Anda di halaman 1dari 8

ORBITH Vol. 7 No.

3 November 2011 : 450-457

PEMROGRAMAN TWIDO SUITE PLC


Oleh: Sugijono Staf Pengajar Teknik Elektro Politeknik Negeri Semarang Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275 Abstrak TwidoSuite adalah sebuah perangkat lunak yang diciptakan untuk memudahkan dalam pembuatan program otomatis kontrol listrik dari suatu proses atau sistem. TwidoSuite menggunakan bahasa khusus yang sudah dikenal dengan baik oleh mereka yang berkecimpung di bidang teknik kontrol listrik yaitu ladder dan statement list. TwidoSuite menyediakan banyak fasilitas yang memadai sehingga memberikan kemudahan dan sangat membantu dalam pembuatan kontrol otomatis yang terprogram. Beberapa fasilitas itu antara lain adalah penyuntingan (editing), dokumentasi hard dan soft, transfer (download dan upload), verifikasi, pengujian (running test), pemantauan (monitoring). Penyuntingan (editing) meliputi antara lain pembuatan program (create), penghapusan (clear), penggantian (replace), penggandaan (copy paste), pencarian (search), pemeriksaan (check). Dokumentasi meliputi antara lain pembuatan direktori (file directory), penyimpanan file internal dan eksternal (print out dan soft copy). Transfer meliputi pemindahan program dari PC ke PLC (download) dan dari PLC ke PC (upload). Verifikasi adalah pemeriksaan bahwa program yang dibuat sudah atau belum benar. Pengujian adalah menjalankan program secara simulasi. Pemantauan adalah melihat berjalannya program baik pada layar monitor maupun pada indikator-indikator input/output. Kata Kunci : TwidoSuite, PLC, pemrograman.

1. Pendahuluan Tiap produsen ingin menonjolkan diri sebagai pemimpin dalam bidang teknologi, tidak terkecuali dalam masalah teknologi kontrol listrik yang dapat diprogram menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Produk PLC dari berbagai negara memiliki ciri khusus dan tidak mau menggunakan standarisasi dalam bahasa pemrograman khususnya tentang simbol untuk laddernya. Produsen PLC berlomba menawarkan kemudahan (user friendly) dalam pemrograman dan pengoperasian. Salah satu produk itu adalah PLC Twido dari Schneider yang dibuat dalam 2 model yaitu bentuk kompak yang memiliki jumlah input/output 10, 16, 24, atau 40 buah, dan bentuk modul yang hanya memiliki jumlah input/output 20 atau 40 buah. Input/output masih dapat ditambah menggunakan modul ekspansi yaitu 15 buah untuk jenis input/output rele, dan 9 buah untuk jenis input/output analog. Persyaratan minimum PC atau laptop yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat keras (hardware) dengan perangkat lunak TwidoSuite adalah prosesor pentium 466 MHz, RAM 128 MB, free hard drive space 450

100 MB. Perangkat lunak (software) sistem operasi yang dibutuhkan untuk menjalankan perangkat lunak TwidoSuite adalah Windows 2000, Windows XP atau Windows Vista. USB port dengan USB/RS 485 converter TSX CUSB 485 dan kabel 2.5 meter Mini-DIN/RJ45 TSX CRJMD25. RS 232 serial port dengan kabel 2.5 m 9way Mini-DIN/SUB-D multi fungsi TSX PCX 1031. Instalasi perangkat keras diperlihatkan pada Gambar 1. Langkah dalam menginstalasi perangkat lunak TwidoSuite sebagai berikut : masukkan CD TwidoSuite ke dalam CD ROM driver, start > run, masuk ke [drive :] \ set up.exe.

Gambar 1. Instalasi Perangkat Keras Twidosuite

Pemrograman Twido Suite PLC..Sugijono 2. Pemrograman Bahasa program ladder paling sederhana tetapi sudah lengkap adalah berupa sebuah rung yang terdiri dari sebuah kontak, sebuah koil, dan aliran instruksi seperti diperlihatkan pada Gambar 2. Program Ladder . Simbol persen % selalu mendahului setiap alamat input / output. Simbol huruf I mewakili status dari input. Simbol Q mewakili status dari output.

Gambar 2. Program Ladder Pemrograman dapat dimulai dengan klik shortcut

Gambar 4. Jendela Utama TwidoSuite Application steps bar menampilkan 4 langkah aplikasi yaitu nama proyek, preferensi, macam-macam dan bantuan. Program substeps bar yang muncul bila sudah dipilih langkah program sehingga menampilkan 3 langkah yaitu configurasi, program dan debug. Taskbar memberikan akses untuk semua pekerjaan yang telah dilaksanakan. Functions bar memberikan akses untuk fungsi khusus yang berhubungan dengan pekerjaan yang telah dipilih. Quick access bar menampilkan setiap saat perintah-perintah sebelumnya/ sesudahnya. Editors and Viewers digunakan untuk mengorganisasi program Error list box bar memberikan informasi informasi tentang kesalahan. Proyek merupakan langkah pertama dalam pemrograman. Aplikasi Steps/Substeps Bar menampilkan nama dari aplikasi yang terbuka pada pojok kanan atas. Describe merupakan langkah ke dua untuk memilih perangkat keras dari katalog. Program merupakan langkah ke tiga untuk melakukan seting konfigurasi, program, dan debug. Konfigurasi menyediakan fasilitas : a. Seting konfigurasi perangkat keras seperti pengendali, modul ekspan, modul komunikasi.

Atau dengan langkah : Start Programs Schneider Electric TwidoSuite Hingga muncul tampilan dengan 3 pilihan mode yaitu : Programming Mode , Monitoring Mode, dan PLC Firmware Update seperti diperlihatkan pada Gambar 3. Jendela Mode

Gambar 3. Jendela Mode Jendela Utama TwidoSuite setelah klik programming mode diperlihatkan pada Gambar 4.

451

ORBITH Vol. 7 No. 3 November 2011 : 450-457 b. Konfigurasi data untuk obyek, blok fungsi, I/O. c. Proteksi program dengan kata kunci Program membuka program editor (ladder dan statement list) dan memberi akses ke symbol editor. Debug memberi akses untuk pengelolaan hubungan PLC dengan twido suite, dan animation table editor, serta monitoring. Contoh pembuatan program ladder menggunakan software TwidoSuite sebagai berikut : 1) Pertama , klik icon Twidosuite pada desktop. 2) Pada tampilan seperti pada Gambar 5 , klik Programming Mode. Project untuk program baru. 4) Berikan nama project yang akan dibuat misalkan sistem air penyiram otomatis seperti pada Gambar 7. Directory tempat project disimpan pada menu project information dalam kolom isian seperti pada Gambar 8. 5) Kemudian klik tombol Create

Gambar 7. Sistem air penyiram otomatis.

Gambar 5. Tampilan Menu Twido Sui Gambar 8. Kolom Isian Nama Project 6) Setelah membuat proyek baru, maka tampilan berikutnya adalah layar seting seperti pada Gambar 9 untuk menentukan describe setting PLC dengan menetapkan jenis PLC modular TWDLMDA40DTK , TWDLCA10DRF 10 I/O dan RTC (real time clock Gambar 6. Pilihan Project Management 3) Layar akan seperti Gambar 6, yaitu project management. Disediakan 3 pilihan untuk membuat program baru atau membuka program yang sudah jadi. Pilih Create a new

452

Pemrograman Twido Suite PLC..Sugijono

Gambar 9. Layar Setting PLC 7) Menetapkan identifikasi input /output dan mengawati seperti pada Gambar 10. % I0.0 = input sensor level tinggi air dalam tangki % I0.1 = input sensor level rendah air dalam tangki % Q0.0 = output pompa air pengisi tangki % Q0.1 = output valve kran distribusi air Gambar 11. Konfigurasi Perangkat Keras

Gambar 12. Konfigurasi Perangkat Lunak 9) Membuka jendela untuk konfigurasi perangkat keras dengan klik program configure - configure hardware. Klik sekali pada gambar dan pilih PLC jenis TWDLCAA10DRF. Masukkan nama-nama simbol input/ output sebagai berikut : LEVEL AIR TINGGI dalam %I0.0 LEVEL AIR RENDAH dalam %I0.1 POMPA AIR dalam %Q0.0 VALVE DISTRIBUSI AIR dalam %Q0.1 10) Membuka jendela untuk konfigurasi perangkat lunak seperti pada Gambar 12 dengan klik program - configure - configure data. Masukkan data memori bit dan memori word serta konstanta

Gambar 10. Pengawatan Input dan Output 8) Melakukan konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak dengan masuk ke menu program, dan configure pada step bar , seperti pada Gambar 11

453

ORBITH Vol. 7 No. 3 November 2011 : 450-457 11) Setelah setting PLC selesai, pilih pada bagian kiri atas Program untuk menuju editor program PLC. Setelah muncul tampilan seperti pada Gambar 1 3 , pilihlah Program pada bagian kanan atas layar untuk membuat program PLC.

Gambar 13. Tampilan Menuju Editing Program PLC 12) Setelah Program pada bagian kanan atas layar diklik maka dapat dimulai pembuatan ladder program seperti pada Gambar 14.

Gambar 14. Ladder Diagram Program Mengedit ladder dilakukan menggunakan menu program editor, program tool bar, ladder palette tool bar, dan extended ladder palette, seperti diperlihatkan pada Gambar 15.

Gambar 15. Ladder Program Editor

454

Pemrograman Twido Suite PLC..Sugijono Membuat /mengedit program rung yang baru dengan klik ikon add section pada program tool bar dan hasilnya seperti pada Gambar 16 diagram ladder akan berubah warna dari kuning menjadi hijau. Bila muncul garis merah maka terdapat kesalahan, dan bila muncul garis hijau berarti program sudah benar. 14) Dokumentasi dilaksanakan untuk menyimpan program dengan klik save current project sebagai file soft maupun file hars (print out). Gambar 16. Membuat/ Mengedit Rung Bar Mengedit input kontak normal open dengan klik ikon normal contact pada ladder palette tool bar, dan hasilnya seperti pada Gambar 17 15) Untuk transfer progam (download), terlebih dahulu menyambung kabel downloader ke PLC dan ke USB pada PC. Pada Twidosuite bagian editor ladder diagram, pilih jendela debug seperti pada Gambar 20.

Gambar 17. Mengedit Input Gambar 20. Debug Pada Editor Ladder Gambar 18. Mengedit Output Mengedit output dengan klik ikon koil pada ladder palette tool bar, dan hasilnya seperti pada Gambar 18. Alamat input kontak dan output koil diberikan dengan memasukkan berturutturut %I0.0 dan % Q0.0, sehingga hasilnya seperti pada Gambar 19.

Gambar 21. Pilihan Port Komunikasi Untuk koneksi kabel data secara software seperti pada Gambar 21, pilih port komunikasi sesuai yang akan digunakan, kemudian klik OK untuk transfer progam (download). Untuk transfer (download), pilih transfer PC - controllerdan klik OK, seperti ditunjukkan pada Gambar 22 Mode Transfer.

Gambar 19. Mengedit Alamat Input dan Output 13) Selanjutnya dilakukan verifikasi /analyze terhadap program ladder itu untuk mengetahui apakah terdapat kesalahan atau tidak, yaitu dengan klik tanda . Jika tidak terdapat kesalahan pada program maka tanda batang bar pada bagian kiri

455

ORBITH Vol. 7 No. 3 November 2011 : 450-457

Gambar 22. Mode Transfer

Gambar 25. Tampilan Monitoring Program 18) Pada jendela simulasi RUN/STOP, dengan klik stop tombol tengah maka warna hijau pada tulisan RUN akan berubah menjadi kuning seperti pada Gambar 26.

Gambar 23. Jendela Simulasi Run. 16) Menjalankan program secara simulasi RUN/STOP, seperti ditunjukkan pada Gambar 23, dengan klik play tombol kiri atau menjalankan maka warna kuning pada tulisan RUN akan berubah menjadi hijau. 17) Memonitor jalannya program dengan klik monitor mode pada tampilan menu Twido Suite seperti pada Gambar 24. Dan hasilnya seperti pada Gambar 25.

Gambar 26. Jendela Simulasi Stop. 19) Untuk disconnect PLC, dengan klik menu disconnect pada layar editor ladder pada Gambar 27 dan Gambar 28, dan kemudian setelah muncul menu diskoneksi lanjutan, klik OK.

Gambar 27. Disconnect PLC. Gambar 24. Tampilan Menu Twidosuite

Gambar 28. Disconnect Lanjutan PLC.

456

Pemrograman Twido Suite PLC..Sugijono 3. a. Kesimpulan TwidoSuite merupakan perangkat lunak (software) yang sangat mendukung baik dalam pemrograman PLC (Programmable Logic Controller), running, maupun monitoring dengan bantuan PC (Personal Computer). Fasilitas yang disediakan TwidoSuite sudah memadai dalam memberikan kemudahan bagi penggunanya. Pemrograman PLC menggunakan TwidoSuite membutuhkan prasyarat tentang sistem kontrol listrik disamping sistem operasi MS Windows.

b. c.

DAFTAR PUSTAKA Amika Triguna Dharma, 2007, Panduan Praktis mengggunakan Windows XP. Schneider, 2009, Programming Guide TwidoSuite V2.2, www. schneiderelectric.com. Schneider, 2007, Hardware Guide Twido Programmable Controllers Modular and Compact Bases, www. Schneider electric.com. William R. Stamek, 2006, Introducing Microsoft Windows Vista, Microsoft Corporation. Zaki Primadani, 2003, Tutorial Microsoft Windows, Kuliah Umum Ilmu Komputer.com.

457