Anda di halaman 1dari 102

KODE MODUL OPKR-10001B SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK MESIN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MEKANIK

OTOMOTIF

PELAKSANAAN PEMELIHARAAN/ SERVIS KOMPONEN

BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JEN DERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

2004

KATA PENGANTAR
Modul KOMPONEN PELAKSANAAN PEMELIHARAAN/SERVIS

digunakan sebagai panduan kegiatan belajar untuk kompetensi, yaitu : Memelihara/ servis ini dapat digunakan untuk Otomotif.

membentuk salah satu

alat dan peralatan bengkel. Modul

peserta diklat Program Keahlian Teknik Mekanik Modul ini prosedur

memberikan latihan untuk mempelajari alat dan perlengkapan yang bengkel. Modul ini terdiri atas tiga membahas tentang membahas

pemeliharaan

umumnya digunakan di

kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1

pemeliharaan peralatan bengkel. Kegiatan belajar 2 membahas tentang minyak pelumas dan gemuk. Penyusun menyadari banyak kekurangan

tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Kegiatan 3

dalam

penyusunan modul

ini, sehingga saran dan masukan yang harapkan. Semoga modul ini

konstruktif sangat penyusun banyak memberikan manfaat.

Yogyakarta, Desember 2004 Penyusun,

Tim Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta iii

DAFTAR ISI MODUL
Halaman HALAMAN SAMPUL ................................................... i HALAMAN FRANCIS ................................................... KATA PENGANTAR .................................................. DAFTAR ISI ............................................................ ...ii ...iii ...iv

PETA KEDUDUKAN MODUL ....................................... ...vi PERISTILAHAN/ GLOSSARY............................................................ ......ix I. PENDAHULUAN .................................................... ...1

A. DESKRIPSI ...........................................................................1 B. PRASYARAT...................................................................... ...1 C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL.................................. ......1 1.Petunjuk Bagi Peserta Diklat 1 2.Petunjuk Bagi Guru ...2 D. TUJUAN AKHIR.................................................................. ...3 E. KOMPETENSI .........................................................................4 F. CEK KEMAMPUAN............................................................ ...6 II. PEMELAJARAN ...................................................... A.RENCANA BELAJAR SISWA 7 B.KEGIATAN BELAJAR ...7 ...7

1. Kegiatan Belajar 1 : Pemeliharaan Peralatan Bengkel ...7 a.Tujuan kegiatan belajar 1 7 b.Uraian materi 1 ...7 c.Rangkuman 1 ......17 d.Tugas 1 ......20 e.Tes formatif 1 ......20 f.Kunci jawaban formatif 1 g.Lembar kerja 1 ......23 ......21

2. Kegiatan Belajar 2 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja iv ..............................................................................................24 a.Tujuan kegiatan belajar 2 24 b.Uraian materi 2 ......24

c.Rangkuman 2 ......31 d.Tugas 2 ......32 e.Tes formatif 2 ......33 f.Kunci jawaban formatif 2 g.Lembar kerja 2 ...37

......34

3. Kegiatan Belajar 3 : Minyak Pelumas dan Gemuk a.Tujuan kegiatan belajar 3 38 b.Uraian materi 3 c.Rangkuman 3 d.Tugas 3 42 ......44 ......38 ......42

..........38

e.Tes formatif 3 ......43 f.Kunci jawaban formatif 3 g.Lembar kerja 3 ......46

III. EVALUASI .......................................................... A.PERTANYAAN ...47 B.KUNCI JAWABAN ......48 C.KRITERIA KELULUSAN ......52 IV.PENUTUP ..........................................................

......47

......53

DAFTAR PUSTAKA .................................................. ......54

PETA KEDUDUKAN MODUL
A. Diagram Pencapaian Kompetensi Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan pencapaian kompetensi yang dilatihkan pada peserta diklat tahun, serta kemungkinan diterapkan. multi dalam kurun waktu tiga

entry–multi exit yang dapat

vi

OPKR-10-001B

baikan kompresor udara dan komponenOPKR 10-006B komponennya prosedur Melaksanakan penge.komponennya OPKR 30-004B Pemeliharaan/servis transmisi manual OPKR 30-007B Pemeliharaan/servis transmisi otomatis . pematrian.Keterangan Diagram Pencapaian Kompetensi Kode Kompetensi Judul Modul Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen Pemasangan sistem hidrolik Pemeliharaan/servis sistem hidrolik Pemeliharaan/servis dan perbaikan kompresor udara dan komponenkomponennya prosedur Melaksanakan pengelas-an. dan pemo. dan pemotongan dengan panas dan pemansan Pembacaan dan pemahaman gambar Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur Mengikuti prosedur kesehatan dan keselamatandan Penggunaan kerja pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja Pelaksanaan operasi penanganan secara manual Pemeliharaan/servis engine dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenkomponennya pendingin Perbaikan sistem dan komponenOverhaul komponen sistem pendingin Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem pengoperasian Perbaikan kopling dan komponenkomponennya Overhaul kopling dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis transmisi manual Pemeliharaan/servis transmisi otomatis OPKR 10-001B Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen OPKR 10-002B Pemasangan sistem hidrolik OPKR 10-003B Pemeliharaan/servis sistem hidrolik OPKR 10-005B Pemeliharaan/servis dan per.tongan dengan panas dan pemansan OPKR 10-009B Pembacaan dan pemahaman gambar OPKR 10-010B Penggunaan dan pemeliharaan alat ukur OPKR 10-016B Mengikuti prosedur kesehatan dan OPKR 10-017B keselamatandan Penggunaan kerja pemeliharaan peralatan dan perlengkapan tempat OPKR 10-018B kerja Konstribusi komunikasi di tempat kerja OPKR 10-019B Pelaksanaan operasi penangan an secara manual OPKR 20-001B Pemeliharaan/servis engine dan komponenOPKR 20-010B komponennya Pemeliharaan/servis sistem pendingin dan komponenOPKR 20-011B komponennya pendingin Perbaikan sistem dan komponenOPKR 20-012B Overhaul komponen sistem pendingin OPKR 20-014B Pemeliharaan/servis sistem bahan bakar bensin OPKR 20-017B Pemeliharaan/servis sistem injeksi bahan bakar diesel OPKR 30-001B Pemeliharaan/servis kopling dan komponenkomponennya sistem OPKR 30-002B pengoperasian dan Perbaikan kopling komponen. pematrian.lasan.komponennya OPKR 30-003B Overhaul kopling dan vii komponen.

nyetel roda OPKR 40-019B Pembongkaran. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring OPKR 50-008B Pemasangan. dan perbaikan sistem penerangan dan wiring Pemasangan. perbaikan. Kedudukan Modul Modul dengan kode OPKR-10-001B tentang “Pelaksanaan pemeliharaan/ servis komponen” ini viii merupakan prasyarat untuk menempuh modul OPKR-10002B. pengujian. pemeliharaan/servis dan Perbaikan ringan pada rangkaian/ sistem kelistrikan Pemasangan. pemeliharaan/servis dan OPKR 50-002B Perbaikan ringan pada rangkai. sebagaimana terlihat pada peta kedudukan modul. perbaikan. pengujian. dan pemasangan ban luar dan ban dalam OPKR 50-001B Pengujian. dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan (assesoris) sistem Pengapian Perbaikan Memel i ha ra/servis sistem AC (Air Conditioner) OPKR 30-010B Pemeliharaan/servis unit final drive/gardan OPKR 30-013B Pemeliharaan/servis poros roda penggerak OPKR 30-014B Perbaikan poros penggerak OPKR 40-001B roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya OPKR 40-002B Pemeliharaan/servis sistem OPKR 40-003B Perbaikan sistem rem OPKR 40-004B Overhaul komponen sistem OPKR 40-008B rem Pemeriksaan sistem kemudi OPKR 40-009B Perbaikan sistem kemudi OPKR 40-012B Pemeriksaan sistem suspensi OPKR 40-014B Pemeliharaan/servis sistem suspensi OPKR 40-016B Balans roda/ban OPKR 40-017B Melepas. pengujian. memasang dan me. memasang dan menyetel roda Pembongkaran.an/sistem OPKR 50-007B kelistrikan Pemasangan.Kode Kompetensi Judul Modul Pemeliharaan/servis unit final drive/ gardan Pemeliharaan/servis poros roda penggerak Perbaikan poros penggerak roda Perakitan dan pemasangan sistem rem dan komponenkomponennya Pemeliharaan/servis sistem Perbaikan sistem rem Overhaul komponen sistem rem Pemeriksaan sistem kemudi Perbaikan sistem kemudi Pemeriksaan sistem suspensi Pemeliharaan/servis sistem suspensi Balans roda/ban Melepas. pengujian. dan perbaikan sistem pengaman ke listrikan dan OPKR 50-009B komponennya Pemasangan kelengkapan kelistrikan tambahan OPKR 50-011B (assesoris) sistem Pengapian Perbaikan OPKR 50-019B Memel i ha ra/servis sistem AC (Air Conditioner) B. . dan pemasangan ban luar dan ban dalam Pengujian.

atau tongkat pengukur yang yang dihisap ke dalam Deep Stick yaitu tangkai mengindikasikan jumlah minyak pelumas dalam panci oli keadaan dingin. Knalpot ( muffler ) yaitu bagian dari sistem pengeluaran / pembuangan gas sisa pembakaran yang berfungsi untuk menyalurkan gas sisa ke udara luar sekaligus sebagai eksplosif pembakaran peredam suara akibat tekanan diesel yang berfungsi untuk mengabutkan bahan bakar ke dalam selinder (ruang (menyemprotkan) yang turut terbawa pada aliran gas buang. Injektor (nozzle) yaitu salah satu bagian dari sistem bahan bakar motor bakar). ix Knocking yaitu suara ketukan yang berasal dari dalam selinder (ruang teratur. sering keterlambatan pembakaran. Deep stick ini pengisian oli pelumas.PERISTILAHAN / GLOSSARY Air Cleaner yaitu salah satu komponen motor diesel yang berfungsi untuk menyaring atau membersihkan udara silinder saat langkah hisap. Ignition Delay yaitu selisih yaitu cara pengurangan tekanan udara membuka salah satu katup untuk membocorkan antara atau waktu lebih terjadinya disebut pembakaran maksimal dengan waktu saat bahan bakar mulai disemprotkan. Mekanisme Governor yaitu mekanisme sistem bahan bakar bakar) saat motor bekerja (saat pembakaran) proses pembakaran yang tidak sebagai akibat dari . tekanan pada kompresi saat langkah (carter) saat mesin dalam menyatu dengan tutup saluran Dekompresi dengan kompresi.

motor diesel yang berfungsi untuk mengatur dan bahan bakar yang dipompakan kerja (beban) motor. menyesuaikan intensitas ke injektor sesuai dengan kondisi .

Pelumas Multigrade yaitu minyak pelumas yang tingkat tidak terpengaruh oleh perubahan kekentalannya temperatur. sehingga kelebihan tersebut akan kelebihan tekanan disalurkan kembali ke tangki bahan bakar. puncak torak ( piston ) dimana antara jari- jari poros engkol dan TMB (titik mati bawah) yaitu titik terdekat yang dapat dicapai oleh puncak torak jika ditinjau dari jaraknya engkol. putar yang dihasilkan oleh putaran poros engkol.Oil Film yaitu lapisan tipis minyak pelumas (oli) yang terbentuk pada permukaan dua komponen motor yang saling bersinggungan. Over Lap Katup yaitu suatu keadaan atau saat dimana kedua katup (katup masuk dan katup buang) dalam keadaan terbuka secara bersamaan. Roda Gila (fly wheel ) yaitu salah satu komponen motor diesel generator yang berfungsi sebagai penyeimbang putaran motor (balancer ) sekaligus penyimpan tenaga guna manghasilkan kerja). sehingga poros engkol dapat berputar terus langkah usaha kembali (kesinambungan TMA (titik mati atas) yaitu titik terjauh yang dapat batang torak membentuk satu dijangkau oleh garis lurus. terhadap titik pusat poros . Relief Valve yaitu katup yang berfungsi untuk mencegah tekanan bahan bakar pada pipa saluran tinggi.

peserta diklat pada Bidang 1 Keahlian Mekanik Otomotif harus sudah menyelesaikan seperti terlihat dalam diagram kedudukan modul. Kegiatan 3 memahami prosedur pemeliharaan peralatan yang pada umumnya servis kendaraan bermotor dengan digunakan di bengkel memperhatikan prinsip- prinsip keselamatan dan kesehatan kerja. PRASYARAT Sebelum memulai modul ini. (c) minyak pelumas dan dan kesehatan kerja. Kegiatan belajar 1 membahas tentang pemeliharaan peralatan 2 membahas tentang keselamatan membahas tentang minyak bengkel. Kegiatan belajar pelumaas dan gemuk. lain modul-modul prasyarat pencapaian kompetensi maupun peta adalah OPKR-10-005B. (b) peralatan Cakupan materi yang akan dipelajari pemeliharaan keselamatan dan kesehatan kerja. Setelah diharapkan mempelajari dapat modul ini peserta diklat : (a) dengan prosedur yang benar. B.BAB I PENDAHULUAN A. Modul ini terdiri atas empat kegiatan belajar. dalam modul ini bengkel. Prasyarat mempelajari modul OPKR-10-001B antara . DESKRIPSI Modul Pelaksanaan Pemeliharaan/Servis Komponen ini membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar dapat melaksanakan pemeliharaan/servis alat dan peralatan bengkel meliputi gemuk.

Petunjuk Bagi Peserta Diklat . PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 1.C.

3). kurang jelas. identifikasi (tentukan) peralatan dan bahan yang diperlukan dengan cermat. 2). Pahami setiap langkah kerja (prosedur praktikum) dengan baik. peserta diklat dapat instruktur yang mengampu bertanya pada guru atau .Untuk memperoleh hasil belajar secara maksimal. perhatikanlah hal-hal berikut ini : 1). c. Jika belum menguasai level materi yang diharapkan. Setelah selesai. Kerjakan setiap tugas formatif (soal latihan) untuk mengetahui seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki terhadap materi-materi yang dibahas dalam setiap kegiatan belajar. 4). Untuk kegiatan belajar yang terdiri dari teori dan praktik. Perhatikan petunjuk-petunjuk keselamatan kerja yang berlaku. 5). Sebelum melaksanakan praktikum. harus meminta ijin guru atau instruktur terlebih dahulu. Gunakan alat sesuai prosedur pemakaian yang benar. Untuk melakukan kegiatan praktikum yang belum jelas. kembalikan alat dan bahan ke tempatnya d. ulangi lagi pada kegiatan belajar sebelumnya atau bertanyalah kepada guru atau instruktur yang mengampu kegiatan pembelajaran yang bersangkutan. Bila ada materi yang kegiatan belajar. 2 6). Bacalah dan pahami dengan seksama uraian-uraian materi yang ada pada masing-masing kegiatan belajar. dalam menggunakan modul ini maka langkah-langkah yang perlu dilaksanakan antara lain : a. b.

2. Petunjuk Bagi Guru Dalam setiap kegiatan belajar guru atau instruktur berperan untuk : .

Merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan D. dan menjawab pertanyaan peserta diklat mengenai proses belajar peserta diklat d. Membimbing peserta diklat melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar c. Membantu peserta diklat untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.Memahami keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel 3.Memahami pemeliharaan peralatan bengkel. Membantu peserta diklat dalam memahami konsep. 2.a. praktik baru. Membantu peserta diklat dalam merencanakan proses belajar b.Memahami minyak pelumas dan gemuk. e. 3 . Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan f. TUJUAN AKHIR Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam modul ini peserta diklat diharapkan : 1.

Penempatan dan pengontrolan alat. Penerapan pelumas dan cairan pemebrsih. Menentukan komponen otomotif yang harus dipelihara/diservi s. 2. Penggunaan metoda dan perlengkapan sesuai dengan spesifiksai industri. 2. 2. 5. Melaksanakan servis perbaikan alat dan peralatan bengkel. 3. 4. KOMPETENSI Modul OPKR-10-001B membentuk subkompetensi melaksanakan pemeliharaan/servis komponen. 4.E. K3. peraturan dan 1. Informasi yang benar diakses dari spesifikasi pabrik dan dipahami. 5. Pemeliharaan/servi s dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang ditentukan berdasarkan spesifikasi yang sesuai terhadap 1. Tipe pelumas dan cairan pembersih. Teliti dan hatihati dalam pemeliharaan. . Data spesifikasi pabrik. 3. 2. 2. Materi Pokok Pembelajaran Pengetahuan 1. Langkah kerja pemeliharaan/ser vis komponen sesuai dengan SOP. Kemanan dalam penyimpanan cairan pelumas. Melaksanaka n kesehatan kerja.Daftar pemeriksaan pemeliharaan/se rvi s. Persyaratan keamanan komponen. Menjaga keselamatan kerja. Pemeliharaan/servis komponen dilaksanakan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lainnya. 3. bahan bakar dan cairan pembersih. Ketrampilan 1. 3. Selalu mengisi cek list kontrol pemeliharaan 3. Uraian subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. 1. Melaksanakan pemeliharaan dan perawatan komponen otomotif. Persyaratan keselamatan diri. Sub Kompetensi Kriteria Kinerja Lingkup Belajar Sikap Melaksanakan pemeliharaan/ser vis komponen.

4 Sub Kompetensi Kriteria Kinerja Lingkup Belajar Sikap Materi Pokok Pembelajaran Pengetahuan Ketrampilan 4. pemeliharaan/servis dilaksanakan berdasarkan SOP. Dilengkapi data 5 yang tepat sesuai hasil pemel i ha ra kegiatan 6. telah ditetapkan. K3. peraturan perundangundangan dan prosedur/kebijakan perusahaan. Pekerjsaan pemeliharaan/serv is dilaksanakan dengan pedoman dari inustri yang 5. Seluruh a n/servis. .

Apabila peserta diklat menjawab Tidak . Bila jawaban ‘Ya’. pelajari modul ini . 2.F. kerjakan Soal Tes Formatif 1. Soal Tes Formatif 2 Soal Tes Formatif 3. Saya mampu menjelaskan pemeliharaan peralatan bengkel. 6 Jawaban Ya Tidak Melaksanakan pemeliharaan/ser vis komponen. Saya dapat menjelaskan tipe pelumas dan cairan pembersih serta penggunaannya dengan baik. Saya dapat menjelaskan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel dengan baik 3. CEK KEMAMPUAN Sebelum mempelajari modul OPKR-10-001B. isilah dengan cek list ( ) kemampuan yang telah dimiliki peserta diklat dengan sikap jujur dan dapat dipertanggung jawabkan : ~ Sub Kompetensi Pernyataan 1.

3) Peserta diklat dapat menjelaskan sistem pemeliharaan rutin 4) Peserta diklat dapat menjelaskan rambu-rambu pemeliharaan peralatan b. Jenis-jenis pemeliharaan peralatan. Tanggal Waktu Tempat Alasan Belajar Perubahan Paraf Guru B.BAB II PEM ELAJARAN A. 1. Uraian Materi 1 7 1) Jenis-jenis Pemeliharaan Pemeliharaan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan dengan sadar untuk menjaga agar suatu peralatan selalu dalam keadaan siap pakai atau tindakan melakukan perbaikan . KEGIATAN BELAJAR 1. Tujuan Kegiatan Belajar 1 1) Peserta diklat dapat menjelaskan jenis-jenis pemeliharaan peralatan 2) Peserta diklat dapat menjelaskan tujuan pemeliharaan rutin. 0. 2. Sistem pemeliharaan rutin. Rambu-rambu pemeliharaan peralatan. Tujuan pemeliharaan rutin. mempelajari setiap kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 : Pemeliharaan Peralatan Bengkel a. RENCANA BELAJAR PESERTA DIKLAT Rencanakan setiap kegiatan belajar anda dengan mengisi tabel di bawah ini dan mintalah bukti belajar kepada guru jika telah selesai Jenis Kegiatan 1.

sampai .

a) Pemeliharaan terencana ( planned maintenance ) Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk yang terjadi terhadap terdapat ditentukan unsur sebelumnya. mengkalibrasi. Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya Tujuannya untuk dilakukan secara rutin dengan dilakukan sebelumnya. Semua pekerjaan yang masuk dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik dalam . dan pemeliharaan korektif. yaitu : pemeliharaan tak terencana. melihat. pemeliharaan prediktif. dan bukan penggantian suku preventif membantu baik sesuai 8 pekerjaan lain yang cadang berat. Dalam pengendalian dan unsur pencatatan sesuai dengan Pemeliharaan terencana merupakan sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif. menyetel. dan mengurangi mencegah beberapa kriteria yang kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal. bagian dari mengantisipasi perubahan pemeliharaan rencana yang terencana telah peralatan di waktu yang akan datang.pada kondisi peralatan tersebut dapat bekerja kembali. Pekerjaan yang dilakukan dalam pemeliharaan preventif adalah : mengecek. melumasi. Pemeliharaan agar peralatan dapat bekerja dengan pembuatnya. Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan pemeliharaan terencana dan menjadi dua.

lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan yang berdasarkan pada hasil kinerja alat dari pekerjaan pemeliharaan diperoleh prediktif atau adanya anjuran dari .

Pada umumnya metode yang digunakan dalam penerapan pemeliharaan adalah metode . hal tersebut akan terjadi saja dan selanjutnya apabila maka akan lebih setiap dapat memiliki pada awal pekerjaan sistem tersebut telah berjalan. Seringkali terjadi bahwa digunakan sampai rusak tanpa ada yang berarti. dan pekerjaan tambahan di luar pekerjaan biasanya. peralatan sehingga diharapkan mudah dalam menangani pemeliharaan efisiensi yang tinggi. Apabila pemeliharaan mesin atau preventif dikelola dengan baik maka informasi tentang kapan diganti sebagian alat akan akan dapat memberikan komponennya. Dalam manajemen sistem pemeliharaan. cara tersebut dikenal dengan pemeliharaan tak terencana atau darurat (emergency maintenance).pabrik pembuat alat tersebut. b) Pemeliharaan tak terencana Pemeliharaan pemeliharaan tak terencana adalah jenis yang dilakukan secara tiba-tiba peralatan akan segera peralatan baru perawatan karena suatu alat atau digunakan. baru kemudian dilakukan perbaikan apabila 9 akan digunakan. Proses peralihan dari pemeliharaan yang bersifat kadang-kadang dan sembarangan atau pemeliharaan sama sekali terencana yang secara bahkan tidak ada menuju kepada pemeliharaan dengan sengaja melakukan pemeliharaan rutin memerlukan waktu. Namun berdasarkan pengalaman. tenaga.

Metode tersebut sengaja sehingga untuk membiarkan kerusakan alat yang terjadi tanpa menggunakan kembali peralatan tersebut harus dilakukan .darurat dan tak atau dengan terencana.

Apabila peralatan dioperasikan hingga mendekati 10 rusak atau bahkan rusak sama sekali tanpa adanya pemeliharaan.perbaikan dan atau reparasi. keuntungan yaitu dalam hal perencanaan. maka mungkin saja dapat manusia. Rendahnya . 2)Tujuan Pemeliharaan Rutin Dalam setiap tindakan pemeliharaan. Selain untuk alasan reliabilitas dan kinerja alat. tujuan pokoknya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan mencegah adanya perubahan usia pakai peralatan. keamanan kerja dan semangat kerja. standardisasi. yang Pemeliharaan dikeluarkan tak untuk dengan terencana jelas biasanya akan mengganggu proses produksi biaya perbaikan jauh lebih banyak dibanding pemeliharaan rutin. Pada aspek keuangan sudah jelas bahwa kerusakan yang Hal tersebut terlalu cepat pada peralatan akan yang tidak terencana. hanya dapat fungsi alat serta mengoptimalkan Reliabilitas alat dan kinerja yang baik dicapai dengan melakukan program pemeliharaan yang terencana. tenaga dan biaya. membahayakan dan mencelakakan. berakibat terhadap juga akan mengakibatkan pengeluaran perencanaan fasilitas lainnya tidak mungkin dapat berjalan tanpa didukung peralatan yang bekerja secara efisien. efisiensi program pemeliharaan terencana juga mempunyai beberapa keuangan. Banyak kerugian yang timbul akibat kecelakaan. bukan hanya tetapi hilangnya waktu.

.tingkat pemeliharaan dan tingginya resiko kecelakaan berakibat kurang bergairahnya orang lain untuk pekerjaan dan akan menurunkan melanjutkan produktivitas kerja.

karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan peralatan tersebut. sehingga diperoleh hasil yang optimal diharapkan akan peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. 3) Sistem Pemeliharaan Rutin Untuk memenuhi prosedur pemeliharaan baku. 11 harus disiapkan data pemeliharaan dan mulai dengan pertanyaan sederhana yaitu : peralatan apa lokasi penyimpanan yang akan dirawat ? dimana dirawat ? alat ? bagaimana merawatnya ? dan kapan akan . kadang untuk memelihara sebagian dari Walaupun disadari bahwa kadang jenis barang tertentu membeli dapat lebih murah apabila alat yang akan dirawat sudah sedemikian rusak. adanya unit cadangan.Secara garis besar terdapat empat tujuan pokok pemeliharaan preventif yaitu : a) Memperpanjang usia pakai peralatan. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. d) Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. b) Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk pula c) Menjamin kesiapan operasional mendukung kegiatan kerja. pemadam kebakaran dan penyelamat.

a) Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan. harus diketahui peralatan apa saja yang .

Untuk itu. dan kit alat-alat. tangan. Hal tugas pertama untuk persyaratan utama dan layak pemeliharaan yang baik. Apabila terjadi hendaknya bersifat sementara dan selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna terencana. peralatan sejumlah jenisnya. ruang gudang. ruang pusat penyimpanan. 12 (1) Panel alat (tool panel) Banyak pekerja yang lebih senang mengguna kan panel alat untuk menyimpan dan meletakkan sekelompok alat alat-alat.sudah ada dan berapa jumlahnya. untuk tersebut kelompok alat-alat sistem daftar sesuai pemeliharaan inventaris menjadi dengan service Selanjutnya dikelompokkan yang khusus Sebagai contoh : kelompok alat-alat (Special sebagainya. pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk menjawab tersebut merupakan dijadikan sebagai sistem menyusun pertanyaan di atas. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat. tool/SST). alat-alat ukur dan b) Lokasi penyimpanan alat Penempatan tiap peralatan harus jelas sesuai dengan pengelompokannya sehingga dalam pencarian alat setelah pemindahan alat memudahkan tersebut. Pada umumnya alat adalah tetapi yang sejenis yang diletakkan pada panel .

berbeda ukurannya misal obeng atau tang dari .

Kelemahannya ruang pusat 13 tersebut tidak dapat dekat dengan semua jenis kegiatan yang memerlukan. Untuk menyimpan alat yang mempunyai sifat demikian diperlukan almari kecil atau ruangan penyimpanan. 2) Ruang gudang alat Kadang-kadang tidak cukup dinding meletakkan Disamping itu panel alat kontras atau dalam warna-warna kombinasi untuk tersebut. 3) Ruang pusat penyimpanan Cara lain untuk menyimpan alat dan perkakas adalah menggunakan ruang pusat dan perkakas. Panel dapat letaknya menurut keseringan penggunaan yang disusun dalam rentangan warna yang serasi. penggunaan panel alat juga alat karena ada alat di udara tidak sesuai dengan sifat yang tidak baik untuk disimpan terbuka. 4) Kit alat-alat Kit alat-alat didesain untuk pekerja .berbagai ukuran. Ruangan untuk menyimpan semua jenis cara ini penyimpanan alat tersebut dapat digunakan berbagai alat untuk keperluan alat yang ada. Penyimpanan dengan dapat dengan mudah lebih baik karena petugas peminjaman alat mengadakan pengawasan. Dengan panel alat tersebut petugas peminjaman alat alat lebih mudah diatur yang mengontrolnya.

berisi sejumlah alat yuang lengkap untuk suatu kegiatan perbaikan/servis.secara individual. Kebaikan kit alat .

hari atau jam. terhadap pengetahuan pekerja Untuk memberikan informasi kepada bagian pemeliharaan. peralatan buku tersebut.000 jam. c)Prosedur pemeliharaannya Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. keterangan pengisian pelumas. jelas.000 jam.000 jam. pemeliharaan. Tanggal pekerjaan . atau 1. 3 bulanan = 3 bulanan = 6 B atau periodik waktu 120. nama pemasangan pertama serta pengerjaan perawatan yang telah dilakukan. 6 Selang waktu hari atau bulanan periodik 1 bulanan = 1 B.alat tersebut bahwa siapa saja yang membutuhkan dapat dipenuhi dengan segera jenis-jenis alat yang tanpa harus memilih diperlukan untuk saat itu. dan tanggal identifikasi alat dengan nomor sandi. 5. dicatat seperti : B. mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan. data khusus (apabila tingkat pekerjaan hasil pengetesan. d)Waktu pemeliharaan Pemeliharaan periodik 14 dengan rutin dilakukan waktu secara tertentu selang berdasarkan hitungan bulan. petunjuk diperlukan). maka tiap jadwal pemeliharaan dibuat pada kartu control atau formulir yang dapat memberi informasi dengan dituliskan alat. Pada setiap jadwal pemeliharaan nomor pengganti.

. dicatat termasuk waktu pakai alat.pemeliharaan dicatat pada papan kontrol yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pekerjaan dilakukan pula Informasi yang pencatatan tanggal pada lembar data peralatan.

selalu diperiksa 2) Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering harus selalu diperiksa tentang kelembaban tempat peyimpanannya. dan penyimpanan serta a) Perbaikan alat ringan yang pengadministrasiannya. dan prinsip identifikasi. perbaikan. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai direncanakan untuk ditentukan. dibedakan antara perbaikan dapat dikerjakan sendiri oleh khusus yang harus diketahui pekerja dan perbaikan dilakukan oleh ahlinya. alat. penyimpanan Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan Rambu-rambu peralatan adalah sebagai berikut : 1) Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya (alat percobaan Fisika. Peralatan yang rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti.) 0) Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai alat aneka guna disimpan di tempat khusus yang mudah dan cepat mendapatkannya. dan kinerja peralatan. 1) Peralatan yang memerlukan perlindungan 15 dengan lapisan cat atau pelumas perlu fungsi pelapisannya. . sehingga dapat menggantinya pada saat yang 4) Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan Pemeliharaan peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah pemakaian. Kimia.komponen yang diganti. b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip tidak kebersihan lembab. dsb.

nama alat. atau kayu yang pipih dan relatif panjang disimpan dalam untuk posisi terletak mendatar/tidur menghindari pelengkungan tetap. dan terus menerus. c) Pemeliharaan dilakukan dan pencegahan kerusakan dengan pemeriksan secara rutin yang pasti. bulanan yang rutin dengan penjadwalan antara pemeriksaan harian. jumlah dan. d) Pengadministrasian untuk mempermudah dan seterusnya. ukuran. merek/tipe. kondisi . Dengan pemeriksaan maka setiap gejala kerusakan akan segera dapat dideteksi peralatan dilakukan dalam penyimpanan. asal tahun. perbaikan. warna kartu dibedakan untuk 16 masing masing jenis peralatan sesuai dengan pengelompokkannya. Pengendalian perawatan dan pengadaan peralatan memerlukan perangkat pengadmistrasian kartu. lembar dan Kartu stok . dalam mobilitas pemindahannya harus selalu dibawa dalam posisi tegak. 2) Buku inventaris . memuat nomor sandi. dan ditindaklanjuti. pengelolaan dan hal pengendalian pemakaian/penggunaan. Dibedakan mingguan. meliputi : 1) instrument yang berupa buku. produsen.5) Peralatan yang terbuat dari logam. baru. 6) Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh. plastik.

memuat kode. dan jumlah alat .3) Daftar peralatan . nama alat.

cara tersebut dikenal dengan darurat. digunakan untuk mencatat setiap kejadian yang terjadi dan yang kegiatan di tempat kerja. yaitu : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak terencana adalah terencana. memuat kode alat. pemeliharaan dan pemeliharaan korektif. tempat penyimpanan 6) Format permintaan alat c. Rangkuman 1 1) Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua. merupakan bagian dari yang terdiri atas prediktif. nama alat.4) Buku harian . Label dipasang di alat. Pemeliharaan porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Pemeliharaan terencana sistem manajemen pemeliharaan pemeliharaan preventif. Dalam manajemen sistem pemeliharaan. jumlah dan kondisi alat. dibanding dengan pemeliharaan 2) Secara garis besar terdapat empat tujuan pokok pemeliharaan preventif yaitu : . pemeliharaan tak terencana atau Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu 17 proses produksi dan biasanya biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan jauh lebih banyak rutin. Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. berkaitan dengan 5) Label .

adanya unit cadangan. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna terencana. pemadam kebakaran dan penyelamat. sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal dikelompokkan jenisnya.a) Memperpanjang usia pakai peralatan. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. d). 3) Sistem pemeliharaan rutin meliputi : a)Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan. karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. b)Lokasi penyimpanan alat Penempatan tiap peralatan harus jelas . pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap. b). Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. peralatan 18 sejumlah tangan. alat-alat ukur dan sebagainya. c). Menjamin kesiapan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. untuk sistem pemeliharaan inventaris menjadi dengan service Selanjutnya tersebut kelompok alat-alat yang daftar sesuai (Special operasional peralatan mendukung kegiatan kerja. Sebagai contoh : kelompok alat-alat khusus tool/SST). Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk pula.

sesuai dengan pengelompokannya sehingga memudahkan da la m p e n c a r ia n a la t t e r s e b ut . Apa bi la te rj a d i .

komponen yang a) Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan . mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan. Penyimpanan alat dan perkakas dapat penyimpanan. hari atau jam. terhadap pengetahuan pekerja dilakukan waktu secara tertentu selang berdasarkan hitungan papan kontrol yang bulan. c)Prosedur pemeliharaannya pada : panel alat. ruang pusat Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. dan penyimpanan serta pengadministrasiannya. dan kinerja peralatan. d)Waktu pemeliharaan Pemeliharaan periodik dengan rutin petunjuk diperlukan). pemeliharaan. pakai alat.pemindahan sementara dan dapat alat hendaknya bersifat digunakan dilakukan setelah selesai dikembalikan pada tempat semula. dan kit alat-alat. perbaikan. dicatat pada di ruang diletakkan Tanggal pekerjaan pemeliharaan penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data yang dicatat termasuk waktu diganti. keterangan pengisian pelumas. 19 4) Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan Pemeliharaan peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah pemakaian. Informasi peralatan. data khusus (apabila tingkat pekerjaan hasil pengetesan. ruang gudang. peralatan buku tersebut.

ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh khusus yang harus diketahui pekerja dan perbaikan dilakukan oleh ahlinya. . Peralatan yang rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti.

c) Pemeliharaan dilakukan dan pencegahan kerusakan persyaratan sifat kering dengan pemeriksan secara rutin yang pasti.b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi. antara pemeriksaan harian. Pengendalian penyimpanan. peralatan pengendalian dilakukan dalam untuk hal pemakaian/penggunaan. baru. Tugas 1 instrument yang berupa buku. Lakukan identifikasi kelebihan dan kekurangan bengkel tersebut dalam hal 20 pemeliharaan peralatan. Dibedakan mingguan. d. Tes formatif 1 1)Jelaskan jenis-jenis pemeliharaan peralatan . Kebersihan mencakup dan tidak lembab. e. Bagaimana saran dan tanggapan anda terhadap penerapan pemeliharaan rutin di bengkel tersebut. lembar dan 1) Lakukan survey di suatu bengkel servis mobil/motor tentang pemeliharaan peralatan. d) Pengadministrasian mempermudah perbaikan. Hal-hal apa saja yang dilakukan bengkel tersebut terencana. pengelolaan dan perawatan dan pengadaan peralatan memerlukan perangkat pengadmistrasian kartu. bulanan dengan penjadwalan dan seterusnya. untuk memelihara peralatan secara 2) Buatlah rangkuman hasil survey anda di bengkel tersebut.

bengkel ? 2)Jelaskan apa tujuan pemeliharaan rutin ? 3)Jelaskan bagaimana rambu-rambu peyimpanan peralatan ? .

terdapat pencatatan telah sistem perubahan yang terjadi terhadap pemeliharaan pengendalian dengan sebelumnya.f. karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan peralatan tersebut. dan datang. memelihara sebagian dari . Seringkali terjadi bahwa peralatan baru digunakan yang sampai berarti. b)Pemeliharaan tak terencana Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. Kunci jawaban formatif 1 1) Jenis-jenis pemeliharaan peralatan bengkel antara lain : a)Pemeliharaan terencana ( Pemeliharaan porses diorganisasikan di waktu yang dan pemeliharaan untuk akan unsur yang dari planned maintenance ) adalah dan yang diatur terencana mengantisipasi peralatan Dalam unsur sesuai ditentukan terencana manajemen prediktif. 2) Tujuan pemeliharaan rutin antara lain : 21 a) Memperpanjang usia pakai peralatan. rusak tanpa ada baru kemudian perawatan dilakukan perbaikan apabila akan digunakan. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. merupakan pemeliharaan preventif. terencana rencana bagian Pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan pemeliharaan pemeliharaan korektif.

Walaupun disadari bahwa kadang kadang untuk jenis barang tertentu membeli dapat lebih .

3) Rambu-rambu penyimpanan peralatan antara lain : a) Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya (alat percobaan Fisika. b) Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk pula c) Menjamin kesiapan operasional mendukung kegiatan kerja. Kimia. adanya unit cadangan. dsb. untuk menghindari pelengkungan tempat f) Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh. 22 e) Peralatan yang terbuat dari logam. khusus yang mudah dan c) Peralatan yang memerlukan perlindungan dengan lapisan cat atau pelumas perlu selalu diperiksa fungsi pelapisannya. d) Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering harus selalu diperiksa tentang kelembaban peyimpanannya. pemadam kebakaran dan penyelamat. d) Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. plastik.) b) Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai alat aneka guna disimpan di tempat cepat mendapatkannya. dalam mobilitas pemindahannya harus selalu . sehingga diperoleh hasil yang optimal diharapkan akan peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. atau kayu yang pipih dan relatif panjang disimpan dalam posisi terletak mendatar/tidur teta p.murah apabila alat yang akan dirawat sudah sedemikian rusak.

dibawa dalam posisi tegak. .

Lembar kerja 1 1) Alat dan Bahan a). b). Peralatan pelumasan. 2) Keselamatan Kerja a). Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. b). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 3) Langkah Kerja a). (menyesuaikan kebutuhan). b). c). c). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Setelah 23 selesai. Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur. c). e). Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. 4) Tugas a). efektif dan seefisien mungkin.g. Lap / majun. d). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. kunci pas/ring atau tang. Lakukan simulasi pemeliharaan peralatan secara rutin. Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas! . Peralatan bengkel dan mesin perkakas bengkel otomotif.

.b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 1.

b. Ketaatan terhadap penggunaan memaksimalkan terjadinya Untuk pencegahan kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerusakan peralatan. Kegiatan Belajar 2 : Keselamatan dan Kesehatan Kerja a.2. Peserta diklat dapat menjelaskan persyaratan keamanan dan perlengkapan kerja. kemungkinan mengantisipasi . Uraian Materi 2 1) Rambu-rambu Keselamatan Kerja & Tindakan Pencegahan Keselamatan kerja di tempat kerja mengacu kepada keselamatan dan keamanan pelaku. Peserta rambu keselamatan kerja dan tindakan pencegahan. 2). 3). 5). 4). alat dan lingkungan. Untuk mencegah terjadinya akan kemungkinan kecelakaan pada waktu kegiatan di diklat dapat menjelaskan rambudiklat dapat menjelaskan rambu- tempat kerja perlu ditanamkan kesadaran keselamatan kerja kepada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di tempat kerja. Peserta diklat dapat menjelaskan prinsip pengamanan limbah . Pengendalian perangkat dan keselamatan kerja menggunakan 24 berupa Tata Tertib dan Petunjuk tata tertib akan alat yang benar Keselamatan Kerja. Peserta diklat dapat menjelaskan persyaratan keselamatan diri. Peserta rambu penanggulangan bahaya kebakaran. Tujuan Kegiatan Belajar 2 1).

kecelakaan diperlukan persiapan dan ketersediaan akan : a) Pengetahuan dan penerapan .

b) Ruang perawatan darurat.tentang Pertolongan Pada Kecelakaan (PPPK). b) Tidak mengunci kegiatan. d) Menyimpan bahan yang berbahaya atau beracun di tempat yang terkunci. 25 g) Melengkapi tempat kerja dengan sakelar pusat untuk arus tenaga listrik dan saklar darurat untuk di tempat kerja. h) Memastikan bahwa saluran gas. selimut tahan api. air dan listrik telah tertutup sebelum meninggalkan ruang kerja. ruang kerja alat pemadam api. PPPK. percikan secara langsung). waktu peralatan yang dengan segera agar yang strategis dan mudah dicapai pelindung mata. kotak pada c) Menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang khusus dan aman. Pencegahan yang perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan antara lain : a) Peralatan yang digunakan secara umum dan frekuensi pemakaiannya cukup tinggi. serta sewaktu-waktu diperlukan ditempatkan di tempat (ember pasir. serta cahaya matahari nyala api. dan c) Kotak PPK selalu berisi perlengkapan PPPK yang minimal lengkap dan siap digunakan. dan sejenisnya). pesawat/mesin yang digunakan . Jauhkan dari api. f) Melengkapi tempat kerja dengan kran pusat untuk saluran air dan gas. e) Melakukan latihan pemadaman dan pencegahan kebakaran secara periodik kepada pekerja.

.i) Pemeriksaan rutin selang-selang penghubung kran gas yang menghubungkan antara tabung gas .

uap bahan . b) cukup banyak di cukup untuk Kalor yang Unsur oksigen yang tersedia meningkatkan suhu bahan bakar hingga titik bakarnya. Enam jenis bahan atau alat pemadam kebakaran adalah : air. karbon dioksida. aman menggunakan troli. cair atau gas. Apabila satu diantara ketiga faktor tersebut dapat ditiadakan. 2) Rambu-rambu Penaggulangan Bahaya Kebakaran Faktor-faktor yang dapat berupa udara. maka kebakaran tidak 26 akan terjadi. dan c) yang memungkinkan terjadinya kebakaran antara lain : a) Bahan bakar zat padat. Dilarang mengganti dengan ukuran yang lebih besar. o) Tidak menambah atau membuat jaringan listrik tambahan. k) Memindahkan botol-botol besar yang berisi zat kimia dengan disangga pada bagian alasnya.j) Melarang pekerja bermain. n) Menggantikan sekering dengan ukuran amper yang sama. Pemindahan yang l) Membawa atau memindahkan pipa-pipa kaca dengan posisi vertikal. Teknik pemadaman kebakaran tergantung dari macam dan sifat bahan bakar. busa bahan kimia. Peniadaan salah satu faktor tersebut merupakan prinsip pemadam kebakaran. lebih-lebih mengganti dengan sistem bandrek. m) Mengeringkan segera lantai yang basah karena zat cair. serbuk bahan kimia. bergurau atau berlarian di ruang kerja.

dan selimut tahan api.kimia yang lebih berat dari udara. .

zat padat. Limbah 27 tersebut kerja dengan lingkungan. Dapat terjadi Tindakan menghentikan dengan tanpa adanya unsur oksigen. serbuk pasir. kebakaran akibat arus listrik yang terlalu besar yang melewati kabel dengan diameter kecil. b) Kebakaran jenis B. harus segera dikeluarkan dari ruang aman agar tidak mencemari ditempatkan di tempat tertutup yang terbuat korosif dan selanjutnya di dari bahan yang tidak . pertamanya suplai bahan dengan yang cara bereaksi Dipadamkan tidak dengan air dengan serbuk kimia atau atau busa. fosfor). c) Kebakaran Jenis C. natrium. dan tidak dengan air. d) Kebakaran jenis D. alkohol). Dipadamkan dengan iar atau yang lain. tekstil). Dipadamkan CO2. kayu. dan zat cair. kebakaran logam yang mudah terbakar (magnesium. melainkan dengan logam tersebut.Empat jenis kebakaran berdasarkan sifat bahan bakar adalah sebagai berikut : a) Kebakaran jenis A. a) Limbah padat atau setengah padat. kebakaran zat cair yang mudah terbakar (bensin. kebakaran bahan-bahan yang mengandung karbon (kertas. dengan selimut. kemudian dipadamkan serbuk yang sesuai (serbuk bahan pasir) kimia atau serbuk 3) Prinsip Pengamanan Limbah Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan bengkel dapat berupa zat padat.

buang di tempat pembuangan dimusnahkan. khusus untuk .

4) Persyaratan Keselamatan Diri Prinsip keselamatan dan kesehatan kerja tergantung masing pada jenis pekerjaannya. dalam keadaan dipersyaratkan mata pelindung. c) Limbah gas. masker. persyaratan yang harus dipenuhi agar seorang pekerja mendapat jaminan lain : keselamatan dan kesehatan kerja antara a) Pada waktu bekerja. Pada bidang Otomotif. keselamatan bagi pekerja disesuaikan dengan pekerjaan yang dihadapi.b) Limbah cair. yang dilengkapi dengan bak penguapan bercerobong cukup tinggi. seorang pekerja 28 harus mengenakan pakaian kerja yang sesuai dan memenuhi syarat antara lain : ukuran pakaian tidak terlalu longgar atau terlalu pakaian tidak se pit. disalurkan dari tempat percobaan langsung ke udara luar melalui cerobong yang tingginya melampaui tinggi atap bangunan. kaos/pakaian kerja. Masingkerja Oleh memiliki karena itu karakteristik persyaratan jenis tempat sendiri-sendiri. dan . m model membahayakan terhadap diri sendiri. perlu dilengkapi dengan Dalam keadaan khusus kipas penghisap. disalurkan ke dalam bak penampung khusus yang tertutup. Untuk percobaan khusus keamanan perlu perorangan pelaku pemakaian terhadap limbah. kaca dan sarung tangan.

terbuat dari bahan yang nyaman dipakai. b) Pekerja harus memahami keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan udara bertekanan. gas .

masker las. pekerja . c) Pekerja harus mengetahui letak alat-alat pemadam kebakaran. kacamata las dan alat lain yang diperlukan. sarung tangan. bening. pekerjaan pengecatan. masker dan sebagainya. thiner. benda kerja harus dijepit dengan tanggem atau ragum. kaca mata hidung. bahan bakar. e) Pekerja harus memakai alat pelindung diri pada pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti : kaca mata las. baik untuk lampu-lampu maupun sumber listrik untuk tenaga. cat. d) Pekerja harus memahami lokasi pemadam listrik. dan alat-alat pelindung diri dan pelindung mesin. masker/penutup muka/topeng 29 las. f) telinga (dari suara keras. pelindung keamanan. pekerja harus memakai alat pelindung diri berupa pakaian kerja. sarung tangan. i) Pada harus menggunakan masker hidung. kotak PPPK. minyak pelumas. h) Pada waktu melakukan pengelasan. tidak boleh dipegang langsung dengan tangan. g) Pada waktu mengelas melakukan apabila ada kebocoran acytiline.buang. haruslah pemeriksaan yang teliti sehingga pada instalasi las dapat diketahui dan segera diperbaiki. sepatu Pada waktu menggunakan mesin bor. mesin-mesin yang berputar dan sebagainya.

orang yang berada di tempat kerja harus menggunakan pelindung telinga. .j) Untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersuara bising seperti pada pekerjaan kenteng bodi.

5) Persyaratan Keamanan dan Perlengkapan Kerja a) Bagian-bagian mesin yang berputar/bergerak harus memiliki untuk pelindung/penutup mencegah yang berfungsi kemungkinan benda kecil ke kecelakaan ataupun masuknya dalam bagian mesin tersebut. dan sebagainya. minyak. langsung di atas l) Pada waktu bekerja di bawah kendaraan yang diangkat dengan car lift. maka kunci pengaman harus dipasang. b) Lantai bengkel dari harus dijaga kondisi kotoran kebersihannya debu-debu. minyak dan paslin ( grease ). mekanis. m) Untuk kendaraan yang diangkat dengan dongkrak hidrolik.k) Apabila bekerja di bawah kendaraan harus menggunakan alas beroda. oli. d) Tangki oksigen dan acytiline harus aman dari oli. tidak lantai. c) Konektor yang dipakai untuk mesin atau 30 peralatan yang memerlukan tenaga listrik harus bersih dari oli dan air (harus kering). n) Bangku tanggem kerja yang dilengkapi dengan berpasangan/berhadap-hadapan harus dipasang skat pelindung dari strimin. e) Lobang dilantai (pit) bengkel yang berfungsi . harus didukung dengan jack permanen) atau penyangga stand (penyangga lin yang bersifat tetap.

sebagai tempat pemeriksaan bagian bawah papan pengaman. atau mobil harus diberi diatasnya diparkir mobil sebagai .

2) Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kebakaran antara lain : a) Bahan bakar yang dapat berupa zat padat. f) Lampu untuk penerangan khusus harus diberi selongsong pelindung yang terbuat dari kawat strimin atau kawat. kemungkinan terjadinya kecelakaan diperlukan persiapan dan ketersediaan akan : a) Pengetahuan dan penerapan tentang Pertolongan Pada Kecelakaan (PPPK). perlengkapan dan siap dan c) Kotak PPK selalu berisi lengkap digunakan. dan c) Kalor yang cukup untuk meningkatkan suhu bahan bakar hingga titik bakarnya. Ketaatan terhadap tata tertib dan penggunaan alat yang benar akan memaksimalkan terjadinya Untuk pencegahan atau mengantisipasi kemungkinan kerusakan kecelakaan peralatan. c. Teknik pemadaman kebakaran tergantung dari macam dan sifat bahan bakar. b) Unsur oksigen 31 yang tersedia cukup banyak di udara. Terdapat enam .pengaman sehingga menghindari orang terjatuh ke dalam lobang tersebut. Rangkuman 2 1) Untuk mencegah terjadinya kemungkinan kecelakaan pada kepada semua waktu kegiatan di tempat kerja akan keselamatan kerja yang terlibat dalam pihak perlu ditanamkan kesadaran pelaksanaan kegiatan di tempat kerja. Peniadaan salah satu faktor tersebut merupakan prinsip pemadam kebakaran. cair atau gas. b) Ruang PPPK yang minimal perawatan darurat.

jenis bahan atau alat pemadam kebakaran adalah : air. busa . karbon dioksida.

minyak. 5) Persyaratan keamanan dan perlengkapan kerja antara lain : a) Bagian-bagian mesin yang penutup yang berfungsi kecelakaan. dan sebagainya. pelindung yang terbuat dari kawat . 4) Prinsip keselamatan pada dan kesehatan kerja Masing- tergantung jenis pekerjaannya.bahan kimia. limbah berbeda memerlukan agar tidak jenis dengan aman agar tidak yang mengganggu pekerja maupun orang lain yang berada di ruang kerja. serbuk bahan kimia. dan selimut tahan api. oli. b) kondisi dijaga berputar harus memiliki Lantai bengkel untuk mencegah kemungkinan harus kebersihannya dari debu-debu. d) Lobang di lantai bengkel harus diberi papan pengaman. masing tempat kerja memiliki bagi pekerja disesuaikan karakteristik send irikeselamatan jenis dengan sendiri. uap bahan kimia yang lebih berat dari udara. dan zat cair. 3) Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan bengkel dapat berupa zat padat. minyak dan paslin. e) Lampu untuk penerangan khusus harus diberi selongsong strimin. Oleh karena itu persyaratan pekerjaan yang dihadapi. c)Tangki oksigen dan acytiline harus 32 aman dari oli. c) Konektor yang dipakai untuk mesin atau peralatan yang memerlukan tenaga listrik harus kering. Limbah tersebut harus Masing-masing penaganan segera dikeluarkan dari ruang kerja mencemari lingkungan. zat gas.

d. Hal-hal apa . Tugas 2 1) Lakukan survey di suatu bengkel servis mobil/motor tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.

Bagaimana saran dan tanggapan anda terhadap penerapan keselamatan kerja di bengkel tersebut.saja yang dilakukan bengkel tersebut untuk mencegah terjadinya kecelakaan kebakaran. kekurangan Lakukan identifikasi kelebihan dalam dan hal bengkel tersebut pencegahan terhadap kecelakaan dan kebakaran. dan penanggulangan bahaya 2) Buatlah rangkuman hasil survey anda di bengkel tersebut. e. Tes formatif 2 1) Bagaimana cara mencegah terjadinya bahaya kebakaran ? 2) Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk keselamatan diri? 33 .

cair atau gas. persyaratan yang harus dipenuhi agar seorang pekerja mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja antara lain : a) Pada waktu bekerja. b) Unsur oksigen di udara. 34 a) Pekerja harus mengetahui pelindung diri dan b) letak alat-alat pemadam kebakaran. gas minyak pelumas. dan c) Kalor bahan bakar yang tersedia cukup banyak yang cukup untuk meningkatkan suhu hingga titik bakarnya. cat. Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kebakaran antara lain: a) Bahan bakar yang dapat berupa zat padat. 0) Pekerja harus memahami keselamatan dan kesehatan kerja yang berhubungan dengan buang.f. mesin-mesin udara bertekanan. 2. baik untuk lampu-lampu maupun . model pakaian tidak membahayakan terhadap sendiri. bahan bakar. dan terbuat dari bahan yang nyaman dipakai. kotak PPPK. Kunci jawaban formatif 2 1. Pada bidang Otomotif. thiner. dan alat-alat pelindung mesin. Oleh karena itu untuk mencegah terjadinya kebakaran yaitu dengan cara meniadakan salah satu penyebab terjadinya kebakaran dengan cara menghindari atau memisahkan ketiga unsur tersebut. seorang pekerja harus mengenakan pakaian kerja yang sesuai dan lain : ukuran pakaian diri memenuhi syarat antara tidak terlalu longgar atau terlalu sempit. yang berputar dan sebagainya. Pekerja harus memahami lokasi pemadam listrik.

sumber listrik untuk tenaga. .

pelindung keamanan. pekerja kacamata las dan alat lain harus menggunakan masker hidung.e) Pekerja harus memakai alat pelindung diri pada pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti : kaca mata las. l) Pada waktu bekerja di bawah kendaraan yang bekerja di bawah kendaraan . i) Pada pekerjaan pengecatan. tidak langsung di atas lantai. masker dan sebagainya. h) Pada waktu melakukan pengelasan. g) Pada waktu mengelas melakukan apabila ada kebocoran acytiline. haruslah pemeriksaan yang teliti sehingga pada instalasi las dapat diketahui dan segera diperbaiki. benda kerja harus dijepit dengan tanggem atau ragum. j) Untuk pekerjaan-pekerjaan yang bersuara bising seperti pada pekerjaan kenteng bodi. yang diperlukan. kaca mata hidung. 35 k) Apabila harus menggunakan alas beroda. sepatu Pada waktu menggunakan mesin bor. pekerja harus memakai alat pelindung diri berupa pakaian kerja. sarung tangan. sarung tangan. bening. tidak boleh dipegang langsung dengan tangan. masker/penutup muka/topeng las. f) telinga (dari suara keras. masker las. orang yang berada di tempat kerja harus menggunakan pelindung telinga.

harus didukung dengan jack permanen) atau penyangga stand (penyangga lin yang bersifat tetap. n) Bangku tanggem kerja yang dilengkapi dengan berpasangan/berhadap-hadapan harus dipasang skat pelindung dari strimin.diangkat dengan car lift. m) Untuk kendaraan yang diangkat dengan dongkrak hidrolik. maka kunci pengaman harus dipasang. 36 .

Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur. b). d). c). 2) Keselamatan Kerja a). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja.Peralatan keselamatan kerja dan pemadam kebakaran b). d).Peralatan tangan. efektif dan seefisien mungkin. Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. e). Lakukan demonstrasi tindakan keselamatan kerja dalam pencegahan dan penanggulangan pemadam kebakaran. 3) Langkah Kerja a). kunci pas/ring atau tang c). bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula. Lembar kerja 2 1) Alat dan Bahan a). Bila perlu mintalah buku petunjuk keselamatan kerja.Lap / majun. Setelah selesai. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan 37 praktikum secara ringkas. Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. b).g. c). 4) Tugas .

a). b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 2. Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas. .

a. b.3. Peserta diklat dapat menjelaskan kebaikan dan kelemahan gemuk (grease). Uraian Materi 3 1) Minyak Pelumas (Oli) Minyak pelumas dapat diklasifikasikan berdasarkan kekentalan dan kualitas. Suatu badan internasional disebut SAE (Society of Automotive Engineers) mempunyai standar kekentalan dengan awal . Peserta diklat dapat menjelaskan macam-macam peralatan pelumasan. tidak mudah Masing-masing kecenderungan tersebut tidak sama untuk semua oli. 3). sebaliknya apabila indeknya tinggi yang olinya kental. Kegiatan Belajar 3 : Minyak Pelumas dan Gemuk a. Tujuan Kegiatan Belajar 3 1). Ada tingkatan permulaan besar dibuat encer (tingkatan (kental) dan ada yang kekentalannya rendah). Peserta diklat dapat menjelaskan klasifikasi minyak pelumas dan penggunaannya. Berat oli atau kekentalan dinyatakan oleh angka yang38 disebut indek kekentalan. maksudnya apabila indeknya rendah maka olinya encer. 2). Klasifikasi kekentalan Kekentalan menunjukkan ketebalan atau kemampuan untuk menahan suatu cairan. Minyak pelumas cenderung menjadi encer dan mudah mengalir mengalir pada saat pada saat panas dan cenderung menjadi kental dan dingin.

.SAE di depan indek kekentalan.

maksudnya bahwa oli SAE10 pada -20° C sampai b. ditest dengan cara tercantum pada masing 2) Gemuk (Grease) Gemuk atau grease adalah pelumas padat yang terbuat dari minyak pelumas (oli) yang tambah pengental (thickening pengental yaitu metalic soap dipakai mempunyai bahan agent). ukuran kekentalan oli pada 100° C. dll) disebut oli multi grade. 15W-40. Klasifikasi kualitas Kualitas standar API oli diklasifikasikan sesuai (American Petroleum Institute) dan API. 2) Bersifat perapat yang sempurna dan mencegah menempelnya benda-benda asing seperti kotoran. Sebagai contoh SAE 10W-30 tersebut standar olinya SAE30 pada 100° C. huruf W (10W dll) oli pada tidak yang Indek kekentalan diikuti oleh -20° C. gas dan air pada . Derajat yang menunjukkan ukuran kekentalan kekentalan ditunjukkan huruf “W“. Ada dua tipe bahan untuk mayoritas gemuk. Kekentalannya tidak terpengaruh oleh adanya perubahan temperatur dan umumya digunakan sepanjang tahun (musim). Kebaikan gemuk 39 1) Pelumasannya lama tanpa penambahan karena tidak dapat mengalir atau menyebar. Klasifikasi API biasanya masing kemasan oli. soap dan non soap.Oli yang indek kekentalannya dinyatakan dalam range (10W-30. Tipe metalic a.

3) Mempunyai daya tahan terhadap beban tinggi.permukaan yang dilumasi. .

2) 3) Mempunyai tahanan gesek besar. rendahnya kemudahan mengalir. Kemampuan sesuai pendinginannya cepat panas. 3) Peralatan Pelumas Untuk pelumasan memudahkan mencapai titik-titik pada peralatan bengkel otomotif perkakas diperlukan peralatan tersebut antara lain atau mesin-mesin khusus pelumasan. pengisian. Dengan peralatan tersebut diharapkan minyak pelumas tidak berceceran 40 dan volume minyak pelumas yang terukur. Pada badan kaleng terbuat dari plastik terdapat skala volume minyak pelumas. rendah. Kaleng minyak dengan corong. dan penggantian. Peralatan pelumas tersebut digunakan untuk menambahkan minyak pelumas ke motor atau mesin-mesin minyak yang pengukuran dalam bak engkol perkakas. Kelemahan gemuk 1) Dibanding dengan oli.b. Kaleng minyak dengan corong . gemuk lebih sulit untuk penanganan. dikehendaki dapat Gambar 1. Peralatan dapat diuraikan sebagai berikut : a. sehingga gemuk 4) Sulit untuk membersihkan kotoran.

b.Kaleng minyak dengan pompa Untuk melumasi bagian-bagian yang hanya memerlukan pelumasan secara tetesan maka digunkan minyak pelumas dengan pompayang dilengkungkan. pompa kecil dan mulut

Gambar 2. Kaleng minyak dengan pompa

c.Alat pelumas dengan tekanan Pada ujung alat pelumas dengan tekanan dilengkapi dengan kepala penutup nipel. Kepala penutup nipel tersebut digunakan untuk memasukkan gemuk melalui nipel-nipel. Untuk yang dimasukkan melihat

mengetahui bahwa gemuk

tersebut sudah cukup adalah dengan

gemuk-gemuk yang sudah lama/kotor melelh ke luar melalui bagaian belakang komponen yang dilumasi.

Gambar 3. Alat pelumas dengan

tekanan

41

c. Rangkuman 3 1. Minyak pelumas dapat diklasifikasikan berdasarkan kekentalan Kekentalan menunjukkan ketebalan atau kemampuan untuk menahan suatu cairan. Minyak pelumas cenderung menjadi encer dan mudah mengalir pada saat panas dan dan tidak mudah masing cenderung menjadi kental dan kualitas.

mengalir pada saat dingin. Masing

kecenderungan tersebut tidak sama untuk semua oli. Ada tingkatan permulaan besar (kental) dan ada yang dibuat encer (tingkatan kekentalannya rendah). Berat oli atau kekentalan dinyatakan oleh kekentalan, maksudnya olinya encer, kental. angka yang disebut indek

apabila indeknya rendah maka

sebaliknya apabila indeknya tinggi olinya

Suatu badan internasional yang disebut SAE (Society of Automotive Engineers) mempunyai standar kekentalan dengan awal SAE di depan indek kekentalan. Kualitas oli diklasifikasikan Petroleum Institute) sesuai standar API (American

dan ditest dengan cara API. Klasifikasi API biasanya tercantum pada masing-masing kemasan oli. 2. Untuk memudahkan mencapai titik-titik

pelumasan pada

peralatan bengkel otomotif atau

mesin-mesin perkakas diperlukan peralatan khusus 42 pelumasan. Peralatan tersebut antara lain dapat diuraikan sebagai berikut : Kaleng Alat pelumas dengan tekanan d. Tugas 3 minyak dengan corong, Kaleng minyak dengan pompa,

Bahan-bahan apa .1) Lakukan survey di suatu bengkel servis mobil/motor tentang penerapan perawatan peralatan bengkel.

Tes formatif 3 1) Jelaskan kebaikan dan kelemahan gemuk dibanding dengan minyak pelumas ! 2) Jelaskan peralatan apa saja yang dapat digunakan untuk pemeliharaan pelumasan ? Lakukan alat identifikasi kelebihan dalam dan hal bengkel. e. bengkel bengkel dan tersebut perlengkapan yang dilakukan Bagaimana saran dan tanggapan anda terhadap perawatan 43 . 2) Buatlah rangkuman hasil survey anda di bengkel tersebut.saja yang digunakan untuk mencegah terjadinya kerusakan alat dan perlengkapan bengkel. kekurangan perawatan penerapan tersebut.

Kebaikan gemuk 1) Pelumasannya lama tanpa penambahan karena tidak dapat mengalir atau menyebar. rendahnya kemudahan mengalir. 2 . gas dan air pada permukaan yang dilumasi. sehingga gemuk 4) Sulit untuk membersihkan kotoran. 3) Mempunyai daya tahan terhadap beban tinggi. digunakan 44 untuk menambahkan minyak pelumas ke dalam bak engkol terbuat dari motor atau mesin-mesin minyak yang skala terdapat perkakas. 2) Bersifat perapat yang sempurna dan mencegah menempelnya benda-benda asing seperti kotoran. Kebaikan dan kelemahan gemuk dibanding dengan minyak pelumas adalah sebag ai berikut : a. dan penggantian.f. b. 2) Mempunyai tahanan gesek besar. Dengan peralatan tersebut diharapkan minyak pelumas . gemuk lebih sulit untuk penanganan. rendah. Pada badan kaleng plastik pengukuran volume minyak pelumas. Kaleng minyak dengan corong. pengisian. Kelemahan gemuk 1) Dibanding dengan oli. Kunci jawaban formatif 3 1. 3) Kemampuan sesuai pendinginannya cepat panas. Peralatan yang dapat digunakan untuk pemeliharaan pelumasan antara lain : a.

tidak berceceran .

b. Untuk mengetahui bahwa gemuk yang dimasukkan tersebut sudah cukup adalah dengan melihat gemuk-gemuk yang sudah lama/kotor melelh ke luar melalui bagaian belakang komponen yang dilumasi.dan volume minyak pelumas yang dikehendaki dapat terukur. c. Kaleng minyak dengan pompa . Kepala penutup nipel tersebut digunakan untuk memasukkan gemuk melalui nipel-nipel. Alat pelumas dengan tekanan . ntuk melumasi bagianbagian yang hanya memerlukan pelumasan secara tetesan maka digunkan minyak pelumas dengan pompa-pompa kecil dan mulut yang dilengkungkan. 45 . pada ujung alat pelumas dengan tekanan dilengkapi dengan kepala penutup nipel.

efektif dan seefisien mungkin.Peralatan tangan. 3) Langkah Kerja a).g. Lembar kerja 3 1) Alat dan Bahan a). Bila perlu mintalah buku petunjuk keselamatan kerja. 46 e). Perhatikan instruksi praktikum yang disampaikan oleh guru/ instruktur. c). Ikutilah instruksi dari instruktur/guru atau pun prosedur kerja yang tertera pada lembar kerja. 4) Tugas a). c). Buatlah laporan praktikum secara ringkas dan jelas. Mintalah ijin dari instruktur anda bila hendak melakukan pekerjaan yang tidak tertera pada lembar kerja. d). Gunakanlah peralatan tangan sesuai dengan fungsinya. b). Lakukan pemilihan jenis-jenis minyak pelumas yang digunakan dalam kendaraan. . kunci pas/ring atau tang c). 2) Keselamatan Kerja a).Peralatan pemeliharaan pelumasan b). d). Setelah selesai.Lap / majun. Buatlah catatan-catatan penting kegiatan praktikum secara ringkas. b). Persiapkan alat dan bahan praktikum secara cermat. bereskan kembali peralatan dan bahan yang telah digunakan seperti keadaan semula.

b). Buatlah rangkuman pengetahuan baru yang anda peroleh setelah mempelajari materi pada kegiatan belajar 3. .

gemuk mempunyai kebaikan dan kelemahan. 4. perawatan dan pengadaan peralatan baru diperlukan Jelaskan peralatan tersebut. Sebagai pelumas. 3. Jelaskan empat tujuan pokok pemeliharaan preventif ? Untuk mempermudah pengendalian pemakaian. pengadministrasian. Jelaskan bagaimana prinsip penanganan limbah agar tidak mencemari lingkungan ? 6. penyimpanan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak terencana ? 2. bagaimana pengendalian 47 . Jelaskan kebaikan dan kelemahan gemuk tersebut dibanding dengan minyak pelumas. perbaikan. Bagaimana persyaratan keamanan dan perlengkapan kerja agar pekerja terhindar dari bahaya kecelakaan? 7.BAB III EVALUASI A.PERTANYAAN 1. Jelaskan empat jenis kebakaran berdasarkan sifat bahan bakarnya ! 5.

Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi terhadap peralatan di waktu pemeliharaan terencana pencatatan merupakan perubahan yang terjadi yang akan datang. Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja. Dalam sesuai terdapat unsur pengendalian dan unsur sebelumnya. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. korektif. b. pemeliharaan prediktif. baru perbaikan apabila akan digunakan. karena lebih mahal memelihara untuk membeli satu peralatan jauh apabila dari dibandingkan peralatan dengan tersebut. sehingga yang akan dirawat sudah sedemikian . sebagian Walaupun disadari bahwa kadang-kadang untuk 48 jenis barang tertentu membeli dapat lebih murah apabila alat rusak. KUNCI JAWABAN 1.B. Pemeliharaan terencana dengan rencana yang telah ditentukan bagian dari sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan dan pemeliharaan preventif. Pemeliharaan tak dilakukan bahwa terencana adalah jenis pemeliharaan yang segera digunakan. Empat tujuan pokok pemeliharaan preventif adalah sebagai berikut : a. 2. Seringkali terjadi secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan peralatan baru digunakan sampai rusak tanpa ada kemudian dilakukan perawatan yang berarti. Memperpanjang usia pakai peralatan.

diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula .

nama alat. Label . digunakan untuk mencatat setiap kejadian yang terjadi dan yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja. e. Daftar peralatan . . d. jumlah dan. Label dipasang di tempat penyimpanan alat. asal tahun. tekstil).Kebakaran jenis B. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan penyelamat. alkohol). 3. memuat nomor sandi. b. CO2. kebakaran zat cair yang mudah terbakar (bensin. perawatan dan pengadaan peralatan baru memerlukan terutama dalam keadaan darurat. dan tidak dengan air.c. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. dan jumlah alat d. b. kondisi c. memuat kode. Buku harian . nama alat. Dipadamkan dengan iar atau yang lain. Kartu stok . kayu.Kebakaran jenis A. memuat kode alat. Prosedur pengadministrasian untuk mempermudah pengendalian pemakaian. Buku inventaris . f. nama alat. kebakaran bahan-bahan yang mengandung karbon (kertas. Format permintaan alat 4. merek/tipe. warna kartu dibedakan untuk masingmasing jenis peralatan sesuai dengan pengelompokkannya. adanya unit cadangan. produsen. penyimpanan. perbaikan. pemadam kebakaran dan perangkat instrumen sebagai berikut: a. ukuran. Jenis kebakaran berdasarkan sifat bahan bakarnya antara lain : 49 a. Dipadamkan dengan selimut. jumlah dan kondisi alat.

ditempatkan di tempat tertutup yang terbuat dari bahan yang selanjutnya di buang di tempat dimusnahkan.Limbah padat atau setengah padat. Tindakan tersebut. 6. Kebakaran jenis D. penguapan bercerobong c. natrium. Persyaratan keamanan dan perlengkapan kerja agar pekerja terhindar dari bahaya kecelakaan adalah : . tidak korosif dan pembuangan khusus untuk b.Kebakaran Jenis C. atau serbuk pasir. yang dilengkapi dengan bak cukup tinggi.c. Dipadamkan tidak dengan air atau busa. melainkan dengan serbuk kimia d.Limbah gas. disalurkan ke dalam bak penampung khusus yang tertutup. Prinsip-prinsip penanganan limbah agar kemudian dipadamkan dengan serbuk yang sesuai tidak mencemari lingkungan adalah sebagai berikut : a. disalurkan dari tempat percobaan langsung ke udara luar melalui cerobong yang tingginya melampaui tinggi atap bangunan. kebakaran logam yang mudah terbakar (magnesium. fosfor). Dapat terjadi tanpa adanya unsur oksigen. kebakaran akibat arus listrik yang terlalu besar yang melewati kabel dengan diameter kecil.Limbah cair. pertamanya dengan cara menghentikan suplai bahan yang bereaksi dengan logam (serbuk bahan kimia atau serbuk pasir) 5. Dalam 50 keadaan khusus perlu dilengkapi dengan kipas penghisap.

dan sebagainya. kotoran mekanis. oli.Bagian-bagian mesin yang berputar/bergerak harus memiliki pelindung/penutup yang mencegah kemungkinan kecelakaan ataupun masuknya benda kecil ke dalam bagian mesin tersebut. b.Lantai bengkel harus dijaga kondisi kebersihannya dari debu debu. berfungsi untuk . minyak.a.

c. gemuk lebih sulit untuk penanganan. f. 3) Mempunyai daya tahan terhadap beban tinggi. pengisian. atau diatasnya diparkir sehingga menghindari orang diberi papan mobil sebagai pengaman terjatuh ke dalam lobang tersebut. 3) Kemampuan pendinginannya rendah. Kelemahan gemuk 51 1) Dibanding dengan oli. Kebaikan gemuk 1) Pelumasannya lama tanpa penambahan karena tidak dapat mengalir atau menyebar. gas dan . sesuai rendahnya kemudahan mengalir. Lampu untuk penerangan khusus harus diberi selongsong pelindung yang terbuat dari kawat strimin atau kawat. sehingga gemuk perapat yang sempurna dan menempelnya benda-benda asing air pada permukaan yang seperti kotoran. e. b. 7. Kebaikan dan kelemahan gemuk tersebut dibanding dengan minyak pelumas antara lain : a. minyak dan paslin ( grease ).Konektor yang dipakai untuk mesin atau peralatan yang memerlukan tenaga listrik harus bersih dari oli dan air (harus kering).Tangki oksigen dan acytiline harus aman dari oli.Lobang dilantai (pit) bengkel yang berfungsi sebagai tempat pemeriksaan bagian bawah mobil harus pengaman. d. 2) Mempunyai tahanan gesek besar. dan penggantian. 2) Bersifat mencegah dilumasi.

4) Sulit untuk membersihkan kotoran.cepat panas. .

d. 100 (lulus) Kategori kelulusan : 70 s.C.d.d. KRITERIA KELULUSAN Aspek Kognitif (soal no 1 s.d. 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s. 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. 100 : di atas minimal tanpa bimbingan Skor (1-10) Bobot 5 1 2 1 1 Nilai Keterangan Syarat lulus nilai 52 .d 4) Ketepatan prosedur pemeriksaan Hasil pemeriksaan Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Keterangan : Tidak = 0 (nol) (tidak lulus) Ya = 70 s.

apabila peserta diklat dinyatakan tidak lulus.BAB IV PENUTUP Peserta diklat yang telah mencapai syarat kelulusan minimal dapat melanjutkan ke modul berikutnya. 53 . maka peserta diklat tersebut harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan untuk mengambil modul selanjutnya. Sebaliknya.

DAFTAR PUSTAKA Anonim. Jakarta : PT Toyota – Astra Motor. dan Johnson. (1995). (1995). Larry. Automotive Encyclopedia . Automotive Engines . Toboldt.. New York : Mc Graw Hill.). Jakarta : PT Toyota – Astra Motor. 54 . (1999). Anonim. dan Anglin. Crouse. (t.th. Jakarta : PT Toyota Astra Motor. (1988). Donald L (1986). Organisasi dan Administrasi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan . Materi Pelajaran Engine Group Step 1. Jakarta : Depdikbud : Dirjen Dikti. Jakarta : Depdikbud : Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah. Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Perawatan Preventif Sarana dan Prasarana Pendidikan. (1977). William H. Proyek Pengembangan LPTK. Anonim. New Step 1 Training Manual . William K.. Anonim. . South Holland : The Goodheart Willcox. Suharsimi Arikunto.