Anda di halaman 1dari 12

Sistem Komunikasi Interpersonal

Persepsi Interpersonal

Pengertian Persepsi Interpersonal Persepsi interpersonal adalah proses memberikan makna pada objek-objek sosial dan peristiwa-peristiwa sosial.

Persepsi Interpersonal & Persepsi obyek


Persepsi Obyek: 1. Stimulus ditangkap melalui benda-benda fisik. 2. Individu mencoba memahami pesan hanya yang tampak pada oleh alat indera. 3. Obyek tidak memberikan reaksi emosional. 4. Obyek bersifat relatif tetap. Persepsi Interpersonal: 1. Stimulus ditangkap melalui lambang-lambang verbal dan orang ke-3. 2. Individu berusaha memahami motif yang menyertai suatu perilaku. 3. Individu menyampaikan pesan disertai dengan reaksi emosional. 4. Obyek sosial cenderung berubah-ubah.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Interpersonal


Faktor Situasional: 1. Deskripsi verbal: Cara individu menyampaikan berita kepada orang lain(primacy effect dan recency effect). 2. Petunjuk proksemik : Cara individu menggunakan jarak dalam menyampaikan pesan kepada orang lain (jarak akrab, jarak personal, jarak sosial, dan jarak publik).

Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Interpersonal


3. Petunjuk kinesik: cara individu melakukan gerakan tubuh dalam menyampaikan pesan (membusungkan dada, menundukkan kepala, berlutut, dll). 4. Petunjuk wajah: cara individu mengekspresikan wajah ketika menyampaikan pesan (takut, bahagia, marah, jijik, etc).

Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Interpersonal


5. Petunjuk paralinguistik: cara individu mengucapkan lambang-lambang verbal ketika menyampaikan pesan (tempo bicara, intonasi suara, dialek, etc.) 6. Petunjuk artifaktual : penampilan yang ditunjukkan individu ketika menyampaikan pesan (memakai lipstik, berdasi, atribut pakaian, dll.)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Interpersonal


Faktor Personal; 1. Pengalaman: pengalaman dalam hubungan interpersonal mempengaruhi persepsi. 2. Motivasi : dorongan dari dalam diri untuk menafsirkan pesan orang lain. 3. Kepribadian : sifat-sifat pada individu yang menunjang atau menghambat hubungan interpersonal (introvert/ekstrovert and authoritarian personality.

Pembentukan Kesan
Tiga teori untuk menjelaskan proses pembentukan kesan : 1. Stereotipe: Individu memahami pengalamanpenaglaman baru berdasarkan kesamaankesamaan yang dia peroleh dari masa yang lalu, sehingga sifat-sifat yang ada pada masa lalu dikenakan pada pengalaman yang baru.

Pembentukan Kesan
2. Implicit personality theory: setiap individu mempunyai konsepsi tersendiri yang bersifat implicit dalam memahami dan membentuk kesan tentang orang lain. 3. Attribution theory: proses menyimpulkan motif dan karakteristik orang lain dengan melihat karakteristiknya yang tampak.

Pembentukan Kesan
Atribusi Kausalitas: Individu berusaha memahami motif dan karakteristik orang lain berdasarkan sebab orang berperilaku; apakah disebabkan oleh faktor internal atau faktor eksternal. Atribusi kejujuran: Individu berusaha menyimpulkan motif orang lain berdasarkan sejauhmana pernyataannya menyimpang dari pendapat umum dan sejauhmana orang tersebut memperoleh keuntungan dari kita dengan pernyataannya tersebut.

Pengelolaan Kesan
Individu berusaha menampilkan petunjukpetunjuk tertentu untuk menimbulkan kesan tertentu pada orang lain. Individu sengaja mengatur diri untuk mendapatkan penilaian yang baik dari orang lain dengan mengubah setting (penataan peralatan dan ruangan), appearance (cara berpakaian) dan manner (gaya bertingkah laku).

Persepsi Interpersonal & Komunikasi Interpersonal


Komunikasi interpersonal sangat bergantung pada persepsi interpersonal. Kegagalan dalam komunikasi Iinterpersonal dapat diperbaiki bila orang menyadari bahwa persepsinya mungkin salah atau keliru. Individu kadang berperilaku sesuai dengan persepsi orang lain (self-fulfilling prophecy).