Anda di halaman 1dari 119

PENDIDIKAN

KEWARGANEGARAA
N Pendidikan kewarganegaraan sebagai
salah satu mata pelajaran diperguruan
Bab I menyesuaikan diri sejalan
tinggi perlu
dengan kebutuhan dan tuntutan
masyarakat yang sedang berubah.
Pendidikan kewarganegaraan dengan
paradigma barunya mengembangkan
pendidikan demokrasi mengemban tiga
fungsi pokok :
vMengembangkan kecerdasan warga
negara (civic intelligence)
vMembina tanggung jawab warga negara
(civic responsibility)
vMendorong partisipasi warga negara (civic
participation)
 Kecerdasan warga negara yang
dikembangkan untuk membantu warga
negara yang baik bukan hanya dalam
dimensi nasional melainkan juga dalam
dimensi spiritual, emosional dan sosial
sehingga paradigma baru pendidikan
kewarganegaraan bercirikan multi
 Suryadi & Somardi (1999)
mengemukakan bahwa untuk
mengkonsepsikan pendidikan
kewarganegaraan dengan paradigmanya
yang baru, konsep negara dapat didekati
dari sudut pandang sistem.
 Negara adalah suatu suatu bentuk
khusus dari tata kehidupan sosial yang
dibangun dari sejumlah komponen dasar
didalam suatu sistem yang integral.
Komponen-komponen dasar sistem tata
kehidupan bernegara terdiri atas :
vSistem Personal
vSistem Kelembagaan
vSistem Normatif
vSistem Kewilayahan
vSistem Ideologis sebagai faktor integratif
bagi seluruh komponen.

v
v

Kewarganegaraan dalam demokrasi
konstitusional berarti bahwa setiap
warga negara :
1.Merupakan anggota penuh dan sederajat
dari sebuah masyarakat yang
berpemerintah sendiri.
2.Diberi hak-hak dasar dan dibebani
tanggung jawab.
 Warga negara hendaknya mengerti
bahwa keterlibatannya dalam kehidupan
politik dan dalam masyarakat
demokratis, mereka dapat membantu
meningkatkan kualitas hidup di
lingkungan tetangganya, masyarakatnya,
dan bangsanya.
 Komponen penting dalam pendidikan
kewarganegaraan :
1.Komponen kewarganegaraan
bermasyarakat. Agar warga negara
dapat menjalankan hak-hak dan
menunaikan tanggung jawabnya
sebagai anggota masyarakat yang
berpemerintah sendiri, mereka bukan
hanya perlu memiliki pengetahuan
dengan materi pokok diatas, mereka
perlu pula untuk memiliki keterampilan
intelektual dan partisipasi yang
relevan.
2.

2.Keterampilan intelektual dalam mata
pelajaran PKn tidak terpisahkan dari
materinya.agar mampu berfikir kritis
tentang suatu persoalan politik.
3.Keterampilan intelektual yang penting bagi
terbentuknya warga negara yang
berwawasan luas, efektif, dan
bertanggung jawab, antara lain adalah
keterampilan berfikir kritis, yang
meliputi keterampilan
mengidentifikasikan dan
mendeskripsikan, menjelaskan dan
menganalisis, mengevaluasi,
menentukan dan mempertahankan
sikap atau pendapat berkenaan
4. Keterampilan intelektual lainnya yang
dikembangkan melalui pendidikan
kewarganegaraan adalah mendeskripsikan,
yaitu mendeskripsikan funsi-fungsi dan
proses-proses seperti proses pengawasan
dan keseimbangan (pengawasan dari
lembaga legislatif atau hak uji materil dari
Mahkamah Agung) merupakan petunjuk dari
adanya pemahaman.
5. Pendidikan kewarganegaraan dengan
paradigma baru harus mampu
mengembangkan kemampuan dalam
menjelaskan dan menganalisis.
Bab II
 KEANEKARAGAMAN SUKU DAN BUDAYA
 BHINNEKA Tunggal Ika adalah semboyan
atau motto bangsa Indonesia yang terdapat
dalam lambang negara “Burung Garuda “.
Istilah tersebut diambil dari buku Sutasoma,
karangan Mpu Tantular yang ditulis dalam
bahasa sanskrit. Bhinneka Tunggal Ika
menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia adalah
bangsa yang heterogen, yaitu bangsa yang
mempunyai keanekaragaman, baik dalam
aspek agama, budaya, maupun ras dan
bangsa.
A.Kebhinnekaan sebagai Kekuatan
 kebhinnekaan adalah sifat nyata bangsa
Indonesia yang sering kita banggakan namun
sekaligus juga sering kita prihatinkan. Hal ini
dikarenakan mengatur masyarakat yang
heterogen jauh lebih sulit dibandingkan
dengan mengatur masyarakat yang homogen.
 Oleh karena itu amatlah logis dalam upaya
mengantisipasi terjadinya perpecahan antar
suku bangsa, MPR sebagai lembaga tertinggi
negara dalam sidang tahunnya yang pertama
tahun 2000 mengeluarkan Ketetapan Nomor
V/MPR/2000 tentang “Pemantapan Persatuan
dan Kesatuan Nasional” dimana dalam salah
satu kalimatnya menyatakan, bahwa konflik
sosial budaya telah terjadi karena
kemajemukan suku kebudayaan dan agama
yang tidak dikelola dengan baik dan adil oleh
 Hal ini semakin diperkuat oleh pihak
penguasa yang menghidupkan kembali cara-
cara menyelenggarakan pemerintahan yang
feodalistik dan paternalistik, sehingga
menimbulkan konflik horizontal yang
membahayakan persatuan dan kesatuan
bangsa.
 Kondisi di Indonesia belum seburuk
kondisi yang terjadi di India atau Philipina,
namun bibit-bibit desintegrasi bangsa mulai
bermunculan, terutama setelah timot timur
berhasil melepaskan diri dan wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia, yang kemudian
diikuti oleh tuntutan serupa dari sebagian
masyarakat Aceh dan irian.
B. Prinsip Kebersamaan dan Kesetaraan
 Keanekaragaman bangsa Indonesia
dilatarbelakangi terutama disebabkan oleh
jumlah suku-suku bangsa Indonesia yang
mendiami wilayah Indonesia sangat
banyak dan tersebar, dimana setiap suku
bangsa tersebut mempunyai ciri atau
karakter tersendiri, baik dalam aspek
sosial maupun budaya. Menurut para ahli
(Depdikbud, 1984) jumlah suku bangsa di
Indonesia mencapai 300 suku bangsa
atau golongan etnik.
 S.J. Esser menyatakan di seluruh wilayah
Nusantara ada sekitar 102 bahasa daerah,
bahkan bila dilihat dari egi dialek, maka
jumlahnya akan lebih banyak lagi, di Irian saja
ada sekitar 185 dialek bahasa lokal.
Keanekaragaman ini nampak pula hasil-hasil
kebudayaan daerah-daerah di wilayah
Indonesia, misalnya dalam bentuk tarian dan
nyanyian. Hampir semua daerah atau suku
bangsa mempunyai jenis tarian dan nyantian
yang berbeda, begitu juga dalam hasil karya
atau kerajinan, setiap daerah mempunyai hasil
karya yang berbeda yang menjadi ciri khas
daerahnya masing-masing.
C. Unsur Pokok Kebudayaan Indonesia
 Untuk mempertegas kondisi kebhinnekaan
di Indonesia, Koentjaraningrat (1993)
menguraikan secara garis besar unsur-unsur
pokok yang hidup dalam seleksi dari 15
kebudayaan di Indonesia.
 Sementara itu Awan mutaqin (1992)
menyatakan, bahwa konstruksi keragaman
kebudayaan bangsa Indonesia dapat
dirumuskan berdasarkan nilai adaptasi ekologis,
sistem kemasyarakatan dan berbagai pengaruh
unsur-unsur dari luar. Addapun rinciannya sbb :

1.Budaya berkebun sederhana
2.Budaya berladang dan bersawah
3.Budaya bersawah
4.Budaya Masyarakat Kota
5.Budaya Metropolitan

 Menurut Von Savigny, hukum suatu


masyarakat mengikuti Volksgeist
(jiwa/semangat rakyat0 dari masyarakat
tempat hukum (adat0 itu berlaku.
Menurut Koentjaraningrat (1993) ada 4 aspek

yang harus diperhatikan dalam menganalisis


hubungan antar suku-suku bangsa dan
golongan, yaitu :
1. Sumber-sumber konflik
2. Potensi untuk toleransi
3. Sikap dan pandangan, dari suku bangsa atau
golongan terhadap sesama suku bangsa
atau golongan.
4. Kondisi masyarakat dimana hubungan dan
pergaulan antar suku bangsa atau golongan
tersebut berlangsung.
Selanjutnya dikatakan pula oleh

Koentjaeaningrat, bahwa sumber-


sumber konflik dinegara berkembang
termasuk Indonesia ada 5, Yaitu:
1)Konflik bisa terjadi kalau warga dari dua
suku bangsa masing-masing bersaing
dlam hal mendapatkan mata
pencaharian.
2)Kalau warga dari satu suku bangsa
mencoba memaksakan unsur-unsur
dari kebudayaannya kepada warga
dari suatu suku bangsa lain.
3)Konflik yang sama dasarnya, tetapi lebih fanatik
dalam wujudnya bisa terjadi kalau warga
dari satu suku bangsa mencoba
memaksakan konsep-konsep agamanya
terhadap warga dari uku bangsa lain yang
berbeda agama.
4)Konflik akan terjadi kalau suku-suku bangsa
berusaha mendominasi suatu suku bangsa
lain secara politis.
5)Potensi konflik terpendam ada dalam hubungan
antara suku-suku suatu bangsa yang telah
bermusuhan secara adat.
BAB III
KEBANGGAAN SEBAGAI
SEBUAH BANGSA
A.Pemahaman Wawasan Nasional
 Pemerintah dan rakyat memerlukan suatu
konsepsi berupa wawasan nasional untuk
menyelenggarakan kehidupannya. Wawasan
ini dimaksudkan untuk menjamin
kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta
jati diri bangsa. Kata “wawasan” itu sendiri
berasal dari wawas (bahasa jawa) yang
artinya melihat atau memandang. Dengan
tambahan akhiran “an” kata ini secara harfiah
berarti : cara penglihatan atau cara tinjau
atau cara pandang.
 Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan,
satu bangsa perlu memperhatikan tiga faktor
utama :
1. Bumi atau ruang dimana bangsa itu hidup
2. Jiwa, tekad, dan semangat manusianya atau
rakyatnya.
3. Lingkungan sekitarnya.
 Dengan demikian, wawasan nasional
adalah cara pandang suatu bangsa yang telah
menegara tentang diri dan lingkungannya
dalam ksistensinya yang serba terhubung
(melalui interaksi dan interrelasi) dan dalam
pembangunannya di lingkungan nasional
(termasuk lokal dan propinsional), regional,
serta global.
 Pengertian kewarganegaraan
dapat dilihat dari perspektif ide
kewarganegaraan dan prinsip warga
negara sebagai subjek politik
(Hikam,1999). Dilihat dari perspektif ide
kewarganegaraan, maka dapat dipilih
setidaknya menjadi enam pengertian.
I. Kewarganegaraan sebagai konstruksi
legal.
II.Kewarganegaraan diartikan sebagai posisi
netralitas.
III.kewarganegaraan sebagai keterlibatan
dalam kehidupan komunal.
IV.Kewarganegaraan dikaitkan dengan
upaya pencegahan (amelioration)
terhadap konflik-konflik berdasarkan
perbedaan kelas.
V.Kewarganegaraan sebagai upaya
pemenuhan diri (self sufficiency)
VI.Kewarganegaraan sebagai proses
“hermeniutik” yang berupa dialog
dengan tradisi, hukum dan institusi.
IV.
Menurut Hikam (1999), gabungan
pengertian kewarganegaraan antara
ketiga keempat dan keenam dapat
dikembangkan untuk landasan
pembentukan paradigma
kewarganegaraan yang relevan dengan
kondisi kita.
Ada 7 syarat yang harus dipenuhi untuk

memperoleh kewarganegaraan
sebagaimana yang ditentukan UU No. 62
tahun 1958 tentang kewarganegaraan RI,
Yaitu :
i. Karena kelahiran
ii. Karena pengangkatan
iii.Karena permohonan
iv.Karena pewarganegaraan
v.Karena atau sebagai akibat perkawinan
vi.Turut ayah dan ibunya
vii.Karena pernyataan
 Seseorang yang telah menjadi WNI tidaklah
bersifat permanen/tetap, dapat saja sewaktu-
waktu kehilangan kewarganegaraan RI.
Kehilangan kewarganegaraan RI dapat karena
sebagai berikut (pasal 17 UU No. 62 tahun
1958):
1. Memperoleh kewarganegaraan lain.
2. Tidak melepaskan kewarganegaraan lain
3. Diakui oleh orang asing sebagai anaknya.
4. Anak yang diangkat dengan sah oleh orang
asing sebagai anaknya.
5. Dinyatakan hilang kewarganegaraan oleh
menteri kehakiman.

1.
6. Masuk Dinas Militer aatau Dinas
Kewarganegaraan Asing tanpa izin dari
Menteri kehakiman.
7. Bersumpah atau berjanji kepada negara asing.
8. Turut serta dalam pemilihan yang bersifat
ketatanegaraan.
9. Mempunyai paspor negara asing.
10.Selama 5 tahun berturut-turut tinggal di negara
asing dengan tidak menyatakan keinginan
tetap menjadi WNI. Ia akan memperoleh
kembali kewarganegaraan RI, jika ia
bertempat tinggal di Indonesia dengan KIM
(Kartu Izin Masuk) dengan dinyatakan
kepada Pengadilan Negeri (Pasal 18).
Kemudian ini dirubah dengan UU No. 3
Tahun 1976 yang menyatakan persyaratan
meliputi :
a.KIM
b.Melaporkan diri keada perwakilan RI di
negara tempat tinggal.
c.Menunjukkan keinginan yang sungguh-
sungguh untuk menjadi WNI dan
menunjukkan kesetiaannya kepada
negara RI.
d.Setelah ada keputusan Menteri
Kehakiman melakukan sumpah atau
janji setia.
B.Pentingnya Status Warga Negara
 Dapat dilihat dari segi perspektif hukum
perdata internasional dan hukum publik
(sudargo Gautama,1987).
 Status warga negara dapat dibedakan
menjadi empat, yaitu status positif, status
negatif,status pasif,dan status aktif (padma
Wahjono, 1983).
C.Kewajiban Warga Negara
 Dimaksudkan setiap warga negara secara
konsisten melaksanakan hak (rights) dan
kewajiban (duty) sebagai warga negara dan
bersedia menanggung akibat atas
pelaksanaan tersebut.
Bab V
NILAI-NILAI PANCASILA
 Istilah pancasila telah dikenal sejak zaman
Majapahit pada abad XIV, tetapi makna
pancasila pada zaman Majapahit tentu
saja berbeda dengan makna pancasila
sebagai Dasar Negara Republik
Indonesia. Pada buku sutasoma, istilah
pancasila mempunyai dua arti yaitu
berbatu sendi yang lima pelaksanaan
kesusilaan yang lima (pancasila krama),
yaitu :
1)Tidak boleh melakukan kekerasan
2)Tidak boleh mencuri
3)Tidak boleh berjiwa dengki
4)Tidak boleh berbohong
5)Tidak mabuk minuman keras.

Sedangkan pancasila yang dijadikan dasar


negara kita mempunyai limam dasar


dengan rumusan yang sah dan resmi
tercantum dalam alenia ke_4
Pembukaan UUD.
Secara histori, proses perumusan dasar

negara Indonesia diawali dengan


dibentuknya Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang
disingkat BPUPKI (Dokurisu Junbi
Choosakai) pada tanggal 29 April 1945.
badan ini dibentuk pemerintah Jepang
sebagai tindak lanjut (realisasi) dari ‘Janji
Kemerdekaan” bagi Bangsa Indonesia
yang diucapkan Perdana Menteri Koiso
pada tanggal 7 september 1944 di depan
parlemen di Tokyo. BPUPKI sendiri beru
dilantik tanggal 28 mei 1945 dan mulai
bersidang pada tanggal 29 mei 1945.
BPUPKI mengadakan 2 kali sidang yaitu

pertama, pada tanggal 29 mei -1 juni 1945


untuk bicarakan dasar indonesia merdeka
(philosofische grondslag dari Indonesia
Merdeka). Pada sidang pertama tersebut
muncul usulan rumusan dasar negara dari
Mr. Muhamad Yamin (29 Mei 1945),
Dr.Soepomo (31 Mei 1945), dan rumusan
dari Ir. Soekarno (1 Juni 1945) yang
dengan tegas menyebutkan bahwa
rumusan tersebut diberi nama pancasila.
Sidang BPUPKI yag kedua diselenggarakan

tanggal 10-17 juli 1945, pada tanggal 14


juli 1945, Piagam Jakarta diterima oleh
BPUPKI sebagai Pembukaan dan
Rancangan Undang-Undang dasar yang
dipersiapkan untuk negara Indonesia
merdeka. Pada tanggal 9 agustus 1945
pemerintah Jepang membentuk panitia
persiapan Kemerdekaan Indonesia yang
disingkat PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)yang
diketuai oleh Ir. Soekarno dan Drs.
Mohd.Hatta sebagai wakilnya.
Para ahli diantaranya Notonegoro, Dardji
Darmodiharjo, dan Hazairin berpendapat
bahwa sila-sila dalam Pancasila
merupakan rangkaian kesatuan dan
kebulatan yang tidak terpisahkan, karena
tiap sila mengandung empat sila lainnya.
Kesatuan dan kebulatan sila-sila Pancasila

tersebut secara sederhana dapat


digambarkan sebagai berikut :
SILA 1

SILA 5 SILA 2

SILA 4 SILA 3
A.Pancasila sebagai Pandangan Hidup
 mengamalkan Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari adalah apabila kita
mempunyai sikap mental, pola pikir , dan
pola tindak yang dijiwai sila-sila
Pancasila secara kebulatan, bersumber
kepada pembukaan dan batang tubuh
UUD 1945, tidak bertentangan dengan
norma-norma agama, norma kesusilaan,
norma sopan santun dan adat
kebiasaan, serta tidak bertentangan
dengan norma hukum yang berlaku.
B.Pancasila sebagai Dasar Negara
 pengertian Pancasila sebagai dasar
negara seperti diungkapkan diatas,
sesuai dengan bunyi pembukaan UUD
1945 yang menyatakan bahwa maka
disusunlah kemerdekaan kebangsaan
Indonesia itu dalam suatu UUD Negara
Indonesia yang berbentuk dalam suatu
susunan negara Indonesia yang
berkedaulatan rakyat.
Dalam Ketetapan MPR No.II/MPR/2000
ditegaskan bahwa Pancasila merupakan
Sumber Hukum “Dasar Nasional (pasal 1 ayat
3). Hal ini mengandung arti bahwa segala
bentuk hukum nasional (peraturan perundang-
undangan) secara material harus bersumber
dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila.
Pancasila sebagai dasar negara, dalam

pengalamannya mempunyai sifat imperatif


(memaksa), artinya mengikat dan memaksa
semua, warga negara untuk tunduk kepada
pancasila, dan siapa yang melanggar pancasila
sebagai dasar negara ia harus ditindak menurut
hukum yang berlaku di Indonesia.
Dalam ketetapan MPR tersebut ditegaskan
bahwa sumber hukum adalah sumber
yang dijadikan bahan untuk penyusunan
peraturan perundang-undangan.
Memang benar bahwa secara yuridis

konstitusional,UUD 1945 ditetapkan oleh


MPR sebagimana dijelaskan dalam pasal
3 UUD 1945.
Berkaitan dengan masalah nilai, dapat

dikatakan bahwa nilai-nilai pancasila


mempunyai nilai obyektif dan subyektif.
Pembagian nilai menurut pendapat Notonegoro
dalam Dardji Darmodiharjo,dkk (1978:51)
yaitu:
a. Nilai materil
b. Nilai vital.
c. Nilai kerohanian
 nilai kerohanian itu sendiri dapat dibedakan
atas :
1)Nilai kebenaran/kenyataan yang bersumber
pada akal/rasio manusia
2)Nilai keindahan, yang bersumber pada unsur
rasa manusia
3)Nilai religius yang bersumber pada
kepercayaan/keyakinan manusia.
C.Pancasila sebagai Budaya Bangsa
 Dalam rangka pengembangan sosial
budaya, pancasila merupakan sumber
normative bagi peningkatan humanisasi
dalam bidang sosial budaya. Sebagai
kerangka kesadaran pancasila dapat
berupa dorongan untuk.
1.Universilisasi yaitu melepaskan simbol-
simbol dari keterkaitan struktur
2.Transesdentalisasi yaitu meningkatkan
derajat kemanusiaan dan kebebasan
spritual (Kunto Wijaya, 1986)
 dalam proses reformasi ini dewasa ini
sering kita saksikan gejolak masyarakat
yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan
yang beradab hal ini sebagai akibat
perbenturan kepentingan politik demi
kekuasaan sehingga masyarakat sebagai
elemen imprastruktur politik yang
melakukan aksi sebagai akibat akumulasi
persoalan-persoalan politik.
Bab VI
SISTEM PEMERINTAH
 Secara etimologis , demokrasi berasal dari kata
Yunani “demos” berarti rakyat dan “kratos atau
kratein” berarti kekuasaan atau berkuasa.
Demokrasi dapat diterjemahkan “rakyat
berkuasa” atau government or rule by the
people (pemerintah oleh rakyat). Dengan kata
lain, demokrasi berarti pemerintahan yang
dijalan oleh rakyat baik secara langsung
maupun tidak langsung (melalui perwakilan )
setelah adanya proses pemilihan umum secara
langsung, umum, beba, rahasia, jujur dan adil,
sering disebut “luber dan jurdil”.
 Secara singkat, demokrasidapat
diartikan, mengacu pada ucapan Abraham
Lincoln, “the government from the people,
by the people and for the people” (suatu
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan
untuk rakyat).
 Secara historis, demokrasi telah
tumbuh sejak zaman Yunani Kuno, ialah
pada masa Negara Kota (City State)
Athena sekitar abad ke 6 sampai abad ke
3 sebelum masehi.
Dalam sejarah dikenal bahwa negara kota
Athena Kuno sebagai negara demokrasi
pertama di dunia mampu menjalankan
demokrasi langsung dengan majelis
sekitar 5.000 sampai 6.600 orang
berkumpul secara fisik menjalankan
demokrasi langsung.
Bentuk demokrasi paling umum saat ini

dengan jumlah penduduk suatu kota ada


yang 50.000 orang bahkan jutaan orang
adalah demokrasi tidak langsung atau
demokrasi perwakilan.
Menurut Alimudi (1999) demokrasi sesungguhnya
adalah seperangkat gagasan dan prinsip
tentang kebebasan, tetapi juga mencakup
seperangkat praktek dan prosedur yang
terbentuk melalui sejarah panjang dan sering
berliku-liku sehingga demokrasi sering disebut
suatu pembagaan dari kebebasan.
Dengan demikian, untuk menjawab pertanyaan

mengapa demokrasi, maka dari alasan historis


ini dapat dikemukakan bahwa demokrasi
sebagai dasar sistem pemerintahan
konstitusional sudah teruji oleh zaman yang
menjunjung tinggi kebebasan, hak asasi
manusia, persamaan didepan hukum yang
harus dimiliki oleh setiap individu dan
masyarakat.
 Alimudi (1999) mengemukakan soko guru
demokrasi sebagai berikut :
1)Kedaulatan rakyat
2)Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari
yang diperintah
3)Kekuasaan mayoritas
4)Hak hak minoritas
5)Jaminan hak asasi manusia
6)Pemilihan yang bebas dan jujur
7)Persamaan didepan hukum
8)Proses hukum yang wajar
9)Pembatasan pemerintah secara konstitusional
10)Pluralisme sosial, ekonomi dan politik
11)Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerjasama
dan mufakat
Indonesia menganut sistem pemerintahan negara

demokrasi konstitusionil. Dalam kitab UUD


1945 padabagian penjelasan umum topik
sistem pemerintahan negara dinyatakan
bahwa :
1. Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas
hukum (Rechtsstaat). Negara Indonesia
berdasarkan atas hukum, tidak berdasarkan
kekuasaan belaka (Machtsstaat).
2. Sistem konstitusional pemerintahan berdasarkan
atas sistem konstitusi (hukum dasar), tidak
bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak
terbatas).
A.Demokrasi Konstitusionil
 walaupun ada pengertian timbal balik
antara konsep “demokrasi” dan ‘kebebasan”
namun makna dua konsep tersebut tidaklah
sama. Telah dikatakan terdahulu bahwa
demokrasi yang sesungguhnya adalah
seperangkat gagasan dan prinsip tentang
kebebasan yang dibatasi oleh aturan hukum
(konstitusi). Oleh karena itu, Budiardjo (1988)
mengidentifikasi demokrasi yang
kekuasaannya terbatas dan pemerintahannya
tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang
ketentuan dan peraturan hukum yang
membatasi kekuasaan pemerintah Indonesia
ada dalam konstitusi sehingga demokrasi
konstitusional sering disebut “pemerintahan
berdasarkan konstitusi”.
Istilah lain yang sering pula digunakan adalah
constitutional government, limitd government
atau restrained government.
Adanya pembatasan dalam sistm pemerintahan

(demokrasi konstitusionil) sangat penting


mengingat seringkali makna demokrasi
diidentifikan dengan kebebasan. Anda mungkin
masih ingat perkataan Lord Acton, sebagi
berikut : “power tends to corrupt, but absolute
power corrupts absolutely, artinya setiap orang
yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk
menyalahgunakan kekuasaannya, tetapi orang
yang mempunyai kekuasaan tak terbatas sudah
pasti akan menyalahgunakan kekuasaannya.
Abad ke 19 sering dianggap dan dijadikan

sebagai masa lahirnya demokrasi


konstitusionil karena pada saat itulah
munculnya para ahli eropa barat
kontinental, seperti Immanuel Kant dan F.
Julius Stahl dan AN. Dicey dari Anglo
Saxon yang memberikan pembatasan
yuridis yang dikenal dengan Rechtsstaat
atau Rule of law. Menurut Kant dan Stahl
(dalam Budiardjo, 1988) ada empat unsur
Recssttat, yakni :
üHak-hak Asasi Manusia
üPemisahan atau pembagian kekuasaan
untuk menjamin hak-hak itu
üPemerintahan berdasarkan peraturan-
peraturan
üPeradilan administrasi dalam perselisihan
 sedangkan dari karangan Anglo
Saxon, A.V.Dicey, mengidentifikasikan
unsur-unsur Rule of Law dalam demokrasi
konstitusionil sebagai berikut:

üSupermasi aturan hukum (Supermacy of
the law), tidak adanya kekuasaan
sewenang-wenang (Absence of
Arbitrary Power), dalam arti bahwa
seseorang hanya boleh dihukum kalau
melanggar hukum.
üKedudukan yang sama di depan hukum
(Equality before the law) baik untuk
pejabat maupun rakyat biasa.
üTerjamin hak-hak manusia oleh undang-
undang.
Sejalan dengan adanya perubahan

konseptual dan penyelenggaraan dalam


demokrasi konstitusionil dari klasik kepada
rule of law yang dinamis, Budiardjo (1988)
mengidentifikasi sejumlah syarat dasar
untuk terselenggaranya pemerintah yang
demokratis di bawah Rule of law,sebagai
berikut :

Ø Perlindungan konstitusionil
Ø Badan kehakiman yang bebas dan tidak
memihak
Ø Pemilihan umum yang bebas
Ø Kebebasan untuk berserikat/berorganisasi
dan beroposisi
Ø Pendidikan kewarganegaraan
Ciri masyarakat demokratis yang penting

adalah tegaknyas supermasi hukum atau


Rule of Law.
Sanusi (1999) mengidentifikasi sepuluh

pilar demokrasi konstitusionil Indonesia


yang dikenal dengan “The ten pilars of
Indonesian constitutional democracy”
berdasarkan filasafat bangsa Pncasila
dan Konstitusi Negara RI UUD 1945
sebagai berikut:
1)Demokrasi berdasarkan Ketuhanan Yang
Maha Esa
2)Demokrasi berdasarkan Hak Asasi
Manusia
3)Demokrasi berdasarkan Kedaulatan Rakyat
4)Demokrasi berdasarkan kecerdasan rakyat
5)Demokrasi berdasarkan pemisahan kekuasaan
negara
6)Demokrasi berdasarkan otonomi daerah
7)Demokrasi berdasarkan supermasi hukum (rule
of law)
8)Demokrasi berdasarkan peradilan yang bebas
9)Demokrasi berdasarkan kesejahteraan rakyat
10)Demokrasi berdasarkan keadilan sosial
Bahmueller (1996) menyatakan bahwa
pada umumnya pelaksanaan demokrasi di
sejumlah negara berada pada tahap
kemenduaan atau berarti dua, an
ambiguous democratic moment. Sebagai
ilustrasi ia melukiskan bahwa pada
permulaan tahun 1990 mulai muncul
gelombang perubahan demokrasi baru.
Bahmueller juga mengemukakan bahwa

ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi


penegakkan demokrasi konstitusionil
disuatu negar, yaitu:
Faktor-faktor ekonomi
Sosial politik
Faktor budaya kewarganegaraan dan akar
sejarah


B.Sistem Pemerintahan Demokrasi
 Demokrasi dapat kita pandang
sebagai suatu mekanisme dan cita-cita
hidup berkelompok yang di dalam UUD
1945 disebut kerakyatan.
Demokrasi Indonesia adalah

pemerintahan rakyat yang berdasarkan


nilai-nilai falsafat Pancasila atau
pemerintahan dari, oleh, dan untuk
rakyat berdasarkan sila-sila Pancasila.
Ini berarti bahwa:
1.Demokrasi atau pemerintah rakyat yang
digunakan oleh pemerintah Indonesia
adalah system pemerintahan rakyat
yang dijiwai dan dituntun oleh nilai-
nilai pandangan hidup bangsa
Indonesia (Pancasila)
2.Demokrasi Indonesia pada dasarnya
adalah transformasi nilai-nilai falsafah
Pancasila menjadi suatu bentuk dan
system pemerintahan khas Pancasila

3.Demokrasi Indonesia yang dituntun oleh
nilai-nilai Pancasila adalah
konsekuensi dari komitmen
pelaksanaan Pancasila dan UUD
1945 secara murni dan konsekuen
dibidang pemerintahan atau politik.
4.Pelaksanaan demokrasi Indonesia
dengan baik mensyaratkan
pemahaman dan penghayatan nilai-
nilai falsafah Pancasila
5.Pelaksanaan Demokrasi Indonesia
dengan benar adalah pengamalan
Pancasila melalui politik
Menurut Prof.Dr.hazairin, SH:
“demokrasi Pancasila, istilah yang

digunakan oleh MPRS 1968, pada


dasarnya adalah demokrasi
sebagaimana telah dipraktekkan oleh
bangsa Indonesia sejak dahulu kala dan
masih dijumpai sekarang ini dalam
masyarakat hukum adat, seperti desa,
marga, dan wanua..yang telah
ditingkatkan ketaraf urusan Negara
dimana kini disebut Demokrasi
Pancasila”.(Hazairin,1968:35).
C.Peran Tanggung Jawab pemerintah
 Tugas pokok pemerintah meliputi :
melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah Indonesia dan
seluruh tumpah darah
Indonesia,memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangs,
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan,
perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
 Sedangkan fungsinya dalam
melaksanakan tugas pokok adalah
menyelenggarakan pertahanan
keamanan, kehakiman dan peradilan,
urusan perekonomian, pembinaan
demokrasi serta politik dalam dan luar
negeri, memeliharaan kesajhteraan,
kesehatan, kehidupan sosial, keuangan,
Melaksanakan pendidikan dan
kebudayaan, membina agama dan
kepercayaan, membina agama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa”.
Bab VII
KEWAJIBAN NEGARA
A .Proses Terjadinya Negara
 proses bangsa yang menegara
memberikan gambaran tentang
bagaimana terbentuknya
bangsa, dimana sekelompok
manusia yang berada di
dalamnya merasa sebagai
bagian dari bangsa. Negara
merupakan organisasi yang
mewadahi bangsa.
B .Pembagian Kekuasaan
 membicarakan system
pemerintahan adalah
membicarakan bagaimana
pembagian kekuasaan serta
hubungan antara lembaga-
lembaga negara yang
menjalankan kekuasaan-
kekuasaan negara itu, dalam
rangka menyelenggarakan
kepentingan rakyat.
pembagian kekuasaan dalam
negara dapat bersifat
vertical dan horizontal.

a.Lembaga kepresidenan
1.Masa jabatan Presiden
ditentukan cukup dua kali
masa jabatan saja, sesudahnya
tidak dapat dipilih lagi.
2.Tentang kekuasaan Presiden
mengesahkan RUU yang telah
memperoleh persetujuan DPR.
Presiden harus mengesahkan
atau menolak RUU yang telah
disetujui oleh DPR dalam
waktu 10 hari.
3.Tentang kekuasaan Presiden
membuat Peraturan Pemerintah
Pengganti UU (Perpu) sudah
4.Presiden dan wakil presiden
diberhentikan dalam masa
jabatannya karena melakukan
pengkhianatan, menerima suap,
korupsi atau tindak pidana
yang diancam hukuman lima
tahun atau lebih, atau karena
tidak lagi memenuhi syarat
sebagai presiden atau wakil
presiden.


b.Lembaga MPR
1)Utusan daerah atau
utusan yang mewakili
daerah, bukan utusan
partai politik atau
kekuatan politik
tertentu.
2)Utusan golongan adalah
utusan golongan
kepentingan (interest
group)
3)MPR hanya dapat
melakukan wewenang
c.Lembaga DPR
1)Seluruh anggota DPR harus dipilih
langsung oleh seluruh rakyat dalam satu
pemilihan umum.
2)DPR mempunyai hak anggaran
mengajukan usul RUU, mengadakan
perubahan RUU yang diajukan
pemerintah, hak angket, mengajukan
pendapat, menyampaikan resolusi, dan
hak meminta keterangan.
3)DPR berhak menyatakan pendapat
mengenai persetujuan internasional
yang dibuat oleh pemerintah.
d. Lembaga DPA
 Kalau lembaga ini dipertahankan,
maka DPA harus lebih diberdayakan,
Misalnya:Presiden meminta DPA
mengenai:
1)RUU sebelum disampaikan pada DPR
1.Peraturan Pemerintah sebelum
ditetapkan
2.Perjanjian atau persetujuan
nasional
3.Menyatakan seluruh atau
sebagian wilayah Indonesia
dalam keadaan bahaya.(NB:
perubahan ke_4 UUD 1945
e.Lembaga BPK
 Harus ada pemisahan tentang
pengaturan BPK dengan keuangan, dan
BPK harus diberi kewenangan
memeriksa keuangan negara, baik di
pusat maupun di daerah.
f. Kekuasaan Kehakiman
1)Kekuasaan Kehakiman harus benar-benar
merdeka, lepas dari pengaruh
pemerintah atau lembaga negara
lainnya.
2)Mahkamah agung diberi kewenangan
menguji peraturan perundangan
tehadap UUD (disarikan dari Bangir
Manan,2000:21-29)
C.Demokrasi Indonesia
 demokrasi Indonesia adalah
pemerintahan rakyat yang berdasarkan
nilai-nilai falsafah Pancasila atau
pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat
berdasarkan sila-sila Pancasila.
Bab VIII
UUD / KONSTITUSI
 SEORANG SEJARAWAN Ingris yang bernama
Lord Acton berpendapat bahwa Powertend to
corrupt, but absolut power tend corrupt
absolutelly yang mengadung arti bahwa
kekuasaan itu cenderung untuk
disalahgunakan. Untuk mencegah terjadinya
kekuasaan yang absolut, maka sangat
diperlukan adanya UUD (konstitusi).

A.Proses Perumusan UUD
 seperti telah dipaparkan sebelumnya
bahwa BPUPKI yang bertugas untuk
menyelidiki segala sesuatu mengenai
persiapan kemerdekaan Indonesia telah
mengadakan dua kali sidang
yaitu,pertama pada tanggal 29 mei- 1 juni
1945 dan sidang kedua diselenggarakan
tanggal 10-17 juli 1945.
 Pada tanggal 18 agustus 1945, PPKI
mengadakan sidangnya yang pertama
dengan menetapkan keputusan yang
yang penting bagi kehidupan negara
yaitu:
a.Menetapkan dan mengesahkan
pembukaan UUd 1945 yang bahan-
bahannya hampir seluruhnya diambil
dari Rancangan pembukaan UUD yang
telah disusun oleh panitia perumusan
tanggal 22 juni 1945
b.Menetapkan dan mensahkan UUD, yang
bahan-bahannya hampir seluruhnya
diambil dari Rancangan UUD yang
disusun panitia perancang UUD tanggal
16 Juli 1945

c.Memilih Ir. Soekarno dan wakil Mohammad
Hatta masing-masing sebagai Presiden
dan wakil Presiden Republik Indonesia.
d.Pekerjaan Presiden untuk sementara waktu
dibantu oleh sebuah Komite nasional.
Dengan penetapan dan pengesahan

tersebut, maka negara republik Indonesia


yang baru merdeka telah memiliki UUD
91945) yang kemudian naskah resminya
dimuat dan disiarkan dalam berita republik
Indonesia tahun ke 11 No.7 tahun 1946
yang terbit tanggal 15 febuari 1946.
Endang sudardja A (1980) berpendapat
bahwa Pembukaan UUD 1945 merupakan
staats fundaamentalnorm (pokok kaidah
negara yang fundamental) dari negara
Republik Indonesia yang mempunyai
kedudukan kuat dan tetap serta melekat
pada kelangsungan hidup negara RI. jadi
pembukaan itu tidak dapat dirubah secara
hukum.
Menurut Notonagoro, untuk dapat dikatakan

staats-fundamentalnorm harus memenuhi


beberapa unsur mutlak yaitu:
1. Dalam hal terjadinya:
a.Ditentukan oleh pembentuk
negara dan
b.Terjelma dalam suatu bentuk
pernyataan lahir sebagai
penjelmaan kehendak pembentuk
negara untuk menjadikan hal-
hal tertentu sebagai dasar-
dasar negara yang dibentuk.
2. Dalam hal isinya :
a.memuat azas kerohanian, negara
(dasar negara yang dibentuk):
memuat azas politik negara
(dasar cita-cita negara apa);
memuat untuk cita-cita apa
(tujuan negara)
Setiap UUD atau konstitusi yang berlaku disetiap

negara tentu mempunyai muatan materi yang


berbeda-beda tergantung pada kepentingan dan
kondisi negara itu sendiri. Namun demikian Sri
Soemantri (1987:51) berpendapat bahwa pada
umumnya UUD atau konstitusi berisi tiga hal
pokok yaitu :
1. Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia
dan warga negara
2. Ditetapkannya susunan ketatanegaraan suatu
negara yang bersifat fundamental
3. Adanya pembagian dan pembatasan tugas
ketatanegaraan yang juga bersifat
fundamental. Anda dipersilakan untuk
menganalis apakah ketiga isi pokok konstitusi
tersebut ada dalam batang tubuh UUD 1945.
4.
B.Indonesia Negara Hukum
 Jika dirinci dan dikaji secara mendalam
materi yang diatur dalam batang tubuh
UUD 1945 memuat antara lain tentang:
a)Sistem Pemerintahan Negara
b)Kelembagaan negara
c)Pemerintahan Daerah
d)Hubungan antara Negara dan Warga
Negara/Penduduk
e)Bendera dan Bahasa
f)Perubahan UUD
g)Aturan Peralihan dan Aturan
tambahan

 Bendera, Bahasa, Lambang Negara,
dan Lagu Kebangsaan. Hal lain yang diatur
dalam batang tubuh UUD 1945 yaitu yang
diatur dalam bab XV pasal 35-36C
(Perubahan kedua UUD 1945) tentang
bendera, bahasa, lambang negara dan
lagu kebangsaan. Pasal-pasal tersebut
merupakan identitas bangsa yang dapat
dijadikan sebagai faktor integritas bangsa
(sebagai integrasi zakelik).

 Perubahan UUD. Dasar hukum untuk
mengadakan perubahan terhadap UUD
1945 yaitu pasal 37 UUD 1945.
 Aturan Peralihan dan Aturan
Tambahan. Dalam batang tubuh UUD
1945 terdapat 4 pasal aturan peralihan
dan 2 ayat aturan tambahan.
 Aturan peralihan adalah suatu aturan
yang dibuat sedemikian rupa, untuk
menghindari kekosongan kekuasaan
dalam jalannya roda kekuasaan
pemerintahan.
C.Amandemen UUD
 Menurut C.F. Strong (1960) konstitusi
dapat diubah oleh:
a)Kekuasaan legislatif, dengan
pembatasan tertentu
b)Rakyat melalui referendum
c)Sejumlah negara bagian (untuk negara
serikat)
d)Dengan kebiasaan ketatanegaraan

Sedangkan menurut Ismail Suny dapat dengan
:
a)Perubahan resmi
b)Penafsiran hukum
c)Kebiasaan ketatanegaraan
Untuk mengetahui cara mengubah UUD 1945,

anda buka pasal 37 UUD 1945 yang


menegaskan bahwa untuk mengubah UUD
sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah
anggota MPR harus hadir (ayat 1): dan
pada ayat 2 disebutkan bahwa putusan
diambil putusan diambil dengan persetujuan
sekurang-kurangnya 2/3 daripada jumlah
angggota yang hadir.
Jika dihubungkan dengan pendapat Ismail

Suny dan C.F. Stron, cara yang ditempuh


untuk merubah UUd 1945 yaitu dengan
cara perubahan resmi (diatur dalam pasal
37) melalui kekuasaan legislatif (dalam hal
ini MPR sebagai legislatif tingkat tinggi dan
merupakan penjelmaan seluruh rakyat
Indonesia). Jadi yang berwenang
mengubah UUD 1945 yaitu MPR yang juga
sebagai lembaga yang menetapkan UUD.
Artinya penetapan dan pengubahan UUD
1945 dilakukan oleh satu lembaga yang
sama.
Sebagaimana telah diungkapkan dimuka

bahwa, UUd 1945 telah mengalami dua


kali perubahan yaitu tahun 1999 dan
tahun 2000. perubahan (amandemen)
pertama terhadap UUD 1945 meliputi
pasal 5 ayat 1, pasal 7, pasal 9, pasal 13
ayat 2 ditambah ayat 3, pasal 14, pasal
15, pasal 17 ayat 2 dan 3, pasal 20 dan
pasal 21.
Bab IX
HAK AZASI MANUSIA
 Pengertian hak azasi manusia beraneka ragam
antara lain dapat ditemukan dari penglihatan
dimensi visi perkembangan Deklarasi Hak
Asasi Universal/PBB (Universal Declaration of
Human Right/UDHR) dan menurut UU No.39
Tahun 1999. konsep hak asasi manusia dilihat
dari dimensi visi mencakup visi filsafat, visi
yuridis konstitusional,dan visi politik (safroedin
Bahar, 1994:82).
UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM mengartikan

hak asasi manusia adlah seperangkat hak yang


melekat pada hakekat dan keberadaan manusia
sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan
merupakan anugerahnya yang wajib dihormati,
dijunjung tinggi daj silindungi oleh negara, hukum,
pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan
dan pelindungan harkat dan martabat mausia. UU
No.39Tahun 1999 juga mendefinisikan kewajiban
dasar manusia adalah seperangkat kewajiban
yang apabila tidak dilaksanakan tidak
memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi
manusia. Yaitu isinya sarat dengan hak-hak
yuridis dan politik.
A.Hakekat HAM
 Hak Asasi manusia sebagai anugerah
Tuhan Yang Maha Esa merupakan hak
yang melekat pada diri manusia tidak
boleh dolanggar oleh siapapun dengan
alasan apapun.
 Pada perkembangan abad ke_20
perjuangan hak asasi manusia
cakupanya semakin tidak hanya terbatas
pada hak-hak politik tetapi pada hak-hak
lain, seperti yang diajukan Presiden AS,
Franklin D. Rosevelt pada permulaan
Perang Dunia II waktiberhadapan dengan
 Agresi NAZI Jerman yang menginjak-
injak hak asasi manusia. Hak-hak itu
disebut The Four Freedoms (Empat
Kebebasan), Yaitu:
1.Kebebasan berbicara dan menyatakan
pendapat (freedom of speech)
2.Kebebasan beragama (freedom of relegius)
3.Kebebasan dari ketakutan (freedom from
fear)
4.Kebebasan dari kemelaratan (freedom from
want)

 Dalam UDHR yang memuat 30 pasal, 31
ayat apabila ditelaah lebih lanjut secara
garis besar macam-macam hak asasi
manusia dapat dikelompokkankedalam tiga
bagian, yaitu:
1.Hak-hak politik dan yuridis
2.Hak-hak atas martabat dan integritas
manusia
3.Hak-hak sosial ekonomi dan budaya
 (Baut & Harman,1988:9)
Dalam perjanjian tentang hak-hak sipil dan

politik yang Perjanjian tentang, hak-hak


sosial, ekonomi dan budaya, macam-
macam hak asasi manusia dapat
dikemukakan sebagai berikut. Yang
termasuk hak-hak sipil dan politik antara
lain:
1)Hak atas hidup
2)Hak atas kebebasan dan keamanan dirinya
3)Hak atas keamanan dimuka badan-badan
peradilan
4)Hak atas kebebasan berfikir, mempunyai
keyakinan (consceience) beragama
5)Hak untuk mempunyai pendapat tanpa
mengalami gangguan
6)Hak atas kebebasan berkumpul secara
damai
7)Hak untuk berserikat.
 sedangkan macam-macam hak asasi
manusia menurut perjanjian tentang hak-
hak ekonomi, sosial dan budaya
mencakup antara lain:
1.Hak atas pekerjaan
2.Hak untuk membentuk serikat kerja
3.Hak atas pensiun
4.Hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi
dirinya serta keluarganya, termasuk
makanan, pakaian, dan perumahan
yang layak
5.Hak atas pendidikan
Pembagian hak asasi manusia yang agak

mirip dengan kedua covenant tersebut


diatas, adlah yang mengikuti pembedaan
sebagai berikut:
1)Hak-hak asasi pribadi atau “personal right
yang meliputi kebebasan menyatakan
pedapat, kebebasan memeluk agama,
kebebasan bergerak dan sebagainya.
2)Hak-hak ekonomi atau property rights yaitu
hak untuk memiliki sesuatu, membeli dan
menjualnya serta memanfaatkannya.
3.Hak-hak asasi untuk mendapatkan
perlakuan yang sama dalam hukum dan
pemerintahan atau yang biasa disebut
“right of legal equality”
4.Hak-hak asasi politik atau “political right
yaitu hak untuk ikut serta dalam
pemerintahan, hak pilih (memilih dan
dipilih dalam pemilihan umum), hak
mendirikan partai politik dan
sebagainya.

5.Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan atau
“social and culture right” misalnya hak
untuk memilih pendidikan,
mengembangkan kebudayaan dan
sebagainya.
6.Hak-hak asasi untuk mendapatkan
perlakuan tata cara peradilan dan
perlindungan atau procedural right
misalnya peraturan dalam hal
penangkapan, penggeledahan,
peradilan, dan sebagainya
B.Jaminan HAM oleh Konstituso, Undang-
undang dan Ratifikasi
 tentang jaminan hak asasi manusia
dalam Undang-Undang Dasar 1945 (UUD
1945) Kuntjoro Purbopranoto (1982:26-
29) memberikan pandangan belum
disusun secara sistematis dan hanya
empat pasal memuat ketentuan tentang
hak asasi, yakni pasal 27,28,29,dan 31.
 Pendapat lain tentang macam-macam
hak asasi manusia dikemukan Franz
Magnis Suseno (1987:125-130)
1.Hak Asasi Negatif atau Liberal
a.Hak atas hidup
b.Hak keutuhan jasmani
c.Kebebasan bergerak
d.Kebebasan untuk memilih jodoh
e.Perlindungan terhadap hak milik

f. Kebebasan beragama
g.Hak untuk mengurus kerumah tanggaan
sendiri
h.Hak untuk memilih pekerjaan dan tempat
tinggal
i. Kebebasan untuk mengikuti suara hati
sejauh tidak mengurangi kebebasan
serupa orang lain
j. Kebebasan berfikir
k.Kebebasan untuk berkumpul dan
berserikat
l. Hak untuk tidak ditahan secara sewenang-
wenang
2.Hak Asasi Aktif atau Demokratis
a)Hak untuk memilih wakil dalam badan
pembuatan undang-undang
b)Hak untuk mengangkat dan menontrol
pemerintah
c)Hak untuk menyatakan pendapat
d)Hak atas kebebasan pers
e)Hak untuk membentuk perkumpulan
politik
3.Hak Asasi Positif
a.Hak atas perlindungan hukum
(misalnya sama didepan
hukum, hak atas peradilan)
b.Hak warga masyarakat atas
kewarganegaraan
4.Hak Asasi Sosial
a.Hak atas jaminan sosial
b.Hak atas pekerjaan
c.Hak membentuk serikat kerja
d.Hak atas pendidikan
C.Indikator Pelaksanaan HAM
 Lukman Sutrisno (Paul S. Baut,
1989;227) mengajukan indikator bahwa
suatu pembangunan telah melaksanakan
hak-hak asasi manusia apabial telah
menunjukkan adanya indikator-indikator.
1.Dalam bidang berupa kemauan pemerintah
dan masyarakat untuk mengakui
pluraisme pendapat dan kepentingan
dalam masyarakat
2. Dalam bidang sosial berupa :
1)Perlakuan yang sama oleh hukum
antara wong cilik dan priyayi
2)Toleransi dalam masyarakat terhadap
perbedaan atau latar belakang
agama dan ras warga negara
Indonesia
3. Indikator tersebut jika dipakai untuk melihat
pelaksanaan pembangunan di Indonesia
dewasa ini di bidang politik, sosial dan ekonomi
masih konflik antar elit politik sering berimbas
pada konflik dalam masyarakat (konflik
horizontal) dan elit politik lebih memperhatikan
sementara kepentingan masyarakat sebagai
konstiuennya diabaikan.

Faktor-faktor penyebab pelanggaran HAM

antara lain :
1)Masih belum adanya kesepahaman pada
tataran konsep hak asasi manusia
antara universalisme dan partikularisme
2)Adanya dikotomi antara individualisme dan
kolektivisme
3)Kuran berfungsinya lembaga-lembaga
penegak hukum (polisi, jaksa dan
pengadilan), pemahaman belum merata
baik dikalangan sipil maupun militer
a.Komnas HAM
 komnas HAM pada awalnya dibentuk
dengan Kepres (No. 50 Tahun 1993)
sebagai respon terhadap tuntunan
masyarakat maupun tekanan dunia
internasional perlunya penegakkan hak
asasi manusia di Indonesia.
 kemudian dengan lahirnya UU No. 39
Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia
yang didalamnya mengatur tentang Komnas
HAM (bab VIII, pasal 75 s/d 99)maka
Komnas HAM yang terbentuk dengan
Kepres tersebut harus menyesuaikan
dengan UU No.39 Tahun 1999.
Komnas HAM bertujuan :
1.Membantu pengembangan kondisi yang
kondusif bagi pelaksanaan hak asasi
manusia
2.Meningkatkan perlindungan dan penegakkan
hak asasi manusia guna berkembangnya
pribadi manusia Indonesia seutuhnya dan
kemampuan berpartisipasi dalam berbagai
bidang kehidupan.
 Untuk melaksanakan tujuan tersebut,
Komnas HAM melaksanakan fungsi sebagai
berikut:
vFungsi pengkajian dan penelitian
 untuk melaksanakan fungsi ini, Komnas
HAM berwenang antara lain :
a)Melakukan pengkajian dan penelitian
berbagai instrumen internasional
dengan tujuan memberikan saran-saran
mengenai kemungkinan aksesi dan atau
ratifikasi.
b)Melakukan pengkajian dan penelitian
berbagai peraturan perundang-
undangan untuk memberikan
rekomendasi mengenai pembetukan,
perubahan dan pencabutan peraturan
perundang-undangan yang berkaitan
dengan hak asasi manusia.
vfungsi penyuluhan
 dalam rangka pelaksanaan fungsi ini,
Komnas HAM berwenang :
üMenyebarluaskan wawasan mengenai hak
asasi manusia kepada masyarakat
Indonesia
üMeningkatkan kesadaran masyarakat
tentang hak asasi manusia melalui
lembaga pendidikan formal dan non
formal serta berbagai kalangan lainnya.

üKerjasama dengan organisasi, lembaga
atau pihak lain baik tingkat nasional,
regional, maupun internasional dalam
bidang, hak asasi manusia.

3.Fungsi Pemantauan
 fungsi ini menyangkut kewenangan
antara lain :
vPengamatan pelaksanaan hka asasi
manusia dan penyusunan laporan
hasil pengamatan tersebut
vPenyelidikan dan pemeriksaan terhadap
peristiwa yang timbul dalam masyarakat
yang patut diduga terdapat pelanggaran
hak asasi manusia
vPemanggilan kepada pihak pengadu atau
korban maupun pihak yang diadukan
untuk dimintai atau didengar
keterangannya.
vPemanggilan saksi untuk dimintai dan
didengar kesaksiannya. Dan kepada
saksi pengasu diminta menyerahkan
bukti yang diperlukan.
vPeninjauan di tempat kejadian dan tempat
lainnya yang dianggap perlu
vPemanggilan terhadap pihak terkait untuk
memberikan keterangan, secara tertulis
atau menyerahkan dokumen yang
diperlukan sesuai dengan aslinya sengan
persetujuan Ketua Pengadilan.
vPemerikasaan setempat terhadap rumah,
pekarangan, bangunan dan tempat
lainya yang diduduki atau dimiliki pihak
tertentu dengan persetujuan Ketua
Pengadilan.
vPemberian pendapat berdasarkan
persetujuan Ketua Pengadilan terhadap
perkara tertentu yang sedang dalam
proses peradilan, bilamana dalam
perkara tersebut terdapat pelanggaran
hak asasi manusia dalam masalah publik
dan acara pemeriksaan oleh pengadilan
yang kemudian pendapat Komnas HAM
tersebut wajib diberitahukan oleh hakim
kepada pihak.
4.Fungsi Mediasi
 Dalam melaksanakan fungsi mediasi
Komnas HAM berwenang untuk
melakukan :
Ø Perdamaian kedua belah pihak
Ø Penyelesaian perkara melalui cara
konsultas,negosiasi, konsiliasi, dan
penilaian ahli.
Ø Pemberian saran kepada para pihak untuk
menyelesaikan sengketa melaui
pengadilan
Ø Penyampaian rekomendasi atas suatu
kasus pelanggaran hak asasi manusia
kepada pemerintah untuk ditindak lanjuti
penyelesainya.
Ø Penyampaian rekomendasi atas suatu
kasus pelanggaran hak asasi manusia
kepada DRR RI untuk ditindak lanjuti.
b.Komisi Nasional Anti kekerasan Terhadap
Perempuan
 Komisi Nasional Anti Kekerasan
terhadap Perempuan dibentuk
berdasarkan Kepres No.181 Tahun 1998.
 Komisi Nasional ini bersifat independen
dan bertujuan :
1)Menyebarluaskan pemahaman tentang
bentuk kekerasan terhadap perempuan
2)Mengembangkan kondisi yang kondusif
bagi penghapusan bentuk kekerasan
terhadap perempuan

3)Meningkatkan upaya pencegahan dan
penanggulangan segala bentuk
kekerasan terhadap perempuan dan hak
asasi perempuan.
d.Pengadilan HAM
 Pengadilan HAM sebagai peradilan
khusus dilingkungan peradilan umum.
d.LSM Prodemokrasi dan HAM
 yang termasuk LSM ini antara lain
YLNHI (Yayasan Lembaga Batuan Hukum
Indonesia), Kontras (Komisi Untuk Orang
Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan)