P. 1
80___southern_philippines_backgrounder_bahasa

80___southern_philippines_backgrounder_bahasa

|Views: 401|Likes:
Dipublikasikan oleh Asaree Deesaeh

More info:

Published by: Asaree Deesaeh on Apr 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

Sections

  • I. PENDAHULUAN
  • II. LATAR BELAKANG KONFLIK DI FILIPINA SELATAN
  • III. TEROR DAN PROSES PERDAMAIAN
  • IV. TEROR DAN FRAKSI DI MILF
  • V. KAMP HUDAIBIYAH DAN AKADEMI MILITER ISLAMI
  • A. CIKAL BAKAL KERJASAMA JI - MILF
  • B. PERKEMBANGAN KAMP HUDAIBIYAH
  • A. RUMAH AMAN DI GENERAL SANTOS CITY
  • B. MEMBANGUN KEMBALI HUBUNGAN ABU SAYYAF
  • VIII. BOM DAVAO
  • IX. KERJASAMA BERJALAN MILF DENGAN KELOMPOK JIHAD
  • X. KESIMPULAN
  • KRONOLOGI PERISTIWA BOM DAN PERKEMBANGAN TERKAIT DI FILIPINA
  • PROSES PERDAMAIN GRP-MILF
  • ABOUT THE INTERNATIONAL CRISIS GROUP

LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN: TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN

13 Juli 2004

ICG Asia Report N°80 Singapore/Brussels

DAFTAR ISI RINGKASAN EKSEKUTIF .......................................................................................................... i

I. II. III. IV. V.

PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1 LATAR BELAKANG KONFLIK DI FILIPINA SELATAN .................................... 4 TEROR DAN PROSES PERDAMAIAN ..................................................................... 7 TEROR DAN FRAKSI DI MILF ............................................................................... 11 KAMP HUDAIBIYAH DAN AKADEMI MILITER ISLAMI .............................. 16
A. B. CIKAL BAKAL KERJASAMA JI - MILF.................................................................................17 PERKEMBANGAN KAMP HUDAIBIYAH ...............................................................................19

VI. AL-GHOZI DAN BOM JAKARTA SERTA PEMBOMAN HARI RIZAL, 2000 22 VII. ZULKIFLI, BOM DEPARTMENT STORE FITMART, DAN HUBUNGAN ABU SAYYAF ....................................................................................................................... 24
A. B. RUMAH AMAN DI GENERAL SANTOS CITY ........................................................................26 MEMBANGUN KEMBALI HUBUNGAN ABU SAYYAF ..........................................................27

VIII. BOM DAVAO ............................................................................................................... 28 IX. KERJASAMA BERJALAN MILF DENGAN KELOMPOK JIHAD................... 31 X. KESIMPULAN ............................................................................................................. 32 LAMPIRAN
A. B. C. D. E. F. G. PETA FILIPINA.....................................................................................................................34 KRONOLOGI PERISTIWA BOM DAN PERKEMBANGAN TERKAIT DI FILIPINA ........................36 PROSES PERDAMAIAN GRP-MILF......................................................................................38 KOMUNIKE BERSAMA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK FILIPINA DAN MORO ISLAMIC LIBERATION FRONT ............................................................................................................43 ABOUT THE INTERNATIONAL CRISIS GROUP .......................................................................44 ICG REPORTS AND BRIEFING PAPERS .................................................................................45 ICG BOARD OF TRUSTEES, INTERNATIONAL ADVISORY BOARD AND SENIOR MEMBERS .....48

ICG Asia Report N°80

13 Juli 2004

LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN: TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN RINGKASAN EKSEKUTIF
Laporan yang terus mengalir mengenai kaitan antara kelompok separatis Moro Islamic Liberation Front (MILF /Front Pembebasan Islam Moro) dan jaringan teror Jemaah Islamiyah (JI) membawa suasana mendung dan merupakan ancaman bagi proses perdamaian antara MILF dan pemerintah Filipina. Kendati pimpinan MILF tetap menampik segala kaitan tersebut, seluruh bukti menunjuk adanya hubungan operasional dan pelatihan yang masih berjalan. Yang belum jelas, apakah pucuk pimpinan mengetahui keberadaan kegiatan tersebut dan enggan mengakuinya, atau anggota JI serta kelompok jihad yang sealiran menjalin hubungan dengan komandan MILF secara perorangan tanpa sepengetahuan pimpinan MILF. Laporan latar belakang ini, yang merupakan kelanjutan serangkaian laporan mengenai terorisme di Asia Tenggara, menilik sejarah persekutuan antara JI dan MILF, seberapa jauh kerjasama yang dijalin di masa lalu, serta status hubungan saat ini. Paradoks sentris pada proses perdamaian di Filipina selatan adalah bahwa proses tersebut merupakan hambatan jangka pendek utama mendongkel jaringan teroris sekaligus unsur yang senantiasa perlu bagi setiap upaya jangka panjang penanggulangan teror. Upaya bergerak langsung melawan teroris yang tertanam di wilayah yang dikuasai MILF membawa risiko terjadinya peningkatan kekerasan serta macetnya perundingan. Akan tetapi tanpa kesepakatan perdamaian yang berhasil, daerah tersebut akan tetap ditandai iklim ketiadaan hukum yang merupakan lahan subur bagi terorisme. Yang perlu dicapai pada jangka pendek adalah mencegah kemungkinan meletusnya kembali perang. Salah satu langkah yang dapat diambil, yaitu segera memberlakukan mekanisme kerjasama antara pemerintah Filipina dan MILF yang telah disepakati kedua belah pihak pada tahun 2002 namun belum pernah dijalankan, untuk bertindak terhadap unsur kriminal yang mencari suaka di wilayah MILF. Hal ini perlu diperkuat agar teroris asing diperhatikan secara khusus. Peningkatan akuntabilitas MILF terhadap proses perdamaian melalui cara tersebut dapat diimbangi dengan menunjuk dewan perdamaian tetap di pihak pemerintah Filipina, yang dilengkapi sumber daya yang memadai guna membangun kesepakatan diantara para stakeholder utama, mengenai bentuk otonomi yang lebih sempurna. JI yang kini mempunyai reputasi buruk akibat kegiatannya, terutama di Indonesia, mulai bercokol di daerah Filipina selatan pada tahun 1994 dengan memperdalam hubungannya dengan kelompok separatis MILF yang dirintis ketika sama-sama berada di Afghanistan pada tahun 1980an. Hubungan pribadi yang terjalin antara ketua MILF pertama Salamat Hashim dengan pimpinan JI seperti Abdullah Sungkar dan Zulkarnaen memungkinkan berdirinya kamp pelatihan dibawah perlindungan MILF yang meniru sistim kamp di Afghanistan dimana organisasi tersebut pertama dibentuk, serta pengalihan keterampilan yang mematikan kepada generasi baru operator. Selain mengisi jajaran JI di Indonesia yang terkikis akibat penangkapan yang dilakukan pada masa pasca bom Bali, beberapa lulusan tersebut telah melancarkan serangan teror di Filipina bersama unsur MILF setempat dan Kelompok Abu Sayyaf. Menurut informasi yang diperoleh ICG, ada indikasi bahwa arsitek dari serangan-serangan yang dilakukan belum lama ini adalah lulusan kamp di Mindanao yang berasal dari Jawa bernama Zulkifli.

Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80, 13 July 2004

Page ii

Zulkifli ditangkap di Malaysia pada akhir tahun 2003, namun sebelum itu ia berhasil mengarahkan aksi bom di Davao pada Maret dan April 2003, yang menewaskan 38 orang dan hingga saat ini merupakan hambatan besar bagi perundingan perdamaian. Hubungan JI-MILF jelas tengah berlanjut, namun dengan cara yang lebih didesentralisasi. Semenjak tentara Filipina melibas kamp-kamp utama MILF pada tahun 2000, pasukan MILF tersebar menjadi satuan-satuan yang lebih kecil dan bersifat otonom, dan kadang kala tidak diakui pimpinan MILF yang menyebutnya “komando-komando yang hilang”. Sebelumnya bentuk MILF memang sudah agak longgar, akan tetapi menyusul gebrakan tahun 2000 serta kematian Salamat Hashim di bulan Juli 2003, satuan-satuan tersebut menjadi kian mandiri. Saat ini belum begitu jelas bagaimana pandangan pimpinan baru MILF yang mengitari pengganti Hashim, yaitu Al-Haj Murad, terhadap ikatan dengan JI. Secara resmi, MILF telah menafikkan terorisme. Karena itu, mengingat apa yang kini terungkap mengenai kaitan JI-MILF, ada tiga kemungkinan menafsirkan sikap resmi tersebut, yang seluruhnya menunjukkan dampak buruk bagi proses perdamaian. Jika pucuk pimpinan MILF yang terlibat perundingan perdamaian memang tidak tahumenahu tentang kerjasama dengan JI pada tingkat lokal, atau menganut sikap “jangan bertanya, jangan ungkapkan” yang memberi keleluasaan bagi komandan setempat untuk bertindak sendiri-sendiri, maka lepasnya kendali dari pusat tersebut bisa jadi berarti kesepakatan tidak mungkin dilaksanakan. Jika setidaknya beberapa pejabat utama MILF bukan saja mengetahui adanya hubungan dengan JI, bahkan memandangnya sebagai unsur penting dalam menerapkan strategi “berunding sambil berperang”, maka itikad baik yang mutlak diperlukan agar perundingan berhasil menjadi tanda tanya. Ketiga kemungkinan tersebut dapat dikaitkan dengan pengelompokan menjadi faksi yang terjadi didalam tubuh MILF yang tampaknya kian menajam sejak kematian Salamat Hashim.

Singapore/Brussels, 13 Juli 2004

ICG Asia Report N°80

13 Juli 2004

LAPORAN LATAR BELAKANG TENTANG FILIPINA SELATAN : TERORISME DAN PROSES PERDAMAIAN
I.
PENDAHULUAN
hubungan kerjasama dengan seluruh kelompok tersebut, terutama dengan JI yang konon menyelenggarakan pelatihan pada kamp-kamp yang dikuasai MILF dan yang selnya di Mindanao merencanakan sejumlah besar tindakan teror yang terjadi di Filipina antara tahun 2000 hingga 2003. MILF menyangkal seluruh kaitan tersebut. Ada perbedaan dasar antara Negara Filipina dengan tetangga-tenagganya di Asia Tenggara yang samasama menjadi sasaran JI. Di Filipina terdapat gerakan pemberontakan Islami yang telah berlangsung lama dengan kekuatan yang mampu menghambat penyelenggaraan tugas negara di sebagian besar wilayah selatan, akan tetapi dalam keadaan desentralisasi yang sedemikian sehingga apa yang terwujud bukannya pemerintah bayangan, melainkan kantong-kantong anarki. Daerah-daerah kekuasaan tersebut didominasi oleh “komandankomandan” pemberontak setempat dengan kadar keterikatan yang berbeda-beda terhadap koalisikoalisi payung semacam MILF atau ASG, namun dengan kekuasaan yang lebih berakar pada piramida loyalitas marga dan suku yang bersifat khusus. Tidak jelas seberapa jauh pimpinan pusat MILF dapat mengendalikan komandan-komandan tersebut. Proses negosiasi dengan MILF yang telah berjalan sejak tahun 1996 kerap mengalami kemacetan akibat permasalahan “komando yang hilang” maupun “unsur-unsur tak terkendalikan” yang bernaung di wilayah MILF namun tidak diakui oleh pimpinan MILF. Laporan ini mengkaji hubungan MILF dengan organisasi-organisasi teroris setempat, dengan lebih menyorot kepada JI. Laporan menonjolkan kesulitan-kesulitan khusus yang dihadapi negara Filipina dalam menumpas jaringan teroris yang tertanam pada sebuah pemberontakan domestik dengan kerumitan dinamika tersendiri. Perlawanan yang efektif terhadap jaringan-jaringan tersebut menuntut sebuah gabungan langkah-

Bayang-bayang terorisme tengah menghantui proses perdamaian di Filipina selatan. Laporan yang terus mengalir tentang kaitan antara kelompok separatis Moro Islamic Liberation Front (Front Pembebasan Islami Moro/MILF), jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang bergerak di kawasan ini, serta kelompok Abu Sayyaf (ASG) membawa suasana mendung bagi perundingan di Kuala Lumpur antara MILF dan pemerintah Filipina, serta menggarisbawahi kemelut yang kian tumbuh antara berbagai gerakan pemberontakan yang telah berakar yang telah berakar di dalam negeri, dengan “perang melawan terorisme” yang dilancarkan secara global. Dalam perseteruan ini, Mindanao kian dipandang sebagai lahan garis depan.1 MILF dipandang luas sebagai organisasi revolusi yang berjuang untuk mencapai hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Muslim di negara Filipina (Moro). Demikianlah MILF mencanangkan diri, dan kepada dunia luas telah menyatakan penafikannya terhadap terorisme. Hingga saat ini, AS belum memasukkan MILF di dalam daftar organisasi teroris, tidak seperti halnya ASG, Gang Pentagon, dan New People's Army (Tentara Rakyat Baru/NPA), yang juga melakukan perlawanan terhadap tentara Filipina.2 Namun demikian Manila maupun Washington meyakini MILF menjalin

Laporan ini mengikuti kebiasaan setempat dalam penggunaan istilah "Mindanao" dan "Filipina" secara bergantian bagi pulau utama Mindanao di wilayah selatan bersama dengan gugusan kepulauan Sulu. 2 NPA yang komunis dan kelompok Abu Sayyaf masuk dalam klasifikasi Organisasi Teror Asing (Foreign Terorist Organizations /FTOs). Gang Pentagon, sebuah sindikat penculikan yang memiliki hubungan tidak begitu jelas dengan MILF, termasuk dalam Terorist Exclusion List (TEL) yang tidak begitu ketat, bersama kelompok pecahan NPA yaitu Brigade Alex Boncayao. Lihat Departemen Luar Negeri AS, "Patterns of Global Terorism 2003".

1

berandil besar menghilangkan sikap berdiam diri terhadap keberadaan JI di Indonesia. Pertama. sebagaimana diurai dalam laporan ini. dan pelaku yang mengaku bertanggung jawab kini berada didalam tahanan. yang kegiatannya terganggu namun tidak hilang akibat dilancarkannya serangkaian lebih 200 penangkapan diseluruh wilayah. Laporan ini mengkaji peristiwa pemboman di Davao pada bulan Maret dan April 2003 dalam rangka upaya memahami mengapa pola tersebut terus bertahan. .- langkah yang khas dari polisi. Kerancuan pun melanda bencana kecelakaan kapal feri di Teluk Manila pada akhir Februari 2004 yang menewaskan lebih 100 penumpang. Peradilan yang transparan disertai cepatnya vonis yang dijatuhkan terhadap pelaku utama bom Bali. dimana JI memegang peran kunci.4 Peristiwa bom di Bandara Internasional Davao dan dermaga Sasa menimbulkan korban tewas sebanyak 38 jiwa. dengan melakukan pengecekan silang terhadap keterangan yang diperoleh saat wawancara. terutama kepada para pengarah opini di Mindanao. mengakibatkan 22 orang tewas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. tidak mampunya negara tersebut untuk 4 3 Serangan pada Hari Rizal terhadap lima sasaran di Metro Manila pada 30 Desember 2000. sejak pertengahan 1990an Filipina menjadi salah satu lahan pelatihan utama bagi JI maupun kelompok sealiran. Keterangan yang diperoleh saat wawancara dan dari berita acara pemeriksaan diperkuat dengan bahan dari sumber-sumber yang tersedia bagi publik. setahun kemudian kasus-kasus tersebut masih terkatung-katung.3 Pelarian AlGhozi selama tiga bulan melintasi negara tersebut disusul dengan kematiannya secara mengenaskan di propinsi Cotabato pada bulan Oktober 2003 menjadi kontroversi yang membuahkan teori-teori komplotan yang merupakan makanan sehari-hari masyarakat Filipina seputar perdebatan mengenai isu JI. selain itu segudang bukti yang telah diterbitkan ikut membantu mencerahkan wacana yang terjadi di masyarakat tentang sifat dari ancaman tersebut. Selain itu ICG menggunakan berbagai berita acara pemeriksaan terhadap para tersangka di Indonesia dan Filipina. militer dan Negara Filipina pernah digambarkan sebagai mata rantai yang paling lemah dalam upaya menghambat ancaman serangan lanjutan oleh jaringan teroris JI di wilayah Asia Tenggara. atau secara lebih umum membela agamanya terhadap musuh-musuhnya. Tidak ada upaya yang berkelanjutan maupun terkoordinasi untuk meyakinkan publik yang skeptis terhadap keonaran JI. Kelompok Abu Sayyak mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman terhadap kapal feri. yang selanjutnya cepat terlupakan – atau bahkan membuahkan kemarahan yang mendalam – ketika kasus yang dikedepankan jaksa tercecer. justru penangkapan yang berdasarkan pekerjaan reserse polisi yang kurang memadai kebanyakan dimanipulasi untuk kepentingan politik jangka pendek. Salah satu proses peradilan yaitu terhadap Fathur Rahman al-Ghozi. Isu teroris lebih sering disepelekan sebagai jurus pemerintahan atau militer untuk membenarkan tindakan terhadap MILF. yang bertekad membina kekuatan militer untuk tujuan mendirikan negara Islam di Indonesia. atau bahkan penerapan keadaan darurat militer. Ada tiga sebab utama mengapa peran negara Filipina sangat penting dalam perkembangan ancaman teroris yang tengah berlangsung di Asia Tenggara. pelaku bom "Hari Peringatan Rizal" – keberhasilannya segera pudar ketika yang bersangkutan melarikan diri dari penjara. yang sebagian besar terjadi di Indonesia. tampaknya dengan cara sangat mudah. berdasarkan wawancara luas dengan anggota MILF di Filipina. Sebaliknya di Filipina tidak banyak dilakukan penangkapan. Alih-alih. akan tetapi penyelidikan yang dilakukan pihak pemerintahan tidak menghasilkan kesimpulan apapun dan serangan tersebut belum dikonfirmasikan. peristiwa serangan yang paling dahsyat terjadi di Asia Tenggara setelah Bali.. Beberapa penangkapan yang dilakukan sehubungan dengan peristiwa bom teroris – yang kian meningkat di Filipina sejak tahun 2000 (lihat Lampiran B) – didasarkan atas bukti yang sangat lemah. Kedua. 13 July 2004 page 2 . Laporan ini disusun oleh konsultan ICG yang bekerja dengan staf ICG. kendati telah diketahui keberadaan operator senior JI selama bertahun-tahun. orang-orang yang hadir pada Kamp Hudaibiyah. serta bagaimana hal tersebut merongrong upaya lebih luas memerangi terorisme di kawasan ini. serta pejabat-pejabat di Indonesia dan Filipina. Malaysia dan Singapura. yang merupakan hari libur memperingati pahlawan nasional Filipina Jose Rizal. yang secara memalukan terjadi tepat pada hari dimana Manila menandatangani kesepakatan baru melawan terorisme dengan Perdana Menteri Australia John Howard yang tengah berkunjung. diplomasi. Akan tetapi tidak seperti kasus Bali.

senantiasa menjadikannya mudah dimanfaatkan oleh operator “serigala tunggal” (yang bekerja sendiri) maupun oleh sel-sel dari berbagai organisasi jihad. Sejumlah besar ikatan penting tersebut mengalir dari pendiri dan ketua MILF pertama Salamat Hashim. terutama di kawasan selatan. atau dapatkah mereka memberi 5 Sel Al-Qaeda yang paling terkenal di Filipina yaitu yang pernah dikepalai Ramzi Yousef dan Khalid Sheikh Mohammad yang menjadi otak peristiwa 11 September. 13 July 2004 page 3 . dengan menggalang sentimen anti-Muslim. serta komando militer lawan komando politik. orientasi agama berhadapan dengan yang sekuler. tentunya Manila sangat tergoda untuk menempuh salah satu dari dua opsi yang mudah. ASG dan JI. peningkatan gerakan perlawanan. Selain itu MILF harus menghadapi beberapa pilihan yang sulit. Akankah jajaran pimpinan melanjutkan kolusi dengan sponsor dari luar negeri yang terlibat terorisme dalam rangka memperoleh dukungan luar bagi upayanya mencapai kemerdekaan atau otonomi? Akankah mereka tetap menganggap sudah semestinya penduduk Muslim setempat mendukung mereka berdasarkan polarisasi etnis. Hal ini dapat membawa keuntungan jangka pendek yang cukup memuaskan. MILF menikmati dukungan terselubung yang luas di kawasan selatan Filipina yang masyarakatnya dominan Muslim. Opsi mudah lainnya yang dapat ditempuh Manila adalah memainkan kartu perang. Ancaman yang paling signifikan bagi Filipina maupun wilayah lebih luas adalah kemungkinan meningkatnya keterkaitan antara terorisme internasional dengan gerakan perlawanan dalam negeri yang saling menopang. Lihat Simon Reeve. The New Jackals: Ramzi Yousef. dan memaksimalkan bantuan dari AS dalam rangka perang terhadap terorisme. adalah untuk mengakui realita ancaman JI serta bekerja dengan sabar namun gigih untuk memilah antara aspirasi sah masyarakat Muslim di Filipina memperoleh hak penentuan nasib sendiri. generasi. akan tetapi upaya utama dari organisasi tersebut dilakukan untuk memperoleh dukungan diplomasi dan materi dari dunia Muslim di luar negeri. Menyusul kematian Hashim pada Juli 2003. akan tetapi kemungkinan besar akan berujung dengan terjadinya polarisasi masyarakat Filipina. dengan upaya eksploitasi terhadap aspirasi tersebut untuk tujuan lain. Hal ini berarti memupuk budaya yang nampak di beberapa bagian pemerintahan. Menjelang dilanjutkannya perundingan. yang cenderung menyangkal permasalahan JI. dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) yang menunggu di latar samping serta siap bertindak terhadap setiap pelanggaran oleh MILF. hingga tahun 1995.5 Ketiga –. Ipar Osama bin Laden. melepaskan kekangan terhadap AFP. Ini menjadikan upaya mencari perdamaian di Mindanao hal yang sangat mendesak. serta dalam pernyataanpernyataan MILF dimuka umum. Konflik-konflik yang saling terkait tersebut masih bekum cukup dilaporkan. Laporan ini menunjuk adanya pola kolusi yang lama terbentuk antara MILF. mendirikan jaringan organisasi berkedok di Filipina pada awal tahun 1990an yang hingga kini masih menjadi sumber keprihatinan.. Pada era dimana solidaritas Islam di kancah internasional kian meningkat sejak Soviet meyerbu Afghanistan. serta terkonsolidasinya MILF seputar kepemimpinan garis keras yang berkomitmen mempererat ikatan dengan organisasi-organisasi jihad internasional. sejak tahun 1972 diperkirakan sekitar 120. 1999). . dan masih secara merupakan sumber keprihatinan yang sangat besar.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. media dan masyarakat madani. MILF menjadi semakin rentan terhadap infiltrasi dari kekuatan-kekuatan luar yang mempunyai agenda tersendiri. yang sebagian besar didasarkan atas hubungan-hubungan pribadi yang terjalin melalui pengalaman bersama dalam pelatihan dan peperangan. Osama bin Laden and The Future of Terorism (London. MILF tiba pada sebuah persimpangan jalan. dana dan barang selundupan. mengandalkan suasana yang memungkinkan yang ditimbulkan oleh adanya perlawanan kaum separatis yang sudah lama berjalan di kawasan selatan Filipina.000 jiwa telah hilang. termasuk al-Qaeda dimasa lalu. Muhammad Jamal Khalifa.- secara efektif memantau perbatasan maupun arus pergerakan penduduk. Kepemimpinannya terpecah berdasarkan berbagai alur: kesukuan. Hal ini menuntut komitmen yang lebih kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan otonomi yang sungguh-sungguh dan lebih baik pada kawasan selatan Filipina yang mayoritas Islam. Opsi yang lebih sulit namun pada akhirnya satusatunya yang menjanjikan.dan yang paling mendasar – operator kelompok jihad. Salah satu opsi tersebut adalah menghindari permasalahan yang pelik dalam rangka mencapai kesepakatan secara cepat serta memperoleh keuntungan perdamaian jangkapendek.

6 Diantara rekan-rekan Hashim di Al-Azhar termasuk Burhanuddin Rabbani dan Abdul Rasul Sayyaf. Akan tetapi ketika Spanyol pada akhirnya menyerah kepada AS dalam perebutan Filipina tahun 1898..au/articles/23/ph2. dan akhirnya meninggalkannya dengan nyaris memperoleh gelar doktor yang “hanya kurang skripsi”. Ia menjadi ketua pendiri Ikatan Mahasiswa Filipina (Philippine Student's Union) (1962) dan sekretaris jenderal Organisasi Mahasiswa Asia. dan sebagian lagi akibat pilihan yang dibuat secara sadar untuk menyimpan opsi terorisme yang mudah ditampikkan bila perlu. yang secara etnis berasal dari Maguindanao dari daerah Cotabato. 13 July 2004 page 4 . Dengan diperolehnya kemerdekaan Filipina pada tahun 1946. yang oleh presiden Mesir Gamel Abdul Nasser dihukum mati pada tahun 1966. Istilah “Moro” untuk pertama kalinya diperuntukkan bagi penduduk Muslim pada kepulauan tersebut oleh orang Spanyol yang mulai melakukan kolonisasi terhadap bagian utara dan tengah gugusan pulau itu pada tahun 1565. dengan dukungan dari komunitas internasional. 6 . orang Filipina Muslim semakin mulai mengenal jatidiri mereka setelah memperoleh beasiswa ke Manila dan negara Timur Tengah. Pemukiman kaum Kristen yang berarti baru dimulai pada awal abad kedua puluh.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. proses integrasi politik dan ekonomi di bagian selatan dipercepat. wilayahwilayah luas yang dikuasai penduduk Muslim di bagian selatan sebagian besar masih belum terjamah. terlebih lagi ia dipengaruhi oleh pemikiran tokoh radikal dari Persaudaraan Muslim (Muslim Brotherhood) Syed Qutb. selain itu. harus membantu sedapat mungkin agar MILF menjatuhkan pilihan yang tepat. II. Hal ini merupakan permainan yang terlalu berbahaya dalam dunia pasca 11 September tersebut. terutama di Universitas Al-Azhar di Cairo. saat ingatan mereka masih segar akan perang salib yang dilakukannya selama berabadabad melawan penjajahan kaum Moor.islam.- layanan yang sungguh-sungguh kepada konstituen yang katanya mereka wakilkan. selain membawa bekal berupa jaringan siap jadi dari berbagai ikatan Islami internasional. seiring dengan tersisihnya kaum Muslim. dapat dilihat pada www. karena itu Manila. serta mengisolasi para ekstremis? Dilema yang dihadapi MILF sebagian timbul dari persamaan latarbelakang dan pengalaman formatif bersama kalangan Islami yang berasal dari negara lain. diantara perangkat strategi yang dimilikinya. LATAR BELAKANG KONFLIK DI FILIPINA SELATAN Konflik yang terjadi di kawasan selatan Filipina sudah lama rentan terhadap keterlibatan dalam pergelutan untuk merebut kekuasaan secara regional maupun global. Pada tahun 1950an. Salamat Hashim. yang dikemudian hari menjadi pimpinan pada kelompok mujahidin yang anti-Soviet di Wawancara dengan Hashim Salamat yang dimuat Nida'ul Islam. menempuh pendidikan di Al-Azhar dari tahun 1959 hingga 1969.htm. April-Mei 1998.org.

Hingga saat ini sebagian besar MILF lebih bersikap pragmatis ketimbang ideologis seperti yang digambarkan secara umum. Komite sentral MNLF bermarkas di Libya pada 1974-1975 dan seterusnya. yang menganut julukan orang Spanyol dahulu dalam upaya mencetak jatidiri baru guna mempersatu ke tigabelas suku Muslim di kawasan selatan tersebut. masing-masing menuju daerah Cotabato dan Lanao. yang bersama Marawi City. Hashim memimpin upaya-upaya tersebut serta memperluas kontak-kontak internasionalnya dalam kedudukannya selaku ketua urusan luar negeri MNLF. Hashim mulai tertarik kepada politik separatis.. Namun sebenarnya Hasyim mencari dukungan dari negaranegara OIC dengan menekankan kesediaannya untuk mematuhi ketentuan perjanjian perdamaian Tripoli. Manila. Kendati OIC masih mengakui MNLF sebagai wakil bangsa Moro pada tingkat pemerintahan. Sulu. Tawi-Tawi dan Basilan. Kemudian berangkat “Gelombang 67” atau Kelompok Bombardir. yang merupakan daerah asal dua suku tersebut diatas sebelum berpisah berabad-abad yang lalu. Sementara Misuari tetap Wawancara ICG dengan kerabat Hashim. anggota-anggota komite sentral melakukan upaya diplomatis dengan melakukan perjalanan ke ibukota negara-negara di Timur Tengah dan Asia Barat. menyusul “Gelombang 300” termasuk Al-Haj Murad. kamp-kamp PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) di Timur Tengah. Pada tahun 1970. Rombongan pertama. di akhir 1977 kepada OIC dan Rabitat alAlam al-Islami lah fraksi Hasim menyampaikan “Instrumen Pengambil Alihan” yang disusunnya ketika persaingannya dengan Misuari dan pengikutnya yang orang Tausug tidak lagi terbendung. akan tetapi MNLF sudah melakukan persiapan yang baik. serta menjadi salah satu calon pertama untuk memimpin Front Pembebasan Nasional Moro (Moro National Liberation Front/MNLF). Mereka merupakan mayoritas hanya di propinsi Maguindanao. dan selama tahun 1980an ditambah lagi dengan Syria. dan yang tidak mengenal kompromi dalam hal kemerdekaan. Tun Mustapha Harun. orientasi dari gerakan separatis tersebut lebih kepada mencari dukungan komunitas Islam internasional ketimbang membangun lembagalembaga untuk menjalankan pemerintahan sendiri di negerinya. serta membawa permasalahan mereka ke hadapan Organisasi Konferensi Islam (Organization of the Islamic Conference/OIC). 13 July 2004 page 5 . Lima suku terbesar yaitu Maguindanao ("Bangsa dari Bantaran Pasang") dan Maranao ("Bangsa dari Danau"). Sejak awal. Selanjutnya Libya menggantikan Malaysia sebagai tempat pelatihan utama mulai pertengahan 1970an. yang terpusat di kepulauan Sulu dan daerah pesissir Zamboanga selatan. Mulai tahun 1969. 8 7 . Iranun. akan tetapi sebagaimana MNLF yang mendahuluinya. yang ditandatangani Misuari pada tahun 1976. menetap lebih satu tahun di Pulau Pangkor dekat Pulau Pinang di Malaysia. yang membawa keahlian baru dalam penggunaan artileri ringan dari Malaysia. yang tercipta pada tahun 1990. Lanao del Sur. akan tetapi Misuari kemudian kembali ke tuntutan semula yaitu sesesi penuh. yaitu sandaran pokok MNLF nya Nur Misuari. yang menggantikan Hashim selaku ketua MILF setelah kematiannya pada Juli 2003. kader-kader dikirim ke luar negeri untuk menjalani latihan militer dengan bantuan dari kaum ningrat Muslim yang menyimpan rasa tidak puas. setelah Manila bersikeras mengadakan referendum dengan persyaratan yang ditentukannya sendiri. Perjanjian tersebut bukannya menuntut kemerdekaan melainkan otonomi dikawasan selatan yang Muslim. dan Pakistan. Nyatanya. Januari 2004.- Afghanistan. yang memberi status pengamat khusus kepada MNLF pada Mei 1977. selain itu pasokan senjata dari Libya diselundupkan melalui negara bagian Sabah di Malaysia timur dengan bantuan dari ketua dewan menterinya. Secara umum diyakini bahwa lepasnya sayap “Kepemimpinan Baru” dibawah Hasyim.8 Konflik massa yang terus mendidih di kawasan Selatan akhirnya memuncak menjadi perang saudara setelah Presiden Ferdinan Marcos menyatakan diberlakukannya keadaan darurat militer pada bulan September 1972. yang dikenal sebagai “Top 90” dan termasuk ketua MNLF Nur Misuari yang orang asli Tausag/Sama.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. serta Tausug ("Bangsa Arus") dan Sama. secara pribadi Hashim sudah lama menikmati akses dan dukungan dari kalangan tingkat atas diseluruh kawasan Timur Tengah. berakar dari agendanya yang lebih militan dan berbasis agama. ketika perang berada pada puncaknya hingga akhir 1975. Warga Muslim di Filipina ("Bangsamoro") merupakan 5 persen dari penduduk negara itu yang berjumlah 83 juta. organisasi tersebut rentan terhadap perpecahan. membentuk Daerah Otonomi di Mindanao Muslim (Autonomous Region in Muslim Mindanao/ARMM). Sementara para komandan di lapangan menggalang dukungan berdasarkan akses terhadap pasokan tersebut. terutama setelah pendirinya mangkat.7 Sekembalinya ke Cotabato. yang kemudian menjadi MILF di tahun 1984.

sudah berdiri secara tetap pada tahun 1981. dan mengadakan kontak dengan fraksi-fraksi Sayyaf. Menurut laporan. termasuk JI.93. 10 Wawancara ICG dengan berbagai anggota dan mantan anggota komite sentral MILF. yang tetap merupakan sayap yang tidak begitu menonjol dalam gerakan tersebut. Mengingat riwayatnya yang panjang bersama berbagai asosiasi internasional Islam. mulai tahun 1980 fraksi Hashim di MNLF mengirim hingga 500 orang ke perbatasan AfghanistanPakistan untuk dilatih bersama warga negara Asia Tenggara lainnya. Busrah. serta dapat dimobilisasi untuk mendukung anggota tetap angkatan bersenjata gerakan tersebut yang berjumlah hingga 15. meraih pengalaman di Afghanistan membawa kemungkinan peningkatan status yang lebih tinggi. Kaitan utama dengan bin Laden dibentuk dengan perantaraan teman kelas Hashim di Al-Azhar. serta kekuatan yang dihimpun MILF berkat pelatihan yang diberi warga Muslim asing. Alih-alih pulang tanpa membawa gelar sarjana.000 Jaringan luas kamp-kamp MILF diawali pada bulan-bulan setelah Kesepakatan Tripoli tahun 1976 sebagai kawasan “perkemahan” yang diakui pemerintah bagi Komite Revolusioner Kutawato dari MNLF (inti dari fraksi Hashim yang kelak pecah dengan Misuari pada 1977).K.13 Ketika rundingan perdamaian ambruk dan pemerintah melancarkan serangan terbesar terhadap MILF di tahun 2000. hingga tahun 1996 ketika tercapai kesepakatan “final” di Jakarta antara pemerintah dan MNLF pimpinan Misuari. yaitu Akademi Abdulrahman Bedis didirikan pada tahun 1987 dibawah pimpinan para alumnus Aghanistan seperti Benjie Midtimbang. Rabbani atau Gulbuddin Hekmatyar. kiranya bukan hal mudah memutus ikatan-ikatan timbal balik tersebut. yang kedepan menjadi lokasi Akademi Bedis serta merupakan kamp MILF terbesar hingga direbut pasukan pemerintah pada bulan Juli 2000. 13 July 2004 page 6 . Perkiraan terhadap kekuatan bersenjata MILF sangat berbeda-beda oleh karena jumlah personil paruh-waktu yang besar. 9 Wawancara ICG dengan anggota komite sentral MILF. Jumlah warga Moro yang mengikuti pelatihan di perbatasan Afghanistan tampaknya mencapai puncaknya antara 1986 dan 1988. hal. 12 Salah Jubair. Othman dan Salman. antara 1987 dan 1990 sebanyak 122. hanya segelintir yang tiba setelah 1991.- dikaitkan erat dengan pendukung utamanya Libya. 13 W. dan baru kembali ke Filipina pada Desember 1987. Maret 2003 dan Januari 2004. solidaritas perorangan yang diperkuat sepanjang masa-masa perjuangan bahkan jauh sebelum dunia luas mengenal nama Osama bin Laden. Bangsamoro: A Nation under Endless Tyranny (Kuala Lumpur. Jeddah. Namun demikian masa telah berganti. Karachi.000 pendukung MILF menjalani latihan dasar.000 personil.10 Kembalinya Hashim dan para pejuang veteran dari Afghanistan memberi semangat baru bagi MILF. Selebihnya sampai di Afghanistan setelah gagal menyelesaikan program akademis pada sekolah-sekolah Islam dikawasan tersebut. yang mengawali program pelatihan secara besar-besaran. 11 .168.11 antara 10. Hashim menghabiskan dasawarsa 1978-1987 denghan berulang-alik antara Cairo. Saat ini pimpinan MILF tetap menyangkal bukti bahwa kamp-kampnya melindungi teroris asing. Sebuah sekolah pelatihan perwira. Ali. dan kepergian Salamat Hashim bisa jadi memberi peluang bagi organisasi tersebut untuk melakukan perubahan mengikuti zaman. Ibid. diseluruh Mindanao telah berdiri setidaknya tujuh kamp: Abu Bakar. gerakan tersebut tengah mencari pengakuan resmi bagi tigabelas kamp “besar” dan 33 kamp “kecil”. Maret 2003. 1999). Muslim Separatism: The Moros of Southern Philippines and the Malays of Southern Thailand (Oxford. Menurut pengakuan seorang mantan anggota komite sentral.. seraya membangun jaringan dukungan terbuka maupun rahasia. Che Man. Omar. Sayyaf. hal.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.9 Hashim bermarkas di Pakistan pada tahun 1982.12 Kamp Abu Bakar as-Siddique. Khalid. 1990). Sebagian besar datang dalam gelombang terdiri dari lima atau sepuluh orang yang dikirim oleh komandan lapangannya di Mindanao. Islamabad dan Lahore. Sampai dengan tahun 1985. termasuk ikatan dengan Osama bin Laden.

Pedoman pelaksanaan tersebut menetapkan Komite-Komite Kordinasi pemerintah dan MILF bagi Penghentian Permusuhan. bersama pedoman pelaksanaanya menjadi rujukan dasar bagi seluruh perjanjian yang dicapai selanjutnya. Akan tetapi tanpa kesepakatan damai yang berhasil..14 MILF tidak terlibat dalam proses menuju Jakarta. berlandaskan Wilayah Otonom di Minadanao Muslim yang lahir dari sebuah perjanjian yang dibuat di Jeddah tahun 1976. Sejumlah besar pendukung MNLF mulai beralih ke MILF. Kesulitan lain bagi masing-masing pihak dalam proses perdamaian adalah mengenal siapa saja yang patut dihadapi lawan berunding. . Sebaliknya. Pada Juli 1993 Hasyim menyatakan tidak mungkin melakukan perundingan sebelum pemerintah menyelesaikan usrusannya dengan MNLF. setelah hampir setahun terlibat pertemuan-pertemuan tak menonjol di berbagai kota propinsi sekitar Mindanao. Dipimpin Melham Alam dan Hashim Bogdadi. Ketika pemerintahan Ramos menandatangani perjanjian dengan MNLFnya Misuari di Jakarta pada September 1996.- III. TEROR DAN PROSES PERDAMAIAN Adapun yang menjadi paradoks inti pada proses perdamaian Filipina selatan yaitu bahwa proses tersebut merupakan penghalang jangka pendek yang utama dalam upaya mendongkel jaringan terorisme. dan tidak ada yang dihasilkan selain beberapa kesepahaman yang sangat terlokalisir. Upaya untuk bertindak langsung melawan para teroris yang tertanam di wilayah yang dikuasai maupun dipengaruhi MILF tak urung berhadapan dengan risiko terjadinya eskalasi gerakan dan ambruknya perundingan. "Perjanjian bagi Penghentian Permusuhan Secara Umum" yang dicapai pada 18 Juli 1997. akan tetapi baru mencanangkan keberadaannya pada Maret 2000. dan kadangkala tampaknya bersedia meninggalkan kerangka yang 14 Lihat Lampiran C untuk keterangan rinci mengenai hal ini serta seluruh perjanjian yang disebut selnjutnya pada tulisan ini 15 Dewan Komando Islam. Pada intinya. Hal ini merupakan mekanisme utama pemantauan gencatan senjata (selain itu ada juga Tim-tim Pemantauan Lokal). gencatan senjata tahun 1997 dan CCCH dapat dibangun kembali. Sementara itu. selain itu dorongan untuk mencapai kesepakatan tanpa memikirkan implementasinya membuat mekanismenya tak berdaya. Abu Sayyaf dan Dewan Komando Islam. pemerintah mengupayakan penyelesaian akhir yang sejalan dengan yang dicapai di Jakarta. Apakah lawan berunding tersebut sepenuhnya menguasai pasukannya di lapangan? Dapatkah mereka mempertahankan kesepakatan ketika menghadapi perlawanan garis keras yang berasal dari dalam timnya masing-masing? Kajian singkat terhadap proses perdamaian menunjukkan betapa sulitnya mengatasi masalah-masalah tersebut. Tujuan perjanjian tersebut sebagai implementasi “akhir” dari kesepakatan Tripoli tahun 1976 yang dipertentangkan. mulai memasang jarak dengan Misuari pada awal 1990an. strategi negosiasi MILF menggunakan konsep inkrementasi dan tidak dapat diubah – artinya setiap kesepakatan merupakan langkah maju yang kecil dan kumulatif. bersama Abu Sayyaf terlibat dalam penjarahan terhadap kota Ipil di Zamboanga del Sur (kini Zamboanga Sibugay). kadangkala dengan bergabung bersama unsurunsur ASG. dan hasil proses tersebut yang mengecewakan meningkatkan kedudukan mereka dimata warga Muslim. Ketika pembicaraan dimulai secara tentatif pada Agustus 1996. Pasukan MNLF di Sulu yang setia kepada Misuari pun telah melanjutkan pertempuran sejak November 2001. MILF secara diam-diam membangun kekuatannya. Bahkan setelah peperangan besar di tahun 2000 dan 2003. Sebelum Jakarta.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. terbersit harapan cukup besar tercapainya perdamaian. dan yang adapun hilang lantaran korupsi. namun sekaligus menjadi unsur yang sangat diperlukan bagi setiap jalan keluar berjangka panjang. Bantuan yang dijanjikan sebagian besar tidak terwujud.15 yang kini menjadi gugus depan baru perjuangan kaum Moro. sementara pemerintah Filipina berupaya agar pembicaraan tidak mencapai tingkatan internasional karena khawatir MILF bakal memperoleh status setengah berperang seperti yang pernah dinikmati Misuari. kawasan tersebut tetap tidak mengenal hukum sehingga terorisme dapat tumbuh subur. selain itu upaya keduabelah pihak untuk bernegosiasi dengan setengah hati selama Misuari menjadi pusat perhatian. yakni fraksi MNLF terkuat di semenanjung Zamboanga. MILF melakukan manuver untuk mencapai posisi taktis yang menguntungkan. 13 July 2004 page 7 . pada April 1995. MILF tidak dipandang sebagai ancaman besar.

MILF memperoleh "pengakuan" atas kamp-kamp Abu Bakar dan Busrah pada Februari 1999. Bahasa tersebut diulang pada Pedoman Pelaksanaan tentang Aspek Keamanan dari Perjanjian GRP-MILF Tripoli tentang Perdamaian tahun 2001 (pasal 2. Kamp-kamp tersebut pun yang nyata merupakan pusat kekuatan politik. Pelaksanaan Pedoman Operasional Perjanjian GRP-MILF tentang Penghentian Permusuhan. hak untuk melakukan pengejaran yang gencar menjadi permasalahan yang genting.000 warga sipil mengungsi dan berakhir dengan jatuhnya Kamp Abu Bakar pada 9 Juli 2000. Peristiwa pengeboman diatas kapal feri dilepas Kota Ozamis pada 25 Februari 2000 menewaskan 39 penumpang dan mengakibatkan eskalasi besar-besaran. bentrok dengan oknum MILF disekitar Kamp Rajahmuda pada bulan Juni.2. religius dan militer bagi MILF. Rajahmuda. Cotabato City. Darapanan. MILF beranggapan penculikan semata-mata menjadi alasan untuk melancarkan operasi militer. Bagi pemerintah. Sebuah skandal korupsi mengakibatkan posisinya diguling ketika warga militer maupun sipil bangkit di Manila pada tanggal 20 Januari 2001. yang secara simbolis menyamaratakan kedudukannya dengan pemerintah sebelum diselenggarakannya perundingan untuk mencapai penyelesaian yang menyeluruh. yang mundur dari 16 Wawancara ICG dengan perunding MILF. Abdullah Macaapar. dewan pemberontak memandang hal tersebut sebagai bentuk awal kedaulatan bagi kaum Bangsamoro. alias Komandan Bravo.Bilal.- telah dibangun guna mencapai penyelesaian yang tuntas secepatnya. keadaan dilapangan sudah jauh memburuk. Omar dan Badr -.17 Tidak adanya bahasa khusus menyangkut terorisme merupakan hal luar biasa: tidak seperti pada tudingan penculikan di Rajahmuda. . Sekali lagi. Penggantinya adalah wakil presiden Gloria Macapagal-Arroyo. ayat 3. setiap pengakuan merupakan langkah maju menuju status berperang secara de facto. 14 November 1997.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. mekanisme pemantauan gencatan senjata lambat laun diperkuat. tujuannya adalah untuk menegaskan batas-batas pengaruh MILF agar kelompok tersebut dapat dituntut tanggung jawab apabila terjadi tindakan melawan hukum atau bentrokan. Maka terjadilah pertempuran sengit. sehingga dewannya bersikeras agar proses tersebut diselesaikan sebagai syarat untuk melakukan rundingan resmi Pemerintahan Estrada bersama dengan tokoh politik setempat serta anggota Konggres Filipina yang menentang perjanjian Jakarta serta dengan keras pemberian konsesi lebih banyak lagi kepada MILF. ayat 4 (b). Akan tetapi bagi MILF. Maret 2003. “Memberi suaka atau bantuan kepada unsur kriminil atau yang tidak mengenal hukum” selanjutnya ditetapkan sebagai “tindakan provokasi yang terlarang” berdasarkan perjanjian November 1997. Dengan tiadanya mediasi internasional. dan mekanisme gencatan senjata menambah garis pertahanan mereka. sementara MILF berupaya agar kamp-kampnya diakui. Inspeksi dan verifikasi yang dilakukan terhadap 39 kamp lain yang diklaim oleh MILF rencananya diakhiri dengan pengakuan selambatnya pada 31 Desember 1999. Serangan bunuh diri yang dilancarkan dua warga Arab terhadap sebuah markas divisi tentara Filipina pada buldan Oktober menambah ketegangan disekitar Kamp Abu Bakar. dimana para penyerang diyakini berbasis.16 Sepanjang 1997-1999.. MILF. 17 Pasal 1. Komandan kamp tersebut. dan perundingan pun tidak pernah mencapai tahap yang substansiil.pada Oktober 1999. ketika pasukan tentara Filipina (AFP) yang konon tengah melacak penculik. Akan tetapi kemenangan Presiden Estrada hanya berlangsung sesaat.2). Perjanjian untuk menghentikan permusuhan tahun 1997 dicapai menyusul pertempuran yang paling sengit yang pernah terjadi. Bagi pemerintah Filipina. seranganserangan bunuh diri tidak mengundang operasi dari AFP. 13 July 2004 page 8 . mulai bersikap menahan terhadap pengakuan tersebut. Ketika perundingan formal diresmikan pada 25 Oktober 1999. yang bahkan sebelum mengambil alih kekuasaan sudah mulai menghubungi Malaysia menyangkut mediasi pihak ketiga. Perang besar-besaran yang kemudian menyusul mengakibatkan 900. para tersangka disebut mencari suaka di sebuah kamp MILF: John Mack di Inudaran. membalas serangan yang dilancarkan AFP dengan menduduki pusat kota Kauswagan pada 17 Maret 2000. dan atas lima kamp lagi -. Konflik di Lanao pun menyebar ke Maguindanao pada April 2000 ketika AFP mencanangkan tekadnya untuk membersihkan jalan CotabatoMarawi ("Narciso Ramos") dari pasukan MILF yang mendirikan pos pemeriksaan dan memungut pajak atas penggunaan jalan. Lanao del Norte. serta Komunike Bersama tentang Larangan Terhadap Tindakan Kriminal tanggal 6 Mei 2002 yang dibahas lebih lanjut dibawah ini.

berupa tindak kekerasan sambil lalu yang biasanya berakar pada perselisihan antar lingkungan. bandara Cotabato City. sementara kekhawatiran atas terorisme melampaui permasalahan “pemanjaan kriminal” oleh MILF pada wacana resmi. Pada empat pekan pertama enam serangan bom dilancarkan terhadap kota Kabacan. atau menghadapi risiko ditetapkan sebagai sebuah Organisasi Teroris Asing. bahwa hal tersebut berkaitan dengan manuver militer serta jatuhnya Presiden Estrada yang diambang pintu. dan di Irak. 20 Hal ini kendati ada kerjasama militer yang erat antara pemerintah dengan AS melawan Abu Sayyaf. Terhadap kiprah tersebut secara resmi MILF bersikap netral dan waspada. serta wilayah leluhur.. bernama “Bayanihan” dan berpusat di Zamboanga City. Sebagaimana pada tahun 1997. sehingga ancaman teroris kini tampil lain pada agenda Manila. Arroyo akhirnya . keganasannya. Mindanao mempunyai riwayat panjang pelemparan granat tangan dan “pillbox” ke medan kota maupun lapangan bola basket. 13 July 2004 page 9 . dan polisi menerbitkan surat penangkapan terhadap para tersangka termasuk pimpinan MILF. Tacurong. disertai serangan MILF terhadap Maigo. yang menewaskan puluhan warga sipil. Latihan bersama “Balikatan” selama enam bulan di pulau Basilan mulai Februari 2002 yang bertujuan menumpas habis sarang ASG dimana sejumlah besar warga setempat maupun warga asing ditawan dengan tuntutan tebusan. bandara Davao City. seraya menekan keinginannya agar dilakukan “koordinasi” sebelumnya apabila pasukan AS mendekati “wilayah” MILF. Kidapawan dan Zamboanga semuanya terkena berkali-kali (Lampiran B). media dan masyarakat madani terhadap motivasi AFP. Libya. Koronadal.- perundingan pada 15 Juni 2000. yang semakin nyata sejak tahun 2000 namun tidak dihiraukan sampai dengan peristiwa pemboman pada tanggal 4 Maret 2003 di Bandara Internasional Davao City. Persitiwa bom pada Hari Peringatan Rizal tanggal 30 Desember di Manila tidak segera dipahami. rehabilitasi. Dua aspek pertama tersebut sudah mulai mengalami kemajuan ketika perang meletus lagi pada tangal 11 Februari 2003. Kendati berbagai penyelidikan polisi menunjuk adanya keterlibatan langsung MILF. Menyusul pertemuan di Kuala Lumpur dan Tripoli. ia berseru kepada organisasi tersebut agar “meninggalkan semua ikatan teroris” selambatnya 1 Juni. Beberapa di antara serangan tersebut pelaksanaannya kurang sempurna dan jumlah korban yang ditimbulkan tidak besar. dengan mengimbau kepada AS supaya organisasi tersebut tidak dimasukkan dalam daftar hitam.20 Akan tetapi menyusul pemboman besar untuk kedua kalinya di Davao pada tanggal 2 April 2003 dan di Korondal pada 10 Mei. Lanao del Norte dan Siocon. Tagum dan Tacurong. Hingar bingar dilatarbelakang tersebut mengelabui gejala baru yang nampak pada peristiwa kekerasan. 19 . 18 Rundingan resmi terputus pada Maret 2002 namun telah dilanjutkan melalui “jalan belakang” hingga saat ini. menuntut adanya keterlibatan pihak asing sebagai prasyarat melanjutkan pembicaraan. yang disebut belakangan itu menikmati kekebalan berdasarkan jaminan keselamatan dan keamanan yang ditandatangani pada tahun 2000. Ketika itu timbul anggapan yang dirangsang dengan pernyataan MILF. Pelatihan bersama telah diumumkan mulai pada 26 Juli 2004 hingga pertengahan Agustus 2004. serangan bom di kota-kota propinsi di Mindanao menimbulkan korban tewas terus menerus: General Santos City.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. dengan membangun diatas perjanjian-perjanian yang lalu dan berputar pada tiga aspek: keamanan. tentara Filipina membenarkan serangan oleh beberapa batalyon terhadap “kompleks Buliok” – yang menggantikan Kamp Abu Bakar sebagai markas besar Salamat Hashim – sebagai operasi pembersihan terhadap sindikat penculikan Geng Pentagon yang mencari perlindungan di kawasan Rajamudah. tempo serangan kian meningkat. Pada tahun sebelum terjadinya serangan Buliok. Baru setelah Fathur Rahman al-Ghozi tertangkap lebih satu tahun kemudian terungkap kaitannya dengan JI dan MILF.19 Pemerintahan Arroyo telah berupaya agar konflik dengan MILF dipisahkan dari perang melawan terorisme. selanjutnya berkembang menjadi upaya hubungan sipil dan pelatihan militer dengan AS yang tengah berjalan. Serangan tersebut menewaskan 22 orang serta membawa konflik kedalam jantung kawasan metropolitan di Filipina. selama perundingan berlangsung. Zamboanga del Norte. Akan tetapi skala operasinya. membalas tantangan tersebut. serta waktunya – rencananya pada hari yang sama perunding dari pemerintah memaparkan sebuah rancangan usulan perdamaian “fast track” – pada umumnya menambah kesangsian warga Muslim.18 Menyusul seruan dari Hashim untuk melancarkan “perang jihad habis-habisan” setelah peristiwa Buliok. kedua belah pihak menetapkan agenda yang substantif hingga Juni 2001. Seraya memerintahkan serangan udara dan artileri terhadap “sel-sel teroris yang tertanam” didalam MILF sebelum keberangkatannya ke Washington tanggal 17 Mei 2003 dalam rangka kunjungan kenegaraan. Sehingga yang ditinggal adalah kesenjangan kredibilitas yang parah.

bertempur seraya melakukan perundingan memberi peluang untuk membangun kekuatan sambil menahan tindak balasan AFP. Sekembalinya dari AS.X. 7 Juli 2004. maka hingga Juli 2004 ada risiko hilangnya paket bantuan sebesar $30 juta. masing-masing pihak menghendaki penyelesaian yang berbeda.. "RP loses $30-M US fund for Mindanao". Pemerintah Filipina memandang pembangunan ekonomi sebagai kunci mencapai stabilitas jangka panjang. JI atau unsur luar lainnya. Pada akhirnya. Desember 2003. agenda yang tersisa pada kerangka Tripoli tahun 2001 – yaitu wilayah leluhur – menjadi yang paling sulit. permasalahan penarikan tentara Filipina dari kompleks Buliok. bahwa serangan teror merupakan inisiatif mandiri di pihak fraksi MILF yang lebih militan yang bergandengan dengan Abu Sayyaf.22 Begitu rundingan formal dimulai 21 Untuk keterangan rinci. Sejauh terorisme membawa urgensi baru untuk menyelesaikan konflik di Filipina selatan. hal mana dipupuk atau ditolerir oleh pimpinan MILF. masing-masing pihak telah menunjukkan kesediaannya melanjutkan konflik berskala rendah. seperti pada tahun 1996. Menghadapi keadaan remis tersebut. serta kaitan MILF dengan terorisme merupakan rintangan utama bagi keberlanjutan perundingan. bisa juga sebagian atau seluruh pimpinan MILF yang tengah menjalankan rundingan dengan Manila . Kecuali disebut lain. Akibat tidak adanya kemajuan dalam rundingan perdamaian.- Hingga saat ini para jurubicara MILF tetap menyangkal adanya ikatan seperti yang dimaksud itu. United States Institute of Peace. seperti yang terjadi pada tahun 2000 dan 2003. Status semi perang yang tidak jelas yang diperoleh MILF bagi kamp-kampnya memaksa AFP menanggapi sikap tersebut secara terselubung dengan menggunakan bahasa pemburuan tindak kriminal. lihat PeaceWatch. Bagi MILF. kelanjutan pembicaraan formal di Kuala Lumpur telah mengalami penundaan berkali-kali sejak Agustus 2003. dakwaan kriminal terhadap pimpinan MILF sehubungan peristiwa pemboman di Davao. serta meningkatkan seruan bagi perdamaian dari para “pencinta damai” di pemerintahan dan masyarakat madani. Masalah-masalah tersebut dibahas secara berkala pada pertemuan CCCH maupun “jalur belakang”. Prospek tercapainya penyelesaian sangatlah muram. telah disepakati “formalisasi” Tim Aksi Interim bersama (Interim Action Team /I-ACT) "sebagai mekanisme transisi hingga dimulainya operasionalisasi Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama (Ad Hoc Joint Action Group /AHJAG)". maka ditandatanganilah sebuah Penghentian Permusuhan secara Timbal Balik yang baru pada 19 Juli 2003. sementara memperbesar perbedaan mereka dengan para “pemburu perang”.21 Secara terpisah para donatur dari Bank Dunia dan Jepang menjanjikan bantuan “pasca konflik” lainnya. Namun demikian. Arroyo sekali lagi memilih untuk berunding. maka hal tersebut bisa jadi merupakan salah satu elemen dalam strategi politik campuran yang sengaja dianut pada tingkat tertinggi MILF – dengan demikian meningkatkan pertaruhan pasca 11 September hingga ambang yang bahaya. Tindak balasan berupa pemboman di perkotaan telah mengalihkan perhatian pasukan keamanan. Lembaga Perdamaian Amerika Serikat telah menawarkan jasa fasilitasi serta paket bantuan senilai $30 juta apabila dibuat perjanian. Sementara itu sasaran MILF tak terpisahkan dari politik – akan tetapi Manila tidak akan pernah berkompromi soal kedaulatan. Di jangka pendek. akan tetapi sebuah Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama dibawah CCCH yang diberi mandat untuk melarang “komando hilang” pada Mei 2002. Kemungkinan lainnya. 22 Naskah perjanjian 6 Mei 2002 yang memberi mandat kepada Kelompok Ad Hoc untuk Aksi Bersama terlampir sebagai Lampiran D. seluruh nilai dollar ($) pada laporan ini adalah dollar AS. 13 July 2004 page 10 . Adapun kurang jelas apakah pengamat internasional tersebut mengawali atau menyusul perjanjian yang komprehensif. kembali. seraya merayu kaum “moderat” dengan janji-janji pembangunan. akan tetapi bersikap hati-hati agar tidak mengusik peran utama Malaysia sebagai mediator. Lima putaran pembicaraan rintisan dilakukan di Kuala Lumpur hingga akhir Februari 2004 dalam rangka menyiapkan landasan bagi sebuah Tim Survei Awal Malaysia untuk mengunjungi Mindanao selama satu pekan mulai 22 Maret 2004 untuk menyiapkan pengiriman sebuah Tim Pemantau Internasional yang dipimpin OIC. dan tidak jelas pula apakah tim interim sudah berfungsi atau belum.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Tidak jelas mengapa AHJAG belum juga terbentuk setelah disepakati lebih dua tahun lalu. Selain itu pemerintah pun bermaksud memecah belah MILF. dan bahwa hal ini akan terwujud secara alami begitu senapan tidak lagi bersuara. sementara tetap melakukan tekanan militer terhadap “penganut garis keras” – yang oleh beberapa pengamat disebut strategi “salami” dimana perlawanan dikelupas lapis demi lapis Meningkatnya serangan teror sejak tahun 2000 telah menambah kerumitan pada keadaan skakmat yang bertahan lama dan bertingkat rendah tersebut. masih belum juga operasional.Vol. N°1. Manila Times. Akhirnya. Pada pertemuan CCCH yang kelimabelas pada 7-8 Februari 2004.

asma. 1974). serta pasukan pengawal ketua. sebelum serangan AFP pada Februari 2003. Mahid Mutilan (yang juga wakil gubernur Daerah Otonom di Mindanao Muslim (ARMM) serta mantan gubernur Lanao del . TEROR DAN FRAKSI DI MILF Kendati MILF merupakan kelompok separatis bersenjata yang paling ampuh di Asia Tenggara. sehingga menambah ketidakpastian sekitar keberlanjutan perundingan perdamaian. Ternyata pengganti terpilih Hashim bukan Murad melainkan Alim Abdulaziz Mimbantas. Mimbantas.A. dan maag. tidak diungkapkan kepada umum sampai 5 Agustus ketika Al-Haj Murad Ebrahim diumumkan sebagai ketua yang baru. sebagai orang asli Maranao totok. merupakan yang paling terpercaya dari tiga letnan utama Hashim. yaitu Islamic Centre di Buliok. propinsi Maguindanao. atau tidak berdaya mengendalikan kegiatan teroris yang memanfaatkan wilayah territorial. Kabar terlambat mengenai kematiannya di sebuah kamp terpencil dikelilingi oleh segelintir ajudan-ajudan terpercaya. segera disusul berita meningkatnya perpecahan kedalam fraksi-fraksi di MILF. ia kurang mampu menjembatani penggolongan menurut suku yang terjadi didalam gerakan tersebut. tidak banyak yang tercatat maupun yang dipahami mengenai cara kerja didalamnya. Demikian pula. Akan tetapi Mimbantas tidak memiliki daftar kontak pribadi yang luas diantara dunia Muslim. berada dalam keadaan kesehatan memburuk setelah dievakuasi dari markas besarnya. Internal Brigade. maka perlu kajian lebih dalam terhadap dinamika internal di MILF. Sedemikian kental kerahasiaan yang menyelimuti kepemimpinanya sehingga kematian Hashim pada tanggal 13 Juli 2003 tidak lama setelah hari ulang tahunnya yang ke 61 berlalu.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. yang juga dikenal sebagai Abu Widad. 13 July 2004 page 11 . Organisasi tersebut sering disebut monolitis.. Mimbantas memperoleh dukungan kuat para ulama Maranao – yang sebagian besar dipimpin oleh rekan Hashim di Al-Azhar. Pagalungan. Pasukan Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Forces / ISF). yang juga alumnus Universitas Al-Azhar (B. Selaku wakil ketua urusan dalam. dibanding Hashim yang ayahnya orang Maguindanao dan ibunya orang Maranao/Iranun. sumber daya. dan sekaligus mertuanya dari isteri pertama. Untuk mengevaluasi alternatif-alternatif tersebut. maupun personil MILF. dan juga tidak menguasai kedalaman pengetahuan tentang agama yang merupakan sumber pokok dari pamor sang ketua pendiri. dengan memegang kendali atas jaringan intelijen lokal MILF. IV.- sesungguhnya tidak mengetahui. Hashim yang menderita penyakit jantung. 58.

24 Wawancara ICG dengan anggota komite pusat MILF di Cotabato dan Manila. Desember 2003-Januari 2004. merentang melintasi beberapa kotamadya. 14 Desember 2003. Kendati menurut Mimbantas dirinya menyerahkan kedudukan ketua umum secara sukarela kepada Murad dimana transisinya cukup lancar. hal. Sheikh Omar Pasigan. Dua dasawarsa kemudian pengumuman tentang kematian Hashim yang tertunda menutup suatu titik balik yang lebih penting lagi bagi Murad dan MILF. 13 July 2004 page 12 . terutama dari sesama orang Maguindanao. Komandan Clay. dan ISF dikonsolidasikan menjadi bagian yang tak terlepas dari BIAF yang sifatnya tetap. Philippine Daily Inquirer. mungkin akibat persaingannya dengan ketua KRC bidang politik Amelil "Ronnie" Malaguiok. yang juga nama julukannya.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. tewas ditangan salah seorang pengawalnya pada Juni 1974. "Kagi" Murad. Kendati selama Murad menjabat sebagai wakil ketua kedua jabatan tersebut dirangkapnya. ia digantikan oleh Murad selaku ketua umum KRC. 21. merupakan tindak lanjut atas perubahan organisasi yang penting menyusul serangan pemerintah tahun 2000 yang dapat menambah tekanan-tekanan sentrifugal didalam gerakan tersebut di masa pasca Hashim. Selaku Mufti Besar Kutawato. namun kastaf yang baru adalah Sammy Al-Mansour (Sammy Gambar). Hubungan tersebut banyak membantu membawa para ulama asal Maguindanao kedalam pihak Murad. dimana dua kamp terbesar.- Sur) – dan dari komandan lapangan yang lebih militan. Ketika Malaguiok menyerahkan diri kepada pemerintah pada April 1980. Abu Bakar dan Busrah.23 adanya tenggang waktu tiga pekan – dimana diduga Mimbantas sendiri menderita penyakit jantung – tampaknya menunjukkan bukan demikian halnya. yang ketika itu bertanggung jawab untuk mendapatkan senjata melalui kepala suku MNLF Nur Misuari yang berbasis di Sabah. Naiknya ke pucuk pimpinan MILF dimulai 30 tahun yang silam ketika dirinya mengantikan Komandan Ali "Cassius Clay" Sansaluna selaku ketua bidang militer pada Komite Revolusioner Kutawato (Kutawato Revolutionary Committee / KRC) di MNLF. yakni dibidang urusan militer. Sebelum tahun 2000.1. sebelum berganti nama menjadi MILF pada Maret 1984. seraya menggagalkan perundingan yang belum lama dirintis dengan rezim Marcos dan sebagai imbalan menerima jabatan politik yang menggiurkan. sementara Murad menduduki jabatan ketua 23 "GMA does not listen to peace advisers". sesama rekan pada gelombang Top 90. yaitu Murad.setidaknya secara resmi – berada dibawah komando Murad dan Gambar. Pasigan sendiri merupakan tokoh tetua yang berpengaruh yang duduk di komite pusat membidangi urusan da’wah. Bandingkan dengan sekitar 5. Jafaar yang membidangi urusan politik adalah saudara sepupu Murad dari pamannya dipihak ibu. Sementara itu jabatan semula Mimbantas sebagai wakil ketua urusan dalam negeri tampaknya dibiarkan kosong. Pada akhirnya Mimbantas memperoleh jabatan yang sebelumnya diduduki Murad.24 Perubahan-perubahan terhadap Dewan Harian Jihad yang beranggotakan kurang lebih tujuh orang dan yang menjalankan urusan sehari-hari komite pusat yang lebih besar.000 orang bersenjata yang setia kepada saingannya untuk merebut tampuk pimpinan. juga asal Maguindanao. yaitu Tentara Islam Bangsamoro (Bangsamoro Islamic Armed Forces / BIAF). Hambatan penting terhadap kekuasaan yang baru dipegang Mimbantas selaku wakil ketua bidang militer. maupun sebagai simbol status perang secara de facto yang tengah dirundingkan. yang mungkin mencerminkan manuver oleh fraksi-fraksi yang berdasarkan golongan etnis tersebut. namun jumlah pengikutnya yang bersenjata mungkin ridak melebihi beberapa ratus orang. Keduanya menjadi model bagi masyarakat Islam yang didambakan dimasa depan. yang asli orang Maranao. sebagian besar pasukan tetap MILF yang terdiri dari enam divisi menduduki posisi-posisi tetap dalam mempertahankan kamp-kampnya.. umum dengan dukungan dari wakil ketua III MILF Ghazali Jafaar. yang semula menduduki jabatan deputi kastaf dibawah Murad. berumur 55 tahun. adalah pemisahan jabatan yang didudukinya dari jabatan kepala staf sayap bersenjata MILF. . sehingga -. lama menjadi wakil ketuanya Hashim membidangi urusan militer dan didukung para komandan lapangan dan pejuang biasa yang basis agamanya tidak terlalu kuat. Popularitas pribadi Murad diantara basis massa gerakan tersebut banyak membantu sayap MNLF “Kepemimpinan Baru” dibawah Hashim untuk memulihkan diri menyusul hengkangnya Malaguiok. yang juga sesama orang Maguindanao.

hal. Kadaffy Janjalani. Mindanews. Sementara Komandan Jack beroperasi diatas lahan yang cukup mudah dicapai di Maguindanao di pusat jantung wilayah pemberontak dan jalur komunikasinya dengan kepimpinan Murad mungkin cukup erat.25 Dengan demikian Divisi Lapangan I dibawah Komandan Jack Abdullah menjadi Komando Markas 105 yang berpusat di Rawa Liguasan. yakni Dewan Komando Islam.26 Daerah tersebut merupakan titik pusat operasi pengejaran AFP terhadap pemimpin Abu Sayyaf yang buron. begitulah yang dituliskan mengenai MNLF seperempat abad yang lalu. Divisi Markas Besar dibawah pimpinan Komandan Gordon Saifullah saat ini telah menjadi Komando Markas 101 di wilayah Kamp Abu Bakar. masing-masing di daerah Davao dan Zamboanga. Iranun dan Kalibugan yang merupakan minoritas bercampur aduk dengan penduduk lumad dan Kristen yang dominan. 1980).S. dan pejuang Iranun yang konon masih melindungi unsurunsur JI di daerah perbatasan Maguindanao-Lanao kemungkinan ada di bawah komandonya. Dengan hilangnya bagian bawah kamp Abu Bakar pada Juli 2000. menambah kondisi bergejolak pada daerah tersebut. Sama. Komandan divisi pasukan pemberontak senantiasa menjadi “pusat kekuasaan mandiri yang bergerak atas prakarsanya sendiri”.- Strategi tersebut memudahkan komunikasi dan menyediakan struktur komando yang relatif lebih merekat. George.27 Yang juga berpotensi masalah bagi kepemimpinan pusat adalah Komando Markas 107 dan 108 yang beroperasi dikejauhan. Maguindanao. Penduduk Muslim di Davao yang jumlahnya sedikit dan tersebar luas. adik mendiang ketua.. ketimbang memiliki pasukan konvensional yang terikat pertahanan yang sifatnya statis Kendati sebagian besar komandan divisi berpangkat sama dibawah struktur baru tersebut. yang melakukan pemberontakan diseluruh negara sejak akhir 1960an. selain itu setidaknya satu batalyon dari Divisi Pengawal Negara dibawah Samir Hashim masih tetap berada dibawah komandonya sebagai bagian dari Komando 25 Markas 106 yang terpusat di Cotabato Utara. daerah yang dikuasai Julhanie mencakup wilayah adat lumad di pegunungan serta pusat-pusat penduduk Kristen yang membentang hingga garis pantai Sultan Kudarat dan propinsi Sarangani. sebagai Komandan Komando Markas 109. Tausug. Samir Hashim. mereka kini menikmati otonomi yang lebih besar dari Staf Umum yang dikepalai Murad. Revolt in Mindanao: The Rise of Islam in Philippine Politics (Oxford. Pada struktur lama. tidak mampu menunjang divisi tetap sendiri. satuan-satuan tetap yang besar yang sebelumnya bermarkas disana – yaitu divisi-divisi Markas Besar dan Pengawal Negara – tidak dapat dipertahankan dan terpecah menjadi formasi yang lebih kecil. 230. Hal ini menjadikan pemberontakan Moro di semenanjung tersebut yang dipimpin Komandan MILF Aloy Al-Ashrie mempunyai ciri khas tersendiri yang anarkis. yang biasanya penganut animisme tetapi adakalanya sudah menjadi Kristen 27 "MILF refutes military claim of internal rift". Enam divisi tersebut ditambah ISF. 26 . Subanen dan Tboli. Di Zamboanga. struktur divisi lama yang kurang lebih mengikuti model AFP diganti dengan sistim Komando Markas yang lebih menyerupai pasukan gerilyanya Tentara Rakyat Baru (New People's Army / NPA) yang komunis. Perubahan ini dimaksudkan untuk memudahkan melakukan taktik hit-and-run yang lebih gesit dan pengelakan.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. dan tidak lagi menghiraukan perintah dari pusat. selain itu wilayah operasi dan pengikut bersenjatanya yang berasal dari wilayah itu cenderung bertahan terus kendati organisasinya telah berubah nama.J. dijadikan sembilan Komando Markas yang terbagi atas komando satuan dan seksi. bahkan orang Muslim dari suku Maguindanao. masing-masing divisi BIAF yang seluruhnya berjumlah enam divisi terdiri dari enam brigade yang masing-masing terdiri dari enam battalion. Selain itu unsur-unsur ASG serta sebuah kelompok pecahan MNLF yang keras. yang konon menentang aksesi Murad. Amelil Umbra yang mantan komandan Brigade 206 masih beroperasi disekitar Kamp Omar. T. 2 April 2004. dan Divisi Lapangan II dibawah Tops Julhanie di kawasan Cotabato selatan kini berfungsi sebagai Komando Markas 104. sebagaimana pula pimpinan di tingkat lebih rendah menikmatinya dari Komando Markas masing-masing. selain lokasi dari serangkaian pemboman kota selama dua tahun terakhir. Istilah Lumad digunakan untuk suku asli non Muslim seperti misalnya Tiruray. Sampai dengan pertengahan 2001. 13 July 2004 page 13 . Komando Markas 107 dibawah Cosain "Sonny" Soso yang ada disana dibangun dari Brigade 101 yang lama (Divisi 1). mempunyai ambisi sendiri untuk menduduki pucuk pimpinan tersebut. Komandan Gordon diketahui mempunyai kaitan langsung dengan JI pada akhir 1990an.

yang merupakan teroris yang paling diburu di Asia Tenggara sampai dengan tertangkapnya di Thailand pada bulan Agustus 2003. Komando Markas 108 dibawah Ashrie (dahulu Divisi Lapangan 4) diketahui mencari sumber pendapatan alternatif dengan melakukan penculikan dan pemerasan. lima peristiwa pemboman yang terkoordinasi di ibukota Filipina pada 30 Desember 2000. Berbagai kecenderungan perpecahan politik tersebut cukup penting mengingat apa yang telah diketahui tentang kaitan MILF dengan kegiatan teroris. Saat ini hal tersebut tercermin dalam cabang kotamadya yang jumlahnya tak terhingga di sekitar Danau Lanao. maka demikian pula perbedaan antara orang Maguindanao dan orang Maranao mempunyai potensi yang sama dalam MILF saat ini.28 Sebagaimana di Zamboanga. atau memangkas keterangannya berdasarkan hal-hal 28 Wawancara ICG. sementara orang Maguindanao mempunyai pengalaman cukup lama tentang kekuasaan relatif terpusat dibawah dua kesultanan utama. dirinya tetap bekerja pada Komando Markas 102 dan 103 sebagai pelatih untuk taktik gerilya dan peledakan selama 2001 – 2003. Jika pada akhir 1970an persatuan antar suku antara para Tausug dari daerah kepulauan dan para Maguindanao dari daerah daratan tidak dapat dipertahankan dalam MNLF. sejak dahulu kekuasaan Maranao lebih terpecah dimana berbagai daerah kekuasaan kecil saling berebut pengaruh. tercatat menyangkal hubungan Mukhlis dengan MILF. lemahnya organisasi pada tingkat akar rumput di Lanao menghambat keterpaduan MILF secara lembaga maupun pengawasan politik terhadap sayap militer. dan dibawah pengawasan lepas Hambali. tutur seorang petinggi Dewan Harian Jihad asal Maguindanao dengan gamblang. Menurutnya. Menurut Mukhlis.- Basis massa Muslim yang jumlahnya sedikit dan terpencar di semenanjung Zamboanga membatasi pengaruh sayap politik serta mengurangi keterikatan dengan pusat maupun pengumpulan zakat. yang semuanya berimplikasi kurang baik bagi proses perdamaian. dengan membawa perjuangan ke wilayah musuh dan meringankan tekanan terhadap kampkamp MILF. Petinggi MILF Ghazali Jafaar dan Sammy Gambar. . dijalankan sesuai instruksi yang diberi Komandan Divisi 3 Solaiman Pangalian kepada “staf khususnya” – agar mewujudkan seruan Salamat Hashim untuk melakukan jihad menyusul serangan Abu Bakar. terkadang disertai taktik militer liar dengan mengambil sandera dan menjarah kota propinsi yang mayoritas penduduknya orang Kristen. dan unsur-unsur ISF dibawah Abdulaziz Mimbantas. "Orangorang di Lanao berbeda dengan kami". dan menewaskan 22 orang. Akan tetapi hal ini berarti juga bahwa beberapa orang Maranao. cukup banyak orang Maranao yang “fanatik". dan banyak yang merasa Lanao sudah bebas karena tidak ada orang Kristen didalam pemerintahan. akan tetapi pada umumnya lebih bersifat rutin dan mudah dikendalikan oleh pimpinan pusat apabila diperlukan dalam konteks kesepakatan perdamaian baru. oleh karena itu tidak dirasakan perlu melakukan organisasi”. 29 Mei 2003. 29 Today. Kesaksian Saifullah "Mukhlis" Yunos yang tertangkap pada 25 Mei 2003 memberi indikasi bahwa unsur-unsur Divisi Lapangan 3 BIAF yang didominasi orang Maranao lah yang memegang andil dalam melakukan pemboman Hari Rizal di Manila dengan bermitra bersama operator JI Fathur Rahman al-Ghozi.29 Akan tetapi menurut Mukhlis. “Para ulamanya terbagi atas begitu banyak kelompok. maupun juru bicara Eid Kabalu. yang masingmasing jumlah penduduknya jauh lebih kecil dibanding ditempat lain di negara itu. terutama yang lebih muda.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Namun demikian yang menjadi tantangan paling besar bagi Murad adalah pasukan-pasukan Maranao yang dahulunya tergabung dalam Divisi Lapangan 3 dibawah Alim Solaiman Pangalian.. Asal usul riwayat perbedaan antara politik Maguindanao dan Maranao tersebut cukup panjang. December 2003. Sudah pasti salah satu kemunghkinannya adalah bahwa pejabat MILF tersebut tidak mengatakan yang sebenarnya. “tertarik kepada kelompok ekstremis sebagai tahapan lebih lanjut dalam perjuangan mereka”. Saat ini mereka tersebar diseantero Komando Markas 102 dan 103 yang menurut laporan dipimpin Rajahmuda Balindong dan Yayah Luksadatu – yang disebut terakhir ini juga menjadi kepala staf Gambar. 13 July 2004 page 14 . bahkan ikut ambil bagian dalam serangan MILF terhadap kota Maigo sebulan sebelum tertangkap. Ada beberapa kemungkinan dibalik sikap MILF tersebut. Selain itu para komandan lapangan di Lanao tampaknya beroperasi dengan tingkat otonomi dari pusat yang lebih khusus. Kendati kegiatan kriminal bukannya tidak dilakukan di jantung tanah MILF. 28 Mei 2003 dan Philippine Star.

yang menunjuk keengganan melibatkan MILF serta pengecekan silang hal-hal penting dengan pernyataan tersangka teroris lainnya seperti al-Ghozi.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. maka hubungan antara para spesialis teror dan persatuan MILF mungkin akan mengalami ujian. desentralisasi operasional”. Jika mereka sendiri yang merekayasa penyekatan ini. keterampilan dalam penggunaan bahan peledak. para pemberontak kemudian lari atau ditumpas. terutama Kelompok-Kelompok Operasi Khusus (Special Operations Groups/SOG ) yang terikat divisi dan brigade BIAF.- teknis yang kurang jelas.diyakini oleh beberapa simpatisan MILF. dengan hanya berpedoman pada perintah yang samar. 13 July 2004 page 15 . mungkin menjadi semakin tergantung kepada perolehan pendapatan melalui terorisme komersial tersebut dalam upaya memberi subsidi bagi biaya operasi MILF secara keseluruhan Dengan semangat kewiraswastaan tersebut. dimana ia mengaku telah disiksa dan tidak mengetahui tata cara pengadilan. maka kurang tepat menggambarkan keadaan ini sebagai konflik antara orang Maguindanao yang “moderat” dengan orang Maranao yang “ekstremis”. yang memimpin organisasi tersebut. terpecah belah. Hal ini dimanfaatkan para komandan divisi di MILF jika diperlukan. Pelatihan sistematis pembuatan bom di kampkamp MILF setidaknya dimulai akhir 1980an. akan tetapi inisiatifnya lebih berada pada para spesialis yang kegiatannya mendapat momentum tersendiri serta mencerminkan agenda campuran. Perusahaan angkutan bis dan 30 toko serba ada di kota-kota propinsi Mindanao sudah sering dijadikan sasaran pemerasan yang disertai ancaman bom sejak awal 1990an. dan kian banyak lulusan kamp yang melihat peluang baru untuk mencari dana dengan menggunakan keterampilan tersebut. Dalam kasus MILF. Motivasi pemboman bisa saja mencakup gabungan dari yang tergolong biasa (misalnya pemerasan. yang sifatnya taktis (serangan pengalihan atau destabilisasi) dan yang berupa jihad (dengan sponsor dari luar negeri). Oleh karena pada umumnya keterlibatan MILF dalam tindakan teror didasarkan atas motivasi pragmatis dan hubungan antar perorangan. Mengingat sifat MILF yang tidak begitu kompak dan lebih bersandar kepada kepribadian perorangan. . kian meningkatnya cabang kelompok teroris tersebut direstui oleh pimpinan MILF sepanjang maksud mereka tercapai. Disini mungkin dapat dilihat kesejajaran dengan garis strategi yang dianut Tentara Rakyat Baru (NPA) pada tahun 1974 yang dikenal sebagai “sentralisasi kepemimpinan. Selain itu bukannya mustahil bahwa para petinggi tersebut memang disekat dari pengetahuan tentang detil operasi yang dapat menempatkan mereka dalam posisi yang sulit. pelampiasan dendam pribadi). 10 September 2003. maka yang tersirat adalah bahwa kegiatan teror sudah merupakan kebijakan pada pucuk pimpinan . perlunya penegasan kontrol dari pusat oleh kepemimpinan yang didominasi orang Maguindanao guna mengendalikan para spesialis teror.. Lihat "Moclis recants: I'm a fall guy". Sebagaimana runtuhnya resim Marcos mengubah lingkungan strategi NPA dan pada akhirnya memaksa memuncaknya ketegangan antara para Maois dan para pemberontak. maka peristiwa 11 September dan Bali bisa jadi mengubah sifat kemampuan MILF untuk melakukan tindakan teror dari asset taktis menjadi hambatan strategis. Namun demikian. kemungkinannya pimpinan tertinggi disekitar Salamat Hashim sudah dari awal memutuskan untuk memanfaatkan apa adanya . Seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap kepemimpinan MILF baru untuk menurunkan kapasitas teror yang dimilikinya. dan Partai Komunis di Filipina. Hal ini dapat memperburuk perselisihan yang ada antar golongan etnis dan fraksi sebagaimana telah diuraikan diatas. para komandan SOG setempat seperti Mukhlis menyambut baik sokongan dari sesama rekan lulusan Afghanistan untuk mengembangkan program-program spesialis. dan membiarkan setiap satuan menghimpun kekuatannya dengan cara masing-masing. Pendapat tersebut tidak didukung oleh berita acara pemeriksaan terhadap Mukhlis yang diperoleh ICG. Mukhlis menarik kembali pengakuan bersalah yang dibuatnya berkaitan dengan kasus Hari Rizal pada tanggal 9 September 2003. Sejumlah satuan. untuk pertama kalinya dimanfaatkan di medan perang di Mindanao melalui pembuatan ranjau darat yang diimprovisasi dan granat yang diluncurkan dengan roket serta melalui operasi sabotase seperti peledakan menara kabel listrik. yang adakalanya diperoleh dari perbatasan Afghanistan. Ketika sikap ortodoks ala Mao untuk “mengelilingi kota-kota dari pedesaan” diterapkan kembali diawal 1990an. dapat berdampak paling besar terhadap Penjelasan lainnya – bahwa Mukhlis dimanfaatkan untuk melibatkan MILF didalam kegiatan teroris . Keleluasaan yang diperoleh bagi inisiatif setempat menimbulkan tumbuhnya sebuah fraksi pemberontak perkotaan di Mindanao yang hingga pertengahan 1980an telah menjadi basis kekuatan utama kelompok tersebut. Manila Times. Sebagaimana pengalaman NPA dalam hal pemberontakan perkotaan.30 Kenyataannya mungkin lebih rumit.

di tahun 1998. Jika Murad mencapai kesepakatan perdamaian dengan pemerintah atas dasar paket otonomi yang lebih sempurna. "Rumbles in the Jungle".. yang belakangan terbukti bersalah dalam peristiwa bom World Trade Centre pada tahun 1993.- pesaing asal Maranao yang otonominya tidak boleh diganggu gugat. maka para pejuang militan yang tersingkir bisa jadi akan memperkuat kembali ikatannya dengan sekutu jihad dari luar negeri. terpaksa lari dari sebuah apartemen di Manila setelah bahan kimia yang digunakan untuk membuat bom terbakar. 4 Maret 2002. Sebuah sel alQaeda didirikan di Filipina pada tahun 1991. dan memperluas pengaruh JI di Filipina maupun kawasan yang lebih luas. Mohammed Khalifa. Sel tersebut. dan upaya mengulang pengalaman tersebut di Mindanao lah yang kini merupakan ancaman terbesar bagi proses perdamaian. . dua warga Palestina dan seorang warga Jordania yang diyakini sebagai anggota sel yang sama ditangkap dan diketahui telah mengadakan kontak dengan Wakil Ketua MILF Ghazali Jafaar disamping pemimpin lainnya. akan tetapi lebih berdasarkan kontak dengan Kelompok Abu Sayyaf ketimbang dengan MILF. Keberadaan sel menjadi perhatian dunia pada tahun 1995 ketika Ramzi Yousef. Persekutuan tersebut diperkokoh melalui kesepakatan Salamat Hashim dengan pimpinan JI di tahun 1994 untuk mendirikan kamp pelatihan yang dikelola JI bagi rekrut MILF.33 Informasi baru yang diperoleh ICG lebih mengungkap secara rinci pentingnya upaya tersebut untuk mendidik generasi baru dalam keahlian teroris seperti misalnya membuat bom. ICG pernah menguraikan tentang program pelatihan JI di Mindanao. dan kelompok jihad lainnya dijalin di kamp-kamp pelatihan di Afghanistan pada pertengahan 1980an. namun belum jelas apa sifat hubungan tersebut. Januari 2004. 32 31 Wawancara ICG. 33 ICG Asia Report N°63. mulai terungkap adanya jaringan Jemaah Islamiyah. bernama Kamp Hudaibiyah. didalam Kamp Abu Bakar milik MILF di Maguindanao and belakangan. ketimbang dengan MILF. kendati sifatnya lebih pragmatis ketimbang ideologis. 13 July 2004 page 16 . untuk mendirikan sebuah akademi Anthony Spaeth. Marawi City. lebih mendalam daripada dengan al-Qaeda. Hingga akhir 1990an anggota sel telah berhubungan dengan komandan puncak MILF. Jemaah Islamiyah. serta penangkapan Fathur Rahman al-Ghozi di Manila pada Januari 2002.31 Cikal bakal ikatan tersebut lah yang akan kami tilik pada bagian berikut. Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged But Still Dangerous. yang didirikan oleh ipar Osama bin Laden. Bom tersebut sedianya digunakan dalam komplotan untuk meledakkan sebelas pesawat udara yang berada diatas Laut Pasifik. Persekutuan dengan JI. Dalam laporannya yang terdahulu.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Time Asia. diyakini dibentuk melalui kontak dengan Kelompok Abu Sayyaf Group. yang konon siap dipertimbangkannya. KAMP HUDAIBIYAH DAN AKADEMI MILITER ISLAMI Ikatan MILF dengan al-Qaeda. V.32 Baru setelah tertangkapnya limabelas orang tersangka di Singapura pada Desember 2001. Akan tetapi pada November 2001. 26 Agustus 2003..

namanya Harbi Pohantun Ittihad-e-Islamiy Mujahidin Afghanistan. op. Jemaah Islamiyah. dan segelintir lainnya masih tetap terlibat pergerakan illegal manusia. dan Nasir Abbas – kini sudah ditahan atau secara aktif bekerjasama dengan polisi.000 hingga 8. Al-Qaeda: Casting a Shadow of Teror (I. Juli 2004. Dari sekitar 7. 1979-1989. yang sebagian besar merupakan anggota Darul Islam. termasuk pemboman Hari Rizal di Manila pada Desember 2000. Akan tetapi banyak lagi yang masih bebas. Konsulat Jenderal Indonesia telah melakukan survei terhadap 6. senjata dan bahan peledak antara Indonesia dan Filipina. hubungan tersebut dimulai pada pertengahan hingga akhir 1980an di Afghanistan. Tidak ada kamp pelatihan di Afghanistan selama pendudukan Soviet. Di Pushtun. Partai Sayyaf memiliki jaringan yang paling lemah di Afghanistan diantara tujuh partai mujahidin besar. 36 Lihat Laporan ICG. tidak sebagaimana diklisekan secara umum di Filipina. Para lulusan tersebut mewujudkan ikatan timbal balik yang kuat antara operator jihad di Asia Tenggara dan Moro. Abdul Rasul Sayyaf. sudah tewas. Namun demikian pemahaman terhadap sejarah program pelatihan di Mindanao mungkin dapat memberi gambaran mengenai susunannya saat ini. Ittihad-i Islami Bara-yi Azadi-yi Afghanistan. 2003).900 warga Indonesia di Mindanao. termasuk persitiwa bom di Davao tahun 2003. bertempat di kampkamp milik seorang pemimpin Afghanistan..36 35 34 Salah seorang yang terlibat dalam pendirian Camp Hudaibiyah menegaskan kamp tersebut didirikan dengan tujuan JI melatih MILF ketimbang anggota JI lainnya. cit. Faiz Abu Bakar Bafana. Lihat Jason Burke. Komunikasi dengan Jakarta. 13 July 2004 page 17 . setelah kekalahan Kahar Muzakkar dan pemberontakan Darul Islam (DI) di Sulawesi Selatan. Diantara yang menjadi pelatih atau instruktur di Kamp Hudaibiyah termasuk banyak anggota JI yang paling terakit dengan peristiwa bom Bali maupun tindakan kekejaman lainnya di Indonesia dan Filipina.MILF Kaitan antara pejuang militan Islam di Indonesia dengan Mindanao sudah ada jauh sebelum terciptanya MILF atau Jemaah Islamiyah. mayoritasnya merupakan penduduk taat hukum dan beragama Kristen. seperti juga kelompok jihad kecil lainnya yang berbasis di Indonesia. terutama Tawao). Kamp pelatihan Sayyaf dinamakan Akademi Militer Afghanistan Mujahidin Ittihad-e-Islamiy. Januari 2004. dan tempat lain di Indonesia. selain ke Malaysia (Sabah. dan hanya beberapa bagian di Mindanao Tengah yang belum diliput karena kekurangan dana. Dan saat ini ikatan tersebutlah yang merupakan hambatan yang paling besar bagi tercapainya kesepakatan perdamaian di Filipina selatan A.66.B. operator JI dan MILF bekerjasama dalam berbagai operasi.- militer yang juga berada didalam kompleks Kamp Abu Bakar. terutama Balikpapan dan Samarinda di Kalimantan Timur. Akibat serbuan tersebut. ada disebut "Pohantun" tetapi yang dimaksud adalah kamp Sayyaf. Utomo Pamungkas alias Mubarok. namun belum jelas apakah kesepakatannya dibuat dengan para komandan secara perorangan atau dengan MILF secara umum.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Pada tahun 1960an.35 Mungkin segelintir dari mereka mempunyai ikatan dengan pejuang DI yang lama. maupun di pulau-pulau Sarangani dan Balut dilepas ujung selatan Mindanao. serta dalam pelatihan militer yang tengah diselenggarakan di Mindanao. CIKAL BAKAL KERJASAMA JI . Mustofa (Mustopa. Pulau Sulawesi di Indonesia telah menjalin ikatan perdagangan dengan Mindanao sejak berabad-abad. akan tetapi tampaknya para lulusan Kamp Hudaibiyah memegang peran kunci dalam sejumlah serangan teroris di Filipina. kendati pada skala yang lebih kecil dan bersifat lebih terpencar. dengan dana dari Saudi.000 warga Indonesia yang saat ini berada di Filipina selatan yang terkonsentrasi di kota-kota General Santos City. Gambaran bagaimana persisnya sifat hubungan kerja MILF dengan JI masih suram. Beberapa lainnya. Kerjasama yang paling sistematis antara keompok jihad di Filipina dan di Indonesia terjadi antara MILF dan JI. JI terpaksa memindahkan operasinya keluar Abu Bakar dan lebih dalam ke pegunungan dimana kemudian didirikan kamp pelatihan baru yang dikenal sebagai Jabal Quba. terutama melalui pulau Sangihe dan Talaud dilepas pantai Sulawesi Utara. JI masih tetap mengirim pemudapemuda ke Mindanao untuk mengikuti latihan. Wawancara ICG.Hambali. Sekitar 85 persen beragama Kristen. Davao City. Sebagaimana telah disebut. hal. Thoriqudin.34 Pengaturan tersebut berlanjut hingga Juli 2000 ketika tentara Filipina menyerbu Kamp Abu Bakar. pada beberapa dokumen Indonesia.Taurus. Setelah serangan tahun 2000. sepert al-Ghozi. ketika para pejuang Filipina dilatih dibawah instruktur Indonesia. akan tetapi dari awal berhasil menggalang dukungan dari intelijen Pakistani dan dari dermawan kaya asal Saudi . Anggota JI warga Indonesia pernah dilatih bersama Sayyaf . Beberapa diantaranya -. mengikuti partai politiknya. Cotabato serta Davao dan sekitarnya. Mustafa). banyak pengikutnya yang lari ke Filipina selatan.

yang dihukum penjara tujuh tahun pada Mei 2004. diantaranya Mukhlis Yunos. Sedemikian keras kerja yang dikerahkan untuk tugas tersebut sehingga tidak diperlukan lagi latihan fisik lainnya. dan Nasir Abbas. Okasha alias Zubair. mantan ketua Mantiqi III maupun ketua satuan operasi khususnya. Seluruh instruktur terdiri dari anggota JI asal Indonesia. Gelombang kedua tersebut mulai berlatih sejak tahun 1986 dan termasuk Mustofa. Ketika mengajar pada sebuah kamp yang dikelola JI di Torkham. Januari 2004. warga Malaysia dari Sabah. Abdullah Sungkar. Mei 2004. dan dikemudian hari bergabung bersamanya untuk melakukan pemboman Hari Rizal di Manila pada Desember 2000. termasuk Sungkar sendiri.- Diperkirakan ada empat warga Moro yang bergabung dengan sekitar 60 warga Indonesia yang membentuk gelombang kedua DI menuju akademi militer dibawah Sayyaf yaitu Kamp Saddah.39 Kelompok pelatihan pertama di Kamp Hudaibiyah yang terdiri dari 60 orang. Tidak lama kemudian ketika pelatihan di Afghanistan tidak mungkin lagi diteruskan. Lokasi tersebut ditemukannya di bagian atas Abu Bakar. yang sedianya termasuk pelajaran ketat tentang penggunaan peluncur granat. seorang pemimpin DI dan bersama Abu Bakar Ba'asyir merupakan pendiri pesantren al Mukmin (dikenal juga sebagai Pondok Ngruki) diluar Solo. berdekatan dengan perbatasan propinsi antara Maguindanao dan Lanao del Sur. sekitar limabelas warga Pakistan. selain senjata kecil. 39 Wawancara ICG. Parachinar. Pada Desember 1996. 37 Wawancara ICG. mortir. Nasir Abbas. Kamp tersebut dinamakan berdasarkan Perjanjian Hudaibiyah. Fathur Rahman al-Ghozi.40 Sahabat lama tersebut menyambut al-Ghozi setibanya di Kamp Abu Bakar.38 Mereka tiba di Kamp Abu Bakar. Jawa Tengah. satu untuk para instruktur. bersama pemimpin JI lainnya ia memutuskan memindahkan pelatihan ke Mindanao dengan alasan lebih murah dan lebih dekat. yang termasuk dalam gelombang keempat peserta akademi militer di Afghanistan. yang pernah mengunjungi Mindanao di 1989-90 dan yang menjadi pemandu kelompok. mengambil prakarsa untuk mencari lokasi yang relatif aman dan terpencil untuk menjalankan pelatihan. serta ketua operasi militer JI Zulkarnaen.. 38 Tiga orang kemudian pergi setelah satu bulan. Mei 2004. 40 Zulkarnaen mendirikan kamp di Torkham sekitar tahun 1993.500). AlGhozi menjadi akrab dengan dua pejuang MILF. yang ditangkap pada April 2003 dan kemudian dihukum penjara selama sepuluh bulan. senjata anti-tank serta howitzer. tiga orang dari Tajikistan dan segelintir warga Arab. 13 July 2004 page 18 . Pada Januari 1993. yang kelak menggantikan Mustofa selaku ketua Mantiqi III. Saat itu beberapa pemimpin JI sudah akrab dengan Salamat Hashim. Zulkarnaen membawa dana sebanyak kurang lebih 60. . seorang bernama Nasrullah. namun ternyata rekan mereka dari MILF belum melakukan persiapan bagi program pelatihan. Qotadah alias Basyir. dan hanya tinggal Nasir Abbas dan Qutadah sebagai instruktur. dekat perbatasan Pakistan dengan Afghanistan.37 Selanjutnya pada Oktober 1994. seluruhnya warga Moro dari MILF. Solahudin dan Habib. Zulkarnaen memberi perintah kepada lima anggota JI untuk berpindah dari Afghanistan ke Mindanao guna mendirikan kamp baru dalam rangka melatih pejuang MILF. Wawancara ICG. dan peserta latihan pun sebagian besar warga Indonesia. dan yang satunya lagi untuk siswa. untuk pembangunan dua buah barak di Hudaibiyah. pecah dari Darul Islam dan mendirikan Jemaah Islamiyah. dan selanjutnya diganti dengan kelompok lain. terpaksa menggunakan parang untuk membersihkan lahan tersebut. yang bertemu dengan Hashim di Pakistan sekitar 1984. Nasir Abbas. anggota JI asal Jawa dan veteran perjuangan di Afghanistan. kamp baru tersebut telah berjalan lancar. dan dialah yang menamakan kamp baru tersebut Hudaibiyah. Afghanistan antara 1993-1994. Kurram Agency. seorang ahli peledak. Mereka adalah Mustofa. mendirikan kamp tersendiri di Torkham. yang dikemudian hari mengawasi program pelatihan di Mindanao selaku ketua JI di wilayah Mantiqi III. sekitar limabelas warga Bangladesh. Pada Mei 1995. tiba di Mindanao untuk kunjungan satu bulan guna menggantikan Nasir Abbas dan mengembangkan program pelatihan. dengan restu Hashim. Hingga Maret-April 1995. gencatan senjata yang disepakati antara Muhammad dengan kaum Quraysh di tahun 628 dimana beliau kemudian diperbolehkan berdakwah dengan bebas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Afghanistan. Mereka tinggal selama dua bulan. Ada juga beberapa orang Filipina.000 pesos (ketika itu sama dengan $2. Dua warga Moro pada gelombang kedua ini pada gilirannya melatih gelombang-gelombang susulan. pada tahun1993.

khusus bagi kebutuhan kamp di Mindanao. Bafana selaku bendahara Mantiqi I mencari tambahan dana sebesar RM40. 13 Desember 2002. Mustaqim. Ibu Sirin.400) dengan memungut iuran khusus dari anggota. Said. Faiz Bafana.44 Anggota paling penting dari kelompok yang B. warga Malaysia yang ditahan sehubungan keterkaitannya dengan JI. pada Oktober 2003. Qotadah mengambil alih tugas selaku instruktur utama di Hudaibiyah hingga pertengahan 1997. yang tinggal hingga pertengahan 1998..42 Hingga awal September 1998. Anwar. mendirikan Mantiqi III guna memberi dukungan jarak dekat bagi kegiatan JI yang kian meningkat di kawasan SabahKalimantan Timur-Sulawesi-Mindanao. sebanyak duapuluh kadet dari Mantiqi II tengah menjalani latihan senjata api dengan menggunakan duabelas pucuk senapan M-16. Qotadah diganti selaku kepala instruktur oleh Ilyas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Berita acara pemeriksaan terhadap Faiz Abu Bakar Bafana. Kamp Hudaibiyah telah berkembang mencakup lima bangunan permanen dengan asrama untuk menampung duapuluh siswa.000 yang ditarik dari Mantiqi I dan II dan dari markaziyah setiap enam bulan. anggota JI yang berasal dari Kudus. Mereka juga disyaratkan sudah menjadi anggota JI setidaknya selama dua tahun. menyuruh Bafana mengirim RM20. Syarat bagi peserta akademi adalah pria lajang berusia antara depalanbelas dan 23 tahun. yang saat itu menjabat sebagai bendahara kamp. Pada awal 1998. tersangka bom Bali yang masih buron. Abu Farhan. MILF secara aktif membantu JI dalam mendirikan akademi pelatihan militer yang dicontoh sesuai induknya di Afghanistan. anggota JI yang ditahan di Singapura. Abdurrohman.43 Menjelang akhir bulan. dan mushollah yang dapat menampung antara 30 hingga 40 orang. Tujuh orang yang menyusul yang dikawal al-Ghozi adalah Zulkifli. Menurut Bafana ia mendengar dari Hambali bahwa pungutan tersebut telah menjadi sumbangan wajib tetap sebesar RM40. menyebut akademi tersebut sebagai "proyek markaziyah (dibawah komando JI pusat) yang merupakan tanggung jawab Abu Bakar Baasyir". Musthofa. dimana biaya operasionalnya pun berasal dari yang bersangkutan.000 ($10. yang ditangkap sehubungan dengan bom Bali). di kemudian hari kriteria seleksi tampaknya menjadi lebih mudah. yang saat itu baru mempunyai dua divisi wilayah. asrama staf pelatih yang menampung sepuluh orang. Usman. dengan jeda selama dua pekan pada akhir semester pertama dan kedua. Semua ini terjadi sebelum keterlibatan anggota JI dalam tindakan teror di kawasan ini. sekalipun demikian. Maka dari 1994 hingga 1998. 43 Sebagian besar keterangan pada bagian ini berasal dari berita acara pemeriksaan terhadap Taufiq Rifqi. Pada tahun 1996 Wan Min ikut serta dalam program tambahan selama dua bulan di Hudaibiyah yang diatur oleh Hambali dengan tujuan memperdalam motivasi diantara warga Malaysia yang tergabung dalam JI. Jawa Tengah. dan 19 Februari 2003. PERKEMBANGAN KAMP HUDAIBIYAH Hingga tahun 1998. Kelompok pertama yang terdiri dari sepuluh peserta disusul kemudian dengan tujuh peserta lagi yang dikawal al-Ghozi. 44 42 Kelompok sepuluh siswa pertama terdiri dari:Taufiq Rifqi. dan Zubeir. agama. 11 Maret 2003. yang ketika itu memimpin Mantiqi I JI yang berbasis di Malaysia. Tolhah (nama lain dari Herlambang. dapur. dimana warga Filipina maupun warga Indonesia sama-sama merupakan pelatih maupun siswa.000 ($5.200) melalui Maybank kepada Fathur Rahman al-Ghozi. Hamzah. Hambali. 13 July 2004 page 19 . Filipina. Ketika Bafana mengunjungi Kamp Hudaibiyah pada bulan Juni 1998. Muadz. mulailah pelatihan semester pertama akademi militer. menyebut tahun 1997 sebagai awal dimulainya akademi militer. Berita acara pemeriksaan. Zaid. dan ketika itu belum ada bukti kuat mengenai kaitan MILF dengan al-Qaeda. sehingga seluruhnya berjumlah tujuhbelas siswa. yang dimaksudkan untuk membeli senjata bagi pelatihan di Mindanao. JI. yaitu Pesantren Lukman al-Hakiem di Johor. sebuah akademi militer yang berkembang penuh telah beroperasi di halaman Kamp Hudaibiyah lengkap dengan pelatihan kadet perwira (Kuliah Harbiyah Dauroh-1 atau KHD1). Pada akhir 1997 Hanif diganti oleh Omar Patek.- Dengan dipanggilkannya kembali Nasir ke Malaysia oleh Zulkarnaen guna membantu menjalankan pesantren JI yang sekaligus tempat perekrutan. alias Hanif.41 Kuliah tersebut terdiri dari tiga semester yang masing-masing berjangka waktu enam bulan. kendati yang disebut belakangan itu keberadaanya di Filipina sudah mapan. Pada bulan Juli tahun yang sama. Ibrahim dan . yang ditangkap di Cotabato City. Kiranya sulit bagi siapapun untuk memaparkan bahwa MILF pada tahapan itu tengah membantu dan terlibat terorisme di kawasan tersebut. lulusan SMU atau madrasah aliyah dengan nilai cukup dan penguasaan atas empatbelas mata pelajaran 41 Wan Min bin Wan Mat.

46 "Barangay" adalah istilah Filipina untuk desa atau wilayah perkotaan. Mustofa alias Abu Tolut alias Hafiz Ibrahim mengambil alih jabatan direktur. C-4. penyergapan dan pengunduran. Latihan dasar praktek peledakan meliputi pengenalan. yang masih buron. sumbu peledak dan peledak. alat peledak yang diimprovisasi (improvised explosive devices / IEDs) menggunakan mortir 60mm. Para instruktur terdiri dari Surya alias Qital alias Abu Humam. . Thoriqudin. identifikasi. sedangkan kelompok kedua mendapat pengalaman pada pekan berikutnya.62mm FN FAL. seorang veteran Afghanistan. Pada semester ketiga. Dikemudian hari Thoriqudin menggantikan Abu Bakar Ba'asyir selaku amir “penjabat” setelah Ba'asyir melepaskan tugas hariannya di JI pada pertengahan 2000 guna memusatkan perhatian kepada Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). dan Hudaifah tertangkap di Malaysia pada tahun 2004. dan Nasir Abbas.30 dan senapan mesin berkaliber . alias Abu Rusdan. Wahyudin. Melalui kesepakatan tetap dengan Komandan MILF Gordon Saifullah dari Divisi Markas Besar. Usman masih buron. .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Latihan tersebut diadakan secara berkelompok dengan empat orang per kelompok. Para siswa mendapatkan latihan yang lebih mendalam tentang peledakan sebelum menjalankan latihan praktek untuk pertama kalinya pada Februari 2000. dari April hingga September 1999. Selama semester kedua. dan dibiasakan menggunakan mortir 60mm dan 81mm dengan contoh dari instruktur. dimana kelompok pertama mendapat pengalaman selama pekan pertama pada jeda semester tersebut. jeda selama dua pekan dimanfaatkan untuk melakukan “pengalaman jihad” dengan dukungan MILF. Qotadah. Selama semester pertama. Para kadet dibagi menjadi dua kelompok. Said tewas ketika sedang bertempur. Haris.45. alias Khairuddin.- tiba belakangan adalah seorang lulusan Ngruki bernama Zulkifli.. Muhaimin alias Ziad yang mengajarkan pembacaan peta. yang mengajarkan tentang taktik dan bahan peledak. Ibrahim. Hamzah alias Hasanuddin kembali ke Jawa. Rangkaian latihan praktek kedua diadakan pada hari terakhir pelatihan pada Februari 2000. ammonium nitrat dan RDX. Al-Ghozi. dekat Sungai Banganan berhadapan dengan garis depan pemerintahan. Basyir – yang kadangkala dipanggil Abu Basyir tetapi bukan Abu Bakar Ba'asyir – memberi orientasi keseluruhan bagi KHD-1. Latihan dasar senjata termasuk penggunaan senapan berkaliber . M-16. Dari kelompok ini Zulkifli ditahan sejak September 2003. ia dibantu Fathur Rahman Al-Ghozi yang ditugaskan dibidang pelajaran agama.50. berjaga dan menjalankan 45 Hudaifah. turut menjadi instruktur. Ihsan. Muklas mengarahkan pelatihan dengan bantuan Hambali dan Nuim alias Zuhroni. Setiap siswa diberi jatah amunisi sepuluh peluru untuk praktek latihan keterampilan penggunaan pistol. salah seorang pemimpin mujahidin setempat). Muadz masih berada di Filipina. beberapa pekan sebelum hari wisuda. kembali ke Indonesia. manuver. Al-Ghozi. 13 July 2004 page 20 . seorang veteran Afghanistan dan ahli peledak serta ajudan terpercaya Zulkarnaen. dan M-60. black powder. dengan pemusatan kepada penggunaan TNT. dan penanganan TNT. Direktur akademi. dengan tombol listrik maupun nonlistrik. Sebelumnya Minabay Atas pernah menjadi ajang bentrokan sengit antara MILF dan pasukan pemerintah antara Januari 1997 dan Oktober 1998. katup peledak dan komponen kawat peledak berjangka waktu. mencakup empat topik baru setiap pekan. Faris alias Mukhlas menjadi direktur pada semester kedua. penyerbuan. Mustaqim alias Muzayyin. M-14 dan senapan serbu 7. black powder dengan katup peledak dan kawat peledak. pengamatan. dan tingkat ketegangan di tempat itu masih tinggi. ketua urusan militer untuk Mantiqi II dan anggota komando pusat JI. Para siswa diberi jatah amunisi tiga peluru untuk setiap senapan. M-1 Garand. serta gabungan ammonium nitrat dan bensin. Nu'im alias Abu Irsyad. dan Qotadah alias Basyir.46 Buldon. dari akhir September 1998 hingga Maret 1999. Latihan taktik meliputi pengawasan. kelompok-kelompok terdiri dari delapan atau sembilan kadet dibawa ke Markas Sultan di Barangay Minabay Atas. dengan susunan instruktur: Abu Dujanah alias Abu Musa. yang dikemudian hari mengepalai divisi regional JI atau wakalah di Mindanao (disebut Wakalah Hudaibiyah) dan menjadi perancang sejumlah besar tindakan pemboman disana. yang menjadi instruktur senjata.45 Pada akhir semester kedua. Mustaqim (bukan Mustaqim yang veteran dari Afghanistan dan menjadi direktur akademi) masih berada di Filipina dan menjadi seorang ahli bahan peledak . dan terakhir diketahui berada di Poso (ia merupakan menantu Adnan Arsal. dan Thoriqudin alias Abu Rusdan. Para kadet melakukan patroli. menjadi inspektur upacara pada acara peresmian.

18.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. siswa dari Singapura bahkan kadangkala tinggal di Hudaibiyah hanya selama tiga pekan. tidak pernah direbut pasukan pemerintah.47 Satu pekan sebelum wisudanya gelombang pertama yang terdiri dari tujuhbelas kadet di bulan Maret atau April 2000. Gelombang kedua lulus pada tahun 2002. Gelombang kedua yang terdiri dari limabelas kadet mulai menjalankan latihan pada April 2000. Shoify. pada Juli 2003 berkaitan dengan persembunyian senjata besar-besaran. Selain kurikulum penuh pelatihan kadet selama delapan belas bulan. dengan menginap di Kamp Hudaibiyah selama beberapa malam. dan kini menjadi pusat dugaan bahwa MILF tetap melindungi personil JI. Amir alias Yusuf dan 47 Shoify alias Siswanto ditangkap di Semarang. Ukasyah. Aqil. dan barang-barang miliknya dibawa ke Hudaibiyah. namun evakuasi segera dilakukan. Yang pertama tersebut pada umumnya diperuntukkan bagi anggota Mantiqi I dari Malaysia atau Singapura yang sulit meninggalkan pekerjaan untuk jangka waktu yang lama. Kholad. Musab. Ibrahim (senjata). Zulkifli Jaffar dan Habibullah Hameed "telah melakukan bai'ah (baiat) dihadapan ketua MILF Hashim Salamat". ketua Mantiqi III. Ibnu Suroqoh. Hudaifah (agama). pasukan pemerintah meninggalkan kebijakan lama yang memberi “pengakuan” atas kontrol MILF terhadap Kamp Abu Bakar. yang merupakan jalan belakang dari Abu Bakar melalui jalan tapak kuda menuju ke Butig. dan akademi militer tersebut dipindahkan ke Kamp Jabal Quba di Gunung Kararao. tiga orang "memiliki hubungan yang erat dengan MILF". Mustaqim ditangkap di Jawa Tengah pada Juli 2004.. Usman (latihan jasmani). sekitar bulan September 1999 dan Maret 2000. tanpa Kholad. Said (perbekalan). Malaysia. Pelatihan semester ketiga yang berlangsung dari Oktober 1999 hingga kurang lebih Maret 2000. juga disediakan kursus pendek berjangka waktu dua dan empat bulan. Kantor Salamat Hashim yang terletak di bagian pusat kompleks Abu Bakar juga dievakuasi ketika pasukan pemerintah berhasil menembus pertahanan luar kamp. Mustaqim (peledakan). 48 Instruktur tersebut termasuk: Hamzah (pelatih utilitas).49 Latihan tersebut dikacaukan oleh pecahnya perang antara pasukan pemerintah dan pasukan MILF di awal 2000. Sebelumnya ketegangan mulai memuncak sejak September 1999. Bisa jadi pula pimpinan MILF kurang menyadari sejauh mana para komandan lokal membuat kesepakatan dengan JI maupun kelompok lainnya. Menurut pemerintahan Singapura. Pada Juni 2000. Diantara delapanbelas tersangka JI yang ditahan di Singapura pada September 2002. Kendati Kamp Hudaibiyah sendiri baru diduduki pada April 2001. dan pusat kompleks kamp tersebut dikuasainya pada tanggal 9 Juli. namun tetap dilanjutkan di masa sesudah peristiwa bom Bali di Oktober 2002. Zulkifli (pelatih senjata). Muadz (taktik). Ibnu Tahsin. Program pelatihan JI di Mindanao sangat penting untuk menghasilkan generasi baru operator yang mampu menggantikan peran para veteran Afghanistan yang kian menipis seiring dengan penangkapan pasca bom Bali yang dilakukan di Indonesia. Ibnu Gholib. diselenggarkan dibawah pengarahan Mustofa. Kementerian Dalam Negeri. yang letaknya diluar jangkauan biasa senjata artileri. . Mungkin karena kegiatan pelatihan dilakukan di daerah terpencil sejak jatuhnya Abu Bakar – dan oleh karenanya lebih mudah disangkal dan/atau lebih sulit dikendalikan – tidak ada upaya dari pimpinan MILF untuk memberangusnya. Tsaqof. Lanao del Sur. Program tersebut telah disetujui pada tingkat tertinggi MILF. dan Hussin dan Habibullah mendapatkan latihan militer dari MILF. Terutama pegawai negeri dan warga Singapura tidak mempunyai waktu cukup. dan pada Februari 2000 pertempuran terbuka pecah di propinsi Lanao del Norte dan Maguindanao. Kamp Jabal Quba. Musab dan Ukasyah. serta menjalankan tugas penjagaan pada Kamp Abu Bakar terhadap serangan dari tentara Filipina dan juga membantu MILF membeli bahan untuk pembuatan alat peledak. Setidaknya disediakan kursus pendek dengan instruktur tamu dari Indonesia. 13 July 2004 page 21 . Hubungan JI-MILF mendahului timbulnya JI sebagai organisasi teror. Januari 2003. menjadi suaka bagi para pejuang MILF dan keluarganya yang terusir oleh pertempuran. Singapore dan Thailand. atas dasar hubungan pribadi antara Salamat Hashim. menurut pemerintah Singapura. Mustofa memilih sembilan orang untuk tetap tinggal sebagai instruktur bagi gelombang berikutnya. yang tewas dalam kecelakaan saat menjalankan latihan. Abdullah Sungkar dan Zulkarnaen. Ada bukti yang kian "The Jemaah Islamiyah Arrests and the Threat of Terorism". Said tewas pada bulan September 2000. 49 Mereka adalah: Waqid.- pengintaian didalam radius berjarak 250 meter dari garis lingkar kamp. Abu Aiman. Abu Salmah dan Mukhriz. dimana Gunung Api Makaturing terletak pada perbatasan Lanao del Sur dan Maguindanao.48 Abu Bakar Ba'asyir sendiri hadir pada acara wisuda yang diadakan untuk pertama kalinya oleh akademi. Amir. Khalid. Kararao. Husin Aziz. dan Taufiq Rifqi (logistik). hal. Jawa Tengah. Singapura.

Alim Abdulaziz Mimbantas – yang saat ini menduduki jabatan wakil ketua MILF urusan militer. serta Sarjiyo alias Sawad. Sarjiyo pernah tinggal di Mindanao selama dua tahun antara 19951997. bertempur melawan tentara Filipina. Bali. melainkan juga untuk menjalankan aksi teror di Filipina serta menghidupkan kembali Kelompok Abu Sayyaf. Kontak utama Al-Ghozi di MILF adalah Mukhlis Yunos. dan Berita Acara Pemeriksaan terhadap Fathur Rahman al-Ghozi. Lanao del Sur. . 2000 Petunjuk awal mengenai ikatan yang kian erat antara kelompok jihad di Indonesia dan Filipina terlihat pada serangan terhadap rumah tinggal Leonides Caday. yang tampaknya memimpin operasi terhadap Caday. “meminjamnya” pada bulan Juli melalui kawan lama al-Ghozi di MILF sejak Torkham. 4 Maret2003. 51 Berita Acara Pemeriksaan terhadap Edi Setiono.) Dua orang yang berada di dekat lokasi kejadian tewas dalam aksi bom terhadap dutabesar. 24 Maret 2003. VI. sebagaimana pada awalnya dilaporkan. yang juga mengalami luka berat. dan pada bulan September 1989. (Bukan aksi bom yang pertama kali dilakukan oleh JI diatas wilayah Indonesia. Januari 2004. Mukhlis merupakan kakak kelas alGhozi dan sudah pergi beberapa bulan sebelum kedatangannya.- berkembang bahwa para lulusan Hudaibiyah menerapkan latihan yang diperolehnya bukan saja untuk menghidupkan kembali jajaran JI di kandangnya di Indonesia. 52 Al-Ghozi dan Mukhlis bukan rekan sekelas di Afghanistan sebagaimana sering disebut. Bukti baru menunjukkan bahwa beberapa pelaku bom Bali.51 Pelaku bom Bali dikemudian hari termasuk Dul Matin.52 Mukhlis. terlibat upaya meledakkan gereja-gereja di Medan pada Mei 2000. menempuh perjalanan ke perbatasan Afghanistan dengan bantuan mantan walikota Masiu Macaangcos Mimbantas. namun demikian Hambali. teman kelas Hambali di Kamp Saddah milik Sayyaf. duta besar Filipina di Jakarta pada 1 Agustus. beberapa bulan setelah ia kembali. Edi Setiono. diterima dalam Angkatan Keamanan Dalam Negeri MILF yang dipimpin saudara Macaangcos. termasuk Imam Samudra. yang melakukan sebagian besar perencanaan. Mubarok dan Ali Imron juga mengambil bagian dalam operasi terhadap duta besar. alias Usman. Amrozi. Kendati al-Ghozi sendiri tidak berada langsung dibawah perintah Hambali selaku ketua Mantiqi I. Setelah mengemban 50 Wawancara ICG. AL-GHOZI DAN BOM JAKARTA SERTA PEMBOMAN HARI RIZAL. Solahudin.50 Juga terlibat erat adalah dua alumni Afghanistan.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.. 13 July 2004 page 22 . orang Maranao asal Masiu. yang mencampurkan bahan peledaknya.

dan al-Ghozi ditemani seorang warga Singapura bernama Hussin.- tugas selama dua tahun. Kehadiran warga Indonesia. agaknya di bulan Desember. berhasil digagalkan hanya berkat keberuntungan dan kordinasi intelijen yang baik antara pihak berwajib di Singapura dan di Filipina. yang merupakan hari raya Rizal. 56 Philippine Star. alias Abu Zainab. Pada tanggal 1 Desember. Malaysia dan Singapura sudah umum diketahui diantara warga setempat disana. Moro dan dua lagi rekan Mukhlis dari SOG. 27 Agustus 2003. ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan MILF ketimbang dengan JI dan sudah dianggap bergabung dengan yang pertama disebut itu.55 Ketika ia mengunjungi Mukhlis dirumahnya di Marawi City pada November 2000. pada November 2000 keduanya sudah bekerja sama secara erat dalam rangka mewujudkan seruan Salamat Hashim untuk melakukan perang besar-besaran menanggapi tertangkapnya Kamp Abu Bakar. mengaku baru bertemu dengannya pada bulan Maret 1998. "Amir Paute". perantara pembelian bahan peledak bernama Cosain Ramos. Solaiman Pangalian.54 Apapun kebenaran mengenai riwayat perkenalan mereka. Hal ini sepenuhnya sejalan dengan pemahaman Mukhlis atas seruan Salamat untuk melakukan jihad. juga di Marawi. Hambali dan Faiz Abu Bakar Bafana tiba di Manila untuk melakukan survei terhadap sasaran mereka. sebagaimana juga disampaikan kepadanya oleh komandan divisinya.000). Haji Mukhlis Umpara Yunos aka Saiffula Yunos". dimana antara 1991 dan 1999 ia menjalani latihan peledakan serta memimpin operasi peledakan seperti pengeboman terhadap menara listrik. Mukhlis sudah mengetahui keberadaan Kamp Hudaibiyah serta kunjungan yang sering dilakukan al-Ghozi kesana. dengan TNT yang disembunyikan dibawah buah mangga. Pertemuan pertama tersebut berlangsung di rumah seseorang bernama Abdulatif. Penawaran Al-Ghozi berupa bantuan dana yang diperlukan melengkapi kebulatannya. Mei 2004..Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Rencana AlGhozi selanjutnya untuk melakukan serangan terhadap kepentingan AS di Singapura dengan menggunakan bahan peledak yang dibeli dari sumber yang sama di Cebu City. alias Abu Ali. Talisay (oleh jaksa Cebu City diidentifikasi sebagai Antonio Reyes) dan membeli 30 kilo TNT seharga 80. dan bahwa Mukhlis harus membentuk tim untuk mencari bahan peledak bagi operasi jihad di Manila dalam rangka melakukan pembalasan atas hilangnya Kamp Abu Bakar. ia beserta Bafana memberi keleluasaan kepada tim untuk menyelesaikan tugasnya. Ketika Mukhlis dan tim al-Ghozi berhasil melakukan lima pemboman hampir secara serentak di Manila pada tanggal 30 Desember 2000. al-Ghozi. Mukhlis. dan pada hari berikutnya mereka menginap di Hotel Dusit di Makati. 13 July 2004 page 23 . al-Ghozi. yang sering melihatnya berada di pasar yang berdekatan. 54 "Tactical Interrogation Report on Fathur Rohman Al-Ghozi". Mukhlis dan Amir menumpang feri menuju Manila. tidak banyak orang yang menduga ada kaitan dengan Indonesia. Pada pertengahan November 2000. Al-Ghozi tertangkap di 53 "Debriefing Report. Mukhlis Yunos. Sebaliknya Al-Ghozi. Pax.000 pesos (ketika itu sekitar $2. yang tiba di Kamp Saddah pada tahun 1990. 27 Mei 2003. dan salah seorang peserta pelatihan dari MILF. . ia bertutur telah bertemu dengan Salamat Hashim dan Al-Haj Murad di Kamp Hudaibiyah. bertemu dengan mereka di bandara udara. melakukan perjalanan ke Cebu City untuk mencari komponen bom. dan kemudian pergi dengan pesawat udara setelah tinggal selama satu pekan. "Zainal Pax" dan "Salman Moro".56 Petang berikutnya. menurut sumber-sumber ICG. "Ustadz Said" dan "Osama Ara". Beberapa hari kemudian mereka disusul oleh Al-Ghozi. Al-Ghozi sebelumnya telah kembali ke Filipina pada Oktober 2000 usai memimpin serangan terhadap Duta Besar Caday di Jakarta. setidaknya enam bulan setelah kepergian Mukhlis. Saat itu. dengan panggilan Tony dari Tanke. saat Ghozi mengunjungi Mindanao untuk pertama kalinya. dan Debriefing Report. Sedianya Hambali mentargetkan kedutaan Israel dan AS tetapi ketika menemukan hal itu tidak dimungkinkan. Mukhlis. pangkatnya dinaikkan menjadi komandan kompi dan selanjutnya ia ditugaskan di Kelompok Operasi Khusus (Special Operations Group / SOG) dari Divisi Lapangan 3 dibawah Alim Solaiman Pangalian.53 Mukhlis mengaku bertemu dengan al-Ghozi di Marawi pada tahun 1996. 55 Wawancara ICG. kawasan bisnis di kota Manila. Mereka segera disusul dua lagi siswa Mukhlis yang tergabung dalam Divisi 3 SOG. dan Mohammad Guindolongan. Ramos menghubungi pemasoknya.

selain dengan pemboman terhadap bandara udara Cotabato dan Komunikasi kepada ICG. setidaknya salah satu dari beberapa rumah aman di Cotabato City juga diperoleh melalui jasa Ofrasio. VII. yang kemudian dibenarkan oleh sumber ICG. dan dua hari kemudian lebih satu ton bahan peledak dengan tujuan Singapura berhasil di sita dari sebuah rumah aman di General Santos City. Roberto Delfin.. Zulkifli melakukan perjalanan dengan menggunakan paspor Filipina atas nama Doni Ofrasio dan ditahan polisi Malaysia karena pelanggaran imigrasi. konon milik seorang Jordan Abdullah. Jul. dan "JI hand starting to be visible in bank accounts". 6 Februari 2004. Today. Cotabato City. juga merupakan arsitek beberapa peristiwa pemboman di Mindanao dari tahun 2000 sampai dengan penangkapan terhadap dirinya. Lihat Today. Tampaknya.- Manila pada 15 Januari 2002.58 Kutipan-kutipan bukti dari operator ASG dan MLF yang tertangkap. Juni 2004. Indira Abdullah. "Filipino held in Belfast wanted for helping JI". 8 April 2003. yang mungkin masih ada hubungan keluarga dengan isteri Jaybe Ofrasio. 7. Jabbar dan (mungkin) Badrudin dan Bro. DAN HUBUNGAN ABU SAYYAF Zulkifli merupakan salah seorang dari enam warga Indonesia yang ditangkap pada bulan September 2003 di lepas pantai Sabah ketika tengah kembali dari Filipina.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 11 November 2003. kemungkinan dalam perjalanan menuju atau dari pertemuan Mantiqi. Juni 2004. Jordan Abdullah ditangkap pada 3 April 2004. 9 Mei 2004. BOM DEPARTMENT STORE FITMART. yang juga dikenal sebagai Julkipli.57 Berbagai sumber ICG telah membenarkan bahwa Zulkifli tersebut sama dengan yang diidentifikasi oleh Taufiq Rifqi sebagai salah seorang dari tujuhbelas kadet peserta gelombang pertama pelatihan perwira di Kamp Hudaibiyah pada September 1998. Irlandia Utara. 57 . yang di gerebeg setelah penangkapan terhadap Taufiq Rifqi. Lihat juga keterangan dari Direktur Polisi Nasional Filipina (PNP) bidang Intelijen Gen. Zol. Berita tentang penangkapan Zulkifli baru diketahui umum pada Februari 2004. hal. termasuk "PNP hunts Indons linked to Davao blasts". atas dugaan menjalankan transfer dana untuk JI. Philippine Daily Inquirer. Abu Dujana. Jaybe Ofrasio tampaknya memberi bantuan kepada Zulkifli untuk memperoleh paspor dengan mangaku bersaudara. setelah tertangkapnya salah seorang rekannya di Belfast. 58 Wwancara ICG. ZULKIFLI. 13 July 2004 page 24 . mengkaitkan Zulkifli dengan serangkaian serangan pembakaran dan bom terhadap berbagai toko serba ada di General Santos City dan Tacurong di awal 2002. Sebuah rumah yang diduga menjadi rumah aman JI di Bagua. bernama Jaybe Ofrasio. untuk membahas pengambil alihan Mantiqi III. Konon ia tengah pulang guna menemui pentolan JI. Zulkifli. Gul Kipli. The Australian. Jol. Geol. dan yang kemudian ditunjuk sebagai pemimpin (qaid) Wakalah Hudaibiyah pada Juli 2000.

Taufiq Rifqi alias Amy Erza". yang kemudian hari dijabat Rifqi.60 Pernyataan yang dibuat tahanan Abu Sayyaf Noor Mohammad Umug merupakan kunci dalam mengkaitkan Zulkifli dan Wakalah Hudaibiyah dengan pemboman terhadap Fitmart dan peristiwa bom lainnya di Mindanao. perencanaan bagi pemboman toko serba ada Fitmart di General Santos City berlangsung di apartemen yang sama tersebut pada Maret 2002. yang kemudian terbakar pada dini hari berikutnya tanggal 19 Maret. baik operator Abu Sayyaf maupun MILF diyakini terlibat bersama anggota lain JI. 13 July 2004 page 25 . Zulkifli merupakan otak pemboman toko serba ada Fitmart pada 4 Maret 2002 di Tacurong dan 21 April di General Santos City. Umug mengaku bertemu dengan kelima orang tersebut dalam sebuah apartemen yang disewa "Julkipli" di Campo Muslim. Menurut Umug. Zulkifli merupakan ketua wakalah sementara Hamzah adalah pejabat keuangan.59 Iapun dikaitkan dengan sejumlah rumah aman JI di daerah Cotabato. Cotabato City. kepadanya Zulkifli sendiri memperlihatkan keahliannya merakit bom yang menurutnya diperoleh dari MILF di Kamp Abu Bakar. 62 "Debriefing Report. satu didalam toko. Berdua mereka mengawasi mal pertokoan Kimball Plaza sebelum meletakkan alat penyebab kebakaran didalam gedung tersebut. dan satu lagi di halaman parkir yang dimaksudkan untuk mengenai orang yang masih juga berhasil lolos melalui pintu keluar.. Hamzah dan Usman paling besar kemungkinannya berinteraksi erat dengan operator senior ASG seperti Umug. secara sukarela membuat pengakuan telah bertemu dengan seorang warga Indonesia "alias Badrudin/alias Jul". Usman. cit. Seorang mantan anggota JI bertutur kepada ICG bagaimana Zulkifli dengan cermat merencanakan peletakan dan pengaturan waktu dari ketiga bom di Fitmart General Santos City. di Cotabato City pada Desember 2001. dimana yang tiga pertama -. Ibrahim bertanggungjawab menjalankan program pelatihan di Jabal Quba.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Bagua. termasuk lokasi persembunyian bahan peledak milik al-Ghozi yang konon diperuntukkan bagi serangan terhadap sasaran Barat di Singapura. dimana dalam peristiwa yang belakangan tersebut limabelas orang tewas. yang diidentifikasi oleh Umug sebagai rekan teras Zulkifli pada pemboman Fitmart. yakni Koronadal Commercial Centre. 13 November 2003. 22 Juli 2002. Menurut Umug. satu lagi dekat pintu keluar untuk menangkap orang yang lari setelah bom pertama meledak. "sekitar 2001".- Davao pada awal 2003. sementara Mustaqim adalah sekretaris kamp. mengungkapkan kepada pemeriksa dari Polisi Nasional Filipina (PNP) pada April 2003 bahwa "Julkipli alias Zol/Jol. mal lainnya di General Santos City. 59 60 Dalam keterangannya. . op. yang mengakibatkan hancurnya sebagian kawasan bisnis kota tersebut. fn. Di Tacurong.Zulkifli.63 Pada tanggal 31 Maret.61 Umug yang ditangkap pada Mei 2002 di Cotabato City. Wawancara ICG. Ibid. Ibrahim dan Mustakim" termasuk pimpinan atau anggota Jemaah Islamiyah di Mindanao yang diketahuinya. empat dari lima orang tersebut. Cotabato City.62 Terlebih lagi. tiba secara bersama dalam kelompok tujuh orang yang dikawal Fathur Rahman al-Ghozi. dan seingat Rifqi.. Juni 2004. ia dibantu operator MILF bernama Abdulbasit Usman dan beberapa orang lainnya. Usman bertemu Zulkifli di General Santos City. Abdulbasit Usman. Mustaqim dan Ibrahim terdaftar berurutan. Ahmad Akmad Usman y Batabol. alias Basit Usman". Ketika itu kelima alumni Kamp Hudaibiyah tersebut memegang posisi puncak di Wakalah Hudaibiyah atau aktif di Kamp Jabal Quba. 63 "Partial Tactical Interrogation Report. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan senilai puluhan juta dollar. Seperti tercatat diatas. dan ribuan orang kehilangan pekerjaan atau terpaksa direlokasikan. ia bertemu dua kali dengan Zulkifli dirumah yang disewa yang bersangkutan di Kimpo St. 67. nama-nama Usman. seperti halnya Umug. Ke lima nama tersebut sesuai dengan yang dikemudian hari diungkapkan oleh Taufiq Rifqi sebagai anggota gelombang pertama pada Akademi Militer Islam di Kamp Hudaibiyah (1998-2000). Jemaah Islamiyah. 61 Sebagian besar pernyataan tersebut di muat secara ringkas pada artikel yang dikutip Laporan ICG. Pada serangan di General Santos City. Hamdan alias Hamja (Hamzah). dan Usman merupakan pejabat penghubung. ia "sesungguhnya menyaksikan pembuatan [sebuah] bom rakitan" yang dilengkapi alat pengukur waktu. termasuk Zulkifli. dimana.. juga terbakar. Menurut Usman. Pada Februari 2002.

Bahkan ia dibawa ke perhatian Kelompok Pengamat PBB sebagai orang yang secara pribadi terkait al-Qaeda.67 Nomor telepon seluler Makawata ditemukan tersimpan dalam kartu SIM milik Abdulbasit Usman. 65 Purok adalah lingkungan warga yang kecil didalam sebuah barangay (desa atau wilayah perkotaan). Polisi Filipina menduga Makawata. Zulkifli menemani Abdulbasit Usman menuju alamat yang tampaknya menjadi rumah aman JI di Purok 39. Bagua. Tiga warga Indonesia lainnya tinggal di rumah itu selama hampir sepekan sebelum terjadi penggerebegan. Malagat bersaudara. Lihat United Nations. Muhaladin "Datu". dan tiga warga Indonesia yang tidak memiliki dokumen. oleh petinggi polisi dan militer Filipina ia dihadirkan dalam sebuah konferensi pers di istana kepresidenan di Manila. yang diduga menjadi ketua Kumpulan Mujahidin Malaysia. Januari 2004. saat diizinkan berkeliaran tanpa pengawasan di halaman Kelompok Mobil Polisi propinsi di Alabel. yang lahir di General Santos City dengan ayah yang warga Indonesia dan ibu asal Maguindanao. di Barangay Tambler. "Abu Narih".66 Satu lagi adalah rumah seorang nelayan yang berasal dari Kepulauan Sangihe Talaud. yang merupakan saudara sepupu asal Kepulauan Sangir. Davao City. melarikan diri ketika dilakukan penggerebegan pada tanggal yang sama – mungkin pada penggerebegan yang sama. seperti juga nomor milik seorang "Badrudin/Bro".- Dalam pengakuannya yang dibuat sehari setelah ia ditangkap pada Juli 2002. Abdulbasit Usman meremehkan arti dirinya. SunStar (General Santos City). Kemungkinannya. 67 . yang hampir pasti Zulkifli. dan pernah bekerja di Saudi Arabia di awal 1990an). Makawata adalah pengurus dua kapal nelayan milik Sala yang bersandar di dermaga pada pantai desa. selain oleh orang lain yang terkait JI.65 yang milik seorang Hadji Sarsi Malagat. Ia dilapor telah dilepaskan karena kurang bukti akan tetapi ditahan kembali ketika disebut oleh Suryadi Masud pernah menjadi tuan rumah bagi alias Marwan (Zulkifli bin Hir). yang digunakan untuk perdagangan tukar barang antara General Santos City dan Indonesia. rumah Sala digerebeg. 66 "Initial Tactical Interrogation Report. Rumah yang sama juga disebut sebagai salah satu dari tiga rumah yang digunakan oleh warga Indonesia yang diduga merupakan teroris senior. pada November Setibanya di General Santos City pada Februari 2002. Hal ini sesuai dengan keterangan sumber ICG kedua. yang telah mereka jemput di Indonesia. Security Council. menurut kedua saudara sepupu itu. 27.69 Menurut ketiga bersaudara tersebut. 15 September 2002.64 A. Hal.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. tetapi tidak disinggung tentang kemungkinan hubungan mereka dengan Hadji Sarsi. General Santos City. Annex II. Cotabato City. Polisi setempat menjelaskan ia tidak dapat dibuikan karena belum didakwa ataupun termasuk dalam tuntutan kasus Fitmart. Selanjutnya mereka menjadi bagian dari kisah bom Davao. yang kerap dijadikan kedok untuk gerak-gerik JI. seraya mengatakan ia cuma "pemandu" bagi warga Indonesia dan seorang komandan peleton di MILF. 69 Dalam Laporan Pemeriksaan Taktis tertanggal 17 Januari 2002. "Abdul Sasamu" dan "Baem Samuya" pada September 2002. Barangay Fatima. Ini merupakan rumah utama Mohammad dan salah satu saudaranya. mengaku memiliki rumah keluarga di desa 39.68 Menurut sumber ICG. Warga Indonesia tersebut. seseorang bernama Hassim Sumangkay. Pada tanggal 23 Oktober 2002. Amin. 28 Oktober 2002. Kemudian laporan Pers menggambarkannya sebagai pernah dilatih di Afghanistan dan Libya (dalam pengakuannya tanggal 22 Juli.2. Sarangani.2. Uskar Makawata. teroris Indonesia Abdul Sasamu. yang mengidentifikasi ke tiga orang yang berhasil lolos itu sebagai teroris senior. RUMAH AMAN DI GENERAL SANTOS CITY Makawata. Tampaknya mereka pergi ke Indonesia untuk beberapa waktu sebelum dilaporkan kembali ke General Santos City pada tanggal 15 Oktober 2002. Wawancara ICG. Ia menyangkal terlibat dalam pemboman Fitmart dan menuding Zulkifli sebagai pelaku yang sesungguhnya. Pada petang hari tanggal 14 September 2002. yang seluruhnya diidentifikasi sebagai pelaku bom Fitmart. dan baru pergi sepuluh hingga limabelas menit sebelumnya. yang berujung dengan ditangkapnya 64 Akan tetapi dua hari kemudian. Hadji Malagat yang disebut dalam laporan pemeriksaan Abdulbasit Usman maupun Uskar Makawata ada hubungannya dengan ketiga Malagat bersaudara yang ditahan pada 17 Januari 2002. ia mengaku pernah mengikuti latihan di Kamp Abu Bakar namun hanya untuk tiga bulan. dengan ditemani warga Indonesia keempat. dan yang ketiga milik seorang Fernando Sala di Barangay Fatima. warga Kimpo.. mengaku dipekerjakan sebagai tukang kayu di rumah Sala pada Juli 2002. 68 Makawata masih menjadi tahanan di Biro Imigrasi di Manila. Uskar Malo Makawata alias Kar". memandu para teroris dari Indonesia menuju kontak mereka di MILF dan tempat-tempat perlindungan. dan Almoktar "Amok". selama berkunjung di Mindanao. Oleh karena itu pelariannya yang mudah tiga bulan kemudian justru merupakan hal luar biasa. S/2002/1338. tampaknya ia berjalan keluar begitu saja. Baem Samuya dan Nasruddin Sulayan. dua hari setelah ditangkapnya Fathur Rahman al-Ghozi di Manila. Mohammad "Odtud". karena menyembunyikan bahan peledak milik al-Ghozi. 13 July 2004 page 26 .

dan khususnya karena sebuah akademi yang tidak terkenal yang didanai al-Qaeda bernama Darul Imam Shafi'ie. . dari SMU untuk membantu menggali lubang.73 Zulkifli tampaknya menganggap pemulihan ikatan pelatihan yang lalu. Muhammad Jamal Khalifa. 75 Kadaffy Janjalani adalah lulusan kelas 1992. kali ini melalui Kamp Jabal Quba. diperoleh di Kamp Busrah. hal. tidak pernah mengikuti latihan di luar negeri.74 Pelajaran agama diberikan di kampus Marawi City dan latihan militer di Kamp Busrah milik MILF di Lanao del Sur. menurut Muhaladin "Datu" Malagat.71 ditolak oleh pendiri Abu Sayyaf amir Abdurajak Janjalani. sebagai bagian yang penting dari tugas JI di Filipina. Zulkifli setuju menerima siswa dari Abu Sayyaf dengan imbalan orang-orangnya sendiri memperoleh 72 B. ketika masih dipimpin di Filipina oleh saudara ipar Osama Bin Laden. Setiap kelas berjumlah 50 siswa dan kurang lebih hampir sama terbagi antara siswa MILF dan Abu Sayyaf. Taupik (mungkin Taufiq Rifqi) dan seseorang bernama Hassan. dan diperkirakan telah menghasilkan tiga gelombang peserta latihan antara 1990 dan 1993. dan yang paling umum dipakai di Asia Tenggara. warga Indonesia sudah hengkang. kemampuan melakukan teror yang dimiliki Abu Sayyaf sebagian karena kamp pelatihan MILF. 73 Nama tersebut merujuk kepada empat mashab hukum Islam Sunni. 74 Yang terakhir ini mungkin "kelas 1993" yang disebut komandan ASG Hamsiraji Sali pada serangkaian pemboman terhadap menara listrik diawal 2003. sebuah pulau Indonesia tidak jauh dari Mindanao. yang menjadi sumber utama kewenangannya selaku amir ASG setelah kematian Abdurajak di 1998. yang ditangani seseorang bernama Benjie Gundang. Badan Intelijen Nasional. 17 Maret 2002. akan tetapi ketika diwawancara oleh ICG Datu mengaku "pernah" menjadi anggota MILF. tetapi ketika berada di tempat umum berbicara dalam bahasa Tagalog. 71 Dallas Morning News. Ketika kemudian disiang hari rumah tersebut digerebeg. Ke tiga orang tersebut adalah Abu Saad (al-Ghozi). yang beranggapan MILF lebih memperhatikan uang ketimbang jihad. dan tujuhbelas pucuk senapan M-16 yang dikemas dengan lemak agar tidak berkarat akibat air laut.75 Kadaffy Janjalani sudah lama menghendaki pengiriman personil untuk dilatih di Kamp Hudaibiyah akan tetapi MILF menolak gagasan tersebut. Indonesia. "Summary of Information: Umar Faruq". Zulkifli dan Taufiq Rifqi memperkokoh hubungan baru antara JI dan Kelompok Abu Sayyaf. ASG konon melakukan pendekatan terhadap Zulkifli selaku ketua Wakalah Hudaibiyah. Upaya terdahulu oleh operator al-Qaeda Omar al-Faruq di 1994 untuk "meyakinkan ASG agar menyatukan dan mengkonsolidasi kekuatan bersama MILF" pernah 70 Berdasarkan Laporan Pemeriksaan Taktis. dan mereka mengaku sebagai pengusaha dari Marori. yang paling tua dari ketiga bersaudara tersebut. dan karenanya mungkin menerima pelajaran tentang peledakan dari Wali Khan Amin Shah. Kedua bersaudara tersebut ketika diperiksa menyangkal adanya kaitan organisasi. guna memperoleh latihan dari JI. 1 Maret 2003.. al-Ghozi. Malagat bersaudara kemudian setuju menyewakan rumah untuk mereka.72 Akan tetapi seperti JI. dan wawancara ICG dengan Datu dan Odtud Malagat. tali peledak. Mereka kemudian memanggil saudara ketiga. namun polisi berhasil menemukan barang terlarang yang dikubur – lebih dari satu ton bahan peledak. Jurubicara MILF Eid Kabalu secara terbuka mengakui keberadaan kelas tersebut. Mungkin alumnus yang paling penting adalah Kadaffy Janjalani. Abdurajak Janjalani merupakan alumnus tahun 1989-1990 pada akademi militer Abdul Rasul Sayyaf di Afghanistan dan menamakan Kelompok Abu Sayyaf untuk menghargainya . Diantara mereka sendiri mereka berbicara dalam bahasa Indonesia. Keahliannya dibidang peledakan. Pada 17 Januari 2002 pagi hari.- 2001 mereka dihampiri oleh tiga warga Indonesia yang menginap di kota tetapi terganggu dengan orang-orang yang minum-minum disana. yang tidak seperti kakakkakaknya Abdurajak dan Hector. yang menurut pengakuannya adalah barang dagangan untuk dijual di Marori. Namun pada awal 2001. Darul Imam Shafi'ie didirikan dibawah International Islamic Relief Organisation antara 1988-1989. anggota sel Manila dibawah Ramzi Yousef yang diduga pernah mengajar di Darul Imam Shafi'ie pada tahun itu.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Philippine Daily Inquirer. 15 Januari 2004. yang baru saja ditahan. Amok. MEMBANGUN KEMBALI HUBUNGAN ABU SAYYAF Antara awal 2001 dan penangkapan terhadap mereka masing-masing pada September dan Oktober 2003. akan tetapi pelatihan disebutnya berlangsung di Kamp Abu Bakar. Taupik dan Hassan kembali tanpa al-Ghozi. katup peledak. oleh karena itu mereka tengah mencari penginapan baru. 13 July 2004 page 27 . sedangkan kelompok berjumlah 90 peserta.70 Di antara Hari Natal dan Tahun Baru. Taupik dan Hassan menurunkan beberapa peti dari truk.1. Mereka meminta bantuan Datu dan saudaranya Odtud untuk mengubur peti tersebut dihalaman rumah sewaan itu. Penjara General Santos City.

yang diduga diawasi oleh Janjalani. Juni 2004. Polisi Nasional Filipina (Philippine National Police / PNP) yang memimpin penyelidikan telah menahan dua kelompok tersangka dari MILF secara tersendiri.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Serangan terhadap bandara internasional Davao dan pelabuhan feri. Pada Juli 2003. Kendati timbul kebingungan. kasusnya belum berhasil dibawa ke pengadilan. Polisi Nasional Filipina. Keterangan ini – yang tidak sesuai dengan berkas yang telah disusun oleh pihak jaksa terhadap lima orang tersangka yang ditahan PNP – menjadi dasar bagi tudingan terhadap kepemimpinan MILF. perhatian dunia terhadap peristiwaperistiwa pemboman tersebut tidak besar. dan setelah melakukan beberapa penyelidikan kembali. dan selanjutnya pelantikan seorang perwira penghubung tambahan dari JI bernama Mustaqim dua bulan kemudian guna memberi dukungan kepada Usman mungkin mencerminkan kerjasama yang meningkat dengan ASG. ASG dan MILF. Gelombang kedua kadet asal JI lulus dari akademi militer JI di Kamp Jabal Quba pada November 2002.77 dimana diantara sebelas orang yang tewas termasuk seorang tentara AS. yang tidak terbatas pada pelatihan. sementara Zulkifli menerima peserta perorangan maupun kelompok-kelompok kecil dari Abu Sayyaf untuk mengikuti kursus pendek selama beberapa pekan atau bulan. konon dengan keterlibatan MILF Meski skala kejadian cukup besar serta kaitan MILF tersebut menjadi hambatan bagi rundingan perdamaian. Seorang operator JI bernama Zaki kemudian selama paruh awal 2003 tinggal di Zamboanga dan Basilan. BOM DAVAO Serangan bom terhadap Bandara Internasional Davao pada 4 Maret 2003 dan terhadap pelabuhan Davao di Sasa pada 2 April 2003 masing-masing menewaskan 22 dan enambelas orang. akan tetapi adanya tanda-tanda bangkitnya kemampuan Abu Sayyaf belum lama ini mungkin ada kaitannya dengan ikatan tersebut bersama pelaku jihad dari luar negeri. yang kasusnya masih belum terungkap dan merupakan hambatan utama bagi proses perdamaian. yang menampilkan kelompok tersangka ketiga.- pengalaman praktis pada kamp-kamp ASG. tetapi berkelanjutan dengan penyelenggaraaan operasi bersama dengan kesertaan JI.78 Walikota Davao City Rodrigo 78 76 77 Wawancara ICG.. pihak jaksa menolak membatalkan tuduhan terhadap pemimpin MILF. Selanjutnya sedikitnya dua peserta latihan JI dikirim ke Basilan atau Jolo. Mindanews. bisa jadi merupakan salah satu aksi operasi bersama tersebut. Jauh berbeda dengan Bali. sebagaimana kemudian diketahui ICG. . berbaur dengan ASG dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti program pelatihan bersama di Kamp Jabal Quba. 13 July 2004 page 28 . Abdulmukim Ong Edris". yang bermaksud melakukan perjalanan ke Kamp Jabal Quba untuk mengikuti program pelatihan selama dua bulan. namun juga membebaskan MILF dari tuduhan terhadap mereka.76 Menyusul beberapa ledakan bom di Zamboanga City pada Oktober 2002. Zulkifli melakukan kunjungan di Zamboanga dari Desember sampai dengan Januari untuk mengadakan kontak dengan pemimpin ASG. termasuk sebagian besar pucuk pimpinan MILF. serta menuding 160 anggota lainnya. Komisi tersebut tidak menemukan bukti keterlibatan militer. 3 April 2004. di Cotabato City Zaki bertemu dengan seorang Abu Nadjan dari ASG (kemungkinannya rekan satu gelombang dengan Kadaffy Janjalani pada tahun 1992 di Kamp Busrah). "MILF hasn't refuted CPO bomb charges". Akan tetapi pihak intelijen militer Filipina memaparkan versi yang samasekali berbeda. "Debriefing Report. sehingga merupakan serangan teroris yang dipastikan terburuk di Asia Tenggara sesudah Bali. Keduanya merupakan operasi JI. PNP juga telah mengidentifikasi lima warga Indonesia yang diyakininya berkomplot dengan MILF dalam serangan tersebut. Komisi yang dibentuk Presiden Gloria Arroyo pada September 2003 dengan mandat menyusun laporan dalam jangka waktu 30 hari tentang tudingan keterlibatan militer dalam peristiwa pemboman tersebut – tudingan yang dibuat oleh oknum pemberontak militer pada Juli 2003 – baru menyerahkan hasil temuannya pada Maret 2004. sekembalinya dari Basilan. Tidak jelas apakah rencana tersebut terwujud. VIII. baik PNP maupun pihak intelijen militer bersikeras bahwa MILF bertanggung jawab atas peledakan di Davao.

namun dengan nama yang berbeda: Hadji Abdul Sasamu. 9 April 2003. Idar dan Jimmy Balulao. yang tidak melibatkan kelima tersangka yang ditahan itu. yang berhasil diperoleh ICG. Setelah ditahan dua hari.. Ustadz Baem Samuya. Tampaknya kasus yang disusun jaksa terpusat pada pengakuan tersebut.82 Lima tersangka baru ditangkap di Cotabato City pada 8 April 2003: Esmael Akmad. 8 April 2003. Haji Akhmad dan Hamja (Hamzah).- Duterte – yang sebelumnya bersikap lunak terhadap MILF – menuduhnya melakukan kerjasama dengan JI dan al-Qaeda untuk melancarkan serangan tersebut. selain itu tidak melibatkan petinggi MILF. 82 . Kelompok tersangka pertama. Philippine Star. Tiga orang lain yang belum diketahui identitasnya menuju Tagum untuk menjalankan serangan untuk mengalihkan perhatian (meledak satu jam setelah bom bandara dan menewaskan satu orang). Juni 2004. 83 "Sworn Statement of Jimmy Balulao". Zulkifli. Bagundang kemudian melibatkan Mamalangkas. perwira yang mengkomandoi Kelompok Operasi Khusus 212. penyelidikan yang dipimpin PNP memusatkan perhatian terhadap anggota MILF yang diduga menjalankan serangan tersebut. 8 April 2003. Tohami Bagundang. dan mereka diidentifikasi sebagai Guindatu Mamintal Dulang.83 Sebaliknya tuduhan terhadap pimpinan MILF didasarkan atas keterangan yang samasekali terpisah. Sulaiman. Idar dan Balulao. yang merupakan anggota tim yang paling berpengalaman. dan seorang pria lainnya. Direktur bidang intelijen PNP Roberto Delfin yang mendukung tuduhan Duterte tersebut. Penangkapan terhadap Akmad dan Bagundang dilakukan berdasarkan sketsa yang dibuat dari keterangan saks. akan tetapi banyak keterangan didalam kedua dokumen tersebut tidak sesuai. sebagaimana halnya dengan versi yang disampaikan PNP.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. secara terbuka mengidentifikasi kelima tersangka warga Indonesia: Nasruddin. ditangkap sehari setelah kejadian bom di bandara Davao semata-mata atas dasar bukti tidak langsung. Menurut sumber ICG. Mori Ali Usman dan Tong Abbas. Noor Mohammad Umug. Sebaliknya. dan hampir dapat dipastikan adalah Zulkifli. Balulao adalah ipar Idar. Nasruddin juga terlibat peristiwa bom Bali dan oleh sumber ICG diidentifikasi sebagai ketua Mantiqi III Mustofa. 81 Wawancara ICG.80 Kendati pihak intelijen militer dapat merinci gerakan warga Indonesia tersebut serta hubungannya dengan MILF pada bulan-bulan menjelang peledakan di Davao. 9 April 2003. menunjukkan bahwa kedua kejadian bom di Davao dilakukan oleh operator dari Brigade 212 MILF. yang masih ditahan hingga saat ini. begitu pula peranannya dalam serangan di Davao. 13 July 2004 page 29 . dan Bagundang mengakui keterlibatannya dalam operasi di bandara dan dermaga.79 Pihak intelijen militer Filipina juga menduga adanya keterlibatan warga Indonesia. Balulao memberi pengakuan telah meletakkan bom di bandara. Nasruddin Sulayan[g]. Today. Esmael Mamalangkas. Nasruddin Ibrahim. Tong Abbas. korban ledakan di bandara yang pada awalnya diduga sebagai pelaku bom bunih diri berdasarkan keanggotaannya dalam MILF. yang menghambat penyidikan forensik. Terso dan Undungan Sudang. dan "Sworn Statement of Tohami Bagundang". rekan Zulkifli di Abu Sayyaf. Menurut keterangan ini. Zulkifli lah yang memimpin strategi dalam kedua peristiwa tersebut. dan keponakan dari Al-Haj Murad. bagaimana persis peran yang dimainkannya tidak begitu jelas. Sikap sinis masyarakat bertambah dengan pembersihan secara dini dari tempat kejadian perkara di bandara. Dongdong Pidtukasan. yang meletakkan bom di gedung ruang tunggu di bandara. dan "Suspected key planner of Davao wharf bombing nabbed". mengidentifikasi Akmad sebagai komandan MILF commander dan Idar sebagai keponakannya.81 Tidak satupun tersangka warga Indonesia yang disebut oleh Delfin atau pihak intelijen militer termasuk dalam surat dakwaan yang diserahkan PNP ke pihak jaksa. Menurut tuturan Delfin identitas tiga orang Indonesia lainnya yang menjadi tersangka tersebut belum jelas. Abu Narih dan "alias Jul" – yang bersama tiga orang pertama diidentifikasi sebagai pelaku bom Fitmart. yang semuanya terlibat dalam peristiwa peledakan ganda tanggal 3 Mei 2000 di General Santos City. Pada 11 April 2003 menyusul peristiwa pemboman di dermaga Sasa. yang kini sama sekali menolak pemikiran bahwa MILF terlibat peristiwa peledakan. yang komandan brigade. Maret 2003. tuduhan terhadap dua bersaudara Sudang dibatalkan tetapi sempat memperdalam sikap sinis dari banyak pengamat setempat. Rex Mohir dan pelaku bom bandara juga menjalankan serangan bom di dermaga. 80 Dokumen intelijen militer Filipina rahasia. Rex Mohir. alias Komandan Bimbo. Bimbo 79 Lihat "PNP hunts Indons linked to Davao blasts". Terso dan Undungan merupakan ayah dan paman dari Montaser Sudang. Menurut Delfin. Delfin menuding Sulaiman telah membantu al-Ghozi menyembunyikan bahan peledak di General Santos City. Keterangan alternatif tersebut yang disusun pihak intelijen militer.

dan lima warga Indonesia yang dipimpin Sasamu dan Samuya. Agenda pertemuan didominasi perlunya menanggapi serangan yang dilancarkan pemerintah pada 11 Februari. di propinsi Sarangani. ASG menghasilkan pelaku di lapangan yang lebih baik ketimbang MILF karena umunya menguasai lebih banyak bahasa. dan yang ditahan oleh pihak berwajib di Malaysia sejak September 2003 – memang benar pelaku utama dalam komplotan serangan bom di Davao. sampai akhir bulan ketika ia mendampingi Sulayang menuju Cotabato City untuk menemui seorang warga Afghanistan yang sedang berkunjung.88 Zulkifli satu-satunya warga Indonesia yang disebutsebut oleh PNP maupun pihak intelijen militer berkaitan dengan peristiwa bom di Davao. Maret 2003. akan tetapi identitasnya tidak dijelaskan. 90 Wawancara ICG.- menerima perintahnya langsung dari wakil ketua urusan militer pada saat itu Al-Haj Murad pada 12 Februari 2003. yakni Sasamu. dan sifat sesungguhnya. ketika ia kembali melalui Cotabato City. Operator MILF cukup memadai sepanjang beroperasi di Maguindanao atau Lanao .85 Setelah mengadakan kontak dengan komandan lapangan Brigade 205 Manawe Ibrahim di Kamp Khalid Ibn al-Walid. Samuya dan Sulayang pada pertengahan Oktober 2002. Januari 2004. banyak lagi perwira MILF yang terlibat dalam perencanaan serangan bom. yang diperoleh ICG.87 Menyusul pertemuan Staf Umum MILF disekitar daerah Buliok pada 1-16 Januari 2003. serta kemungkinan melakukan serangan bom – yang akan “diawasi” oleh warga Indonesia tersebut namun dilaksanakan oleh SOG -konon dibahas sebelum Sasamu dan Samuya kembali ke Kamp Khalid. Achmad Pasigan. 89 Menurut sebuah sumber kepada ICG. Bimbo ditangkap pada Oktober 2003 selaku tersangka dalam kasus pemboman tahun 2000 di General Santos City. serangan tersebut dilaksanakan dibawah pengawasannya dengan bantuan dari mitranya di MILF dan Abu Sayyaf. Wawancara ICG. 88 . namun konon ia berada di Malaysia dari akhir April 2002 (mungkin menyusul bom Fitmart) hingga 20 Mei 2002. 84 Dokumen rahasia intelijen militer Filipina. akan tetapi para jaksa tampaknya tidak mengenakan dakwaan berkaitan dengan persitiwa Davao terhadapnya. pertemuan-pertemuan konon diselenggarakan di Cotabato City yang dihadiri wakil kepala staf MILF ketika itu. Samir Hashim. Menurut Taufiq Rifqi.89 Namun belum jelas siapa di hirarki MILF yang menyetujui serangan tersebut. 86 Tidak jelas berapa lama Zulkifli pergi.. warga Indonesia tersebut yang kini bergabung bersama Abu Narih dilaporkan menetap disana selama empat bulan. Kemungkinannya. kerjasama JI – MILF tersebut. dimana ia tinggal untuk beberapa waktu pada Januari 2003. selain itu ia tidak didakwa dan belum dikeluarkan surat penangkapan terhadapnya. Zulkifli tampaknya kembali ke General Santos City dari Indonesia pada pertengahan Desember 2002. yang diperoleh ICG. Juni 2004. Maret 2003. satu bulan setelah mereka nyaris tertangkap ketika rumah aman Fernando Sala digerebeg. Selagi mendung perang mulai menyelimutu Buliok pada awal Februari 2003.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Taufiq Rifqi alias Amy Erza". Juni 2004. pihak intelijen militer menemukan jejak anggota JI yang diduga pelaku bom Fitmart.90 Proses pengadilan yang transparan terhadap Zulkifli diperlukan untyuk mengungkapkan seberapa jauh. 87 "Debriefing Report. Zulkifli mungkin terus ke Zamboanga. mungkin dengan menggunakan bahan dari MILF dan pelaku di lapangan dari Abu Sayyaf. dimana ia tengah ditahan. Manawe Ibrahim.86 bergabung dengan warga Indonesia lainnya di Kamp Khalid. dengan hanya keluar untuk bertemu dengan rekan mereka dari MILF di kota Cotabato dan General Santos. Wawancara ICG. Dokumen rahasia intelijen militer Filipina. ketua operasi Achmad Pasigan konon bertemu dengan warga Indonesia yang tersisa di Kamp Khalid. Davao City. Keterangan dari berbagai sumber independen meyakini ICG bahwa Zulkifli – pelaku bom dan pembakaran di toko Fitmart yang lulusan Ngruki dan mantan ketua Wakalah Hudaibiyah. 85 Lihat bagian VII diatas.84 Sementara itu. 13 July 2004 page 30 . 13 November 2003. dengan mengadakan kontak bersama Kadaffy Janjalani dari ASG. Sammy Gambar.

27April 2004. mengaku mereka semua termasuk dalam sel beranggotakan enam orang yang menerima perintah dari seorang warga Indonesia bernama Usman. Salamat Hashim mengeluarkan pernyataan tiga ayat yang isinya menolak penggunaan teror. kendati jelas sudah mengenai adanya operasi bersama dengan warga Filipina. 94 . Akan tetapi tudingan mengenai kerjasama JI-MILF tetap berlanjut. Menurut beberapa laporan pers ia mengaku terlibat peristiwa bom di bandara Cotabato pada Februari 2003 dan di terminal bis di Parang. seorang lagi adalah Mustafa alias Usama yang berasal dari Jawa yang datang di Filipina sekitar tahun 1996 serta menikah dengan warga Filipina. dan mungkin juga hal yang sama sebaliknya terjadi dengan anggota MILF dan JI. menurutnya "MILF selaku organisasi pembebasan telah berulang kali secara terbuka menolak penggunaan terorisme untuk mencapai tujuan politik". yang dilaporkan menggantikan Zulkifli setelah yang disebut belakangan tersebut ditangkap.92 Abdulgani yang ditangkap bersama tiga warga Filipina yang konon juga anggota JI.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Mindanews. kelompok yang berbasis di Sulawesi. Ermita welcomes move". dan setidaknya satu kelompok kecil yang berbasis di Jakarta. Pada April 2004. Tampaknya beberapa diantara mereka merupakan anggota JI. The Philippine Star. warga Indonesia masih dikirim menuju kamp-kamp MILF dan Abu Sayyaf untuk mengikuti latihan dalam kelompok-kelompok kecil. Al-Ghozi termasuk didalamnya. karena sebuah sumber yang mengenal operasi JI di Mindanao menyampaikan kepada ICG bahwa tidak seorangpun warga Filipina (bahkan juga warga Thailand) pernah menjadi anggota JI.93 Pengakuan Abdulgani perlu dicermati lebih lanjut. ditahan karena diduga merencanakan pemboman terhadap beberapa pelabuhan di Mindanao. 92 Edith Regalado. 91 Carolyn O. akan tetapi ada juga anggota dari fraksi-fraksi Darul Islam. seorang anggota MILF bernama Sammy Abdulgani yang mengaku bergabung dengan JI. Juni 2004. "JI Suspect Says Indon JI Teror Group Linked With MILF".. 13 July 2004 page 31 .- IX. Dalam pernyataan tersebut. Wawancara ICG. Namun demikian beberapa anggota JI pada akhirnya bekerjasama begitu erat dengan MILF sehingga dianggap anggota. 22 Juni 2003.91 Penolakan yang dinyatakan berulang kali hingga saat itu terhadap setiap keterlibatan dalam kegiatan teror mungkin bukannya kebohongan yang disengaja melainkan keengganan mengakui bahwa tindakan yang dilakukan MILF patut dicap "terorisme".94 ICG memperoleh keterangan dari beberapa sumber di Indonesia bahwa sejak awal 2004. 93 Ibid. "Salamat issues policy statement rejecting teror. KERJASAMA BERJALAN MILF DENGAN KELOMPOK JIHAD Pada 20 Juni 2003 setelah mengalami tekanan intensif dari pemerintah. Arguillas. Maguindanao pada April 2003.

Meningkatnya secara tajam jumlah maupun kepiawaian serangan bom di Filipina sejak tahun 2000 bisa jadi mencerminkan sikap yang lebih agresif dipihak pimpinan JI di Mindanao dibawah Zulkifli. yang membentuk jaringan luas terdiri dari pelaku lapangan asal lokal. Pertama. Struktur MILF yang longgar dan di desentralisasi memungkinkan pimpinan politik didalamnya menafikkan pengetahuan tentang setiap kegiatan. Kemungkinan ketiga. KESIMPULAN Tidak disangsikan bahwa MILF selaku organisasi memiliki hubungan kerjasama yang erat dengan pimpinan Jemaah Islamiyah yang sudah ada sebelum mencuatnya JI secara resmi pada tahun 1993. Setelah tahun 2000 ketika Kamp Abu Bakar diserbu tentara Filipina. Gambaran tersebut dibuat lebih rumit dengan kenyataan bahwa baik MILF maupun Abu Sayyaf telah menjalin hubungan dengan kelompok asal Indonesia selain JI. mereka tidak mengetahui keberadaan program semacam itu. Bahkan “pelatihan” bisa berupa satu orang Filipina yang melatih satu orang Indonesia. keadaan menjadi lebih lentur. Hubungan tersebut sifatnya sangat pragmatis yang lebih berdasarkan kepentingan bersama ketimbang kepercayaan dan tujuan yang sama. Belum jelas apakah pemimpin MILF yang baru. pimpinan puncak MILF yang tengah melakukan negosiasi dengan pemerintah Filipina benar tidak tahu menahu tentang kesepakatan yang terjalin pada tingkat lokal dengan kelompok jihad dari Indonesia maupun tempat lain. Ada tiga pertanyaan yang penting untuk mengevaluasi hubungan MILF dengan organisasi teroris saat ini. memiliki kewenangan ataupun keinginan untuk menutup kamp-kamp dimaksud dan membatasi ikatan organisasi tersebut dengan JI dan organisasi serupa. Aksi bom pasca Buliok. karenanya ketimbang satu pusat pelatihan yang besar. Jika mereka tidak dapat mengendalikan pimpinan lokal. tampaknya setidaknya memperoleh persetujuan tersirat dari pimpinan puncak MILF. tampaknya saat ini ada beberapa tempat latihan yang lebih kecil. AlHaj Murad. jelas sekali. atau sebaliknya. tetapi mereka pun tidak mencari tahu. Apakah persetujuan menyelenggarakan pelatihan dari pihak pimpinan MILF termasuk menyetujui tindakan bom ataupun serangan lainnya yang dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasarannnya? Pada beberapa kasus.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. dengan menganut sikap “jangan bertanya. jangan bertutur”. ya. 13 July 2004 page 32 . Pengakuan Abdulgani menunjuk adanya hubungan yang tengah berjalan. maka kemampuan organisasi tersebut untuk mematuhi setiap kesepakatan disangsikan. yang diselenggarakan oleh komandan setempat secara perorangan – yang kerap disebut “komando yang hilang”. Hubungan itu dibina didalam kamp pelatihan mujahidin dan diperkokoh dengan didirikannya kamp dihalaman Kamp Abubakar milik MILF pada tahun 1994. dan mungkin juga perencanan aksi teroris. masih tetap berlanjut.. Kendati MILF menyangkal kaitan apapun dengan Mukhlis Yunos yang bekerjasama dengan al-Ghozi pada aksi bom Hari Rizal. pernyataan tersebut terdengar sumbang. bahwa setidaknya beberapa petinggi MILF bukan hanya mengetahui keberadaan program tersebut. Operator JI di Mindanao memilih bekerjasama dengan MILF maupun Kelompok Abu Sayyaf. Ada tiga kemungkinan tentang kesungguhan pernyataan tersebut. terkadang dengan mengadu domba antara yang satu dengan yang lainnya. bahkan menganggapnya sebagai elemen penting dalam strategi mempertahankan kapasitas militer dan solidaritas dengan kelompok jihad internasional bersamaan dengan negosiasi yang tengah dijalankan. yaitu oleh Salamat Hashim sendiri. dan jawabannya belum menunjukkan kejelasan. sebagaimana telah dicatat. Kedua. dan dengan demikian pula prospek bagi keberhasilan setiap kesepakatan perdamaian antara MILF dengan pemerintah Filipina.- X. yang semuanya tidak memberikan petunjuk yang menggembirakan untuk mencapai perdamaian abadi. Tidak tercatat adanya pernyataan dari pimpinan MILF yang mengutuk serangan terhadap dutabesar Filipina di Jakarta beberapa bulan sebelumnya. Hubungan tersebut pun direstui di tingkat puncak MILF. Apakah hubungan yang tengah berjalan tersebut direstui kepemimpinan di masa pasca Hashim? Inilah pertanyaan yang paling penting. Adakah indikasi bahwa kerjasama MILF dengan JI atau kelompok jihad lainnya tetap dilanjutkan setelah pernyataan Salamat Hashim pada Juni 2003 yang isinya menolak tindakan terorisme? Ya. selain itu ada konfirmasi dari sumber ICG sendiri bahwa pelatihan. Agar kesepakatan . termasuk program pelatihan tindak teror.

yakni Jesus Dureza. Juga diperlukan sebuah Ad Hoc Joint Action Group yang melakukan kerjasama untuk menahan para tersangka.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. pemerintah dan MILF harus segera melengkapi dan merealisasikan komunike bersama yang dicetuskan pada tanggal 6 Mei 2002 (Lampiran D). 13 July 2004 page 33 . Otonomi yang sungguh-sungguh dan terlaksana penuh bagi kaum Muslim di Filipina merupakan syarat mutlak guna mencapai kemenangan jangka panjang dalam perang terhadap teror di Mindanao. yang penting adalah mencegah meletusnya konflik seperti yang terjadi pada tahun 2000 dan 2003. Yang paling besar kemungkinannya menjadi pemicu adalah timbulnya kembali tuduhan mengenai kaitan dengan terorisme. ataupun bahkan keberadaan kaitannya dengan terorismenya sendiri. Namun demikian. Pemerintah Arroyo dapat menunjukkan itikad baiknya dengan memperhatikan kepentingan serupa dari MILF sehubungan dengan pertanggungan jawaban. Dalam jangka pendek. Guna memperkecil bahaya 95 tersebut ketika perundingan berlanjut. serta kematian Salamat Hashim kesemuanya meniadakan kemungkinan tersebut. Singapore/Brussels. Komunike tersebut hendaknya diperkuat agar secara tersurat memperhatikan para tersangka tindak kriminal yang berasal dari luar negeri dan hal ini harus segera ditindak lanjuti. perlu dibentuk dewan perdamaian tetap yang bekerja penuh waktu serta dilengkapi dengan staf yang memadai untuk berhubungan dan membina konsensus dengan stakeholder utama pada Konggres Filipina. 13 Juli 2004 Keluhan utama MILF dalam menjalankan negosiasi adalah kecepatan pergantian lawan bicara mereka dari GRP. sebagai awal integrasi kedalam angkatan bersenjata dari sebuah daerah dengan otonomi yang lebih sempurna. Dewan negosiasi pemerintah perlu memiliki kesinambungan serta status diplomatik. Tim pendukung senantiasa silih berganti ketika anggota dewan mengundurkan diri untuk mengurus prioritas lain. pemerintah Filipina perlu memastikan bahwa pimpinan MILF setidaknya memiliki komitmen untuk mengakhiri setiap pelatihan keterampilan militer terhadap pasukan atau perorangan asing dan untuk menjatuhkan sanksi terhadap setiap anggota yang ditemukan telah melakukan latihan atau terlibat komplotan melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil. pihak militer dan polisi. mungkin langkah yang terpenting yang dapat diambil Manila dalam rangka membangun perdamaian yang abadi adalah menjamin penawaran sebuah paket otonomi yang layak kepada MILF. Eduardo Ermita dan Silvestre Afable. Apabila tercapai kesepakatan perdamaian. Untuk itu kepada MILF pemerintah perlu menyampaikan daftar orang yang diduga melakukan tindakan kriminal yang mencari suaka di “wilayah” MILF. peralihan menuju “komando markas” sejak tahun 2000.- perdamaian dapat berjalan. Perlu ditarik garis yang tegas antara mereka yang menjalankan upaya proses perdamaian dan hirarki MILF. Hal ini supaya proses perdamaian memiliki daya tahan dan membangun dasar bagi implementasi yang berkelanjutan terhadap setiap kesepakatan yang mungkin tercapai. serta politisi setempat dan kelompok masyarakat madani. Sejak Mei 2003 sudah ada tiga ketua GRP yang pernah memimpin. Adanya anggota MILF “paruh waktu”. Tiang sentral proses perdamaian seyogyanga terdiri dari formalisasi dan regulasi secara bertahap terhadap sayap militer MILF.. dengan mereka yang berada diluar proses tersebut serta mungkin tidak lagi berkomunikasi dengan hirarki. maka kemampuan Murad untuk mengikutsertakan dan menyelaraskan para komandannya akan sangat tergantung pada persepsi mereka bahwa tidak akan terulang kegagalan kesepakatan Jakarta tahun 1996 dengan MNLF.95 Dalam rangka persiapan melanjutkan pembicaraan resmi di Kuala Lumpur. .

13 July 2004 page 34 ..Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.- LAMPIRAN A PETA FILIPINA .

Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. terbitan bersama Anvil Publishing dan Southern Philippines Center for Arts and Ecology (SPACE)..- Peta berdasarkan versi asli pada ‘Mindanao on the Mend’. . 13 July 2004 page 35 .

21 Mei. 28 Oktober. Quezon City. Dua korban tewas. katup peledak. Enam bom. berhasil mengungkapkan keberadaan satu ton bahan peledak. Ozamis City. Rumah Tinggal Duta Besar Filipina. 9. 22 korban tewas. Tiga korban tewas. 2 bom. 18 Oktober. tiga korban tewas. Dua korban tewas. 5. 4 September. Satu korban tewas. 10 Oktober. M/V Our Lady of Mediatrix. SM Megamall. Jakarta. 6. 39 korban tewas. 19 Maret: pembakaran Kimball Plaza. Manila. Tacurong . Tiga korban tewas termasuk seorang tentara AS. 31 Maret: pembakaran Koranadal Commercial Centre. 4 Maret. 10. General Santos City. Limabelas korban tewas. 12.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. General Santos City. . Lima bom. 25 Februari.. 21 April. 3 Mei. Zamboanga City. General Santos City. 1 Agustus. Empat bom. Fitmart Store. General Santos City. 8. Balintawak. Fitmart Store. Lima korban tewas. dua korban tewas. 27 April: “Perang besar-besaran” dilancarkan terhadap MILF. Zamboanga City. General Santos City. 2002 15 Januari: Al-Ghozi tertangkap di Manila. Manila. 2001 7. 14. 2 Oktober. General Santos City. 17 Oktober. Serangan Hari Rizal. Terminal bis di Pagadian. Tujuh korban tewas. 2. 17 Januari: Serangan terhadap kompleks Malagat. Terminal bis Kidapawan. tujuhbelas armalites. Shop-O-Rama dan Shoppers' Plaza. 24 Juni. bom didalam bis. Malagutay. 13. 9 Juli: Kamp Abu Bakar Jatuh. 3. Dua korban luka-luka. 30 Desember. tali peledak.- LAMPIRAN B KRONOLOGI PERISTIWA BOM DAN PERKEMBANGAN TERKAIT DI FILIPINA 2000 1. Zamboanga City. Sembilan korban tewas. 13 July 2004 page 36 . 11. 4.

Kidapawan. 10 Mei. 22 korban tewas. 16. Fort Pilar Shrine. 25 Mei: Mukhlis Yunos tertangkap. Parang. 22. Terminal bis Parang. 24. Cagayan de Oro City. Bush ke Manila. Malaysia. 13 July 2004 page 37 . Delapan belas korban tewas termasuk walikota Saudi Ampatuan. 31 Desember.. 11 Februari 2003: Serangan tentara Filipina terhadap Buliok dimulai. . 17 Mei: Presiden Filipina Gloria Arroyo mengunjungi Washington.C. Satu korban tewas. 13 Juli: Salamat Hashim wafat. Zamboanga City. 19. 4 Maret. 21. Tagum. 20 Februari. September: Tertangkapnya Zulkifli alias Jul. Kurang lebih 100 korban tewas.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Lima hingga 22 korban tewas (berbagai laporan berbeda). 28 Januari. Dermaga Sasa. Satu korban tewas. 27. 17. 27 Februari. Koronadal. Satu orang tewas.- 15. Pasar umum Kabacan. (Belum ada konfirmasi apakah kebakaran akibat serangan atau kecelakaan) Superferry Fourteen. 23. 25. Manila Bay. 19 Oktober: Kunjungan Presiden AS George W. 10 Juli. 5 April. Bandara udara Davao City. 20. 2003 18. 20 Oktober. Koronadal. Sembilan korban luka-luka. Pigkawayan. 26. Enambelas korban tewas. Tacurong. Sabah. Datu Piang. 14 Juli: Al-Ghoz melarikan diri. 20 Februari. Davao City. Sembilan korban tewas. D. 7 Maret. Cotabato City. Tacurong. 29. 4 Maret. 2004 28. 2 April. 3 Januari. 12 Oktober: Kematian Al-Ghozi. 24 Desember. Satu orang tewas. Tiga korban tewas. Pelaku bom tewas. Bandara udara Cotabato City. Sembilan orang tewas. Cotabato. Satu korban tewas. 2 Oktober: Tertangkapnya Taufiq Rifqi.

PEMERINTAHAN AQUINO (Februari 1986-Juni 1992) 3 Januari 1987 Kesepakatan Jeddah dengan MNLF Membangkit kembali perjanjian 1976. . Februari 1979: Pertemuan di Istana Malacanang dengan wakil MILF Abukhalil Yahya. PEMERINTAHAN RAMOS (Juni 1992-Juni 1998) 24 November 1992: Utusan GRP Haydee Yorac bertemu dengan Murad dekat Kamp Abu Bakar. Juli 1993: Salamat Hashim mengumumkan akan menantikan hasil pembicaraan MNLF. Pembicaraan macet akibat permasalahan plebisit untuk menentukan cakupan territorial. Pasukan MILF menuntut peran keamanan didaerah itu. Desember 1992: MILF membentuk dewan perdamaian. 13 Januari 1987: Serangan MILF menanggapi Kesepakatan Jeddah. Zacaria Candao.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 29 Januari 1995: Kesepakatan MalMar. 13 July 2004 page 38 . berkaitan dengan perselisihan sehubungan proyek irigasi Malitubog-Maridagao ("MalMar") di Carmen. 18 Januari 1987: Presiden Corazon Aquino bertemu dengan Murad di Cotabato City.. Cotabato. 17 Januari 1987: Perjanjian gencatan senjata mengakhiri serangan MILF. PERJANIAN TINGKAT LOKAL 3 September 1994: Memorandum Kesepakatan Murad-Rosario Diaz. berujung dengan Daerah Otonomi di Mindanao Muslim (Autonomous Region in Muslim Mindanao / ARMM) meliputi empat propinsi yang disepakati dalam plebisit November 1989. Tidak ada kemajuan lebih lanjut. 16 Januari 1987: Al-Haj Murad bertemu dengan wakil GRP Aquilino Pimentel.- LAMPIRAN C PROSES PERDAMAIN GRP-MILF PEMERINTAHAN MARCOS (Desember 1965-Februari 1986) 23 Desember 1976 Perjanjian Tripoli dengan MNLF Menetapkan wilayah otonomi yang mencakup tigabelas propinsi di Filipina selatan. Omar Pasigan. Tidak ada kemajuan lagi. menetapkan butir-butir pembicaraan. Tidak ada kemajuan hingga 1996.

Sekretariat bersama CCCH. 3 Agustus 1996: Pertemuan pertama antara sekretaris eksekutif GRP Ruben Torres dan wakil ketua MILF Ghazali Jafaar. (Tata Tertib Administrasi dalam Penyelenggaraan Pertemuan Komite Teknis GRP-MILF). . markas dewan MILF dekat Cotabato City: pembukaan resmi perundingan tingkat bawah. 27 Januari 1997: "Interim Cessation of Hostilities in Buldon" (Penghentian Sementara Permusuhan di Buldon). Komite Penemuan Fakta (Independent Fact Finding Committee / IFFC) menggantikan ICMC. 16-22 Januari 1997: Pertempuran di Buldon. GRP harus mundur dari Rajahmuda dalam waktu limabelas hari. Ditandatangani di Simuay. Maguindanao (Kamp Abu Bakar). Ditandatangani di Simuay. sosialisasi tuntas kesepakatan kepada seluruh satuan. Pembentukan sub komite. 13 July 2004 page 39 . Ditandatangani di Cotabato. di Cagayan de Oro. 2 September 1996 Kesepakatan Jakarta dengan MNLF Sasarannya pelaksanaan "final" dari Perjanjian Tripoli di empatbelas propinsi melalui proses dua tahap. dia ditahan sejak November 2001. Nur Misuari menjadi gubernur ARMM ditengah janji-janji bantuan pembangunan.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 26 Februari 1997: "Administrative Procedures in the Conduct of GRP-MILF Technical Committee Meetings". Plebisit memperluas ARMM meliputi lima propinsi pada 2001. keamanan. 7 Januari 1997: Jafaar melantik anggota MILF. Ditandatangani di Simuay.- 18 April 1996 Memorandum Kesepahaman MILF-AFP (Narciso Ramos Highway). 4 September 1997: "Agreement by the GRP and MILF" (Kesepakatan antara GRP dan MILF). Ditandatangani di Cagayan de Oro. Selanjutnya komite teknis diperluas menjadi duabelas anggota dan dikelompokkan menjadi Sub komite Penghentian Permusuhan. Ditandatangani di Cotabato. CCCH akan melakukan verifikasi terhadap lokasi dan posisi kamp MILF. jurubicara (masing-masing tiga). petugas penghubung (masing-masing satu). 16 Juni 1997: Serangan TENTARA FILIPINA di Rajahmuda 18 Juli 1997: "Agreement for General Cessation of Hostilities" (Perjanjian Penghentian Umum Permusuhan). format rapat. Penegakan hukum setempat dengan koordinasi bersama “penghubung khusus” dari MILF. 10 September 1996: Pembentukan Komite Teknis GRP dan MILF (masing-masing sebelas anggota) dan dewan perdamaian. dan kembali bertempur. Davao City. pertemuan Komite Teknis di Simuay. ditunjang dengan bantuan dari United Nations Multi-Donor Trust Fund. pengungsi dihimbau untuk kembali. Pembentukan Komite Sementara Pemantauan Gencatan Senjata (ICMC) dengan delapan anggota dari masyarakat madani. 25 Maret 1997: "Composition of the Interim Ceasefire Monitoring Committee and Assigned Tasks and Functions” (Komposisi Komite Sementara Pemantauan Gencatan Senjata). masing-masing tiga anggota. kerahasiaan. dan Penetapan Agenda 25 Oktober 1996: General Fortunato Abat. ketua dewan GRP melantik anggota komite. masing masing enam anggota.. namun digulingkan pada 2001. sekretariat (masing-masing enam anggota). CCCH bertemu setiap bulan. berbasis di Cotabato. Pembentukan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH). 12 September 1997: "Implementing Administrative Guidelines of the GRP-MILF Agreement on the General Cessation of Hostilities" (Pelaksanaan Pedoman Administrasi Kesepakatan Penghentian Umum Permusuhan).

- 14 November 1997: "Implementing Operational Guidelines of the GRP-MILF Agreement on the General Cessation of Hostilities" (Pelaksanaan Pedoman Operasional Kesepakatan GRP-MILF tentang Penghentian Umum Permusuhan). Buldon. GRP agar mundur lima kilometer dari sungai Baganan. Maguindanao" (Ketetapan Pembentukan Kontingen Pemantauan Bersama untuk Pengawasan Keadaan Perdamaian di Minabay Atas. 11 Maret 1998: "Agreement Creating a Quick Response Team" (Kesepakatan Pembentukan Tim Gerak Cepat). dan kantor cabang di Marawi dan tempat lain. Ditandatangani di Sultan Kudarat. Maguindanao). Badr. 6 Februari 1998: "Agreement to Sustain the Quest for Peace" (Kesepakatan Melanjutkan Upaya Perdamaian). pengawal keamanan bersenjata agar mendampingi CCCH. Ditandatangani di Marawi. "Tahap Satu" verifikasi oleh CCCH terhadap Kamp Abu Bakar pada 10 Juni. menyelesaikan permasalahan kunci setempat dan menghentikan kegiatan penebangan kayu Cotabato Timber Company. Pengaktifan CCCH. . penugasan CCCH menjadwalkan penentuan perbatasan kamp untuk pertemuan berikut. Jabalsur pada 24 Juli. Buldon. PEMERINTAHAN ESTRADA (Juni 1998-Januari 2001) 27 Agustus 1998 "General Framework of Agreement of Intent between the GRP and the MILF" (Kerangka Umum Kesepakatan Maksud antara GRP dan MILF). dan tiga anggota tetap. Buldon. Rajahmuda. dan tiga anggota pengganti masing-masing dari GRP dan MILF. "memberi suaka kepada unsur kriminal atau tanpa mengenal hukum" ditetapkan sebagai "tindakan provokasi terlarang". Kamp-kamp Omar dan Badr pada 23 Juni. Kamp-kamp Darapanan dan Rajahmuda pada 21 Juni. Shariff Aguak dan Talayan. Othman pada 25 Juli dan Salahudin pada 27 Juli. dan Darapanan untuk verifikasi sesuai Ketentuan V pada kesepakatan 12 September 1997. 17 Februari 1999: "Joint CCCH Statement" (Pernyataan Bersama CCCH). memperluas IFFC. Pengakuan terhadap Kamp-kamp Abu Bakar dan Busrah sesuai penghentian permusuhan selama perundingan perdamaian. Kamp Bilal pada 12 Juni. "Tahap Dua" verifikasi terhadap Kamp-kamp Abu Ubaidah dan Khalid pada 22 Juli. Ditandatangani di Cotabato City. QRT terdiri dari tiga ketua dari masyarakat madani. Bilal. MILF agar tidak bergerak "diluar wilayah yang telah ditentukan" tanpa kliring. Maguindanao. Shariff Aguak and Talayan. Ditandatangani di Marawi. Ditandatangani di Simuay. Ditandatangani di Sultan Kudarat. 17-18 September 1998: Pertemuan pleno Komite Teknis. Maguindanao" (Ketetapan Penghentian Segera Permusuhan di Datu Piang. Ditandatangani di Simuay. Maguindanao). MILF serahkan daftar tigabelas kamp besar dan 33 kamp kecil sesuai kesepakatan 12 September 1997. 16 Oktober 1998: "A Resolution Creating a Joint Monitoring Contingent to Oversee the Peace Situation in Upper Minabay. 10 Februari 1999: "Agreement to Reaffirm the Pursuit of Peace" (Kesepakatan Penegasan Kembali Upaya Perdamaian). 13 July 2004 page 40 . Ditandatangani di Cotabato City. Prioritas untuk Kamp-kamp Omar.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. mengoperasikan kantor Pemantauan CCCH Monitoring di Cotabato. 18 Mei 1999: "Rules and Procedures in the Determination and Verification of the Coverage of Cessation of Hostilities" (Ketentuan dan Tata Tertib Penentuan dan Verifikasi Peliputan Penghentian Permusuhan). 10 Februari 1999: "First Joint Acknowledgement" (Pengakuan Bersama Pertama). Penentuan perbatasan kamp untuk dimulai dalam waktu tujuh hari. Ditandatangani di Sultan Kudarat. dan pembentukan Tim Gerak Cepat (Quick Response Team / QRT). Menetapkan ketentuan dasar. inspeksi oleh CCCH untuk dimulai segera setelah penentuan pedoman dan tata tertib identifikasi dan verifikasi.. Ditandatangani di Cotabato City. 24 Oktober 1998: "A Resolution for the Immediate Cessation of Hostilities at Datu Piang. Kamp Busrah pada 13 Juni.

Ditandatangani di Sultan Kudarat. Menetapkan agenda tiga butir: aspek keamanan. 20 Januari 2000: "Joint Communiqué of First Formal Meeting" (Komunike Bersama tentang Pertemuan Resmi Pertama). 25 Oktober 1999: Peresmian Perundingan Perdamaian di Dawah Centre. (Kesepakatan Kerangka). 27 April . ditandatangani di Kuala Lumpur.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. aspek kemanusiaan dan rehabilitasi dan pembangunan. Maguindanao. CCCH agar melakukan verifikasi terhadap pematuhan dan ketegangan yang dilaporkan sepanjang Jalan Raya Nasional di Lanao del Sur. Mewajibkan komandan lapangan militer untuk segera dan secara ketat mengikuti perintah dari CCCH. Ditandatangani di Sultan Kudarat. aspek wilayah leluhur (hak ulayat). Rajahmuda. 6 Oktober 1999: "Agreement Authorizing the GRP-MILF CCCH to relay orders to the military field commanders of both parties" (Kesepakatan Pemberian Wewenang kepada CCCH GRP-MILF untuk menyampaikan perintah kepada komandan lapangan militer di kedua belah pihak). . Sultan Kudarat [province]" (Kesepakatan penghentian pertempuran sepanjang Jalan Raya Nasional dari Cotabato City hingga Isulan. 9 Maret 2000: "GRP-MILF Agreement on Safety and Security Guarantees" (Kesepakatan GRP-MILF tentang Jaminan Keamanan dan Pertahanan). Ditandatangani di Sultan Kudarat. Omar dan Badr. ditandatangani di Tripoli. 12 Januari 2000: "Agreement to cease the fighting along the National Highway from Cotabato City to Isulan. pedoman dan mandat. Jadwal pembukaan pembicaraan resmi. inspeksi. [propinsi] Sultan Kadarat”. Malaysia. Jaminan kekebalan terhadap penahanan bagi perunding MILF selama berlangsungnya pembicaraan perdamaian. penguatan kemampuan CCCH dan IFFC. tata tertib perundingan oleh dewan. Equitable and Lasting Peace" (Kesepakatan Bersama Upaya Perdamaian yang Adil dan Abadi). Sultan Kudarat. 22 Juni 2001: "Agreement on Peace between the GRP and MILF" (Kesepakatan tentang Perdamaian antara GRP dan MILF). verifikasi dan pengakuan terhadap kamp agar selesai selambatnya 31 Desember. Pembentukan dewan resmi perdamaian masing-masing beranggotakan enam orang. Pengakuan terhadap Kamp-kamp Bilal. Darapanan. (Perjanjian Tripoli). 13 July 2004 page 41 .. Ditandatangani di Sultan Kudarat. 6 Oktober 1999: "Second Joint Acknowledgement" (Pengakuan Bersama Kedua). 7 Agustus 2001: "Implementing Guidelines on the Security Aspect of the GRP-MILF Tripoli Agreement on Peace of 2001" (Pelaksanaan Pedoman Aspek Keamanan dari Perjanjian Tripoli antara GRP-MILF tentang Perdamaian 2001). Ditandatangani di Sultan Kudarat. Simuay.- 2 September 1999: "Agreement on Joint Effort to Pursue a Just. peliputan media dan ketentuan umum. ditandatangani di Putrajaya. 17 Desember 1999: "Agreement on the Rules and Procedures on the Conduct of the Formal Peace Talks between the GRP and MILF Peace Panels" (Kesepakatan tentang Ketentuan dan Tata Tertib Perundingan Resmi Perdamaian antara Dewan Perdamaian GRP dan MILF). Ditandatangani di Sultan Kudarat. pemulihan kondisi pra perang (status quo ante bellum).9 Juli 2000: "Perang besar-besaran" PEMERINTAHAN MACAPAGAL-ARROYO (20 Januari 2001-sekarang) 24 Maret 2001: "Agreement on the General Framework for the Resumption of Peace Talks between the GRP and MILF" (Kesepakatan tentang Kerangka Umum Berlanjutnya Perundingan Perdamaian antara GRP dan MILF). Gencatan senjata mulai berlaku mulai pukul 6 petang.

ditandatangani di Cyberjaya. mengunjungi kamp-kamp MILF di Mindanao. Malaysia. Rehabilitation and Development Aspect of the GRPMILF Tripoli Agreement on Peace" (Pelaksanaan Pedoman Aspek Kemanusiaan.- 6 Mei 2002: Komunike Bersama tentang Larangan terhadap Tindakan Kriminal. 22 Maret 2004: Malaysian Advance Party tiba. Kuala Lumpur. 19 Juli 2003: Penghentian Permusuhan Secara Timbal Balik (kesepakatan gencatan senjata yang berlaku saat ini). . ditandatangani di Putrajaya. 7-8 Februari 2004: Pertemuan bersama CCCH kelimabelas. Kuala Lumpur. Seruan pembentukan Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama dibawah CCCH (terlampir dalam Lampiran D). Davao City. 15-16 June 2004: Pertemuan bersama CCCH kedelapanbelas. Pembahasan pengunduran dari Buliok dan penarikan dakwaan tentang Bom Bandara Davao 23 Juni 2003: Putaran Kedua Perundingan Penjajakan. 30 Juni 2002: Pertemuan Bersama CCCH Kelima.. Pembahasan tetap tertundanya operasionalisasi AHJAG. Kesepakatan mengenai penugasan Malaysian Advance Party dalam rangka persiapan pengiriman Tim Pemantauan Internasional OIC. Meresmikan Tim Aksi Sementara (IACT) menjelang pengoperasionalisasi AHJAG. 13 July 2004 page 42 . 28 Maret 2003: Putaran Pertama Perundingan Penjajakan. Rehabilitasi dan Pembangunan dari Perjanjian Tripoli antara GRP-MILF tentang Perdamaian). 11 Februari 2003: Serangan Buliok oeh TENTARA FILIPINA. Pembahasan operasionalisasi AHJAG. Davao City. 6 September 2003: Putaran Ketiga Perundingan Penjajakan. Davao City.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Memberi mandat kepada Lembaga Pengembangan Bangsamoro (Bangsamoro Development Agency / BDA) untuk mengelola pembangunan di wilayah MILF. 7 Mei 2002: "Implementing Guidelines on Humanitarian. Davao City. Kuala Lumpur. Kuala Lumpur. Pembahasan kemungkinan inspeksi oleh CCCH terhadap Mount Kararao. Davao City. 19-20 Februari 2004: Putaran keempat Perundingan Penjajakan. 3-4 Mei 2004: Pertemuan bersama CCCH Ketujuhbelas. 2 Desember 2003: Pertemuan bersama CCCH.

Sistim koordinasi cepat akan dibentuk oleh Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama GRP-MILF untuk meningkatkan hubungan komunikasi dan kerja diantara mereka dalam rangka keberhasilan penahanan atau penangkapan unsur kriminal sesuai kesepakatan ini dengan ketentuan unsur kriminal yang beroperasi diluar wilayah/lingkungan MILF dianggap berada diluar cakupan proses perdamaian. Kedua belah pihak sepakat bahwa kegiatan yang dilakukan kelompok kriminal tersebut merupakan hambatan bagi berlangsungnya proses perdamaian. termasuk kesepakatan perdamain lain yang berlaku. MILF wajib mencegah masuknya unsur kriminal kedalam wilayah/lingkungan MILF. upaya program pembangunan yang efektif. MILF dan GRP wajib membentuk Kelompok Ad Hoc Aksi Bersama melawan unsur kriminal guna mencari dan menahan unsur kriminal tersebut. Pemerintah Republik Filipina (GRP) dan Front Pembebasan Islam (MILF) sepakat memberlakukan isolasi dan larangan terhadap semua sindikat kriminal dan kelompok penculikan untuk memperoleh tebusan. Kesepakatan tersebut wajib di tegakkan oleh MILF dan GRP melalui Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH) masing-masing. 5. 3. MILF dan GRP menyatakan kepatuhan yang sungguh-sungguh terhadap implementasi dari kesepakatan ini. 2. 4. diperlukan tindakan segera dan bersama bagi tercapainya keamanan dan perbaikan masyarakat yang terkena dampak. 7.. . 6. 13 July 2004 page 43 . AFP/PNP wajib menyampaikan kepada MILF perintah pemerangan berisi nama dan identitas unsur kriminal sebagaimana digariskan dalam Pelaksanaan Pedoman Aspek Keamanan dari Kesepakatan Perdamaian Tahun 2001 antara GRP-MILF yang diduga bersembunyi didalam wilayah/lingkungan MILF. termasuk apa yang dinamakan “komando hilang” yang beroperasi di Mindanao.- LAMPIRAN D KOMUNIKE BERSAMA ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK FILIPINA DAN FRONT PEMBEBASAN ISLAM MORO (JOINT COMMUNIQUE BETWEEN THE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE PHILIPPINES AND THE MORO ISLAMIC LIBERATION FRONT ) 1. . serta penyampaian pelayanan dasar yang efisien bagi kaum miskin: untuk itu.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Ditandatangani pada hari ini tangal 6 Mei 2002 di Cyberjaya. agar perundingan perdamaian terhadap berbagai permasalahan materiil dapat berlangsung menuju perdamaian yang adil dan abadi di Mindanao. MILF dapat mengajukan permintaan bantuan dari AFP atau PNP dalam penyelenggaraan operasi terhadap unsur kriminal yang berada didalam wilayah/lingkungan MILF. Kelompok tersebut akan beroperasi bergandengan dengan Komite Koordinasi Penghentian Permusuhan (CCCH) masing-masing.

William & Flora Hewlett Foundation. Bogotá. Osh. Democratic Republic of the Congo. Quito.S. the United Kingdom Foreign and Commonwealth Office. Rwanda. the Royal Norwegian Ministry of Foreign Affairs. ICG produces regular analytical reports containing practical recommendations targeted at key international decision-takers. Turkmenistan and Uzbekistan. in Asia. Nairobi. ICG's international headquarters are in Brussels. Guinea. Albania. John D. In Africa. in Europe. the United Kingdom Department for International Development. MacArthur Foundation. Uganda and Zimbabwe. Georgia. the French Ministry of Foreign Affairs. and in Latin America. the Swiss Federal Department of Foreign Affairs. the U. the Canadian Department of Foreign Affairs and International Trade. to highlight its crisis analyses and to generate support for its policy prescriptions.. companies and individual donors. Open Society Institute. Pristina. the Canadian International Development Agency. Islamabad. Kyrgyzstan. the Royal Danish Ministry of Foreign Affairs.. the whole region from North Africa to Iran.- APPENDIX E ABOUT THE INTERNATIONAL CRISIS GROUP The International Crisis Group (ICG) is an independent.org . Teams of political analysts are located within or close by countries at risk of outbreak. & Catherine T. Indonesia. John Merck Fund. The ICG Board -. Dushanbe. London and Moscow. Eritrea. Côte d'Ivoire. escalation or recurrence of violent conflict. in the Middle East.icg. the Irish Department of Foreign Affairs. Ethiopia. the United States Institute of Peace and the Fundação Oriente. ICG raises funds from governments. ICG's reports and briefing papers are distributed widely by email and printed copy to officials in foreign ministries and international organisations and made generally available at the same time via the organisation's Internet site. business and the media -is directly involved in helping to bring ICG reports and recommendations to the attention of senior policy-makers around the world. Montenegro and Serbia. charitable foundations. the Dutch Ministry of Foreign Affairs. New York. ICG also publishes CrisisWatch. Moldova. ICG works closely with governments and those who influence them. Burundi. Henry Luce Foundation Inc. Nepal. Dakar. Tajikistan. including the media. July 2004 Further information about ICG can be obtained from our website: www. the Republic of China Ministry of Foreign Affairs (Taiwan). Kashmir. Kazakhstan. The organisation currently operates seventeen field offices (in Amman. Skopje and Tbilisi) with analysts working in over 40 crisis-affected countries and territories across four continents.which includes prominent figures from the fields of politics.icg. Sarajevo. diplomacy. Pakistan. Liberia. ICG's approach is grounded in field research. Afghanistan. the German Foreign Office. with over 100 staff members on five continents. working through field-based analysis and high-level advocacy to prevent and resolve deadly conflict. Ploughshares Fund. Based on information and assessments from the field. www. a 12-page monthly bulletin. Belgrade. providing a succinct regular update on the state of play in all the most significant situations of conflict or potential conflict around the world. Ford Foundation. Agency for International Development. Bosnia and Herzegovina. ICG is chaired by former Finnish President Martti Ahtisaari. Foundation and private sector donors include Atlantic Philanthropies. multinational organisation. Carnegie Corporation of New York. Pretoria. the Japanese International Cooperation Agency. the Luxembourgian Ministry of Foreign Affairs. the Finnish Ministry of Foreign Affairs. the Austrian Federal Ministry of Foreign Affairs. Azerbaijan. 13 July 2004 page 44 . Sarlo Foundation of the Jewish Community Endowment Fund. with advocacy offices in Washington DC. Sasakawa Peace Foundation. Jakarta. Kabul. Sudan.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Myanmar/Burma. Kosovo. Sierra Leone. Sigrid Rausing Trust. Charles Stewart Mott Foundation. Armenia. Colombia and the Andean region. and its President and Chief Executive since January 2000 has been former Australian Foreign Minister Gareth Evans. the New Zealand Agency for International Development.org. the Turkish Ministry of Foreign Affairs. those countries include Angola. Macedonia. non-profit. the Swedish Ministry for Foreign Affairs. Cairo. Somalia. The following governmental departments and agencies currently provide funding: the Australian Agency for International Development. Bill & Melinda Gates Foundation.

Asia Report N°68. 4 July 2001 (also available in Russian) Uzbekistan at Ten -. 15 March 2002 The Loya Jirga: One Small Step Forward? Afghanistan & Pakistan Briefing. 21 November 2002 Afghanistan: Judicial Reform and Transitional Justice.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. 17 January 2003 Uzbekistan's Reform Program: Illusion or Reality?. 17 June 2003 Afghanistan: The Problem of Pashtun Alienation. 4 December 2003 Kashmir: Learning from the Past. Asia Report N°16. Asia Report N°22. Asia Report N°46. Asia Report N°38. 3 October 2002 Kashmir: The View From Srinagar. Asia Report N°33. Asia Report N°57. 11 September 2002 Central Asia: The Politics of Police Reform. Asia Report N°59. Asia Report N°64. 4 December 2003 Afghanistan: The Constitutional Loya Jirga. Asia Report N°26. Asia Report N°26. Asia Report N°14. 29 April 2003 Radical Islam in Central Asia: Responding to Hizb ut-Tahrir. 27 November 2001 (also available in Russian) Tajikistan: An Uncertain Peace. 12 March 2002 Securing Afghanistan: The Need for More International Action. 10 April 2003 Afghanistan's Flawed Constitutional Process. 18 February 2003 (also available in Russian) Tajikistan: A Roadmap for Development. Asia Report N°20. 24 December 2001 (also available in Russian) The IMU and the Hizb-ut-Tahrir: Implications of the Afghanistan Campaign. Asia Briefing.Soft Landing or Strategic Pause?. 30 May 2002 Kyrgyzstan's Political Crisis: An Exit Strategy. 17 February 2004 CENTRAL ASIA Islamist Mobilisation and Regional Security. 28 August 2001 (also available in Russian) Central Asian Perspectives on the 11 September and the Afghan Crisis. 30 July 2002 Pakistan: Transition to Democracy? Asia Report N°40. Asia Report N°70. Asia Report N°21. 30 September 2003 Nepal: Back to the Gun. 8 June 2001 (also available in Russian) Central Asia: Fault Lines in the New Security Map. Asia Report N°50. Afghanistan Briefing. Asia Report N°65. Asia Report N°73. Central Asia Briefing. Asia Report N°37. 30 June 2003 Central Asia: Islam and the State.. 5 August 2003 Peacebuilding in Afghanistan. 21 August 2001 (also available in Russian) Kyrgyzstan at Ten: Trouble in the "Island of Democracy". 4 April 2002 Central Asia: Water and Conflict. Asia Report N°41. Pakistan Briefing. 10 December 2002 Cracks in the Marble: Turkmenistan's Failing Dictatorship.Repression and Instability. Extremism and the Military. 10 July 2003 . Asia Report N°69. 20 March 2003 Nepal Backgrounder: Ceasefire -. Asia Briefing. 22 October 2003 Kashmir: The View from Islamabad. Asia Report N°36. 28 January 2003 Afghanistan: Women and Reconstruction. 16 May 2002 Kashmir: Confrontation and Miscalculation. Asia Briefing. 27 November 2001 Pakistan: The Dangers of Conventional Wisdom. Asia Report N°49. 28 September 2001 (also available in French and Russian) Central Asia: Drugs and Conflict. Asia Report N°51. 12 June 2003 Nepal: Obstacles to Peace.- APPENDIX F ICG REPORTS AND BRIEFING PAPERS ON ASIA SINCE 2001 ASIA AFGHANISTAN/SOUTH ASIA Afghanistan and Central Asia: Priorities for Reconstruction and Development. Asia Report N°56. Central Asia Briefing. Asia Report N°44. Asia Report N°34. 20 August 2002 The OSCE in Central Asia: A New Strategy. 12 December 2003 Unfulfilled Promises: Pakistan's Failure to Tackle Extremism. Asia Report N°48. 16 January 2004 Nepal: Dangerous Plans for Village Militias. Asia Report N°30. Asia Report N°45. Asia Report N°58. 14 March 2003 Pakistan: The Mullahs and the Military. 26 November 2001 (also available in Russian) Afghanistan and Central Asia: Priorities for Reconstruction and Development. Asia Report N°62. 13 July 2004 page 45 . 29 July 2002 The Afghan Transitional Administration: Prospects and Perils. 1 March 2001 (also available in Russian) Incubators of Conflict: Central Asia's Lokalised Poverty and Social Unrest. 4 December 2003 Kashmir: The View from New Delhi. Asia Report N°25. Asia Report N°42. Afghanistan Briefing. Asia Report N°35. 11 July 2002 Pakistan: Madrasas. 30 January 2002 (also available in Russian) Central Asia: Border Disputes and Conflict Potential. 24 April 2003 Central Asia: Last Chance for Change. Afghanistan Briefing. 29 September 2003 Disarmament and Reintegration in Afghanistan.

24 October 2002 Indonesia Backgrounder: How the Jemaah Islamiyah Terorist Network Operates. Asia Report N°17. Engagement or Another Way Forward? Asia Report Nº78. 18 July 2003 Aceh: How Not to Win Hearts and Minds. Asia Report N°72. 22 December 2003 The Failure of Reform in Uzbekistan: Ways Forward for the International Community. 10 September 2001 Indonesia: Ending Repression in Irian Jaya. 10 October 2001 Indonesia: Next Steps in Military Reform. Indonesia Briefing.-Indonesia Military Ties. 23 July 2003 Jemaah Islamiyah in South East Asia: Damaged but Still Dangerous. Asia Report N°12. 6 June 2003 Taiwan Strait II: The Risk of War. Indonesia Briefing. 2 April 2002 Myanmar: The HIV/AIDS Crisis. Indonesia Briefing. 27 June 2001 Indonesian-U. Indonesia Briefing. Asia Report N°52.- Youth in Central Asia: Losing the New Generation. 20 September 2001 Indonesia: Violence and Radical Muslims. 20 February 2001 (also available in Indonesian) Indonesia's Presidential Crisis. 21 May 2001 Aceh: Why Military Force Won't Bring Lasting Peace. 11 December 2002 (also available in Indonesian) Aceh: A Fragile Peace. 6 June 2003 Taiwan Strait III: The Chance of Peace. Indonesia Briefing. Asia Report N°39. 7 December 2001 Myanmar: The Politics of Humanitarian Aid. 31 October 2003 Is Radical Islam Inevitable in Central Asia? Priorities for Engagement. Asia Report N°24. Asia Report N°43. Indonesia Briefing. 13 March 2001 Indonesia's Presidential Crisis: The Second Round. Indonesia Briefing. 10 October 2002 Impact of the Bali Bombings. 21 February 2001 Bad Debt: The Politics of Financial Reform in Indonesia. 8 February 2002 Aceh: Slim Chance for Peace. Asia Report N°15. Indonesia Briefing. 21 May 2002 Al-Qaeda in Southeast Asia: The case of the "Ngruki Network" in Indonesia. Asia Report N°13. Asia Report N°29. Asia Report N°74. Asia Report N°32. Asia Report N°47. Asia Report N°28. 2 February 2001 Indonesia: National Police Reform. 27 June 2001 Communal Violence in Indonesia: Lessons from Kalimantan. Asia Report N°19. 2 April 2002 Myanmar: The Future of the Armed Forces. 27 February 2003 (also available in Indonesian) Dividing Papua: How Not to Do It. Asia Report N°55. 20 December 2001 (also available in Indonesian) Indonesia: The Search for Peace in Maluku. 18 July 2001 The Megawati Presidency. 13 September 2002 Tensions on Flores: Lokal Symptoms of National Problems. 6 December 2001 Myanmar: The Military Regime's View of the World. 7 May 2003 Myanmar: Sanctions. 27 September 2002 Myanmar Backgrounder: Ethnic Minority Politics. Indonesia Briefing. 12 June 2001 (also available in Indonesian) Aceh: Can Autonomy Stem the Conflict? Asia Report N°18. Myanmar Briefing.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Asia Report N°27. 26 February 2004 NORTH KOREA North Korea: A Phased Negotiation Strategy. Asia Briefing. 9 April 2003 (also available in Indonesian) Aceh: Why the Military Option Still Won't Work.S. Military Ties. Asia Report N°63. 27 March 2002 Indonesia: The Implications of the Timor Trials. 9 May 2003 (also available in Indonesian) Indonesia: Managing Decentralisation and Conflict in South Sulawesi. Asia Report N°54. Asia Briefing. 8 May 2002 Resuming U. Indonesia Briefing. Asia Report N°67. Asia Report N°75. 6 June 2003 Taiwan Strait IV: How an Ultimate Political Settlement Might Look. Asia Report N°61. Indonesia Briefing. Asia Report N°60.S. Indonesia Briefing. 18 December 2003 Indonesia Backgrounder: Jihad in Central Sulawesi. Asia Report N°23. 28 May 2004 TAIWAN STRAIT Taiwan Strait I: What's Left of "One China"?. Asia Report N°71. Indonesia Briefing. 11 March 2004 INDONESIA Indonesia: Impunity versus Accountability for Gross Human Rights Violations. Asia Report N°76. Asia Report N°53. Asia Report N°31. Asia Report N°66. 3 February 2004 MYANMAR Myanmar: The Role of Civil Society. 13 July 2004 page 46 . 8 August 2002 Indonesia: Resources and Conflict in Papua.. 26 August 2003 The Perils of Private Security in Indonesia: Guards and Militias on Bali and Lombok. 7 November 2003 Indonesia Backgrounder: A Guide to the 2004 Elections. 11 October 2001 Indonesia: Natural Resources and Law Enforcement. 1 August 2003 OTHER REPORTS AND BRIEFING PAPERS For ICG reports and briefing papers on: • Africa • Europe • Latin America • Middle East and North Africa • Issues .

.icg.org .- • CrisisWatch Please visit our website www. 13 July 2004 page 47 .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.

former U. Vice-Chairman Secretary-General. Kenya Cheryl Carolus Former South African High Commissioner to the UK. Sweden Morton Abramowitz Former U. Ambassador and Director of the Arms Control and Disarmament Agency Ellen Johnson Sirleaf Senior Advisor. Ruth Dreifuss Former President. former Secretary General of the ANC Wim Kok Former Prime Minister. Ministry of Foreign Affairs. Kulick Chairman.K. founder of Kometal Trade Gmbh Victor Chu Chairman.S. Indonesia Uffe Ellemann-Jensen Former Minister of Foreign Affairs.S. former First Deputy Managing Director of International Monetary Fund Christine Ockrent Journalist and author. Secretary of Housing. The Asahi Shimbun. 13 July 2004 page 48 . National Security Advisor to the President Bethuel Kiplagat Former Permanent Secretary.S. former European Commissioner Shiv Vikram Khemka Founder and Executive Director (Russia) of SUN Group. Canada Mark Eyskens Former Prime Minister of Belgium Ayo Obe President. U.S. U. Citigroup Inc. Macedonia. Ambassador to Austria Adnan Abu-Odeh Former Political Adviser to King Abdullah II and to King Hussein.Gujral Former Prime Minister of India Stephen Solarz. former U. Nigeria Journalist and author. India Zbigniew Brzezinski Former U. Trade Representative Gareth Evans. Congressman Carla Hills Former U. First Eastern Investment Group.S. Hong Kong Wesley Clark Former NATO Supreme Allied Commander.S. Poland Maria Livanos Cattaui. Chairman Former President of Finland Bronislaw Geremek Former Minister of Foreign Affairs. Taiwan Swanee Hunt Founder and Chair of Women Waging Peace. Netherlands Trifun Kostovski Member of Parliament. Denmark Barbara McDougall Former Secretary of State for External Affairs..- APPENDIX G ICG BOARD OF TRUSTEES Martti Ahtisaari..F. Vice-Chairman Former U. Pegasus International. Honorary Chairman. former Chair Human Rights Commission of Pakistan Kenneth Adelman Former U. Turkey. Assistant Secretary of State and Ambassador to Turkey James C.S. France Stanley Fischer Vice Chairman. Huang Deputy Secretary General to the President. Europe Elliott F.S. President & CEO Former Foreign Minister of Australia Lena Hjelm-Wallén Former Deputy Prime Minister and Foreign Affairs Minister. former Jordan Permanent Representative to UN Asma Jahangir UN Special Rapporteur on Extrajudicial.S. Switzerland Todung Mulya Lubis Human rights lawyer and author. Pat Cox Former President of European Parliament Joanne Leedom-Ackerman Novelist and journalist. Japan Friedbert Pflüger Foreign Policy Spokesman of the CDU/CSU Parliamentary Group in the German Bundestag Victor M Pinchuk . International Chamber of Commerce I. Modern Africa Fund Managers. former Liberian Minister of Finance and Director of UNDP Regional Bureau for Africa Ersin Arioglu Member of Parliament. Summary or Arbitrary Executions. France Yoichi Funabashi Chief Diplomatic Correspondent & Columnist. Civil Liberties Organisation.Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Yapi Merkezi Group Emma Bonino Member of European Parliament.

. Thailand Itamar Rabinovich President of Tel Aviv University. Ramos Former President of the Philippines George Robertson Former Secretary General of NATO. former Israeli Ambassador to the U. former Defence Secretary. Ukraine. former Secretary General of the Organisation of African Unity Douglas Schoen Founding Partner of Penn. 13 July 2004 page 49 . Professor of International Relations. .Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80.S.- Member of Parliament. founder of Interpipe Scientific and Industrial Production Group Surin Pitsuwan Former Minister of Foreign Affairs. and Chief Negotiator with Syria Fidel V. Schoen & Berland Associates. UK Mohamed Sahnoun Special Adviser to the United Nations Secretary-General on Africa Ghassan Salamé Former Minister Lebanon.S. U. Paris Salim A. Salim Former Prime Minister of Tanzania.

Director. Snyder Tilleke & Gibbins International LTD Stanley Weiss Westfield Limited John C. Arms Control and Non-proliferation Pär Stenbäck Former Minister of Foreign Affairs. Rita E. U..Southern Philippines Backgrounder: Terorism and the Peace Process ICG Asia Report N°80. Berland John Chapman Chester Peter Corcoran John Ehara JP Morgan Global Foreign Exchange and Commodities George Kellner George Loening Douglas Makepeace Richard Medley Medley Global Advisors Anna Luisa Ponti Quantm George Sarlo Jay T. Russia George Soros Chairman. Norway Ernesto Zedillo Former President of Mexico.S. Open Society Institute Uta Zapf Chairperson of the German Bundestag Subcommittee on Disarmament. Taylor INTERNATIONAL ADVISORY BOARD ICG's International Advisory Board comprises major individual and corporate donors who contribute their advice and experience to ICG on a regular basis. Finland Thorvald Stoltenberg Former Minister of Foreign Affairs. MacEachen Matt McHugh George J. Zainab Bangura Christoph Bertram Eugene Chien Gianfranco Dell'Alba Alain Destexhe Malcolm Fraser Marianne Heiberg Max Jakobson Mong Joon Chung Allan J.- William Shawcross Journalist and author. UK Chairman Emeritus. Hauser (Chair) Marc Abramowitz Allen & Co. Yale Center for the Study of Globalization William O. Anglo American PLC Michael J. Mitchell Mo Mowlam Cyril Ramaphosa Michel Rocard Volker Ruehe Michael Sohlman Leo Tindemans Shirley Williams As of July 2004 . 13 July 2004 page 50 . Grigory Yavlinsky Chairman of Yabloko Party and its Duma faction. The Boston Globe. Whitehead Yasuyo Yamazaki Sunny Yoon SENIOR ADVISERS ICG's Senior Advisers are former Board Members (not presently holding executive office) who maintain an association with ICG. and whose advice and support are called on from time to time.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->