Anda di halaman 1dari 14

SISTEM RETIKULOENDOTELIAL Menurut Aschoff, Asshoff adalah orang yang pertama kali menamakan endoteliumorgan-organ seperti hati, kelenjar

limfe dan limpa yang mempunyai kemampuan fagositosisdan dapat memakan cat-cat sebagai sistem retikuloendotelial. Menurut Aschoff sistem inimengandung 4 struktur: 1.Fagosit-fagosit limpa dan darah 2.Sel-sel retikulum pulpa limpa, korteks kelenjar limfe, pulpa kelenjar limfe dan sel-selretikulum jaringan limfatik lain 3.Histiosit jaringan pengikat, yang disebut makrofa g jaringan 4.Retikuloendotelium dari sinusoid kelenjar limfe, sinusoid limpa, kapiler hati, sumsumtulang, korteks adrenal dan adenohipofisis. Menurut Athony dan Kolthoff, sistem retikuloendotelial adalah jarinagn pengikatretikular yang tersebar luas menyel ubungi sinusoid-sinusoid darah di hati, sumsum tulangdan juga menyelubungi saluran -saluran limfe di jaringan limfatik. Sistem retikuloendotelialini mengandung 3 sel: 1.Sel-sel retikuloendotelial yang melapisi sinusoid darah di hati, limpa, sumsum tulang,k e l e n j a r l i m f e , t e r m a s u k s e l - s e l k u p f f e r d i h a t i d a n s e l - s e l s e r u p a d i p a r u - p a r u d a n sumsum tulang 2.Makrofag adalah sel-sel terbanyak yang menempati jaringan pengikat dan disebuthistiosit atau resting wandering cells atau clasmatocytes 3.Mikroglia yang menyokong pusat susunan saraf S e l - s e l r e t i k u l o e n d o t e l i a l dapat melepaskan diri dari kerangkanya dan mengembara, p e n g e m b a r a a n i n i t i d a k m e n g g u n a k a n d a r a h . D a l a m p e n g e m b a r a a n n y a s e l - s e l retikuloendotelial menemukan b e n d a - b e n d a a s i n g y a n g m e m e r l u k a n f u n g s i d a r i s e l - s e l retikuloendotelial, maka ia mengadakan fagositosis terhadap benda-benda asing tersebut, dansetelah menyelesaikan tugasnya, ia kembali ke tempat asalnya. Sistem retikuloendotelial yangterdapat di kelenjar limfe berfungsi untuk menyingkirkan sel-sel badan yang telah tua, sel-selcacat, sel-sel asing dan menghancurkan sel-sel kanker. Hal ini mungkin karena aliran limfe m e n j a d i sangat lambat sewaktu melalui kelnjar limfe yang strukturnya k h a s . S i s t e m retikuloendotelia di limpa juga berfungsi menghancurkan eritrosit-eritrosit

yang sudah tua.M e n u r u t G u y t o n s i s t e m r e t i k u l o e n d o t e l i a l m e l i p u t i s e l - s e l j a r i n g a n y a n g m e n ye l u b u n g i s a l u r a n - s a l u r a n d a r a h d a n s a l u r a n - s a l u r a n l i m f e , ya n g b e r k e m a m p u a n fagositosis terhadap bakteria, virus dan benda-benda asing, dan berkemampuan membuat zat-z a t i m u t t e r h a d a p m e r e k a . S i s t e m r e t i k u l o e n d o t e l i a l m e l i p u t i s e l - s e l f a g o s i t d i s u m s u m tulang, limpa, hati dan kelenjar limfe. Sel-sel tersebut berhubungan satu sama lain, sehinggamembentuk struktur retikular.Menurut Keele dan Neil sistem retikuloendotelial adalah sel-sel fagosit tertentu yangterdapat pada jaringan yang menyelubungi saluran darah pada pulpa limpa, hati dan sumsumtulang, juga fagosit-fagosit tertentu yang terdapat pada jaringan yang menyelubungi saluranlimfe di jaringan-jaringan limfatik, dan fagosit-fagosit yang terdapat pada jaringan subkutandan submukosa.Fungsi sitem ini adalah:1.Menghancurkan sel-sel darah yang sudah tua, membuat dan melepaskan bilirubin ke sirkulasi2 . M e m a k a n bakteria, melipatgandakan jika ada infeksi, bertanggung j a w a b mempertahankan badan melawan infeksi3 . M e m a k a n d a n m e p r o s e s a n t i g e n d a n m e r a n g s a n g s e l - s l p l a s m a u n t u k m e m b u a t antibodiSeluruh sistem retikuloendotelial bekerja sebagai satu unit fingsional,sehingga jika ada salahsatu sistem organ yang dikeluarkan dari badan maka akan terjadi hipertrofi, kompensasi dariorgan-organ yang masih ada.Menurut Weiss sistem retikuloendotelial adalah suatu sitem yang bersifat menyerapdan fagositik, yang meliputi monosit sumsum tulang, promonosit sumsum tulang, darah,limfe, ruang-ruang serosa, jaringan pengikat, semua sistem yang digunakan untuk lalulintasmakrofagtetap menjadi makrofag pengembara.Sistem retikoloendotelial adalah sistem yang selalu siap siaga berproliferasi cepat danterus menerus dalam waktu lama, apabila badan kemasukan jasad-jasad infektif atau antigen,sistem ini merupaka salah satu dalam reaksi imunologis yang non spesifik maupun spesifik,dan merupaka penggerak reaksi imunologis.Sumsum tulang sebagai organ sistem retikuloendotelial bersifat hematologis danimunologis. Ia melepaskan bentuk awal makrofag dan limfosit-limfosit yang nantinya akanmembentuk populasi-populasi limfosit B dan limfosit T di jaringan-jaringan limfatik sepertil i m p a , t i m u s , k e l e n j a r l i m f e d a n j a r i n g a n l i m f a t i k s e m a c a m n y a . S u m s u m t u l a n g j u g a membuat antibodi.S e b e l u m l i m f o s i t l i m f o s i t ya n g a k a n m e m b e n t u k p o p u l a s i l i m f o s i t B m e n e m p a t i tempatnya yang tetap di jaringan-jaringan limfatik, ia sebelumnya singgah di organ yanganalog

dengan bursa Fabricius burung, walaupun organ ini belum jelas yang mana padamanusia. Limfosit-limfosit B merupakan 10-20 % populasi limfosit kelenjar limfe, 20-35 % populasi limfosit limpa dan merupakan 5 % limfosit yang mengalir di saluran limfe utama( ductus thoracicus ) dan tidak terdapat di timus. Populasi limfosit B bentukan dari limfosit yang telah diselubungi antibodi yang dilepaskan oleh sumsum tulang dan pernah singgah dandipengaruhi oleh organ analog bursa Fabricus burung, kemudian dikenal sebagai centrumgerminativum atau pulpa-pulpa putih yang bermunculan di tepi-tepi peryarteriolar lymphatic sheath dan zona marginal limpa dan di organ limfatik lain.limfosit -limfosit ini merupakan bentuk awal sel-sel plasma.Timus sebagai organ sistem retikuloendotelial adalah organ epitelial yang sangat banyak di infiltrasi oleh limfosit. Timus mengadakan turn over limfosit dengan cepat sekali,sehingga 95 % limfosit-limfosit timus telah mati dalam beberapa hari saja. Timus melepaskanlimfosi-limfosit yang umurnya mencapai beberapa bulan sampai beberapa yahun, limfosit s e p e r t i i n i ya n g d s e b u t s e b a g a i l i m f o s i t T ya n g a s a l n ya d a r i s u m s u m t u l a n g . L i m f o s i t T mengandung antigen permukaan yang disebut antigen teta. Limfosit T ini juga mengembaradan menetap di jaringan limfatik lain, misalnya pada tikus: limfosit T merupakan 75 -80 % populasi limfosit kelenjar limfe, 30-50 % populasi limfosit limpa, 80 -90 % limfosit yangmengalir di limfe saluramn limfe utama, dan hampir tidak ada yang menempati sumsumtulang. Limfosit T tergantung pada timus. Di limpa, limfosit T menempati periarteriolar l ym p h a t i c s h e a t h d a n d i k e l e n j a r l i m f e i a m e n e m p a t i d e e p p e r i n o d u l a r c o r t i c a l z o n e s . Limfosit T merupakan antibodi selular dan menghasilkan antibodi yang disebut lymphokines.Diduga timus menghasilkan faktor humoral yang merangsan perkembangan lomfosit T dikelenjar limfe dan limpa. Limpa dan kelenjar limfe adalah kerangka retikular yang dibentuk untuk memerangkap sel-sel imunologis aktif tersebut dengan antigen, sehingga di limpa dandi kelenjar limfe tersebut terjadi pembentukan antibodi selular maupun antibodi humoral. Jadilimpa terutama menangani benda-benda asing yang terdapat di dalam darah, dan kelenjar limfe terutama menangani benda-benda asing yang terdapat di dalam limfe.Darah dan limfe mengaliri jaringan-jaringan imunologis,

mengangkut antigen danantibodi dan memberi kesempatan keduanya saling mempengaruhi, selain itu juga memberik e s e m p a t a n i n t e r a k s i a n t a r a a n t i g e n d e n g a n s e l s e l i m u n o l o g i s d a n i n t e r a k s i s e l - s e l imunologis satu sama lain (antara lain interdigitasi dan emoeripolesis-penyusun). Darah danlimfe mencurahkan sel-sel yang berasal dari sumsum tulang dan timus ke limpa dan kelenjar limfe, dan mencurahkan sel-sel yang berasal dari sumsum tulnag ke timus. Jaringan limfatik seperti limpa, kelenjar limfe dan sumsum tulang, dengan hubunganvaskular dan kerangka retikularnya, merupakan tempat produksi antibodi yang efisien. Tetapisel-sel, yang berkemampuan membuat antibodi, adalah sel -sel motil yang beredar ke seluruhtubuh, yang jika menemukan benda asing. mereka mulai terlihat dalam aksi imunologis danmulai memproduksi antibodi.M e n u r u t B r o b e c k e t a l . ya n g m e n a n g a n i d a n b e r t a n g g u n g j a w a b t e r h a d a p r e a k s i imunologis adalah jaringan limfe-retikular.Menurut Greep & Weiss jaringan pengikat retikular adalah jaringan bentuk khusus jaringan pengikat di mana selselnya mempunyai sifat khusus yang berbeda dengan sifat sel jaringan pengikat biasa, yaitu selsel tersebut bersifat dapat mengadakan fagositosis. Jaringan pengikat yang dimaksudkan adalah jaringan pengikat retikular penguat pada sumsum tulang.timus, limpa,

kelenjar limfe, tonsil, adenoid dan jaringan limfatik lain. Sel-selnya membentuk serabutserabut bercabang-cabang dan beranastomosis satu sama lain, sehingga terwujud jaringan retikular. Yang termasuk sel-sel jaringan pengikat retikular adalah: Fibroblas Sel adiposis Sel mast (granulosit basofil disebut wandering mast cell oleh Vander dkk) Makrofag tetap dan makrofag pengembara atau monosit Granulosit eosinofil

Limfosit Sel plasmaSistem retikuloendotelial di sumsum tulang merupakan sumber monosit, limfosit Bd a n l i m f o s i t T , m c n g h a s i l k a n a n t i b o d i , m c n g - i n a k t i f - k a n t o k s i n d a n b e r k e m a m p u a n fagositosis.S i s t e m r e t i k u l o e n d o t e l i a l d i l i m p a m e r u p a k a n j a r i n g a n ya n g c e r m a t , ya n g d a p a t rnemilih yang tidak berguna bagi badan, yang asing dan yang berbahaya bagi badan. Limpaadalah tempat terjadinya pcrubahan limfosit mnnjadi sel-se1 plasma, dan tempat pembuatanantibodi.Menurut Dorland (1974) sistem retikuloendotelial meliputi jaringan -jaringan yangmengandung kedua sel-sel retikular maupun sel-sel endotelium. Ia penting dalam melayanimekanisnme pertahanan badan, karena sel-sel yang menyusunnya berkemampuan tinggidalam mengadakin fagositosis dan dapat mengambil partikel -partikel dan larutan koloidal,ia juga disebut sistem makrofag. Ia meliputi: makrofag, sel-sel Kupffer, sel-sel

retikular, sel- sel yang menyelubungi sinus-sinus hipofisis dan sinus-sinus kelenjar adrenal, monosit,mungkin juga mikroglia. Menurut Sodernan & Sodernan a d a n ya s istem retikuloendotelial adalah samar-samar, sebab:1 . S e l - s e l y a n g

merupakan komponennya terletak dalam jaringan-jaringan yang terletak tersebar luas di dalam badan2. Jaringan sistem ini terletak di dalam jaringan-jaringan yang berbeda. 3. Bentuk dan

fungsinya berubah sehingga membingungkan. Sistem retikuloendotelial meliputi makrofag-makrofag jaringan y a n g rnenyelubungi sinusoid berbagai organ, mikroglia. Sel-sel retikular jaringari limfatik,histiosit, sel-sel khas seperti sel Kupffer di hati, Iimpa dan sumum tulang. Fungsi sistem retikuloendocelial: 1 . m e n a n g a n i pembentukan antibodi selular maupun humoral2. Fagositosis bakteria dan berbagai partikel asing3. Pembentukan sel darah, 4.Filtrasi darah dan cairan ekstra sel. menyingkirkan sel -sel badan y a n g t e l a h t u a , s e l - s e l b a d a n ya n g t e l a h c a c a t d a n s e l - s e l b a d a n ya n g telah diselubungi oleh antibodi,5. Hemopoiesis dan penambahan area seI induk. Peranan vital sistem retikuloendotelial r c s p o n s i m u n , y a i t u

adalah melayani dipertahankannya keenceran normal darah, membersihkan darah dan partikel-partikel toksis atauinfektif seperti bakteria, emboli rnikro, fibrin dan hasil-hasil koagulasi lain, kompieks antigen antibodi dan lipid-lipid tertentu secara singkat dikatakan b a h w a f u n g s i n ya adalah fagositosis. Organ sistem retikuloendotelial pada manusia meliputi: 1.Kelenjar limfe: mengandung sel-sel retikuloendotehal dan sels e l p l a s m a , a l i r a n d a r a h n ya m c n c a p a i 1 % d a n p e n g e l u a r a n j a n t u n g semenit; berfungsi memfiltrasicairan ekstrasel dan membuat antibodi. 2.Limpa; mengandung se1-sel r e t i k u l o e n d o t e l i a l , l i m f o s i t d a n s e l - s e l p l a s m a : jumlab aliran darahnya mencapai 34% pengeluaran jantung semenit; fungsinya adalah memfiltrasi darah dan membuat antibodi . 3.Hati: mengandung selsel retikuloendotelial dan hepatosit; aliran d a r a h n ya m e n c a p a i 20-35% dan pengeluaran jantung semenit; Fungsinya adalah memfiltrasi darah.4.Sumsum tulang: rnengandung sel-sel retikuloendotelial, sel-sel awal darah dan sel-sellemak; aliran darahnya mencapai 5% dan pengeluaran jantung semenit;

fungsinyaadalah pembentukan sel-sel darah.Menurut Selkurt sistem retikuloendotelial meliputi sel-sel fagositik yang terikatmaupun yang motil, yang terutama berkedudukan di hati, limpa, kelenjar limfe, paru-paru dantractus digestivus.Kalau gambaran-gambaran yang mengenai sistem retikuloendotelial yang tersebut diatas dijumlahkan, maka sistem retikuloendotelial meliputi sel-sel: Makrofag termasuk monosit, fibroblas dan histiosit Sel mast dan granulosit basofil Granulosit eosinofil Limfosit dan sel plasma Sel Kupffer dan semacamnya yang terdapat di paru-paru dan sumsum tulang MikrogliaYang semuanya adalah sel-sel yang dapat bergerak di dalam maupun di luar sistem sirkulasi,d a n d a p a t j u g a b e r i s t i r a h a t d i j a r i n g a n - j a r i n g a n ya n g t e r s e b a r l u a s , y a n g s e s u n g g u h n ya kesemuanya merupakn satu kesatuan fungsional, yaitu jaringanjaringan: Jaringan pengikat yang menggantung berbagai organ badan, peritoneum, p l e u r a , mesenterium, atau jaringan-jaringan retikular yang mengisi ruang serosa Jaringan pengikat yang mengikat uni-unit fungsional sesuatu organ, misalnya antaralain pengikat alveolus satu sama lain, pengikat nefron satu sama lain Jaringan limfoletikular dan retikuloendotelial pada sumsum tulang, hati, limpa, timusdan kelenjar limfe Jaringan pengikat yang menyokong susunan saraf

Limfe dan darahY a n g s e c a r a s i n g k a t f u n g s i n ya a d a l a h b e r t a n g g u n g j a w a b d a l a m m e k a n i s m e p e r t a h a n a n badan yang bertujuan mempertahankan ketunggalan diri sendiri.Mempertahankan ketunggalan diri meliputi semua mekanisme yang bertujuan : Menghancurkan semua benda asing yang berasal dari luar badan, hidup atau mati,meliputi bakteria, debu, eritrosit asing dan jaringan transplantasi serta alergen. Menyingkirkan sel-sel badan terutama sel-sel darah yang telah uzur Menghancurkan sel-sel badan yang telah mengalami mutasi spontan maupun olehv i r u s a t a u o l e h k e m i k a l i a , y a n g k e m u d i a n m e k a n i s m e i n i d i s e b u t m e k a n i s m e pengawasan terhadap perkembangan ganas, atau pengawasan perkembangan kanker Pembuatan sel darahPeranan sistem retikuloendotelial dalam menanggulangi adanya invasi mikrob kedalam badan:1 . Y a n g m u l a - m u l a t e r l i h a t d a l a m p e r i s t i w a i n v a s i m i k r o b a k e d a l a m b a d a n a d a l a h beberapa dari sel-sel sistem retikuloendotelial. Invasi mikrob mengakibatkan pecahn ya sel -sel mast, g r a n u l o s i t b a s o f i l d a n t r o m b o s i t , s e h i n g g a t e r b e b a s l a h histamin.T e r b e b a s n ya h i s t a m i n m e m u l a i r e s p o n s i n f l a m a s i m y a i t u m e n g a k i b a t k a n vasodilatasi setempat, sehingga memberi kesempatan granulosit neutrofilmendekatit e m p a t inflamasi atau mikrob, dan mengadakan fagositosis. Granulosit n e u t r o f i l disebut bodys first line defence against bacterial infections, dan dia adalah satu-satunya fagosit yang tidak termasuk dalam sistem retikuloendotelial.Dalam respons inflamasi, monosit segera mengikuti jejak aktivitas granulositn e u t r o f i l , s e g e r a m e n i n g g a l k a n s i s t e m s i r k u l a s i d a n b e r u b a h m e n j a d i m a k r o f a g , mendekati daerah inflamasi dan mengadakan fagositosis. Monosit disebut bodyssecond line defence against bacterial infections, walaupun peranan monosit ini jauhlebih penting daripada peranan granulosit neutrofil, atau malahan mungkin monositatau

makrofag yang patut disebut bodys first line defence bacterial infections pada jaringan.2 . S e m e n t a r a m i k r o b s e d a n g d i t a n g a n i o l e h m a k r o f a g - m a k r o f a g , m a k a d a p a t t e r j a d i p r o s e s p e m b e n t u k a n s e l - s e l m e m o r ym y a i t u s e l - s e l y a n g m e n g a d a k a n m e m o r i terhadap adanya sel-sel yang asing, untuk kemudian dipersiapkan antibodi yang khasuntuknya.B e n d a a s i n g d a p a t d i k e n a l s e b a g a i b u k a n d i r i s e n d i r i s e b a b s e t i a p s e l mempunyai antigen permukaan. Sel -sel badan sendiri, walaupun juga mempunyaiantigen permukaan, tidak dikenal sebagai yang asing, karena mereka telah di -kode-k a n d a n d i m e m o r i k a n s e b a g a i d i r i s e n d i r i d a n t i d a k d i h a n c u r k a n o l e h s i s t e m retikuloendotelial.Sel-sel badan yang telah tua, sel-sel yang pertama-tama mampu mengadakan proliferasi dan menghasilkan antibodi secara besar-besaran.

Adanya antigen berlebih-lebihan di dalam badan dapat m e n g a k i b a t k a n t e r j a d i n ya p a r a l i s i s i m u n o l o g i s a t a u t o l e r a n s i t e r h a d a p a n t i g e n . D i s u g a p a r a l i s i s imunologis secara alamiah dihindari dengan cara mengikat atau memerangkap dengancepat sejumlah besar antigen tersebut, kemudia memperkenalkannya kepada sel-selkompeten membuat antibodi secara sedikit demi sedikit.Antigen juga disebut imunogen karena ia merangsang pembuatan zat imun.Yang merangkap secar besar-besaran imunogen untuk kemudian memperkenalkannyasedikit demi sedikit kepada sel berkompetensi membuat antibodi adalah makrofag,sel-sel berkompeten membuat antibodi adalah limfosit B, makrofag memerangkapantigen dan merubah antigen dan menyimpannya, kemudian secarabsedikit demis e d i k i t m a k r o f a g m e m p e r k e n a l k a n a n t i g e n t e r s e b u t k e p a d a l i m f o s i t B , m u n g k i n dengan cara yang terlihat sebagai fenomen emperipolesis.Selain daripada itu, limfosit T yang mempunyai reseptor pada membrannya j u g a i k u t m e n g i k a t a n t i g e n s e c a r a b e s a r - b e s a r a n , m e m e g a n g n ya t e r u s s a m a p a i d i p e r k e n a l k a n k e p a d a l i m f o s i t B s e d i k i t d e m i s e d i k i t , m u n g k i n c a r a n ya a d a l a h mengadakan interdigitasi dengan lomfosit B. Setelah limfosit B mengadakan memoriterhadap imunogen, ia akan membentuk kelompok sel sel plasma awal yang seaktu-w a k t u a k a n m e m b u a t a n t i b o d i k h a s u n t u k i m u n o g e n ya n g d i k e n a l n ya t a d i u n t u k berikutnya, maka akan disintesis

antibodi secara besar-besaran, dan sel-sel memoritadi menjadi sel-sel plasma yang matur.Interaksi antar makrofag dengan limfosit B dan limfosit T dengan limfosit Bt e r j a d i p a d a p u l p a p u t i h a t a u c e n t r u m g e r m i n a t i v u m d i t e p i - t e p i p e r i a r t e r i o l a r lymphatic sheath limpa dan korteks kelenjar limfe.P e m b e d a h a n k e d u a k a l i n ya i m u n o g e n y a n g t e l a h d i k e n a l m e n g a k i b a t k a n perkembangan pulpa putih atau centrum germinativum di pulpa merah limpa dan medulla kelenjar limfe.3.Setelah itu badan siap siaga rnenghancurkan mikrob yang telah dikenalnya. Antibodidapat mengikat antigen karena kcduanya mempunyai struktur kom plementer.P e n g i k a t a n a n t i b o d i t e r h a d a p a n t i g e n m e n g a k t i f k a n s i s t e m k o m p l e m e n . Penyelubungan atau pengikatan antibodi terhadap antigen bersama rnikrobnya debuto p s o n i s a s i , d a n m i k r o b ya n g t e l a h d i - o p s o n i s a s i - k a n m e n j a d i l e b i h s e d a p u n t u k difagositosis oleh makrofag. A k t i f n ya s i s t e m k o m p l e m e n m e n g g a l a k k a n r e s p o n s i n f l a m a s i . d a n b e r a r t i lebih menggiatkan makrofag-makrofag untuk ber-fagositosis; yang terlibat dalamfagositosis ini adalah makrof ag, monosit dan 1imfoit. Limfosit T beraksi mendekatiantigen atau mikrob, mungkin dia menghancurkan secara Iangsung, tetapi dia jugamelepaskan zat sitotosis

dan sliolitik yang disebut lymphokines. Penghancuran sel-sel badan yang telah uzur sesungguhnya termasuk dalammekanisme homeostasis yang ditangani oleh sistern imun badan, tepatnya adalahlimpa, yaitu organ sistem retikuloendotelial yang terbesar.P e n g h a n c u r a n e r i t r o s i t tua: Limpa berkernarnpuan memerangkap Sel -seldarah, kemudian m e m i l i h k a n a r a h b e r b a g a i s e l d a r a h ya n g d i p e r a n g k a p t e r s e b u t , apakah untuk:1 . D i r e s e r v o i k a n d i s i m p a n b e b e r a p a w a k t u , k a l a u t e l a h d i p e r l u k a n o l e h s i r k u l a s i umum, dilepaskan lagi. Limpa sebagai reservoir darah2.Dideferensiasikan, misalnya antara lain limfosit B dideferensiasikan men jadi sel-sel plasma untuk menghasilkan antibodi3 . D i d e s t r u k s i , m i s a l n ya e r i t r o s i t t u a . A n a t o m i s a l i r a n d a r a h l i m p a a d a l a h a l i r a n d a r a h t e r b u k a , t e t a p i f i s i o l o g i s adalah aliran tertutup,

ini mengakibatkan terjadi1.Skimming plasma dan sel-sel yang berkompeten membuat antibodi (I g ) dan sel-selyang mengandung antigen, ke arah pulpa putih2.Darah yang kaya eritrosit, pergi ke arah pulpa merah, sehingga terjadilah a . P r o d u k s i g pulpa putih b . P e n yi m p a n a n e r i t r o s i t s e b a g a i r e s e r v o i r c . D e s t r u k s i e r i t r o s i t d i p u l p a m e r a h Darah yang mengalir dengan dua cara melalui limpa:1 . A l i r a n d a r a h yang kecepatanya sama dengan kecepataaliran darah organ l a i n , dialami oleh darah dengan eritrosit normal2.Aliran darah yang sangat lambat, yaitu di zona marginal, batang-batang limpa dandi sinusoid limpa, di ana eritrosit-eritrosit tua dipengaruhi dan dihancurkanA l i r a n d a r a h d i z o n a m a r g i n a l , b a t a n g - b a t a n g l i m p a d a n d i p u l p a m e r a h (sinusoid limpa) dapat menjadi sangat lambat, karena: 1.Adanya kerangka retikular yang simpang siur melintasi a l i r a n d a r a h d a n memberikan aliran pusaran 2.Adanya makrofag-makrofag yang berjubel-jubel menambah rintangan aliran darahdan menambah baiknya saringan atau memperkecil lubang saringan.Sangat lambatnya aliran darh mengakibatkan tertimbunnya metabolit yang bersifatasam, dan mengakibatkan eritrosit menjadi kurang diskoid, sehingga menjadi lebih fragil. Selain daripada itu: 1.Fagosit-fagosit mensekresi enzim hidrolitik yang bersifat asam 2.Kadar oksigen, kadar glukose dalam zona marginal adalah lebih rendah daripadakadar-kadarnya di darah sirkulasi umum, sehingga pH darah di zona marginalsangat rendah Sehingga keadaan-keadaan tersebut diatas (suasana sangat asam): 1.Menggalakkan perubahan monosit menjadi makrofag yang siap s i a g a u n t u k memakai eritrosit-eritrosit yang telah fragil tersebut 2 . K e a d a a n a s a m t e r s e b u t d e s t r u k t i f t e r h a d a p e r i t r o s i t - e r i t r o s i t ya n g m e m a n g t e l a h sangat atau makin sangat fragil tersebut.Eritrosit-eritrosit uzur dapat lolos dari sistem retikuloendotelial lain, tetapi pasti dihancurkan oleh limpa, sedang eritrositeritrosit normal akan lolos dari penghancuranlimpa.Dulu kala, imun berarti tahan terhadap I

penyakit-penyakit infektif. Tetapi kiniterbukti bahwa respons imun tidak selalu menguntungkan badan, malahan sebaliknyadapat mengakibatkan efek yang merugikan badan. Pertahanan terhadap invasi mikrobmenjadi efektif jika elemen-elemen selular sistem imun berkembang dengan normal,tepat cukup ; tetapi kalau sistem imun ini menjadi hiperaktif, dapat terjadi hal yangtidak diharapkan seperti hipersensitivitas dan kalau sistem imun ini hipoaktif, dapatterjadi mudah sakit yang berulang-ulang. Reaksi hipersensitif terhadap kerusakan jaringan dibagi menjadi e m p a t kategori: 1.Reaksi hipersensitif segera (immediate hypersensitivity), diperantarai olehsistem imun humoral. Pada prinsipnya, di sini terjadi kesalahan, yaitu, pertama-tama, imunogen yang masuk badan merangsang sintesis atau mengakibatkant e r j a d i n y a s i n t e s i s I g E , k e m u d i a n s e t e l a h t e r j a d i p e n g i k a t a n I g E t e r h a d a p imunogen, ikatan ini mengikat sel -sel mast dan selsel granulosit basofil, danmengakibatkan agregasi trombosit, sehingga terbebaslah vasodilator-vasodilator histamin, serotonin, Slow Reacting Substance of Anahylaxis (SRS-A), kallikrein, bradykinines heparin, enzim lisosomal dan prostaglandins; sehinggamengakibatkan timbulnya gejala-gejala alergi kalau ringan, dan gejala anafilaksikalau berat.2 . R e a k s i h i p e r s e n s i t i f l a m b a t (delayed hypersensitivity), merupakan manifestasii m u n i t a s s e l u l a r ya n g n o r m a l , ya n g d i p e r a n t a r a i o l e h l i m f o s i t T ; l i m f o s i t T b e r g e r a k m e n d e k a t i a n t i g e n , m e n g i k a t n ya d a n m e l e p a s k a n z a t ya n g b e r s i f a t sitolisis dan sitotoksis, yaitu lymphokines. 3.Penyakit imun kompleks sebagal akibat perlekatan kompleks a n t i g e n antibodi yang terlarut plasma dan beredar dalam sirkulasi, pada

dinding salurandarah atau pada glomerulus ginjal. Ini disebut penyakit autoimun oleh Vander.4 . K e l a i n a n a u t o a l l e r g i y a n g m u n g k i n t e r j a d i s e b a g a i k o n s e k u e n s i r e a k s i imunologis terhadap komponen-komponen jaringan badan sendiri.Autoimun dan autoalergi adalah kelainan fungsi sistem imun, di mana adatendensi penghancuran terhadap sel -sel badan sendiri, yang pada prinsipnya adakegagalan dalam pengenalan terhadap diri sendiri. Diduga sebabnya adalah: badanterdedah kepada antigen yang mirip sekali dengan antigen badan s endiri, sehinggaantibodi yang terbentuk tkeliru menghancurkan sel badan yang mirip sekali denganantigen tersebut.P e n g a w a s a n t e r h a d a p p e r k e m b a n g a n k a n k e r d i t a n g a n i o l e h l i r n f o s i t T. Diduga timbulnya kanker kilnis adaiah karena ada kesalahan: sel-sel kanker tidak h a n ya m e n j a d i k a n l i m f o s i t T r e a k t i f , t e t a p i j u g a merangsang limfosit B menjadi r e a k t i f d a n m e m b e n t u k a n t i b o d i . S e t e l a h s e l k a n k e r d i i k a t a n t i b o d i , t i d a k mengaktifkan sistem komplemen, sehingga sel-sel kanker yang telah terikat antiboditersebut tidak dihancurkan; peristiwa ini disebut blocking antibody atau immuneenhancement. Dari pembicaraan di atas, mungkin ada faedahnya:1 . D i e t p r o t e i n t i n g g i u n t u k m e n a n g g u l a n g i i n f e k s i p e n g a d a a n b a h a n u n t u k membuat antibodi.2 . D i e t protein rendah untuk menekan perkembangan kanker, m e n i a d a k a n kemungkinan pembuatan antibodi yang dapat mengakibatkan terjadinya blocking antibody