Anda di halaman 1dari 11

PENDAHULUAN

Alat Pengangkut Padatan Sumber : Perry 7th ed. Berdasarkan prinsip pengangkutannya, alat transportasi padatan dibedakan menjadi 2: 1. prinsip pengangkutan horizontal, disebut conveyor. 2. prinsip pengangkutan vertikal, disebut elevator. Berdasarkan system atau cara pengakutan digolongkan menjadi 3 macam : 1. Mekanis : a. sistem scraper ( mendorong) b. sistem carrier (mengangkut atau membawa) 2. Pneumatis : pengangkutan menggunakan udara, a. Pressure system, b. Vacuum system, c. Pressure & vacuum system. 3. Hidrolis : pengangkutan menggunakan air. Pemilihan conveyor : Standardized equipment design. Faktor-faktor pemilihan conveyor : 1. Kapasitas Belt conveyor : dapat digunakan dengan kecepatan tinggi, tonase banyak. Screw conveyor : lebih lambat.

2. Jarak : Belt conveyor : dalam mil. Air conveyor : s/d 305 m ( 1000 ft). Vibrating conveyor : ratusan meter. 3. Ketinggian Vertikal : bucket elevator Jika diinginkan vertical dan horizontal : kombinasi elevator & conveyor. 4. Sifat material: sifat utama yaitu flowability, Tabel 21-3 ( Perry 7th ed.) 5. Proses yang diinginkan selain pengangkutan : Pendinginan, pemanasan, pencampuran, pencucian(dewatering), screening, kristalisasi. 6. Umur alat : belt conveyor yang panjang dengan standar kualitas tinggi beumur mencapai 35 th. Biasanya 10 th. 7. Harga. Motor penggerak berharga 10 30 % total cost sistem pengangkutan. a. 3 fase : 60 Hz, 220 V b. 220/440-V c. 550-V, four wire, 208-V d. Biasanya 240 & 480 V. Alat pengangkut mekanis : I. II. III. Screw conveyor, Belt conveyor, Bucket elevator,

IV. V. VI.

Vibrating conveyor, Roller conveyor, Continuous Flow conveyor,

VII. Chute. Alat pengangkut pneumatic : VIII. Vacuum conveyor, IX. X. XI. Pressure conveyor. Pile / reclaiming, Bins/Silos/Hopper. Alat penyimpan :

Alat Pengumpan : 1. vibrating feeder. 2. Screw feeder. 3. belt / apron feeder. 4. Table feeder. 5. Vibratory feeder 6. star feeder

ISI
Bucket Elevator adalah alat transportasi padatan yang bekerja secara vertikal yang terdiri dari satu belt atau sepasang rantai yang berputar pada 2 roda atas dan bawah; ember-ember atau bucket yang terpasang pada belt atau rantai.

Belt, scraper maupun apron conveyor mengangkut material dengan kemiringan yang terbatas. Belt conveyor jarang beroperasi pada sudut yang lebih besar dari 15-20 dan scraper jarang melebihi 300. Sedangkan kadangkala diperlukan pengangkutan material dengan kemiringan yang curam. Untuk itu dapat digunakan Bucket Elevator. Secara umum bucket elevator terdiri dari timba-timba (bucket) yang dibawa oleh rantai atau sabuk yang bergerak.

Tipe Bucket: 1. Menneapolis type Bentuk ini hampir dipakai di seluruh dunia. Dipergunakan untuk mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat. 2. Bucket for wet or sticky materials Bucket yang lebih datar. Dipergunakan untuk mengangkut material yang cenderung lengket. 3. Stamped steel bucket for crushed rock Dipergunakan untuk mengangkut bongkahan -bongkahan besar dan material yang berat.

Jenis Jenis Elevator: 1. Centrifugal Discharge Elevator Ember-ember yang terpasang saling terikat satu dengan yang lain pada belt atau rantai pada jarak tertentu. Jarak antar ember dengan kisaran 12 24 inch. Alat ini khusus untuk kapasitas yang medium atau kecil. Alat ini cocok untuk mengangkut bahan yang bersifat free flowing, material yang halus, atau gumpalan-gumpalan kecil seperti grain ( butir-butiran), batu bara, pasir, ataupun zat-zat kimia yang kering. 2. Positive Discharge Elevator Ember-ember diangkut oleh sepasang rantai yang dihubungkan dengan ujung roda. Alat ini dipakai untuk mengangkut bahan yang cenderung mudah menggumpal atau bahan yang berukuran agak kasar atau berat. 3. Continuous Discharge Elevator Alat ini terdiri dari ember-ember yang saling berdekatan dengan arah aliran maju ke titik pemberhentian. Alat ini umumnya dipakai untuk mengangkut material yang kasar dan kering. Alat ini dioperasikan dengan kecepatan lebih rendah dibanding tipe centrifugal discharge elevator.

Kelebihan Bucket Elevator

Alat angkut yang efisien walaupun lebih mahal dari konveyor scraper ( carukan ). Dikatakan lebih effisien karena tidak terjadi gesekan antara bahan olah dengan wadahnya disebabkan setiap mangkuk bebas tidak bergeseran dengan dinding tidak seperti konveyor scraper (Henderson and Perry, 1989).

Dapat mengangkut bahan dengan kemiringan yang curam. Dapat digunakan untuk mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat, mengangkut material yang cenderung lengket,serta mengangkut bongkahan-bongkahan besar dan material yang berat. Harga lebih murah karena pemakaian energi kecil

Kelemahan Bucket Elevator Bahan yang diangkut kebersihannya tidak terjaga. Tidak dapat digunakan jika bahan melalui jalur yang berkelokkelok. Bahan yang diangkut dapat mengalir kembali atau jatuh ke bawah.

Bucket elevator terdiri dari mangkuk-mangkuk dengan jarak yang seimbang yang dikaitkan pada sabuk (belt). Sabuk membungkus sepanjang dua puli yang diletakkan di atas dan di bawah. Sabuk berputar menggerakkan mangkuk berisi bijian dari bawah dan membawanya ke atas.

Cara Kerja : Material curah (bulk material) masuk ke corong pengisi (feed hopper) pada bagian bawah elevator (boot). Material curah ditangkap bucket yang bergerak, kemudian oleh bucket dibawa ke atas. Setelah sampai pada roda gigi atas, material dikeluarkan ke arah corong keluar (discharge spout).

Jenis Bucket yang digunakan Deep Bucket Sudut potong 650 , digunakan untuk bahan yang sangat kering, mudah mengalir. Shallow Bucket Sudut potong 450 , untuk bahan yang mengandung uap air, agak sukar mengalir.

V-Bucket Untuk material berat, abrasif.

KESIMPULAN
Pemilihan alat angkut selain didasarkan pada sifat-sifat bahan yang berpengaruh terhadap alat angkut, maka hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah jarak angkut, kemiringan atau perbedaan ketinggian dari posisi bahan yang hendak diangkut. Jumlah bahan yang hendak diangkut, kecepatan pengangkutan yang diperlukan. Untuk pengangkutan bahan yang tidak berhamburran serta volumenya juga yang cukup besar, maka digunakan alat pangangkut sabuk. Alat angkut sekrup digunakan untuk mengangkut bahan dalam wadah yang tertutup dan jarak angkutnya dekat. Untuk pengangkutan yang membutulkan kecepatan aliran dan aliran yang tujuannya berbagai arah digunakan konveyor pneumatik yang mengalir dengan menggunakan tekanan. Sedangkan untuk mengangkut bahan dengan kemiringan yang curam digunakan bucket elevator. Pemilihan alat yang digunakan untuk mengangkut material yang sedikit basah atau lembab lebih sukar dibandingkan dengan pemilihan alat yang digunakan untuk mengangkut material yang halus serta kering, karena material yang lembab bisa melekat pada alat angkut sehingga dapat mengganggu proses pengangkutan. Bucket elevator bisa digunakan untuk mengangkut butiran dan material kering yang sudah lumat, mengangkut material yang cenderung lengket,serta mengangkut bongkahan-bongkahan besar dan material yang berat.

DAFTAR PUSTAKA
Handojo, Lienda. Teknologi kimia, Jilid 1, Cetakan Pertama, Pertja, 1995. Cook, T.M. Dan Cullen, D.J. Industri kimia operasi :aspek-aspek keamanan dan kesehatan, Gramedia, 1985. Peters, Maxs.Elementary chemical engineering, Second Edition, Mc. Graw-Hill, Book Company, USA 1984. Bodger, Walter L. [dan] Banchero, Julius T.Introduction to chemical engineering International Studen Edition.