DIKTAT KALKULUS 1

Penyusun: Drs. Warsoma Djohan M.Si. Dr. Wono Setya Budhi

Departemen Matematika, Fakultas MIPA Institut Teknologi Bandung Agustus 2007

Pengantar Kalkulus merupakan matakuliah wajib tingkat pertama bagi hampir semua departemen/jurusan di Institut Teknologi Bandung (kecuali Departemen Desain dan Seni Murni). Berdasarkan kebutuhan yang berbeda pada berbagai departemen yang ada ITB, sejak tahun ajaran 2004 pelaksanaannya dibagi dua yaitu perkuliahan Kalkulus Elmenter dan Kalkulus. Diktat ini ditulis untuk digunakan pada perkuliahan Kalkulus, meskipun tidak menutup kemungkinan untuk dipakai pada perkuliahan Kalkulus Elementer, dengan membuang beberapa topik yang tidak diperlukan. Dari segi konsep, isi perkuliahan kalkulus dapat dikatakan sudah baku, artinya tidak banyak mengalami perubahan untuk jangka waktu yang cukup panjang. Bagian yang secara berkala perlu direvisi adalah teknik penyajiannya. Selain itu soal-soal yang disajikan mulai banyak diaktualkan dengan situasi saat ini, melalui pemecahan problemproblem real sederhana yang dijumpai sehari-hari. Penyusunan diktat ini bertujuan untuk mengefektifkan proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran konvensional, biasanya dosen menjelaskan perkuliahan sambil mencatat di papan tulis. Mahasiswa umumnya menyalin catatan tersebut sambil menyimak penjelasan dosen. Proses pembelajaran lebih banyak mendengarkan ceramah dari dosen. Peran serta mahasiswa sebagai pembelajar sangat terbatas. Melalui diktat ini diharapkan proses pembelajaran dapat lebih diefektifkan. Fungsi dari diktat ini, bagi dosen untuk dipakai menjelaskan materi kuliah, sedangkan bagi mahasiswa sebagai pengganti catatan kuliah. Dengan demikian waktu pembelajaran di kelas dapat digunakan secara lebih efektif untuk caramah dan diskusi. Perlu diperhatikan bahwa pada diktat ini soal-soal yang disajikan umumnya tidak disertai solusi. Hal ini memang disengaja karena pembelajaran akan lebih efektif bila solusinya dibicarakan bersama-sama mahasiswa di kelas. Idealnya ada dua materi yang disediakan, yaitu buku teks yang rinci dan beningan (transparancies) untuk ceramah. Mengingat sempitnya waktu yang ada, untuk saat ini penulis baru dapat menyediakan beningan saja, tetapi ditulis dengan cukup rinci. Penulis 1 (Warsoma Djohan) mulai merancang diktat ini pada awal Juli tahun 2004. Penyusunan didasarkan pada buku teks yang digunakan yaitu: Kalkulus dan Geometri Analitis, edisi 5, jilid 1, E.J. Purcell & D. Varberg. Pada tahun ajaran 2005, isi diktat direvisi bersama-sama dengan penulis 2 (Wono Setya Budhi). Semoga diktat ini dapat berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Kalkulus. Penyusun, Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi

Daftar Isi BAB 1 Sistem Bilangan, Pertaksamaan dan Koordinat Kartesius BAB 2 Fungsi dan Limit BAB 3 Turunan BAB 4 Penggunaan Turunan BAB 5 Integral BAB 6 Penggunaan Integral BAB 7 Fungsi-Fungsi Transenden 4 14 32 42 57 78 92

(−∞. [a. q = 0} q Perhatikan gambar segitiga di samping. −1. · · ·} Himpunan Bilangan Rasional: Q = { p | p. 1. 1. 3. Panjang sisi mir√ ingnya adalah 2. (a. b) = { x | x < b } 8.Sistem Bilangan / Himpunan Bilangan Himpunan Bilangan Asli: N = {1. (a. Notasi Interval: Misalkan a. (a. jadi tidak pernah termasuk dalam subset bilangan real. Jelas N ⊂ Z ⊂ Q ⊂ R. 2. ( [ [ ( ( ) ] ) ] Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . (−∞. b) = { x | a < x < b } 2. −2. 5. b] = { x | a ≤ x ≤ b } 3. b] = { x | x ≤ b } 9. ∞) = { x | x > a } 6. disimbolkan R. [a. (−∞. Apakah bilangan tersebut merupakan bilangan rasional (periksa!). 4. b ∈ R. ∞) = { x | x ≥ a } 7. [a. b) = { x | a ≤ x < b } 4. Gabungan himpunan bilangan rasional dan irrasional disebut himpunan bilangan real. b] = { x | a < x ≤ b } 5. 3. ∞) = R Hati2: −∞ dan ∞ bukan bilangan real. q ∈ Z. 2. 0. · · ·} Himpunan Bilangan Bulat: Z = {· · · .

sebab p(t) = p(2) = 24 − 2 · 23 − 7 · 22 + 8 · 2 + 12 = 0 Polinom Linear/Derajat Satu: p(x) = ax+b. • D < 0. Sifat: Setiap polinom derajat n > 2 dapat difaktorkan atas faktor-faktor linear / kuadrat definit. derajat p(x) adalah 4. a = 0. Bilangan real t disebut akar dari polinom p(x) bila p(t) = 0. Bila D < 0 dan a > 0 polinom disebut definit positif (ilustrasikan grafiknya!). Akar-akarnya x1 = √ −b+ D 2a √ −b− D 2a −b . Contoh: p(x) = x6 − 1 = (x3 − 1) (x3 + 1) = (x − 1) (x2 + x + 1) (x + 1) (x2 − x + 1) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Bila a > 0 grafik cekung ke atas (membuka ke atas) sebaliknya bila a < 0 grafinya cekung ke bawah. Bila D < 0 dan a < 0 polinom disebut definit negatif. dengan n bilangan asli. an bilangan2 real (disebut koefisien dari polinom).Polinom / Suku Banyak Bentuk umum: p(x) = a0 + a1x + a2x2 + · · · + anxn . (Bukti. a0. tidak ada akar real. t = 2 adalah akar p(x). a = 0 akarnya x = Polinom Kuadrat/Derajat Dua: p(x) = ax2 + bx + c. Dua akar real berbeda (x1 = x2). a1. bonus !!!). Derajat polinom adalah nilai n terbesar yang koefisiennya tidak nol. · · · . Koefisien a menentukan kecekungan grafiknya. Dua akar kembar (x1 = x2). Pada contoh terakhir. dan x bilangan real yang belum ditentukan (variabel). a dan x2 = Di sini ada tiga kemungkinan akar: • D = 0. Contoh: p(x) = x4 − 2x3 − 7x2 + 8x + 12. dengan D = b2 − 4ac Diskriminan • D > 0.

ambil satu buah titik dan periksa tanda dari P (x) Q(x) . shg. Pada setiap ’subinterval’ yang terbentuk. Tentukan ’daerah definisi’ dari pertaksamaan tersebut C(x) 2. • • • 5. Gambarkan garis bil.Pertaksamaan Rasional Bentuk umum: A(x) B(x) < C(x) D(x) A(x). dan D(x) masing-masing polinom. Tambahkan kedua ruas dengan − D(x) . Faktorkan P (x) dan Q(x) atas faktor-faktor ’linier’ & ’kuadrat definit’. Untuk menentukan tanda P (x) dari Q(x) sepanjang suatu subinterval. C(x).• • • 6. Simpulkan solusi dari pertaksamaan tersebut. real dan tandai akar-akar dari P (x) dan Q(x). 4. mengapa cukup kita uji pada satu titik saja ? Jelaskan ! Latihan: Tentukan solusi dari: 2 ≤ x2 − x < 6 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . B(x). Langkah-Langkah menentukan solusi pertaksamaan rasional: (dijelaskan seiring dengan pencarian solusi dari x+1 2−x ≥ x ) x+3 1. Catatan: Tanda < dapat juga berupa ≤ . > atau ≥ Contoh: x3 +1 2 −2x+8 x ≥ 3x x5 +3x−4 Himpunan dari semua titik x ∈ R yang ’memenuhi’ pertaksamaan tersebut disebut solusi. + + Diskusi: Perhatikan langkah kelima di atas. diperoleh bentuk P (x) Q(x) <0 3.

|a − b| ≥ | |a| − |b| | Latihan: 1. |ab| = |a| |b| 2. √ Secara umum : Bila b ∈ R maka b2 = |b|. √ Ilustrasi: (a) 9 = 3. Harga mutlak dari x. Harga Mutlak Misalkan x ∈ R. |0| = 0. 1. | − 4| = 4. a |a| = b |b| ilustrasi |3 + (−4)| ≤ |3| + | − 4|. √ x adalah bilangan real Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Akar kuadrat dari x. Tentukan solusi dari (a) |x − 3| = x − 3 Akar Kuadrat Misalkan x ≥ 0. Tuliskan tanpa tanda mutlak: (a) |x − 4| (b) |x + 2| + |x + 3| 2. ditulis non-negatif a sehingga a2 = x. ilustrasi: (x−3)3 (x+1) (x−3)2 ≤ 0. ditulis |x| = Contoh: |3| = 3. |a + b| ≤ |a| + |b| 4. • Sebaiknya. (b) (−4)2 = 4. hindari mencoret faktor yang sama. (b) |x − 1| = 2. Sifat2: Misalkan a dan b bilangan-bilangan real.Hati-Hati: • Jangan mengalikan pertaksamaan dengan bilangan yang tidak diketahui tandanya 1 ilustrasi: x−1 < 1. −x x x≤0 x>0 3.

lalu diselesaikan sebagai pertaksamaan rasional. 1 < |x − 2| < 3 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Tunjukan 2x2 + 3x + 2 |≤8 |x| ≤ 2 =⇒ | x2 + 2 7.5 2. |x + x | ≤ 2 8. |x − 2| < 3 |x + 7| 4. x − 1 < 1 Soal-Soal Latihan Mandiri: 1. |x − 2| + |x + 2| > 7 5. |x − 5| < δ =⇒ |3x − 15| < 6 b. |x − 3| + |x − 2| + |x + 1| < 2 10. δ postif supaya a. √ 5. |2x + 3| ≤ |x − 3| 3. |x − 3| + |x − 2| + |x + 1| > 8 11. usahakan menghilangkan nilai mutlak / akar kuadratnya. |x − 4| ≤ 1. |x − 2| + |x + 2| < 3 1 6. Tentukan bilangan positif δ supaya pernyataan berikut benar: (a) |x − 2| < δ =⇒ |5x − 10| < 1 (b) |x − 2| < δ =⇒ |6x − 18| < 24. Contoh2: 1. |x − 4| < δ =⇒ |3x − 15| < 6 12. Benarkah pernyataan berikut ? −1 ≤ x ≤ 3 =⇒ |x| < 1 4.Pertaksamaan yang memuat nilai mutlak dan akar kuadrat Sifat2 (buktikan/ilustrasikan !): • |x| < a ⇐⇒ −a < x < a • |x| > a ⇐⇒ x < −a atau x > a Untuk mencari solusi pertaksamaan yang memuat nilai mutlak / akar kuadrat. Cari bil. |x − 3| + |x − 2| + |x + 1| < 7 9. |2x − 3| > 3 3. |2x − 7| < 3 2.

Setiap pasangan terurut bilangan (a. jaraknya adalah d(P. y1) dan Q(x2. setiap titik pada bidang koordinat Kartesius berkorespondensi dengan satu buah pasangan bilangan (a. y2) dua buah titik pada bidang. b). b) dapat digambarkan sebagai sebuah titik pada koordinat tersebut dan sebaliknya.Sistem Koordinat Kartesius / Persegi Panjang Pelopor: Pierre de Fermat (1629) & Ren´ Descartes (1637) e Sumbu horizontal dinamakan sumbu-x (absis) dan sumbu vertikal dinamakan sumbu-y (ordinat). Jarak dua titik di bidang Misalkan P(x1. Q) = (x2 − x1)2 + (y2 − y1 )2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

Hal2 khusus: • Bila A = 0.Garis Lurus Bentuk umum: Ax + By + C = 0 dengan A. A C • Bila A. B. Misalkan (x1. Persamaan garis lurus yang melalui dua titik (x1. y1) dan (x2. y1) dan (x2. y2) dua titik pada garis tersebut. y1) dan (x2. Nilai A dan B tidak boleh nol secara bersamaan. B tak nol. persamaan berbentuk y = • Bila B = 0. Grafik garis lurus ditentukan oleh dua titik (x1. persamaan berbentuk x = −C B . Kedua garis tersebut sejajar ⇐⇒ m1 = m2 Kedua garis tersebut saling tegak lurus ⇐⇒ m1 · m2 = −1 (mengapa?) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Ax + By + C = 0 ⇐⇒ y = − B x − B . dan C konstanta. y1) : y − y1 = m(x − x1) Misalkan garis 1 dan 2 dua buah garis dengan kemiringan m1 dan m2. grafiknya sejajar sumbu-y. A grafiknya sejajar sumbu-x. y2 ) yang memenuhi persamaan tersebut. y2 ) : y − y1 x − x1 = y2 − y1 x2 − x1 Persamaan garis lurus dengan kemiringan m dan melalui titik (x1. Kemiringan garis didefinisikan y2 sebagai m = x2 −y1 −x1 A Buktikan bahwa m = − B . −C .

4 2 3 y 1 y 2 K2 K1 0 1 x 2 1 K1 K2 K1 0 1 2 x 3 4 K1 lingkaran x2 + y 2 = 3 lingkaran (x − 1)2 + (y − 2)2 = 3 Latihan: Tentukan pusat dan jari-jari lingkaran x2 −2x+y 2 +4y −20 = 0 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Bila pusat lingkaran berada di titik (p. Persamaan lingkaran yang berpusat di (0. 0) dan jari-jari r adalah: x2 + y 2 = r2 (gambar sebelah kiri).Lingkaran Lingkaran adalah himpunan titik-titik yang jaraknya sama terhadap titik tertentu (disebut pusat lingkaran). q) maka persamaannya menjadi (x − p)2 + (y − q)2 = r2(gambar sebelah kanan).

0) : 2 + 2 = 1 (gambar kiri). Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . q) persamaannya a2 b2 6 3 5 y 2 4 1 y 3 K3 K2 K1 0 1 K1 K2 K3 x 2 3 2 1 K2 K1 K1 0 1 2 x 3 4 5 Latihan: Gambarkan elips berikut 4x2 − 24x + y 2 − 4y + 39 = 0.Elips x2 y 2 Bentuk umum elips yang berpusat di (0. a b (x − p)2 (y − q)2 + =1 Untuk elips yang berpusat di (p.

Hiperbola x2 y 2 −x2 y 2 Bentuk umum : 2 − 2 = 1 atau + 2 =1 a b a2 b 8 6 y 8 6 y 4 2 4 2 K4 K2 0 2 K2 K4 K6 K8 x 4 K4 K2 0 2 K2 K4 K6 K8 x 4 x2 y 2 x2 y 2 − =1 =1 − + 4 9 4 9 Garis putus-putus mempunyai persamaan 2y = 3x dan merupakan asimtot terhadap hiperbola tersebut. Bila kedua parabola di atas dirotasi berlawanan arah dengan putaran jarum jam sebesar 45o maka diperoleh: xy = 1 −xy = 1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

tentukan mana yang mendefinisikan fungsi: 1. f (x) = x + x 4. Bila elemen-elemen dari A lebih banyak dari elemen-elemen B. x2 + y 3 = 1 Daerah Definisi (daerah asal/wilayah/domain) dari suatu fungsi f (x). B ⊂ R. Daerah Nilai (daerah hasil/jelajah/range) dari suatu fungsi f (x). f (x) = x2 1 x≤0 x>0 lat terbesar. Notasi fungsi: y = f (x) dengan: x elemen A. f (x) = |x| 2. x2y = 1 4. x ∈ Df } (berisi semua pasangan dari x). xy 3 = 1 3. x3 + y 3 = 1 6. bilangan bu3. f (x) = [|x|]. Fungsi dari A ke B adalah aturan memasangkan (memadankan) setiap elemen di A dengan satu elemen di B. Pada persamaan berikut. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . dapatkah kita membuat fungsi dari A ke B? Sebuah fungsi disebut fungsi real bila B ⊂ R.Fungsi Misalkan A dan B dua buah himpunan. dan y adalah elemen B yang merupakan pasangan dari x. Pembahasan selanjutnya akan dibatasi untuk A. dinotasikan Rf = { y | y = f (x). yang lebih kecil atau sama dengan x. f (x) = x2 − 1 ≤ x ≤ 1 5. x2 + y 2 = 1 5. dinotasikan Df adalah himpunan semua bilangan real yang menyebabkan aturan fungsi berlaku/terdefinisi. f (x) aturan pemadanannya. y = x2 + x4 2. Contoh2: Tentukan Df dan Rf dan grafik dari fungsi-fungsi berikut: √ 1.

Diskusi: Jika a > 0. Grafiknya simetri terhadap titik asal (titik pusat koordinat). jelaskan cara memperoleh grafik-grafik h = f (x + a). Periksa apakah fungsi berikut termasuk fungsi ganjil / genap.Fungsi Genap dan Fungsi Ganjil/Gasal: Fungsi f disebut fungsi genap bila memenuhi f (−a) = f (a). Selanjutnya dibentuk fungsi g(x) = f (x − a). Contoh: Berdasarkan grafik y = x2. l(x) = f (x) + a dan m(x) = f (x) − a dari grafik f (x). maka gambar grafik g(x) dapat diperoleh dengan menggeser grafik f (x) sejauh a ke kanan (jelaskan !). Latihan: 1. (e) y = [|x|] (c) y = x5 + 3x2 + 1 (a) y = x2 (b) y = x3 (d) y = |x − 1| (f) y = [|x2|] 2. Grafik dari fungsi genap simetri terhadap sumbu-y Fungsi f disebut fungsi ganjil bila memenuhi f (−a) = −f (a). gambarkan grafik h = x2 + 4x + 3 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Adakah fungsi yang sekaligus genap dan ganjil? (bahas!) Pergeseran Grafik Fungsi: Diberikan grafik fungsi y = f (x) dan a > 0.

1]). f /g. Tentukan f + g. • (f /g)(x) = f (x)/g(x). 1]). f g.Operasi pada fungsi Misalkan f (x) dan g(x) fungsi2 real dengan daerah definisi Df dan Dg . • f n (x) = f (x) f (x) · · · f (x) n suku Df +g = Df ∩ Dg Df −g = Df ∩ Dg Df g = Df ∩ Dg Df /g = Df ∩ Dg ∩ {x|g(x) = 0} Df n = Df √ √ Contoh: Misalkan f (x) = 4 x + 1 dan g(x) = 9 − x2. 1]). dan f −1 ({−1}) 2 Diskusi: Benar atau salah (a) f −1 (f (A)) = A . f − g. Misalkan A ⊂ Df dan B ⊂ R. tentukan f ([0. x ∈ A} • Prapeta dari B oleh f adalah f −1 (B) = {x ∈ Df | f (x) ∈ B} (ilustrasikan kedua konsep di atas dengan gambar ) Contoh: Diberikan f (x) = x2. • (f + g)(x) = f (x) + g(x). f −1 ([−1. (b) f (f −1 (B)) = B Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . dan f 5 beserta daerah definisinya. • Peta dari A oleh f adalah f (A) = {y ∈ Rf | y = f (x). f ([− 1 . • (f g)(x) = f (x) g(x). Peta/Image dan Prapeta/Preimage: Misalkan f suatu fungsi dengan daerah definisi Df dan daerah nilai Rf . 1]). • (f − g)(x) = f (x) − g(x). f −1 ([0.

Df ◦g . f (x) = x(10 − x) dan g(x) = 4 − x2. Dibentuk fungsi baru (g ◦ f )(x) = g(f (x)) Fungsi demikian disebut sebagai fungsi komposisi dari f dan g. Masalah: Bagaimana cara menentukan Dg◦f dan Rg◦f Perhatikan gambar di bawah ini. Dg◦f . dan Rg◦f √ Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Tentukan f ◦ g. Sebut A = Rf ∩ Dg . f (x) = 1 + x dan g(x) = 1 − x. maka: Dg◦f = f −1 (A) dan Rg◦f = g(A) Contoh2: 2 1. Titik-titik dari Df yang dapat dievaluasi oleh fungsi komposisi g ◦ f adalah titik-titik yang oleh fungsi f dipetakan ke dalam Dg (mengapa?). dan Rf ◦g √ 2. Tentukan g ◦ f .Fungsi Komposisi Perhatikan dua buah fungsi f (x) = 6x Jadi (g ◦ f )(x) = g( x2 −9 ) = 6x x2 −9 6x 2 −9 x √ dan g(x) = 3x.

Definisi: f (t) = sin t = y dan g(t) = cos t = x. 10 = 180 π rad. Rf = Rg = . Dikatakan fungsi tersebut periodik dengan periode 2π. . . Posisi titik P=(x. Sudut t-positif dihitung berdasarkan arah yang berlawanan jarum jam dengan satuan 1 radian. sin(t + 2π) = sin t dan cos(t + 2π) = cos t.Fungsi Trigonometri Perhatikan gambar lingkaran berjari-jari satu di sebelah kiri. y). Df = Dg = . sehingga. ⎫ sin(−t) = − sin t ⎪ ⎪ ⎬ jelaskan ! cos(−t) = cos t ⎪ ⎪ ⎭ 2 2 sin t + cos t = 1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . . . Sudut t + 2π dan t menentukan posisi titik P yang sama.

. . Rf = R Rf = . . berapa periodenya ? Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . . Df = . . 2 k ∈ Z}. . Df = . Rf = . . latihan: Periksa apakah fungsi2 tersebut termasuk fungsi ganjil/genap latihan: Apakah fungsi2 tersebut periodik. 2k+1 π. . .Fungsi-Fungsi Trigonometri Lainnya: • f (x) = tan t = • f (x) = cot t = • f (x) = sec t = • f (x) = csc t = sin t cos t cos t sin t 1 cos t 1 sin t Df = {x | x = Df = . . Rf = . . .

• sin(−x) = sin x dan 1 + tan2 x = sec2 x. cos(−x) = cos x 1 + cot2 x = csc2 x • sin(x + y) = sin x cos y + cos x sin y cos(x + y) = cos x cos y − sin x sin y • sin2 x = 1 − 1 cos(2x) 2 2 dan cos2 x = 1 + 1 cos(2x) 2 2 • sin x + sin y = 2 sin( x+y ) cos( x−y ) 2 2 cos x + cos y = 2 cos( x+y ) cos( x−y ) 2 2 cos x − cos y = −2 sin( x+y ) sin( x−y ) 2 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Sifat-Sifat Penting Fungsi Trigonometri: • sin2 x + cos2 x = 1.

Untuk memudahkan pembahasan konsep limit. b) suatu interval buka di R dan c ∈ I. artinya f (x) terdefinisi disemua titik pada I\{c} dan di c boleh terdefinisi boleh juga tidak. Ilustrasi: Diskusi: Adakah bentuk lain dari f (x) yang memenuhi definisi di atas? Pada gambar2 di atas. real x yang jaraknya ke titik a kecil dari δ a−δ a a+δ Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Fungsi f (x) dikatakan terdefinisi di I kecuali mungkin di c. berapakah nilai limit f (x) bila x mendekati titik c. hayatilah pengertian berikut: |x − a| < δ ⇐⇒ −δ < x − a < δ himpunan semua bil.Konsep Limit Misalkan I = (a.

2. lalu lengkapilah implikasi berikut: • Tentukan δ1 supaya |x − 2| < δ1 =⇒ |f (x) − 5| < 1 Apakah δ1 = 3/8 memenuhi syarat ? • Tentukan δ2 supaya |x − 2| < δ2 =⇒ |f (x) − 5| < • Tentukan δ3 supaya |x − 2| < δ3 =⇒ |f (x) − 5| < • Bila bilangan positif sebarang.00001 2. Dikatakan lim f (x) = 5 x→2 1 2 1 1000000 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . selalu dapat dicari δ > 0 sehingga |x − 2| < δ =⇒ |f (x) − 5| < .05000 2.00000 = 2x2 −3x−2 x−2 . .00000 f (x) = f (x) 1.99999 .00000 1. .10000 5. terlihat untuk setiap > 0.00002 5.90000 4. 2. carilah δ supaya |x − 2| < δ =⇒ |f (x) − 5| < Dari uraian di atas.20000 7.10000 3.Perhatikan fungsi f (x) = x 0. Df = R\{2} 2x2 −3x−2 x−2 (2x+1)(x−2) x−2 = 2x + 1 Df = R\{2} Amatilah fungsi di atas beserta grafiknya.00000 4.95000 1.99998 ? 5.80000 4.00000 .00000 3. . .90000 1.00000 1.

dapat dicari δ > 0 sehingga |x − c| < δ =⇒ |f (x) − L| < x→c Contoh: 1. lim (f g)(x) = lim f (x) · lim g(x) x→c x→c 7. lim x = c 3. lim ( f )(x) x→c g = x→c lim f (x) lim g(x) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 x→c . lim (f − g)(x) = lim f (x) − lim g(x) x→c x→c 6. lim (kf )(x) = k lim f (x) x→c 4.Definisi Limit: Misalkan f (x) terdefinisi pada I = (a. lim k = k x→c x→c x→c x→c x→c x→c 2. Tunjukkan lim 3x + 2 = 8 x→2 x→2 2. 1. kecuali mungkin di c ∈ I. b). Limit dari f (x) untuk x mendekati c disebut L. lim (f + g)(x) = lim f (x) + lim g(x) x→c x→c 5. dinotasikan lim f (x) = L artinya untuk setiap > 0. Tunjukkan lim x2 = 4 Sifat-Sifat Limit: Misalkan f dan g dua buah fungsi dan k ∈ R.

g. dan h tiga fungsi dengan g(x) ≤ f (x) ≤ h(x) untuk setiap x ∈ I. lim sin x x→0 x tan x x→0 x =1 =1 dan dan x sin x x→0 x x→0 tan x lim =1 Soal-Soal: Hitung limit-limit berikut ini 5. lim [|x|] x 1 2x + 1 x<1 x≥1 tentukan lim f (x) 9. lim 1+cos x x→π sin(2x) x→0 x→1 1 7. Bila f (x) = x→1 (dengan alat yang ada saat ini dua soal terakhir akan sukar untuk dihitung. lim 3x2 −5x+7 x→ 1 π 2 x→3 2. x→c x→c √ 9.8. lim 3. lim (x − 1 π) tan(3x) x4 −3x 2 1. bila lim u = 0 maka x→c lim sin u x→c u 2. lim x2 cos x 8. lim f (x) = lim f (x) . n x→c x→c x→c n n∈N x→c lim f (x) ≥ 0 untuk n genap 10. Misalkan f. Bila lim g(x) = L dan x→c lim h(x) = L maka lim f (x) = L (Ilustrasikan secara grafik!) x→c x→c Sifat-Sifat Limit Fungsi Trigonometri: 1. kita tunda dulu sampai konsep berikutnya dibahas) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . lim x2 −2x−3 x→3 x−3 2x3 +3x2 −2x−3 x2 −1 x→1 x−sin(2x) x→0 2x+tan x 6. Prinsip Apit. lim sin x = sin c x→c dan lim x→c lim cos x = cos c =1 =1 Hati2. Bila p(x) polinom maka lim p(x) = p(c) 11. lim n f (x) = n lim f (x) . lim 4. lim 3.

5| < 1 • Tentukan δ2 supaya 1 − x < δ2 =⇒ |f (x) − 1.5| < • Tentukan δ3 supaya 1 − x < δ3 =⇒ |f (x) − 1. adakah δ > 0 supaya 1 − x < δ =⇒ |f (x) − 1.5| < 1 • Tentukan δ2 supaya x − 1 < δ2 =⇒ |f (x) − 1.5| < Karena untuk setiap > 0 kita dapat mencari δ > 0 sehingga implikasinya berlaku.Limit Sepihak Gambar di samping adalah grafik dari fungsi pada contoh no. dikatakan limit dari f (x) untuk x menuju 1 dari kanan bernilai 1. adakah δ > 0 supaya x − 1 < δ =⇒ |f (x) − 1.5| < 3 4 1 4 • Bila > 0. 9 di atas.5| < Kesimpulan apa yang dapat diperoleh? Dapatkah disimpulkan bahwa lim f (x) tidak ada? x→1 3 4 1 4 Sekarang coba perhatikan kembali grafik tadi dan lengkapi implikasi berikut: • Tentukan δ1 supaya x − 1 < δ1 =⇒ |f (x) − 1.5 dan dinotasikan lim f (x) = 1.5 x→1+ Sekarang coba perhatikan kembali grafik tadi dan lengkapi implikasi berikut: • Tentukan δ1 supaya 1 − x < δ1 =⇒ |f (x) − 1.5| < 3 4 1 4 • Bila > 0. Sekarang coba lengkapi implikasi berikut ini: • Tentukan δ1 supaya |x − 1| < δ1 =⇒ |f (x) − 1. Di sini terlihat bahwa fungsi f (x) mengalami loncatan pada titik x = 1.5| < • Tentukan δ3 supaya x − 1 < δ3 =⇒ |f (x) − 1.5| < • Tentukan δ3 supaya |x − 1| < δ3 =⇒ |f (x) − 1.5| < 1 • Tentukan δ2 supaya |x − 1| < δ2 =⇒ |f (x) − 1.5| < Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

b). Apakah limit kirinya ada ? Definisi Limit Kanan: Misalkan f (x) terdefinisi pada I = (a. lim f (x) x→2 d. (a) lim |x2 − 1| x→2 x→0− ⎧ ⎪ −x2 x<1 ⎪ ⎪ ⎨ x+1 1≤x<2 2. f (x) = x=2 ⎪5 ⎪ ⎪ ⎩ 2x − 1 x > 2 Gambarkan grafik f (x). Misalkan f (x) fungsi yang terdefinisi pada interval I = (−a.Hasil terakhir menunjukan bahwa limit kiri dari f (x) untuk x menuju 1 dari kiri bukan 1. Bila f (x) < 1 untuk semua x ∈ I\{0}. lalu hitunglah: a. dapat dicari δ > 0 sehingga x − c < δ =⇒ |f (x) − L| < Latihan: Tuliskan Definisi Limit Kiri Dengan konsep limit sepihak. lim f (x) x→0 b.5. a). dinotasikan lim f (x) = L artinya untuk setiap > 0. lim f (x) x→1 c. hitung lim f (x) x x→0 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . kecuali mungkin di c ∈ I. selesaikanlah 2 soal terakhir di halaman 24 -2mm] Sifat-sifat: • lim f (x) = L ⇐⇒ lim f (x) = L dan x→c x→c x→c x→c− x→c+ x→c+ lim f (x) = L • lim f (x) = L =⇒ lim |f (x)| = |L| x→c • lim f (x) = 0 ⇐⇒ lim |f (x)| = 0 x→c Soal-Soal: Hitung limit-limit berikut ini x (b) lim |x| 1. Limit dari f (x) untuk x mendekati c dari kanan disebut L.001 3. lim f (x) x→2.

Misalkan k ∈ N maka lim Contoh: Tentukan (a) lim 1 xk x→−∞ x 2 x→∞ 1+x = 0 dan 1 xk x→∞ lim =0 Buktikan! dan (b) lim 2x3 3 x→∞ 1+x Pengertian Asimptot Datar: Garis y = L disebut asimptot datar dari fungsi f (x) jika memenuhi salah satu dari lim f (x) = L atau lim f (x) = L x→−∞ x→∞ Pada contoh terakhir. x→∞ dapat dicari bilangan M sehingga x > M =⇒ |f (x) − L| < . ditulis x → ∞. lim = L artinya untuk setiap > 0. ∞). x→−∞ dapat dicari bilangan M sehingga x < M =⇒ |f (x) − L| < . apakah y = 0 asimptot dari f (x) = sin x x . Misalkan f terdefinisi pada (−∞. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Fenomena ini mendasari konsep limit di takhingga Misalkan f terdefinisi pada [c. lim = L artinya untuk setiap > 0. Diskusi: Dari definisi di atas. c). tentukanlah asimptot-asimptot datar dari fungsi ybs. nilai f (x) ’cenderung’ menuju 0.Limit di takhingga: Bagian ini mengamati perilaku fungsi f (x) bila x membesar tanpa batas. mengecil Ilustrasi: 1 Perhatikan f (x) = 1+x2 Bila x membesar terus tanpa batas.

x→c+ lim f (x) = −∞. Misalkan f terdefinisi pada (a.Limit Takhingga: Bagian ini mengamati perilaku fungsi f (x) di mana nilai f (x) membesar/mengecil tanpa batas. lim Buktikan! Contoh: Tentukan (a) lim 1 x→0 x (b) lim x→2+ Pengertian Asimptot Tegak: Garis x = c disebut asimptot tegak dari fungsi f (x) jika memenuhi salah satu dari: • (a) lim f (x) = −∞ x→c− (b) atau lim f (x) = ∞ x→c− • (c) lim f (x) = −∞ x→c+ (c) atau lim f (x) = ∞ x→c+ Pada contoh terakhir. b) yang memuat titik c. dapat dicari δ > 0. sehingga 0 < x − c < δ =⇒ f (x) > M . tentukanlah asimptot-asimptot tegak dari fungsi ybs. Dengan cara sama. a. lim f (x) = ∞ artinya untuk setiap bilangan M . lim 1 xk x→0+ 1 xk x→0− dan x→c− lim f (x) = −∞ =∞ = ∞ n genap −∞ n ganjil x2 −5x+6 x+1 Misalkan k ∈ N maka b. coba definisikan dan gambarkan secara grafik dari pengertian-pengertian berikut: x→c− x→c+ lim f (x) = ∞. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

tentukan fungsi yang kontinu sepihak. Akibat: Bila f (x) kontinu di c maka lim f (x) = f (lim x) x→c x→c Kekontinuan sepihak: • Fungsi f disebut kontinu kiri di x = c bila f (c) = lim f (x) x→c− • Fungsi f disebut kontinu kanan di x = c bila f (c) = lim f (x) x→c+ Pada ketiga ilustrasi di halaman 29. Fungsi f disebut kontinu di titik c jika f (c) = lim f (x) ⇐⇒ f (c) = lim f (x) = lim f (x) x→c x→c− x→c+ Contoh: Misalkan f (x) = 5 x2 −4 x−2 x=2 x=2 Periksa kekontinuan f dititik x = 2. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Kekontinuan Fungsi f (c) = · · · x→c− x→c+ f (c) = · · · x→c− x→c+ f (c) = · · · x→c− x→c+ lim f (x) = · · · lim f (x) = · · · lim f (x) = · · · lim f (x) = · · · lim f (x) = · · · lim f (x) = · · · Kekontinuan di satu titik: Misalkan f (x) terdefinisi pada interval buka I dan c ∈ I.

Suatu polinom p(x) kontinu pada seluruh R. b] bila f kontinu pada (a.Kekontinuan pada interval: • Fungsi f disebut kontinu pada interval buka (a. dan lim f (x) = 1 x→−1 x→0 x→3− ⎧ x≤0 ⎨ −1 2. b) • Fungsi f disebut kontinu pada interval tutup [a. 2. f n . 0. Sketsakan sebuah grafik fungsi yang memenuhi semua sifat berikut: • Daerah definisinya [−2. Fungsi f (x) = |x| kontinu di seluruh R √ 4. kontinu kanan di a dan kontinu kiri di b. f + g. tunjukkan h(x) = |x2 − 3x| kontinu di R. Bila f dan g kontinu di titik c dan k ∈ R maka: √ kf. Sifat-sifat: 1. 3 • lim − f (x) = 2. b). f g. Tentukan a dan b agar f (x) = ax + b 0 < x < 1 kontinu di R. Akibat: lim g(f (x)) = g lim f (x) x→c x→c mengapa ? Contoh: Dengan sifat di atas. f dengan g(c) = 0. p(x) dan q(x) polinom). lim+ f (x) = 2. kontinu pada seluruh q(x) daerah definisinya. Bila f kontinu di c dan g kontinu di f (c) maka g◦f kontinu di c. f − g. Fungsi rasional ( p(x) . 3. Fungsi f (x) = n x dengan n ∈ N kontinu diseluruh daerah definisinya 5. g Soal-soal: 1. ⎩ 1 x≥1 Kekontinuan fungsi komposisi: Misalkan f dan g fungsi2 real. 4] • f (−2) = f (0) = f (1) = f (3) = f (4) = 1 • f kontinu di seluruh Df kecuali di -2. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . dan n f kontinu di c. b) bila f kontinu di setiap titik pada (a.

Tunjukkan p(x) = x5 + 4x3 − 7x + 14 mempunyai paling sedikit satu akar real. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .0) dan bentuk f (θ) sebagai fungsi temperaturnya). Tunjukkan p(x) = x3 + 3x − 2 mempunyai akar real diantara 0 dan 1.Teorema Nilai Antara: Misalkan f kontinu pada [a. Tunjukkan f mempunyai titik tetap. (petunjuk gambarkan cincin pada koordinat kartesius dengan pusatnya di titik (0. Tunjukkan selalu terdapat dua titik pada cincin kawat melingkar yang temperaturnya sama. Keesokan harinya dia menuruni gunung tersebut mulai Pk 5. Misalkan f kontinu pada [0. 3. (titik tetap adalah titik c yang bersifat f (c) = c) 4. Pada pukul Pk 4. Tunjukkan bahwa ada titik pada jalan yang dilaluinya yang menunjukkan waktu yang sama saat naik dan turun.00 seorang biarawan secara perlahan mendaki gunung dan tiba dipuncaknya pada sore hari. b] sehingga f (c) = w Diskusi: Bila f tak kontinu. Bila w bilangan diantara f (a) dan f (b). apakah sifat di atas masih berlaku ? Contoh2 : 1. maka terdapat bilangan c ∈ [a.00. 5. 2. b].00 dan tiba di bawah Pk 11. 1] dengan 0 ≤ f (x) ≤ 1.

Agar fenomena ini dapat dirumuskan secara matematis. perhatikan kembali gambar disebelah kiri.Turunan : (Konsep Garis Singgung) Perhatikan sebuah titik P yang terletak pada sebuah kurva di bidang kartesius. perhatikanlah gambar di samping kiri. Selanjutnya titik Q1 kita gerakkan mendekati titik P . dan garis talibusurnya menjadi garis singgung m. Saat sampai di posisi Q2. Kemiringan garis talibusur yang melalui P dan Q adalah: f (c + h) − f (c) h Kemiringan garis singgung di titik P = (c. talibusurnya berubah menjadi garis m2. Garis talibusur m1 menghubungkan titik P dan Q1 pada kurva. tetapi bgm dengan kurva ketiga di atas ? Untuk mendefinisikan pengertian garis singgung secara formal. Proses ini diteruskan sampai titik Q1 ’berimpit’ dengan titik P . Apakah yang dimaksudkan dengan garis singgung di titik P ? Euclides memberi gagasan garis singgung adalah garis yang memotong kurva tersebut di satu titik. f (c)) didefinisikan sebagai: msec = m = lim msec = lim h→0 f (c+h)−f (c) h h→0 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

tetapi yang ingin dihitung adalah kecepatan sesaat pada t = 1.Masalah kecepatan sesaat: Perhatikan sebuah benda yang jatuh bebas.032016 Vrata-rata = S(t2 )−S(t1 ) t2 −t1 1. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .001 16 64−16 = 48 2−1 36−16 1.3216−16 = 32.01 S(t1) 16 16 16 16 S(t2) 64 36 19.032016−16 = 32. 6 1.01−1 16. Untuk itu kita definisikan kecepatan sesaat tersebut sebagai berikut: V = Vsesaat = lim Vrata-rata = lim ∆t→0 S(t+∆t)−S(t) ∆t ∆t→0 Perhatikan kembali rumus garis singgung dan bandingkan dengan rumus kecepatan sesaat.001−1 Dengan tabel di atas kita hanya dapat menghitung kecepatan rata-rata antara t = 1 dan t = 1 + ∆t.36−16 = 33. asih banyak sekali masalah-masalah fisis yang mempunyai model matematika yang sama dengan rumus di atas.5−1 16.5−1 = 40 19. Ingin diketahui berapa kecepatannya saat t = 1 ? t1 1 1 1 1 1 t2 2 1. 16 1.36 16.1 1. 016 1. Untuk itu. Keduanya mempunyai rumusan matematika yang sama.3216 16. dalam matematika diperkenalkan konsep baru yang disebut turunan. Pada kehidupan sehari-hari. Hasil percobaan menunjukan posisinya setiap saat S(t) = 16t2.5 1.

Berapa laju perkembangannya pada sat t = 2 jam ? 2 3. Turunan dari f di titik x. 2. Berapa rapat massanya pada posisi 3 cm dari ujung kirinya? Notasi-notasi lain untuk turunan: f (x) = lim f (x+h)−f (x) h h→0 f (x) = lim f (t)−f (x) t−x t→x Notasi Leibniz: f (x) = lim ∆y ∆x ∆x→0 = dy dx Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Cari kemiringan garis singgung terhadap y = x2 − 2x di titik (2.Definisi turunan: Misalkan f sebuah fungsi real dan x ∈ Df . ditulis f (x) = lim f (x+h)−f (x) h h→0 Soal2: (dikerjakan hanya dengan definisi turunan). Massa sepotong kawat (1 dimensi) yang panjangnya sejauh x cm dari ujung kirinya adalah x3 gram. 1. Seekor bakteri berkembang sehingga beratnya setelah t jam adalah 1 2 t + 1 gram. 0).

Perhatikan grafik di atas. maka Dx [k f (x)] = k Dx[f (x)] • Dx[(f ± g)(x)] = Dx[f (x)] ± Dx[g(x)] • Dx[(f g)(x)] = Dx [f (x)] g(x)+f (x) Dx[g(x)] = f (x)g(x)+f (x)g (x) • Dx[( f )(x)] = g Dx [f (x)] g(x)−f (x) Dx [g(x)] (g(x))2 = f (x)g(x)−f (x)g (x) (g(x))2 • Misalkan n ∈ N maka Dx [x−n] = −n x−n−1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . c dan d. b. maka Dx [k] = 0 (buktikan !) • Dx[x] = 1 • Misalkan n ∈ N maka Dx [xn] = n xn−1 (buktikan !) • Misalkan k suatu konstanta. Dengan memakai definisi turunan. (beri penjelasan !) Aturan-aturan Turunan: • Misalkan k suatu konstanta. lalu simpulkan kebalikan sifat di atas. lalu tentukan apakah f (x) kontinu / mempunyai turunan di titik-titik a.Simbol-simbol berikut mempunyai arti yang sama: dy f (x) = = D[f ] = Dx[f ] dx Hubungan turunan dan kekontinuan: Bila f (c) ada maka f (x) kontinu di x = c. Fungsi f (x) = |x| telah diketahui diseluruh R. periksa apakah f (0) ada.

f (x) = 2x2 b. Seekor lalat merayap dari kiri ke kanan sepanjang kurva y = 7 − x2. Tentukan turunan dari fungsi-fungsi berikut √ 2 a. 5). bagaimanakah menghitung Ilustrasi: f (u) = sin2(u) dan u = x3 − 2x + 1. f (x) = x x−x+1 2 +1 2. 5. Tentukan titik2 pada grafik y = 1 x3 + x2 − x yang kemiringan garis 3 singgungnya bernilai 1 4. Masalah: Misalkan f = f (u) dan u = u(x). Cari persamaan garis singgung terhadap y = 1 x2 +1 Dx [cos x] = − sin x Dx[cot x] = − csc2 x Dx [csc x] = − csc x cot x di titik (1. Seekor laba-laba menunggunya di titik (4. 1 ) 2 3. Tentukan jarak antara keduanya pada saat pertama kali saling melihat. Tentukan pers. 0).Aturan Turunan Fungsi Trigonometri: • Dx[sin x] = cos x (buktikan !) • Dx[tan x] = sec2 x • Dx[sec x] = sec x tan x Soal-soal: 1. Tunjukkan kurva y = 2 sin x dan y = 2 cos x berpotongan tegak lurus pada 0 < x < π . 2 Aturan Rantai : (untuk menentukan turunan fungsi komposisi). √ √ 6. Berapakah df dx df dx Misalkan f = f (u) dan u = u(x) maka df dx = df du du dx = Du [f ] Dx[u] Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . garis singgung pada y = 4x − x2 yang melalui (2.

y = sin(cos2 x3 ) f. bukan df dx . df dx = cos(x2) 2x d. y = x2 −1 x+4 sin x cos(2x) 3 4 3 df du . Tentukan turunan dari fungsi-fungsi berikut: a. Cari laju perubahan luas permukaannya saat sisinya 15 cm Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . maka Dx[sin(x3 − 3x)] = Dx[y] = Du[y] Dx [u] = cos(u) (3x2 − 3) = cos(x3 − 3x) (3x2 − 3) Aturan rantai bersusun: Misalkan f = f (u). dan v = v(x) maka df dx = df du dv du dv dx = Du[f ] Dv [u] Dx[v] Contoh: Tentukan Dx[sin3(x3 − 3x)].Contoh: Tentukan Dx[sin(x3 − 3x)]. maka notasi f berarti Ilustrasi: f (x2) = sin(x2). Sisi sebuah kubus bertambah dengan laju 16 cm/menit. dan v = x3 − 3x. Cari laju pertambahan volumenya pada sat sisinya 20 cm. y = b. Pandang y = u3. maka Dx[sin3(x3 − 3x)] = Dx[y] = Du[y] Dv [u] Dx[v] = 3u2 cos(v) (3x2 − 3) = 3 sin2(x3 − 3x) cos(x3 − 3x) (3x2 − 3) Hati2 dengan notasi f : Mis. y = sin3(cos x3 ) e. y = sin (cos x) 2. f = f (u) dan u = u(x). Pandang y = sin(u) dengan u = x3 − 3x. u = u(v). a. b. Disini u = x2 dan f = cos(x2). u = sin(v). tetapi Soal-soal: 1. y = sin(cos(sin 2x)) c.

P berada di posisi (1. dx ··· Salah satu penggunaan turunan tingkat tinggi adalah pada masalah gerak partikel. dx f (4) (x) = 4 Dx[f ] d4f = 4 . Kapan dia bergerak mundur? d. Ilustrasikan gerak partikel tersebut 2. Dua buah kapal bertolak dari titik yang sama. Kapan kecepatannya nol? b. Tentukan kedudukan titik P setiap saat. Roda berputar berlawanaan jarum jam dengan laju 2 rad/detik. 0). diberi notasi: f (x) = 3 Dx[f ] d3f = 3 . 4. Kapan percepatannya positif? e. 2 Turunan kedua dari f adalah f (x) = Dx[f ] = d2 f dx2 = lim f (x+h)−f (x) h h→0 Dengan cara yang sama turunan ketiga. b. Kapan kecepatannya positif ? c. Tentukan kecepatan gerak titik Q. Kapal B bergerak ke utara dengan laju 12 km/jam. a. 1−x Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Bila S(t) menyatakan posisi sebuah partikel. Cari rumus umum turunan ke n dari y = 1 . c. Pada saat t = 0. Contoh: 1. Kapal A bergerak ke timur dengan laju 20 km/jam. Garis singgung terhadap kurva y = x2 cos(x2) di x = π akan memotong sumbu-x di posisi berapa? Turunan tingkat tinggi: Misalkan f (x) sebuah fungsi dan f (x) turunan pertamanya. Perhatikan gambar roda-piston di samping.3. keempat dst. Sebuah partikel bergerak sepanjang sumbu-x dengan posisi tiap saat S(t) = t3 − 12t2 + 36t − 30. maka kecepatannya adalah v(t) = S (t) dan percepatannya a(t) = v (t) = S (t). a. Seberapa cepat mereka berpisah setelah 3 jam? √ 5. Tentukan ordinat dari titik Q setiap saat.

Pada bentuk ini. 3. y. Untuk mencari dx . dy Masalah: bagaimana mencari dx dari persamaan tersebut ? Sebuah fungsi dikatakan berbentuk implisit bila berbentuk F (x. y) = 0. Akan dicari persamaan garis singgungnya yang melalui titik (2. y2 x3 a. turunkan kedua ruas terhadap x dengan mengingat bahwa y = y(x). Tunjukkan hiperbola2 xy = 1 dan x2 − y 2 = 1 berpotongan ⊥. variabel x dan y tercampur dalam suatu ekspresi. Tentukan persamaan garis singgung dan garis normal (garis yang ⊥ thd garis singgung) terhadap y 3 − xy 2 + cos(xy) = 2 di titik (0. y 3 + 7y − x3 = 0 b. 2 lalu turunkan terhadap x dengan mengingat y = y(x) dan y = y (x). Sifat: Bila r ∈ Q maka Dx[xr ] = r xr−1 (buktikan!) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Pendiferensialan Implisit: Perhatikan grafik dari y 3 + 7y = x3. Carilah dy dx dan d2 y dx2 dari c. Contoh: (a. 2 Soal-soal: 1. d Untuk mencari dxy . y ). x3y 4 − 1 = 0 sin(xy 2) 3 − 1 = y2 2. 1).) y 3 + 7y − x3 = 0 (b. 1). kita pandang turunan pertama sebagai G(x. y = d. y) = 0.) sin(xy) + xy 3 − 5 = 0 dy Prinsip: Perhatikan bentuk implisit F (x.

Apakah data yang ada di tabel2 nilainya eksak? Koordinat titik P = (x0. 1 dll ? Perhatikan grafik di samping kiri. Hal ini mendasari hampiran berikut: f (x0 + ∆x) − f (x0 ) = ∆y ≈ dy = f (x0) dx √ Contoh: Tentukan 3. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 9 diperoleh 3. x0. 9−4) √ 3. 9 ≈ 2 − 1 (−0.1) = 1. Diferensial dari variabel/peubah bebas x. x ∈ Df .9 dengan menggunakan hampiran diferensial.9 = f (3. 9) ≈ f (4)+f (4)(3. f (x) = 1 √ . Sebut ∆x = x − x0. y0 ) √ 4. 2 x jadi f (x0) = f (4) = 1 4 f (x) − f (x0) ≈ f (x0)(x − x0) f (x) ≈ f (x0 ) + f (x0)(x − x0) √ Pada x = 3.Diferensial dan Aproksimasi: Pikirkan: Bagaimanakah orang menghitung nilai sin(310). √ Bentuk f (x) = x dan tetapkan x0 = 4. dx = ∆x = x − x0 sedangkan ∆y = f (x) − f (x0) Diferensial dari peubah tak bebas y adalah: dy = f (x0) dx Amati dan pahami arti geometri (lihat gambar) dari pengertian2 tersebut! Secara geometri kita lihat bila titik x0 dan x semakin dekat maka perbedaan ∆y dan dy akan semakin kecil. 975 4 Perhatikan: Pada hampiran diferensial titik x0 selalu dipilih supaya nilai f (x0) mudah dihitung.

lim 3/p−3/x a. Gambarkan sebuah fungsi f yang memenuhi semua kriteria berikut: • • • • Daerah definisinya Df = [−2.Soal-Soal: 31 1. seberapa cepat mereka berpisah pada saat Pk 13. Pesawat kedua bergerak ke timur dan melintasi Bandung 15 menit kemudian. Gunakan diferensial untuk mengaproksimasi volume bahannya. lim tan( π +∆x)−1 4 ∆x ∆x→0 d.15 8. sebuah pesawat terbang ke utara melewati kota Bandung dengan kecepatan 640 km/jam. Sebuah kotak baja berbentuk kubus. tentukan laju permukaan air naik pada saat tinggi air 4 dm. . Gunakan hampiran diferensial untuk menaksir nilai sin( 180 π). 6. Pada tengah hari. jari-jari atas b dan tinggi h adalah V = 1 πh(a2 + ab + b2) 3 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 9. Tangki di sebelah kiri (ukuran dalam dm) diisi air dengan laju 2 liter/menit. 2. 2 2 c. Pada saat ujung bawahnya berjarak 4 dm dari dinding. −1. Limit berikut merupakan suatu turunan. 1 lim − f (x) = lim+ f (x) = 2. 3. Bila keduanya terbang dengan ketinggian yang sama.4 cm dengan galat/ kesalahan ±0. lim π x→ 2 sin x−1 x− π 2 4. Seberapa cepat permukaan air naik pada saat tinggi air 30 cm ? Petunjuk: Tunjukkan volume air pada kerucut terpotong dengan jari-jari alas a.05 cm Hitung volume kubus dan taksir kesalahannya. Sebuah bak berbentuk kerucut terbalik diisi air dengan laju 8 dm3 /menit. lim 3(2+h)h−2(2) p−x h→0 p→x b. tebal dindingnya 0. 5. Ujung bawah tongkat ditarik sepanjang lantai menjauhi dinding dengan kecepatan 2 dm/detik. Dari pengukuran diperoleh rusuk sebuah kubus 11. Bila tinggi kerucut 12 dm dan jari-jari atasnya 6 dm.25 cm dan volumenya 40 cm3. 7. Tentukan fungsi asalnya dan turunannya (menggunakan aturan turunan). Sebuah tongkat panjang 20 dm bersandar di dinding. dan lim f (x) = 1 2 − x→−1 x→1 x→1 • f tidak memiliki turunan di 0 dan 2. 3] f (−2) = f (−1) = f (0) = f (1) = f (2) = f (3) = 1 f kontinu di Df kecuali di −2. seberapa cepat ujung tangga atas bergeser menuruni dinding.

Tempat-tempat kemungkinan terjadinya ekstrim (calon ekstrim): ⎫ ⎪ • Titik ujung interval ⎪ ⎬ Titik • Titik stasioner (titik dengan sifat f (x) = 0). • f disebut mencapai maksimum di c bila f (c) ≥ f (x) ∀ x ∈ Df dan f (c) disebut nilai maksimum. • f disebut mencapai minimum di c bila f (c) ≤ f (x) ∀ x ∈ Df dan f (c) disebut nilai minimum. maksimum ada minimum ada maksimum ada minimum ada maksimum ada minimum ada Bila f kontinu dan Df berupa selang tutup [a. ⎪ kritis ⎪ • Titik singular (titik di mana f tidak mempunyai turunan) ⎭ Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Titik di mana f mencapai maksimum/minimum disebut titik ekstrim. b] maka f mempunyai titik mempunyai titik maksimum dan minimum Grafik berikut menggambarkan kemungkinan tempat terjadinya ekstrim.Maksimum & Minimum Nilai Fungsi: Misalkan f sebuah fungsi dengan daerah definisi Df dan c ∈ Df .

5. 3. Sebuah kerucut dibuat dari potongan selembar lingkaran kertas berjarijari 10 cm. jumlah seluruh luasnya minimum. Tentukan titk2 ekstrim dari fungsi-fungsi berikut: a. f (x) = −2x3 + 3x2 pada [− 1 . mengapa ?).Contoh2: 1. f (x) = x 3 pada [−1. Carilah bilangan yang bila dikurangi kuadratnya bernilai maksimum. Tentukan x supaya volumenya maksimum. Berapa ukuran potongan tersebut agar: a. Salah satu potongan dibentuk jadi bujur sangkar dan potongan lainnya dibuat jadi lingkaran. umlah seluruh luasnya maksimum. Sebuah kotak persegipanjang dibuat dari selembar kertas dengan memotongnya sisi-sisinya sepanjang x cm 4. b. Kawat sepanjang 16 cm dipotong jadi dua bagian. Tentukan volume maksimum kerucut yang dapat dibuat. 2. 2]. (bilangan tersebut berada diantara 0 dan 1. Carilah dua buah bilangan tak negatif yang jumlahnya 10 dan hasil kalinya maksimum. dan melipatnya. 6. 2]. 2 b. 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

• f disebut monoton naik pada I bila ∀ x1 < x2 =⇒ f (x1) < f (x2) • f disebut monoton turun pada I bila ∀ x1 < x2 =⇒ f (x1) > f (x2) • f monoton tak turun pada I bila ∀ x1 < x2 =⇒ f (x1) ≤ f (x2) • f monoton tak naik pada I bila ∀ x1 < x2 =⇒ f (x1 ) ≥ f (x2) naik turun tak turun tak naik Perhatikan gambar kesatu dan kedua di atas. b) minimum yang memuat c sehingga f mencapai maksimum di (a. • Bila f (x) < 0 pada setiap x di interval I maka f turun. Contoh: Tentukan daerah kemonotonan dari f (x) = Ekstrim Lokal: Misalkan f sebuah fungsi dengan daerah definisi S dan c ∈ S.Kemonotonan Grafik Fungsi: Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada interval I. lalu pahamilah sifat berikut: • Bila f (x) > 0 pada setiap x di interval I maka f naik. f dikatakan mencapai maksimum lokal di c bila terdapat interval (a. minimum x2 −2x+4 x−2 Jelaskan ! Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . b) ∩ S.

f (x). =⇒ Uji terakhir ini kurang berguna karena hanya berlaku untuk titik stasioner Contoh: Tentukan titik-titik ekstrim lokal dari f (x) = x2 −2x+4 x−2 x2 −2x+4 x−2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . maka. • bila f (c) > 0 maka c adalah titik minimum lokal. fungsi f kontinu pada interval buka (a. b) yang memuat titik kritis c. maka: • bila f (c) < 0 maka c adalah titik maksimum lokal. • Bila tanda f (x) berubah dari negatif ke positif disekitar c. maka c bukan titik ekstrim lokal ⎫ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ Perhatikan ⎪ ⎪ ⎪ ⎬ ilustrasi ⎪ grafik ⎪ ⎪ ⎪ di bawah ⎪ ⎪ ⎪ ⎭ Diskusi: Apakah titik ekstrim global termasuk ekstrim lokal ? Contoh: Tentukan titik-titik ekstrim lokal dari f (x) = Uji turunan kedua untuk ekstrim lokal: Mis. maka c titik minimum lokal • Bila tanda f (x) berubah dari positif ke negatif disekitar c.Seperti pada masalah ekstrim global. Aturan berikut dipakai menentukan jenis titik kritis: Pengujian ekstrim lokal: Mis. b) yang memuat c dan f (c) = 0. maka c titik maksimum lokal • Bila tanda f (x) dikiri dan kanan c sama dan = 0. f (x) ada pada (a. calon-calon ekstrim lokal adalah titiktitik kritis.

Contoh: Tentukan kecekungan dan titik balik dari (b) f (x) = x3 Soal-soal: 1. Bila luas tulisan 50 cm2. • Bila f (x) < 0 maka f cekung ke bawah. fungsi f terdiferensial dua kali pada interval buka (a. • f disebut cekung ke bawah bila f monoton turun. Pengujian kecekungan: Mis. Sebuah surat akan diketik pada kertas dengan batas-batas seperti pada gambar di samping. Berapa ukuran x dan y supaya luas kertas seminimum mungkin. • Bila f (x) > 0 maka f cekung ke atas. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . • f disebut cekung ke atas bila f monoton naik. Cari (jika ada) titik-titik ekstrim dari (b) f (x) = (a) f (x) = x4 − 4x x3 +2 x Buktikan ! (b) f (x) = 1 3x2/3 (c) f (x) = x2 −2x+4 x−2 2. b). • Titik c disebut titik balik/belok bila terjadi perubahan kecekungan di kiri dan kanan c.Kecekungan dan Titik Balik/Belok: Misalkan f fungsi yang terdiferensialkan pada interval I yang memuat c.

salah satu sudutnya dilipat seperti pada gambar di samping kiri. 7. 4. 6 km dari titik B. Anton berada di perahu dayung 2 km dari titik terdekat B pada sebuah pantai. Tentukan ukuran sebuah tabung lingkaran tegak yang volumenya sebesar mungkin yang dapat ditempatkan di dalam sebuah kerucut berukuran tinggi a cm dan jari-jari alas b cm. 6. sedang terbakar. (c) panjang z minimum. Secarik kertas berbentuk persegi panjang dengan lebar a.3. sejauh w meter darinya. Pagar setinggi h meter berdiri sejajar sebuah gedung tinggi. Bila Anton dapat mendayung dengan laju 6 km/jam dan berlari 10 km/jam. Prinsip Fermat dalam optik mengatakan bahwa cahaya melintas dari titik A ke B sepanjang jalur yang memerlukan waktu tersingkat. Misalkan cahaya melintas di medium satu dengan kecepatan c1 dan di medium kedua dengan kecepatan c2 . (b) Luas segitiga ABC minimum. Tentukan panjang tangga terpendek yang dapat dicapai dari tanah di seberang puncak pagar ke dinding bangunan. Perlihatkan bahwa sin1α = sin2β c c Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Ia melihat rumahnya yang terletak di pantai. Tentukan jalur yang harus diambilnya supaya secepat mungkin sampai di rumah. Tentukanlah x agar: (a) Luas segitiga BCD maksimum. 5.

bila bukan nol maka hasilnya adalah b. • Sketsakan grafik f . tentukan daerah kemonotonan dan titiktitik ekstrim lokal & global. tentukan daerah kecekungan dan titik-titik baliknya. bila hasilnya nol maka asimptot miring tidak x→∞ ada. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 x2 −2x+4 x−2 . • Dengan uji turunan pertama. • Tentukan asimptot-asimptot dari f . Hitung lim f (x) .Garis y = ax + b disebut asimptot miring terhadap fungsi f bila memenuhi salah satu dari: (a) lim f (x) − (ax + b) = 0 ilustrasi −→ x→∞ (b) lim f (x) − (ax + b) = 0 x→−∞ Menentukan asimptot miring: a. c. bila hasilnya takhingga atau nol maka asimptot x→∞ x miring tidak ada. =⇒ Jelaskan mengenai prosedur di atas! Contoh: Tentukan semua asimptot dari f (x) = Menggambar Grafik Fungsi: Langkah-langkah menggambar grafik dari sebuah fungsi f : • Tentukan daerah definisinya • Tentukan (jika mudah) perpotongan f dengan sumbu-sumbu koordinat • Periksa kesimetrian grafik. bila berhingga dan tak nol maka hasilnya a. Lakukan langkah (a) dan (b) untuk x → −∞. Hitung lim (f (x)−ax). • Dengan uji turunan kedua. b. apakah fungsi ganjil atau genap.

b−a Contoh: Cari titik c yang memenuhi teorema nilai rata-rata terhadap: √ (a) f (x) = 2 x pada [1. Tentukan limit-limit berikut: a. 4] (b) f (x) = x2/3 pada [−8. 3−2x x→∞ x+5 √ 3x x+3x+1 lim 2 x→∞ x −x+11 2x+1 lim √x2 +3 x→∞ 2x+1 lim √x2 +3 x→−∞ f. Tentukan asimptot-asimptot dari : a. lim h. b] dan terdiferensial di (a. lim √ x→∞ 2x2 + 3 − j. lim g. b) dengan sifat: f (c) = f (b)−f (a) (lihat ilustrasi di bawah). f (x) = 2x4 −3x3 −2x−4 x3 −1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 27] Soal-soal: 1. lim √ 2x2 − 5 x→−∞ 9x3 +1 2 −2x+2 x 3+x 3−x x→3+ 3+x 3−x x→3− 1+cos x sin x x→0− e. f (x) = 2x x−3 b.Contoh: Sketsakan grafik (a) f (x)=3x5 −20x3 32 (b) f (x) = x2 −2x+4 x−2 Teorema Nilai Rata-Rata: Misalkan f kontinu pada [a. c. d. lim b. lim 2. b). maka terdapat titik c ∈ (a.

f (x) > 0 untuk 2 < x < 6. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Menurut pengamatan. 5. Tunjukan bahwa speedometer tersebut sudah tidak akurat lagi. Buat sketsa grafik yang memenuhi semua kriteria berikut: • f kontinu diseluruh R • f (2) = −3. 4.00.00 dari Bandung dan tiba di Jakarta Pk 9. f (6) = 3 • f (6) = 0. Jarak tempuhnya adalah 180 km. f (6) = 1 • f (2) = 0. speedometer kendaraannya selalu menunjukkan angka dibawah 60 km/jam. Pak Pono berangkat Pk. f (x) > 0 untuk x = 2.3. f (x) < 0 untuk x > 6. Sketsakan grafik fungsi f (x) = x2 +2 4x . 6.

Anti Turunan/Integral Tak Tentu Diketahui fungsi F (x) dan turunannya F (x) x2 + 2 x2 x2 − 3 F (x) 2x 2x 2x Secara umum jika F (x) = x2 + c. Gunakan sifat berikut ini untuk menjawabnya: Sifat: Misalkan F dan G dua buah fungsi dengan sifat F (x) = G (x) maka terdapat konstanta c sehingga F (x) = G(x) + c Fungsi F disebut anti turunan dari fungsi f . Sifat-sifat: Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . tentukan aturan F (x). Diberikan F (x) = x2. Apakah ada jawaban lain ?. berlaku F (x) = 2x Pada bagian ini akan dipelajari proses kebalikan dari turunan. dinotasikan A(f ) atau f (x) dx bila F (x) = f (x) Gambar di samping memperlihatkan anti turunan dari f (x) = 2x (kurva berwarna merah). Anti turunannya adalah f (x) = x2 + c yaitu kurvakurva berwarna hijau. dengan c ∈ R. Dugaan kita: F (x) = x2 + c dengan c sebarang bilangan real.

1. Misalkan r ∈ Q, r = −1 maka 2. Misalkan r ∈ Q, r = −1 maka 3. 4. sin x dx = − cos x + c, kf (x) dx = k f (x) dx

xr+1 +c x dx = r+1
r

ur+1 u u (x) dx = +c r+1
r

cos x dx = sin x + c ⎫ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎬ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎭ Sifat linear

(f (x) + g(x)) dx = (f (x) − g(x)) dx =

f (x) dx + f (x) dx −

g(x) dx g(x) dx

Contoh-contoh: Tentukan anti turunan berikut √ 4 3 1. x5 − x4 dx 4. 3t 3 2t2 − 1 dx 2. 3. (5x − 18) 15x2 dx
4x6 +3x5 −8 dx x5 3 7

5. sin10 x cos x dx 6. |x| dx

Pengantar Persamaan Diferensial (PD): Pada pasal sebelumnya kita telah mempelajari cara mencari sebuah fungsi bila diketahui turunannya. Sekarang kita akan memperluasnya. Perhatikan masalah mencari fungsi y = F (x), bila turunannya F (x) diberikan. Masalah ini dapat dituliskan dalam bentuk dy (1) = F (x) dx Bentuk ini dinamakan persamaan diferensial. Secara umum, persamaan diferensial adalah persamaan yang melibatkan turunan fungsi.
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

Contoh2 persamaan diferensial: y + 2xy = sin(x) y + 3y + 4y − cos x = 2 y + 3x2y = 2y

Masalah: bagaimana mencari fungsi y = F (x) yang merupakan solusi PD tersebut.

Perhatikan kembali PD (1), solusinya adalah: y= F (x) dx = F (x) + c c bilangan real sebarang (2)

dy Secara geometris, masalah menyelesaikan persamaan diferensial dx = F (x) sama dengan masalah mencari lengkungan yang garis singgungnya di setiap titik sudah diberikan.

dy Isoklin (warna merah) dan beberapa kurva solusi (warna biru) dari dx = 2x.

Metode Pemisahan Variabel Secara umum, tidak ada prosedur baku untuk mencari solusi persamaan diferensial. Untuk saat ini pembicaraan akan dibatasi pada persamaan diferensial yang sangat sederhana. Metode pencarian solusinya menggunakan metode pemisahan variabel. Prinsip dari metode ini adalah mengumpulkan semua suku yang memuat peubah x dengan dx dan yang memuat peubah y dengan dy, kemudian diintegralkan. Contoh: Tentukan solusi dari
dy x + 3x2 = yang melalui (0, 1) dx y2
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

Jawab: Tulis sebagai y2 dy = x + 3x2 dx
y 2 dy = x + 3x2 dx

y3 1 = x2 + x3 + c 3 2 3 1 2 y= x + x3 + c 2

Syarat melalui (0,1) menghasilkan c = 1, jadi y =

3

1 2 x + x3 + 1 2

Catatan: Solusi PD yang masih memuat konstanta sebarang disebut solusi umum, sedangkan yang sudah diberi syarat tertentu sehingga konstantanya bisa ditentukan, disebut solusi khusus. Soal-soal: 1. Tunjukan fungsi yang diberikan merupakan solusi PD ybs: √ dy a. y = 4 − x2, dx + x = 0 y b. y = A cos x + B sin x, y + y = 0 2. Dari sebuah gedung yang tingginya 100 m, sebuah bola dilempar tegak lurus ke atas dengan kecepatan 200 m/det. Setelah meluncur ke atas, bola jatuh ke tanah. Bila percepatan gravitasi g m/det2 , • Cari kecepatan dan posisinya 4 detik kemudian ? • Berapa tinggi maksimum yang dicapai bola ? • Berapa waktu yang dibutuhkan sampai mencapai tanah ? 3. Cari persamaan-xy dari kurva yang melalui (-1,2) dan kemiringannya dua kali absisnya. 4. Cari persamaan-xy dari kurva yang melalui (1,2) dan kemiringannya pada setiap titik adalah setengah kuadrat ordinatnya. 5. Dapatkah PD y + x2y − sin(xy) = 0 diselesaikan dengan metode pemisahan variabel ?
Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

berapakah pertambahan biaya ∆C ? Untuk nilai ∆x << x nilai ini dapat kita hampiri dengan lim ∆C = dC .000 + 50x. Untuk itu dimunculkan notasi-notasi sebagai berikut: • x : banyaknya accu yang terjual. P (x) = R(x) − C(x) = x p(x) − C(x). Misalkan pabrik ’KeSeTrum’akan memproduksi 2000 buah accu dan fungsi biayanya terlihat seperti gambar di samaping. Biaya per unit √ 45x+100 x x • P (x) : laba total. • p(x) : harga satuan accu.Penerapan Ekonomi: Pabrik ’KeSeTrum’ yang dipimpin tuan TeKoTjai akan mengamati perilaku penjualan accu mobil menggunakan konsep turunan. R(x) = x p(x) • C(x) : biaya total (biaya tetap + biaya produksi) contoh a. Pikirkan.000 + 45x + 100 x. dihitung dx ∆x→0 ∆x saat x = 2000. • R(x) : pendapatan total. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . biaya per unit 50 √ b. mengapa harga ini bergantung pada x. C(x) = 10. Pada pembahasan ini semua variabel diasumsikan kontinu. Bila kemudian produksinya akan dinaikkan sebanyak ∆x. C(x) = 10. Nilai ini disebut biaya marginal.

4. 001x2. Jika perusahaan itu membuat x kursi dan menetapkan harga jual satuannya px) = 200 − 0. Perusahaan XYZ memproduksi kursi rotan. fungsi harga dan fungsi biaya produksinya diberikan oleh p(x) = 5. Dalam menjual x satuan botol minuman. Jika x menyatakan banyaknya barang yang terjual tiap minggu (x ≥ 1000). Produksi maksimum dalam satu tahun adalah 500 kursi. Misalkan C(x) = 8300+3. banyaknya satuan barang dan harganya yang akan memaksimumkan pendapatan mingguan. Tentukan tingkat produksi yang menghasilkan laba maksimum. 15x. 00 + 1. 00 − 0.002x dan C(x) = 3. c. biaya tahunannya C(x) = 4000 + 6x − 0. 3. Tentukan tingkat produksi yang memaksimumkan laba. 10x. tentukan a. Penjualan akan meningkat sebanyak 100 unit untuk tiap penurunan harga sebanyak 100. 25+40 3 x. Tentukan pendapatan marginal.Soal-Soal: √ 1. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . fungsi harga p(x) b. 2. Sebuah perusahaan memprediksi akan dapat menjual 1000 barang tiap minggu jika harga satuannya 3000. biaya marginal dan keuntungan marginal. pendapatan mingguan maksimum. Cari biaya rata-rata tiap satuan dan biaya marginalnya untuk x = 1000.

disusun Sn 1 3 6 10 15 21 . n 2 2 2 2 2 2 = n+1 2 atau Sn = n(n+1) 2 Beberapa Jumlah Khusus (hafalkan): n 1. . .... ai i=1 n i=1 ⎫ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎬ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎪ ⎭ Sifat linear (ai ± b1) = ai ± n bi i=1 Perhatikan jumlahan Sn = 1 + 2 + 3 + · · · + n n 1 2 3 4 5 6 .... . Sn 1 3 6 10 15 21 .. i=1 n i2 = 1 2 + 2 2 + 3 2 + · · · + n 2 = i = 1 + 2 + 3 + ··· + n = 3 3 3 3 3 n 3.. maka berlaku sifat-sifat berikut: • • • n i=1 n i=1 n i=1 1 = ... .Notasi Sigma (Σ) Notasi ini digunakan untuk menyingkat penulisan suatu ’jumlahan’: n a1 + a2 + a3 + · · · + an = i=1 ai dengan ai ∈ R Dengan notasi tersebut. c ai = c n n i=1 c = .. menjadi Sn 2 3 4 5 6 7 . i=1 n i = 1 + 2 + 3 + ···+ n = n(n+1) 2 n(n+1)(2n+1) 6 n(n+1) 2 2 2. n 2 2 2 Jadi Sn n n 1 2 3 4 5 6 . i=1 Contoh: Tentukan nilai dari i=1 [(i − 1)(4i + 3)] Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Sn 1 3 2 5 3 7 ..

Luas Daerah di Bidang: Archimedes (± 2000 tahun yang lalu) : A(Pn) ≤ L (Luas Lingkaran) sehingga n→∞ lim A(Pn) = π ≤ L L ≤ A(Tn ) sehingga L ≤ lim A(Tn) = π n→∞ Kesimpulan: Luas lingkaran dengan jari2 satu adalah π Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

Bagaimana cara menentukan luas keping tersebut? Pola yang dilakukan Archimedes ditiru dengan cara menghampiri keping tersebut dengan persegipanjang-persegipanjang. 10 10 10 8 8 8 6 6 6 4 4 4 2 2 2 0 0 1 2 3 0 0 1 2 3 0 0 1 2 3 n=4 10 10 n=8 10 n=64 8 8 8 6 6 6 4 4 4 2 2 2 0 0 1 2 3 0 0 1 2 3 0 0 1 2 3 n=4 n=8 n=64 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Perhatikan sebuah keping tipis di bidang.

2. Partisikan interval [1. sumbu-x.Luas Menurut Poligon-Poligon Luar: Perhatikan daerah yang dibatasi oleh f (x) = x2. · · · . n. 3] atas n bagian. Luas ini akan dihampiri dengan poligon-poligon luar seperti pada gambar di samping. 2 Lebar tiap subinterval ∆x = 3−1 = n n P : 1 = x0 < x1 < · · · < xn−1 < xn = 3 dengan xi = 1 + i ∆x = 1 + 2i n Perhatikan interval ke-i. garis x = 1 dan garis x = 3. Luas seluruh persegi panjang adalah: Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Lakukan proses ini untuk i = 1. xi]. sama lebar. Bentuk persegipanjang dengan lebar ∆x dan tinggi f (xi ) Luas persegipanjang ini: L(∆Rn) = f (xi) ∆x. yaitu [xi−1 . Misalkan luas daerah ini adalah K.

L(Rn) = f (x1) ∆x + f (x2) ∆x + f (x3) ∆x + · · · + f (xn) ∆x n = i=1 n f (xi) ∆x x2 ∆x i 2i 1+ n n 2 = i=1 n = i=1 2 n 2 = n 2 = n i=1 n 4i 4i2 1+ + 2 n n n 1+ i=1 i=1 n i=1 4i + n n i=1 n i=1 4i2 n2 i2 2 4 = n+ n n = 2+ = 2+ = 4 i+ 2 n 8 n(n + 1) 8 n(n + 1)(2n + 1) + 3 n2 2 n 6 4(n2 + n) 4(2n3 + 3n2 + n) + n2 3n3 4 26 8 + + 2 3 n 3n n→∞ lim L(Rn) = 26 3 26 3 Jelas K ≤ L(Rn) sehingga K ≤ lim L(Rn) = n→∞ Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

Misalkan luas daerah ini adalah K. n. Bentuk persegipanjang dengan lebar ∆x dan tinggi f (xi−1 ) Luas persegipanjang ini: L(∆Tn) = f (xi−1 ) ∆x. garis x = 1 dan garis x = 3. sumbu-x. 2 = i=1 n = i=1 2 n = 26 3 − 4 n + 2 3n2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . sama lebar. Lakukan proses ini untuk i = 1. · · · .Luas Menurut Poligon-Poligon Dalam: Perhatikan daerah yang dibatasi oleh f (x) = x2. Partisikan interval [1. Luas seluruh persegi panjang adalah: L(Tn) = f (x0) ∆x + f (x1) ∆x + f (x2) ∆x + · · · + f (xn−1) ∆x n = i=1 n f (xi−1) ∆x x2 ∆x i−1 2(i − 1) 1+ n . 2. . Luas ini akan dihampiri dengan poligon-poligon dalam seperti pada gambar di samping. yaitu [xi−1 . 3] atas n bagian. 2 Lebar tiap subinterval ∆x = 3−1 = n n P : 1 = x0 < x1 < · · · < xn−1 < xn = 3 dengan xi = 1 + i ∆x = 1 + 2i n Perhatikan interval ke-i. xi]. .

Hampiran dengan poligon2 luar Hampiran dengan poligon2 dalam Latihan: Ikutilah prosedur seperti contoh sebelumnya untuk menghitung luas daerah yang dibatasi oleh grafik-grafik berikut: (a) y = x2 + 1.n→∞ lim L(Tn) = 26 3 26 3 Jelas L(Tn) ≤ K sehingga lim L(Tn) = n→∞ ≤K Dari hasil terakhir ini dan hasil di halaman 61 paling bawah. (b) y = x3. x = 1. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . x = 0. x = 4. Untuk n → ∞ keduanya memberikan hasil yang sama. diperoleh: 26 26 ≤K≤ 3 3 Jadi K = 26 3 Fenomena ini menunjukan bahwa perhitungan luas tidak bergantung pada jenis poligon yang dipakai. x = 2.

Suku f (xi) ∆Xi pada jumlah Riemann dapat bernilai negatif sehingga RP hasilnya juga dapat negatif. b] atas n bagian (tidak perlu sama lebar) P : a = x0 < x1 < · · · < xn−1 < xn = b dan sebut ∆xi = xi − xi−1 Pada setiap subinterval [xi−1 . pilih titik wakil xi. ’lebar tiap interval’ dan ’titik wakil yang digunakan’. · · · . i = 1. b]. 2. Partisikan interval [a.Jumlah Riemann: Misalkan f fungsi yang terdefinisi pada interval tutup [a. tergantung pada pemilihan: ’banyaknya interval’. Nilai sebuah jumlah Riemann tidak tunggal. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . n n Jumlahan RP = i=1 f (xi) ∆Xi disebut Jumlah Riemann dari f . xi]. 2. Perhatian ! 1.

5]. Integral Tentu: Misalkan f terdefinisi pada interval [a. 2] memakai 6 subinterval sama lebar dan titik wakilnya adalah ujung kanan tiap subinterval. . . . . . . Tentukan suatu jumlah Riemann dari f (x) = x3 + 2x pada [1. . . . ∆xi dan xi mempunyai arti seperti pada pembahasan sebelumnya. sebagai panjang dari subinterval yang paling lebar. . . Tetapkan |P|. Tentukan suatu jumlah Riemann dari f (x) = x2 + 1 pada [−1. 2. dibaca Norm P. . b]. maka a b n f (x) dx = lim n→∞ f (xi ) ∆Xi i=1 Arti Geometris Integral tentu: b f (x) dx = Aatas − Abawah a Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Contoh: 1. . . . . . dinotasikan a f (x) dx = lim |P|→0 f (xi ) ∆Xi i=1 Diskusi: • Benarkah : jika n → ∞ maka |P| → 0 • Benarkah : jika |P| → 0 maka n → ∞ Kesimpulan: Jika . . n Jika |P|→0 lim f (xi) ∆Xi ada maka disebut integral tentu/Riemann i=1 b n dari f pada [a. . b] dengan P. .

Sifat-sifat:
a b a

1.
a

f (x) dx = 0

dan
a

f (x) dx = −
b

f (x) dx

Buktikan !

2. (Sifat linear) Misalkan k konstanta, maka:
b b


a b

k f (x) dx = k
a

f (x) dx
b b


a b

(f (x) + g(x)) dx =
a b

f (x) dx +
a b

g(x) dx


a

(f (x) − g(x)) dx =
a

f (x) dx −
a

g(x) dx

3. (Sifat penambahan selang) Misalkan f terintegralkan pada interval yang memuat titik a, b, dan c, maka
b c b

f (x) dx =
a a

f (x) dx +
c b

f (x) dx
b

4. Jika f (x) < g(x), maka
a b

f (x) dx ≤
a

g(x) dx

5. Misalkan N, M kostanta-konstanta dan N ≤ f (x) ≤ M maka N (b − a) ≤
a

f (x) dx ≤ M (b − a)

Ilustrasikan sifat 3 s/d 5 di atas secara grafik !

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

Perhatikan fungsi f (x) =

1

1 x2

x=0 x=0

Sepanjang interval [−2, 2] fungsi ini tidak terintegralkan sebab nilai f (x) tak terbatas disekitar titik nol. Sifat: Bila f terbatas dan kontinu (kecuali disejumlah berhingga titik) pada [a, b] maka f terintegralkan. Fungsi-fungsi berikut terintegralkan sepanjang [a, b]: • polinom • fungsi rasional (syarat penyebut tidak nol sepanjang [a, b]) • fungsi sinus dan cosinus. Soal-soal: 1. Dengan konsep limit jumlah Riemann, hitunglah
2 2

a.
−1

(2x2 − 8) dx

b.
−1

[|x|] dx

2. Nyatakan limit berikut sebagai suatu integral tentu
n

a. lim

n→∞

i=1

4i 4 n n

n

b. lim

n→∞

1+
i=1

2i n

2 n

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

Teorema Dasar kalkulus 1: Misalkan f kontinu di [a, b] dan F suatu anti turunan dari f , maka
b

f (x) dx = F (b) − F (a)
a

Contoh:
2 1

(a)
−1

(2x2 − 8) dx

(b)
0

x+1 dx (substitusi u = x2 + 2x + 6) 2 + 2x + 6 x

Pendiferensialan fungsi berbentuk integral:
x

Perhatikan bentuk
a

f (t) dt (a konstanta). Bentuk tersebut merupakan
x

sebuah fungsi dengan variabel bebas . . .. Ilustrasi:
0

3t2 dt = t3|0 = x3.

x

Sifat berikut memberikan aturan mendiferensialkan fungsi seperti di atas. ⎡ Teorema Dasar kalkulus 2: Dx ⎣
a x

⎤ f (t) dt⎦ = f (x)

Contoh: Tentukan turunan dari
x

1. (a)
1

sin t dt

x2

(b)
1

√ sin t dt

x3

(c)
−2x

sin

t dt

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008

b] sehingga b f (x) dx = f (c) (b − a) a Bila f fungsi genap maka a a Bila f fungsi ganjil maka a f (x) dx = 2 −a 0 f (x) dx −a f (x) dx = 0 b+p b Bila f fungsi periodik dengan periode p maka a+p f (x) dx = a f (x) dx Soal-soal Mandiri: 1. 3] x2 + 16 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . −2 [|x|] dx 2. Hitung nilai integral-integral berikut: 3 5 3 a. b] maka terdapat bilangan c ∈ [a.Teorema Nilai Rata2 Integral: Jika f kontinu pada [a. Carilah bilangan c yang memenuhi Teorema Nilai Rata2 integral dari x f (x) = √ sepanjang interval [0. 1 y −1 (y 3 − 3y)2 2 dy c. 2 √ 3 2 x − 3x + 3 x dx b.

Tuliskan lim n→∞ i=1 3 sebagai integral tentu n n 7. 1 + t2 1 4. Misalkan f (x) = 0 1+t dt. Gunakan Teorema Dasar kalkulus I untuk menghitung lim n→∞ i=1 4i 4 n n Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . tentukan daerah kemonotonan dari f . Misalkan f fungsi ganjil dengan 0 1 f 2(x) dx = 1.x2 3. Tentukan −1 f 2(x) + x2f (x) + f 3(x) dx 5. Tentukan f (x) dari x2 1 (a) f (x) = sin(x) 1 n cos t dt 1 4 + 31 n 2 (b) f (x) = x x 2 √ u2 + 1 du 6.

kurang. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . kali dan bagi). Solusi yang diperoleh dari suatu metode numerik selalu berupa hampiran/aproksimasi. pangkat dan akar. Alasan pemakaian metode numerik: • Pencarian solusi eksak/ analitis sukar/tidak mungkin. tetapi ketelitiannya selalu dapat dikontrol/dikendalikan.METODE NUMERIK Metode Numerik adalah prosedur2 /teknik2/skema2 yang digunakan untuk mencari solusi hampiran dari masalah matematika memakai operasioperasi aljabar (tambah. • Jumlah hitungan yang dilakukan sangat besar 2 Ilustrasi: (a) 1 ex dx 2 (b) Cari solusi x2 = ln x (c) SPL ukuran besar.

sedangkan jenis (b) dan (c) diselesaikan secara numerik sehingga hasilnya berupa hampiran/aproksimasi. f (x) fungsi sederhana (anti turunannya mudah dicari) b. yaitu: metode Persegi Panjang/Riemann. umumnya ada tiga macam fungsi f (x): a.Pengintegralan Numerik b Pada perhitungan a f (x) dx. y y=f(x) a b x Pada pasal ini akan dibahas tiga buah metode numerik untuk hampiran integral. metode Trapesium dan metode Simpson/Parabol. f (x) hanya diketahui berupa tabulasi nilai (data hasil percobaan) Berikan contoh dari ketiga jenis integral tak tentu di atas !! Jenis (a) dapat diselesaikan secara analitis dan diperoleh hasil eksak. f (x) fungsi yang rumit (anti turunannya sukar/tidak mungkin dicari) c. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

y y=f(x) x0 Gambar 1: x1 xi-1 xi xn x Ilustrasi metode Persegi Panjang Kiri / Left Riemann Sum Partisikan interval [a. sama lebar: P : x0 = a < x1 < x2 < · · · < xn = b dengan ∆xi = h = xi − xi−1 = b−a n Pada setiap subinterval [xi−1. Fungsi f (x) fungsi dapat bernilai negatif ataupun tak kontinu. b] atas n bagian. Luas persegi panjang tersebut. ∆Li = h f (xi−1) b x1 x2 xn f (x) dx = a x0 f (x) dx + x1 f (x) dx + · · · + xn−1 f (x) dx ≈ h f (x0) + h f (x1) + · · · + h f (xn−1) Hampiran ini disebut metode Persegi Panjang Kiri (Left Riemann Sum). 1 Contoh: Terapkan metode LRS dengan n=6 terhadap 0 e−x dx. asalkan titik diskontinuitasnya berhingga. xi] dibentuk persegi-panjang (pp) dengan panjang f (xi−1 ) dan lebar h (lihat gambar 1). 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Metode Persegi Panjang Kiri / Left Riemann Sum (LRS) b Perhatikan integral tentu a f (x) dx.

0001. 1 Contoh: Tentukan n agar galat hampiran LRS pada 0 e−x dx < 0. 0001.b Galat Metode LRS : (f (x) dx = [h f (x0) + h f (x1) + · · · + h f (xn−1)] + En . lalu 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 2n 2 a≤c≤b . a≤c≤b . Galat Metode RRS : En = − (b−a) f (c). 2 Metode Persegi Panjang Kanan / Right Riemann Sum (RRS) y y=f(x) x0 Gambar 2: x1 xi-1 xi xn x Ilustrasi metode Persegi Panjang Kanan / Right Riemann Sum x1 x2 xn b f (x) dx = a x0 f (x) dx + x1 f (x) dx + · · · + xn−1 f (x) dx ≈ h f (x1) + h f (x2) + · · · + h f (xn) Hampiran ini disebut metode Persegi Panjang Kanan (Right Riemann Sum). 1 Contoh: Tentukan n supaya galat hampiran RRS terhadap hitung hampiran nilai integral tersebut. 0 e−x dx < 0. dengan En = a (b−a)2 2n f (c).

Galat Metode MRS : En = (b−a)3 24n2 f Contoh: Gunakan metode MRS untuk mengaproksimasi tentukan batas galatnya. a≤c≤b 1 . 0 x1 x1/2 x0 x1 x2 Ilustrasi metode Persegi Panjang Tengah / Midpoint Riemann Sum xn xn f (x) dx = x0 f (x) dx + x1 f (x) dx + · · · + xn−1 f (x) dx 1 3 1 ≈ h f (x 2 + h f (x 2 ) + · · · + h f (xn− 2 ) (c). dan 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . e−x dx memakai n=6.Metode Persegi Panjang Tengah / Midpoint Riemann Sum (MRS) y y=f(x) x xi xi-1/2 xi-1 Gambar 3: b a Hampiran ini disebut metode Persegi Panjang Tengah (Midpoint Riemann Sum).

sama lebar: P : x0 = a < x1 < x2 < · · · < xn = b dengan ∆xi = h = xi − xi−1 = Pada setiap subinterval [xi−1. Galat Metode Trapesium b (f (x) dx = a h [f (x0) + 2f (x1) + 2f (x2) + · · · + 2f (xn−1) + f (xn)] + En 2 3 dengan En = − (b−a) f (c).Metode Trapesium y y=f(x) x0 x1 Gambar 4: xi-1 xi xn x Ilustrasi metode Trapesium Partisikan interval [a. 0 e−x dx memakai n=6. b] atas n bagian. 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 1 Contoh: Gunakan metode Trapesium untuk mengaproksimasi dan tentukan batas galatnya. xi] dibentuk trapesium dengan sisi-sisi f (xi−1) dan f (xi) dan lebar h (lihat gambar 4). b x1 x2 xn b−a n f (x) dx = a x0 f (x) dx + x1 f (x) dx + · · · + xn−1 f (x) dx ≈ = h h h [f (x0) + f (x1)] + [f (x1) + f (x2)] + · · · + [f (xn−1) + f (xn)] 2 2 2 h [f (x0) + 2f (x1) + 2f (x2) + · · · + 2f (xn−1) + f (xn)] 2 Hampiran ini disebut metode Trapesium. 12n2 a≤c≤b (galat metode Trapesium).

0 e−x dx dengan galat ≤ 0. f (xi−1)). f (xi+1)). Contoh: Terapkan metode Simpson thd. xi] dan [xi. dan (xi+1.0001 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 2 . f (xi)).Metode Simpson (Parabol) ] Gambar 5: Ilustrasi metode Simpson/Parabol Partisikan interval [a. xi+1 xi+1 f (x) dx ≈ xi−1 xi−1 p2 (x) dx = h [(f (xi−1) + 4f (xi) + f (xi+1)] 3 Selanjutnya: b x2 x4 xn f (x) dx = a b x0 f (x) dx + x2 f (x) dx + · · · + xn−2 f (x) dx f (x) dx ≈ a h [f (x0) + 4f (x1) + 2f (x2) + 4f (x3) + 2f (x4) + · · · + 4f (xn−1) + f (xn)] 3 Hampiran ini disebut metode Simpson/Parabol. Galat Metode Simpson: En = − (b−a)4 f (4)(c) 180n 1 5 dengan a ≤ c ≤ b. (xi. b] atas n bagian (n genap): P : x0 = a < x1 < x2 < · · · < xn = b dengan ∆xi = h = xi − xi−1 = b−a n Pada setiap dua subinterval [xi−1. xi+1] dibentuk parabol (fungsi kuadrat) p2(x) yang melalui titik-titik (xi−1.

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . • Besaran ∆xi berubah menjadi dx. Bentuk partisi P : a = x0 < x1 < · · · < xn−1 < xn = b Perhatikan elemen partisi ke i. garis x = b dan sumbu-x. Akan dihitung luas keping tersebut memakai konsep integral. xi] Pilih titik wakil xi ∈ [xi−1. a Luas daerah seluruhnya : L = lim Perhatikan: • Tanda lim n |P|→0 f (xi )∆xi = i=1 b |P|→0 i=1 berubah menjadi a • Fungsi f (xi ) berubah menjadi f (x). Contoh: Hitung luas daerah yang dibatasi oleh grafik f (x) = x3 + 3x2. Luas elemen ke i adalah ∆Li = f (xi )∆xi n n i=1 b Luas seluruh n persegipanjang adalah i=1 n ∆Li = f (xi )∆xi f (x) dx. garis x = 1. xi ] Bentuk persegipanjang dengan lebar ∆Xi = xi − xi−1 dan tinggi f (xi ). yaitu [xi−1.Perhitungan Luas Daerah/Keping: Perhatikan keping yang dibatasi oleh fungsi positif f (x). garis x = a. garis x = 3 dan sumbu-x.

fungsi g(x).Bagaimana bila fungsi f memuat bagian negatif (lihat ilustrasi). b Jadi luasnya L = a |f (x)| dx. b Luas daerah seluruhnya: L = a [f (x) − g(x)] dx. hanya nilai fungsi f harus dihitung positif. Untuk menghindari tanda mutlak biasanya dihitung sbb: c d b L = LI + LII + LIII = a f (x) dx + c (−f (x)) dx + d f (x) dx Perhatikan bentuk keping yang lebih umum dengan batas-batas: fungsi f (x). dan sumbu-y. Keping ini dibatasi oleh grafik x = f (y). garis y = c. d]: P : c = y0 < y1 < · · · < yn−1 < yn = d Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Prinsip dasar: gambarkan elemen luasnya lalu tentukan panjang dan lebar dari elemen tersebut. Prinsip menghitung luas daerahnya sama saja dengan ilustrasi sebelumnya. Pada kasus ini partisi dibuat pada sumbu-y sepanjang [c. Alternatif lain dari keping di bidang adalah seperti pada gambar di samping kiri. garis y = d. garis x = a dan garis x = b. Luas elemen integrasi: ∆Li = [f (xi) − g(xi )] ∆xi.

d Luas daerah seluruhnya : L = c f (y) dy. lakukanlah sebagai berikut: • Nyatakanlah batas-batas daerah yang dimaksud • Gambarkan elemen integrasi untuk menghitung luas daerahnya. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Pada gambar-gambar di halaman berikutnya. • Tuliskan rumus luasnya sebagai integral tentu.Luas elemen integrasi: ∆L = f (yi ) ∆yi dengan ∆yi = yi − yi−1 . • Tuliskan rumus elemen luasnya.

c. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh grafik-grafik y = x + 6. Sebuah benda bergerak sepanjang garis lurus dengan kecepatan v(t) = 3t2 − 24t + 36. sumbu-y. b.Soal-Soal: 1. Misalkan y = 1 x2 untuk 1 ≤ x ≤ 6 a. y = x3. dan 2y + x = 0 √ 2. garis y = 0 dan garis y = 1 3. Tentukan perpindahan dan jarak tempuh keseluruhan selama interval waktu −1 ≤ t ≤ 9. Hitung luas daerah di bawah kurva tersebut. Tentukan c sehingga garis x = c membagi daerah tersebut atas dua bagian dengan luas sama. Tentukan d sehingga garis y = d membagi daerah tersebut atas dua bagian dengan luas sama Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 4. Tentukan luas daerah yang dibatasi oleh grafik y = x.

Akan dihitung volumenya. Benda tersebut terletak sepanjang interval [a.Volume Benda yang Luas Irisan Penampangnya Diketahui Perhatikan gambar sebuah benda pejal di atas. xi]. sumbu-y. b Volume benda: V = a A(x)dx. b]: P : a = x0 < x1 < · · · < xn−1 < xn = b Perhatikan elemen partisi ke i. 2 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Bentuk silinder (lihat gambar sebelah kanan) dengan luas penampang A(xi) dan tinggi ∆xi. tentukan volume benda tersebut. b]. Alas sebuah benda adalah daerah yang dibatasi oleh y = 1− x . Contoh2: 1. Partisikan interval [a. Pilih titik wakil xi ∈ [xi−1. Luas irisan penampang benda tersebut pada setiap posisi x adalah A(x) (diketahui). Volume elemen integrasi: ∆Vi = A(xi) ∆xi. sumbu4 x. Bila penampang-penampang yang tegak lurus sumbu-x berbentuk bujur sangkar.

2. Alas sebuah benda adalah suatu daerah R yang dibatasi oleh y = x dan y = x2. Penampang yang tegak lurus sumbu-x berbentuk segitiga sama sisi. Tentukan volume irisan dua buah silinder berjari-jari satu seperti pada gam4. Petunjuk: penampang mendatar dari benda tersebut berbentuk bujur sangkar. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . 0 ≤ x ≤ π. Tentukan volumenya. Tiap penampang dengan bidang yang tegak lurus sumbux berbentuk setengah lingkaran dengan garis tengah yang melintasi daerah R. Tentukan volume benda tersebut. bar disamping. √ 3. Alas sebuah benda adalah daerah yang dibatasi oleh sumbu-x dan grafik y = sin x.

Daerah diantara grafik y = x2 dan y = 8x diputar terhadap sumbu-x. Bentuk partisi P : a = x0 < x1 < · · · < xn = b Pada setiap subint. garis x = 4 dan sumbusumbu koordinat diputar terhadap sumbu-x. lalu tentukan volume benda-benda putar berikut: √ 1.Volume Benda Putar: Metode Cakram dan Cincin Perhatikan sebuah keping yang dibatasi oleh grafik-grafik y = f (x) ≥ 0. dan garis x = b (gambar sebelah kiri). garis x = 4 dan sumbusumbu koordinat diputar terhadap sumbu-y. Keping ini diputar terhadap sumbu-x sehingga terbentuk gambar di sebelah kanan. √ 2. xi]. pilih titik wakil xi. dan tinggi ∆xi = xi − xi−1. Daerah yang dibatasi oleh grafik y = x. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . sumbu-x. [xi−1. (disebut Metode Cincin karena cakramnya berlubang ) √ 3. Daerah yang dibatasi oleh grafik y = x. Dengan menggunakan konsep integral Riemann. Volume elemen integrasi: ∆Vi = πf 2(xi) ∆xi b Volume benda putar seluruhnya: a πf 2 (x) dx (Metode Cakram) Contoh2: Gambarkan. Bentuk silinder dengan jari-jari f (xi ). garis x = a. akan dihitung volumenya.

Daerah diantara grafik y = x2 dan y = 8x diputar terhadap sumbu-y. √ 6. garis x = 4 dan sumbusumbu koordinat diputar terhadap garis x = −1. Bahas soal-soal pada pasal sebelumnya memakai metode kulit tabung. 2 xi + xi−1 (xi − xi−1) f (xi) 2 ∆Vi = 2 π xi f (xi) ∆xi ∆Vi = π 2 b Volume benda putar seluruhnya: a 2 π x f (x) dx. Daerah diantara y = x2 dan y = 8x diputar terhadap garis x = 3. Daerah yang dibatasi oleh grafik y = x. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Daerah yang dibatasi oleh grafik y = x.√ 4. garis x = 4 dan sumbusumbu koordinat diputar terhadap garis y = 5. Volume Benda Putar: Metode Kulit Tabung Metode ini pada prinsipnya sama saja dengan metode cakram/cincin. √ 2 7. √ 5. Daerah diantara y = x dan y = √8x diputar terhadap garis y = −2. Pada metode kulit tabung dipilih xi = ∆Vi = π x2 f (xi) − π x2 f (xi) i i−1 ∆Vi = π (x2 − x2 )f (xi ) i i−1 xi−1 +xi . 8. Perbedaannya adalah partisi dilakukan pada sumbu yang tegak lurus terhadap sumbu putar (lihat gambar berikut).

Seluruh air tersebut dipompa sampai ke permukaan bak. air dekat permukaan atas hanya berpindah sedikit. Gaya yang diperlukan untuk menarik pegas tersebut tidak konstan. Jadi pada masalah ini perpindahannya tidak konstan. Jadi pada situasi ini gaya yang bekerja tidak konstan. Pada masalah ini kita lihat perpindahan komponen air berbeda-beda. gaya yang diperlukan semakin besar. sedangkan yang dibagian bawah pindah lebih jauh. Semakin panjang pegas ditarik. Sebuah bak kerucut terbalik berisi penuh air. Sekarang coba perhatikan dua ilustrasi berikut ini: Sebuah pegas ditarik sejauh d cm dari posisi alamiahnya. akan dihitung kerja yang dilakukan. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Kerja Definisi: Kerja = Gaya × perpindahan. dinotasikan: W = F × d Definisi di atas berlaku bila gaya dan perpindahannya berupa konstanta.

Sebuah rantai yang beratnya 1 kg tiap meter. 3. xn = b. dengan k adalah konstanta pegas). Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 b a F (x) dx . dipakai mengangkat benda seberat 200 kg dari dasar sumur yang dalamnya 15 meter. Partisikan interval [a. Perhatikan interval [xi−1 . Tinggi tangki 2 meter dan jari-jari permukaan atasnya 1 meter. b] atas x0 = a < x1. xi]. Pilih titik wakil xi Sepanjang subinterval ini. · · · . (petunjuk: gaya yang diperlukan untuk mengangkat benda adalah berat benda + berat rantai yang terjulur). Bila besarnya gaya gravitasi adalah g. Sebuah pegas mempunyai panjang alami 10 cm. tentukan kerja yang dilakukan untuk memompa seluruh air sampai permukaan atas tangki. gaya yang bekerja diaproksimasi oleh F (xi).Untuk menghitung kerja secara umum. Dengan demikian kerja sepanjang subinterval ini: ∆Wi = F (xi ) ∆xi. Tentukan kerja yang dilakukan untuk mengangkat benda tersebut sampai permukaan sumur. Tangki berbentuk kerucut terbalik penuh berisi air. Kerja seluruhnya adalah W = Soal-soal: 1. Untuk menarik dan menahannya sejauh 2 cm diperlukan gaya sebesar 3 dyne. Tentukan kerja yang dilakukan untuk menariknya sejauh 5 cm dari panjang alaminya. 2. perhatikan sebuah benda yang ditarik oleh gaya F (x) dan berpindah dari x = a sampai x = b (lihat gambar paling atas pada halaman 86). (Gunakan hukum Hooke: untuk menahan pegas sejauh x cm diperlukan gaya sebesar F = kx.

xi mi disebut momen total benda terhadap titik 0. Dari hukum fisika: (x1 − x) m1 + (x2 − x) m2 = 0 Besaran (xi − x) mi disebut momen. Titik x adalah titik tumpuan agar keadaan sistem setimbang. Sekarang perhatikan sistem n buah benda dengan massa m1. mn yang dihubungkan oleh kawat ringan sepanjang sumbu-x sbb. m2.Momen & Titik Berat/Pusat Massa Dua buah benda masing-masing dengan massa m1 dan m2 dihubungkan dengan sepotong kawat kaku dan ringan (massa kawat diabaikan). agar setimbang maka momen total benda terhadap titik x harus bernilai nol. Secara umum momen sebuah benda terhadap sebuah titik/garis adalah massa × jarak benda terhadap titik/garis tersebut. Menurut hukum fisika. i=1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 Besaran M = . Jadi: (x1 − x) m1 + (x2 − x) m2 + · · · + (xn − x) mn = 0 n xi mi Bila kita susun diperoleh: x = n i=1 n Titik x disebut titik berat mi i=1 Besaran m = i=1 n mi disebut massa total benda.: Dimanakah titik tumpuan x harus diletakkan agar sisyem menjadi setimbang. · · · . Posisi masing-masing benda adalah x1 dan x2.

Bila rapat massa benda tersebut homogen maka titik beratnya terletak ditengah-tengah kawat. x = a+b . 2. Bentuk partisi P : x0 = a < x1 < · · · < xn = b.Contoh: Massa sebesar 4. Perhatikan potongan kawat pada subinterval [xi−1. M= a x δ(x) dx dan x= M m Contoh: Kepadatan/rapat massa sepotong kawat adalah δ(x) = 3x2 gr/cm. Misalkan rapat massanya adalah δ(x). 6 dan 7 pon diletakkan pada posisi 0. Tentukan titik berat dari sistem tersebut. xi]. Selanjutnya kita hitung aproksimasi massa dan momen potongan ini terhadap titik nol: ∆m = δ(xi)∆xi dan ∆M = xiδ(xi )∆xi Dengan demikian Massa. 1. 2 dan 4. momen dan titik berat kawat adalah: b b m= a δ(x) dx . Pilih titik wakil xi. Titik Berat Kawat/Benda Satu Dimensi Perhatikan sepotong kawat yang diletakkan sepanjang sumbu-x pada posisi x = a sampai x = b. Sekarang akan 2 ditinjau kasus di mana rapat massa benda tidak homogen. Tentukan pusat massa kawat antara x = 2 dan x = 10 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . (xn. (2. (−7. 2).Distribusi Massa Pada Bidang Perhatikan n buah benda dengan massa m1. 3). 4. My = i=1 ximi . Partisikan interval [a. Misalkan rapat massa keping adalah δ (konstanta). · · · . Pusat Massa Keping Homogen Perhatikan sebuah keping homogen seperti pada gambar di samping. yn ). 3. (−4. (x2. y). y2). Tetapkan xi titik tengah antara xi−1 dan xi.2. x= m m n n n m= i=1 mi . · · · . 4) dan (2. mn yang terletak di bidang dengan koordinat (x1. y1). −2). y= . Bentuk persegi panjang seperti pada gambar di samping. m2. Misalkan koordinat titik beratnya adalah (x. Pusat massa persegipanjang tersebut terletak pada perpotongan diagonalnya (lihat gambar). dan 6 gram terletak pada koordinat (6. −1). b] dan perhatikan subinterval [x1−1. (Perhatikan bahwa x adalah jarak titik berat ke sumbu-y dan y adalah jarak titik berat ke sumbu-x) My Mx . xi]. Mx = i=1 yi mi massa total momen thd sb-y momen thd sb-x Contoh: Lima buah benda dengan massa 1. Tentukan titik beratnya (pusat massanya).

d]. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Tentukan rumus sentorid untuk keping homogen yang dibatasi oleh grafik x = f (y). y= ).maka: b ∆m = δ (f (xi) − g(xi)) ∆xi m=δ a (f (x) − g(x)) dx b ∆My = xδ (f (xi) − g(xi)) ∆xi f (xi) + f (xi) δ (f (xi) − g(xi)) ∆xi 2 My = δ a x (f (x) − g(x)) dx δ 2 b ∆Mx = Mx = f 2(x) − g 2 (x) dx a My Mx Pusat massanya (x = . dan biasa disebut sentroid. Pelajari teorema Pappus dari buku Purcell jilid 1 (terjemahan bahasa Indonesia) edisi 5 halaman 365. Latihan: 1. garis y = c dan garis y = d. akan dipelajari pada Kalkulus 2. Pusat massa keping homogen ini m m tidak bergantung pada rapat massa δ. Asumsikan g(y) < f (y) ∀ y ∈ [c. Catatan: Perhitungan pusat massa untuk keping tak homogen memerlukan konsep integral lipat dua. 2. x = g(y). Tentukan sentroid keping yang dibatasi oleh y = x3 dan y = √ x. 3.

Untuk k = 1.Fungsi-Fungsi Transenden Fungsi real secara umum dibagi atas dua kelas yaitu: • fungsi aljabar (polinom. k ∈ Z. dt. harga mutlak). Fungsi tersebut x 1 1 tk merupakan fungsi aljabar karena dt = x 1 1 1−k 1 t xk−1 1 −1 . Fungsi ini tidak dapat di- x Fungsi logaritma asli. • fungsi transenden. fungsi ln x dapat diilustrasikan sebagai berikut: Perhatikan daerah yang dibatasi f (t) = 1 . yaitu yang bukan fungsi aljabar (contoh sin x).Luas R t Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . akar. 1 1 dt = . fungsi di atas berbentuk tentukan secara eksplisit seperti di atas. t = 1. x > 0 t Secara geometri. Pada bagian ini akan dipelajari berbagai macam fungsi transenden disertai sifat-sifatnya. sumbu-x. 1 1 dt = Luas R t x untuk x < 1. dan t = x t x untuk x > 1. k = 1. ditulis ln didefinisikan sbb. ln x = 1 1 dt . Fungsi Logaritma Asli x Perhatikan fungsi 1 1 tk dt dengan x > 0. fungsi rasional.

jadi grafik selalu monoton naik. Tentukan −1 x dx 10 − x2 Sifat2: Misalkan a dan b bilangan-bilangan positif dan r ∈ Q • ln 1 = 0 • ln(ab) = ln a + ln b • ln( a ) = ln a − ln b b • ln(ar ) = r ln a Grafik Fungsi Logaritma Asli Misalkan f (x) = ln x. Tunjukkan Dx[ln |x|] = x . Grafik memotong sumbu-x pada x = 1 1 f (x) = x > 0.1 soal-soal 39 dan 40. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Tentukan Dx[ln x ] 1 x 1 2. maka Dx[ln x] = Latihan: √ 1. jadi grafik x2 selalu cekung ke bawah. f (x) = −1 < 0. x > 0. jadi diperoleh 3 1 du = ln |u| + c u 3. pasal 7.Berdasarkan teorema dasar Kalkulus 2. ⎫ lim f (x) = −∞ ⎬ x→0+ x→∞ lim f (x) = ∞ ⎭ lihat Purcell edisi 5.

Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Tentukan turunan dari: a. y = ln x + ln x 2. b. Hitunglah lim 1 1 1 + + ···+ n→∞ n + 1 n+2 2n dengan cara menyusun bagian dalam kurung siku sebagai: 1 1+1/n 1 1 + 1+2/n + · · · + 1+n/n 1 n lalu terapkan konsep integral tentu sebagai limit jumlah Riemann.Penurunan Fungsi dengan Bantuan Fungsi Logaritma Asli: Fungsi logaritma asli dapat digunakan untuk menyederhanakan proses perhitungan turunan fungsi yang memuat pemangkatan. 4 2x+1 c. perkalian dan pembagian seperti diilustrasikan berikut ini: Tentukan turunan dari fungsi y = Jawab: ln y = ln ln y = ln √ √ 1−x2 (x+1)2/3 1−x2 (x+1)2/3 √ 1 − x2 − ln(x + 1)2/3 ln y = 1 ln 1 − x2 − 2 ln(x + 1) 2 3 Selanjutnya kita turunkan kedua ruas terhadap x 1 y y = 1 1 2 1−x2 (−2x) − 2 1 3 x+1 2 1 3 x+1 2 1 3 x+1 y =y y = 1 1 2 1−x2 (−2x) − 1 1 2 1−x2 √ 1−x2 (x+1)2/3 (−2x) − Soal-Soal: 1. y = ln x2 − 5x + 6 1 1 b. y = ln √ 3 x d. y = ln(sin x) ln x x 1 dx dx c. Tentukan integral-integral berikut: a. 0 dx dx 4x+2 x2 +x+5 x+1 x2 +2x+2 3. d.

misalnya f −1(t) atau f −1(x). boleh saja menggunakan sebarang simbol. Hal yang perlu diperhatikan adalah formula dari aturan tersebut. Kita definisikan fungsi baru. Catatan: penulisan nama peubah/variabel pada fungsi invers tidak harus menggunakan huruf y. periksalah kebenaran pernyataan berikut: • Setiap satu titik x berpasangan dengan tepat satu titik y • Setiap satu titik y berpasangan dengan tepat satu titik x Sebuah fungsi disebut fungsi satu-satu . fungsi f bersifat satu-satu ⇐⇒ f monoton murni (ilustrasikan) Misalkan f fungsi satu-satu. disimbolkan f −1 .Fungsi Invers dan Turunannya Pada setiap grafik di atas. dengan aturan: f −1 (b) = a ⇐⇒ f (a) = b Perhatikan pada aturan fungsi di atas b ∈ Rf dan a ∈ Df . dan Rf −1 = Df f −1 (f (a)) = a dan f (f −1 (b)) = b √ • fungsi y = f (x) = x3 mempunyai invers dengan aturan f −1 (y) = 3 y • fungsi y = f (x) = x2 tidak mempunyai invers (bukan fungsi satu-satu). Secara umum Df −1 = Rf . bila untuk setiap titik y berpasangan hanya dengan satu titik x. dinamakan fungsi invers . Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

a) berada pada grafik f −1 (lihat gambar di bawah. Turunan Fungsi Invers Akan ditinjau hubungan turunan fungsi dengan turunan fungsi inversnya. a) dan d. c). a−c m2 = a−c b−d = 1 m1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . kita akan menggambar grafik fungsi inversnya pada koordinat yang sama. Dengan demikian grafik f −1 (x) dapat diperoleh dari grafik f (x) dengan mencerminkannya (titik demi titik) terhadap garis y = x (gambar kanan). sebelah kiri). 1−x Menggambar Grafik Fungsi dan Inversnya Misalkan diberikan grafik dari fungsi f (x). Tentukan fungsi invers dari f (x) = x . yaitu x. Pada gambar di samping. b) adalah m1 = Gradien f −1 di titik (b.Contoh-Contoh: 1. maka titik (b. a) adalah b−d . Tunjukkan f (x) = 2x + 6 memiliki invers dan tentukan aturannya. Gradien f di titik (a. 3. Prinsip: misalkan titik (a. d). b) dan (c. Tunjukkan f (x) = x5 + 2x + 1 memiliki invers 2. b) pada grafik f (x). Fungsi invernya f −1 (x) adalah garis lurus yang melalui titik (b. Dengan demikian f dan f −1 keduanya kita tuliskan dalam variabel yang sama. diberikan garis lurus f (x) yang melalui titik (a.

Tunjukkan f (x) = x3 +1 x3 +2 1 .Dengan demikian. x > 0 dan ln(exp y) = y. Berdasarkan hasil di halaman sebelumnya. x > 0 3. (a) Sifat: Misalkan (x. Tentukan (f −1) (4) bika = f (x) = x2 + 2x + 1.) exp(ln x) = x. x > 0. Jadi f fungsi monoton naik. b) pada grafik f maka (f −1 ) (b) = Sekarang kita perhatikan untuk fungsi sebarang f (x). Jika f (2) = A. x = f −1 (y) = exp y ⇐⇒ y = f (x) = ln x Perhatikan. Fungsi inversnya disebut fungsi exponen asli dan dinotasikan sbb. 1 f (x) = x > 0. y ∈ R Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . ∞) Sifat: (a. sehingga mempunyai invers. x√ 1 + 2t2 dt. 1 f (a) Terhadap fungsi f . garis singgung singgung di titik (b. a) (garis q) merupakan cermin dari garis p terhadap gari y = x.y) pada grafik fungsi f maka (f −1 ) (y) = Soal-Soal: 1. kemiringan garis singgung di titik (a. yaitu f (a). b) adalah kemiringan garis p. maka (f −1 ) (b) = f 1 . 2. bila (a. Tunjukkan f (x) punya invers b. Misalkan f (x) = 0 a. di sini Df −1 = Rf = R dan Rf −1 = Df = (0. f (x) punya invers dan tentukan aturan f −1 (x). Terhadap grafik f −1 . tentukan (f −1 ) (A) Fungsi Exponen Asli Perhatikan kembali fungsi logaritma asli f (x) = ln x .

x > 0 Sifat-Sifat: • eaeb = ea+b dan ea eb dan ln(ex ) = y. Tentukan luas daerah yang dibatasi grafik y = e−x dan garis yang melalui titik (0. Tentukan Dx[e x] dan Dx[x2 ln x] 2. kita definisikan bilangan baru. e 3 √ Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Untuk mengamati sifat-sifat lanjut dari fungsi exponen. e = 2.Pada gambar di samping disajikan grafik fungsi y = exp x yang diperoleh dari pencerminan grafik y = ln x terhadap sumbu-y = x. y ∈ R = ea−b • Dx[ex] = ex sehingga eu du = eu + c Bukti: Misalkan y = ln x. 1 ).71828182845904 · · · Misalkan x ∈ R maka exp x = exp(x ln e) = exp(ln ex ) = ex. yaitu e yang bersifat ln e = 1 (lihat ilustrasi). maka x = ln y Dx [x] = Dx[ln y] 1 1= yy y =y y = ln x Soal-Soal 1. Dari sifat fungsi invers: eln x = x. 1) dan (1. Tentukan e−4x dx dan x2e−x dx 3.

a = 1.Fungsi Eksponen Umum Fungsi eksponen umum didefinisikan sebagai berikut: Misalkan a > 0 dan x ∈ R. Tunjukkan f (x) punya invers dan cari rumus untuk f −1(x). Dx[ax] = ax ln a 3. Tentukan (a) Dx [xx] 2. Misalkan a. Sifat: • loga x = Soal-Soal: 1. Tunjukkan lim(1 + h) h = e h→0 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . b > 0 dan x. y ∈ R • ax ay = ax+y • ax ay ax := ex ln a • (ab)x = ax bx • a b = ax−y = ax bx • (ax)y = axy 2. 4. Tentukan (a) x 2x dx 3. fungsi eksponen umum Sifat-Sifat: 1. 1 2 y = loga x ⇐⇒ x = ay • Dx[loga x] = 1 x ln a (c) Dx [(ln x2)2x+3] ln x ln a (b) Dx [(x2 + 1)sin x ] 4 (b) 1 5 x √ x √ dx a > 0. Misalkan f (x) = ax −1 ax +1 . ax dx = 1 x a +c ln a √ x 2 Contoh: (1) Tentukan Dx[3 ] Fungsi Logaritma Umum (2) Tentukan 1 2x x2 dx 3 Fungsi logaritma umum didefinisikan sebagai invers dari fungsi eksponen umum sebagai berikut: Misalkan a > 0 dan a = 1.

jadi ec = 4 · 109.0198·29 ≈ 7. Konstanta k dicari dari hasil sensus ditahun-tahun sebelumnya (jelaskan). menuju berapakah jumlah penduduk ? dengan demikian. 0198 (konstanta. penduduk dunia diperkirakan berjumlah 4 · 109 orang. Salah satu model pertumbuhan mengatakan laju pertambahan penduduk berbanding lurus dengan jumlah penduduk saat itu (wajarkah model ini ?). maka kita dapat memperkirakan jumlah penduduk setiap saat. 102837564.109 Diskusi: Bila t besar sekali (t −→ ∞). kita gunakan y(0) = 4 · 109 4 · 109 = ec e0.Masalah2 Pertumbuhan dan Peluluhan Eksponensial Pada tahun 1975. Misalkan t menyatakan waktu dalam tahun. y = 4 · 109 ekt Prakiraan jumlah penduduk pada tahun 2004 (t = 29) adalah: y = 4 · 109 e0. maka dy = ky dt k = 0. dengan t = 0 adalah tahun 1975 dan y adalah jumlah penduduk saat t. wajarkan model pertumbuhan di atas ? Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . Dengan menyelesaikan persamaan diferensial di atas. dy = k dt ⇐⇒ y dy = y k dt ⇐⇒ ln |y| = kt + c Karena y selalu poistif maka tanda mutlak bisa dihilangkan. hasil statistik). jadi ln y = kt + c ⇐⇒ y = ekt+c ⇐⇒ y = ec ekt Untuk mencari nilai c.

Berapa jumlahnya pada pk 17. jumlah individu menuju nilai ∞.: y = ky(L − y).5 halaman 403) Model Pertumbuhan Logistik (optional) Model pertumbuhan yang telah di bahas bukanlah model matematika yang ideal. Laju pembiakan bakteri adalah sebanding dengan jumlah bakteri saat itu. karena bila t membesar terus.00 adalah 10000. Model yang lebih baik adalah model logistik sbb. Edisi 5 Pasal 7. Bila pada saat awal terdapat 10 gram. k. Bila jumlah individu terlalu banyak sedangkan jumlah makanan terbatas tentunya yang mati akan banyak. (Jelaskan!).00 ? 2. Jumlah bakteri pada Pk 12. Gambar sebelah kiri untuk keadaan awal y < K.Soal-Soal: 1. L konstanta Dua grafik di bawah ini menjelaskan keadaan jumlah penduduk bila t membesar. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . sedangkan gambar sebelah kanan untuk keadaan awal y > K. Setelah 2 jam jumlahnya menjadi 40000. berapakan beratnya setelah 2000 tahun ? Tugas Mandiri: Pelajari model bunga majemuk (Purcell jilid 1 (terjemahan. Waktu paruhnya (waktu untuk mencapai setengah beratnya) adalah 5730 tahun. Akibat memancarkan sinar radioaktif. Hal ini tentunya tidak realistik. Karbon-14 meluluh (berkurang beratnya dengan laju sebanding dengan jumlah zat saat itu.

1] Rcos−1 = [0. Fungsi Invers Sinus x = sin−1 y ⇐⇒ y = sin x Dsin−1 = [−1. pembatasan daerah definisinya diambil yang berada disekitar x = 0. π] Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . π ] 2 2 dengan −π < x < 2 π 2 Fungsi Invers Cosinus x = cos−1 y ⇐⇒ y = cos x Dcos−1 = [−1. maka daerah definisinya dibatasi (pada bagian yang monoton murni saja). Supaya fungsi inversnya dapat didefinisikan.Fungsi Trigonometri Invers Fungsi-fungsi trigonometri bukanlah fungsi satu-satu. karena fungsi-fungsi trigonometri bersifat periodik. 1] dan Rsin−1 = [− π .

sin cos −1 x = √ √ 1 − x2 (buktikan!) b.) cos(cos−1(0.) sin−1 (sin(3π/2)) Fungsi Invers Tangens x = tan−1 y ⇐⇒ y = tan x Dtan−1 = R Rtan−1 = (−π/2.) sin−1 (− 1 ) 2 √ (c. π/2) Fungsi Invers Secan x = sec−1 y ⇐⇒ y = sec x Dsec−1 = (−∞. ∞) Rsec−1 = (0. cos sin−1 x = 1 − x2 √ −1 c. π) 2 2 1 Sifat: sec−1 y = cos−1 ( y ) Sifat-Sifat a. sec tan x = 1 + x2 √ − x2 − 1 −1 √ d. −1] ∪ [1.) cos−1 (− 1 ) 2 (e. 6)) (f.) sin−1( 2/2) (b.Contoh: Hitunglah √ (a. π ) ∪ ( π .) cos−1( 3/2) (d. tan sec x = + x2 − 1 x ≤ −1 x≥1 (buktikan!) Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

sumbu-x. Tentukan (a) 0 sin θ 1+cos2 θ dθ ex 1+e2x 3. Daerah yang dibatasi oleh y = 5(x2 + 1)− 2 . c. Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 . b. sumbu-y dan garis x = 4 diputar terhadap sumbu-x. Dx[cos−1 x] = − √ −1 < x < 1 2 1−x 1 c. Tentukan volumenya. Tentukan (a) Dx[sin−1(x3 + 2x)] π 2 (b) Dx[(sec−1 x2)2] dx 1 2. Dx[sin−1 x] = √ 1 − x2 1 b.Turunan Fungsi Trigonometri Invers: 1 −1 < x < 1 (buktikan!) a. Tentukan laju sudut elevasi antara pesawat dan orang tersebut pada saat jarak keduanya 3 km. sebuah pesawat bergerak horizontal dengan laju 600 km/jam. 4. Dx[sec−1 x] = |x| > 1 (buktikan!) |x| x2 − 1 Akibat: a. di atas seoarang pengamat. Dx[tan−1 x] = √ 1 + x2 1 √ d. 1 √ dx = sin−1 x + c 1 − x2 1 dx = tan−1 x + c 2 1+x 1 √ dx = sec−1 |x| + c x x2 − 1 Contoh-Contoh: 1. Pada ketinggian 2 km.

global di x = 0 cekung ke bawah di (−∞. 0) naik di (0. buktikanlah isi tabel berikut ini: sinh x daerah definisi R sifat fungsi ganjil turunan fungsi cosh x kemonotonan naik titik ekstrim kecekungan titik belok cosh x R genap sinh x turun di (−∞. cosh x = 3. sinh x = 2. 0) cekung ke atas cekung ke atas di (0. csch x = cosh x sinh x 1 cosh x 1 sinh x Dari definisi di atas. ∞) tidak ada min. sech x = 6. coth x = 5. tanh x = 1 x e − e−x 2 1 x e + e−x 2 sinh x cosh x 4. ∞) x=0 tidak ada Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .Fungsi-Fungsi Hiperbol dan Inversnya Fungsi hiperbol dibentuk dari berbagai kombinasi fungsi exponen sbb: 1.

Sifat-Sifat: • cosh2 x − sinh2 x = 1 • 1 − tanh2 x = sech 2x • 1 − coth2 x = −csch 2x • Dx[tanh x] = sech 2x • Dx[sech x] = −sech x tanh x Dx[coth x] = −csch 2x Dx[csch x] = −csch x coth x (b) tanh x dx Contoh: Tentukan (a) Dx[cosh2(3x − 1)] Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

tanh−1 x = 1 ln 2 d. sech −1 x = ln 1+x 1−x √ 1+ 1−x2 x x≥1 −1 < x < 1 0<x≤1 ey +e−y 2 Bukti b. cosh−1 x = ln(x + x2 − 1) c. sinh−1 x = ln(x + √ ⇐⇒ ⇐⇒ ⇐⇒ ⇐⇒ y y y y = sinh x = cosh x = tanh x = sech x x≥0 x≥0 x2 + 1) √ b.Invers Fungsi Hiperbol x = sinh−1 y x = cosh−1 y x = tanh−1 y x = sech −1 y Sifat-Sifat: a. y = cosh−1 x ⇐⇒ x = cosh y = (ey )2 − 2xey + 1 = 0 √ ey = x ± x2 − 1 √ y = ln x ± x2 − 1 √ y = ln x + x2 − 1 y≥0 (karena y ≥ 0) ♠ Turunan Fungsi Invers Hiperbol Dx[sinh−1 x] = Dx[cosh−1 x] = Dx[tanh−1 x] = Dx[sech −1 x] = √ 1 x2 +1 √ 1 x2 −1 1 1−x2 √−1 x 1−x2 x>1 −1 < x < 1 0<x<1 Warsoma Djohan & Wono Setya Budhi / MA-ITB / 2008 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful