Asal Usul Candi Prambanan (Roro Jonggrang

)

Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.

Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. ´Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!µ, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerakgerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. ´Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,µ pikir Bandung Bondowoso.

Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. ´Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?µ, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Roro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. ´Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinyaµ, ujar Roro Jongrang dalam hati. ´Apa yang harus aku lakukan ?µ. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Roro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.

´Bagaimana, Roro Jonggrang ?µ desak Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. ´Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,µ Katanya. ´Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?µ. ´Bukan itu, tuanku, kata Roro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. ´Seribu buah?µ teriak Bondowoso. ´Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.µ Bandung Bondowoso menatap Roro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. ´Saya percaya tuanku bias

langit menjadi gelap. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. ´Tidak mungkin«µ. Dung« dung«dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk. ´Ya. ´Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukanµ. Bantulah aku!µ teriaknya dengan suara menggelegar. ´Apa yang harus kami lakukan Tuan ?µ.µ pinta Bandung Bondowoso. diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. ´Wah. Tak lama kemudian. Ia cemas.µ sambung jin yang lain. ujar Loro Jonggrang dalam hati. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. bagaimana ini?µ. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. benar juga usulmu. Ia mencari akal. matahari akan terbit!µ seru jin. Paginya. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. ´Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!µ katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. ´Cepat bakar semua jerami itu!µ perintah Loro Jonggrang. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. ´Candi yang kau minta sudah berdiri!µ. kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso.membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!µ. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. ´Pasukan jin. ´Jumlahnya kurang satu!µ seru Loro Jonggrang. Sementara itu. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang. ´Wah. Para jin segera bergerak ke sana kemari. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Angin menderuderu. sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Sesaat kemudian. tanya pemimpin jin. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. ´Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari. Ia menjadi sangat murka. Sampai saat ini candicandi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan. melaksanakan tugas masing-masing. . siapkan peralatan yang kubutuhkan!µ Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. kata penasehat. ´Bantu aku membangun seribu candi.

Daerah tersebut sangatlah kering. Dia melihat seorang Wanita yang sangat cantik dan ayu berambut panjang . warnanya kuning emas. Ternyata ikan tersebut masih berada di tempatnya. Hingga pemuda tersebut mempunyai siasat untuk mengintip siapa yang melakukan semua itu. hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. melihat ikan yang di pancingnya semalam. Ia mulai melihat asap di dapur rumahnya. Alangkah terkejutnya dirinya ketika ia melihat siapa yang melakukan semua itu. lalu ia menaruhnya di sebuah wadah yang besar dan memberi makannya. ia lebih memilih untuk memeliharanya. ia pun teringat pada ikannya karena takut di curi orang. dengan tujuan hendak makan siang. lama ia berpikir siapa yang melakukan semua itu. dengan bergegas ia lari ke belakang. Dan kejadian ini pun terus berulang ulang. hingga pada suatu hari ia mendurung. sesampainya di rumah karena sangat lapar maka ia hendak memasak Ikan itu tetapi karena indahnya ikan itu.Asal Mula Danau Toba Pada jaman dahulu. Dia pun mengurungkan niatnya untuk memasak ikan itu. Maka dia pun bergegas pulang karena hari pun mulai larut malam. dengan . dengan perlahan lahan ia berjalan menuju kebelakang rumah nya untuk melihat siapa yang melakukan semua itu. Ia pun menangkap ikan itu dan dengan segera ia membawa pulang ikan tersebut. masakan tersebut telah terhidang di rumahnya. Pemuda itu hidup dari bertani dan mendurung ikan. akhirnya ia pun menyantap dengan lahapnya masakan tersebut. setiap ia pulang makan. tetapi karena perutnya sudah lapar . ia terheran heran. tetapi alangkah terkejutnya dirinya. namun ketika ia hendak pulang ia melihat seekor Ikan yang besar dan indah . dan hingga tengah hari Ia pun pulang kerumah. dan ia pun berniat untuk pulang karena telah bosan lama menunggu. keesokan harinya dia pun mulai menjalankan siasatnya. Lama ia menunggu. Ia pun mulai bersembunyi diantara pepohonan dekat rumahnya. ketika melihat rumahnya. didalam rumah nya telah tersedia masakan yang siap untuk di makan. namun asap di dapur rumahnya belum juga terlihat. keesokan harinya seperti biasanya ia pergi bertani ke ladangnya. namun begitu Ia akan keluar dari persembunyiannya.sudah setengah hari ia melakukan pekerjaan itu namun tak satu pun ikan di dapatnya.

siap kah engkau.!!´ . dengan kuat ia menampar pipi anaknya sambil berkata ³Botul maho anakni dekke (betul lah engkau anaknya ikan). Pemuda itu pun menyetujui persyaratan tsb dan bersumpah tidak akan mengatakannya. ³Hai wanita maukah engkau menjadi Istri ku. Dan menikahlah mereka. namun karena pemuda itu merasa telah menyakiti hati wanita itu . sang ayah pun emosi. dan mulai meneteskan air mata.??´. Pemuda itu pun terkejut.´ Sang anak pun menangis dan berlari pulang kerumah. maka pemuda tsb berkata. wanita itu berkata. tetapi dengan satu syarat.sesampainya dirumah anaknya pun menanyakan apa yang di katakan ayahnya . dan menangkap wanita tersebut. namun di tengah perjalanan ia terasa lapar. Hingga mereka mempunyai anak yang berusia 6 tahunan . dan dari mana asalmu?´ Wanita itu tertunduk diam. dia hanya diam & tertunduk .sang ayah pun bertanya kepada anaknya ³hai anakku.. anak itu pun pergi mengantar nasi kepada ayahnya. anaknya nya pun menjawab. Lalu Ia berkata. dengan sangat senang ayahnya menerimanya. Setelah selesai memakannya. Yang ada hanya tinggal tulang ikan saja. ³hai . wanita. sesampainya di tempat sang ayah Ia memberikan bungkusan tersebut kepada sangayah. mengapa isi bungkusan ini hanya tulang ikan belaka´.lalu pemuda tsb berkata ³Mengapakah engkau diam . ³hai wanita kemanakah ikan yang di dalam wadah ini?´ Wanita itu pun semakin menangis tersedu sedu. namun pemuda tsb terus memaksa dan akhirnya wanita itu pun berkata ³Aku adalah ikan yang kau tangkap kemarin´ .. Ia pun membuka makanan yang di bungkus untuk ayahnya. Lalu wanita tsb pun berkata .. apakah syarat itu balas pemuda itu dengan cepat bertanya. Lalu suatu hari sang ibu menyuruh anaknya untuk mengantar nasi ke ladang ketempat ayahnya. alangkah terkejutnya ayahnya melihat isi bungkusan tersebut. lalu ayahnya pun duduk dan segera membuka bungkusan nasi yang di titipkan istrinya kepada anaknya.. ³Kelak jika anak kita lahir dan tumbuh.. janganlah pernah engkau katakan bahwa dirinya adalah anakni Dekke(anaknya ikan)´. Ia pun bertanya pada wanita itu. anak itu sangatlah bandal (jugul) dan tak pernah mendengar jika di nasehati. lalu pemuda itu pun melihat ikannya tak lagi berada di dalam wadah.. Wanita tsb terkejut .perlahan lahan Ia memasuki rumahnya. kemudian ia pun membungkusnya kembali dan melanjutkan perjalanannya ketempat sang ayah. ³ aku mau menjadi istri mu . ³ di perjalanan tadi perutku terasa lapar jadi aku memakannya´. dan memakan makanan itu.

sambil meneteskan air mata dan berkata di dalam hati.³mak . botul do au anakni dekke (mak . maka danau tersebut terbiasa disebut dengan DANAU TOBA.tetapi karena orang batak susah mengatakan TUBA. langit pun mulai gelap . hingga daerah tersebut terbentuk sebuah Danau. olo do na di dokkon amangi.dan sekarang aku harus kembali ke alamku. ³Suami ku telah melanggar sumpahnya. benarnya aku ini anaknya ikan)´ mendengar perkataan anaknya ibunya pun terkejut. sang anak dan ibu raib. .benarnya yang dikatakan ayah itu . Hujan badai pun mulai turun dengan derasnya. dari bekas telapak kaki mereka muncul mata air yang mengeluarkan air sederas derasnya. yang Diberi nama Danau TUBA yang berarti danau tak tahu belas kasih .´ Maka . petir pun menyambar nyambar..

Hingga kini nama gunung tersebut dikenal dengan sebutan Gunung Tangkuban Perahu.Legenda Gunung Tangkuban Perahu Suatu hari Dayang Sumbi ingin sekali memakan hati rusa. Sangkuriang mampu melakukannya. Namun. Kesal karena merasa dirinya gagal. dan bukannya rusa. Kemudian ia bertemu dengan Dayang Sumbi yang masih tetap tampak jelita dan belia. Karena Sangkuriang terus berkeras untuk menikahinya. Tumang sesungguhnya adalah Ayah dari Sangkuriang yang menjelma menjadi seekor anjing. sang suami tidak dapat memperlihatkan wujud aslinya. Di luar perkiraan Dayang Sumbi. darahnya pun bercucuran. Dayang Sumbi sadar bahwa yang dibunuh Sangkuriang adalah si Tumang. Sangkuriang tidak mendapatkan hasil buruannya. Karena berbagai alasan. Yakin Sangkuriang adalah anaknya. Kening Sangkuriang terluka. Karena takut mengecawakan hati sang ibu. . Tahun demi tahun berlalu dan Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Hingga akhirnya Dayang Sumbi mengusir darah dagingnya sendiri untuk selamalamanya. Murka. Dayang Sumbi menetapkan sebuah syarat: Ia akan menikahi Sangkuriang apabila pemuda itu dapat menyelesaikan sebuah perahu raksasa dalam satu malam. setelah sekian lama berburu. Dayang Sumbi memukul Sangkuriang hingga jatuh. Sangkuriang menendang perahu yang sedang dibuatnya. Mereka jatuh cinta. Perahu itu kemudian terbalik dan berubah menjadi gunung. Dirinya pun menyuruh Sangkuriang untuk segera berburu rusa ke hutan. Sampai akhirnya Dayang Sumbi menemukan bekas luka di kening Sangkuriang. Perahu itu hampir selesai saat Dayang Sumbi membangunkan para ayam jantan untuk berkokok sebelum waktunya. Dayang Sumbi menolak lamaran pemuda rupawan itu. Sangkuriang membunuh Tumang (anjing kesayangannya).

Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. di selatan kota Padang. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam. Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Sejak saat itu. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah beberapa lama menikah. dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut. karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya. menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya. ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Setelah menjadi kaya raya. Malin Kundang beruntung. Karena kemarahannya yang memuncak. tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Dengan tenaga yang tersisa. hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja. kalau benar ia anakku. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.Legenda Malin Kundang Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Di tengah perjalanan. aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Setelah cukup dekat. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju. Ibu Malin pun menuju ke arah kapal.Selama berada di kapal. semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak. Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga. ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut. Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. "Malin Kundang. Sumatera Barat. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. . anakku. katanya sambil memeluk Malin Kundang. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang. mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?". mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar.

maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Ketika menyadari hal itu. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Semenjak ibu Bawang putih meninggal. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. ³Aku tidak mau tahu. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya. untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. namun tidak berhasil menemukannya. dan masih banyak pekerjaan lainnya. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah. Mengerti?´ . pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Lalu dia masih harus menyetrika. ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. ³Dasar ceroboh!´ bentak ibu tirinya. karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Saking terlalu asyiknya. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira. menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. namun mereka hidup rukun dan damai. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. membereskan rumah.Bawang Merah dan Bawang Putih Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Dengan pertimbangan dari bawang putih. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Kemudian dia harus memberi makan ternak. Bawang putih tidak menyadari bahwasalah satu baju telah hanyut terbawa arus. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Dia sudah harus bangun sebelum subuh. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Dia sering membawakan makanan. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh.

Hingga akhirnya genap sudah seminggu. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.´ kata Bawang putih dengan tersenyum. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. asal nenek tidak bosan saja denganku. Mataharisudah mulai meninggi. Sayang. siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. ³Saya takut tidak kuat membawa yang besar. Seorang perempuan tua membuka pintu. saya akan menemani nenek selama seminggu. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. ³Permisi«!´ kata Bawang putih.´ katanya. ³Ya. ³Baiklah nek. Dan satu lagi. ³Siapa kamu nak?´ tanya nenek itu. Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!´ kata nenek. Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Maka Bawang putih bertanya: ³Wahai paman yang baik. padahal aku menyukai baju itu. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. Bawang putih pun merasa iba. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah. dan Bawang putih. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?´ tanya Bawang putih. Dia memasang matanya. namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Apa«nenek menemukannya?´ tanya Bawang putih.´ kata nenek. ³Baiklah aku akan mengembalikannya. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. ³Boleh nak. Sesampainya di rumah. nenek pun memanggil bawang putih. tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak.Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. terima kasih!´ kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. ³Ya nek. Bawang putih sudah mulai putus asa. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun. bagaimana?´ pinta nenek. sudah seminggu kau tinggal di sini. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. ³Baiklah paman. Tentu saja nenek itu merasa senang. apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat. Sebentar lagi malam akan tiba. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Dia berteriak saking gembiranya dan . ³Nak. Hari sudah mulai gelap. Dan sekarang kemalaman. ³Saya Bawang putih nek. mungkin kau bisa mengejarnya. dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?´ tanya nenek. Nenek itu kelihatan kesepian.Bawang putih berpikir sejenak. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil.´ ³Ya tadi saya lihat nak.´ kata paman itu.

melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Seperti bawang putih. bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. . Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. ³Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?´ tanya bawang merah. selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. dan lain-lain. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan.memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Karena takut bawang putih akan meminta bagian. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Itulah balasan bagi orang yang serakah. bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin. kalajengking. Mendengar cerita bawang putih. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful