Anda di halaman 1dari 2

METODE PENGUKURAN PASANG SURUT OTOMATIS

Adanya gaya tarik bumi dan benda langit (bulan dan matahari), gaya gravitasi bumi,
perputaran bumi pada sumbunya dan perputaran bumi mengelilingi matahari menimbulkan
pergeseran air laut, salah satu akibatnya adalah terjadinya pasang surut laut. Fenomena alam
tersebut merupakan gerakan periodik, maka pasang surut yang ditimbulkan dapat dihitung
dan diprediksikan (www.bakosurtanal.go.id).

Dalam penelitian lebih lanjut diketahui bahwa untuk setiap tempat yang mengalami
pasang surut mempunyai ciri tertentu yaitu besar pengaruh dari tiap-tiap komponen selalu
tetap dan hal ini disebut tetapan pasang surut. Selama tidak terjadi perubahan pada keadaan
geografinya, tetapan. tersebut tidak akan berubah. Apabila tetapan pasang surut untuk suatu
tempat tertentu sudah diketahui maka besar pasang surut untuk setiap waktu dapat diramalkan
(www. digilib.itb.ac.id).

Untuk menghitung tetapan pasang surut tersebut diatas, ada beberapa metoda yang
sudah biasa dipakai misalnya metoda Admiralty yang berdasarkan pada data pengamatan
selama 15 hari atau 29 hari. Pada metoda ini dilakukan perhitungan yang dibantu dengan
tabel, akan menghasilkan tetapan pasang surut untuk 9 komponen. Dengan adanya kemajuan
teknologi di bidang elektronika yang sangat pesat, penggunaan komputer mikro untuk
menghitung tetapan pasang surut serta peramalannya akan sangat memungkinkan.
Sehubungan dengan itu akan dicari suatu cara untuk memproses data pengamatan pasang
surut sehingga dapat dicari tetapan pasang surut serta peramalannya dengan cara kerja yang
mudah.

Proses perhitungan dari komputer didasarkan pada penyesuaian lengkung dari data
pengamatan dengan metoda kuadrat terkecil, dengan menggunakan beberapa komponen yang
dianggap mempunyai faktor yang paling menentukan. Untuk ini dibahas penurunan
matematiknya serta pembuatan program untuk kamputernya.

Program komputer dibuat sedemikian rupa sehingga untuk proses perhitungan


tersebut diatas hanya tinggal memesukkan data,sedang seluruh proses selanjutnya akan
dikerjakan oleh komputer. Program untuk komputer dibahas secara terperinci mulai dari dasar
perhitungan, isi program serta bagan alirnya. Kebenaran dan ketelitian hasil perhitungan
dibuktikan dengan memberikan contoh perhitungan dan penyajian berupa grafik. Perhitungan
dilakukan untuk beberapa lokasi pengamatan pasang surut serta waktu pengamatan yang
berlainan (www.digilib.itb.ac.id ).

Di Indonesia, pengamatan pasut laut bekerjasama dengan pihak otoritas pelabuhan,


Bakosurtanal memasang alat rekam data pasut otomatis di dermaga pelabuhan yang disebut
stasiun pasut. Alat rekam data pasut (AWLR = Automatically Water Level Recorder)
mencatat tinggi muka laut secara otomatis dan terus menerus. Rekaman data berupa grafik,
lubang-lubang kertas data pada stasiun pasut online, data pasut dicatat dan, setiap saat dapat
dilakukan download lewat saluran telepon dan menggunakan modem.

Pengumpulan dan pengolahan data pasut, kertas rekam data pasut pada 28 stasiun
pasut manual, setiap akhir bulan dipotong dan dikirim ke Bakosurtanal untuk pengolahan
data. Pengumpulan data pasut pada 25 stasiun pasut on-line, dilakukan dengan download
pada komputer di Bakosurtanal yang dilengkapi modem dan fasilitas saluran telepon.
Pengolahan data dilakukan dengan bantuan komputer dan software pengolahan pasut.

Analisa dan penyajian informasi pasut. Analisa pasut meliputi hasil hitungan yang
dapat menjelaskan karakter pasang surut laut. Sajian informasi karakter laut tersebut
tampilannya bervariasi mulai tampilan standard informasi pasut sampai dengan informasi
praktis bagi pengguna untuk perencanaan bangunan pelabuhan.

Hasil kegiatan yang diperoleh adalah data pasut 53 stasiun pasut seluruh Indonesia
dalam waktu 1 (satu) tahun pengamatan. Data tersebut dihitung dan hasilnya disajikan pada
buku informasi pasut laut Bakosurtanal (www.bakosurtanal.go.id).

KELOMPOK 15:

Rina Oktaviani D K2E009078


May Trio Vimeris K2E009082
Puji Prasetyaningsih K2E009083
Supriyanto Marzuki K2E009084
Wulan Sari R. K2E0090