Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II

“KONSENTRASI KRITIS MISEL DAN ENTHALPHI (∆H) DARI SABUN


COLEK PADA BERBAGAI TEMPERATUR”

DISUSUN OLEH :

KELOMPOK B 6

K-210-016-F

K-210-034-F

K-210-039-F

K-210-043-F

K-210-084-F

LABORATORIUM KIMIA FISIKA

JURUSAN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2010

PERCOBAAN IV
KONSENTRASI KRITIS MISEL DAN ENTALPHI (∆ H)

DARI GELATIN PADA BERBAGAI TEMPERATUR


1. TUJUAN

- Menentukan konsentrasi kritis misel dan entalphi dari air sabun.

2. TEORI

Dalam larutan encer, zat pemantap (surfaktan) bersifat sebagai zat


terlarut normal. Untuk larutan dengan larutantinggi atau larutan pekat,
maka akan terjadi perubahan mendadak pada beberapa sifat fisik seperti
tekanan osmose, turbiditas, daya hantar listrik dan tegangan muka.

Pada kesetimbangan diantara molekul-molekul atau ion-ion dari


misel yang tidak berasosiasi,berlaku hokum aksi massa untuk
kesetimbangan miselisasi:

Mx ↔ (x)m

c(1-x) cx/m

cx/m

K =

C(1-x)m

Dalam hal ini:

C = Konsentrasi stoikiometri larutan

X = Fraksi kelompok satuan monomer

M = Jumlah satuan monomer permisel

Jika harga m semakin besar, x semakin menjadi kecil pada nilai c


tertentudan sesudah itu naik dengan cepat.

Pembentukan misel dapat terjadipada konsentrasi diatas k.k.m.


(konsentrasi kritis misel). Untuk mengetahui harga k.k.m. yang paling
tepat, diperlukannya table entalphi karena entalphi sangat erat kaitannya
dengan k.k.m.
Jika konstanta kesetimbangan adalah Kdan perubahan energy
standar adalah ∆ G⁰, maka untuk miselisasi 1 mol zat pemantap sesuai
dengan persamaan:

-RT ln K

∆ G⁰ =

∆ G⁰= - RT ln cx +RT ln c
(1-x)

m m

pada k.k.m., x=0 dan ∆ G⁰= RT ln (k.k.m.)sehingga

∆ S⁰ = -d (∆ G⁰)

dT

=- RT d in (k.k.m.) - R ln (k.k.m.)

dt

∆ H⁰ = ∆ G⁰ + T ∆ S⁰

= -RT2 d ln (k.k.m.)

dt

dengan mengintegralka persamaan diatas diperoleh persamaan:

ln (k.k.m.) = ∆ H + c

RT

Dengan membuat grafik ln (k.k.m.) terhadap 1/T diperoleh harga


∆ H⁰/R sebagai slopenya.

Gelatin merupakan protein yang diperoleh dari hidralisi kalogen


yang secara alami terdapat pada tulang atau kulit binatang. Gelatin
komersial biasanyadiperoleh dari ikan, sapid an babi. Dalam industry
pangan gelatin luas digunakan sebagai salah satu bahan baku dari
permen lunak, jeli dan es krim. Industry lain yang memanfaatkan gelatin
adalah industry pembuatan kapsul, pelapis vitamin, tablet dan juga pada
industry kosmetik, makanan, fotograph dan banyak lagi.

Misel merupakan partikel koloid, biasanya bundar yang dalam


larutan air mempunyai eksterior hidrao filik dan interior hidrafobik.
Umumnya terdiri dari lapisan tunggal fosfolipid.

Misel agreatmolekul dalam koloid misalnya bila sabun dan detergen lain
dilarutkan dalam air, maka akan terbentuk misel, yakni gerombolan kecil
molekuln yang gugus hidrokarbonnya (non polar) ada dalam bagian
tengah gugus hidro filik berada di bagian luar tersolusi oleh air.
(Fessenden, 1999)

Entalphi (H) merupakan potensial termodinamika yang sama U +


VP suatu system :

H = U + VP

Keterangan :

H = Entalphi

P = tekanan

U = Energi dalam

V= Volume

System seperti perubahan entalphi hanya bergantung pada keadaan awal


dari suatu system.

∆ H = H2 – H1

= ( U2 – PV2 ) – (U1 -
PV1 )

∆ H = ∆ U + P∆ V

Perubahan entalphi dapat diukur dengan calorimeter. Pengukuran ini


dilakukan dengan memantau perubahan temperature yang mengikuti
proses yang terjadi pada tekanan tetap. (Sutresna, 2005)

Jenis-jenis perubahan entalphi standar:

a. Entalphi perubahan fisik disebut juga entalphi transisi stanndar dan


diberi notasi ∆ H⁰ers.

b. Entalphi penonton, perubahan yang menyertai pembentukan kation


dan anion yang berasal dari atom dan molekul fase gas. Perubahan
entalphi standar untuk penghilangan satuan electron.

c. Entalphi pembentukan dan dissosiasi ikatan.

d. Entalphi perubahan kimia. (Atkin, 1994)

3. ALAT DAN BAHAN


a. Alat yang digunakan:

- Beaker glass

- Konduktometer

- Labu ukur 50ml

- Batang pengaduk

- Kaca arloji

- Spatula

- Hot plate

- Thermometer

- Botol semprot

- Kertas label

b. Bahan yang digunakan

- Akuadest

- Sabun

4. SKEMA KERJA

- Sebanyak 2.5 gr sabun colek dilarutkan dalam 500 ml aquadest.

- Dari larutan diambil 21, 22, 23, 23.3, 24, 25 26 ml kemudian


diencerkan menjadi 100 ml

- Daya hantar listrik larutan kemudian diukur pada suhu 32, 34, 36, 38,
40, 42, 44o c

5. PENGAMATAN

c/t 32 34 36 38 40 42 44
21 2.27 2.4 2.13 2.15 2.42 2.76 2.77
22 2.27 2.5 2.7 2.92 2.86 2.94 2.78
23 2.39 2.6 2.78 2.41 2.87 2.94 2.96
23.4 2.42 2.52 2.65 2.74 2.96 3.01 3.01
24 2.4 2.43 2.55 2.69 2.78 2.88 2.91
25 2.46 2.47 2.48 2.78 2.86 2.96 2.97
26 2.48 2.48 2.52 2.61 2.74 2.78 2.83

6. PERHITUNGAN
Konsentrasi
DHL
gr/L
2.1 0.00227
2.2 0.00227
2.3 0.00239
2.34 0.00242
2.4 0.0024
2.5 0.00246
2.6 0.00248

T = 340C

Konsentrasi
DHL
gr/L
2.1 0.0024
2.2 0.0025
2.3 0.0026
2.34 0.00252
2.4 0.00243
2.5
T = 40 0
C 0.00247
2.6 0.0028
Konsentrasi DHL
gr/L
T = 360C2.1 0.00242
2.2 0.00286
Konsentrasi
2.3 0.00287
DHL
gr/L
2.34 0.00296
2.1
2.4 0.00213
0.00278
2.2
2.5 0.0027
0.00286
2.3
2.6 0.00278
0.00274
2.34 0.00265
2.4 0.00255
2.5
T = 42 0
C 0.00248
2.6 0.00252

Konsentrasi DHL
gr/L
T = 380C2.1 0.00276
2.2 0.00294
Konsentrasi
2.3 0.00294
DHL
gr/L
2.34 0.00301
2.1
2.4 0.00215
0.00288
2.2
2.5 0.00292
0.00296
2.3
2.6 0.00241
0.00278
2.34 0.00274
2.4 0.00269
2.5
T = 44 0
C 0.00278
2.6 0.00261

Konsentrasi
DHL
gr/L
2.1 0.00277
2.2 0.00276
2.3 0.00296
2.34 0.00301
2.4 0.00291
2.5 0.00297
2.6 0.00283
T 0C T 0K k.k.m 1/T 0K ln k.k.m
32 305 2.34 0.003279 0.85
34 307 2.3 0.003257 0.833 7. PEMBAHASAN
36 309 2.3 0.003236 0.833
Misel terbentuk diatas konsentrasi
38 311 2.2 0.003215 0.788
kritis misel (k.k.m). Misel merupakan
40 313 2.34 0.003195 0.85
42 315 2.34 0.003175 0.85 agresi dari ion-ion surfaktan. Bahan
44 317 2.34 0.003155 0.85 yang digunakan pada percobaan ini
adalah 2,5 gr sabun colek yang
dilarutkan dalam 500 ml aquades.
Larutan tersebut kemudian diambil
y= ax + b dengan volume yang berbeda agar
y= -81,974x +
1,0999
konsentrasi yang dihasilkan bervariasi.
Masing-masing sampel diambil

ΔH = R.
a
ΔH = 8,314 gr mol-1 K-1 . -81,974
ΔH = -681,53 jmol-
1
sebesar sebanyak 21 ; 22 ; 23 ; 23,4 ; 24 ; 25; dan 26 ml, yang kemudian diencerkan lagi menjadi 50
ml. Pengukuran daya hantar listrik dilakukan dengan temperatur yang berbeda dari 32, 34,36, 38, 40,
42, dan 44 oC. Ini bertujuan untuk melihat pengaruh temperatur terhadap daya hantar listrik (DHL).
Begitu juga perlakuan dengan konsentrasi yang berbeda bertujuan untuk melihat pengaruh konsentrasi
terhadap DHL. Secara teoritis, semakin besar konsentrasi maka DHL juga akan semakin besar.
Namun grafik menunjukkan adanya penyimpangan dari teori tersebut, hal ini dapat dilihat dari grafik
yang naik turun.

Berdasarkan perhitungan dapat dibuat grafik yang menunjukkan hubungan antara 1/T dengan
ln kkm. Nilai miselisasi dapat dicari dari Slope pada grafik. Dari grafik didapat garis regresi (slope)
y=-81,974X + 1,0999 Nilai entalphi (∆H) yang dihasilkan sebesar -681,53jmol-1. Nilai
entalphi negatif menunjukkan proses yang berlangsung adalah endoterm.

8. PERTANYAAN

1. Bagaimana fenomena terbentuknya misel ( miselisasi )?

Jawab: Misel merupakan suatu kondisi saat suatu system emulsi yang tidak dapat larut dalam air
bergantung pada distribusi zat yang terbungkus H2O. misel terjadi pada partikel koloid
dimana yang polar akan tertarik dalam air dan yang nonpolar pada bagian luar.

2. Apa yang dimaksud kondentrasi kritis misel?

Jawab: Konsentrasi kritis misel adalah keadaan yang menunjukan molekul-molekul surfaktan
membentuk kumpulan.

3. Sebutkan dan jelaskan sifat fisik lain ( selain daya hantar listrik dan tegangan permukaan ) yang
berpengaruh pada saat terjadinya konsentrasinya kritis misel?

Jawab: - Tekanan osmosis

Berpengaruh pada penentuan konsentrasi larutan.

-Turbinitas

Berpengaruh pada kekeruhan larutan.

9.KESIMPULAN

• Misel merupakan agresi dari ion-ion surfaktan, ketika misel mulai


terbentuk terdapat konsentrasi pembentukan yang disebut Konsentrasi
Kritis Misel (kkm).

• KKm adalah keadaan yang menunjukkan molekul-molekul surfaktan


membentuk kumpulan atas konsentrasi pada saat terbentuknya miselles.

• KKM berhubungan dengan parameter kesetimbangan (∆Go, ∆Ho, dan ∆So)


• Semakin besar temperatur dan konsentrasi maka daya hantar listrik (kkm)
akan semakin besar.

• Pembentukan misel dapat terjadi diatas kkm.

• Konduktometri merupakan metode analisis kimia berdasarkan daya hantar


listrik suatu zat.

• Entalphi yang diperoleh adalah -681.53 jmol-1

• Reaksi yang berlangsung secara endoterm.

XI. DAFTAR PUSTAKA

Atkin, P.W.1994. Kimia Fisika, Jilid I Edisi IV. Erlangga, Jakarta.

Fessenden dan Fessenden.1999. Kimia Organik, Jilid II. Erlangga, Jakarta.

Sutresna, N.2005. Kimia.Grafindo Media Pertama, Bandung.

Tim Komia Fisika.2010. Penuntun Praktikum Kimia Fisika II. FMIPA-UR,


Pekanbaru.