Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN STRATEGIK

“ANALISIS SWOT UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA”

OLEH :

NOPIYANTI
105610489314

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA


FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2017
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa

karena atas karunia dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah

mata kuliah Manajemen Strategik, walaupun dengan keterbatasan ilmu dan

wawasan serta berpedoman pada literatur yang ada dan daftar kepustakaan

akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini walaupun masih banyak

kekurangannya.

Dalam penyusunan tugas ini kami menyadari masih banyak kekurangan

dan kelemahan sehingga perlunya adanya saran dan sumbangan pikiran agar tugas

ini menjadi sempurna dan bermanfaat bagi kalangan akademisi guna menambah

wawasan.

Harapan kami semoga tugas ini dapat digunakan sebagai bahan ilmu

pengetahuan mengenai pembahasan yang ada pada makalah ini. Dan semoga

tugas ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk

pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Makassar, 2 Juli 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

A. Latar Belakang ............................................................................... 1

B. Rumusan Masalah .......................................................................... 3

C. Tujuan Penulisan ............................................................................ 4

D. Manfaat Penulisan .......................................................................... 4

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 5

A. Pengertian Analisis SWOT ............................................................ 5

B. Analisis SWOT untuk Pengembangan Pariwisata ......................... 8

BAB III KESIMPULAN ................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan wilayah yang terletak di daerah khatulistiwa yang

memiliki kekayaan hutan tropis melimpah dan budaya masyarakatnya yang

beranekaragam. Potensi alam tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia

memiliki keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala,

peninggalan sejarah, serta seni dan budaya yang semuanya itu merupakan

sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha pengembangan dan

peningkatan kepariwisataan.

Negara Indonesia mempunyai begitu banyak pulau, baik besar maupun

kecil memiliki berbagai macam keindahan baik darat maupun laut yang sangat

menarik untuk dinikmati. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam juga

memiliki keanekaragaman kesenian dan budaya di setiap daerah membuat

suatu daerah mempunyai suatu ciri khas yang dapat dipamerkan ke daerah-

daerah lain bahkan ke mancanegara. Ciri khas yang dimiliki suatu daerah

tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik. Modal tersebut harus

dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang

secara umum bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam

rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sektor pariwisata sendiri saat ini telah menjadi salah satu sektor

unggulan bagi pemerintah Republik Indonesia dalam mendapatkan devisa

negara. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke Indonesia,

1
Pemerintah telah mencanangkan program Visit Indonesia Year 2008,

kemudian pada tahun 2009 pun dicanangkan sebagai kelanjutan dari program

Visit Indonesia Year, hingga 2010 bahkan 2011 di berbagai daerah/destinasi.

Pariwisata merupakan industri gaya baru yang mampu menyediakan

pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan,

taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor lain di dalam negara penerima

wisatawan. Pariwisata juga sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi

industri-industri seperti industri kerajinan tangan, industri cinderamata,

penginapan dan transportasi. Pariwisata sebagai golongan industri jasa ketiga,

cukup berperan penting dalam menetapkan kebijaksanaan mengenai

kesempatan kerja, seiring meningkatnya industri wisata di masa yang akan

datang maka akan berdampak pula pada perkembangan perekonomian suatu

bangsa.

Alasan utama pengembangan pariwisata pada suatu daerah tujuan

wisata, baik wisata secara lokal, regional, atau ruang lingkup nasional pada

suatu negara sangat erat kaitannya dengan pembangunan perekonomian

daerah atau negara tersebut, dengan kata lain pengembangan kepariwisataan

pada suatu daerah tujuan wisata selalu akan diperhitungkan dengan

keuntungan dan manfaat bagi rakyat banyak. Pembangunan di bidang

kepariwisataan merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan

pendapatan daerah dan negara. Sektor kepariwisataan akan disejajarkan

kedudukannya dengan sektor lain dalam usaha meningkatkan pendapatan

negara, maka kepariwisataan dapat disebut sektor industri pariwisata.

2
Pendekatan SWOT digunakan sebagai metode yang memiliki banyak

keunggulan dibandingkan pendekatan yang lain yaitu dengan Analisis SWOT

maka dapat diketahui situasi objek wisata dengan mengidentifikasi faktor

eksternal dan faktor internal yang berpengaruh pada objek wisata, yaitu

menganalisis peluang dan kekuatan yang dimiliki untuk menentukan rencana

masa depan dan mengatasi kelemahan dan ancaman dengan cara rencana

perbaikan. Menurut Freddy Rangkuti, Analisis SWOT merupakan suatu

identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi

perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan

kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), dan secara bersamaan dapat

meminimalisir kelemahan (weknesses) dan ancaman (Threats). Proses

pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi,

tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Analisis SWOT

mempertimbangkan faktor lingkungan internal berupa kekuatan dan

kelemahan serta lingkungan eksternal berupa peluang dan ancaman yang

dihadapi oleh objek wisata. Analisis SWOT adalah alat untuk mengenali

situasi, yang jika dilakukan dengan benar maka akan menghasilkan pondasi

yang kuat untuk merumuskan atau memformulasikan suatu strategi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan

permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah yang dimaksud dengan analisis SWOT ?

2. Bagaimana analisis SWOT untuk pengembangan pariwisata?

3
C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan pokok permasalahan di atas,

yaitu :

1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan analisis SWOT.

2. Untuk mengetahui yang dimaksud analisis SWOT untuk pengembangan

pariwisata.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat yang diharapkan oleh penulis dari penelitian ini antara

lain:

1. Manfaat Teoritis

a. Sebagai sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan

khususnya ilmu yang mengkaji analisis SWOT.

b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya dalam topik yang

relevan.

2. Manfaat Praktis

a. Dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan instansi terkait

khususnya instansi Pemerintahan maupun swasta dalam menganalisis

SWOT untuk pengembangan pariwisata.

b. Sebagai motivasi bagi masyarakat, pemerintah dan swasta dalam

pengembangan pariwisata dengan menggunakan analisis SWOT.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan salah satu metode mengembangkan kondisi

dan mengevaluasi suatu masalah, poyek atau konsep bisnis yang

berdasarkankan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar yaitu

strengths, weakness, opportunities dan threats.

Untuk menganalisis secara lebih dalam tentang SWOT, maka perlu

dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis

SWOT, yaitu:

1. Faktor Internal

Faktor internal ini mempengaruhi terbentuknya strengths and

weakness (S and W). Faktor internal ini meliputi semua macam

manajemen fungsional: pemasaran, keuangan, operasi, sumberdaya

manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen,;

dan budaya perusahaan.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and

threats (O and T). Faktor ini mencakup lingkungan industri dan

lingkungan bisnis makro, ekonomi, politik, hukum, teknologi,

kependudukan, dan sosial budaya.

5
Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT yaitu :

a. Kekuatan (Strengths) Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam

organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada, kekutan yang di analisis

merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek konsep

bisni situ sendiri, yaitu kekuatan apa saja yang dimiliki pariwisata, dengan

mengetahui kekuatan, pariwisata dapat di kembangkan menjadi lebih

tangguh hingga mampu bertahan dalam pasara dan mampu bersain untuk

perkembangan selanjunya yang menyangkut pariwisata.

b. Kelemahan (Weakness) Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat

adalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada, kelemahan yang

di analisis, merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi,

proyek atau konsep bisnis itu sendiri, yaitu segala faktor yang tidak

menguntungkan atau merugikan bagi pengembangan objek wisata.

c. Peluang (Opportunities) Merupakan kondisi peluang berkembang di masa

datang yang terjadi, kondisi yang tejadi merupakan peluang dari luar

organisasi, proyek atau konsep bisnis, itu sendiri minsalnya kompetitor,

kebijakan .

d. Ancaman (Threats) Merupakan kondisi yang mengancam dari luar.

Ancaman ini dapat dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep

bisnis itu sendiri.

Menurut Santono (2001) dalam Anjela (2014) Analisis SWOT adalah

identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi yang

di harapkan dapat memecahkan suatu masalah analisis ini didasarkan pada

6
logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (stength), dan peluang

(opportunities), namun secara bersama dapat meminimlkan kelemahan

(weakesses) dan ancaman (threats).

Analisis SWOT di lakukan dengan maksud mengenali tingkat kesiapan

setiap fungsi dari keseluruhan fungsi yang di lakukan untuk mencapai sasaran

yang telah di tetapkan. Oleh karena tingkat kesiapan fungsi di tentukan oleh

tingkat kesiapan masing-masing faktor yang terlibat pada setiap fungsi, maka

analisis SWOT dilakukan pada keseluruhan faktor dalam setiap fungsi

tersebut, baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal. Untuk tingkat

kesiapan yang memadai, artinya: minimal memenuhi ukuran kesiapan yang di

perlukan untuk pencapai sasaran, di nyatakan sebagai kekuatan bagi faktor

yang tergolong internal dan peluang bagi faktor yang tergolong eksternal,

sedangkan tinggkat kesepian yang kurang memadai, artinya tidak memenuhi

ukuran ukuran kesepian, di nyatakan sebagai ukurn kelemahan bagi faktor

yang tergolong internal atau ancaman bagi faktor yang tergolong eksternal

(Wilis, 2013 dalam Suarto 2015).

Jadi, Menurut Freddy Rangkuti (2014) Analisis SWOT adalah suatu

cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka

merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika dapat

memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat

meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT mempertimbangkan

faktor lingkungan eksternal peluang dan ancaman yang dihadapi dunia bisnis

serta lingkungan internal kekuatan dan kelemahan. Analasis SWOT

7
membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor

internal kekuatan dan kelemahan sehingga dari analisis tersebut dapat diambil

suatu keputusan strategis suatu organisasi.

B. Analisis SWOT untuk Pengembangan Pariwisata

1. Pengembangan Pariwisata

Pengembangan pariwisata merupakan salah satu usaha untuk

mempromosikan daya tarik suatu objek wisata agar menjadi berkembang

sesuai dengan visi dan misi. Kementrian kebudayaan dan pariwisata RI

menyatakan sebagai visinya bahwa pembangunan kebudayaan bangsa,

meningkatkan peradaban dan persatuan bangsa, serta meningkatkan

persahabatan antarnegara.

Pengembangan pariwisata di Indonesia telah tercermin dalam

rencana strategi yang dirumuskan oleh Kementrian Kebudayaan dan

Pariwisata RI, yakni: (1) meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan

membuka kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan serta pemerataan

pembangunan di bidang pariwisata; (2) mewujudkan pembangunan

pariwisata yang berkesinambungan sehingga memberikan manfaat sosial-

budaya, sosial ekonomi bagi masyarakat dan daerah, serta terpeliharanya

mutu lingkungan hidup; (3) meningkatkan kepuasan wisatawan dan

pariwisata Indonesia sebagai berdayaguna, produktif, transparan dan bebas

KKN untuk melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat, dalam

institusi yang merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan

8
(accountable). Demikian pandangan Kementrian Kebudayaan dan

Pariwisata RI.

Arti dari istilah pariwisata belum banyak diungkapkan oleh para

ahli bahasa dan pariwisata di Indonesia. Kata pariwisata berasal dari

bahasa Sangsakerta , terdiri dari dua suku kata, yaitu “pari” dan “wisata”.

Pari berarti banyak, berkali-kali atau berputar-putar, sedangkan wisata

berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang

dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.

Unsur pengembangan objek wisata ada 2 yaitu berdasarkan kondisi

fisik geografis dan non fisik geografis. Kondisi fisik geografis yang

meliputi lokasi, kemiringan lereng, iklim, tanah, dan hidrologi. Kondisi

non fisik geografis yaitu penduduk. Unsur-unsur pengembang objek

wisata yang meliputi daya tarik, informasi, aksesibilitas dan fasilitas.

2. Analisis SWOT Objek Wisata Permandian Tasnan Kecamatan

Grujugan Kabupaten Bondowoso (Jurnal Insani dkk, 2010)

Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Negeri Malang yang

dipublikasikan melalui e-journal dengan judul “Analisis SWOT Untuk

Pengembangan Objek Wisata Pemandian Tasnan Kecamatan Grujugan

Kabupaten Bondowoso” berikut penjelasannya:

Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi

pengembangan pariwisata di Objek Wisata Pemandian Tasnan melalui

penilaian faktor internal yang berupa kekuatan (strength) dan kelemahan

9
(weakness) dengan faktor eksternal berupa (opprtunity) dan ancaman

(threaths)

a) Kekuatan (strength) internal objek wisata adalah:1) lokasi yang mudah

dijangkau dari beberapa Kabupaten lain seperti Kabupaten Situbondo,

Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, 2) Mempunyai iklim

yang sejuk antara 20 - 26ºC, 3) Lingkungan dengan ekosistem yang

masih alami. Dapat dilihat dari vegetasi penutup lahan yang masih

terjaga dan luas ruang terbuka hijau masih lebih banyak daripda area

yang terbangun, 4) Mempunyai jenis tanah Andosol, yaitu jenis tanah

yang memiliki kemapuan menahan air dengan cukup baik, 5)

Pemandangan alam yang menarik dengan topografi antara 3 – 45%, 6)

Keamanan yang baik disekitar objek wisata. Menurut hasil wawancara

dengan beberapa karyawan Objek wisata Pemandian Tasnan, sampai

juni 2013 belum pernah ada tindakan kriminal ataupun curanmor di

lokasi objek wisata, 7) Kuantitas air di Objek Wisata Pemandian

Tasnan cenderung stabil di musim kemarau dan penghujan, 8) Air

kolam bersumber dari mata air alami, dan 9) Harga tiket relatif murah

karena dikelola oleh pemerintah daerah.

b) Kelemahan (weakness) internal objek wisata, adalah: a) Topografi

yang berlereng 3 – 45 % berpotensi untuk terjadi longsor dan

menghambat pembangunan fisik, 2) Kondisi jalan menuju objek wisata

sempit (jalan kabupaten), 3) Fasilitas di tempat wisata kurang terawat

dengan baik, 4) Kurang beragamnya atraksi yang ditawarkan di objek

10
wisata, 5) Belum ada penataan ruang yang terencana, 6) Banyak

sampah yang mencemari objek wisata, 7) Kurangnya papan penunjuk

jalan menuju objek wisata, dan 8) belum ada pengelolaan yang baik

dan terpadu.

c) Peluang (Opportunity) eksternal objek wisata adalah: 1) lokasi yang

cukup dekat dengan objek wisata alam panjat tebing Pattirana dan

Alun-alun Ki Bagus Asra sehingga dapat dijadikan satu paket

perjalanan wisata, 2) Atraksi pada hari-hari tertentu dapat

meningkatkan jumlah pengunjung, 3) Materi Geografi kelas XI SMA

semester genap, Standar Kompetensi (SK) dua yaitu Memahami

sumber daya alam, 4) Mata Pelajaran Lingkungan hidup yang mulai

diterapkan di beberapa sekolah sebagai muatan lokal, 5) Peraturan

Daerah Kabupaten Bondowoso Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bondowoso Tahun

2011-2031, mengenai rencana pegelolaan kawasan budidaya yang

memiliki jenis pemanfaatan pariwisata, dan 6) Peraturan Pemerintah

Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Nasional, kriteria penetapan kawasan sekitar mata air meliputi: lahan

disekeliling mata air yang mempunyai manfaat untuk mempertahankan

fungsi mata air, dan atau kawasan dengan jarak paling sedikit 200 (dua

ratus) meter dari mata air.

d) Ancaman (Threath) eksternal objek wisata adalah: 1) Topografi yang

cukup terjal di beberapa tempat di area Objek Wisata Pemndian

11
Tasnan dapat menyebabkan longsor, sehingga membahayakan

pengunjung, 2) Jenis tanah andosol yang terdapat di objek wisata juga

memiliki kekurangan yaitu rawan longsor, 3) Sarana transportasi

umum yang belum memadai, teruatama bagi pengunjung yang

menggunakan sarana angkutan umum, 4) Persaingan dengan objek

wisata lain yang sejenis dan dikelola oleh swasta.

Tabel 2.1. Matriks SWOT

STRENGTHS (S) WEAKNESS (W)


1. Lokasi yang mudah 1. Topografi yang
dijangkau dari Kabupaten berlereng 3 – 45 %
terdekat. berpotensi untuk terjadi
2. Mempunyai iklim yang longsor dan menghambat
sejuk antara 20 - 26ºC pembangunan fisik
3. Lingkungan dengan 2. Kondisi jalan menuju
ekosistem yang masih objek wisata sempit
alami.. 3. Fasilitas di tempat
4. Mempunyai jenis tanah wisata kurang terawat
Andosol dengan kemapuan dengan baik
menahan air 4. Kurang beragamnya
dengan cukup baik. atraksi
5. Pemandangan alam yang yang ditawarkan di objek
menarik dengan topografi wisata
antara 3 – 45% 5. Belum ada penataan
6. Keamanan yang baik ruang yang terencana
disekitar objek wisata. 6. Banyak sampah yang
7. Kuantitas air di Objek mencemari objek wisata
Wisata Pemandian Tasnan 7. Kurangnya papan
cenderung stabil di musim penunjuk jalan menuju
kemarau dan penghujan objek wisata
8. Air kolam bersumber dari 8. belum ada pengelolaan
mata air alami yang baik dan terpadu
9. Harga tiket relatif murah
OPPORTUNITIES (O) Strategi SO Strategi WO
1. Lokasi yang cukup dekat 1. Menyediakan satu paket 1. Memberi papan
dengan objek wisata lain. perjalanan di Objek Wisata penunjuk jalan menuju
2. Atraksi pada hari-hari Pemandian Tasnan dan objek wisata
tertentu dapat meningkatkan sekitarnya. 2. pengelolaan hutan
jumlah pengunjung 2. Menjaga kealamiahan disekitar objek wisata
3. Materi Geografi kelas XI Objek Wisata Pemandian dengan baik, untuk
SMA semester genap Tasnan menjaga vegetasi penutup
4. Mata Pelajaran 4. Meningkatkan kualitas lahan, sehingga air sumber
Lingkungan hidup yang SDM terutama karyawan tidak pernah kering
mulai diterapkan di beberapa dan pedagang disekitar 3. Pengelolaan lahan yang
sekolah sebagai muatan Objek Wisata. tepat untuk mencegah
lokal 5. arahan pengembangan longsor
5. Peraturan Daerah objek wisata sebagai 4. Meningkatkan

12
Kabupaten Bondowoso ekowisata perawatan terhadap
Nomor 12 Tahun 2011 6. Kerjasama antara fasilitas objek wisata
tentang Rencana Tata Ruang DISPARPORAHUB dan 5. Menyusun rencana
Wilayah (RTRW) Dinan Pendidikan untuk penataan ruang objek
Kabupaten Bondowoso mengembangkan wisata wisata dengan lebih baik
Tahun 2011-2031 edukatif untuk pelajar. 6. Membuat rencana
6. Peraturan Pemerintah 7. Mengajak masyarakat pengelolaan objekwisata
Nomor 26 Tahun 2008 sekitar objek wisata untuk secara terpadu
tentang Rencana Tata Ruang ikut menjaga objek wisata 7. Menambah atraksi di
Wilayah (RTRW) Nasional, dan sumber air yang ada objek wisata
kriteria penetapan kawasan
sekitar mata air
THREATS (T) Strategi ST Strategi WT
1. Topografi yang cukup 1. Membuat plengsengan di 1. Meningkatkan fasilitas
terjal di beberapa tempat di beberapa bagian objek objek wisata
area Objek Wisata wisata yang memiliki 2. Memberi arahan
Pemandian Tasnan dapat kemiringan hampir 30% manfaat objek wisata pada
menyebabkan longsor, untuk mencegah logsor. penduduk sekitar
sehingga membahayakan 2. Meningkatkan promosi
pengunjung. 3. Menyediakan transportasi
2. Jenis tanah andosol yang umum yang lebih banyak
terdapat di objek wisata juga untuk menuju objek wisata
memiliki kekurangan yaitu
rawan longsor
3. Sarana transportasi umum
yang belum memadai,
teruatama bagi pengunjung
yang menggunakan sarana
angkutan umum
4. Persaingan dengan objek
wisata lain yang sejenis dan
dikelola oleh swasta

13
BAB III

KESIMPULAN

Analisis SWOT maka dapat diketahui situasi objek wisata dengan

mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal yang berpengaruh pada

objek wisata, yaitu menganalisis peluang dan kekuatan yang dimiliki untuk

menentukan rencana masa depan dan mengatasi kelemahan dan ancaman

dengan cara rencana perbaikan. Analisis SWOT merupakan suatu identifikasi

berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.

Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan

(strengths) dan peluang (opportunities), dan secara bersamaan dapat

meminimalisir kelemahan (weknesses) dan ancaman (Threats).

Unsur pengembangan objek wisata ada 2 yaitu berdasarkan kondisi

fisik geografis dan non fisik geografis. Kondisi fisik geografis yang meliputi

lokasi, kemiringan lereng, iklim, tanah, dan hidrologi. Kondisi non fisik

geografis yaitu penduduk. Unsur-unsur pengembang objek wisata yang

meliputi daya tarik, informasi, aksesibilitas dan fasilitas.

14
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2011. Landasan Teori Analisis SWOT. (Online) :

http//repository.usu.ac.id/. Diakses tanggal 2 Juli 2017.

Maryam, Servia. 2011. Pendeatan SWOT dalam Pemengembangan Objek Wisata

Kampoeng Djowo Sekatul Kabupaten Kendal (skripsi). Universitas

Diponegoro Semarang: http://eprints.undip.ac.id/29421/1/Skripsi013.pdf.

diakses tanggal 2 Juli 2017.

Insani, Nailul dkk. 2010. Analisis SWOT untuk Pengembangan Objek Wisata

Pemandian Tasnan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso.

Universitas Negeri Malang : http://jurnal-online.um.ac.id/. Diakses

tanggal 2 Juli 2017.

Suarto, Edi. 2015. Pengembangan Objek Wisata Berbasis Analisis SWOT. STKIP

PGRI Sumatera Barat: http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/. Diakses

tanggal 2 Juli 2017.

Wijaya, Darsyaf Hadi. 2011. Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata di

Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah.

Politeknik Pariwisata Makassar : http://jurnal.poltekpar-makassar.ac.id/

index.php/tourism/article/download/28/26. Diakses tanggal 2 Juli2017.

15