Anda di halaman 1dari 8

5) BEVEL GEAR a) Membuat Bevel Gear Spur gear disebut juga dengan roda gigi payung adalah jenis

gigi yang berbentuk seperti kerucut terpancung. Salah satu keistimewaannya dalam mentransmisikan daya adalah daya dapat ditransmisikan dari suatu poros ke poros lainnya yang posisi kedua poros saling bersilangan membentuk sudut 90 (posisi antara kedua poros tegak lurus) dan dapat juga kedua poros membentuk sudut yang lebih besar 900 atau lebih kecil 900 (450 sampai dengan 1350) Pada pembahasan ini , kita akan membuat Bevel Gear ( roda gigi payung ) dengan menggunakan fasilitas Bevel Gear Generator yang telah disediakan Autodesk Inventor.

Langkah pembuatan roda gigi payung adalah sebagai berikut : 1) Buka template lembar kerja standard(mm).iam | Save 2) Untuk mempermudah, buat komponen berbentuk cylinder sembarang, dan masukkan kedalam jendela kerja assembly , perhatikan gambar 4b.63 !

Gambar 4b.63 Menggunakan cylinder sebagai basic Bevel Gear

3) Klik toolbar Bevel Gear Generator

pada tab Design panel Power

Transmission , kemudian pada kotak dialog Bevel Gear Component Generator isikan beberapa ketentuan sebagai berikut : a) Gear Ratio = 1.5 ; Perbandingan putaran antara gear 1 dengan gear 2

b) Facewidth = 20mm ; tebal roda gigi 217

c)

Module

= 3 ; modul roda gigi ( lebar kepala roda gigi ) = 90deg ; Sudut poros antara kedua roda gigi = 20 ; jumlah roda gigi = 30 ; jumlah roda gigi

d) Shaft Angle e) f)

Number of Teeth Gear1 Number of Teeth Gear2 = 20deg

g) Pressure Angle h) Helix Angle

= 0deg ( perhatikan gambar 4b.20 ! )

4) Pada Gear1 , tentukan Cylinder Face : klik face1 dan Start Plane : klik face2 , perhatikan gambar 4b.64 ! 5) Klik Calculate | OK | OK
Face2

Face1

Gambar 4b.64 Kotak dialog Bevel Gear Component Generator

Gambar 4b.65 Hasil pembuatan Bevel Gear 218

b) Mengedit Gear Apabila hendak merubah data-data roda gigi tersebut dapat pula dilakukan dengan cara mengklik roda gigi tersebut lalu klik kanan kemudian klik Edit Using Design Accelerator.

Gambar 4b.66 Edit Using Design Accelerator

Apabila anda hendak melakukan penambahan feature pada gear tersebut dapat anda lakukan dengan cara sebagai berikut : 1) Double klik spur gear tersebut atau klik bevel gear tersebut | klik kanan | open

Gambar 4b.67 Membuka Komponen Bevel Gears

219

2) kemudian klik gear yang akan anda edit | klik kanan | edit , maka akan tampak seperti gambar di bawah ini !

Gambar 4b.68 Mengedit Salah Satu Gear

3) Dengan fasilitas Basic Features lakukanlah pengeditan sesuai dengan kebutuhan,setelah selesai melakukan pengeditan klik toolbar Return

Gambar 4b.69 Hasil Pengeditan Salah Satu Gear

4) Ulangi langkah-langkah di atas untuk melakukan pengeditan terhadap gear lainnya jika dibutuhkan.

220

c) Mengassembly Individual Bevel Gear Pada pembahasan ini akan dijelaskan bagaimana cara mengassembly bevel gear secara manual yang di buat dengan menggunakan Design Accelerator. Dengan pengetahuan ini diharapkan pembaca akan dapat mengassembly gear lebih dari dua buah ( sepasang ).

Adapun cara mengassembly bevel gear individual adalah sebagai berikut : 1) Buka lembar kerja baru Standard(mm).iam kemudian Save 2) Kemudian dengan menggunakan toolbar Place Component, masukkanlah Bevel Gear1 dan Bevel Gear2 yang telah dibuat ke dalam jendela kerja assembly, perhatikan gambar 4b.70!

Gambar 4b.70 Memasukkan komponen ke dalam Jendela Assembly

3) Setelah kedua gear masuk ke dalam jendela kerja assembly, pastikan kedua komponen tersebut sudah tidak terkunci (grounded),perhatikan gambar 4b.71!

221

Tidak terkunci

Gambar 4b.71 Komponen dalam keadaan tidak terkunci

4) Klik kanan Bevel Gear2 kemudian klik Edit, kemudian pada browser bar klik kanan Pitch Diameter gear tersebut lalu klik Visibility.Setelah selesai klik toolbar Return .

Gambar 4b.72 Menampilkan Pitch Diameter Gear 1

5) Tampilkan Pitch Diameter pada Bevel Gear1 !

222

6) Dengan menggunakan fasilitas Constraint Tangent Outside singgungkan Pitch Diameter Bevel Gear1 dengan Pitch Diameter Bevel Gear2 , perhatikan gambar 4b.73 !

Gambar 4b.73 Menyinggunakan Pitch Diameter

7) Centerkanlah axis (center) Bevel Gear1 dengan Y Axis Origin pada browser ! 8) Centerkanlah axis (center) Bevel Gear2 dengan browser ! 9) Constraintlah axis (center) Bevel Gear2 dengan YZ Plane Origin pada browser ! 10) Constraintlah workpoint bevelgear1 dengan workpoint bevelgear2, seperti tampak pada gambar 4b.74! Y Zxis Origin pada

Gambar 4b.74 Menghubungkan workpoint dengan workpoint 223

11) Lalu aturlah posisi worm gear dengan worm agar tampak pada gambar 4b.75!

Gambar 4b.75 Mengatur Posisi Bevel Gear

12) Klik toolbar Place Component | tab Motion | Type : Rotation | Solution : Reverse, kemudian tentukan Selection1 : pitchdiameter2 dan Selection2 : pitchdiameter1 | tentukan Ratio : 1.5ul atau sesuai dengan ratio roda gigi yang di buat.

Gambar 4b.76 Menggunakan toolbar Place Constraint Motion

13) Apabila salah satu roda gigi digerakkan, maka roda gigi yang lain akan begerak sesuai mekanismenya.

224