Anda di halaman 1dari 13

KEPEMIMPINAN KARISMATIK

PAPER
Tugas ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Kepemimpinan

Disusun oleh :

Alfian Dwi Kurniawan Ika Prasasti Januar Suhud Kharisma Dio Putra Perdana

105030300111012 105030300111030 105030300111033 105030300111042

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI PROGRAM STUDI BISNIS INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH Kepemimpinan kharismatik, merupakan kepemimpinan yang mengembangkan kombinasi hubungan antara bawahan dengan satu atau lebih bawahannya berdasarkan atribut-atribut pimpinan yang disenangi bawahan. Kepemimpinan kharismatik tidak mengembangkan pemberian delegasi/wewenang kepada bawahan karena adanya stigma ketakutan ancaman kedudukan atau statusnya. Kepemimpinan memiliki sifat lebih dari sekedar keyakinan terhadap kepercayaan, tetapi mereka memiliki kemampuan supranatural. Bawahan sebagai bagian dari kepemimpinan kharismatik tidak hanya percaya dan hormat kepada pemimpinannya, tetapi bawahan menjadikan idola dan pujaan sebagai figure spiritual. Kepemimpinan kharismatik, dapat menjalankan misi dan visi mereka melalui perilaku kepemimpinannya dan dalam situasi sosial apapun. Kepemimpinan kharismatik dibutuhkan pada situasi dan kondisi persaingan yang tidak pasti dikategorikan sebagai sangat berisiko, dalam arti bahwa setiap keputusan yang diambil dapat berdampak buruk dan berisiko bagi perusahaan/organisasinya. Kondisi yang berisiko tersebut akan menimbulkan kecemasan baik dari pihak pimpinan, terlebih para bawahan, sehingga dalam kondisi demikian diperlukan kepemimpinan yang kharismatik.

TUJUAN DAN RUANG LINGKUP PEMBAHASAN Tujuan dari pembahasan materi ini agar dapat mendefinisikan kepemimpinan yang bersifat kharismatik, dan apa saja yang harus dicermati dari seorang pemimpin yg menggunakan kharismanya dalam memimpin sebuah organisasi, mengetahui apa saja dampak positif dan negatife kepemimpinan kharismatik.

KERANGKA TEORI Teori tentang kepemimpinan karismatik yang dibahas dalam kegiatan belajar ini. Adalah Teori kepemimpinan kharismatik dari House yang menekankan kepada identifikasi pribadi, pembangkitan motivasi oleh pemimpin dan pengaruh pemimpin terhadap tujuantujuan dan rasa percaya diri para pengikut. Dan Teori atribusi tentang karisma yang lebih

menekankan kepada identifikasi pribadi sebagai proses utama mempengaruhi dan internalisasi sebagai proses sekunder. Teori konsep diri sendiri menekankan internalisasi nilai, identifikasi sosial dan pengaruh pimpinan terhadap kemampuan diri dengan hanya memberi peran yang sedikit terhadap identifikasi pribadi. Sementara itu, teori penularan sosial menjelaskan bahwa perilaku para pengikut dipengaruhi oleh pemimpin tersebut mungkin melalui identifikasi pribadi dan para pengikut lainnya dipengaruhi melalui proses penularan sosial. Pada sisi lain, penjelasan psikoanalitis tentang karisma memberikan kejelasan kepada kita bahwa pengaruh dari pemimpin berasal dari identifikasi pribadi dengan pemimpin tersebut.

BAB II PEMBAHASAN

PEMIMPIN KHARISMATIK Kharismatik dalam bahasa Yunani berarti karunia diinspirasi ilahi, seperti kemampuan untuk melakukan mukjizat atau memprediksi peristiwa-peristiwa di masa mendatang. Karisma merupakan sebuah fenomena sementara bila ia tergantung kepada identifikasi pribadi dengan seorang pemimpin individual yang dirasakan sebagai yang luar biasa. Dalam teori kepemimpinan karismatik dari House, diuraikan bahwa pemimpinan karismatik dapat diidentifikasi dari bagaimana berperilaku, bagaimana mereka berbeda dengan orang lain, serta dalam kondisi yang bagaimana mereka memperoleh banyak kemungkinan untuk berkembang. Teori atribusi tentang kepemimpinan karismatik oleh Conger dan Kanungo; diasumsikan bahwa karisma adalah sebuah fenomena atribusi. Atribusi karisma oleh pengikut tergantung kepada beberapa aspek perilaku pemimpin. Karisma lebih besar kemungkinannya akan diatribusikan kepada para pemimpin yang membela sebuah visi yang sangat tidak sesuai dengan status quo, namun masih tetap berada dalam ruang gerak yang dapat diterima oleh para pengikut. PROFIL PEMIMPIN KHARISMATIK Rasa ketidak puasan dengan status quo adalah energi dalam diri pemimpin karismatik yang tidak mau diam, selalu gelisa. Pemimpin seperti itu tampaknya selamanya merasa tidak puas dan selalu mencari kesempatan baru. Mereka juga tidak sabar mereka ingin segala hal merubah dan hari ini juga. Seorang manajer karismatik inpulsif mengenai perubahan. Dia selalu mencari kesempatan baru dan bahkan cara baru untuk melakukan banyak hal kelihatannya dia terus menerus mencari tantangan yang lebih besar. Inilah mentalitas seorang pemimpin karismatik. Sebagai akibatnya, banyak hal terjadi lebih cepat.

Keunggulan karismatik yang ketidaksabaran dengan status quo juga bisa menjadi beban. Dalam keinginannya untuk mendatangkan perubahan, orang karismatik sering

membuat kesal bagi yang mewakili status quo. Disini maksudnya seseorang yg memiliki kepemimpinan kharismatik adalah seseorang yg tidak hanya bisa berpendirian pada status quo yang melekat pada dirinya, karena seseorang yg memiliki kepemimpinan kharismatik cenderung seseorang yg inovatif. Oleh karena itu seseorang yg juga memiliki status quo terkadang kesal karena seorang pemimpin kharismatik karena tidak selalu berpengan kepada status quo yg dimilikinya. Kualitas lainnya dari pemimpin kharismatik berkaitan dengan sikap oportunisme, seorang pemimpin oportunis memiliki kemampuan untuk mngatsi kekurangan dan memotivasi perubahan dengan wawasan yang dimilikinya, akan tetapi sisi negatifnya adalah tidak toleran kepada segala hal yang tidak sesuai dengan wawasannya. Disini sikap oprtunisme sangat terlihat dimana dia hanya berpandangan kepada wawasan yg dimilikinya semata. Kualitas selanjutnya adalah pemimpin karismatik menggunakan pendekatan yang tidak bersifat konvensional. Dia bukan hanya memperkenalkan cara baru untuk melihat masa depan yang lebih berorientasi pasar tetapi juga cara baru untuk berperilaku dan mendekati masalah. Sifat tidak konvensional ini merupakan ciri khas pemimpin karismatik. Keunggulannya adalah bahwa tradisi, norma-norma, dan nilai yang menghalangi jalan perubahan yang diperlukan ditantang dan disingkirkan. Tetapi pembela tradisi ini akan merasa terancam. Mengusahakan perubahan dan keadaan tidak konvensional demi hal itu sendiri dan bukannya demi tujuan yang menguntungkan. Tindakan yang diambil atas nama perubahan oleh orang karismatik kadang-kasang seperti gelombang pasang yang melanda segala-galanya yang menghalanginya mengubah apa yang buruk maupun yang baik. Kekuasaan seorang kharismatik bukan hanyak membuat banyak hal terjadi, tetapi dia juga menarik pengikut yang setia dan semakin banyak menarik perhatian kepada dirinya sendiri. Sementara pemimpin memperoleh pengaruh yang lebih besar dan mulai manantang manajemen senior dan sesamanya. Pemimpin kharismatik, terutama yang berada dalam organisasi yang bukan ciptaannya sendiri, bertindak seperti magnet yg menarik bawahannya dan kadang-kadang menolak sesamanya dan atasannya.

TIPE KEPRIBADIAN KHARISMATIK Orang Amerika mungkin akan memandang Adolf Hitler sebagai orang karismatik sementara demikian pula orang Jerman akan melihat Roosevelt dengan pandangan yang sama. Artinya bahwa pandangan pemimpin karismatik seseorang tidak harus pemimpin karismatik yang sama bagi orang lainnya. Penelitian sejarah atas para pemimpin politik besar abak ke-20 seperti Castro, Hitler dan Kennedy dengan harapan bisa menemukan

kepribadian kharismatik universal. Tetapi harapan ini segera pudar setelah pencarian akan kualitas yang umum bagi semua pemimpin ini membuahkan hasil yang tidak pasti. Sebaliknya, para peneliti menemukan variasi yang begitu besar sehingga satu kepribadian karismatik tunggal rupanya sangat mustahil. Jadi bukanlah satu tipe kepribadian tunggal melaingkan sesuatu yang lebih rumit. Ada daya lainnya yang ikut bermain, dan tidak semuanya melibatkan pemimpin itu sendiri.

BAGAIMANA MEMBERIKAN ATRIBUT KHARISMA PADA ORANG LAIN Ada dua implikasi penting tentang pemberian tentang pemimpin kharismatik 1. Kita harus menemukan perilaku mana yang menuju persepsi karisma yang dibagi bersama dalam masyarakat. Ini adalah tugas yang dipikul oleh para ahli ilmu sosial selama beberapa puluh tahun terakhir 2. Kita harus menyadari bahwa kita menafsirkan perilaku sesuai dengan pengalaman atau situasi pribadi kita, apa yang mungkin dipandang satu orang sebagai wawasan strategis, belum tentu dipandang demikian oleh orang lainnya.

DIMENSI PERILAKU KEPEMIMPINAN KHARISMATIK

1. Pemimpin harus menaksir situasi sekarang dalam pengertian kesempatan strategis, kekangan, sumber daya, dan kebutuhan organisasi 2. pemimpin dmenetapkan tentang komunikasi dan penafsiran tujuan ini dengan cara yang bermakna, setelah diberi sasaran ortganisasi. Dia mungkin menggunakan berbagai sarana, termasuk bicara di muka umum, pembicaraan satu lawan satu, dokumen strategi perusahaan,

laporan tahunan, memo, dan sebagainya. Dia mungkin mengkomunikasikan tujuan dengan bujukan atau dengan perintah langsung. Walau demikian, akhirnya cara dia menguraikan tujuannya akan mempengaruhi motivasi organisasi untuk melaksanankannya 3. pemimpin membina komitmen dan kepercayaan dalam dirinya dan tujuannya serta memperlihatkan bagaimana tujuan ini bisa dicapai oleh organisasi. Dia mungkin memberikan contoh perilaku dan sikap yang diperlukan untuk mencapai sukses, merancang taktik yang spesifik 4. menciptakan satu sistem nilai dan peraturan keputusan yang bisa diikuti oleh anggota

organsasi seperti model apa saja

TAHAPAN TAHAPAN UNTUK MEMBEDAKAN PEMIMPIN KHARISMATIK  Tahap Pertama Merasakan Kesempatan dan Merumuskan Masalah

Penelitian menyatakan bahwa pemimpin karismatik memiliki dua keahlian yang memberikan ciri khas, yang kalau dipadukan sering memisahkan mereka dari pemimpin lainnya
1. Kepekaan terhadap kebutuhan pengikut mereka 2. Kemampuan kemampuan yang luar biasa untuk melihat cacat situasi yang

ada, disamping kesempatan yang belum dimamfaatkan


 Tahap Kedua

Mengutarakan Wawasan Pemimpin karismatik cenderung berbeda dengan lainnya karena tujuan mereka dan cara yang mereka gunakan untuk mengkomunikasikannya Biasanya
ciri khas mereka adalah memiliki rasa wawasan strategis yang besar sekali. Pada umumnya tujuan mereka cenderung diidealkan dan menantang status quo. Dengan menyajikan tujuan utopis kepada pengikut pemimpin memberikan rasa tantangan dan motivasi besar untuk perubahan. Dalam kasus manapun juga, seorang pemimpin lebih mungkin dipandang karismatik kalau wawasannya mengambil kualitas tertentu. Makin diidealkan tujuan pemimpin, semakin besar kemungkinan pemimpin ini akan dipandang karismatik. Semakin menantang situasi sekarang tujuan pemimpin, semakin

besar kemungkinan karyawan akan memandang wawasannya sebagai sesuatu yang luar biasa. Pemberian atribut luar biasa merupakan unsur yang sangat penting dalam persepsi karisma. Dalam mengutarakan tujuan mereka, pemimpin karismatik juga mungkin berbeda dengan lain-lainnya dalam dua dimensi penting.  Dimensi Pertama adalah cara yang digunakan untuk menguraikan wawasan. Orang karismatik memulai dengan menguraikan situasi yang sedang berlangsung sebagai hal yang tidak bisa diterima. Mereka berusaha menciptakan ketidakpuasan. Tidak ada yang bisa terjadi sebelum kebutuhan akan perubahan dijabarkan menjadi kesadaran yang sesungguhnya tentang kebutuhan itu. Kita sering harus memaksakan kesadaran tersebut. Yang pertama sekali, kita harus membuat orang merasa tidak senang. Banyak sekali hal aneh yang terjadi dalam kepala orang yang mengalihkan perhatian mereka dari apa yang merupakan realita. Kita harus membuat orang melihat apa yang ada, untuk melihat realita, untuk melihat bahwa mereka tidak memberikan sumbangan dengan kemampuan yang terbaik, dan untuk melihat bahwa produk bermutu rendah. Kita harus memaparkan apapun realita yang ada. Kemungkinan kita harus membuat mereka menerima wawasan kita  Dimensi kedua adalah melibatkan bagaimana cara orang yang karismatik mengkomunikasikan motivasinya sendiri untuk memimpin. Dalam retorika mereka, mungkin mereka memilih kata-kata untuk mengcerminkan kepercayaan diri, keyakinan keahlian, pengabdian kepada perjuangan, dan perhatian kepada kebutuhan pengikut.  Tahap ketiga Membina Kepercayaan Dalam Wawasan Supaya bisa efektif sebagai pemimpin, kerap kali penting agar bawahan menginginkan tujuan yang diusulkan pemimpin, komitmen dengan paksanaan atau perintah tidak mungkin memberikan cukup banyak energi motivasional untuk keberhasilan jangka panjang. Dengan demikian pemimpin harus membina kepercayaan yang luar biasa dikalangan bawahan terhadap dirinya sendiri dan terhadap tujuan yang diutarakan. Pemimpin karismatik melakukan ini melalui pengambilan resiko, keahlian yang tidak konvensional, dan pengorbahan diri. Kualitas ini memisahkan pemimpin karismatik dan lainnya.

Pada pokoknya para pemimpin ini berusaha menciptakan tingkat kelayakan dipercaya yang luar biasa. Mereka mencapai hal ini dengan menunjukkan perhatian kepada kebutuhan bawahan dan bukannya kepentingannya sendiri. Ini adalah bagian yang sangat penting dari persamaan kepemimpinan, karena tujuan mereka mungkin melibatkan ketidak pastian dan resiko besar. Untuk memberikan konvensasi, mereka harus membina kepercayaan luar biasa dengan memperlihatkan pengabdian total kepada perjuangan yang mereka bagi dengan pengikut. Mereka bisa, misalnya terlibat dalam tindakan yang memperlihatkan tingkat keteladanan komitmen dan pengorbanan diri untuk mencapai tujuan misi. Semakin besar resiko pribadi yang diambil untuk mencapai wawasan, semakin besar pula kepercayaan yang mungkin dikembangkan. Contohnya Lee Iacocca memotong gajinya menjadi satu dollar dalam tahun pertamanya di Chrysler. Robert Lipp sebagai kepala operasi transaksi eceran di Chemical Bank pergi mengunjungi semua cabang eceran bank (hampir 200 cabang jumlahnya) untuk menjelaskan strategi perubahan yang dramatis. (Jay A. Conger, hal 80). Pemimpin karismatik mungkin juga membina kepercayaan dengan penampilan sebagai ahli. Mereka bisa memperlihatkan pengetahuannya melalui wawasan yang meraka rumuskan dan taktik tidak konvensional yang mereka rancang. Hal ini, pada gilirannya memberikan sumbangan kepada kesan keluarbiasaan.  Tahap Keempat Mencapai Wawasan

Dalam tahap terakhir, pemimpin karismatik pada umumnya berbeda dengan lain-lainnya karena penggunaan secara meluas contoh pribadi dan model peranan, sikapnya yang mengandalkan taktik tidak konvensional, serta penggunaan praktek pemberian kekuasaan untuk memperlihatkan bagaimana wawasannya bisa dicapai. Demikian pula, wawasan mereka mungkin berisi unsur-unsur ideologi yang memberikan rangkaian peraturan keputusan untuk memecahkan masalah sehari- hari dan cara pendekatan kepada pasar. Lebih-lebih, pemimpin karsimatik memperlihatkan taktik tidak kovensional yang harus digunakan oleh organisasi kalau ingin mencapai wawasan pemimpin dan melalui pujian pemimpin karismatik membina kepercayaan pengikut kepada kemampuan mereka untuk mencapai wawasan

Dengan demikian para pemimpin harus memahami seberapa relevan perilaku mereka bagi organisasi mereka. Dengan demikian konteks juga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi konstalasi perilaku. Sementara kita masih harus banyak belajar tentang pemimpin karismatik. Kita bisa melihat bahwa mereka tampak berbeda sekali dengna pemimpin lainnya. Keahlian mereka dalam membuat wawasan, komunikasi, membina kepercayaan, dan memotovasi rupanya luar biasa. Dan kalau pemimpin memiliki kelengkapan penuh keahlian ini, kemungkinannya besar sekali bahwa meraka akan dipandang sebagai pemimpin karismatik.

SISI GELAP KEPEMIMPINAN KHARISMATIK

Sementara kita cenderung memikirkan hasil positif pemimpin karismatik, juga ada resiko tertentu yang berhubungan dengan mereka. Kalau tindakan pemimpin karismatik jadi terlalu dibesar besarkan atau khilangan hubungan dengan realita atau kebutuhan pengikut, atau menjadi sarana untuk perolehan pribadi semata-mata, hal tersebut mungkin akan merugikan
pemimpin dan organisasi itu sendiri. Sebagai akibatnya, kita perlu memeriksa hasil negatif yang berhubungan dengan pemimpin ini dan memahami mengapa hal itu terjadi.

1. Proyeksi kebutuhan pibadi Salah satu beban pemimpin karismatik yang paling serius adalah kecenderungan mereka untuk memproyeksikan kebutuhan pribadi semata-mata dan kepercayaan kepada pengikutnya. Contoh yang khas adalah pencipta yang punya gagasan besar dan memperoleh sumber daya cukup untuk memulai suatu usaha tetapi gagasan ini harus sesuai dengan kebutuhan pasar kalau diinginkan agar wawasan akhirnya dijabarkan menjadi keberhasilan. Kalau keinginan pemimpin menyimpan dari keinginan mungkin akan terjadi akibat yang mahal. 2. Ambisi buta dan salah perhitungan yang mahal Dalam perjuangan untuk mencapai suatu wawasan, pemimpin karismatik mungkin begitu terpacu sehingga mengabaikan implikasi yang mahal dari tujuan strategi. Ambisi dan salah perhitungan mengenai sumber daya yang diperlukan bisa menuju kemenangan Epyrus bagi pemimpin. Contoh Pyrrus adalah pahlawan Yunani kuno yang mengalami kerugian besar dalam memenuhi keinginannya

3. Persepsi yang dibesar-besarkan Kadang-kadang persepsi pemimpin atas pasar sangat dibesar-besarkan begitu jauh mendahului waktunya sehingga pasar gagal memelihara usaha. Sumber daya organisasi dimobilisasi dan dihabiskan dalam misi yang akhirnya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Dalam kasus ini wawasan pemimpin mungkin terlalu jauh jangkauannya. Dia tidak mampu melihat bahwa waktunya belum matang dan wawasan berjalan menuju kegagalan, atau dlam keadaan yang aling baik menghadapi masa kelesuan yang panjang.

4. Kegagalan menyadari kekurangan kerap kali seorang pemimpin memandang bahwa jalur tindakannya membuahkan hasil yang negatif, namun dia tetap bersikeras. Dalam proses disonansi kognitif dapat dijelaskan yang mencegah pemimpin mengganti arahnya orang terus mempertahankan komitmen yang telah diberikan karena kalau tidak berbuat begitu mereka akan merusak persepsi yang menguntungkan tentang diri mereka sendiri

5. Memanipulasi Melalui Keahlian Komunikasi Karena bakat mereka dalam komunikasi, mudah sekali bagi pemmpin karismatik untuk menyalah gunakan kemampuan ini. Mereka mungkin menyajikan informasi yang membuat wawasan mereka tampak lebih realitas atau lebih menarik dari pada yang sesungguhnya. Mereka mungkin juga menggunakan keahlian bahasa untuk menyaring masalah dalam lingkungan atau menonjolkan isolasi pengendalian, padahal sesungguhnya segala hal berada di luar pengendalian. Di antara tindakan mereka yang paling membahayakan : 1. 2. 3. 4. Membesr-besarkan deskripsi pribadi Membesar-besarkan pengakuan bagi mereka. Memenuhi citra keunikan supaya bisa memaniulasi pendengar. Mendapatkan komitmen dengan menekan informasi negatif dan mempublikasi informasi positif. 5. Menggunakan anekdot positif untuk mengalihkan perhatian dari pakta negatif. 6. Menciptakan ilusi pengendalian melalui mengukuhan atas informasi dan menyatakan bahwa kegagalan adalah akibat penyebab luar

Disfungsi Praktek manajemen Praktek manajemen pemimpin karismatik mungkin juga punya beban bawaan tertentu. Beberapa orang di antara pemimpin ini diketehui terlalu infulsif dan otokratis dalam gaya manajemennya. Lain-lainnya punya perilaku tidak konvensional yang begitu merusak sehingga organisasi memobilisasi dirinya untuk melawan mereka. Lebih-lebih, mereka kadang-kadang bisa menjalin hubungan yang buruk dengan sarana sesama dan atasan. Dalam banyak kasus, beberapa praktek manajemen yang membuat pemimpin ini unik juga mengakibatkan kejatuhannya antara lain

1. Mengurus Orang Lain Pemimpin karismatik tertentu sangat buruk dalam sesama dan atasan. menjalin hubungan dengan

2. Hubungan Dengan bawahan

Masalah pengawasan yang menyulitkan kadang-kadang berhubungan dengan gaya manajemen pribadi dengan gaya manajemen pemimpin karismatik. Beberapa orang diperikan bersifat sangat otokratis. Dalam banyak kasus wawasan pemimpin merupakan personifikasi dirinya sedemikian rupa sehingga dia menjadi terobsesi dengan keberhasilannya. Ketidak sabaran dengan langkah pencapaian memperpara masalah dan mendorong pemimpin karismatik untuk lebih kuat memegang kendali. Demikian pula, kadang-kadang dia kelihatan seperti seorang yang dinamis infulsif terutama dalam hubungan dengan pencapaian wawasan.
3. Keahlian Administratif Beberapa pemimpin karismatik begitu tenggelam dalam gambaran besar sehingga mereka gagal memahami perincian yang pokok kecuali untuk proyek kesayangannya, yang dalam kasus tersebut mereka menjadi terlibat sampai kelebihan.

BAB III KESIMPULAN

seorang pemimpin hendaknya memberikan pandangan yang membuat para bawahan dapat menjalankan pekerjaan mereka dengan hasil yang diinginkan oleh seorang pemimpin. Dalam kehidupan ini, satu orang pemimpin dengan pemimpin yang lain sangat memiliki perbedaan-perbedaan yang menonjol dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin. Namun yang paling terlihat adalah seorang pemimpin yang berkarismatik. Layaknya seseorang yang berkarisma, seorang pemimpin

karismatikpun banyak memiliki hal atau sikap yang sangat di banggakan dalam memimpin para bawahannya. Pemimpin karismatik cenderung ingin merubah sebuah konsep agar menjadi lebih baik, dan hal tersebutlah yang memotivasi seorang pemimpin bekerja secara inovatif serta dapat membuat para bawahannya termotivasi bekerja dengan penuh kebanggaan. Namun di sisi lain, seorang pemimpin karismatik juga memiliki sisi negative yang cenderung memberi kesan buruk kepada diri seorang pemimpin, sebagai contohnya seorang pemimpin terlalu memiliki ambisi yang kuat dalam mencapai keinginan pribadinya dan dia tidak mau tahu yang penting hal itu dapat segera terlaksana.