INSPIRASI

Aku adalah seorang murid yang pandai. Ok, aku berbohong. Aku adalah seorang murid berotak biasa dari kelas yang biasa. Itu kata orang, tapi tidak denganku. Benar jika aku tidak jenius, tapi tidak benar jika kelasku µkelas biasa¶. Kenapa aku bisa berpendapat seperti itu ?? Saat itu kami sedang pelajaran Bahasa Indonesia. Kami mendapat tugas mebuat cerita pendek dimana cerpen itu harus mengandung pengalaman kami sendiri. Tentu saja kelas pun menjadi gaduh, karena memang tugas itu hampir tidak melibatkan guru. ³ mmm, apa ya«.??? ³ aku meniru gaya bicara seorang balita pada sebuah iklan produk susu. ³ he,he,he,he, hidup Vierra band, Vierra ! ³ seorang di sebelahku, Nanda, menimpali. Aku menatapnya aneh, bukan, menatapnya terpana maksudku. Karena jawaban Nanda mengecewakanku, hiks, aku pun beralih perhatian pada yang lain. ³ kalian buat cerpen tentang apa ?? ³ tanyaku pada dua orang di depan bangkuku. ³ tau ah.. suram. ³ si anak berjilbab, Rossy. ³aku baru beli pensil baru lho, mirip punya Nanda, ungu juga warnanya. ³ timpal yang lain, Adela. Gak nyambung. Jawaban mereka sejenis dengan jawaban Nanda, bukan jawaban yang ku dambakan. Karena ku kira akan terjadi percakapan panjang, akhirnya aku memilih diam. Lima menit kemudian« ³ aaaaaaahhhhhhhhhhhh« nggak ada inspirasi !! ³ teriakku yang berhasil membuat Septy menatapku sinis. Kaget dia. Tebakku. Saat itu yang terlintas di benakku hanya pengalaman bulu mataku yang terbakar. Aku hampir saja membuat cerpen tentang itu kalau saja bayangan tentang seseorang yang akan menertawakanku sampai terduduk tidak muncul di benakku. Siapa lagi kalau bukan Aulia, ketua kelasku yang menderita kelebihan hormone usil itu. Aku pun Depresi Kronis. Hei, tentu saja tidak separah itu. Reflex aku menoleh ke jajaran bangku seberang, dekat jendela.

Aku bersemedi kali ini. ³mati deh. yang dasambut senyuman Disha. Sekarang kalian mengerti kan kenapa aku berpendapat bahwa kelasku tidak biasa ? Tepat. actor Korea yang tampan itu ??³ terdengar bisik seorang yang langsung disambut anggukan teman-teman sekitarnya. µAku berhasil mendapatkan ide¶.³eh gimana kalau kalau cerpenya tentang Lee Min Hoo. cewek-cewek yang tidak cinta produk dalam negeri. Berdosalah mereka karena tidak melaksanakan amanat tugas. tapi itu tak membuatku bergerak dari posisiku. Dasar. Keadaan kelas menjadi semakin gaduh. kan setelah ini ulangan. Cerpen inilah hasil inspirasi itu. Tiba-tiba.´ Umpatku kesal. yang lainnya tertawa terbahak-bahak. LYANDA FITRIADHANI IXE / 24 . Ya.. gak selesai-selesai nih cerpen kalau gini caranya.mau nulis cerpen tentang apa??´ tanyaku untuk yang entah keberapa kalinya dalam menit-menit terakhir ini. ³ssssst. Aku melanjutkan acara µtengok-menengok¶ku. Kali ini bangku belakang kursiku targetnya.sekali lagi kau benar. karena teriakanku.´ jawab Renny. pikirku. Karena kelasku bisa membuat anak yang tidak brilian seperti aku menciptakan karya berinspirasi brilian seperti ini. Beberapa anak terdengar berteriak. Kataku dalam hati. Kenapa aku tidak membuat cerpen tentang mereka saja ?? kenapa tidak terpikir dari tadi ?? bukankah itu ide yang bagus ?? Empat kata. belajar matematika dulu. ³tar aja deh nulisnya. ³ah itu dia !! ³ sekali lagi Septy kaget dengan suksesnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful