Anda di halaman 1dari 31

PERCOBAAN II ALIRAN DAYA A. TUJUAN PERCOBAAN 1. Mengetahui besarnya tegangan pada bus bar dari suatu system tenaga.

2. Mengetahui efek pembebanan terhadap jaringan transmisi.

B. TEORI DASAR ETAP (Electric Transient and Analysis Program) merupakan suatu perangkat lunak yang mendukung sistem tenaga listrik. Perangkat ini mampu bekerja dalam keadaan offline untuk simulasi tenaga listrik, online untuk pengelolaan data real-time atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time. Fitur yang terdapat di dalamnya pun bermacam-macam antara lain fitur yang digunakan untuk menganalisa pembangkitan tenaga listrik, sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga listrik. Analisa tenaga listrik yang dapat dilakukan ETAP antara lain : a. Analisa aliran daya b. Analisa hubung singkat c. Arc Flash Analysis d. Analisa kestabilan transien Dalam menganalisa tenaga listrik, suatu diagram saluran tunggal (single line diagram) merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah, digunakanlah sebuah konduktor. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian. Elemen elektrik seperti misalnya pemutus rangkaian,

transformator, kapasitor, bus bar maupun konduktor lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan simbol yang telah distandardisasi untuk diagram saluran tunggal. Elemen pada diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan listrik,

tetapi merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-kekanan yang sama, atas-ke-bawah, sebagai saklar atau peralatan lainnya diwakili. ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa kelistrikan, ANSI dan IEC. Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di antara kedua standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan, yang berakibat pada perbedaan spesifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Simbol elemen listrik yang digunakan dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda.

Gambar 1.1 Elemen standar ANSI

Beberapa elemen yang digunakan dalam suatu diagram saluran tunggal adalah : a. Generator Merupakan mesin listrik yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga listrik.

Gambar 1.2 Simbol Generator di ETAP b. Transformator Berfungsi untuk menaikkan maupun menurunkan tegangan dengan rasio tertentu sesuai dengan kebutuhan sistem tenaga listrik.

Gambar 1.3 Simbol Transformator di ETAP

c. Pemutus Rangkaian Merupakan sebuah saklar otomatis yang dirancang untuk melindungi sebuah rangkaian listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban atau hubungan pendek.

Gambar 1.4 Simbol pemutus rangkaian di ETAP d. Beban Di ETAP terdapat dua macam beban, yaitu beban statis dan beban dinamis.

Gambar 1.5 Simbol beban statis di ETAP

1.1 Persamaan Umum Aliran Daya Perhitungan dimulai dengan membentuk impedansi jaringan (Zij) dengan rumus Zij = Rij = jXij dimana ijZ : Impedansi jaringan antara bus i dan bus j ijR: Resistansi jaringan antara bus i dan bus j ijX: Reaktansi jaringan antara bus i dan bus j kemudian impedansi jaringan dikonversi ke admitansi jaringan

Yij = Yrij + JYxij dimana

Selanjutnya matrik admitansi bus Y dibentuk dengan komponen-komponen yang terdiri atas admitansi jaringan, kapasitansi saluran dan perubahan tapping transformator. Kemudian matrik admitansi bus Y yang terbentuk dalam bentuk rectangular dirubah ke dalam bentuk polar. Dimana sebelumnya matrik admitansi bus Y tersebut dipisahkan menjadi komponen matrik G dan matrik B. Daya terjadwal yang ada pada setiap bus dihitung dengan rumus Pijd = PGi - PLi Qijd = QGi - QLi

dimana Pijd : Daya aktif terjadwal Qijd: Daya reaktif terjadwal PGi : Daya aktif pembangkitan QGi: Daya reaktif pembangkitan PLi : Daya aktif beban QLi: Daya reaktif beban 1.2 Bus bus pada aliran daya Di dalam studi aliran daya, bus-bus dibagi dalam 3 macam, yaitu : 1. Slack bus atau swing bus atau bus referensi 2. Voltage controlled bus atau bus generator 3. Load bus atau bus beban Pada tiap-tiap bus terdapat 4 besaran, yaitu : 1. Daya real atau daya aktif (P) 2. Daya reaktif (Q) 3. Harga saklar tegangan (V) 4. Sudut fasa tegangan (phi) Pada tiap-tiap bus hanya ada 2 macam besaran yang ditentukan sedangkan dua besaran yang lain merupakan hasil akhir dari perhitungan. Besaran-besaran yang ditentukan itu adalah : 1. Slack bus ; harga saklar (V) dan sudut fasanya (phi) 2. Voltage controlled bus ; daya real (P) dan harga saklar tegangan (V) 3. Load bus ; daya real (P) dan daya reaktif (Q)

Slack bus berfungssi untuk menyuplai kekurangan daya real (P) dan daya reaktif (Q) pada sistem. Aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik secara garis besar adalah suatu peristiwa daya yang mengalir berupa daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari suatu sistem pembangkit (sisi pengirim) melalui suatu saluran atau jaringan transmisi hingga sampai ke sisi beban (sisi penerima). Pada kondisi ideal, maka daya yang diberikan oleh sisi pengirim akan sama dengan daya yang diterima beban. Namun pada kondisi real, daya yang dikirim sisi pengirim tidak akan sama dengan yang diterima beban. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal: 1. Impedansi di saluran transmisi. Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan sudah mencakup resultan antara hambatan resistif, induktif dan kapasitif. Hal ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena terkonversi atau terbuang menjadi energy lain dalam transfer energi. 2. Tipe beban yang tersambung jalur. Ada 3 tipe beban, yaitu resistif, induktif, dan kapasitif. Resultan antara besaran hambatan kapasitif dan induktif akan mempengaruhi P.F. sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya yang ditransfer dengan yang diterima. Sedangkan untuk melakukan kalkulasi aliran daya, terdapat 3 metode yang biasa digunakan: 1. Accelerated Gauss-Seidel Method Hanya butuh sedikit nilai masukan, tetapi lambat dalam kecepatan perhitungan.

2.

Newton Raphson Method Cepat dalam perhitungan tetapi membutuhkan banyak nilai masukan dan parameter. First Order Derivative digunakan untuk mempercepat perhitungan.

3.

Fast Decoupled Method Dua set persamaan iterasi, antara sudut tegangan, daya reaktif dengan magnitude tegangan Cepat dalam perhitungan namun kurang presisi Baik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang

C. ALAT DAN BAHAN 1. Computer satu buah dengan program ETAP 2. Flash disk 1 buah 3. Job shet D. DIAGRAM RANGKAIAN DIAGRAM SATU GARIS PERCOBAAN SISTEM SIMULASI

Gambar 1.1 diagram satu garis system pembangkit

E. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Menyalakan komputer kemudian menjalankan program ETAP yang telah diinstal di komputer dengan mengklik icon ETAP. 2. Membuat file pada program ETAP 3. Membuat diagram satu garis system pembangkit ke dalam program ETAP (pada gambar 1.1)

4. Menginput data-data peralatan sistem kedalam program ETAP 5. Mengoperasikan program dengan mengklik run load flow pada tools program untuk menghitung aliran daya pada system. 6. Untuk melihat hasil perhitungan dapat dilihat pada report manager dan dapat dicetak langsung. 7. Setelah percobaan simulasi program dan hasil perhitungan selesai dapat disave ked alam flash disk atau folder dalam komputer.

F. DATA PERCOBAAN 1. Data Generator a. SENGKANG Mode : Swing V P PF : 20 kV : 60 MW : 95 %

b. TELLO Mode : voltage control V P PF : 20 kV : 90.3 MW : 95%

2. Data Beban a. PANGKEP V P Q : 20 kV : 20.13 MW : 12.08 Mvar

b. PARE-PARE
9

V P Q

: 20 kV : 54.4 MW : 32.64 Mvar

c. SIDRAP V P Q : 20 kV : 25.01 MW : 15.23 Mvar

3. Data Saluran a. TELLO-SENGKANG R X Y : 0.0733 : 0.1986 : 0.0721

Panjang: 150 km b. TELLO-SENGKANG R X Y : 0.0144 : 0.0391 : 0.0284

Panjang: 20 km c. SENGKANG-PANGKEP R X Y : 0.0733 : 0.1986 : 0.0721

Panjang: 130 km d. PANGKEP_PARE-PARE R X Y : 0.0581 : 0.1571 : 0.0286

Panjang: 50 km e. SENGKANG_PARE-PARE
10

R X Y

: 0.0581 : 0.1571 : 0.0286

Panjang: 50 km f. PARE-PARE_SIDRAP R X Y : 0.0121 : 0.0327 : 0.0059

Panjang: 60 km g. SENGKANG-SIDRAP R X Y : 0.0289 : 0.0784 : 0.0142

Panjang: 40 km 4. Data bus Bus SENGKANG, TELLO, PANGKEP, PARE-PARE, SIDRAP Vnominal : 20 Kv

11

G. DATA HASIL PERCOBAAN

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

H. TABEL DATA PERCOBAAN 1. Aliran Daya Untuk Sistem Beban Statis (Static Load) Tabel 1. Data Parameter Bus Daya Bus Pembangkit P (MW) 9.99 Q (Mvar)

ID Bus No Type Bus V- 1 (Swing Bus) P-V 2 (Generator/ Voltage Control) P-Q 3 (Load Bus) P-Q 4 (Load Bus) P-Q 5 (Load Bus) Sumber : Hasil Program Simulasi Sidrap Parepare Pangkep Tello Sengkang Nama Bus

Tegangan Bus Tegangan kV(kV) 20 Sudut q (derajat) 0.0

Daya Bus Beban P (MW) Q (Mvar)

cos Bus Beban

-56.62

-72.2

20

-0.8

90.30

0.00

99.6

20

0.1

20.39

12.24

91.2

20

-0.4

53.92

32.35

85.3

20

0.3

24.80

15.10

91.1

Total Daya

100.29

-56.62

99.11

59.69

Catatan: Untuk mengisi tabel 1, lihat di Diagram percobaan hasil simulasi (untuk besar tegangan bus), Report Manager (untuk , P, Q dan cos ).

22

Tabel 2. Aliran Daya dan Rugi-Rugi Saluran Transmisi Nama Bus No S (Sending) 1 2 3 4 5 6 7 Pangkep Sengkang Tello Parepare Sengkang Sengkang Tello R (Receiving) Parepare Pangkep Pangkep Sidrap Parepare Sidrap Sengkang P (MW) 26.952 6.606 -53.949 -8.664 -18.458 33.550 -35.550 -49.513 Q (Mvar) 12.064 -3.953 -20.347 -0.663 -9.897 6.686 -36.960 -90.57 P (MW) -26.802 -6.578 54.481 8.666 18.511 -33.462 35.819 -184.319 Q (Mvar) -23.121 -24.997 -8.481 -2.997 -1.351 -12.103 8.481 -81.531 P (kW) 149.9 28.4 532.5 2.4 52.5 87.9 322.7 1209.3 Q (kVar) -11057.7 -28949.8 -28827.3 -2333.1 -11247.5 -5417.4 -28478.9 -116311.7 Daya Terkirim (Ps) Daya Diterima (Pr) Rugi-Rugi Saluran (PLosses)

Total Daya

Sumber : Hasil Program Simulasi

Catatan: Untuk mengisi tabel 2, lihat di Diagram percobaan hasil simulasi (untuk nama bus yang mengirim dan bus yang menerima dengan memperhatikan arah panahnya), & Report Manager (untuk P, dan Q).

23

Tabel 3. Aliran Daya untuk Static Load Bus No ID Bus Pangkep Bus Parepare kV Rated Amp MW Mvar Bus Total Load MVA % PF Amp % Loading -

20,000

53.949 24.300 59.169 91.2 1697.10

20,000

53.924 33.018 63.230 85.3 1833.32 72.136 2082.43 49.935 72.2

Bus 20,000 Sengkang Bus Sidrap 20,000

52.061

4 5

33.462 15.100 36.712 91.1 1064.32 90.300 8.481 90.697 99.6 2572.52

Bus Tello 20,000

Sumber : Hasil Program Simulasi

Catatan: Untuk mengisi tabel 3, lihat di Diagram percobaan hasil simulasi (untuk nama bus yang mengirim dan bus yang menerima dengan memperhatikan arah panahnya), & Report Manager (untuk MW, Mvar, MVA, %PF dan Amp).

24

I. ANALISA DATA HASIL SIMULASI Percobaan 1. Static Load: a. Analisis Tegangan Bus Tegangan Awal (Initial Voltage) : 1) Bus Tello : 20 kV

2) Bus Sengkang : 20 kV 3) Bus Pangkep 4) Bus Parepare 5) Bus Sidrap : 20 kV : 20 kV : 20 kV

Tegangan Setelah Simulasi : 1) Bus Tello : 20 kV

1) Bus Sengkang : 20 kV 2) Bus Pangkep 3) Bus Parepare 4) Bus Sidrap b.Analisis Daya Bus Beban Bus Pangkep Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Pare-pare Daya Aktif (P) : 53.92 MW : 20.39 MW : 12.24 Mvar : 20 kV : 20 kV : 20 kV

25

Daya Reaktif (Q) Bus Sidrap Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q)

: 32.35 Mvar

: 24.80 MW : 15.15 Mvar

c. Analisis Losses Jaringan Transmisi Bus Pangkep Parepare Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : -26.802 MW : -23.121 Mvar : 26.952 MW : 12.064 Mvar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Sengkang Pangkep Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : -6.578 MW : -24.997 Mvar : 6.606 MW : -3.953 Mvar : 149.9 kW : -11057.7 kVar

26

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Tello Pangkep Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : 54.481 MW : -8.481 Mvar : -53.949 MW : -20.347 Mvar : 28.4 kW : -28949.8 kVar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Parepare Sidrap Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : 8.666 MW : -2.997 Mvar : -8.664 MW : 0.663 Mvar : 532.5 kW : -28827.3 kVar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses

27

Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Sengkang Parepare Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q)

: 2.4 kW : -2333.1 kVar

: -16.359 MW : -10.848 Mvar

: 16.402 MW : -0.424 Mvar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Bus Sengkang Sidrap Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : -33.462 MW : -12.103 Mvar : 33.550 MW : 6.686 Mvar : 43.1 kW : -11272.6 kVar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) : 87.9 kW

28

Daya Reaktif (Q) Bus Tello Sengkang Daya Terkirim, Ps Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) Daya diterima, Pr Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q)

: -5417.4 kVar

: -35.496 MW : -36.960 Mvar

: 35.819 MW : 8.481 Mvar

Rugi-rugi saluran transmisi, PLosses Daya Aktif (P) Daya Reaktif (Q) : 322.7 kW : -28478.9 kVar

Total losses daya aktif pada saluran transmisi (PLosses) = 1209.3 kW.

29

J. PEMBAHASAN Dengan menggunakan program ETAP (Electrical Transient Analyzer Program), dengan mudah kita dapat mengetahui seberapa besar rugi-rugi daya pada saluran transmisi (Plosses) dalam proses pengiriman daya (sending) dan penerimaan daya (receiving) hanya dengan mengklik run pada toolbar program. Dari hasil pengamatan, diperoleh: 1. Rugi-rugi daya dari Pangkep Parepare adalah 149.0 kW. 2. Rugi-rugi daya dari Sengkang Pangkep adalah 28.4 kW 3. Rugi-rugi daya dari Tello Pangkep adalah 532.5 kW 4. Rugi-rugi daya dari Pare-pare Sidrap adalah 2.4 kW 5. Rugi-rugi daya dari Sengkang Parepare adalah 52.5 kW 6. Rugi-rugi daya dari Sengkang Sidrap adalah 87.9 kW 7. Rugi-rugi daya dari Tello Sengkang adalah 322.7 kW.

30

H. KESIMPULAN

1. Ada 3 macam bus yang dikenal dalam studi tenaga listrik, setiap bus mempunyai empat besaran dengan dua besaran diantaranya diketahui yakni: 1. Bus Referensi (Slack Bus) 2. Bus PQ (Bus Beban) 3. Bus PV (Bus Pembngkit)
2. Tanda positif pada masing-masing daya aktif dan daya reaktif menunjukkan bahwa

setiap bus mensuplai ke sistem, baik daya aktif maupun daya reaktifnya. Besar aliran dayanya dapat dilihat pada gambar rangkaian dan data hasil pengamatan.

3 Data-data yang di perlukan dalam anlisa aliran daya adalah data saluran transmisi, data transformator dan tapnya, data bus (pembangkitan dan pembebanan), dan data tambahan (misalnya penggunaan kapasitor shunt). .

31