Anda di halaman 1dari 9

BOXING SYSTEM DAN MINIMUM BLANK SIZE

Wind, Dito, Martin, Vania, HerPoer

BOXING SYSTEM
A : Size frame B : Vertikal frame ED : Diagonal

BOXING SYSTEM
DBL Distance Between Lens
V234-BRN 5216 145

Maksud dari kode tersebut Atau lebih dikenal adalah V234 kode frame, sebagai bridge. Diukur BRN warna frame, 52 size dari rim nasal dalam frame, 16 bridge, 145 ( bevel ) kiri ke kanan panjang temple

MBS ( MINIMUM BLANK SIZE )


Penentuan MBS bertujuan : 1. Menentukan diameter lensa yang dibutuhkan agar OC lensa berhimpit dengan pupil mata pemakai 2. Efisiensi dan efektifitas bahan lensa blank yang akan digunakan 3. Ketipisan lensa yang akan dihasilkan Data yang harus diketahui untuk menentukan diameter lensa yang akan dipergunakan adalah : Mencari DV ( PD Frame ) : Size Frame + Bridge Data PD pasien Dan rumus yang digunakan : 1. MBS = 2. DEC + ED + 2 DEC = ( GCD PD ) : 2 GCD = A + Bridge 2. MBS = ( DV PD pasien ) + ED + 2

MBS ( MINIMUM BLANK SIZE )


Contoh : Berapa diameter lensa yang dibutuhkan ? Size Frame = 50 Panjang temple = 135 Bridge = 17 Diagonal Frame = 60 PD = 62 Jawaban: DV = 50 + 17 = 67 Diameter Lensa = DV - PD Pasien + ED + 2 = 67 62 + 60 + 2 = 67 mm Jadi Diameter Lensa yang di order tanpa desentrasi adalah : 67 mm

DESENTRASI
Berapa diameter lensa yang dibutuhkan ? Size Frame = 64 Panjang temple = 135 Bridge = 20 Diagonal Frame = 68 PD = 58 Jawaban: DV = 64 + 20 = 84 Diameter Lensa = DV - PD Pasien + ED + 2 = 84 58 + 68 + 2 = 96 mm Jadi Diameter Lensa yang di order tanpa desentrasi adalah : 96 mm karena diameter lensa yang tersedia adalah 80 mm maka lensa tersebut perlu didesentrasi. Rumus desentrasi : [diameter lensa yang diperlukandiameter lensa yang ada ] : 2 maka dari kasus diatas Desentrasi = [ 96 80 ] : 2 = 8 mm per lensa

BC LENSA

Base curve adalah kurva/kelengkungan permukaan luar sebuah lensa, yang memiliki satuan sama dengan power lensa yaitu Dioptri. Kalau kita pernah mendengar istilah base 4.00 atau base 6.00, artinya base curvenya adalah +4.00 D dan +6.00 D Semakin tinggi base curve lensa, maka lensa akan semakin lengkung (cembung). Contoh : Base +6.00D lebih Cembung dari Base 4.00D, dst Design suatu base curve harus sesuai dengan power lensa, secara teoritis satu base curve digunakan untuk satu power lensa. Faktanya kondisi ini tak mungkin dilakukan karena akan berakibat biaya produksi yang sangat tinggi dan harga jual lensa akan sulit terjangkau Atas alasan diatas, maka masing-masing pabrik lensa menetapkan base curve untuk power lensa dengan sistem pengelompokkan (Range) yang disebut sebagai best optical performance

BC LENSA

Lens measure : alat untuk mengukur base curve suatu lensa

HUBUNGAN BENTUK FRAME DENGAN BASE CURVE LENSA

Frame jenis Full rim, base curve tidak begitu bermasalah, karena rim frame dapat distel menyesuaikan base curve lensa Frame jenis rimless bor yang pada bagian temple atau bridge yang masih bisa distel, sehingga jika ada perbedaan antara base curve demo lens dengan base curve lensa resep akan distel pada bagian bridge atau temple Frame jenis rimless bor yang tidak dapat distel pada bridge, end piece atau temple perbedaan base curve demo lens dengan base curve lensa resep akan menghasilkan frame yang bentuknya menyimpang jauh dari aslinya