Anda di halaman 1dari 7

SISTEM SARAF MANUSIA

MATERI 3 KELAS IX

ISTILAH PENTING
 IMPULS yaitu rangsangan atau pesan . Disampaikan melalui senyawa kimia dalam tubuh yaitu
asetilkolin.
 RESEPTOR yaitu struktur yang dapat menerima impuls.Dapat berupa sel, jaringan atau organ, alat
gerak, otot.
 EFEKTOR yaitu struktur yang dapat menanggapi impuls. Dapat berupaa sel, jaringan atau organ, alat
gerak, otot.
 Neruon atau sel saraf yaitu merupakan sel yang terpanjang yang dimilki oleh tubuh manusia dan
bertugas untuk menerima dan menghantarkan impuls ke tempat yang dituju.

Organel penyusun sel Neuron

1. Dendrite merupakan penjuluran pnedek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk
menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel.
2. Badans sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan
terdapatnya nucleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendrti dan
menghantarkannya menuju axon dengan perantaraan sitoplasma.
3. Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat
penyampaian/penghantaran impuls dalam sel.
4. Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel.benetuknya akan menyesuaikan bentuk sel.
Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel.
5. Axon/neurit merupakan poenjukluran yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk
menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon.
6. Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima
impuls dari axon.
7. Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berda paling luar dari axon.
Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenrasi pada
selubung mielin.
8. Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak
setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada
axon.
9. Sel Schwann merupakan sel-sel yangterdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk
memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi.
10. Nodus Ranvier merupakan celah diantara axonyang tidak tertutup oleh selubung neurilema.
Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron.
Pembagian sel neuron

a. Berdasarkan fungsinya

1. Saraf sensorik/aferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari
reseptor ke sistem saraf pusat (SSP).
2. Saraf motorik/eferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari SSP
ke efektor.
3. Saraf asosiasi/interneuron yaitu neuron yang menghubungkan saraf sensorik dengan sarf
motorik di dalam SSP.

b. Berdasarkan strukturnya
1. Neuron unipolar yaitu neuron yang memiliki satu buah axon yang bercabang.
2. Neuron bipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan satu dendrite.
3. Neuron multipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan sejumlah dendrite.

Sinapsis
 Merupakan hubungan penyampaian impuls dari satu neuron ke neuron yang lain. biasanya
terjadi dari ujung percabangan axon dengan ujung dendrite neuron yang lain.
 Celah antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut dengan celah sinapsis. Di dalam celah
sinapsis inilah terjadi loncatan-loncatan listrik yang bermuatan ion,baik ion positif dan ion
negatif. Di dalam celah sinapsis ini juga terjadi pergantian antara impuls yang satu dengan yang
lain, sehingga diperlukan enzim kolinetarase untuk menetralkan asetilkolin pembawa impuls
yang ada. Dalam celah sinapsis juga terdapat penyampaian impuls dengan bantuan zat kimia
berupa asetilkolin yang berperan sebagai pengirim (transmitter).

Muatan listrik dalam neuron


 Muatan listrik yang terjadi dalam satu axon akan memiliki muatan listrik yang berbeda antara
lapisan luar dan lapisan dalam axon.
 Polarisasi yaitu keadaan istirahat pada sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif
dibagian luar dan muatan listrik negative di bagian dalam.
 Depolarisasi yaitu keadaan bekerjanya sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif di
bagian dalam dan muatan listrik negative di bagian luar.

Gerakan berdasarkan tanggapan impuls


1. Gerak biasa merupakan gerakan yang disadari dan impuls akan diolah oleh SSP (otak dan
medulla spinalis) terbeih dahulu sebelum terjadi gerakan.

Skema/bagan gerakan biasa


Impuls  reseptor  neuron sensorik  medulla spinalis  otak  Medulla spinalis 
interneuron  neuron motorik  Efektor  gerakan

2. Gerak refleks merupakan gerakan yang tanpa disadari karena menanggapi impuls secara
langsung. Sehingga sifat gerakan ini tidak diolah terlebih dahulu oleh otak. Jarak terpendek
efektor dalam menanggapi impuls disebut dengan lengkung refleks.
Skema/bagan gerak refleks
Impuls  reseptor  neuron sensorik  medulla spinalis  interneuron 
Neuron motorik  efektor  gerakan.

3. Macam gerakan refleks tergantung dari tanggapan efektor terhadap impuls yang ada. Bila
tanggapan terhadap impuls melibatkan satu efektor saja, maka disebut dengan refleks tunggal.
Jika tanggapan terhadap impuls melibatkan lebih dari 1 efektor maka disebut dengan refleks
kompleks.

SSP (Sistem Saraf Pusat)


1. Otak
Diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3
lapisan :
a. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak
kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi
jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis.
b. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang
berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid
dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk
melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan.
c. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung
pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak
secara langsung.

Otak dibagi menjadi beberapa bagian :


a. Cerebrum
 Merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari
otak.
 Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang berfungsi
mengatur kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan
yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri.
 Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung badan sel
saraf. Sedangkan bagian medulla berwarna putih yang bayak mengandung dendrite
dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik yang
menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi
mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang
berkaitasn dengan ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan.

 Mempunyai 4 macam lobus yaitu :


 Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba.
 Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran
 Lobus oksipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan.
 Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori,
kemauan, nalar, sikap.
b. Mesencephalon
 Merupakan bagian otak yang terletak di depan cerebellum dan jembatan varol.
 Berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata
dan pendengaran.

c. Diencephalaon
 Merupakan bagia otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di depan
mesencephalon.
 Terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls yang
sampai di otak dan medulla spinalis.
 Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan
suhu tubuh, selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasalapar, sexualitas,
watak, emosi.

d. Cerebellum
 Merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar. Berfungsi
sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan
tubuh serta posisi tubuh.
 Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan
cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi
untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan kiri dan kanan.

2. Medula
a. Medulla oblongata
 Disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak.
 Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana dengan medulla spinalis, di
depan cerebellum.
 Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite dengan warna putih dan bagian
medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu.
 Berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan
dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan,
batuk, bersin,sendawa.

b. Medulla spinalis
 Disebut denga sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang
belakang yaitu ruas tulang leher sampaia dengan tulang pinggang yang kedua.
 Berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak
dan dari otak ke organ tubuh.

SST (Susunan Saraf Tepi/Perifer)


Merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan system saraf
pusat.

1. Sistem saraf sadar/somatik


Merupakan system saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak.
Bedakan menjadi dua yaitu :
a. Sistem saraf pada otak
 Merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf
yaitu :

No Nama saraf Jenis saraf Menuju Fungsi


I OLFAKTORI Sensorik Pusat pembau Berkaitan dengan
penciuman
II OPTIK Sensorik Retina mata Berkaitan dengan
penglihatan
III OKULOMOTOR Motorik Otot bola mata Menggerakan bola
dan otot kelopak mata (kiri dan
mata kanan)
Untuk akomodasi
dan kontraksi iris
IV TROKLEAR Motorik Oto bola mata Untuk memutar bola
mata
V TRIGEMINUS Motorik Membawa impuls
a. OFTALMIK Kelopak mata atsa, yang berkaitan
bola mata, kelenjar dengan sensai rasa,
b. MAKSILAR lakrimal nyeri, raba dan
suhu.
Mukosa hidung,
c. MASNDIBULAR langit-langit
rongga mulut,
taring, gigi atas,
pipi dan kelopak
mata bawah.
Lidah bagian atas
(bukan pengecap),
gigi bawah dan
rahang bawah.
VI Abdusen Motorik Otot penggerak Pergerakan rektus
bolamata lateral
VII Facial Motorik Lidah bagian Mempengaruhi
oengecap anterior pergerakan otot-
otot rahang, wajah,
kepala serta ekskresi
kelenjar ludah dan
air mata.

No Nama saraf Jenis saraf Menuju Fungsi


VIII Vestibulo koklear Sensorik Koklea telinga, Berkaitana dengan
vestibula dan kanal pendengaran dan
semisirkularis keseimbangan.
IX Glosofaring Motorik Lidah pengecap, Mempengaruhi
tonsil langit-langit pergerakan otot
mulut, kulit telinga faring dan lidah.
X Vagus Motorik Faring, laring, Mempengaruhi
trakea, bronkus, pergerakan
pulmo, lengkung menelan, stimulasi
aorta kelenjar lambung,
usus, hati dan
pankreas.
XI Asesori spinal Motorik Otot Mengkoordinasi
sternokleidomastoid gerakan bahu dan
dan otot trapezius leher.
XII Hipoglosus Motorik Otot lidah Berkaitan dengan
kegiatan menelan
dan berbicara.

b. Sistem saraf sumsum spinalis


 Merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang
berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis.
 31 pasang saraf medula spinalis yaitu :

Jumlah Medula spinalis daerah Menuju


8 pasang Servix Kulit kepala, leher dan otot tangan
12 pasang Punggung Organ-organ dalam
5 pasang Lumbal/pinggang Paha
5 pasang Sakral/kelangkang Otot betis, kaki dan jari kaki
1 pasang koksigeal Sekitar tulang ekor

2.Sistem saraf Otonom


 Merupakan sistem saraf yang cara kerjanya secara tidak sadar/diluar kehendak/tanpa perintah
oleh otak.
 Sistem saraf yang mensarafi seluruh otot polos, otot jantung, kelenjar endokrin dan kelenjar
eksokrin.
 Dibedakan menjadi 2 bagian yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang keduanya bekerja
secara antagonis/berlawanan.

a. Sistem saraf simpatik


 Merupakan 25 pasang simpul saraf (ganglion) yang terdapat di medulal spinalis.
 Disebut juga dengan sistem saraf thorakolumbar karena saraf ini keluar dari vertebrae
thorak ke-1 sampai ke-12 dan vertebrae kolumbar ke-1 sampai dengan ke-3.

 Beberapa fungsi sistem saraf simpatik yaitu :


 Mempercepat denyut jantung
 Memperlebar pembuluh darah
 Menghambat pengeluaran air mata
 Memperluas/memperlebar pupil
 Menghambat sekresi air ludah
 Memperbesar bronkus
 Mengurangi aktivitas kerja usus
 Menghambat pembentukan urine

b. Sistem saraf parasimpatik


 Merupakan sistemsaraf yang keluar dari daerah otak.
 Terdiri dari 4 saraf otak yaitu saraf nomor III (okulomotorik), nomor VII (Facial), nomor
IX (glosofaring), nomor X (vagus).
 Disebut juga dengan sistem saraf craniosakral karena saraf ini keluar dari daerah cranial
dan juga dearah sakral.
 Beberapa fungsi sistem saraf parasimpatik yaitu :
 Memperlambat denyut jantung
 Mempersempit pembuluh darah
 Memperlancar pengeluaran air mata
 Memperkecil pupil
 Memperlancar sekresi air ludah
 Menyempitkan bronkus
 Menambah aktivitas kerja usus
 Merangsang pembentukan urine

DAFTAR PUSTAKA

Kadaryanto, at al. 2007. BIOLOGI 3. Penerbit Yudhistira, Jakarta.


Nurhayati, N. 2008. Pelajaran IPA-BIOLOGI BILINGUAL untukSMP/MTs.Kelas IX. Yrama Widya, Bandung
Saktiyono. 2004. Sains Biologi SMP 2. Esis – Penerbit Erlangga, Jakarta.
Tim IPA SMP/MTs. 2007. Ilmu Pengetahuan Alam 3. PT. Galaxy Puspa Mega, Jakarta.
Tim Biologi SMU. 1997. BIOLOGI 2. PT. Galaxy Puspa Mega, Jakarta.

☺ © ea/materi3/mentari/bio 9/september/08 ☺