Anda di halaman 1dari 1

SURAT AQAD SYARIKAT MUDHARABAH

006/PRIINVEST/Aqad/Jan/2010

MUKADIMAH
Allah SWT berfirman (dalam hadist Qudsi),
“Aku adalah pihak ketiga (Yang Maha Melindungi)
bagi dua orang yang melakukan syirkah
selama salah seorang di antara mereka
tidak berkhianat kepada kawan syarikatnya.
Apabila diantara mereka ada yang berkhianat,
maka Aku akan keluar dari mereka (tidak melindungi).”
(HR Imam Daruquthni dari Abu Hurairah r.a.)

Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, pada hari ini, Sabtu , tanggal 16
bulan Januari tahun 2010, di Bandung, yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : ………………………………….
Nomor KTP : ...............................................
Pendidikan/Pekerjaan : ………………………………….
Alamat : ...............................................
: ...............................................
Adalah investor Yang selanjutnya disebut sebagai pihak Pertama

Nama : Taufan Wiguna


Nomor KTP : 1050071205875001
Pendidikan/Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jalan Cihampelas Gg.Bongkaran No.108 RT 01 RW 15 Kel. Tamansari
: Kec. Bandung Wetan- Bandung - 40116
Yang selanjutnya disebut sebagai pihak Kedua dan bertindak atas nama CV. United Priguna

Secara bersama-sama kedua pihak bersepakat untuk mengadakan perjanjian bersyarikat (aqad syarikat)
dengan jenis syarikat mudharabah dalam suatu usaha peternakan.

Dalam ketentuan-ketentuan yang diatur dalam pasal-pasal sebagai berikut :


1. Pihak pertama selaku pemiliki modal (shahibul maal) menyerahkan sejumlah uang sebesar Rp
40.000.000,- yang digunakan sebagai modal usaha rekanan Priguna Investama.
2. Sebagai balas jasa atas bantuan pihak pertama, maka pihak kedua selaku pengelola modal
(mudharib) menyerahkan sebesar 60% dari keuntungan bersih pihak kedua berdasarkan hasil usaha
rekanan pihak kedua, berikut disertakan dengan laporan laba rugi.
3. Jangka waktu syarikat ini adalah sampai dengan 1 bulan setelah tanggal akad.
4. Penyerahan kembali seluruh milik Pihak Pertama (point 1) dari Pihak Kedua kepada Pihak Pertama
dilakukan pada saat berakhinya syarikat.
5. Selama jangka waktu bersyarikat, Pihak Pertama berkewajiban untuk tidak mencampuri kebijakan
usaha yang sedang dijalankan rekanan Pihak Kedua;
6. Berkenaan dengan terjadinya musibah (force majure), pihak pertama bersepakat memberikan waktu
pada pihak kedua dalam proses pengembalian modal usaha yang diatur dalam perjanjian tersendiri.

Khatimah
“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta
sebagian yang lain dianatara kamu dengan cara yang bathil
dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim
supaya kamu dapat memakan sebagian harta benda orang lain,
dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui.”
(Al-baqarah:188)

Pihak Pertama, Pihak Kedua,

( Kemas Erwin Roniawan ) ( Taufan Wiguna )