Anda di halaman 1dari 6

Surat Perjanjian Kerjasama Makloon Pembuatan Benang R30/1 ANTARA PT. RAKHEE MAC MOHAN Dengan PT.

ADETEX

PASAL I
PARA PIHAK YANG TERKAIT DALAM PERJANJIAN : 1. M. Husein selaku Direktur Produksi PT. RAKHEE MAC MOHAN. Berkedudukan di solo Jawa Tengah. Dalam Perjanjian ini disebut PIHAK PERTAMA, bertanggung jawab atas kelancaran penyediaan dan pengiriman bahan baku Rayon.

2. H. Nunu selaku Kontraktor PT. ADETEX. Berkedudukan di Ujung Berung Bandung, dalam perjanjian ini disebut sebagai PIHAK KEDUA, bertanggung jawab melaksanakan proses dari bahan baku hingga menjadi benang.

PASAL II
KONDISI BAHAN BAKU DAN TATA CARA PENGIRIMANNYA 1. Bahan baku dikirim langsung ke Pabrik PT. ADETEX oleh PIHAK PERTAMA selanjutnya diterima oleh PIHAK KEDUA dan dilaksanakan Penimbangan Ulang. 2. Penimbangan ulang dan pengetesan regain bahan baku harus disaksikan bersama, oleh kedua belah pihak dan hasilnya ditanda tangani bersama. 3. - Kondisi bahan baku yang dikirim oleh PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA harus dalam keadaan siap proses Regain bahan baku B/C grade original maksimum 13 % Untuk campuran mixing antara 15 %

4. Apabila bahan baku yang dikirim oleh PIHAK PERTAMA kondisinya tidak layak proses seperti banyak miscut, rusak / rapuh, terkena oli, maka bahan baku tersebut akan di complain ke PIHAK PERTAMA dan atau akan dibicarakan antara kedua belah pihak. 5. Potongan Tarra seperti karung plastic kawat maupun Plat disepakati, beratnya ditentukan oleh kedua belah pihak. 6. Apabila terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku maka akan ada pemberitahuan dari PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA.

PASAL III
KUALITAS BAHAN BAKU DAN MIXING 1. Bahan baku Rayon yang dikirim oleh PIHAK PERTAMA kualitasnya harus jelas sesuai dengan surat jalan 2. Jenis bahan baku antara lain Rayon murni, Wet Rayon Waste dan Reuse Waste dan Bale Pecah 3. Mixing bahan baku sebagai berikut : 30 % Bahan Rayon murni Grade B/C 70 % Bahan Rayon Waste (Wet, Flat Strip)

4. Untuk kelancaran proses produksi, maka PIHAK KEDUA harus melaporkan stok bahan baku yang ada digudang minimal 3 (Tiga) hari sebelumnya kepada PIHAK PERTAMA. 5. Mixing bahan baku yang dibuat / direncanakan oleh PIHAK PERTAMA. 6. Komposisi mixing sewaktu waktu dapat berubah tergantung kepada stok bahan baku yang ada atau dengan melihat situasi dan kondisi bahan baku. 7. Penyimpanan bahan baku digudang harus teratur dan tersusun rapih, sesuai dengan jenis dan kualitasnya, untuk mempermudah pengambilan dan pengecekan baik PIHAK PERTAMA maupun PIHAK KEDUA.

PASAL IV

REUSE WASTE DAN ACTUAL WASTE 1. REUSE WASTE yaitu bahan baku sisa proses yang masih layak diproses kembali seperti potongan lap, sliver, roving, flat strip adalah milik PIHAK PERTAMA 2. ACTUAL WASTE yaitu bahan baku sisa proses yang tidak bias diproses kembali seperti under casing blowing, under casing carding, majun dan sapuan adalah milik PIHAK KEDUA 3. Besarnya ACTUAL WASTE yang terjadi disepakati kedua belah pihak yaitu sebesar 5,71 % dari pemakaian bahan baku per bale benang

PASAL V

PEMAKAIAN BAHAN BAKU DAN ONGKOS MAKLOON 1. Untuk pemakaian bahan baku per bale benang disepakati kedua belah pihak yaitu sebanyak 192,5 kg 2. Sedangkan untuk ongkos makloon per bale benang adalah sebesar Rp 1.200.000 (satu juta dua ratus ribu rupiah) sudah termasuk biaya bahan pembungkus karung plastic, plastic cones dan tali rapia 3. Rencana target produksi secara bertahap adalah sebagai berikut : a. Bulan Januari 15 Bale / hari b. Bulan Februari 25 Bale / hari c. Bulan Maret dan seterusnya 30 Bale / hari

PASAL VI

PERPACKING DAN PENYERAHAN HASIL PRODUKSI KE GUDANG 1. Pengepakan hasil produksi adalah sebagai berikut : a. Kemasan karung plastic Bale b. Jumlah Cones / karung 24 pcs c. Berat / cones rata rata 1.894 kg d. Tali rapia secukupnya 2. Hasil produksi disimpan digudang dengan disusun teratur rapi untuk mempermudah pengambilan dan pengecekan oleh kedua belah pihak 3. Setiap penyerahan hasil produksi kegudang harus disertai dokumen penyerahan yang ditanda tangani penanggung jawab bagian produksi dan bagian gudang, tembusan ke PIHAK PERTAMA 4. Kwalitas benang akan diupayakan oleh PIHAK KEDUA untuk memenuhi keinginan PIHAK PERTAMA ( Benang LUSI ).

PASAL VII

PENGAMBILAN BENANG DAN PEMBAYARAN ONGKOS MAKLOON 1. Setiap akan mengambil benang oleh PIHAK PERTAMA harus ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada PIHAK KEDUA dengan Surat Resmi Fax ke No 022 - 7814836 2. Apabila stok benang digudang sudah mencapai 50 bale maka PIHAK PERTAMA berkewajiban untuk mengambil benang tersebut dengan catatan sehari sebelum pengambilan PIHAK PERTAMA mentransfer pembayaran sesuai harga yang telah disepakati. 3. Apabila ketentuan tersebut tidak dipenuhi oleh PIHAK PERTAMA maka PIHAK KEDUA tidak akan melayani permintaan PIHAK PERTAMA. 4. Pembayaran Ditransfer ke Rekening Bank BCA Cabang Ujung Berung No 2830266626 Atas Nama Entin Kartini.

PASAL VIII

KOMPLAIN DAN KEHILANGAN BARANG 1. Apabila terjadi complain dari customer maka PIHAK PERTAMA akan memberi tahu PIHAK KEDUA dengan Surat Resmi 2. Setiap pengaduan complain kualitas dari customer maka kewajiban PIHAK KEDUA untuk memperbaikinya 3. Apabila terjadi kehilangan barang milik PIHAK PERTAMA digudang, baik bahan baku maupun barang jadi maka sepenuhnya adalah tanggung jawab PIHAK KEDUA

PASAL IX

PETUGAS PENGAWAS MAKLOON 1. Abdul Mutolib ( Koordinator ) 2. E. Sutisna ( Asisten )

PASAL X

Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dengan sebenarnya dan di sepakati oleh kedua belah pihak, Apabila ada hal hal yang belum tertulis dalam Perjanjian ini maka akan ditinjau dan diperbaiki dikemudian hari.

Bandung, 26 Desember 2011

PIHAK PERTAMA

(.)

PIHAK KEDUA

(.)

LAPORAN HASIL PENINJAUN KE PABRIK PT. ADETEX

1. Peninjauan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Desember 2011 dan diterima oleh Pihak PT. ADETEX yaitu Bapak Sony Manager Quality Control dan Bapak Budiono Supervisor Bagian Produksi dari jam 09.00 s/d 10.00 wib 2. PT. ADETEX berlokasi di Jalan Raya Banjaran KM 16 Bandung Selatan. Sangat strategis karena berada di pinggir jalan sehingga sangat mudah di jangkau oleh kendaraan 3. Kapasitas produksi 60 Bale / hari 4. Mesin mesin Produksi Mesin Blowing type Ohara Hergeth ex Japan Mesin Carding type Meikin ex Japan Mesin Drawing I type DX 500 dua delivery ex Japan Mesin Drawing II type DX 500 dua delivery ex Japan Mesin Speed type FL 16 ex Japan Mesin RSF type RY 4 ex Japan Mesin Autowinder type SAVIO ex Italia

5. Kondisi mesin produksi masih baik efisiensi kisaran 90%

Banjaran, 26 Desember 2011

Abdul Mutolib

: (.)

E.Sutisna

: (.)