Si Pitung

Monday, 05 October 2009 14:09

Jakarta.go.id - Memasuki abad ke-20 tanah Betawi kokoh dalam cengkraman penjajah Belanda. Hampir 3 abad penjajah menikmati kehidupan diatas keringat dan darah serta air mata penduduk pribumi Betawi. Penjajah dengan segala daya dan upaya memeras keringat penduduk melalui tuan tanah, para mandor, para centeng, dan bukan saja keringat bahkan tulang sumsum penduduk Betawi akan diperas jika memberikan keuntungan kepada mereka. Pak Piun memandang langit mendung, sementara isterinya bu Pinah duduk di bale-bale depan rumah sambil memegang perut yang kian membesar. Beberapa hari lagi isterinya akan melahirkan anak yang ke empat. Tiga anaknya duduk di dekat ibunya, sambi! bertanya, "Mengapa padi yang baru dipanen dirampas centeng Babah" bu Pinah mengusap kepala anaknya sambil berkata lirih, " Biarin tong, lagian padi kite masih ada."Pak Piun tetap memandang langit yang mendung, berharap kepada yang maha kuasa agar isterinya melahirkan dengan selamat. Pak Piun menitikkan airmata bahagia, anak yang ke empat lahir dengan selamat. Digenggamnya tangan isterinya seraya menyatakan puji syukur kehadirat Allah,"Siapa nama anak kita?" isterinya tersenyum bahagia, terlupakan beban berat penindasan kompeni penjajah beserta cecunguk-cecunguknya. Pak Piun memberi nama anaknya dengan nama Pitung, isterinya menganggukan kepala tanda setuju. Pitung lahir ditanah Betawi. Ia anak ke empat dari pasangan suami-isteri pak Piun dan bu Pinah. Ke-3 saudaranya masing-masing bernama Miin, Kecil,Anise. Pitung lahir di kampung Rawabelong, kampung tersebut menjadi bagian dari partikelir Kebayoran. Tuan tanah yang berkuasa di Kebayoran adalah Liem Tjeng Soen. Tanah partikelir diperoleh dari pemerintahan Belanda melalui pembelian dokumen tanah, serta kewajiban membayar pajak kepada Belanda. Tanah partikelir tersebut, Liem Tjeng Soen mengangkat centeng dari kalangan priburni yang bertugas menagih pajak kepada penduduk. Pitung masih ked!, tidak mengerti tentang tanah partikelir, mengapa padi, ayam dan kambing bapaknya diambil sewenang-sewenang oleh para centeng. Pitung menyaksikan sambil bertanya kepada bapaknya, ''mengapa ayam kita diambilin?" Pitung menanjak dewasa. Perawakannya tidak terlalu tinggi dan tdak terlalu rendah, sekitar 165an em, kulitnya kuning, rambutnya keriting. Pitung dibesarkan didalam keluarga pak Piun, sebagaimana anak Betawi pada umunnya Pitung memperoleh Pendidikan tata krama dari bapak dan ibunya, belajar mengaji, membantu bapaknya menanam padi, memetik kelapa, meneari

rumput untuk kambing mereka, adakala Pitung membantu tetangganya. Pitung anak yang rajin mengerjakan perintah Allah, tidak pernah meninggalkan shalat, berpuasa, bertutur kata yang sopan, selalu memenuhi panggilan ibu-bapaknya. Untuk menambah pengetahuan agama, Pitung belajar mengaji dengan Haji Naipin, seorang kiyai terkemuka di kampung Rawabelong. Selain mengaji, Pitung juga belajar ilmu silat dan ilmu bela diri lainnya pada Haji Naipin. Dalam menuntut ilmu tersebut, Pitung tergolong cerdas, patuh dan taat terhadap Petunjuk sang guru Haji Naipin. Karena ketekunan, keikhlasannya untuk menuntut ilmu, Haji Naipin menjadi sayang kepadanya, dan menaruh harapan kepadanya untuk menjadi penggantinya di kemudian hari. Haji Naipin meneurahkan semua ilmu yang dimilikinya kepada Pitung. Ilmu Paneasona, sebuah ilmu bela ciri tingkat tinggi yang membuat pemilik ilmu kebal dari benda tajam nusuh diberikan haji Naipin kepada Pitung. "Ilmu ini buat membela orang lemah dari kezaliman, bukan untuk menzalimi orang lain" demikian Jesan haji Naipin. Sebagai seorang pemuda yang memiliki ilmu agama dan ilmu bela diri, Pitung selalu rendah hati. Kerendahan hatinya membuat ia banyak teman. Diantara teman-temannya seguru seilmu yang dekat sekali adalah Dji'i dan Rais. Pitung juga tak luput dari gejolak perasaan orang muda, ia menjalin tali kasih dengan Aisyah gadis kampung Rawabelong, keduanya bersepakat untuk membina rumah tangga di kemudian hari bila sudah pantas untuk membina rumah tangga. Berbekal ilmu yang dimiliki, baik ilmu agama dan ilmu bela diri, Pitung membaktikan dirinya untuk ibu bapaknya serta masyarakatnya di Rawabelong. Pitung turut membantu bapaknya menanam padi, menggembalakan kambing, membantu para tetangganya dan setiap yang membutuhkan uluran tangannya. Adakalanya Pitung datang membantu meskipun tidak diminta, hal ini merupakan penerapan dari ilmu agama yang dimilikinya, bahwa membantu orang lain adalah pekerjaan yang baik sebagai amal soleh. Karenanya Pitung dikenal luas sebagai pemuda yang murah hati di masyarakatnya. Sebagai pemuda Rawabelong, Pitung menyaksikan dengan mata kepalanya segala tindak tanduk kezaliman para centeng tuan tanah Kebayoran Liem Tjang Soen kezaliman Pemerintah Penjajah serta para serdadu Hindia Belanda yang dibantu oleh Demang Kebayoran, yang menagih pajak secara paksa atas para penduduk kampung Rawabelong. Pitung tidak dapat membiarkan kezaliman tersebut berlangsung di depan matanya. Sebagai pemuda, darahnya mendidih menyaksikan kesewenang-wenangan penjajah beserta kaki tangannya, ingin rasanya memberikan pelajaran kepada mereka, namun ibu bapaknnya menentramkan kemarahan hatinya, "jangan Tung ... dia orang punya kuase, nanti juga ada balasan buat mereka", terus ibunya membujuk agar Pitung mengurungkan niatnya. Pitung memenuhi permintam ibunya, tetapi hatinya bergejolak, kezaliman harus dilawan, bukankah ia selama ini belajar ilmu agama, yang menyuruh untuk Amar ma'ruf Nahi Munkar, tegakkan kebaikan cegah kemungkaran. Karena seringnya menyaksikan kezaliman yang dilakukan oleh para centeng terhadap penduduk Rawabelong, Pitung akhirnya turun tangan. Centeng yang petentengan merampas hak milik penduduk dipermalukan Pitung. Dengan bekal ilmu bela diri yang dikuasainya, Pitung mencegah centeng tersebut dalam merampas hak milik penduduk. Si centeng menjadi murka dan menghajar Pitung yang dikiranya tak memiliki kepandaian bersilat. Pitung menyambut serangan si centeng

"Aye. ia diminta menjualkan kambing ke pasar Tanah Abang. Pitung tidak mengetahui kalau orang yang mengikuti perjalanannya adalah para maling yang ingin mencuri uang di kantongnya. Para maling tersebut terus mengikuti." "Pemimpin apa ?" ujar Pitung. menyangkutkan ke dinding musolla. Pitung segera kembali kerumahnya. baiknya lu jadi pemimpin gua aja Tung. "Tung gua tahu keberanian lu." Pitung segera kembali ke pasar Tanah Abang mencari orang yang mencuri uangnya. sementara orang yang mengikutinya ke kali mengambil wudhu.dan dengan mudah membekuknya. Di pasar Tanah Abang Pitung menjual kambingnya kepada pedagang kambing." ujar orang itu melecehkan. "Pokoknya duwit lu kagak gue kembaliin kalo lu nggak mau jadi pemimpin gue. Di tengah perjalanan terdengar adzan dari sebuah langgar. "Awas lu. kita yang ngerampok. Pitung diam saja. salah seorang berkata. pak Piun sangat gembira." bapaknya tidak percaya. Uang tersebut ditaruh di saku baju bagian bawah." orang itu mengejek. "Tung gua butuh duit. aye kagak pakek. Ketika selesai shalat dzuhur. "Jadi pemimpin gua Tung. pak!" sahut Pitung. Melihat Pitung mendekati. Pitung mengenakan bajunya dan masuk kedalam musolla untuk shalat." Pitung mencoba menyakinkan Bapaknya. tak ada rasa curiga sedikit pun terhadap orang yang mengikuti perjalanannya. Ketika Pitung melangkah pulang. dan Pitung segera kembali ke rumahnya. buat ngerampokin duit orang. pokoknya beres deh lu bakal banyak duwit. Segera Pitung mengeluarkan dua ekor kambing dari kandangnya. "Tung." jawab Pitung polos. pak. kesempatan demikian dimanfaatkan para maling untuk mengambil uangnya. gua laporin sama Demang"." "Ape ngerampok ? Ah gue kagak mau. ujar bapaknya. si centeng jadi malu dan bangkit pergi tanpa dapat membawa barang apapun. Setelah terjadi penawaran dan kecocokan harganya. Pitung dipanggil bapaknya. duwitnye ilang? lu pake kali. mereka menghampiri Pitung.lu jangan pulang. lu jual gih kambing kite dua ekor". "Lu musti nemuin itu duwit. "Benar ilang Pak. "Lu yang ngawasin dan mimpin. orang itu melanjutkan. menyangka Pitung pulang dengan membawa hasil penjualan kambing. kemudian turun ke kali mengambil air wudhu. Bapaknya menjadi berang dan berkata padanya. Pitung tidak menaruh curiga terhadap mereka. Pitung membuka bajunya. Pitung tidak menemukan orang yang mengikutinya sejak dari pasar Tanah Abang. Pitung menerima uang penjualan kambingnya. beberapa maling mengikutinya. Pitung menemukan mereka. kemudian menuntun kambing tersebut ke pasar Tanah Abang dengan berjalan kaki menelusuri jalan setapak kemudian melewati pinggiran jalan kereta api sampai ke pasar Tanah Abang. Pitung segera menghampirinya untuk menunaikan kewajibannya melaksanakan shalat dzuhur. mane Tung duwitnya ?" tanya pak Piun gembira "Duwitnya ilang. kalo kagak ketemu. Bapaknya sangat memerlukan uang untuk keperluan biaya hidup keluarga mereka. pulangin!" kelihatan Pitung menahan amarah. dicopet orang. centeng pergi ngeloyor tanpa muka dibawah tatapan dan ejekan penduduk. . sebaiknya duit gue yang lu ambil. "Ape.

Untuk itu Pitung dan temannya Dji'in dan Rais menjalankan aksi mengambil harta yang ada ditangan para tuan tanah. Dalam waktu singkat para kawanan pencopet itu dapat dibekuknya. Pitung menjadi idola penduduk yang tertindas oleh kekejaman . Tidak itu saja. dan sebagian lagi melaporkan kejadian tersebut kepada tuan tanah. Schout Heyne menjanjikan uang yang banyak bagi siapa saja yang bisa menangkap Si Pitung hidup atau mati. Pitung melaksanakan operasi perampasan sampai ke Jembatan Lima dan Marunda. Harta yang dirampas si Pitung dan teman-temannya tersebut dikembalikan lagi kepada penduduk. Dengan rasa bangga Pitung menyerahkan uang tersebut kepada pak Piun. barang siapa yang bisa memberikan keterangan dimana Si Pitung berada akan diberi hadiah. Pitung memberikan pelajaran kepada centeng tersebut. Pitung segera mencekal leher orang tersebut. Sejak peristiwa tersebut. Para tuan tanah. para centeng. centeng dan Belanda. Pitung menyaksikan penderitaan penduduk yang dirampas hak miliknya oleh para centeng. orang kaya pro-Belanda menjadi tidak tentram. para tuan tanah dan Belanda yang merampas hak milik penduduk. Sehingga si Pitung terkenal di pelosok Betawi sebagai perampok. Pitung tetap melaksanakan operasi perampasan harta orang kaya. penguasa pribumi. Penguasa penjajah di Batavia memerintahkan aparat-aparatnya untuk menangkap Pitung. Karena suka membantu penduduk dalam menghalangi para centeng memeras serta suka membagi uang hasil rampasan. Hasil perampasannya dibagi-bagikan kepada penduduk yang miskin akibat pemerasan yang dilakukan para tuan tanah. Tuan tanah melaporkan kepada penguasa penjajah Belanda tentang tindaktanduk Pitung. Tidaklah berdosa merampas harta para perampas. Karena Pitung berpindah-pindah tempat. Schout Heyne Kontrolir Kebayoran memerintahkan mantri polisi serta demang dan bek untuk mencari tahu dimana Pitung berada. Pitung terpanggil untuk membela penduduk yang tertindas oleh perlakuan sewenang-wenang para penguasa pribumi. Dengan sigap Pitung melayani perkelahian. Setiap centeng yang terlihat merampas hak milik penduduk. tuan tanah dan Belanda. dan segera kembali kerumahnya. sampai ke Marunda. dia bertekad untuk mengembalikan hak-hak penduduk tersebut. penguasa pribumi para demang dan Tuan Tanah. Pitung mengambil uangnya. mengadukan kepada penguasa penjajah.Ejekan tersebut membuat Pitung marah. dan orang-orang kaya yang berpihak dengan Belanda. Pitung dinilai telah menghambat tegaknya kekuasaan penjajah di Rawabelong. pengambilan secara paksa adalah halal karena harta tersebut pada dasarnya milik penduduk yang diambil juga secara sewenang-wenang. Ternanternan orang tersebut segera menghampiri untuk mengeroyok Pitung. Meskipun diburon. Bagi Pitung. Akibatnya Pitung mulai dimata-matai oleh aparat penguasa penjajah Belanda. Para centeng yang diberi pelajaran oleh Pitung sebagian insyaf dan tidak mau Iagi bekerja pada tuan tanah maupun Belanda. Pitung mengetahui dirinya diburon oleh penguasa penjajah beserta para cecunguknya. Dalam suasana demikian pihak ketiga menumpang lewat. ikut melaksanakan perampokan mengatasnamakan si Pitung.

Meskipun Pitung diburon tetapi selalu tidak dapat ditelusuri jejaknya. tak satupun memberi tahu. mereka semua tutup mulut. keluar melalui bubungan atap penjara. tak terlihat perasaan bersalah. demang dan para centeng. melompat keluar. Pitung mengancam mereka "Kalu lu semua bilang gua lolos dari genteng. Para penduduk selalu menyembunyikan Pitung di rumah mereka. sementara Pitung sengaja membiarkan diri untuk ditangkap agar teman-temannya dapat lolos. Schout Heyne menyangka Pitung orang tinggi kekar dan bertampang seram. menjebol plapon. ternyata Pitung orangnya sederhana. Bersamaan dengan itu terdengar bunyi kentongan bertalu-talu tuan tanah eina dan demang telah menggerakkan para pemuda yang banyak sekali.para centeng. Pitung dipenjarakan di penjara Grogol. Kepada para ternan yang sarna-sarna berada dalam penjara CrogoI. Pitung dan kawan-kawannya berusaha untuk melarikan diri karena tidak mungkin. penjaga terkantuk-kantuk dan sempat lelap sejenak. Teman-temannya meloloskan diri. Ketika penj aga penjara memeriksa tahanan. Penjaga penjara menjadi heran dan saling bertanya sesamanya. Pada malam hari. Ada masa tidak beruntung. Suatu ketika Pitung melakukan aksi perampasan bersama beberapa kawannya. membuka genteng. membuat bangsa kami susah. kedatangan mereka telah diketahui oleh kaki tangan tuan tanah. Si Pitung dan kawan-kawannya telah terkepung." Scout Heyne memerintahkan serdadu Belanda memasukan Si Pitung ke dalam penjara.penduduk. air muka yang jernih. segera Pitung memanjat dinding ruang tahanan. Pitung memikirkan nasib penduduk yang dirampas hak miliknya oleh Belanda beserta tuan tanah." Karena ancaman Pitung tersebut. lu semua gue bunuh. Teman-temannya dalam penjara saling tutup mulut. "Kemana Si Pitung ?" "Gua kagak tahu. Serdadu Belanda yang dipimpin mantri polisi Kabayoran telah bersiaga dengan senjata. Pitung kelihatan tenang tanpa rasa takut. Pitung tak terlihat mereka ditanyai penjaga. menantang tatapan mata Schout Heyne dan berkata. ngerampok harta penduduk. Schout Heyne terheran-heran ketika mengetahui siapa sebenarnya Pitung yang selama ini menjadi momok. Pitung lolos dari penjara Grogol. Ketika rombongan Pitung akan memasuki sebuah rumah milik tuan tanah. "kamu orang nama Pitung ? Kamu perampok ? Kamu orang jahat" Schout Heyne menghardik Pitung.terdengar tembakan yang mengarah kepada mereka. "Tuan dan orang-orang tuan yang jahat. Di dalam penjara tentulah Pitung tidak dapat membantu ." "Kamu orang berani sama Belanda ?" "Mengapa takut. Pitung akhirnya ditangkap serdadu. Didalam penjara Grogol Pitung tidak kerasan. bahkan seorang pedagang Cina pernah menyembunyikan Pitung ketika dicari oleh kaki tangan penjajah. menghadapi ratusan serta puluhan serdadu bersenjata. dibawa ke kantor Kontrolir Scout Heyne." . tuan tanah dan Belanda. Pitung memutar otak bagaimana caranya ia bisa lolos dari penjara.

Karena tidak ada hasil. Beberapa . disiksa karena tidak dapat menemukan Pitung. menimangnimang telur busuk tersebut. pak Piun disiksa oleh penjajah Belanda. pak Piun menantang "Bunuh saja aye". " Lepasin die. "Kalau kamu orang melawan. Pitung sangat berang mendengar ceritera penduduk. " Kita orang tidak bodoh Pitung ! " Scout Heyne berujar Iantang. Haji Naipin merogoh sakunya yang berisi telur busuk. Pitung biasanya bersembunyi pada siang hari. bila Pitung melawan dan tertembak. Si Kecil yang disiksa oleh Belanda. sementara para serdadu Belanda dalam posisi siaga tembak. bapaknya serta abangnya yang berada ditangan penjajah. menyiksanya. bila telur tersebut dilemparkan ke badan Pitung. Karena siksaan Belanda. Kemudian Scout Heyne memerintahkan serdadunya yang menodong senjata kepada Haji Naipin untuk melepaskan Haji Naipin dari todongan. Karena tidak tahan memperoleh siksaan. Scout Heyne mengacungkan pistolnya. Pitung menjadi gusar dan luluh. Tetapi untuk menyerah. Si Kecill juga disiksa oleh penjajah Belanda. Tak tega ia melihat gurunya hams mati tertembak karena perbuatannya. kalian busuk semua. yang kalian cari gue. namun terbayang nasib pak Piun yang didalam penjara Belanda. Scout Heyne tertawa kemudian memerintahkan serdadu untuk mengepung Si Pitung. Pitung berdiri terpaku. ia merasa enggan. Haji Naipin yang agak bebas berdiri. Belanda juga menangkap Haji Naipin. buruannya selama ini kini ada di depan mata. Haji Naipin dengan kawalan serdadu Belanda yang bersenjata lengkap mencari Si Pitung keluar-masuk kampung." ujar Pitung berang. maka ia dapat menyembuhkan Si Pitung."Apa Si Pitung bisa ngilang ? "Mungkin saja. Haji Naipin berharap. mengerti kamu?" Scout Heyne mengancam Si Pitung. Sementara beberapa serdadu menodongkan senjata kepunggung Haji Naipin. tidak tega melihat Pitung terkepung oleh para serdadu Belanda yang siaga tembak. buktinya kapan ada di kamarnya" Si Kecill abang Pitung mencari Pitung kesana kemari dan ternyata tidak juga bertemu. Scout Heyne yang perasaannya takut bila Pitung melawan maka dengan segera mengambil keputusan untuk memerintahkan serdadunya menembak. namun tetap diwaspadai. Di Kota Bambu Pitung menampakkan diri ketika gurunya lewat dibawah todongan senjata serdadu Belanda. bukan die lepasin" ujar Pitung sambil berdiri menghadang Scout Heyne yang ikut rombongan mencari Si Pitung sangat gembira. akhirnya keluar untuk mencari gurunya. Beberapa orang penduduk memberitahukan kepada Pitung tentang keadaan Haji Naipin. Haji Naipin bersedia mencari Si Pitung. Pitung pasrah untuk ditangkap tetapi tidak akan menyerah begitu saja. Penduduk yang ditanyai tidak satupun yang memberitahu dimana Pitung disembunyikan. para penduduk menyaksikan Haji Naipin diseret. pak Piun. Saat yang hampir bersamaan Haji Naipin terlebih dahulu melemparkan telur busuk ke badan Si Pitung Scout Heyne berteriak lantang " Tembak !" bersamaan dengan itu terdengar letusan bedil serdadu Belanda. memutar-mutar gagang pistol sambil menyembunyikan senyum ejekan kepada Si Pitung. Mendengar ancaman tersebut. menghalalkan segala cara. "Lepasin guru gue. dia orang kami tembak.

peluru menghujam kebadan Pitung. jatuh ke bumi. Asisten Residen cuma diam saja. Haji Naipin. kemudian memerintahkan agar Si Pitung dikuburkan di Pejagalan. Pitung telah memberi tanda mengangkat kedua belah tangannya sebagai pertanda bersedia menyerah. 05 October 2009 14:56 Jakarta.sebagai pejuang bangsanya dalam melawan penindasan Belanda beserta kaki tangannya." Scout Heyne kembali memberi komando "Tembak !" Beberapa peluru kembali menerjang tubuh Pitung. Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. pak Piun dibebaskan oleh Belanda. malaikat Izrail mencabut nyawanya. Pamannya sangat sayang kepadanya. Pitung rubuh bersimbah darah. selain keponakan. Jampang diperlakukan sebagai anak sendiri. Pitung marah sekali dan melontarkan kata. Jampang dibesarkan. Cerita Rakyat Betawi. Pitung gugur. .go. mayatnya akan di bongkar. " Heyne mulai hari ini Iu menjadi musuh gue dan akan gue hisap darah lu. Pitung tak menyangka Scout Heyne berlaku curang padahal beberapa saat sebelum Haji Naipin melemparkan telur busuk. dibawa ke perkampungan dan dapat dihidupkan kembali oleh gurunya Haji Naipin. bekal hidupnya. Scout Heyne dengan bangga melaporkan hasil kegiatannya dalam melumpuhkan aksi perlawanan Pitung. Anak laki-laki itu tinggal di rumah pamannya di Grogol Depok. Dirumah pamannya. Pitung berdiri terpaku menatap Scout Heyne. Karena ajal Pitung sudah tiba sesuai ketentuan Allah tentang mati hidupnya seorang hamba. 2004 Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Si Jampang Monday. Jenazah Pitung diangkut oleh Belanda. anak laki-laki itu juga yatim piatu yang memerlukan perlindungan.Anak laki-laki itu dinamakan Jampang. pangkatnya dicopot atau di berhentikan sebagai kontrolir karena bertindak yang tidak pantas sebagai tentara dan sangat memalukan karena menembak orang yang tidak melawan. Kuburan Si Pitung selama 6 bulan dijaga karena beberapa demang melaporkan bila tidak dijaga. la lahir di desa Jampang Sukabumi Selatan. Sang paman membawa Jampang dari desa Jampang ke Grogol Depok. Bapaknya berasal dari Banten dan ibunya berasal dari desa ]ampang. oleh pamannya ia disuruh mengaji pada seorang guru ngaji di Grogol Depok. Agar ]ampang memiliki ilmu. Beberapa hari kemudian Scout Heyne dipanggil Asisten Residen. dibawa ke kantor Asisten Residen.id .

Oleh pamannya. lu belajar silat disana ama kenalan mamang. Selain belajar silat. "Pang. dan dengan rela hati mengajarkan semua kepandaian yang dimiliki termasuk ilmu kebatinan. Jampang menyampaikan keinginannya untuk merantau ke Betawi. kemudian mencium tangan guru silatnya mohon izin meninggalkan Cianjur kembali ke Grogol Depok "Pang! Salam aye buat mamang lu. Jampang memperlakukan diri sebagai anak. Sebagai penumpang. merapikan rumah. Berkat ketekunan dan kepatuhan untuk menuntut ilmu mengaji. ]ampang membantu guru silatnya. selama menuntut ilmu mengaji. biar orang laen seneng ame lu. Jampang diminta meneruskan menuntut ilmu mengaji. Guru !" Jampang kembali ke rumah Mamang di Grogol Depok. Pamannya sangat gembira menyambut kedatangan Jampang yang telah berbulan lamanya meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu silat. tidak berpangku tangan. . Jampang berangkat ke Betawi. Jampang juga membantu mamangnya dan guru ngajinya mengerjakan sawah. Jampang membantu menanem padi. memulai kehidupan mandiri. lu mesti bawa diri. ia kembali ke Grogol Depok. Jampang diantarkan ke Cianjur untuk belajar sekaligus menetap dirumah guru silat. " Kalo emang lu pengen merantau. Ditempat guru silatnya." Oleh pamannya. karena menegakkan kebenaran tanpa kekuatan adalah sia-sia. Jampang merasa sudah saatnya tidak bergantung lagi dengan mamangnya. Guru silatnya menjadi sayang." mamangnya menasehati " Aye mang. Lu mesti punya kepandaian silat. Pamannya berkata. Setelah Jampang menyelesaikan menuntut ilmu silat. Jampang dengan mudah menyerap ilmu mengaji yang diajarkan gurunya. Di Betawi Jarnpang menuju salah seorang ternan mamangnya di Kebayoran Lama. Jampang mengangguk setuju. " Aye. Guru silatnya berpesan kepadanya agar ilmu yang didapatnya jangan digunakan untuk berbuat kejahatan." jawab Jampang. Setelah merasa cukup memiliki bekal ilmu dan usianya telah menanjak dewasa menjadi seorang pemuda." " Aye sih pegimane mamang. la diterima menetap dirumah tersebut. Jampang dengan patuh memenuhi permintaan mamangnya. Dari Cianjur Jampang berjalan kaki melewati jalan setapak naik turun perbukitan menuju Bogor. Jampang membantu si empunya rumah berkebun serta berdagang buah di pasar Tanah Abang." " Aye mang ! " jawab Jampang penuh rasa hormat. Dari Bogor Jarnpang menumpang kereta api Buitenzorg-Batavia turun di Depok. Gurunya menjadi sayang kepadanya. " Lu ikut mamang ke Cianjur." ujar Guru silatnya.Jampang juga disuruh belajar ilmu bela diri oleh pamannya.

Jampang juga menjual hasil kebun mertuanya ke pasar Tanah Abang. Jampang sangat sedih dengan kepergian isterinya. Wajah anaknya sangat mirip dengan dirinya. Selain menggarap tanah. " Biarlah dia ame kami disini Pang. Jampang sangat gembira. Sebenarnya Jampang ingin melawan.Suasana Kebayoran Lama tempat Jampang menetap di bawah kekuasaan tuan tanah dengan centeng centengnya yang setiap bulan datang menagih pajak kepada penduduk. Oleh mertuanya. Jampang selalu bercanda dengan anaknya. Jampang menjalin tali kasih dengan wanita di kampung itu. " Mane pajak lu. tapi Jarnpang masih berpikir akan nasib orang yang ditumpanginya. " Ini bang! Jampang menyerahkan uang beberapa sen pada centeng tersebut. kegembiraan yang tidak terkatakan." . mertuanya datang menggendong anaknya sarnbil berkata. Jampang mengamati dengan cermat wajah para centeng dan bertekad akan membalas perbuatan mereka dikemudian hari. para centeng akan memukuli orang yang tidak bisa membayar pajak. Timbul keinginan untuk menantang para centeng. Jampang menyampaikan isi hatinya wanita tersebut setuju. Ditatapnya mata anaknya yang kini tidak beribu lagi. Jampang menikah dengan gadis Kebayoran Lama dan pindah menetap dirumah mertuanya. Setiap selesai bekerja di kebun atau menjual hasil kebun di pasar. isterinya meninggal dunia. kacang dan kelapa. Keadaan bisa lebih buruk lagi. "Lu memang penduduk yang taat. Jampang menyaksikan perilaku para centeng yang tidak punya perikemanusiaan kepada penduduk. kemudian berniat membina rumah tangga." "Aye nyak. ibarat pinang dibelah dua. Ada kambing yang terlihat di kandang akan diambil. Isterinya hamil kemudian melahirkan seorang anak laki-laki diberi nama Jampang muda. kemudian si empunya rumah diminta untuk melamar orangtua wanita tersebut. Sekalipun Jampang memiliki ilmu silat yang tinggi. tetapi memikirkan anaknya yang masih disusui isterinya Jampang mengalah. membiarkan para centeng beraksi didepan matanya. Bila penduduk tidak punya uang untuk membayar pajak. Jampang menggarap tanah. para centeng tak segan-segan mengambil harta milik yang ada di rumah penduduk. cepat ! " hardik centeng padanya. Jampang berkenalan dengan gadis kampung tersebut. tetapi ia pun terkena tagihan dari centeng tuan tanah Kebayoran. menanami lahan dengan bibit padi. Selama menumpang dirumah itu. " Aye bang" Jampang berpura-pura seperti orang bodoh Ketika anaknya berusia 4 tahun. Jampang diberi sebidang tanah untuk digarap. Bersama isterinya.

Jampang bergerak perlahan mendekati rumah tuan tanah. Sungguh sangat berbeda. Allah " Imam langgar geleng kepala. Kemudian pergi ke rumah seorang tuan tanah. berapa centeng yang menjaga. imam langgar mengajak Jampang makan di rumahnya. Jampang pergi ke Tanah Abang sambil melewati rumah para tuan tanah dan orang-orang kaya serta rumah para centeng. "Hati-hati nak. Kemudian shalat Maghrib berjamaah. Jampang segera mengambil wudhu dan azan Maghrib." Lu mau kemane Pang ?" " Mau ke Tanah Abang nyak. Sambil jalan imam langgar berkata." Setelah sholat Isya. Kemudian keluar seorang yang barangkali tuan tanah. Dari mana lagi kalau bukan dari hasil memeras penduduk. . menunggu sambil sholat Maghrib dan Isya. rumah mereka penuh dengan perabotan mahal. Dari kejauhan terlihat kerumunan orang. Jampang memutuskan untuk mengambil kembali hak miliknya dan hak milik mertuanya serta penduduk yang diambil oleh para tuan tanah dan centeng secara sewenang-wenang. Selesai sholat. Jampang tidak menolak. ia pergi ke Tanah Abang. Setelah itu Jampang pergi ke langgar. bagaimana jalan masuk yang tepat. sebagian berdiri. "Anak siape ? " tanya imam sekaligus ustadz langgar menyapanya "Aye Jampang pak imam" jawab Jampang " Anak dari mane? " " Aye dari Kebayoran Lama" " Ada keperluan apa singgah di kampung ini ?" " Aye pengen ngambil milik aye yang dirampok tuan tanah". Para centeng dengan golok di pinggang sambil menyulut rokok sebagian duduk. banyak jagoannya. mengamati dengan cermat keadaan rumah." . mengikuti imam langgar menuju rumah imam langgar." Jampang menitipkan anaknya kepada mertuanya. "Malam ini ada pertunjukan di kampung sebelah. " Pan aye punya penolong " " Siape ?" " Nyang diatas. biasanye lewat Isya para centeng dan tuan tanah pergi". "Terima kasih pak ustadz. Jampang di pasar Tanah Abang sampai menjelang Ashar.

"Jangan !" ujar isteri tuan tanah. kemudian merangsek maju mendekati jendela. "Aye nyah" ujar Jarnpang memalsukan suara" Ada ape sih? Lu mau nonton ?" " lye nyah " Terdengar langkah menuju pintu. gemerisik angin dan suara jangkrik memecah kesunyian malam. Jampang berhasil membekuk isteri tuan tanah. " Lu teriak gue sabet leher lu. ternyata terkunci. Jampang menekan ujung goloknya ke leher isteri tuan tanah. Suasana sepi. dalam waktu tak lebih dari dua detik. Jampang dengan sigap membekuk laki-laki itu untuk tidur kembali. Terdengar suara perempuan sedang berbincangbincang didalam rumah. Jarnpang membuka jendela lalu melompat masuk. kemudian keluar seorang lelaki. kalung aye belon juge dibeliin kapan nyak ? "terdengar suara perempuan muda. . pasti lu punya kalung juga" ujar perempuan tua. Jampang dengan cermat mengawasi kepergian tuan tanah dan para centengnya. Jampang masih tetap di tempatnya untuk mengawasi keadaan rumah." Jampang membuka pintu lemari. " Entar kalo si Rochim ame babe lu. elu Min ?" tanya isteri tuan tanah. mungkin isteri tuan tanah.Kemudian kerumunan itu pergi dari rumah itu menuju ke kampung sebelah menonton pertunjukan Gambang Kromong. tak ada suara apaapa. mungkin anak tuan tanah. tapi buat gendak-gendaknya. abisnye aye kagak dibeliin gelang " " Sono tidur. " Siape. " Babe sih seneng ingkar janji. Setelah mereka berlalu beberapa saat. Jampang bergerak perlahan-lahan sambil mengawasi keadaan sekitarnya. Tangannya mengetuk pintu perlahan-lahan. Goloknya ditodong ke Ieher isteri tuan tanah. menempelkan telinga pada kayu dan jendela. pan udah malem " Jampang bergeser ke jendela lainnya. memasangkan telinga untuk mendengar. Jampang kemudian bergerak kekamar tidur tuan tanah. sebuah pukulannya membuat lelaki itu terkulai layu tak berdaya. menutup pintu pagar lalu masuk kembali ke dalam rumah. Jampang melompati pagar rumah tuan tanah. durhaka nak. Seorang lelaki yang sedang tidur ayarn tersentak bangun. bukannya beliin untuk aye. " " Kagak bener lu omongin babe lu. "Tunjukan mane lemari lu "Jampang mengarah isteri tuan tanah ke lemari di dalam kamar. " Nyak. terdengar suara panggilan dari dalarn karnar. pintu terbuka. Dengan perlahan-lahan menggunakan tenaga dalam. mungkin sudah tidur." " Biarin.

Jampang yang menyaksikan keadaan tersebut. gelang serta cincin yang dipakai isteri tuan tanah. Jampang menghadang beberapa orang centeng yang baru saja merampas dari sebuah rumah penduduk. Memohon ampun kepada Allah tindakan yang terpaksa dilakukan." ujar Jampang tenang. "Diam lu. "Pan pajeknye udah aye bed kemarin" ujar penduduk pada centeng. . Lalu Jampang mendekati isteri tuan tanah. "Minggir lu bangsat ! " hardik centeng pada Jampang. lu juga ngerampok. yang kerjanya setengah mati. Jarnpang kemudian keluar dari kamar tersebut. lalu mengambil air wudhu. kemudian uang emas dan beberapa potong kain sarung dikumpulkan dalam sebuah kain sarung. kemudian mengangkat kasurnya. melaksanakan sholat subuh. Jampang membagi-bagikan sebagian rampasannya ke rumahrumah penduduk miskin. Jampang mencari tahu tentang tuan tanah tersebut semakin bengis dalam menagih pajak. "Hei perempuan. menutup pintunya perlahan-lahan. tidak perduli keluhan penduduk mengapa tagihan pajak begitu cepat dari waktunya. tidak bisa menahan diri. mengambil kunci. " ujar isteri tuan tanah minta belas kasihan " Ambilin kuncinya. ngebacot gua golok " hardik centeng." ujar Jampang menatap tajam ke muka isteri tuan tanah. Setelah peristiwa tersebut. cepat!" " Lepasin aye" " Tidak. Jampang segera menyimpan sisa rampasan. Sampai di rumah. Ia mengambil jalan lewat tegalan sawah menuju ke Kebayoran. mana kuncinya ?" lsteri tuan tanah menunjuk kearah kasur. melucuti kalung. " Serahin semua bawaan lu " pinta Jampang. melompat lewat jendeia kemudian mendekati pagar. ini semua keringat penduduk. kemudian tidur lelap. mengarnbil uang dan emas yang ada dalam lemari. Selama perjalanan. Jampang membuka lemari. Jampang melangkah waspada." Ampun. Jampang tiba di rumahnya saat hampir subuh. lu enak-enak main rampas. berjingkat ke arah kamar yang tempat ia masuk. Jarnpang mengarah isteri tuan tanah ke sisi kasur. lu pikir semua bande ini milik lu?" ujar Jampang seraya menengadahkan kepala isteri tuan tanah dengan tangannya. Kemudian Jampang mengikat isteri tuan tanah dan menyumpal mulutnya dengan kain. " Lu mau ngerampok ?" " Emang kenape. tidak melalui jalan yang biasa dilalui orang. "Bande ini laki lu rarnpas dari rakyat. lalu melompat keluar.

si Jampang sangat dibenci dan diburu. kemudian hilang dari pandangan. " Ambil yang kalian punya" ujar Jampang. segera dijegal Jampang. Pasar Ikan. lu mau sekolah apa lu mau ngaji?" Tanya Jampang. Sehari harinya Jampang sangat memperhatikan anaknya. kemudian terbirit-birit menjauh dari Jampang. Anaknya dititipkan di rumah mertuanya. Jampang terus berpindah tempat diantaranya Grogol. Anaknya tumbuh menjadi dewasa dan kekar. Penguasa penjajah mengerahkan polisi untuk mengintai si Jampang. Jampang terus melakukan aksinya setiap malam ke rumah tuan tanah. . anaknya dititipkan dirumah mertua. Baru setelah anaknya berusia diatas sepuluh tahun. sebagian berlutut ingin mencium kakinya. karenanya Jampang tidak beroperasi dikampungnya. Perkelahian menjadi seru. "Eh lu tong. " Jangan ! gue bukan Belande.Centeng-centeng segera mengayunkan goloknya ke arah Jampang. Para penduduk memilih barang mereka kemudian mendekati Jampang. Jampang tak ingin mertuanya dan anaknya susah. lalu menghardik mereka. Jampang juga selalu menghadang para centeng yang menagih pajak atas penduduk. Seorang centeng yang mencoba melarikan barang. demang dan Belanda. Penduduk segera berdatangan. Karena aksinya. tuan tanah. jika kebetulan menginap di rumah. namanya dikenalluas oleh penduduk si Jampang dihormati dan dielu-elukan kehadirannya. Setiap ada kesempatan Jampang mendatangi rumah mertuanya menemui anaknya. Jampang berkata pada anaknya. rumah para centeng dan rumah orang kaya. Satu persatu centeng berhasil dilumpuhkan. sementara jagoan centeng para tuan tanah tidak mampu membunuh Jampang dalam setiap perkelahian. Dengan sigap Jampang melayani perkelahian dengan para centeng. Jampang melemparkan barang-barang rampasan dari centeng kepada penduduk. Jampang mengajak tidur dirumah mereka. Kemudian Jampang berlalu dari tempat itu. bangun ! pulang kerumah masing-masing " seru Jampang. Bang " penduduk memberi hormat. Mencapai usia 15 tahun. " Bangun ! pergi atau gue cabut nyawa elu-elu" Para centeng dengan susah payah bangun. jika Jampang beroperasi. Selain melakukan aksi perampasan malam hari. kemudian Jampang melemparkan golok mereka ke rumput ilalang. tetapi karena ia selalu berpindah-pindah tempat operasinya. gua mau nanya ame lu. Tanjung Priok dan Tambun Bekasi. sedangkan bagi para centeng. sulit bagi polisi Belanda menangkapnya. Akibat keberhasilan yang selalu memihaknya Jampang digelari penduduk sebagai Si Jampang Jago Betawi. " Terima kasih. Jampang juga mengajarkan anaknya ilmu serta ilmu agama seadanya jika kebetulan di rumah.

bini gua udah meninggal Put. Anak laki-laki. "Betul" jawab Ciput tersenyum. Sarba udah meninggal ??? kalo gitu istri Sarba si Mayangsari menjande ye Put?" Jampang berkelakar. Jampang kemudian menyerahkan anaknya pada seorang guru ngaji. Sarba telah lama meninggal dunia" Mayangsari menjawab dalam nada sedih."Ngaji aye nggak mau. "Eh Put kemana Sarba?" tanya Jampang antusias. Ciput masuk ke dalam rumah. Jampang tersentak bangun dan menyalami Mayangsari. Abang Sarba pergi kemane?" Jampang berpura-pura tidak tahu. "Wah. gua sedang kagak punya bini. "Abang lu jangan ditanya. Jampang kaget bukan kepalang. kebetulan sekali Put. ape mau die kawin arne gua?" Jampang minta Ciput untuk memberitahukan keinginannya pada Mayangsari. Jampang bagaikan tak percaya pada pertanyaan Ciput. gua punya kawan yang bernama Sarba di tanah perkembangan Tambun" kata Jampang. sekolah juga aye ogah. "Sakit apa abang Sarba kok aye nggak dikabarin" Mayangsari kemudian menjelaskan. Kemudian pak Samat membakar kemenyan sambil membuka mantera-mantera. Abang lu . Anak perempuan atau anak laki-laki? Setannye diem aja. kalau babe mau kawin. Disana kita diterima juru kunci yang bernama Pak Samat.. Jampang gembira sekali karena akan bertemu temannya yang sudah lama berpisah. baekan lu kawin aje dah". "Mayangsari . babe aja dah yang kawin". kalau lu ogah semua. Beberapa waktu kemudian Ciput dan Mayangsari menemui Jampang. ketika gua ama abang lu belum punya anak. Aye kepengen belajar main pukul kaye babe". "Kalo lu punya nyak lagi. "Lu jangan main pukul kaya bapak lu. "Apakah gua bakal punya anak?" Tuh setan manggut-manggut. sementara Jampang duduk di serambi rumah. Di tanah perkembangan Jampang di sambut oleh Si Ciput pembantu rumah tangga Sarba. dan tak lama keluarlah setan dari tempat keramat itu. Anakku perempuan? Setannye geleng kepala. dulunye kite bedua pegi ke gunung Kepuk Batu. Abang lu Sarba bertanye kepada to setan. "Sarba pan udah meninggaI" ujar Ciput tenang menjawab pertanyaan Jampang. Setelah itu Jampang pergi ke tanah perkembangan menemui Sarba temannya. Coba lu omongin ame Si Mayangsari. Jampang tertawa mendengarkan jawaban dan usulan anaknya. Maksudnya kita mau ziarah di makam keramat sembari mohon supaya dikasih anak.. Put. "Hah! Masa iye Put. kalau gitu aye mendingan sekolah aje. Setannye manggut-manggut. "Begini Jampang. "Aye kagak mau kawin be.

Kalo dapet anak laki-laki akan bawain sepasang Bekakak Kebo. Sarpin kaget melihat kedatangan Jampang. lahirlah seorang bayi laki-laki. lu urusin sendiri diri lu. Jampang bertekad untuk menutupi malunya dengan menikahi Mayangsaridengan jalan apapun. "Die sedang sekolah di Bandung" jawab Mayangsari. kemudian bangkit meninggalkan Jampang duduk sendiri. Ciput masuk ke rumah untuk melunakan hati Mayangsari. Mereka menemui seorang dukun manjur untuk mendapatkan ilmu pelet agar Mayangsari tergila-gila padanya. maka untuk menentramkan hati gue. Jampang juga menjanjikan hadiah bila Ciput bisa meluluhkan hati Mayangsari. Setelah itu gue ame abang lu pulang lagi kerumah dan beberapa bulan kemudian gue ngandung sesudah genap usia kandungan gue. saya berjanji akan membawa sepasang Bekakak Kebo yang ditusuk dari pantat sampai kepala katanye. Jampang belum menyerah. keadaan sulit mane si Abdih pengen disekolahin.bilang kalau saye dapat anak laki-laki. Hal ini menurut dukun. Tapi malang nasib Abang lu si Sarba dadakan aja tuh jatuh sakit dan lantas kontan meninggal di tempat plesiran itu juga. "Lu jangan ngerecokin gue Jampang. Jampang memanfaatkan kesempatan. Jampang pergi kerumah keponakannya. Ia meminta Ciput memberitahu kepada Mayangsari bahwa niatnya bukanlah main-main. gue arne abang lu tuh jadi bingung abis gimane. "Mpok jande. Bang Sarba tidak menepati janjinya waktu memuja-muja di gunung Kepuk Batu. dan meminta Sarpin membantu. pamannya yang sudah lama tak bertemu. Ternyata Mayangsari marah besar. ape lu mau cari jande kek. Pak Dul dukun manjur dari kampung Gabus memberikan ilmu pelet kepada Jampang. "Kemane anak Mpok si Abdih itu?" tanya Jampang. dialog tersebut untuk menyampaikan maksudnya. Mayangsari kemudian keluar menemui Jampang sambil berujar." Demikian Mayangsari menjelaskan panjang lebar tentang kematian Sarba. itukan nggak pantes" Mayangsari sangat berang. Jampang beranjak meninggalkan rumah temannya almarhum Sarba. nah baeknya kita kawin aje kan klop" ujar Jampang serius dan mengharapkan jawaban. "He Jampang. perawan kek itu urusan lu asal jangan lu mau kawin ame gue. Dalam kesempatan yang tepat Jampang melontarkan niatnya. aye dude. anak itu gue kasih nama Abdih. Kepada Sarpin Jampang menceritakan pengalamannya dengan Mayangsari. Ciput mendapat sumpah serapah. Jampang merasa malu dengan perlakuan Mayangsari. Lima belas taon udehnye tentunya si Abdih udeh gede. Sarpin keponakan Jampang juga seorang jagoan. Bang Sarba lu tuh ngajakin gue jalan-jalan dan plesiran sambil ngajakin si Abdih ke Betawi. Jampang dengan serius mendengar penjelasan Mayangsari. . gue lagi bingung nih" seraya meludahi muka Jampang kemudian masuk ke rumah. Sarpin dengan senang hati bersedia membantu pamannya. kalo lu pengen kawin.

Setelah ayahnya meninggal karena sakit. Parasnya amat cantik. Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. Cerita Rakyat Betawi. 05 October 2009 11:45 Jakarta.Berbekal ilmu pelet tersebut. Di masa hidupnya. Jampang kemudian diadili. Jampang kemudian mengajak Sarpin untuk merampas kerbau milik Haji Saud di Tambun. Ia berumur 20 tahun. Beberapa hari kemudian Abdih anak Mayangsari pulang dari Bandung. tamatlah riwayat Si Jampang." Mengetahui syarat yang diajukan.Alkisah menurut cerita pada masa dahulu. sembuh. 2004 Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Nenek Jenab dengan Buaya Buntung Monday. "Apa syaratnye?" tanya Jampang. sehingga tumbuh dewasa sebagai gadis cantik. Setelah ibunya. Jenab diurus ibunya dengan baik. Rumah itu warisan ayahnya. Jampang dan Sarpin tertangkap dan dipenjarakan. lalu Abdih berupaya menyembuhkan. Abdih mengetahui sebab ibunya menjadi gila. Jampang menemui Mayangsari kontan saja Mayangsari menjadi gila. ayah Jenab kaya raya dan terpandang di kampungnya. hiduplah seorang gadis yang bernama Jenab. menemukan ibunya gila. Abdih menemui Jampang dan menceritakan bahwa ibunya bisa menikah dengan Jampang asalkan dipenuhi syarat. "Syaratnya Bapak Jampang harus memberi mas kawinnya kebo sepasang. Jago betawi yang dibenci penjajah beserta kaki tangannya tetapi dicintai oleh penduduk. Ia tinggal bersama ibunya yang sudah tua di sebuah rumah yang besar dan indah. Jampang dan Sarpin temyata telah dikepung berpuluh serdadu Belanda bersenjata lengkap. Regu tembak menarik pelatuk dan ajalnya memang tiba.go. Kedua orang tuanya amat menyayangi Jenab sebagai anak semata wayang. Jampang menjadi kuatir dan pergi. Kecantikannya itu terkenal di seluruh kampung di Betawi. Boleh . Dalam perjalanan pulang. Jampang dengan tabah menuju tiang gantungan sambil berdoa memohon ampunan kepada Allah bahwa apa yang dilakukan olehnya tak lebih dari reaksi orang-orang tertindas oleh kejaliman penjajah beserta kaki tangannya. segala aksinya sejak dulu diungkapkan di persidangan dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya. Dalam aksi perampasan mereka dengan mudah membawa kerbau tersebut.id .

kalau begitu. ibu sudah tua. Meskipun demikian. Ibunya berpikir sejenak. bu. nak. "Mat Bongkar. ibu tak ingin turut campur lagi" . Pada suatu hari berkatalah ibunya kepada Jenab : "Jenab. Sifatnya dari hari ke hari menjadi makin kasar. lalu berkata : "Coba ibu katakan. itu alasanmu menolak si Ayub. sehingga banyak pemuda yang menghindar darimu. ingin sekali bermenantu. dan berkata : . hidungnya pesek. Roing berusaha tersenyum lagi. Pada suatu hari. lalu berkata lagi : "Lamaran si Ayub dulu mengapa kau tolak ? Padahal ia berasal dari keluarga terpandang". Tapi bagaimana dengan Mat Bongkar yang tubuhnya tinggi dan tegap. "Oh. Sayang di balik kecantikannya itu Jenab mempunyai sifat tercela. si Ayub yang pendek itu ? Maaf. Tiba-tiba beberapa lembar kertas yang disapunya melayang dan jatuh di kaki si Roing. kemudian ibunya berkata: "Baiklah. Tapi kulihat. sehingga seluruh pemuda tergila-gila padanya. apakah engkau ingin menjadi tua tanpa suami yang mendampingimu ? Rubahlah perangaimu. Jenab. Karena itu banyak pemuda yang akhirnya kecewa terhadap Jenab. adalah seorang pemuda bernama Roing berjalan di depan rumah Jenab. Jenab asyik menyapu beranda rumahnya. Jenab malah membuang muka. terserah kepadamulah. nanti Jenab jelaskan mengapa Jenab tidak mau dengan dia". Ia angkuh. Roing tersenyum. Percakapan dengan ibunya ini tidak mengubah perangai Jenab. lagi pula ia miskin". nak " Jenab termenung. ia tetap sombong. Ibunya bangkit amarahnya. dan berkata : "Jenab." Ibunya sangat terpukul dengan jawaban Jenab. siapa gerangan pemuda yang ingin melamarku. dan ia terkejut bukan kepalang melihat gadis cantik sedang menyapu.dikatakan tak ada kekurangannya kecantikan Jenab itu. ibunya bersedih hati. aku tak tertarik padanya. Jenab tolak juga kan ?". ada juga pemuda yang tertarik kepada Jenab. Hal itu menyebabkan keangkuhan Jenab menjadi-jadi. Pemuda itu menoleh ke arah dari mana datangnya sampah. sehingga tak terpandang olehnya si Roing itu. Melihat tingkah laku Jenab yang kasar. engkau terlalu angkuh dan sombong. Ibunya kemudian berlalu dengan hati yang kecewa meninggalkan Jenab. bu.

Hatinya tertarik. lalu menjalankan aksi kejahatan. Jika perampok itu melanggar. perampok itu bertatap pandang dengan Jenab. Jenab menjawab dengan tegas : "Kau sungguh kurang ajar dan tak tahu kesopanan. dan bertanya kepada seorang wanita penjaja kopi: "Mpok siapa gadis cantik yang berdiam di rumah besar dan indah itu ?" "Oh. Perampok itu turun gunung. Setelah berdoa dan sembahyang. tetapi tidak seorang wanita pun dapat menarik hati si perampok. tetapi hatinya yang sakit susah diobati. perbuatan jahat ini tak diketahui orang siapa sesungguhnya pelakunya. bolehkah aku menolongmu ?". tapi sombong. dan kembali ke kampung. Syarat yang harus dipenuhinya ialah si perampok tak boleh menikah seumur hidupnya. si pertapa mesti menjalankan syarat yang ditentukan jin Afrit dan menuruti kemauannya. namun Jenab segera masuk ke dalam rumahnya. Roing tertidur. karena ia teringat perjanjiannya dengan jin Afrit. Dalam tidur ia bermimpi kedatangan seorang lelaki tua bersorban dan berjanggut putih seraya berkata padanya: "Janganlah kau bersedih anakku. Banyak orang yang memandang harta menginginkan perampok itu menjadi menantunya. Maka ia pun kaya raya sebagai hasil perbuatannya menjarah harta orang lain. menurut cerita di kampung itu hidup seorang perampok. Suatu hari kelak ia akan mendapat balasan Tuhan atas kesombongannya itu" Syahdan. dan setelah jin Afrit muncul perampok dapat menerima syarat yang diminta jin Afrit. . Akhimya ia berdoa kepada Tuhan agar memperoleh jalan untuk mengatasi perasaannya itu. Ia berusaha melupakan peristiwa itu. Perampok itu ingin menuntut ilmu hitam. Bila sampai waktunya. itu si Jenab. beraninya kau menyapa gadis yang belum kau kenal". Caranya dengan bertapa di dalam gua di pegunungan tersebut. Maka ia pun mengumpulkan pengikut. maka jin Afrit penguasa gunung akan muncul dan menurunkan ilmu hitamnya kepada si pertapa. maka ia pun menjadi orang terpandang di kampung itu. Tidak mungkin deh ada lelaki yang dapat mengawininya". Dengan kecewa Roing berlalu dari rumahJenab. Karena ilmu hitam yang dimilikinya itu. Jenab itu bukan jodohmu. yaitu ilmu kejahatan di sebuah gunung yang angker. Perampok tadi melakukan tapa. Maka iapun menerima ilmu hitam dari jin Afrit. Perampok itu lalu singgah di sebuah warung kopi. Tapi sebagai imbalannya. maka ia akan menjadi seekor buaya. Pada suatu hari ketika berjalan di depan rumah Jenab. Sebenarnya si perampok hatinya galau. Dia cantik memang. Dari hari ke hari Roing merasakan sakit hatinya dihina Jenab. Karena kekayaannya."Mohon maaf.

Namun haji itu sudah mendengar sejak lama perbuatan Mi'ing yang tidak senonoh. Tak disangka Jenab menerima lamaran perampok itu. Ternyata Jenab amat tertarik mendengar dari balik pintu percakapan perampok dengan ibunya itu. tenda besar dipasang di depan rumah Jenab. Tapi Mi'ing bertabiat buruk. perampok itu merasa ditantang. Teman-temannya segera melarikan Mi'ing. Ia mengatakan terkena kecelakaan. Haji melihat dari kegelapan anak-anak kurang ajar itu bertolak dari rumahnya sambil memapah Mi'ing. tak ada yang tahu bahwa ia sesungguhnya perampok belaka. Ketika itu si perampok tidak berada di rumah. langsung haji menebas Mi'ing dengan goloknya. Mi'ingpun tumbuh sebagai anak laki-laki yang tampan. Tak lama kemudian Jenab pun hamil. Mi'ing yang tidak menyangka dirinya akan kena batunya tak dapat menghindar dari sabetan golok haji. Dengan terbata-bata Mi'ing mendustai ibunya tentang na'as yang menimpa dirinya. Perampok itu makin melupakan perjanjiannya dengan jin Afrit. Tulang pinggul Mi'ing patah terkena golok haji.nafsu ingin menikah dengan Jenab. Undangan disebar ke seluruh sanak saudara dan handai taulan. Mi'ing dapat disembuhkan. Dan pesta pun berlangsung dengan meriahnya selama tiga hari tiga malam. Maklum perampok itu di kampung dikenal sebagai orang kaya. Ia bergegas meninggalkan warung. Kedua orang tuanya merawat Mi'ing dengan kasih sayang. Sembilan bulan kemudian Jenab melahirkan seorang anak lelaki yang gagah dan diberi nama Mi'ing. Sehari-hari Mi'ing bemain dengan sesama anak orang kaya juga. Ia selalu menyelipkan sebilah golok di pinggangnya bila berjalan mengelilingi kebun buahnya. Perampok mengajukan lamaran. Jenab bertanya kejadian apa yang telah menimpa Mi'ing. Ia serakah dan suka mengambil barang milik orang lain. Tidak perlu diceritakan betapa gembiranya perampok itu mendengar lamarannya diterima Jenab. . Dialah satu-satunya laki-laki yang mampu meminang Jenab. Perampok itu hidup dengan Jenab sebagai suami isteri. Perjanjiannya dengan Jin Afrit dilupakannya demi hawa. Pada suatu hari ia nekad bertandang ke rumah Jenab. Tengah malam Mi'ing masuk ke kebun milik haji bersama temantemannya dengan merusak pagar kebun. Ketika Mi'ing mendekat. tapi ia cacat. Jenab amat terkejut melihat anak kandung sibiran tulang digotong temannya dalam keadaan mandi darah. Ia diterima ibu si Jenab dengan baik. Ia jatuh tersungkur. Setiap malam haji itu tidur larut malam menjaga tanaman buah-buahannya.Mendengar keterangan penjaja warung. Pada suatu malam Mi'ing bermupakat dengan temantemannya untuk mengambil buah-buahan dari kebun seorang haji. Sehingga Jenablah yang mengurus segalanya. Maka persiapan pesta perkawinan pun diadakan. Haji bersiap menanti aksi Mi'ing. Ibunya sibuk memanggil orang yang pandai untuk mengobati Mi'ing. ibu si Jenab tidak menjawab melainkan masuk ke dalam rumah memberitahu Jenab.

Jenab memanggil nama suaminya lagi. Wajahnya menyerupai nenek-nenek. Maka Murtado disenangi oleh penduduk di kampung tersebut. baik ilmu agama maupun ilmu . Tak lama kemudian buaya buntung menyelam. terdengar suara gemuruh yang amat dahsyatnya yang didengar perampok dan Jenab : "Hei perampok celaka. karena ibunya telah lama meninggal dunia beberapa bulan setelah Jenab menikah. Yang menghibur Jenab adalah saat-saat ia berdiri di tepi sungai.Pada suatu malam ketika si perampok sedang tidur bersama isterinya Jenab. Buaya buntung kembali lagi ke tempat semula. Jenab berdiri di tepi sungai memanggil-manggil nama suami dan anaknya. Tak ada seseorang tempat mengadu. Sekarang engkau kami hukum. Jin Afrit dan setan-setan pegunungan meninggalkan perampok dan Jenab yang dalam kebingungan. Kini hanya tinggal buaya buntung saja yang ia jumpai setiap berdiri di tepi sungai. Jenab berlari ke kamar Mi'ing. Buaya buntung malah bergerak ke arah Utara sungai. Jenab memandang dengan sedih. Selain itu. Tahulah Jenab bahwa suaminya telah mati. Murtado adalah anak yang baik. Jenab menangis sejadi-jadinya. tapi kau bohong. Engkau ingkar janji. 2004 Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Murtado Macan Kemayoran 1 Juli 2009 · Disimpan dalam Cerita Rakyat DKI Jakarta · Tagged Murtado Macan Kemayoran Pada zaman penjajahan Belanda. Selang beberapa saat Jenab memekik sekuat-kuatnya melihat suaminya berubah jadi buaya. ia tekun menuntut ilmu. aku jin Afrit datang bersama setan-setan pegunungan. Jenab menjadi pemurung. Tetapi yang muncul hanya seekor buaya buntung. tampak sekali ia cepat tua. ha-haha" . Engkau dan anakmu menjadi buaya. seperti biasanya. ia hampir pingsan melihat Mi'ing berubah menjadi buaya buntung. Referensi : Dinas Kebudayaan dan Permuseuman. Itulah Mi'ing anaknya. di daerah Kemayoran tinggal seorang pemuda bernama Murtado. Pada suatu hari. Ayahnya adalah anak mantan lurah di daerah tersebut. Jenab menatap dengan cemas gerakan buaya buntung. Ia suka menolong orang yang membutuhkannya. dan sebelum meninggalkan rumah kedua buaya itu menatap wajah Jenab dengan sedih. Tapi tak ada lagi yang dapat dibuatnya melainkan mengantarkan dua ekor buaya itu ke tepi sungai. Kedua binatang itu merayap meninggalkan kamarnya masing-masing. Cerita Rakyat Betawi. dan harta bendamu akan kembali ke tempat asalnya. Sekitar 20 meter dari arah tempat Jenab biasa berdiri terlihat bangkai seekor buaya mengambang. Kau telah berjanji untuk tidak kawin.

Dalam perkelahian itu Murtado memperlihatkan ketinggian ilmu beladirinya. Rupanya Mandor Bacan tidak terima. Dalam upacara itu. Ditendang dan dihajarnya Bek Lihun hingga babak belur. Mandor Bacan ditunjuk mengawasi jalannya upacara itu. sehingga Mandor Bacan dapat dikalahkan dan lari terbirit-birit meninggalkan tempat itu kemudian melapor kepada Bek Lihun. Mendengar laporan mandornya. Setiap malam mereka merampas harta benda penduduk. Sampai suatu hari. Oleh Murtado dan teman-temannya semua hasil rampokan gerombolan itu diambil dan dibawa kembali ke Kemayoran. Dia mulai menghargai Murtado. Bek Lihun menjadi marah. Niat itu berhasil digagalkan Murtado. Mereka rupanya sudah lama menjalin kasih. Tiba-tiba Mandor Bacan melihat ke arah gadis itu dan berniat kurang ajar. Bahkan ia berkalikali mendapat teguran dari kompeni karena tidak dapat menjaga keamanan di kampungnya sehingga pajak-pajak untuk kompeni tidak berjalan lancar. Murtado mencari markas perampok itu di daerah Tambun dan Bekasi. Kemudian dikembalikan lagi kepada pemiliknya masing-masing. sebagian besar penduduk adalah petani miskin dan pedagang kecil-kecilan. satu ikat adalah untuk yang memotong. Bek Lihun akhirnya meminta bantuan kepada Murtado. Setelah kejadian-kejadian itu. Lalu terjadilah perkelahian. Bek Lihun mencoba mencelakai kekasih Murtado. Semua rakyat di daerah Kemayoran berterima kasih dan merasa berhutang budi kepada Murtado. Kadang-kadang juga melakukan pembunuhan. Belum lagi pajak yang ditarik oleh Belanda dan Cina sangat memberatkan. di kampung Kemayoran diadakan derapan padi. maka mulai insyaflah Bek Lihun. Di sana gerombolan Warsa dapat dikalahkan. Murtado yang menyadari bahwa ia juga bertanggung jawab atas keamanan kampung tersebut menyetujui permohonan Bek Lihun. keadaan masyarakat di daerah Kemayoran tidak tenteram. sedangkan yang empat ikat untuk kompeni. Ketika itu beberapa gerombolan perampok di bawah pimpinan Warsa mulai mengganas di Kemayoran. Sebenarnya daerah itu dipimpin oleh orang pribumi yang bernama Bek Lihun dan Mandor Bacan. Penduduk selalu diliputi rasa ketakutan akibat gangguan dari jagoan-jagoan Kemayoran yang berwatak jahat. Maka hilanglah kesabaran Murtado. Murtado pun tak ketinggalan ikut di samping gadis tersebut. ada seorang gadis cantik ikut memotong padi. Acara itu boleh dilaksanakan dengan syarat setiap lima ikat padi yang dipotong. Pada waktu itu. Namun keduanya telah menjadi kaki tangan Belanda sehingga mereka sangat kejam dan hanya memikirkan keuntungan pribadinya saja. ilmu bela diri juga dipelajarinya hingga ia menjadi seorang jagoan yang rendah hati. Berbagai upaya dilakukan untuk membunuh Murtado.pengetahuan lainnya. Warsa sendiri mati dalam perkelahian itu. tetapi tidak ditemukan. Bersama dua orang temannya yang bernama Saomin dan Sarpin. Menghadapi hal ini Bek Lihun merasa kewalahan. Akhirnya Bek Lihun minta ampun dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. Tak ketinggalan. . Namun semua upaya itu dapat digagalkan Murtado. Padahal. Pada suatu hari. Kemudian mereka pergi ke daerah Kerawang.

karena dia tidak ingin menjadi alat pemerintah jajahan. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara. di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa itu menggerakgerakkan tubuhnya yang lemah. Murtado pun aktif berjuang untuk membebaskan rakyat dari cengkeraman penjajahan. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing pergi. penindasan. minum. Seekor Anak Singa Singa dan Kambing Alkisah. bermain bersama anak-anak kambing lainnya. tidak berbeda dengan kambing-kambing lainnya. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu. Ia menyusu.Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya. Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. . dan pemerasan. Tetapi tawaran Belanda ini ditolak Murtado. Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum! la merasa dirinya adalah kambing. sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Mereka ingin mengangkatnya menjadi bek di daerah Kemayoran menggantikan Bek Lihun. Hari berganti hari. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu. makan.Penguasa Belanda pun sangat menghargai jasa-jasa Murtado. Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu. dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Seekor induk kambing tergerak hatinya.´ gumamnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa. ³Lebih baik hidup sebagai rakyat biasa tetapi ikut menjaga keamanan rakyat.

Ia melepaskan cengkeramannya. Anak singa itu terjerembab dan mengaduh. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala. serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Dengan sedikit berkelit. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. seperti kambing mengaduh. kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala.Suatu hari. terjadi kegaduhan luar biasa. Sama seperti kambing yang lain bukan auman. Semua ketakutan. ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya! Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras. tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Tak ada bedanya dengan kambing. ³Emmbiiik!´ Lalu ia mundur ke belakang. Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala. serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Induk kambing itu heran. Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Mengambil ancang ancang untuk menyeruduk lagi. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Melihat tingkah anak singa itu. Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah. ³Kamu singa. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa. ³Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang jahat itu!´ Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu! Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing. cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!´ Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Seketika itu juga ketakutannya hilang. Kambing-kambing berlarian panik. Bukankah singa adalah raja hutan? .

Begitu sampai di danau yang jernih airnya. Sang singa dewasa heran bukan main. ³Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!´ Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Singa dewasa itu terus mengejar. ³Jangan bunuh aku. ³Oh. Sang serigala terpelanting. Begitu melihat bayangan dirinya. seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing. Singa itu masih tertegun. Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing. Beberapa ekor kambing lari. induk kambing yang tidak tega. bukan kambing! Aku takkan memangsa anak singa! Namun anak singa itu terus lari dan lari. Anak singa itu ketakutan. tapi malah mengejar anak singa. anak singa itu terkejut. Dan pada saat itu. si raja hutan!´ ³Ya. Akhirnya anak singa itu tertangkap. karena kamu sebenarnya anak singa. ³Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!´ . Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit. persis seperti suara kambing. Lalu membandingkan dengan singa dewasa. yang lain langsung lari. Aku tidak membunuh anak singa!´ Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata. ammpuun!´ ³Kau anak singa. Sama dengan singa. bukan anak kambing. Semua kambing ketakutan dan merapat! Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat. ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan berkata. Anak singa itu langsung ikut lari. dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau. ³Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa. Di saat yang kritis itu. rupa dan bentukku sama dengan kamu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu. Bukan anak kambing!´ Tegas singa dewasa. ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu. Anak singa bangun. Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Suaranya bukan auman tapi suara embikan.Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan. Ia lari sekuat tenaga.³Ya kamu adalah seekor singa. Ketika hari sudah petang si Kera mulai merasa lapar. Anak singa itu lalu menirukan. Kemudian ia menangkap si Ayam dan mulai mencabuti bulunya. Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Kera. Lalu Si Ayam menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat. menggetarkan seantero hutan. karena kelakuan si kera.´ Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Kera. Pada suatu petang Si Kera mengajak si ayam untuk berjalan-jalan. Disana ia disambut dengan gembira. Si Kepiting adalah teman sejati darinya. ia dapat meloloskan diri. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang kediaman si Kepiting. ia ketakutan mendengar auman anak singa itu. Ya mengaum. ³marilah kita beri pelajaran kera yang tahu arti persahabatan itu. Ia berkata. ³Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!´ Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya. raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!´ Kata sang singa dewasa. Akhirnya. Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama. Si Ayam meronta-ronta dengan sekuat tenaga. termasuk penghianatan si Kera. dan mengaum dengan keras. Kera dan Ayam kera Pada jaman dahulu. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Kera untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan buahbuahan. tersebutlah seekor ayam yang bersahabat dengan seekor kera. Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. .

Pohon-pohon bertumbangan. mereka lalu berpantun. kerajaan itu cukup besar. Karena tidak bisa berenang akhirnya ia pun mati tenggelam. 1978. Kekayaan kerajaan bukan hanya dinikmati raja dan keluarganya. Tidak disangka-sangka musibah datang menimpa mereka. Sayang. Negerinya kaya raya sehingga penghasilan rakyat melimpah ruah.1/10 (209 votes cast) Konon. dkk. P dan K. Si Ayam dengan mudahnya terbang ke darat. Karena serbuan burung raksasa itu demikian mendadak. Si Ayam berkokok ³Aku lubangi ho!!!´ Si Kepiting menjawab ³Tunggu sampai dalam sekali!!´ Setiap kali berkata begitu maka si ayam mencotok-cotok perahu itu. Dalam sekejap mata. Beberapa hari berselang.edu (Disarikan dari Abdurrauf Tarimana. Langit menjadi gelap gulita karena tubuh burung itu amat besar. Ketika perahu sampai ditengah laut. .niu. 61-62) Ular Dandaung Print This Post y Rating: 8. Jakarta: Dept. mulailah perjalanan mereka. tetapi oleh burung raksasa yang tiba-tiba muncul. Mereka bukan diserang musuh yang iri pada kemakmuran dan kerukunan kerajaan. ³Landoke-ndoke te Manu: Kera dan Ayam. dahulu kala ada sebuah kerajaan. rakyat kerajaan panik luar biasa. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut. Menurut cerita. Rakyat dijemput maut tertimpa pohon atau terbenam dalam reruntuhan rumah dan gedung mereka. Mereka menyangka kiamat sudah datang. tidak pernah terjadi silang sengketa sehingga mereka dapat hidup berdampingan secara damai. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Tidak disebutkan oleh pencerita apa nama kerajaan itu. Pantaslah jika kerajaan itu selalu dalam suasana tenteram dan damai. Bangunan rata dengan tanah. Dengan rakusnya si Kera segera menyetujui ajakan itu. Kepak sayapnya memekakkan telinga. Mereka bingung dan tidak tahu akan berbuat apa menghadapi suasana itu.Kemudian si Ayam mengundang si Kera untuk berlayar ke pulau seberang. hal. ketenteraman itu tidak bertahan lama. Dengan kerajaan-kerajaan lain pun. kerajaan itu musnah binasa dengan segala isinya. Rajanya adil dan bijaksana. Sumber: seasite. tetapi rakyat pun turut menikmati. Tinggallah Si Kera yang meronta-ronta minta tolong.´ Cerita Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara.

Raja berpikir. tamatlah riwayat mereka. tiba-tiba seekor ular raksasa hadir di depan mereka. Raja bersama permaisuri dan ketujuh putri berkumpul menjadi satu kelompok. hewan. Entah dari mana datangnya. mereka tetap bersyukur kepada Tuhan karena terhindar dari malapetaka. Ular Dandaung. . Mereka sating merangkul. jika harus mati. ³Hamba ingin memperistri salah seorang putri Paduka. biarlah mereka mati bersama menjadi mangsa ular raksasa itu. Ular itu mengangakan mulutnya sehingga lidahnya yang besar dan berbisa bergerak-gerak keluar masuk mulutnya. asalkan Paduka mengabulkan permohonan hamba. ³Hamba tidak akan mengganggu Paduka. kerajaan yang sebelumnya subur makmur itu menjadi sebuah lapangan terbuka.´ Rasa takut raja sekeluarga berkurang mendengar ular itu dapat berbicara seperti manusia. Akan tetapi. Mereka bingung dan takut. permaisuri.´ tiba-tiba ular itu berkata. la tidak berani menolak karena takut akibatnya. dan putri-putri Paduka. barangkali datang serangan kedua.´ Tertegun sejenak sang raja mendengar permintaan Ular Dandaung.´ ujar ular raksasa itu. dan manusia di sana. Dengan mudah burung raksasa itu melihat mereka sebab tidak selembar daun lalang pun dapat dijadikan tempat untuk berlindung. Tuhan yang Mahabesar masih menginginkan kehadiran mereka di dunia. Dalam keadaan tidak menentu itu mereka dikagetkan lagi dengan kejadian yang membuat mereka semakin putus asa. kecuali raja bersama permaisuri dan ketujuh putrinya. ³Nama hamba Dandaung.Ibarat sebuah negeri kalah perang. Jika hal itu terjadi. Tiada tumbuhan. Seekor ular raksasa ingin memperistri anaknya? Tidak masuk akal ular menikah dengan manusia. ³Paduka tak usah takut. ³Siapakah engkau? Apakah keinginanmu?´ tanya sang raja.

Di kemudian hari terbukti bahwa di samping seorang raja yang tampan.´ Raja dan permaisuri terkejut melihat kejadian itu. Hanya keenam putrinya tidak habis-habisnya menyesaii diri mereka.´ kata putri bungsu ketika ditanya ayahandanya. Akan tetapi. . apatagi is seorang raja.´ sahut sang raja. pemuda itu berkata. lengkap dengan segala peralatan dan rakyatnya. ³Aku harus menanyakan hal ini kepada putriku satu per satu!´ Seorang demi seorang putrinya ditanya. Berbagai cemooh mereka lontarkan. Sang raja sudah membayangkan akibat buruk yang akan mereka terima andaikata putrinya menolak. Putri sulung sampai dengan putri keenam menolak diperistri Ular Dandaung. Ia juga menciptakan sebuah kerajaan Baru. Pada suatu matam. tetapi juga tidak menerima lamaranmu. ³Hamba bersedia menjadi istrinya. aku suamimu si Ular Dandaung. putri bungsu terbangun dari tidur. Ketika mertuanya tidak mampu memerintah lagi. mereka bangga mendapat menantu yang sangat tampan. Ular Dandaung menggantikannya dan putri bungsu menjadi permaisurinya. Ia amat kaget karena bukan Ular Dandaung yang berbaring di sisinya melainkan seorang permuda tampan. ³Aku bukan orang lain. Ular Dandaung juga seorang yang mempunyai kehebatan. Aku seorang raja yang Baru terbebas dari kutukan. tetapi putri bungsu menerimanya dengan tabah. Tentu saja kakak-kakaknya mengejek putri bungsu. Dengan kesaktiannya. Pendiriannya tidak tergoyahkan. Belum habis rasa herannya. burung raksasa yang menghancurkan kerajaan mertuanya dapat ditaklukkan dan dibunuh.³Aku tidak menolak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful