konflik perang

PERANG TELUK KWAIT – IRAK Perang Teluk Persia I atau Gulf War disebabkan atas Invasi Irak atas

Kuwait 2 Agustus 1990 dengan strategi gerak cepat yang langsung menguasai Kuwait. Emir Kuwait Syeikh Jaber Al Ahmed Al Sabah segera meninggalkan negaranya dan Kuwait dijadikan provinsi ke-19 Irak dengan nama Saddamiyat Al-Mitla` pada tanggal 28 Agustus 1990, sekalipun Kuwait membalasnya dengan serangan udara kecil terhadap posisi posisi Irak pada tanggal 3 Agustus 1991 dari pangkalan yang dirahasiakan.

[sunting] Latar belakang
Invasi Irak ke Kuwait disebabkan oleh kemerosotan ekonomi Irak setelah Perang Delapan Tahun dengan Iran dalam perang Iran-Irak. Irak sangat membutuhkan petro dolar sebagai pemasukan ekonominya sementara rendahnya harga petro dolar akibat kelebihan produksi minyak oleh Kuwait serta Uni Emirat Arab yang dianggap Saddam Hussein sebagai perang ekonomi serta perselisihan atas Ladang Minyak Rumeyla sekalipun pada pasca-perang melawan Iran, Kuwait membantu Irak dengan mengirimkan suplai minyak secara gratis. Selain itu, Irak mengangkat masalah perselisihan perbatasan akibat warisan Inggris dalam pembagian kekuasaan setelah jatuhnya pemerintahan Usmaniyah Turki. Akibat invasi ini, Arab Saudi meminta bantuan Amerika Serikat tanggal 7 Agustus 1990. Sebelumnya Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi pada 6 Agustus 1990. Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab kecuali Syria, Libya dan Yordania serta Palestina. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris, Perancis dan Jerman Barat), serta beberapa negara di kawasan Asia. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Pasukan negara-negara Arab dipimpin oleh Letjen. Khalid bin Sultan. Misi diplomatik antara James Baker dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz gagal (9 Januari 1991). Irak menolak permintaan PBB agar Irak menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991. Akhirnya Presiden Amerika Serikat George H. Bush diizinkan menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Operasi Badai Gurun dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991. Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv dan Haifa, Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Sovyet rakitan Irak, serta melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Sovyet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Sovyet Mikhail Gorbachev namun ditolak Presiden Bush pada tanggal 19 Februari 1991. Sementara Sovyet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB semisal mengambil hak veto. Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak

Tanggal Lokasi Hasil Casus belli Pihak yang terlibat 2 Agustus 1990 – 28 Februari 1991 Teluk Persia Kemenangan mutlak koalisi. Perang Teluk Pesawat tempur AS melintasi kilang minyak yang terbakar. Invasi Irak ke Kuwait. Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dan Presiden Bush menyatakan perang selesai. Koalisi PBB Irak .mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan. pembebasan Kuwait.

PBB akhirnya menggelar pengadilan internasional di Tanzania untuk menghukum pemimpin pembantaian. Pembantaian berakhir pada Juli 1994. saat RPF berhasil menguasai Kigali. 1. sehingga ribuan tersangka dibebaskan.000 terluka 25. Jean-Luc Thevoc.600 pemberontak dari Tutsi Rwanda Patriotic Front (RPF) telah mengepung ibu kota. Konflik yang awalnya meletus di ibu kota Kigali itu dipicu tewasnya Presiden Juvenal Habyarimana dalam kecelakaan pesawat pada 6 April. Sejak itu puluhan ribu orang tewas akibat konflik etnis antara suku Hutu dan Tutsi yang dituduh melancarkan serangan roket terhadap pesawat yang menewaskan Presiden Juvenal. Pembantaian di Rwanda menewaskan 800.Komandan Norman Schwarzkopf Jumlah korban 378 tewas. 75. Sekitar 3.000 tewas. Kelompok itu menyatakan akan terus melawan hingga pemerintah yang didominasi suku Hutu menghentikan pembantaian.000 terluka Saddam Hussein Kekuatan 660.000 Pembantaian Massal di Rwanda 18 April 1984 Pada 18 April 1994 pejabat tinggi Rwanda mengumumkan terjadi pembantaian etnis di seluruh negeri. Selama 8 tahun pertama pengadilan itu baru berhasil menyeret 17 orang. . namun banyak yang hanya diadili melalui persidangan tradisional gacaca.000 360.000 warga sipil suku Tutsi serta Hutu dan menempatkannya sebagai pembantaian terburuk di abad ke-20. mengatakan ratusan ribu warga Rwanda terpaksa mengungsi. Juru bicara Palang Merah Internasional. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Anan mengaku tidak cukup responsif untuk mengakhiri pembantaian di Rwanda. Anggota milisi lain disidangkan di Rwanda.

dan Twa pygmies (1%). (*) Konflik Etnis Rwanda: Mutual-Genocide in Modern Era Filed under: Keamanan Global by dennyprincess — 1 Comment May 31. 11 May 1994~ Ketika mendengar Rwanda dan konflik etnis yang terjadi hingga berujung pada Genosida di tahun 1994 hal pertama yang terbesit dalam benak kita adalah dua buah film yang cukup fenomenal “Sometimes in April” dan “Hotel Rwanda”. fanatisme dari etnis Hutu muncul tidak lepas dari “sakit hati dan reprisals methods” suku Hutu yang mengalami marginalisasi dan stigmatisasi dimasa pendudukan Belgia . Los Angeles Times.Para korban yang selamat memprotes keras pembebasan para milisi tersebut. sebenarnya. Konflik di Rwanda. Pertama. konflik Rwanda juga memiliki dampak sistemik terhadap stabilitas kawasan Afrika dan menyita perhatian dunia internasional terkait dengan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan genosida. Rwanda menjadi sebuah failed state yang menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri.000 orang yang ditangkap setelah pembantaian. Rwanda merupakan salah satu negara di belahan Benua Afrika yang terdiri dari 3 kelompok etnis: Hutu (88%). Setidaknya ada beberapa faktor yang melatarbelakangi munculnya kebencian terhadap suku Tutsi dan akhirnya berujung pada Genosida. Akan tetapi konteks konflik internal dan konflik etnis di Rwanda menjadi hirauan internasional karena adanya upaya pemusnahan etnis secara besar-besaran. kenyataan yang terjadi di lapangan lebih tragis dan kompleks dari apa yang kita bayangkan. Pemerintah Rwanda menyatakan dibutuhkan 100 tahun untuk menyidangkan 120. kedua film itu cukup menggambarkan situasi yang terjadi di Rwanda di tahun 1994. Genosida[1] yang terjadi di Rwanda merupakan sebuah cerminan gagalnya negara menjamin keamanan internal dan perlindungan bagi warga negaranya. Tutsi (11%). 2010 “The horror of Rwanda is too high a price to pay for a very vaporous and whimsical notion of what constitutes inviolable territorial boundaries“ ~Nigerian Nobel Literature Laureate Wole Soyinka. Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. menyusul perebutan kekuasaan antara etnis Tutsi dan Hutu yang mengakibatkan perang sipil di tahun 1959. Akan tetapi. awalnya dapat dikategorikan sebagai konflik internal. 2010 Denny L Sihombing.

termasuk dalam membunuh siapa saja yang dianggap kontra genosida dan suku Hutu yang secara resmi menentang agenda mereka. kebanyakan suku Tutsi terbang ke negara tetangga sebagai pengungsi. memimpin kedamaian dan membagi kekuasaan. media memainkan peranan yang signifikan dalam genosida di Rwanda. Pemberontak bertanggung jawab atas sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia. RPF secara vocal menyerukan agar pemerintah Rwanda memperhatikan nasib jutaan pengungsi yang menjadi diaspora pasca perang sipil di tahun 1959. Presiden Rwanda mulai melakukan perundingan Tripartite yang diadakan antara dua menteri luar negeri Rwanda dan Uganda dan perwakilan UNHCR di Kigali. kendali kemudian diambil alih oleh kaum pemberontak yang akhirnya berujung pada genosida. Gencatan senjata efektif sejak 31 Juli 1992 dan pembicaraan politik dimulai tanggal 10 Agustus tahun 1992. Di tahun 1961. yang dibentuk sebagai hasil dari pemilihan umum tahun 1961 diberi jaminan otonomi oleh Belgia tanggal 1 Januari 1962. Pemerintahan Parmehutu. surat kabar itu memuat artikel berisi tindakan yang harus dilakukan untuk melengkapi revolusi sosial di tahun 1959. terdiri dari etnis Tutsi yang menyalahkan pemerintah atas kegagalan demokrasi dan menyelesaikan permasalahan dari 500. tekanan dan perang gerilya di negara mereka mengakibatkan mereka tidak dapat kembali ke Rwanda.000 pengungsi Tutsi yang hidup sebagai diaspora di penjuru dunia. Pengungsi yang tersebar di beberapa negara tetangga di Afrika ini kemudian membuat sebuah gerakan yang berpusat di Uganda dengan nama Rwandan Patriotic Front (RPF). media lokal seperti surat kabar dan radio Radio Rwanda dan Radio Television Libre des Mille Collines (RTLM) dipercaya memulai pidato dan dialog-dialog yang berisi kebencian terhadap suku Tutsi. Militan genosida yang melakukan pembantaian atas Tutsi dan Hutu di tahun 1994 melanjutkan kampanye pemusnahan etnis dan mencoba memperluas operasi mereka melewati barat laut. memulai gerakan anti-Tutsi dan anti-RPF. partai gerakan emansipasi Hutu Parmehutu menang dalam referendum PBB. operasi peacekeeping yang dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB. United Nations Assistance Missions for Rwanda (UNAMIR). Ketiga. yang berusaha menjaga perdamaian pasca perundingan di tahun 1992 serta pengkondisian dan pemeliharaan wilayah Rwanda menyusul akan dipulangkannya 1 juta pengungsi Tutsi di tahun 1994 gagal. Pembunuhan menyebar di Kigali dan seluruh pelosok negeri. Rwanda menjadi sebuah failed state yang memiliki vacuum of power di negara itu. propaganda ini kemudian menjadi sangat sistematis dan berubah menjadi sebuah norma. Juni 1962 resolusi Majelis Umum PBB mengakhiri pemerintahan Belgia dan memberikan kemerdekaan penuh atas Rwanda (dan Burundi) yang mulai berlaku sejak 1 Juli 1962.atas Rwanda dan perang sipil di tahun 1959. ada artikel yang berisi The Hutu’s Commandments yang secara ekstrim menyatakan kebencian atas Tutsi. Pihak yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah militan Interahamwe “those who attack together” dan Impuzamugambi “those with a single purpose”. Keempat. Gerakan pemberontak. sama halnya dengan pendeta dan para pekerja . Kedua. di tahun 1990. setelah terjadi Perang Sipil di Rwanda tahun 1959. Perang pertama muncul setelah gencatan senjata Arusha tanggal 12 juli 1992. Surat kabar yang dikuasai oleh negara Kangura memiliki peran pusat. Juvenal Habyarimana meninggal dalam kecelakaan pesawat di Bandara Kigali 6 April 1994. Tanzania. genosida meluas kearah pembantaian 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat. dan mengakuai adanya militer yang netral dalam organisasi Persatuan Afrika. melakukan upaya perundingan sebagai jalan mengakhiri pertikaian. setelah Presiden Rwanda.

dan Burundi. Lebih dari 6 pria.000 wanita mengalami kekerasan seksual. mayat suku Tutsi dibuang ke sungai dan pembunuh mengatakan jika mereka akan dikirim kembali ke Ethiopia. Rwanda tidak bisa melindungi masyarakatnya bahkan menjadi ancaman bagi warganegaranya sendiri. diperkirakan 800. dan tentara meningkat dari 5000 menjadi 40. akan tetapi tanggung jawab internasional akan masalah ini nampaknya berlawanan dengan prinsip demokrasi di satu sisi dan Hak Asasi Manusia di sisi lain. Genosida berakhir ketika RPF menguasai Kigali tanggal 4 Juli 1994 dan perang berakhir tanggal 16 Juli 1994.000 penduduk Rwanda yang terbunuh adalah suku Tutsi. Tanzania. wanita dan anak-anak dibunuh setiap menit setiap jam dalam setiap hari.000 yang selamat menjadi yatim piatu dan 40. institusi publik.000 lainnya tidak memiliki tempat tinggal.000 di bulan Oktober 1992. Sebanyak 20. Uganda. dan sekolah. Hal ini kemudian menimbulkan masalah baru bagi negara-negara perbatasan sehingga muncul krisis Danau besar dan munculnya Perang Kongo I dan II. yang sering melakukan serangan terhadap kantor-kantor pemerintahan. Lebih dari 67% wanita yang diperkosa terinfeksi HIV/AIDS. terdiri dari sejumlah anggota bersenjata. padahal media internasional “Amerika Serikat” lah yang memulai kebebasan pers dan media untuk menyebarkan nilai-nilai demokrasi di wilayah ini. Konflik perbatasan dan masalah pengungsi kemudian mlanda kawasan Danau Besar. Genosida yang terjadi di Rwanda setidaknya menjadi agenda keamanan internasional karena genosida pada dasarnya merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai fundamental manusia yang tercantum dalam piagam PBB. Sebanyak dua juta pengungsi terbang ke Kongo. bahkan melindungi pemberontak yang melakukan aksi genosida.000 hingga 1 juta suku Tutsi dan Hutu moderat meninggal. Militan.000 dan 500. mulai menyediakan senjada dan mendukung pemerintah Rwanda.kemanusiaan. Genosida yang terjadi di Rwanda merupakan tingkatan Genosida pertama dalam kategori “mutual genocide” karena baik Tutsi dan Hutu saling membunuh satu sama lain karena perbedaan etnis dan partai serta konflik kepentingan bebrapa pihak di negara itu. Negara lain juga turut andil dalam genosida yang melanda Rwanda. Konflik internal yang awalnya merupakan fanatisme antar suku berubah menjadi pembantaian manusia yang mengakibatkan eskalasi politik dan keamanan di kawasan juga meningkat bahkan menjadi concern dunia . Perancis. tempat asal mereka. klinik. Aksi ini meningkatkan friksi antara kekuatan keamanan dan populasi Hutu dan menimbulkan insecurity di jalanan. seperti penjara. hampir 800. Mereka turut membantu Habyarimana untuk melakukan aksi penahanan terhadap 1000 lawan politik dan pembunuhan atas 350 Tutsi di perbatasan. Korban yang sesungguhnya dalam kasus Genosida di Rwanda merupakan suku Tutsi. Genosida ini juga menjadi kejahatan kemanusiaan paling besar sepanjang abad-20 setelah Holocaust yang terjadi di Jerman. disinyalir ingin mempertahankan pengaruh di Afrika. Bahkan masyarakat biasa dipaksa membunuh tetangga mereka oleh pemerintahan lokal yang disponsori oleh radio. 75.000 anak-anak lahir dari tindakan itu. pendiri Rwanda Armed Forces (ex-FAR) dan kelompok genosida Interahamwe. Dalam kurun waktu 100 hari dari 6 April hingga 16 Juli 2004. Antara 250. Media internasional tidak melakukan tindakan apa-apa atas propaganda radio dan surat kabar.

and C Pott Berry (eds). Genosida di Rwanda menjadi sebuah bukti jika moralitas. Genocide in Rwanda: A Collective Memory. bahkan setelah berakhirnya perang lima tahun pada 2003. and Margreet Wiegers.Perang. dan itu merupakan angka kematian tertinggi yang berkaitan dengan konflik sejak Perang Dunia II. 23 Januari 2008 | 03:00 WIB INILAH. penyakit dan kekurangan gizi telah menewaskan sekitar 5. hukum internasional bahkan komunitas internasional sendiri gagal dalam melakukan upaya-upaya pencegahan terkait dengan keamanan internal suatu negara yang harusnya menjadi concern dunia internasional karena menyangkut Hak Asasi Manusia. Jeroen K. of Pretoria. Konflik Rwanda sekaligus memberi pelajaran bagi komunitas internasional untuk mengutamakan sendi-sendi kemanusiaan dan mewaspadai mutual genocide dalam era modern. George Rupp. kata kelompok itu. REFERENSI Berry.COM. Meski perang Kongo berakhir secara resmi lima tahun lalu.internasional menyusul diadilinya para penjahat kemanusiaan di Rwanda di Pengadilan Kriminal Internasional dan perdebatan panjang akan term mutual-genocide dalam komunitas internasional.4 juta orang di Kongo sejak 1998. kata sebuah kelompok kemanusiaan internasional. The Hague and School of Health Systems and Public Health. (1999).000 orang tewas setiap bulan di negara Afrika tengah yang luas itu. Univ. diare. Nairobi . J. Komite Penyelamatan Internasional (IRC) yang berpusat di New York menyatakan. kekerasaan yang terus berlangsung dan kemiskinan terus merenggut jiwa. Netherlands Interdisciplinary Demographic Institute 5. Washington. sekitar 45. Mayoritas dari korban-korban itu tewas karena penyakit yang seharusnya bisa dicegah dan bisa dirawat seperti malaria. pneumonia dan kekurangan gizi. Survei yang dilakukan antara Januari 2006 dan April 2007 itu berakhir segera setelah kekerasan ." kata ketua kelompok itu. "Jumlah kematian Kongo itu setara dengan seluruh penduduk Denmark atau negara bagian Colorado yang tewas dalam satu dasawarsa. van Ginneken. dan pemulihan diri dari konflik brutal itu merupakan sebuah "proses yang berlarut-larut". Howard Univ Press. Netherlands Interdisciplinary Demographic Institute.4 Juta Orang Tewas dalam Konflik Kongo Oleh: Rabu.

4 Juta Jiwa Kamis. Pemberontak timur dan pemerintah dijadwalkan menandatangani sebuah perjanjian perdamaian di ibukota provinsi itu Goma pada Selasa. "Jumlah korban tewas di Kongo sama seperti seluruh populasi Denmark atau negara bagian Colorado di Amerika Serikat (AS). dan karenanya jumlah kematian mungkin lebih tinggi dan terus naik. Ini merupakan salah satu bencana terburuk di dunia.4 juta jiwa." tutur Presiden IRC George Rupp. rakyatnya tetap hidup dalam kemiskinan yang parah.Komite Penyelamatan Internasional (IRC) dalam laporannya dini hari tadi mengungkapkan konflik internal di Republik Remokrat Kongo yang terjadi sejak 1998 dilaporkan telah menewaskan 5.000 orang tewas akibat krisis kemanusiaan atau konflik bersenjata selama periode survei IRC itu. dan hampir separuh dari mereka anak-anak di bawah usia lima tahun.000 warga tewas setiap bulan. Lebih dari 700. Kongo bangkit dari kekuasaan kleptokratis puluhan tahun setelah penggulingan diktator Mobutu Sese Seko oleh pemberontak pada 1997. Rakyat Kongo mengadakan pemilihan umum bersejarah pada 2006 yang mengantarkan Presiden Joseph Kabila ke tampuk kekuasaan. sebuah langkah berarti untuk mengakhiri konflik yang kejam itu. Namun pemerintahnya. lamban menangani krisis kemanusiaan dan meski negara itu memiliki kekayaan mineral yang besar. IRCjuga menyatakan sebanyak 45. Konflik Kongo Renggut 5. Kamis (24/1/2008). Rupp menambahkan. sebagian besar korban tewas bukan karena aksi kekerasan. . melainkan berbagai penyakit yang mewabah akibat krisis kemanusiaan di negeri itu. yang membuat negara itu terjeblos ke dalam perang yang menyeret sedikitnya enam militer asing. yang dituduh melakukan korupsi. 24 Januari 2008 15:45 wib BUKAVU .di provinsi bergolak North Kivu meletus.

" jelasnya. "Saya belum tahu pasti detail kesepakatan damai yang dibuat pemerintah dan pemberontak. pneumonia. pemerintah Kongo dan sejumlah kelompok bersenjata di negeri itu telah menandatangani kesepakatan damai. dini hari tadi. ini adalah pertanda baik untuk membangun kembali Kongo. Namun. dan manula meninggal dunia karena malaria. Perdamaian itu terwujud setelah kedua belah pihak terlibat pembicaraan selama dua pekan di Goma. terutama wanita. dan gizi buruk. diare. (Sindo Sore//jri) . Peter Kessler dari UNHCR -badan di Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi masalah pengungsi menyatakan."Konflik berkepanjangan itu menyebabkan banyak warga. Sementara itu. anak-anak." jelas Kessler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful