Anda di halaman 1dari 11

STAR DELTA STARTER PADA PENGASUTAN MOTOR 3 PHASA PDAM TIRTA M USI PALEMBANG

Normaliaty Fithri Dosen Universitas Bina Darma Jalan Jenderal Ahmad Yani No.12, Palembang Pos-el: noorty09@yahoo.com
Abstract : electromotor a principal tool that make use electricity energy to move activator machines and another industrial device. electromotor are supporting most important at industrial world. Electromotor need supported device that is called starter. For example DOL ( direct on line), star delta starter, autotransformer starter and soft starter. starter that used at PDAM Tirta Musi Palembang star delta starter, starter this decrease current jump and torsi at the time of start. compiled on 3 contactor that is play contactor, star contactor and delta contactor, timer to pengalihan from star to delta with a overload relay. at the of start, starter linked according to star. after will approach speed normal starter will move to be connections according to delta. starter this will work well if moment start motor is not overload. Keywords : Motor, Starter, Current. Abstrak : Motor-motor listrik adalah suatu alat utama yang memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan mesin-mesin penggerak dan peralatan industri lainnya. Motor-motor listrik merupakan penunjang yang paling utama di dunia industri. Untuk menggerakan elektro motor, diperlukan peralatan pendukung yaitu motor starter atau biasa disebut starter. Dikenal terdapat beberapa macam jenis starter. diantaranya : Direct On Line (DOL) Starter, Star Delta Starter, Autotransformer Starter dan Soft Starter. Starter yang digunakan di PDAM Tirta Musi Palembang adalah Star Delta Starter, Starter ini mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor, Star Contactor dan Delta Contactor, Timer untuk pengalihan dari Star ke Delta serta sebuah overload relay. Pada saat start, starter terhubung secara Star. Setelah mendekati speed normal starter akan berpindah menjadi terkoneksi secara Delta. Starter ini akan bekerja dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat. Kata Kunci : Motor, Starter,

1.

PENDAHULUAN Motor-motor listrik adalah suatu alat

sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar, Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi, Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi rendah gesekan kecil, Biaya pemeliharaan karena pemeliharaan motor hampir

utama yang memanfaatkan energi listrik untuk menggerakkan mesin-mesin penggerak dan peralatan industri lainnya. Motor-motor listrik merupakan penunjang yang paling utama di dunia industri. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang gerak dan merubah energi listrik menjadi energi dengan menggunakan gandengan medan medan rotor. Keuntungan menggunakan

tidak diperlukan. Motor induksi merupakan motor yang paling banyak kita jumpai dalam industri. Untuk menggerakan elektro motor, diperlukan peralatan pendukung yaitu motor starter atau biasa disebut starter (pengasutan). Dikenal terdapat beberapa macam jenis starter. diantaranya : Direct On Line (DOL) Starter, Star
Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 25

listrik dan mempunyai slip antara medan stator motor 3 Phasa yaitu konstruksi sangat kuat dan

Delta Starter, Autotransformer Starter dan Soft Starter Starter yang digunakan di PDAM Tirta Musi Palembang adalah Star Delta Starter, Starter ini mengurangi lonjakan arus dan torsi pada saat start. Tersusun atas 3 buah contactor yaitu Main Contactor, Star Contactor dan Delta Contactor, Timer untuk pengalihan dari Star ke Delta serta sebuah overload relay. Pada saat start, starter terhubung secara Star. Gulungan stator hanya menerima tegangan sekitar 0,578 (seper akar tiga) dari tegangan line. Jadi arus dan torsi yang dihasilkan akan lebih kecil dari pada DOL Starter. Setelah mendekati speed normal starter akan berpindah menjadi terkoneksi secara Delta. Starter ini akan bekerja dengan baik jika saat start motor tidak terbebani dengan berat. (Schneider, 2006). Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui sistem pengasutan (starter) motor 3 phasa pada PDAM Tirta Musi Palembang. Batasan masalah pada penulisan ini adalah membahas tentang sistem pengasutan (starter) motor 3 phasa pada PDAM Tirta Musi Palembang. 2. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dan pengumpulan data dilakukan di PDAM Tirta Musi Intake 1 Ilir Palembang.

2.2.

Metode Penelitian Dalam melakukan Penelitian ini, untuk

mendapatkan data-data dan informasi, maka dapat digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut : a. Riset Lapangan (Field Research) Merupakan pengumpulan data yang

dibutuhkan dengan cara mendapatkan keterangan langsung dari perusahaan dan pihak-pihak intern perusahaan yang mempunyai wewenang memberikan informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan ini. b. Riset pustaka (Library Research) Yaitu pengumpulan data dengan jalan mempelajari buku-buku literature serta sumber yang berhubungan dengan objek permasalahan. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Kubikel 20 Kv Adalah komponen peralatan-peralatan untuk memutuskan, menghubungkan, mengukur tegangan, arus, maupun daya, proteksi, dan kontrol yang terpasang pada ruang tertutup, yang berfungsi sebagai pembagi, penyalur, pengukur, pengontrol dan proteksi sistem penyaluran tenaga listrik. Disebut peralatan-peralatan sebagai tersebut kubikel dikemas karena plat

berbentuk lemari dengan pintu di bagian depan yang bisa dibuka dan ditutup menurut standar operasi yang diminta.

26

Jurnal Imiah TEKNO Vol 7 No 1, April 2010: 25-34

Fungsi Kubikel TM/20 KV 1. Tempat operasi switching On-Off distribusi (radial, loop,spindle). 2. Tempat operasi switching On-Off terhadap trafo distribusi. 3. Tempat operasi switching On-Off bagi motormotor (dengan tegangan nominal lebih rendah 3,3 s/d 12 KV). jaringan pada

Load Breaker Switch (LBS) adalah alat untuk memutus atau menghubungkan rangkaian sistem tenaga listrik dalam kondisi berbeban dan tidak berbeban. Pemutus ini tidak dapat digunakan untuk memutus arus gangguan. Pemutus ini biasanya digunakan pada jaringan tegangan menengah. Pada LBS terdapat dua kontak yaitu kontak utama dan kontak bantu. Kedua kontak ini bekerja bergantian yaitu pada saat masuk kontak bantu masuk terlebih dulu kemudian kontak utama dan pada saat keluar kontak utama keluar terlebih dulu baru kontak Bantu. Disconnecting Switch (DS) Disconecting Switch (DS) adalah suatu peralatan yang merupakan pasangan dari Circuit Breaker. Fungsi disconnecting switch adalah memisahkan sumbernya Hubungan tegangan pada rangkaian switch suatu circuit adalah bagian breaker dari dan keadaan tidak berbeban.

Gambar 1. Kubikel 20 KV

disconnecting Hubungan

menempatkan dengan

circuit beraker diantara dua disconnecting switch. Bagian bagian dari Kubikel Circuit Breaker (CB) Circuit Breaker adalah suatu peralatan listrik yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik sesuai dengan ratingnya. Circuit breaker ini dapat dioperasikan secara otomatis maupun manual dengan waktu pemutus atau penyambungan yang tetap sama, sebab faktor ini ditentukan oleh struktur mekanisme yang menggunakan pegas. Load Breaker Switch (LBS) Earthing Switch (ES) Saklar pentanahan menghubungkan antara circuit breaker disconnecting switch adalah interlock dengan tujuan tidak salah pengoperasian dari dua peralatan tersebut.

saluran transmisi dengan bumi. Dalam keadaan normal saklar pentanahan pada posisi terbuka dan bila saluran transmisi mengalami gangguan hubung singkat maka saklar pentanahan akan ditutup dengan tujuan membebaskan tegangan pada salusan transmisi.

Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 27

Heatler adalah alat yang berfungsi untuk Current Transformer (CT) Current Transformer (CT) adalah suatu peralatan transformator yang diletakkan dalam rangkaian tenaga listrik yang berguna sebagai peralatan ukur yang dihubungkan dengan relai pengaman. Dengan transformator arus, dapat diperluas batas pengukuran suatu alat ukur. Potensial Transformer (PT) Potensial transformer berfungsi untuk menurunkan tegangan tinggi atau tegangan menengah menjadi tegangan rendah untuk besaran ukur sesuai dengan alat-alat pengukuran. Relai Proteksi 1. Relai arus lebih ( Over Current Relai ) Relai ini berfungsi untuk memproteksi terhadap arus lebih yang diakibatkan oleh gangguan hubung singkat antar phasa 2. Relai Gangguan Tanah ( GroundFault Relai ) Relai ini berfungsi untuk mengamanka dari gangguan tanah. 3. Relai arus lebih waktu tertentu (Definite Time Over Current Relai) Sifat atau karakteristik dari relai definite time ini adalah relai baru akan bekerja bila arus yang mengalir pada relai tersebut melebihi besarnya ditentukan Heatler arus setting (Is) yang telah 1. Sistem tegangan Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem. 2. Frekuensi sistem Frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. 3. Arus pengenal Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel. 4. Kapasitas pemutusan Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang. Persyaratan Konstruksi Kubikel 20 KV : 1. Kuat/kokoh Karakteristik sistem penggerak motor 3 phasa : menjaga komponen komponen kubikel dari kelembapan udara, karena kelembapan udara bisa menimbulkan bercak bercak kotoran sehingga bercak kotoran akan menjadi karatan di peralatan kubikel. (Kadir, 2000).

28

Jurnal Imiah TEKNO Vol 7 No 1, April 2010: 25-34

2. Jarak hantaran terbuka (antar phasa, phasa-body) tergantung dari jenis penyekatnya (udara, minyak, gas) 3. Sambungan/terminating 4. Elektrik Tegangan (tegangan kerja max, tegangan impuls) Kekuatan tahanan isolasi Arus (arus nominal, arus hubung singkat). Operasional. Pemeliharaan Peralatan kubikel 20 KV Pemeliharaan harus dilakukan adalah sebagai kegiatan usaha yang untuk serta

1. Meningkatkan reliability, availibility, dan efisiensi peralatan. 2. Memperpanjang umur peralatan. 3. Memperpanjang (pemeliharaan besar) 4. Mengurangi resiko terjadinya kegagalan atau kerusakan peralatan. 5. Meningkatkan safety 6. Mengurangi lama waktu padam 7. Menghemat biaya pemeliharaan 8. Waktu pemulihan lebih efektif. Kontrol Panel Berfungsi untuk mengalirkan daya listrik dari generator ke motor pompa 3 phasa dan proteksi dari motor pompa apabila terjadi kesalahan-kesalahan dalam pemasangan dan pengoperasian pompa. Kontrol panel harus memiliki satu komponen yang terintegrasi dengan motor pompa secara visual serta dan dapat secara mengindikasikan interval overhoul

mengembalikan atau mempertahankan

mendayagunakan setiap peralatan dengan tujuan agar peralatan dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya, menjamin keandalan peralatan sampai mencapai umur ekonomisnya dan untuk menjamin kontinuitas pelayanan tenaga listrik. Tujuan dari pemeliharaan peralatan kubikel 20 KV : (Kadir, 2000).

otomatis pula akan langsung menghentikan kerja pompa apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :

Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 29

Kesalahan pada sistim tahanan isolasi ke grounding sebelum pompa dioperasikan, perubahan kwalitas kabel (penurunan tahanan kabel) harus termonitor dan sampai batas tertentu 20 K ohm pompa secara otomatis berhenti. Konsumsi kerja ampere motor apabila terjadi beban yang berlebihan dan kekurangan. Temperatur tersumbat, kurang, motor aliran yang yang lebih dari yang motor badan

S : phasa ( tegangan positif ) T : phasa ( tegangan positif )

diisyaratkan dikarenakan pipa outlet yang melewati pada pergerakan/deposit

motor, sumber air yang panas, dll. Ketidakseimbangan masing phasa. Kelebihan dan kekurangan tegangan (tidak stabil). Urutan phasa, terjadi kesalahan pada putaran motor yang seharusnya. (Kadir, 2000). STAR DELTA STARTER Hubungan Star adalah hubungan yang berfungsi memperbesar arus start pada saat motor 3 phasa pertama berjalan dan memiliki 4 masukkan yaitu R,S,T,N R : phasa ( tegangan positif ) S : phasa ( tegangan positif ) T : phasa ( tegangan positif ) N : netral ( tegangan negatif ) Hubungan Delta adalah hubungan yang berfungsi memperkecil arus pada saat motor 3 phasa berjalan dan memiliki 3 masukkan yaitu R,S,T R : phasa ( tegangan positif )
30 Jurnal Imiah TEKNO Vol 7 No 1, April 2010: 25-34

Ampere

pada

masingGambar 2. Rangkaian Star Delta Starter Dalam operasinya, kontaktor utama K3 dan kontaktor star K1 awalnya akan energized kemudian setelah beberapa waktu kontaktor star akan de-energized digantikan oleh kontaktor delta K2. Kontaktor-kontaktor ini diatur oleh timer K1T yang waktunya bisa diatur. Hubungan star dan delta akan diproteksi dari potensi aktif pada saat yang bersamaan dengan menggunakan interlok anak kontak masing-masing terhadap lawannya. Jaringan distribusi tegangan PLN

umumnya memiliki tegangan 220/380 V. Sebuah motor yang menggunakan Star Delta starter tergantun pada tegangan jaringannya. (Harten, 1997).

Tegangan yang terlalu rendah dapat merusak motor. Perbedaan tegangan tidak melebihi + 5% atau -5% dari nilai nominalnya. Kemungkinan untuk mengurangi arus asut ini digunakan Star Delta starter untuk menjalankan motornya, karena arus asutnya lebih kecil, kopel asutny juga lebih kecil sehingga kecepatan putar motornya akan meningkat lebih lamban. Gambar 3. Bagian Motor Induksi Tiga Phasa Apabila menggunakan Star Delta starter, rangkaian tidak boleh dibiarkan dalam Stator adalah bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak pada bagian luar. Dibuat dari besi bundar berlaminasi alur alur kumparan. dan mempunyai sebagai tempat meletakkan kedudukan bintang, Karen bila dibiarkan dalam kedudukan bintang, arus dalam kumparan motor akan ditentukan oleh beban motor, sehingga motor akan menjadi terlalu panas dan akhirnya terbakar. Cara pengasutan motor-motor harus sedemikian sehingga tidak menimbulkan yang goncangan-goncangan tegangan

mengganggu dalam jaringan. Harus benar-benar diperhatikan bahwa pengasutannya dilakukan menurut urutan yang tepat. Alat asutnya tidak boleh terlalu cepat dipindahkan kekedudukan berikutnya. Untuk mengawasi arus asutnya harus dipasang Ampermeter yang memiliki peredam yang baik. (Harten, 1997). Menjalankan Motor Induksi 3 Phasa Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang gerak merubah energi listrik menjadi energi dengan menggunakan gandengan medan Rotor adalah bagian dari mesin yang berputar bebas dan letaknya bagian dalam. Terbuat dari besi laminasi yang mempunayi slot dengan yang batang alumunium / tembaga dihubungkan singkat pada ujungnya. Gambar 4. Stator

listrik dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor.

Gambar 5. Rotor
Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 31

setelah Keuntungan Motor 3 Phasa -. -. Konstruksi Harganya tinggi. Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi gesekan kecil. -. Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan Motor induksi 3 phasa dengan daya yang besar tidak dapat dijalankan dengan cara dihubungkan langsung ke sumber jala-jala. Hal ini disebabkan karena, akan menyerap arus yang sangat besar yaitu mencapai 6 -8 kali arus nominalnya. Hal ini disebabkan karena pada saat start besarnya slip pada motor induksi adalah sama dengan 1 (satu), sehingga di saat Slip = 1, tahanan rotor kecil. Arus menjadi besar dan akan merusak motor itu sendiri atau terganggunya instalasi tegangan kontaktor, Beberapa ini mengganggu kerja dari sistem relay, tegangan akan Drop, dimana Drop nyala lampu, keadaan yang maupun peralatan biasanya dapat sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar. relatif murah, kehandalannya 1992).

melalui

kondisi

pengasutan

motor

beroperasi dengan arus beban penuh. (Fitzgerald, Arus asut yang tinggi mempengaruhi proteksi pada motor. Kegiatan relei mendekati grafik arus asut pada motor. Setelah melalui kondisi pengasutan, motor beroperasi dengan arus beban penuh, beberapa relei beroperasi dengan tipe pengesetan waktu yang berbedabeda menurut nilai arusnya. Relei bekerja sebelum melampaui batas waktu pensettingan. Arus yang mengalir dalam suatu

penghantar menimbulkan panas.

Agar suhu

penghantarnya tidak menjadi tinggi, arusnya harus dibatasi. Arus yang melebihi arus nominal dapat disebabkan oleh kelebihan beban atau arus mula yang terlalu besar. Arus lebih pada motor didefinisikan sebagai suatu kondisi operasi, dimana arus yang mengalir pada sirkuit daya motor melebihi arus nominal yang diijinkan. Dengan demikian arus lebih ini akan mengakibatkan arus pada motor bertambah, apabila hal ini berlangsung terus akan menyebabkan motor terbakar. Arus lebih yang sering terjadi pada waktu pengoperasian motor dapat disebabkan oleh karena : 1. Arus mula yang terlalu tinggi 2. Pembebanan yang berlebihan Arus Mula Yang Terlalu Tinggi Didalam pengoperasiannya motor akan mengalami keadaan pengasutan yaitu keadaan awal motor dari keadaan mula yang diam (stop), lalu mulai bergerak (on), kemudian mencapai keadaan yang normal (steady state). Dari

elektronik dan computer yang ada disekitarnya. membahayakan sebuah motor yaitu keadaan panas yang berlebih pada motor, sehingga merusak isolasi dari sebuah konduktor. Konduktor perlu untuk mengalirkan arus, dan isolator perlu untuk membatasi arus agar tetap dalam konduktor. berlebih disebabkan Kebanyakkan panas yang oleh arus lebih pada

pengasutan motor dan beban lebih. Arus asut yang tinggi mempengaruhi proteksi pada motor,
32

Jurnal Imiah TEKNO Vol 7 No 1, April 2010: 25-34

keadaan mula yang diam sampai dengan keadaan normal, motor membutuhkan waktu nominal untuk melakukannya.
W A K TU

Pada waktu operasi motor asinkron sering mengalami pembebanan yang lebih,

M O TO R BER O PE R AS I

O p e r a s i - b e b a n le b i h b a ta s te r m a l

D E T I K

P r o te k s i a ru s le b ih

2 ,5

AR U S A SU T M O TO R 5 KA LI AR U S B EB AN PE N U H

A R U S BE BA N P EN U H

A R U S AM PE R E

dikarenakan motor dibebani dengan beban yang melebihi Gambar 6. Waktu Arus Asut Motor beban nominalnya akibat dari mekanisme yang digerakkan motor listrik, mengakibatkan kenaikkan arus yang tinggi pada motor. Beban lebih mungkin tidak tepat Pada waktu melakukan pengasutan, Apabila disebut sebagai gangguan, namun beban lebih adalah suatu keadaan yang tidak normal dan apabila dibiarkan terus dapat membahayakan motor. Apabila terjadi beban lebih maka kenaikkan arusnya lebih besar daripada arus beban penuh, sehingga motor akan mengalami panas dan dapat mempercepat proses penuaan motor. Dalam hal ini motor beropersi secara normal apabila beban penuh sama dengan arus nominal, In dan tidak normal bila beban lebih, I lebih besar dari In . Pembebanan Yang berlebihan
Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 33

sebuah motor asinkron dikarenakan beberapa hal kadang-kadang mendapat kegagalan. arus asut melebihi arus asut yang diijinkan, dalam hal ini motor asinkron tiga fasa kondisi arus asutnya mencapai 5 kali sampai 6 kali arus nominal, maka motor akan mengalami arus lebih yang menyebabkan panas lebih pada motor, sehingga motor akan gagal dalam melakukan pengasutan. (Fitzgerald, 1992).

a. STARTING STAR/DELTA

Pengaturan motor induksi 3 phasa yang digunakan (pengasutan) untuk menggerakkan pompa di Intake 1 Ilir

menggunakan Star Delta Starter. b. Star Delta Starter pada Intake 1 ilir bekerja dengan dua tahap: 1. Motor berjalan dengan rangkaian belitan Star. 2 Setelah beberapa saat, motor beroperasi dengan belitan Delta. Gambar 7. Hubungan STAR/DELTA Kumparan stator saat pengawalan dalam hubungan mencapai berubah bintang putaran menjadi (), delta setelah (). motor nominal hubungan Sehingga Fitzgerald A.E., Charles kingsley Jr. Stephen D Umans, 1992, Mesin-Mesin Listrik, Erlangga, Jakarta. Kadir Abdul , 2000, Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik , UI . Press Jakarta. Van.Harten P., 1997, Instalasi Listrik Arus Kuat 3, Bina Cipta, Bandung. Schneider Technical Bulletin, Vol 4 2006- ABB Softstarter Handbook. DAFTAR PUSTAKA

hubungan tegangan dan arusnya dapat dilihat sebagai berikut : Tegangan, pada hubungan bintang (Y) tegangan pada kumparan mendapat tegangan sebesar 1/ dari tegangan jala-jala , untuk hubungan delta ().tegangan pada kumparan mendapat tegangan sama dengan tegangan jala-jala. (Harten, 1997) 4. SIMPULAN Berdasarkan hasil uraian di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

LAMPIRAN

34

Jurnal Imiah TEKNO Vol 7 No 1, April 2010: 25-34

PANEL DISTRIBUSI

TRANSFORMATOR DAYA 20 KV

PANEL DISTRIBUSI

Star Delta Starter Pada Pengasutan Mesin 3 Phasa..(Normaliaty Fitri) 35