Anda di halaman 1dari 19

Disusun Oleh : Amalia Rachmawati.Ch. Any Isnawati Berlinda Okta Suci Lailatuniyar Sustiraniari.Y.D.

Pembuatan Koloid

XI IPA 3

Pembuatan Koloid
Koloid dapat dibuat dengan 2 cara, yaitu : Cara Kondensasi, yaitu partikel larutan sejati diubah menjadi partikel koloid Cara Dispersi, yaitu partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid

1. Cara Kondensasi
a. Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2.
2H2S (g) + SO2 (aq) 2H2O (l) + 3S (s) 2 H2S(g) + SO2(aq) 3S(s) + 2H2O(l)

b. Reaksi Hidrolisis Besi(III) klorida jika dilarutkan dalam air akan mengionisasi air membentuk ion OH dan H+. Ion-ion OH bereaksi dengan besi(III) klorida membentuk besi(III) hidroksida. Persamaan reaksinya sebagai berikut. FeCl3(aq)+3H2O(l) Fe(OH)3(s)+3HCl(aq) Ukuran partikel-partikel Fe(OH)3 yang terbentuk lebih besar dari ukuran larutan sejati, tetapi tidak cukup besar untuk mengendap. Selain itu, koloid Fe(OH)3 yang terbentuk distabilkan dengan mengadsorpsi ion-ion Fe3+ dari larutan.

c. Reaksi Substitusi Misalnya larutan natrium tiosulfat direaksikan dengan larutan asam klorida , maka akan terbentuk belerang. Partikel belerang akan bergabung menjadi semakin besar sampai berukuran koloid sehingga terbentuk sel belerang. Seperti reaksi
Na2SO3 (aq) + 2HCl (aq) 2NaCl (aq) + H2O (l) + S (s)

d. Reaksi Dekomposisi Rangkap Contohnya adalah pembuatan sol As2S3 dengan mereaksikan larutan H3AsO3 dengan larutan H2S. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2H3AsO3 (aq) + 3H2S (aq) As2S3 (s) + 6H2O (l)

e. Penggantian Pelarut Cara ini dilakukan dengan mengganti medium pendispersi sehingga fase terdispersi yang semula larut menjadi berukuran koloid. Misalnya, larutan jenuh kalsium asetat jika dicampur dengan alcohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel. S(s) + alkohol S (alkohol) S(alkohol) + air S(aq, koloid)

f. Reaksi Penggaraman Beberapa sol garam yang sukar larut seperti AgCl, AgBr, PbI2, BaSO4 dapat membentuk partikel koloid dengan pereaksi yang encer.
AgNO3(aq) (encer) + NaCl(aq) (encer) AgCl(s)+NaNO3(aq) (encer)

a. Cara Mekanik Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan (Colloid Mill). Contohnya pengilingan kacang kedelai pada pembuatan tahu dan kecap. Pembuatan cat di industri, caranya bahan cat digiling kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersi, seperti air. Teknik penumbukan dan pengadukan banyak digunakan dalam pembuatan makanan, seperti kue tart dan mayones.

2. Cara Dispersi

Coloid Mill

b. Busur Bredig Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam. Dua kawat logam yang berfungsi sebagai elektroda dicelupkan ke dalam air kemudian ujung kawat diberi loncatan listrik. Sebagian logam akan membentuk debu dan masuk ke dalam bentuk partikel koloid. Logam-logam yang dapat membentuk sol dengan cara ini adalah platina, emas, dan perak.

Skema Alat Busur Bredig

c. Cara Peptisasi Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Contoh: - Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin. - Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3oleh AlCl3

Cara ini biasa digunakan pada: 1) sol Al(OH)3 dibuat dengan cara menambahkan HCl encer (sedikit) pada endapan Al(OH)3yang baru dibuat, 2) sol Fe(OH)3 dibuat dengan cara menambahkan FeCl3 pada endapan Fe(OH)3, 3) sol NiS dapat dibuat dengan cara menambahkan H2S pada endapan NiS.

d. Cara Homogenisasi Pembuatan koloid jenis emulsi dapat dilakukan dengan menggunakan mesin penghomogen sampai berukuran koloid. Cara ini digunakan pada pembuatan susu. Partikel lemak dari susu diperkecil sampai berukuran koloid dengan cara melewatkan melalui lubang berpori dengan tekanan tinggi. Jika ukuran partikel sudah sesuai ukuran koloid, selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi.