainan pada Sistem Gerak


1.

2.
3.

4.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai kelainan-kelainan yang


terjadi pada sistem gerak. Bacalah informasi yang Anda peroleh dengan
cermat dan teliti.
Catatlah jenis-jenis kelainan yang terjadi pada sistem gerak beserta
penyebabnya.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, buatlah berbagai bentuk media
presentasi mengenai jenis-jenis kelainan yang terjadi pada sistem gerak
beserta penyebab dan dampaknya.
Kumpulkan hasil tugas Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui beberapa kelainan yang


terjadi pada sistem gerak. Kelainan pada sistem gerak dapat menyerang tulang,
persendian, dan otot.
Kelainan atau gangguan yang berhubungan dengan otot antara lain tetanus, atrofi
otot, kram atau kejang, hipertrofi otot, kaku leher (stiff), distrofi otot, dan hernia
abdominal. Adapun kelainan atau gangguan yang berhubungan dengan tulang penyusun
rangka antara lain rakitis, nekrosis, skoliosis, kifosis, lordosis, dan osteoporosis. Bagian
persendian pun dapat mengalami gangguan, misal dislokasi, terkilir, ankilosis, dan
arthritis.
Untuk memperoleh informasi lengkap mengenai penyakit pada sistem gerak serta
cara penanganannya, Anda dapat mengakses alamat website berikut.
1. http://goo.gl/YkySbu.
2. http://goo.gl/PUVEqA.
3. http://goo.gl/z3AFo8.

Biologi Kelas XI

91

Perkembangan ilmu dan teknologi didukung dengan pola pikir ilmiah telah berhasil
menciptakan berbagai teknologi yang digunakan untuk membantu kelainan pada
tulang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Biologi berhubungan erat dengan
ilmu Kedokteran. Jenis-jenis teknologi yang digunakan untuk membantu gangguan
pada tulang sebagai berikut.
1.

Transplantasi Sumsum Tulang


Sumsum merah yang terdapat di dalam tulang dapat ditransplantasikan dari
satu orang ke orang lain. Transplantasi sumsum merah ini berguna untuk proses
penyembuhan kanker darah (leukemia). Transplantasi sumsum tulang merupakan
salah satu jenis transplantasi sel punca (stem cell).

2.

Penggantian Sendi
Pada orang tua yang mengalami penyakit degeneratif tulang, sendi-sendinya
mengalami kerusakan sehingga menimbulkan rasa sakit. Untuk mengatasi
permasalahan tersebut, saat ini telah dikenal metode pembedahan untuk mengganti
sendi dengan bahan logam. Bonggol sendi diganti dengan logam campuran (misal
campuran titanium) dan cawan sendi diganti
dengan mangkuk polietilena (misal plastik)
yang memiliki kerapatan tinggi. Selanjutnya,
kedua sisi direkatkan dengan senyawa metil
Selain beberapa teknologi
metakrilat yang berpori sehingga fisiologi
yang terdapat dalam materi, masih
tulang tetap normal.

3.

Penyembuhan Patah Tulang


Penyembuhan patah tulang dapat
dilakukan dengan cara-cara berikut.
1) Pembidaian, dilakukan dengan cara
menempatkan benda keras di daerah
sekeliling tulang yang patah.
2) Pemasangan gibs, dilakukan dengan
membungkuskan bahan kapur di
sekitar tulang yang patah.
3) Pembedahan internal, dilakukan
dengan cara melakukan pembedahan
dan menempatkan batang logam pada
tulang yang patah.

ditemukan teknologi lain yang


dapat membantu dalam kelainan
pada sistem gerak. Untuk
mengetahui teknologi-teknologi
tersebut, bukalah artikel dalam
alamat website berikut.
1. http://goo.gl/75u0Q7
2. http://goo.gl/EkRAsN
3. http://goo.gl/yX2Jb7
Setelah membaca artikelartikel tersebut, kembangkan pola
pikir ilmiah Anda untuk menciptakan produk-produk inovatif
yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia.

Perkembangan teknologi yang bermanfaat bagi penyembuhan kelainan


sistem gerak tidak terlepas dari pola pikir ilmiah yang didukung dengan kemauan
untuk bekerja keras, berpikir kreatif, dan inovatif. Sebagai generasi muda, apa
yang akan Anda lakukan untuk mengembangkan pola pikir ilmiah sehingga
dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia?

92

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

1.
2.

Apa yang dimaksud dengan rakitis? Apa penyebabnya?


Jelaskan lima gangguan pada otot!

3.

Jelaskan tiga jenis gangguan pada persendian!

Carilah informasi mengenai cara pembuatan awetan rangka hewan dari berbagai
literatur. Catatlah prosedur pembuatan awetan rangka berdasarkan informasi yang
Anda peroleh. Komunikasikan prosedur yang telah Anda buat dengan Bapak atau
Ibu Guru. Selanjutnya, buatlah awetan rangka berbagai jenis hewan, misalnya ikan,
katak, serta ayam atau burung sesuai dengan prosedur yang telah Anda buat.
Kumpulkan hasil awetan rangka yang telah Anda buat kepada Bapak atau Ibu Guru.

1.
2.

3.
4.

5.

6.
7.
8.

Alat gerak manusia dibedakan menjadi alat gerak aktif berupa otot dan alat gerak
pasif berupa tulang.
Tulang-tulang di dalam tubuh akan membentuk rangka tubuh. Rangka berfungsi
sebagai penopang dan penunjang tegaknya tubuh, memberi bentuk tubuh,
melindungi alat-alat atau bagian tubuh yang lunak, dan tempat melekatnya otototot rangka.
Rangka tubuh manusia dikelompokkan menjadi skeleton aksial dan skeleton
apendikuler.
Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Berdasarkan bentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pendek,
dan tulang pipih.
Hubungan antartulang disebut persendian. Berdasarkan keleluasaan gerakan
yang dihasilkan, persendian dibedakan menjadi sinartrosis, amfiartrosis, dan
diartrosis.
Otot di dalam tubuh dibedakan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos,
dan otot jantung.
Pergerakan tubuh ditentukan oleh otot dan rangka. Gerakan otot dapat terjadi
karena adanya mekanisme kontraksi dan relaksasi.
Sistem gerak dapat mengalami gangguan yang meliputi gangguan pada tulang,
persendian, dan otot.

Biologi Kelas XI

93

5)

Osteoklas merusak bagian tengah


tulang pipa sehingga terbentuk
rongga.
Urutan proses penulangan (osifikasi)
pada tulang pipa yang benar adalah . . . .
a. 1)2)3)4)5)
b. 1)3)2)5)4)
c. 1)3)4)2)5)
d. 2)1)4)3)5)
e. 2)3)4)5)1)

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Struktur tulang rawan pada anak-anak
berbeda dengan tulang rawan pada
orang dewasa karena tulang rawan
anak-anak . . . .
a. tidak memiliki lakuna
b. berasal dari perikondrium
c. kondroblas bersifat tidak aktif
d. mengandung lebih banyak
kondroblas
e. mempunyai matriks teritorial dan
interteritorial
2. Perhatikan gambar berikut!

4. Adanya persendian memungkinkan


munculnya gerak yang sangat
bervariasi. Macam persendian dari
hubungan antartulang di bawah ini
yang benar adalah . . . .
Sendi Geser

a.

b.

Z
c.

Berdasarkan bentuknya, tulang yang


ditunjuk oleh huruf X, Y, dan Z
termasuk tulang . . . .
X
a.
b.
c.
d.
e.

pipa
pipa
pipih
pendek
pendek

Y
pipih
pendek
pendek
pipa
pipih

Z
pendek
pipih
pipa
pipih
pipa

3. Perhatikan proses-proses berikut!


1) Pembentukan osteosit dari osteoblas.
2) Pada bagian di antara epifisis dan
diafisis terbentuk cakra epifisis.
3) Osteosit tumbuh melingkar membentuk sistem Havers.
4) Penambahan senyawa kalsium
dan fosfat dalam matriks.

94

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

d.
e.

Sendi Putar

Tulang paha Tulang ibu jari


tulang telapak
tulang betis
tangan
Hubungan antar- Tulang tengruas tulang bela- k o r a k t u l a n g
atlas
kang
Tulang ibu jari Hubungan antartulang
tulang telapak ruas
belakang
tangan
Tulang teng- Tulang ibu jari
k o r a k t u l a n g tulang telapak
tangan
atlas
Tulang paha Tulang tengk o r a k t u l a n g
tulang betis
atlas

Sendi Engsel
Tulang lengan
atastulang belikat
Hubungan antarruas tulang jari
tangan
Tulang lengan
atastulang belikat
Hubungan antarruas tulang jari
tangan
Hubungan antarruas tulang jari
tangan

5. Saat kita melakukan gerak fleksi


(menekuk lengan), keadaan otot adalah
....
a. otot bisep dan otot trisep
berelaksasi
b. otot ekstensor dan fleksor berkontraksi
c. otot bisep berkontraksi dan otot
trisep berelaksasi
d. otot bisep berelaksasi dan otot
trisep berkontraksi
e. otot ekstensor berelaksasi dan otot
fleksor berkontraksi

6. Perhatikan gambar berikut!


X

c.
d.
e.

berkurangnya minyak pelumas


pada sendi
kegagalan metabolisme asam urat
penipisan tulang rawan pada sendi

9. Perhatikan gambar berikut!


Z

Pernyataan yang sesuai dengan gambar


di atas adalah . . .
a. Daerah X disebut pita A karena
mengandung aktin dan miosin
yang saling tumpang tindih.
b. Daerah X merupakan satu
sarkomer karena dibatasi oleh dua
daerah terang.
c. Daerah Y disebut pita A karena
hanya
mengandung
aktin
sehingga tampak terang.
d. Daerah Y disebut pita I karena
hanya mengandung miosin
sehingga tampak terang.
e. Daerah Z disebut zona H karena
hanya mengandung aktin sehingga tampak gelap.
7. Pernyataan mengenai otot berikut ini
benar, kecuali . . .
a. Otot memanjang saat relaksasi dan
memendek saat kontraksi.
b. Elastisitas otot adalah kemampuan
otot untuk kembali ke ukuran
semula.
c. Kontraktibilitas otot adalah kemampuan otot untuk memanjang
dan memendek.
d. Kontraktibilitas adalah kemampuan otot untuk menjadi lebih
pendek dari ukuran semula.
e. Ekstensibilitas otot adalah
kemampuan otot untuk menjadi
lebih panjang dari ukuran semula.
8. Penyakit gout artritis merupakan
gangguan persendian yang disebabkan
oleh . . . .
a. tertariknya ligamen akibat gerak
mendadak
b. bergesernya sendi dari kedudukan
normal

Kelainan tulang dapat terjadi akibat


kesalahan sikap duduk. Sikap duduk
seperti gambar di atas dapat mengakibatkan kelainan tulang belakang
yang disebut . . . .
a. fisura
d. lordosis
b. kifosis
e. skoliosis
c. fraktura
10. Jenis gangguan pada tulang yang
termasuk gangguan mekanis adalah
....
a. fisura
b. rakitis
c. lordosis
d. skoliosis
e. osteoporosis
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Tulang akan berhenti tumbuh pada saat
usia mencapai 25 tahun. Namun,
kebutuhan akan kalsium dan vitamin D
tetap berlangsung seumur hidup.
Mengapa demikian?
2. Salah satu gangguan tulang yang
diakibatkan oleh gangguan mekanis
adalah fraktura. Jelaskan apa yang
disebut fraktura! Mengapa pada anakanak jika terjadi gangguan fraktura
lebih cepat sembuh dibanding orang
dewasa?

Biologi Kelas XI

95

3. Rangka digerakkan oleh otot lurik


sehingga kontraksinya cepat, tetapi
mudah lelah. Apa keuntungan sifat
kontraksi otot ini?
4. Wanita manula lebih mudah mengalami osteoporosis dibandingkan pria
manula. Mengapa bisa demikian?
5. Otot-otot yang terlihat pada tubuh atlet
binaragawan lebih kekar dari orang
biasa. Apakah jumlah dan jenis otot
pada atlet binaragawan dan orang biasa
berbeda?
6. Dalam pewayangan dikisahkan
Gatotkaca merupakan ksatria yang
berotot kawat dan bertulang besi.
Seandainya hal itu benar terjadi,
bagaimana pendapat Anda!

8. Operasi bionik telah membuat seorang


pria berkebangsaan Denmark memiliki
tangan baru. Sebelumnya, pria tersebut
kehilangan tangan kirinya akibat
petasan. Pria tersebut mengaku bahwa
dirinya dapat merasakan tingkat
kekerasan benda menggunakan tangan
bionik tersebut. Bagaimana Anda dapat
menjelaskan fenomena tersebut?
Berikan alasan secara ilmiah!
9. Apa yang akan terjadi jika suatu sendi
mengalami dislokasi?
10. Struktur otot diterapkan dalam
teknologi pembuatan tali sehingga
menghasilkan tali yang kuat.
Bagaimana struktur otot sehingga
dapat diadopsi dalam teknologi
pembuatan tali!

7. Saat otot dalam keadaan relaksasi


disebut juga otot dalam keadaan aerob.
Mengapa bisa demikian?

Tuhan menganugerahkan sistem gerak kepada manusia agar manusia dapat


bergerak bebas melakukan aktivitasnya. Namun, ada beberapa orang yang mengalami
kelainan dalam sistem geraknya. Sebagai contoh, bentuk kaki yang abnormal sehingga
tidak mampu berjalan. Kelainan pada sistem gerak tersebut dapat diatasi dengan
teknologi berupa kaki palsu. Tuhan juga telah menganugerahkan pola pikir ilmiah
agar manusia dapat menciptakan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi
kehidupan manusia. Dari uraian ini, cobalah untuk introspeksi diri dengan
merenungkan pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Tidak ada manusia yang
sempurna. Sebagai manusia yang beragama, bagaimana sikap Anda ketika
bertemu dengan orang yang mengalami kecacatan fisik seperti memiliki kaki
yang abnormal?
2. Jika Anda dianugerahi tubuh yang sempurna, bagaimana wujud rasa syukur
Anda kepada Tuhan Yang Maha Esa?

96

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Gerak

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Sistem Sirkulasi
Mempelajari

Alat-Alat Peredaran Darah


dan Mekanisme
Peredaran Darah

Darah
Mencakup

Mencakup

Kelainan-Kelainan dan
Teknologi yang Berkaitan
dengan Sistem Peredaran
Darah
Meliputi

Komponen Darah
Meliputi
Plasma Darah

Pembekuan Darah
Melibatkan peran
Trombosit

Alat-Alat
Peredaran Darah

Mekanisme
Peredaran Darah
Dibedakan

Meliputi

Eritrosit

Jantung

Leukosit

Pembuluh Darah

Kelainan dan
Gangguan pada Darah

Kelainan dan Gangguan


pada Jantung
Peredaran
Darah Besar

Peredaran
Darah Kecil

Kelainan dan Gangguan


pada Pembuluh Darah

Diatasi dengan

Trombosit

Golongan Darah

Teknologi yang
Digunakan untuk
Membantu Gangguan
pada Sistem Sirkulasi

Golongan Darah A
Dibedakan

Golongan Darah B
Golongan Darah AB
Golongan Darah O

Biologi Kelas XI

97

Sumber: www.healthcare.siemens.com

Ekokardiograf atau USG jantung merupakan salah satu alat kedokteran yang berfungsi
memberikan gambaran struktur internal jantung. Alat ini juga dapat memberikan gambaran
gerakan jantung dan pembuluh darah besar. Gambaran bagian dalam jantung tersebut
ditampilkan pada layar komputer. Melalui ekokardiograf, berbagai gangguan pada jantung
seperti tumor, gagal jantung, dan gangguan jantung bawaan dapat didiagnosis. Dengan
demikian, dapat dilakukan penanganan dengan cepat. Jantung dan pembuluh darah besar
merupakan beberapa komponen sistem peredaran darah. Jantung berfungsi memompa darah.
Apa yang akan terjadi jika jantung berhenti memompa darah? Komponen apa saja yang
menyusun sistem peredaran darah? Bagaimana darah dapat beredar ke seluruh tubuh?

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

98

Komponen darah
Golongan darah
Pembekuan darah
Alat-alat peredaran darah
Mekanisme peredaran darah
Kelainan dan gangguan pada sistem peredaran darah
Teknologi yang dapat digunakan untuk membantu
gangguan sistem peredaran darah

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Darah

Jantung

Pembuluh darah

Trombosit

Leukosit

Eritrosit

Golongan darah

Jantung merupakan salah satu komponen penyusun sistem peredaran darah. Sistem
peredaran darah adalah semua tabung dan saluran (pembuluh darah yang mengalirkan
darah) dan jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh (Davis, Dinwiddy, Morgan,
Goldstein, Wood, & Woodford: 2010). Sistem peredaran darah memiliki beberapa fungsi antara
lain sebagai pengangkut berbagai zat dalam tubuh, mengatur suhu tubuh, dan melindungi
tubuh dari bakteri dan virus.
Dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang sistem peredaran darah. Hal-hal yang
perlu dipelajari untuk dapat menjelaskan tentang sistem peredaran darah yaitu darah, alatalat peredaran darah dan mekanisme peredaran darah, serta kelainan dan teknologi yang
berkaitan dengan sistem peredaran darah.

A. Darah
Darah merupakan cairan yang terdapat dalam pembuluh darah yang berfungsi
untuk menyalurkan zat-zat ke seluruh tubuh. Volume darah manusia kurang lebih 8%
dari total berat badan manusia. Komponen-komponen apa saja yang menyusun darah?
Untuk mengetahuinya lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Komponen Penyusun Darah


1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

Perhatikan gambar jaringan darah di samping.


Berdasarkan gambar, identifikasilah komponenkomponen yang menyusun jaringan darah.
Carilah literatur dari berbagai sumber seperti bukubuku referensi dan internet tentang struktur serta
fungsi komponen-komponen darah.
Dunia Ilmu, TimeLife:
Catatlah informasi-informasi penting yang Anda Sumber: Hamparan
Tubuh Manusia, Tira Pustaka
peroleh.
Gambar 5.1 Komponen
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan penyusun darah
teman-teman Anda secara santun dan cinta damai.
a. Apa saja komponen yang menyusun jaringan darah?
b. Jelaskan struktur dan fungsi setiap komponen darah!
Tuliskan hasil diskusi Anda dalam sebuah format laporan meliputi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Setelah melakukan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui struktur serta fungsi
komponen penyusun darah. Simaklah uraian berikut untuk lebih mamahami tentang
komponen darah.
1.

Komponen Darah
Apa yang Anda pikirkan jika sampel darah disentrifugasi? Apabila contoh
darah diambil, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan disentrifugasi
maka dapat diketahui bahwa darah tersusun dari 55% plasma darah dan 45% selsel darah.

Biologi Kelas XI

99

a.

b.

100

Plasma Darah
Plasma darah terdiri atas 90% air dan 10% sisanya zat-zat yang terlarut di
dalamnya. Zat terlarut dalam plasma darah meliputi protein (albumin, glabulin,
protombin, dan fibrinogen), garam mineral (NaCl, magnesium, dan besi), bahan
organik (glukosa, asam amino, dan asam lemak), hormon, gas (karbon dioksida),
dan sisa metabolisme. Plasma darah berfungsi sebagai pelarut zat-zat lain dan
mengedarkan sari-sari makanan.
Sel-Sel Darah
Ada tiga macam sel darah, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih
(leukosit), dan keping darah (trombosit).
1) Sel Darah Merah (Eritrosit)
Bentuk sel darah merah dapat Anda
amati pada Gambar 5.2. Karakteristik sel
darah merah sebagai berikut.
a) Berbentuk bikonkaf.
b) Tidak berinti.
c) Berwarna merah karena mengandung
hemoglobin. Hemoglobin berperan
mengikat oksigen dan karbon dioksida.
d) Setiap mm3 darah pada seorang lakilaki mengandung 5 juta eritrosit dan Sumber: Biology, Glenn dan Toole
pada seorang perempuan terdapat Gambar 5.2 Sel darah merah
(ditunjukkan oleh tanda panah)
4 juta sel eritrosit.
e) Saat dalam rahim ibu, eritrosit dibentuk dalam hati dan limpa. Setelah
dilahirkan, eritrosit dibentuk dalam sumsum tulang.
f) Eritrosit dapat berumur sampai 120 hari. Setelah mati, eritrosit akan
dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin di dalam hati.
2) Sel Darah Putih (Leukosit)
Karakteristik sel darah putih sebagai berikut.
a) Leukosit memiliki inti sel.
b) Tidak mengandung hemoglobin sehingga tidak berwarna merah.
c) Memiliki ukuran lebih besar daripada eritrosit.
d) Leukosit dibentuk di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah
bening atau kelenjar limfe.
e) Dalam setiap mililiter darah terdapat leukosit sekitar 5.00010.000 butir.
Berdasarkan karakteristik sitoplasmanya, leukosit dapat dibagi
menjadi dua yaitu granulosit (sitoplasma bergranula) dan agranulosit
(sitoplasma tidak bergranula).

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Jenis-jenis leukosit dapat dilihat pada Tabel 5.1.


Tabel 5.1 Jenis-Jenis Leukosit Granulosit dan Agranulosit
Keterangan

Leukosit
B

Setiap mm3 darah mengandung 2050 butir.


Plasma bersifat basa dan terdapat bintik-bintik biru yang
mengandung histamin (senyawa yang menimbulkan reaksi
alergi).
Memproduksi heparin (berperan dalam pembekuan darah).
Bersifat fagosit.

Setiap mm3 darah mengandung 100400 butir.


Plasma bersifat asam dan terdapat bintik-bintik merah.
Pertahanan terhadap parasit.
Bersifat fagosit.

Setiap mm3 darah mengandung 3.0007.000 butir.


Plasma bersifat netral dan terdapat bintik-bintik merah
kebiruan.
Memusnahkan bakteri dan zat-zat asing yang masuk ke tubuh.
Bersifat fagosit.

e
r
g
Basofil

r
a
n
u
l
a

Eosinofil

Neutrofil

Tidak
B
e

Limfosit

g
r

a
n
u
l

Setiap mm3 darah mengandung 1.5003.000 butir.


Tidak dapat bergerak bebas dan dapat membentuk zat
antibodi.
Berperan dalam pertahanan terhadap serangan mikroorganisme (virus), makromolekul asing, dan sel-sel kanker.
Setiap mm3 darah mengandung 100700 butir.
Dapat bergerak cepat.
Bersifat fagosit.
Monosit dapat bergerak bebas serta dapat membesar dan
berkembang menjadi makrofag. Makrofag merupakan sel
fagositik terbesar dan berumur panjang.
Berperan menjaga kekebalan tubuh dari infeksi.

Monosit

3)

Keping Darah (Trombosit)


Bentuk keping darah dapat Anda lihat pada
Gambar 5.3. Trombosit merupakan fragmenfragmen besar sel yang disebut megakariosit.
Karakteristik keping darah sebagai berikut.
a) Keping darah berukuran kecil dan memiliki
bentuk tidak beraturan.
b) Keping darah tidak berinti.
Sumber: http://hematolojiatlasi.com
c) Masa hidup keping darah 1012 hari.
Gambar 5.3 Trombosit (ditunjuk3
d) Dalam setiap mm darah terdapat keping kan oleh tanda panah)
darah sekitar 200.000400.000 butir.
e) Keping darah berperan dalam proses penggumpalan darah.

Biologi Kelas XI

101

Nah, Anda telah menyimak uraian tentang komponen darah. Sekarang, Anda perlu
melakukan kegiatan berikut ini untuk membuktikan uraian yang telah Anda baca. Anda
sebaiknya menggunakan pola pikir secara ilmiah untuk memahami bioproses dalam
tubuh manusia.

Mengidentifikasi Bentuk-Bentuk Sel Darah


A.

102

Pendahuluan
Darah merupakan jaringan cair
yang terdiri atas plasma darah dan selsel darah. Sel-sel darah terdiri atas tiga
macam, yaitu sel darah merah
(eritrosit), sel darah putih (leukosit),
dan keping darah (trombosit).
Komposisi masing-masing komponen
darah tersebut pun berbeda untuk
1 mm3 darah. Penambahan larutan
tertentu pada cairan darah dapat
melisis sel darah. Dengan demikian,
bentuk sel darah dapat teramati
melalui pengamatan mikroskop.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap mau bekerja sama dalam
kelompok. Dalam melakukan kegiatan
ini diperlukan sikap teliti, cermat, dan
jujur untuk memperoleh data
pengamatan yang akurat.
Dalam melakukan kegiatan ini
menggunakan jarum lanset. Jarum
lanset digunakan untuk menusuk jari
tangan agar darah keluar dari
pembuluh darah. Setelah menusukkan jarum lanset, sebaiknya bekas
tusukan diusap dengan kapas yang
telah dibasahi alkohol 70%. Hal ini
dilakukan untuk menghindari
terjadinya infeksi pada bekas tusukan.
Selain itu, jarum lanset hanya boleh
digunakan satu kali. Setelah
digunakan, jarum lanset dibungkus
dan dibuang di tempat yang aman
untuk menjaga kelestarian lingkungan.

B.

Apa yang Diperlukan?


1. Mikroskop
2. Gelas preparat
3. Gelas penutup
4. Jarum lanset
5. Kapas
6. Kertas saring
7. Sampel darah
8. Larutan Hayem
9. Larutan Turk
10. Alkohol 70%

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Berilah label A dan B pada dua
gelas preparat yang berbeda.
2. Bersihkan ujung jarum lanset
menggunakan kapas yang telah
dibasahi alkohol 70%. Selanjutnya, bersihkan salah satu ujung
jari tangan menggunakan kapas
yang telah dibasahi alkohol 70%.
3. Tusukkan jarum lanset pada
ujung jari tersebut sampai darah
menetes keluar. Usaplah darah
yang baru menetes tersebut
dengan kapas karena darah telah
bercampur dengan alkohol 70%.
4. Teteskan darah sebanyak 1 tetes
di atas gelas preparat A dan
1 tetes di atas gelas preparat B.
5. Teteskan larutan Hayem sebanyak 2 tetes di atas preparat A
dan larutan Turk sebanyak
2 tetes di atas gelas preparat B
yang sudah ditetesi darah.
Tutupkan gelas penutup secara
hati-hati pada tiap-tiap gelas
preparat tersebut.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

6.
7.

Isaplah kelebihan cairan pada


sisi gelas penutup menggunakan
kertas saring.
Amati menggunakan mikroskop
dimulai dengan perbesaran
lemah. Lanjutkan pengamatan
Anda menggunakan perbesaran
kuat. Gambarkan hasil pengamatan Anda dalam buku kerja.

D. Diskusi dan Pertanyaan


1. Apakah jenis sel darah yang
dapat teramati pada gelas
preparat A dan B?
2. Apakah fungsi larutan Hayem
dan larutan Turk yang diteteskan
pada darah?
3. Bagaimana ciri-ciri sel darah
yang dapat teramati pada gelas
preparat A dan B?

2.

4.

E.

Tuliskan hasil kegiatan Anda


dalam sebuah laporan secara
mandiri dengan format judul,
tujuan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Carilah literatur mengenai
bentuk-bentuk sel darah. Bandingkan
bentuk sel darah yang Anda amati
dengan literatur yang Anda baca.
Selanjutnya, buatlah sebuah rancangan percobaan untuk mengamati
bentuk keping darah. Konsultasikan
rancangan percobaan yang Anda
buat kepada Bapak atau Ibu Guru.
Lakukan percobaan untuk mengamati
bentuk keping darah berdasarkan
rancangan percobaan yang Anda
buat. Kumpulkan hasil percobaan
Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Golongan Darah
Golongan darah setiap orang dapat berbeda-beda. Untuk mengetahui jenisjenis golongan darah, lakukan kegiatan berikut!

Mengidentifikasi Golongan Darah


1.
2.

3.
4.

Carilah informasi yang berkaitan dengan penggolongan darah dari berbagai


literatur, dapat berupa buku-buku referensi maupun dari internet.
Diskusikan dengan kelompok Anda secara santun dan cinta damai untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa yang Anda ketahui tentang golongan darah?
b. Ada berapa macam sistem penggolongan darah manusia? Jelaskan!
c. Berdasarkan jenis-jenis golongan darah tersebut, faktor-faktor apa saja
yang perlu diperhatikan dalam melakukan transfusi darah? Jelaskan
jawaban Anda!
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam format laporan meliputi judul,
tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan hasil kegiatan kelompok Anda di depan kelas. Selanjutnya,
kumpulkan laporan kelompok Anda kepada Bapak atau Ibu Guru. Terapkan
sikap bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan ini.

Biologi Kelas XI

103

Setelah melakukan kegiatan tersebut, Anda


telah mengetahui bahwa darah manusia
dikelompokkan berdasarkan kandungan
protein dalam darahnya. Protein tersebut
Untuk menambah wawasan
Anda tentang darah simaklah
adalah aglutinin yang terdapat dalam plasma
materi pada alamat berikut.
darah dan aglutinogen yang terdapat pada
1. http://goo.gl/ZFEIie
permukaan membran sel darah merah.
2. http://youtu.be/LGiloMLBgc
Simaklah uraian berikut untuk menambah
Informasikan pengetahuan yang
Anda dapatkan kepada temanpemahaman Anda tentang golongan darah.
teman Anda.
Pada tahun 1900, Dr. Karl Landsteiner
melakukan penelitian yaitu mencampur
eritrosit seseorang dengan serum darah orang lain. Pada percobaan pertama, terjadi
penggumpalan (aglutinasi) dan pada percobaan yang kedua, tidak terjadi
penggumpalan. Pada akhirnya, Dr. Karl Landsteiner menemukan perbedaan antara
aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen dibedakan menjadi dua yaitu aglutinogen
A dan B. Aglutinin juga dibedakan menjadi dua yaitu aglutinin dan . Atas dasar
inilah Dr. Karl Landsteiner memperkenalkan sistem penggolongan darah ABO yang
membedakan darah ke dalam empat golongan, seperti dijelaskan dalam tabel berikut.
Tabel 5.2 Golongan Darah
Golongan Darah

Aglutinogen

Aglutinin

A
B
AB
O

A
B
A dan B

dan

Bagaimana cara membaca golongan darah seseorang berdasarkan tabel


tersebut? Apabila eritrosit seseorang mengandung aglutinogen A, sedangkan plasma
darahnya mengandung aglutinin (anti-B) maka orang tersebut bergolongan darah A.
Penggolongan darah ABO berperan dalam transfusi darah. Transfusi darah
merupakan proses pemindahan darah dari tubuh seseorang ke dalam tubuh orang
lain. Orang yang menerima darah disebut penerima (resipien). Adapun orang yang
memberikan darah disebut pemberi (donor).
Hal yang harus diperhatikan dalam transfusi darah yaitu jenis aglutinogen
donor dan aglutinin resipien. Aglutinin memiliki kemampuan untuk
menggumpalkan eritrosit. Jadi, apabila darah donor tidak sesuai dengan resipien
maka aglutinogen donor akan bercampur dengan aglutinin resipien dan
mengakibatkan darah resipien menggumpal.
Agar Anda lebih memahami transfusi darah perhatikan Tabel 5.3.
Tabel 5.3 Transfusi Darah
Resipien
Donor
A
B
AB
O

104

AB

+
+

+
+
+

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Keterangan:
+ = menggumpal
= tidak menggumpal

Seseorang dengan golongan darah O


disebut donor universal karena dapat
ditransfusikan kepada semua golongan darah.
Golongan darah AB disebut resipien universal
karena dapat menerima transfusi dari semua
golongan darah. Namun, pada praktiknya hal
tersebut jarang dilakukan.
Darah manusia memiliki warna yang
sama. Namun, protein dalam darah manusia
ternyata berbeda. Hal tersebut menunjukkan
kompleksitas ciptaan Tuhan. Sudah seharusnya Anda bersyukur kepada Tuhan yang
dapat diwujudkan dengan menjaga ciptaanNya. Selain itu, apakah Anda sudah
mengetahui golongan darah Anda? Lakukan
kegiatan berikut untuk mengetahui golongan
darah yang Anda miliki.

Selain sistem ABO, darah juga


dapat digolongkan berdasarkan
sistem MN dan sistem rhesus.
Kedua sistem penggolongan darah
tersebut juga ditemukan oleh Dr.
Karl Landsteiner. Bukalah alamat
website berikut untuk mengetahui
penggolongan darah dengan
kedua sistem tersebut.
1. http://goo.gl/sX4Q7i
2. http://goo.gl/XwMa22
Selanjutnya, buatlah rangkuman
berdasarkan informasi yang Anda
dapatkan.

Menentukan Golongan Darah


A.

Pendahuluan
Secara kasat mata, darah manusia
berwarna merah. Jika dilakukan
pengujian lebih lanjut, ternyata darah
manusia tersusun dari komponen
mikroskopis berupa plasma darah dan
sel darah. Darah juga memiliki
kandungan protein yang beragam.
Kandungan protein dalam darah
manusia merupakan cara untuk
menggolongkan darah. Salah satu
sistem penggolongan darah adalah
sistem ABO. Pengujian golongan darah
sistem ABO menggunakan serum antiA dan serum anti-B.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap mau bekerja sama. Dalam
melakukan uji golongan darah
diperlukan juga sikap teliti, cermat, dan
jujur untuk memperoleh data
pengamatan yang akurat.
Pada kegiatan ini terdapat
penusukan jari manis dengan jarum
lanset. Setelah penusukan, sebaiknya
jari manis dibersihkan dengan alkohol

70%. Hal tersebut bertujuan untuk


menghindari terjadinya infeksi.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Jarum lanset
2. Gelas preparat
3. Pipet tetes
4. Tusuk gigi
5. Kapas
6. Sampel darah
7. Serum anti-A
8. Serum anti-B
9. Alkohol 70%

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Tempelkan label bertuliskan huruf
A di bagian kiri gelas preparat dan
label bertuliskan huruf B di bagian
kanan gelas preparat.
2. Bersihkan ujung jari manis
tangan kiri menggunakan kapas
yang telah dibasahi alkohol 70%.
Tusukkan jarum lanset ke ujung
jari manis, kemudian bersihkan
darah yang pertama keluar
karena telah bercampur dengan
alkohol 70%.
Biologi Kelas XI

105

3.

4.

5.

Teteskan darah yang keluar


berikutnya ke atas gelas preparat
(pada bagian yang berlabel A
dan B).
Berilah satu tetes serum anti-A
pada darah di bagian A dan
serum anti-B pada darah di
bagian B. Aduk darah dengan
tusuk gigi. Tusuk gigi cukup
digunakan satu kali saja.
Amatilah perubahan yang terjadi
pada darah yang telah ditetesi
serum anti-A dan serum anti-B.

3.
4.
5.

E.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana perubahan pada
darah yang diberi serum anti-A
dan serum anti-B?
2. Berdasarkan perubahan yang
terjadi, apa aglutinogen yang terkandung dalam sel darah Anda?

3.

106

Apakah golongan darah yang


Anda miliki?
Presentasikan hasil pengamatan
kelompok Anda di depan kelas.
Setelah melakukan kegiatan ini,
susunlah laporan secara mandiri
yang berisi judul percobaan,
tujuan percobaan, alat dan
bahan, cara kerja, hasil
pengamatan dan diskusi, serta
kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Setelah Anda mengetahui
golongan darah teman-teman Anda,
tentukan teman-teman Anda yang
dapat menjadi resipien atau pendonor
yang sesuai dengan jenis golongan
darahnya. Buatlah tabel yang
menunjukkan nama teman-teman
Anda yang bisa berpasangan untuk
menjadi donor dan resipien.

Pembekuan Darah
Darah manusia memiliki komponen yang berperan dalam pembekuan darah
dan penutupan luka. Komponen darah tersebut adalah trombosit. Mekanisme
pembekuan darah oleh trombosit sebagai berikut.
Apabila terjadi luka hingga membuat pembuluh darah terpotong, trombosit
akan menempel pada lapisan jaringan ikat di pembuluh darah. Selanjutnya,
trombosit mengeluarkan zat-zat berupa serotinin dan trombokinase. Serotinin akan
membuat trombosit yang berdekatan saling menempel di dekat luka. Sementara itu,
trombokinase akan bercampur dengan plasma darah. Trombokinase berperan untuk
mengubah protrombin menjadi trombin. Selain peran serta trombokinase, perubahan
protrombin menjadi trombin dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti vitamin K dan
ion kalsium. Trombin berfungsi untuk mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin
merupakan protein berbentuk benang yang akan saling bertautan sehingga eritrosit
dan plasma darah akan terjaring membentuk gumpalan di sekitar pembuluh darah
yang luka. Pada akhirnya, jaringan baru akan terbentuk menggantikan gumpalan
tersebut dan luka menutup.
Anda telah memahami tentang mekanisme pembekuan darah. Coba lakukan
kegiatan berikut untuk menambah pemahaman Anda.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Membuat Skema Pembekuan Darah


1.
2.
3.
4.

Kajilah literatur tentang proses pembekuan darah.


Buatlah skema pembekuan darah.
Lengkapilah skema pembekuan darah yang Anda buat dengan gambar-gambar
yang menarik dan keterangan tentang mekanisme pembekuan darah.
Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Leukosit dalam tubuh manusia berkisar antara 5.00010.000 butir per mm3 darah.
Leukosit berfungsi dalam pertahanan dan kekebalan tubuh. Dalam berbagai kondisi
manusia, jumlah leukosit per mm3 darah dapat mengalami perubahan. Jumlah leukosit
dapat kurang atau melebihi kisaran angka tersebut. Keadaan yang demikian dapat
memengaruhi aktivitas fisiologis dalam tubuh manusia. Bagaimana tindakan Anda
untuk menjaga agar jumlah leukosit tetap pada kisaran normal?

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan komponen penyusun darah!


Eritrosit hanya berumur 120 hari. Apa yang terjadi pada eritrosit yang telah tua?
Sebutkan macam-macam leukosit!
Apakah yang dimaksud dengan donor universal dan resipien universal?
Apakah yang terjadi jika pembuluh darah mengalami luka?

B. Alat-Alat Peredaran Darah dan Mekanisme Peredaran Darah


Perjalanan darah ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Darah dapat mengalir
dalam pembuluh darah karena adanya kontraksi otot jantung. Kontraksi otot jantung
menimbulkan gerakan memompa darah untuk beredar ke seluruh tubuh. Nah, jantung
dan pembuluh darah disebut alat peredaran darah. Untuk lebih memahami struktur
alat peredaran darah, lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Bagian-Bagian Jantung Menggunakan Torso Jantung Manusia


1.
2.
3.

Amatilah torso jantung manusia yang telah disediakan Bapak atau Ibu Guru
Anda secara cermat dan teliti.
Amatilah bagian-bagian jantung yang terlihat pada torso jantung manusia tersebut.
Catatlah bagian-bagian jantung yang terlihat.
Biologi Kelas XI

107

4.

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kelompok Anda dengan


santun, cinta damai, dan kemukakan pendapat Anda secara kritis dan ilmiah.
a. Gambarlah jantung lengkap dengan bagian-bagiannya dan beri keterangan
pada bagian-bagian jantung tersebut!
b. Apakah fungsi dari bagian-bagian jantung tersebut?
c. Pembuluh darah apa yang berhubungan langsung dengan jantung?
d. Bagaimana sistem peredaran darah pada manusia?
Buatlah laporan tentang kegiatan kelompok Anda dalam format judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas dengan bahasa yang
mudah dipahami.

5.
6.

Setelah Anda melakukan kegiatan tersebut, Anda menjadi lebih memahami bagianbagian alat peredaran darah yaitu jantung. Lalu, bagaimana bagian-bagian pembuluh
darah? Simaklah uraian berikut untuk memahami alat-alat peredaran darah.
1.

Alat-Alat Peredaran Darah


a.

108

Pembuluh balik

superior
Jantung
Arteri pulmonalis
Aorta
Jantung disarafi oleh
Katup semilunaris
saraf tidak sadar yang
Pembuluh balik
paru-paru
paru-paru
menempel di antara dua
bilik sebagai suatu berkas.
Atrium kiri
Atrium kanan
Berkas ini disebut berkas
Katup bikuspidalis
Katup
Hiss. Jantung manusia
trikuspidalis
Katup semilunaris
terdiri atas empat ruang
aorta
Pembuluh balik
Vetrikel kiri
yaitu atrium kanan dan kiri
inferior
serta ventrikel kanan dan
Darah yang mengandung banyak CO2
kiri. Secara struktur, dinding
Darah yang mengandung banyak O2
ventrikel lebih tebal
daripada dinding atrium Sumber: Dokumen Penerbit
karena ventrikel berfungsi Gambar 5.4 Bagian-bagian jantung
memompa darah keluar
jantung. Dinding ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan karena
ventrikel kiri berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh.
Antarruang jantung dipisahkan oleh sekat (septum). Atrium kiri dan kanan
dipisahkan oleh septum atrioreum. Sementara itu, ventrikel kiri dan ventrikel
kanan dipisahkan oleh septum interventrikularis. Adapun sekat pemisah
antara atrium dan ventrikel yaitu septum atrioventrikularis. Selain sekat,
jantung juga memiliki katup yang disebut valvula. Katup jantung yang berada
di antara atrium kanan dan ventrikel kanan disebut valvula trikuspidalis. Katup
jantung yang berada di antara atrium kiri dan ventrikel kiri disebut valvula
bikuspidalis. Katup-katup tersebut berfungsi mencegah darah dalam ventrikel
tidak kembali lagi ke atrium. Selain antarruang dalam jantung, antara aorta
dengan arteri pulmonalis juga terdapat katup yang disebut valvula semilunaris.
Katup tersebut berfungsi mencegah darah yang menuju tubuh dan paru-paru
tidak kembali lagi ke jantung.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Lapisan dalam

Lapisan tengah

Endotelium Lapisan dalam


Jaringan
elastis
Lapisan tengah
Otot

Jaringan
pengikat

Lapisan luar

Endotelium
Jaringan
elastis
Otot
Vena

Arteri

Jaringan
pengikat

b.

Saat melakukan fungsinya, jantung berdenyut dengan siklus kontraksirelaksasi. Periode relaksasi yaitu pada saat bilik jantung mengembang sehingga
darah mengalir ke dalam bilik jantung. Kondisi ini disebut diastol. Periode
kontraksi yaitu pada saat bilik jantung menguncup sehingga darah terdorong
keluar jantung. Kondisi ini disebut sistol. Pada umumnya, orang dewasa
memiliki tekanan sistol kurang lebih 120 mmHg dan tekanan diastol kurang
lebih 80 mmHg. Tekanan darah dapat diketahui dengan menggunakan alat
tensimeter atau sphigmomanometer.
Pembuluh Darah
Pembuluh darah pada manusia dibedakan menjadi dua macam, yaitu arteri
dan vena.
1) Pembuluh Nadi (Arteri)
Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah
meninggalkan jantung. Ada dua macam arteri yaitu arteri pulmonalis dan
aorta. Arteri bercabang-cabang hingga membentuk pembuluh darah yang
diameternya lebih kecil. Pembuluh ini disebut arteriola. Selanjutnya,
arteriola bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh yang lebih halus
disebut kapiler.
2) Pembuluh Balik (Vena)
Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah kembali menuju
jantung. Vena bercabang-cabang hingga membentuk pembuluh darah yang
diameternya lebih kecil. Pembuluh ini disebut venula. Selanjutnya, venula
bercabang-cabang lagi menjadi pembuluh yang lebih halus disebut kapiler.
Ada tiga macam vena yaitu vena kava superior, vena kava inferior, dan
vena pulmonalis.
Struktur pembuluh nadi dan pembuluh balik dapat diamati pada Gambar 5.5
berikut.

Lapisan luar

Kapiler
Endotelium
Sumber: Inquiry into Life, Mader

Gambar 5.5 Berbagai macam pembuluh darah

Biologi Kelas XI

109

Adapun perbedaan antara arteri dan vena dapat dicermati pada Tabel 5.4.
Tabel 5.4 Perbedaan Arteri dan Vena
No.

Perbedaan

1.
2.

Dinding
Katup

3.
4.

Letak
Tekanan

5.

Arah aliran darah

Arteri

Vena

Tebal dan elastis


Satu, terdapat pada pangkal
aorta
Di bagian dalam tubuh
Kuat, jika terpotong darah
memancar
Keluar dari jantung

Tipis dan kurang elastis


Banyak, terdapat sepanjang
vena
Dekat dengan permukaan tubuh
Lemah, jika terpotong darah
menetes
Masuk ke jantung

Anda telah mengenal alat-alat peredaran darah. Sekarang, lakukan kegiatan


berikut untuk mengetahui denyut jantung dan tekanan darah.

Mendeteksi Denyut Jantung dan Tekanan Darah


A.

Pendahuluan
Saat melakukan fungsinya,
jantung berdenyut dengan siklus
kontraksi-relaksasi yang berirama.
Dengan mekanisme demikian, darah
dapat dipompa ke seluruh tubuh.
Darah dikeluarkan dari jantung
melalui ventrikel kiri. Kontraksi
ventrikel kiri yang sangat kuat
menimbulkan tekanan darah. Tekanan
darah tersebut menimbulkan dinding
arteri meregang dan kembali ke posisi
semula. Keadaan yang demikian
menimbulkan denyut nadi. Dengan
menghitung denyut nadi, Anda dapat
menghitung denyut jantung.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap mau bekerja sama. Dalam
mendeteksi denyut jantung dan tekanan
darah diperlukan juga sikap teliti,
cermat, dan jujur untuk memperoleh
data pengamatan yang akurat.

B.

Apa yang Diperlukan?


1. Stopwatch
2. Tensimeter
3. Stetoskop
4. Alat tulis

110

C.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Menghitung Denyut Jantung
a. Tempelkan jari telunjuk dan
jari tengah Anda pada
pergelangan tangan. Jika
perlu, tekan sedikit hingga
denyutan semakin terasa.
b. Hitunglah jumlah denyut
nadi dalam 1 menit,
kemudian catat hasilnya.
Ulangi sebanyak 3 kali,
kemudian ambil rataratanya.
c. Hitung pula deyut nadi
Anda setelah minum air
dingin, minum air hangat,
dan setelah berlari-lari
selama 5 menit.
d. Kumpulkan data penghitungan jumlah nadi temanteman dalam kelompok
Anda dan masukkan dalam
tabel.
2. Mengukur Tekanan Darah
a. Bebatlah lengan kiri teman
Anda menggunakan bebat
pada tensimeter.

b.

c.

d.
e.

Carilah
posisi
arteri
branchialis, lalu letakkan
stetoskop di pembuluh
tersebut.
Pompalah udara ke dalam
pembebat hingga raksa pada
skala tensimeter menunjukkan angka 170 mmHg.
Selanjutnya, keluarkan
udara sedikit demi sedikit
dan catat bunyi pertama
saat udara dikeluarkan
(bunyi ini merupakan tanda
tekanan sistol). Catat juga
bunyi terakhir saat denyut
melemah (bunyi ini merupakan tanda tekanan diastol).
Catatlah hasil pengukuran
tekanan darah dalam tabel
pengamatan.
Ukur pula tekanan darah
teman sekelompok Anda
setelah minum air dingin,
minum air hangat, dan
setelah berlari-lari selama
5 menit.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Apakah yang dimaksud dengan
denyut jantung? Apa hubungan
antara denyut jantung dengan
denyut nadi?

2.

2.
3.
4.

5.
6.

E.

Apa saja faktor yang memengaruhi


kecepatan denyut jantung
seseorang?
Apa kaitan stroke volume dengan
denyut jantung seseorang?
Bagaimana saraf otonom mengatur
mekanisme jantung dalam memompa darah? Kaitkan jawaban
Anda dengan AV node, SA node,
berkas Hiss, dan serabut
Purkinye!
Apakah yang dimaksud tekanan
darah, tekanan sistol, dan
tekanan diastol?
Tuliskan hasil pengamatan Anda
ke dalam format laporan yang
berisi judul, tujuan, alat dan
bahan, cara kerja, hasil
pengamatan dan diskusi, serta
kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Denyut jantung manusia
dipengaruhi beberapa faktor,
misalnya jenis kelamin dan berat
badan. Datalah anggota kelompok
Anda dan tuliskan jenis kelamin serta
berat badannya. Selanjutnya,
hitunglah denyut jantung anggota
kelompok Anda. Bandingkan
kecepatan denyut jantung antara
anggota kelompok Anda yang
memiliki jenis kelamin dan berat
badan berbeda.

Mekanisme Peredaran Darah


Peredaran darah manusia disebut sebagai peredaran darah tertutup dan
ganda. Peredaran darah tertutup artinya darah mengalir di dalam pembuluh.
Sementara itu, peredaran darah ganda artinya darah melewati jantung sebanyak
dua kali dalam satu kali edar. Pertama, peredaran darah besar yaitu peredaran
darah dari jantung (bilik kiri) ke seluruh tubuh dan kembali lagi ke jantung (serambi
kanan). Kedua, peredaran darah kecil yaitu peredaran darah dari jantung (bilik
kanan) ke paru-paru dan kembali lagi ke jantung (serambi kiri). Perhatikan aliran
darah dalam tubuh pada Gambar 5.6.

Biologi Kelas XI

111

Kapiler pada
kepala dan
lengan

Vena kava
anterior
Arteri
paru-paru

Atrium kiri

Aorta

Kapiler
paru-paru
kanan

Kapiler paruparu kiri

Vena paruparu

Vena paru-paru
Ventrikel kiri

Atrium kanan
Vena kava
inferior
Ventrikel
kanan

Aorta

Dalam mempelajari ilmu


Biologi tidak akan terlepas dari
ilmu-ilmu lainnya. Termasuk juga
dalam mempelajari sistem peredaran darah. Ilmu lain yang
terlibat dalam mempelajari sistem
peredaran darah yaitu Fisika. Anda
dapat mempelajari keterkaitan
ilmu Fisika dalam sistem peredaran
darah dengan mempelajari materi
dalam alamat website berikut.
1. http://goo.gl/BCc8pO
2. http://goo.gl/tqEB8g
Selanjutnya, tulislah rangkuman
yang dapat Anda gunakan sebagai
tambahan bahan belajar Anda.

Kapiler pada perut dan kaki

Sumber: Tubuh Manusia, Hamparan Dunia Ilmu dan Time-Life

Gambar 5.6 Peredaran darah dalam tubuh

Setelah Anda menyimak uraian tersebut, lakukanlah kegiatan berikut untuk


menambah pemahaman Anda tentang peredaran darah dalam tubuh manusia.

Menggambarkan Skema Peredaran Darah Besar dan Peredaran Darah Kecil


1.
2.
3.

Buatlah skema peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.


Agar lebih menarik, buatlah skema Anda dalam ukuran poster yang dapat terbuat
dari kertas atau sterofoam. Selain itu, Anda juga dapat membuat skema peredaran
darah dalam bentuk animasi.
Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada Bapak atau Ibu Guru. Terapkan sikap
jujur dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas di atas.

Jantung adalah salah satu organ vital yang menunjang hidup manusia. Jika jantung
berhenti bekerja, manusia akan mengalami kematian. Oleh karena itu, dibuat jantung buatan
yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia untuk menggantikan fungsi jantung. Jantung
buatan ini disinyalir sebagai solusi manusia yang memiliki masalah jantung. Namun,
pada bulan Maret 2014, seorang pria Prancis berusia 76 tahun meninggal dunia setelah 75
hari menggunakan jantung buatan. Jadi, secanggih-canggihnya teknologi buatan manusia
tetap memiliki kelemahan. Bagaimana sikap Anda terhadap teknologi jantung buatan
tersebut? Bagaimana tindakan Anda untuk menjaga jantung Anda agar dapat bekerja
dengan normal?

112

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana darah dapat diedarkan ke seluruh tubuh?


Ada berapa macam pembuluh dalam tubuh manusia?
Jelaskan peredaran darah pada manusia!
Jelaskan katup yang terdapat pada jantung beserta fungsinya!
Kakek memeriksakan tekanan darahnya. Hasil pemeriksaan tersebut
menyebutkan tekanan darah kakek adalah 120/70 mmHg. Jelaskan maksud dari
angka 120/70 mmHg tersebut!

C. Kelainan-Kelainan dan Teknologi yang Berkaitan dengan Sistem


Peredaran Darah
Setiap alat yang digunakan terus-menerus jika tidak dirawat serta dijaga dengan
baik dapat mengalami kerusakan. Demikian juga dengan komponen sistem peredaran
darah. Apabila Anda tidak memperhatikan kondisi kesehatan komponen sistem
peredaran darah, Anda dapat mengalami gangguan pada sistem peredaran darah. Akan
tetapi, gangguan tersebut dapat juga disebabkan oleh kelainan genetik. Nah, Anda dapat
melakukan kegiatan berikut untuk mengetahui kelainan pada sistem peredaran darah.

Mengidentifikasi Kelainan-Kelainan pada Sistem Peredaran Darah


1.
2.
3.

4.
5.

Lakukan kegiatan observasi ke rumah sakit atau klinik kesehatan, browsing


artikel kesehatan di internet, atau membaca barbagai literatur kesehatan.
Carilah informasi tentang kelainan-kelainan pada sistem peredaran darah dan
teknologi yang dapat membantu gangguan tersebut.
Diskusikan dengan kelompok Anda dengan santun, dan cinta damai untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. Kemukakanlah pendapat Anda
secara kritis dan ilmiah.
a. Apakah gangguan sistem peredaran darah dapat menyerang darah, jantung,
serta pembuluh darah?
b. Jelaskan tiga gangguan yang dapat menyerang sistem peredaran darah!
c. Adakah teknologi yang dapat membantu mengatasi gangguan-gangguan
tersebut? Jika ada, jelaskan prinsip kerja alat tersebut!
Tuliskan hasil kegiatan kelompok Anda dalam format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda dalam berbagai bentuk media presentasi
di depan kelas.

Biologi Kelas XI

113

Setelah Anda melakukan kegiatan tersebut, Anda telah memahami kelainan-kelainan


yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah dan teknologi yang dapat membantu
mengatasi kelainan-kelainan tersebut. Gangguan/kelainan pada sistem peredaran darah
dapat terjadi pada darah, jantung, dan pembuluh darah. Perhatikan Tabel 5.5 berikut!
Tabel 5.5 Macam-Macam Gangguan pada Sistem Peredaran Darah
Gangguan pada

No

Darah

Jantung

Pembuluh Darah

1.

Anemia

Jantung koroner

Hipertensi

2.

Leukemia

Gagal Jantung

Varises

3.

Talasemia

Perikarditis

Ambeien

4.

Sickle cell

Irama jantung abnormal

Arteriosklerosis

5.

Hemofilia

Heart Valve Desease

Aterosklerosis

6.

Erythoblastosis foetalis

Cardiomyophaties

Beberapa gangguan pada sistem peredaran


darah dapat diatasi dengan teknologi yang semakin
berkembang dan maju. Beberapa teknologi yang
berkaitan dengan sistem peredaran darah sebagai
berikut.
1.

Golongan Darah untuk Pengujian Keturunan


Golongan darah anak dapat digunakan
untuk memprediksi golongan darah orang tuanya. Kemungkinan golongan darah berdasarkan genotipe yang diwariskan dapat dilihat
pada Tabel 5.6.

Untuk memperoleh informasi


lengkap mengenai gangguan pada
sistem peredaran darah, penyebab,
dan cara penanganannya Anda dapat
mengakses alamat website berikut.
1 ) http://goo.gl/Sojoni
2 ) http://goo.gl/vyNIs7
3 ) http://goo.gl/EQqZZH
4 ) http://goo.gl/ByNXJ2

Tabel 5.6 Kemungkinan Pewarisan Genotipe Darah


%
&
IA
IB
IO

IA

IB

IO

IAIA
IAIB
IAIO

IAIB
IBIB
IBI O

IAIO
IBI O
I OI O

IAIA atau IAIO akan membentuk golongan darah A. IBIB atau IBIO akan membentuk
golongan darah B. IAIB akan membentuk golongan darah AB. IOIO akan membentuk
golongan darah O.
2.

114

Operasi Jantung dan Pembuluh Darah


Seseorang penderita jantung koroner dapat diobati dengan melakukan operasi
bypass. Prinsip operasi bypass yaitu mencangkokkan pembuluh darah baru yang
menuju jantung. Pembuluh darah yang dicangkokkan dapat berasal dari pembuluh
darah kaki.
Operasi jantung dan pembuluh darah pertama kali dilakukan pada tahun 1930an dan mulai berkembang pada tahun 1953. Selama operasi berlangsung, jantung
dibuat tidak aktif. Sebuah mesin yang berfungsi menggantikan fungsi jantung
dipasangkan selama operasi berlangsung. Mesin jantung ini memiliki saluran yang
berhubungan dengan vena kava dan aorta. Pertama, pompa mesin jantung menyedot
darah dari vena kava jantung yang berisi darah kaya CO2. Darah tersebut dibawa

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

menuju oksigenator untuk diambil karbon dioksidanya dan diganti dengan oksigen.
Darah yang sudah kaya oksigen dipompa menuju aorta untuk dialirkan ke seluruh
tubuh. Senyawa antikoagulan (heparin) ditambahkan untuk menghindari
penggumpalan darah.
3.

Transplantasi Jantung
Prinsip dasar transplantasi jantung yaitu mengganti jantung yang tidak berfungsi
dengan baik dengan jantung baru. Transplantasi jantung tidak dapat dilakukan
dengan serta merta karena dapat memicu respons kekebalan tubuh. Transplantasi
jantung harus memperhatikan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kecocokan
donor organ.

4.

Jantung Buatan
Setelah transplantasi jantung berhasil, muncullah teknologi jantung buatan.
Jantung buatan yang pertama dibuat oleh Dr. Robert K. Jarvik pada tahun 1982.
Jantung buatan ini terbuat dari poliester dacron, plastik, dan aluminium. Jantung
buatan ini dapat mengatur aliran darah melalui sebuah sistem saluran udara yang
masuk ke jantung melalui dada. Meskipun jantung buatan tersebut dapat membuat
manusia bertahan hidup, ternyata pemakaian jantung buatan menimbulkan infeksi.
Selain itu, para pengguna jantung buatan harus menggunakan pengencer darah
untuk menghindari penyumbatan aliran darah dan strok.
Suatu bioproses yang tidak berlangsung dengan baik tentunya disebabkan oleh
satu atau beberapa faktor. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga kesehatan komponen
sistem peredaran darah. Salah satunya yaitu dengan menjaga pola makan yang sehat.
Kemajuan iptek telah banyak membantu manusia untuk mengatasi gangguan pada sistem
peredaran darah. Namun, teknologi buatan manusia tersebut tidak akan pernah
mengalahkan teknologi buatan Tuhan. Oleh karena itu, Anda harus banyak bersyukur
atas teknologi buatan Tuhan tersebut.

Operasi jantung merupakan pencangkokan pembuluh darah yang menuju jantung.


Biasanya, pembuluh darah yang dicangkokkan adalah pembuluh darah kaki. Bagaimana
jika pembuluh darah yang dicangkok berasal dari pembuluh darah yang lain? Apa
alasannya menggunakan pembuluh darah kaki? Apa yang perlu Anda lakukan untuk
menjaga jantung Anda tetap sehat?

1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana ciri-ciri seseorang yang terkena anemia?


Bagaimana seseorang dapat terserang hipertensi?
Jelaskan tiga kelainan yang terjadi pada jantung!
Apakah usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan pada sistem
peredaran darah?
Bagaimana prinsip kerja jantung buatan?
Biologi Kelas XI

115

Sistem peredaran darah berfungsi mengedarkan zat-zat ke seluruh tubuh. Darah


dipompa oleh jantung dan dialirkan ke seluruh tubuh di dalam pembuluh darah. Pada
manusia, ada dua macam peredaran darah, yaitu peredaran darah kecil dan peredaran
darah besar. Nah, agar lebih mudah dan menarik dalam mempelajari mekanisme
peredaran darah dalam tubuh, buatlah sebuah media pembelajaran mengenai peredaran
darah besar dan peredaran darah kecil. Anda dapat membuat media pembelajaran dalam
bentuk video, animasi, atau alat peraga. Pastikan media pembelajaran yang Anda buat
berwarna sehingga menarik untuk belajar. Kumpulkan hasil pekerjaan Anda kepada
Bapak atau Ibu Guru pada waktu yang telah disepakati.

1. Sistem peredaran darah merupakan suatu sistem organ untuk mengangkut zat dari
dan ke dalam sel.
2. Sistem peredaran darah memiliki fungsi yaitu mengatur suhu tubuh, mengangkut
zat makanan, mengangkut zat sisa metabolisme ke organ-organ ekskresi, mencegah
hilangnya darah melalui mekanisme pembekuan darah, melindungi tubuh dari
serangan patogen, dan mendistribusikan hormon ke organ yang membutuhkan.
3. Darah tersusun dari plasma darah dan sel darah. Sel darah dibedakan menjadi tiga
yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah
(trombosit).
4. Sistem penggolongan darah manusia ada tiga macam yaitu sistem ABO, sistem MN,
dan sistem rhesus.
5. Pada sistem penggolongan darah ABO, golongan darah pada manusia didasarkan
pada terdapatnya aglutinogen pada eritrosit dan aglutinin pada plasma darah.
6. Alat peredaran darah ada dua yaitu jantung dan pembuluh darah.
7. Pembuluh darah dibedakan menjadi dua yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh
balik (vena). Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa darah keluar dari
jantung. Vena merupakan pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung.
8. Peredaran darah pada manusia merupakan peredaran darah tertutup dan ganda.
Peredaran darah tertutup artinya darah mengalir di dalam pembuluh. Peredaran
darah ganda artinya darah melewati jantung sebanyak dua kali selama satu kali
edar. Peredaran darah besar yaitu aliran darah dari jantung menuju seluruh tubuh
dan kembali lagi ke jantung. Peredaran darah kecil yaitu aliran darah dari jantung
menuju paru-paru dan kembali lagi ke jantung.
9. Kelainan pada sistem peredaran darah meliputi kelainan pada darah, kelainan pada
jantung, dan kelainan pada pembuluh darah.
10. Beberapa teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah yaitu golongan
darah untuk pengujian keturunan, operasi jantung, transplantasi jantung, dan
jantung buatan.

116

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

3. Dalam uji golongan darah beberapa


siswa diperoleh data sebagai berikut.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Ciri-ciri sel darah sebagai berikut.
1) Memiliki bentuk yang tidak
beraturan.
2) Mengandung hemoglobin.
3) Tidak memiliki inti sel.
4) Berperan dalam proses pembekuan
darah.
5) Memiliki permukaan sel yang lebar.
Ciri-ciri eritrosit ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 5)
c. 2), 3), dan 4)
d. 2), 3), dan 5)
e. 3), 4), dan 5)
2. Berikut ini gambar sel darah seseorang
hasil pemeriksaan di laboratorium.

Sel darah seperti pada gambar 1


berjumlah 4.000 butir/mm3. Sel darah
seperti pada gambar 2 berjumlah 2.000
butir/mm 3. Sel darah seperti pada
gambar 3 adalah 5.500 butir/mm 3 .
Analisis dari laboratorium tersebut
adalah . . . .
a. gambar 1 dan 2 adalah sel darah
merah, indikasi anemia
b. gambar 1 dan 3 adalah sel darah
merah, indikasi infeksi
c. gambar 2 dan 3 adalah sel darah
putih, indikasi leukemia
d. gambar 1, 2, dan 3 adalah sel darah
merah, indikasi normal
e. gambar 1, 2, dan 3 adalah sel darah
putih, indikasi ada infeksi

Nama
Ditetesi
Ditetesi
Probandus Serum Anti A Serum Anti B
Siska
Ririt
Mega
Rosa
Lukman

+
+

+
+

Keterangan:
Tanda () berarti tidak terjadi penggumpalan
Tanda (+) berarti terjadi penggumpalan

Apabila Ririt mengalami kecelakaan


dan membutuhkan transfusi darah, dari
kelima siswa tersebut yang dapat
mendonorkan darahnya untuk Ririt
adalah . . . .
a. Siska dan Rosa
b. Mega dan Siska
c. Lukman dan Siska
d. Rosa dan Mega
e. Lukman dan Mega
4. Perhatikan bagan proses pembekuan
darah berikut!
Luka
Trombosit pecah

Ca+ dan Vitamin K

Benang-benang
fibrin
Luka tertutup

Senyawa yang ditunjukkan oleh huruf


O, P, Q, dan R secara berurutan adalah
....
a. trombokinase, protrombin, trombin,
dan fibrinogen

Biologi Kelas XI

117

b.
c.
d.
e.

trombokinase, trombin, protrombin,


dan fibrinogen
protrombin, trombokinase, trombin,
dan fibrinogen
protrombin, trombin, trombokinase,
dan fibrinogen
trombokinase, protrombin, fibrinogen, dan trombin

Fungsi Bagian X

Fungsi Bagian Y

Menerima darah
dari seluruh tubuh
Menerima darah
dari paru-paru
Memompa darah
ke seluruh tubuh
Memompa darah
ke paru-paru
Menerima darah
dari seluruh tubuh

Memompa darah
ke seluruh tubuh
Memompa darah
ke seluruh tubuh
Menerima darah
dari paru-paru
Menerima darah
dari seluruh tubuh
Memompa darah
ke paru-paru

b.
c.
d.
e.

7
8

3
4
10

6. Pernyataan yang tepat mengenai


pembuluh darah yaitu . . . .
a. Dalam vena hanya dijumpai satu
buah katup yang terletak di pangkal
vena.
b. Semua arteri dalam tubuh manusia
mengandung darah bersih.
c. Arah aliran darah arteri adalah
menuju jantung.
d. Jika vena dipotong, darah akan
memancar.
e. Vena lebih mudah dilihat mata
daripada arteri.

118

1
6

5. Perhatikan gambar
di samping!
Fungsi bagian yang
ditunjukkan oleh
huruf X dan Y dalam
tabel berikut yang
sesuai yaitu . . . .
a.

7. Perhatikan gambar peredaran darah


berikut!

Urutan peredaran darah besar ditunjukkan oleh nomor . . . .


a. 3 5 2 1 6
b. 4 3 5 2 1
c. 4 5 2 1 6
d. 5 2 1 6 9
e. 10 7 8 4 3
8. Arteriosklerosis merupakan salah satu
gangguan pada sistem peredaran darah
berupa pengerasan pembuluh nadi
sebagai akibat penimbunan zat kapur.
Salah satu penyakit yang ditimbulkan
oleh arteriosklerosis adalah . . . .
a. jantung koroner
b. gagal jantung
c. perikarditis
d. hemofilia
e. varises
9. Pengujian terhadap sampel darah
seorang ibu menunjukkan kadar LDL
melebihi normal dan kadar HDL kurang
dari normal. Ibu tersebut disarankan
memperbaiki pola makan agar terhindar
dari penyakit pengerasan pembuluh
nadi yang disebut . . . .
a. arteriosklerosis
b. aterosklerosis
c. hipertensi
d. sklerosis
e. trombosis

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

10. Prinsip dasar transplantasi jantung


yaitu . . . .
a. mengganti pembuluh darah yang
menuju ke jantung
b. mengganti jantung yang sudah
tidak berfungsi dengan jantung
baru
c. mengganti jantung yang sudah
tidak berfungsi dengan jantung
sintetis
d. mencangkok pembuluh darah
koroner
e. menambahkan alat pacu jantung
untuk membantu kerja jantung
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Sel-sel darah merah memiliki umur
tertentu dan dapat mengalami
kerusakan. Bagaimana mekanisme
tubuh mempertahankan jumlah sel
darah merah yang beredar dalam tubuh
tetap stabil?

4. Perhatikan gambar
di samping!
a. A p a k a h
peristiwa
yang terjadi
pada bagian
yang ditunjuk
anak panah?
b. Bagaimana mekanisme peristiwa
tersebut terjadi?
5. Apa yang akan terjadi jika Fina yang
bergolongan darah B mendonorkan
darahnya kepada Rani yang bergolongan darah A? Jelaskan jawaban
Anda!
6. Mengapa katup pada pembuluh balik
lebih banyak daripada katup pada
pembuluh nadi?
7. Perhatikan gambar berikut!

2. Perhatikan gambar sel darah putih


berikut!

a.
b.

Identifikasi sel-sel darah putih di


atas berdasarkan karakteristik
granulanya!
Di antara sel-sel di atas, tentukan
jenis sel darah putih yang
jumlahnya paling banyak dan sel
darah putih yang jumlahnya
paling sedikit! Tulis pula
peranannya!

3. Apakah yang dimaksud sistol dan


diastol?

a.
b.

Jelaskan siklus jantung yang


ditunjukkan oleh gambar di atas!
Bagaimana arah aliran darah yang
berlangsung akibat dari siklus
jantung tersebut!

8. Bagaimana mekanisme pembekuan


darah saat terjadi perdarahan?
9. Seseorang yang biasa mengonsumsi
makanan tinggi kolesterol dan memiliki
kecenderungan menderita arterosklerosis. Bagaimana sistem peredaran
darah seseorang yang mengalami
arterosklerosis? Dapatkah arterosklerosis disembuhkan? Jelaskan
jawaban Anda!
10. Mengapa sistem peredaran darah
manusia disebut sistem peredaran
darah tertutup?

Biologi Kelas XI

119

Anda telah mempelajari sistem peredaran darah pada manusia. Sistem peredaran
darah merupakan sekumpulan organ yang secara bersama-sama menjalankan fungsinya
untuk mengedarkan zat-zat ke seluruh tubuh. Setiap organ pada sistem peredaran darah
memiliki tugas spesifik. Meskipun demikian, mereka tetap bekerja sama menjalankan
tugasnya. Jika terjadi gangguan pada salah satu organ maka akan mengganggu peredaran
darah dalam tubuh. Hal tersebut menunjukkan suatu kompleksitas ciptaan Tuhan YME.
Sudah sepantasnya Anda bersyukur. Rasa syukur Anda dapat diwujudkan dengan cara
rajin beribadah dan menjaga agar organ-organ tersebut dapat berfungsi dengan baik.
Anda juga dapat mengembangkan pola pikir ilmiah sebagai wujud rasa syukur Anda.
Dengan demikian, Anda dapat menciptakan suatu teknologi yang berguna untuk
mengatasi kelainan atau gangguan pada sistem peredaran darah. Selain itu, dalam
kehidupan sehari-hari, sudahkah Anda bersikap seperti organ-organ peredaran darah
yang selalu bekerja sama menjalankan tugasnya?

120

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Sirkulasi

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Sistem Pencernaan
Mempelajari

Zat-Zat Makanan yang


Diperlukan Tubuh
Meliputi

Peranan Zat Makanan


bagi Tubuh

Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan


Manusia dan Ruminansia
Meliputi

Sistem Pencernaan
Manusia
Organ-Organ
Pencernaan Manusia

Karbohidrat
Lemak
Protein
Terdiri
atas

Vitamin
Mineral

Terdiri
atas
Gangguan pada
Sistem Pencernaan
Sistem Pencernaan
Hewan Memamah Biak
(Ruminansia)

Serat
Air
Menu Makanan Bergizi
Seimbang Berdasarkan
Kebutuhan Energi

Biologi Kelas XI

121

Sumber: www.gsk.nl

Akhir-akhir ini, ilmu Kedokteran menemukan suatu teknologi baru untuk menurunkan
berat badan bagi orang yang mengalami obesitas. Salah satu teknologi yang dilakukan yaitu
operasi pemotongan lambung dan usus halus. Langkah pertama yang dilakukan yaitu
dengan membentuk kantong kecil pada lambung pasien menggunakan staples (seperti
jepretan kertas). Langkah kedua yaitu memotong usus halus pada bagian pembatas setelah
usus 12 jari. Potongan usus halus tersebut disambungkan dengan kantong kecil yang
dibentuk pada lambung. Dengan demikian, makanan dari kantong kecil (lambung baru)
langsung menuju usus kosong tanpa melalui usus 12 jari. Bagaimana pendapat Anda
mengenai teknologi tersebut? Kira-kira apa efek samping dilakukannya operasi tersebut?
Mengapa seseorang bisa mengalami obesitas?

1.
2.
3.
4.
5.

122

Zat-zat makanan yang diperlukan dalam tubuh


Nilai BMR dan BMI
Menu makanan bergizi seimbang
Sistem pencernaan ruminansia
Gangguan yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Protein
Karbohidrat
Lemak
Vitamin
Mineral
Enzim
Ruminansia
Saliva

Makanan sangat diperlukan oleh tubuh kita. Asupan makanan yang masuk ke tubuh
harus seimbang agar tubuh tidak kelebihan atau kekurangan makanan. Asupan makanan
yang tidak seimbang dapat mengakibatkan obesitas. Makanan yang masuk ke tubuh akan
mengalami proses pencernaan. Proses pencernaan melibatkan organ-organ pencernaan dan
kelenjar pencernaan.
Nah, dalam bab ini Anda akan mempelajari tentang zat-zat makanan yang diperlukan
tubuh, proses pencernaan, dan gangguan pada sistem pencernaan. Dengan mempelajari
kompleksitas sistem pencernaan, sudah sewajarnyalah Anda bersyukur kepada Tuhan
karena telah menciptakan suatu mekanisme proses pencernaan yang sempurna. Salah satu
cara wujud syukur dapat Anda lakukan dengan menjaga kesehatan organ-organ pencernaan.

A. Zat-Zat Makanan yang Diperlukan Tubuh


Setiap orang mendambakan tubuh yang sehat dan ideal. Kondisi tubuh tersebut
tidak mudah diperoleh. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, salah satunya
makanan. Tubuh yang sehat dan ideal memerlukan asupan makanan yang mengandung
gizi seimbang. Apa akibatnya jika tubuh kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu?
Zat-zat gizi apa saja yang diperlukan oleh tubuh? Lakukan kegiatan berikut untuk
mengetahuinya.

Mendeskripsikan Akibat Kekurangan atau Kelebihan Zat Gizi


1.

Perhatikan gambar di bawah ini dengan cermat dan teliti!

(a)

(b)

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 6.1 (a) Orang gemuk (obesitas); (b) Orang kurus

2.
3.

Carilah informasi dari berbagai literatur tentang zat-zat gizi yang diperlukan
oleh tubuh dan pola makan yang sehat.
Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh.

Biologi Kelas XI

123

4.

5.
6.

Diskusikan dengan teman Anda untuk memecahkan permasalahanpermasalahan berikut.


a. Zat gizi apa saja yang diperlukan oleh tubuh?
b. Apa yang dimaksud dengan makanan bergizi seimbang?
c. Apa yang dimaksud pola makan yang sehat?
d. Mengapa beberapa orang ada yang mengalami obesitas dan ada yang
mengalami kekurangan berat badan? Perhatikan gambar di depan!
Hubungkan jawaban Anda dengan pola makan yang sehat!
Terapkan sikap proaktif, responsif, mau bekerja sama, dan cinta damai untuk
menyelesaikan permasalahan-permasalahan di atas. Kemukakan pertanyaan
dan pendapat Anda dengan berani, santun, ilmiah, dan kritis. Untuk
membantu Anda menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut,
carilah informasi dari buku-buku referensi dan internet.
Tulislah hasil diskusi Anda sesuai dengan format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan Bapak atau Ibu Guru
dengan bahasa yang sopan dan santun serta dapat dipahami.

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui beberapa zat gizi yang
diperlukan tubuh. Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai jenis-jenis zat gizi yang
diperlukan tubuh dan fungsinya serta pola makan yang sehat simaklah uraian berikut.
1.

Peranan Zat Makanan Bagi Tubuh


Makanan sehat berarti makanan yang higienis dan mengandung zat gizi
seimbang. Makanan sehat mengandung berbagai zat yang diperlukan tubuh seperti
karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.
a.

Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang terdiri atas unsur karbon,
hidrogen, dan oksigen dengan perbandingan 1 atom C, 2 atom H, dan 1 atom O
(CnH2nOn). Dilihat dari gugus gula penyusunnya karbohidrat dapat dibagi
menjadi tiga golongan yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida.
Karbohidrat memiliki beberapa fungsi
yaitu sebagai sumber energi (1 gram
karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kalori),
mengatur proses metabolisme, menjaga
keseimbangan asam dan basa, membantu
proses penyerapan kalsium, mencegah
terjadinya konstipasi, serta sebagai bahan
pembentuk struktur sel, jaringan, dan
organ tubuh. Bahan makanan yang
mengandung karbohidrat antara lain
jagung, gandum, padi, ketela pohon, Sumber: Dokumen Penerbit
kentang, dan sagu. Perhatikan Gambar 6.2! Gambar 6.2 Makanan yang mengandung
karbohidrat

124

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

b.

Lemak
Lemak atau lipid merupakan zat
organik hidrofobik sehingga sukar larut
dalam air. Namun, lemak dapat larut
dalam pelarut organik seperti eter dan
kloroform. Lemak tersusun dari unsur
karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan
kadang-kadang fosfor (P) serta nitrogen
(N).
Lemak dapat berasal dari tumbuhan
(lemak nabati) dan dari hewan (lemak
hewani).
Bahan
makanan
yang
Sumber: Dokumen Penerbit
mengandung lemak nabati yaitu kelapa,
Gambar 6.3 Bahan makanan yang
kemiri, zaitun, kacang tanah, dan buah mengandung lemak
avokad. Bahan makanan yang mengandung
lemak hewani antara lain daging, keju,
mentega, susu, telur (kuning telur), dan ikan
segar. Perhatikan Gambar 6.3!
Di dalam tubuh, lemak mempunyai beberapa fungsi penting yaitu penghasil
energi tertinggi (1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori), pelindung tubuh dari
pengaruh suhu rendah, pelindung alat-alat tubuh yang lunak, pelarut vitamin
(vitamin A, D, E, dan K), penahan rasa lapar, penyusun membran sel, penyusun
hormon dan vitamin, serta penyusun garam empedu.

c.

Protein
Protein termasuk senyawa organik
kompleks dengan berat molekul tinggi.
Protein mengandung molekul karbon,
hidrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang
mengandung sulfur serta fosfor. Protein
terbentuk dari asam amino yang
membentuk rantai panjang (polipeptida).
Berdasarkan sumbernya, protein
dibedakan menjadi protein nabati dan
protein hewani. Protein nabati dapat
Sumber: Dokumen Penerbit
diperoleh dari kacang-kacangan dan
6.4 Makanan yang mengandung
sayur-sayuran. Protein hewani dapat Gambar
protein
diperoleh dari daging, ikan, susu, dan
telur. Perhatikan Gambar 6.4!
Fungsi protein bagi tubuh adalah sebagai zat pembangun dan pelindung
tubuh, mengganti sel-sel tubuh yang rusak, menyediakan energi (1 gram
protein dapat menghasilkan energi 4,1 kalori), menyeimbangkan cairan dalam
tubuh, menyintesis substansi-substansi penting, sebagai biokatalisator, serta
berperan sebagai sistem buffer (penyangga pH) yang efektif. Defisiensi
protein dapat mengakibatkan penyakit kwashiorkor dan maramus.

Biologi Kelas XI

125

d.

Vitamin
Vitamin adalah molekul organik yang
diperlukan dalam makanan dalam jumlah
yang sangat kecil dibandingkan dengan
jumlah asam amino esensial dan asam
lemak yang diperlukan oleh hewan dalam
jumlah yang sangat besar (Campbell, Reece,
dan Mitchell: 2004). Vitamin berfungsi
untuk membantu pengaturan atau proses
kegiatan tubuh (metabolisme tubuh).
Vitamin tidak dapat dihasilkan oleh tubuh,
kecuali vitamin K. Beberapa jenis vitamin
beserta peranannya bagi tubuh dapat
dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 6.1 Vitamin-Vitamin yang Larut dalam
Air
Sumber

Fungsi

Vitamin B1
(tiamin)

Ekstrak
ragi,
kacang-kacangan,
susu, hati, dan
kecambah

Sebagai prekursor koenzim


dalam metabolisme karbohidrat

Beri-beri

Vitamin B2
(riboflavin
laktoflavin) =
C17H20O6N4

Hati, ginjal, susu,


telur, mentega,
sayuran, ragi, dan
kecambah

Transmisi rangsangan
cahaya ke saraf mata
Menjaga nafsu makan
Memelihara kulit di
sekitar mulut
Komponen koenzim
dalam metabolisme
energi

Luka di sudut bibir


(keilosis)
Katarak
Dermatitis
Diare
Kelemahan otot

Vitamin B3
(niasin) =
C6H5O2N

Susu, hati, ikan,


telur, dan daging
tanpa lemak

Pertumbuhan sel
Bersama fosfat membentuk koenzim yang
berperan dalam respirasi sel

Penyakit pelagra dengan


gejala 3D (dermatitis/
radang kulit, diare, dan
demensia)

Vitamin B5
(asam
pantotenat) =
C9H17O3N

Ragi, hati, kuning


telur, daging, ikan,
dan sayur-sayuran
hijau

Memelihara tingkat
gula darah yang normal
Komponen struktur
koenzim-A yang berperan dalam proses
oksidasi sel

Radang kulit
Nafsu makan menurun
Insomnia (sulit tidur)

Vitamin B6
(piridoksin)
= C6H12O2N

Hati, daging, telur,


susu, kentang,
kacang-kacangan,
dan ragi

Memelihara keseimbangan unsur P dan K dalam


sel
Aktif dalam pembentukan antibodi dan beberapa
koenzim dalam metabolisme

Nama Vitamin

126

Christiaan Eijkman
S e o r a n g
ilmuwan Belanda,
Christiaan Eijkman
melakukan
penelitian tentang
penyakit beri-beri.
Selama
kurang Sumber: www.nobelprize.org
lebih 10 tahun Gambar 6.5
penyebab beri-beri Christiaan Eijkman
baru dapat diketahui yaitu karena
kekurangan vitamin B1. Dengan
demikian, Christiaan Eijkman
dijuluki sebagai ilmuwan penemu
vitamin.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Akibat Kekurangan

Peradangan kulit
Anemia
Mudah marah
Kejang otot
Keterbelakangan mental
Batu ginjal

Nama Vitamin

Sumber

Fungsi

Akibat Kekurangan

Vitamin B11
(asam folat) =
C12H12O6N7

Kacang-kacangan,
ragi, hati, daging,
pisang, lemon, dan
sayuran hijau

Pembuatan koenzim
untuk produksi eritrosit
Membentuk
asam
nukleat untuk sintesis
protein

Anemia
Diare
Megaloblastosis (membesarnya eritrosit)
Terhambatnya pertumbuhan

Vitamin B12
(sianokobalin
= anti anemia
pernisiosa) =
C63H90O14N14P9

Daging, unggas,
ikan, telur, susu,
keju, hati, udang,
dan kerang

Metabolisme sel dan pertumbuhan jaringan


Pembentukan eritrosit

Vitamin C
(asam
askorbat) =
C6H8O6

Jeruk, tomat, nanas,


pepaya, semangka,
stroberi, hati, dan
sayur-sayuran segar

Pembentukan serabut
kolagen
Menjaga
elastisitas
kapiler darah
Menjaga perlekatan akar
gigi pada gusi
Koenzim reaksi katabolisme karbohidrat dan
lemak

Terganggunya imunitas
tubuh
Pendarahan pada gusi
dan persendian
Skorbut
Terhambatnya pembentukan kolagen
Kulit bersisik
Penurunan fungsi pembuluh darah, otot, dan
tulang rawan

Penurunan berat badan


Pusing
Anemia
Peradangan saraf

Tabel 6.2 Vitamin-Vitamin yang Larut dalam Lemak


Nama Vitamin

Sumber

Fungsi

Akibat Kekurangan

Vitamin A (retinol
= antiseroftalmia)
= C20H30OC31H46O2

Sayur-sayuran
dan buah-buahan
berwarna kuning
dan merah (mengandung karoten),
mentega, hati,
kuning telur, dan
daging

Sebagai antioksidan
Memelihara kesehatan mata dan kulit
Membantu pertumbuhan tulang dan gigi
Menghambat proses
penuaan
Memelihara jaringan
epitel

Xeroftalmia (kornea menjadi kering karena adanya


gangguan pada kelenjar
air mata)
Rabun senja
Kulit kasar
Kelelahan

Vitamin D
(ergosterol
= kalsiferol)
= C26H44O

Susu, minyak ikan,


kuning telur, ragi,
dan sinar ultraviolet

Absorpsi fosfor dan


kalsium
Pembentukan tulang
dan gigi

Rakitis (pada bayi)


Osteomalacia (melunaknya tulang pada orang
dewasa)

Vitamin E
(tokoferol
= antisterilitas)
= C29H50O2

Minyak zaitun, kecambah, susu,


kuning
telur,
kacang-kacangan,
tumbuhan hijau,
dan biji gandum

Pembentuk eritrosit
Fungsi reproduksi
Mencegah oksidasi
lemak tak jenuh
Sebagai antioksidan

Kerusakan hati
Penimbunan lemak pada
otot
Kemandulan
Pecahnya
eritrosit,
sehingga mengakibatkan
anemia

Vitamin K
(filokuinon
= antihemoragia)
= C31H46O2

Kubis, bayam,
hati, daging, dan
kuning telur

Pembekuan darah
Pembentukan protrombin dalam hati

Darah sukar membeku


Pendarahan

Biologi Kelas XI

127

e.

Mineral
Mineral merupakan substansi anorganik yang biasa ditemukan dalam bentuk
ion. Mineral dibagi menjadi dua golongan yaitu unsur makro (makroelemen) dan
unsur mikro (mikroelemen). Unsur makro yaitu unsur-unsur yang diperlukan
tubuh dalam jumlah banyak, misal natrium, kalium, kalsium, fosfor, magnesium,
dan belerang. Unsur mikro adalah unsur-unsur yang diperlukan tubuh dalam
jumlah sedikit, misalnya mangan, seng, tembaga, dan kobalt. Perhatikan unsurunsur mineral dalam tabel berikut!
Tabel 6.3 Jenis-Jenis Unsur Mineral
Unsur

128

Sumber

Fungsi

Akibat Kelebihan

Akibat Kekurangan

Natrium
(Na)

Garam dapur

Memelihara keseimbangan cairan


tubuh
Memelihara keseimbangan pH
dalam sel
Mengatur permeabilitas sel
Mengatur transmisi impuls saraf

Hipertensi (tekanan
darah tinggi)

Gangguan pada jantung


dan ginjal
Kelelahan dan kejang
otot
Turunnya nilai osmotik
cairan sehingga meningkatkan suhu tubuh
Kehilangan
nafsu
makan

Kalium
(K)

Susu, buah-buahan, padi-padian,


daging, ikan,
unggas, telur, dan
sayur-sayuran

Sebagai kofaktor
(komponen kimia
untuk membantu
kerja enzim) pembentukan karbohidrat dan protein
Membantu kontraksi otot dan
memelihara
denyut jantung
Mengatur pelepasan insulin
dari pankreas
Transmisi impuls
saraf

Kejang otot

Kelemahan otot
Pertumbuhan terhambat
Denyut jantung tidak
teratur dan gangguan
pernapasan
Karies
Kelumpuhan

Kalsium
(Ca)

Susu, keju, sayuran, ikan, dan


padi-padian

Membentuk matriks tulang dan


gigi
Membantu proses pembekuan
darah
Membantu kontraksi otot
Transmisi impuls
saraf

Hiperkalsemia (kadar
kalsium yang tinggi
dalam darah)

Osteoporosis (kerapuhan tulang)


Rakitis (pembengkokan tulang kaki)
Kejang otot
Hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium
dalam darah)

Fosfor
(P)

Susu, keju, telur,


daging, unggas,
ikan, dan kacangkacangan

Pembentukan
matriks tulang
dan gigi
Mengatur keseimbangan asam
dan basa dalam
tubuh (darah)

Pengikisan rahang

Kerapuhan tulang dan


gigi
Rakitis
Lemah dan lunglai
Kehilangan kalsium
dan mineral

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Unsur

Sumber

Fungsi

Akibat Kelebihan

Akibat Kekurangan

Sintesis nukleotida
Kontraksi otot
Memacu metabolisme

f.

Magnesium
(Mg)

Susu, daging,
padi-padian,
dan sayuran
hijau

Biokatalisator
Unsur penting
dalam
pembentukan tulang
dan gigi
Berperan penting
dalam fungsi otot
dan saraf

Diare
Gangguan
fungsi saraf

Gangguan otot dan


saraf

Belerang
(S)

Telur, susu,
daging, keju,
ikan, dan kacangkacangan

Penyusun asam
amino
Komponen penyusun beberapa
vitamin, misal
tiamin, biotin,
dan pantotenat
Aktivator enzim
Untuk pertumbuhan tulang

Menghambat pertumbuhan

Mengganggu pertumbuhan
Defisiensi protein

Zat besi
(Fe)

Daging, unggas,
hati, kuning
telur, sayuran
hijau, dan kacangkacangan

Respirasi seluler
Membentuk hemoglobin

Sirosis hati (pembengkakan karena


meningkatnya
cairan pada hati)

Lesu, pusing, dan


anemia (kekurangan
eritrosit)
Menurunnya daya
tahan tubuh sehingga
mudah terkena infeksi

Iodin
(I)

Ikan laut, minyak


ikan,
rumput laut,
dan garam beryodium

Membantu
fungsi kelenjar
tiroid
Pembentukan
hormon tiroksin

Aktivitas tiroid
menurun

Penyakit gondok
(goiter)
Penyakit kretinisme
atau tumbuh kerdil

Seng
(Zn)

Ikan
laut,
kerang, hati,
daging, susu,
telur, dan tiram

Membantu metabolisme
Pertumbuhan
dan reproduksi

Mengalami rasa
besi pada mulut
Muntah-muntah
Diare

Anemia

Tembaga
(Cu)

Kacang-kacangan, hati, kerang,


dan ginjal

Pembentukan
hemoglobin
dan eritrosit
Memelihara
fungsi sistem
saraf
Sintesis hormon

Pusing, lesu, dan


sakit kepala

Anemia
Gangguan
saraf

sistem

Air
Air adalah satu-satunya substansi umum yang ditemukan di alam sekitar
kita dalam tiga wujud fisik materi: padat, cair, dan gas (Campbell, Reece, dan
Mitchell: 2002). Air diperlukan tubuh karena memiliki beberapa fungsi penting,

Biologi Kelas XI

129

seperti mengatur suhu tubuh, melembapkan jaringan tubuh, melindungi organ


vital tubuh dan jaringan tubuh, membantu
mencegah konstipasi, melumasi persendian, membawa nutrisi dan oksigen ke
seluruh sel tubuh, membantu melarutkan
mineral, mengangkut sisa metabolisme
keluar tubuh, serta medium berbagai reaksi
kimia tubuh.
Anda telah mempelajari jenis-jenis zat gizi
yang diperlukan oleh tubuh. Bagaimana cara
menguji kandungan zat gizi dalam makanan?
Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Untuk mempelajari lebih detail tentang makanan sehat dan


seimbang, bukalah alamat website
http://goo.gl/sZnyZj.
Buatlah ringkasan dari alamat
website tersebut ke dalam buku
catatan Anda. Selanjutnya, terapkan makanan sehat dan seimbang
dalam pola makan Anda seharihari.

Menguji Kandungan Zat Gizi dalam Bahan Makanan


A. Pendahuluan
Tubuh memerlukan berbagai jenis
zat gizi yaitu karbohidrat, lemak,
protein, vitamin, air, dan mineral.
Kebutuhan akan berbagai jenis zat gizi
tersebut dapat dipenuhi dengan
mengonsumsi berbagai jenis makanan.
Untuk mengetahui kandungan zat gizi
yang terdapat dalam bahan makanan
digunakan indikator uji zat makanan.
Kegiatan ini bertujuan untuk menguji
kandungan amilum, glukosa, protein,
dan lemak dalam bahan makanan.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok. Oleh karena itu, diperlukan sikap bertanggung jawab dan
kerja sama antaranggota kelompok
untuk keberhasilan kegiatan ini. Dalam
melakukan pengamatan, dibutuhkan
sikap yang teliti dan jujur. Pada
percobaan ini digunakan alat yang
terbuat dari kaca, sehingga diperlukan
sikap kehati-hatian saat menggunakan
alat tersebut. Selain itu, percobaan ini
menggunakan pembakar spiritus
untuk memanaskan sampel. Oleh

130

karena itu, barang-barang yang mudah


terbakar dijauhkan dari alat pembakar
spiritus. Dengan demikian, Anda dapat
menjaga keselamatan diri pada saat
melakukan praktikum.
B.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Apa yang Diperlukan?


1. Tabung reaksi (6 buah)
2. Mortar dan alat tumbuk
3. Gelas beker
4. Pembakar spiritus
5. Rak tabung reaksi
6. Pipet tetes
7. Penjepit tabung reaksi
8. Cawan petri
9. Kertas label
10. Bahan makanan seperti nasi
kukus, ketela kukus, putih telur
matang, kuning telur matang,
tempe, dan tahu
11. Larutan Benedict
12. Larutan Biuret
13. Larutan iodin
14. Kertas buram
15. Akuades

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Menguji kandungan amilum
dalam bahan makanan.
a. Haluskan setiap bahan
makanan menggunakan
alat penumbuk dan mortar.
Letakkan setiap bahan
makanan pada cawan petri.
b. Buatlah larutan bahanbahan makanan tersebut
dengan menambahkan
akuades.
c. Siapkan 6 buah tabung
reaksi dan berilah label
bertuliskan bahan makanan
yang diuji. Letakkan tabung
reaksi pada rak tabung
reaksi.
d. Isilah setiap tabung reaksi
dengan larutan bahan
makanan yang sesuai
dengan tulisan pada label
sebanyak 0,5 ml. Catat
warna setiap larutan bahan
makanan.
e. Tambahkan 2 tetes larutan
iodin ke dalam setiap
tabung reaksi. Amati
perubahan warna yang
terjadi.
f. Catat hasil pengamatan
Anda dalam bentuk tabel.
2. Menguji kandungan glukosa
dalam bahan makanan.
a. Ulangi langkah ad.
b. Tambahkan 5 ml larutan
Benedict ke dalam setiap
tabung reaksi.
c. Jepit tabung reaksi dan
panaskan tabung reaksi di
atas pembakar spiritus.
Amati perubahan warna
yang terjadi.
d. Catat hasil pengamatan
Anda dalam bentuk tabel.

3.

Menguji kandungan protein


dalam bahan makanan.
a. Ulangi langkah ad.
b. Tambahkan setetes demi
setetes larutan Biuret ke
dalam setiap tabung reaksi
sambil dikocok hingga
warnanya tetap atau tidak
berubah lagi. Amati
perubahan warna yang
terjadi.
c. Catat hasil pengamatan
dalam bentuk tabel.
4. Menguji kandungan lemak
dalam bahan makanan.
a. Haluskan setiap bahan
makanan menggunakan
alat penumbuk dan mortar.
Letakkan setiap bahan
makanan pada cawan petri.
b. Oleskan bahan makanan
yang telah dihaluskan
pada kertas buram.
Keringkan kertas tersebut
di bawah sinar matahari.
c. Amati noda yang tertinggal
di kertas buram pada setiap
bagian yang diolesi larutan
bahan makanan.
d. Catat hasil pengamatan
Anda dalam bentuk tabel.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Bagaimana perubahan warna
larutan bahan makanan setelah
diuji dengan larutan iodin,
Benedict, dan Biuret?
2. Bahan makanan apa saja yang
mengandung amilum, glukosa,
protein, dan lemak? Jelaskan
berdasarkan hasil percobaan!
3. Bahan makanan apa yang tidak
boleh dikonsumsi terlalu
banyak? Mengapa?
4. Bahan makanan apa yang tidak
boleh dikonsumsi terlalu
banyak oleh penderita diabetes
melitus? Mengapa?

Biologi Kelas XI

131

5.

Buatlah laporan kegiatan sesuai


format laporan meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
Unjuk Kreativitas
Sediakan alat dan bahan seperti
pada kegiatan di atas. Namun,
gantilah bahan-bahan makanan yang

E.

2.

akan Anda uji dengan pisang, air tebu,


kentang, kacang tanah, dan roti.
Selanjutnya, lakukan percobaan
sesuai dengan prosedur pada
percobaan di atas. Amati perubahan
yang terjadi. Apakah hasil yang Anda
peroleh? Kemudian, catatlah hasil
tersebut dalam buku catatan Anda.

Menu Makanan Bergizi Seimbang Berdasarkan Kebutuhan Energi


Setiap orang membutuhkan energi dalam jumlah yang berbeda-beda sesuai
dengan berat badan, jenis kelamin, aktivitas, dan umur. Untuk memenuhi kebutuhan
energi, kita perlu mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup. Oleh
karena itu, kita perlu mengetahui kandungan zat gizi pada makanan, cara
menghitung kalori, dan menyusun menu makanan seimbang. Sebelum mempelajari
lebih lanjut mengenai materi ini, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

1.
2.
3.

4.
5.

Mendefinisikan Pola Makan, Menu Makanan Seimbang,


BMI, dan BMR
Carilah informasi dari berbagai literatur seperti buku-buku dan internet
mengenai pola makan, menu makanan seimbang, BMI, dan BMR.
Catatlah informasi-informasi penting dari literatur yang Anda baca.
Diskusikan bersama teman-teman Anda dengan menerapkan sikap mau
bekerja sama, cinta damai, serta berani mengemukakan argumentasi secara sopan
dan santun untuk memecahkan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan pola makan, menu makanan
seimbang, BMI, dan BMR?
b. Coba hitung nilai BMI dan BMR Anda berdasarkan informasi yang
Anda peroleh!
c. Apa yang akan terjadi jika seseorang mengonsumsi makanan
dengan kandungan kalori melebihi kebutuhan energinya?
Tulislah hasil kegiatan ini dalam bentuk laporan dengan format meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Dari kegiatan di atas, Anda telah mengetahui bahwa diperlukan menu


makanan seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi setiap orang. Bagaimana
cara menghitung kebutuhan kalori setiap orang? Simaklah uraian berikut.
Untuk memenuhi kecukupan zat gizi diperlukan menu makanan yang seimbang. Menu makanan seimbang adalah menu makanan yang terdiri atas beraneka
ragam makanan dalam jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga memenuhi

132

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

kebutuhan gizi seseorang guna


Makanan berlemak dan
pemeliharaan dan perbaikan sel-sel
makanan yang mengandung
tubuh dalam proses kehidupan
banyak zat gula
dan perkembangan. Perhatikan
gambar porsi makanan seimbang
Protein
Protein hewani
nabati
dalam piramida makanan pada
Gambar 6.6.
BuahDalam penyusunan menu buahan
Sayur-sayuran
makanan seimbang perlu menerapkan langkah-langkah berikut.
Karbohidrat
1) Menghitung kecukupan energi.
Sumber: dutadancow.blogspot.com
2) Menentukan jenis bahan
Gambar 6.6 Porsi makanan seimbang
makanan yang akan dimakan
sesuai konsep menu empat
sehat lima sempurna.
3) Menu makanan dibedakan menjadi makan pagi, makan siang, dan makan
malam.
4) Mengontrol kebutuhan lemak yaitu 1025% dari energi.
Kecukupan energi setiap orang dapat diketahui dengan cara menghitung nilai
BMR (Basal Metabolic Rate). Nilai BMR setiap orang bervariasi dan dipengaruhi
oleh jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, serta usia. Rumus menghitung BMR
sebagai berikut.
1) BMR untuk wanita = 655 + ( 9,6 BB) + ( 1,8 TB ) ( 4,7 U)
2) BMR untuk pria = 66 + (13,7 BB) + ( 5 TB ) ( 6,8 U )
Keterangan:
BB : berat badan (kg)
TB : tinggi badan (cm)
U : umur (tahun)

Kegiatan setiap orang berbeda-beda sehingga jumlah kalori yang diperlukan


juga berbeda. Nilai BMR di atas hanya merupakan nilai minimal yang tidak
dipengaruhi jenis aktivitas. Formula untuk membantu menghitung kalori sesuai
dengan aktivitas sebagai berikut.
Kebutuhan energi = BMR faktor aktivitas fisik
Tabel 6.4 Nilai Aktivitas Fisik
Aktivitas

Laki-Laki

Sangat ringan
Ringan
Sedang
Berat

1,3
1,65
1,76
2,10

Perempuan
1,3
1,55
1,70
2,00

Sumber: http://goo.gl/nRrTcx

Setelah mengetahui kebutuhan energi yang diperlukan dalam sehari, perlu


juga diketahui indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). BMI merupakan
perbandingan antara berat badan (dalam kg) dengan kuadrat tinggi badan (dalam
meter). Cara menghitung BMI sebagai berikut.

Biologi Kelas XI

133

BB (kg)

BB (kg)

BMI = TB (m) TB (m) atau TB2 (m)

Keterangan:
BB : berat badan
TB : tinggi badan

Jika BMI < 18 berarti kurus, BMI antara 1824 berarti normal, BMI antara
2530 berarti kelebihan berat badan, dan BMI > 30 berarti kegemukan atau obesitas.
Pengetahuan BMR dan BMI dapat digunakan untuk mengontrol berat badan
ideal seseorang. Jika mengalami kelebihan berat badan, jumlah energi yang
diperlukan tubuh dalam sehari (nilai BMR) dikurangi 500 kkal. Adapun jika
mengalami kekurangan berat badan, jumlah energi yang diperlukan tubuh dalam
sehari (nilai BMR) ditambah 500 kkal.
Setelah mengetahui kebutuhan kalori dalam sehari, menu makanan yang
seimbang dapat disusun sesuai proporsi zat-zat makanan yang seimbang, yaitu
karbohidrat 6075%, protein 1015%, dan lemak 1025%. Selanjutnya, mulai
dilakukan perhitungan jumlah masing-masing kalori untuk karbohidrat,
protein, dan lemak berdasarkan persentase di atas. Jumlah kalori yang didapatkan
per jenis zat dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis makanan. Sebagai contoh,
dalam sehari diperlukan asupan karbohidrat sebesar 1.500 kkal, maka untuk
memenuhi kebutuhan kalori tersebut dapat dilakukan dengan mengonsumsi nasi,
kentang, ataupun roti.
Berdasarkan uraian di atas, tentu Anda telah memahami mengenai pola makan
seimbang berdasarkan kebutuhan energi. Sekarang, coba lakukan kegiatan berikut
untuk menguji pemahaman Anda.

Menyusun Menu Makanan Seimbang


1.
2.
3.

4.

Hitunglah nilai BMI dan BMR Anda.


Susunlah menu makanan seimbang untuk kategori aktivitas ringan (normal) yang
meliputi makan pagi, makan siang, dan makan malam berdasarkan nilai BMI
dan BMR Anda.
Termasuk dalam kategori apa tubuh Anda berdasarkan nilai BMI yang Anda
peroleh? Apa yang akan Anda lakukan jika nilai BMI Anda di atas atau di bawah
ambang normal?
Buatlah resume dari tugas ini dan kumpulkan kepada Bapak atau Ibu Guru.

Makanan yang dijual di pasaran biasanya telah ditambah dengan berbagai zat
aditif untuk menarik minat pembeli. Penggunaan zat aditif yang berlebihan dapat
menyebabkan gangguan kesehatan. Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus
tersebut? Apa tindakan Anda jika ada penjual makanan yang menambahkan zat aditif
berbahaya pada makanannya?

134

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

1.
2.
3.
4.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia memerlukan makanan agar metabolisme


dalam tubuh berjalan lancar. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi harus
makanan yang sehat. Apa yang dimaksud dengan makanan sehat?
Sebutkan lima fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia!
Apa yang akan terjadi jika dilakukan uji Biuret dan Millon pada tahu dan putih
telur?
Mineral merupakan substansi anorganik yang biasa ditemukan dalam bentuk ion.
Mineral dibagi menjadi dua golongan. Jelaskan kedua golongan mineral tersebut!

B. Struktur dan Fungsi Sistem Pencernaan Manusia dan Ruminansia


Menurut Syaifuddin (2011), fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan
zat nutrisi, air, dan garam yang berasal dari zat makanan ke lingkungan dalam untuk
didistribusikan ke sel-sel melalui sirkulasi. Untuk mengawali pemahaman Anda
mengenai kedudukan atau letak alat-alat pencernaan dan kelenjar pencernaan, lakukan
terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Kedudukan Alat-Alat dan Kelenjar Pencernaan


serta Fungsinya Menggunakan Torso
1.
2.
3.
4.
5.

Perhatikan dengan cermat dan teliti torso yang sudah disediakan oleh sekolah.
Amati bagian-bagian sistem pencernaan dari torso tersebut. Terapkan sikap
kehati-hatian saat melakukan pengamatan sehingga tidak merusak torso.
Identifikasilah alat-alat pencernaan yang berperan sebagai saluran
pencernaan, kelenjar pencernaan, atau kedua-duanya.
Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai struktur jaringan yang
menyusun setiap organ pencernaan.
Tuliskan data yang Anda peroleh sesuai dengan fakta atau hasil pengamatan Anda.
Berdasarkan kegiatan, lakukan diskusi dengan kelompok Anda untuk
memecahkan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Sebutkan alat-alat pencernaan secara urut dan jelaskan letak alat-alat
pencernaan tesebut!
b. Alat pencernaan apa saja yang berperan sebagai saluran pencernaan,
kelenjar pencernaan, atau kedua-duanya?
c. Bagaimana struktur jaringan yang menyusun setiap organ pencernaan?
d. Apa fungsi kelenjar pencernaan dalam proses pencernaan makanan?
e. Bagaimana proses pencernaan berlangsung?
Saat berdiskusi, kemukakan pendapat Anda secara ilmiah dan kritis serta
terapkan sikap berani dan sopan dalam mengajukan pertanyaan. Untuk
membantu Anda menyelesaikan permasalahan tersebut, carilah informasi dari
buku-buku referensi dan internet.

Biologi Kelas XI

135

6.
7.

Tuliskan hasil diskusi Anda sesuai dengan format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi kelompok, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda dengan bahasa yang sopan dan santun
serta mudah dipahami.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mempelajari kedudukan (letak) dari alatalat pencernaan yang ada dalam tubuh. Untuk memperluas pemahaman Anda
mengenai sistem pencernaan, simaklah uraian berikut ini.
1.

Sistem Pencernaan Manusia


Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan organ-organ pencernaan.
Organ-organ pencernaan manusia terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Meliputi organ apa sajakah saluran pencernaan? Organ apa sajakah
yang termasuk kelenjar pencernaan? Ayo, kita pelajari bersama!
a.

Organ-Organ Pencernaan Manusia


1) Mulut
Makanan masuk pertama kali melalui mulut. Dalam mulut terjadi
pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Dalam mulut terdapat
beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah,
dan kelenjar ludah.
a) Gigi
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis karena
membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang
lebih kecil. Hal ini akan membantu enzim-enzim pencernaan agar
dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Berdasarkan
bentuknya, gigi manusia terdiri atas gigi seri, gigi taring, gigi geraham
depan (premolar), dan gigi geraham belakang (molar).
b)

Lidah
Dalam sistem pencernaan, lidah berfungsi membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar
berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah,
serta sebagai alat pengecap makanan. Lidah dapat berfungsi sebagai
alat pengecap makanan karena mengandung banyak reseptor
pengecap atau perasa.

c)

Kelenjar Ludah (Glandula Salivalis)


Kelenjar ludah berfungsi untuk menyekresikan saliva atau air
liur. Air liur mengandung enzim ptialin yang dapat mengubah
amilum (polisakarida) menjadi maltosa (disakarida). Selain itu, air
liur berfungsi juga untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari
kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan bertindak sebagai
buffer (penyangga pH).
Berdasarkan uraian di atas, Anda telah mengetahui bahwa saliva
atau ludah berperan penting dalam proses pencernaan makanan secara
kimiawi. Nah, untuk mengetahui kerja saliva dalam proses pencernaan,
lakukan kegiatan berikut.

136

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Mengidentifikasi Proses Pencernaan di Mulut


untuk Mengetahui Kerja Saliva/Ludah
A. Pendahuluan
7. Larutan Fehling A dan B
8. Akuades
Mulut merupakan organ pen9. Air liur
cernaan yang berperan baik sebagai
saluran pencernaan maupun kelenjar
C. Apa yang Harus Dilakukan?
pencernaan. Di mulut berlangsung
1. Buatlah larutan tepung kanji
proses pencernaan secara mekanis
dengan cara melarutkan
dan kimiawi. Proses pencernaan
1 sendok teh tepung kanji
secara mekanis dengan bantuan
dalam satu gelas air.
gerakan gigi dan lidah. Proses
2. Ambillah tiga buah tabung reaksi
pencernaan secara kimiawi dengan
dan berilah label A, B, dan C.
bantuan ludah yang mengandung
3. Masukkan tiga tetes larutan kanji
enzim ptialin. Kegiatan ini bertujuan
ke dalam tabung reaksi A,
mengetahui cara kerja saliva/ludah
kemudian tambahkan tiga tetes
dalam proses pencernaan di mulut.
larutan iodin.
Kegiatan ini dilakukan secara
4. Kocoklah sampai homogen dan
berkelompok sehingga diperlukan
catatlah perubahan warna yang
adanya pembagian tugas pada setiap
terjadi.
anggota kelompok. Setiap anggota
5. Masukkan tiga tetes larutan
kelompok harus bertanggung jawab
tepung kanji masing-masing ke
dengan tugas yang sudah diberikan.
dalam tabung reaksi B dan C.
Selain itu, setiap anggota kelompok
6. Bersihkan mulut dengan cara
harus bekerja sama untuk meberkumur-kumur dengan air
nyelesaikan kegiatan ini. Dalam
jernih. Selanjutnya, tampunglah
kegiatan ini, diperlukan sikap responsif
ludah Anda dalam gelas.
dan proaktif dalam setiap tindakan.
7. Tambahkan tiga tetes ludah ke
Dengan demikian, praktikum ini dapat
dalam tabung reaksi C dan kocokberjalan dengan baik dan lancar. Saat
lah sampai homogen. Biarkan
melakukan pengamatan mengselama kurang lebih lima menit.
gunakan alat yang terbuat dari kaca
Catatan: gunakan pipet berbeda
sehingga diperlukan sikap kehati-hatian
untuk tiap-tiap larutan.
dalam memakainya. Selain itu,
8. Masukkan masing-masing tiga
penggunaan bahan-bahan kimia harus
tetes larutan Fehling A dan B ke
sesuai dengan prosedur untuk mengdalam tabung reaksi B dan C.
hindari terjadinya kecelakaan kerja.
9. Jepitlah tabung reaksi dengan
penjepit, kemudian panaskan
B. Apa yang Diperlukan?
selama satu menit di atas pem1. Tabung reaksi (3 buah)
bakar spiritus.
2. Pipet tetes
Catatan: hati-hati saat meng3. Pembakar spiritus
gunakan pembakar spiritus dan
4. Penjepit tabung reaksi
panaskan tabung reaksi dengan
5. Tepung kanji
cara yang benar.
6. Larutan iodin

Biologi Kelas XI

137

10. Catatlah perubahan warna yang


terjadi pada larutan dalam
tabung reaksi B dan C.

keluarkan nasi yang telah dikunyah


dan letakkan di cawan petri.
Selanjutnya, tambahkan akuades ke
dalamnya sehingga terbentuk larutan.
Masukkan larutan nasi yang telah
bercampur air liur ke dalam tiga
tabung reaksi (A, B, dan C) masingmasing sebanyak tiga tetes. Masukkan
3 tetes HCl 3,5% ke dalam tabung
reaksi B dan 3 tetes NaOH 10% ke
dalam tabung reaksi C. Kocoklah
ketiga tabung reaksi sampai rata dan
biarkan selama lima menit. Masukkan
masing-masing tiga tetes larutan
Fehling A dan B ke dalam tabung
reaksi A, B, dan C. Selanjutnya,
panaskan ketiga tabung reaksi
tersebut di atas pembakar spiritus
selama 1 menit. Amati perubahan
warna larutan pada tabung reaksi A,
B, dan C. Apakah terbentuk endapan
merah bata? Mengapa?

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana perubahan warna
larutan tepung kanji saat ditetesi
larutan iodin (tabung reaksi A)?
Mengapa bisa terjadi demikian?
2. Bagaimana perubahan warna
larutan pada tabung reaksi B dan
C? Mengapa bisa demikian?
3. Tuliskan hasil pengamatan Anda
dalam sebuah laporan dengan
format judul, tujuan, alat dan
bahan, cara kerja, hasil pengamatan, pembahasan dan diskusi,
serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Kunyahlah nasi selama 32
hitungan hingga halus dan bercampur
dengan air liur. Setelah lembut,
2)

Kerongkongan
Kerongkongan merupakan saluran tipis dan panjang ( 25 cm) yang berfungsi
sebagai jalan bolus (gumpalan makanan) dari mulut menuju lambung. Bergeraknya
bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak
peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena
adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara
memanjang dan melingkar.

3)

Lambung
Lambung (ventrikulus) merupakan kantong
besar yang terletak di
sebelah kiri rongga perut.
Lambung terdiri atas tiga
bagian, yaitu bagian atas
(kardiak), bagian tengah
yang membulat (fundus),
dan bagian bawah (pilorus).
Perhatikan Gambar 6.7!

Kerongkongan
Otot sfinkter
Lapisan otot
melingkar

Peritonium
Lapisan otot
memanjang

Lapisan otot
serong
Otot sfinkter
pilorus
Duodenum

Tonjolan

Epitelium
Kelenjar
gastrin
Sumber: Biology, Solomon

Gambar 6.7 Struktur lambung

138

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Permukaan
epitelium
Sel
Kelenjar
gastrin

Di dalam lambung terjadi pencernaan secara mekanis dan kimiawi.


Pencernaan mekanis terjadi karena adaya kontraksi otot lambung. Sementara
itu, pencernaan kimiawi berlangsung dengan bantuan getah lambung. Getah
lambung mengandung asam lambung, enzim, dan hormon seperti dijelaskan
berikut ini.
a) Asam lambung (HCl), berfungsi membunuh bakteri yang terdapat dalam
makanan, mengubah sifat protein, merangsang keluarnya sekretin, merangsang
keluarnya hormon kolesistokinin yang merangsang empedu agar mengeluarkan
getahnya, dan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.
b) Enzim pepsin, berfungsi merombak protein menjadi pepton.
c) Enzim renin, berfungsi mengaktifkan kaseinogen menjadi kasein.
d) Hormon gastrin, berfungsi merangsang sekresi getah lambung.
4) Usus Halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar
68 meter dan lebar 25 mm. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu usus dua
belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
a) Usus Dua Belas Jari
Dalam usus dua belas jari bermuara dua saluran, yaitu dari pankreas
dan kantong empedu. Kantong empedu berisi cairan empedu yang
dihasilkan oleh hati dan berguna untuk mengemulsikan lemak. Pankreas
menghasilkan getah pankreas (bersifat basa) yang mengandung beberapa
jenis enzim, seperti amilase, tripsinogen, dan lipase. Enzim amilase
berfungsi untuk mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen diaktifkan
oleh enzim enterokinase menjadi tripsin. Tripsin berfungsi mengubah
protein menjadi peptida dan asam amino. Lipase berfungsi mengubah
trigliserida (lemak) menjadi asam lemak dan gliserol. Jadi, dalam usus
dua belas jari berlangsung pencernaan kimiawi.
b)

Usus Kosong
Dalam usus kosong makanan mengalami pencernaan kimiawi oleh
enzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di dinding usus. Enzimenzim yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di dinding usus sebagai
berikut.
(1) Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan
pankreas.
(2) Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa.
(3) Erepsin (dipeptidase), berfungsi mengubah dipeptida atau pepton
menjadi asam amino.
(4) Maltase, berfungsi mengubah maltosa menjadi glukosa.
(5) Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida.
(6) Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino.
(7) Sukrase, berfungsi mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
(8) Lipase, berfungsi mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam
lemak.

Biologi Kelas XI

139

c)

Usus Penyerapan
Dalam usus penyerapan terdapat banyak lipatan atau lekukan yang
disebut vili atau jonjot usus. Vili berfungsi memperluas permukaan usus
sehingga proses penyerapan zat makanan akan lebih sempurna. Zat makanan
berupa glukosa, asam amino, vitamin yang larut dalam air (vitamin B dan C),
mineral, dan air akan diserap oleh kapiler darah dalam vili kemudian diangkut
menuju hati melalui pembuluh darah. Sementara itu, zat makanan berupa
asam lemak, gliserol, dan vitamin yang larut dalam lemak akan diangkut
melalui pembuluh kil, yaitu pembuluh getah bening (limfa). Perhatikan
Gambar 6.8!
Vena yang membawa
darah ke pembuluh
vena porta hepatika

Mikrovili

Kapiler
darah


Lapisan otot

Sel
epitel

Sel epitel

Vili

Dinding usus halus

Permukaan
yang berlipatlipat

Vili

Pembuluh limfe
Keterangan:
= penyerapan sari-sari makanan

Sumber: Biology, Campbell, Reece, and Mitchell

Gambar 6.8 Struktur anatomi usus halus

5)

140

Usus Besar
Usus besar atau kolon memiliki panjang
1 meter dan terdiri atas kolon ascendens,
kolon transversum, dan kolon descendens. Di
antara intestinum tenue (usus halus) dan
Untuk mengetahui proses penintestinum crassum (usus besar) terdapat
cernaan pada manusia, bukalah
video dengan alamat berikut.
sekum (usus buntu). Pada ujung sekum
1. http://youtu.be/5pImj91uMc4
terdapat tonjolan kecil yang disebut apendiks
2. http://youtu.be/isCoVcTlvl8
(umbai cacing) yang berisi massa sel darah
3. http://youtu.be/QLntCwBpKZM
putih yang berperan dalam imunitas.
Cermati dan simaklah video
tersebut untuk menambah
Sisa makanan hasil pencernaan di usus
wawasan Anda tentang jalannya
halus masuk ke usus besar. Di dalam usus besar
proses pencernaan makanan pada
terjadi proses pembusukan sisa makanan
manusia.
menjadi feses oleh bakteri Escherichia coli. Selain
membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K dan vitamin B12. Bagian akhir usus besar disebut rektum. Di rektum tidak lagi terjadi
penyerapan air. Rektum dapat berkontraksi sehingga menimbulkan defekasi.
Defekasi adalah pengeluaran zat-zat sisa makanan melalui anus.
Berdasarkan uraian di atas, dapat diketahui bahwa setiap organ pencernaan
memiliki struktur sesuai dengan fungsinya. Cobalah untuk mengaitkan antara
struktur organ pencernaan dengan fungsinya melalui kegiatan berikut.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Organ Pencernaan


A. Pendahuluan
Setiap organ pencernaan memiliki
struktur yang berkaitan dengan
fungsinya. Jenis-jenis jaringan yang
menyusun setiap organ pencernaan
juga berbeda-beda. Kegiatan ini
bertujuan mengetahui struktur jaringan
yang menyusun usus halus disesuaikan
dengan fungsinya.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga diperlukan sikap
mau bekerja sama antaranggota kelompok.
Dalam kegiatan ini digunakan preparat
awetan. Oleh karena awetan itu mudah
pecah, diperlukan sikap kehati-hatian saat
mengamati preparat tersebut menggunakan mikroskop. Selain itu, penggunaan mikroskop harus dilakukan
dengan prosedur yang benar.
B.

C.

Apa yang Diperlukan?


1. Mikroskop
2. Preparat awetan irisan melintang
usus halus
3. Gambar penampang usus halus
4. Alat tulis
5. Buku gambar
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Amatilah dengan cermat gambar
penampang usus halus.
2. Siapkan mikroskop dan preparat
awetan irisan melintang usus halus.
3. Letakkan preparat pada meja
preparat secara hati-hati.
4. Lakukan pengamatan dengan
perbesaran lemah, kemudian
b.

5.

6.

dilanjutkan dengan perbesaran


kuat sampai gambar terlihat
jelas.
Amatilah dengan teliti preparat
irisan melintang usus halus.
Bandingkan dengan gambar
penampang usus halus yang
telah Anda amati.
Gambarlah hasil pengamatan
Anda dalam buku gambar.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana permukaan sebelah
dalam dan sebelah luar usus
halus? Mengapa bisa demikian?
Kaitkan jawaban Anda dengan
fungsi usus halus dalam proses
pencernaan!
2. Jaringan apa saja yang menyusun
organ usus halus? Jelaskan fungsi
setiap jaringan tersebut!
3. Buatlah laporan hasil praktikum
dengan format meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Coba lakukan pengamatan
terhadap preparat awetan irisan
melintang organ pencernaan yang
lain, misalnya lambung. Jika tidak
ada, carilah gambar penampang
melintang lambung. Selanjutnya
identifikasilah struktur lambung
dikaitkan dengan fungsinya dalam
proses pencernaan makanan.

Gangguan pada Sistem Pencernaan


Gangguan pada sistem pencernaan manusia dapat diakibatkan oleh pola
makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan pada organ pencernaan. Gangguan
apa saja yang dapat terjadi pada sistem pencernaan? Lakukan terlebih dahulu
kegiatan berikut untuk mengetahuinya.
Biologi Kelas XI

141

Mengidentifikasi Gangguan-Gangguan pada


Sistem Pencernaan Manusia
1.
2.
3.
4.

Carilah informasi dari berbagai sumber (internet, majalah, atau buku-buku


referensi) mengenai jenis-jenis gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan.
Catatlah jenis-jenis gangguan atau kelainan pada sistem pencernaan beserta
penyebab, gejala, dan cara pencegahannya berdasarkan informasi yang
Anda peroleh.
Gangguan apa saja yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan? Apa
penyebab terjadinya gangguan-gangguan tersebut? Bagaimana cara
pencegahan gangguan-gangguan tersebut?
Buatlah resume tertulis hasil dari tugas ini dan kumpulkan kepada Bapak
atau Ibu Guru. Terapkan sikap jujur dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas ini.
Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui gangguan-gangguan
yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia. Sistem pencernaan dapat
terserang beberapa jenis penyakit yaitu gastritis, tukak lambung (ulkus),
apendisitis, diare, konstipasi, xerostomia, parotitis, dan hemoroid. Untuk
mengetahui penyebab dan gejala-gejala penyakit tersebut, bukalah alamatalamat website http://goo.gl/LZQZds; http://goo.gl/Dffk6x; dan http://goo.gl/5ewN1p.
Saluran pencernaan dapat terserang berbagai kelainan dan penyakit. Oleh
karena itu, saluran pencernaan perlu dirawat dengan baik. Beberapa tips
merawat saluran pencernaan seperti berikut.
1) Mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun sebelum makan.
2) Mengonsumsi makanan yang higienis untuk meminimalisasi gangguan
pada sistem pencernaan.
3) Menerapkan pola makan yang teratur dengan pemenuhan gizi yang
cukup dan seimbang.
4) Makan dalam keadaan santai atau tidak terburu-buru.
5) Memperhatikan cara menelan makanan, tidak boleh asal menelan.
6) Menjauhi kegiatan mental dan berpikir berat setelah makan.
7) Mengonsumsi makanan yang mengandung serat setiap hari, misalnya
sayuran dan buah-buahan serta menghindari makanan yang mengakibatkan sembelit.
8) Menghindari kebiasaan menahan buang air besar karena dapat
mengakibatkan sembelit.

2.

142

Sistem Pencernaan Hewan Memamah Biak (Ruminansia)


Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti sapi, domba, dan kerbau
disebut hewan memamah biak atau ruminansia. Sistem pencernaan hewan-hewan
ini lebih kompleks. Makanan hewan ini mengandung banyak selulosa yang sulit dicerna
oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaan ruminansia berbeda dengan
hewan lainnya. Saluran pencernaan ruminansia terdiri atas mulut, kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Apa perbedaan sistem pencernaan
ruminansia dengan manusia? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

Membandingkan Organ Pencernaan Makanan pada


Manusia dengan Hewan Ruminansia
1.

Perhatikan gambar berikut!


6

4
1

3
2
5
4
2
(a)

5
(b)

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 6.9 (a) Organ pencernaan manusia; (b) Organ pencernaan ruminansia

2.
3.

4.

4.

5.

Amati saluran pencernaan pada manusia dan ruminansia tersebut


dengan cermat dan teliti.
Carilah tambahan informasi dari berbagai literatur mengenai organorgan pencernaan ruminansia terutama tentang struktur gigi dan
lambung.
Diskusikan dengan kelompok Anda mengenai permasalahanpermasalahan berikut.
a. Sebutkan organ-organ yang berperan dalam pencernaan manusia!
Bagaimana mekanisme pencernaan manusia? Jelaskan!
b. Sebutkan organ-organ yang berperan dalam pencernaan ruminansia!
Bagaimana mekanisme pencernaan ruminansia? Jelaskan!
c. Bandingkan organ-organ pencernaan manusia dengan organorgan pencernaan ruminansia! Apakah ada perbedaan? Jika ada
tuliskan perbedaan tersebut!
Lakukan diskusi dengan sopan dan santun ketika berpendapat atau
berargumentasi. Terapkan sikap proaktif dan terbuka ketika berdiskusi
dengan kelompok Anda.
Tulislah hasil diskusi Anda dalam buku tugas, kemudian buatlah laporan
dengan format laporan meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda dengan bahasa yang sopan,
santun, dan mudah dimengerti. Terapkan juga sikap jujur dan tanggung
jawab dalam melaksanakan kegiatan ini.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah memahami perbedaan sistem


pencernaan manusia dengan sistem pencernaan ruminansia. Ruminansia tidak
mepunyai gigi seri atas dan gigi taring. Namun, gigi gerahamnya lebih banyak

Biologi Kelas XI

143

dibandingkan gigi manusia karena gigi geraham


digunakan untuk mengunyah makanan yang
mengandung banyak serat. Gigi seri sapi
berfungsi untuk menjepit dan memotong
makanannya yang berupa rumput. Gigi geraham
berfungsi untuk menggilas makanan. Di antara
gigi seri dan gigi geraham terdapat ruang yang
disebut diastema. Saat mengunyah makanan,
rahang dapat bergerak ke kiri dan ke kanan
sehingga makanan akan tergiling sempurna.
Ruminansia seperti sapi memiliki kerongkongan sangat pendek (5 cm), berdinding
tipis dan lebar serta lebih mampu berdilatasi
(membesar). Lambung ruminansia terdiri atas
4 bagian, yaitu rumen (perut besar), retikulum
(perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam) yang memiliki ukuran
bervariasi sesuai dengan umur dan makanan
alamiahnya. Lambung sapi sangat besar,
diperkirakan sekitar 3/4 dari isi rongga perut.
Lambung mempunyai peranan penting untuk
menyimpan makanan sementara yang akan
dikunyah kembali. Pada lambung juga terjadi
proses pembusukan dan peragian (fermentasi).
Selain itu, usus halus pada sapi sangat panjang
bisa mencapai 40 meter. Kondisi ini dipengaruhi
oleh makanannya yang mengandung banyak
serat (selulosa). Bagaimana proses pencernaan
makanan yang berlangsung dalam saluran
pencernaan hewan ruminansia? Anda dapat
mempelajarinya dengan membuka alamat website
pada Tautan.

Gigi seri
Gigi
premolar

Gigi molar

Sumber: Biology for You, 2002

Gambar 6.10 Susunan gigi ruminansia


Esofagus
Rumen

Retikulum
Omasum
Abomasum
Duodenum

Sumber: Biology for You, 2002

Gambar 6.11 Bagian-bagian lambung


ruminansia

Anda dapat memahami lebih


jelas tentang sistem pencernaan
makanan pada ruminansia melalui http://goo.gl/BEisfC. Anda juga
dapat mengakses video melalui
alamat http://youtu.be/n43UEjRzKw.
Unduh dan catatlah hal-hal
penting yang ada dalam alamat
tersebut sehingga dapat menambah pengetahuan Anda.

Apendisitis merupakan salah satu gangguan yang dapat terjadi pada sistem
pencernaan manusia. Gangguan tersebut terjadi karena adanya peradangan atau
infeksi pada umbai cacing (apendiks). Sebagian besar orang yang mengalami
apendisitis memerlukan laparotomi dengan pemotongan umbai cacing yang
terienfeksi. Berdasarkan beberapa literatur, umbai cacing sangat berperan dalam
sistem imunitas tubuh. Berdasarkan peranannya tersebut, apa yang akan terjadi jika
umbai cacing dipotong? Apa yang akan terjadi jika umbai cacing yang telah terinfeksi
tidak dipotong? Jelaskan pendapat Anda! Apa tindakan Anda untuk mencegah
penyakit apendisitis?

144

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

1.
2.
3.
4.
5.

Manusia memiliki tiga jenis gigi sesuai dengan fungsinya. Tuliskan tiga macam
gigi tersebut beserta fungsinya!
Apa yang dimaksud dengan gerak peristaltik? Bagaimana dapat terjadi gerak
tersebut di kerongkongan? Jelaskan!
Jelaskan proses pencernaan yang berlangsung pada duodenum!
Jelaskan tiga penyakit pencernaan yang dapat menyerang mulut!
Jelaskan perbedaan anatomi lambung pada manusia dengan hewan memamah
biak (ruminansia)!

Proses pencernaan pada manusia melibatkan organ-organ dan kelenjar-kelenjar


pencernaan. Satu-kesatuan antara proses pencernaan, organ pencernaan, dan kelenjar
pencernaan akan membentuk sistem pencernaan. Setiap organ pencernaan dan
kelenjar pencernaan disusun oleh beberapa jenis jaringan. Jaringan yang menyusun
organ dan kelenjar pencernaan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Berdasarkan
informasi tersebut, coba buatlah skema sistem pencernaan manusia. Selanjutnya, dari
skema tersebut buatlah poster mengenai sistem pencernaan pada manusia lengkap
dengan jenis-jenis jaringan penyusunnya. Selain itu, tuliskan secara singkat fungsi
dari jaringan-jaringan tersebut. Carilah informasi dan gambar-gambar untuk
mendukung tugas proyek ini. Kerjakan tugas proyek ini dengan penuh tanggung
jawab dan responsif. Kumpulkan hasil tugas proyek ini kepada Bapak atau Ibu Guru
Anda tepat waktu.

1.
2.
3.

Makanan sehat adalah makanan yang higienis dan mengandung zat gizi
seimbang. Makanan sehat mengandung berbagai zat yang diperlukan tubuh,
seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air, serat, dan mineral.
Proses pencernaan makanan pada manusia meliputi dua proses, yaitu pencernaan
mekanis dan pencernaan kimiawi.
Pencernaan mekanik adalah pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi
bentuk halus dengan bantuan gerakan organ-organ pencernaan. Adapun
pencernaan kimiawi adalah pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzimenzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi
molekul yang kecil.

Biologi Kelas XI

145

4.

5.
6.

Organ-organ pencernaan terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar


pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongan, lambung,
usus halus, usus besar, dan anus. Adapun, kelenjar pencernaan terdapat di mulut,
lambung, usus halus, pankreas, dan hati.
Gangguan yang mungkin terjadi pada sistem pencernaan manusia antara lain
gastritis, ulkus, apendisitis, diare, konstipasi, xerostomia, parotitis, dan hemoroid.
Lambung ruminansia terdiri atas empat bagian, yaitu rumen (perut besar),
retikulum (perut jala), omasum (perut kitab), dan abomasum (perut masam).

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

b.

1. Perhatikan beberapa fungsi zat


makanan berikut!
1) Menyeimbangkan cairan dalam
tubuh.
2) Menjaga keseimbangan asam dan
basa.
3) Berperan sebagai sistem buffer.
4) Membantu proses penyerapan
kalsium.
5) Memacu berbagai reaksi kimia dan
biologis.
Fungsi protein bagi tubuh ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1), 2), dan 4)
b. 1), 2), dan 5)
c. 1), 3), dan 4)
d. 1), 3), dan 5)
e. 1), 4), dan 5)

c.

2. Perhatikan data hasil uji makanan


berikut!
Bahan
Makanan

Fehling
A+B

K
L

Biru muda
Merah
bata
Merah
bata

Lugol

Biuret

Kertas
Koran

Hitam
Kuning

Ungu
Ungu

Bernoda
Bernoda

Biru tua

Biru
muda

Tak
bernoda

Kesimpulan yang dapat diambil


berdasarkan data di atas adalah . . .
a. Bahan makanan M mengandung
protein, amilum, dan lemak.

146

d.
e.

Bahan makanan K mengandung


protein, glukosa, dan lemak.
Bahan makanan K mengandung
glukosa, protein, dan lemak.
Bahan makanan L mengandung
glukosa, protein, dan lemak.
Bahan makanan M mengandung
glukosa, amilum, dan protein.

3. Suatu bahan makanan menunjukkan


reaksi negatif saat diuji dengan Biuret
serta menunjukkan reaksi positif saat
diuji dengan Benedict dan Lugol. Jika
bahan makanan tersebut dijadikan
sebagai satu-satunya sumber makanan,
dapat mengakibatkan penyakit . . . .
a. kwashiorkor
d. gastritis
b. apendisitis
e. diare
c. konstipasi
4. Perhatikan organ-organ pencernaan
berikut!
1) Mulut
4) Pankreas
2) Kerongkongan 5) Usus halus
3) Usus besar
6) Hati
Alat-alat pecernaan manusia terdiri atas
saluran pencernaan dan kelenjar
pencernaan. Organ pencernaan yang
berfungsi sebagai saluran pencernaan
ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1), 2), 3), dan 4)
b. 1), 2), 3), dan 5)
c. 1), 2), 4), dan 5)
d. 2), 3), 4), dan 6)
e. 2), 3), 4), dan 6)

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

5. Perhatikan gambar
anatomi usus halus X
di samping!
Bagian yang ditunjuk oleh huruf X
berfungsi mengangkut zat makanan
yang berupa . . . .
a. gliserol, glukosa, dan asam amino
b. asam lemak, asam amino, dan
glukosa
c. glukosa, asam lemak, dan vitamin
yang larut dalam air
d. asam amino, vitamin yang larut
dalam lemak, dan glukosa
e. asam lemak, gliserol, dan vitamin
yang larut dalam lemak
6. Perhatikan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Membasahi makanan.
2) Membunuh mikroorganisme.
3) Mencegah mulut dari kekeringan.
4) Bertindak sebagai buffer (penyangga pH).
5) Terdapat enzim ptialin yang berfungsi mengubah amilum menjadi
maltosa.
Pernyataan-pernyataan di atas merupakan fungsi dari . . . .
a. lidah
b. kelenjar ludah
c. air liur (saliva)
d. kerongkongan
e. kelenjar mukosa
7. Perhatikan gambar di
samping!
Proses pencernaan
kimiawi yang berY
langsung pada organ
yang ditunjuk oleh
huruf Y yaitu . . . .
a. amilum diubah menjadi glukosa
oleh enzim ptialin
b. enzim pepsinogen diaktifkan
menjadi enzim pepsin
c. protein dipecah menjadi pepton
oleh enzim pepsin

d.
e.

penggumpalan kasein dalam susu


oleh enzim renin
pepton dipecah menjadi asam
amino oleh enzim erepsin

8. Protein yang terkandung dalam daging


dicerna secara kimiawi dalam lambung
dan usus halus. Enzim-enzim yang
berperan pada proses pencernaan
protein tersebut adalah . . . .
Lambung
a.
b.
c.
d.
e.

Usus Halus

Pepsin
HCl dan lipase
Sukrase
Peptidase
HCl dan pepsin

Tripsin
Tripsin
Maltase
Pepsin
Lipase

9. Kebiasaan makan yang tidak teratur,


jenis makanan tertentu, obat-obatan, dan
stres dapat menyebabkan penyakit mag.
Gejala mag ditunjukkan dengan rasa
sakit atau perih dalam lambung.
Gangguan ini terjadi karena . . . .
a. ujung-ujung saraf di dinding
lambung tidak terkontrol
b. sekresi asam lambung tidak normal
dan luka pada dinding lambung
c. kontraksi otot lambung terlalu lama
sehingga menimbulkan kejang
d. sekresi asam lambung menurun
dan enzim diproduksi secara berlebihan
e. pembuluh darah pada submukosa
lambung tertekan oleh kontraksi
otot yang berlebihan
10. Perhatikan sistem
pencernaan hewan
memamah biak di
samping!
Bagian yang berfungsi untuk menyerap sari-sari
makanan ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1
d.
b. 2
e.
c. 3

4
5

Biologi Kelas XI

147

B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Protein tidak dapat disimpan dalam
tubuh. Bagaimana jika dalam tubuh
terjadi kelebihan protein?
2. Mengapa lemak perlu diemulsikan
terlebih dahulu sebelum dicerna secara
kimiawi oleh enzim?
3. Bagaimana proses berlangsungnya
pencernaan secara mekanis dan kimiawi
yang terjadi di lambung?
4. Usus halus terdiri atas tiga bagian yaitu
duodenum, jejunum, dan ileum. Apa
fungsi ileum? Jelaskan struktur ileum
sehingga sesuai untuk menjalankan
fungsinya tersebut!
5. Vitamin diperlukan oleh tubuh dalam
jumlah sedikit. Meskipun diperlukan
dalam jumlah sedikit, kebutuhan
vitamin harus tetap terpenuhi. Salah
satu vitamin yang harus terpenuhi
yaitu vitamin A. Bagaimana jika dalam
tubuh kekurangan asupan vitamin A?
6. Sistem pencernaan ruminansia berbeda
dengan hewan lainnya. Lambung
ruminansia terbagi menjadi empat
bagian seperti yang digambarkan pada
gambar berikut.

7.

8.
9.

10.

2
3

Berdasarkan gambar, bagaimana proses


pencernaan yang terjadi di dalam
lambung ruminansia?
Akhir-akhir ini, banyak orang yang
melakukan sedot lemak untuk
mengurangi lemak yang berlebih dalam
tubuh. Sedot lemak merupakan cara
yang paling instan untuk mengurangi
lemak. Menurut pendapat Anda, apakah
sedot lemak baik untuk kesehatan?
Setujukah Anda dengan adanya sedot
lemak? Coba Anda perkirakan dampak
atau efek samping dengan adanya sedot
lemak tersebut!
Mengapa makanan berserat dapat mencegah konstipasi?
Kebanyakan orang yang mengalami
obesitas akan melakukan usaha apa
pun untuk menurunkan berat badannya. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan yaitu operasi pemotongan
lambung. Menurut Anda, apakah
menurunkan berat badan dengan cara
pemotongan lambung sudah benar?
Kelenjar yang terdapat di daerah
fundus lambung menghasilkan getah
lambung. Getah lambung mengandung
berbagai jenis zat, salah satunya adalah
HCl atau asam lambung. Jelaskan
fungsi asam lambung dalam proses
pencernaan!

4
1

Anda telah mempelajari cara menghitung BMI. Berdasarkan nilai BMI Anda,
apakah berat tubuh Anda termasuk ideal? Jika berat tubuh Anda belum tergolong
ideal, jangan rendah diri. Sebaliknya, jika berat tubuh Anda sudah ideal, jangan tinggi
hati. Setiap manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan. Semua manusia
sama di mata Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, Tuhan juga menganugerahkan pola
pikir ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan manusia. Pengetahuan
mengenai pola makan yang sehat dapat Anda gunakan untuk mengatasi permasalahan
mengenai berat badan. Menerapkan pola makan yang sehat merupakan salah satu
wujud rasa syukur terhadap anugerah Tuhan.

148

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pencernaan

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Perhatikan gambar struktur sel
tumbuhan berikut!

3. Gambar berikut menunjukkan struktur


sel tumbuhan sebelum dan sesudah
dimasukkan ke dalam larutan Z.

3
Sebelum dimasukkan ke dalam larutan Z
4

Sesudah dimasukkan ke dalam larutan Z


1

Organel sel yang berfungsi sebagai


tempat berlangsungnya reaksi terang
dan reaksi gelap dalam proses fotosintesis ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1
d.
4
b. 2
e.
5
c. 3
2. Gambar berikut menunjukkan percobaan untuk mengetahui pergerakan
molekul melalui pipa usus.
Air distilasi
Larutan gula
Pipa usus

Awal percobaan

Akhir percobaan

Proses apakah yang terjadi pada percobaan tersebut?


a. Osmosis
b. Difusi
c. Eksositosis
d. Endositosis
e. Difusi terbantu

Apakah larutan Z tersebut dan proses


yang terjadi pada sel tumbuhan?

a.
b.
c.
d.
e.

Larutan Z

Proses

Sukrosa 20%
Glukosa 1%
Glukosa 10%
Sodium klorida 15%
Air

Plasmolisis
Osmosis
Deplasmolisis
Hemolisis
Osmosis

4. Perhatikan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Batang berfungsi sebagai tempat
tumbuh organ-organ generatif.
2) Stomata merupakan derivat
endodermis yang berfungsi sebagai
lubang pertukaran gas pada daun.
3) Jaringan palisade pada daun
berfungsi sebagai tempat berlangsung fotosintesis.
4) Pada akar Dicotyledoneae, floem
terletak di tengah, bentuk seperti
bintang, dan berperan dalam
transportasi hasil fotosintesis.

Biologi Kelas XI

149

Pernyataan yang benar ditunjukkan


oleh nomor . . . .
a. 1) dan 2)
d. 2) dan 4)
b. 1) dan 3)
e. 3) dan 4)
c. 2) dan 3)
5. Gambar berikut memperlihatkan tiga
macam jaringan.

Manakah dari jawaban berikut yang


merupakan pernyataan yang paling
benar tentang P, Q, dan R?
P

a.

Jaringan otot

Jaringan saraf

Jaringan epitel

b.

Jaringan saraf

Jaringan otot

Jaringan epitel

c.

Jaringan pengikat

Jaringan epitel

Jaringan otot

d.

Jaringan epitel

Jaringan pengikat

Jaringan saraf

e.

Jaringan saraf

Jaringan epitel

Jaringan otot

6. Salah satu ciri tulang rawan pada anakanak yang membedakan dengan tulang
rawan pada orang dewasa adalah . . . .
a. tidak mempunyai lakuna
b. berasal dari perikondrium
c. kondroblas bersifat tidak aktif
d. mengandung lebih banyak kondroblas
e. mempunyai matriks teritorial dan
interteritorial
7. Perhatikan gambar penampang melintang akar Dicotyledoneae di bawah
ini!
X

150

Ulangan Akhir Semester 1

Bagian akar yang ditunjuk oleh huruf X


berfungsi . . . .
a. membentuk cabang akar
b. mengangkut hasil fotosintesis
c. mengangkut garam dan mineral
d. membentuk hormon pertumbuhan
e. membentuk felem dan feloderma
8. Perhatikan beberapa organ berikut!
1) Alveolus paru-paru
2) Esofagus
3) Ureter
4) Usus
5) Rongga mulut
6) Saluran rahim
7) Pembuluh darah
8) Kelenjar keringat
Jaringan epitel kompleks terdapat pada
organ nomor . . . .
a. 1), 2), 5), dan 7)
b. 1), 3), 4), dan 7)
c. 2), 3), 5), dan 8)
d. 2), 3), 6), dan 8)
e. 2), 4), 5), dan 6)
9. Perhatikan pengujian golongan darah
berikut!
Serum
anti-A

Serum
anti-B

Sampel darah

Hasil pengujian golongan darah tersebut menunjukkan bahwa darah . . . .


a. mengandung aglutinogen A dan
aglutinin
b. mengandung aglutinogen B dan
aglutinin
c. mengandung aglutinogen A dan B
serta aglutinin dan
d. mengandung aglutinogen A dan B
serta tidak mengandung aglutinin
dan
e. tidak mengandung aglutinogen A
dan B serta mengandung aglutinin
dan

10. Hemoglobin yang terdapat dalam sel


darah merah akan berikatan dengan
oksigen membentuk oksihemoglobin.
Ikatan antara hemoglobin dan oksigen
ini menguntungkan bagi kita karena
....
a. senyawa oksihemoglobin dapat
terurai dengan mudah sehingga
oksigen dapat berdifusi ke sel-sel
tubuh
b. oksihemoglobin
merupakan
komponen yang stabil
c. membuktikan bahwa oksigen tidak
dibuang
d. membuktikan bahwa darah
mengandung oksigen
e. sel-sel tubuh memerlukan oksigen
untuk melakukan respirasi
11. Perhatikan beberapa fungsi suatu unsur
mineral berikut!
1) Memacu metabolisme.
2) Kontraksi otot.
3) Mengatur keseimbangan asam dan
basa dalam darah.
4) Pembentukan matriks tulang dan
gigi.
Unsur mineral yang mempunyai fungsi
seperti tersebut di atas dapat ditemukan
pada kelompok bahan makanan . . . .
a. buah pisang dan ikan laut
b. susu, kuning telur, dan daging
c. buah-buahan dan sayur-sayuran
d. sayuran hijau dan garam beryodium
e. wortel, biji-bijian, dan kacangkacangan
12. Seorang siswa melakukan percobaan uji
makanan. Hasil dari percobaan sebagai
berikut.
Larutan
Bahan
Makanan

Biuret

A
B
C
D
E

biru
biru
ungu
ungu
ungu

Reagen
Lugol
biru kehitaman
biru
bening
kuning
biru kehitaman

Benedict
biru
merah bata
biru
merah bata
biru

Bahan makanan yang hanya mengandung protein adalah . . . .


a. A
d. D
b. B
e. E
c. C
13. Tidak semua zat-zat yang terdapat
dalam bahan makanan akan mengalami
pencernaan. Zat berikut apabila terdapat dalam bahan makanan tidak akan
mengalami pencernaan adalah . . . .
a. lemak
b. protein
c. vitamin
d. amilum
e. karbohidrat
14. Seorang siswa mencampurkan suatu
makanan dengan iodin dan hasilnya
menunjukkan reaksi warna biru
kehitaman. Berdasarkan percobaan
tersebut, dapat disimpulkan bahwa
makanan tersebut mengandung . . . .
a. gula
b. lemak
c. protein
d. amilum
e. asam amino
15. Berdasarkan hasil pemeriksaan di
laboratorium, pada feses Didi ditemukan zat lemak. Hal tersebut terjadi
karena adanya gangguan sistem
pencernaan pada organ . . . .
a. hati
b. rektum
c. lambung
d. usus besar
e. kerongkongan
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Pada perkembangan lebih lanjut,
jaringan epidermis pada tumbuhan
akan digantikan oleh jaringan gabus.
Bagaimana proses penggantian tersebut? Bagaimana pertumbuhan dan
perkembangan selanjutnya dari jaringan gabus tersebut?
Biologi Kelas XI

151

2. Mengapa sebelum berolahraga kita


dianjurkan melakukan pemanasan dan
setelah olahraga melakukan pendinginan? Jelaskan!
3. Perhatikan gambar penampang jantung
berikut!

a.
b.

Mengapa bagian tubuh yang


terbentur tersebut berwarna biru?
Jelaskan!
Mengapa memar tersebut akan
sembuh setelah beberapa hari?
Jelaskan!

5. Perhatikan gambar percobaan tentang


osmosis berikut!
X = glukosa
X
Y

a.
b.
c.

Apakah nama bagian yang berlabel


X dan Y itu?
Apakah fungsi bagian yang
berlabel X?
Apa yang akan terjadi apabila
bagian yang berlabel Y tidak
berfungsi?

4. Beberapa hari yang lalu lutut Rizky


terkena benturan. Akibatnya, pada
bagian yang terbentur tersebut berwarna
biru (memar). Setelah beberapa hari,
warna biru (memar) tersebut menghilang.

152

Ulangan Akhir Semester 1

Y = air

Umbi kentang

Jika umbi kentang tersebut direndam


selama dua hari, bagaimanakah
keadaan permukaan larutan dalam percobaan tersebut?

Sistem Pernapasan
Mempelajari

Sistem Pernapasan
pada Manusia

Sistem Pernapasan
pada Hewan

Kelainan-Kelainan
pada Sistem
Pernapasan

Meliputi

Meliputi

Diperlukan
Alat-Alat
Pernapasan
Manusia
Volume
Udara
Pernapasan
Faktor-Faktor
yang
Memengaruhi
Volume
Pernapasan
Mekanisme
Pernapasan
Manusia

Sistem
Pernapasan
pada
Serangga
Mencakup
Alat
Pernapasan

Sistem
Pernapasan
pada
Burung

Pola Hidup
Sehat

Mencakup
Mekanisme
Pernapasan
pada Saat
Terbang

Mekanisme
Pernapasan
Mekanisme
Pernapasan
pada Saat
Tidak Terbang

Biologi Kelas XI

153

Sumber: http://goo.gl/dblP3B

Ventilator merupakan alat yang berfungsi untuk memberikan bantuan napas kepada
seseorang yang mengalami gagal napas. Tujuan pemasangan ventilator yaitu memberikan
kekuatan mekanis pada sistem pernapasan untuk mempertahankan oksigenasi dan
mengurangi kerja otot jantung dengan cara mengurangi kerja napas. Seperti halnya proses
bernapas pada orang normal, penggunaan ventilator memfasilitasi mekanisme inspirasi
dan ekspirasi. Pada prinsipnya, ventilator dapat mengembuskan gas (oksigen) ke dalam
paru-paru pasien. Ventilator dapat menggantikan kerja otot pernapasan sepenuhnya atau
hanya membantu kerja otot pernapasan sehingga kerja otot pernapasan menjadi lebih kuat.
Dengan demikian, seseorang yang sedang mengalami gangguan pernapasan dapat bernapas
secara normal untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuhnya. Bagaimana mekanisme
pernapasan pada manusia? Alat-alat apa saja yang terlibat untuk memasukkan oksigen ke
dalam tubuh?

1.
2.
3.
4.
5.

154

Alat-alat pernapasan pada manusia


Mekanisme pernapasan
Volume udara pernapasan dan faktor-faktor yang
memengaruhinya
Sistem pernapasan pada hewan meliputi serangga dan
burung
Kelainan-kelainan pada sistem pernapasan manusia

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

Paru-paru
Kapasitas paru-paru
Pundi-pundi udara
Inspirasi
Ekspirasi
Pernapasan internal
Pernapasan eksternal
Oksigen
Karbon dioksida

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas. Makhluk hidup perlu bernapas untuk
memenuhi kebutuhan oksigen. Oksigen tersebut digunakan dalam perombakan zat-zat
makanan sehingga menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan akan digunakan untuk
melakukan proses metabolisme tubuh dan melakukan berbagai aktivitas.
Dalam bab ini akan dipelajari mengenai alat-alat pada sistem pernapasan manusia,
mekanisme pernapasan manusia, volume udara pernapasan, dan kelainan-kelainan pada
sistem pernapasan manusia. Selain itu, Anda juga akan mempelajari sistem pernapasan
pada serangga dan sistem pernapasan pada burung.

A. Sistem Pernapasan pada Manusia

Proses pengambilan oksigen dan pembebasan karbon dioksida dikenal sebagai


respirasi atau pernapasan (Soewolo, 2000). Sistem pernapasan pada manusia dapat
berlangsung dengan baik karena dalam tubuh manusia terdapat alat-alat yang berfungsi
untuk bernapas. Anda dapat melakukan kegiatan berikut untuk memahami alat-alat
yang menyusun sistem pernapasan manusia.

Mengidentifikasi Struktur dan Fungsi Alat-Alat Pernapasan Manusia


1.
2.
3.
4.

3.
4.

Amati dengan teliti dan cermat torso sistem pernapasan manusia yang telah
disediakan oleh Bapak atau Ibu Guru Anda.
Identifikasilah alat-alat yang menyusun sistem pernapasan manusia.
Gambarlah secara skematis alat-alat yang menyusun sistem pernapasan
manusia.
Berdasarkan hasil pengamatan Anda, diskusikan dengan kelompok Anda
secara santun dan cinta damai serta sampaikan pendapat Anda secara kritis
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apakah terdapat perbedaan antara alat-alat penyusun sistem
pernapasan dengan alat-alat penyusun sistem pencernaan? Jelaskan!
b. Sebutkan alat-alat penyusun sistem pernapasan manusia! Jelaskan
fungsi tiap-tiap alat tersebut!
c. Bagaimana struktur jaringan yang menyusun alat-alat sistem
pernapasan manusia?
Buatlah laporan hasil kegiatan yang meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan
dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Anda telah mengetahui alat-alat yang menyusun sistem pernapasan manusia. Untuk
memperdalam pengetahuan Anda, sekarang simaklah uraian berikut.
1.

Alat-Alat Pernapasan
Sistem pernapasan pada manusia tersusun dari alat-alat pernapasan. Jalur
pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung faring trakea bronkus
bronkiolus alveolus sel-sel tubuh. Perhatikan Gambar 7.1.

Biologi Kelas XI

155

a.

Rongga Hidung (Cavum Nasalis)


Rongga hidung selalu lembap
karena adanya selaput lendir. Di
dalam rongga hidung juga terdapat
rambut-rambut pendek dan halus.
Selaput lendir dan rambut-rambut
halus tersebut berfungsi menyaring
debu dan kotoran yang masuk
bersama udara, melekatkan kotoran
tersebut pada rambut hidung,
mengatur suhu udara pernapasan,
dan mengenali adanya bau.

Rongga hidung
Paru-paru
kanan

Epiglotis
Trakea
Bronkus
Bronkiolus
Alveolus

b.

Membran
Tekak (Faring)
Diafragma
pleura luar
Udara dari rongga hidung
masuk ke faring. Faring merupakan Sumber: Tubuh Manusia (Hamparan Dunia Ilmu Time-Life)
persimpangan antara rongga hidung Gambar 7.1 Organ pernapasan pada manusia
ke tenggorokan (saluran pernapasan)
dengan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang
faring terdapat laring (pangkal tenggorokan). Pada laring terdapat pita suara dan
epiglotis atau katup tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi
laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya, pada saat
bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring, kemudian
menuju tenggorokan.

c.

Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Trakea
bercabang dua dan di dalam paru-paru membentuk bronkus. Dinding tenggorokan
terdiri atas tiga lapisan berikut.
1) Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
2) Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun
atas 1620 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C.
3) Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitel silindris selapis bersilia yang
menghasilkan banyak lendir.

d.

Cabang Tenggorokan (Bronkus)


Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan yang berjumlah sepasang. Satu
cabang menuju paru-paru kanan dan cabang yang lain menuju paru-paru kiri.
Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi
tiga bronkiolus, sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

e.

Bronkiolus
Bronkiolus akan bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil,
dan dinding yang semakin tipis. Bronkiolus tidak tersusun dari tulang rawan.
Lapisan terdalam bronkiolus tersusun dari jaringan epitel silindris bersilia.

f.

Alveolus
Alveolus merupakan saluran akhir dari alat pernapasan. Alveolus berupa
kantong kecil mirip anggur yang berjumlah sangat banyak. Pada alveolus terjadi
pertukaran oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2).

156

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

g.

Paru-Paru (Pulmo)
Alveolus di dalam paru-paru. Jadi, paru-paru merupakan alat pernapasan
utama pada manusia. Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas.
Paru-paru manusia berjumlah sepasang di kanan dan kiri. Paru-paru
dibungkus oleh selaput tipis rangkap dua yang disebut pleura. Kedua lapisan
tersebut dibatasi oleh cairan pleura. Cairan pleura berfungsi mencegah
terjadinya gesekan antara paru-paru dengan tulang rusuk saat bernapas. Apa
yang akan terjadi apabila paru-paru tidak dilengkapi dengan pleura? Dapatkan
Anda menjelaskannya?
Udara yang dihirup dan diembuskan
Trakea
Vena kava atas

Paru-paru kiri
Arteri paru-paru
Vena paru-paru

Aorta
Paru-paru
kanan

Arteri
paruparu

AlveolusDinding alveolus

O2
CO2

Vena kava
bawah

Jaringan
kapiler
darah

Jantung
Vena paruparu

Sumber: Hamparan Dunia Ilmu Time-Life (Tubuh Manusia), 1996

Gambar 7.2 Paru-paru (pulmo)

2.

Mekanisme Pernapasan
Pernapasan pada manusia merupakan kegiatan mengambil dan mengeluarkan
udara pernapasan. Pengambilan udara pernapasan disebut inspirasi, sedangkan
pengeluaran udara pernapasan disebut ekspirasi. Pada saat inspirasi terjadi proses
pengambilan oksigen (O2) dan pada saat ekspirasi terjadi proses pelepasan karbon
dioksida (CO2) dan uap air (H2O). Untuk membuktikan bahwa udara yang
diembuskan mengandung CO2 dan H2O, lakukan kegiatan berikut.

Menguji Kandungan Udara Pernapasan


A.

Pendahuluan
Ada dua tahap mekanisme
pernapasan manusia, yaitu inspirasi
dan ekspirasi. Pada saat inspirasi
terjadi proses pengambilan oksigen.
Sementara itu, pada saat ekspirasi
terjadi proses pelepasan karbon
dioksida dan uap air.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok. Oleh karena itu, diperlu-

kan sikap mau bekerja sama dan


bertanggung jawab sehingga kegiatan
ini terlaksana dengan baik. Selain itu,
untuk memperoleh data pengamatan
yang baik diperlukan sikap teliti, tekun,
dan jujur.
Kegiatan ini menggunakan
beberapa larutan kimia sehingga
diperlukan kehati-hatian dalam
menggunakan larutan kimia tersebut.

Biologi Kelas XI

157

B.

C.

158

Larutan kimia sebaiknya digunakan


sesuai kebutuhan. Larutan kimia yang
tersisa tidak boleh dicampurkan
dengan larutan kimia dalam botol
persediaan. Saat melakukan kegiatan
ini, perlu digunakan perlengkapan
kerja di laboratorium meliputi jas
praktikum dan sarung tangan.
Apa yang Diperlukan?
1. Gelas ukur
2. Tabung reaksi
3. Pipet tetes
4. Sedotan
5. Cermin
6. Alat tulis
7. Air kapur
8. Phenolphtalein (PP)
9. Bromthymol blue (BTB)
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Berilah label A, B, dan C pada tiga
tabung reaksi yang berbeda.
Isilah setiap tabung reaksi
dengan 2 ml air kapur.
2. Tiuplah air kapur dalam tabung
reaksi A menggunakan mulut melalui sedotan. Amatilah perbedaan
air kapur dalam tabung reaksi
sebelum dan sesudah ditiup.
3. Tambahkan satu tetes phenolphtalein (PP) ke dalam tabung
reaksi B. Tiuplah air kapur dalam
tabung reaksi tersebut menggunakan mulut melalui sedotan.
Amatilah perbedaan air kapur
dalam tabung reaksi sebelum dan
sesudah ditiup.
4. Tambahkan 1 tetes bromthymol
blue (BTB) ke dalam tabung
reaksi C. Tiuplah air kapur dalam
tabung reaksi tersebut menggunakan mulut melalui sedotan.
Amatilah perbedaan air kapur
dalam tabung reaksi sebelum dan
sesudah ditiup.
5. Bandingkan perubahan yang
terjadi pada tiap-tiap tabung
reaksi tersebut.

6.

Embuskan udara pernapasan


melalui mulut ke arah cermin
dengan mengatakan hah.
7. Amatilah peristiwa yang terjadi
pada permukaan cermin setelah
Anda mengembuskan udara ke
permukaan cermin tersebut.
8. Sajikan data yang Anda dapatkan dalam bentuk tabel.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Bagaimana keadaan air kapur
dalam tabung reaksi A, B, dan C
sebelum dan sesudah ditiup?
2. Apakah yang mengakibatkan
terjadinya perubahan pada air
kapur dalam tabung reaksi A, B, dan
C sebelum dan sesudah ditiup?
3. Jelaskan fungsi air kapur,
phenolphtalein
(PP),
dan
bromthymol blue (BTB) dalam
percobaan ini!
4. Apakah yang terjadi pada
permukaan cermin setelah Anda
mengembuskan udara pernapasan ke permukan cermin tersebut?
Jelaskan jawaban Anda!
5. Setelah melakukan kegiatan ini,
susunlah laporan yang meliputi
judul percobaan, tujuan percobaan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
F.

Unjuk Kreativitas
Anda telah membuktikan bahwa
kandungan udara pernapasan adalah
CO2 dan H2O. Dalam membuktikan
adanya CO2 dalam udara pernapasan,
Anda menggunakan air kapur. Air
kapur sebelum ditiup dalam keadaan
bening. Setelah ditiup, air kapur
menjadi keruh. Reaksi apakah yang
terjadi dalam air kapur tersebut? Carilah
jawabannya dengan membaca berbagai
literatur. Anda juga dapat mencari
informasi tentang reaksi yang terjadi
pada air kapur yang dicampur dengan
phenolphtalein dan bromthymol blue.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

Berdasarkan kegiatan yang telah Anda lakukan, dapat dibuktikan bahwa udara
yang diembuskan mengandung CO2 dan H2O. Pada saat inspirasi terjadi proses
pengambilan oksigen, tetapi mengapa pada saat ekspirasi terjadi pelepasan karbon
dioksida? Bagaimana mekanisme terjadinya perubahan antara gas yang dihirup
dengan gas yang diembuskan? Untuk mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Proses Pertukaran Oksigen dan Karbon Dioksida


dari Alveolus ke Kapiler Darah
1.
2.
3.
4.

5.
6.
7.

Carilah informasi dengan melakukan kegiatan studi literatur dari berbagai


sumber tentang mekanisme pernapasan manusia.
Bacalah dengan cermat informasi tentang proses pertukaran oksigen dan karbon
dioksida dari alveolus ke kapiler darah.
Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh dari literatur tersebut.
Diskusikan dengan kelompok Anda secara santun dan cinta damai untuk
menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Ada berapa tahap pernapasan pada manusia?
b. Bagaimana proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dari alveolus
ke kapiler darah dan dari kapiler darah ke jaringan tubuh?
c. Bagaimana reaksi yang terjadi pada pernapasan eksternal dan internal?
d. Berdasarkan jenis otot yang berperan, ada berapa macam mekanisme
pernapasan manusia?
e. Bagaimana pengangkutan oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh
manusia?
Tuliskan hasil kegiatan kelompok Anda dalam sebuah laporan dengan format
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan hasil kegiatan kelompok Anda di depan kelas dengan bahasa
yang komunikatif.
Kumpulkan laporan kelompok Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.
Setelah melakukan kegiatan tersebut Anda
telah mengetahui bahwa pernapasan pada
manusia ada dua tahap yaitu pernapasan luar
(pernapasan eksternal) dan pernapasan dalam
Untuk menambah wawasan
Anda tentang mekanisme pernapasan
(pernapasan internal).
simaklah materi pada alamat
Baik pada pernapasan luar maupun perhttp://youtu.be/o80iLMUVbEQ.
napasan dalam, proses pengangkutan oksigen
Informasikan pengetahuan yang
serta karbon dioksida menggunakan prinsip
Anda dapat kepada temanteman Anda.
dasar kimia dan fisika. Oksigen dan karbon
dioksida diangkut dalam kombinasi kimia
dengan hemoglobin. Selain itu, proses pengangkutan gas-gas pernapasan dapat
terjadi karena adanya perbedaan tekanan gas dalam darah. Pernapasan luar
merupakan pertukaran gas (O2 dan CO2) yang terjadi antara udara dengan darah.
Selama pernapasan luar, di dalam paru-paru akan terjadi pertukaran gas yaitu CO2

Biologi Kelas XI

159

meninggalkan darah dan O2 masuk ke dalam darah melalui difusi. Selanjutnya,


sejenis protein dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin (Hb) mengikat oksigen
dan menjadi oksihemoglobin (HbO2). Reaksinya sebagai berikut.
Hb + O2 HbO2
Pernapasan dalam merupakan pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Pada
pernapasan dalam, darah masuk ke dalam jaringan tubuh. Oksigen melepaskan
ikatannya dengan hemoglobin dan berdifusi masuk ke dalam cairan jaringan tubuh.
Reaksi kimianya sebagai berikut.
HbO2 Hb + O2
Proses difusi oksigen terjadi karena tekanan parsial oksigen dalam kapiler darah
lebih tinggi daripada tekanan parsial oksigen dalam sel-sel tubuh. Setelah sampai
dalam jaringan, O2 digunakan untuk respirasi sel, yaitu untuk mengoksidasi zat
makanan (glukosa) sehingga dapat dihasilkan energi, CO2, dan uap air. Energi hasil
respirasi sel berupa ATP. ATP dibentuk melalui tiga tahapan yaitu glikolisis, daur
Krebs, dan sistem transpor elektron. Proses pembentukan ATP sebagai berikut.
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + 38 ATP
Semakin banyak oksigen yang
Pernapasan
digunakan oleh sel-sel tubuh,
eksternal
semakin banyak karbon dioksida
Alveolus
yang terbentuk. Hal tersebut
Kapiler darah
mengakibatkan tekanan parsial CO2
Arteri
Vena
dalam sel-sel tubuh lebih tinggi
pulmonalis
pulmonalis
dibandingkan tekanan parsial CO2
dalam kapiler darah. Oleh karena
Atrium kiri
Atrium kanan
itu, CO2 akan berdifusi dari sel-sel
Ventrikel
Ventrikel
kanan
kiri
tubuh ke kapiler darah yang
Jantung
kemudian akan dibawa eritrosit
CO2
O2
menuju ke paru-paru. Di dalam
Vena kava
Aorta
paru-paru, CO2 akan berdifusi dari
inferior
kapiler darah menuju alveolus. Hal
ini terjadi karena tekanan parsial
Jaringan
CO2 di kapiler darah lebih tinggi
Pernapasan
kapiler
daripada tekanan parsial CO2 dalam
internal
Sel
tubuh
alveolus. Akhirnya, CO 2 diSumber:
Dokumen
Penerbit
keluarkan dari tubuh melalui
Gambar 7.3 Pernapasan eksternal dan internal
ekspirasi. Perhatikan Gambar 7.3.
Berdasarkan jenis otot yang berperan aktif, pernapasan manusia dibedakan
menjadi dua macam yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
a.

160

Pernapasan Dada
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan dada adalah otot antartulang
rusuk (intercostal). Mekanisme pernapasan dada sebagai berikut.
1) Inspirasi
Mekanisme fase inspirasi pada pernapasan dada sebagai berikut.
Otot interkostal eksternal (otot antartulang rusuk luar) berkontraksi tulang
rusuk terangkat volume rongga dada membesar tekanan udara dalam
rongga dada lebih kecil daripada tekanan udara di luar tubuh udara
masuk ke paru-paru.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

2)

Ekspirasi
Mekanisme fase ekspirasi pada pernapasan dada sebagai berikut.
Otot interkostal internal (otot antartulang rusuk dalam) berkontraksi
tulang rusuk turun volume rongga dada mengecil tekanan udara
dalam rongga dada lebih besar daripada tekanan udara di luar tubuh
udara keluar dari paru-paru.
Anda dapat melihat mekanisme pernapasan dada pada Gambar 7.4.
Ekspirasi (ekshalasi)

Inspirasi (inhalasi)

Tulang rusuk turun dan


volume rongga dada mengecil

Tulang rusuk
terangkat dan
volume rongga
dada membesar

Otot interkostal
internal berkontraksi

Diafragma
berkontraksi

(a)

Otot interkostal
eksternal berkontraksi

Diafragma
berelaksasi
Otot abdominal berkontraksi

(b)

Sumber: Biology, Raven dan Johnson

Gambar 7.4 Pernapasan dada meliputi (a) inspirasi dan (b) ekspirasi

b.

Pernapasan Perut
Otot yang berperan aktif dalam pernapasan perut adalah otot diafragma
dan otot dinding perut. Mekanisme pernapasan perut sebagai berikut.
1) Inspirasi
Mekanisme fase inspirasi pada pernapasan perut sebagai berikut.
Otot diafragma berkontraksi diafragma mendatar volume rongga
dada membesar tekanan udara dalam rongga dada mengecil udara
masuk ke paru-paru.
2) Ekspirasi
Mekanisme fase ekspirasi pada pernapasan perut sebagai berikut.
Otot diafragma berelaksasi diafragma akan cekung ke arah rongga dada
volume rongga dada mengecil tekanan udara dalam rongga dada
meningkat udara keluar dari paru-paru.
Anda telah mempelajari bahwa dalam mekanisme pernapasan terjadi pertukaran
antara gas CO2 dengan O2 yang berlangsung di dalam alveolus. Alveolus terdapat di
paru-paru. Bagaimana struktur jaringan yang menyusun paru-paru? Lakukan
kegiatan berikut untuk mengetahuinya.

Biologi Kelas XI

161

Mengamati Struktur Jaringan Penyusun Paru-Paru


1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai


struktur jaringan penyusun paru-paru.
Perhatikan gambar struktur jaringan yang menyusun
paru-paru di samping.
Identifikasilah struktur jaringan yang menyusun paruparu berdasarkan informasi yang Anda peroleh.
Catatlah informasi yang Anda dapatkan dengan cermat
Sumber: Dokumen Penerbit
dan teliti.
Diskusikan dengan teman-teman Anda mengenai Gambar 7.5 Jaringan
penyusun paru-paru
pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Apa sajakah jaringan yang menyusun paru-paru?
b. Bagaimanakah struktur alveolus?
c. Apakah kaitan antara struktur jaringan yang menyusun paru-paru
dengan fungsi paru-paru sebagai organ pernapasan?
Saat berdiskusi, jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai,
dan berani mengemukakan argumentasi dengan sopan.
Buatlah laporan hasil kegiatan kelompok Anda dalam format judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan yang Anda lakukan, Anda telah mengetahui struktur


jaringan yang berfungsi melakukan proses pernapasan. Jaringan yang sederhana
dapat melakukan suatu fungsi yang kompleks. Hal tersebut menunjukkan
kompleksitas ciptaan Tuhan. Sudah seharusnya Anda bersyukur kepada Tuhan
atas kompleksitas ciptaan-Nya. Rasa syukur Anda dapat diwujudkan dengan rajin
beribadah dan menjaga kesehatan alat-alat pernapasan sehingga dapat berfungsi
maksimal.
3.

162

Volume Udara Pernapasan


Volume udara pernapasan adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk
melalui sistem pernapasan. Volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi
beberapa macam sebagai berikut.
a. Volume tidal (tidal volume), yaitu volume udara pernapasan biasa, besarnya
kurang lebih 500 cc atau 500 ml.
b. Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer,
yaitu udara yang masih dapat dimasukkan secara maksimal ke dalam paruparu setelah melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau
1.500 ml. Udara komplementer terjadi apabila diafragma, otot-otot antartulang
rusuk, dan otot-otot inspiratori tambahan berkontraksi secara maksimal.
c. Volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer,
yaitu udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal keluar dari paruparu setelah melakukan ekspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau
1.500 ml.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

d.

Volume sisa atau volume residu (residual volume), yaitu volume udara yang
masih tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal,
besarnya kurang lebih 1.000 cc atau 1.000 ml. Volume residu tidak dapat diukur
secara langsung dengan spirometer karena volume residu tidak dikeluarkan
dari paru-paru.
e. Kapasitas vital (vital capacity), yaitu volume udara yang dapat dikeluarkan
semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal, besarnya kurang
lebih 3.500 cc atau 3.500 ml. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume
tidal ditambah volume cadangan inspirasi dan volume cadangan ekspirasi.
f. Volume total paru-paru (total lung volume), yaitu volume udara yang dapat
ditampung oleh paru-paru semaksimal mungkin, besarnya kurang lebih
4.500 cc atau 4.500 ml. Volume total paru-paru merupakan jumlah dari volume
residu ditambah kapasitas vital.
Volume udara pernapasan setiap orang berbeda-beda. Hal ini disebabkan
volume paru-paru setiap orang juga berbeda-beda. Faktor-faktor apa saja yang
memengaruhi volume udara pernapasan? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan
kegiatan berikut.

Menentukan Kapasitas Paru-Paru


A.

B.

Pendahuluan
Udara pernapasan yang dihirup
akan memenuhi paru-paru. Volume
udara dalam paru-paru dapat berubah
sesuai dengan kekuatan inspirasi dan
ekspirasi. Terdapat beberapa macam
udara pernapasan yaitu udara
pernapasan biasa, udara komplementer, udara suplementer, udara residu,
kapasitas vital, dan volume total paruparu. Volume udara pernapasan dapat
diukur dengan spirometer.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok. Oleh karena itu, diperlukan sikap mau bekerja sama dan
bertanggung jawab sehingga kegiatan ini
terlaksana dengan baik. Selain itu,
untuk memperoleh data pengamatan
yang baik, diperlukan sikap teliti, tekun,
dan jujur.
Apa yang Diperlukan?
1. Botol volume 2,5 liter
2. Akuarium volume 5 liter
3. Slang plastik

4.
5.
6.
C.

Gelas ukur
Spidol
Air

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Datalah jenis kelamin dan berat
badan anggota kelompok Anda.
2. Berilah tanda volume pada botol
volume 2,5 liter dengan interval
50 ml. Isilah botol tersebut dengan
air hingga penuh. Tutuplah mulut
botol dengan telapak tangan, dan
masukkan botol ke dalam
akuarium berisi air dengan mulut
botol menghadap ke bawah.
3. Masukkan salah satu ujung slang
melalui mulut botol dan ujung
slang satunya ke mulut.
4. Sebelum slang dimasukkan ke
mulut, tariklah napas secara normal
(biasa) melalui hidung. Selanjutnya,
masukkan slang ke mulut dan
embuskan napas melalui mulut
secara normal (biasa). Perhatikan
volume air dan catat hasilnya.

Biologi Kelas XI

163

5.

6.

7.

Tarik napas secara normal (biasa)


melalui hidung. Selanjutnya,
embuskan napas sekuat-kuatnya
melalui mulut sampai udara
dalam paru-paru habis. Perhatikan volume air dan catat hasilnya.
Tarik napas sekuat-kuatnya
melalui hidung kemudian
masukkan slang ke mulut.
Selanjutnya, embuskan napas
sekuat-kuatnya melalui mulut
sampai udara dalam paru-paru
habis. Perhatikan volume air dan
catatlah hasilnya.
Sajikan data yang Anda peroleh
dalam bentuk tabel.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Apakah terdapat perbedaan
kapasitas vital paru-paru antara
laki-laki dan perempuan?
Mengapa demikian?
2. Adakah hubungan antara berat
badan dengan rata-rata kapasitas vital paru-paru?

3.
4.

F.

Faktor-faktor apa saja yang


memengaruhi kapasitas paruparu?
Setelah melakukan percobaan ini,
susunlah laporan yang meliputi
judul percobaan, tujuan percobaan, alat dan bahan, cara kerja,
hasil pengamatan, dan kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Percobaan tersebut bertujuan
untuk mengetahui kapasitas vital
paru-paru antara laki-laki dan
perempuan. Anda dapat memodifikasi
percobaan tersebut dengan mencari
naracoba dengan jenis kelamin sama
tetapi aktivitas berbeda, misal siswa
laki-laki yang rajin berolahraga
dengan siswa laki-laki yang jarang
berolahraga. Lakukan kegiatan yang
sama dan perhatikan hasilnya!

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah


mengetahui beberapa faktor yang memengaruhi
kapasitas vital atau volume udara paru-paru.Volume
udara paru-paru dipengaruhi oleh beberapa faktor
meliputi faktor genetik, aktivitas tubuh, kondisi
lingkungan, berat badan, usia, dan jenis kelamin.
Frekuensi pernapasan setiap orang juga berbedabeda. Pada umumnya manusia mampu bernapas
antara 1518 kali setiap menit. Frekuensi pernapasan
manusia dipengaruhi oleh faktor usia, jenis kelamin,
suhu tubuh, posisi tubuh, dan kegiatan tubuh.

Anda dapat menambah


pengetahuan tetang faktor-faktor
yang memengaruhi volume udara
paru-paru dengan membaca
artikel pada alamat http://goo.gl/
kAcDy0. Selanjutnya, buatlah
rangkuman berdasarkan informasi
yang Anda dapatkan. Rangkuman
tersebut dapat Anda gunakan
sebagai tambahan bahan belajar.

Perokok pasif merupakan seseorang yang menghirup asap rokok dari orang yang
sedang merokok. Perokok pasif memiliki peluang terserang kanker paru-paru
2030%. Peluang itu akan semakin besar apabila perokok pasif tinggal bersama perokok
aktif. Dilansir dari dinkes.jogjgaprov.go.id, seorang gadis meninggal karena mengidap
bronchopneumonia. Gadis tersebut merupakan salah satu korban yang meninggal akibat
perokok pasif. Apa tindakan Anda jika ada orang di dekat Anda merokok?

164

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

1.
2.
3.
4.
5.

Sebutkan urutan jalannya udara dari atmosfer sampai ke jaringan tubuh!


Jelaskan tiga fungsi rongga hidung dalam sistem pernapasan!
Sebutkan macam-macam volume udara pernapasan pada manusia!
Jelaskan faktor-faktor yang memengaruhi volume udara pernapasan!
Bagaimana mekanisme inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan perut?

B. Sistem Pernapasan pada Hewan

Hewan melakukan proses bernapas seperti halnya manusia. Semakin kompleks


seekor hewan, maka semakin kompleks juga alat-alat yang menyusun sistem
pernapasannya. Pernapasan pada hewan yang paling sederhana berlangsung secara
difusi melalui permukaan tubuh yang basah, misalnya pada cacing pipih. Sementara
itu, pernapasan yang paling kompleks yaitu pada hewan mammalia. Untuk mengetahui
alat-alat yang menyusun sistem pernapasan pada hewan lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Alat-Alat Pernapasan pada Hewan


1.
2.
3.

4.

Carilah berbagai literatur tentang sistem pernapasan pada hewan.


Catatlah informasi penting yang Anda temukan.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan teliti.
a. Sebutkan alat-alat pernapasan pada Mollusca, Vermes, Arthropoda,
Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia!
b. Tersusun dari alat-alat apakah sistem pernapasan insekta?
c. Apakah mekanisme pernapasan burung sama dengan pernapasan pada
hewan Vertebrata lainnya? Jelaskan keistimewaan pernapasan pada
burung!
Kumpulkan hasil jawaban Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Nah, Anda telah mengetahui berbagai alat


pernapasan pada berbagai jenis hewan. Simaklah
uraian berikut untuk memahami mekanisme
pernapasan pada serangga dan burung.
1.

Pernapasan pada Serangga


Serangga bernapas menggunakan alat yang
disebut sistem trakea. Sistem ini terdiri atas
spirakel, pembuluh trakea, dan trakeolus. Udara
keluar masuk melalui spirakel yang terletak
berpasangan di setiap segmen tubuh. Oksigen
yang masuk melalui spirakel kemudian menuju
pembuluh trakea. Selanjutnya, pembuluh trakea
bercabang-cabang lagi menjadi cabang halus

Untuk menambah wawasan


Anda tentang pernapasan pada
hewan bukalah website pada
alamat berikut.
1. http:// goo.gl/FUfLIp
2. http://youtu.be/vkvNrpghQMA
Setelah menyimak materi dalam
website tersebut, Anda dapat
membuat rangkuman sebagai
tambahan bahan belajar.

Biologi Kelas XI

165

(trakeolus) yang dapat mencapai seluruh jaringan tubuh. Di dalam trakeolus terjadi
pertukaran gas dengan sel-sel tubuh. Oksigen akan berdifusi dari trakeolus ke selsel tubuh. Sementara itu, karbon dioksida akan berdifusi dari sel-sel tubuh ke
trakeolus. Selanjutnya, karbon dioksida menuju trakea dan akan dikeluarkan melalui
spirakel. Perhatikan Gambar 7.6.
Sel-sel tubuh
Kantong udara

Kantong
udara

Trakeolus

Trakea

Trakea
Spirakel tempat
udara masuk

Dinding tubuh

Spirakel

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 7.6 Sistem trakea pada belalang

Sistem trakea adalah sistem pernapasan sederhana. Pada sistem trakea, sel-sel
tubuh dapat berhubungan langsung dengan udara luar melalui pembuluh udara.
Dengan adanya sistem trakea, maka peredaran darah tidak berfungsi mengedarkan
oksigen ke seluruh tubuh karena fungsi ini dilakukan oleh sistem trakea.
Seperti halnya dengan volume udara pernapasan pada manusia, volume udara
pernapasan pada hewan juga dapat dihitung menggunakan alat yang disebut
respirometer. Alat ini terdiri atas sebuah tabung sebagai tempat menampung
serangga dan sebuah skala untuk mengukur volume respirasi serangga. Untuk lebih
jelasnya, Anda dapat melakukan kegiatan berikut.

Menghitung Volume Udara Pernapasan pada Serangga


A.

166

Pendahuluan
Pernapasan pada serangga
menggunakan sistem trakea. Sistem
ini terdiri atas sistem pembuluh yang
besar dan akan terus bercabangcabang menjadi sistem pembuluh
yang kecil sampai berakhir pada selsel tubuh. Volume udara pernapasan
pada serangga dapat diketahui
menggunakan respirometer.
Kegiatan ini dilakukan berkelompok. Oleh karena itu, diperlukan
sikap mau bekerja sama dan bertanggung
jawab sehingga kegiatan ini terlaksana
dengan baik. Selain itu, untuk memperoleh data pengamatan yang baik,
diperlukan sikap teliti, tekun, dan jujur.

Dalam kegiatan ini menggunakan alat-alat berbahan dasar


kaca. Oleh karena itu, Anda harus
berhati-hati pada saat menggunakan
alat-alat tersebut. Selain itu, kegiatan
ini juga menggunakan hewan.
Perlakukanlah hewan tersebut
dengan baik selama praktikum
berlangsung. Setelah praktikum
selesai, lepaskan hewan ke alam
bebas. Dengan demikian, Anda telah
menunjukkan sikap peduli lingkungan.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Respirometer
2. Gelas beker (100 ml dan 250 ml)
3. Pipet tetes
4. Stopwatch

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
C.

Kapas
Jangkrik
Larutan eosin
Kristal KOH
Plastisin
Air panas
Air es

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Bungkuslah 3 butir kristal KOH
dengan kapas dan masukkan ke
dalam tabung respirometer.
Selanjutnya, masukkan jangkrik
ke dalam tabung respirometer.
2. Tutup tabung respirometer
dengan pipa berskala dan
tempelkan plastisin di sekitar
sambungan untuk mencegah
kebocoran udara.
3. Lakukan penandaan pipa
respirometer dengan memasukkan cairan eosin secukupnya
menggunakan pipet pada pipa
berskala. Usahakan cairan eosin
menutup ujung pipa berskala.
Amati perubahan kedudukan
eosin dalam pipa berskala setiap
dua menit selama 10 menit.
Catatlah hasil pengamatan Anda
dalam bentuk tabel.
4. Siapkan 100 ml air es dalam gelas
beker 250 ml. Selanjutnya,
masukkan gelas beker 100 ml ke
dalam gelas beker yang berisi air
es tersebut. Masukkan jangkrik ke
dalam gelas beker 100 ml tersebut
dan biarkan selama 5 menit.
Setelah 5 menit, lakukan langkah
13 untuk mengetahui volume
udara pernapasan jangkrik yang
diperlakukan pada suhu dingin.

2.

5.

Ulangi langkah 4 menggunakan


air panas. Selanjutnya, lakukan
langkah 13 untuk jangkrik yang
diperlakukan pada suhu panas.
6. Catatlah hasil pengamatan Anda
dalam tabel.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Apakah fungsi KOH dan larutan
eosin pada percobaan?
2. Mengapa terjadi perbedaan jarak
yang ditempuh eosin pada saat
jangkrik dalam kondisi normal,
setelah diperlakukan pada suhu
dingin, dan setelah diperlakukan
pada suhu panas?
3. Apa hubungan antara suhu
dengan kebutuhan oksigen untuk
respirasi jangkrik?
4. Sebutkan faktor-faktor lain yang
memengaruhi volume udara
pernapasan pada serangga!
5. Setelah melakukan kegiatan ini,
susunlah laporan yang meliputi
judul
percobaan,
tujuan
percobaan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Anda telah mengetahui salah satu
faktor yang memengaruhi volume
udara pernapasan pada serangga.
Sekarang, buatlah rancangan percobaan untuk mengetahui pengaruh
ukuran tubuh terhadap volume
udara pernapasan pada serangga.
Konsultasikan rancangan yang Anda
buat kepada Bapak atau Ibu Guru.
Lakukan percobaan sesuai dengan
rancangan yang Anda buat. Presentasikan hasil yang Anda dapatkan di
depan kelas.

Pernapasan pada Burung


Burung mempunyai sepasang paru-paru yang terletak dalam rongga dada.
Udara masuk melalui dua pasang lubang hidung yang terdapat pada pangkal paruh
sebelah atas dan pada langit-langit rongga mulut. Selanjutnya, udara menuju celah

Biologi Kelas XI

167

tekak yang terdapat pada dasar hulu kerongkongan atau faring yang
menghubungkan rongga mulut dengan trakea. Setelah melalui trakea, udara masuk
ke dalam paru-paru. Paru-paru burung tidak memiliki alveoli. Sebagai gantinya,
terdapat pembuluh-pembuluh udara yang disebut parabronki.
Selain paru-paru, burung mempunyai empat pasang pundi-pundi udara
(saccus pneumaticus) yang berfungsi membantu pernapasan, terutama pada saat
terbang. Pundi-pundi udara juga membantu mempertahankan suhu badan dan
meringankan tubuh pada saat burung terbang. Mekanisme pernapasan pada burung
sebagai berikut.
a. Pernapasan pada Saat Tidak Terbang
1) Inspirasi
Otot antartulang rusuk berkontraksi sehingga rongga dada
mengembang. Paru-paru pun ikut mengembang. Akibatnya, udara akan
masuk ke dalam paru-paru. Sebagian udara diteruskan ke pundi-pundi
udara.
2) Ekspirasi
Rongga dada mengecil sehingga tekanan paru-paru lebih besar
daripada tekanan udara luar. Akibatnya, udara keluar dari paru-paru.
Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari pundi-pundi
udara masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh
kapiler paru-paru. Jadi, pengambilan oksigen pada burung dilakukan pada
tahap inspirasi maupun ekspirasi.
b.

Pernapasan Saat Terbang


1) Inspirasi
Pada waktu sayap diangkat ke atas, pundi-pundi udara di ketiak
mengembang. Sementara itu, pundi-pundi udara di tulang korakoid terjepit
sehingga oksigen masuk ke paru-paru.
2) Ekspirasi
Pada waktu sayap diturunkan, pundi-pundi udara di ketiak terjepit.
Sementara itu, kantong udara di tulang korakoid mengembang sehingga
udara dikeluarkan dari paru-paru. Semakin tinggi burung terbang, semakin
cepat burung mengepakkan sayapnya. Hal tersebut bertujuan untuk
mendapatkan oksigen yang cukup banyak.

Flu burung merupakan salah satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan
burung. Flu burung diakibatkan oleh virus H5N1. Pada awalnya, virus ini berada
dalam saluran pencernaan burung. Selanjutnya, virus ini menyebar ke seluruh sistem
organ burung, termasuk sistem pernapasan. Flu burung dapat menular kepada manusia.
Hasil survei menyatakan bahwa 8 dari 10 orang yang terinfeksi virus H5N1 mengalami
kematian. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jika Anda memelihara burung atau
unggas di rumah. Bagaimana sikap Anda terhadap kasus penularan flu burung kepada
manusia? Apa tindakan yang Anda lakukan apabila wabah flu burung dekat dengan
tempat tinggal Anda?

168

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

1.
2.
3.
4.

Jelaskan fungsi alat-alat pernapasan pada serangga!


Bagaimana mekanisme pernapasan pada serangga?
Apa saja fungsi pundi-pundi udara dalam tubuh burung?
Bagaimana mekanisme pernapasan burung pada saat terbang?

C. Kelainan-Kelainan pada Sistem Pernapasan Manusia


Kelainan-kelainan yang terjadi pada sistem pernapasan manusia dapat
mengakibatkan terganggunya suplai oksigen dalam tubuh. Salah satu penyebab timbulnya
kelainan pada sistem pernapasan yaitu banyaknya zat karsinogenik yang masuk ke dalam
tubuh. Apa sajakah zat-zat karsinogenik yang dapat menimbulkan kelainan pada sistem
pernapasan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukan kegiatan berikut.

Menganalisis Kelainan pada Sistem Pernapasan


Akibat Kebiasaan Merokok
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Perhatikan reklame-reklame rokok.


Analisislah reklame rokok terhadap kesehatan sistem pernapasan.
Carilah informasi dari beberapa literatur mengenai bahaya merokok bagi
kesehatan sistem pernapasan.
Diskusikan bersama teman-teman Anda dengan menerapkan sikap cinta damai
dan mau bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Apa kandungan zat dalam rokok yang mengakibatkan gangguan pada
sistem pernapasan?
b. Bagaimana dampak negatif dari kebiasaan merokok?
c. Jelaskan kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan oleh kebiasaan
merokok!
d. Bagaimana pendapat Anda tentang para remaja yang memiliki kebiasaan
merokok?
Tulislah hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui jenis kelainan dan penyakit
yang menyerang sistem pernapasan akibat kebiasaan merokok. Selain diakibatkan oleh
kebiasaan merokok, kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan juga dapat
diakibatkan oleh infeksi patogen, polusi udara, dan keabnormalan alat pernapasan.
Kelainan dan penyakit yang dapat menyerang sistem pernapasan di antaranya yaitu
asfiksi, asidosis, asma, bronkitis, difteri, emfiseme, influenza, kanker paru-paru,
pneumonia, dan tuberkulosis.

Biologi Kelas XI

169

Kelainan dan penyakit tersebut harus segera


ditangani agar tidak menggangu pemenuhan
oksigen dalam tubuh. Anda dapat membuka alamat
website: http://goo.gl/uLFzHp dan http://goo.gl/mTev3u
Tuberkulosis (TBC) merupauntuk menambah wawasan Anda tentang penyebab
kan penyakit mematikan nomor
dua di Indonesia. Penyakit ini
dan cara penanganan kelainan serta penyakit yang
diakibatkan oleh infeksi bakteri
menyerang sistem pernapasan.
Mycrobium tuberculosis. Ilmuwan
Beberapa kelainan pada sistem pernapasan
yang pertama kali menemukan
penyebab TBC adalah Robert
diakibatkan oleh kualitas udara di lingkungan
Koch. Anda dapat membaca
sekitar Anda. Polusi oleh asap pabrik, kendaraan
artikel tentang Robert Koch
bermotor, atau kebakaran merupakan beberapa
dengan membuka alamat website
pemicu kelainan dan gangguan pada sistem
http://goo.gl/7ZMYRW.
pernapasan manusia. Oleh karena itu, Anda perlu
menjaga kebersihan udara di lingkungan tempat
tinggal Anda. Sebagai contoh tidak melakukan pembakaran sampah dan menanam
berbagai jenis tumbuhan agar dapat menyerap polutan udara. Sekarang, lakukan
kegiatan berikut untuk memahami pengaruh kualitas udara di lingkungan terhadap
gangguan sistem pernapasan manusia.

Mengidentifikasi Pengaruh Udara yang Tercemar


terhadap Kesehatan Alat-Alat Pernapasan Manusia
1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.
8.

170

Kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang pengaruh udara tercemar


terhadap kesehatan manusia.
Analisis secara cermat dan teliti informasi mengenai pengaruh udara yang
tercemar terhadap kesehatan alat-alat pernapasan. Catatlah informasi penting
yang Anda temukan.
Buatlah perencanaan kegiatan pengamatan mengenai pengaruh pencemaran
udara terhadap kesehatan manusia.
Komunikasikan perencanaan yang telah Anda buat kepada Bapak atau Ibu
Guru Anda.
Lakukan pengamatan berdasarkan perencanaan yang telah Anda buat.
Berdasarkan hasil pengamatan kelompok Anda, diskusikan secara santun dan
cinta damai pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Bagaimana kondisi udara di sekitar tempat tinggal Anda? Apakah
memungkinkan terjadinya gangguan pada sistem pernapasan?
b. Bagaimana jika seseorang tinggal di daerah yang kualitas udaranya rendah
karena polusi udara?
c. Jelaskan kelainan pada alat pernapasan yang disebabkan oleh polusi udara!
Berdiskusilah dengan menerapkan sikap mau bekerja sama, berani, dan
mengemukakan pendapat berdasar fakta.
Tuliskan hasil pengamatan kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kegiatan kelompok Anda di depan kelas.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

Berdasarkan kegiatan yang telah Anda lakukan,


Anda telah memahami bahwa lingkungan yang
tercemar dapat mengakibatkan gangguan pada
sistem pernapasan. Agar Anda dapat terhindar dari
gangguan-gangguan tersebut, perlu menerapkan
pola hidup sehat.
Beberapa pola hidup sehat yang dapat Anda
lakukan sebagai berikut.
1. Mengonsumsi makanan yang mengandung
antioksidan dan klorofil.
2. Olahraga secara teratur.
3. Menghindari mengonsumsi minuman beralkohol.
4. Tidak mengonsumsi narkoba.
5. Tidak merokok.

Dalam dunia kedokteran


modern, telah ditemukan berbagai
teknologi yang dapat digunakan
untuk membantu para penderita
gangguan pernapasan. Bacalah
artikel dalam alamat website
berikut untuk mengetahui beberapa teknologi tersebut.
1.
http://goo.gl/aRWZg9
2.
http://goo.gl/rH1RdE
Catatlah hal-hal penting yang
Anda dapatkan setelah membaca
artikel tersebut. Catatan tersebut
dapat Anda gunakan sebagai
tambahan sumber belajar.

Pembukaan lahan dengan cara membakar hutan marak terjadi di Indonesia.


Alternatif ini masih menjadi pilihan sekelompok orang karena lebih praktis dan
ekonomis. Namun, pembukaan lahan dengan pembakaran menimbulkan dampak
negatif. Selain merugikan lingkungan, pembakaran hutan juga merugikan kesehatan
manusia. Pada tahun 2014, terjadi polusi udara hingga level berbahaya di Provinsi
Riau. Polusi udara tersebut diakibatkan oleh pembakaran hutan. Peristiwa ini
mengakibatkan sekitar 37.500 orang menderita ispa. Apa yang dapat Anda lakukan
agar kejadian serupa tidak terjadi di daerah-daerah lain?

1.
2.
3.
4.

Sebutkan macam-macam hipoksia!


Bagaimana gejala-gejala yang dialami oleh penderita pneumonia?
Apa saja gangguan sistem pernapasan yang disebabkan oleh kebiasaan merokok?
Bagaimana polusi udara dapat mengganggu sistem pernapasan manusia?

Biologi Kelas XI

171

Buatlah sebuah poster antirokok dan antinarkoba. Buatlah poster semenarik


mungkin agar orang lain tertarik untuk membacanya. Kumpulkan hasil tugas proyek
kepada Bapak atau Ibu Guru sesuai dengan waktu yang disepakati.

1. Respirasi atau pernapasan adalah proses pengambilan oksigen dan pembebasan


karbon dioksida.
2. Jalur pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung faring trakea bronkus
bronkiolus alveolus sel-sel tubuh.
3. Volume udara pernapasan manusia ada enam macam yaitu volume tidal, volume
cadangan inspirasi, volume cadangan ekspirasi, volume residu, kapasitas vital paruparu, dan volume total paru-paru.
4. Faktor-faktor yang memengaruhi volume udara pernapasan meliputi berat badan,
kondisi lingkungan sekitar, usia, aktivitas, dan genetik.
5. Tahap pernapasan manusia ada dua yaitu pernapasan eksternal dan pernapasan
internal.
6. Berdasarkan jenis otot yang berperan aktif, pernapasan manusia dibedakan menjadi
dua macam yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
7. Mekanisme yang terjadi dalam pernapasan manusia ada dua yaitu inspirasi yang
merupakan proses pengambilan udara pernapasan dan ekspirasi yang merupakan
proses pembebasan udara pernapasan.
8. Mekanisme pernapasan pada serangga berlangsung dalam sistem trakea yang
tersusun atas spirakel, trakea, dan trakeolus.
9. Alat pernapasan pada burung sama seperti alat pernapasan pada manusia dan
dilengkapi dengan pundi-pundi udara yang membantu mekanisme pernapasan
burung saat terbang.
10. Gangguan pada sistem pernapasan di antaranya asma, asfiksi, emfisema, bronkitis,
difteri, TBC, kanker paru-paru, pneumonia, dan influenza.
11. Pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk mencegah kelainan-kelainan pada
sistem pernapasan yaitu mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan
dan klorofil, olahraga secara teratur, menghindari mengonsumsi minuman
beralkohol, tidak mengonsumsi narkoba, dan tidak merokok.

172

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

a.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Pada mekanisme pernapasan perut,
apabila otot diafragma berelaksasi,
peristiwa yang akan terjadi adalah . . . .
a. volume rongga dada membesar,
tekanan udara mengecil, dan udara
masuk paru-paru
b. volume rongga dada membesar,
tekanan udara membesar, dan
udara masuk paru-paru
c. volume rongga dada mengecil,
tekanan udara meningkat, dan
udara keluar dari paru-paru
d. volume rongga dada mengecil,
tekanan udara mengecil, dan udara
keluar dari paru-paru
e. volume rongga dada membesar,
tekanan udara mengecil, dan udara
keluar dari paru-paru
2. Bowo ingin membandingkan kecepatan
pernapasan dan volume udara
pernapasannya pada waktu istirahat
dan setelah berolahraga. Hasil
pengukurannya disajikan dalam tabel
berikut.
Aktivitas

Kecepatan
Pernapasan/Menit

Volume
Udara
Pernapasan/cm 3

Istirahat

18

600

Setelah berolahraga

31

1.200

Pertambahan volume pertukaran udara


setiap menit yang dihasilkan dari
aktivitas olahraga yang dilakukan
Bowo tersebut sebesar . . . cm3.
a. 23.400
d. 26.400
b. 24.400
e. 27.400
c. 25.400
3. Pernyataan yang tepat tentang pernapasan pada manusia yaitu . . .

b.
c.
d.
e.

Pernapasan dalam merupakan


pertukaran gas yang terjadi di
alveolus.
Oksigen berdifusi masuk ke dalam
cairan tubuh dalam bentuk
oksihemoglobin.
Pada pernapasan luar oksigen akan
berikatan dengan hemoglobin
membentuk oksihemoglobin.
Pada pernapasan dalam oksigen
akan berikatan dengan hemoglobin
membentuk oksihemoglobin.
Difusi oksigen terjadi karena
tekanan parsial oksigen dalam
darah lebih rendah daripada
tekanan parsial oksigen dalam selsel tubuh.

4. Perhatikan pernyataan-pernyataan
mengenai faktor yang memengaruhi
volume paru-paru berikut.
1) Pada umumnya volume paru-paru
laki-laki lebih besar daripada
wanita.
2) Orang yang tinggal di dataran
tinggi memiliki volume paru-paru
lebih kecil daripada orang yang
tinggal di dataran rendah.
3) Seseorang yang biasa melakukan
olahraga memiliki volume paruparu lebih besar.
4) Seseorang dengan berat badan
besar memiliki volume udara yang
besar.
5) Semakin bertambah umur seseorang volume paru-parunya
semakin kecil.
Pernyataan yang tepat berkaitan dengan
faktor-faktor yang memengaruhi volume
paru-paru ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1), 2), dan 5)
b. 1), 3), dan 4)
c. 1), 4), dan 5)
d. 2), 3), dan 4)
e. 3), 4), dan 5)

Biologi Kelas XI

173

5. Menghidupkan kendaraan bermotor di


dalam ruangan tertutup dapat
mengakibatkan gangguan pernapasan
fatal bahkan kematian bagi orang yang
berada di dalam ruangan tersebut. Hal
itu terjadi karena . . . .
a. paru-paru orang tersebut terisi asap
b. asap kendaraan bermotor mengandung banyak CO2
c. Hb dalam darah orang tersebut
terlalu banyak mengikat asap
d. Hb dalam darah orang tersebut
lebih banyak mengikat CO daripada O2
e. Hb dalam darah orang tersebut
lebih banyak mengikat CO2 daripada O2

keruh. Pernyataan yang tepat untuk


peristiwa tersebut adalah . . .
a. Udara ekspirasi mengandung gas
pencemar lain sehingga mengakibatkan air kapur menjadi keruh.
b. Udara ekspirasi yang mengandung
gas CO 2 langsung menuju air
kapur pada tabung X.
c. Air kapur dalam tabung X dapat
mengalir keluar karena udara
menekan air kapur.
d. Air kapur dalam tabung Y menjadi
keruh karena bereaksi dengan gas
CO2.
e
Gas CO yang masuk ke dalam
tabung X membuat air kapur tetap
jernih.

6. Pernyataan yang benar mengenai


antrakosis yaitu . . .
a. Infeksi yang terjadi pada faring oleh
bakteri dan virus.
b. Penyakit yang terjadi karena
peradangan bronkus.
c. Kelainan pada alat pernapasan
yang disebabkan oleh masuknya
debu tambang.
d. Penyakit yang terjadi karena
ketidaknormalan (abnormalitas)
susunan dan fungsi alveolus.
e. Gangguan dalam pengangkutan
oksigen ke jaringan atau gangguan
penggunaan oksigen oleh jaringan.

8. Perhatikan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Tekanan parsial karbon dioksida di
dalam jaringan kapiler darah lebih
besar daripada tekanan parsial
karbon dioksida di dalam sel-sel
tubuh.
2) Tekanan parsial karbon dioksida di
dalam sel-sel tubuh lebih besar
daripada tekanan parsial karbon
dioksida di dalam jaringan kapiler
darah.
3) Tekanan parsial oksigen di
jaringan kapiler darah lebih tinggi
daripada tekanan parsial oksigen
di dalam sel-sel tubuh.
4) Tekanan parsial oksigen di dalam
sel tubuh lebih tinggi daripada
tekanan parsial oksigen di jaringan
kapiler darah.
Pernyataan yang tidak tepat tentang
tekanan parsial oksigen dan karbon
dioksida di dalam sel-sel tubuh dan
jaringan kapiler darah ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 1) dan 4)
d. 2) dan 3)
e. 2) dan 4)

7. Perhatikan rangkaian alat berikut!


M
T

Air
kapur

Air
kapur

Ketika seorang siswa mengembuskan


napas melalui ujung pipa M, ternyata
larutan dalam tabung X tetap jernih dan
larutan di dalam tabung Y menjadi

174

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

9. Perhatikan gambar sistem trakea berikut!

Nama dan fungsi bagian yang ditunjuk


oleh huruf P yang tepat dalam tabel yaitu
....
Nama

Fungsi

a.

Trakea

Tempat masuknya oksigen ke


sel-sel tubuh

b.

Spirakel

Tempat keluarnya karbon


dioksida

c.

Trakea

Tempat masuknya udara dari


atmosfer

d.

Spirakel

Tempat pertukaran oksigen dan


karbon dioksida secara difusi

e.

Trakeolus

Tempat pertukaran oksigen dan


karbon dioksida

10. Pada saat posisi sayap burung


diturunkan pundi-pundi udara di ketiak
terjepit dan pundi-pundi udara di tulang
korakoid mengembang. Peristiwa
tersebut merupakan mekanisme
pernapasan burung fase . . . .
a. inspirasi pada saat burung terbang
b. ekspirasi pada saat burung terbang
c. ekspirasi pada saat burung hinggap
d. inspirasi pada saat burung hinggap
e. inspirasi dan ekspirasi pada saat
burung terbang
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Pernapasan manusia ada dua macam,
yaitu pernapasan internal dan
pernapasan eksternal. Bagaimana
kedua mekanisme pernapasan tersebut
saling bekerja sama untuk memenuhi
kebutuhan oksigen dalam tubuh?
2. Pada waktu berolahraga frekuensi
pernapasan dan denyut nadi seseorang
lebih cepat daripada ketika sedang
beristirahat. Bagaimana hubungan
frekuensi pernapasan dan denyut nadi
manusia?

3. G a m b a r
di
s a m p i n g
menunjukkan
irisan membujur
1
dada manusia.
Dua jenis otot
3
diberi label 1 dan
2
2 serta rongga
dada diberi label 3.
Apakah peristiwa yang terjadi di bagian
1, 2, dan 3 saat udara masuk ke dalam
paru-paru? Jelaskan jawaban Anda!
4. Perhatikan gambar sistem trakea pada
Insekta berikut ini!

X
Y

Sebutkan nama bagian yang ditunjuk


oleh huruf X, Y, dan Z. Bagaimana
mekanisme masuknya udara pernapasan pada Insekta?
5. Perhatikan gambar mekanisme pernapasan pada burung berikut!

Paru-paru

Trakea

Pundi-pundi udara

a.

Mengapa udara perlu memasuki


pundi-pundi udara sebelum masuk
ke paru-paru?
b. Alat pernapasan utama pada
burung yaitu paru-paru. Apakah
burung dapat bernapas tanpa
adanya pundi-pundi udara?
6. Asma merupakan salah satu penyakit
pernapasan. Pada saat kambuh,
penderita asma mengalami sesak napas
dan pernapasannya berbunyi. Mengapa
pernapasan pada penderita asma dapat
berbunyi? Jelaskan pendapat Anda!
Biologi Kelas XI

175

7. Gambar berikut menunjukkan pertukaran gas antara alveolus dengan


kapiler darah dan antara kapiler darah
dengan sel-sel tubuh.
Alveolus

CO2

Pembuluh darah
O2

CO2

Sel darah merah

O2

Sel-sel tubuh

II

Apakah yang terjadi pada hemoglobin


ketika berada pada bagian I dan II?

oksigen lebih sedikit daripada penggunaan oksigen oleh tubuh. Jelaskan


berapa volume total oksigen yang
dibutuhkan atlet tersebut agar kebutuhan
oksigennya terpenuhi!
9. Ani menguji volume pernapasan pada
dua ekor belalang yang memiliki
berat tubuh berbeda menggunakan
respirometer. Menurut Anda, bagaimana data volume pernapasan yang
diperoleh Ani?
10. Berikut ini diagram pembagian udara
dalam pernapasan.

Kebutuhan Oksigen (liter per menit)

Kekurangan oksigen

7.0

6.0
5.0

4.0
3.0
2.0
1.0
0

8. Perhatikan gambar grafik berikut!

10


Periode berolahraga

15

20

25
Waktu/menit

Daerah yang diarsir menunjukkan


jumlah penggunaan oksigen seorang
atlet sebelum, selama, dan setelah lima
menit berolahraga. Grafik tersebut
menunjukkan tubuh atlet tersebut
kekurangan oksigen karena pemasukan

Berdasarkan gambar di atas, jawablah


pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Emfisema merupakan penyakit
pada paru-paru yang diakibatkan
oleh menurunnya daya elastisitas
paru-paru. Emfisema mengakibatkan terjadinya peningkatan pada
beberapa komponen udara respirasi.
Komponen udara respirasi apa saja
yang mengalami peningkatan?
b. Bagian mana yang menunjukkan
udara tetap tertinggal dalam paruparu saat bernapas normal?

Jumlah penikmat rokok di seluruh dunia meningkat seiring peningkatan jumlah


penduduk. Penelitian terbaru dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di
University of Washington menyatakan bahwa saat ini diperkirakan terdapat 52 juta perokok
di seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu dari 12 negara yang menyumbangkan
angka sebanyak 40% dari total jumlah perokok dunia. Hal ini merupakan fakta
menyedihkan yang dapat memberikan dampak negatif pada kondisi kesehatan manusia
serta biaya kesehatan di Indonesia.
Bagaimana tindakan Anda menanggapi fakta tersebut? Sebagai generasi muda
yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki pola pikir ilmiah, apa
tindakan Anda untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan?
176

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan


pada Sistem Ekskresi
Mempelajari

Proses Ekskresi
pada Manusia
Meliputi

Gangguan dan Penyakit


pada Sistem Ekskresi
Meliputi

Gangguan dan Penyakit pada Ginjal

Ginjal

Batu Ginjal
Diabetes Melitus

Fungsi Ginjal
Struktur Ginjal
Terdiri
atas

Terdiri
atas

Proses Pembentukan Urine

Anuria
Poliuria
Gangguan dan Penyakit pada Hati
Hepatitis/Radang Hati

Hati
Terdiri
atas

Fungsi Hati

Terdiri
atas

Struktur Hati

Penyakit Kuning/Jaundice
Sirosis Hati
Kanker Hati

Gangguan dan Penyakit pada Kulit

Kulit
Terdiri
atas

Nefritis
Albuminuria

Mikturasi
Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Produksi Urine

Gagal Ginjal Kronis

Xerosis

Fungsi Kulit
Struktur Kulit
Paru-Paru

Terdiri
atas

Kanker Kulit
Eksim/Dermatitis
Kusta
Jerawat
Biologi Kelas XI

177

Sumber: www.harapankeluarga.co.id

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan suatu mesin yang dapat
menghancurkan batu ginjal. Pengobatan melalui ESWL termasuk dalam terapi nonoperatif
karena tidak memerlukan pembedahan. Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam
tubuh manusia dan bagian organ dari sistem ekskresi. Sistem ekskresi adalah proses
pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh. Apa yang terjadi jika zat-zat
sisa metabolisme tersebut tidak dikeluarkan dari tubuh? Apa yang harus Anda lakukan jika
organ-organ ekskresi terkena suatu penyakit?

1.
2.
3.

178

Struktur jaringan penyusun organ pada sistem ekskresi


Proses ekskresi yang berlangsung pada setiap organ
ekskresi
Gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

Ginjal
Hati
Kulit
Paru-paru
Urine
Augmentasi
Filtrasi
Reabsorpsi

Anda telah mengetahui bahwa ginjal termasuk dalam organ ekskresi. Selain ginjal,
terdapat organ-organ lain yang berperan dalam sistem ekskresi. Sistem ekskresi bertujuan
untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dengan cara mengeluarkan zat-zat sisa
metabolisme yang tidak diperlukan tubuh. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda
bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan organ-organ ekskresi
beserta mekanismenya.Wujudkan rasa syukur itu dengan berusaha merawat dan menjaga
organ-organ ekskresi dengan baik.
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari tentang sistem ekskresi manusia meliputi proses
ekskresi pada manusia beserta gangguan dan penyakit pada sistem ekskresi. Selain itu, Anda
juga akan mempelajari tentang teknik pengobatan gangguan tersebut. Dengan demikian,
Anda dapat mengetahui cara merawat dan menjaga organ-organ ekskresi dengan baik.

A. Proses Ekskresi pada Manusia

Sistem ekskresi merupakan hal yang pokok dalam homeostasis karena sistem tersebut
membuang limbah metabolisme dan merespons terhadap ketidakseimbangan cairan
tubuh dengan cara mengeskresikan ion-ion tertentu sesuai kebutuhan (Campbell, Reece,
dan Mitchell: 2004). Macam-macam ion yang diekskresikan tersebut dipelajari dalam
ilmu Kimia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Biologi sangat berkaitan dengan
adanya ilmu Kimia.
Sistem ekskresi manusia terdiri atas beberapa macam organ ekskresi. Untuk mengenal
lebih dalam mengenai organ-organ ekskresi, coba lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Struktur dan Letak Organ-Organ Ekskresi


1.
2.

Perhatikan torso manusia yang sudah disediakan oleh Bapak atau Ibu Guru.
Amati organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi. Amati pula letak
organ-organ tersebut.
Selanjutnya, amati struktur organ-organ ekskresi dalam gambar berikut.

Sumber: www.sclerodermasociety.co.uk, www.brighterlooks.com, www.orcee.com, tobaccocommons.com

Gambar 8.1 Macam-macam organ ekskresi

3.

Diskusikan dengan teman-teman Anda untuk menjawab pertanyaanpertanyaan berikut.


a. Apa yang dimaksud dengan sistem ekskresi?
b. Organ apa saja yang menyusun sistem ekskresi?
c. Tuliskan letak organ-organ ekskresi tersebut dalam tubuh!

Biologi Kelas XI

179

d.

4.
5.

Mengapa dalam tubuh terdapat organ yang berfungsi mengeluarkan


zat sisa metabolisme?
e. Buatlah pertanyaan-pertanyaan lain mengenai struktur organ ekskresi
untuk menambah bahan diskusi!
Terapkan sikap bekerja sama, cinta damai, aktif, berani bertanya, dan
berargumentasi dengan santun agar diskusi dapat berjalan dengan lancar.
Buatlah laporan dari hasil kegiatan ini yang meliputi judul, tujuan, hasil
pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan Bapak atau Ibu Guru.
Gunakan bahasa yang baik, sopan, dan santun serta mudah dimengerti dalam
menyampaikan hasil laporan Anda.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui struktur dan letak organorgan ekskresi. Dapat diketahui bahwa organ tubuh manusia yang berperan dalam
sistem ekskresi yaitu ginjal, hati, kulit, dan paru-paru. Untuk mempelajari lebih lanjut
mengenai organ-organ tersebut, simaklah uraian berikut.
Organ ekskresi berfungsi untuk mengekskresikan zat-zat sisa metabolisme. Setiap organ
ekskresi mengekskresikan zat-zat yang berbeda melalui proses-proses yang berbeda pula.
Bagaimana proses yang terjadi dalam organ-organ tersebut? Zat apa saja yang diekskresikan
organ-organ tersebut? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Mengidentifikasi Fungsi dan Proses yang Berlangsung


dalam Organ-Organ Ekskresi Manusia
1.

2.
3.

180

Cermatilah video mengenai organ-organ ekskresi dan proses yang


berlangsung di dalamnya di alamat website berikut.
a. http://youtu.be/hXhlYKk8gw8
b. http://youtu.be/HfbyTeKNLJE
c. http://youtu.be/YS_u_HuBRQo
d. http://youtu.be/-HdHznBqOyA
Tulislah informasi-informasi penting selama Anda menyaksikan video
tersebut dalam buku tugas.
Diskusikan bersama teman-teman Anda untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Apa fungsi organ-organ ekskresi dalam sistem ekskresi?
b. Disusun oleh sel-sel apa organ-organ ekskresi tersebut?
c. Bagaimana proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme (keringat,
urine, bilirubin dan biliverdin, serta CO2 dan H2O pada organ ekskresi?
d. Susunlah beberapa pertanyaan mengenai fungsi dan proses pengeluaran
zat sisa metabolisme untuk menambah bahan diskusi Anda!
Saat melakukan diskusi cobalah untuk menerapkan sikap bekerja sama, aktif,
berani mengemukakan pendapat, dan berani bertanya agar diskusi dapat berjalan
dengan lancar.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

4.
5.

Buatlah laporan hasil diskusi kelompok Anda dengan format meliputi judul,
tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas dengan menggunakan
bahasa yang sopan dan santun serta mudah dimengerti.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mempelajari mengenai fungsi dan proses
yang berlangsung dalam organ-organ ekskresi. Selain itu, Anda juga mengetahui zatzat yang diekskresikan oleh organ-organ tersebut. Agar Anda lebih paham tentang organ, fungsi, dan proses yang berlangsung dalam sistem ekskresi, bacalah penjelasan
materi berikut.
1.

Ginjal
Ginjal manusia berwarna merah gelap
dan berbentuk mirip kacang merah.
Panjangnya 1013 cm dan lebarnya 57,5
cm. Ginjal terletak di sebelah kiri dan
kanan ruas tulang pinggang di dalam
rongga perut. Ginjal berada di bawah
diafragma, tepatnya di bawah hati pada
sisi kanan dan di bawah limfa pada sisi
kiri. Untuk mengetahui letak ginjal dalam
tubuh, amati Gambar 8.2.

Aorta
Arteri
Ginjal

Vena
Vena cava
Ureter

Uretra

Kandung
kemih

a.

Fungsi Ginjal
Sumber: Biology, Raven & Johnson
1) Menjaga keseimbangan air
Gambar 8.2 Letak ginjal dalam tubuh
dalam tubuh.
2) Membuang sisa metabolisme.
3) Mengatur kandungan elektrolit dengan menyaring zat-zat kimia yang
masih berguna bagi tubuh (natrium, fosfor, dan kalium) dan
mengembalikannya ke saluran peredaran darah.
4) Menjaga tekanan osmosis dengan cara mengatur ekskresi garam-garam,
yaitu membuang garam yang berlebihan dan menahan garam apabila
jumlahnya berkurang.
5) Menjaga asam basa cairan darah.
6) Menghasilkan eritropoietin (EPO) dan kalsitriol.

b.

Struktur Ginjal
Ginjal tersusun dari tiga bagian, yaitu korteks, medula, dan pelvis. Korteks
atau kulit ginjal merupakan bagian luar ginjal. Sementara itu, bagian sebelah
dalamnya disebut medula atau sumsum ginjal. Pelvis merupakan bagian dalam
ginjal yang berupa ruang kosong sehingga disebut juga rongga ginjal. Pada
bagian korteks terdapat nefron. Nefron merupakan unit fungsional dan
struktural terkecil pada ginjal. Pada satu unit ginjal manusia terdapat sekitar
satu juta nefron. Perhatikan Gambar 8.3!

Biologi Kelas XI

181

Glomerulus Kapsula Bowman


Nefron

Arteri renalis
Vena renalis
Ureter

da
mi
a
r
P i jal
gin
ks
Korte

Korteks

Medula
Pelvis

Tubulus
kontortus
proksimal
Tubulus
kontortus
distal
Tubulus
kolektivus

Medula

Glomerulus
Penampang ginjal

Lengkung Henle
Nefron

Sumber: Human Biology, Mike Boyle dan Kathryn Senior

Gambar 8.3 Ginjal dan bagian-bagiannya

Setiap nefron terdiri atas badan Malpighi dan saluran nefron. Badan Malpighi
mengandung glomerulus yang diselubungi oleh kapsula Bowman. Glomerulus
berupa anyaman pembuluh kapiler darah, sedangkan kapsula Bowman
berbentuk cawan berdinding tebal yang mengelilingi glomerulus. Fungsi utama
glomerulus adalah sebagai penyaring/filtrasi cairan darah. Saluran nefron terdiri
atas tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus kontortus distal.
Pada medula terdapat piramida ginjal dan piala ginjal yang mengandung
pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi untuk mengumpulkan hasil
ekskresi. Pembuluh-pembuluh itu disebut tubulus kontortus kolektivus.
Tubulus kontortus kolektivus berhubungan dengan ureter yang bermuara pada
kandung kemih (vesica urinaria). Kandung kemih berfungsi sebagai tempat
penampungan urine sementara. Jika kandung kemih telah mengandung banyak
urine, dinding kandung kemih akan tertekan sehingga otot melingkar pada
pangkal kandung kemih meregang. Akibatnya, akan timbul rasa ingin buang
air kecil. Selanjutnya, urine tersebut akan dikeluarkan melalui uretra.
Anda telah mempelajari tentang struktur ginjal manusia. Perlu Anda
ketahui bahwa struktur ginjal manusia berbeda dengan struktur ginjal hewan.
Bagaimana perbedaan struktur kedua ginjal tersebut? Nah, untuk mengetahui
jawabannya coba lakukan kegiatan berikut.

Membandingkan Struktur Ginjal Sapi dengan Ginjal Manusia


A.

182

Pendahuluan
Ginjal merupakan salah satu
organ ekskresi. Terdapat empat tipe
ginjal pada hewan Vertebrata, yaitu
pronefros, opistonefros, mesonefros,
dan metanefros. Ginjal yang terdapat
pada kelompok hewan mamalia yaitu
tipe ginjal metanefros. Secara umum,

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

ginjal tersusun dari tiga bagian, yaitu


korteks, medula, dan pelvis. Kegiatan
ini bertujuan untuk mengamati
keberadaan korteks, medula, dan pelvis pada ginjal sapi. Selanjutnya, akan
dibandingkan dengan struktur ginjal
manusia melalui pengamatan torso.

Kegiatan ini dilakukan secara


berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap bertanggung jawab, bekerja sama,
aktif, dan gotong royong. Selain itu, juga
diperlukan sikap cermat, jujur, dan
teliti untuk memperoleh data
pengamatan yang baik. Kegiatan ini
menggunakan alat-alat tajam, seperti
jarum dan pisau. Oleh karena itu,
peserta didik harus berhati-hati selama
melakukan pengamatan. Bahan
praktikum yang sudah tidak
digunakan sebaiknya ditimbun
dalam tanah agar tidak menimbulkan
bau busuk. Selain itu, peserta didik
diharapkan menggunakan alat
keselamatan kerja, seperti masker, jas
laboratorium, dan sarung tangan.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Ginjal sapi
2. Torso ginjal manusia
3. Kaca pembesar
4. Papan parafin dan satu set alat
bedah
5. Alat tulis
6. Lembar kerja praktikum

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Tempatkan ginjal sapi di atas
papan parafin. Selanjutnya,
amati morfologi ginjal sapi.
2. Potong ginjal sapi secara membujur. Selanjutnya, amati potongan
bagian dalam ginjal sapi menggunakan kaca pembesar.
3. Gambarlah struktur ginjal sapi
yang Anda amati pada lembar
kerja praktikum yang telah
disediakan. Berilah keterangan
pada bagian-bagian struktur ginjal
sapi yang dapat Anda amati.
4. Amatilah torso ginjal manusia.
Gambarlah struktur ginjal
manusia yang Anda amati pada
lembar kerja praktikum yang
telah disediakan. Berilah
keterangan pada bagian-bagian

5.
6.

struktur ginjal manusia yang


dapat Anda amati.
Bandingkan struktur ginjal sapi
dengan struktur ginjal manusia.
Catatlah hasil pengamatan Anda
dalam lembar kerja praktikum
yang telah disediakan.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana bentuk morfologi
ginjal sapi? Samakah dengan
morfologi ginjal manusia?
Jelaskan jawaban Anda!
2. Bagaimana struktur ginjal sapi
yang Anda amati?
3. Apakah terdapat perbedaan
struktur antara ginjal sapi
dengan ginjal manusia? Jelaskan
jawaban Anda!
4. Mengapa ginjal sapi dan
manusia disebut sebagai ginjal
metanefros?
5. Mengapa nefron pada sapi
lebih panjang daripada nefron
manusia?
6. Tuliskan hasil pengamatan Anda
dalam bentuk laporan dengan
format judul, tujuan, alat dan
bahan, cara kerja, hasil
pengamatan dan diskusi, serta
kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Anda telah mengetahui perbedaan antara ginjal sapi dengan
ginjal manusia. Meskipun di antara
kedua ginjal tersebut terdapat
perbedaan, kedua ginjal tersebut
merupakan tipe ginjal metanefros.
Cobalah Anda membuat suatu
rancangan percobaan untuk mengetahui struktur tipe ginjal yang lain.
Konsultasikan rancangan percobaan
Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.
Selanjutnya, lakukan percobaan
sesuai dengan rancangan yang Anda
buat. Presentasikan hasil percobaan
Anda di depan kelas.

Biologi Kelas XI

183

c.

Proses Pembentukan Urine


Proses pembentukan urine terjadi di dalam ginjal. Pembentukan urine ini
terjadi melalui serangkaian proses filtrasi (penyaringan zat-zat sisa yang
beracun), reabsorpsi (penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan
tubuh), dan augmentasi (penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh
tubuh). Perhatikan Gambar 8.4!
Tubulus kontortus distal
(terjadi proses augmentasi)
Tubulus kontortus
proksimal (terjadi
proses reabsorpsi)

Tubulus kontortus
kolektivus (terjadi
pengumpulan urine
sesungguhnya)

Kapsula Bowman
Pembuluh kapiler
glomerulus (terjadi
proses filtrasi)
Arteriola
eferen
Arteriola
aferen

Lengkung Henle

Sumber: Biology, Raven & Johnson

Gambar 8.4 Proses pembentukan urine di dalam ginjal

184

1)

Filtrasi
Pembentukan urine diawali dengan filtrasi yang terjadi di dalam
kapiler glomerulus. Di glomerulus terdapat sel-sel endotelium kapiler
yang berpori (podosit), membran basiler, dan epitel kapsula Bowman
yang dapat mempermudah proses filtrasi.
Pada proses filtrasi, sel-sel darah, trombosit, dan sebagian besar
protein plasma disaring dan diikat agar tidak turut dikeluarkan.
Sementara itu, zat-zat kecil terlarut dalam plasma darah seperti glukosa,
asam amino, natrium, kalium, klorida bikarbonat, garam lain, serta urea
melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Hasil saringan
tersebut merupakan urine primer (filtrat glomerulus). Jadi, urine primer
komposisinya masih serupa dengan darah tetapi tidak mengandung
protein dan tidak mengandung elemen seluler, contoh sel darah merah.
Cairan filtrasi dari glomerulus akan masuk ke tubulus dan mengalami
reabsorpsi.

2)

Reabsorpsi
Pada proses ini terjadi reabsorpsi zat-zat berikut.
a) Reabsorpsi air
Pada keadaan normal, sekitar 99% dari air yang menembus
membran filtrasi akan direabsorpsi sebelum mencapai ureter.
Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal yang dilakukan
secara pasif melalui proses osmosis.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

b)

c)

3)

Reabsorpsi zat tertentu


Reabsorpsi zat-zat tertentu dapat terjadi secara transpor aktif dan
difusi. Zat-zat yang mengalami reabsorpsi pada tubulus kontortus
proksimal yaitu ion Na+, K+, PO4, dan NO3.
Reabsorpsi zat yang penting bagi tubuh
Zat-zat penting yang secara aktif direabsorpsi yaitu asam amino,
glukosa, asam asetoasetat, dan vitamin. Pada saluran menurun
lengkung Henle, reabsorpsi air terus berlangsung. Di saluran menurun
ini, epitelium transpor sangat permeabel terhadap air, tetapi sangat
tidak permeabel terhadap garam dan zat terlarut lainnya. Sebaliknya,
saluran menaik lengkung Henle lebih permeabel terhadap garam dan
tidak permeabel terhadap air.
Setelah terjadi reabsorpsi di tubulus kontortus proksimal dan
sepanjang saluran lengkung Henle, tubulus akan menghasilkan urine
sekunder. Pada urine sekunder zat-zat yang masih diperlukan tidak
akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme
yang bersifat racun akan bertambah, misal konsentrasi urea sebesar
0,03% dalam urine primer dapat mencapai 2% dalam urine sekunder.

Augmentasi
Augmentasi atau sekresi tubular adalah proses penambahan zat-zat
yang tidak diperlukan oleh tubuh ke dalam tubulus kontortus distal. Selsel tubulus menyekresi ion hidrogen (H+), ion kalium (K+), amonium (NH3),
urea, kreatinin, dan racun ke dalam lumen tubulus melalui proses difusi.
Ion-ion ini kemudian menyatu dengan urine sekunder.
Pada tahap augmentasi juga berlangsung proses pembersihan zatzat sisa dari dalam tubuh. Dari proses augmentasi ini akan dihasilkan
urine sesungguhnya. Urine yang terbentuk akan disimpan sementara di
kandung kemih. Setelah itu, urine akan dikeluarkan dari tubuh melalui
uretra. Komposisi urine yang dikeluarkan yaitu 96% air, 1,5% garam, 2,5%
urea, dan sisa substansi lain seperti pigmen empedu. Pigmen empedu
berfungsi memberi warna pada urine.

d.

Mikturasi
Mikturasi adalah proses pengeluaran urine dari dalam tubuh. Jika dalam
kandung kemih tersimpan urine sekitar 200300 ml, akan timbul refleks rasa
ingin buang air kecil. Proses mikturasi dimulai dari ginjalureterkandung
kemihuretra. Zat yang terkandung dalam urine di antaranya air, garam, urea,
dan sisa substansi lain seperti pigmen empedu.

e.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Urine


1) Hormon Antidiuretik
Pada saat tubuh kekurangan cairan, konsentrasi air dalam darah akan
menurun. Akibatnya, sekresi ADH meningkat dan dialirkan oleh darah
menuju ginjal. ADH meningkatkan permeabilitas sel terhadap air dan
permeabilitas saluran pengumpul. Dengan demikian, air akan berdifusi
keluar dari pipa pengumpul, lalu masuk ke darah. Keadaan tersebut dapat
memulihkan konsentrasi air dalam darah. Akibatnya, urine yang
dihasilkan lebih sedikit dan pekat.
Biologi Kelas XI

185

2)

3)

4)

5)

6)

7)

Usia
Anak balita lebih sering mengeluarkan urine karena belum bisa mengendalikan
rangsangan untuk mikturasi. Selain itu, anak balita juga mengonsumsi lebih banyak
makanan yang berwujud cairan sehingga urine yang dihasilkan lebih banyak.
Sementara itu, pengeluaran urine pada lanjut usia akan lebih sedikit. Penurunan
jumlah urine dikarenakan setelah usia 40 tahun, jumlah nefron yang berfungsi
akan menurun kira-kira 10% setiap tahun. Kondisi ini akan mengurangi kemampuan
ginjal dalam memproses pengeluaran urine.
Gaya Hidup dan Aktivitas
Pada seseorang yang sering berolahraga, urine yang terbentuk akan lebih sedikit
dan lebih pekat. Hal ini karena cairan tubuh lebih banyak digunakan untuk
membentuk energi. Oleh karena itu, cairan yang dikeluarkan lebih banyak dalam
bentuk keringat.
Kondisi Kesehatan
Seseorang yang sehat produksi urinenya berbeda dengan orang yang sakit.
Orang yang sedang sakit bisa mengeluarkan urine lebih banyak ataupun lebih sedikit
tergantung pada jenis penyakit yang diderita.
Psikologis
Orang cemas, aktivitas metabolismenya akan lebih cepat sehingga akan lebih
sering mengeluarkan urine.
Cuaca
Apabila cuaca panas, cairan tubuh lebih banyak dikeluarkan dalam bentuk
keringat. Jika cuaca dingin cairan tubuh akan dikeluarkan dalam bentuk urine.
Jumlah Air yang Diminum
Apabila mengonsumsi banyak air minum, konsentrasi protein dalam darah
akan menurun. Kondisi ini dapat mengakibatkan penurunan tekanan koloid protein sehingga tekanan filtrasi kurang efektif. Akibatnya, volume urine yang diproduksi
akan meningkat.

Anda telah mempelajari organ-organ ekskresi beserta proses-proses yang terjadi di


dalamnya. Salah satu organ ekskresi yaitu ginjal yang mengekskresikan urine. Produksi urine
orang normal dan orang sakit berbeda. Selain itu, kandungan di dalamnya pun juga berbeda.
Apakah perbedaan tersebut? Lakukan kegiatan berikut untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Melakukan Uji Urine Orang Sehat dan Orang Sakit Diabetes Melitus
A.

186

Pendahuluan
Urine merupakan salah satu zat
sisa yang diekskresikan dari tubuh.
Urine mengandung zat-zat yang
sudah tidak berguna bagi tubuh.
Namun, kandungan urine orang
sehat dan orang sakit berbeda.
Kegiatan ini bertujuan menguji

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

kandungan urine orang sehat dan


orang sakit diabetes melitus.
Sebelum melakukan praktikum
ini, mintalah sampel urine orang yang
menderita penyakit diabetes melitus
di rumah sakit. Selanjutnya,
simpanlah urine tersebut dalam botol.
Dalam botol lain, simpanlah juga

urine orang sehat (urine Anda).


Bawalah kedua sampel urine tersebut
pada saat praktikum dilaksanakan.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap bertanggung jawab, bekerja sama,
aktif, dan gotong royong dalam
setiap tindakan. Dalam melakukan
pengamatan diperlukan sikap teliti,
cermat, dan jujur. Selain itu,
diperlukan sikap hati-hati dalam
merancang percobaan karena
terdapat alat-alat yang terbuat dari
kaca. Pada saat melaksanakan
kegiatan perlu dikenakan perlengkapan berupa jas praktikum dan
sarung tangan.
B.

C.

Apa yang Diperlukan?


1. Alat tulis
2. Tabung reaksi
3. Rak tabung reaksi
4. Kertas indikator pH universal
5. Penjepit tabung reaksi
6. Pembakar spiritus
7. Korek api
8. Urine orang sehat
9. Urine penderita diabetes melitus
(DM)
10. Larutan Biuret
11. Larutan Benedict/Fehling A
dan B
12. Larutan AgNO3
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Mengukur pH urine
a. Siapkan dua tabung reaksi
serta beri label A dan B.
b. Masukkan 1 ml urine sehat
pada tabung A dan 1 ml
urine penderita diabetes
melitus (DM) pada tabung B.
c. Masukkan kertas indikator
pH universal pada kedua
tabung tersebut serta amati
perubahan warna yang
terjadi.

d.

2.

3.

4.

5.

Cocokkan warna dengan


standar pH.
e. Tulislah hasilnya ke dalam
tabel pengamatan.
Mengidentifikasi kandungan
amonia dalam urine
a. Panaskan tabung A dan
tabung B dari percobaan 1
menggunakan pembakar
spiritus.
b. Identifikasilah bau yang
timbul.
c. Tulislah hasilnya ke dalam
tabel pengamatan.
Menguji kandungan klorida
dalam urine
a. Siapkan dua tabung reaksi
serta berilah label C dan D.
b. Masukkan 2 ml urine orang
sehat pada tabung C dan
2 ml urine penderita DM
pada tabung D.
c. Tambahkan 5 tetes larutan
AgNO 3 5% pada kedua
tabung tersebut.
d. Cermati apa yang terjadi
pada tabung tersebut.
e. Catat hasilnya pada tabel
pengamatan.
Menguji kandungan protein
a. Siapkan dua tabung reaksi
serta berilah label E dan F.
b. Masukkan 2 ml urine orang
sehat pada tabung E dan
2 ml urine penderita DM
pada tabung F.
c. Tambahkan 5 tetes larutan
Biuret dan diamkan selama
lima menit.
d. Amati perubahan warna
yang terjadi.
e. Catat hasilnya pada tabel
pengamatan.
Menguji kandungan glukosa
a. Siapkan dua tabung reaksi
serta berilah label G dan H.

Biologi Kelas XI

187

b.

Masukkan 2 ml urine sehat


pada tabung G dan 2 ml
urine penderita DM pada
tabung H.
Tambahkan 5 tetes larutan
Benedict atau larutan
Fehling A dan B.
Panaskan kedua tabung
tersebut menggunakan
pembakar spiritus. Selanjutnya, amatilah perubahan
warna yang terjadi.
Catatlah hasilnya pada tabel
pengamatan.

c.
d.

e.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Berapakah pH urine orang sehat
dan orang yang menderita DM?
2. Bau apakah yang timbul dari
hasil
pemanasan
urine?
Bagaimana perbedaan antara
bau urine orang sehat dengan
orang yang menderita DM?
3. Peristiwa apa yang terjadi pada
urine orang sehat dengan urine
orang yang menderita DM setelah
ditambah dengan AgNO3?
2.

4.

5.

6.

F.

Peristiwa apa yang terjadi pada


urine orang sehat dengan urine
orang yang menderita DM setelah
ditambah dengan larutan Biuret?
Peristiwa apa yang terjadi pada
urine orang sehat dengan urine
orang yang menderita DM setelah
ditambah dengan larutan
Benedict dan dipanaskan?
Buatlah laporan hasil praktikum
dengan format meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara kerja,
hasil pengamatan dan diskusi,
serta kesimpulan.

Unjuk Kreativitas
Cobalah Anda identifikasi kandungan urine orang yang mempunyai
penyakit selain diabetes melitus,
misalnya penyakit albuminuria.
Bandingkan dengan urine orang
sehat. Kemudian, tulislah hasil
pengamatan Anda dalam buku tugas.
Selanjutnya, kumpulkan hasilnya
kepada Bapak atau Ibu Guru Anda.

Hati
Hati merupakan organ viseral (dalam rongga abdomen) terbesar yang terletak
di bawah kerangka iga. Pada kondisi hidup, hati berwarna merah tua karena kaya
persediaan darah dan kaya nutriea dari vena portal dan vena hepatika (Syaifuddin,
2011). Organ hati mempunyai berat sekitar 1,5 kg atau sekitar 35% dari berat badan.
a.

188

Fungsi Hati
1) Tempat Menyimpan Energi
Hati menyimpan energi dalam bentuk glikogen. Glikogen dibentuk
dari glukosa.
2) Menyimpan Vitamin-Vitamin
Hati mengumpulkan dan menyimpan persediaan vitamin A, D, E,
dan K. Vitamin ini dapat disimpan hingga dua sampai empat tahun.
3) Sebagai Pabrik Kimia Tubuh
Beberapa protein penting yang ditemukan dalam darah dihasilkan
oleh hati. Protein tersebut antara lain albumin, globin, dan globulin. Selain
itu, dalam hati dihasilkan zat kimia lain yaitu fibrinogen dan protrombin.
4) Sebagai Pembersih atau Detoksifikasi
Hati membantu membersihkan zat-zat racun, seperti obat dan alkohol
dari aliran darah.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

5)

b.

Sebagai Alat Ekskresi


Fungsi hati sebagai
alat ekskresi yaitu mengekskresikan cairan empedu
Hati
Arteri
secara terus-menerus.
hepatika
Kantong
Cairan empedu menganempedu
dung air, asam empedu,
Vena porta
garam empedu, kolesterol,
hepatika
Saluran
fosfolipid (lesitin), zat
empedu
warna empedu (pigmen
Pankreas
bilirubin dan biliverdin),
Usus halus
serta beberapa ion.
Sumber:
Biology,
Raven
&
Johnson
Cairan empedu berperan mencerna dan meng- Gambar 8.5 Organ hati sebagai alat ekskresi
elmusikan lemak dalam
usus, mengaktifkan lipase, mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi
zat yang larut dalam air, serta membentuk urea dan amonia. Cairan empedu
berasal dari penghancuran hemoglobin dari eritrosit yang telah tua.
Hemoglobin ini akan diuraikan menjadi hemin, zat besi, dan globin. Zat besi
dan globin digunakan dalam pembentukan antibodi atau hemoglobin baru.
Sementara itu, hemin akan dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin.
Bilirubin dan biliverdin merupakan zat warna bagi empedu dan mengandung
warna hijau-biru. Zat warna tersebut di dalam usus akan mengalami oksidasi
menjadi urobilin. Urobilin kemudian diekskresikan dari dalam tubuh dan
memberi warna kekuningan pada feses dan urine.

Struktur Hati
Hati terdiri atas dua
Kanalikuli
lobus utama, yaitu lobus
Sinusoid Sel kupffer
Saluran
empedu
kiri dan kanan, dengan
posisi sedikit saling
menindih. Lobus kanan
Hepatosit
memiliki dua lobus yang
Vena
salah satunya berukuran
porta
hepatika
lebih kecil. Setiap lobus
terdiri atas banyak lobuArteri
hepatika
lus. Lobulus merupakan
unsur terkecil yang meVena sentral
nyusun hati. Sementara
Lakuna
itu, jaringan hati tersusun
dari sel-sel hepatosit. Sumber: New Understanding Biology, Glenn and Susan Toole
Antarlapisan hepatosit Gambar 8.6 Struktur hati
dipisahkan oleh lakuna, sedangkan antara hepatosit satu dengan hepatosit
yang lain dipisahkan oleh kanalikuli.
Bagian luar hati dilindungi oleh kapsula hepatika. Dalam jaringan hati
terdapat beberapa pembuluh darah, yaitu arteri hepatika dan vena porta
hepatika. Pertemuan antara pembuluh arteri hepatika dan vena porta hepatika

Biologi Kelas XI

189

membentuk sinusoid. Pada sinusoid terjadi spesialisasi sel yang membentuk


sel kupffer. Sel ini bertugas memfagositosis organisme asing atau zat-zat
berbahaya. Dari fagositosis ini akan menghasilkan bilirubin. Bilirubin kemudian
diekskresikan oleh kanalikuli dalam wujud empedu.
3.

Kulit
Kulit merupakan lapisan terluar yang membungkus seluruh permukaan tubuh
manusia. Sebagian besar kulit ditumbuhi rambut.
a. Fungsi Kulit
1) Proteksi
Kulit berfungsi melindungi organ tubuh dari kontak mekanis yang
dapat mengakibatkan cedera dan melindungi tubuh dari kontak langsung
dengan sinar matahari. Sementara itu, produksi keringat dan minyak pada
kulit membuat lapisan kulit bersifat asam. Kondisi ini berfungsi melindungi
tubuh dari infeksi jamur dan bakteri.
2) Regulator Suhu
Kulit melakukan fungsi ini dengan cara memproduksi keringat dan
mengkonstriksikan pembuluh darah dalam kulit.
3) Penentu Warna Kulit
Warna kulit salah satunya ditentukan oleh kandungan melanosit
pada kulit.
4) Pembentukan Vitamin D
Vitamin D dibentuk dari provitamin D yang terdapat di bawah kulit
dengan bantuan sinar matahari.
5) Ekskresi
Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi mengeluarkan keringat. Kelenjar
keringat menyerap air dan garam dari darah di pembuluh kapiler. Keringat
yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit akan menyerap panas tubuh
sehingga suhu tubuh tetap stabil.
b.

Kelenjar keringat
Epidermis
Dermis
Jaringan
lemak













  

190

Struktur Kulit
Kulit merupakan organ
terluas yang menutupi
seluruh tubuh dengan luas
keseluruhan kurang lebih
2 m2. Ketebalan kulit pada
setiap bagian tubuh
berbeda-beda (0,55 mm)
dan rata-rata ketebalannya
12 mm. Berdasarkan
strukturnya, kulit terdiri atas
dua lapisan, yaitu epidermis (kulit ari) dan dermis
(kulit jangat). Perhatikan
Gambar 8.7!

Kelenjar minyak

Lemak
Folikel rambut

Sumber: Human Biology, Mike Boyle dan Kathryn Senior

Gambar 8.7 Struktur kulit

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

Kapiler darah

4.

1)

Epidermis
Epidermis terdiri atas beberapa lapis berikut.
a) Stratum korneum (lapisan tanduk), merupakan lapisan kulit yang
paling luar, tersusun dari sel-sel mati yang bersifat keras, tahan
terhadap air, dan selalu mengelupas (deskuamasi).
b) Stratum lusidum, tersusun dari sel-sel yang tidak berinti dan berfungsi
mengganti stratum korneum.
c) Stratum granulosum, tersusun dari sel-sel yang berinti dan
mengandung pigmen melanin.
d) Stratum germinativum, tersusun dari sel-sel yang selalu membentuk
sel-sel baru ke arah luar.

2)

Dermis
Dermis merupakan lapisan yang terletak di bawah epidermis. Lapisan
yang biasa disebut jangat ini di dalamnya terdapat akar rambut, pembuluh
darah, kelenjar, dan saraf. Kelenjar yang terdapat di lapisan ini adalah
kelenjar keringat (glandula sudorifera) dan kelenjar minyak (glandula sebasea).
Kelenjar keringat menghasilkan keringat yang di dalamnya terlarut berbagai
garam, terutama NaCl. Keringat dialirkan melalui saluran kelenjar keringat
dan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui pori-pori. Di dalam kantong
rambut terdapat akar rambut dan batang rambut. Kelenjar minyak
menghasilkan minyak yang berfungsi meminyaki rambut agar tidak kering.
Rambut dapat tumbuh terus karena mendapat sari-sari makanan dari
pembuluh kapiler di bawah kantong rambut. Di dekat akar rambut terdapat
otot penegak rambut.
Di bawah dermis terdapat jaringan lemak atau lapisan hipodermis.
Jaringan lemak berfungsi sebagai makanan cadangan, pelindung tubuh
terhadap benturan, dan menahan panas tubuh.

Paru-Paru
Manusia memiliki sepasang paru-paru yang
terletak di rongga dada. Paru-paru mempunyai fungsi
utama sebagai alat pernapasan. Oleh karena paru-paru
juga berperan mengekskresikan zat sisa metabolisme
maka organ ini juga berperan sebagai alat ekskresi.
Dalam sistem ekskresi paru-paru berfungsi
mengeluarkan karbon dioksida (CO2) dan uap air
(H2O). Karbon dioksida dan uap air berdifusi di dalam
alveolus kemudian dikeluarkan melalui lubang hidung.
Perhatikan Gambar 8.8!

Sumber: Inquiry into Life, S. Mader

Gambar 8.8 Paru-paru sebagai


organ ekskresi

Biologi Kelas XI

191

Anda telah mempelajari sistem ekskresi pada manusia. Sistem ekskresi terdiri
atas beberapa organ ekskresi. Organ-organ tersebut disusun oleh beberapa jenis
jaringan yang berbeda-beda sesuai fungsinya. Apakah Anda mengetahui jaringan
penyusun organ-organ tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan kegiatan
berikut.

Mengidentifikasi Jaringan Penyusun Nefron, Alveolus, dan Kulit


A.

B.

192

Pendahuluan
Setiap organ ekskresi memiliki
struktur yang berbeda-beda disesuaikan fungsinya. Ginjal tersusun dari
unit-unit kecil yang disebut nefron.
Ginjal berfungsi untuk mengekskresikan urine. Di dalam paru-paru
terdapat alveolus. Paru-paru
berfungsi untuk mengekskresikan
CO2 dan H2O. Di lapisan dermis kulit
terdapat kelenjar keringat. Kulit
berfungsi untuk mengekskresikan
keringat. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengetahui struktur dari nefron,
alveolus, dan kulit.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga dibutuhkan
sikap bertanggung jawab, bekerja sama,
aktif, dan gotong royong dalam setiap
tindakan. Saat melakukan kegiatan ini
menggunakan mikroskop dan
preparat awetan, maka dalam
pemakaiannya diharapkan agar lebih
berhati-hati. Selain itu, untuk
mendapatkan data atau gambar yang
jelas dibutuhkan sikap teliti, cermat,
dan jujur.
Apa yang Diperlukan?
1. Alat tulis
2. Beberapa jenis preparat awetan
seperti berikut.
a. Preparat awetan nefron
b. Preparat awetan alveolus
c. Preparat awetan kulit

3.
4.
C.

Mikroskop
Lembar kerja praktikum

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Siapkan mikroskop dan beberapa
macam preparat awetan.
2. Letakkan preparat awetan nefron
pada meja preparat dalam
mikroskop.
3. Amati gambar preparat tersebut
mulai dari perbesaran lemah
kemudian diganti dengan perbesaran kuat sampai diperoleh
gambar yang jelas. Hati-hati saat
memindahkan lensa jangan
sampai lensa menyentuh
preparat yang diamati.
4. Gambarlah hasil pengamatan
tersebut lengkap dengan bagianbagiannya dalam lembar kerja
yang sudah disediakan.
5. Carilah gambar struktur nefron
dari beberapa literatur. Bandingkan dengan gambar hasil
pengamatan Anda.
6. Ulangi langkah 25 untuk
mengamati alveolus dan kulit.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana struktur nefron, alveolus, dan kulit?
2. Sebutkan jaringan yang menyusun nefron, alveolus, dan
kulit!

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

3.

4.

Apa fungsi dari nefron, alveolus,


dan kulit dalam sistem ekskresi?
Kaitkan jawaban Anda dengan
struktur jaringan yang menyusunnya!
Buatlah laporan hasil praktikum
dengan format meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara kerja,
hasil pengamatan dan diskusi,
serta kesimpulan.

E.

Unjuk Kreativitas
Anda telah mengamati struktur
nefron, alveolus, dan kulit. Sekarang
coba buatlah gambar dari organ-organ
tersebut secara berkelompok pada
selembar kertas berukuran 50 cm
50 cm. Setiap kelompok membuat
satu gambar. Kembangkan daya
kreativitas kelompok Anda untuk
membuat gambar yang menarik dan
jelas. Kumpulkan gambar yang Anda
peroleh kepada Bapak atau Ibu Guru
Anda.

Dalam ilmu Kedokteran dikenal adanya teknik transplantasi ginjal. Teknik


transplantasi ginjal bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan harapan hidup bagi
penderita gagal ginjal. Dalam transplantasi ginjal ada pasien gagal ginjal (resipien)
dan pendonor ginjal. Namun, akhir-akhir ini transplantasi ginjal disalahgunakan.
Beberapa orang ingin memperoleh keuntungan dengan menjual ginjalnya untuk
kepentingan transplantasi ginjal. Harga ginjal yang ditawarkan mencapai puluhan
juta rupiah. Jika di sekitar Anda ada orang yang menjual ginjalnya karena keuntungan,
bagaimanakah sikap dan tindakan Anda?

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan proses pembentukan urine! Sajikan dalam bentuk tabel!


Mengapa orang yang berolahraga lebih banyak mengeluarkan keringat?
Dalam sistem ekskresi, hati berperan untuk mengekskresikan cairan empedu. Apa
saja fungsi cairan empedu?
Bagaimana hubungan antara paru-paru sebagai alat pernapasan dengan paruparu sebagai alat ekskresi?
Jelaskan tiga bagian struktur ginjal!

Biologi Kelas XI

193

B. Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi

Organ-organ ekskresi dapat mengalami gangguan dan penyakit. Gangguan dan


penyakit apa saja yang terjadi pada organ-organ ekskresi? Bagaimana cara mencegah
gangguan dan penyakit tersebut? Kerjakan tugas berikut agar Anda dapat menjelaskan
gangguan dan penyakit yang terjadi dalam sistem ekskresi.

Mengidentifikasi Gangguan dan Penyakit pada Sistem Ekskresi


1.

2.
3.
4.

5.
6.

Perhatikan artikel mengenai gangguan dan penyakit yang dapat menyerang


sistem ekskresi di alamat website berikut.
a. http://goo.gl/Fsr1Gh
b. http://goo.gl/PudKeE
Carilah tambahan informasi mengenai gangguan dan penyakit yang menyerang
sistem ekskresi dari berbagai sumber (buku-buku referensi dan majalah).
Catatlah informasi-informasi penting berdasarkan artikel dalam alamat website
tersebut dan dari literatur yang Anda baca.
Ajaklah teman Anda untuk memecahkan permasalahan-permasalahan berikut.
a. Gangguan atau penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem ekskresi?
b. Apa penyebab timbulnya penyakit tersebut?
c. Bagaimana cara mencegah penyakit tersebut?
d. Buatlah beberapa pertanyaan yang lain berdasarkan literatur yang Anda
baca untuk menambah bahan diskusi Anda!
Saat berdikusi, cobalah untuk bersikap responsif dan proaktif dengan
mengemukakan pendapat secara ilmiah dan kritis.
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul,
tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas dengan penuh percaya diri dan
menggunakan bahasa yang santun serta mudah dipahami.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui penyakit-penyakit yang terjadi


pada sistem ekskresi. Beberapa gangguan atau penyakit pada sistem ekskresi dapat
Anda cermati dalam tabel berikut.
Tabel 8.1 Gangguan atau Penyakit pada Sistem Ekskresi
Kulit

Paru-Paru

Hati

Ginjal
1

Batu ginjal

Hepatitis

Asma

Xerosis

Gagal ginjal kronis

Penyakit kuning

Tuberkulosis (TBC)

Kanker kulit

Diabetes melitus

Sirosis hati

Pneumonia

Eksim atau dermatitis

Nefritis

Kanker hati

Emfisema

Kusta atau lepra

Albuminuria

Pleuritis

Jerawat

Anuria

Poliuria

Penjelasan mengenai penyebab dan penanganan gangguan atau penyakit pada sistem
ekskresi dapat Anda akses melalui alamat website http://goo.gl/vs47D8 dan http://goo.gl/Fsr1Gh.

194

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

Peranan ginjal sangat penting bagi tubuh.


Ginjal berperan untuk menyaring zat-zat kimia
yang masih berguna bagi tubuh dan
mengembalikannya ke saluran peredaran
darah. Apabila pada ginjal terjadi gangguan,
dapat berakibat fatal. Gangguan tersebut terjadi
akibat adanya kelainan pada ginjal atau
komplikasi penyakit sistemik. Apabila
gangguan pada ginjal masih ringan, ginjal
dapat sembuh sempurna jika penyebabnya
dapat diatasi. Sebaliknya, apabila gangguan
tersebut memburuk maka bisa menjadi gagal
ginjal akut. Apabila terjadi gagal ginjal akut,
salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu
dengan membuat ginjal buatan melalui metode
dialisis. Metode pengobatan seperti ini lebih
dikenal dengan nama hemodialisis (cuci darah).
Bagaimana prinsip dialisis dalam pengobatan
gagal ginjal? Lakukan kegiatan berikut untuk
mengetahuinya.

Untuk memperluas pengetahuan Anda mengenai teknologi


cuci darah, bacalah sumbersumber lain yang relevan. Salah
satunya, bacalah artikel pada
website berikut.
a. http://goo.gl/G7UB4K
b. http://goo.gl/wLL3t5
c. http://goo.gl/co5Jko
Berdasarkan artikel yang Anda
baca, cobalah Anda kembangkan
kreativitas
Anda
untuk
menemukan inovasi-inovasi baru
yang dapat digunakan untuk
mengatasi gangguan pada alat
ekskresi.

Menganalisis Artikel Prinsip Dialisis


1.
2.
3.

4.

Carilah artikel mengenai cuci darah serta prinsip dialisis dari berbagai
literatur seperti buku-buku yang relevan dan internet.
Bacalah dengan cermat artikel yang Anda peroleh dan catatlah informasiinformasi penting dari artikel tersebut.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, jawablah pertanyaanpertanyaan berikut.
a. Bagaimana proses cuci darah pada penderita ginjal dilakukan?
b. Apa saja yang harus disiapkan penderita ketika hendak melakukan
cuci darah?
c. Setiap berapa lama periode waktu cuci darah dilakukan?
d. Mengapa teknologi cuci darah memiliki kemiripan dengan fungsi
ginjal?
e. Apakah ada solusi lain cara mengatasi gagal ginjal?
Buatlah resume dari kegiatan ini dan kumpulkan kepada Bapak atau Ibu
Guru. Terapkan sikap bertanggung jawab, jujur, dan disiplin dalam
mengerjakan tugas ini.

Biologi Kelas XI

195

Anda telah memahami dan mempelajari proses terbentuknya urine. Urine


merupakan zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh. Meskipun urine
termasuk zat sisa metabolisme, banyak orang yang memanfaatkan urine sebagai
pengobatan alternatif dengan meminum urine atau mengoleskan urine di tempat yang
terasa sakit. Bagaimana sikap dan tindakan Anda jika di lingkungan Anda ada yang
melakukan hal tersebut?

1.
2.
3.
4.
5.

Bagaimana tanda-tanda orang yang menderita kencing manis?


Kerusakan pada sel hati dapat mengakibatkan penyakit sirosis hati (pengerasan
organ hati). Bagaimana cara mencegah timbulnya penyakit sirosis hati!
Sebutkan lima macam penyakit yang dapat terjadi pada kulit!
Sebutkan dua macam penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri!
Penyakit apa yang terjadi jika dalam urine mengandung albumin maupun
protein?

Anda telah mempelajari tentang sistem ekskresi. Salah satu organ yang berperan
dalam sistem ekskresi yaitu ginjal. Ginjal berfungsi mengekskresikan urine.
Pembentukan urine berlangsung di dalam nefron ginjal. Untuk memperdalam
pengetahuan Anda tentang mekanisme pembentukan urine, buatlah sebuah alat peraga
tentang mekanisme pembentukan urine. Dalam pembentukan peraga alat, gunakanlah
barang-barang tidak terpakai yang ada di lingkungan sekitar. Kembangkan ide
kreativitas Anda dalam membuat alat peraga. Selanjutnya, presentasikan alat peraga
di depan kelas. Kemudian, kumpulkan alat peraga kepada Bapak atau Ibu Guru.

196

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

1.
2.

3.

4.

Sistem ekskresi merupakan suatu proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme


yang tidak diperlukan oleh tubuh.
Organ ekskresi dan zat yang diekskresikan manusia sebagai berikut.
a. Ginjal, mengekskresikan urine.
b. Hati, mengeksresikan cairan empedu.
c. Paru-paru, mengekskresikan karbon dioksida dan air.
d. Kulit, mengekskresikan keringat.
Proses pembentukan urine melalui tiga tahap yaitu filtrasi (penyaringan zat-zat
sisa yang beracun), reabsorpsi (penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan
tubuh), dan augmentasi (penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh
tubuh).
Gangguan yang terjadi pada organ-organ ekskresi.
a. Organ ginjal: batu ginjal, diabetes melitus, gagal ginjal, nefritis, albuminuria,
anuria, dan poliuria.
b. Organ hati: hepatitis, penyakit kuning, sirosis hati, dan kanker hati.
c. Organ kulit: xerosis, kanker kulit, dermatitis, dan jerawat.
d. Organ paru-paru: asma, TBC, pneumonia, emfisema, pleuritis, dan asfiksi.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Perhatikan gambar nefron berikut!

Nama bagian yang ditunjuk oleh anak


panah beserta fungsinya dalam tabel
berikut yang benar adalah . . . .
Nama
Bagian

Fungsi

a.

Glomerulus

Sebagai penyaringan zat-zat sisa


yang beracun

b.

Kapsula
Bowman

Sebagai pelindung glomerulus

c.

Tubulus
kolektivus

Sebagai tempat pengumpulan


urine sesungguhnya

d.

Tubulus
kontortus
distal

Sebagai tempat penambahan zat


sisa yang tidak diperlukan lagi
oleh tubuh

e.

Tubulus
kontortus
proksimal

Sebagai tempat penyerapan


kembali zat-zat yang masih
diperlukan oleh tubuh

Biologi Kelas XI

197

2. Irwan merasa ginjalnya sakit.


Kemudian, Irwan memeriksakan ke
rumah sakit. Ternyata hasil tes urine
Irwan mengandung sel darah merah.
Berdasarkan data yang diperoleh, Irwan
kemungkinan mengalami . . . .
a. kekurangan hormon insulin
b. iritasi akibat gesekan batu ginjal
c. pengendapan di dalam rongga
ginjal
d. kerusakan ginjal secara keseluruhan
e. kerusakan pada membran kapsul
endotelium
3. Perhatikan gambar berikut!

5. Perhatikan skema pembentukan urine


di bawah ini!
Darah
X
Urine
Primer

Urine
Sekunder

Urine
Sebenarnya

Proses yang terjadi pada huruf X dan Z


secara berurutan adalah . . . .
a. reabsorpsi dan filtrasi
b. filtrasi dan reabsorpsi
c. filtrasi dan augmentasi
d. augmentasi dan filtrasi
e. reabsorpsi dan augmentasi
6. Cermati gambar grafik berikut!
Suhu Tubuh (C)
38

37
T

Bagian yang ditunjuk oleh huruf T dan


U berturut-turut memiliki fungsi . . . .
a. penerima rangsang dan penghasil
minyak
b. menghasilkan keringat dan
penerima rangsang
c. menghasilkan minyak dan menghasilkan keringat
d. menghasilkan keringat dan penerima rangsang
e. melindungi jaringan di bawahnya
dan menghasilkan keringat
4. Organ yang berfungsi sebagai sistem
pernapasan dan sistem ekskresi adalah
paru-paru. Fungsi paru-paru dalam
sistem ekskresi adalah . . . .
a. memfiksasi oksigen
b. mengatur homeostatis
c. mengatur osmoregulasi
d. mengeluarkan CO2 dan H2O
e. mengeluarkan cairan empedu

198

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

36
35
0

20

40

60

80

Waktu
(Menit)

Grafik tersebut menunjukkan suhu


tubuh dari seorang atlet lari sprint 100
meter yang sedang beraktivitas.
Berdasarkan grafik, terlihat adanya
penurunan suhu tubuh atlet yang
ditunjukkan oleh huruf XY.
Kemungkinan aktivitas atlet yang
mengakibatkan penurunan suhu tubuh
adalah . . . .
a. melakukan awalan lari
b. berlari sekencang-kencangnya
c. menantikan aba-aba start dari wasit
d. memulai lari pada 10 meter pertama
e. melewati garis finish dan
mengurangi kecepatan

7. Seseorang yang rutin berolahraga dan


minum air dengan volume yang sama
setiap hari, diambil sampel urinenya
sebanyak lima kali. Berdasarkan tabel
berikut,
sampel
mana
yang
dikumpulkan pada saat suhu udara
tinggi?

a.
b.
c.
d.
e.

Volume Urine yang


Dihasilkan (dm3)

Volume Keringat yang


Dihasilkan (dm3)

1,5
0,8
0,8
0,4
0,4

0,8
0,8
1,5
0,8
1,5

8. Perhatikan gejala-gejala penyakit


berikut!
1) Perut kembung dan banyak angin.
2) Perut mengeras dan membesar.
3) Demam, meriang, dan tubuh sulit
digerakkan.
Gejala-gejala di atas menunjukkan
adanya penyakit . . . .
a. xerosis
d. sirosis hati
b. dermatitis
e. hepatitis
c. kanker hati
9. Perhatikan gejala-gejala penyakit hati
berikut!
1) Nyeri pada daerah ulu hati.
2) Warna kulit dan mata menjadi
kuning.
3) Air kencing berwarna gelap.
4) Demam, lelah, dan pusing.
5) Bilirubin dalam tubuh meningkat.
Gejala penyakit kuning (jaundice)
terdapat pada nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
d. 2), 4), dan 5)
b. 1), 3), dan 5)
e. 3), 4), dan 5)
c. 2), 3), dan 4)
10. Perhatikan hasil pengujian sampel
urine berikut!
1) Urine awal berwarna jernih.
2) Urine diuji dengan larutan Biuret
berubah menjadi warna ungu.
Berdasarkan data tersebut, pasangan
antara bagian ginjal yang mengalami

kerusakan beserta nama gangguan yang


dialami dalam tabel yang benar adalah
....
a.
b.
c.
d.
e.

Bagian Ginjal yang Rusak

Nama Gangguan

Glomerulus
Glomerulus
Kapsula Bowman
Tubulus kontortus distal
Tubulus kontortus proksimal

Oligouria
Albuminuria
Nefritis
Poliuria
Diabetes melitus

B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Pengeluaran keringat dan urine
berbanding terbalik pada kondisi suhu
tinggi dan suhu rendah. Artinya, ketika
suhu tinggi, jumlah pengeluaran
keringat meningkat sementara
pengeluaran urine menurun, demikian
pula sebaliknya pada suhu rendah.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jelaskan
mekanismenya!
2. Reabsorpsi merupakan tahap pembentukan urine pada saat penyerapan
kembali zat-zat yang masih diperlukan
tubuh. Bagaimana proses yang terjadi
pada reabsorpsi zat-zat tersebut?
3. Mengapa orang yang banyak minum air
akan mengeluarkan banyak urine?
4. Dalam sistem ekskresi, hati berperan
mengekskresikan cairan empedu.
Cairan tersebut harus dikeluarkan dari
tubuh karena dapat mengakibatkan
penyakit kuning. Jelaskan asal
diperolehnya cairan empedu tersebut!
Mengapa cairan empedu yang tidak
dikeluarkan dapat mengakibatkan
penyakit kuning?
5. Pada kasus donor ginjal, dapatkah
pendonor hidup dengan satu ginjal
saja?
6. Bagaimana metode hemodialisis
dilakukan pada saat pengobatan cuci
darah?

Biologi Kelas XI

199

7. Mengapa hormon antidiuretik dapat


memengaruhi produksi urine?
8. Sekitar 170 liter cairan disaring oleh
ginjal setiap harinya. Namun, hanya
1,5 liter yang diekskresikan dalam
bentuk urine. Jelaskan apa yang terjadi
pada sisa 168,5 liter cairan lainnya!
9. Bagaimana seseorang dikatakan
terkena
penyakit
pneumonia?
Bagaimana cara pencegahan penyakit
tersebut?

10. Seorang pasien yang periksa di rumah


sakit mengalami beberapa gejala berikut.
a. Batuk lama sekitar 30 hari.
b. Batuk disertai dengan dahak dan
darah.
c. Badan berkeringat saat malam hari.
d. Nafsu makan dan berat badan
menurun.
Berdasarkan gejala-gejala di atas
jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut!
a. Apakah penyakit yang diderita
oleh pasien tersebut?
b. Bagaimana cara mencegah penyakit tersebut!

Anda telah mempelajari sistem ekskresi meliputi organ-organ ekskresi, proses


mekanisme sistem ekskresi, dan gangguan yang terjadi pada sistem ekskresi. Organorgan ekskresi tersebut dapat terserang berbagai penyakit. Namun, Tuhan telah
menganugerahkan pola pikir ilmiah kepada manusia sehingga dapat menciptakan
teknologi yang dapat membantu dalam pengobatan sistem ekskresi. Contoh teknologi
yang sudah ditemukan dalam ilmu Kedokteran di antaranya teknologi dialisis, cuci
darah, dan mesin ESWL. Dengan adanya penemuan teknologi tersebut, dapat lebih
memicu Anda untuk berusaha menemukan teknologi baru. Oleh karena itu, sudah
sepantasnya Anda bersyukur kepada Tuhan karena telah dianugerahi pola pikir ilmiah.
Wujud rasa syukur yang dapat Anda lakukan yaitu berpikir kreatif dan bekerja keras
untuk menciptakan produk-produk baru yang bermanfaat bagi manusia.

200

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Ekskresi

Struktur dan Fungsi Sel


pada Sistem Koordinasi Manusia
Mempelajari

Sistem
Saraf
Manusia
Meliputi
Sel Saraf
Susunan
Sistem Saraf
Manusia
Terjadinya
Gerak Biasa
dan Gerak
Refleks
Prinsip
Penghantaran
Impuls

Sistem Endokrin
(Hormon)
Manusia
Meliputi

Sistem
Indra
Manusia
Meliputi

Kelenjar
Hipofisis

Mata

Kelenjar
Tiroid

Telinga
Kulit

Kelenjar
Paratiroid

Hidung

Kelenjar
Adrenal

Lidah

Kelenjar
Pankreas
Kelenjar
Pankreas
Gonad
Kelenjar
Timus

Gangguan dan
Pengaruh
Psikotropika pada
Sistem Koordinasi
Manusia
Dibedakan
Gangguan dan Kelainan pada Sistem
Koordinasi Manusia
Meliputi
Gangguan dan
Kelainan pada
Sistem
Saraf
Manusia
Gangguan dan
Kelainan pada
Sistem Endokrin
( H o r m o n )
Manusia
Gangguan dan
Kelainan pada
Sistem
Indra
Manusia
Pengaruh Psikotropika terhadap Sistem
Koordinasi Manusia

Biologi Kelas XI

201

Sumber: www.ida.liu.se

EEG (Electroencephalogram) adalah teknologi pemindai yang mampu merekam seluruh


aktivitas otak manusia. Melalui teknologi ini, masalah kesehatan yang berkaitan dengan
kerja otak dapat diketahui. Di samping itu, teknologi EEG mampu mengidentifikasi kondisi
pikiran dan mental seseorang. Otak merupakan pusat saraf utama yang mampu mengatur
seluruh aktivitas tubuh. Bagaimana cara otak melakukannya? Bagaimana jika otak manusia
mengalami kerusakan?

1.
2.
3.
4.

202

Struktur dan fungsi sistem saraf


Struktur dan fungsi sistem endokrin
Struktur dan fungsi sistem indra
Gangguan dan pengaruh psikotropika pada sistem
koordinasi manusia

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

Saraf
Reseptor
Neuron
Neurotransmitter
Kelenjar
Daya akomodasi
Bintik buta
Meningitis
Psikotropika

Organ-organ di dalam tubuh dapat bekerja secara selaras dan teratur karena tubuh
memiliki sistem koordinasi. Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, sistem endokrin
(hormon), dan sistem indra.
Dalam bab ini Anda akan mempelajari sistem koordinasi pada manusia yang meliputi
sistem saraf, sistem endokrin (hormon), dan sistem indra. Selain itu, Anda juga akan
mempelajari berbagai gangguan pada sistem koordinasi akibat pengaruh obat-obatan
psikotropika. Pengetahuan ini sangatlah penting agar generasi muda seperti Anda dapat
menjauhi pengaruh obat-obatan terlarang.

A. Sistem Saraf Manusia


Otak manusia tidak pernah berhenti bekerja, baik siang maupun malam hari
meskipun kita sedang tidur. Otak manusia berfungsi sebagai alat untuk memproses
data yang diterima oleh reseptor pada alat indra. Otak merupakan komponen penting
dalam sistem saraf manusia. Sistem saraf bersama dengan sistem endokrin dan sistem
indra tergabung dalam sistem koordinasi. Bagaimana mekanisme sistem koordinasi bekerja?
Untuk mengetahui mekanisme kerja sistem koordinasi manusia, lakukan kegiatan berikut.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

7.

Mengidentifikasi Mekanisme Kerja Sistem Koordinasi Manusia


Mintalah seorang teman Anda untuk maju (siswa A). Setelah itu, tutuplah
matanya menggunakan kain.
Mintalah teman Anda (siswa A) untuk memegang beberapa benda. Setelah
itu, mintalah dia untuk menebak nama benda yang dipegangnya tersebut.
Mintalah teman Anda (siswa A) untuk mendengarkan suara beberapa teman
Anda yang lain. Setelah itu, mintalah dia untuk menebak nama teman Anda
berdasarkan suara yang didengarnya tersebut.
Mintalah teman Anda (siswa A) untuk meminum beberapa jenis minuman.
Setelah itu, mintalah dia untuk menebak jenis minuman yang diminumnya.
Mintalah teman Anda (siswa A) untuk mencium beberapa jenis makanan
atau minuman yang baunya menyengat. Setelah itu, mintalah dia menebak
jenis makanan atau minumannya berdasarkan baunya.
Berdasarkan permainan yang Anda lakukan, diskusikan pertanyaanpertanyaan berikut bersama teman sebangku Anda.
a. Mengapa tubuh dapat merasakan fenomena-fenomena alam? Bagian
tubuh apa yang berperan merasakan fenomena alam tersebut?
b. Setelah merasakan fenomena alam (berupa rangsang), tubuh akan
menanggapinya dengan menggerakkan otot. Sebagai contoh, ketika kulit
tangan dicubit tubuh akan menanggapinya dan menarik tangan sambil
berteriak. Bagaimana mekanisme perjalanan rangsang sampai dihasilkan
tanggapan? Apa peranan otak dalam mekanisme tersebut?
c. Bagaimana struktur otak yang disesuaikan dengan fungsinya?
Saat melakukan diskusi jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja
sama, cinta damai, serta berani bertanya dengan santun.
Anda dapat menggunakan berbagai buku referensi untuk membantu
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Biologi Kelas XI

203

8.
9.

Tulislah hasil diskusi dan kegiatan ini ke dalam format laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas.

Melalui kegiatan Mari Bereksplorasi di depan, Anda telah mengetahui contoh


mekanisme kerja sistem koordinasi. Sistem koordinasi tersusun dari sistem saraf, sistem
endokrin, dan sistem indra.
Sistem saraf tersusun dari berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi.
Dalam tubuh, sel-sel saraf saling berhubungan untuk memindahkan impuls listrik dari
satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Seluruh sel-sel saraf saling bekerja sama
dalam pengaturan kerja alat tubuh.
1.

Sel Saraf (Neuron)


Sel saraf (neuron) adalah sel-sel yang bermuatan listrik dengan serabut-serabut
mirip benang yang menghubungkannya dengan bagian-bagian tubuh atau dengan
sel-sel saraf lain (Rutland, 1976). Sel saraf memiliki struktur tertentu yang meliputi
dendrit, badan sel saraf, dan neurit. Agar Anda mengetahui struktur sel saraf,
lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Struktur Sel Saraf


A.

204

Pendahuluan
Sistem saraf tersusun dari
berjuta-juta sel saraf yang mempunyai bentuk bervariasi. Sel-sel
saraf tersusun dari dendrit, badan
sel, dan neurit (akson). Kegiatan ini
dilakukan secara berkelompok
sehingga diperlukan pembagian
tugas pada setiap anggota kelompok.
Setiap anggota kelompok harus
bertanggung jawab pada tugasnya
masing-masing. Selain itu, diperlukan juga sikap mau bekerja sama
antaranggota kelompok. Dalam
melakukan identifikasi diperlukan
sikap teliti, cermat, tekun, dan jujur.
Pada kegiatan ini digunakan peralatan yang mudah pecah sehingga
diperlukan sikap kehati-hatian saat

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

B.

C.

menggunakan peralatan tersebut.


Penggunaan mikroskop juga perlu
dilakukan sesuai dengan prosedur
sehingga hasil pengamatan dapat
terlihat dengan jelas.
Apa yang Diperlukan?
1. Mikroskop cahaya.
2. Preparat awetan sel saraf.
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Amati preparat yang tersedia
menggunakan mikroskop mulai
dari perbesaran lemah, kemudian dilanjutkan dengan perbesaran kuat. Hati-hati saat
memindahkan lensa dengan
perbesaran yang lebih kuat,
jangan sampai lensa menyentuh preparat yang diamati.

2.

Gambarlah hasil pengamatan


sel saraf tersebut beserta bagianbagiannya pada buku kerja. Beri
keterangan bagian-bagiannya
pada gambar tersebut. Cocokkan
gambarmu dengan Gambar 9.1.
3. Tulislah kesimpulan Anda dari
kegiatan ini.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Bagaimanakah bentuk sel saraf
yang Anda amati?
2. Apa saja bagian-bagian sel saraf
yang Anda amati!
3. Apa fungsi bagian-bagian sel
saraf tersebut!

4.

E.

Buatlah laporan dari hasil


kegiatan ini yang meliputi judul,
tujuan, alat dan bahan, cara
kerja, hasil pengamatan, serta
kesimpulan.
Unjuk Kreativitas
Anda telah mengamati struktur
suatu sel saraf. Cobalah Anda cocokkan gambar sel saraf yang telah
Anda buat berdasarkan hasil
pengamatan Anda dengan gambar
sel saraf dari berbagai buku referensi.
Termasuk sel saraf sensorik, motorik,
ataukah konektor?

Sel-sel saraf tersusun dari dendrit,


1
badan sel, dan neurit (akson), perhatikan
2
Gambar 9.1. Dendrit berfungsi menerima
3
impuls dari ujung saraf lain dan meng4
hantarkannya ke badan sel saraf. Dalam
badan sel terdapat badan Nissl yang
berfungsi menerima dan meneruskan
impuls dari dendrit ke neurit. Neurit
5
6
7
berfungsi meneruskan impuls dari badan
sel saraf ke sel saraf yang lain. Neurit
8
9
terbungkus oleh selubung mielin yang
disusun oleh sel-sel Schwann. Selubung Sumber: Biology, For Advanced Level, Fourth Edition
mielin berfungsi sebagai pelindung neurit Gambar 9.1 Struktur sel saraf
dan pemberi nutrisi bagi neuron. Bagian 1 ) Nukleus
6 ) Nodus Ranvier
7 ) Sel Schwann
neurit yang tidak terbungkus selubung 2 ) Nukleolus
8 ) Akson
mielin disebut nodus Ranvier. Ketika di 3 ) Dendrit
4 ) Badan sel
9 ) Selaput mielin
neurit, impuls menjalar ke nodus Ranvier 5 ) Selaput mielin
dan kemudian meloncati selubung
mielin. Hal ini terjadi karena selubung mielin bersifat sebagai isolator impuls.
Loncatan impuls tersebut mempercepat gerakan impuls. Sel-sel saraf saling
berhubungan membentuk suatu simpul saraf yang disebut ganglion. Antara neuron
satu dengan neuron lainnya dihubungkan oleh sinapsis.
Ada tiga macam neuron berdasarkan fungsinya, yaitu neuron sensorik (neuron
aferen), neuron motorik (neuron eferen), dan neuron asosiasi (neuron penghubung).
1) Neuron sensorik berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf
pusat. Reseptor adalah penerima rangsang. Organ yang mengandung reseptor
disebut indra.
2) Neuron motorik berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke
efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar.
3) Neuron asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron
motorik. Neuron asosiasi terdapat dalam otak dan sumsum tulang belakang.
Biologi Kelas XI

205

2.

Susunan Sistem Saraf Manusia


Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
a. Sistem Saraf Pusat
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang.
1) Otak
Otak merupakan pusat saraf utama karena berperan dalam pengaturan
seluruh aktivitas tubuh. Bagian luar otak (korteks) berwarna abu-abu.
Bagian ini mengandung banyak badan sel saraf yang disebut substansi
grissea. Bagian dalam otak (medula) berwarna putih. Bagian ini
mengandung banyak neurit dan dendrit yang disebut substansi alba. Otak
terdiri atas enam bagian, yaitu otak besar (serebrum), otak depan
(diensefalon), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), jembatan
varol (Pons varolli), dan sumsum lanjutan (medula oblongata). Perhatikan
Gambar 9.2 dan Gambar 9.3.
Korteks serebral

Lobus frontalis

Lobus parietalis

Serebrum

Otak
depan

Talamus
Hypotalamus
Kelenjar pituitari
Otak tengah
Pons varolli

Otak
belakang

Sumsum lanjutan

Sumsum tulang
belakang

Serebelum

Lobus temporalis

Lobus oksipitalis

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 9.2 Bagian-bagian otak manusia

Gambar 9.3 Otak besar dan bagian-bagiannya

a)

b)

c)

206

Otak besar (serebrum)


Serebrum terdiri atas dua belahan. Setiap belahan terdiri atas
empat lobus, yaitu lobus frontalis (pengendali gerakan otot rangka
dan tempat terjadinya proses intelektual), lobus oksipitalis (pusat penglihatan), lobus temporalis (pusat pendengaran, penciuman, dan pengecap), serta lobus parietalis (pengatur perubahan pada kulit dan otot).
Otak besar berfungsi dalam pengaturan semua aktivitas yang
berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Otak besar merupakan pusat pengaturan
semua kegiatan/gerakan yang kita sadari.
Otak depan (diensefalon)
Otak depan terdiri atas talamus dan hipotalamus. Talamus berfungsi sebagai pusat pengaturan perasaan dan gerakan. Hipotalamus
berperan dalam pengaturan suhu tubuh, rasa lapar, dan haus.
Otak tengah (mesensefalon)
Otak tengah berfungsi mengatur gerak refleks mata. Selain itu,
otak tengah juga berfungsi mengontrol pendengaran.

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

d)

e)

f)

2)

Otak kecil (serebelum)


Serebelum terletak tepat di bawah bagian posterior otak besar.
Serebelum merupakan pusat keseimbangan gerak, koordinasi gerak
otot, serta posisi tubuh.
Jembatan Varol (pons varolli)
Pons varolli berfungsi menghantarkan impuls otot-otot bagian
kiri dan kanan tubuh. Pons varolli juga berfungsi menghubungkan
otak besar dengan otak kecil.
Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Medula oblongata merupakan lanjutan otak yang menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang. Medula oblongata
berfungsi mengatur denyut jantung, pelebaran dan penyempitan
pembuluh darah, gerak alat pencernaan, sekresi kelenjar, bersin,
bersendawa, batuk, muntah, serta gerak alat pernapasan.

Sumsum Tulang Belakang (Medula Spinalis)


Saraf spinal

Bagian tepi

Sayap dorsal

Neuron aferen (sensorik)

Ganglion

Bagian dalam

Neuron eferen
Sayap ventral (motorik)

Reseptor

Efektor (otot)

Sumber: Success Biology SPM, Gan Wan Yeat

Gambar 9.4 Sumsum tulang belakang

Bagian luar (tepi) medula spinalis berwarna putih (substansi alba) dan
bagian dalamnya berwarna abu-abu (substansi grissea). Medula spinalis
merupakan lanjutan medula oblongata dan terdapat dalam rongga tulang
belakang. Medula spinalis berfungsi menghantarkan impuls dari dan ke
otak serta mengendalikan gerak refleks.
b.

Sistem Saraf Tepi


Saraf tepi menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf (otak
dan sumsum tulang belakang). Berdasarkan tempatnya, sistem saraf tepi terdiri
atas saraf kranial dan saraf spinal. Saraf kranial berasal dari otak dan berjumlah
12 pasang. Saraf spinal berasal dari sumsum tulang belakang. Cabang-cabang
saraf spinal mempersatukan seluruh otot rangka dan kulit. Saraf spinal
berjumlah 31 pasang.
Berdasarkan fungsinya, sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatik
(saraf sadar) dan sistem saraf otonom (saraf tidak sadar).
1) Sistem Saraf Somatik
Saraf somatik berfungsi mengatur gerakan yang disadari, contoh
gerakan kaki melangkah menuju ke suatu tempat. Berdasarkan arah impuls
yang dibawanya, sistem saraf tepi dibedakan menjadi sistem saraf aferen
dan eferen.

Biologi Kelas XI

207

2)

Sistem Saraf Otonom


Sistem saraf otonom mengendalikan gerak organ-organ yang bekerja secara
otomatis, contohnya otot polos, jantung, lambung, usus, pembuluh darah, dan
kelenjar. Sistem saraf otonom terdiri atas saraf simpatetik dan saraf
parasimpatetik. Kedua macam saraf itu bekerja saling berlawanan. Fungsi kedua
macam saraf tersebut dapat Anda simak pada Tabel 9.1 berikut.
Tabel 9.1 Jenis Saraf Otonom dan Fungsinya
No.
No.

Parasimpatetik

1.

Mengecilkan pupil

Membesarkan pupil

2.

Memacu sekresi saliva

Menghambat sekresi saliva

3.

Mengerutkan bronkus

Membesarkan bronkus

4.

Memperlambat detak jantung

Mempercepat detak jantung

5.

Meningkatkan sekresi asam lambung

Menghambat sekresi asam lambung

6.

Memacu kerja kantong empedu

Memacu pelepasan glukosa oleh hati

7.

Mengerutkan kandung kemih

Menghambat kontraksi kandung kemih

8.

Memacu ereksi pada alat kelamin

Memacu ejakulasi

9.

3.

Menyekresi adrenalin

Terjadinya Gerak Biasa dan Gerak Refleks


Tubuh kita dapat melakukan gerakan karena adanya hantaran impuls oleh
sel-sel saraf. Gerak dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu gerak biasa dan
gerak refleks. Bagaimana terjadinya gerak biasa dan gerak refleks? Lakukan kegiatan
berikut untuk mengetahuinya.

1.
2.
3.
4.

208

Simpatetik

Mengidentifikasi Gerak Biasa dan Gerak Refleks


Mintalah seorang teman Anda maju.
Dekatkan jari telunjuk Anda ke arah mata teman Anda secara tiba-tiba dari
jarak 10 cm. Perhatikan reaksi matanya.
Lakukan cara yang sama pada nomor 2, tetapi secara perlahan-lahan.
Berdasarkan permainan yang Anda lakukan, diskusikan pertanyaanpertanyaan berikut bersama teman sebangku Anda.
a. Bagaimana reaksi mata teman Anda terhadap gerakan jari telunjuk
secara tiba-tiba?
b. Bagaimana reaksi mata teman Anda terhadap gerakan jari telunjuk
secara perlahan-lahan?
c. Manakah reaksi yang lebih cepat dari kedua kegiatan tersebut?
d. Manakah yang termasuk gerak refleks dari kedua kegiatan tersebut?
Jelaskan proses terjadinya gerak refleks tersebut!
e. Bagaimanakah proses perambatan impuls pada saraf saat terjadi gerak
refleks? (Kaitkan dengan keadaan polarisasi dan depolarisasi)

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

f.

5.
6.

a.

b.

4.

Bagaimanakah proses perambatan impuls pada saraf saat terjadi gerak


refleks apabila dikaitkan dengan perambatan impuls secara fisik, kimia,
dan biologi?
Saat melakukan diskusi, jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja
sama, saling menghormati, dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan
berargumentasi.
Buatlah laporan dari hasil kegiatan ini yang meliputi judul, tujuan, hasil
pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas dengan bahasa yang
sopan dan santun serta mudah dipahami.

Gerak Biasa
Gerak biasa merupakan gerak yang disadari, contohnya melangkahkan
kaki menuju suatu tempat, berlari, dan menyapu. Urutan perjalanan impuls
pada gerak biasa secara skematis sebagai berikut.
Rangsang reseptor neuron sensorik otak neuron motorik efektor
Gerak Refleks
Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disadari. Hantaran impuls pada
gerak refleks mirip seperti pada gerak biasa. Bedanya, impuls pada gerak refleks
tidak melalui pengolahan oleh pusat saraf. Neuron di otak hanya berperan
sebagai konektor saja. Urutan perjalanan impuls pada gerak refleks secara
skematis sebagai berikut.
Rangsang reseptor neuron sensorik konektor (otak/sumsum tulang
belakang) neuron motorik efektor

Prinsip Penghantaran Impuls


Ada dua prinsip penghantaran impuls, yaitu melalui neuron dan melalui sinapsis.
a. Penghantaran Impuls Melalui Neuron
Penghantaran impuls dengan cara ini
terjadi karena adanya perbedaan muatan
Depolarisasi
listrik antara bagian luar dan bagian dalam

membran serabut saraf. Ketika istirahat, bagian


++
++
++
++
luar membran serabut saraf bermuatan listrik

positif. Sementara itu, bagian dalam memSumber: Biology, Campbell, Reece & Mitchell
Gambar 9.5 Penghantaran impuls
bran serabut saraf bermuatan listrik negatif.
melalui neuron
Keadaan tersebut dinamakan polarisasi.
Ketika menerima rangsang berupa impuls, permukaan luar membran
serabut saraf bermuatan negatif dan permukaan dalamnya bermuatan positif.
Keadaan ini disebut depolarisasi. Selanjutnya akan terjadi aliran listrik dari
daerah bermuatan listrik negatif ke daerah bermuatan listrik positif. Impuls
kemudian diteruskan ke neuron dan akhirnya menuju sumsum tulang belakang
dan otak. Pesan kemudian diolah oleh otak dan sumsum tulang belakang
sehingga timbul tanggapan atau respons. Respons diubah menjadi impuls dan
diteruskan ke neuron motorik hingga ke efektor.

Biologi Kelas XI

209

b.

Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis


Jika impuls telah
Selubung mielin melindungi
Perjalanan sinyal di
akson dan memudahkan
sepanjang akson sampai
sampai di membran prahantaran sinyal elektrik
ke bonggol sinapsis
sinapsis, vesikel-vesikel
akan menuju membran
Bonggol
prasinapsis karena pesinapsis
Neurotransmiter
ngaruh Ca2+ yang masuk
melintasi celah
Sel saraf mengirim
ke bonggol sinapsis.
sinapsis
sinyal elektrik di
sepanjang akson
Selanjutnya,
vesikelAkson membawa
Sel reseptor diaktifkan
sinyal elektrik
vesikel tersebut akan melepaskan zat neurotrans- Sumber: Biology, Campbell, Reece & Mitchell
miter. Zat ini berfungsi Gambar 9.6 Penghantaran impuls melalui sinapsis
menghantarkan impuls ke ujung dendrit neuron berikutnya. Neurotransmiter
menerima impuls dan akan berdifusi melewati celah sinapsis. Selanjutnya,
neurotransmiter akan berikatan dengan protein khusus atau reseptor yang
berada di membran pascasinapsis. Ikatan antara neurotransmiter dengan
reseptor ini mengakibatkan impuls dapat diteruskan ke saraf lainnya.

Pernahkah Anda mencabut gigi? Menurut mitos yang berkembang di masyarakat,


mencabut gigi bagian atas dapat mengakibatkan kebutaan atau gangguan pada mata.
Anda telah mempelajari sistem saraf manusia. Bagaimana cara Anda mencari kebenaran
berita tersebut? Menurut Anda, apakah ada hubungan saraf pada gigi dengan saraf
pada mata?

1.
2.
3.
4.
5.

Jelaskan struktur sel saraf manusia!


Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Jelaskan
kedua sistem saraf tersebut!
Sebutkan bagian-bagian otak manusia!
Jelaskan dua prinsip penghantaran impuls pada saraf!
Bagaimana mekanisme terjadinya gerak biasa dan gerak refleks?

B. Sistem Endokrin (Hormon) Manusia


Di dalam tubuh, pengaturan kadar gula darah, tekanan darah, dan kerja jantung
terjadi secara otomatis. Pengaturan ini dilakukan oleh kerja sama antara sistem saraf
dan sistem endokrin. Namun, antara sistem saraf dan sistem endokrin memiliki beberapa
perbedaan. Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui perbedaan antara sistem saraf
dan sistem endokrin.

210

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

1.
2.
3.

4.

5.
6.

Mengidentifikasi Perbedaan Sistem Saraf dan Sistem Edokrin


Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai perbedaan sistem saraf
dan sistem endokrin. Bacalah literatur tersebut dengan cermat dan teliti.
Catatlah informasi-informasi penting berdasarkan literatur yang Anda baca.
Diskusikan bersama teman sekelompok Anda untuk menemukan perbedaan
sistem saraf dan sistem endokrin. Selanjutnya, tulislah perbedaan tersebut
dalam bentuk tabel.
Buatlah daftar pertanyaan lain tentang sistem saraf dan sistem endokrin
manusia berdasarkan literatur yang Anda baca. Saat berdiskusi, cobalah
untuk bersikap responsif dan proaktif dengan mengemukakan pendapat secara
ilmiah dan kritis.
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi (dalam bentuk tabel), serta
kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas dengan bahasa yang
santun dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan Mari Bereksplorasi tersebut, Anda telah mengetahui perbedaan


antara sistem saraf dengan sistem endokrin. Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar
buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan
sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin dinamakan hormon (Isnaeni, 2006).
Hormon berfungsi untuk mengatur homeostasis, pertumbuhan, reproduksi,
metabolisme, dan tingkah laku. Hipofisis merupakan salah satu kelenjar endokrin.
Hipofisis sering disebut master of glands karena memengaruhi aktivitas kelenjar yang
lain. Macam-macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis beserta fungsinya
dijelaskan dalam tabel berikut.
Tabel 9.2 Jenis Hormon yang Dihasilkan Hipofisis Beserta Fungsinya
Kelenjar

Letak

Hipofisis/pituitari
a. Lobus anterior

Dasar otak besar

Hormon

Fungsi

ACTH (Adenocorticotropic Hormone)

GH (Growth Hormone)/hormon
somatotropin

FSH (Follicle Stimulating Hormone)

LH (Luteinizing Hormone)

Merangsang kelenjar adrenal


untuk menyekresi glukokortikoid (hormon yang berperan dalam metabolisme
karbohidrat)
Merangsang sintesis protein
dan metabolisme lemak serta
merangsang pertumbuhan
tulang dan otot
Merangsang spermatogenesis, merangsang pematangan folikel dalam ovarium, dan menghasilkan hormon estrogen
Menstimulasi pembentukan
hormon progesteron

Biologi Kelas XI

211

Kelenjar

Letak

Hormon

Fungsi

ICSH (Interstitial
Cell Stimulating
Hormone)
Prolaktin
TSH (Thyroid Stimulating Hormone)

Menstimulasi produksi testosteron

Menstimulasi sekresi air susu


Merangsang kelenjar tiroid
dan menyekresi hormon tiroksin

b. Intermedia

MSH (Melanocyte
Stimulating
Hormone)

Memengaruhi pembentukan
zat warna kulit (melanin)

c.

Oksitosin

ADH (Antidiuretic
Hormone)/vasopresin

Merangsang kontraksi otot


uterus saat proses kelahiran
Mencegah pembentukan
urine dalam jumlah banyak

Lobus posterior

Selain hipofisis, tubuh kita memiliki berbagai kelenjar endokrin, seperti tiroid,
paratiroid, adrenal, pankreas, gonad, dan kelenjar timus. Hormon apa saja yang dihasilkan
oleh kelenjar endokrin tersebut? Lakukan tugas berikut untuk mengetahui jawabannya!

1.
2.
3.

Mengidentifikasi fungsi kelenjar endokrin


Carilah informasi mengenai kelenjar endokrin dan hormon yang dihasilkan beserta
fungsinya!
Tuliskan informasi yang Anda peroleh dalam bentuk tabel!
Kumpulkan hasil tugas Anda kepada Bapak atau Ibu Guru!

Penyakit gondok merupakan penyakit yang disebabkan oleh terganggunya


pembentukan hormon tiroksin. Penyakit ini ditandai adanya pembengkakan pada
kelenjar tiroid. Bagaimana tindakan Anda jika saudara atau teman Anda menderita
penyakit tersebut? Bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit tersebut?

1.
2.
3.
4.
5.

212

Mengapa sistem endokrin disebut juga sistem kelenjar buntu?


Jelaskan ciri-ciri hormon!
Apa saja fungsi hormon bagi tubuh? Jelaskan!
Jelaskan tiga macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid!
Apa fungsi hormon adrenalin dan noradrenalin bagi tubuh?

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

C. Sistem Indra Manusia


Selain sistem saraf dan sistem endokrin (hormon), bagian dari sistem koordinasi
yang lain adalah sistem indra. Sistem indra berfungsi menerima rangsang dari
lingkungan sekitarnya. Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai struktur dan fungsi
alat-alat penyusun sistem indra, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

1.
2.
3.

4.
5.
6.

Mengidentifikasi Jenis-Jenis Alat Indra


Sediakan torso manusia serta amati dengan cermat dan teliti bagian-bagian
alat indra.
Gambarlah setiap jenis alat indra dan beri keterangan bagian-bagiannya!
Selanjutnya, diskusikan bersama teman-teman Anda mengenai
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Bagaimana struktur dan fungsi setiap alat indra?
b. Mengapa alat indra sangat peka terhadap rangsang?
c. Apakah setiap alat indra memiliki kepekaan terhadap jenis rangsang
tertentu?
d. Bagaimana mekanisme jalannya rangsang yang diterima oleh alat indra
sampai dihasilkan sebuah gerakan sebagai respons dari rangsang tersebut?
Jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai, serta berani
mengemukakan pendapat secara sopan dan santun saat melakukan diskusi.
Carilah informasi tambahan mengenai alat-alat indra pada manusia dari
berbagai literatur untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
Buatlah laporan hasil diskusi meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengenal alat-alat penyusun sistem indra
manusia beserta fungsinya. Alat-alat penyusun sistem indra manusia terdiri atas mata,
telinga, kulit, hidung, dan lidah.
1.

Mata
Pada mata terdapat sel-sel saraf penerima rangsang cahaya (fotoreseptor). Oleh
karena itu, mata merupakan indra penglihat. Mata tersusun dari alat tambahan
mata, bola mata, otot bola mata, dan saraf optik.
a. Alat Tambahan Mata
Alat tambahan mata meliputi alis mata, kelopak mata, bulu mata, dan
aparatus lakrimalis.
b. Otot Bola Mata
Otot bola mata tersusun dari tiga pasang otot lurik. Otot bola mata berguna
untuk menggerakkan bola mata.

Biologi Kelas XI

213

c.

Retina

Bola Mata
Bola mata dilapisi oleh tiga lapisan dinding berikut.
1) Lapisan luar terdiri atas sklera dan kornea
Sklera berwarna
Vitreous humour
putih dan tidak tembus
Iris
cahaya. Kornea meRetina
Aqueous
Koroidea
humour
ngandung banyak seSklera
rabut saraf, tidak ter- Fovea sentralis
Kornea
Lensa
dapat pembuluh darah, (bintik kuning)
Pupil
Saraf optik
dan tembus cahaya.
Konjungtiva
Kornea berfungsi meneruskan cahaya ke
Bintik buta
Otot sirkuler
lensa mata. Kornea Sumber: Biology, For Advanced Level, Fourth Edition
dilindungi oleh selaput Gambar 9.7 Bola mata dan bagian-bagiannya
pelindung konjungtiva.
2) Lapisan tengah terdiri atas koroidea dan iris atau selaput pelangi
Koroidea mengandung banyak pembuluh darah dan berfungsi
memberi nutrisi pada retina. Bagian depan koroidea dan di belakang kornea
terdapat iris. Iris mengandung pigmen warna sehingga mengakibatkan
perbedaan warna pada mata. Lubang bulat di tengah iris disebut pupil.
Pupil merupakan jalan masuknya cahaya. Pupil akan mengecil jika cahaya
terang. Sebaliknya, pupil membesar jika cahaya redup.
3) Lapisan dalam
Saraf penglihatan
Pada lapisan dalam terdapat
retina. Pada retina inilah terdapat
fotoreseptor. Ada dua macam
fotoreseptor, yaitu sel batang dan
sel kerucut. Sel batang mengandung rodopsin dan diperlukan
untuk melihat dalam suasana
redup. Sel kerucut mengandung
Sel
kerucut
pigmen iodopsin yang mampu
Sel
menerima rangsang warna dan
batang
sinar terang. Pada lapisan dalam
juga terdapat bintik kuning dan
Sumber: New Understanding Biology For Advanced Level, Glenn dan
Susan Toole
bintik buta. Bintik kuning (fovea
Gambar 9.8 Sel kerucut dan sel batang
sentralis) merupakan bagian
pada mata
retina yang mengandung banyak
fotoreseptor berupa sel kerucut. Bintik buta, yaitu bagian mata tempat serabut
saraf yang berasal dari retina meninggalkan bola mata menuju ke otak. Di
bagian bintik buta tidak ada sel sensorik.
Saraf Optik
Saraf optik merupakan bagian mata yang menjalarkan impuls saraf dari
retina menuju otak. Setelah sampai di otak, impuls saraf tersebut kemudian
diinterpretasikan oleh otak sehingga benda dapat dilihat.

d.

214

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

Ruangan di antara lensa mata dan retina diisi oleh vitreous humour yang
berfungsi mempertahankan bentuk bola mata agar tetap bundar. Sementara itu,
ruangan di antara lensa, iris, dan kornea diisi oleh aqueous humour. Perhatikan
Gambar 9.7. Aqueous humour berfungsi memberi makan kornea dan lensa. Adapun
mekanisme kerja indra penglihat sebagai berikut.
Cahaya aqueous humour pupil lensa vitreous humour retina saraf
optik otak.
Suatu benda dapat terlihat jelas jika bayangan benda jatuh tepat di bintik kuning.
Namun, benda tidak dapat terlihat jika bayangan benda jatuh di bintik buta. Nah, untuk
memperjelas pemahaman Anda mengenai letak bintik buta, lakukan kegiatan berikut.

A.

B.

C.

Mengidentifikasi Letak Bintik Buta


Pendahuluan
2. Peganglah kertas tersebut dePada mata terdapat bintik
ngan tangan kanan dan posisi
kuning dan bintik buta. Bintik kuning
tanda silang di sebelah kiri.
merupakan bagian yang mengan3. Rentangkan tangan kanan lurus
dung banyak fotoreseptor. Sementara
ke depan sehingga tanda silang
itu, bintik buta merupakan bagian
terletak di depan mata kanan.
yang tidak memiliki fotoreseptor. Jika
4. Tutuplah mata kiri menggunabayangan benda jatuh di bintik
kan tangan kiri.
kuning, kita dapat melihat benda
5. Pusatkan pandangan pada
tersebut. Namun, jika bayangan
tanda silang dan usahakan
benda jatuh di bintik buta, kita tidak
tanda lingkaran masih kelihatdapat melihat benda tersebut.
an.
Kegiatan ini bertujuan untuk meng6. Gerakkan tangan menuju mata
identifikasi letak bintik buta.
secara perlahan-lahan sehingga
Kegiatan ini dilakukan secara
tanda lingkaran menghilang.
berkelompok sehingga diperlukan
Ukurlah jarak saat tanda lingsikap mau bekerja sama dan bergotong
karan mulai menghilang.
royong antaranggota kelompok serta
7. Gerakkan kembali kertas terdiperlukan kehati-hatian.
sebut menjauhi arah mata secara
perlahan-lahan sehingga tanda
Apa yang Diperlukan?
lingkaran terlihat kembali.
1. Kertas putih
Ukurlah jarak saat tanda ling2. Penggaris
karan mulai terlihat kembali.
3. Spidol
8. Ulangi kegiatan yang sama
Apa yang Harus Dilakukan?
pada mata kiri untuk menge1. Buatlah tanda lingkaran (O)
tahui bintik buta pada mata kiri.
dan tanda silang (X) pada
D.
Pertanyaan
dan Diskusi
kertas putih masing-masing
1.
Berapa
jarak pada saat tanda
berdiameter 0,5 cm. Berilah jarak
lingkaran
mulai tidak terlihat
antara kedua tanda tersebut
pada
mata
kiri
dan mata kanan?
sepanjang 7 cm.
Adakah perbedaannya?

Biologi Kelas XI

215

2.
3.
4.

E.

Unjuk Kreativitas
Lakukan kegiatan yang sama
pada beberapa orang. Selanjutnya,
bandingkan jarak tanda lingkaran
mulai tidak terlihat dan terlihat pada
setiap orang. Apakah terdapat
perbedaan jarak antara hilangnya
tanda lingkaran antara satu orang
dengan orang lain? Mengapa
demikian?

Telinga
Pada telingga terdapat sel-sel saraf penerima rangsang suara (fonoreseptor).
Telinga tersusun dari telinga bagian luar, telinga bagian tengah, dan telinga bagian
dalam. Perhatikan Gambar 9.9!
a. Telinga Bagian Luar
Pada bagian luar terdapat daun
Telinga
Telinga dalam
Telinga luar tengah
telinga dan saluran telinga luar.
Telinga bagian luar berfungsi
menangkap getaran bunyi.
b. Telinga Bagian Tengah
Horizontal Saluran
Saluran telinga
setengah
Posterior
Pada bagian tengah terdapat
dalam Maleus
lingkaran
Anterior
tulang-tulang pendengaran dan
Koklea
saluran eustachius. Tulang-tulang
pendengaran terdiri atas tulang martil
Daun
Saraf
telinga
(maleus), landasan (inkus), dan
pendengar
sanggurdi (stapes). Saluran
Jendela bundar
eustachius merupakan penghubung
Saluran
Stapes
Inkus
eustachius
telinga tengah dengan rongga faring.
Jendela Tulang
Membrana timpani
oval
(gendang
telinga)
Eustachius berfungsi menyamakan
tekanan telinga luar dengan telinga Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell
Gambar 9.9 Bagian-bagian telinga
tengah.
c. Telinga Bagian Dalam
Telinga bagian dalam terdiri atas beberapa bagian berikut.
1) Alat keseimbangan yang terdiri atas kanalis semisirkularis, sakulus, dan
utrikulus. Bagian-bagian tersebut berhubungan dengan saraf otak VIII.
2) Tingkap jorong merupakan membran yang terdapat pada pangkal koklea.
Tingkap jorong berfungsi menyalurkan getaran ke koklea.
3) Koklea/rumah siput, saluran koklea berisi cairan limfe dan terdapat ujung
saraf pendengaran yang menghubungkan koklea dengan otak.
Mekanisme kerja indra pendengar sebagai berikut.
Getaran suara daun telinga saluran telinga gendang telinga (membran
timpani) tiga tulang pendengaran rumah siput (koklea) sel-sel rambut dalam
organ korti sel saraf auditori otak.


2.

Mengapa tanda lingkaran semakin tidak terlihat pada saat


kertas didekatkan?
Bagaimana proses perambatan
impuls pada sistem saraf agar
dapat melihat suatu benda?
Buatlah laporan dari percobaan
ini meliputi judul, tujuan, alat
dan bahan, langkah-langkah
kegiatan, hasil pengamatan,
pembahasan, serta kesimpulan.

216

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

3.

5.

Hidung
Serabut-serabut saraf penciuman
terdapat pada bagian atas selaput lendir
hidung. Serabut-serabut olfaktori berfungsi mendeteksi rangsang zat kimia
dalam bentuk gas di udara (kemoreseptor).
Mekanisme kerja indra penciuman sebagai
berikut.
Rangsang (bau) lubang hidung
epitelium olfaktori mukosa olfaktori
saraf olfaktori talamus hipotalamus
otak.

Korpus Meissner
(Reseptor sentuhan)

Korpus Krausse
(Reseptor dingin)
Rambut

Korpus Ruffini
(Reseptor panas)

Epidermis

Dermis

Reseptor nyeri




4.

Kulit
Pada kulit terdapat reseptor yang peka
terhadap rangsang fisik (mekanoreseptor),
seperti terlihat pada Gambar 9.10.

Korpus Paccini
(Reseptor
tekanan)

Urat saraf
Sumber: Biology, Campbell, Reece, & Mitchell

Gambar 9.10 Penampang kulit manusia

Lidah
Lidah merupakan indra pengecap yang dapat merasakan pahit, asam, asin,
dan manis. Setiap bagian lidah peka terhadap rasa tertentu. Untuk menguji bagianbagian lidah yang peka terhadap rasa tertentu, lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Letak Reseptor Pengecap pada Lidah


A.

Pendahuluan
Reseptor pengecap merupakan
kemoreseptor yang menerima
rangsang berupa zat-zat terlarut
dalam cairan mulut. Zat-zat tersebut
menimbulkan rangsang sehingga
menghasilkan cita rasa yang dapat
kita rasakan saat makan atau minum.
Terdapat empat cita rasa dasar yang
dapat dirasakan manusia yaitu
manis, asam, pahit, dan asin.
Masing-masing cita rasa tersebut
dapat direspons oleh salah satu
reseptor yang terdapat pada bagian
tertentu. Kegiatan ini bertujuan
untuk mengidentifikasi letak
reseptor pengecap pada lidah.
Kegiatan ini dilakukan secara
berkelompok sehingga setiap anggota kelompok harus menerapkan
sikap mau bekerja sama. Selain itu,

B.

C.

dalam kegiatan ini diperlukan sikap


jujur, teliti, dan cermat saat merasakan cita rasa.
Apa yang Diperlukan?
1. Gula pasir
2. Cuka
3. Garam halus
4. Kopi
5. Cotton bud
6. Kertas tisu
7. Air tawar
8. Gelas beker
9. Spatula
10. Pengaduk kaca
Apa yang Harus Dilakukan?
1. Larutkan masing-masing 5 gram
gula pasir, 5 gram garam halus,
dan 5 gram kopi ke dalam 20 ml
air tawar pada gelas beker yang
berbeda-beda.

Biologi Kelas XI

217

Bersihkan rongga mulut Anda


dengan berkumur menggunakan air tawar.
3. Celupkan cotton bud pada larutan. Gunakan cotton bud yang
berbeda untuk setiap larutan.
4. Tempelkan cotton bud yang telah
dicelupkan pada ujung lidah,
tepi lidah bagian depan, tepi
lidah bagian belakang, dan
pangkal lidah tengah.
5. Catatlah rasanya dan tentukan
daerah yang paling tajam
rasanya.
6. Lakukan pula langkah nomor 2
sampai 5 untuk masing-masing
larutan.
7. Buatlah diagram yang menunjukkan letak reseptor untuk
masing-masing cita rasa.
D. Pertanyaan dan Diskusi
1. Jelaskan letak reseptor pada lidah!

2.

2.

Lidah mempunyai reseptor


yang peka terhadap zat kimia
berbentuk cair (kemoreseptor).
Permukaan lidah ditutupi oleh
papila yang peka terhadap rasa.
Perhatikan Gambar 9.11.
Lidah berfungsi sebagai alat
berbicara, membantu mengatur
letak makanan ketika dikunyah,
membantu dalam proses menelan
makanan, serta sebagai indra
pengecap. Mekanisme kerja indra
pengecap sebagai berikut.
Makanan/larutan berasa
papila lidah saraf gustatori
medula oblongata talamus
otak.

218

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

E.

Apakah setiap lokasi reseptor


hanya dapat menerima satu zat
dengan cita rasa tertentu?
Mengapa demikian?
3. Bagaimana proses perambatan
impuls pada sistem saraf sehingga kita dapat merasakan
cita rasa?
4. Buatlah laporan dari percobaan
ini meliputi judul, tujuan, alat
dan bahan, langkah-langkah
kegiatan, hasil pengamatan,
pembahasan, serta kesimpulan.
Unjuk Kreativitas
Lakukan kegiatan dengan
prosedur yang sama seperti kegiatan
di atas. Namun, saat berkumur
gunakanlah air tawar yang panas.
Berdasarkan kegiatan tersebut, apa
yang Anda rasakan? Bandingkan
dengan hasil kegiatan sebelumnya
apakah terdapat perbedaan?
Mengapa demikian?

Sel penyangga
Sel pengecap
Pori pengecap

Saraf
pengecap
Pahit
Asam

(c)

Asin
Tunas pengecap

Manis

(a)

(b)

Sumber: http://goo.gl/51sjWg

Gambar 9.11 Struktur lidah


(a) bagian-bagian lidah yang mampu merasakan pahit,
asam, asin, dan manis, (b) papila, dan (c) struktur tunas
pengecap

Berdasarkan penelitian Simamora, merokok dapat menurunkan sensitivitas lidah


terhadap rasa manis dan pahit. Padahal saat ini mayoritas remaja usia sekolah telah
menjadi perorok aktif. Apabila sebagian teman-teman di sekitar Anda termasuk perokok
aktif, apa yang akan Anda lakukan untuk menyikapi hal tersebut?

1.
2.
3.
4.
5.

Mengapa telinga manusia berfungsi sebagai indra pendengaran dan keseimbangan?


Jelaskan letak tunas pengecap pada lidah yang peka terhadap rasa asin, manis,
asam, dan pahit!
Tuliskan skema mekanisme kerja mata hingga dapat melihat!
Apa saja reseptor yang terdapat pada kulit?
Jenis reseptor apa yang terdapat pada hidung? Mengapa demikian?

D. Gangguan dan Pengaruh Psikotropika pada Sistem Koordinasi Manusia


Sistem koordinasi terdiri atas sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem indra yang
saling bekerja sama dalam mengatur kegiatan tubuh. Oleh karena itu, apabila salah
satunya mengalami gangguan ataupun kelainan akan memengaruhi kerja sistem
koordinasi. Sebelum Anda mempelajari tentang gangguan yang terjadi pada sistem
koordinasi, lakukan kegiatan berikut.

1.

2.
3.

Menganalisis Penyebab Terjadinya Berbagai Gangguan


pada Sistem Koordinasi
Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai berbagai gangguan atau
kelainan pada sistem koordinasi meliputi sistem saraf, sistem endokrin, dan
sistem indra.
Catatlah informasi penting yang Anda peroleh.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, lakukanlah kegiatan diskusi
bersama beberapa teman Anda mengenai permasalahan-permasalahan berikut.
a. Gangguan dan penyakit apa saja yang dapat terjadi pada sistem saraf?
Apa penyebab terjadinya gangguan tersebut?
b. Gangguan dan penyakit apa saja yang dapat terjadi pada sistem
endokrin? Apa penyebab terjadinya gangguan tersebut?
c. Gangguan dan penyakit apa saja yang dapat terjadi pada sistem indra?
Apa penyebab terjadinya gangguan tersebut?

Biologi Kelas XI

219

4.
5.

Terapkan sikap kerja sama dan saling menghormati pendapat orang lain dalam
melakukan kegiatan diskusi agar pemecahan masalah dapat berjalan lancar.
Tuliskan hasil kegiatan diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan
meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan hasilnya di depan kelas dengan sikap sopan dan santun.

Dari kegiatan tersebut, Anda telah mengenal beberapa gangguan atau kelainan
pada sistem koordinasi.
1. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Koordinasi Manusia
a. Gangguan dan Kelainan pada Sistem
Anda telah mengetahui tentang
Saraf Manusia
berbagai penyakit pada sistem
Sistem saraf dapat mengalami
saraf. Untuk mengetahui lebih
dalam tentang penyakit tersebut
gangguan dan kelainan. Gangguan dan
beserta penyebabnya, bukalah
kelainan tersebut dapat mengakibatkan
alamat website berikut.
penyakit pada sistem saraf yaitu meni1. http://goo.gl/Fcr8od
ngitis, hidrosefalus, neuritis, parkinson,
2. http://goo.gl/4Uggbj
3. http://goo.gl/iryNa9
gegar otak, epilepsi, alzheimer, afasia, dan
ataksia.
b. Gangguan dan Kelainan pada Sistem Endokrin (Hormon) Manusia
Tubuh kita kadang kala mengalami gangguan sekresi hormon. Beberapa faktor
yang memengaruhi sekresi hormon, antara lain stres, infeksi, penuaan, genetik, dan
lingkungan. Gangguan sekresi hormon dapat berupa sekresi hormon yang berlebihan (hipersekresi) atau kekurangan sekresi hormon (hiposekresi). Hipersekresi
dan hiposekresi hormon dapat menimbulkan kelainan seperti dalam Tabel 9.3.
Tabel 9.3 Kelainan Akibat Gangguan Sekresi Hormon
No.

Kelainan Sekresi Hormon

1.

Hiposekresi somatotropin sebelum


pubertas dapat mengakibatkan
dwarfisme
Hipersekresi somatotropin
a. Pada anak: gigantisme
b. Pada dewasa: akromegali

Anak tumbuh kerdil

2.

Hiposekresi ADH (Anti Diuretic


Hormone) dapat mengakibatkan
diabetes insipidus

Produksi urine berlebihan

3.

Hiposekresi tiroksin
a. Pada anak: kretinisme
b. Pada dewasa: miksedema

Terjadi hambatan pertumbuhan fisik dan mental


sehingga menjadi kerdil
Terjadi pembengkakan di bawah kulit berisi
cairan dan berat badan bertambah
Metabolisme dalam tubuh meningkat, banyak
keringat, suhu tubuh cenderung tinggi, dan
tangan gemetar

Hipersekresi tiroksin mengakibatkan penyakit basedowi

220

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

Gejala yang Dialami Penderita

Pertumbuhan raksasa
Pertumbuhan tulang tidak normal pada masa
dewasa, misal ujung tulang jari dan tulang dagu
sehingga bentuk dan ukuran jari dan dagu
menjadi abnormal, yaitu lebih besar dan panjang
dibanding ukuran normal

No.
4.

Gejala yang Dialami Penderita

Kelainan Sekresi Hormon


Hiposekresi parathormon

Kekurangan kalsium dalam darah dan terjadi


kejang pada otot tangan dan kaki
Kalsium keluar dari darah dan tulang menuju
serum darah sehingga tulang menjadi keropos
dan dapat mengakibatkan gagal ginjal

Hipersekresi parathormon

5.

6.

c.

Hiposekresi glukokortikoid dan


mineralokortikoid mengakibatkan
penyakit adison
Hipersekresi glukokortikoid dan
mineralokortikoid mengakibatkan
coushing syndrome

Hiperpigmentasi, kelelahan, dan nafsu makan


turun

Hiposekresi insulin mengakibatkan penyakit diabetes melitus

Kadar gula darah tinggi, berat badan turun,


mudah merasa haus, serta kulit dan mulut terasa
kering

Wajah bulat, tumbuh benjolan pada tulang


punggung, hiperpigmentasi, dan perut menggelantung

Gangguan dan Kelainan pada Sistem


Indra Manusia
Sistem indra yang tersusun dari mata,
telinga, kulit, hidung, dan lidah dapat
mengalami gangguan dan kelainan.
Gangguan dan kelainan pada sistem indra
dapat dilihat pada Tabel 9.4 berikut.
Tabel 9.4 Gangguan dan Kelainan pada Sistem
Indra Manusia
No.

2.

Alat Indra

Anda telah mengetahui tentang


berbagai gangguan dan kelainan
pada sistem indra. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai gangguan tersebut beserta penyebabnya,
bukalah alamat website berikut.
1. http://goo.gl/UEqDXt
2. http://goo.gl/cKE4NI
3. http://goo.gl/5O6BIF
4. http://goo.gl/RkKiOG

Gangguan dan Kelainan

1.

Mata

Miopi, hipermetropi, astigmatisme, presbiopi, juling, buta warna,


rabun senja, dan katarak.

2.

Telinga

Tuli konduktif dan tuli saraf

3.

Kulit

Jerawat, dermatitis, panu, kudis, dan eksim

4.

Hidung

Influenza, polip, dan sinusitis

5.

Lidah

Sariawan, kanker lidah, glossoptosis, glossopyrosis, dan atrophic


glossitis.

Pengaruh Psikotropika terhadap Sistem Saraf


Beberapa obat-obatan tertentu bermanfaat dalam bidang kesehatan dengan cara
kerja memengaruhi sistem saraf misalnya obat penghilang rasa sakit. Akan tetapi,
obat-obatan tersebut sering disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu, sehingga
menimbulkan gangguan pada sistem saraf. Salah satu obat yang sering disalahgunakan adalah psikotropika. Bagaimana pengaruh psikotropika terhadap sistem
koordinasi? Carilah jawabannya melalui kegiatan berikut.

Biologi Kelas XI

221

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Menganalisis Hubungan Psikotropika dengan Sistem Koordinasi


Carilah informasi mengenai dampak negatif penggunaan psikotropika terhadap
sistem koordinasi.
Baca dan catatlah informasi penting yang Anda peroleh degan cermat dan teliti.
Bagaimana hubungan psikotropika terhadap sistem koordinasi?
Jenis-jenis gangguan apa saja yang terjadi pada sistem koordinasi terutama fungsi
sistem saraf akibat obat psikotropika tersebut?
Sebagai generasi muda, apa yang seharusnya Anda lakukan terhadap hal-hal
tersebut agar tidak merugikan masa depan Anda?
Buatlah tulisan mengenai hal tersebut dan kumpulkan kepada guru.
Menurut UU No. 5 tahun 1997, psikotropika merupakan zat atau obat, baik
alamiah maupun sintetik yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif
menurut susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas
mental dan perilaku. Berdasarkan pengaruhnya, obat-obatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi beberapa golongan berikut.
a. Sedatif
Obat-obatan golongan sedatif dapat
memberikan efek penenang dengan
menurunkan aktivitas otak. Contohnya
valium dan barbiturate.
Obat-obatan psikotropika meb. Stimulan
miliki dampak buruk terhadap
Obat-obatan golongan stimulan dapat
tubuh apabila tidak digunakan
sesuai aturan medis. Obat-obatan
menimbulkan efek menjadi lebih aktif, tidak
tersebut dapat memengaruhi sistem
mengantuk, dan memberikan kondisi prima
koordinasi serta kesehatan tubuh
dengan mengaktifkan susunan saraf pusat
yang lain. Untuk mengetahui damdan meningkatkan kerja otak. Contohnya
pak penggunaan psikotropika bukaamphetamin dan kokain.
lah website berikut.
1. http://goo.gl/yKETLr
c. Halusinogen
2. http://goo.gl/u9Lbhe
Obat-obatan golongan halusinogen
3. http://goo.gl/SjccFi
dapat memberikan efek halusinasi pada
Baca dan pahami baik-baik artikel
penggunanya. Golongan ini merupakan
tersebut sebagai pembelajaran bagi
golongan psikotropika yang paling berAnda untuk menghindari obatobatan berbahaya tersebut.
bahaya karena menimbulkan efek yang
sama seperti narkotika. Contohnya mariyuana, ekstasi, heroin, kokain, dan ganja.
d. Painkiller
Golongan ini dapat menghilangkan rasa nyeri dengan cara menekan
bagian otak yang mengatur rasa nyeri. Penggunaan golongan ini dapat
mengakibatkan ketergantungan. Contohnya opium, morfin, dan kokain.
Penggunaan obat-obatan psikotropika melebihi dosis dan tanpa pengawasan
dokter dapat berakibat buruk terhadap sistem koordinasi. Beberapa gangguan yang
diakibatkan oleh psikotropika terhadap sistem saraf sebagai berikut.

222

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

a.

Hilangnya koordinasi tubuh. Hal tersebut terjadi karena dopamin yang


berfungsi sebagai neurotransmiter dalam tubuh berkurang.
b. Pengaturan saraf terhadap kendali otot gerak dan denyut jantung melemah.
Mengingat rawannya penyalahgunaan psikotropika, maka pemerintah
melakukan pengawasan terhadap peredaran obat-obat psikotropika seperti
tercantum pada UU No. 5 tahun 1997 Bab IV Pasal 913.

Masa remaja merupakan masa di mana kita dapat bergaul dengan luas. Akan
tetapi, tidak sedikit remaja yang mendapat teman-teman kurang baik sehingga timbul
istilah salah gaul. Dengan pola pikir yang masih labil, remaja cenderung mudah
terbujuk rayuan teman-temannya. Salah satunya ajakan untuk mencicipi obat-obatan
terlarang seperti psikotropika. Karena tidak ingin dikatakan ketinggalan zaman, tanpa
pikir panjang tak sedikit remaja yang tergoda untuk mencicipi psikotropika. Berawal
dari coba-coba tersebut akhirnya menimbulkan kecanduan. Setelah mengetahui
berbagai dampak negatif yang diakibatkan obat-obatan tersebut, sebagai generasi muda
apa yang akan Anda lakukan terhadap permasalahan tersebut?

1.
2.
3.
4.

Mengapa banyak lansia mengalami pikun? Apakah hal tersebut termasuk


gangguan pada saraf?
Apa yang akan terjadi jika seseorang mengalami hiposekresi parathormon dan
hipersekresi parathormon?
Apa yang dimaksud dengan psikotropika? Sebutkan jenis-jenisnya!
Bagaimana pengaruh penyalahgunaan psikotropika terhadap sistem koordinasi?

Obat-obatan psikotropika merupakan obat-obatan yang dilarang penggunaannya


secara umum. Hal tersebut dikarenakan psikotropika dapat menimbulkan dampak
buruk terjadap sistem saraf, kesehatan tubuh, dan kehidupan sosial penggunaanya.
Sebagai generasi muda yang telah memahami tentang bahaya psikotropika, ikutlah
berpartisipasi dalam memberantas penggunaan obat-obatan terlarang tersebut. Salah
satu kontribusi yang dapat Anda berikan adalah dengan membuat poster yang
menjelaskan tentang bahaya penggunaan psikotropika bagi tubuh.

Biologi Kelas XI

223

1.
2.
3.

4.
5.
6.

Sistem koordinasi tersusun dari sistem saraf, sistem endokrin (hormon), dan sistem
indra.
Sel saraf (neuron) tersusun dari dendrit, badan sel, dan neurit (akson).
Sistem saraf terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf sadar dan sistem saraf tidak
sadar. Sistem saraf sadar terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Adapun sistem saraf tidak sadar terdiri atas sistem saraf simpatetik dan sistem
saraf parasimpatetik.
Mekanisme perjalanan impuls sebagai berikut.
Reseptor neuron sensorik sistem saraf pusat neuron motorik efektor
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin dan berfungsi
mengatur homeostatis, metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan tingkah laku.
Reseptor adalah sel-sel saraf penerima rangsang dari lingkungan. Terdapat
beberapa macam reseptor, antara lain fotoreseptor, fonoreseptor, mekanoreseptor,
dan kemoreseptor yang terletak pada alat indra.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Burhan mengalami kecelakaan lalu
lintas saat mengendarai motor. Saat
dibawa ke rumah sakit, dokter yang
merawat Burhan menjelaskan bahwa
Burhan mengalami kerusakan otak
yang mengakibatkan kelumpuhan dan
kehilangan kesadaran. Akan tetapi,
Burhan masih dapat bernapas dengan
baik. Berdasarkan peristiwa tersebut,
bagian otak Burhan yang tidak rusak
terdapat pada . . . .
a. serebrum
b. serebelum
c. daerah motorik
d. daerah sensorik
e. medula oblongata
2. Perhatikan gambar
sistem saraf pusat di
samping!
Bagian X adalah otak
tengah (mesensefalon).
X

224

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

Kerusakan pada bagian ini akan


mengakibatkan . . . .
a. hilang keseimbangan
b. terganggunya penglihatan
c. denyut jantung tidak teratur
d. terhambatnya sekresi kelenjar
e. terganggunya gerak alat pencernaan
3. Perhatikan bagian-bagian neuron berikut!
1) Akson
2) Dendrit
3) Badan sel
4) Ujung akson
Arah jalannya impuls dalam neuron secara
berurutan ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1) 2) 3) 4)
b. 1) 3) 2) 4)
c. 2) 1) 3) 4)
d. 2) 3) 1) 4)
e. 3) 2) 1) 4)

4. Hubungan yang tepat antara hormon


dan fungsinya adalah . . . .
Nama Hormon
a.

Parathormon

b.

Tiroksin

c.

Gonadotrop

d.

Prolaktin

e.

Adenotrop

Fungsi
Memengaruhi proses metabolisme
Mengatur keseimbangan kalsium
Memengaruhi kerja kelenjar
kelamin
Memengaruhi kerja kelenjar
anak ginjal
Memengaruhi kerja anak
gondok

5. Manakah dari pernyataan berikut ini


yang tepat mengenai sistem saraf tepi?
a. Sistem saraf tepi menghubungkan
semua bagian tubuh dengan pusat
saraf.
b. Sistem saraf tepi berperan dalam
pengaturan seluruh aktivitas tubuh.
c. Sistem saraf tepi merupakan sistem
saraf pusat yang menjadi bagian
dari sumsum lanjutan.
d. Sistem saraf tepi terletak di otak dan
susum tulang belakang.
e. Sistem saraf tepi merupakan pusat
pengaturan sistem refleks.
6. Perhatikan kedua gambar yang memperlihatkan lensa mata berikut!

Berdasarkan gambar tersebut dapat


disimpulkan bahwa . . . .
a. lensa mata pada gambar A lebih
tebal karena mata melihat benda
pada jarak lebih jauh
b. lensa mata pada gambar B lebih
tebal karena mata melihat benda
pada jarak lebih jauh
c. lensa mata pada gambar A lebih
tebal karena mata melihat benda
pada jarak lebih dekat
d. lensa mata pada gambar B lebih
tebal karena mata melihat benda
pada jarak lebih dekat
e. lensa mata A mengecil karena mata
melihat benda pada jarak dekat

7. Pada telinga bagian dalam terdapat


bagian-bagian berikut.
1) Tingkap jorong
2) Kanalis semisirkularis
3) Utrikulus
4) Skala vertibuli
5) Skala timpani
6) Sakulus
Bagian-bagian telinga yang berfungsi
sebagai alat keseimbangan ditunjukkan
oleh . . . .
a. 1), 2), dan 5)
b. 1), 4), dan 6)
c. 2), 3), dan 6)
d. 2), 4), dan 5)
e. 3), 5), dan 6)
8. Perhatikan bagian-bagian telinga berikut!
1) Incus
2) Stapes
3) Maleus
4) Membran timpani
5) Koklea
6) Saraf pendengar
Urutan jalannya gelombang bunyi
sampai kita mendengar adalah . . . .
a. 1) 2) 3) 4) 5) 6)
b. 1) 3) 4) 5) 2) 6)
c. 3) 4) 2) 1) 5) 6)
d. 4) 3) 1) 2) 5) 6)
e. 4) 3) 5) 1) 2) 6)
9. Perhatikan gambar berikut!

1
2
3
4

Bagian kuncup pengecap yang dapat


merasakan cita rasa asin, pahit, dan
manis secara berturut-turut ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1, 3, dan 4
b. 2, 1, dan 3
c. 2, 4, dan 1
d. 3, 1, dan 4
e. 4, 2, dan 1
Biologi Kelas XI

225

10. Tremor merupakan gejala yang dialami


penderita Parkinson karena penderita
....
a. mengalami kerusakan pada otak
bagian tengah
b. mengalami peradangan pada
selaput otak
c. kekurangan dopamine pada sel
sarafnya
d. terjadi peradangan pada otaknya
e. terjadi iritasi pada sel saraf
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Seseorang yang mendapat serangan
berupa pukulan dari orang lain akan
memberikan gerakan tangkisan.
Bagaimana mekanisme terjadinya
gerakan tangkisan tersebut jika
dilakukan secara refleks atau disadari?
2. Iklan produk susu berkalsium tinggi
banyak dijumpai di berbagai media.
Menurut Anda, apakah penyerapan
kalsium oleh tubuh selalu efektif di
berbagai usia? Kaitkan jawaban Anda
dengan fungsi kelenjar paratiroid!
3. Seorang wanita terbaring koma selama
10 tahun setelah mengalami kecelakaan
mobil yang mengakibatkan kerusakan
otak permanen. Wanita tersebut dapat
bertahan hidup dengan bantuan alat
bantu medis. Keluarganya meminta
supaya ia dibiarkan meninggal dengan
melepas alat bantu. Otoritas hukum

melarang pelepasan alat bantu medis


pada wanita tersebut. Setelah dimusyawarahkan, akhirnya disepakati untuk
melepas alat bantu medis pada wanita
tersebut. Wanita tersebut meninggal 12
hari setelah pemberian makanan lewat
tabung dihentikan. Bagaimana pendapat Anda mengenai kasus tersebut?
Apa sebaiknya yang harus dilakukan
pada pasien yang mengalami mati otak?
4. Akhir-akhir ini perkembangan teknologi
semakin pesat, salah satunya adalah
semakin merebaknya handphone. Saat ini
handphone tidak hanya menjadi sarana
komunikasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk hiburan, misalnya
untuk mendengarkan musik. Pada
umumnya, kita mendengarkan musik
melalui handphone dengan bantuan
earphone. Padahal mendengarkan musik
melalui earphone dapat berdampak
buruk terhadap telinga yaitu semakin
berkurangnya daya pendengaran atau
bahkan menyebabkan hilangnya kemampuan mendengar. Mengapa hal tersebut
dapat terjadi? Jelaskan jawaban Anda!
5. Anestesi bertujuan untuk mengurangi
rasa sakit dengan cara menghambat
penghantaran impuls saraf. Berdasarkan pengetahuan mengenai prinsip
penghantaran impuls, bagaimana
mekanisme pencegahan rasa sakit
melalui anestesi?

Anda telah mempelajari sistem koordinasi pada manusia. Sistem koordinasi


tersusun dari beberapa sistem yaitu sistem saraf, sistem endokrin, dan sistem indra
yang saling bekerja sama untuk mengatur seluruh aktivitas tubuh. Apabila terjadi
gangguan pada salah satu penyusun sistem tersebut, akan mengganggu aktivitas tubuh.
Hal tersebut menunjukkan suatu kompleksitas ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh
karena itu, sudah sepantasnya Anda bersyukur terhadap hal yang telah dianugerahkan
kepada Anda. Salah satu rasa syukur Anda dapat diwujudkan dengan cara menjaga
organ-organ penyusun sistem koordinasi agar tetap berperan sesuai fungsinya dan
tidak mengalami gangguan. Gangguan pada sistem koordinasi juga dapat disebabkan
oleh pengaruh psikotropika. Oleh karena itu, sebagai generasi muda yang berakhlak
dan peduli terhadap kesehatan, hindarilah obat-obatan psikotropika agar tidak merusak
diri Anda.
226

Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Koordinasi Manusia

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Sistem Reproduksi
Mempelajari

Struktur dan Fungsi Alat


Reproduksi Manusia

Proses-Proses yang
Berlangsung dalam
Organ Reproduksi

Meliputi

Berlangsung di

Keterkaitan Antara
Kesehatan Reproduksi
dengan Program KB dan
Kependudukan
Membahas

Organ Reproduksi Organ Reproduksi


Pria
Wanita

Penyakit dan Gangguan yang


Berhubungan dengan Sistem
Reproduksi

Organ Reproduksi Organ Reproduksi


Wanita
Pria
Meliputi

Meliputi
Meliputi
Organ
Reproduksi
Luar

Organ
Reproduksi
Dalam

Terdiri
atas

Terdiri
atas

Penis

Diatasi dengan

Spermatogenesis

Oogenesis

Merawat dan Menjaga Kesehatan


Sistem Reproduksi
Mengakibatkan

Menstruasi

Masalah Kependudukan

Ovulasi

Meliputi

Diperlukan

Fertilisasi

Skrotum

Program KB

Gestasi
Testis
Saluran
Kelamin
Kelenjar
Kelamin

Persalinan
Organ Reproduksi
Dalam
Organ Reproduksi
Luar

Terdiri atas
Vagina

Uterus

Oviduk

Ovarium

Terdiri atas

Vulva

Labium

Biologi Kelas XI

227

Sumber: http://kangrivan.com

Berkembang biak merupakan salah satu ciri organisme. Perkembangbiakan (reproduksi)


merupakan suatu cara organisme menghasilkan individu yang memiliki sifat atau ciri-ciri
sama atau menyerupai induknya untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Seiring dengan
perkembangan zaman dan teknologi, reproduksi merupakan salah satu objek utama untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh, diterapkannya teknologi reproduksi berupa
fertilisasi in vitro. Dalam teknik ini, embrio ditanam di rahim ibu sehingga tumbuh menjadi
janin. Bagaimana proses pembentukan janin di dalam tubuh? Organ-organ apa saja yang
berperan dalam reproduksi?

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

228

Struktur dan fungsi alat reproduksi manusia


Proses pembentukan sel kelamin
Ovulasi dan menstruasi
Fertilisasi, gestasi, dan persalinan
ASI (Air Susu Ibu)
Program KB dan masalah kependudukan
Kelainan atau penyakit yang terjadi pada sistem
reproduksi

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Fertilisasi
Ovulasi
Menstruasi
Gestasi
Gametogenesis
Oogenesis
Spermatogenesis
Ovum
Sperma

Pertumbuhan janin di dalam rahim seorang wanita membuktikan bahwa telah terjadi
proses reproduksi. Reproduksi melibatkan suatu sistem dalam tubuh, yaitu sistem reproduksi.
Tujuan utama makhluk hidup melakukan reproduksi yaitu untuk melestarikan jenisnya
agar tidak punah. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda bersyukur kepada Tuhan Yang
Maha Esa karena telah menciptakan organ-organ reproduksi beserta mekanismenya. Sistem
reproduksi terdiri atas organ-organ reproduksi. Organ-organ reproduksi dapat terserang
berbagai jenis penyakit. Sebagai generasi muda yang peduli terhadap kesehatan reproduksi,
Anda perlu mempelajari mengenai sistem reproduksi manusia. Dengan demikian, Anda
dapat menjaga kesehatan organ-organ reproduksi dengan baik.
Dalam bab ini, Anda akan mempelajari tentang organ-organ reproduksi pria dan wanita.
Anda juga akan mempelajari berbagai proses yang berlangsung dalam organ reproduksi
yaitu spermatogenesis, oogenesis, fertilisasi, menstruasi, gestasi, dan persalinan. Di akhir
bab, Anda akan mempelajari keterkaitan antara proses reproduksi dengan program Keluarga
Berencana dan masalah kependudukan.

A. Struktur dan Fungsi Alat Reproduksi Manusia


Secara umum, suatu organisme dapat berkembang biak apabila telah mencapai
kedewasaan. Pada saat itulah alat reproduksi telah berkembang dan siap untuk
bereproduksi. Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai alat reproduksi manusia,
lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Organ-Organ Reproduksi


1.
2.
3.

Sediakan torso manusia. Selanjutnya, amati dengan cermat dan teliti torso
tersebut.
Identifikasilah organ-organ yang menyusun sistem reproduksi manusia.
Setelah itu, amati charta atau gambar berikut.

Organ reproduksi pria

Organ reproduksi wanita

Sumber: Biologi, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 10.1 Organ reproduksi pria dan wanita

4.

Setelah melakukan pengamatan dengan teliti, diskusikan pertanyaanpertanyaan berikut.


a. Organ-organ apa saja yang menyusun sistem reproduksi pria dan wanita?
Biologi Kelas XI

229

b.

5.
6.

Organ mana yang berfungsi sebagai tempat berlangsungnya


spermatogenesis dan oogenesis? Berdasarkan fungsinya, sel-sel apa saja
yang menyusun jaringan pada organ tersebut?
Saat melakukan diskusi, jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja sama,
cinta damai, dan berani mengemukakan pendapat dan pertanyaan dengan santun. Jika
perlu, buatlah daftar pertanyaan yang lain mengenai organ reproduksi manusia
untuk menambah bahan diskusi.
Tulislah hasil dari kegiatan ini ke dalam format laporan yang meliputi judul,
tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan tersebut di depan kelas.

Dari kegiatan di atas, Anda telah mengenal organ-organ reproduksi manusia baik
pada wanita maupun pria. Apa fungsi setiap organ tersebut dalam proses reproduksi?
Untuk mengetahui jawabannya simaklah uraian berikut.
1.

230

Organ Reproduksi Pria


Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi luar dan organ reproduksi
dalam. Organ reproduksi luar berupa penis dan skrotum. Organ reproduksi dalam
berupa testis, saluran kelamin, dan kelenjar kelamin. Perhatikan Gambar 10.2!
a. Organ Reproduksi Bagian Luar
1) Penis
Penis berfungsi untuk
Ginjal
memasukkan sperma ke
sebelah kiri
saluran kelamin wanita.
Di dalam penis terdapat
Ureter sebelah
uretra. Uretra pada penis
Kantong
kiri
semen
dikelilingi oleh pembuluh
Kantong urinaria
Duktus
darah dan ujung-ujung
Glandula prostat
ejakulatorius
Vas deferens
saraf perasa.
Glandula
Uretra
2) Skrotum (kantong pelir)
Cowper
Penis
Epididimis
Skrotum merupakan
kantong yang memSkrotum
Testis
bungkus atau melindungi
sebelah kiri
testis. Antara skrotum
Sumber: New Understanding Biology, Susan Toole & Glenn
kanan dan skrotum kiri Gambar 10.2 Organ reproduksi pria
terdapat jaringan ikat
dan otot polos. Adanya otot polos mengakibatkan skrotum dapat mengerut
dan mengendur. Dalam skrotum terdapat otot lurik yang berfungsi
mengatur suhu di sekitar testis agar selalu stabil (pembentukan sperma
memerlukan suhu sedikit di bawah suhu tubuh yaitu 34C).
Fungsi utama skrotum untuk memberikan testis suatu lingkungan
yang memiliki suhu 18C lebih dingin dibandingkan temperatur rongga
tubuh. Pengaturan suhu dilakukan dengan mengerutkan atau
melonggarkan skrotum sehingga testis dapat bergerak mendekat atau
menjauhi tubuh. Testis akan diangkat mendekati tubuh pada suhu dingin
dan bergerak menjauh pada suhu panas.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

b.

2.

Organ Reproduksi Bagian Dalam


1) Testis (gonad jantan)
Testis berfungsi memproduksi sperma dan testosteron (hormon kelamin pria). Di
dalam testis terdapat saluransaluran halus yang disebut tubulus seminiferus. Dalam tubulus seminiferus inilah terjadi
pembentukan sperma. Untuk
mengamati struktur testis,
perhatikan Gambar 10.3!

Vas deferens

Vas
eferens
Lobulus

Epididimis

Tubulus
seminiferus

Testis
Sumber: New Understanding Biology, Susan Toole dan Glenn

Gambar 10.3 Struktur testis

2)

Saluran Kelamin
Saluran kelamin berfungsi menyalurkan sperma dari testis ke luar tubuh
melalui penis. Saluran kelamin pada organ reproduksi pria yaitu epididimis,
vas deferens, saluran ejakulasi, dan uretra.

3)

Kelenjar Kelamin
Selama perjalanan di dalam saluran kelamin, sperma mengalami
penambahan cairan-cairan kelamin. Cairan tersebut berguna untuk
mempertahankan kehidupan dan gerak sperma. Cairan-cairan kelamin
dihasilkan oleh vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowper.
a) Vesikula seminalis menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai sumber
energi dan untuk memudahkan gerakan sperma. Cairan ini juga
menormalkan keasaman saluran reproduksi wanita saat koitus.
b) Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang memberi suasana basa pada
cairan sperma. Cairan tersebut mengandung kolesterol, garam, dan
fosfolipid.
c) Kelenjar Cowper/kelenjar bulbouretra menghasilkan cairan yang bersifat
basa. Kelenjar Cowper berhubungan langsung dengan uretra.

Organ Reproduksi Wanita


Organ reproduksi wanita terdiri atas organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.
Organ kelamin luar berupa vulva dan labium. Organ kelamin dalam berupa ovarium
dan saluran kelamin. Perhatikan Gambar 10.4!
a. Organ Reproduksi Bagian Luar
Ginjal
1) Vulva
sebelah kiri
Vulva merupakan celah
paling luar dari alat kelamin
Ureter sebelah
Ovarium
kiri
wanita. Pada bagian dalam
sebelah kiri
Oviduk sebelah kiri
vulva terdapat saluran urine
Uterus
dan saluran reproduksi. Pada
Serviks
Uretra
daerah dekat ujung saluran
Vagina
kelamin terdapat himen
Vulva
(selaput dara). Himen mengandung banyak pembuluh Sumber: New Understanding Biology, Susan Toole & Glenn
Gambar 10.4 Organ reproduksi wanita
darah.

Biologi Kelas XI

231

2)

b.

Labium
Labium merupakan bagian yang membatasi vulva. Ada dua macam
labium, yaitu labium mayora (terletak di sebelah luar) dan labium minora
(terletak di sebelah dalam). Antara labium mayora dan labium minora
bagian atas terbentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris. Pada klitoris
terdapat korpus kavernosa yang mengandung banyak pembuluh darah
dan ujung saraf perasa.
Organ Reproduksi Bagian Dalam

1)

Vagina
Vagina merupakan saluran akhir organ reproduksi wanita. Vagina
bermuara di vulva. Vagina mengandung banyak lendir yang dihasilkan
kelenjar Bartholin. Lendir ini berguna pada saat koitus dan mempermudah
kelahiran bayi.
2) Uterus
Uterus adalah rongga besar yang merupakan pertemuan oviduk kanan
dan kiri. Bagian terbawah uterus menyempit disebut serviks (leher rahim).
Uterus berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio
hingga siap lahir. Uterus dibatasi oleh dinding endometrium yang kaya
pembuluh darah. Dinding endometrium akan menebal ketika terjadi
kehamilan.
3) Oviduk
Oviduk atau tuba fallopii merupakan sepasang saluran yang ujungnya
berbentuk corong disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat
fimbriae (rumbai-rumbai) untuk menangkap ovum. Tuba fallopii berguna
sebagai tempat terjadinya fertilisasi.
4) Ovarium
Ovarium merupakan penghasil ovum. Terdapat dua buah ovarium
yaitu di sebelah kiri dan kanan.
Anda telah mempelajari mengenai organ-organ reproduksi manusia. Setiap organ
memiliki struktur tertentu yang disesuaikan dengan fungsinya. Anda sebaiknya
menggunakan pola pikir secara ilmiah untuk memahami struktur organ-organ tersebut
berdasarkan fungsinya di dalam tubuh. Bagaimana struktur ovarium dan testis? Sel-sel
apa saja yang menyusun jaringan pada organ reproduksi tersebut? Untuk
mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Sel-Sel Penyusun Jaringan Ovarium dan Testis


A.

232

Pendahuluan
Struktur anatomi organ reproduksi
berbeda-beda disesuaikan dengan fungsinya masing-masing. Sebagai contoh,
ovarium merupakan organ reproduksi

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

wanita memiliki struktur berbeda


dengan testis yang merupakan organ
reproduksi pria. Kegiatan ini bertujuan
mengidentifikasi sel-sel penyusun
jaringan pada ovarium dan testis.

Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Setiap anggota sebaiknya


mengamati preparat secara bergiliran.
Oleh karena itu, diperlukan sikap kerja
sama antaranggota kelompok. Saat
melakukan pengamatan menggunakan mikroskop diperlukan ketelitian
dan ketekunan sehingga preparat
dapat diamati dengan jelas. Penggunaan mikroskop dilakukan secara
benar dan sesuai dengan prosedur.
Selain itu, diperlukan juga sikap hatihati saat menggunakan preparat
awetan agar tidak pecah.
B.

Apa yang Diperlukan?


1. Mikroskop
2. Preparat awetan ovarium
3. Preparat awetan testis
4. Alat tulis

C.

Apa yang Harus Dilakukan?


1. Siapkan mikroskop dan preparat
awetan yang akan diamati.
2. Letakkan mikroskop di meja
datar dan letakkan preparat
ovarium di bagian meja preparat
pada mikroskop.
3. Amati preparat tersebut mulai
dari perbesaran lemah, kemudian
diganti dengan perbesaran kuat

4.
5.

sampai diperoleh gambar yang


jelas. Hati-hati saat memindahkan lensa jangan sampai lensa
menyentuh preparat yang diamati.
Gambarlah hasil pengamatan dan
beri keterangan bagian-bagiannya.
Ulangi langkah nomor 24 untuk
mengamati preparat awetan testis.

D. Pertanyaan dan Diskusi


1. Bagaimana struktur sel-sel penyusun
jaringan pada organ ovarium?
2. Apa fungsi ovarium? Apakah
ada keterkaitan antara struktur
dengan fungsinya?
3. Bagaimana struktur sel-sel penyusun
jaringan pada organ testis?
4. Apa fungsi testis? Apakah ada
keterkaitan antara struktur
dengan fungsinya?
5. Buatlah laporan hasil praktikum
yang meliputi judul, tujuan, alat
dan bahan, cara kerja, hasil
pengamatan, serta kesimpulan.
E.

Unjuk Kreativitas
Carilah gambar struktur anatomi
ovarium dan testis dari berbagai
literatur. Selanjutnya, bandingkan
hasil pengamatan Anda dengan
gambar tersebut.

Organ-organ yang menyusun sistem reproduksi wanita dan pria berbeda. Tuhan
menciptakan organ reproduksi yang berbeda antara pria dan wanita dengan tujuan agar
manusia dapat berkembang biak sehingga dapat melestarikan jenisnya. Kemampuan
berkembang biak ini merupakan salah satu anugerah Tuhan kepada makhluk hidup
termasuk manusia. Itulah yang membedakan antara pria dan wanita yaitu dalam hal
reproduksi. Namun, sebagian masyarakat masih berpegang erat pada perbedaan gender
saat melakukan suatu aktivitas. Sebagai contoh, seorang wanita tidak perlu menuntut
pendidikan formal yang tinggi karena tugasnya kelak hanya menjadi seorang ibu yang
mengasuh anak dan mengurus rumah tangganya. Jika di lingkungan sekitar Anda masih
menganut perbedaan gender dalam kehidupan sehari-hari, apa yang akan Anda lakukan
untuk mengubah paradigma tersebut?

Biologi Kelas XI

233

1.
2.
3.
4.

Apa tujuan utama makhluk hidup melakukan reproduksi?


Organ reproduksi apa saja yang menyusun sistem reproduksi pria?
Organ reproduksi apa saja yang menyusun sistem reproduksi wanita?
Kelenjar apa saja yang terdapat di organ reproduksi pria?

B. Proses-Proses yang Berlangsung dalam Organ Reproduksi


Di dalam organ reproduksi manusia berlangsung berbagai proses yang berkaitan
dengan sistem reproduksi. Proses-proses tersebut antara lain spermatogenesis, oogenesis,
menstruasi, ovulasi, gestasi, dan persalinan. Di mana proses-proses tersebut
berlangsung? Untuk mengetahui jawabannya, lakukan kegiatan berikut.

1.
2.
3.
4.

Mengidentifikasi Organ-Organ yang Berperan sebagai Tempat


Berlangsungnya Proses Reproduksi
Carilah informasi mengenai proses spermatogenesis, oogenesis, menstruasi,
ovulasi, gestasi, dan persalinan.
Identifikasilah organ-organ yang berperan sebagai tempat berlangsungnya
proses-proses tersebut.
Buatlah gambar sistem reproduksi pria dan wanita secara sederhana. Selanjutnya,
beri keterangan organ-organ yang berperan sebagai tempat berlangsungnya
proses-proses reproduksi.
Kumpulkan hasil tugas Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Berdasarkan kegiatan di atas, tentu Anda telah mengetahui organ-organ yang


berperan sebagai tempat berlangsungnya proses-proses reproduksi. Bagaimana
mekanisme terjadinya proses-proses reproduksi tersebut? Simaklah uraian berikut ini.
1.

234

Gametogenesis
Gametogenesis adalah proses pembentukan sel kelamin atau gamet. Pada
manusia, gametogenesis dibedakan menjadi dua yaitu spermatogenesis dan
oogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma yang terjadi di
dalam tubulus seminiferus. Oogenesis adalah proses pembentukan ovum yang
berlangsung di ovarium. Bagaimana terjadinya spermatogenesis dan oogenesis?
Untuk mengetahuinya, coba lakukan kegiatan berikut.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Mendeskripsikan Spermatogenesis dan Oogenesis


Melalui Pengamatan Gambar
1.

Perhatikan gambar berikut dengan cermat dan teliti.


a. Spermatogenesis
Sel kecambah primordial

Epididimis

Tubula
seminiferus
(sayatan
melintang)

Spermatogonium
(diploid)
Pembelahan mitosis

Testis
Tubula
seminiferus

Spermatosit primer
(diploid) dalam
profase meiosis I
Pembelahan meiosis
pertama
Spermatosit
sekunder
(haploid)
Pembelahan meiosis kedua
Spermatid
(haploid)

Sel serroli

Spermatid
(pada dua
tahapan
diferensial)

Sel sperma
(haploid)

Sumber: Biologi, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 10.5 Proses spermatogenesis

b.

Oogenesis
Sel kecambah primordial
Oogonium
(diploid)

Oosit primer di
dalam folikel

Korpus luteum yang


sedang beregenerasi
Korpus
luteum

Oosit primer
(dalam tahap
profase meiosis 1)
Pembelahan meiosis
pertama
Oosit sekunder
(haploid)

Badan polar
pertama
(haploid)
Pembelahan meiosis
kedua (dirangsang
oleh fertilisasi)

Folikel yang
sedang
tumbuh

Oosit
sekunder
Ovulasi

Badan polar
kedua (haploid)

Ovarium

Folikel dewasa

Folikel yang pecah

Ovum
(haploid)

Sumber: Biologi, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 10.6 Proses oogenesis

2.
3.

4.
5.

Analisislah gambar tersebut bersama teman-teman Anda.


Berdasarkan gambar yang Anda amati, diskusikan mengenai
permasalahan-permasalahan berikut bersama teman-teman Anda.
a. Bagaimana proses pembentukan sel sperma pada organ reproduksi pria?
b. Bagaimana proses pembentukan sel telur pada organ reproduksi wanita?
c. Berdasarkan hasil pengamatan Anda, carilah perbedaan ciri-ciri antara
spermatogenesis dan oogenesis!
Jangan lupa, saat berdiskusi Anda menerapkan sikap mau bekerja sama
serta berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi.
Tuliskan hasil diskusi kelompok Anda dalam bentuk laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Biologi Kelas XI

235

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda tentu telah memiliki sedikit pemahaman


mengenai spermatogenesis dan oogenesis. Untuk memperdalam pemahaman Anda,
simaklah uraian berikut ini.
a. Spermatogenesis
Spermatogenesis atau produksi sel-sel sperma dewasa adalah proses yang
terus-menerus dan prolifik pada jantan dewasa (Campbell, Reece, dan Mitchell:
2004). Spermatogenesis melibatkan spermatogonium, sel sertoli, dan sel Leydig
yang ketiganya terdapat di dalam tubulus seminiferus.
1) Spermatogonium (sel induk spermatozoa) merupakan penghasil sperma.
2) Sel sertoli merupakan pemberi nutrisi bagi spermatozoa.
3) Sel Leydig merupakan penghasil hormon testosteron. Hormon ini berperan
dalam pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
Spermatogenesis dipengaruhi oleh beberapa hormon LH dan FSH. LH
(Luteinizing Hormone) berfungsi merangsang sel Leydig untuk menghasilkan
hormon testosteron. FSH (Follicle Stimulating Hormone) merangsang sel sertoli
untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein). ABP akan merangsang
spermatogonium untuk memulai spermatogenesis. Spermatogenesis terjadi
melalui tiga tahap, yaitu tahap penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tahap
pematangan. Perhatikan Gambar 10.5 di depan!
1) Tahap penggandaan, sel primordial mengalami pembelahan mitosis
berulang-ulang dan membentuk spermatogonia (tunggal = spermatogonium).
2) Tahap pertumbuhan, spermatogonium bersifat diploid. Spermatogonium
tumbuh dan berkembang membentuk spermatosit primer (diploid).
3) Tahap pematangan, spermatosit primer membelah secara meiosis
membentuk dua spermatosit sekunder (haploid). Spermatosit sekunder
kemudian membelah secara meiosis membentuk empat buah spermatid
(haploid). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi sperma (haploid).
Proses pematangan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi. Proses
pematangan sperma dipengaruhi oleh hormon testosteron.
Sperma terdiri atas kepala dan
Leher
Bagian
ekor. Pada membran yang
Membran Plasma
tengah
Kepala



melindungi ujung kepala sperma


terdapat selubung yang disebut
Ekor
akrosom. Akrosom mengandung
Mitokondria
enzim hialuronidase, akrosin, dan
antifertilizin. Hialuronidase dan
Nukleus
akrosin berfungsi menembus lapisan
Akrosom
pelindung ovum. Antifertilizin merupakan antigen yang berfungsi Sumber: Human Biology, Mike Boyle & Kathryn Senior
melekatkan sperma pada sel telur. Gambar 10.7 Struktur sperma
Bagian ekor berfungsi sebagai alat gerak sperma. Pada pangkal ekor terdapat
badan sperma yang mengandung mitokondria. Mitokondria berfungsi sebagai
penghasil energi untuk pergerakan sperma. Struktur sperma dapat Anda amati
pada Gambar 10.7.

236

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

b.

2.

Oogenesis
Sel telur terbentuk melalui oogenesis yang terjadi di dalam ovarium.
Oogenesis terjadi melalui tiga tahap, yaitu tahap penggandaan, tahap pertumbuhan, dan tahap pematangan. Perhatikan Gambar 10.6 pada kegiatan
Mari Bereksplorasi!
1) Tahap penggandaan terjadi di dalam ovarium janin ketika masih dalam
kandungan. Pada tahap penggandaan, sel primordial mengalami
pembelahan mitosis membentuk oogonia (tunggal = oogonium) yang
bersifat diploid.
2) Tahap pertumbuhan terjadi pada ovarium bayi. Pada tahap pertumbuhan
oogonium mengalami pembelahan mitosis membentuk oosit primer
(diploid). Oosit primer berada dalam keadaan dorman (istirahat) sampai
anak perempuan mengalami masa puber.
3) Tahap pematangan dimulai pada masa puber. Pada masa puber terjadi
perubahan hormonal dalam tubuh anak perempuan. Perubahan tersebut
mengakibatkan oosit primer membelah secara meiosis I menghasilkan oosit
sekunder (berukuran besar) dan badan polar I (berukuran kecil). Oosit
sekunder berhenti mengalami pembelahan saat terjadi ovulasi. Pembelahan
meiosis II ini kemudian dilanjutkan
setelah sel telur mengalami fertilisasi.
Pada pembelahan ini, oosit sekunder
menghasilkan ootid (haploid) dan
Anda telah mempelajari proses
badan polar II (haploid). Ootid akan
spermatogenesis dan oogenesis.
mengalami diferensiasi menjadi
Nah, agar Anda lebih jelas tentang
kedua proses tersebut, amatilah video
ovum, sedangkan badan polar II
melalui alamat website berikut.
mengalami degenerasi. Badan polar I
1. http://youtu.be/ZFLb19nC2bs
juga akan mengalami pembelahan
2. http://youtu.be/5Xnj0_d-vec
menjadi dua badan polar. Namun,
3. http://youtu.be/Aupu2rdZTnY
Cermati video-video tersebut dan
kadang-kadang badan polar I menggunakan
untuk
menambah
alami degenerasi sebelum mengalami
wawasan Anda.
pembelahan.

Siklus Menstruasi
Seorang wanita yang masih produktif setiap bulan melepaskan satu sel telur
matang dari salah satu ovariumnya. Apabila tidak terjadi fertilisasi akan terjadi
pendarahan disertai luruhnya sel telur dan lapisan endometrium. Pendarahan ini
disebut menstruasi. Menstruasi terjadi secara periodik sehingga disebut siklus
menstruasi. Pada umumnya siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari.
Bagaimana terjadinya siklus menstruasi? Lakukan kegiatan berikut untuk
mengetahui jawabannya.

Biologi Kelas XI

237

Mendeskripsikan Siklus Menstruasi Melalui Pengamatan Gambar


Perhatikan dengan cermat
Hari 0
5
10
14
20
25
28
(a) Fluktuasi kadar
dan teliti charta siklus
gonadotropin
LH
menstruasi berikut.
Charta siklus menstruasi
FSH
tersebut menggambarkan
keadaan sel telur dan uterus
(b) Fluktuasi kadar
Estrogen
pada hari 128.
hormon ovarium
Pelajari charta tersebut
Progesteron
beserta keterangannya.
Berdasarkan charta tersebut,
(c) Siklus ovarium
diskusikan permasalahanpermasalan berikut bersama



Fase folikuler
Fase luteal
teman-teman Anda.
Ovulasi
a. Ada berapa fase siklus
(d) Siklus menstruasi
(siklus uterus)
menstruasi? Sebutkan
fase-fasenya!




b. Mengapa
proses
Fase
Fase
Fase
aliran
proliferasi
sekresi
menstruasi disebut
menstruasi
siklus?
Hari 0
5
10
14
20
25
28
c. Tafsirkan charta di Sumber: Biologi, Campbell, Reece, dan Mitchell
atas untuk menjelas- Gambar 10.8 Siklus menstruasi
kan siklus menstruasi!
d. Apa yang dimaksud dengan ovulasi?
e. Lengkapi informasi dalam tabel berikut.

2.
3.

Kadar hormon
plasma

Kadar hormon
plasma

1.

Folikel Folikel yang Folikel


primer sedang de Graaf
tumbuh

Ovulasi

Korpus Korpus luteum yang


luteum sedang mengalami
disintegrasi

Lapisan fungsional
endometrium

Lapisan
basal

Hari Ke-

Peristiwa yang Terjadi

15
613
14
1528

4.
5.

238

Agar proses diskusi dapat berjalan dengan baik, terapkan sikap mau bekerja
sama serta berani bertanya dan mengemukakan pendapat secara santun. Buatlah daftar
pertanyaan lain mengenai siklus menstruasi dan diskusikan bersama temanteman Anda.
Tuliskan hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Berdasarkan kegiatan di depan, Anda telah mengetahui bahwa siklus menstruasi


terdiri atas beberapa fase yaitu fase aliran menstruasi, fase proliferasi, dan fase sekresi.
Untuk mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi pada setiap fase simaklah uraian
berikut.
a. Fase Aliran Menstruasi
Fase ini terjadi apabila ovum tidak dibuahi oleh sperma. Dalam keadaan
tersebut korpus luteum menghentikan produksi estrogen dan progesteron.
Akibatnya, ovum meluruh bersama-sama dengan endometrium. Kondisi ini
ditandai adanya pendarahan melalui vagina.
b. Fase Proliferasi
Pada fase proliferasi, hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin
yang merangsang pembentukan follicle stimulating hormone (FSH). FSH akan
merangsang pembentukan folikel yang mengelilingi oosit primer hingga matang.
Ovum matang yang diselubungi folikel disebut folikel de Graaf. Folikel de Graaf
kemudian menghasilkan estrogen yang merangsang pembentukan
endometrium. Estrogen juga memengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir
bersifat basa. Lendir tersebut akan menetralkan sifat asam dalam serviks
sehingga sperma mampu hidup di dalamnya. Adanya peningkatan kadar
estrogen mengakibatkan terhambatnya pembentukan FSH sehingga hipofisis
melepaskan luteinizing hormone (LH). LH akan merangsang terjadinya ovulasi.
Ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14 dihitung sejak hari pertama
menstruasi. Pada saat ovulasi, oosit sekunder terlepas dari folikel.
c. Fase Sekresi
Pada tahap ini, LH akan merangsang folikel yang telah kosong menjadi
korpus luteum (badan kuning). Korpus luteum tetap menghasilkan estrogen
dan progesteron. Progesteron bekerja sama dengan estrogen memacu
pembentukan endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada
vagina dan pertumbuhan kelenjar susu. Hal ini berguna untuk persiapan
penanaman zigot dalam uterus setelah terjadi pembuahan. Apabila sampai
akhir fase ini tidak terjadi pembuahan, akan kembali ke fase aliran menstruasi
lagi.
Siklus menstruasi ini berlangsung bertahun-tahun hingga seorang wanita
berusia kurang lebih 45 tahun. Pada usia 4252 tahun, banyak oosit primer dalam
ovarium yang mengalami degenerasi. Akibatnya, siklus menstruasi menjadi tidak
teratur dan akhirnya berhenti sama sekali. Berhentinya siklus menstruasi disebut
menopause.
3.

Fertilisasi, Gestasi, dan Persalinan


Di dalam organ reproduksi wanita berlangsung tahap-tahap reproduksi mulai
dari dihasilkan ovum sampai terjadinya kehamilan. Untuk mengetahui urutan
tahap-tahap reproduksi, lakukan kegiatan berikut.

Biologi Kelas XI

239

Mengidentifikasi Tahap-Tahap Reproduksi dalam


Organ Reproduksi Wanita
1.

2.
3.

4.

Perhatikan dengan cermat dan teliti proses terjadinya kehamilan melalui


video dari alamat website berikut.
a. http://youtu.be/Qsi2X4WKlbQ
b. http://youtu.be/6H-08ACLXZ4
Susunlah sebuah skema yang menggambarkan tahap-tahap reproduksi
mulai dari dihasilkan ovum hingga terjadi kehamilan sesuai dengan
tayangan video tersebut.
Diskusikan secara berkelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
berikut ini.
a. Apa yang akan terjadi jika sel telur yang dihasilkan ovum dibuahi
atau tidak dibuahi? Jelaskan!
b. Bagaimana tahap-tahap reproduksi sehingga terjadi kehamilan?
Jangan lupa untuk menerapkan sikap mau bekerja sama dan menghargai
pendapat orang lain saat melakukan diskusi.
Buatlah laporan tertulis dari kegiatan ini dan presentasikan di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui tahap-tahap reproduksi


pada organ reproduksi wanita sehingga terjadi kehamilan. Terjadinya kehamilan
diawali dengan fertilisasi. Bagaimana mekanismenya?
Sebulan sekali ovarium melakukan ovulasi,
yaitu pengeluaran sel telur matang berupa oosit
sekunder. Sel telur ini siap dibuahi oleh sperma.
Peleburan antara sel telur dengan sperma
Dalam ilmu kedokteran, ditemudisebut pembuahan atau fertilisasi. Fertilisasi
kan suatu teknologi reproduksi
terjadi di dalam tuba fallopii dan menghasilkan
yang dapat membantu manusia
zigot. Zigot kemudian mengalami pembelahan
memperoleh keturunan bagi wanita
sel berulang-ulang. Zigot membelah menjadi
yang sulit hamil. Teknologi tersebut
di antaranya inseminasi dan bayi
dua sel kemudian membelah lagi menjadi empat
tabung. Pelajarilah teknologisel. Selanjutnya, terjadi pembelahan sel menjadi
teknologi tersebut melalui alamat
32 sel berkelompok seperti buah arbei yang
website berikut.
disebut morula. Morula mengalami pembelahan
1. http://goo.gl/1ynGZb
2. http://goo.gl/XyPVN6
membentuk blastula (Perhatikan Gambar 10.9).
3. http://goo.gl/r8dNvN
Blastula mempunyai rongga di dalamnya yang
Setelah itu, catatlah informasidisebut blastosol. Blastula terdiri atas sel-sel
informasi penting dari alamat
bagian luar dan sel-sel bagian dalam. Sel-sel
tersebut dalam buku catatan Anda.
bagian luar disebut trofoblas. Trofoblas
membantu implantasi blastula pada uterus.
Trofoblas ini kemudian berkembang
membentuk plasenta dan membran kehamilan.

240

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

3. Morula

1. Proses fertilisasi 2. Pembelahan zigot

4. Blastula

5. Gastrula

Sumber: Dokumen Penerbit

Gambar 10.9 Perkembangan sel telur setelah terjadi fertilisasi

Sel-sel bagian dalam blastula berkembang menjadi calon embrio/embrioblas.


Embrioblas dilindungi oleh dua lapisan, yaitu ektoderm (lapisan luar) dan endoderm
(lapisan dalam). Selanjutnya, blastula berkembang menjadi gastrula. Pada fase gastrula, di antara ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Semua bagian
tubuh manusia terbentuk dari ketiga lapisan tersebut.
Organogenesis dari ketiga lapisan di atas terjadi pada minggu keempat sampai
kedelapan. Pada minggu kesembilan sampai beberapa saat sebelum lahir terjadi
penyempurnaan organ dan pertumbuhan tubuh sehingga terbentuklah fetus (janin).
Embrio melepaskan hormon human chorionic gonadotropin (HCG). Hormon ini
terus meningkat hingga sekitar hari ke-70 dan akan menurun selama sisa kehamilan.
HCG kemudian dibawa ke ovarium untuk mempertahankan korpus luteum. Dengan
demikian, korpus luteum tetap menghasilkan estrogen dan progesteron yang
berfungsi mempertahankan kehamilan.
Implantasi embrio
Zigot Tuba fallopii
Morula
Blastosis
Fertilisasi

Embrio

Uterus

7 hari

Hati

3
Embrio
Kantong
embrio

10 hari

Vili

12 hari

25 hari

4 hari

Proses implantasi
5

2
Kantong
embrio

Dinding
uterus

Korion
Amnion

Tali
pusar
Plasenta

29 hari

45 hari

5 minggu panjang 1 cm 7 minggu panjang 2 cm

Fetus berusia 11 minggu

Sumber: Biology, Solomon

Gambar 10.10 Perkembangan embrio

Biologi Kelas XI

241

Selama berlangsungnya kehamilan,


Korion
terbentuk beberapa membran kehamilan,
Amnion
yaitu sakus vitelinus, karion, amnion, dan
Embrio
alantois. Perhatikan Gambar 10.11.
a. Sakus vitelinus atau kantong telur
Alantois
merupakan pelebaran endodermis.
Tali pusar
Sakus vitelinus merupakan tempat
Sakus
pembentukan sel darah dan
vitelinus
pembuluh darah embrio. Sakus
Plasenta fetus
vitelinus
dengan
trofoblas
Plasenta ibu
berinteraksi membentuk korion.
Sumber: Dokumen Penerbit
b. Korion merupakan membran terluar Gambar 10.11 Membran kehamilan
pada embrio. Korion membentuk vili korion yang berisi pembuluh darah. Korion
dengan jaringan endometrium ibu membentuk plasenta. Plasenta berperan dalam
pertukaran gas, makanan, dan zat sisa antara janin dan ibu. Namun, darah ibu
tidak pernah berhubungan dengan darah janin karena dibatasi oleh jaringan ikat.
Hanya beberapa partikel kecil dalam darah saja yang dapat melewati jaringan ikat
tersebut, contoh virus dan bakteri.
c. Amnion merupakan kantong berisi cairan tempat embrio berada. Amnion berguna
melindungi janin dari tekanan, benturan, atau perubahan suhu yang drastis.
d. Alantois merupakan membran pembentukan tali pusar (ari-ari). Tali pusar menghubungkan janin dengan plasenta pada endometrium ibu. Tali pusar berguna
menyalurkan zat makanan dan oksigen dari ibu serta mengeluarkan zat sisa yang
dihasilkan janin untuk dibuang.
Pada saat usia kehamilan mencapai 38 minggu, bayi siap dilahirkan. Proses
persalinan diawali dengan kontraksi uterus yang dipengaruhi oleh hormon estrogen
(dihasilkan oleh plasenta), oksitosin (dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin), dan
prostaglandin (dihasilkan oleh membran pada janin).
Selain ketiga hormon tersebut, korpus luteum pada ovarium juga menghasilkan
hormon relaksin. Hormon itu berfungsi melunakkan serviks dan melonggarkan tulang
panggul. Adanya perubahan hormonal dan kontraksi otot mengakibatkan serviks
membuka. Setelah selaput amnion pecah dan cairan di dalamnya keluar, tidak lama
kemudian bayi segera lahir.
4.

242

Laktasi
Setelah bayi terlahir, sepasang kelenjar payudara akan memproduksi susu (laktasi).
Pertumbuhan awal kelenjar payudara dipengaruhi oleh hormon mammotropin. Hormon
ini dihasilkan oleh hipofisis ibu dan plasenta janin. Plasenta juga menghasilkan hormon
estrogen dan progesteron. Hormon estrogen dan progesteron memengaruhi
perkembangan fisik kelenjar payudara. Hormon lain yang memengaruhi sekresi ASI
yaitu prolaktin. Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis. Hormon prolaktin berfungsi
meningkatkan sekresi ASI pada minggu kelima kehamilan sampai kelahiran bayi. ASI
yang dikeluarkan pertama kali berwarna kekuningan disebut kolostrum. ASI merupakan
makanan terbaik bagi bayi. ASI diketahui mengandung zat gizi yang paling sesuai untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi, baik kualitas maupun kuantitasnya (Dewi: 2012).
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ASI lebih unggul dibandingkan susu formula.
Apa keuntungan atau keunggulan pemberian ASI bagi bayi dan ibu? Lakukan kegiatan
berikut untuk mengetahui jawabannya.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Manfaat Pemberian ASI bagi Bayi dan Ibu serta Peningkatan Kualitas SDM
1.
2.
3.

4.

Carilah informasi mengenai keuntungan pemberian ASI bagi bayi dan ibu dari
berbagai literatur atau bertanya kepada petugas kesehatan.
Catatlah informasi yang Anda peroleh dalam buku tugas Anda.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, diskusikan permasalahanpermasalan berikut dengan menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai,
dan menghargai pendapat orang lain.
a. Apa keuntungan pemberian ASI bagi pertumbuhan bayi?
b. Apa manfaat pemberian ASI yang pertama kali keluar bagi bayi?
c. Apa keuntungan pemberian ASI bagi ibu?
d. Apa peranan ASI eksklusif untuk peningkatan kualitas SDM?
Buatlah laporan yang berisi judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta
kesimpulan. Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Setelah mengalami masa puber organ-organ reproduksi dan hormon-hormon yang


berperan dalam sistem reproduksi mulai aktif. Seorang laki-laki mulai mengalami mimpi
basah dan seorang wanita mulai mengalami menstruasi. Setelah masa puber, pergaulan
bebas dapat mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehamilan
di luar pernikahan. Sebagai generasi muda yang berakhlak, apa yang akan Anda lakukan
untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut?

1.
2.
3.
4.
5.

Apa yang dimaksud dengan spermatogenesis dan oogenesis? Di organ apa kedua
proses tersebut berlangsung?
Apa yang akan terjadi jika sel telur yang dilepaskan saat ovulasi tidak dibuahi atau
dibuahi oleh sperma?
Bagaimana embrio di dalam rahim mendapatkan perlindungan, makanan, dan
oksigen?
Apa keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula?
Apa yang dimaksud dengan fertilisasi dan ovulasi?

Biologi Kelas XI

243

C. Keterkaitan Antara Kesehatan Reproduksi dengan Program KB dan


Kependudukan
Pada zaman modern ini, kesehatan sistem reproduksi mendapat perhatian yang serius.
Hal ini terbukti dengan adanya berbagai upaya mencari solusi terhadap masalah atau
gangguan pada sistem reproduksi. Kesehatan sistem reproduksi berhubungan erat dengan
penyakit atau gangguan pada sistem reproduksi dan cara menjaga atau merawat kesehatan
sistem reproduksi. Penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem reproduksi? Apa
penyebabnya? Untuk mengawali pemahaman Anda, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Menganalisis Penyebab Penyakit yang Terjadi pada Sistem Reproduksi


1.

Carilah informasi mengenai jenis-jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi


dan penyebabnya melalui berbagai literatur seperti buku-buku referensi, internet,
atau bertanya langsung kepada petugas kesehatan.
Catatlah informasi yang Anda peroleh dengan cermat dan teliti.
Jenis-jenis penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem reproduksi? Apa
penyebabnya? Bagaimana cara penularannya?
Apa yang akan Anda lakukan untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi sebagai
wujud rasa syukur kepada Tuhan?
Buatlah resume tertulis dari tugas ini dan kumpulkan kepada Bapak atau Ibu Guru.

2.
3.
4.
5.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mendata beberapa jenis penyakit yang
dapat menyerang sistem reproduksi. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi perlu dirawat
dan dijaga. Uraian berikut akan menjelaskan jenis-jenis penyakit yang menyerang sistem
reproduksi, cara merawat kesehatan reproduksi, program KB, dan masalah
kependudukan akibat proses reproduksi.
1.

244

Penyakit dan Gangguan yang Berhubungan dengan Sistem Reproduksi


Penyakit pada sistem reproduksi pada
umumnya terjadi akibat infeksi mikroorganisme
tertentu. Penyakit ini dapat menular melalui
hubungan seksual. Oleh karena itu, penyakit
Anda telah mengetahui macamtersebut sering disebut PMS (Penyakit Menular
macam penyakit dan gangguan
pada sistem reproduksi. Apakah yang
Seksual). Selain melalui hubungan seksual, PMS
menyebabkan munculnya penyakit
dapat ditularkan oleh cairan darah melalui
dan gangguan tersebut? Bagaimana
jarum suntik/transfusi. Ibu hamil juga dapat
cara penanganannya? Bacalah
menularkan PMS kepada bayinya. Dalam
artikel pada alamat website berikut
untuk mengetahui jawabannya.
banyak kasus, PMS kadang tidak menunjukkan
1. http://goo.gl/iSG3RA
gejala sama sekali. Meskipun demikian, tetap
2. http://goo.gl/xGi142
harus digarisbawahi bahwa seseorang yang
3. http://goo.gl/U62Ezv
terinfeksi PMS dapat menularkan penyakitnya
4. http://goo.gl/CaOPim
5. http://goo.gl/Ok6v3A
kepada orang lain.

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Beberapa jenis penyakit yang menyerang sistem reproduksi antara lain


keputihan, uretritis, prostatitis, epididimitis, gonore, sifilis, herpes genitalis, kutil
kelamin, dan trikomoniasis vaginalis.
Selain PMS, organ reproduksi dapat mengalami gangguan tertentu sehingga
tidak berfungsi dengan baik. Gangguan tersebut dapat terjadi pada organ reproduksi
pria maupun wanita. Beberapa gangguan yang sering dijumpai pada sistem
reproduksi yaitu endometriosis, kriptorkidisme, hipogonadisme, amenore, mioma,
dan penyumbatan saluran reproduksi.
2.

Merawat dan Menjaga Kesehatan Sistem Reproduksi


Kesehatan sistem reproduksi berhubungan dengan fungsi dan proses yang
terjadi dalam sistem reproduksi. Setiap pribadi, baik pria maupun wanita, perlu
menjaga kesehatan sistem reproduksinya. Hal ini perlu dilakukan agar kesuburan
atau fertilitas tetap terjaga untuk menghasilkan keturunan.
Beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem
reproduksi.
a. Membersihkan alat kelamin bagian luar menggunakan air bersih setelah buang
air. Saat membersihkan alat kelamin sebaiknya dari arah depan ke belakang.
b. Menjaga alat kelamin luar agar selalu kering, misal dilap menggunakan tisu
setelah terkena air. Daerah lembap cocok untuk berkembangbiaknya bakteri
dan jamur.
c. Menggunakan celana dalam dari bahan yang menyerap keringat dan tidak
terlalu ketat.
d. Menghentikan kebiasaan menahan buang air. Menahan buang air dapat
mengakibatkan urine menetes sehingga membasahi celana dalam.
e. Mengurangi kebiasaan mandi menggunakan air panas. Suhu panas dapat
mengganggu spermatogenesis.
Untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi, diperlukan perilaku yang positif
dalam pergaulan. Perkembangan zaman yang semakin modern, mengakibatkan
semakin merebaknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Akibatnya, banyak terjadi
pernikahan dini di kalangan remaja. Apa pendapat Anda mengenai pernikahan dini
dan perilaku negatif yang berkaitan dengan reproduksi? Kerjakan tugas berikut dan
kumpulkan hasilnya kepada Bapak atau Ibu Guru.

Menganalisis Hubungan Antara Pergaulan Remaja dengan Sistem Reproduksi


1.
2.
3.
4.

Carilah artikel mengenai kasus-kasus pernikahan dini dan perilaku negatif kaum
remaja yang akhir-akhir ini sering terjadi.
Buatlah artikel mengenai pernikahan dini dan perilaku negatif kaum remaja yang
berkaitan dengan reproduksi.
Tulislah pendapat Anda mengenai permasalahan tersebut dan akibat-akibat yang
ditimbulkannya.
Kumpulkan artikel yang Anda buat kepada Bapak atau Ibu Guru.

Biologi Kelas XI

245

3.

Masalah Kependudukan dan Program KB


Proses reproduksi manusia merupakan proses pertambahan individu baru sebagai
akibat kelahiran. Semakin tinggi tingkat reproduksi manusia maka permasalahan yang
ditimbulkannya juga semakin meningkat. Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk
mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan program KB. Apa hubungan
antara kesehatan reproduksi, program KB, dan kependudukan? Untuk mengetahui
jawabannya, lakukan kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Keterkaitan Antara Kesehatan Reproduksi


dengan Program KB dan Kependudukan
1.
2.
3.

4.
5.

Carilah informasi mengenai dampak peningkatan jumlah penduduk dan usaha


pengendaliannya dari berbagai literatur, misalnya buku-buku referensi dan internet.
Catatlah informasi yang Anda peroleh secara cermat dan teliti.
Lakukan diskusi bersama teman-teman Anda dengan menerapkan sikap mau
bekerja sama dan menghormati pendapat orang lain untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan berikut.
a. Mengapa laju pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin tinggi?
Kaitkan jawaban Anda dengan kesehatan reproduksi!
b. Apa saja dampak peningkatan jumlah penduduk?
c. Bagaimana cara memecahkan masalah kepadatan penduduk yang
berkaitan dengan sistem reproduksi? Apa peranan program KB untuk
mengatasi permasalahan ini?
d. Apakah program KB perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan
kependudukan tersebut?
Selain pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda dapat membuat pertanyaan yang
lain sebagai bahan tambahan untuk diskusi.
Tuliskan hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang berisi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan yang telah Anda buat di depan kelas.

Dari kegiatan di depan, Anda telah mengetahui keterkaitan antara kesehatan


reproduksi dengan program KB dan masalah kependudukan. Untuk lebih jelasnya,
simaklah uraian berikut.
Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin meningkat terjadi karena waktu
reproduksi manusia relatif cepat. Selain itu, perkembangan ilmu dan teknologi di bidang
kesehatan mengakibatkan peningkatan kesehatan reproduksi manusia. Peningkatan jumlah
penduduk yang tidak terkendali dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara kebutuhan
dan persediaan berbagai faktor kehidupan antara lain papan, sandang, pangan, dan
lapangan pekerjaan. Akibatnya, terjadilah kerawanan sosial karena pengangguran,
kriminalitas, dan berbagai penyakit sosial lainnya. Akibat lebih lanjut dari masalah sosial
ini adalah menurunnya kualitas hidup. Dengan demikian, di satu sisi reproduksi dapat
menambah kuantitas manusia tetapi di sisi lainnya dapat menurunkan kualitas manusia.
Oleh karena itu, diperlukan usaha-usaha untuk menanggulanginya, salah satunya dengan
menerapkan program Keluarga Berencana (KB).
246

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Keluarga Berencana merupakan program pemerintah Indonesia untuk


mengatasi dan mengantisipasi masalah pertambahan penduduk yang cepat.
Keluarga Berencana dalam pengertian umum dapat dijelaskan sebagai usaha yang
mengatur banyaknya jumlah kelahiran sehingga ibu, bayi, ayah, dan keluarganya
atau masyarakat yang bersangkutan tidak akan mendapatkan kerugian sebagai
akibat langsung dari kelahiran tersebut. Dalam pengertian sederhana dan sempit,
keluarga berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada pencegahan
konsepsi (pembuahan) yaitu persatuan sel telur dengan spermatozoa. Jadi, salah
satu fungsi program Keluarga Berencana yaitu untuk mencegah kehamilan sehingga
jarak kelahiran dapat diatur.
Pencegahan kehamilan dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat
kontrasepsi. Secara umum berdasarkan sifat kerjanya, kontrasepsi dibedakan
menjadi dua macam yaitu kontrasepsi permanen dan kontrasepsi temporer.
Kontrasepsi permanen dilakukan dengan cara operasi, baik pada wanita (tubektomi)
maupun pria (vasektomi). Kontrasepsi temporer dilakukan dengan alat bantu atau
tanpa alat bantu. Kontrasepsi tanpa alat bantu dilakukan dengan menghindari
hubungan seksual pada masa subur. Kontrasepsi dengan alat bantu banyak
ragamnya yaitu Intra-Uterine Devices (IUD) atau spiral, pil kontrasepsi, obat suntik,
kondom, dan diafragma.

Beberapa orang beranggapan bahwa banyak anak banyak rezeki. Apa pendapat
Anda mengenai anggapan tersebut? Bagaimana sikap dan tindakan Anda jika ada kerabat
atau saudara Anda menganut anggapan tersebut?

1.
2.
3.
4.

Apa penyebab penyakit inkomoniasis vaginalis? Apa gejala-gejalanya?


Berikan tiga contoh jenis penyakit atau gangguan pada wanita dan pria beserta
penyebabnya!
Apa tujuan diterapkannya program Keluarga Berencana?
Jelaskan dampak peningkatan pertumbuhan penduduk bagi kesejahteraan manusia?

Biologi Kelas XI

247

Buatlah poster mengenai upaya penanggulangan pertambahan penduduk dan


peningkatan kualitas SDM melalui program Keluarga Berencana (KB) serta pemberian
ASI eksklusif. Kembangkan daya kreativitas Anda untuk membuat poster yang menarik.
Selanjutnya, pasanglah poster yang Anda buat di tempat-tempat strategis.

1.
2.

3.
4.
5.
6.

Organ reproduksi pria dibedakan menjadi organ reproduksi luar dan organ reproduksi
dalam. Organ reproduksi luar terdiri atas penis dan skrotum. Organ reproduksi dalam
terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi, uretra, dan kelenjar asesoris.
Organ reproduksi wanita dibedakan menjadi organ reproduksi dalam dan organ
reproduksi luar. Organ reproduksi dalam terdiri atas ovarium dan saluran reproduksi
yang meliputi oviduk, uterus, dan vagina. Organ reproduksi luar terdiri atas vulva
dengan bagian labium mayor, labium minor, dan klitoris.
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sperma secara meiosis yang
berlangsung di tubulus seminiferus.
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum secara meiosis di ovarium.
Siklus menstruasi meliputi fase menstruasi, proliferasi, dan sekresi.
Gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi wanita antara lain trikomoniasis
vaginalis dan endometriosis. Gangguan dan penyakit pada sistem reproduksi pria
antara lain prostatitis, uretritis, dan epididimitis.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Perhatikan gamX
bar di samping
dan pernyataan
Y
berikut!
(1) Pada bagian
bertanda Y
terdapat sel
Leydig yang berfungsi sebagai
penghasil hormon testosteron.

248

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

(2) Pada bagian bertanda Y terdapat sel


sertoli yang berperan sebagai
pemberi nutrisi pada spermatozoa.
(3) Bagian bertanda X berfungsi
menyimpan sperma sementara.
(4) Pada bagian X berlangsung
spermatogenesis.
(5) Sel induk spermatozoa terdapat
dalam bagian yang bertanda X.
Hubungan antara gambar dan pernyataan yang benar terdapat pada nomor . . . .

a.
b.
c.
d.
e.

(1), (2), dan (3)


(1), (3), dan (4)
(1), (4), dan (5)
(2), (3), dan (4)
(3), (4), dan (5)

4. Jika pada tanggal 25 November, Lusi


mengalami hari pertama haid, kapan Lusi
akan mengalami ovulasi dan haid lagi?

2. Gambar di bawah ini menunjukkan


mekanisme pembentukan sel kelamin
pada wanita.

Setelah mengalami meiosis, proses yang


berkaitan dengan bagian X adalah . . . .
a. FSH menurun akibat pembentukan
oosit sekunder
b. LH meningkat, mendorong
terjadinya ovulasi
c. estrogen meningkat, mendorong
terjadinya ovulasi
d. penurunan estrogen dan LH
sehingga ovulasi terjadi
e. progesteron menurun, terjadi
pelepasan oosit sekunder
3. Perhatikan gambar
(1)
spermatogenesis di
samping!
(2)
Bagian
yang
ditunjuk nomor
(3)
(3) dan (4) serta
pembelahan
(4)
yang terjadi
adalah . . . .
(5)
a. sel primordial,
spermatogonium, dan mitosis
b. sel primordial, spermatogonium,
dan meisosis
c. spermatosit sekunder, spermatid,
dan meiosis II
d. spermatogonium, spermatosit
primer, dan mitosis
e. spermatosit primer, spermatosit
sekunder, dan meiosis I

a.
b.
c.
d.
e.

Ovulasi

Menstruasi

23 November
9 Desember
9 Desember
9 November
23 November

23 Desember
13 Desember
23 Desember
23 November
9 Desember

5. Beberapa keterangan berikut berhubungan dengan suatu jenis penyakit


pada sistem reproduksi.
(1) Penyakit ini dapat diderita baik
oleh pria maupun wanita.
(2) Gejala pada pria berupa keluarnya
nanah kental berwarna kehijauan
dari ujung penis.
(3) Penyakit ini dapat mengakibatkan
kemandulan.
(4) Penyakit ini diakibatkan oleh
Neisseria gonorrhoeae.
Jenis penyakit kelamin yang sesuai
dengan keterangan di atas adalah . . . .
a. sifilis
b. gonore
c. klamidiasis
d. kutil kelamin
e. herpes genetalis
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS
dapat menularkan virus HIV kepada janin
yang dikandungnya, padahal pembuluh
darah ibu tidak pernah berhubungan
dengan pembuluh darah janin. Bagaimana
penularan ini dapat terjadi?
2. Seorang pria yang sering mengenakan
celana ketat dikhawatirkan akan
mengalami gangguan kesuburan.
Benarkah pendapat itu? Jelaskan alasan
jawaban Anda!

Biologi Kelas XI

249

3.

Gambar berikut menunjukkan


perubahan jumlah kadar hormon dalam
darah selama siklus menstruasi.

4.

Dalam teknologi fertilisasi in vitro


diterapkan teknik baru yaitu penyortiran
sperma. Dengan demikian, melalui
teknik ini memungkinkan bagi satu
pasangan untuk memilih jenis kelamin
bayinya. Apakah Anda akan melakukan
teknik ini jika kelak sudah menikah?
Mengapa ya dan mengapa tidak? Apa
potensi permasalahan yang mungkin
Anda ramalkan jika penggunaan teknik
itu menjadi semakin luas?

5.

Peningkatan jumlah penduduk yang


tidak terkendali sangat berkaitan dengan
proses reproduksi pada manusia.
Peningkatan jumlah penduduk menimbulkan masalah-masalah kependudukan.
Untuk mengantisipasi masalah tersebut,
pemerintah menggalakkan program
Keluarga Berencana. Apakah program
Keluarga Berencana terbukti efektif
untuk mengendalikan populasi penduduk?
Upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan populasi
penduduk?

Jumlah hormon dalam darah

Ovulasi

LH

FSH
Hari ke1

10

15

20

25 28

Jumlah hormon dalam darah

Kadar FSH dan LH selama siklus menstruasi


Progesteron

Estrogen
Hari ke1

5
10
15
20
25 28
Kadar estrogen dan progesteron selama siklus
menstruasi

Bagaimana pengaruh perubahan kadar


hormon-hormon tersebut menjelang dan
setelah ovulasi?

Anda telah mempelajari sistem reproduksi meliputi organ-organ reproduksi, proses


reproduksi, dan kesehatan reproduksi. Selain itu, berdasarkan rubrik tautan Anda
mengetahui beberapa teknologi dalam sistem reproduksi. Tanpa disadari bahwa semua
yang berkaitan dengan sistem reproduksi tersebut merupakan anugerah yang telah
diciptakan Tuhan demi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, bersyukurlah
kepada Tuhan atas karunia tersebut. Selain itu, dengan pola pikir ilmiah yang Anda miliki
cobalah temukan suatu teknologi baru mengenai sistem reproduksi. Dengan demikian,
Anda dapat menemukan produk-produk inovatif yang bermanfaat bagi manusia.

250

Struktur dan Fungsi Sel Penyusun Jaringan pada Sistem Reproduksi

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan


dalam Sistem Pertahanan Tubuh
Mempelajari

Mekanisme Pertahanan Tubuh

Jenis-Jenis Kekebalan dan Gangguan


pada Sistem Kekebalan Tubuh

Mencakup

Meliputi

Respons Kekebalan
terhadap Antigen

Jenis-Jenis Pertahanan
Tubuh

Meliputi

Terdiri atas

Jenis-Jenis
Kekebalan Tubuh
Terdiri atas

Terdiri atas

Kekebalan
Humoral
Pertahanan Tubuh
Nonspesifik
Terdiri atas

Pertahanan Tubuh
Spesifik
Terdiri atas

Kulit

Kekebalan
Seluler

Gangguan pada
Sistem Kekebalan
Tubuh

Alergi
Kekebalan
Aktif

Kekebalan
Pasif
Autoimunitas

Limfosit
AIDS

Inflamasi

Antibodi

Membran Mukosa

Sel-sel Fagosit

Rambut Hidung
dan Silia pada
Trakea
Protein
Antimikrobia

Cairan Sekresi dari


Kulit dan
Membran Mukosa

Biologi Kelas XI

251

Sumber: http://askabiologist.asu.edu/explore/building-blocks-life

Pemberian vaksin sangat dianjurkan untuk anak-anak bahkan orang dewasa. Vaksinasi
perlu dilakukan untuk menciptakan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Sebagai
contoh, vaksinasi BCG diberikan untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC.
Pada beberapa kasus, anak-anak yang diberi vaksinasi mengalami demam setelah pemberian
vaksin. Mengapa hal tersebut terjadi? Mengapa pemberian vaksin umumnya harus
dilakukan beberapa kali dalam jangka waktu tertentu? Mengapa tidak bisa satu kali saja?

1.
2.
3.
4.

252

Mekanisme pertahanan tubuh


Respons kekebalan terhadap antigen
Jenis-jenis kekebalan tubuh
Gangguan pada sistem kekebalan tubuh

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Antibodi
Antigen
Patogen
Vaksinasi
Inflamasi
Sel limfosit

Di sekitar kita terdapat berbagai jenis mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke
tubuh dan mengakibatkan penyakit. Namun, Tuhan telah menciptakan sistem pertahanan
di dalam tubuh manusia sehingga tubuh dapat menolak suatu penyakit masuk ke tubuh.
Dengan demikian, meskipun di lingkungan sekitar selalu terdapat virus atau bakteri
penyebab penyakit, tubuh kita tidak selalu terkena penyakit. Sistem imun atau sistem
pertahanan tubuh tersusun dari sel-sel dan jaringan yang membentuk imunitas tubuh.
Dengan demikian, terbentuk kekebalan tubuh terhadap infeksi atau penyakit. Namun pada
saat daya tahan tubuh lemah, organisme penyebab penyakit dapat mengalahkan sistem
imun dan memasuki sel-sel serta jaringan tubuh. Jika sistem imun kita dapat dikalahkan
oleh patogen, tubuh kita akan mengalami suatu penyakit.
Selain dapat diperoleh secara alami, kekebalan terhadap suatu jenis penyakit juga dapat
diperoleh dengan pemberian vaksin. Di dunia kedokteran, pembuatan vaksin dapat
dilakukan setelah mempelajari sistem imun. Nah, dalam bab ini Anda akan mempelajari
tentang sistem pertahanan tubuh yang meliputi mekanisme pertahanan tubuh, respons
kekebalan, dan jenis-jenis kekebalan. Selain itu, Anda juga akan mempelajari tentang
gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui cara
mempertahankan imunitas dan mencegah penyakit masuk ke tubuh.

A. Mekanisme Pertahanan Tubuh


Tuhan menciptakan manusia dengan sempurna. Dalam tubuh manusia telah
diciptakan sistem pertahanan tubuh yang dapat memberikan kekebalan terhadap suatu
penyakit. Apa yang dimaksud dengan kekebalan tubuh? Bagaimana mekanisme
terjadinya kekebalan tubuh? Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai mekanisme
pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mendeskripsikan Sistem Kekebalan Tubuh


1.
2.
3.
4.

Carilah informasi mengenai penyakit AIDS dari berbagai literatur seperti


buku-buku referensi dan internet.
Bacalah informasi yang Anda peroleh dengan cermat dan teliti.
Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh meliputi penyebab
penyakit AIDS, bagian tubuh yang diserang, dan gejala-gejalanya.
Berdasarkan informasi yang Anda peroleh, diskusikan bersama temanteman Anda mengenai permasalahan-permasalahan berikut.
a. Apa penyebab penyakit AIDS dan bagian tubuh apa yang diserang?
b. Mengapa seseorang yang mengidap penyakit AIDS mudah terserang
penyakit?
c. Jika ada penderita AIDS di lingkungan Anda, apakah penderita AIDS
itu harus dikucilkan? Ungkapkan alasan Anda!
d. Mengapa sistem kekebalan sangat penting dalam menjaga kesehatan
tubuh?
e. Bagaimana mekanisme terbentuknya kekebalan tubuh?

Biologi Kelas XI

253

f.

5.
6.

Komponen apa saja dalam tubuh yang memicu terbentuknya kekebalan


tubuh?
Saat berdiskusi, jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama, cinta damai,
menghargai pendapat orang lain, serta berani berargumentasi dengan sopan dan
santun sehingga pemecahan masalah dapat berjalan dengan lancar.
Susunlah laporan kegiatan meliputi judul, tujuan, hasil pengamatan dan
diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui peranan sistem kekebalan


dalam menjaga kesehatan tubuh. Bagaimana pertahanan tubuh jika ada patogen masuk
ke tubuh? Simaklah uraian berikut untuk mengetahui jawabannya.
1.

254

Jenis-Jenis Pertahanan Tubuh


Tubuh kita sudah dilengkapi dengan
sistem pertahanan yang dapat melindungi
tubuh dari patogen sehingga tidak mudah
terserang penyakit. Jika bekerja dengan baik,
Untuk menambah wawasan Anda
sistem pertahanan tubuh akan melindungi
mengenai sistem imun dalam
tubuh manusia, bukalah video
tubuh terhadap infeksi, serta menghancurkan
dalam alamat website http://youtu.be/
sel kanker dan zat asing lain dalam tubuh.
nGkjdyUGP5Q.
Fungsi sistem pertahanan tubuh sebagai
Amati video tersebut dengan
berikut.
cermat dan teliti. Selanjutnya, tulisa. Melindungi tubuh dari serangan benda
lah informasi-informasi penting
dalam buku catatan Anda.
asing atau bibit penyakit yang masuk ke
tubuh. Benda asing tersebut dapat berupa
mikrobia penyebab penyakit (patogen),
misal virus, bakteri, Protozoa, dan jamur.
b. Menghilangkan jaringan atau sel yang mati atau rusak (debris sel) untuk
perbaikan jaringan.
c. Mengenali dan menghilangkan sel abnormal.
Itulah beberapa fungsi sistem pertahanan tubuh. Pertahanan tubuh terhadap
suatu penyakit melibatkan antigen dan peran antibodi. Sebelum mempelajari lebih
lanjut mengenai jenis-jenis pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan
berikut untuk mendefinisikan antigen dan antibodi.

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Mendefinisikan Antigen dan Antibodi


1.

2.

3.
4.

5.
6.

Perhatikan dengan cermat dan


Sumsum tulang
teliti skema masuknya patogen
berupa virus influenza ke
tubuh pada gambar di
Sel stem
samping.
Carilah informasi dari berLimfosit
bagai literatur mengenai
Sel B matang di
limfa nodus
mekanisme penularan virus
Antigen asing memasuki
influenza pada seseorang.
tubuh ketika virus influenza
menginfeksi.
Catatlah informasi-informasi
Sel B
penting dari literatur yang
Anda baca.
Gambar 11.1 Skema masuknya
Diskusikan
bersama temanpatogen
teman Anda tentang perSel B merespon terhadap antigen. Sel
B menggandakan diri, membentuk
masalahan-permasalahan
klon-klon sel plasma yang
menyekresikan antibodi.
berikut dengan menerapkan
sikap mau bekerja sama serta
berani mengemukakan argumentasi secara sopan dan santun.
Imunitas humoral
a. Apa yang dimaksud
dengan antigen dan
antibodi? Jelaskan fungsi
antibodi bagi tubuh!
Antibodi berikatan dengan
b. Menurut Anda, apa yang
mikroorganisme untuk membunuhnya. Sel B tidak terlibat
akan terjadi jika dalam
secara langsung.
tubuh tidak terdapat
Sel T dan sel B tetap hdiup sebagai
sel memori. Infeksi kedua oleh
antibodi?
antigen yang sama akan menghasilkan respons sekunder yang
c. Bagaimana mekanisme
lebih cepat.
penularan virus influenza
Gambar 11.1 Skema masuknya patogen
ke tubuh seseorang?
d. Apa yang akan terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang dapat
dikalahkan oleh patogen yang masuk ke tubuh?
Tulislah hasil diskusi kelompok Anda dalam format laporan yang berisi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Berdasarkan kegiatan di atas, Anda telah mengetahui bahwa di dalam tubuh


terjadi suatu mekanisme pertahanan ketika terdapat patogen yang masuk.
Mekanisme pertahanan tubuh melibatkan antigen dan antibodi. Menurut
Campbell, Reece, dan Mitchell (2004), molekul asing yang mendatangkan suatu
respons spesifik dari limfosit disebut sebagai antigen. Sementara itu, salah satu
cara antigen menimbulkan respons kekebalan adalah dengan mengaktifkan sel B
untuk menyekresikan protein yang disebut antibodi.

Biologi Kelas XI

255

Berdasarkan cara mempertahankan diri dari penyakit, sistem pertahanan


tubuh digolongkan menjadi dua, yaitu sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan
sistem pertahanan tubuh spesifik. Mikrobia penyebab penyakit dan benda asing
saat akan menginfeksi tubuh harus melalui sistem pertahanan tubuh nonspesifik
terlebih dahulu. Jika sistem pertahanan tubuh nonspesifik tidak mampu menghancurkannya, zat penginfeksi tersebut akan menghadapi sistem pertahanan tubuh
spesifik. Beberapa lapis pertahanan yang dilakukan oleh tubuh dapat dilihat dalam
tabel berikut.
Tabel 11.1 Beberapa Lapis Pertahanan Tubuh terhadap Penyakit
Pertahanan Tubuh Nonspesifik
Pertahanan Pertama

a.

Kulit
Membran mukosa
Rambut hidung dan silia pada
trakea
Cairan sekresi dari kulit dan
membran mukosa

Pertahanan Tubuh Spesifik

Pertahanan Kedua

Inflamasi
Sel-sel fagosit
Protein
antimikrobia

Pertahanan Ketiga

Limfosit
Antibodi

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik


Sistem pertahanan tubuh nonspesifik merupakan pertahanan tubuh yang
tidak membedakan mikrobia patogen satu dengan yang lainnya. Bagian tubuh
apa saja yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh nonspesifik?
Bagaimana struktur sel atau jaringan yang menyusun bagian tubuh tersebut?
Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Mengidentifikasi Struktur Sel atau Jaringan Tubuh yang Berperan


dalam Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik
1.

Perhatikan dengan cermat struktur sel-sel yang menyusun membran


mukosa trakea berikut ini.

Gambar 11.2 Sel penyusun jaringan trakea

2.
3.

256

Carilah informasi dari berbagai literatur mengenai sel-sel penyusun


jaringan trakea beserta fungsinya.
Catatlah informasi-informasi penting dari literatur yang Anda baca.

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

4.

5.
6.

Berdasarkan gambar dan informasi yang Anda peroleh, diskusikan


permasalahan-permasalahan berikut bersama teman-teman Anda.
a. Bagaimana struktur sel-sel yang menyusun permukaan
trakea?
b. Apa kaitan struktur trakea tersebut dengan sistem pertahanan
tubuh nonspesifik?
c. Menurut Anda, selain membran mukosa trakea, bagian tubuh
apa saja yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh
nonspesifik?
Saat berdiskusi, jangan lupa menerapkan sikap mau bekerja sama
serta mengemukakan argumentasi secara sopan dan santun.
Tulislah hasil kegiatan Anda dalam bentuk laporan yang meliputi
judul, tujuan, hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Dari kegiatan tersebut, Anda telah mengetahui sel-sel penyusun jaringan


trakea yang disesuaikan dengan fungsinya sebagai bagian dari sistem
pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem pertahanan tubuh nonspesifik diperoleh
dengan berbagai cara berikut.
1) Pertahanan yang Terdapat di Permukaan Tubuh
Pertahanan yang terdapat di permukaan tubuh berupa pertahanan
fisik, pertahanan mekanis, pertahanan kimiawi, dan pertahanan biologis.
a) Pertahanan Fisik
Pertahanan tubuh secara fisik dilakukan oleh lapisan terluar
tubuh yang berfungsi menghalangi jalan masuknya patogen ke
tubuh. Pertahanan ini dilakukan oleh kulit dan membran mukosa.
Lapisan terluar kulit terdiri atas sel-sel epitel yang tersusun rapat
sehingga patogen sulit menembusnya. Lapisan terluar kulit
mengandung keratin dan sedikit air sehingga dapat menghambat
pertumbuhan mikrobia. Saluran pencernaan, saluran pernapasan,
dan saluran kelamin juga dilapisi oleh membran mukosa yang
berfungsi menghalangi masuknya patogen.
b) Pertahanan Mekanis
Pertahanan tubuh secara mekanis dilakukan oleh rambut hidung
dan silia pada trakea. Rambut hidung berfungsi menyaring udara
yang dihirup dari partikel-partikel berbahaya maupun mikrobia.
Adapun silia yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikelpartikel berbahaya yang terperangkap dalam lendir agar dapat
dikeluarkan dari tubuh.

Biologi Kelas XI

257

c)

2)

Pertahanan Kimiawi
Pertahanan tubuh secara kimiawi dilakukan oleh sekret yang
dihasilkan oleh kulit dan membran mukosa. Sekret tersebut
mengandung zat-zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan
mikrobia, contoh minyak dan keringat. Kedua sekret tersebut akan
memberikan suasana asam (pH 35) sehingga dapat mencegah
pertumbuhan mikroorganisme di kulit. Adapun air liur (saliva), air
mata, dan sekresi mukosa (mukus) mengandung enzim lisozim yang
dapat membunuh bakteri. Enzim tersebut dapat menghidrolisis
dinding sel bakteri sehingga pecah dan mati. Berdasarkan uraian
tersebut, dapat diketahui bahwa dalam pertahanan kimiawi melibatkan zat-zat kimia yang berperan dalam menghambat pertumbuhan
mikrobia. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ilmu biologi
sangat berkaitan atau berhubungan dengan ilmu kimia.
d) Pertahanan Biologis
Pertahanan tubuh secara biologis dilakukan oleh populasi
bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan membran mukosa.
Bakteri-bakteri tersebut melindungi tubuh dengan cara berkompetisi
dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi.
Respons Peradangan (Inflamasi)
Inflamasi merupakan respons tubuh terhadap kerusakan jaringan,
misal akibat tergores atau benturan keras. Proses inflamasi merupakan
kumpulan dari empat gejala sekaligus yaitu dolor (nyeri), rubor (kemerahan),
calor (panas), dan tumor (bengkak).
Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi dapat dilihat pada
Gambar 11.3 berikut.

Patogen
Senyawa
kimia

Sel-sel
fagosit

Perpindahan
fagosit

Pembuluh darah

Pelebaran pembuluh darah


a)

b)

c)

Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 11.3 Mekanisme pertahanan tubuh melalui inflamasi

Berdasarkan gambar di atas, mekanisme pertahanan tubuh melalui


inflamasi dapat dijelaskan sebagai berikut.
a) Jaringan mengalami luka. Adanya kerusakan jaringan mengakibatkan patogen mampu melewati pertahanan tubuh untuk menginfeksi
sel-sel tubuh. Jaringan yang terinfeksi akan merangsang mastosit
mengeluarkan histamin dan prostaglandin.

258

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

b)

3)

Terjadi pelebaran pembuluh darah yang mengakibatkan peningkatan


kecepatan aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah
meningkat. Daerah yang terinfeksi menjadi berwarna kemerahan,
panas, bengkak, dan terasa nyeri. Peningkatan kecepatan aliran darah
dan permeabilitas pembuluh darah mengakibatkan terjadinya
perpindahan sel-sel fagosit (neutrofil dan monosit) menuju jaringan
yang terinfeksi.
c) Sel-sel fagosit kemudian memakan patogen.
Inflamasi berfungsi mencegah infeksi menyebar ke jaringan lain serta
mempercepat proses penyembuhan. Reaksi tersebut juga berfungsi
sebagai sinyal adanya bahaya dan sebagai perintah agar sel darah putih
(neutrofil dan monosit) melakukan fagositosis terhadap mikrobia yang
menginfeksi tubuh.
Fagositosis
Fagositosis adalah suatu mekaa
b
nisme pertahanan yang dilakukan oleh
sel-sel fagosit dengan jalan mencerna
c
mikrobia/partikel asing. Sel fagosit
terdiri atas dua jenis, yaitu fagosit
mononuklear dan polimorfonuklear.
d
Contoh fagosit mononuklear adalah
monosit (di dalam darah) dan jika
e
f
bermigrasi ke jaringan akan berperan Sumber: www.sandurezu.wordpress.com
sebagai makrofag. Contoh fagosit Gambar 11.4 Proses fagositosis
polimorfonuklear adalah granulosit,
yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, dan cell mast (mastosit). Sel-sel fagosit ini
akan bekerja sama setelah memperoleh sinyal kimiawi dari jaringan yang
terinfeksi patogen.
Penjelasan mengenai proses fagositosis sebagai berikut. Perhatikan
pula Gambar 11.4!
a) Pengenalan (recognition), mikrobia atau partikel asing terdeteksi oleh
sel-sel fagosit.
b) Pergerakan (chemotaxis), setelah suatu partikel mikrobia dikenali, sel
fagosit akan bergerak menuju partikel tersebut. Pada proses ini
mikrobia atau partikel asing mengeluarkan zat yang dapat memikat
sel hidup seperti fagosit untuk menghampirinya.
c) Perlekatan (adhesion), setelah sel fagosit bergerak menuju partikel
asing, partikel tersebut akan melekat dengan reseptor pada membran
sel fagosit.
d) Penelanan (ingestion), ketika partikel asing telah berikatan dengan
reseptor di membran plasma sel fagosit, membran plasma sel fagosit
akan menyelubungi seluruh permukaan partikel asing dan menelannya ke sitoplasma dalam sebuah gelembung mirip vakuola yang
disebut fagosom.

Biologi Kelas XI

259

e)

4)

Pencernaan (digestion), lisosom yang berisi enzim-enzim penghancur


seperti acid hydrolase dan peroksidase, berfusi dengan fagosom
membentuk fagolisosom. Enzim-enzim tersebut mencerna seluruh
permukaan partikel asing sampai hancur. Setelah infeksi tertanggulangi, beberapa neutrofil dan sel fagosit lain akan mati bersamaan dengan matinya sel-sel tubuh dan patogen. Sel-sel fagosit
yang masih hidup maupun yang sudah mati serta sel-sel tubuh yang
rusak selanjutnya akan membentuk nanah. Terbentuknya nanah
merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh.
f) Pengeluaran (releasing), produk sisa partikel asing yang tidak dicerna
akan dikeluarkan oleh sel fagosit.
Protein Antimikrobia
Salah satu jenis protein yang berperan dalam sistem pertahanan
tubuh nonspesifik yaitu protein komplemen. Protein komplemen
membunuh bakteri penginfeksi dengan cara membentuk lubang pada
dinding sel dan membran plasma bakteri tersebut. Hal ini mengakibatkan
ion-ion Ca2+ keluar dari sel bakteri. Sementara itu, cairan dan garamgaram dari luar bakteri akan masuk ke sel bakteri. Masuknya cairan dan
garam mengakibatkan sel bakteri hancur. Perhatikan Gambar 11.5!
Protein
komplemen

Garam-garam

Bakteri

Protein
komplemen
membentuk lubang di
dinding sel dan membran
plasma sel bakteri

Cairan

Cairan dan garamgaram masuk ke sel


bakteri

Sel bakteri hancur

Sumber: Biology, S.S Mader

Gambar 11.5 Mekanisme penghancuran bakteri oleh protein komplemen

Jenis protein lain yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh


nonspesifik yaitu interferon. Interferon dihasilkan oleh sel-sel yang
terinfeksi oleh virus. Senyawa tersebut dihasilkan ketika virus memasuki
tubuh tidak melalui pembuluh darah, melainkan melalui kulit dan selaput
lendir. Interferon selanjutnya akan berikatan dengan sel-sel yang tidak
terinfeksi. Sel-sel yang telah berikatan dengan interferon akan membentuk
zat yang mampu mencegah replikasi virus. Dengan demikian, serangan
virus dapat dicegah.
b.

260

Sistem Pertahanan Tubuh Spesifik


Sistem pertahanan tubuh spesifik merupakan pertahanan tubuh terhadap
patogen tertentu yang masuk ke tubuh. Sistem ini bekerja apabila patogen
telah berhasil melewati sistem pertahanan tubuh nonspesifik. Sistem
pertahanan tubuh spesifik disebut juga dengan sistem kekebalan tubuh atau
sistem imun. Sistem kekebalan tubuh melibatkan peran limfosit dan antibodi.

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

1)

2)

Limfosit
Limfosit terdiri atas dua tipe, yaitu limfosit B (sel B) dan limfosit T
(sel T).
a) Sel B
Proses pembentukan dan pematangan sel B terjadi di sumsum
tulang. Sel B berperan dalam pembentukan kekebalan humoral
dengan membentuk antibodi. Sel B dapat dibedakan menjadi tiga
jenis berikut.
(1) Sel B plasma, berfungsi membentuk antibodi.
(2) Sel B pengingat, berfungsi mengingat antigen yang pernah
masuk ke tubuh serta menstimulasi pembentukan sel B plasma
jika terjadi infeksi kedua.
(3) Sel B pembelah, berfungsi membentuk sel B plasma dan sel B
pengingat.
b) Sel T
Proses pembentukan sel T terjadi di sumsum tulang dan proses
pematangannya terjadi di kelenjar timus. Sel T berperan dalam
pembentukan kekebalan seluler yaitu dengan cara menyerang sel
penghasil antigen secara langsung. Sel T juga ikut membantu
produksi antibodi oleh sel B plasma. Sel T dapat dibedakan menjadi
tiga jenis berikut.
(1) Sel T pembunuh, berfungsi menyerang patogen yang masuk ke tubuh,
sel tubuh yang terinfeksi, serta sel kanker secara langsung.
(2) Sel T pembantu, berfungsi menstimulasi pembentukan jenis sel
T lainnya dan sel B plasma serta mengaktivasi makrofag untuk
melakukan fagositosis.
(3) Sel T supresor, berfungsi menurunkan dan menghentikan
respons imun dengan cara menurunkan produksi antibodi dan
mengurangi aktivitas sel T pembunuh. Sel T supresor akan
bekerja setelah infeksi berhasil ditangani.
Antibodi (Immunoglobulin/Ig)
Antibodi akan dibentuk oleh tubuh ketika ada antigen yang masuk ke
tubuh. Antigen merupakan senyawa protein yang terdapat pada patogen
sel asing atau sel kanker. Antibodi disebut juga immunoglobulin atau
serum protein globulin, karena berfungsi untuk melindungi tubuh melalui
proses kekebalan (immune). Antibodi merupakan senyawa protein yang
berfungsi melawan antigen dengan cara mengikat antigen tersebut.
Selanjutnya, sel asing yang antigennya telah diikat oleh antibodi akan
ditangkap dan dihancurkan oleh makrofag. Suatu antibodi bekerja secara
spesifik untuk antigen tertentu. Contoh antibodi cacar hanya bekerja untuk
antigen cacar. Oleh karena jenis antigen pada setiap kuman penyakit bersifat
spesifik maka diperlukan antibodi yang berbeda untuk jenis kuman yang
berbeda. Dengan demikian, diperlukan berbagai jenis antibodi untuk
melindungi tubuh dari berbagai kuman penyakit.

Biologi Kelas XI

261

Antibodi tersusun dari dua macam rantai polipeptida yang identik,


yaitu dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul
antibodi tersebut dihubungkan satu sama lain oleh ikatan disulfida dan
bentuk molekulnya seperti huruf Y. Setiap lengan dari molekul tersebut
memiliki tempat pengikatan antigen. Perhatikan Gambar 11.6 di bawah
ini!

Rantai ringan
Tempat perlekatan
antigen
Rantai berat

Rantai ringan

Sumber: Biology, Raven dan Johnson

Gambar 11.6 Struktur antibodi

Beberapa cara kerja antibodi dalam menginaktivasi antigen sebagai


berikut.
a) Netralisasi (menghalangi tempat pengikatan virus, membungkus
bakteri dan atau opsonisasi).
b) Aglutinasi partikel yang mengandung antigen, seperti mikrobia.
c) Presipitasi (pengendapan) antigen yang dapat larut.
d) Fiksasi komplemen (aktivasi komplemen).
Antibodi dapat dibedakan menjadi lima tipe, yaitu IgM, IgG, IgA,
IgD, dan IgE. Karakteristik dari kelima tipe antibodi tersebut dapat dilihat
dalam Tabel 11.2.

262

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Tabel 11.2 Tipe-Tipe Antibodi Beserta Karakteristiknya


Tipe Antibodi

Karakteristik

1.

IgM

Antibodi ini dilepaskan ke aliran darah saat terjadi infeksi yang pertama
kali (respons kekebalan primer).

2.

IgG

Antibodi ini paling banyak terdapat di dalam darah dan diproduksi saat
terjadi infeksi kedua (respons kekebalan sekunder). IgG juga mengalir
melalui plasenta dan memberi kekebalan pasif dari ibu kepada janin.

3.

IgA

Antibodi ini dapat ditemukan dalam air mata, air ludah, keringat, dan
membran mukosa. IgA berfungsi mencegah infeksi pada permukaan
epitelium. IgA juga terdapat dalam kolostrum yang berfungsi mencegah
kematian bayi akibat infeksi saluran pencernaan.

4.

IgD

Antibodi ini ditemukan pada permukaan limfosit B sebagai reseptor dan


berfungsi merangsang pembentukan antibodi oleh sel B plasma.

5.

IgE

Antibodi ini ditemukan terikat pada basofil di dalam sirkulasi darah


dan cell mast (mastosit) di dalam jaringan yang berfungsi memengaruhi
sel untuk melepaskan histamin dan terlibat dalam reaksi alergi.

Respons Kekebalan terhadap Antigen


Respons kekebalan tubuh terhadap antigen dapat dibedakan menjadi dua jenis
yaitu kekebalan humoral (antibody-mediated immunity) dan kekebalan yang
diperantai sel (cell-mediated immunity) atau sering juga disebut kekebalan seluler.
a.

Kekebalan Humoral
Kekebalan humoral melibatkan aktivitas sel B dan antibodi yang beredar
dalam cairan darah dan limfe. Ketika suatu antigen masuk ke tubuh untuk
pertama kalinya, sel B pembelah akan membentuk sel B plasma dan sel B
pengingat. Sel B plasma akan menghasilkan antibodi yang berfungsi mengikat
antigen. Dengan demikian, makrofag akan lebih mudah menangkap dan
menghancurkan patogen. Setelah infeksi berakhir, sel B plasma akan mati,
sedangkan sel B pengingat akan tetap hidup dalam waktu lama. Serangkaian
respons terhadap patogen ini disebut respons kekebalan primer.
Pemberian antigen A yang kedua
dan antigen B yang pertama
Konsentrasi Antibodi

2.

No.

Respons sekunder
pada antigen A

Pemberian antigen
A yang pertama
Respons primer
pada antigen A

Respons primer
pada antigen B

Waktu (Hari)
Sumber: Biology, Campbell, Reece, dan Mitchell

Gambar 11.7 Grafik perbedaan antara respons kekebalan primer dengan


kekebalan sekunder

Biologi Kelas XI

263

Apabila antigen yang sama masuk kembali ke tubuh, sel B pengingat


akan mengenalinya dan menstimulasi pembentukan sel B plasma. Sel B plasma
berfungsi memproduksi antibodi. Respons tersebut dinamakan respons
kekebalan sekunder. Respons kekebalan sekunder terjadi lebih cepat dan
konsentrasi antibodi yang dihasilkan lebih besar dibandingkan pada respons
kekebalan primer. Hal ini dikarenakan adanya memori imunologi, yaitu
kemampuan sistem imun untuk mengenali antigen yang pernah masuk ke
tubuh.
b.

Kekebalan Seluler
Kekebalan seluler melibatkan sel T yang bertugas menyerang sel-sel asing
atau jaringan tubuh yang terinfeksi secara langsung. Ketika sel T pembunuh
kontak dengan antigen pada permukaan sel asing, sel T pembunuh akan
menyerang dan menghancurkannya dengan cara merusak membran sel asing.
Apabila infeksi telah berhasil ditangani, sel T supresor akan menghentikan
respons kekebalan dengan cara menghambat aktivitas sel T pembunuh dan
membatasi produksi antibodi.
Anda telah mempelajari mengenai mekanisme pertahanan tubuh terhadap
suatu jenis penyakit. Sekarang, lakukan kegiatan berikut untuk memeragakan
mekanisme pertahanan tubuh.

Memeragakan Mekanisme Pertahanan Tubuh


1.
2.
3.

4.

5.
6.

264

Bacalah kembali dengan cermat materi mengenai mekanisme pertahanan tubuh


terhadap suatu penyakit.
Catatlah komponen-komponen yang terlibat dalam mekanisme pertahanan
tubuh.
Ajaklah teman-teman dalam kelompok Anda untuk bermain peran sebagai salah
satu komponen yang telibat dalam sistem pertahanan tubuh. Sebagai contoh,
siswa A berperan sebagai antibodi, siswa B berperan sebagai limfosit B, siswa C
berperan sebagai limfosit T, dan seterusnya. Selanjutnya, peragakan mekanisme
pertahanan tubuh sesuai dengan perannya masing-masing. Hati-hati saat
melakukan kegiatan role play. Jangan sampai bertabrakan dengan teman Anda.
Setelah melakukan kegiatan tersebut, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut.
a. Bagaimana mekanisme pertahanan tubuh berdasarkan kegiatan role play
yang telah Anda lakukan?
b. Komponen-komponen apa saja yang terlibat dalam mekanisme pertahanan
tubuh?
c. Apa yang akan terjadi jika salah satu komponen yang terlibat dalam
mekanisme pertahanan tubuh mengalami kerusakan?
Jangan lupa untuk menerapkan sikap saling menghormati dan menghargai pendapat
orang lain serta berani mengemukakan argumentasi secara ilmiah dan sopan.
Tulislah hasil kegiatan Anda dalam format laporan yang meliputi judul, tujuan,
hasil pengamatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

Mikroorganisme patogen banyak terdapat di lingkungan sekitar. Mikroorganisme tersebut jika masuk ke tubuh dapat mengakibatkan penyakit. Namun,
jika sistem kekebalan tubuh dalam keadaan baik, mikroorganisme patogen yang
masuk ke tubuh tidak akan mengakibatkan penyakit. Berdasarkan materi yang telah
Anda baca, bagaimana tindakan Anda untuk meningkatkan daya tahan tubuh
sehingga tidak mudah terserang penyakit?

1.

2.
3.
4.
5.

Jelaskan istilah-istilah berikut!


a. Interferon
b. Antigen
c. Antibodi
Jelaskan perbedaan antara sistem pertahanan tubuh nonspesifik dan sistem
pertahanan tubuh spesifik!
Apakah yang dimaksud dengan memori imunologi?
Jelaskan perbedaan antara kekebalan humoral dan kekebalan seluler!
Tuliskan tiga kegunaan reaksi inflamasi bagi sistem pertahanan tubuh!

B. Jenis-Jenis Kekebalan dan Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh


Penyakit yang disebabkan oleh patogen dapat dicegah dengan mekanisme
kekebalan tubuh atau pertahanan tubuh yang terdapat dalam sistem imun. Mekanisme
pertahanan ini dapat berjalan dengan baik karena kerja sama yang sangat teratur antara
komponen-komponen yang terlibat di dalamnya. Namun, jika keseimbangan yang
rumit ini terganggu dapat mengakibatkan beberapa kasus seperti alergi dan penyakit
autoimunitas. Bagaimana cara tubuh memperoleh kekebalan? Untuk mengetahui
jawabannya, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

1.
2.
3.

Menganalisis Jenis Kekebalan yang Diperoleh Melalui Imunisasi


Carilah informasi mengenai imunisasi dengan berkunjung ke puskesmas atau
rumah sakit.
Bertanyalah kepada petugas kesehatan mengenai jenis, cara, serta tujuan
dilakukannya vaksinasi kepada anak-anak dan orang dewasa.
Catatlah informasi yang Anda peroleh dalam buku tugas Anda.

Biologi Kelas XI

265

4.

5.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memperluas wawasan Anda.


a. Apa yang dimaksud dengan imunisasi?
b. Jenis kekebalan apa yang diperoleh dengan cara vaksinasi?
c. Apa saja jenis-jenis vaksinasi berdasarkan data yang Anda peroleh?
Jelaskan tujuan dan cara pemberian vaksinasi tersebut!
d. Jika seseorang sudah terkena penyakit campak sebelum divaksinasi
campak, perlukah orang tersebut divaksinasi campak? Mengapa?
e. Jenis kekebalan apa yang diperoleh setelah mengalami sakit akibat
infeksi kuman?
f. Jenis kekebalan apa yang diperoleh bayi dari ibunya?
Kumpulkan hasil tugas Anda kepada Bapak atau Ibu Guru.

Berdasarkan tugas di atas, Anda telah mengetahui tentang imunisasi. Menurut


Dewi (2012), imunisasi merupakan bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif
dalam menurunkan angka kematian bayi dan balita. Dengan imunisasi, berbagai
penyakit seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, poliomielitis, dan campak
dapat dicegah. Imunisasi merupakan salah satu cara tubuh memperoleh kekebalan.
Apa saja jenis-jenis kekebalan tubuh berdasarkan cara memperolehnya? Simaklah
uraian berikut untuk mengetahui jawabannya.
1.

Jenis-Jenis Kekebalan Tubuh


Berdasarkan cara memperolehnya, kekebalan tubuh digolongkan menjadi dua
kelompok yaitu kekebalan aktif dan kekebalan pasif.
a.

266

Kekebalan Aktif
Kekebalan aktif merupakan kekebalan yang dihasilkan oleh tubuh itu sendiri.
Kekebalan ini dapat diperoleh secara
alami dan secara buatan. Kekebalan aktif
Pengetahuan tentang sistem
pertahanan tubuh diaplikasikan
alami diperoleh setelah seseorang
dalam bidang kesehatan yaitu
mengalami sakit akibat infeksi suatu
penemuan vaksin dan interferon.
kuman penyakit. Setelah sembuh dari
Anda telah cukup mengenal
sakit, orang tersebut akan menjadi kebal
mengenai vaksinasi. Nah, untuk
mengetahui tentang interferon
terhadap penyakit tersebut. Sebagai
bacalah artikel dalam alamat
contoh, orang yang pernah sakit campak
website http://goo.gl/d3lx7A.
tidak akan terkena penyakit tersebut
Setelah membaca artikel
untuk kedua kalinya.
tersebut, kembangkan pola pikir
ilmiah Anda untuk menciptakan
Adapun kekebalan aktif buatan
produk-produk inovatif yang
diperoleh melalui imunisasi misalnya
berguna bagi kehidupan manusia.
dengan pemberian vaksin (vaksinasi).
Vaksin merupakan siapan antigen yang
diberikan secara oral (melalui mulut) atau melalui suntikan untuk merangsang
mekanisme pertahanan tubuh terhadap patogen. Vaksin dapat berupa suspensi
mikroorganisme yang telah dilemahkan atau dimatikan. Vaksin juga dapat
berupa toksoid atau ekstrak antigen dari suatu patogen yang telah dilemahkan.
Vaksin yang dimasukkan ke tubuh akan menstimulasi pembentukan antibodi
untuk melawan antigen. Akibatnya, tubuh akan menjadi kebal terhadap
penyakit jika suatu saat penyakit tersebut menyerang.

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

1)
2)
3)
4)
b.

2.

Berikut ini beberapa vaksin yang telah ditemukan oleh beberapa ilmuwan.
Vaksin cacar air, ditemukan oleh Edward Jenner (1796).
Vaksin rabies, ditemukan oleh Louis Pasteur (1885).
Vaksin polio, ditemukan oleh Jonas Salk (1954).
Vaksin oral, ditemukan oleh Albert Sabin (1992).

Kekebalan Pasif
Kekebalan pasif merupakan kekebalan yang diperoleh setelah menerima
antibodi dari luar. Kekebalan ini dapat diperoleh secara alami dan buatan.
Kekebalan pasif alami dapat ditemukan pada bayi setelah menerima antibodi
dari ibunya melalui plasenta saat masih berada di dalam kandungan. Jenis
kekebalan ini juga dapat diperoleh dengan pemberian air susu pertama
(kolostrum) yang mengandung banyak antibodi.
Sementara itu, kekebalan pasif buatan diperoleh dengan cara menyuntikkan antibodi yang diekstrak dari satu individu ke tubuh orang lain sebagai
serum. Kekebalan pasif ini berlangsung singkat, tetapi berguna untuk
penyembuhan secara cepat. Contoh pemberian serum antibisa ular kepada
orang yang dipatuk ular berbisa.

Gangguan pada Sistem Pertahanan Tubuh


Sistem pertahanan tubuh dapat mengalami gangguan mulai dari yang ringan
seperti alergi hingga kasus yang serius seperti penyakit autoimunitas dan penyakit
defisiensi kekebalan. Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai gangguan pada
sistem pertahanan tubuh, lakukan terlebih dahulu kegiatan berikut.

Mengidentifikasi Gangguan dan Kelainan yang Menyerang Sistem


Pertahanan Tubuh
1.
2.
3.

4.
5.

Carilah informasi dari berbagai sumber mengenai berbagai jenis


gangguan dan kelainan yang menyerang sistem pertahanan tubuh.
Catatlah informasi-informasi penting yang Anda peroleh.
Ajaklah teman Anda untuk berdiskusi dengan menerapkan sikap mau
bekerja sama dan cinta damai untuk menyelesaikan permasalahanpermasalahan berikut.
a. Apa yang dimaksud dengan penyakit imunodefisiensi?
b. Apa yang dimaksud dengan penyakit autoimunitas? Sebutkan
contoh-contoh penyakit autoimunitas!
c. Apa yang dimaksud dengan alergi? Bagaimana mekanisme
terjadinya alergi?
Tuliskan hasil kegiatan kelompok Anda dalam format laporan yang
meliputi judul, tujuan, hasil kegiatan dan diskusi, serta kesimpulan.
Presentasikan laporan kelompok Anda di depan kelas.

Biologi Kelas XI

267

Berdasarkan kegiatan tersebut, Anda telah memahami beberapa jenis


gangguan pada sistem pertahanan tubuh. Untuk lebih memahaminya, simaklah
uraian materi berikut ini.
a. Alergi
Alergi atau hipersensitivitas adalah suatu respons imun yang berlebihan
terhadap suatu senyawa yang masuk ke tubuh. Senyawa yang dapat
menimbulkan alergi disebut alergen. Alergen dapat berupa debu, serbuk sari,
gigitan serangga, rambut kucing, dan jenis makanan tertentu misal udang.
Proses terjadinya alergi diawali dengan masuknya alergen ke tubuh.
Alergen tersebut akan merangsang sel-sel B plasma untuk menyekresikan
antibodi IgE. Alergen yang masuk ke tubuh pertama kali tidak akan menimbulkan gejala alergi. Namun, IgE yang terbentuk akan berikatan dengan mastosit.
Akibatnya, ketika alergen masuk ke tubuh untuk kedua kalinya, alergen akan
terikat pada IgE yang telah berikatan dengan mastosit. Keadaan ini
mengakibatkan mastosit melepaskan histamin yang berperan dalam proses
pembesaran dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah (inflamasi).
Respons inflamasi ini mengakibatkan timbulnya gejala alergi, misal bersin,
kulit terasa gatal, mata berair, hidung berlendir, dan kesulitan bernapas.
Pemberian antihistamin dapat menghentikan gejala alergi.
b. Autoimunitas
Autoimunitas merupakan gangguan pada sistem pertahanan tubuh saat
antibodi yang diproduksi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri karena tidak
mampu membedakan sel tubuh sendiri dengan sel asing. Autoimunitas dapat
disebabkan oleh gagalnya proses pematangan sel T di kelenjar timus.
Autoimunitas dapat mengakibatkan beberapa kelainan yaitu diabetes melitus,
myasthenia gravis, addisons disease, lupus, dan radang sendi.
c. AIDS
AIDS (Acquired Immunodeficiency SynRNA
drome) merupakan kumpulan berbagai
Glikoprotein
penyakit yang disebabkan oleh melemahReverse
nya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini
transcriptase
disebabkan oleh infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Struktur HIV dapat
Protein
dilihat pada Gambar 11.8. Virus tersebut
menyerang sel T pembantu yang berMembran lemak
fungsi menstimulasi pembentukan jenis
sel T lainnya dan sel B plasma. Hal ini Sumber: New Understanding Biology, Glenn dan Susan Toole
mengakibatkan kemampuan tubuh Gambar 11.8 Struktur HIV
melawan kuman penyakit menjadi
berkurang.
Sel T pembantu menjadi target utama HIV karena pada permukaan selnya
terdapat molekul CD4 sebagai reseptor. Infeksi dimulai ketika molekul
glikoprotein (gp120) yang terdapat pada permukaan HIV menempel ke
reseptor CD4 pada permukaan sel T pembantu. Virus tersebut kemudian
masuk ke sel T pembantu secara endositosis dan memulai replikasi (memper-

268

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

banyak diri). Selanjutnya, virus-virus baru keluar dari sel T yang terinfeksi
secara eksositosis atau dengan cara melisiskan sel. Perhatikan proses infeksi
HIV pada sel T melalui Gambar 11.9!
Sel T
Sel T

HIV
HIV
Sumber: New Understanding
Biology, Glenn dan Susan Toole

Molekul CD4

Sumber: Biology, S.S. Mader

Gambar 11.9 Infeksi HIV pada sel T

Jumlah sel T pada orang normal


sekitar 1.000 sel/mm3 darah, sedangkan
pada penderita AIDS jumlah sel T-nya
hanya sekitar 200 sel/mm3. Kondisi ini
mengakibatkan penderita AIDS mudah
terserang berbagai penyakit, misal TBC,
meningitis, kanker darah, dan melemahnya ingatan sehingga dapat mengakibatkan kematian.

1.

2.

Untuk memperdalam wawasan Anda mengenai gangguan yang


menyerang sistem kekebalan
tubuh, pelajari materi dari artikel
dalam alamat website berikut.
1. http://goo.gl/ZEkDD3
2. http://goo.gl/fwcn0T
Catatlah informasi-informasi
penting di dalam buku catatan
Anda.

Pemberian vaksin masih menjadi pro dan kontra. Sebagian orang beranggapan
bahwa pemberian vaksin tidak perlu dilakukan karena di dalam tubuh sudah
terdapat sistem pertahanan tubuh. Namun, sebagian orang beranggapan bahwa
pemberian vaksin sangat perlu dilakukan untuk menghindari dampak-dampak
yang tidak diharapkan. Bagaimana menurut pendapat Anda? Apa yang akan
Anda lakukan jika Anda belum pernah divaksinasi?
Sistem imun dapat mengalami gangguan salah satunya penyakit imunodefisiensi
misalnya AIDS. AIDS dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah. Jika di
lingkungan sekitar Anda terdapat penderita AIDS, apa yang akan Anda lakukan
terhadap penderita AIDS tersebut?

Biologi Kelas XI

269

1.
2.
3.

4.

Mengapa orang yang mengidap addisons disease kadar gula dalam darahnya
menurun?
Jelaskan proses terjadinya alergi pada tubuh!
Salah satu cara mendapatkan kekebalan aktif buatan adalah dengan melakukan
vaksinasi. Vaksinasi dapat dilakukan secara oral maupun dengan menyuntikkan
antigen sehingga dapat merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh.
Jelaskan tiga sumber antigen yang dapat dijadikan vaksin!
Perhatikan grafik berikut!

Konsentrasi Antibodi

Pemberian antigen A yang kedua


dan antigen B yang pertama

Respons sekunder
pada antigen A

Pemberian antigen
A yang pertama
Respons primer
pada antigen A

Respons primer
pada antigen B

Waktu (Hari)

Jelaskan respons kekebalan yang terjadi berdasarkan grafik tersebut!

Penyebaran penyakit AIDS semakin merajalela di kalangan masyarakat


Indonesia terutama pada remaja. Penularan penyakit AIDS mayoritas diakibatkan
oleh pergaulan remaja yang semakin tidak terkendali, misalnya melalui seks bebas
ataupun penggunaan jarum suntik obat-obatan psikotropika. Namun, pemahaman
masyarakat tentang AIDS dan penyebarannya masih terbatas. Anda telah
mempelajari mengenai seluk-beluk penyakit AIDS. Oleh karena itu, tunjukkanlah
peran aktif Anda untuk ikut serta dalam memerangi penyebaran AIDS. Salah satu
kegiatan yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat video kampanye dengan
tema Perangi AIDS. Setelah itu, sosialisasikan karya yang Anda buat di lingkungan
sekolah dan masyaralat. Selanjutnya, kumpulkan video Anda dan laporan hasil
sosialisasi tersebut kepada Bapak atau Ibu Guru untuk dinilai.

270

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

2.
3.
4.

5.
6.

Sistem pertahanan tubuh diperlukan dalam menjaga tubuh agar tidak terinfeksi
oleh kuman penyakit. Sistem pertahanan tubuh pada manusia dibedakan menjadi
sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh nonspesifik.
Sistem pertahanan tubuh secara spesifik dengan pembentukan antibodi oleh sel
B dan sel T yang secara langsung menyerang sel penghasil antigen.
Sistem pertahanan tubuh nonspesifik terdiri atas pertahanan di permukaan tubuh
atau organ, inflamatori, dan protein komplemen.
Kekebalan aktif dapat diperoleh setelah mengalami sakit atau pemberian vaksin.
Kekebalan pasif diperoleh sejak dalam kandungan (berasal dari sistem imun
ibu) dan dari kolostrum.
Mikroorganisme penyebab penyakit dapat dikenali dari antigen yang terdapat
pada membran plasmanya dan dapat dimatikan dengan pembentukan antibodi.
HIV dapat menyerang sistem imun manusia dan dalam jangka waktu lama akan
menimbulkan penyakit AIDS.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Perhatikan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Respons kekebalan humoral melibatkan peran sel B pengingat.
2) Respons kekebalan humoral melibatkan makrofag untuk melawan
antigen.
3) Respons kekebalan seluler menghancurkan antigen dengan melibatkan makrofag.
4) Respons kekebalan seluler menyerang antigen dengan membentuk antibodi.
Pernyataan yang tepat mengenai sistem
kekebalan tubuh ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 1) dan 2)
d. 2) dan 4)
b. 1) dan 3)
e. 3) dan 4)
c. 2) dan 3)

2. Perhatikan grafik perubahan konsentrasi sel T pada penderita AIDS berikut!


Konsentrasi sel T
dalam darah (sel/mm3)

1.

Waktu
(tahun)

Pernyataan berikut yang sesuai dengan


grafik adalah . . .
a. Jumlah sel T berkurang seiring
bertambahnya waktu infeksi.
b. Jumlah sel T bertambah seiring
bertambahnya waktu infeksi.
c. Infeksi virus HIV tidak memengaruhi
jumlah sel T dalam darah.
d. Pada awal infeksi HIV, jumlah sel
T turun drastis.
e. Seiring bertambahnya waktu
infeksi, jumlah sel T semakin
normal.

Biologi Kelas XI

271

3. Perhatikan tabel berikut!


No.
I.

Tipe Limfosit

Fungsi

Sel B plasma

II.

Sel B pembelah

III.

Sel T pembunuh

IV.

Sel T supresor

V.

Sel T pembantu

b.

Mengingat antigen yang masuk


ke tubuh
Memproduksi
antibodi
Menyerang patogen secara langsung
Menghentikan
respons imun
Membentuk sel B
pembelah

Pasangan yang tepat antara jenis


limfosit dengan fungsinya ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. I dan III
d. II dan V
b. I dan V
e. III dan IV
c. II dan IV
4. Antibodi ini banyak ditemukan dalam
keringat dan berfungsi untuk mencegah infeksi pada epitelium. Gambar
yang menunjukkan struktur antibodi
yang dimaksud yaitu . . . .
a.
d.

b.

e.

c.

5. Protein komplemen berperan penting


dalam sistem pertahanan tubuh.
Senyawa ini membunuh bakteri
penginfeksi dengan cara . . . .
a. menimbulkan respons peradangan
(inflamasi)

272

c.
d.
e.

merangsang limfosit untuk membentuk antibodi


membentuk lubang pada membran plasma bakteri
menonaktifkan antigen pada permukaan sel bakteri
memberikan sinyal pada makrofag
untuk memfagosit bakteri

6. Ketika ada patogen dari jenis yang


sama menyerang tubuh, sel B pengingat
akan menstimulasi sel B pembelah
untuk membentuk sel B plasma.
Selanjutnya, sel B plasma akan membentuk antibodi untuk melawan
patogen tersebut. Peristiwa tersebut
menunjukkan mekanisme . . . .
a. respons imun primer
b. respons imun seluler
c. respons imun sekunder
d. respons pertahanan spesifik
e. respons pertahanan nonspesifik
7. Perhatikan pernyataan-pernyataan
berikut!
1) Enzim lisozim diproduksi untuk
menghidrolisis dinding sel bakteri.
2) Partikel berbahaya diperangkap
dalam lendir.
3) Mastosit mengeluarkan histamin
dan prostaglandin.
4) Sel-sel fagosit memakan patogen.
5) Interferon mencegah virus
bereplikasi.
Pernyataan yang berhubungan dengan
reaksi inflamasi ditunjukkan oleh
nomor . . . .
a. 1) dan 2)
d. 3) dan 4)
b. 1) dan 3)
e. 4) dan 5)
c. 2) dan 3)
8. Alergi merupakan respons imun yang
berlebihan terhadap senyawa yang
masuk ke tubuh. Untuk menghentikan
gejala alergi dapat dilakukan dengan
pemberian . . . .
a. vitamin
d. antihistamin
b. penisilin
e. antiinterferon
c. parasetamol

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

9. Lupus merupakan penyakit autoimunitas yang terjadi akibat . . . .


a. antibodi menyerang otot lurik
b. serangan virus terhadap sel T
c. antibodi menyerang kelenjar
adrenal
d. antibodi menyerang sel-sel penyusun sendi
e. peradangan oleh senyawa kimia
hasil sekresi sel fagosit
10. Tubuh memproduksi berbagai jenis
antibodi karena . . . .
a. antibodi tidak dapat bekerja untuk
kedua kalinya
b. antigen pada setiap patogen
bersifat spesifik
c. beberapa antibodi ditujukan
untuk satu jenis antigen
d. satu jenis antigen dapat mengalahkan beberapa antibodi
e. setelah melawan antigen, antibodi
langsung dikeluarkan oleh tubuh
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Mengapa ketika kulit kita digigit serangga
tidak lama kemudian bekas gigitan
tersebut menjadi bengkak dan merah?
2. Jelaskan mengenai proses imunisasi!
Bagaimana imunisasi dapat membantu
terbentuknya antibodi?
3. Bagaimana sel T pembunuh bekerja
mengatasi sel patogen pada mekanisme
cell-mediated immunity?
4. Mengapa respons kekebalan sekunder
terjadi lebih cepat dan konsentrasi
antibodi yang dihasilkan lebih besar
dibandingkan pada respons kekebalan
primer?
5. Mengapa respons imun harus dihentikan apabila infeksi telah berhasil
ditangani?

6. Saluran pernapasan merupakan


saluran yang berhubungan langsung
dengan lingkungan luar. Lingkungan
luar merupakan tempat bermacammacam mikrobia yang dapat membahayakan tubuh. Bagaimana mekanisme tubuh untuk melindungi organorgan pernapasan dari mikrobia?
7. Jelaskan mekanisme pertahanan yang
terjadi saat ada virus yang masuk ke
tubuh melalui kulit atau selaput lendir!
8. Seorang bayi yang memiliki Rh positif
dilahirkan dari seorang ibu yang
memiliki Rh negatif. Setelah kelahiran
anaknya tersebut, ibu tersebut divaksinasi secara pasif dengan antibodi
terhadap faktor Rh tersebut. Dua tahun
kemudian ibu tersebut melahirkan
anak kedua yang sehat dan memiliki Rh
positif. Menurut Anda, bagaimana
antibodi yang diberikan setelah
kelahiran anak pertama melindungi
bayi kedua? Apakah ibunya harus
diberikan antibodi terhadap faktor Rh
sekali lagi? Mengapa perlu dilakukan
dan tidak perlu dilakukan?
9. Laju infeksi HIV semakin meningkat
dari waktu kewaktu. Oleh karena itu,
diperlukan sikap kepedulian terhadap
penularan HIV. Bagaimana sikap
kepedulian Anda terhadap penularan
HIV?
10. Sebelum ditemukannya vaksin, penyakit
polio merupakan salah satu penyakit
yang sangat ditakuti karena dapat
mengakibatkan kerusakan saraf. Saat
ini, baik vaksin virus polio hidup yang
dilemahkan dan diberikan secara oral
maupun vaksin virus polio yang
diinaktivasi (dimatikan) dan diberikan
melalui suntikan sudah tersedia.

Biologi Kelas XI

273

Pemberian vaksin oral lebih populer


dan terbukti mampu mengendalikan
penyakit polio di seluruh dunia.
Namun, virus hidup dapat bermutasi
menjadi bentuk yang lebih virulen.
Setiap tahun, kira-kira 10 orang di
Amerika Serikat terserang polio
paralisis yang terkait dengan vaksin.
Sebagian besar penderita tersebut
justru sebelumnya adalah orang-orang
yang sehat kemudian diberi vaksin

serta orang-orang yang berinteraksi


dengan seseorang yang baru diberi
vaksin. Namun, secara statistik,
peluang terserang penyakit polio tetap
rendah yaitu 1 dalam 12 juta orang.
Bagaimana pendapat Anda? Apakah
Anda beranggapan bahwa risiko
tersebut dapat diterima apabila
dibandingkan dengan keuntungan
vaksinasi oral?

Tubuh manusia dapat terserang berbagai penyakit disebabkan oleh mikroorganisme yang terdapat di lingkungan. Oleh karena itu, Tuhan menganugerahi
tubuh kita dengan suatu sistem pertahanan tubuh untuk menangkal berbagai jenis
penyakit. Meskipun sudah dianugerahi suatu sistem pertahanan, kita tetap harus
menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari serangan penyakit. Inilah salah
satu wujud rasa syukur kita terhadap anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya.
Tidak hanya itu, Tuhan juga telah menganugerahi pola pikir ilmiah sehingga
dapat diciptakan produk-produk inovatif. Sebagai contoh dalam bidang kedokteran,
telah ditemukan beberapa teknologi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Teknologi tersebut di antaranya vaksinasi dan interferon. Dengan adanya penemuan
teknologi tersebut, dapat memicu manusia untuk lebih berkarya menemukan suatu
teknologi baru. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda bersyukur kepada Tuhan
karena telah dianugerahi pola pikir ilmiah. Wujudkan rasa syukur Anda dengan
cara mau bekerja keras dan berpikir kreatif untuk menciptakan produk-produk yang
bermanfaat bagi kehidupan.

274

Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Mengapa karbon dioksida dalam asap
sisa pembakaran kendaraan berbahaya
bagi manusia?
a. Dapat mengakibatkan kanker
paru-paru.
b. Mengakibatkan kecanduan.
c. Mematikan sel-sel yang melapisi
trakea.
d. Bersaing dengan oksigen untuk
bergabung dengan hemoglobin.
e. Dapat mengakibatkan penyempitan saluran pernapasan.
2. Perhatikan jenis-jenis kelainan pada
mata berikut!
1) Lensa mata terlalu cembung.
2) Lensa mata terlalu pipih.
3) Bola mata terlalu pendek.
4) Bola mata terlalu panjang.
5) Bayangan jatuh di depan retina.
Penyebab kelainan miopi ditunjukkan
oleh nomor . . . .
a. 1), 2), dan 3)
d. 2), 4), dan 5)
b. 1), 4), dan 5)
e. 3), 4), dan 5)
c. 2), 3), dan 4)
3. Gambar di bawah menunjukkan
seorang laki-laki yang menderita suatu
gangguan.

Gangguan ini merupakan hasil dari


ketidakseimbangan hormon. Hormon
apakah yang terlibat?
a. Insulin
d. Adrenalin
b. Glukagon
e. Somatotropin
c. Tiroksin
4. Bernapas dapat dilakukan melalui
mulut atau hidung. Akan tetapi,
sebaiknya kita bernapas melalui hidung
karena . . . .
a. bernapas selain melalui hidung
dapat mengakibatkan tersedak
b. di dalam hidung udara akan
disaring dari kotoran dan debu
c. dalam hidung terdapat lendir yang
mengatur suhu dan kelembapan
udara
d. udara yang bercampur dengan
lendir di hidung dapat membersihkan tenggorokan
e. dalam hidung terdapat saraf penciuman sehingga dapat mendeteksi
adanya bau
5. Cermati pernyataan-pernyataan berikut!
1) Volume paru-paru berkurang.
2) Otot diafragma berkontraksi.
3) Otot interkostal internal berelaksasi.
4) Tekanan udara di dalam paru-paru
lebih besar daripada tekanan
atmosfer.
Pernyataan yang tepat menjelaskan
proses inspirasi pada sistem pernapasan ditunjukkan oleh nomor . . . .
a. 1) dan 2)
b. 1) dan 3)
c. 1), 2), dan 3)
d. 1), 2), 3), dan 4)
e. 2) dan 3)

Biologi Kelas XI

275

6. Perhatikan gambar alat peraga sistem


pernapasan berikut!

c.

Pipa
Botol plastik
Balon

Apabila lembaran karet ditarik ke


bawah (diafragma kontraksi), volume
botol plastik (rongga dada) membesar
sehingga balon (paru-paru) mengembang. Peristiwa yang terjadi mendeskripsikan proses . . . .
a. relaksasi
b. kontraksi
c. ekshalasi
d. inhalasi
e. difusi
7. Seseorang yang rutin berolahraga dan
minum air dengan volume yang sama
setiap hari, diambil sampel urinenya
sebanyak lima kali. Berdasarkan tabel
berikut, sampel mana yang dikumpulkan pada saat suhu udara tinggi?
Volume Urine yang
Dihasilkan (dm3)

Volume Keringat
yang Dihasilkan (dm3)

1,5
0,8
0,8
0,4
0,4

0,8
0,8
1,5
0,8
1,5

8. Seorang pasien diambil sampel


urinenya untuk didiagnosis di dalam
laboratorium. Hasil uji urine tersebut
diketahui bahwa urine berwarna
kuning cokelat, pH 4,9, dan berbau
menyengat. Interpretasi yang tepat
berdasarkan data tersebut adalah . . . .

276

Ujian Akhir Semester 2

d.
e.

Lembaran karet

a.
b.
c.
d.
e.

a.
b.

ginjal pasien tersebut sehat


pasien tersebut menderita hipertensi
pasien tersebut menderita penyakit
diabetes melitus
pasien tersebut mengalami dehidrasi dan banyak mengonsumsi
sayuran
pasien tersebut mengalami dehidrasi dan banyak mengonsumsi
makanan berpotein tinggi

9. Medula oblongata merupakan bagian


otak yang berfungsi . . . .
a. mengekskresikan hormon
b. mengoordinasi gerakan otot
c. mengatasi temperatur tubuh dan
homeostasis
d. mengatur pusat pendengaran dan
penciuman
e. mengatur gerak otot pernapasan
dan denyut jantung
10. Pelajari gambar berikut!

(4)
(1)
(2)

(3)

Gangguan atau penyakit yang dapat


menyerang pada bagian organ yang
ditunjuk nomor (1) dan (3) secara
berturut-turut adalah . . . .
a. orkitis dan uretritis
b. prostatitis dan orkitis
c. epididimitis dan prostatitis
d. klamidiasis dan kandidiasis
e. kriptokordisme dan hipogonadisme

11. Grafik berikut menunjukkan hasil


pemeriksaan konsentrasi sel T dan
konsentrasi HIV dalam darah seorang
pasien.

Konsentrasi (Sel/mm3)

I

II


III
IV
V





Konsentrasi
Virus HIV

Konsentrasi
Sel T
Waktu (Tahun)

Berdasarkan grafik tersebut, pasien


tersebut dapat terserang AIDS apabila
konsentrasi sel T dan konsentrasi HIV
dalam darahnya ditunjukkan oleh fase
....
a. I
d. IV
b. II
e. V
c. III
12. Sisa pencernaan dibuang dalam bentuk
feses. Warna cokelat pada feses
disebabkan oleh . . . .
a. urea
b. amonia
c. biliverdin
d. garam empedu
e. bakteri Escherichia coli
13. Perhatikan gambar berikut!
Z

Pada bagian yang bertanda Z terjadi


peristiwa . . . .
a. pembentukan urine primer
b. pembentukan urine sebenarnya
c. penyaringan darah dan protein
plasma

d.
e.

penyerapan kembali zat-zat yang


masih dibutuhkan tubuh
penambahan zat-zat yang sudah
tidak dibutuhkan oleh tubuh

14. Perhatikan bagian-bagian ginjal berikut!


1) Glomerulus
2) Tubulus kontortus distal
3) Lengkung Henle
4) Tubulus kontortus proksimal
5) Ureter
6) Vesica urinaria
7) Tubulus kolektivus
8) Uretra
Urutan tempat pembentukan urine
sampai urine dikeluarkan yaitu . . . .
a. 1)2)3)4)7)5)6)8)
b. 1)3)2)4)7)5)6)8)
c. 1)4)3)2)7)5)6)8)
d. 1)4)3)2)7)8)6)5)
e. 1)4)3)2)7)8)5)6)
15. Hasil tes urine seorang pasien ternyata
mengandung sel darah merah. Pasien
tersebut kemungkinan mengalami . . . .
a. kekurangan hormon insulin
b. iritasi akibat gesekan batu ginjal
c. kerusakan ginjal secara keseluruhan
d. kerusakan pada membran kapsul
endotelium
e. pengendapan di dalam rongga
ginjal, saluran ginjal, atau kandung
kemih
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Pada masa kehamilan embrio mengeluarkan hormon human chorionic
gonadotropin (HCG) yang kadarnya
terus meningkat hingga sekitar hari
ke-70 dan akan menurun selama sisa
kehamilan.
a. Apa fungsi HCG tersebut?
b. Walau dapat digunakan untuk
mengetahui kehamilan, tetapi
hasilnya kurang akurat, terutama
jika dilakukan melalui tes urine.
Mengapa demikian?

Biologi Kelas XI

277

2. Bagaimana impuls dari suatu neuron


berpindah ke neuron lain?
3. Pengeluaran keringat dan urine berbanding terbalik pada kondisi suhu tinggi
dan suhu rendah. Artinya ketika suhu
tinggi, jumlah pengeluaran keringat
meningkat sementara pengeluaran urine
menurun, demikian pula sebaliknya
pada suhu rendah. Mengapa hal ini bisa
terjadi? Jelaskan mekanismenya!

278

Ujian Akhir Semester 2

4. Frekuensi pernapasan dan denyut nadi


seseorang pada saat berolahraga lebih
cepat daripada saat beristirahat.
Bagaimana hubungan frekuensi
pernapasan dan denyut nadi manusia?
5. Bagaimana antibodi dapat terbentuk
dalam tubuh seseorang?

BAB I Sel sebagai Unit Terkecil Kehidupan


dan Bioproses pada Sel
A. Pilihan Ganda
1. b
3. c 5. c
7. a
9. b
2. e
4. e 6. c
8. b 10. c
B. Uraian
5. Sintesis protein akan menghasilkan suatu polipeptida (protein). Berdasarkan fungsinya, protein dibedakan menjadi protein
struktural dan protein fungsional.
Protein fungsional merupakan protein yang berperan dalam
pengaturan sel, misalnya enzim dan
hormon. Sebagai contoh, enzimenzim yang berperan dalam sistem
pencernaan.
BAB II Struktur dan Fungsi Sel Penyusun
Jaringan pada Tumbuhan
A. Pilihan Ganda
1. c 3. c 5. e
7. c
9. e
2. d 4. b 6. c
8. e
10. b
B. Uraian
2. Pada saat mencangkok tanaman,
bagian yang harus dihilangkan
adalah dari kulit luar hingga lapisan
kambium. Jika kambium tidak
dibersihkan dengan benar,
kambium dapat membentuk floem
kembali. Floem dihilangkan agar
aliran zat-zat makanan dari daun
tidak dapat dialirkan ke bawah
sehingga pada sayatan atas akan
terjadi penumpukan auksin dan
karbohidrat. Adanya penumpukan
auksin dan karbohidrat tersebut
akan merangsang terbentuknya akar
pada batang bagian atas sayatan.

BAB III Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan Hewan
A. Pilihan Ganda
1. a 3. b 5. d 7. c
9. d
2. a 4. e 6. c
8. b 10. b
B. Uraian
5. a. X = dendrit; Y = badan sel;
Z = akson/neurit
b. Dendrit berfungsi membawa
impuls ke badan sel saraf.
Badan sel saraf berfungsi
menerima dan meneruskan
impuls dari dendrit ke neurit.
Neurit atau akson berfungsi
membawa impuls meninggalkan badan sel saraf.
BAB IV StStruktur dan Fungsi Sel Penyusun
Jaringan pada Sistem Gerak
A. Pilihan Ganda
1. d 3. c 5. c
7. c
9. d
2. a 4. b 6. a 8. d 10. a
B. Uraian
9. Dislokasi merupakan suatu
gangguan yang trejadi karena
pergeseran tulang penyusun sendi
dari posisi awal. Jika terjadi
dislokasi, tulang akan sulit dan
terasa sakit saat digerakkan.
BAB V Struktur dan Fungsi Sel Penyusun
Jaringan pada Sistem Sirkulasi
A. Pilihan Ganda
1. d
3. c 5. b 7. d
9. b
2. e
4. a 6. e
8. a 10. b
B. Uraian
3. Sistol merupakan periode kontraksi
jantung yang terjadi saat ventrikel
menguncup dan darah terdorong
keluar jantung. Diastol merupakan
periode kontraksi jantung yang terjadi
saat ventrikel mengembang sehingga
darah mengalir ke dalam jantung.
Biologi Kelas XI

279

BAB VI Struktur dan Fungsi Sel Penyusun


Jaringan pada Sistem Pencernaan
A. Pilihan Ganda
1. d
3. d 5. e
7. e
9. b
2. d
4. b 6. c
8. a 10. e
B. Uraian
1. Apabila di dalam tubuh terjadi
kelebihan protein, protein tersebut
akan dirombak di hati menjadi
senyawa yang mengandung unsur
N dan senyawa yang tidak
mengandung unsur N.
5. Apabila tubuh kekurangan asupan
vitamin A dapat memicu terserang
penyakit xeroftalmia, rabun senja,
kulit kasar, dan kelelahan.
BAB VII Struktur dan Fungsi Sel Penyusun
Jaringan pada Sistem Pernapasan/Respirasi
A. Pilihan Ganda
1. c 3. c 5. d 7. d
9. b
2. d 4. b 6. c
8. c 10. b
B. Uraian
1. Udara masuk ke dalam paru-paru
melalui saluran pernapasan.
Dalam paru-paru, oksigen berdifusi
melalui dinding alveolus menuju
kapiler darah. Dalam darah, oksigen
diikat oleh hemoglobin membentuk
oksihemoglobin. Peristiwa tersebut
terjadi melalui pernapasan eksternal.
Selanjutnya, darah membawa
oksigen ke seluruh tubuh. Setelah
darah mencapai sel, hemoglobin
melepaskan ikatannya dengan
oksigen. Oksigen masuk ke dalam sel
secara difusi. Peristiwa tersebut
terjadi melalui pernapasan internal.
5. a. Paru-paru burung mengalami
modifikasi membentuk pundipundi udara. Pundi-pundi
udara tersebut berfungsi agar
burung dapat menampung
udara dalam jumlah yang
banyak.

280

Kunci Jawaban Soal Terpilih

b.

Meskipun alat pernapasan


yang utama pada burung
adalah paru-paru, burung tidak
dapat bernapas tanpa adanya
pundi-pundi udara. Hal
tersebut terjadi karena pundipundi udara merupakan
perluasan paru-paru.

BAB VIII Sistem Ekskresi pada Manusia


dan Hewan
A. Pilihan Ganda
1. d 3. c 5. c
7. e
9. d
2. e 4. d 6. e
8. d 10. b
B. Uraian
3. Apabila mengonsumsi banyak air
minum, konsentrasi protein dalam
darah menurun. Keadaan seperti
ini dapat mengakibatkan menurunnya tekanan koloid protein.
Oleh karena itu, tekanan filtrasi
dalam pembentukan urine kurang
efektif. Akibatnya, volume urine
yang diproduksi akan meningkat.
9. Seseorang dikatakan terkena
penyakit pneumonia jika
mengalami gejala-gejala seperti
menggigil, demam, sakit kepala,
batuk dan mengeluarkan keringat,
serta sesak napas. Penyakit ini
disebabkan oleh Diplococcus
pneumoniae dan menyebabkan
oksigen sulit masuk karena alveolus dipenuhi cairan. Pneumonia
dapat dicegah dengan cara
memelihara kebersihan, menjaga
daya tahan tubuh, dan berolahraga
secara teratur.
BAB IX Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem
Koordinasi Manusia
A. Pilihan Ganda
1. e 3. d 5. a 7. c
9. d
2. b 4. c 6. c
8. d 10. c

B.

Uraian
4. Saat mendengarkan musik menggunakan earphone, posisi earphone
yang diletakkan langsung pada
saluran telinga akan menimbulkan
efek ledakan pada membran timpani. Ledakan tersebut dapat
merobek membran timpani.
Padahal membran timpani
merupakan selaput yang berfungsi
menangkap gelombang suara.
Getaran yang dibentuk akan
diteruskan ke tiga tulang
pendengaran dan melalui tahapan
selanjutnya
hingga
dapat
mendengar. Apabila membran timpani robek, tidak akan terjadi
penangkapan gelombang suara
yang berakibat tidak terjadinya
mekanisme selanjutnya. Oleh
karena itu, penggunaan earphone
dapat mengakibatkan kerusakan
membran timpani sehingga
sensitivitas telinga akan berkurang
bahkan hilang (tuli).
BAB X Struktur dan Fungsi Sel Penyusun
Jaringan pada Sistem Sirkulasi
A. Pilihan Ganda
1. a
2. b
3. e
4. c
5. b
B. Uraian
1. Antara pembuluh darah ibu
dengan pembuluh darah janin
dipisahkan oleh jaringan ikat. Akan
tetapi, jaringan ini dapat dilewati
oleh bakteri dan virus. Itulah
sebabnya ibu hamil yang mengidap
HIV/AIDS dapat menularkan
kepada janin yang dikandungnya.

5.

Keluarga Berencana terbukti efektif


mengendalikan jumlah penduduk.
Usaha-usaha pengendalian jumlah
penduduk yaitu merencanakan
program Keluarga Berencana,
menetapkan undang-undang
perkawinan yang menetapkan
batas usia perkawinan, dan
membatasi pemberian tunjangan
anak PNS hanya sampai anak
kedua.
BAB XI Struktur dan Fungsi Sel-Sel Penyusun
Jaringan dalam Sistem Pertahanan Tubuh
A. Pilihan Ganda
1. a
6. c
2. a
7. d
3. e
8. d
4. c
9. e
5. c 10. b
B. Uraian
3. Sel T akan menyerang sel-sel tubuh
yang terinfeksi oleh sel-sel patogen
secara langsung. Kedua membran
sel tersebut akan saling bertemu
dan sel T pembunuh akan merusak
membran sel patogen dengan cara
melubanginya. Akibatnya, sel
patogen akan kehilangan sitoplasma sehingga sel patogen mati.
5. Apabila tubuh terus-menerus
memproduksi antibodi dan
menstimulasi sel B dan sel T untuk
terus membelah walaupun tidak
dibutuhkan oleh tubuh, komponen
sistem imun tersebut dapat
merusak jaringan tubuh sendiri.

Biologi Kelas XI

281

alantois
anastomosis
antibodi

: membran pembentuk tali pusar (ari-ari)


: cabang-cabang pada otot jantung
: senyawa protein yang terbentuk sebagai respons masuknya
antigen ke tubuh dan berfungsi melawan antigen
antifertilizin
: antigen yang berfungsi melekatkan sperma pada sel telur
augmentasi
: penambahan zat sisa yang tidak diperlukan lagi oleh tubuh
autoimunitas
: gangguan pada sistem pertahanan tubuh saat antibodi yang
diproduksi justru menyerang sel-sel tubuh sendiri
berkas Hiss
: salah satu sistem hantaran listrik pada jantung
BMI (Body Mass Index)
: perbandingan antara berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi
badan (dalam m)
BMR (Basal Metabolic Rate) : besar kalori yang diperlukan tubuh ketika istirahat sehingga
fungsi organ tetap berjalan dengan baik
defekasi
: proses pengeluaran zat-zat sisa makanan melalui anus
ekskresi
: proses pengeluaran zat sisa metabolisme yang tidak diperlukan
tubuh
fagositosis
: suatu mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh sel-sel
fagosit dengan jalan mencerna partikel asing
fertilisasi
: peleburan antara sel telur dengan sel sperma
filtrasi
: penyaringan zat-zat sisa yang beracun
hemoglobin
: pigmen berwarna merah pada sel darah yang merupakan
gabungan molekul heme dan globin
hormon
: hasil sekresi kelenjar endokrin yang berfungsi mengatur
homeostasis, pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, dan
tingkah laku
iodopsin
: pigmen pada sel batang yang mampu menerima rangsang
warna dan sinar terang
interferon
: protein yang dihasilkan oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus
dan berperan dalam pertahanan tubuh nonspesifik
jaringan embrional
: jaringan yang memiliki kemampuan untuk membelah
lignin
: bahan polimer tidak berbentuk yang bersama-sama dijumpai
di antara sel dan dinding sel tumbuhan, berfungsi sebagai
pembentuk kayu
makanan sehat
: makanan yang higienis dan mengandung zat gizi seimbang
makrofag
: monosit yang bermigrasi dari darah ke jaringan dan berperan
sebagai fagosit
menu makanan seimbang : menu makanan yang terdiri atas beraneka ragam makanan
dalam jumlah dan proporsi yang sesuai
mikturasi
: proses pengeluaran urine dari dalam tubuh
nefron
: unit fungsional dan struktural terkecil pada ginjal

282

Glosarium

neurotransmitter

: zat yang berfungsi menghantarkan impuls ke ujung dendrit


berikutnya
noktah
: bagian dinding sel tumbuhan yang sangat tipis, terdiri atas dinding
primer saja dan berfungsi dalam transpor zat antara sel yang
bersebelahan
oksihemoglobin
: senyawa gabungan antara hemoglobin dengan oksigen
osifikasi
: proses pembentukan tulang (penulangan)
otot antagonis
: pasangan otot yang bekerja berlawanan
otot diafragma
: otot yang membatasi rongga dada dengan rongga perut dan berfungsi
dalam mekanisme pernapasan perut
otot sinergis
: pasangan otot yang bekerja sama dengan tujuan yang sama
parabronki
: pembuluh udara yang terdapat di dalam paru-paru burung
pencernaan kimiawi : pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan
dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul
kecil
pencernaan mekanis : pengubahan makanan dari bentuk kasar menjadi halus dengan
bantuan gerakan organ-organ pencernaan
persendian
: bagian sistem rangka yang menghubungkan antartulang
reabsorpsi
: penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan tubuh
respirometer
: alat yang digunakan untuk mengetahui konsumsi oksigen pada
serangga
sel eukariotik
: sel yang sudah memiliki membran inti (nukleus dibungkus membran
nukleus) dan sistem endomembran
sel prokariotik
: sel yang tidak memiliki membran inti sehingga inti sel berbatasan
langsung dengan sitoplasma
sel punca
: sel yang aktif melakukan pembelahan dan dapat berkembang
menjadi sel apa saja
sintesis protein
: proses penerjemahan gen menjadi urutan asam amino yang akan
disintesis menjadi polipeptida (protein)
sistem Havers
: susunan lempeng-lempeng tulang bentuk pipa, yang semakin ke
tengah semakin kecil dan di bagian tengah terdapat saluran
spermatogenesis
: proses pembentukan sel sperma yang berlangsung dalam organ
reproduksi pria
tensimeter
: alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah
totipotensi
: kemampuan sel untuk dapat membelah sehingga menjadi satu
organisme utuh
transfusi
: mendapatkan darah atau cairan dari orang lain
transplantasi
: pemindahan jaringan atau organ tubuh manusia atau tanaman ke
tempat (orang) lain atau ke tanaman lain
transpor aktif
: perpindahan molekul yang memerlukan energi untuk melawan
gradien konsentrasi
transpor pasif
: perpindahan molekul atau ion tanpa menggunakan energi sel
uterus
: rongga pertemuan antara oviduk kanan dan oviduk kiri

Biologi Kelas XI

283

Indeks Subjek
A
aglutinin, 104, 116, 150
aglutinogen, 104, 106, 116, 150
antibodi, 67, 101, 126, 189, 251, 252, 254256,
260268, 270273, 278
antigen, 236, 251252, 254255, 261266,
270273, 278
augmentasi, 178, 184185, 197198, 278
B
bilirubin, 180, 189190, 199
biliverdin, 100, 184185, 197198, 278
D
darah, 20, 54, 5759, 61, 64, 67, 7172, 76, 79,
90, 92, 97120, 127128, 140, 145, 150
151, 159161, 165, 173174, 176, 181
182, 184185, 188191, 195, 198200,
207208, 210, 214, 221, 232, 242, 244,
249250, 258260, 263, 268269, 271,
277
dinding sel, 4, 7, 12, 17, 2425, 3036, 32, 41,
258, 160, 272
E
efektor, 63, 205, 207, 209, 224
ekspirasi, 154, 157, 159163, 168, 172, 174
175
enzim, 5, 7, 910, 18, 20, 19, 122, 128129,
136137, 139, 147148, 236, 258, 260, 272
epidermis, 3233, 36, 3842, 4748, 50, 51,
151, 190191, 217
epitel, 51, 5457, 6365, 6972, 127, 140, 150,
156, 184, 251
eukariotik, 12, 78, 10, 14, 24
F
filtrasi, 178, 182, 184, 186, 197198

284

Indeks

H
hormon, 185, 198, 200201, 203, 210213,
220221, 224225, 231, 236, 238239,
241243, 248, 250, 264, 275277
I
impuls, 63, 71, 128, 201, 204205, 207210,
212
imunisasi, 265266, 273
indra, 201205, 213, 215219, 221, 224, 226
inflamasi, 251252, 256, 258259, 265, 268,
270
inspirasi, 154, 157, 159163, 165, 168, 172,
175, 275
J
jantung 20, 51, 54, 62, 64, 65, 6970, 81, 85
88, 91, 93, 95, 9799, 107119, 128, 152,
154, 157, 160, 207208, 210, 223224,
276
jaringan 4, 1011, 19, 23, 2738, 4074, 76,
78, 80, 82, 8486, 97100, 102, 106, 109,
121, 124, 127, 130, 135, 141, 145, 149
152, 155157, 159162, 165166, 174,
177178, 189192, 198, 227, 230, 232,
242, 251, 253254, 256259, 263, 264
K
karbon dioksida 5, 61, 100, 115, 154157,
159160, 166, 172, 174175, 191, 197, 275
kelenjar 41, 51, 5457, 61, 70, 100, 123, 127,
129, 135139, 145148, 150, 190192,
201202, 205208, 211212, 224227,
23232, 234, 239, 242, 248, 261, 268, 273
kultur jaringan 2729, 4450
M
meristem 23, 27, 3031, 37, 39, 46, 4849
monosit 61, 101, 259

N
nefron 54, 181183, 186, 192193, 196197
neuron 63, 65, 69, 202, 204205, 207, 209
210, 224, 278
nukleus 89, 21, 30, 33, 63, 205, 236
O
oksigen 45, 9, 61, 87, 100, 115, 124125, 130,
151, 154157, 159160, 165170, 172
176, 198, 242243, 275
otak 76, 80, 202203, 205207, 209211, 214
218, 220, 222, 224226, 276
otot 26, 51, 5455, 6265, 6970, 7376, 85
96, 107, 109, 126129, 138140, 147,
150151, 154, 156, 159162, 168, 172
173, 175, 182, 191, 203, 205208, 211
214, 221, 223, 230, 242, 273, 275276
P
paru-paru 81, 108, 111112, 116, 118, 150,
154, 156157, 159164, 167169, 172
178, 180, 191194, 196198, 275276
prokariotik 1-2, 7, 14, 24
protein 12, 410, 13, 15, 1720, 2326, 58,
61, 79, 86, 100, 104106, 121122, 124
125, 127131, 133134, 139, 145148,
151, 160, 184, 186188, 196, 210211,
236, 251, 255256, 260261, 268, 271
272, 277
pundi-pundi udara 154, 168169, 172, 175

R
rangka 5960, 62, 7173, 7576, 78, 80, 82
83, 86, 91, 93, 96, 206207
rangsang 63, 71, 8688, 198, 203, 205, 209,
213214, 216217, 224
reabsorpsi 178, 184185, 197199
reseptor 63, 136, 202203, 205, 207, 209210,
217219, 224, 259, 263, 268
S
sendi, 59, 73, 75, 8284, 89, 92, 9496, 268,
273
sistem pertahanan, 251254, 256258, 260,
262, 264272, 274
sistem trakea, 165166, 172, 175
stem cell, 5152, 6569, 72, 92
T
transplantasi, 5152, 6669, 7273, 92, 115
116, 119, 193
transpor membran,
trombosit, 61, 9798, 10102, 106, 116117,
184
tulang, 33, 41, 5961, 64, 67, 7085, 87, 91
95, 100, 127
V
vaksin, 252253, 266267, 269271, 273274
Z
zigot, 239241

Indeks Pengarang
Campbell, Reece, dan Mitchell: 8, 16, 31, 32, 35, 37, 39, 40, 54, 126, 129, 140, 166, 179, 206, 216,
217, 229, 236, 238, 255, 258, 263
Davis, Dinwiddy, Morgan, Goldstein, Wood, dan Woodford: 99
Davis: 85
Dewi: 242, 266
Duvall: 90
Gan Wan Yeat: 207
Glenn: 100, 189, 214, 230, 231, 268, 269
Isnaeni: 211
Mader: 8, 109, 191, 260, 269
Mike Boyle: 182, 190, 236
Nugroho, Purnomo, dan Sumardi: 29
Pearce: 61
Raven dan Johnson: 6063, 161, 262
Rutland: 204
Soewolo: 155
Solomon: 55, 138, 241

Biologi Kelas XI

285

Campbell, N.A., Reece, J.B., & Mitchell, L.G. 2012. Biology. 8th Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company.Inc.
Davis, P., Robert D., Ben M., Natalie G., Ian W., & Chris W. 2010. Materi Biologi! Volume 7 Tubuh
Manusia. Alih bahasa: Rizka Yanuarti dan Wulandari. Bandung: Pakar Raya.
Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Lampiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Dewi, V. N. L. 2012. Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Duval, Ellen Neall. 1959. Kinesiology: The Anatomy of Motion. New York: PrenticeHall, Inc.
Glenn & Susan T. 1999. New Understanding Biology. London: Stanley Thornes.
Hermaya, T. 1996. Tubuh Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Tira Pustaka.
Indrianto, A. 2002. Bahan Ajar: Kultur Jaringan Tumbuhan. Yogyakarta: Fakultas Biologi
Universitas Gadjah Mada.
Isnaeni, W. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanisius.
Nugroho, L.H., Purnomo, & Sumardi. 2006. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta
Penebar Swadaya.
Pierce, E. C. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Gramedia.
Purnomo. 2003. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta: UGM.
Raven, P.H. and Johnson. 1996. Biology. Fourth Edition. New York: WBC/McGrawHill
Companies, Inc.
Rutland, J. 1976. Tubuh Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Widyadara.
Soewolo. 2000. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Solomon, B.M. 2011. Biology. 9th Edition. Canada: Nelson Education.
Syaifuddin. 2011. Fisiologi Tubuh Manusia untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.

286

Daftar Pustaka