Anda di halaman 1dari 44

Abstrak Kosmetik adalah bahan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia untuk membersihkan,

melindungi atau memelihara tubuh. Berdasarkan bahan dasarnya, kosmetik dibagi menjadi dua kategori yaitu kosmetik sintetis dan kosmetik tradisional. Dimana pada masing-masing kategori memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun dalam hal ini kosmetik tradisional terbukti lebih unggul jika dibandingkan dengan kosmetik sintetis. Indonesia sendiri secara turun temurun telah memiliki budaya perawatan tubuh secara tradisional. Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu untuk mengembangkan kembali penggunaan kosmetik perawatan tubuh tradisional sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada beberapa point yang akan menjadi pembahasan dalam makalah ini yaitu dari segi ekonomi dan keamanan penggunaan. Dari hasil diskusi dan studi referensi dapat disimpulkan bahwa didapatkan berbagai keunggulan dalam kosmetik perawatan tubuh tradisional sehingga dengan potensi tersebut perlu dilakukan sosialisasi terhadap masyarakat tentang manfaat pemakaian kosmetik perawatan tubuh tradisional Indonesia yang didukung peran serta pemerintah berdasar pengalaman riset yang menunjang. Kata kunci : kosmetik, kosmetik perawatan tubuh tradisional, kosmetik perawatan tubuh sintetik.

1 |kosmetik dan budaya

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada zaman dahulu kosmetik digunakan sebagai bahan untuk keperluan upacara keagamaan, misalnya wangi-wangian pada setiap ritual upacara keagamaan. Selain itu kosmetik juga digunakan untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari ketika para perempuan harus keluar rumah di siang hari untuk bekerja membantu di sawah dan ladang atau ketika mereka harus mengumpulkan bahan-bahan makanan. Namun pada zaman sekarang ini kosmetik telah bergeser penggunaannya bukan hanya sebagai pelindung kulit dari sengatan sinar matahari melainkan juga sebagai alat untuk mempercantik diri dan sebagai alat untuk memperjelas status sosial. Anggapan bahwa kosmetik sebagai penunjuk status sosial membuat para wanita berlomba-lomba untuk membeli produk kosmetik yang mahal dan melakukan perawatan kecantikan di tempat-tempat perawatan kecantikan berkelas. Fenomena ini tentunya tidak bagus karena akan menanamkan budaya konsumtif dan budaya konsumtif di masyarakat, khususnya di kalangan para perempuan. Banyak masyarakat kita sangat mudah terhipnotis oleh iklan produk kecantikan modern yang menjanjikan dapat memutihkan kulit dalam waktu singkat. Iklan tersebut membuat para konsumen lupa untuk memperhatikan kandungan yang terdapat dalam kosmetik-kosmetik tersebut. Padahal tak jarang kosmetik-kosmetik tersebut mengandung zatzat dan bahan kimia berbahaya seperti merkuri, raksa, dan pewarna-pewarna sintetis yang mana bahanbahan tersebut dapat menyebabkan iritasi, alergi, dan kanker kulit. Dengan banyaknya efek-efek merugikan yang dapat ditimbulkan oleh produk-produk kosmetik sintetis modern, sehingga mulai dikembangkan dan diberdayakan kembali penggunaan kosmetik-kosmetik tradisional khas Indonesia. Indonesia sendiri secara turun temurun telah memiliki budaya perawatan tubuh secara tradisional dengan menggunakan bahan-bahan alami yang terbukti dapat meningkatkan dan

2 |kosmetik dan budaya

menjaga kecantikan alami perempuan Indonesia. Hal tersebut merupakan potensi yang besar jika dapat dikelola secara optimal. Kosmetik perawatan tubuh tradisional dinilai lebih aman karena bahan-bahan yang digunakan berasal dari alam. Dengan membuat kosmetik tradisional juga dapat menambah penghasilan bila produk tersebut dikemas dengan baik dan menarik. Selain itu dengan adanya pemakaian produk kosmetik perawatan tubuh tradisional Indonesia dapat dibudayakan hidup hemat sehingga mampu mengurangi budaya konsumtif di kalangan para perempuan. Dengan adanya makalah ini diharapkan kosmetik perawatan tubuh tradisional khas Indonesia dapat digunakan kembali oleh masyarakat sebagai upaya pelestarian kebudayaan Indonesia dan upaya untuk membudayakan hidup hemat, efisien, efektif dan aplikatif. Konsep penggunaan kosmetik perawatan tubuh tradisional ini dapat diterapkan oleh seluruh kalangan masyarakat Indonesia, khususnya perempuan Indonesia. 1.2 Tujuan Mengenalkan kepada masyarakat kosmetik perawatan tubuh dengan teknologi tradisional Indonesia sebagai produk alternatif perawatan tubuh yang aman, terjangkau dan aplikatif sehingga patut dikembangkan. 1.3 Masalah Apakah produk kosmetik perawatan tubuh dengan teknologi tradisional Indonesia patut untuk dikembangkan kembali oleh masyarakat sebagai alternatif perawatan tubuh yang aman, terjangkau dan aplikatif?

3 |kosmetik dan budaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Kosmetik Sediaan/ paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir &organ kelamin luar), gigi dan rongga mulut untuk : membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampilan, melindungi supaya dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan penyakit (SK MENKES no 140/1991) Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik (PERMENKES RI NO 1176/MENKES/PERNIII/201 0).
2.2 Tujuan Kosmetik

2.2.1 Tujuan kosmetik zaman dahulu, yaitu : 2.2.1.1 Melindungi tubuh dari alam. Tujuan dari penggunaan kosmetik ini untuk melindungi tubuh terhadap pengaruh suhu dan hewan-hewan berbahaya. Suhu lingkungan pada siang hari yang sangat panas dari paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar namun pada malam hari suhu lingkungan berubah drastis menjadi sangat dingin yang kemudian dapat menyebabkan kulit mengalami kekeringan. Selain itu karena gigitan nyamuk dan serangga dapat menyebabkan kulit teriritasi. 2.2.1.2 Dalam rangka tujuan religious. Bau dari kayu tertentu misalnya cendana dipercaya dapat mengusir mahluk halus. 2.2.2 Tujuan kosmetik zaman kini, yaitu : 2.2.2.1 Personal hygiene.

4 |kosmetik dan budaya

2.2.2.2 Meningkatkan daya tarik-make up. 2.2.2.3 Meningkatkan kepercayaan diri & ketenangan. 2.2.2.4 Melindungi kulit-rambut- dari UV yg merusak, polutan dan faktor lingkungan lain. 2.2.2.5 Menghindari penuaan. 2.3 Sejarah Kosmetik Masyarakat di Indonesia sejak jaman dahulu kala sudah mengenal perawatan tubuh untuk mempertahankan kondisi kesehatan tubuh dan meningkatkan kualitas kesehatan dengan cara yang sangat sederhana. Perkembangan perawatan tersebut sejalan dengan perkembangan tradisi budaya dan ilmu pengetahuan masyarakat tersebut. Perawatan-perawatan tersebut diwariskan secara turun temurun sehingga sampai pada generasi sekarang yang kita kenal sebagai perawatan tradisional. Perawatan tradisional di Indonesia bersifat holistik /menyeluruh artinya perawatan tubuh yang memperhatikan keseimbangan jiwa raga dan sukma. Nenek moyang kita telah mengajarkan bahwa kita harus selalu berusaha untuk meningkatkan corak dan kualitas baik sebagai makhluk pribadi, individu maupun sebagai makhluk sosial yang harus dikembangkan secara selaras, seimbang, dan serasi agar menjadi seorang manusia yang utuh. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha perawatan tubuh yang tidak hanya terbatas pada fisik saja, namun jiwa , spiritual, dan sosial. Salah satu bukti sejarah sebagai cikal bakal perawatan tubuh Spa secara fisik bisa kita lihat melalui relief Candi Borobudur yang didirikan pada tahun 824. Suatu relief dari candi tersebut menggambarkan kehidupan Budha, dimana mempersiapkan mandi di kolam yang dipenuhi bunga-bunga serta berbagai macam ekstrak tumbuh-tumbuhan. Pada relief yang lain menunjukkan tubuh ratu Maya, tangan dan kaki sedang dipijat oleh para dayang-dayangnya. Dari zaman ke zaman, pandangan tentang kesempurnaan perempuan berjalan sesuai perkembangan nilai-nilai dan pandangan. Dari zaman ke zaman, pandangan tentang kesempurnaan perempuan berjalan sesuai perkembangan nilai-nilai dan pandangan masyarakat serta lingkungan etnik, kebudayaan dan geografinya. Kecantikan pada dasarnya tidak saja dari sesuatu yang indah dari

5 |kosmetik dan budaya

luar, namun dibentuk juga oleh berbagai perubahan gaya hidup, konsep dan citra kecantikan itu sendiri. Masyarakat Jawa, misalnya, memandang kecantikan sebagai Rupasampat lahiriah dan batiniah. Trend citra kecantikan ABAD 19 1950s Perawatan kecantikan secara tradisional Perawatan kecantikan ala Barat ABAD 20 1970s Perawatan kecantikan secara natural Kembalike alam Kuno, mistik, irasional, tidakpraktis,tidakilmiah Cantik secara fisik Kecantikan holistik ABAD 21 Konsep perawatan kecantikan ala Timur Wahyabiantara, yaitu keseimbangan antara kecantikan

Cantik dengan bahan natural

Evolusi Tren Kosmetik < 1970s Kebaratan, kimia Empirical, Hope & Dream 1970s Natural Back to nature Back to basic
2.4 Macam-macam Kosmetik 2.4.1 Perawatan Rambut 2.4.1.1

ABAD 20 1980s Bioteknologi

1990s Kosmesitikal Drug

ABAD 21 2000s Organik, ketimuran dan holistik Green, Holistic & Spa

Proof & Safe

LikeAromatherap y

Pelembab Rambut

Fungsi umum : 1. Melembabkan rambut, biasanya dengan penambahan protein amino esensial. 2. Dapat pula dipakai untuk mengeringkan rambut.
6 |kosmetik dan budaya

3. Mencegah rambut kering dan patah. Berdasarkan teknologi yang digunakan, dapat dibedakan menjadi : 2.4.1.1.1 Pelembab Rambut Sintetis

Kelebihan : 1. Praktis, mudah digunakan dengan kemasan yang aman dibawa kemana saja. 2. Efek dapat dirasakan secara optimal dalam waktu yang instan. 3. Dapat melembabkan rambut dengan penambahan protein amino esensial. 4. Dapat pula dipakai untuk mengeringkan rambut. Kekurangan : 1. Harga yang kurang terjangkau, biasanya lebih mahal daripada harga samponya. 2. Kandungan kimia di dalamnya yang dikhawatirkan memberi efek buruk jika digunakan dalam jangka panjang. 2.4.1.1.2 Pelembab Rambut Tradisional

Kelebihan : 1. Mudah dibuat sendiri karena cara dan bahan yang sangat sederhana. 2. Bahan-bahannya alami, sehingga efek samping hampir tidak ada. 3. Kemungkinan kegagalannya hampir tidak ada. 4. Terjangkau, karena berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar. 5. Digunakan secara turun temurun sehingga terbukti khasiatnya.

7 |kosmetik dan budaya

Kekurangan : 1. Harus sabar, rutin dan terampil dalam pemakaian karena biasanya efeknya baru bisa didapat setelah beberapa kali pemakaian. 2. Bau kurang sedap (lengur) dari bahan-bahannya kurang nyaman, sehingga perlu mencuci rambut dengan sampo setelah proses perawatan. 3. Penggunaan alat-alat sederhana dalam pembuatannya sehingga jumlah produk menjadi kurang efektif dan efisien. Berikut merupakan beberapa contoh pelembab rambut tradisional : Pelembab Rambut Minyak Kemiri Bahan : Kemiri secukupnya. Cara pembuatan : 1. Kemiri disangrai (digoreng tanpa menggunakan minyak goreng) sampai didapatkan minyak kemiri yang keluar saat proses pesangraian. 2. Minyak kemiri yang didapatkan disimpan dalam wadah, diinapkan sampai satu malam agar kotoran-kotorannya mengendap. 3. Setelah diinapkan, ambil cairan bening yang terdapat di bagian atas minyak kemiri, pindahkan ke wadah lain. 4. Oleskan minyak kemiri tersebut pada masing-masing belahan rambut hingga rata sambil dipijat-pijat agar cepat meresap. Kemudian bungkus rambut dengan handuk hangat, tunggu beberapa saat lalu cuci rambut untuk menghilangkan baunya. Pelembab Rambut Santan Bahan : Santan secukupnya. Cara pembuatan : 1. Peras kelapa untuk mengambil santannya. Santan perasan pertama (kani) yang merupakan cairan kental diambil untuk melembabkan rambut.

8 |kosmetik dan budaya

2. Oleskan santan perasan pertama tersebut pada masing-masing belahan rambut hingga rata sambil dipijat-pijat agar cepat meresap. Kemudian bungkus rambut dengan handuk hangat, tunggu beberapa saat lalu cuci rambut untuk menghilangkan baunya. Pelembab Rambut Alpokat Bahan : Alpokat secukupnya. Cara pembuatan : 1. Alpukat dicacah atau dihancurkan (tanpa ditambah air) sampai halus. 2. Oleskan alpukat yang telah dihaluskan tersebut pada masing-masing belahan rambut hingga rata sambil dipijat-pijat agar cepat meresap. Kemudian bungkus rambut dengan handuk hangat, tunggu beberapa saat lalu cuci rambut untuk menghilangkan baunya. 2.4.1.2 Penghitam rambut Fungsi umum : 1. Menghitamkan rambut. 2. Menutupi uban pada rambut. Berdasarkan teknologi pembuatan, penghitam rambut dapat dibedakan menjadi : 2.4.1.2.1 Penghitam Rambut Sintetis

Kelebihan : 1. Efek dapat dirasakan secara instan. 2. Praktis, kemasan aman. Kekurangan :

9 |kosmetik dan budaya

1. Pada orang tertentu yang memiliki rambut sensitif, reaksi alergi langsung dirasakan dengan adanya rasa nyeri, gatal, meradang kemerahan pada daerah sekitar kulit kepala. 2. Harus dilakukan oleh professional (orang yang ahli dalam bidang penghitaman rambut ini) 3. Dalam proses pemakaiannya harus menggunakan sarung tangan, itu mengindikasikan adanya bahan kimia yang keras di dalamnya. 4. Menimbulkan efek ketagihan dan ketergantungan karena efek yang tidak permanen sehingga setelah rambut kembali memutih cenderung ingin kembali menghitamkan rambutnya. 5. Mengakibatkan budaya konsumtif. 6. Harga perawatan penghitaman rambut yang mahal karena harus dilakukan secara kontinu. 7. Pada penghitam rambut yang beredar di pasaran dengan harga yang murah, bisa mengindikasikan adanya campuran yang kurang tepat di dalamnya seperti campuran yang digunakan untuk pewarna tembok. 8. Jika dilakukan secara kontinu, secara bertahap rambut akan mengalami kerusakan seperti bercabang, pecah-pecah, dan berubah warna menjadi kemerah-merahan. 2.4.1.2.2 Penghitam Rambut Tradisional

Kelebihan : 1. Mudah dibuat sendiri karena cara dan bahan yang sangat sederhana. 2. Bahan-bahannya alami, sehingga efek samping hampir tidak ada. 3. Kemungkinan kegagalannya hampir tidak ada. 4. Terjangkau, karena berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar. 5. Telah digunakan secara turun temurun sehingga terbukti khasiatnya.

10 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Kekurangan : 1. Harus sabar, rutin dan terampil dalam pemakaian karena biasanya efeknya baru bisa didapat setelah beberapa kali pemakaian. 2. Bau kurang sedap (lengur) dari bahan-bahannya kurang nyaman, sehingga perlu mencuci rambut dengan sampo setelah proses perawatan. 3. Penggunaan alat-alat sederhana dalam pembuatannya sehingga jumlah produk menjadi kurang efektif dan efisien. Berikut merupakan contoh penghitam rambut tradisional : Penghitam Rambut Pepaya Bahan : 1. Biji pepaya 2. Minyak kelapa Cara Pembuatan : 1. Sangrai biji pepaya hingga kering lalu tumbuk hingga halus. 2. Campur tumbukan biji pepaya tersebut dengan minyak kelapa, lalu aduk sampai rata. 3. Oleskan ke seluruh rambut hingga merata, pijat kulit kepala agar meresap lalu biarkan selama 1- 2 jam setelah itu baru keramas sampai bersih. Lakukanlah tiap seminggu sekali agar rambut menjadi hitam dan menarik. Biji pepaya mengandung glucoside cacirin dan karparin yang bermanfaat untuk menghitamkan rambut. Penghitam Rambut Minyak Kemiri Bahan : Kemiri secukupnya. Cara pembuatan : 1. Kemiri disangrai (digoreng tanpa menggunakan minyak goreng) sampai didapatkan minyak kemiri yang keluar saat proses pesangraian.

11 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

2. Oleskan minyak kemiri tersebut ke seluruh belahan rambut hingga merata, pijat-pijat (massage) kulit kepala hingga meresap, lalu biarkan beberapa jam setelah itu cuci rambut sampai bersih. 2.4.1.3 Penyubur Rambut dan Anti Rontok Fungsi Umum : 1. Membuat rambut tumbuh lebih lebat. 2. Memperkuat rambut. 3. Mengatasi dan mencegah kerontokan rambut. Berdasarkan menjadi : 2.4.1.3.1 Penyubur Rambut dan Anti Rontok Sintetis Kelebihan : 1. Efek dapat dirasakan secara instan. 2. Praktis, kemasan aman. Kekurangan : 1. Pada orang tertentu yang memiliki rambut sensitif, reaksi alergi langsung dirasakan dengan adanya rasa nyeri, gatal, meradang kemerahan pada daerah sekitar kulit kepala serta rambut menjadi poros (berubah warna menjadi kemerah-merahan). 2. Harus dilakukan oleh professional (orang yang ahli dalam bidang penghitaman rambut ini) 3. Dalam proses pemakaiannya harus menggunakan sarung tangan, itu mengindikasikan adanya bahan kimia yang keras di dalamnya. 4. Menimbulkan efek ketagihan dan ketergantungan karena efek yang dihasilkan tidak permanen. 5. Mengakibatkan budaya konsumtif. 6. Harga perawatan penghitaman rambut yang mahal karena harus dilakukan secara kontinu. teknologi pembuatannya, dapat dibedakan

12 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

7. Jika dilakukan secara kontinu, secara bertahap rambut akan mengalami kerusakan seperti bercabang, pecah-pecah, dan berubah warna menjadi kemerah-merahan. 2.4.1.3.2 Penyubur Rambut dan Anti Rontok Tradisional

Kelebihan : 1. Mudah dibuat sendiri karena cara dan bahan pembuatan yang sangat sederhana. 2. Bahan-bahannya alami, sehingga efek samping hampir tidak ada. 3. Kemungkinan kegagalannya hampir tidak ada. 4. Terjangkau, karena berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar. 5. Telah digunakan secara turun temurun sehingga terbukti khasiatnya. Kekurangan : 1. Harus sabar, rutin dan terampil dalam pemakaian karena biasanya efeknya baru bisa didapat setelah beberapa kali pemakaian. 2. Bau kurang sedap (lengur) dari bahan-bahannya kurang nyaman, sehingga perlu mencuci rambut dengan sampo setelah proses perawatan. 3. Penggunaan alat-alat sederhana dalam pembuatannya sehingga jumlah produk menjadi kurang efektif dan efisien. Berikut contoh beberapa penyubur rambut dan anti rontok tradisional : Penyubur Rambut Lidah Buaya Bahan : Lidah buaya sepanjang 5 cm. Cara pembuatan :

13 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

1. Oles lendir lidah buaya ke rambut dengan memiijat-mijat agar cairannya meresap ke pori pori dan akar rambut. Bungkus rambut dengan handuk hangat. 2. Biarkan selama 1 jam, lalu keramas seperti biasa. Lakukan 3 bulan berturut turut, seminggu 3 kali. Penguat Rambut Minyak Kemiri Bahan : Kemiri secukupnya. Cara pembuatan : 1. Kemiri disangrai (digoreng tanpa menggunakan minyak goreng) sampai didapatkan minyak kemiri yang keluar saat proses pesangraian. 3. Oleskan minyak kemiri tersebut ke seluruh belahan rambut hingga merata, pijat-pijat (massage) kulit kepala hingga meresap, lalu biarkan beberapa jam setelah itu cuci rambut sampai bersih. 2.4.1.4 Pelurus Rambut (Rebonding) Fungsi Umum : Mengubah rambut yang sebelumnya keriting menjadi lurus. Berdasarkan teknologi pembuatannya, pelurus rambut dapat dibedakan menjadi: 2.4.1.4.1 Pelurus Rambut Sintetis

Kelebihan : 1. Efek dapat dirasakan secara instan. 2. Praktis, kemasan aman. Kekurangan : 1. Pada orang tertentu yang memiliki rambut sensitif, reaksi alergi langsung dirasakan dengan adanya rasa nyeri, gatal, meradang kemerahan pada daerah

14 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

sekitar kulit kepala serta rambut menjadi poros (berubah warna menjadi kemerah-merahan). 2. Harus dilakukan oleh professional (orang yang ahli dalam bidang penghitaman rambut ini) 3. Dalam proses pemakaiannya harus menggunakan sarung tangan, itu mengindikasikan adanya bahan kimia yang keras di dalamnya. 4. Menimbulkan efek ketagihan dan ketergantungan karena efek yang tidak permanen sehingga setelah rambut kembali menjadi keriting cenderung ingin kembali meluruskan rambutnya. 5. Mengakibatkan budaya konsumtif. 6. Harga perawatan penghitaman rambut yang mahal karena harus dilakukan secara kontinu. 7. Jika dilakukan secara kontinu, secara bertahap rambut akan mengalami kerusakan seperti bercabang, pecah-pecah, dan berubah warna menjadi kemerah-merahan. 8. Jika penanganan tidak tepat guna (over processing) akan menimbulkan dampak yang buruk, seperti rambut akan mengalami kerusakan dengan tanda berubahnya rambut menjadi keriting kecil-kecil yang kaku. 2.4.1.4.2 Pelurus Rambut Tradisional Kelebihan : 1. Mudah dibuat sendiri karena cara dan bahan pembuatan yang sangat sederhana. 2. Bahan-bahannya alami, sehingga efek samping hampir tidak ada. 3. Kemungkinan kegagalannya hampir tidak ada. 4. Terjangkau, karena berasal dari bahan-bahan yang mudah didapatkan dari lingkungan sekitar. 5. Telah digunakan secara turun temurun sehingga terbukti khasiatnya.

Kekurangan :

15 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

1. Harus sabar, rutin dan terampil dalam pemakaian karena biasanya efeknya baru bisa didapat setelah beberapa kali pemakaian. 2. Bau kurang sedap (lengur) dari bahan-bahannya kurang nyaman, sehingga perlu mencuci rambut dengan sampo setelah proses perawatan. 3. Penggunaan alat-alat sederhana dalam pembuatannya sehingga jumlah produk menjadi kurang efektif dan efisien. Berikut contoh beberapa pelurus rambut tradisional : Pelurus Rambut Seledri Bahan : Daun seledri segar Cara pembuatan : 1. Daun di tumbuk hingga hancur lalu diberi sedikit air 2. Peras untuk mengambil sarinya, masukkan dalam botol inapkan hingga semalam. 3. Pagi harinya gunakan sebagai creambath dengan cara di pijat pijat hingga merata dari rambut sampai kulit kepala. 4. Tunggu beberapa saat lalu keramas dengan sampo yang cocok. Lakukan setiap hari sampai kelihatan hasilnya minimal satu minggu karena lamanya tergantung kualitas ikal rambut masing masing orang. 2.4.1.5 Makanan Penutrisi Rambut Berikut ini 10 jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi untuk memperoleh rambut sehat dan indah: 1. Salmon 2. Sayuran Hijau 3. Biji-bijian 4. Kacang-kacangan 5. Unggas 6. Telur 7. Bijian Utuh : 4 lembar.

16 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

8. Tiram 9. Produk Susu Rendah Lemak 10. Wortel 2.4.2 Perawatan Wajah 2.4.2.1 Bedak Fungsi umum : 1. Merupakan lapisan tipis pelindung kulit wajah dari radiasi, sengatan matahari, debu dan kotoran dari udara. 2. Sebagai riasan terakhir dan terluar make-up wajah. Macam-macam bedak berdasarkan teknologi pembuatannya : 2.4.2.1.1 Bedak Sintetis

Kelebihan : 1. Melindungi kulit dari kotoran yang bisa masuk ke pori-pori kulit wajah. 2. Membuat wajah tampak lebih cerah. 3. Sebagai tambahan hiasan pada make up. 4. Praktis dibawa kemana saja dengan kemasan yang aman. Kekurangan: 1. Bisa menimbulkan iritasi pada kuliit yang alergi atau tidak cocok dengan jenis bedak. 2. Ada beberapa jenis bedak yang memiliki harga relatif mahal. 3. Bila penggunaan dan pembersihannya kurang tepat dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan masalah baru seperti jerawat. Jenis-jenis bedak sintetis : 1. Loose Powder
17 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Dikenal sebagai bedak tabur, dalam bentuk bubuk yang halus. Biasanya dipakai setelah memoleskan alas bedak (foundation). Penggunaannya kurang praktis karena serbuknya seringkali berjatuhan dan mengotori baju. Maksimal penggunaan dua tahun. 2. Compact Powder Bentuknya sangat padat, digunakan setelah pemakaian alas bedak. Bentuknya beragam, tidak mudah tumpah hingga praktis dibawa kemanapun. Bisa dipakai hingga 15 bulan. 3. Shimmering Powder Bentuknya bubuk, berwarna, dan berglitter. Digunakan sebagai sentuhan akhir setelah merias wajah dan tersedia dalam aneka warna, dapat disesuaikan dengan tema tata rias. Penggunaan maksimal 15 bulan. 4. Meteorite Powder Bentuknya bulat kecil berwarna-warni. Digunakan setelah bermake-up, sebagai sentuhan akhir. Sebaiknya digunakan dengan kuas besar. Sapukan ke seluruh wajah. Harganya cenderung mahal dan hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. 5. Two way cake Powder Bentuknya mirip compact powder, namun memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai bedak sekaligus foundation. Digunakan setelah memakai pelembab dengan spons kering bila ingin dipakai sebagai bedak biasa, dan menggunakan spons basah jika ingin dipakai sebagai foundation. Masa pemakaian 1 tahun. 2.4.2.1.1 Bedak Tradisional

Kelebihan : 1. Berasal dari bahan-bahan alami sehingga aman digunakan. 2. Cenderung cocok untuk digunakan segala jenis kulit, tidak mengiritasi kulit.

18 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

3. Dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga terasa lebih terjangkau. 4. Mengandung pH atau keasaman tepung beras yang relatif netral, sehingga tidak menimbulkan alergi pada kulit wajah yang sensitive. Kekurangan : 1. Pembuatan bedak tradisional baik bedak dingin maupun bedak tabur dengan cara dan alat sederhana menghasilkan produk dengan jumlah terbatas, perlu diadakan modernisasi berbasis bahan alam sehingga produk yang dihasilkan lebih efektif dan efisien. 2. Respon masyarakat jaman sekarang yang kurang mau menggunakan bedak tradisional sehingga produk susah dipasarkan, tidak sedikit yang mengalami kerugian karena tidak imbangnya antara pengeluaran bahan baku dengan hasil penjualan. Cara pembuatan : Secara umum : 1. Mencampur beras dengan bahan lain sebagai campuran racikan. 2. Bedak yang telah diracik sebelumnya lalu ditambahkan dengan sedikit air. 3. Dibanting-banting seperti bakal kue, kemudian dibuat bulat kecil-kecil seperti telur cicak. Berikut ini contoh bedak tradisional yang ada di masyarakat : Bedak Jerawat Bahan : 1. Tepung beras 3. Kayu manis 4. Kayu mesoyi 5. Klabet 6. Kencur 7. Buah pinang : 1/4 liter : 1/4 ons : 1/4 ons : 1 sendok teh : 1/4 ons : 2 buah 2. Tepung pati bengkoang : 2 ons

19 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

8. Adas Cara pembuatan :

: 1 sendok teh

1. Beras dicuci bersih dan direndam selama kurang lebih 12 jam. 2. Disaring dan dibersihkan supaya baunya hilang. 3. Tutup dengan daun pisang selama 1 jam, agar berasnya kesat, kemudian ditumbuk dan diayak agar mendapatkan tepung yang halus, kemudian dicampur dengan tepung pati bengkoang 4. Kayu manis, kayu mesoyi dan klabet digoreng sampai matang, 5. Kencur di kupas kulitnya, diiris kecil-kecil, dicuci dan dijemur, 6. Buah pinang dikupas diambil daging bijinya dijemur sampai kering, kemudian digoreng sangan, lalu bahan-bahan itu ditumbuk atau digiling/ diselep agar menjadi tepung ramuan, kemudian diayak ambil yang paling halus. 7. Langkah terakhir campurkan semua bahan, dan bedak siap dipakai untuk obat jerawat tradisional. 2.4.2.2 Masker Fungsi umum : 1. Membantu merawat kulit wajah menjadi lebih halus dan cerah. 2. Membantu dark-spots pada wajah terlihat lebih pudar serta perlindungan terhadap timbulnya dark-spot yang baru. 3. Mengurangi kerusakan kulit akibat radikal bebas. 4. Merangsang sintetis dari kolagen 5. Melembabkan dan menyehatkan kulit. 6. Mencegahan penuaan Macam-macam masker berdasarkan teknologi pembuatannya : 2.4.2.2.1 Masker Sintetis

Kelebihan :
20 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

1. Efek dapat dirasakan secara instan. 2. Digunakan pada saat istirahat sehingga tidak mengganggu aktifitas. Kekurangan : 1. Kebanyakan produk harus disimpan terlebih dahulu di dalam lemari es sebelum digunakan. 2. Harus rutin dan ulet dalam pemakaian masker. 3. Membutuhkan waktu yang lama dalam pemakaian produk. 4. Harga yang kurang terjangkau, sekitar 10.000 per pack. 2.4.2.2.2 Masker Tradisional

Kelebihan : 1. Sudah digunakan secara turun temurun sehingga terbukti aman digunakan. 2. Cenderung cocok digunakan untuk segala jenis kulit karena tidak ada efek samping dan jarang menimbulkan alergi. 3. Dapat dibuat sendiri di rumah dengan bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga lebih murah. Kekurangan : Pembuatan dengan cara dan alat yang sederhana menghasilkan output produk dalam jumlah yang kurang efektif dan efisien sehingga perlu dimodernisasikan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Berikut ini beberapa contoh masker tradisional : Masker dari buah dan sayuran Masker Bengkuang Bahan : Bengkuang 1 buah
21 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Cara pembuatan : 1. Bengkuang dikupas kulitnya, cuci bersih. 2. Parut bengkuang hingga kira-kira cukup untuk menutupi area wajah. 3. Oleskan ke wajah, tunggu hingga meresap. Setelah itu, basuh dengan air hangat. Lakukan secara rutin. Masker wortel Bahan : 1. Wortel besar 2. Madu Cara pembuatan : 1. Masak wortel lalu lumatkan hingga halus. 2. Campurkan wortel yang telah halus dengan madu. 3. Aplikasikan masker wortel pada wajah selama 10 menit lalu bilas dengan air dingin. Tanaman akar-akaran asal Afganistan ini mengandung vitamin A, C, folacin dan potasium yang melembabkan dan memperbaiki jaringan kulit sekaligus melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari dan mengencangkan kulit. Pupur (Gorontalo) Bahan : Oryza sativa (beras) Curcuma heyneana root extract Foenigiaeci semen Santalum album (sandalwood) extract Murraya exotica leaf extract : 2-3 buah : 4 1/2 sendok makan.

Cara pembuatan : 1. Semua bahan dicampurkan lalu dihaluskan sampai menjadi bubuk bedak.

22 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

2. Jika ingin digunakan, tambahkan air dingin secukupnya sampai menjadi leburan masker. Bedak dingin Pengertian : Bedak dingin adalah bedak tradisional dibuat dari beras dengan campuran potongan bunga mawar, melati kenanga, sedap malam, cempaka, dan irisan daun pandan. Manfaat : 1. Mendinginkan kulit wajah yang terkena terik matahari 2. Menghaluskan kulit wajah 3. Menipiskan noda-noda atau flek. Contoh beberapa racikan bedak dingin dari berbagai daerah dan kebudayaan di Indonesia: Bedak Dingin Beras Bahan : 1. Beras. 2. Rempah-rempah. Seperti: Usa (bentuknya seperti sarai untuk pengharum bedak beras), bunga melati, daun jambu, daun teh, daun marasio, daun simudo, daun kencur, bunga rampai, dan minyak putri duyung. Cara pembuatan : 1. Beras direndam dengan air selama satu hari, lalu tumbuk sampai halus. 2. Setelah beras halus, lalu dicampur dengan rempah-rempah. 3. Semuanya kembali ditumbuk halus dengan lesung. 4. Kemudian diayak (disaring) untuk memisahkan ampas rempah-rempah tadi. Maka hasilnya akan berbentuk tepung halus. 5. Campur tepung halus tadi dengan air sambil diaduk lalu bentuklah menjadi kecil seukuran kelereng yang di tengahnya ditekan hingga pipih.

23 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

6. Jemur hingga bedak beras kering. Untuk pemakaiannya leburkan dahulu dengan air, lalu oleskan merata pada kulit wajah. Bedak Dingin Bengkuang Bahan : 1. Bengkuang 2. Air 3. Tepung beras 4. Bahan pewangi berupa : bunga mawar 5 kuntum, bunga kenanga 5 kuntum, daun pandan 10 lembar ,bunga melati setengah genggam, bunga cempaka setengah genggam, dan bunga sedap malam setengah genggam. Alat : 1. Parutan 2. Kain saring 3. Wadah 4. Tempat penjemur Cara pembuatan : 1. Pembuatan Pasta Pati Bengkuang a. Pemarutan. Bengkuang dikupas, kemudian dicuci dan diparut, 1 parutan disebut dengan bubur bengkuang. b. Ekstraksi pati. Bubur bengkuang diencerkan dengan menambah air. Setiap 1 liter parutan ditambah dengan 1 liter air. Bubur encer diaduk-aduk kemudian disaring dengan kain saring. Pati bengkuang bersama cairan akan lolos, sedangkan serat kasar dan bahan-bahan kasar akan tertahan pada kain saring. Cairan yang lolos tersebut didiamkan selama 4~5 jam sehingga patinya mengendap sebagai lapisan pasta. Endapan pati tersebut disebut dengan pasta pati Dilapisan pasta terdapat air yang agak jernih. Lapisan pasta pati diambil dengan membuang air yang berada di atasnya. 2. Pembuatan Tepung Beras Basah

24 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Beras dicuci sampai bersih, kemudian direndam di dalam air semalaman. Perendaman dapat juga dilakukan sampai 2 malam sehingga rendaman agak berbau asam. Setelah itu air perendam dibuang,berasnya ditiriskan sampai beras agak kering. Setelah itu beras ditumbuk atau digiling sampai halus. Hasilnya disebut dengan tepung beras basah. 3. Pembuatan Bedak Basah Pembuatan bedak basah. Pasta pati bengkuang dicampur dengan tepung beras basah. Setiap 1 kg pasta pati bengkuang dicampur dengan 1 kg tepung beras basah Campuran ini diaduk-aduk sampai rata. Setelah itu dibentuk menjadi bualatan sebesar kelereng bulatan tersebut kemudian dipipihkan dengan jari tangan. Bulatan pipih ini disebut dengan bedak basah. 4. Pembuatan Campuran Pengharum Bunga mawar dipreteli dengan melepaskan kelopaknya. Sedangkan bunga kenanga dan daun pandan diiris-iris. Potongan bunga mawar, irisan bunga kenanga, irisan daun pandan bunga melati, bunga cempaka dan bunga sedap malam dicampur dan diaduk sampai rata. Campuran ini disebut pengharum. Setiap 1 kg bedak basah memerlukan bunga mawar 5 kuntum, bunga kenanga 5 kuntum, daun pandan 10 lembar ,bunga melati setengah genggam, bunga cempaka setengah genggam, dan bunga sedap malam setengah genggam. 5. Pengeringan dan Pemberian Pengharum a. Bedak basah dikeringanginkan selama 2 jam, kemudian dicampur dengan pengharum. Campuran ini dikeringanginkan lagi selama 2 jam. b. Setelah pengeringanginan campuran bedak dan pengharum dijemur dengan sinar matahari sampai kering. Selama pengeringan dilakukan pembalikan beberapa kali. 6. Pemakaian Bedak ini dipakai seperti memakai bedak beras. Kepingan bedak ditambah air, kemudian dihaluskan. Selanjutnya dilulurkan ke kulit wajah, tangan dan kaki.

2.4.2.3 Penyegar Wajah (Toner)

25 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Fungsi umum: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Menghapus riasan kosmetik yang tebal di wajah Menghilangkan minyak dari sisa kosmetik agar kotoran terangkat sempurna. Menciutkan pori-pori Menyeimbangkan pH kulit Menambah selapis perlindungan Melembabkan kulit Menyegarkan kulit Mencegah bulu tumbuh ke dalam

Berdasarkan teknologi prmbuatannya, toner dibedakan menjadi : 2.4.2.3.1 Toner Sintetis

Kelebihan : 1. Praktis 2. Efisien 3. Efek yang ditimbulkan cepat 4. Cocok digunakan bila kulit sangat berminyak Kekurangan : 1. Penggunaannya bisa membuat wajah mudah menyerap bahan aktif kimia yang terkandung di dalam berbagai produk kecantikan. 2. Tidak cocok digunakan untuk jenis kulit normal, kering, dan sensitif. 3. Membuat kulit wajah menjadi kering alhasil penampilan tidak dapat maksimal.

2.4.2.3.2 Toner tradisional

26 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Kelebihan : 1. Berbahan dasar alami sehingga aman digunakan. 2. Tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan kulit wajah. 3. Jarang menimbulkan alergi. 4. Bahan sangat mudah didapatkan. 5. Alat dan cara pembuatan sangat sederhana. Kekurangan : Kurang efisien karena kurang bisa bertahan dalam waktu yang lama. Berikut beberapa cara pembuatan toner tradisional, Toner Mentimun Bahan : 1. Timun hijau 3. Air yang telah disuling Cara pembuatan : 1. Timun dibuang kulitnya, lalu dicacah-cacah. 2. Campur semua bahan, lalu masukkan dalam blender atau juicer, tunggu hingga halus. 3. Saring menggunakan kain berjaring halus untuk memisahkan ampas dari airnya. 4. Masukkan cairan toner ke dalam botol kedap udara (menggunakan tutup) dan simpan dalam lemari pendingin. Toner ini tahan hingga beberapa minggu ke depan. Saat ingin menggunakan, pakai cotton bud atau kapas, kemudian usapkan pada wajah. : 1/2 potong : 2 sendok the 2. Daun hortensi (kembang bokor) : 3 sendok teh

27 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Sumber : buku Ecobeauty: Scrubs, Rubs, Masks, and Bath Booms for You and Your Friends. Toner Kulit Jeruk dan Madu Bahan : 1. Jeruk 2. Madu : 1 buah : 1 sendok

Cara pembuatan : 1. Ambil kulit jeruk dari satu buah jeruk. 2. Campurkan 1 buah kulit jeruk ditambah satu sendok makan madu dalam blender hingga halus. 3. Gosokan perlahan campuran madu tadi ke wajah dan biarkan selama 15 menit. 4. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk membersihkan campuran tadi. 2.4.3 Perawatan Kulit Tubuh 2.4.3.1 Lulur Fungsi umum : 1. Melancarkan peredaran darah. 2. Dapat mengangkat kotoran sampai ke pori-pori agar kulit bersih, bisa bernafas dan siap menerima nutrisi. 3. Beberapa lulur ada yang bermanfaat mengatasi problem kulit diantaranya psoriasis, eczema, acne, kulit kering, gatal-gatal & mencegah keriput. 4. Melembabkan kulit & mengatasi dehidrasi kulit. 5. Merangsang pertumbuhan sel kulit baru yg sehat. 6. Ada juga yang dapat membantu mengatasi problem rheumatism, dan masalah pada persendian. Macam-macam lulur berdasarkan teknologi pembuatannya : 2.4.3.1.1 Lulur Sintetis

28 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Keuntungan : 1. Butirannya lembut sehingga tidak membuat kulit teriritasi. 2. Lebih awet 3. Mudah diperoleh 4. Praktis 5. Efek dapat dirasakan secara instan Kekurangan : 1. Karena mengandung bahan kimia, kemungkinan menimbulkan efek samping 2. Kadang menimbulkan alergi pada beberapa orang 3. Harganya lebih mahal 4. Limbahnya berbahaya bagi lingkungan 2.4.3.1.2 Lulur Tradisional

Definisi : Merupakan lulur yang berbahan baku tradisional atau tumbuhan, tidak dicampur dengan bahan kimiawi. Kelebihan : 1. Ramuannya sudah turun temurun digunakan sejak jaman leluhur sampai sekarang. 2. Terbukti bisa merawat kesehatan dan kecantikan kulit dan dipercaya dapat menjadikan tampak awet muda. 3. Lebih aman digunakan dan tidak ada efek samping.

29 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

4. Memiliki beberapa manfaat lain yaitu dapat menghilangkan bau badan. Kekurangan : Penggunaan alat-alat sederhana dalam pembuatannya menyebabkan produk lulur tradisional kurang efektif dan efisien. Berikut bahan yang bisa dipakai sebagai ramuan lulur : 1. Kunyit Berfungsi sebagai anti oksidan, sebagai antiseptik, anti bakteri, anti jamur dan anti alergi. Selain itu kunyit juga bisa menstimuli peredaran darah dalam tubuh kita sehingga menjadi lancar. 2. Kencur Berfungsi untuk menghaluskan kulit, menghilangkan bau badan, merawat jaringan kulit yang teriritasi dan antiseptik serta dapat memberikan rasa hangat dan nyaman yang menciptakan kesan relaks sehingga membantu menghilangkan rasa lelah. 3. Kopi Bubuk kopi yang digosok-gosokkan akan mengeluarkan minyak, sehingga lulur / scrub kopi dapat menghaluskan kulit, membuat kulit lebih cerah. Antioksidan yang terdapat dalam kopi dapat mencegah penuaan dini, mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati. 4. Green Tea Berfungsi untuk membantu regenerasi kulit mati serta baik sebagai antioksidan. Teh hijau terkenal dengan khasiatnya yang mengandung antioksidan. Lulur teh hijau menutrisi kulit, melancarkan peredaran darah tepi, berkhasiat mencegah penuaan dini, menyegarkan kulit, melindungi kulit dari polusi. Vitamin C nya mencerahkan kulit, dan vitamin E nya melembabkan. Lulur greentea dapat digunakan 5. Cokelat Cokelat mengandung zat anti penuaan dini yang berfungsi melawan sel-sel rusak. Lemak coklat atau cocoa butter yang terkandung dalam lulur coklat untuk mencegah jerawat, menghilangkan flek-flek hitam. Wewangiannya menenangkan, cocok untuk relaksasi.

30 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

berkhasiat melembutkan dan menghaluskan kulit. Lulur coklat juga dapat memutihkan/ mencerahkan kulit. Selain itu adanya katekin (catechin) yang merupakan antioksidan yang kuat yang ada dalam coklat dapat mencegah penuaan dini, mencegah keriput, dan melindungi kulit dari polusi menjadikan kulit bercahaya dan awet muda. 6. Susu Susu berfungsi baik bagi tubuh untuk memutihkan, melembutkan, meremajakan dan mempercepat regenerasi jaringan kulit. Susu kaya akan zat asam beta hydroxy alami, campuran susu dalam lulur ini tidak saja berguna sebagai peeling yang mengikis kotoran dan sel-sel kulit mati tetapi juga dapat mencerahkan kulit sehingga terlihat lebih halus dan tidak bersisik. Selain itu, kandungan protein dalam susu juga berguna sebagai suplai nutrisi yang berfungsi melembabkan sekaligus melapisi permukaan kulit agar lebih halus dan kenyal. 7. Lidah buaya Aloevera atau lidah buaya dapat menghaluskan dan melembabkan kulit. Hal ini disebabkan karena aloevera mengandung lignin/ selulosa yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit, menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga kulit tidak cepat kering serta terjaga kelembabannya. Selain melembabkan, aloevera juga berkhasiat membantu meningkatkan kadar oksigen yang berguna bagi kulit, membantu menguatkan jaringan kulit sehingga tidak mengendur, serta membantu mencegah penuaan dini. 8. Alpukat Avocado atau buah Alpukat kaya akan vitamin E, dan mengandung omega 3, sehingga dapat menjadi antioksidan yang baik, mencegah penuaan dini, dan sebagai pelembab kulit alami. Buah alpukat juga bersifat anti inflamasi sehingga dapat mendinginkan kulit. 9. Bengkuang Lulur bengkuang berkhasiat untuk mencerahkan warna kulit sehingga tampak lebih putih/ terang. Kandungan antiseptik dalam bengkuang mampu mengatasi gatal-gatal di kulit, selain itu lulur bengkuang juga mengencangkan kulit. Kandungan kimia bengkuang adalah pachyrhizon, rotenon, vitamin B1 dan C. 10. Wortel

31 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Wortel kaya akan vitamin A dan Betacaroten, mengandung zat antioksidan, lulur wortel bermanfaat untuk mencegah keriput, mencerahkan kulit, mengangkat sel-sel kulit mati dan mempercepat pembentukan sel-sel kulit baru sehingga membuat kulit terasa segar dan kenyal. 11. Pepaya Pepaya mengandung enzim Papain, alkaloid karpaino, psudokarpaina, glikosid, karposid dan saponin, sakarosa, dekstrosa serta levulosa, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan Vitamin E. Enzim dalam buah pepaya sangat berguna untuk mengangkat sel-sel kulit yang telah rusak atau mati, dan terkenal ampuh untuk mengobati jerawat. Selain itu vitamin-vitamin yang terkandung dalam pepaya dapat mencerahkan, melembabkan, dan meremajakan kulit karena sifatnya yang menangkal radikal bebas sehingga mencegah keriput datang lebih cepat. 12. Strawberry Buah yang satu ini banyak mengandung asam salisilat (salah satu jenis asam beta-hidroksi) yang membantu mengencangkan kulit), serta vitamin B, C, E, dan K. Lulur strawberry selain untuk mengencangkan kulit juga menyehatkan dan meremajakan kulit. Wewangiannya yang khas menjadikan lulur ini cocok untuk terapi relaksasi. Berikut akan dijelaskan mengenai contoh beberapa lulur tradisional : Lulur Tradisional Bahan: 1. Daun pandan wangi 2. Daun kemuning 3. Bunga kenanga 4. Temu giring 5. Rimpang kunyit 6. Jeruk purut 7. Tepung beras Khasiat: Temu giring berkhasiat menghaluskan dan membersihkan kulit, sedangkan : 2 helai : 1 genggam : 3 kuntum : 3 jari rimpang : 1 jari : 1 kulit : 100 g

32 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

bunga kenanga, daun pandan dan kemuning dan kulit jeruk purut memberi aroma wangi pada ramuan ini. Cara Membuat: 1. Cuci bersih semua bahan lalu tumbuk hingga halus. 2. Setelah itu campurkan ramuan tersebut dengan tepung beras. 3. Gosokkan hingga merata ke seluruh tubuh yang sudah dibersihkan. 4. Diamkan hingga kering, setelah itu bilas dengan air hangat. Pemakaian lulur ini dapat dilakukan setiap hari. Lulur alpukat Bahan : 1. Alpukat 3. Madu 4. Lemon segar 5. Minyak kelapa organik Cara pembuatan : 1. Campurkan semua bahan sampai halus dan merata. 2. Balurkan pada kulit selama 10-15 menit dan gosok dengan air hangat. Sisa lulur tubuh masih bisa disimpan dalam lemari es selama dua sampai tiga hari. 2.4.4 Perawatan Daerah Kewanitaan Fungsi Umum :
1. Membersihkan daerah kewanitaan dari kuman/sebagai antiseptik 2. Menyehatkan vagina 3. Mengatasi semua problem pada organ kewanitaan seperti : kista, mioma,

: 2 buah, haluskan hingga berbentuk pasta : 1/4 cangkir : 2 buah, kulit diparut dan ambil airnya : 1/4 cangkir

2. Garam laut atau garam kosher : 3 sendok makan

kanker rahim atau kanker leher rahim, keputihan dll. Berdasarkan teknologi pembuatannya, produk perawatan kewanitaan dibedakan menjadi :

33 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

2.4.4.1 Perawatan kewanitaan sintetis

Kelebihan :
1. Praktis. 2. Cepat dan mudah digunakan.

Kekurangan : 1. Harganya cukup mahal. 2. Dapat mengganggu flora normal daerah kewanitaan. 3. Mengandung bahan kimia yang bisa menimbulkan alergi pada orang tertentu. 4. Dimungkinkan dapat memberikan efek yang berbahaya jika digunakan dalam jangka waktu lama. 2.4.4.2 Perawatan kewanitaan tradisional

Kelebihan : 1. Bahan baku untuk pembuatan mudah didapatkan di alam. 2. Tidak mengganggu flora normal daerah kewanitaan sehingga lebih aman digunakan. 3. Cara pembuatan sederhana, mudah dan hemat. 4. Mempunyai keharuman yang khas. 5. Tidak menimbulkan alergi. Kekurangan :

34 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

1. Kurang praktis. 2. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pembuatan. 3. Membutuhkan peralatan yang banyak. Ramuan agar Organ Kewanitaan Harum dan Keset Bahan-bahan: 1. Daun sirih 2. Air Cara pembuatan: 1. Rebus air hingga mendidih 2. Ambil 5 lembar daun sirih, lalu rebus selama 5 menit. Dinginkan. 3. Bagi menjadi 3 gelas sisa rebusan daun sirih. 4. Ambil 1 gelas air rebusan daun sirih, lalu minum. 5. Kemudian 2 gelas sisanya untuk membasuh vagina. Lakukan ritual selama seminggu sekali untuk menjaga keharuman vagina. Ramuan Mengharumkan Vagina Bahan-bahan: 1. Kemangi 2. Pandan wangi 3. Gula aren 4. Garam dapur Cara pembuatan: 1. Kemangi dan pandan wangi ditumbuk halus jadi satu, diberi gelas air, diperas dan disaring, diberi garam, masukkan gula aren. 2. Aduk sampai rata hingga gula melarut. 3. Minum beberapa jam setelah makan malam selama 2 minggu. 2.5 Macam-macam Racun dalam Kosmetik Sintetis : 25 g :5g :5g : 1 gram : 5 lembar : 5 gelas

35 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Berikut ini adalah 10 jenis racun yang kerap ditemukan dalam kosmetik, seperti dituturkan Christopher Drummond, penata rias selebritas sekaligus pencipta Christopher Drummond Beauty : 2.5.1 Imidazolidinyl Urea dan Diazolidinyl Urea 2.5.2 Methyl dan Propyl serta Butyl dan Ethyl Paraben 2.5.3 Petrolatum 2.5.4 Propylene Glycol 2.5.5 PVP/ VA Copolymer 2.5.6 Sodium Lauryl Sulfate 2.5.7Stearalkonium Chloride 2.5.8 Pewarna sintetis 2.5.9 Wewangian sintetis 2.5.10 Triethanolamine

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Teknologi Pembuatan Kosmetik


36 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Berdasarkan teknologi yang digunakan, kosmetik dibagi menjadi dua, yaitu kosmetik tradisional dan kosmetik modern. Kosmetik tradisional merupakan kosmetik yang dibuat berdasarkan teknologi tradisional dengan menggunakan peralatan sederhana dan tenaga manusia. Sedangkan kosmetik modern merupakan kosmetik yang dibuat berdasarkan teknologi modern dengan menggunakan mesinmesin canggih yang digerakkan dengan tenaga listrik. Dalam kosmetik tradisional umumnya peralatan yang digunakan merupakan peralatan rumah tangga seperti alat parut, lumpang, alu, dan lain sebagainya. Pembuatannya juga masih menggunakan cara manual yang artinya semua peralatan digerakkan dengan tenaga manusia sehingga produk yang dihasilkan jumlahnya kecil. Pemasaran produk dari segi tampilannya pun kurang menarik perhatian konsumen. Ketidakseragaman produk juga sering kali ditemukan pada produk yang menggunakan tenaga manusia, misalnya derajat kehalusan. Hal ini karena masing-masing individu yang membuat produk mempunyai tingkat ketelitiaan dan keterampilan yang berbeda sehingga sulit untuk mengontrol hasil produksi. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik tradisional merupakan bahan yang berasal dari alam yang pada umumnya terbuat dari tumbuhan. Sumber tenaga untuk proses produksinya yang berasal dari alam dan tenaga matahari dapat tetap berjalan tanpa adanya tenaga listrik yang memadai. Dalam pembuatan kosmetik tradisional tidak perlu menjadi seorang farmasis atau teknisi, karena proses pembuatan kosmetik tradisional mudah dan tidak menggunakan bahan-bahan kimia sintesis sehingga orang awam yang tinggal di pedalaman pun bisa membuat kosmetik tradisional. Dalam proses produksi kosmetik modern, bahan yang digunakan sebagian besar disintesis di labotorium sehingga proses produksi kosmetik modern dapat dilakukan setiap waktu. Kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan juga dapat dikonrol dengan menggunakan komputer sehingga produk-produk yang dihasilkan bisa seragam. Meskipun demikian kelangsungan proses produksi kosmetik modern bergantung pada ketersediaan tenaga ahli yang bertugas untuk mengendalikan mesin-mesin produksi dan tenaga listrik untuk meggerakkan mesin produksi. Apabila tenaga listrik atau tenaga ahli tidak ada maka proses produksi tidak dapat berjalan.

37 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

3.2 Kelebihan dan Kekurangan Kosmetik Sintetis 3.2.1 Kelebihan : 1. Praktis dibawa kemana saja dengan kemasan yang aman. 2. Efek dapat dirasakan secara instan/ cepat. 3. Dapat digunakan pada saat santai sehingga tidak mengganggu aktifitas. 4. Praktis. 5. Efisien. 6. Lebih efektif menjaga kelembaban kulit serta mencegah dehidrasi kulit secara cepat. 3.2.2 Kekurangan: 1. Bisa menimbulkan iritasi pada kulit yang alergi atau tidak cocok dengan jenis kosmetik. 2. Ada beberapa jenis kosmetik yang memiliki harga relatif mahal. 3. Bila penggunaan dan pembersihannya kurang tepat dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan masalah baru seperti jerawat. 4. Harus rutin dan ulet dalam pemakaian. 5. Kebanyakan produk harus disimpan terlebih dahulu di dalam lemari es sebelum digunakan. 6. Penggunaannya bisa membuat wajah mudah menyerap bahan aktif kimia yang terkandung di dalam berbagai produk kecantikan. 7. Membuat kulit wajah menjadi kering sehingga penampilan tidak dapat maksimal. 8. Ada beberapa jenis kosmetik yang tidak cocok digunakan untuk jenis kulit tertentu. 9. Kosmetik tertentu yang mengandung bahan dari hewan (bovine, porcine), seperti sapi dan babi dapat menimbulkan resiko terjangkitnya penyakit dari hewan asal tersebut. 10. Menghasilkan limbah kimia yang dapat mencemari lingkungan serta sulit diremediasi.

38 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

3.3 Kelebihan dan Kekurangan Kosmetik Tradisional 3.3.1 Kelebihan : 1. Berasal dari bahan-bahan alami sehingga aman digunakan. 2. Cenderung cocok untuk digunakan segala jenis kulit, tidak mengiritasi kulit. 3. Dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga terasa lebih terjangkau. 4. Kebanyakan kosmetik jenis ini mengandung pH atau keasaman yang relatif netral, sehingga tidak menimbulkan alergi pada kulit wajah yang sensitif. 5. Sudah digunakan secara turun temurun sehingga terbukti aman digunakan. 6. Terbukti bisa merawat kesehatan dan kecantikan kulit dan dipercaya dapat menjadikan kulit tampak awet muda. 7. Sudah dikenal luas dan dikagumi oleh masyarakat Internasional. 3.3.2 Kekurangan :
1. Respon masyarakat Indonesia jaman sekarang yang kurang mau menggunakan

produk tradisional sehingga produk sulit dipasarkan, tidak sedikit yang mengalami kerugian karena tidak imbangnya antara pengeluaran bahan baku dengan hasil penjualan.
2. Pembuatan dengan cara dan alat yang sederhana menghasilkan output produk

dalam jumlah yang kurang efektif dan efisien sehingga perlu dimodernisasikan untuk mendapatkan hasil yang optimal. 3.4 Perbandingan Kosmetik Sintetis dan Kosmetik Tradisional Kosmetik tradisional dan sintetik memiliki kelebihan masing-masing dengan bobot yang sama. Namun, pada kosmetik sintetik, kelemahan yang ada sangat banyak. Mayoritas dari kelemahan-kelemahan itu bahkan ada yang tidak bisa ditoleransi lagi demi kepentingan kesehatan penggunanya. Seperti resiko kanker akibat akumulasi bahan-bahan sintetik yang berbahaya bagi tubuh, maupun resiko tertular penyakit tertentu dari ekstraksi bahan-bahan dari hewan. Kosmetik sintetik memang lebih banyak disukai oleh masyarakat. Mengingat kemajuan teknologi yang semakin cepat, masyarakat juga dituntut untuk bersikap praktis dan efisien. Produsen kosmetik sintetik juga dengan apik telah sukses

39 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

memikat hati masyarakat Indonesia yang tengah dilanda Import-product oriented dengan promosi-iklan yang variatif dan diperagakan oleh ikon-ikon idola masyakat. Sementara itu kosmetik tradisional yang berasal dari negeri sendiri merasa terseok-seok, tidak mendapat perhatian dari masyarakat kita. Padahal dari segi safety dan nasionalisme, sudah seharusnya kosmetik tradisional mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat. Bahan baku kosmetik tradisional pun mudah didapatkan di sekitar pekarangan rumah kita, bahkan di dapur kita. Ada daun jambu dan beras untuk masker, lumpur sebagai bahan spa, dan masih banyak yang lainnya. Selain mudah didapat, harganya juga relatif terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. Tidak berhenti di situ, masih banyak lagi hal yang bisa di-explore dari bahan tradisional. Di dunia Internasional, kosmetik tradisional Indonesia telah mendapat apresiasi positif, diinginkan, dan diburu. Seperti di Mesir misalnya, menurut Duta Besar RI, A.M. Fachir banyak produk kosmetik herbal yang telah beredar di sana seperti sabun dan palm oil Dan masih banyak negara-negara lain yang menantikan dan mendambakan kosmetik herbal nusantara. Hingga di suatu kapal pesiar asal Italia telah tesedia khusus spa lengkap asli Indonesia yang menjadi ikon tersendiri di dalamnya. Dari pemaparan kelebihan dan kekurangan di atas, dapat dilihat bahwa kekurangan atau kelemahan dari kosmetik sintetik juga lebih banyak dari kosmetik tradisional. Jadi, untuk apa kita merugikan diri sendiri hanya demi prestige dan kepuasan pemakaian sementara saja. Tidakkah keamanan lebih diutamakan? Memang, kosmetik tradisional juga tak luput dari berbagai permasalahannya. Pembuatan yang tidak praktis dan menuntut waktu lebih lama, serta tak pelak juga menimbulkan sedikit efek samping yang belum banyak riset yang menunjangnya. Namun, efek yang ditimbulkan juga masih lebih minim jika dibandingkan efek samping dari bahan sintetik. Seperti yang kita ketahui, bahan sintetik merupakan rekayasa dan dugaan dari manusia. Jadi, probabilitas kesalahan, ketidaktepatannya lebih besar. Namun, lain halnya dengan bahan alami yang telah terbukti secara

40 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

empiris tak pernah menorehkan akibat yang dapat mereduksi kualitas kesehatan penggunanya. Oleh karena itu kosmetik tradisional perlu mendapat perhatian lebih agar masyarakat mampu menyadari manfaat pemakaian dan cara pembuatan sederhana dari kosmetik tradisional. Untuk itu perlu diadakan sosialisasi secara intensif kepada mayarakat yang turut membutuhkan peran pemerintah di dalamnya dalam rangka pelestarian kebudayaan asli Indonesia. Selain itu juga perlu dilakukan suatu pengembangan terhadap produk-produk kosmetik tradisional seperti penggunaan mesin-mesin dalam proses pembuatan yang memerlukan tenaga yang besar sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih maksimal dan higienis, namun kita juga tetap harus mendayagunakan sumber daya manusia (SDM) dalam rangka menyerap tenaga kerja. Di samping itu perlu dikembangkan riset-riset untuk meneliti kandungan yang terdapat di dalam bahan-bahan kosmetik tradisional sehingga nantinya dapat berguna dalam registrasi dan perijinan kosmetik tradisional di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
3.5 Kosmetik Tradisional dan Kosmetik Sintetis di Mata Masyarakat

Dari jaman dahulu kosmetik telah dikenal luas oleh masyarakat, baik wanita maupun pria. Mereka menggunakannya untuk berbagai fungsi. Kosmetik tradisional pada zaman dahulu digunakan untuk kepentingan ritual adat dan agama, juga untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari saat mereka keluar rumah serta digunakan untuk mencegah gigitan serangga seperti nyamuk. Kosmetik tradisional merupakan kosmetik yang merakyat, dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Sedangkan kosmetik sintesis tidak semuanya merakyat, ada beberapa produk yang hanya bisa dibeli oleh kalangan masyarakat menengah ke atas. Lagipula kosmetik sintetis rawan akan pemalsuan produk sehingga banyak konsumen yang akan dirugikan baik dari segi materil maupun kesehatan dengan adanya produk palsu ini. Dalam membeli produk kosmetik sintesis diperlukan kejelian dan kecermatan agar tidak tertipu oleh produk tersebut. Sementara kosmetik tradisional hampir tidak mungkin untuk dipalsukan karena bisa dibuat sendiri. Jadi dari segi kualitas dan keamanan kosmetik tradisional lebih unggul. Menggunakan kosmetik tradisional juga lebih

41 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

menguntungkan dari segi budaya karena ramuannya telah ada sejak dahulu dan hanya butuh kepedulian dari generasi berikutnya dalam pemeliharaan dan pengembangan produk kecantikan tradisional tersebut. Pemahaman masyarakat mengenai kosmetik tradisional sudah tertanam dengan cukup baik, sehingga untuk pemasarannya tidak terlalu repot. Mereka akan langsung paham akan khasiat dan manfaat dari kosmetik tersebut, yang perlu kita lakukan saat ini hanyalah mempercantik kemasan dari produk-produk tradisional tersebut agar dapat lebih menarik perhatian dari konsumen sehingga produk tradisional dapat bersaing di pasaran. Pemasaran produk-produk kosmetik tradisional yang tepat dapat memberikan peluang bisnis yang menjajikan karena saat ini banyak konsumen yang berprinsip back to nature demi alasan keamanan dan kesehatan. Jika peluang ini dimanfaatkan dengan baik bukan hanya keuntungan berupa materi tapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar kita yang selanjutnya dapat meningkatkan tingkat perekonomian Negara Indonesia.

BAB IV PENUTUP 4.1 Simpulan

42 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

Berdasarkan PERMENKES RI NO 1176/MENKES/PERNIII/2010 kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh. Jika dilihat dari bahan dasar dan cara pengolahannya, kosmetik dibedakan menjadi kosmetik sintetis dan kosmetik tradisional. Kosmetik sintetis merupakan kosmetik yang berasal dari bahan-bahan kimia hasil rekayasa manusia. Bahan-bahan tersebut biasanya berawal dari metabolit sekunder yang diteliti senyawa kimianya (rumus molekulnya) yang kemudian ditiru. Sedangkan yang dimaksud kosmetik tradisional, terutama kosmetik tadisional di Indonesia terdiri atas bahan-bahan asli dari tumbuhan (herbal). Kosmetik jenis ini telah turun-temurun digunakan oleh masyarakat pribumi untuk menonjolkan dan memoles kecantikan. Kedua jenis kosmetik tersebut memiliki beragam kelebihan dan kelemahan. Namun, di antara kelebihan dan kekurangan masing-masing, penulis lebih mengimbau dan menyarankan agar masyarakat lebih memilih untuk menggunakan kosmetik tradisional Indonesia. Kosmetik sintetis memiliki kelebihan, namun berpotensi menimbulkan dampak negatif yang tidak bisa ditoleransi. Contohnya, kosmetik dari bovine dapat menimbulkan gejala penyakit mad-cow, bahkan kanker. Tetapi, bila dibandingkan dengan dampak negatif yang ditimbulkan kosmetik tradisional masih dalam batas-batas wajar. Sehingga masih berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan produk kosmetik berkualitas. yang nantinya secara tidak langsung akan memberikan efek positif dalam rangka melestarikan budaya bangsa. Oleh karena itu perlu diadakan sosialisasi agar masyarakat lebih mengenal manfaat dan cara pembuatan kosmetik tradisional yang mana dukungan pemerintah mutlak diperlukan dalam mendukung upaya pelestarian budaya tersebut. Serta perlu dilakukan riset-riset sehingga dapat diketahui kandungan bahan kosmetik yang nantinya berguna dalam proses registrasi dan perijinan di BPOM.

43 | k o s m e t i k d a n b u d a y a

4.2 Saran 1. Sebaiknya perlu diadakan sosialisasi mengenai manfaat dan cara pembuatan kosmetik perawatan tubuh tradisional kepada masyarakat dimana perlu dukungan dari pemerintah sebagai upaya pelestarian budaya bangsa. 2. Perlu diadakan riset-riset penunjang kosmetik perawatan tubuh tradisional yang nantinya digunakan sebagai pijakan untuk menguji kelayakan edar bagi kosmetik tradisional pada umumnya. 3. Perlu dibentuk suatu badan yang secara khusus membidangi kosmetik di Indonesia dalam hal pengujian kelayakan edar kosmetik sehingga peredaran kosmetik yang berbahaya dapat dicegah dan diminimalisasi.

44 | k o s m e t i k d a n b u d a y a