Anda di halaman 1dari 9

Disusun oleh: Dita Ulan Sari (XII IPA 4/05)

Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Surabaya Tahun Ajaran 2011-2012

A.

Percobaan 1 Hukum Melde


Tujuan : Menentukan cepat rambat gelombang transversal suatu dawai.

I.

II.

Alat dan Bahan :


Audio Frequency Generator (AFG), untuk menghasilkan gelombang tali. Amplifier, untuk menguatkan daya yang dihasilkan. Vibrator/Penggetar, untuk menggetarkan tali. Katrol, untuk mengaitkan tali. Mistar Neraca Penggaris Beban Benang Kawat Tali (ukuran panjang sesuai keinginan). Logam.

I.

Dasar Teori

Gelombang adalah getaran yang merambat. Didalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya pertikel-partikel perantanya. Pada hakekatnya gelombang merupakan rambatan energi (energi getaran). Periode gelombang [T] adalah waktu yang diperlukan gelombang untuk menempuh satu panjang gelombang penuh. Panjang gelombang [] adalah jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode. Frekuensi gelombang [f] adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan waktu. Cepat rambat gelombang [v] adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu.

v= f

Dimana V = laju perambatan gelombang tali [ ms ] f = frekuensi [Hz] = panjang gelombang [m]

Bila seutas tali dengan tegangan tertentu digetarkan secara terus menerus maka akan terlihat suatu bentuk gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambat gelombang, gelombang ini dinamakan gelombang tranversal. Jika kedua ujungnya tertutup, gelombang pada tali itu akan terpantul-pantul dan dapat menghasilkan gelombang stasioner yang tampak berupa simpul dan perut gelombang asalkan dipenuhi:

yakni panjang tali (L) merupakan kelipatan bilangan bulat dari setengah panjang gelombangnya. Laju rambat gelombang dalam tali:

v = F

= ml

Dimana

V = laju perambatan gelombang tali [ ms ] F = tegangan tali [N] m = rapat massa linier tali [ kgm ] = panjang tali [m]

Bila gelombang padat tali itu mempunyai panjang gelombang satu (1) maka frekuensi vibrator yang menimbulkannya. Percobaan ini pertama kali dilakukan oleh Melde untuk menentukkan cepat rambat gelombang transversal pada tali. Dari hasil percobaannya Melde menemukan kesimpulan bahwa cepat rambat gelombang pada tali yaitu, Berbanding lurus dengan akar kuadrat tegangan tali [F] Berbanding terbalik dengan akar kuadrat massa per satuan panjang tali []

I.

Langkah Kerja

Merangakai alat seperti pada gambar. Mengukur massa beban, panjang dan massa tali. Mencatat besar volt yang digunakan. Menghidupkan amplifier. Mengukur panjang gelombang yang terjadi dan mencatatnya. Mengulangi langkah 4-5 dengan besar volt yang berbeda . Menetukan frekuensi [f] gelombang dari data-data diatas.

I.

Pengamatan :
= 93 cm = 0,93 m mbeban = 30 gr = 0,03 kg mtali = 0,41 gr = 0,00041 kg = 32 Voltase = 3 93 cm = 0,93 m = mbeban = 30 gr = 0,03 kg mtali = 0,41 gr = 0,00041 kg = 74 Voltase = 6

Jadi,

# VI = F = Fxlm
x f = 0,3x0,9341x10-5
32

# VII = F = Fxlm
x f = 0,3x0,9341x10-5
74

x f = 0,279x10541

x f = 0,279x10541

fI

= 26,08 x 23 = 17,387 Hz

f II

= 26,08 x 47 = 14,903 Hz

I.

Kesimpulan :

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan diatas adalah: bahwa cepat rambat gelombang pada tali :
Berbanding lurus dengan akar kuadrat tegangan tali [F], semakin besar tegangan

tali maka semakin besar pula cepat rambat gelombang. Berbanding terbalik dengan akar kuadrat massa per satuan panjang tali [], semakin besar jenis tali (massa per satuan panjang tali) maka semakin kecil cepat rambat gelombang. Dengan demikian cepat rambat gelombang pada tali tergantung pada besar tegangan tali dan jenis tali massa per satuan panjang tali

v = F

f = F

A.Percobaan 2 Resonansi
I.

Tujuan

: Menentukan cepat rambat bunyi

di udara.
II.

Alat dan Bahan


Tabung kaca resonansi berskala Speaker Selang plastik Botol aqua Voltase Selotip Kabel kutub Statif (tiang) Air

I.

Dasar Teori :

Peristiwa resonansi merupakan peristiwa bergetarnya suatu sistem fisis dengan nilai frekuensi tertentu akibat dipengaruhi oleh sistem fisis lain (sumber) yang bergetar dengan frekuensi tertentu pula dimana nilai kedua frekuensi ini adalah sama. Peristiwa ini dapat diamati dengan menggunakan kolom udara. Kolom udara dapat dibuat dengan menggunakan tabung yang sebagian diisi air, sehingga dapat diatur panjang kolom udara dengan menaik-turunkan permukaan air pada tabung. Sistem fisis sumber adalah audio generator yang dapat menghasilkan gelombang bunyi dengan nilai frekuensi bervariasi, sedangkan sistem fisis yang ikut bergetar adalah molekul-molekul udara yang berada dalam kolom udara yang bergetar karena variasi tekanan. Gelombang yang terbentuk dalam kolom udara merupakan gelombang gelombang bunyi berdiri. Peristiwa resonansi terjadi saat frekuensi sumber nilainya sama dengan frekuensi gelombang bunyi pada kolom udara yang dicirikan degan terdengarnya bunyi yang paling nyaring (amplitudo maksimum). Gelombang bunyi yang terbentuk dalam kolom udara memiliki nilai panjang gelombang tertentu yang memenuhi hubungan.

= Vf

Dimana v = laju perambatan gelombang tali [ ms ] = panjang gelombang [m] f = frekuensi [Hz]

Jika kita mengetahui nilai frekuensi sumber, maka pada saat resonansi tersebut kita dapat menentukan nilai cepat rambat bunyi di udara.

II.

Langkah Kerja :
Merangakai alat (kurang lebih) seperti pada gmbar. Menyalakan voltase. Mentukanlah nilai kolom udara nada dasar [0] dengan menaik-turunkan permukaan air pada tabung, sampai terdengar bunyi nyaring. Menentukan pula nilai kolom udara nada atas satu [1] dan nada atas dua [2]. Lalu mencatat letak frekuensi gelombang bunyi pada tabung resonansi berskala. Mengulangi langkah 3-4 dengan frekuensi dan kolom udara yang berbeda. Menghitung panjang gelombang [] dari data-data diatas. Menentukan cepat rambat [V] bunyi dari panjang gelombang rata-rata dan frekuensi.

I.

0 = 7cm n = 1 1 = 25cm n = 2 2 = 43cm n = 3 f = 60110 x 10000 = 5454,5 Hz

II. 0 = 8cm

n =

1 1 = 28cm n = 2 2 = 50cm n = 3 f = 50110 x 10000 = 4545,5 Hz * 0 = 2n-14 x 8 = 2.1-14 x 0 = 4 x 81 = 32 cm * 1 = 2n-14 x 28 = 2.2-14 x 1 = 4 x 283 = 37,3 cm * 2 = 2n-14 x 50 = 2.3-14 x 2 = 4 x 505 = 40 cm

I.

* 0 = 2n-14 x 7 = 2.1-14 x 0 = 4 x 71 = 28 cm Pengamatan : * 1 = 2n-14 x 25 = 2.2-14 x 1 = 4 x 253 = 33,3 cm * 2 = 2n-14 x 43 = 2.3-14 x 2 = 4 x 435 = 57,3 cm

= total3 = 28+33,3+57,33 = 118,63 = 39,5 cm = 0,395 m II = total3 = 32+37,3+403 = 109,33 = 36,4 cm = 0,364 m
xf

Jadi,

VI =

= 0,395 x 5454,5 = 2154,528 ms

VII =

xf = 0,364 x 4545,5 = 1654,562 ms


II

I.

Kesimpulan :

Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan diatas adalah: bahwa cepat rambat gelombang pada tali :
Berbanding lurus dengan frekuensi bunyi [f], semakin besar frekuensi bunyi maka

semakin besar pula cepat rambat gelombang.

f = V