Anda di halaman 1dari 77

SNI 03-6880-2002

Standar Nasional Indonesia


ICS
I'
i
\
Spesifikasi beton struktural
Badan Standardisasi Nasional ~
Pd 5-01-200 1-03
Daftar isi
Halamnn
Daftar isi '
I)11lt)\.llll\ '111111111111111111111111'111111111111'1111111111111'11./.'I'lt.lt' , , '............ . II
l'cndnhuluun .,.,."".,."", .. " """ .. , " .. ,.'., , , ,.. II
1 Ruang l.ingkup .. , ~ ," .
2 Acuan ,.. " , , , , , , ..
..
I'. '.1'1""""1"""" of
3 lstiluh dun Dcllnis! 1 " I " I I I " 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 ' 1 1 ' 1 1 1 1 1 1 1 1 I t ~ I : I " " "
4 Pcng..\juan , .. ", ,., .
::; Jaminan Kualitas ..
6 Penerimaau Struktur '.. . ..
7 Perlindungan Beton di Tcmpat , , ,.. " .. , , ,.,., ".
8 Cetakan dan Pcrlengkapannya , " .
9 Pcnulangan dan Dudukan Tulangan , '" , .
\ () Cnmpurnn Beton ",., ,.,.,. ,'" ", .. "" " , : , .
11 Penanganan, Pengecoran dan Pelaksanaan , ' .
12 Beton Arsitektural '" ,.
13 Beton Ringan
\~ Beton Mnssn
15 Beton Prategang , .
Lampiran A. Daftar Kendali Persyaratan Wajib ..
Lampiran U. Daltur Kendall l'ersyur.uun '1'111111111111111 """"""""""
Lnmpirnn C. Daftnr Kendall Pengajuan ..
Lampirnn 1). Daftnr lstilah .
Lampiran E. Notasi .
4
7
II
1,j
1:\
18
'J"
--'
:1\
42
46
48
50
56
SR
67
7\
72
,
Pd S-Ol-2001-03
Prakata
Spesifikasi ini disusun untuk memenuhi kebutuhan efisicnsi standar bidung tcknologi
permukimun.
Standar ini mcngacu pada beberapa standar yaitu SNI, ASTM, ANSl/AWS, /\ASI-lTO, Corps
of Engineers, CRD, ACl, serta CRSl dengan format pcnulisan disesu.iikan dengan Pedoman
I3SN No.8 Tahun 2000.
Standar ini telah disepakati melalui konscnsus yang diprakarsai olch Sub Panitia Tcknik
Permukiman, Panitia Teknik Konstruksi dan Bangunan.
Spcsifikasi Beton Struktural adalah salah satu standar untuk menunjang dokumen resmi dari
spesifikasi proyek sesuai dengan yang disyaratkan dokumen kontrak.
" '"
o
11

<
po. S()l200103
Pcndnhuluan
Spesifikasi iui dimnksudknn untuk digunakan scbugai acuan atuu masuknn dal.un Spcsifikasi
Proyck. Sub pasal-sub pasnl dalam Spesiflkasi ini tidak bolch digunakan sccara tcrpisah
dalarn Spesifiknsi Proyck sebab pengguuaan di luar korueks dnpat mcnpubah artinya.
Hila terdapat sub pasal dalam Spcsifikasi ini diuluh dan dicantumkan kc dalnm Spcsifil.us'
Proyek atau dokumcn lain, maka sub pasal tersebut tidak boleh discbutkan sebagai
Spesifikasi Beton Struktural, sebab Spesifikasi ini tclah diubah.
Peraturan gcdung mencantumkan persyaratan minimum yang dibutuhkan untuk mclindungi
penghuni. Spesifikasi ini dapat menetapkan persyarntan yang "lebih ketat dari pcrsyauuau
minimum. l'cnyesualnn untuk mcmcuuhi kcbutuhun proyek tcrtentu horus dibuut olvh 1\ItIi
Teknik. Ahli Tcknik harus mcngkaji sctiap sub pnsnl <1:11am Dnltar KCIHbli Spesi fik.isi dan
mengikutsertakun keputusan Ahli Tcknik untuk sctinp sub p:I:;:11 d:llLtr kcndali :;ehtgai
pcrsyaratan wajib dalamSpesifikasi Proyek.
Pcrsynrntnn Wnjib menetnpkan kualitas yang spesifik, proscdur, bahnn, dan kritcria kinerju
untuk ultcruntif-altcmatif yang diijinkun atnu untuk kcrctapan-kctetnpnu yang tidnk l e r ' ~ l \ k l l P
datum Spcsifikns] Stundar. Bila dibutuhknn. 11L'11L',CClI:lIi:\Il untuk Si1L'silik:1Si illi haru.:
dimasukkan ke dalam Spcsifikasi Proyek.
Pernyataan berikut dibuat untuk mcncantumkan bahwa Spcsifikasi ini mcrupukan bngian dari
Spesifikasi Proyek.
Pekerjaan (Nama Proyek) harus sesuai dengan seluruh persyaratan Spesifikasi Beton
Struktural, kecuali bila sudah dimodifikasi oleh persyaraian dari Dokumen Kontrak ini.
, .
.
Daftar Kendali Spesifikasi Standar mengidenrifikasikan pilihan dan alternatif Ahli Teknik.
Daflar kendall meugidentifikasikau sub pusul dun tindakun yang disyurntkuu oleh Ahli
Teknik. '
Diagram alur selcksi dan dokumentasi untuk per.iproporsian beton dimaksudkan sebagai
panduan ilustratif untuk menunjukkan persyaratan daIum Pasal 10mengenai campuran beton.
Diagram alur tersebut bukan merupakan bagian dari Speslfikas! Sundar. Hui ini dimaksudkan
untuk mernbantu Ahli Teknik dalam melaksanakan persyaratan yang disebutkan dalam
Pasal 10.
III
SNI 0348031998
SNI03-4807-1998
SNI 03-2854-1992
SNI 03-481 0-199S
SNI03-1750-1990
SNI 03-4433-1997
SNI 1 <)C)tj
SNI03-2458-1991
SNI 03-2493-1991
SNI 03-2495-1991
SNI0324611991
SNI 03:2459-1991
SNI 03-3402-1994
SNI 03-4802-1998
SNI03-2460-1991
. I'd S-01-2001-03
Spesiflkasi Beton Struktural
Ruang lingkup
Spesillkusl inl mcncakup bahan clan PI'OI'OI'SI bcton. baja urlungnn dnn pmtcgullg. produksi
pcngecoran dan peruwatan bcton serta konstruksi cctakan. Ditctupkan pula pcrlakuan sial' dan
bagian-bagian tertanam, perbaikan perrnukaan beton. dan finising pcrmukaan pcrmukaan
yang tcrcetak. Dalam beberapa pasal tcrpisah dibahas untuk kon.rruksi pel.u clan finisingnyn,
bcton arsitckturul, heron masif, dan bahan bcscrta cura pclakxana.m koustruksi heron pasca
tnrik, Tcrmnsuk pula kctentuan mcngenai pengujian, cvalunsi dan pcnerimnan bcion heserta
strukturnya. Selain itii meliputi pula:
I) Pckcrjann yang ditctapknn. yaitu pckcrjaan I11CIH;;llWp bcton strukturnl cor di rcmpat.
Ketentuan-kctentuan dalam Spesifikasi ini harus dilaksanakan kccuali ditetapkan lain dalam
Dokumen Kontrak. ...
2) Pekcrjaan yang tidnk ditetapkan, yaitu pekcrjaan-pckerjaan yang tidak dicakup dalarn
Spcslflkns: ini
Produk bcton pracetak
Beton berat pelindung
Beton perkerasan pekerjaan berat
Traso
Beton untuk insulasi
Beton rclraktori
2 Acuan
Standar ncuan dan publikasi dari SNI, I\Cl. ASTf'v1. dan AWS yang digunakan dalam
Spesifikasi ini terrnasuk tahun adopsi atnu rcvisinya yang merupakan bagian dari Spesifikasi
ini adalah :
I) Standar Nasional Indonesia (SNI)
SNJ 07-1154-19g9 Kawat 'baja tanpa lapisan bebas tegungan untul: konstruksi Ireton
pratekan, jalinan tujuh
Metoda pembuatan dan pcrawatan bcnda uj! Ireton c'i Iapangan
Agref{at beton, Mutu dan cam uji
Speslflkas! beton slap pakai
SC'lI/c'/I/IOf'llm/d
Campuran Beton Segar, Metoda Pengambilan Contoh
Contoh Uji beton, Metoda pembuatan dan perawatan di laboratorium
Bahan tambahan pembentuk gelembung udara untuk beton, Spesijikasi
Agragat rtngan uutuk' baton struktura'. Sp(w(/iko.\'l
Bahan tambahan untuk beton, Spesifikasi
Metoda pengujian berat isi beton ringan struktural
Metoda kecepatan pulsa melalui beton
Abu terbang sebagai bnhan tambahan untuk campuran beton,
Spesifikast
Metoda angka pantul beton yang sudah mengeras
Metoda pengujian untuk menentukan suhu beton segar semen portland
Spesiflkasi kadar ion klorida dalam beton
1 dari 72
Pd S-01-2001-03
SNI 03-4815-1998 Spesifikasi pengtst sial' muai slap pakai untuk perkerasan don
bangunan beton
SNI 03-4432-1997 Spesifikast karet spon slap pakai sebugai balian pengisi sial' 11111ai
pada perkerasan bcton (/0/1 konstruksi hangunan
2) Standar-standar ASTM
A 82-94 Specificatlonfor Stee! Wire, Plainfor Concrete Reinforcement
A 184-90 Specification for Fabricated Deformed Steel Bar Mats for Concrete
ninforcement
A 185-94 L)/Jec:!/ic:atlol1./iJ,. Steel Welded Wire Fubric, l'lulnfot COl/crete ReIJI!(I/'(:eflu'lII
A 416-94 Specification for Uncoated Seven-Wire Stress-Relieved Steel Strand for
Prestressed Concrete
1\ 421-01 SI,ecilicrrtion [or Uncoated Stress-Relieved- Steel Wir!' [or Prestressed
Neinforcctnc/11
1\ 496-94 Spociftcattonfor Steel Wire, Defonned, [or Concrete Reinforcement
A 4<)7040 jiw Welded f)t!ji muei! Steel IF/1'1' ,,'ilhl'ic .IiJI' Coucre!t'
NeiJ?/(JI'(.:eme/II
A 615-94 Specification for Deformed and Plain Billet-Steel Bars [or Concrete
Reinforcement
A 616-93 Specification for Rail-Stee! Dcjoruusd atul l'lain liars lill ( 'OIlCI'e/('
Rl' irfotccmlit
;\ () 17-9] ,<.,i,ec!licatioll ./iJl' Axle-SI<
'el
J)e/iJl'lIwt! (I//(I l'lain }/II/'S lor (:Olll'l't'll'
Neit!lhrL'ellll'III
A 706-92b Specificationfor Low-A110)' Stce! Deformed Barsfor Concrete Reinforcement
1\ 7:'2-<)() ,\/J('<'(j;mtiolljiJr l lncuatcc! l/igh-St/'el/glh StC'('1 !?orj(lr I'rcstressins; Concrete
A 767-90 Specification for Zinc-Coated (Galvanized) Sn:! nul's for Concrete
Reinforcement
A 775-94d Specificationfor Epoxy-CoatedReinforcing Steel Bars
A 780-93a Practicefor Repair of Damaged IIot Dip Galvanized Coatings
A 884-94a Specification for Epoxy-Coated Steel Wire and Welded Wire Fabric for
Reinforcement
C39-93a Test Methodfor CompressiveStrength ofCylindrical Concrete Specimens
C4290 Methods ofObtaining andTest Drilled Cores and Sawed Beams of Concrete
C 138-92 Test Method for Unit Weight, Yield, and Air Content (Gravimetric) of
Concrete
C 143-90a Test Method/or Slump ofPortland Cement Concrete
C 171-92 Specificationfor Sheet Materialsfor Curing Concrete
C 173-94 Test Method for Air Content of Freshly Mixed Concrete by the Volumetric
Method
C231-91 b Test Method [or Air Content of Freshly Mixed Concrete by the Pressure
Method .
It C309-93 Specificationfor Liquid Membrane-Forming Compounds/or Curing Concrete
C 387-87 Specificationfor Packaged, DIY, Combined Materials for Mortar and Concrete
C40493 Spectftcation for Aggregatefor Masonry Grout
C595-94n Specification/or Blended Hydraulic Cements
C Method of Making, Accelerated Curing, (111(/ Test of Concrete Compression
Test Specimens
. 2 dari 72
e
C 685-94
C 803-90
C873-94
l' HH 1-90
C 900-87
C 928-92a
C 989-93
C 1017-92
C 1059-91
C 1074-93
C 1077-92
C 1107-91a
0994-71
E
E329-90
E380-93
Pd S-Ol-2001-03
Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous
Mixing
Test Methodfor Penetration Resistance (?(Hardt ned Concrete
Test Methodfor Compressive Strength ofConcrete Cylinders Cast in Place in
Cylindrical Molds
,\/JI!/.:(jicull()/I./i)f' IJIJ//di//g Concrvu:
Test Methodfor Pullout Strength ofHardened Concret (J993)
Specification for Packaged, Dry, Rapid Hardening Cemcntious Materials for
Concrete Repairs
Specificationfor Ground Granulated Blast Furnace S!ag jiJr Use-in Concre'c
ami Mortars
,\iJec(!ica!ioJ1 fur Chemical ;/dniixturcs for Use iii Producing Flo wing
Concrete
Specificationfor Latex Agentsfor Bondin-; Fresh to Hardened Concrete
Practicefor Estimated Concrete Strength by th Maturity Method
Practice '/;'1' Laboratories rest CO/1crc!I' (/1/(/ Cone...rct A.l:,t;rcgatc for Use ill
Construct!on and Crit c![iafor I.aln:ret tO/:J' Eva1'1([ti on
Specificationfor Packaged, Dry, Hydraulic Cement Grout
Specification for Preformed Expansion Joint Filler for Concrete (1982)
(Bituminous Type)
Spcclficationfor Wlrc-Cloth Sievesfor '1'( st Purposes
Practlcefor Inspection and Test Agenciesfor Concrete, ,)'tee!, and Bitumino-ts
Mcuerlu!s us Used ill Constnicikn:
Practice for Use of the International System of Units (.S'I) (The Modernized
Metric System),
ACt sp15
CRSI MSP 1-90
3) Stuudnr yang dijudikun ncunn ininnyn ,. Stnndur-stundar lnin YUill:', dijndiknn ncunn dalnm
Spesifikasi Standar ini :
ANSI/AWS DI,Jncn Stl'lI{'tllral Wti/ding ('odli -- !?Iiin(o!' 'ing Sie!
.
ASSI-I1'O 1'260-84 Sampling and Testing for Total Chloride Ion in Concrete and
Concrete Materials
Corps of Engineers Specification for Rubber Water-stops
CRQC513-74 C011J:,' 0/Engineers Specification/0" Folyvinylchloride Waterstops
CRDC572-74PTI 1985 Specification for Unbonded Single Strand Tendons
4) Publikasi-publikasi yang dicantumkan - Publikasi-publikasi yang dicantumkan dalarn
Spesifikasi Standar ini adalah:'
ACI 318-89 (1992) Building Code Requirements/or Reinforced Concrete
ACI CPI-90 Technician Workbook for ACI Certification 0/ Concrete Field Uji
Technician- Grade 1
Field Rt!j'el'ence MWIIIl.'I
Manual ofStandard Practice, 25th Edition, January 1990
5) Acuan Lapangan- Simpan di kantor proyek Kontraktor satu berkas salinan acuan-acuan
bcrikut lnl :
ACI Field Reference Manual, SP-15,"Specijicationjor Structural Concrete (ACI 301) with
Seteoted ACI oml ASTM
eRSI Manual of Standard Practice, MSP-I
3 dod 72

Pd 8-01-2001-03
3 Istilnh dan definisi
:u
Dapat ditcrima ntau diterima
scsuatu yang dapat diterima scsuai dengan kctcntunn Ahli Tcknik.

Tcknisi seniur
scscorang yang memiliki pengetahuan dan kcmampuan scrta mcmpunyai surat resmi ujian
yang selenggarakan oleh instansi terkait baik secara tertulis maupun praktis, untuk
melaksanakan dan mencatat hasil pengujian standar SNI prua carnpuran beton segar,
mernbuat serta rnerawat uji silinder,
.:t3
Ahli Tclmil{
arsitck, konstruktor, kousultanarsitektur, konsultan rekayasa, atau konsultan arsitcktur clan
rekayasa, yang mengeluarkan gambar-gambar proyek clan spesifikasi-spesifikasi, atau
pekerjaan adrninistrasi sesuai dengrin Dokumen Kontrak.
3.4
Beton nrsircktural
beton yang dickspos scbagai pcrmukuan interior utuu ckstcrior struktur d.m ditunjukkun
dnlum I )okllllll'n Kontrak ; mcnyumbnngk.m k:lra.klLT Sl'e!"'il vixu.il d.ui xtruk tur S('eilr;1
keseluruhan dan "oleh karenanya mcmbutuhk.in pcrhatian khusus dulum pcmilihan bahan
bcton, pcncetukun, (hill IillisillgllYlI 1I1l11lk mcudup.ukun pcnumpilnn nrsitckturnl
sepcrti yang diinginkan.
3.5
Dokumcn koutruk .
dokumen, termasuk Gambar Proyek dan Spesifikasi Proyek, yang meucakup pekerjaan yang
hams dilaksanakan.
3.6
Kontraktor
perseorangan, konsultan, atau perusahaan yang bersaiua-sama dcngan Pcmilik mcmbuat
kesepakatan untuk melaksanakan pekerjaan.
3.7
Dickspos untuk tampilan umum
tarnpilan yang dapat dilihat dari lokasi umum sctelah finising gedung. '

lleton dengnn I",nt nwnl tinSRi
beton yang melalui penggunaan semen kuat awn! tinggi atau bahar, tambuhun, mampu
mencapai kekuatan yang telah ditetapkan pada umur lebih awal daripada beton normal.
3.9
Beton I'lngnn
beton yang secara substansial mempunyai beratjenis yang lebih ringan dibandingkan dengan
beton normal.
4 dari 72
PO 8-01-2001-03
3.10
Beton 1lI11SSlI
volume beton dengan dirnensi cukup besar yang mernerlukan pcngukuran-pcngukuran akibat
panas yang dihasilkan dari hidrasi antara semen dan adanya perubahan volume untuk
mcminimumkan peretakan.
3.11
lleton lII11S!lIl, polos
beton massa yang tidak ditulangi atau ditulangi lebih sedikit dari yang scharusnya dibutuhkan
untuk beton rnassa bertulang.
3.12
Beton mnssa, bertulang
beton massu yang ditulangi secara cukup memadai, pratcgang atau non prutcgang, yang
dirancang untuk bekcrja bcrsarna-sama dcngan bcton dalam mcnahan scmua guya rcrmasuk
gaya induksi akibat temperatur dan SUSlIl.
3.13
Bel 011 bcrnt normnl
beton yang rnernpunyai berat jenis kira-kira 2400 kg/rn:' yang terbuat t!ari agrcgat.
3.14
I'clIlilik
pcrusahaan, nSOSlaSI, kcmitraan, pcrscorangan, atau insiansi publik atau l'cmcriutuh yang
bersumu-sunu: dengnn Kontruktor mcmhun: kescpnkntnn untuk IlltLdc,illlllbll Iwknjilllll, 1I11lt1
untuksiapa pekerjaan tersebut diserahkan,
3.15
Diljinkun
diterima atau dapat diterima sesuai dengan ketentuan Ahli I'eknik biasanyu mengenai
permohonun KOI1Il'Hktor, atnu bilu lclull dltetapkun dulnm Dokumen Koutruk.
3.16 e
Pasca tarik
metoda prategang beton bertulung di mana tendon ditarik sctcluh bcton mcngcrus,
3.17
Beton pratcgang
beton di mana gaya-gaya internal dengan besar dan distribusi .ertentu yang dikenakan
sehingga tegangantarik yang berasal dad beban layan dapat dilawan sarnpai batas-batas yang
diinginkan; dalam beton bertulang, prategang biasanya dil.enakan dengan melakukan
pennrikan pndn tendon.
3.18
Gambar proyek
gambar, bersama dengan Spesikasi Proyek, yang melengkapi inforrnasi deskriptif untuk
rnelaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan atau diacu sesuai dengan DokumenKontrak.
~ dnri 72
Pd S-Ol-2001-03
3.19
Spesifikasi Proyek
dokumen tertulis yang menetapkan persyaratan dalam proyek yang sesuai c1engan parameter
pelayanan atau krltcrla khusus Inil1l1yn yangdikehendaki oleh Pemilik.
3.20
Standar Acuan
standar untuk masyarakat teknis, organisasi, atau asosiasi, terrnasuk peraturan-peraturan
Pemerintah Duerah atau Pusat, yang diacu di dalam Dokumcn Kontrak.
3.21
Disya I'll timn
disyaratkan dalam Spesifikasi Standar ini atau Dokumen Kontrak.
3.22
Spcsifikns, stnndur
spesifikasi yang dimaksudkan olch Ahli Tcknik sebagai Acuan Siandar bag] Kon.raktor
untuk digunakan dalam mclaksamll':1\l1 proyck dcnga mcncanuunkan Spcsi Iikasi Stun.lar
dalam Dokumen Kontrak, bersama-sama dengan persyaratan proyek.
t23
Peugujlan kekuntnn
kuat tckan rata-rata dua silinder yang dibuat dari bcbcrapa contch uji bcton dan diuji pada umur
28 hari atau umur yang dirancang untuk mencntukan f'c.
3.24
Beton rlngnn struktural
bcton strukturnl yUI.g dlbuur dul'lllgl'cgllll'illgall; hcraljclli'lllyll blnsuuyu dnlnm rClllllllg 1400
kg/m
J
snmpni 1H50 kgltn
J
.
3.25
Diajukan
diajukan kepada Ahli Teknik untuk keperluan peninjauan atau penerirnaan.
3.26
Pekerjaan
keseluruhan konstruksi atau bagiau yang diidentikasikan secara terpisah yang harus
diselesaikan sesuai dengan Dokumen Kontrak. Pekerjaan adalah hasil dari pelaksanaan jasa,
penggunaan pekerja, penggunaan dan penggabungan bahan-bahan dan peralatan ke dalam
konstruksi, yang keseluruhannya dinyatakan dalam DokumenKontrak-.
4 Pcngajuan
4.1 Umum
Pengajuan yang disyaratkan dulam Spesiflkasi ini harus diujukun untuk pcninjnuan dan
penerimaan.
4.2 Laporan pcngujian dan pemeriksaan
Instansi pengujian harus melaporkan hasil pengujian beton dan bahan beton serta
perneriksaan yang telah dilakukan selama pekerjaan berlangsung kepada Pemilik, Ahli
6 dari 72
Pd S-Ol-2001-03
Teknik, Kontraktor, dan Pemasok Beton. Laporan pcngujian kekuatan harus mcncantumkan
lokasi pekerjaan di mana siklus diambi! untuk pengujian bcscrta n01.11or siklusnya. Laporan
pengujian kekuatan hams mencantumkan informasi tcrinci mengcnai tcmpat pcnyimpanan
dan perawatan benda uji sebelurn pcngujian. l.apornn akhir harus discrahkar maksimum
tujuh hari setelah pengujian sclcsai..
5 Jaminan kualitas
5.1 Umum
Bahan beton dan pelaksanaannya dapat 9.iuji dan diperiksa oleh Pcmilik sebagai kernajuan
pekerjaan. Kegagalan rnendeteksi pckerjaan atau bahan cacat tidak berarti tidak ada
penolakan hila cacat tersebut kemudian diternukan atau Ahli Teknik tidak bcrkcwajiban
menerlmanya sebagal penerirnaanakhir.
5.2 Instansi pcngujian
Instansi-instansi yang mernbcrikan layanan pengujian bahan beton harus sesuai pcrsyaratan
ASTM C 1077. lnstansi pengujian yang mernberikan layanan pcnguj ian baja tulangunharus
scsuni persynratnn ASTM E J2C): Instnns] pcngujinn yang mclnl.s.uinkun pcngujinn I1l11'lIs
diterima Ahli Teknik sebelum melaksanakan pekerjaannya. Pengujian beton di lapangan
sebagaimana disyaratkan dalam sub pasal 5.3 dan sub pasal 5.4 harus diiaksanakan oleh
instansi terkait, Program sertifikasi yang sctara harus mencakup pcrsyaratan mcngenai ujian
tcrtulis dan praktis scbagaimana ditctapkan.
. -
5.3 'l'nnggung jnwub koutrnktur terhadup pcuguji.iu
I) Mcngirimkan data rncngenni kuali fi kasi instansi pcnguj ian yang diusulkan untuk
. penerimaan. Penggunaan layanan pengujian tidak berarti melepaskan Kontraktor dari
tanggung jawabnya untuk rnenghasilkan baliandan konstruksi sesuai Dokumen Kontrak.
2) Tugas dan tanggung jawab. Kecuali disebutkan lain dalam Dokumen Kontrak, Kontraktor
harus melaksanakan tugas dan tanggung jawab be. ikut ini:
(a) Mengkualifikasi bahan yang diusulkan dan mcmbuat proporsi C:IIIIJHlr;'11.
(b) Menyediakan tenaga kerja hila disyaratkan untuk membantu Instansi Pengujian Pernilik
dalam mendapatkun dan menangani contoh uji di lokasi proyck atau sumbcr bahan.
(c) Memberikan saran kepada Instansi Pengujian Pemilik paling sedikit 24 jam sebelum
kegiatan untuk melaksanakan pengujian kualitas serta untuk penugasan personel,
(d) Menyediakan dan mernelihara fasilitas-fasilitas instansi pengujian secara memadai
terhadap tempat penyimpanan yang arnan dan perawatan rnernada. dari benda uji di lokasi
pckerjaan untuk perawatan awal sebagaimana disyaratkan oleh S1'lI 03-4810-1998.
(e) Mengajukan data dan dokumentasi pengujian mengenai bahan dan proporsi campuran.
(f) Mengajukan program pengendalian kualitas pcrnasok beton dar- menycdiakan salinan
rnengenai semua laporan pengujian.
(g) DlIu dlsyarntkar, sebugai dasnr penerlmnnn bcton mengcnai lIji kckuntun yang dipCI'CCPO!,
rnengajukan permohonan untuk rnelaksanakan pengujian yang dipercepat disertai dengan
data korelasi untuk kuat tekan 28 hari stanJar berdasarkan paling sedikit 15 set data
pcngujian yang mernenuhi sub pasal 5.4.2 sub. d dengan beton yang terbuat dari bahan yang
sarna dengan batasan paling sedikit f' cr 7 MPa. .'
3) ditlynmtknn dari instansi penguJian kontraktor, kecuali ditetapkan lain
dalnm boktjl11Cn l{ol1trnk, kotttl'nktor hnrus Il1cmbcrlknll Inynnflll r>cl1gtU lun yung dlsyurtlkun
tanpn pcmbebanan biaya kcpada pcmilik schngni bcrikul:
7 dari 72
Pd 8-01-2001-03
(a) Kualifikasi bahan yang diusulkan dan pcmbuatan desain carnpuran.
(b) Layanan pengujian lainnya yang dibutuhkan atau disyarntkan olch kontraktor.
5.4 Tanggung [awab pcngujinn instnnsi pcngujinn pcmilik
1) Kccuali ditctapkan lain dalam Dokumen Kontrak. instansi pcngvjran Peruilik
mcnyediakan layanan sebagai bcrikut :
(a) l'crwnkilun dnrl instansi pcngujhu: Pcmilik untuk mcluksanakun pcmcriksnnn, mengamhil
eontoh uji, serta mcnguji bahan dan produksi bcton yang disyaratkan oleh Ahli Tcl.nik. l3ila
diketahui bahwa bahan yang dibcrikan atau pckcrjaan dilaksnnukan kontraktor gagal
memenuhi Dokumen Kontrak, instansi pengujian harus segera .nclaporkan kekurangan-
kckurangnn tersebut kepada Ahli Tckuik. kontraktor. dan pcmasok bcion.
(b) lnstansi pengujian dan perwakilannya tidak dibcrikun kuasa untuk mcncabut, mcnguhah,
mcringankun, mcnumbah, atnu mcnghilangkail pel'sY<lIl,t:\I'; "dnlnlll Dokumcn Koutruk.
terrnasuk mcnerima sebagian pekcrjnan.
(c) lnstansi pcngujian hams melaporkan :,C!l1lW pcngujian dan lnsil pcmcriksain kcpadn Ahli
Teknik, koutraktor, dan pcmasok beton maksimum tujuh hari sctclah pcngujian dan
perneriksaan dilaksanakan.
2) Layanan pengujian - lnstansi pengujian pemilik dapat mclnkukan layanan pcngujian
sebagai berikut tanpa membebankan biaya kepada kontraktor:
(a) Mengkaji dan mengecck bahan yang diusulkan untuk mcmcnuhi Dokurncn Kontrak.
(b) Mengkaji dan mengecek desain campuran yang diusulkan scbagnirnana disyarntkan oleh
- Ahli - "
(c) Mcmperoleh contoh uji produksi buhun di p:lhrik 1111111 Pl'llyil111\lllliII1I1Yil pd:crjililll
berlangsung serta melakukan pengujian untuk merncnuhi Dokumcn Kontrak.
(d) Mendapatkan contoh uji gabungan scsuai dcngan SNI 03-2tJ5l:\-1 \)<) I Setiap contoh uji
harus didapatknn dari siklus beton yang berbeda secara acak, hindarkan pemilihan siklus
scluin ueuk scbclum mclnkuknn pcngccorun hctou.
Mendapatkan paling sedikit satu contoh uji gabungan untuk tiap 75 111", aUIU kclipatannya,
dud maslng-masing desain campurnn boron yang (hem dalan. snfll hari. Bila kuautitas total
beton dengan desain campuran kurang dari 40 111
3,
pcngujian kekuatan dapat diijinkan olch
Ahli Tcknik, bila menurut penilaiannya, terdapat bukti yang mcmadai bahwa kckuatannya
memuaskan.
(e) Melaksanakan pengujian kckuatan bcton sclama konstruksi scsuai dcngan proscdur
sebagai berikut:
Mencetak dan merawat tiga silinder rnasing-masing contoh uji sesuai dengun SNI OJ
4810-1998. Catat dalam laporan pengujian penyimpangan terhadap persyaratan SNI
dalam.
. . Melakukan pengujian silinder sesuai dengan ASTM C 30. Menguji satu benda uji pada
umur 7 hari untuk informasi, dan dua benda uji pada urnur 28 hari untuk penerirnaan
kecuall [ika dltetapkan lair
"
Hasil uji kuat tekan untuk penerirnaan haruslah mel upakan
rata-rata dad dua benda uji yang diuji pada umur 28 hari. Bila satu benda uji dalam
pengujian menunjukkan bukti adanya contoh uji, cetakan, atzu pengujian yang tidal<
memadai, singkirkan benda uji tersebut dan pakai kekuatan dari silinder sisanya sebagai
hasil pengujian. Bila kedua benda uji dalam pengujian menunjukkan adanya caeat,
singkirkan seluruh uji' tersebut.
8 dnri 72
o
Bila pengujian beton yang dipercepat diijinkan sebagai alternatif pengujiau standar, cetak
dan rawat dua benda uji masing-rnasingccutoh uji gahungan sesuai dengan ASTM C 684,
ikuti proscdur yang ditetapkan oleh Ahli Teknik. Bunt paling' sclikit satu pcngujian
kckuatan yang dipcrcepat dari masing-masing conioh uji gabungan scsuai deugan sub
pasal 5.4.2.d dan satu pcngujian kuat tekan standar pada umur 28 hari untuk paling sedikit
sctiap pcngujian yang dipcrccpat lainnya scsuai dengan SNI 03-48101998. Gunakun
hasil pcngujiun ini untuk rncmpcrtnhankan serta mcmbaharui korelasi untara pengujian
kunt tckun stundar dun pt:llglljiall kunt tcknn )'nllg dipcrceput.
(I) Mencntukan slump masiug-masing contoh uji gabungan sesuai dcngan sub pasal 5.4.2
sub.d dan bila konsistcnsi bcton mcnunjukkan adanya variasi, gunakan Afi'l'M C 143.
(g) Tentukan temperatur dari masing-masing contoh uji gabungan dalam sub pasal 5..+.2
sub.d sesuai dcngan SNI 03-4R07-1998.
(h) Uji kandungan udura yang disyarntkun untuk bcton yang- mcmiliki gclcmbung ud.rra
dcngun AS'I'M C 2J I, AS'l'M C 173, utuu ASTM C I.\H. TC1I1llk1l1l IllIlldullglll1 uduru beton
normal untuk masing-masing contoh uji ga
l
,HlI1gan dcngan sub pasal 5.4 sub. d. "tau
sebagaimuna diurahkun olch Ahli Teknik. Pcngujian r.unbahan harus dilaksanakan
scbugaimuna disyurutkan untuk kcperluan pcngontrolan.
3) Lnynnnn pcngu]ian tambahan biIn disyarntkin - lnstansi pcngu]ian pemiIik uapat
mcluksanakun layunnn pcngu] Inn bedkut hila dlsyarut kUII olch 1\III i 'l'cknik. lnnpa
pcmbebnnun hinyu padn Kontrnktor:
Mcmeriksu pcnakaran bcton, campurun, dan kcgiatan pcngiriman
Mcmcrik..n cctnkan. pcrsiapnn pondasi, pcnulangnn. b:\gi:lll lcrtannm. I'CI11:1S:1I1g:111
tulungan, pcngccoran beton, finis, dan kcgiatan pcrawat..n.
Contoh uji bctou di tcmpa: pcngecoran dun lokusi hu.myn ciinruhknn olch
Ahli Teknik serta melaksanakanpengujian yang disyaratkan.
Mengkaji laporan produsen untuk tiap pengirirnan semen, baja tulangan, dan tendon
prategang, serta melaksanakan pengujian laboratorium HUlU pengecekan baha.i yang
memenuhi spesifikasi Ji lapangan bahan,
Penguifnn lainnya ntau layanan pemeriksaan schagaimana disyaratkan oleh Ahli Teknik.
4) Layanan pengujian lainnya bila dibutuhkan - Dila disynratkon, instansi pcngujian pernilik
perlu rnelaksauakanlayanan pengujian berikut dengan pembebanan biaya kepada Kontraktor:
Pcngujinn tambahnn dan pemeriksann vang disyaratknn k.ircna ndanyu pcrubahan bahan
atauproporsi carnpuran yang diminta oleh Kontraktor
Penguilnn tnmbahnn bahnn atoll beton ynng gaglll memenuhi persynratnn spesifikasi.
5.5 Pengujian beton keras di tempat
I) Umum - Pengujinn b"ton horus dilaksanaknn oleh instansi pcng.ujian bila
pengujian tersebut memang disyaratkan. Bila disyaralkan dalam spesitikasi il1i, billya
olmn dihebonknn kepadll Kontraktor apabiln peng
1ljinn
dilaksanaknn untuk
memverifikasi kekuatan struktur. PemiHk meMnggung billyunya blln pCllguj\Ull dllukltl<un
atas permohonannya dan tidak disyaratkan dalam spesifikasi inL
2) PCl1lituj inn non-dcstrllkti f-Menggunakan paltl beton sesllai denean SNI 034803-1998,
metoda pulsa sesuni dellgun SNI 03-4802-1998, atau pcralatun nOll-deSlnlktif lain
9 dari 72
yang diijinkan oleh Ahli Teknik dalam mcngevaluasi keseragarnan dan klint rclatif beton di
temput, atuu untuk memilih daerah yang ukan dilakukan pengambilan contoh uji beton inti.
1) Uil bctou i1tll
(a) Bila disyaratkan oleh Ahli Teknik, beton inti harus diperoleh dan diuji sesuai dengan
ASTM e 42. Untuk beton struktur yang kering selamn layanan, beton inti harus kering udara
(tempcratur 15
tlC
sampai 27
tl
e, kelembaban relatif kurang dari 60 person) sclama 7 hari
sebclum pcngujian dan harus diuji dalam kondisi kering, Untuk beton struktur yang sangat
hasnh selumu layanan, beton inti hams diuji setclah pcngkondisian kelernbabnn sesuai
dengan ASTM C 42.
(b) Paling sedikit harus diarnbil tiga beton inti dari setiap koinponcn struktur atau daerah
yang diperkirakan potensial rnengalami kerusakan, Lokasi beton inti sebaguimana ditetapkan
oleh Ahli Tcknik harus sesedikit mungkin mengakibatkan kerusakan pada kekuatan beton.
l3ila scbclum pcngujian atau selama pengambilau beton -inti memperlihatkan adanya
kerusakan, harus diambil beton inti pengganti.
(c) Mcngisi bckas lubang beton inti dcngan beton slump rcndah atau mortar dcngan kckuatan
yuug samu alau lchih bcsar daripada bcton aslinya.
5.6 Evaluasi pcngujinn kckuatan bcton
I) Benda uji yang dicetak dan dirawat sesuai standar - Hasil penguiian silinder yang dicetak
dall dhuwn: Sl'HWti sumdur hUI'WI dievlIlullsi untuk .. lllllSiIlL'. pl'Opol'si
campuran bcton yang telah ditetapkan, Evaluasi hanya sahih jika pengujian dilakukan scsuai
dengan prosedur yang telah ditctapkan. ,Untllk cvaluasi, sctiap dcsain campuran yang telah
ditetapkan harus diwakili paling sedikit lima pengujian,
2) Uji non-dcstruktif - Hasil pengujian harus dievaluasi oleh Ahli Teknik dan sahih jika
pengujian dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
3) Uji beton inti Uj. beton inti horus dievnlunsi olch Ahli Teknik don sahih jiku pcngujinn
dilakukan scsuai dcngan prosedur yang telah ditctapkan.
5.7 Pcnerimaun kckuatan bcton
1) Kckuatun bcnda uji yang dicctak dan dirawnt scsuni standar -- Tingkut kckuatan bcton
dinilai rnernuaskan bila hasil rata-rata pengujian sama atau melebihi kuat tekan karakteristik
f'c dan tldak ada satupun dud hasil pengujiun tcrsebut yang bcrada di bawah lcbih dad 3,)
MPa kunt tcknn knrnktcristik f'c. Kritcrin illi c1il('t'lIpkrtll jugn \llltlJk pCllglljinll kckllllt.lll
dipercepat yang ditetapkan kecuali kalau ada Qasar penerimaan lain ditetapkan dalam
DokunIcn Kontrak.
2) Uji l10ndestruktif - Uji nondestruktif'tidak digunakHn sebagHi sallH:Hlunya dasHr Ul\lllk
pencrimunn Cltuu penolukan beton, tempi. bisa saja digunakan bila diijinkan untuk
mengevaluasi beton di mana hasH silinder yang dicctak dan dhawat scsuai dengan standar
tidak memenllhi kriteria dalam sub pasal 5.7.1. .
3) Uji belon inti - Tingl<nt kekt.atfln bcton eli lokJsi ynng c1iw,lkili olch lIji hclon inti
dipertimbnngknn mcmndai bila kuat tckall rata-rata bcton dad bcton inti paling scdEdt 85
persen kuat tekan karakteristik Pc dan bila tidak ada satupun betoh int, yang kllrang dari 75
pcrsen dnri kunt teknn knrnkteritik rc.
10dari 72 .
'.'
5.8 Pcnerimann bcton di lnpangan
I) Kadar udara - Beton yang tidak dalam rentang batas gelernbung udara yang ditcti.pkan
dalarn sub pasal 10.2.2.4 dan diuji scsuai dengan sub pnsal 5.4.2 sub d tidak belch digunakan
dalam pekerjaan.
2) Slump - Beton yang tidak dalam rcntang batas slum]: (\,,1,111 sub pas,1I I di tcmpa:
pcngecoran tiduk holch digunakan dalum pckcrjaan
J) Tcmperutur - Beton yang tidak dalam rcntang temperatur dalam sub pasnl 10.2.1.7
tidak balch digunakan dalam pckerjaan.
6 Penerlmuun struktur
6.1 Umum
Pcnyclcsainn pckerjaan bcton harus scsuai persyarntan terkait dalar.i Spcsifikasi ini dan
Dokurncn Kontruk.
I) Pckcrjaan beton yang gagal memcnuhi satu atau lebih pcrsyaratun dalam Dokumcn
Kontrnk dnpn! diterimn hiln relnh dircrhniki dan memenuhi pcrsynrutan,
2) PCkCI:i:wlI bcton yang gag,al mcmcnuhi sntu utuu lchih pcrsynrut.m dulum Dokumcn
Koutruk dan tidak bisa diperbaiki lag! harus ditoluk.
3) Perbaiki pekerjnan beton yang ditolak dengan membongkar "tau mcnggantikan alan
IIICIllllllllgi tk'llgllll kClllSll'nk.<:i Imuhnhun disynrnfklll1 nl('/1 Ah li Tck nik I 111111k mr-mhu.u
beton yang ditolak schingga memenuhi persyaraum. gunakan metoda prrbaikau dcngan tetup
111l'II,illgU kekuntnn )'lll1g tclnh ditctnpkun I1Wll1\'l1l1hi ;il'llll1il Yill);'. ;i{
untuk fungsi, durabilitas, tolcrunsi dimcnsi, dan pcnampilan scbagaimana .litcntukan olch
Ahli Tcknik.
4) Ajukan untuk pcncrimaan yang diusulkan metoda perbaikan, bahan, dan mcdifikasi yang
dibutuhkan untuk mcyakinkan bahwa pckcrjaan bcton scsuai dcn/'an pcrsyaratan dalnm
Dokumen Kontrak.
5) Kontraktor hnrus mcmbayur SCl11l1n biaya pckcrjaan bcton scsuai dcngan pcrsyaratnn
dalam spesifikasi. .
6) Bagian beton yang dieor eli lokasi yang salah akan ditolak.
6.2 Toleransi Dimensi
1) Perrnukaan tercetak yang menghasilkan garis luar beton lebih keeil dibandingkan dengan
toleransi yang diijinkan dalam SNI, dapat dinilai tidak scmpurna dalarn kckuatan dan harus
sesuai dengan ketetapan dalam sub pasal 6.4 mengenai kekuatan struktur.
2) Permukaan tereetak yang menghasilkan garis luar beton yang lebih bcsar dibandingkan
dengan toleransi yang diijinkan dalam 8Nl dapat ditolak. Bahan yang berlebihan harus
dibongkar bila disyaratkan oleh Ahli Teknik.
3) Perrnukaan betontiduk tercerak akurat yang melebihi toleransi SNI. dapat ditolak.
4) l'elat yang dlflnls meleblhl toleransl dalam sub pasal 11.3.4.3 mcngcnui l'cugukuruu
toleransi untuk pelat, dapat diperbaiki kekuatan atau tarnpilannya selama tidak rnempunyai
pengaruh yang mengganggu.
5) Beton dengan toleransi dan cacat yang melebihi batas dalam sub pasal 8.2.2.4 akan
ditolak.
6.3 Penarnpilan
1) Beton yang dlekspos yang terlllu cncutnyu yllllg mcnggnnggu tnmpilnn dud finis yang
ditetapkan akan ditolak.
2) Beton yang tidak diekpos dapat ditolak dengan alasar, tampilan yang tidak sesuai.
11 dari 72 . .
PO S-Ol-2001-03
6.4 Kekuatan struktur
I) Kriteria penentuan kekuatan yang berpotensial mengalami penurunan - Kekuatan dinilai
bcrkurang dan pckerjaan beton akan ditolak bib pekerjaan gngal memenuhi pcrsyaratan,
tctapi tidak terbatas pada, kondisi bcrikut ini:
(II) Kckuatan bcton gagal memcnuhi pcrsyarntan Sllh pasal 5.7 mcngcnai Pcncrimaun
kekuatan bcton.
(b) Ukuran baja tulangan, jumlah, kekuatan, posisi. atau perletakan yang berbeda dengan
persyaratan dalam pasal 9 mengenai Penulangan dan dudukan penulangan, atau dokumen
kontrak lain.
(c) Elernen-elemen beton berbeda dengan dimensi atau lokasi yang disyaratkan.
(d) Pernwatan ynng tidak sesual dengan Dokumen Kontrak.
(e) Perlindungan beton yang tidak memadai terhadap temperatur yan;!, ekstrom, dun kondlsl
lingkungan lain selama \I1l111f' awal pengerasnn dan pcmbentukan kckuatan.
(1) Kerusakan mekanis, kebakaran. kecelakaan.ntau pcmbongkaran ccuikan yang lebih dini
yang mcnghusilkan kekuatan tidak sempurna.
2) Tindakan-tindakan yang disyaratkan bila kckuutun sec.ira potcnsial tiduk scmpurna - Hila
kckuatan dnri struktur dinilni secnra potensial tidak sempuma, tindakan-tindakan beriknt
dapat disyaratkan oleh Ahli Teknik:
(a) Analisis struktur atau pengujian tambahan, atau keduanya.
(b) Uj i beton inti
(c) Bib pengujiun tidak rncnghasilkan kcsimpulan mnu tiduk dapat dilakukun atau hila
llnnlisis struktur tidak mcnyimpulknn hahwa struktur aman, uji beban dnpat-disyarntkun dan
hasilnya dievaluasi scsuai dengan ACI 318.
(d) Pekerjaan bcton yang ditolak berdasarkun hasil anulisis struktur atau hasil uji bcbnn harus
diperkuat dengan konstruksi tambahan ataudiganti bila disyaratkan olch Ahli Teknik.
(c) Dokurnentasikan semua pekerjaan perbaikan yang diusulkan untuk membuat kckuatan
pekerjaan beton yang tidak sempurna menjaJi mcmcnuli Dokumcn Kontrak, dan ajukan
dokumen tersebut kepada Ahli Feknik untuk penerimaan.
6.5 Durabilitas
1) Kriteria untuk menetapkan durabilitas yang secara potensial berkurang - Durubilitas
pekerjunn beton dinilui bcrkurnng dun pckcrjnnn beton nknn ditolak hila gngal mcmcnuhi
persyaratan, tetapi tidak terbatas pada kondisi berikut ini:
(a) Kekuatan tidak rnemenuhi subpasal s.? mengenai Pcnerimann kekuatan beton.
(b) Bahan beton tidak sesuai persyaratan dalam sub pasal 10.2.1.1 mcngenai Bahan bcrsifat
semen, sub pasal 10.2.1.2 mengenai Agregat, sub pasal 10.2.1.3 mengenai Air dan cs dan sub
pasal 10.2.1.3 mengenai Bahan tambahan, termasuk pembentuk gelembung udara,
(c) Beton yang tidak sesuai dengan persyaratan mengenai gelembung udara dalam Dokumen
Kontrak atau batasan kadar udara total dalamTabel't'0.2.2.4.
(d) Perawatan yang tldak sesuai dengan Dokumen Kontrak.
(e) Perlindungan beton yang tidak memadai terhadap temperatur atau kondisi lingkungan
selama umur awal pengerasan dan perkembangankekuatan.
2) Tindakan yang disyaratkun bila durabilitas secara potensial berkurang - Bila durabilitas
struktur dipertimbangkan berkurang, tindakan bcrikut P!;r1u diambil olch Arsitek /
Konstruktur:
(u) Mcnghul'Uskull buhwu conloh uJi duri pcnyusun bclon dnpul dipcl'oleh dun diuj i.
. .
12 dari 72

I)d S-Ol-2001-03
(b) Mengharuskan bahwa contoh uji beton keras dapat diperoleh dari struktur melalui jalan
pengeboran, penggergajinn, ntau earn lainnyn yang dapnr ditcrima.
(c) Mengharuskan evaluasi laboratoriurn mengenai beton dan bahan beton untuk mengkaji
kcmumpuan bcton mcnahun pclapukan, scrangau kimiawi, ahrasi. utau pcrlcm.rh.m lainnya.
(d) Beton yang ditolak akibat durabilitasnya kurang harus dipcrbaiki atau diganti
scbnguimana dinruhkan olch Ahli Tcknik.
(c) Mcndokumentasiknn pckerjaan perbaikan untuk mcmbuat pckcrjaun bctou mcmcnul.i
Dokumcn Kontruk dan mcngujukan dokumcntasi tcrscbut kcpadn ;\I1:i Tcknik 1I11luk
pcnerrmuan.
7 Pcrlindungan beton di tempat
7.1 Behan dan pcnnhnn
'I'iduk diij j 11 ku11 bcbnn konstruksi mcltunpuui bcbun yang mUIllIJlI ditahan kOIllPOlH':l1 struklUI',
dengan penahan tambahan bile disyaratkan, secara aman dan tanpa adnnya kcrusakan.
7.2 Pcrllndungan dad kerusaknnmcknnis
Selnma pcriode perawatan, lindungi beton dan kerusakun akibat gungguan mckanis tcrmasuk
lcgnngnn aklbat beban, kejutan, dun vibrnsi ynng merusuk. Lilldllngi permuknnn bcton dnri
kerusakan selamn pclaksanaan konstruksi, peralatan, bahan, hujan atuu aliran air. dan kondisi
cuaca mengganggu lainnya.
Cerulean dun purlcugknpnnuyn
UII1I1Ill
S.1.1 Deskripsi
Bnginn ini mcncnkup dcsnin, pclnksnnnnn, dan pcrl IIkWlI1 cctuk:u. untuk mcunhnn (lUll
rnencetakbeton dengan dimensi yang disyaratkan.
..
8.1./. Pengajuan
I) Ajukan data berikut kecuali kalau ditetapknn lain:
Bahan untuk membongkar cetakan - Ajukan data mengenai bahan yallg diusulkan yang
digunakan untuk membongkar cetakan disertai perrnukaan cetakm yang akan digunakan
untuk penerirnaan kecuali kalau ditetapkan lain dalarn Dokumen Kontrak.
2) Ajukan data berikut hila disyaratkan:
(0) Gambar kerja - Bila disyaratkan oleh Dokumen Kontrak, ajukan gambar kerja cetakan.
(b) Penyokongnn kembali - Bila penyokongan kemhr.1i diijinknn ainu dlsynrnrkn; ajuknn
sebelumnya denah prosedur dan pelaksanaan penyokongan kernbali untuk pcnerimaan
3) Bila terdapat alternatif'yang diusulkan, ajukan data berik.it:
(a) Bahan permukaan .cetakan - Bib bahan permukaan cetakan yang Jigunakan lain dari
yang telah ditetapkan, ajukan datanya untuk pencrimaan.
(b) Slar kontrol - BHn diinginkan siar kontrol lain dari yang ditunjukkun dulam Dokurnen
Kontrak, aJuktUll'cmnollonun uI1t'Jk penerlmaan.
(c) Pengujian untuk pembongkaran cetaknn - Bila diusulkan metoda sclain uji silinder
untuk menetapkan waktu pembongkaran cetakan, ajukan data sebagaimana ditetapkan dalam
sub R.3,tl.2.
R.1 dlln pQrhmRlutpnnnyn.
8.2.1 Bahan
t j dud 72

Pd S-Ol-2001-03
1) Bahan lapisan luar cetakan - Bahan untuk lapisan cetakan yang berhubungan langsung
dengan beton harus sesuai sub pasal 11.3.3.5 menger.ai Finising yang tidak ditetapkan, dan
persyaratan berikut kecuali kalau ditetapkan lain dalan. Dokumen Koritrak.
Untuk linising I<nSI1I' Tidnk ndn bnhnn perm-rknnn cetnkan yang disynrntkan.
Untuk finising halus - Bahan perrnukann cetakan harus kuyu lapis, hardbonrd cctakan
beton, metal, plastik, kertas, atau bahan.Iain yang dapru ditcrima dan bisa menghasilkan
finising seperti yang diinginkan, Bahan permukaan cetakan ha.us mcnghasilkan tckst.ir beton
yang halus, scragam. Jangan gunakan bahan pcnnuka.m cctakan bcrsub pasa] tid.ik rata.
permukaan yang terkoyak, permukaan yang nus, rambalan, atau cacat lainnya yang akan
merusnk tekstur permukaan beton, '
2) Perlengkapan cetakan - Gunakan perlengkapan komersial dnri pabri': untuk pcrlcngkapan
cetakan yang sebagian atau seluruhnya ditanam dnlam bcton, tcnnasuk pengikat dan
gantungan, Jangan gunakan kawat peugikat non fabrikasi. Bila-ditunjukkau da'am Dokumen
Kontrnk, gunaknn pcngikut cctakan hersama dcngan pcl n pcnJ
',halal1g
,IiI' dalam dincling.
3) Bahan untuk melepas cerakan - Gunakan bahan komcrsiul untuk melepas cetakan duri
pabrik untuk mcnceguh ubsorpsi kcleinbnban, mcnccgah 1(,,'1,<111111 dcngnn lwtoll. dun
mengotori permuknan beton.. ,
4) Pengisi sial' muai - Pengisi sial' muai yang telah dicctak scbclumnya harus sesuai ASTtvl
0994, SNI 03-4815-1998, atau SNI 03-4432-1997.
5) Bagian-bagian tertamm lninnya - Watcrstop, sclongsoug. sisipnn, ungkur, <1:111 hagial1
diuuuun luinnyn harus mcrupnkan bnhan dan dc'.ain yang ditunjul.kan c1:1I:1111 Dokumcn
Kontruk. Bahan wntcrstop harus scsuai pcrsyaratan C 51.\ 1I11[uk W:l[CI'slul' karct. aWli
eRD C 5'72 untukwaterstop Sainbungnn 1cwat:md:da.n. watcrstop harux clihua! tcrcctuk
1I11lh, sebagaimana direkornendasikan oleh produsen.
8.2.2 Kinerja dan persyaratan desain
I) Dcsain dan rcknynsa cctakan hurus menjndi lnnggllng jnwnb dlld Kontraktor. Bila
disyaratkan oleh Dokumen Kontrak, desain cetakan dan persiapan gambar cctakan harus di
bawah pengawasan dari Konslruktor profesional yang terdaftar resmi di mana pekerjaan akan
dilaksanakan.
2) Desain cetakan untuk beban pclaksanaan. tekanan lateral, clan pcrsyaratan yang
s.eduns. Rencanakan cetakan yang mampu menahan tekanan
l\k\hn\ dn\\ bott'm !tenl\ \m\uk t\\\e\l\l'kt").
3) Jangan mcngguuakan galian tanah scbagai cctnknn pcrmukaan veniknl ntnu miring
kecuali disyaratkan atau diijinkan oleh Dokumen Kontrak.
4) Lendutan rnaksirnum untuk perrnukaan cetakan yang ditunjukkan dari pcrmukann bcton
yang diekpos untuk tampi/an adalah sebcsar 11240 bentallg <lIltar kompollen cctakan
strtlkturnl kecunli untuk beton arsitektural. Pembatasan UI1tllk beton arsitektural
harus sesuai clengan "nsal 12.2.'2.1 subu. eueul pnuu bcloll uCHlllcklUrtll lidilk boleh
I11clcbihi bntasan dnlal1l SlIb rasal 12.1.6.1 mcngcnai Dacrnh rcrbnikan.
5) Menempatkan dan memperinci siar sesuai dengan persyaratun bcrikut.
(n) Menempntkan dan Jl1encr,tak siar konstruksi yang sescdikit I1lungkin mcrusak kekuatan
struktur, serta memenuhi persyaratan sub pasal 11.1.2.3. sub a nH.:ngcnai Sial'
Secnfn\Im\lffi, tempntklln siar konstruksi dekat dengan tengah bentang petat, balok anak, dan
balok induk. Bita balok anak memotong balok induk paela titik tcrsebut ini, siar datam balok
induk harus digeser pada jarak yang sama atnu Icbih bcsar dcngnn dun kali Icbar balok anak.
Tempatknn aiar dnlam dinding dan kotom pada bagian bawah lantai, pelat, balok anak, atau
14dari 72

Pd S-Ol-2001-03
balok induk dan pada bagian atas dari telapak atau peIat Iantai. Buat siar tegak lurus terhadap
tulangan utama.
(b) Scdiakan julur pengunci scbngaimnna ditunjukkun dulum Dokumcn Kontruk. Hila jalur
pengunci longitudinal ditunjukkan dalam Dokumen Kontrak. buatlah jalur pengunci tersebut
dcngau kcdalamnn minimum 40 n1l11 pada siar dinding serta unraru dindiug dan pclat a.au
tclapuk. .
(c) Scdiakan sial' kontrol yang ditunjukkan dalam Dokumcn Kontrak. l.okasi siar kontrol
selnin dari ynng ditnnjukkan dalam Dokumcn Kontrak hnrus diajuknn untuk pcncrimaan.
6) Untuk finising halus, penguturun bahau pcrmukaan cctakun harus bcrurutan dan simctris,
dengan jumlah pclat pcnyisip scminimum mungkin. l'ahan pcnuuk..an cerakan dengan
penahan vertikal atau penahan lainnya yang mampu mencegah lendutan be-lebihan dalam
toleransi yang ditetapkan dalam sub pasal 8.2.2.4.
8.2.3 Fabrikus! dan mnnufnknu
I) Cetakan harus kencang untuk mcncegah hil.mgnya mortar dari bcton. Sediukan cetakan
yang kedup air hila ditctupkun untuk beton ursitckturnl
2) Bunt sudutan minimum 20 pada sudut cctakan untul; mcnghasilkan permukaun
miring pcrmnncn pcrmukuun yang dickspos, kccuuli hila ditctapknn l.iin..Iangnn miringkan
sudut atau pcrtemuan sudut permukaan siar bcton yang dibentuk kCCU,I,i knlau ditctapknn lain
dalum Dokumcn Koutruk.
)) Sediaknn buknan scmcntara pada dasar kolom dan cctakun dinding scrtu pada tcmpat
luinnya yang disyarutkan untuk mcmudahkan pcmbcr..ihan d:1I1 pcmcriksaan. Bcrsil.knr, dan
periksa scsegera mungkin sebelum beton dicor.
4)" Fabrikasikan pengikat cetakan sedemikian schingga ujung atnu ujung pcngunci dapat
dilepaskan dengan kerusakan minimum pada muka beton.
Setelah ujung atau ujung penguuci pengikat cetakan dilepaskan, potong bagien yang
tertanampada pengikat dengan panjang tidak kurang dari 2. diameter, atau dua kali minimum
dimcnsi pcnnmpnng rnelintnnz pcngikat pndn pcrmuknan hcton y,1I11! tercetak dan jarak ini
tidak balch kurung durl 20 nrm, l'erbuiki lubang dCII!jl\11 sul: plI:iill II.!,'I,!'
mengenai Perbaikr,n lubang pengikat.
5) j)fldu dil\ll\illld\illi thil;1I11 Dnkumen Kontrak. fillnnl\lll)
lcmbaran waterstop yang telah dicetak sebclumnya dengau panjang praktis maksimum untuk
mendapatkan jumlah sial' ujung yang minimum. Buat join dalam waterstop sesuai deugau
rekornendasi pabrik. Pastikan bahwa sial' menghasilkan kekedapan efektif yang setara dengan
bahan waterstop kontinyu, yang sccarn pcrmuncn mcnghnsilkun tidnk kurnng dad 50 pcrscn
dari kekuatan mekanis penampang utama serta seeara perrnanen menahan f1eksibilitas.
8.3 Pclaksunaan
8.3.1 Konstruksi dan pemasangan cetakan
1) Pnda sial' konstruksi, tumpungkan permuknan kontak cetakan di atas betun keras dengnn
jurak tidak lebih dud 25 mm. untuk menghnsilknn permukann yang dickpos snma ratn dengan
pengecoran sebelumnya
Pnstikntl cctnknn <.liiknl sccuru kllat h:rhudup belon kerns lIntuk mCllceguh pergescrun ntnll
hilangnya mortar pada siar konstruksi serta untuk menjaga permukaan yang rata.
2) Kecllali ditetapkan lain dalam Dokumen Kontrak, buat cetnkan sedernikian sehingga
h&;\11I11 tlt'1I1mi I!flllUnll hlltnfl tnl('rnllFli fl('fl\1ni SNT. Kc1ns perm\1knnn ut1tuk
pergeseran antum bahRn permukuan cetukun yang bersebelahan harus mnsuk dalam Kelas C
BNI\ la!Qtmli knlftu Iftin!
IS dari 72

I'd S-Ol-2001-03
3) Sediakan cara yang sesuai untuk penyctelan (dengan baji atau dongkrak) stempel dan
penunjung miring. Jungun menyctel cetukun setclah bcton mului mcngcras. Knkuknn cctaknn
secara aman untuk meuahan lendutan dan ketidakstabilan arah lateral. .,
II) Untuk tolernnsl ynng 1l'llpJ, IIngknn cetnknn 1111111k IlIcngimhnngi
lcudutan yang tclah diperhitungkan dalum cctaknn sebclum beton rnengcrns. Pusung cctakun
dan buat jalur sckrit di tcngah pclat sccara akurat untuk mcnghusilkan clcvasi yang ditciapkan
dan kontur finising permukaan schclum cctakan dibongkar, Pastikan bahwa permukaan
cetakan dan jalur sekrit cukup kuat untuk mcnahnn getaran akibat vibrator atau pipa guling
hila ditetapkan bahwa finising dilakukan menggunakan peralatan tersebut.
5) Bilu cctakun dilcngkungkun, atur sekrit scperti lcngkungnn untuk mcmpcrtahnnkan
ketcbalnn bcton yangdisyaratkan.
() Kcncangkun haji cctakan di tcmput setcluh pcnyctclan ukhir cctukan dnn scbelum
pengecoran beton.
7) Angkur ccrakan ke stempcl, penahan, atau komponen struktur untuk menccgah
pcrgcrakan kc utns utuu lateral dari sistcm cetakun sclama pcngccoran bctou.
S) Buat cetakun dcngan bukaan dinding supaya mcmudahkan pcmbongkaran dan untuk
mcnnhnn pcmuaian kayu cctakan.
9) Sediakan jalan untuk peralatan yang bertumpu langsung path cciakan Mall kornponen
struktur tanpa bertumpu di atas baja tulangan.
10) Tempatkan selongsong, sisipr n, angkur, atau bagian ditanam lain yang disyaratknn untuk
I'CkCI:llltlll ylllig hl.'l'dlllllpillglll1 ntnu 11111 Ilk IWlllllil\lll1!', )llIng bcrdumpinpnn scbclum
pcngecoran beton.
II) Posisikan dan tahan bahan siar muai, waterstop, dan bagian-bagian tertunam lainnya
untuk mcnccguh pcrpindahan. lsi scmcntnru I'Ongga (1<1Ial11 sclongsong, sisipan, :,;101 angkur
dcngun buhun yang siup-bongknr untuk mcnccjtnh mnxuknya boron kc d:\I:II11 rOllgg:1.
12) Bersihkan permukaan cetakan dan bahan-bahan ditanarn dari mortar, grout, dan bahan
nslng sebelum beton dlcor.
13) Lapisi permukaan cetakan dengan bahan yang mernudahkan pernbongkaran cetukan
yang dapat diterima, Gunakan bahan pcmbongkar cctakan scbclurn mcmasang baja tulangan
dan mengecor beton, Dapat digunakan bahan pembongkar cetakan yang digunakan eli
lapangan, siler dengan tipe yang dapat diterima, atau liner nonabsorptif yang dipakai eli
pabrik, Tidak diijinkan bahan untuk membongkar cetukan mcnggcnang dulum cctakan.
Jangan gunakan bahau pcmbongkar beton mcnyentuh hajn tulangan atau beton kerns yang
akan dicor beton segar. '
8.3.2 Pembongkara.n cetakan
I) Bila finising disyaratkan, bongkar cctakan segera orcrasi pembongkaran
sehinggatidak merllsak beton.
2) Bongkar cetakull baginll atas pertnukaan miring belol1 scgcra pcmbongklll'on
tidak menyebabkan beton melendllt. Lakukan perbaikan yang dibutuhkan atau perlaklIan
yang disyaratkan dan ikllti segera dengan perawatan yang disyaratkan.
3) Longgarkan cetakan knyu untuk bul<aan dindillg yang bisa dilakukall tatlpa menyebabkan
kerusakan pada beton.
4) Jangan ijinkan pembongkaran cetakan yang merusak beton untllk kolol11, dinding, sisi
balok, atau bagian-bagian lainnya yang tidak menahan berat beton. Lakukan perbaikan dan
perlakuan yang disyaratkan pada permukaan vertikal dan ikuti segera dengan perawatan yang
diRynrlltknn,
16 dari 72
5) Kecuali bila ditetapkan lain, biarkan cetakan dan sternpel di tempat untuk menahan berat
beton pada balok, pelat, dan di tcmpnt bagiun bcton sampai belen .ncncnpai kuat tcka.i
knrakteristik, f'c sesuai dengan sub pasal 8.3.4 mengenai Kekuatan beion yang disyaratkan
untuk pembongkarun cctukan. Bil, diusulkau tckun lcbih rcuduh saat pcmborrgkarun
cctakan dan stcrnpcl, ajukan rcncana tcrperinci untuk tinjauan dan pcnerimuan. Bib stcmpcl
dan pcnuhun vcrtikul luinnyu dipasang untuk mcnahan permukann cctakan yang akan
dibougkur tunpa pcrlu melonggarkun utuu menggunggu stcmpcl dan pcnahan tcrsebut, maku
cctakan tcrsebut duput dibongkur padu umur lcbih uwnl kccunli ditctupkun lain.
()) 1311al cctakan yang mudah untuk dibongkar.
Pcnyokongan kcmbali
I) Gila pcnyokougan kembali diijinkan ntau disyaratkan, ajukan untuk peneriruaan, dcnah
proscdur dan pckcrjuau pcnyokongun kembnli sebclum digunakan.
2) Gila melakukan penyokongan kembali dalam pclaksanaan, tidak diijinkan beban
pelaksanaau apa pun di.atas konstruksi baru.
1) Sclama mclnkukun pcnyokongun kcmbuli tidak diijink..n balok, r clat, :IUIU kolom, atau
kumponcn struktur betou lninuyi, dibchuui dcngnn I',llllihill:l::i 1>Lllilll Ill:lli <I:lli 1H'I:lks:lll:t:11l
mclebihi beban kunt tckan beton yang diijinkan oleh Alui Tckuik pada saat pcnyoko.ig.in
kClllbllli
4) Tempntkan stcmpcl kcmbali mcngikuti urutan kcgiatnn slriping,
5) Kencangkan stcmpel kembali untuk n-cuahan bcba.i y<lngdisy;lr:tlk:lll (;II'p:l member:
tcgangnn bcrlcbihan pada komponcn struktur. 13 iarkan stempel kernbill i di ternpat 'sampai
11l'ngujian dilnksauakuu yang disy.aratlwll dal.uu sul: 'lLI.'1 1l1L'ngcll:li Kckunt:.u heron
yang disyaratkan untuk pembongkarnn cctakan, tunjukkan bahwa kuat tckan beton telah
mcncupni uilai minimum yang tclnh ditctaplwn dal.un sub pusul HJ.2.5.
G) Untuk stcmpcl lantai eli bnwah beton yang baru dicor, biarkan stcmpel tcrscbut di
ternpatnya atau dibejikan stempel kembali. Sistem penyokougan atau pcnyokongan kembali
serta pelat penahan harus rnempunyai kapasitas yang cukup untuk rnenahan beban yang telah
diperhitungkan. Stempel kembali harus diternpatkan langsung di bawah posisi stcmpcl.
7) Untuk gedung berlantai banyak, teruskan penyokongan kernbali sarnpai lantai yang
eukup mernadai untuk mendistribusikan beban beton yang dicor baru, cctakan, dan bebun
hidup konstruksi.
R.3.'! Kckuutan bcton ynn'gdisynrntknn lIntuk pcmbongknrnn cctl1kan,
1) Bila pembongkaran cetakan at3'j penyokongan kembali diJasarkan pada pcncapaian kuat
leknll beton, betoll hnru:i diperkirakan telah mencapni kekuatan ini bila dipenuhi salah satu
persyaratan berikut ini:
(a) Uji sHinder yang dirawat di lapangan bcrsama dengan bclon yang diwakilinya, telah
mencapai kuat tekan yang ditetapkan untuk pembongkaran cetakari atau penyokongun
kel11bali. Cetak silinder sesuai dengan SNI 03-4810-1998, dan rawat dengan kondisi yang
sama ul1tllk kelembaban dan temperatur seperti beton yang diwakilinya. Uji silinder sesuai
clcngnn ASTM C39.
(b) Beton telah dirawat sesuai dengan ketentuan dalam lImur yang sama dengan silinder yang
dirawat di laboratorium yang mencapai kHat tekan yang ditetapkan.Tcntukan jamanya waktu
perawatan beton struktur dengan jumlah hari secara kumulatif atau kelipatannya, tidak perlu
berurutan, selama temperatur di udara yang berhllbllngan dengan beton di atas 10C dan
beton telah lembab atau sepenuht:\ya tertutup terhadap evaporasi dan kehilangan kelembaban.
17dari 72
Pd 8-01-2001-03
Scbagai alternatif bila ditetapkan, kekuatan beton dapat ditentukan dengan metoda dalam sub
pasal 8.3.4.2.
1) ulternntit, bilu dltctupknn, gunukm. metoda berikut ul1tl'k'I11el1gevnlllllsi kekuntnn
bcton yang diijinkan untuk pembongkaran cetakan.. Scbelum rnenggunakan metoda dalam
sub pasal lCL4.2 sub a sampai sub pasal 8.3.4.2 sub d. ajukun datu yang cukup mcnggunakan
bahan pekerjaan yang menunjukkan korelasi pengukuran struktur dcngan kuat tekan silinder
yang dirawat dan dicctak di Iaboratorium atau hasil beton inti. Data korclasi untuk setiap
mctodn Illtcl'I1111 irdnlnm menent uknn kekuatan hnrus diajukan untuk pcnerimann:
(a) Uji silindcr COl' di tcmpnt sesuai dcngun ASTM C H73. lid dibutus] 1I11luk pelnl dcugun
ketebalan 120 sampai 300 nun.
(b) Tahanan penetrasi sesuai dengan ASTM C 803.
(c) Kuat tarik sesuai dengan ASTM C 900.
(d) Prosedur faktor rnaturiias yang dapat diterima sesuai dengan ASTM C 1074.
8.3.5 Pengendalian kualit.is di lapaugan,
I) Tctupkun dan jaga kuntrol dan pntok duga dalnm kondisi Y'IIl!,!. tidak tcrgtlnggu sampni
penyelesaiandan penerimaan proyek,
2) Variasi pengukur tegak lurus dan. garis gedung yang ditunjukkan tidak balch melebihi
toleransi yang telah ditctapkan dalarn.
<) Pcnulangan dan dudukan tulangan
9.1 Umum . ,
iui l>:thall, falnikH!li. p"ll1W::Il1[1)lll, Ir.l'rlll1r:i fWll1t!;1l1\1.,11l d:,11 !1",.l"lwknpnn
pc11 ula11 ga11. .
<).1.1 Pcngn.lllnn, dntn, dun gnmber
Kecuali kalau disyaratkan lain dalam Dokumen Kontrak, ajukan data clan garubar berll.ut in!
untuk peninjauan dan penerimaan sebelum Iabrikasi dan pelaksanaan.
I) Ajukan data berikut kecuali bila ditetapkan lain:
(a) Gambur pcmasangan - Ajukan gambar pcmnsnngnn yang mcmpcrlihatkan dirnensi yang
difabrikasi serta lokasi pemasangan tulangan dan dudukan tulangan,
(b) SalnbUI\got\ lowtlllm .... Ajul<tln dafior don pern.obonan untuk menggunuknn
lewatan yang tidak ditunjukkan dalarn Dokumen Kontrak.
(c) Siar mekanis - Ajukan permohonan untuk rnenggunakan star mckanis yung tidak
diperlihatkan dalamGambar Proyek.
(d) Dowel kolom-Ajuknn pcrmohonan untuk pcmasnngan dowel kolom tanpa penggunaan mal.
(e) Pernbengkokan d; lapangan - Ajukan permohonan dar. prosedur untuk melakukan
pembengkokan tulangan di lapnngan atau pelurusnn yang tcrtanam sehngian dalnm
beton.
2) Bila disyaratkan, ajukan data berikut ini:
(0) Pengelnsnn - Ajukan deskripsi lokasi pengclasan tulangan clan prosedur pengelasan, bila
pengelasan diijinkan sesuai dengan sub pasal 9.2.2.2 rnengena. Pengelasan
(b) Dudukan - BHa disyaratkan tulangan dilapisi, ajukan deskripsi dari dudukan tulangan
yang tidak dijelaskan dalam sub pasal 9.3.2.4 mengenai Dudukan tulangan, dun bahan untuk
mengencangkantulangan yang dilapisi. ,
3) Hila alternatif diusulkan, ajukan databerikut: '
(a) Relokasi penulangan- Ajukan permohonan untuk mevelokusi penulaugan yang mclcbihi
to\ernnlli pemnRllngrln.
18 dad 72

Pd 8-01-2001-03
9.1.2 Pengiriman, penyimpanan, dan penanganan bahan
I) Hindari pembengkokan, pelapisan dengan tanah, minyak, atau bahan lainnyayang
mcrusak tulangan.
2) Untuk pcnanganan tulangan yang dilapisi, gunnkan peralatan yang rncmpunyai bidang
koutnk ylllig dillel'i hunrnlun 1I1lluk IllcllghilHll\I'i kcrusnknn plldn I l l p i ~ l l l l l . 1\111'.klll IHIlHkl
tulungnn yallg dilapisi padu titik tcmpat pcngangkutan untuk mcnccgah uhrasi untnr-tulnngnn
karcna longgaruya bundelan. Jangan mcnjatuhkan utau mcnarik tulaugun yallg dilapisi.
Simpan tulangan yang dilapisi di atas tumpuan yang tidak merusak lapisan.
9.2 Produk pcnulangan dan dudukan tulangnn
9.'2.1 Bahan
1) Baja tulangan-Baja yang digunakan sebagai tulangan harus besi ulir kecuali untuk spiral
dan kawat las pabrik bisa digunakan baja polos. Penulangan harus rnernpunyai kelas yang
disyaratkan oleh Dokumen Kontrakdan harus sesuai satu dari yang berikut :
ASTM A 615
ASTM A(j 1() tennnsuk persyarntan tarnbnhan S1
ASTM A 617
ASTM A 706
2) Baja tulangan yang dilapisi - Baja tulangan yang dilapisi, bila disyaratkan, harus dengan
scng atau epoksi, sebagaimana ditetapknn dalam Dokumen Kontrak.
(a) Lupisan scng (galbaui) baja tulaugan harus scsuai ASTM ;\ 767. Pcrsyaratan tambahan
SI dun S2 h1ll'1Is dilukxmnkun slIlIl fillwikmd tenuusuk Pl'll1olonellll dnu IWll1lwnekokllll
sctclah galbani. Pcrsyaratan tumbahan S2 harus dilaksanaknn untuk Iabrikasi setclah galbani
tcrrnasuk bib dilakukan pcmbcngkokan saja.
Perbaiki semua kerusakan lapisan akibat pengapalan, penanganan, dan pemasangan yang
sesuai dengan ASTM A 780. Luas maksimum perbaikan bagian yang rusak tidak boleh
melebihi 2 persen dari luas permukaan setiap meter Iari batang,
(b) Lapisan epoksi baja tulangan harus sesuai ASTM A 775. Perbaiki daerah-daerah yang
rusak dengan bahan penambal yang sesuai dengan ASTM A 775 dan sesuai dengan
rekomendasi pabrik bahannya, Perbaiki sernua kcrusakan akibat pengiriman, pcnangangan,
dan pernasangan. Luas maksimum untuk perbaikan daerah yang.rusak tidak boleh melebihi 2
persen dari luas permukaan setiap meter lari batang. Memudarnya warna lapisan ticlak
menyebabkan penolakan terhadap baja tulangan yang dilapisi epoksi.
3) Anyaman tulangan - Gunakan anyaman tulangan dengan tipe jepit yang sesuai ASTM A
184 yang dirangkai dari salah satu kornbinasi yang ditetapkan berikut ini:
Baja yang mernenuhi ASTM A 615, ASTM A 616 termasuk persyaratan tambahan si,
ASTM A 617, atau ASTM A 706.
Baja yang dilapisi dengan seng (galbani) yang mernenuhi ASTM A.767 dan jepitan yang
dllupis\ song ntnu nonmemllk dengnn perbnlknn kerusnknn lnpiann scsunl dengnn sub PHRfll
9.2.1.2 sub a.
Baja yang dilapisi epoksi sesuai dengan ASTM A 775 dan jepitan yang dilapisi epoksi
atau noumetallk dengan perbaikan kerusakan lapisan sesuai dengan sub pasal 9.2.1.2 subb.
4) Kawat - Gunakan kawat ulir atau polos scbagairnana ditunjukkan datum Dokurncn
Kontrak. Kawat polos dapat digunakan sebagai.spiral.
(a) Kawat poles harus sesuai ASTM A82.
(h) Kowot ullr ukurnl1 04 ntnu lebih bcsar horus sesuai ASTM A. 4<)6.
(c) Kawat yang dilaplsi epoksi harus sesuai ASTM A884.
(d) Untuk knwnt dengan kua! leleh fymolebihi 410 MI)n, fyharus <.lengun regnngun 0.35 persen.
. t ~ dori 77 .
,
Pd 8-01-2001-03
5) Jalinan kawat yang dilas - Gunakan jalinan kawat yang dilas yang ditetapkan dalam
Dokumen Kontrak dan rnemenuhi salah satu dari spesifikasi beriki.t: "
(a) Jalinan kawat polos - ASTM A t 85, dcngan perternuan las dibcri jarak tidak lebih dari
JOO nun dnlam urah tulangan utnma. .
(b) Jalinan kawat ulir - ASTM A497, dengan pertemuan Ius dihcri ruang terpisah tidak lchih
clad 400 mm dulum aruh 1tIiangan uuuua.
(c) Jalinan kawat las yang dilapisi epoksi harus sesuai ASTMA 384.
(d) Untuk jalinan kawat yang dilas dengan kuat leleh fy melebihi 410 MPa, f;, harus sesuai
dengan regangan 0.35 persen.
6) Dudukan kawat tulangan - Kecuali hila ditetapkan atau diijinkan lain, gunnkan duduknn
kuwnt Iulnngnn yang memenuhi Kelas I, perlindungan- -maksimum, atuu Kclas 2.
pcrlindungnn mcncngah scbagaimann ditunjukknn dulam Chl,/J/{'I' J -- /1(/1' SIf/J/){)1'/1' I!l the
eRS/ Manual ofStandard Practice.
7) Dudukun kuwat tulnngun yang dilupisi.
(u) Untuk tulnngnn ynllM dilnpiRi epol\Ri -. Gunuknn duduknn kuwur Ililllllgnll yllllg dilnpi1'li
dengan bahan dielektrik termasuk epoksi atau polimer lainnyu dcngan jarak minimum 50 111m
dari titik kontak tulangan yang dilapisi cpoksi.
(b) lJntuk tulnngan yang di Iapisi seng - Gunakan dudukan kawat ttll;mgan yang dignIbani
ntau dudukun kuwnt tulnngan dcngan bahan diclcktrik.
8) Dudukan tulangan beton pracctak - Gunakan penahm beton t111I11k I11cI1ah011 tulangan .-
tiduk kurnng dad 25 cm
2
yang mempunyai kuat tekan sama atuu lcbih bcsar dari ku.u tckun
yang ditetapkan clari betonyang dicor.
9,2.2 Fnbriknsi
1) Penulangan - Bengkokkan semua tulangan dalam kondisi dingin kecuali bila mernang
pemnnnsnn diijinl<nn. . .
Fabrikasi tulangan sesuai dengan toleransi fabrikasi StH .
2) Pengelasan
(a) Bila pengelasan tulangan disyaratkan atau diijinkan, buat semua las-lasan sesuai dengan
ANSI!AWS 01.3. Jangan mengelas baja yang bersilangan (pcngelasan titik) untuk merangkai
tulangan, dudukan, atau bagian-bagian tertanam.
(b) Setelah menyeleeaikan pengelasan di atas tulangan yang dilapisi seng (gnlbnni) ntnu
epoksi, perbaiki kerusakan lapisan sesuai dengan persyaratan dalam sub pasal 9.2.1.2 sub a
sarnpai 9.2.1.2 sub b. Lapisi lasan dan sambungan lewatan baja yang digunakan untuk
tulangan sarnbungan lewatan dengan bahan sama yang digunakan untuk mcmperbaiki
kerusakan lapisan. . ,
9.3 Pelnksnnann
9.3.1 Persiapan
Saat beton dieor, sernua tulangan harus bersih dari bahan yang rnenurunkan daya lekat.
Tulangan dengan karat, eaeat pabrik, atau kombinasi keduany.i yang dinilai memenuhi
dllllollrli numlunl minimum, bernt noruinnl, HOItll lillggi deforuiusi rata-nun minimum dud
benda uji yang dibersihkandengan sikat kawat tidak boleh kurang dari persyaratanspesifikasi
ASTM y f t ~ l g torkftlt.
20dari '72
Pd S-01-2001-03
9.3.2 Penempatan
I) Toleransi - Tempatkan, tahan, dan kencangkan tulangan sebagaimana diperlihatkan
dnlnm Gnmbar Proyek, Sebelum pengccoran bcton, jangan mclebihkan toleransi pcmnsnngun
yang telah ditetapkan dalarn SNI. Toleransi pcmasangun tidak boleh mengurangi persyarutan
mengenai penutup beton kecuali telah ditetapkan dalarn SNI,
2).. Rclokasi peuulangan - Bila disyaratkan uutuk memindahkan tulungan di luar toleransi
pernasangan yang ditetapkan untuk menghindari gangguan tulangan lain, selongsong, atuu
bagian-bagian tertanam , ajukan hasil pengaturan tulangan untuk penerimaan.
3) Selimut bcton - Selimut beton minimum untuk tulangan, kecuali untuk lingkungnn
sangat korosif, kondisi yang mcngganggu lainnya, -atau pcrliudungun tcrhadap api. harus
scsuui dcngan upu yang ditunjukkan dalarn Tubcl (,
Untuk besi yang dibundel, selimut beton minimum harus sarna dengan diameter yang
ekivalen dari bundelan tetapi tidak perlu lebih besar daripada 50 mm: kecuali selimut
minimum tidak bolel- kurang dad apa yan!:" ditcrapkuu dalum Tahc] I. Diameter ckivalcn
bundcl bcrdnsarknn pndn besi tunggnl lcrhndnp diameter )'illlg hCl'ii:inl dnri lnull (hel'llh
ckivalen. Tolcransi untuk selimut bcton minimum harus sesua. pcrsyaratar: ACI 117.
4) Dudukan tulaugan - Kccuali hila diijinkun lain, gunaku.i pcrsyarat.u: untul, dudukun
tulangan berikut ini :
(a) Tempatkan tulangan di atas tanah atau tatakan lumpur dcngr n dudukan tulangan dari
beton pracetak,
(b) 'l'cmputkun tulungun yang tidak dilupisi di utus cctukun llrllglll\ duduknu (Ulllll!:'lI11 yang
terbuat dari beton, metal, atau plastik,
(c) Temputkan tulangan yang dilapisi- scng (galbani) dr alas cctnkan dcngan dudukan kuwat
tulangan. ) aug digalbani, dilapisi dengan bahan diclcktrik, ainu tcrbu.it dari bahnn diclcktrik.
(d) Pcnulangan clan bagian-bngiun baja ditanam yan!:', .ligunakau bcrsama <.kl1g:111 ll.!aligan
dilapisi sens (gnlbani) harus dilapisi seng atau bahan nonmetalik.
(c) Tempatkan tulnngan yang dllapisl dcngan cpoksi dl ulu: cclnkuu dcngnn dudukun kuwut
tulangan yang c1ilapisi, atau eli ntas dudukan tulangnn yar.g tcrbu.u dn.i bahan diclcktrik.
Pelapisan atau bahan hams sesmi dengan beton.
en Hila dudukan tulangan dari beton praceiak dcngan kawat pcngikar yang tcrtanam atau
dowel digunakan dengan tulangan yang dilapisi epoksi, kawat .uau dowel tc.scbut harus
dilnpls! dengnn bahun dlelektrik,
(g) Tulangan yang digunakan sebagai dudukan tulangan yang diJapisi epoksi harus dilarisi
dengan epoksi.
(h) Pada dillding yang ditulangi dengan yang dilapisi epoksi, tulangan pemtagi
harus dilapisi dengan epoksi. Kombinnsi p.cnjcpit tulallgan dan pembn['.i yang digllr.nknn
dalam dinding dengan tulangan yang dilapisi epoksi harus terbuat dari bahan yang tahan
korosi ntau clilapisi clengan hahan dielektrik.
(i) Kencangkan tulangan yang dilapisi. dengan kawat pengikat' yang dilapisi dengan
epoksi atau p'olimer.lain.
5) Jalinan kawat yang dilas - Untuk pelat di atas tanah, jaFpan kawat yang dilapisi
diperpanjang sampai kira-kira 50 mm dari sisi beton. Tumpu sisi dan ujung jalinan pada
minimum spasi satu jaring. Hanya bila diijinkan, jalinan kawat yang dilas dapat diperpanjang
melalui siar kontraksi. Tahan jalinan kawflt yang selnma pengecoran beton unlLk
memastikan bahwa penempatan dalam pelat sesuai dengan yang rlisyaratkan. Jangan
meletakkan jalinan kawat yang dilas di atas alas yang kernudian dinaikkan ke tempat
dalam beton.
21 dad 72
t
Pd 8-01-2001-03
Tnbcl I, Selimut heron minimum untuk tulnngan
2
i
.l ll1l 1l
-----:j()"iili'il--
lal':!.
II yni'i/\ ---
lnh schaJ,::li herikut
...
,1(1111111

--- -------_._--- -----
"J.---somm------ rd.ik 751\1111
-= Sal\111 dengall pclat
501\11\1
---------
..
l'llid!1 i1ltltl klllli'll
lClllllllP tnnnh
3
:.: =.------ -;-; /1(:<)-1Il-1l1--_'--i
50 Il1I\1
-----
ScUmlll netun mllllllllllllllllllll( lul"llll"ll, 11(1\'l1l1l1llllltijc II II II kuII 1111
IlIcnggllnl-:l:u 11Iln.l\11l1l pertiuduugnn lcrh:ulllp up], ndu
I'dal dan siur
Ti.!SI 1l11lS dun !i:lwllh 11111 Ilk kundiHi
._--
'l'ulangun besi D36 dunlchih kccil
"----------
Il\ltii I)4illlllll 1)56
lJel'mu'kiiiill ',iil': iil,ill l;'llill:ll:llllllll I
air dan scbngu] duduknn bawahtntnkun pckcrjnnn, atnu pclat untuk
Tulangu [) 16dan lchih kccil
'lulangan D19sampai D56
Tulungun besi dan kolom, tcrcetuk.
- -----
l lntuk kOlHhsi kcring
Sengkang. dan pcllgikiit-------- .. - ....-
------_.._.
-
'I'lIll111gll11
-'
Dickpos lcrhadap tunnh, air, saluranair. ntuucuuca
Scngkaug dan pcngikut
--
Tulnngan utuma
Dinding
Untuk kondisi kcring
'l'ulungnn D36 ntuulcbih kccil
Tullllll\1I1l ll'I,! dun 1156
.. ';111:11;. 1111, lIii:l:,"
IIIl1I1 hcrhuhuugnn dCIl[!.1I1l tnnah
pelal --..---...- ....... , ...,-_.........
Padu permuknun dun bngian nawahdudukanuuukun pckcrjaan 11"ctOi\yallg(creel
I'ada pcrmukuan dal1 bngian bnwnh yallg bcrhubungun dcngan tunah yal1g I
tcrcetuk.
l3agiol1 atns aOl1dOSi
Hllgillll ntns <llri tillng
6) Dowel kol0111 - Lengkapi-r'an gunakan mal untuk pcnernpatan dowel kolom kccuuli bila
diijinkan lain.
7) Bunt sambungan lewatan sebagaimana ditunjukkan dalam Garnl-ar Proyek kccuali kalau
diijinkan lain. Bila diterima, siar mekanis untuk penulangan yang tidak diperlihatkan dalam
Gambar Proyek dapat digunakan. Pelapisan tulangan horus dilopns di dnerah sinr mekanis
hila rnemang disyaratkan oleh produsen siar tcrsebut. Setelah dipasang sial' mekanis di atas
tulangan yang dilapisi seng (galbani) atau epoksi, perbaiki kcrusakan lapisan dan daerah
lapisan yang dilepaskan sesuai dengan sub pasal 9.2.1.2 sub 1 atau 9.2.1.2 sub b. Lapisi
bagian sial' mekanis yang diekspos yang digunakan pada baja yang dilapisi dengan bahan
samAynng disunnkan untuk memperbaiki kerusakan lapisan,
8) Pembengkokan atau pelurusan di lupungan - Hila dlljlnkun.' mcmbcngkokun ntuu
rucluruskari tulangan yang tertanam sebagian pada bctoi, scsuai dcngan proscdur bcrikut.
Baja tulangan ukuran D 9 sampai D16 dapat dibengkokkan dalanr kondisi dingin untuk
pertnmn kall saat temperntur tulangan di atas 0 C. 1Jntuk besi dengan ukuran lain, pcmanasan
awal tulangan dilakukan sebelumpembengkokan.
(a) Pemnnnsan awal - Panasken dengan metoda apa snja yung tidak rnenyebnbkan kerusakan
bahan baja tulangan atau beton, Panasi terlebih dahulu sehlrungn)'a 5 diamder baja untuk
setiap nrah dari pusat pembengkokan akan tetapi jar.gun mel1eruskrm pcmanasan awal sampai
permukaanbeton. Tidak diijinkantemperatur baja tulangan pada mUKa beton melebihi 260C.
22 dari 72
..
I'd 8-01-2001-03
Ternperatur pemanasan awal baja tulangan harus berada di antara GOO"C sampai 650
0
C.
Pertahankan temperatur pemanasan awal sampai pe-nbcngkokau atau pelurusan selesai.
Ukur tempcratur pernanasan awal dengan krayon pcngukur tempcratur, piromcter scntuh,
ntnu metoda lainnya yang dnpnt diterima,
Jangan mcndinginkun sccara paksa bajn tulungnn yang dipnuasi sall'.pai Icrupcr.uur tulnngan
lIlII'l J 15" C,
(h) Diumcter pombcngkok.u: - Diameter IK'IIl!WII/.'.lwk:!1I d.ilruu minimum hnru-.
persyaratan dalam Tabcl 2 kecuali hila diijinxan lain. Sebagai (;1I11b;1l1al1, pcrmulaan
pcmbcngkokun tidak belch lebih dckat daripadu diameter pcmbcngkokun minimum ke
pcrmukuun hcton.
(c) Perbaikun Iapisun batang tulangan - Sctclah pembengkokan atau pelurusan tulangan yang
diluplsi seng (gulbulli) uum cpoks] di Iupllllgllll. pcrbniki kcrusukun lupisun scsuui dcngan sub
pasal 9.2.1.2 sub a atau sub pasal 9.2.1.2 sub b.
9) Pemotongan tulangan di lapangan - Tulangan tidak belch dipotoug di lapangan kecuali
hiln tclnh cliijinkun SCClll'O khusus,
(a) Hila bcsi yang dilupisi scng (gulhaui) dipotong di lnpanunn, lapis] ujung halang dcngan
Iormulasi pcnumbuh scng yang digunakun sesuai dcngau rckomcnlasi pubrik, dan perbaiki
kerusakan lapisan sesuai dengan sub pasal 9.2.1.2 sub a.
Tahcl2. Diameter pcmbcngknkun minimum

UI(I.lI'llll IlIlallgan !)ialllefrr (lal.am


.. pemIll' n III illi 11111111
DI 0 sampai DS - --- 6 d
h
--
D29, D31 ,cf<iili5T6- 8 d
h
--
-D44 dan D56 10d, ----
-----------_._---- --- ----------- ---------------... -_. - -
(b) Bila baja tulangan yang dilapisi dengan epoksi dipotong di lapangan, lapisi ujung-ujung
deugun bnhnn 111111111 ')'Il11g dlgunnkun II nnd, ktlllllllkllil Illpitlllll, dnn
perbaiki kerusakan lapisan sesuai dengan sub pasal 9.2.1.2 sul b.
10) Penulangan melalui sial' muai - Jangan meneruskan tulangan atau bagian-bagian metal
lainnya yang tertanamdalambetonsampai sial' muai, Dowel yang dilekatkan di satu sisi pada
sinr dan w.ucrstop dnpnt dipcrpnnjnng mclewnti sinr.
10 Cnmpurnn bcton
10.1 Umum
10.1.1 Deskripsi >- Bagian ini mencakup persyaratan untuk bahan, pernproporsian, produksi,
dan pengiriman beton.
10.1.2 Pengajuan
I) Proporsi campuran - Ajukan proporsi cnmpurnn bcton clan karaktcristiknya.
2) Data proporsi campuran - Ajukan data uji lapangan yang digunakan untuk menghasilkan
kuat tekan rata-rata perlu sesuai dengan sub pasal 10.2.3.3 mengenai Kuat tekan rata-rata
perlu. Ajukan untuk penerimaan data pengujian yangdigunakan untuk menghasilkan
kuat tekan rata-rata sesuai dengansub pasal 10.2.3.4 mengenai Dokumentasi kuat tekan beton
rata-rata perlu f"cr.
3) Bahan beton -:Ajukan informasi berikut mengenai bahan beton, bersarna dcngan bukti-
bukti yang memperfihatkan kesesuaian dengan sub pasal 10.2.1 mengenai Bahan:
23 dari 72
Pd S-Hl200103
untuk bahan-bahan bersifat semen: tipe, kelas, nama produscn, lokasi pabrik, dan bukti-
bukti yang tidak berumur lebih dari 90 hari yang memperlihatkan kesesuaian deugan sub
pusul I0.2.1 mengenui Bahan. .
untuk agregat: tipc, lokasi timbunan atau galian, nama produsen, gradasi. berat jcnis, dan
bukti-bukti yang tidak herumur lcbih dari 90 hari yang mcmpcrlihatkan kcscsuaian dcngan
sub pasal 10.2.1 mcngcnai Bahan.
untuk bahun uunbuhan: tipe, merck, produsen, katalog, dan data sertifikasi,
uniuk nil' dun cs: sumber pnsokan
4) Dasar data uji lapangan - Jib data uji lapangan digunakan sebagui dasar untuk memilih
proporsi carnpuran beton, ajukan data mengenai bahan dan proporsi campuran bersama
dengun hasil pengujian yang rnendukung pemenuhan persyaratan yang disyaratkan.
5) Penyesuaian proporsi campuran- Ajukan penyesuaian proporsi campuran atau perubahan
bahan bersama dcngan dokumentasi yang mcndukung, yang dibuat selama pelaksanaan
pekcriunn.
6) Beton lantai - Ajukan cvaluasi dan hasil pengujian yang memverifikasi kccukupan beton
untuk dicorkan kc lanlai hila kunduugnn semen kurang dari minimum yang ditctapkan dalam
Tabel 3. "
7) Knlsium klorida - Bib diinginkan penggunaan kalsium klorida, ajukun perrnohonan
mencakupdata yang memperlihatkan kesesuaian dengan sub pasal I mengcnai Bahan
ttlIt1bnhun.
R) Pcnnknrun volumetrik - Bila diinginkan umuk mcnghr silkan beton dcngan metoda
pcnukuran volumctrik, ajukun pcrmohonan bcrsama dcngan dcskripsi metoda yang diusulkan.
9) Waktu pcnyctopau ,- Bila diinginkan untuk 'mclebihkan waktu pcnyetopan bcton yang
ditctapkan olch SNI 03-4433-1997, ajukan pcrmohonau bcrsama dcngan tindakan
penccgnhan yang diambil.
10.1.3 Jnminnn Kunlitns
I) Simpan catatan yang memverifikasi bahanyang cligunakan yang .litctapkun clan tipe serta
ukuran yang diterima yang sesuai dengan persyaratan sub pasal 10.2.1 mengenai Bahan.
2) Pastikan bahwa produksi dan pengiriman bcton sesuai dengan persyaratan sub pasal
10.3.1 mengcnai Pengukuran, penakaran, dun pcnca.npurun dun sub pusal 10.3.2 mcnqcnai
Pengiriman. .
3) Pastikan bahwa beton yang diproduksi mempunyai karaktcrisuk yang ditetapkan untuk
campuran segar dan beton dijaga selama perjalanan dan pengirirnan.
10,1.4 Penyimpanan dan penangan bahan
1) Bahan berslfat semen. - Simpan bahan bersifat semen dalam gedung kedap cuaca yUllg
kering, tempat penyimpanan barang atau silo yang tidak tercemar. .
2) Agregat - Simpan dan tangani agregat sedemikian sehingga terhindar adanya segregasi
dun mcnccunh kontnrninnsi dengnn bahnn lain atnu ukurnn lnin. .Jnll,n tcrbebas
dad saluran nir, Jangan gunakan agregat yang menganduug buugkahan IU11lPlh.
3) Air dan ,.., I:1indungi nlr dl\n pencarnpur gllri penyhnpantln dan
i I
pengmman.
4) Bahan tambahan - Lindungi bahan tambahan yang disimpan dari kontan)inasi,
pengllapan, atau kerusakan. Sediakan peralatan agitasi untuk bahan tam!Jahar.. yang
digunnknn dnlnm bcntuk suspensi atnu Inrutnn ynng tidak stabil tllltuk l1Icmflstiknn distribusi
yang tepat dalam kandungannya. Lindungi bahan tambahan cair dClri perubahan temperatur
ynng UElptlt numggEl.nggu Imraklerillknyt',
24 dori 72
Pd 8-01-2001-03
10.2 Produk campuran beton
10.2.1 Bahan
I) Bahllll berslfut semen Balun: bCl'silill semen h.uus tcrdiri dud semen pOl'lltllld ynng
sesuai dcngan SNI 15-2049-1994, atau semen yang diaduk secara hidrolis scsuai dcngan
ASTM C 595, atau semen portland yang sesuai Jengan SNI 15-2049-19Q4 dan bahan
tambahan mineral pozzolan yang sesuai deugan SNI 03-2460-1991, atau semen portland yang
scsuui dcngun SNI 15-204lJ-1994, clan semen terak tanur tinggi yang scsuai dcngan ASTM C
9R9. Kecuali hila ditetapkan lain, bahan bersifat semen hal LIS sesuai dengan SNI 15-2049-
1904 Tipe I atau 'ripe II tnnpa udanya penambahan bahan tambahan mineral yang bersifat
semen ntau pozzolan,
Bahan bcrsi fut semen yang digunakan dalam beton harus sama merck dan tipcnya, dan dari
pabrik yang sama sebagaimana bahan bersifat semen yang" digunakan c!,11;1I11 bcton yang
d.wakili ulch data pcngujinn lnpasan yang diajuknn ntnu digunnkun dnlnm campurau cohn.
2) Agl'cgat - Agrcgat harus sesuui dcngan SNI 03-1750-1990 kccuali hila ditetupkan lain.
llilu ukuran tl'llggal utau kombinas] dua atau lcbil. ukuran ,1greg,ll kasur yilng digunakan,
grudusi akhir hurus scsuni dcngnn pcrsyaratun SNI OJ-1750-1 <J<)O kccuuli hila
ditetapkan atau diijinkan lain.
Agregat yang digunakan dalam beton harus dipcroleh dari sumber yang sama dan rncmpunyai
rcntung ukuran yang sumn schagaimnua agrcga: yang digunakan .lalam bcron yang diwakili
ulehdata historis yangdiujuknn, ntnu ynllg digullnknll c111111111 cnmpurru: cohn.
3) Air dan cs - Air carnpuran untuk bcton clan air Jiang digunakan untuk membuat es harus
sesuai persyaratan SNI 03-4433-1997.
4) Bahan tambahan - Bila disyaratkan atau diijinkan, bahan tambahan harus sesuai
pcrsyaratan scbagai berikut:
Bahan tambahan penggelernbung udara - SNI 03-2495-1991
Bahan tumbuhan klmiuwi - SNI 0324591991
Bahan tambahan kirniawi yang digunakan untuk menghasilkan beton yang mengalir -
AST1\1 C 1017 ..
Kalsium klorida- SNI 03-2459-1991
Bahan tambahun yang digunakan dalam beton harus sama dengan yang digunakan dalarn
beton yang diwakili oleh data uji lapangan yang diajukan atau yang digunakan dalam
campuran coba,
5) Perubahan bahan - Bila merck, tipe, ukuran, atau sumbei dari bahan bersifat semen,
agregat, air, es, atau bahan tambahan diusulkun untuk diubah, data lapangan bam atau data
campuran coba baru atau bukti yang menunjukkan perubahan tersebut tidak rnempunyai
pengaruh mengganggu terhadap sifat beton yang relevan harus diajukan untuk penerimaan
sebelum digunakan da'am beton,
10.2.2 Pcrsyarutnn klnerja dan desain
1) Kandungan bahan bersifat semen - Kandungan bahan bersifat semen harus cukup untuk
beton dalarn mernenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk kekuatan, rasio air-hahan bersifat
semen, dan flnislngnya.
Untuk beton yftllg dlgunnkan pndn luntal, kunduugnn some 11 horus tlduk belch kuruug duri
, yang ditunjukkan dalam Tabel 3 kecuali bila dapat diterima yang lain. Penerimaan atas
kl\lldungull semen ynng lel>ih rendnh terscbut tergantung dari verifikasi bahwa campuran
bctun dengl\11 kUl1dullgl\n semen ynllg Icbih rendah harus sesuai kekuatan yang
25 darl 7'2
Pd S-Ol-2001-03
ditetapkan dan menghasilkan beton dengan kualitas finising, pcnampilan, durabilitas, dan
kekerasan permukaan yang setara.
Bila histori dari kualitas finising tidak tersedia, cvaluasilah campuran yang diusulkan dengan
mcngccor bcton kc pclat pada pekerjaan mcnggunakan bahan, pcralatan. dan tcnaga kerja.
l'clut tcrscln.t minimum 0.75m
2
dun mempunyui kctcbul.m yang daral .Iiterlma.
Tabel S. Pcrsyaratan kundungnn semen minimum
Uknrau agrcgat nominal Kanduugan semen minit
maksi 111 11111, I11Ill kg/III-
40 275
2S
.._--
310
20 320 . .
10 3(.5
..
* Slump tidnk holch mclebihi slump ynilg telah ditctnpkan. Aji.knn hasil cvnluasi untuk pcncrimaan.
2) Slump ~ Kccunli bila ditctapkun'utnu diilinkun tniu pad:1 saul pcngirimnu bctou horus
mernpunyai slump 100 mm. Tentukan slump dcngan AS'!-M C 143. Toleransi slump harus
sesuai persyaratan.
Biln penggunaan bahau tarnbahan pembuat plastis mcmcnuhi ASTM C 1017 atau bila bahan
tumbahan untul; mcrcduksi air dalam jumlah bcsar Tipc F utau (j yang scsuai dcngan SNI OJ-
2tI5()1991 diijinknnuntuk meningkatkan slump heron, betin harus mcmpunyai slumn 50
sumpai 100 nun. sebelum bahan tambuhan tcrscbut ditambuhkan dan maksill1l1;ll Slllll1P':WO
mm di tcmpat pengirimnn sctelah bahan tambahan dil,.lI1hahknn, kccuali hila ditctapkan "lin.
3) Ukuran agregat kasar - Kecuali bila ditetapkan atau diijinkan lain, ukuran maksimum
nominal agregat kasar tidak boleh melebihi tiga per empat jarak bersih minimum antara
batang tulangan, satu per lima dimensi paling kecil antara sisi-sisi cetakan, atau satu per tiga
darl ketebnlan pelat ntau toping..
4) Kandungan udara - Kecuali bila ditetapkan lain, beton harus rnempunyai gelernbung
udara. Kecuali bila ditetapkan lain, kandungan udara pada tempat pcngiriman harus sesuai
dengan persyaratan di Tabel 4 untuk lingkungan yang mengganggu.
U n t u ~ kuat tekan yang ditctapkun di utas 35 MPn, knndungnn udnra total ditunjukknn dnlarn
Tabel 4 untuk lingkungan yang mengganggu.
Kandungan udara harus diukur sesuai dengan ASTM C 1 3 ~ , C 173, atau C231. Kecuali bila
ditetapkan lain, ASTM C 231 harus digunakan.
5) Bahan tambahan - Bila bahan tambahan seperti yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak
untuk bagian pekerjaan khusus, gunakan tipe-tipe yang telah ditetapkan tersebut.
Gunakan kalsium klorida atau bahan tambahan lainnya yang meugandung ion-ion klorida
menurut sub pnsal 10.2.2,1'5 mengenai Konsentrasi ion klorida. ,.
Bila diterima, penggunaan kalsium klorida harus dalam bcntuk larutun, bila akan
ditambahkan dalam campuran.
6) Konsentrasi ion klorida - Kccuali ditetapkan lain, konsentrasi maksimum ion klorida
dulam larutan nir beton urnur 28 snmpni 42 hnri yang disurnbnngknn duri knndungnnnya, air,
agregat, bahan bersifat semen, dan bahan tambahan, tidak boleh melebihi batas dalam
Tabel 5. BHa pengujian dilakukan untuk menentukan kandungan ion klorida dalam larutan :
. air, prosedur pengujian harus sesuai dengan AASHTO T260.
Tipe komponen yang dijelaskan dalam Tabel 5 harus dilaksanakan di pekerjaan sebagaimana
ditunjukkan dalarn Dokurnen Kontrak.
26 dari 72
PJ S-() t -2001-03
7) Ternperatur beton - Bila rata-rata temperatur tertinggi chon terendah selama periode dari
tengah malum ke tengah malum bcrikutnya turun sampui di bawuh Il
ll
Csclama lebih dari ugn
hari berturut-turut, beton harus segera c1ikondisikan setelah pengecoran 1I11luk memenuhi
ternperatur scbagai berikut:
12,5 n C untuk bagian kurang dari 300 mm. dalarn dimcnsi tcrkcci I
o 10(\ C untuk bagian 300 mmsampai 760 111m dalam dimcnsi tcrkcci1
7 II C 1I11(lIk bagian 760 mrn sampai 1520 nun dalam dimensi tcrkcci I
.4" C untuk bagianyang lebih besar daripada 1520 nun dalarn dimcnsi tcrkccil
Tabel 4. Knndungnn udara total*
bcton untuk ukuran agrcgat kasar yang bcrvariasi
,l
--I

-.-1

UkUl'l11\
Rl1l1dlll1 lIdl1l'l1 lotnl, pcrscil +
--'Zol1dlsi-- --R"uiUlTsi- ',' -'-'IZ"o,iJisi'
maksimum (111111)
menggnnggu ringru
KIIl'IIII!!. rlnri I ()
I) -
-
10
7.5' .__._- r---- --43-
13
, t
19
()
5 :1,5
!5 6
----;r,r--
.Ill 5.5
11,;\ '.,5
50 5
4'--

76 11,5 J,5
.-
u

4
-._._--.. ----,,-_..- -
--'
I
--._-
J
* Diukur scsuai dcngan ASTM C 118. C 173. atau C 331
+ Toleransi knndungan udara + 1- I Y2 person
Tipe
Taucl
__J.-__..L-- -====_-'-- 0,30
5; Kan(lungan ion I<lorida mnksimum yang diijinknu
I an ungan ionkloriJa da1anllarutan air maksinlliiii--
........ person terhadap berat semcr..
- OOt -
---. lfrs---
Temperatur beton yang dicorkan harus tidak belch melcbihi nilai-nllai ini lcbih duri 11(1C.
Persyaratan minimum ini dapat diterminasi bila temperatur di atus 10C terjadi selama lelih
darl setengah durasl darl 24 [am.
Kecuali bila ditetapkan atau diijinkan lain, temperatur beton yang diajukan tidak boleh
rnelebihi 32C
8) Kekuatan dan rasio air-bahan bersifat semen - Kuat tekan dan, bila disyaratkan, rasio air-
semen atau air-bahan bersifat semen dad beton untuk tiap-tiap bagian dari pekerjaau harus
sepertl yftna ditetapkan dalam Dokumen Kontrak,
(a) Jika bahan berslfat semen atau bahan tambahan minerat pozzolan yang sesuai dengan
ASTM C 989 atau SNI 03-2460-1991 digunakan, bagian semen c.ari rasio air-semen harus
merupakanberat total bahanbersifat semen.
(h) Kctlllnli hlln dltotnpknn lnin, pcrsy.irntnn kckuntnn horus didnsnrknn pndn kuat tcknn pndn
umur 28 hari yang ditentukan dar! bendu uji silinder ISO x 300 rum yang dibuat dan diuji
ReR\lftt dengnn SNJ 0348101998 don ASTM C39.
27 dari 72
Pd S-Ot-200t-OJ
10.2.3 Pernproporsian
1) Pemproporsian beton untuk mernenuhi sub pasal 10.2.2 mengenai Pcrsyaratan kinerja dan
desain, yang diperlukan untuk menghasilkan kelecakan dan konsisteusi schingga beton 3iap
dicorknn ke ceuiknn dan sckitnr tulungun tnnpa scgrcgas] ainu bliding. dan untuk
mcnghasilkan kuut tckan rata-rata mcmcnuhi persyarutan pcnc.imaan sub paxal 5.7.1
, mengcnai Kekuatan benda uji yang dicctak dan dirawat scsuai standar.
I3i1a fasilitas produksi mcmpuuyai catatar, mengenui uji lnpaugnn yang dilukukan dalam
waktu 12 bulan terakhir dan dalam rentang waktu kurang dari 60 hari kalendcr untuk kclas
bcton dengan kekuatan berkisar 70 MPa yang ditctapkan dalam proyek, hitung deviasi
stnndornyn dnn hitung kunt toknn f
ef
hnrus scsun] dcngnn sub pm;;11 IO,2J) dun suh pnsnl
10.2.3.2 sub a. Bila catatan uji lapangan tidak tersedia. pilih kuat tekan f' cr dari Tabcl 7
2) Deviasi standar
a) Data uji lapangan - Catatan uji lapangan yang digunakan untuk menghitung deviasi
standar hnrus merepresentasikan bahan, prosedur pcngcndalian kualitas, dan kondisi iklirn
yang sama dengan apa yang ditetapkan dalnm pekerjaau. Perubahan bahan dan proporsi beton
yang ditunjukkan olch hasil pcngujian tidak belch tcrlnlu jauh dari pckcrjnan )'illl); diuxulkan.
Cntntnn hnsil pcnuujian harus sesuni dcnrun xntu dilri ;,';111)'. hcrikut ini:
data dari grup tunggal paling scdikit 15 pcngujian kuat tckun sccara bcrurut.u: clcngun
proporsi campuran yang sama
data dari dua grup pcngujiun kuat tckun secura bcrurutan dcnguu lotill p:llillg xcdiki: 30.
Tidak boleh sntupun duri kedun glllp )'nl1L'. Iwr:ll1g dnri I () IW11t',IIj inn.
b) Deviasi standar -Hiltlng deviasi standar "s" dari data pengujiun kckuatan scbag.ti bcrikut:
untuk grup tunggal hasil pengujian kekuatan
s=
"
L(X
j
- x)'
;u:-
I
_
(10-1)
dengan pengertian :
s adalah deviasi standar
n adalah jumlah basil pengujian yang diperhitungkan
X adalah kuat tekan rata-rata seluruh n pengujian yang diperhitungkan
Xi adalah hasil pengujian individual
I Jumlahcontohuji Faktor pengali deviasi sta
15 1,16
20 I,OR
-

25
30 atau lebih 1,00
Tabcl6. Faktor pengali k untuk menlngkntkan dcviasi stnndar
untuk jumlah contoh uji yang dipcrhltungkan
ndnr
Interpolasi linear untuk jumlah data di antaranya dapat diterima.
Tabel 7. Kuat tekan r er bila data tldak tersedia untuk menghnsilkan devlasi standar
Kuat tckllnkaraldcrlstlk :r;-
'-r:,"
IKuat tekan rata-rata perlu, er
Kurang dnri 20MPa f", + 2 MPa
20sampai 35 MPa r, +!l MPa
35sampai 70 MPa
I'" + 10 MPa
dari 70 MPa sampai 100 kPa r, + 12 MPa
_._---
28 dari 72

Pd 8-01-2001-03
Untuk hasil pengujian dua grup secara berurutan:
~ =
(n,-I}s,2 +(n
2
-I}s/
n,+n
2
- 2
(10-2; .
dengan pengertian : ,
s adalah deviasi standar dua grupyangdigabungkan
SI,S2 adalah deviasi standar grup 1clan 2, yangdihitung sesuai dengan persamuan t I0-1)
1110112 ndnluh jlim1011 hO:li I pCllgllj inn grup I dun grup 2
3) Kuat tckan rata-rata perlu fer - Hitung kuat tekan rata-rata perlu f\r untuk kclas beton
perlu sesuai dengan satu dari yang berikut ini:
(a) Gunakan deviasi standar yang dihitung sesuai dengan sub pasal 10.2.3.2 untuk
menghasilkan kuat tekan rata-rata perlu fer sebagai berikui:
fer = l"c + 1,34 ks
fer =f'e +2,33 ks - 3 MPa
(10-3)
(10-4)
dengan pcngertian :
f\r adalah kuat tekan rata-rata pcrlu
J ~ c adalah kuat tckun karaktcristik
k adalah faktor pengali dari Tabel 10.2.3.3a untuk kenaikan deviasi staudar bila jumlah
total pcngujinn kurang dari 30
s aduluh deviusl stuudur yang dihituug sesuu] deuguu Sill) pWitll IO.L..\.2
Nilai terbesar dari dua nilai f cr yangdihitung menurut sub pasal 10.2,].3 harus digunakan.
(b) Bila data uji lapangan tidak-tersedia untuk menghasilkan deviasi standar, pilih kuat tekan
f' cr dari Tabel 7
4) Dokumentasi kuat tekan rata-rata perlu f cr
Dokumentasi yang menunjukkun proporsi bcton YUng diusulkun untuk mcngluu.ilkun kuut
tekan rata-rata yang sama atau Iebih tinggi dari kuat tekan f' cr harus berisi catatan uji
Illl)tmgfin MUll eampumn cuba.
(a) Darn uji lapnngnn - Bill} datu lIji lapangan tcrsedia dan mewakili grup tunggal dcngan
paling sedikit 10 pengujian kekuatan secara berurutan untuk satu jenis carnpuran yang
menggunakan bahan sama dan pada kondisi sama untuk periode kurang dari 60 hari,
verifikasikan bahwa hasil uji Iapangan yang sarna atau lebih tinggi dari 1\1" Ajukan untuk
penerimaan proporsi carnpuran bersama dengan data uji Iapangan.
Illln datu uJI lepnngan merenresentnsiknu dun grup pengujinll kekunu.n secnru berurutnn
untuk dun jenis campuran, plot kekuatan rata-rata X, dan X2 dad masing-masing grup
terhadap proporsi campuran yang bersesuaian, dan interpolasikan proporsi campuran yang
bersesuaian untuk rnenghasilkan proporsi campuran f cr-
(b) Campuran coba - Tetapkan proporsi campuran yang didasarkan pada carupuran coba
sesuai denganpersyaratanberikut:
Gunakanbahan dan kornbinasi bahanyangdiusulkanuntukpekerjaan
Tentukan kuat tekan rata-rata perlu fer sesuai dengan sub pasal 10.2.,3.3 sub a bila data
pengujlan cukup tersedia, ntau gunakan Tabel 7.
?,Q dnri 72
Pd 8-01-2001-03
Bunt paling sedikit tign proporsi cnmpuran yang sesuai dengnn sub pnsal J 0.2,:-> mengenai
Persyaratan kinerja dan desain. Masing-masing carnpuran eoba harus mernpunyai kandungan
bahan bersifat semen yang berbeda. Pilih rasio air-bahan bersifa. semen yang menghasilkan
rentang kuat tekan yang mencakup kuat tekan f cr.
Proporsi dari campuran coba untuk menghasilkan slump kira-kira 20 mm dari maksirnum
yang ditetapkun, dan untuk beton yang mcmiliki gelernbung udara, kandungan udara kiru-kira
0,5 person dtll'i knndungm: udara total perlu yung ditunjukknn dnlum Tube! 4. TcIIIpernIIII'
beton carnpuran segar harus dicatat, dan harus berada sekitar 5S'C dari ternperatur beton
rnaksimum yang diinginkan ketika dicampur dan dikirimkan.
Untuk masing-masing carnpuran coba, buat dan rawartiga silinder kuat iekan untuk
masing-rnasing umur uji sesuai dengan SNI 03-2493-1991. Pengujian untuk kuat tekan sesuai
dengan ASTM C 39 pada Ul11l1r 28 hari atau 1I111Ur uji yang ditetapkan dalam Dokumen
Kontrak.
Dari hasil pengujian ini, plot kurva yang menggambarkan hubungan antara rasio air-bahan
bersifat semen dan kuat tekannya.
Dnri kurva rasio air-bahan bersifat semen dan kuat tckan, pilih rasio air-bahan bcrsifat
semen yang bersesuaian untuk kuat tekan rata-rata pcrlu I' cr: Ini adalah rasio air-bahun
hersifnt semen makshuum yang dnpru digunakan untuk mcncntukan proporsi campu.nn
kecuali biln ditetapkan dalarn sub pasal 10.2.2.8 mengenai Kekuatan dan rasio air-bahan
bcrsifat semen bnhwa rasio air-bnhnn semen hnrus lcbih rcndah.
Hasilkan proporsi campuran sedcmikiau schinggu rasio air-bnhan bersifai semen
mnksimum tidak mclnmpnui slump mnksimum yalle dirctnpk.m.
5) Verifikasi lapangan terhadap kecukupan pcnakr.rau yang dipilih - [)cngan mcnggunakan
buhnn yung dltorunn untuk digllllllknl) dnlnm pekcrjuun, vcrlfikusikun di Illjnllgllll kecukupun
penakaran yang dipilih untuk menghasilkan beton dcngan kandungan udara total perlu dan
konsisten yang disyaratkan, serta keIecakan yang sesuai dengan metoda pengecoran yang
diinginkan. Buat koreksi yang mernadai bila perlu dan ajukan untuk penerimaan rnengenai
penyesuaian penakaran tersebut.
6) Revisi untuk campuran beton - Bila tersedia 15 hasil pengujian kuat tekan secara
berurutan di lapangan, hltung kuat tckan aktual dan deviasi standaruya, Hitung nilai revisi
untuk kuat tekan r cr sesuai dengan sub pasal 10.2.3.3 sub a. Verifikasikan hahwn ke elm
daIam sub pasaI 5.7.1 mengenai kekuatan bcnda llji yang dicetak dan dirawat
sesuai stanqar terpenuhi.
(b) Bila kuat tekan rata-rata aktuaI X mclebihi nilai yang tclah direvisi fer dan persyaratan
dalam sub pasal 5.7.1 mengenai Kekuatan bendn uji yang dicetak dan dirawnt sesuai stllndar
dipenuhi, kuat tekau f' cr dapat diturunkan bild persyaratan sub pasal 10.2.2 mcngenai
Pcrsyaratan kincrja dan dcsain tcrpcnuhi.
(c) Bila kuat tekan rata-rata aktuaI X kurang dari nilai yang tdah direyisi f' a, atau bila salah
satu dari dua pcrsyaratan dalam sub pasaI 5.7,.1 mcngcnai Kckuatan bcnda uji yang dicetak
dan dirawat sesuai stanciar tidak terpenuhi, ambil segera langkah-Iangkah ul1tuk
meningkotkoll kun
t
tekr\ll rutoAruto beton,
(d) Proporsi cap1puran yang direvisi harus diajukan untuk penerimaan scbeIum pengecoran
dalam pekerjaan. .
10.3 Pclnksnnnnn
10.3.1 Pengukuran, penakaran, dan pencampnran - Fasilitas produksi harus menghasilkan
bctOl\ dtmgnn, dllolftpkClfl dftll memonuh! p,wtjYl1mfUlH]n!n1ll Spedfikfid InL
30 dati 12
P<I S-Ol-2001-03
I) Beton siap-pakai dan dibuat di tempat - Kecuali bila ditetapkan lain, ukur, tirnbang, dan
campur bahnn beton dengnn SNJ OJ"44JJ1997,
2) Beton yang dlhasilknn dari pcnakarnn volumctrik dan pencampurnn yang mcncns - nila
diterirna beton yang dibuat dcngan peual.aran volurnetrik dan pencampuran mcncrus, hal
terscbut harus sesuni dcngan persynratnn ASTM (' 6R5 dan hal us' scsuni pcrsyaratnn dalari
Spesililwsi ini.
3) Bahan kering yang dikcmas scbclumnyu yang digunukan dalam heron - Bila digunaknn
kombinnsi hnhan kering yang telah dikemas sebelumnyn, bahan tcrsebut hnrus scsuai
pcrsynratan ASTM C 3H7, dan harus scsuai pcrsyaratan dalam Spcsilik.rsi ini.
10.3.2 Pengiriman - Kirimkan beton yang akan mcmpunyai karakteristik yang telah
ditetapkan dalam keadaan tercampur segar di tempat pcngecoran. Transportasikan dan
kirimkan beton dengan peralatan yang memcnuhi persyaratan SNI 03-
1
1433-1997,
1) Pcnyesuninn slump- Biln hcton tibn pndn waktu pcngiriman mempunyai ';lul11l1 di bawnh
yang ditetapkan dan berukibatpadn slump di tcmpat pengecornn d:1I1 olch karcnanya tidak
dapat diluksunukun pcngecoran, slump tcrscbut dupat discsuaikau dCII1,.;\1I llilili yang
disyaratkan dengan menambahkan, air sampai jumlah yang diijinkan dalam proporsi
carnpuran yang ditcrima kccuali hila ditetapkan lain olch Ahli Tcknik.
Penambahan air harus sesuai dengan SNI 03-4433-1997. Jangan melampaui rasio air-bahan
ntnu MluI111
j
yUl1g tcluh dheurpkun. .lUllgllll IlIClltlllltHlllkllll ulr ke dulun: lldoll
yang diajukan dalam pcralatnn yang tidak dupnt digunakun untuk mclnkuknn pcncampuran.
Setelah bahan tambahun pcrnbuat plastis utau pcrcduksi air dalam rcntang bcsar diuunbahkan
kc \I;1Iam be-toil eli lnpangan untuk mcnarnbah kckuatan heron I11cngalir.j;11lg:1I1 tnmbnhknn air
ke dalam betou.
Ukur slump dan kandungan udarn dalam beton yang merniliki gelernbung udara, setelah
pcnycsuniun slump, untuk mevcrilikusikan kcscsuuiunnyu dcngun pcrsynrutan yang
clitctnpkun.
2) Waktu penghentian - Waktu penghentian pencampuran harus ditetapkan sesuai c1engan
SNI 03-4433-1997, kecuali blla diijinkan lain. Bila penghentian diijinkan sctelah Icbih dari
90 rnenit telah terlampaui sejal: pcnakaran atau sctclah tabling pencampur berputar 300 kali,
veritikasikan kandungan udara dalam bcton yang merniliki gelernbung udara, slump, dan
ternperatur beton sesuai dengan yang ditetapkan.
11 Penanganan, Pengecoran, Dan Pelaksanaan
11.1 Umum
II. I. 1 Dosl<ripsi, Bnglnn lni mencakup produksl beton strukturnl COl' di tempnr termnsuk
metoda dan prosedur untuk mendapatkan kualitas beton melalui penanganan, pengecoran,
finising, perawatan, dan perbaikancacat perrnukaan yang mernadai. .'
I 1.1.2 Pengajuan
I) Ajukan data berikut kecuali bila ditetapkan lain :
(a) Lnporan uji kontrol di lapnngan - Jaga dan ajukan cntatan yang akurat mengenni semUIl
laporanpengujian dan pemeriksaan.
(b) Peralatanangkut - Ajukan deskripsi peralatanangkut.
(c) Pengukuran ternperatur - Ajukan metoda ycng diusulk:m untuk pengukuran perubahan
IlllllPllJ'Utur ptoil'lllUl\uull he-ton,
3.1 dnri 72
Pd 8-01-2001-03
(d) Metoda perbaikan - Bita noda, karat, efloresensi, dan kotoran permukaan harus
dihilangkan sebagairnana dijelaskan dalarn sub pasal 11.3.7.7, ajukan metoda pernbersihan
yang diusulkan.
2) Ajukan datu berikut bila disyaratkun:
.' (a) Gambar dan data - Ajukan garnbar kcrja dan data untuk tinjaunn scbagaimana
disyaratkan dalam Dokumen Kontrak.
(b) remberit.ihuan pengecoran - BiIn Dokurnen Kontrak mengharuskan pernberi tahuan
laujutan rnengenai pengecoran beton, ajukan pemberitahuan tersebr.t paling seclikit 24 jam
scbelumnya,
(c) Pcrsynrntan schclum pengecoran - Ajuknn, hila disyaratkan, pennohonan untuk
penerirnaan mengenai aktivitas sebelum pengecoran.
(d) Pcngccoran dalam cuaca dingin - Hila pengccoran dijadualknn sclama cuaca dingin,
ojukan, hila disyaratkan, permohonan untuk penerirnaan mengenai perlindungannya.
(e) Pcngecoran dala.n cuaca panas - Bila pcngccoran beton diinginkan melebihi ternperatur
32C sebngaimana dijelaskan dalam sub pasal 11.3.2.1 sub c, ajukan, hila disyarutkan.
11l'I'IlIOIHlllIII1 unurk (klll'.lIn lilldnklll1 pl'l1t('I'.lIllnll Y:III1'
(I) Cuntoh IIji finising yllng scslIai.. - disynrutknn dulnm I)oklllllcn Koutrak, ajukan
Iinising contoh uji scbagaimana ditetapkan dalarn sub pas:1I 11.3..\.2.
(g) l'crmuknnu yllng dickspos _. Hila permukann agrcp:11 Y:lII)'. dickspos ditctapkan
dun h:1I1:I11 kiruirwi pcngluuubnt yang diusulk.in unu.k di/'.llld';:!II. ajuk.u: libsi dan datu
nl l' l1 p, l' l1 ni hnhnn pengllamhnt terseluu dun '11ll'loda Yilt1l' diuxulk.m 11H'111'.L'l1ili IWI1PPlll1il:l1l
hahun pcughamhnt tcrscbut.
J) Ajukun dilla hcrikut liilu rcrdapnt lilll'l'llatil'yallg diuxulk.iu:
(a) Sial' konstruksi - Ajukan inforrnasi untul: pcnerimaan mcngenai lokasi yang diusulkan
dun pcrlnkuan sial' konstrukxi yang tidak ditunjukknn dnlnm Proyck.
(b) Pelat dua lapis - Bila diusulkan bahan perekat selain semen grout, ajukan spesifikasi dan
data mengenni hahan pereknt tersebut.
(c) Pengecoran bawah air - Hila direucanakan pengecoran bawah air, ajukan pennohonan
untuk penerimaan mengenai metoda usulannya.
(c1) Sial' berbcntuk gergaji- Bila diusulkan sial' berhcntuk gcrgaji setain dari apa yang
ditunjukkan dalum J)OkUIllClI Kontrak, ujukun pcrmohonan mengcnui lokusinyu.
(e) Metoda menjaga kelernbaban - Bila diusulkan metoda menjaga kclembaban sclain dari
yung ditetnpknn dalnm sub pnsnl sub n snmpni e, njuknn permohonan mengenni
metoda yang diusulkan tcrsebut.
(0 Pengikat yang dilapisi - Bila diusulkan pengikat cetakan yang dilapisi yang dijelaskan
dalam sub pasal 11.3.7.2 untuk menggantikan persyaratan mengcnai pcrbaikan Iubang
pengikat, ajukan deskripsi mengcnai pengikat yang dilapisi terscbut.
(g) Bahan perbaikan - Hila diusulkan bahan perbaikan yang dijelaskan clalam sub pasal
11.2.1 J 111CllgCI1ui Buhun yuug digunukun untuk pcnauibul, ujuknn buhun
pcrhaikan, data mcngcnai bahan penambal yang diusulkan, scrta proxcdur pcrsiapan dan
pclaksanaan yang diusulkan.
11.1.3 Pcngiriman, pcnyimpanan, dan pcnanganan
I) Pengiriman - Corkan beton dalam batas waktu ya;lg disyaratkan dalam sub pasal
10.3.2.2.
2) renyimpanan dan pcnanganan - Simpan dan tangani produk-produk untuk
mempertahankan kualitas aslinya. Jangan menggunakan produk-produk yang disimpan .eli
luar tempat yang direkomendasikan oleh produsen.
32 dad 72
Pd 8-01-2001-03
11.2 Produk Penanganan, Pcngecoran dan Pelaksanaan
11.2.1 Bahan
I) Campuran majemuk untuk perawatan - Gunakan carnpuran majemuk untuk perawatan
yang merncnuhi ASTM C 309 atau Tt-C-ROO..
:,) I .cmburun halum tahun nir Gunaknu lcmluunn bahnu 1:1!1iI1l ail yall/'. nu-mcnuhi /\STM C I'll.
J) Bahan yang digunakan untuk pcnambal -- Gunakun bahan untuk pcn.unba! yang
mcmenuhi sub pasal 11.3.7.6 mengenai Bahan perbaikan sclain mortar semen portland yang
dicarnpur di ternpat.
4) Grout perekat - Gunakan grout perekat yang sesuai dengan sub pasal 11.3:7.4 mengcnai
Persiapan untuk grout perekat.
5) Mortar pcrbuikan dmi semen portland yang dical11IJ111' di tcmput - Gunakan mortar
pcrbaiknn yang sesuai dcngan sub rasa! II.J.7.5 mcngcnni Mortar untul: pcrb.iikan dnri
semen portland yang dicampur di tempus.
11.2.2 l'crsynratan kincrjn dan dcsuin
Sial' konstruksi - nllal dan tcmpntknn siar konsuuksi Y;lll!'. diusulknn Y;lll!'. lid:lk dirunjukkan
dalarn Gombar Proyck scsuai dcngan sub pasal 8.2.2.:\. Jangan mcrusak kekuatun struktur
dengan sial' konstruksi.
11.3 Pclnksanaan
I I .3. I Pcrsiapan
I) Jnngnn mcngccor Iwlon sllIlJpai dircrim dlila nll'1l1'.l'll:li h:l!l:lll d:lll'prnpnrsh':llllplll'lIlJ,
2) Bcrsihkun bcton kerns dnl1 bahan ;Isillg lniunya dari bauian dalam pcrmukaan pcralntnn
Hllgkul.
3) Sebelum beton dicor cia/am ce.akan, selesaikan hal-hal berikut :
pcnuhi pcrsyarntnn mcngcnni C<:("I-::1I1 ditctnpknu dalnm Pnsnl Rmcngcnni Cclakun dan
perlengkapnn
bcrsihkun air dUll buhun Iaiuuny dari pcrmuku.:u. tulungun dun bllgi:lll yll1lg
ditanam eli tcmpat eli mann heton akau dicorkan
penuhi persyaratan mengenai pemasangan baja tulangau yang, ditetapkan dalam Pas al 9
mengenai Penulangandan dudukan penulangan
u posisikan dan amankan bahan siur muai YUIl.j dipasnng di tcmpat, angkur, dan l-agian-
bagian tertanarn lainnya
memperoleh pencrirnaan mengenai persiapanyang telah dilaksanakan.
4) Sebelum pengecoran beton ke pelat di atas tanah, bersihkan perkerasau dari bahan asing
dan kerjakan hal-hal berikut:
Perkerasanharus baik drainasenyadan rnempunyai sifat penahan beban. yang seragam.
Kepadatan tanah perkerasan harus seragarn eli seluruh area dan paling sedikit minimum
yung dlldtul'kl1f\ UUIUlll Dokumen Kontruk.
Perkerasanharus Iernbab dan tidak ada genanganair, lumpur atau tempat-tempat Iemoek
5) Bila ternperatur tinggi mengakibatkan beton harus dilindungi setelah pengecoran atau
tinising dilakukan, buat ketentuan sebelum pengecoran beton mengenai pemecahan angin,
peneduhan, pengkabutan, penyiraman, penggenangan, atau pcnyelimutan basah.
6) Selama kondisi temperatur sekitarnya sebagaimana dijelaskan .Ialam sub pasal 10.2.2.7
mengenai Temperatur beton, buat ketentuan-ketentuan sebclum pengecoran beton untuk
rnenjaga temperatur beton sebagaimana ditetapkan dalam sub pasal 11.3.2.2.b. Gunakan
pcmanasan, penyclimutan, atau cara-cara lain yang mernadai un.uk menjaga temperatur yang
11.1nl"l 7)
Pd S-O1-200 I-(U
disynratknn tanpn adnnyn pernnnnsnn ynng berlebihnn ntau pengerinp,nn beton yilng
disebabkan adanya konsentrasi panas. Jangan gunakan bahan-bahan pcmanns yang mudah
terbakar kecuali kalnu tindakun pencegaha-i sudah diamhil untuk mcuccgah hctou
mengeluarkan gas-gas yang mengandung karbondioksida.
11.3.2 Pcngccoran bcton
I) Pcrtimbnngnn cuncu
(a) Cuaca basah - Jangan mernulai pcngccoran beton sclama hujan kccuali bila pcrlindungan
yang rnemadai telah disediakan dan, bila disyaratkan, penerimaar, mcngcnai pcrlindungan
tersebut sudah diterima.
Jangan biarkan ail' hujun mcnambah air campuran atau mcrusak permukaan bcton.
(b) Cuaca dingin - Ternperatur beton dan temperatur ruang harus scsuai persyaratan
tcmperatur minimum dalam sub pasal 10.2.2.7 mcngenai 'lempcratur octon.
(c) Cuaca panas - Ternpcratur bcton yang dicorkan tidak bolch mclcbihi dari 32" C kccuali
hila diijinkan lain. Kchilangun slump, pcngcrusan ccpat, ,It,IU siur yang dingin akibat
tcmpcratur heron Y:I11I', dicorknn h'rSl'hlll tidnk <l:Ip:1I dilnilll:l. Hil:1 1\'lll!1ITilllll IWIllil Illl'lt-hiiJi
32"<":, dupntkan pcnerimaau, bila disynrarkun, tinduknn-rindakan IWllcl'g;lil:lll y:llig diusulkun.
Biln tcmpcrntur hn.in tulangnn, hagin'l ynng tcrtnn.uu, ntnu cctnknn lchih t ill/'I',i dilri 11
1
) " (' , hiliil
tulangun, bugiun-hagiur: yang Icrlunum, .dun cctukun hnrus dibcri :IiI' scbclum bcton
dicor. Hilaugkan air yang masih tcrxisa xcbclum pcngccoran dilukukan.
2) (>cl1gungkllt:1l1 - Angkut bcton d.ui mikscr kl' 1l'l11p;tI 11('11 !'.('('01':111 nkhir ,';l'I',l'Il <kIW;ll1
metoda yang mcnccgah adanya-scglcg;lsi aluu.hilallgllyu kundung.m klllil d:lll mcmnstik.u:
kualitns hcton )'1111f!, disynmtkun. .lilll/'.i111 111('lll'Xll1irliilll piPil iililll 111'11111('111;111 ;i1II111illillill
3) Pcrulutan angkut - Gunukun pcralutun angkut y,lng ukuran dill dcsaiunya dUj,at ditcrim.:
untuk mencegah terjadinya sial' dingin. Bersihkan alar angkut tersebut setiap kali sebelum
pcngecoran,
(a) Gunakan ban berjalan horizontal atau mempunyai kemiringan )',lI1g tidak menycbabkun
scgrcgusi bcrlcbihun utau hilungnya kundungnn bcton. Lindungi bcton uutuk mcuipcrkcci]
pengeringan dan pengaruh lain yang disebabkan adanya kenaikan tcmperatur. Gunakan papan
penahan atau kereta dorong pada ujung akhir penyetopan pcngecoran untuk mcnghindarkan
adanya segregasi, Jangan biarkan mortar mengganggu jalan putar dari ban bcrjalan.
(b) Guuakun pcluncuran duri .mctal atau dilupisi metal yang rncmpunyui dasur bulat, duu
kemiringan 1 vertikal 2 horizontal sampai I vcrtikal 2 horizontal. Peluncuranyang
pnluullglIYu lcblh dU1'1 6Il1. dun kcmiriugun yUllg tidul< mcmcnuhi pCI.Jymllllll1 ti,l/hit digllllUkul1
bila sebelum beton dicorkan ke cetakan terlebih dahulu ditempatkan dalam kcreta clvrong.
(c) Gunakan peralatan angkut pompa yang mempunyai keccl:alan cor llntuk menghindari
adanya sial' dingin dan rncncegah adanya scgregasi clalam penghcnlianbclon yang dipompa.
4) Penimbllnan - Timbunkan befon secara menerlls dalnm SI;lLI Inpis alau clalam bebcmpa
lapis ulituk lllCI1Uupnllwll bcloll dllillm pla!'Jlis. JlIlIgUI1
beton segar di atas beton yang tclah cukup mcngcras yang dilpal mcnychahknn adanya
bentukan lipatan atau bidang perlemahan pada bagian terscbut, kecuali bila persyaratan
mengenai siar konstniksi sub pasal 11.3,2.6 dapat diper.uhi.
Jangan mcnggllnakall belon yang mempllll.vai permukaan ke,.ing, sebagian kering, alau
l11ensnnd\lng flsing.
34 dari 72
T
1>11 s-o1-200l-OJ
Biln spridcr serncntara digunaknn dalarn cetakan, singkirk.in spridcr tcrscbut setelah tidak
diperlukan lagi. Sprider yang terbuat dari metal atau beton dapat Jitinggalkan di tempat bila
pcncrimuun mengcna: hal terscbut scbclumnya pcruah disctujui. .
Jnngun mcngccor bcton kc kolom alan dinding sampai bcton dalam "010111 dan dindin-; tidak
plastis lagi dan tclah dicorkan paling scdikit dalnm waktu sutu jam .
Jungun menggunakan prosedur apa pun terhadap bcton yang dnpat mcnycbabkan ;!(knya
scgregasi. Tirnbun beton sedekat mungkin dengan timbunan akhir untuk mcnccgah adanya
scgrcgasi.
Corkun heron ke balok unak, balok 1I1a11lH, kousol pcndck, kepula lulom. h;dok tid.rk
prismatis, dan pencbnlan pelat di atas kolom bersamaan derigan pengccoran pelat.
Bila pcngccoran bawuh ail' disyarutkun utau d: ij i nknn, corkan bcton dcugun nll'[()(iil yang
telah diterima, Timbunkan belen segar sehingga beton bergabung Jari dalam dcngan .nassa
bcton yang sebelumnyn telah dicor, singkirkan air dcngan gnngguan yang minimum tcrhadap
pcrmukaan belen.
35 dari 72
Pd S-Ol-20ul-03
Tnbcl S, Rcntnng knrnkteristik, kinerja, dan pcnernpan vibrator internal
Beton massa di

grnvltas], pilar
bcsnr, dindille

j';;-
-
mcngulir dulam
hagian yang sangat
tipis dan rcmpa:
tcmpnt perbarasnn.
Beton pluSlis dnlnm
dinding lipis.
kolom, hnlok. liang
pracctnk. pclat
tipis, dan sial'
knnstruksi
tlel'lIl plaslis kuku
(slllmp < 75 111111)
plldil knnslrllksi
1I1111lln seperti
dil1dil1g. kolom,
hulok. liang prate-
gang. dan pclnt
1>':l'al.
-t't;-a-n-l
xtru], 111I'al deugun
sllliliP () .. dlll1
jumluhnya sampm
3 111"\ dalam cetakan
yang relatif terbuka
dari koustruksi
hcrnt.
1)i!II1W!\l!'
Frckllcnsi Mumen t\mpJillldn Uaya I{adills --
dill
hcud. 111111
PI!I' 1'11111-1'11111, I'lIktll\llIl, Cllfllll Ill'tilll 111.1/
Illenit
ft
N.lll
h
, nllll C ,N:'
nun d'

----
---_.-
.__.... _---

J 1
1),05-
JR,I 1000015000 0,00:14-0,0113 CUR J-0, 7()2 '145-tnW 6,2 - J52.'1 ,-4
-
2 :1 1.75- 63.5 <)00013500 0,00<)0 -(),02X3 O.50X -1,016 1335-,WOO 127-.25'1
2-1\
.
------
,
.1 50./l .. /lIl,9 XOOO12000 0,0226 -0,079 I 0,6)5-1,27 1000 - IXO -351) 5 -
-
._-_............_---
-----------
-_._._---_.
.
,
..
I 76.2 - 152,4 7000 J0500 0.0791 ..O.2X25 0.762 -1.524 1500-4000 300S00 15.. 40
)
127.. 177,1l 55008500 0,2543 1,016..2,032 IOOU2700f) 400 .. 600 20 .. 40
-
Sclarna vibrator bcroperasl dnlarn beton
Momen eksentrls yangdlllitung .. er. Nm. dl mnna e- Jurak nnraru pusat titlk berut eksentrisltas ke pusat rotasl, nun,
dan f .. gaya gravitasl dari eksentrlsitas, N.
Amplltudo punenl, )lnng dlukllr lIUm dlilitung semenrem boroporn81 dl \1<1/11'/1 (<lovillftl elMI tltlk Iftlnnyn). Il -ow/(W-iW)1
mill. di mana W... massa cangkang dan baglan-baglan tak bergerak lainnya, N. danw .. massa eksentrisitas, N.
Gaya scntrlfugal yangdihitung dari vibrator, F... 4n 2n2 ew/g, N, di mana n =frekuensi vibrator saat beroperasi dalam
beton, siklus/detik, dang'" percepatan akibatgravitasi, 9,806 m/det
2
,
Radius di mana beton secarapenuh dikonsolidasi
Rentang ini rnencerminkan kemampuan dari vibrator. kelecakan carnpuran, tingkat konsolidasi yangdiinginkan, dan
kondisi konstruksi lainnya
Asulflslknn Spft9lslslpon lIdo'oh 1 knll rodlus eakupan. dan bohwfi vibrator bllroJ)tll'Mi dun 1}Of Ilgn dnrl wuktu beiun
sedang dlcor,
"
35 dari 72
T
Pd 8-01-2001-03
5) Pengkonsolidasian - Konsolidasikan beton rnenggunakar. vibrator.
Beton harus dicor secara benar di sekitar tulangan, bagian-bagian tertanam dan sarnpai ke
sudut-sudut cetakan, menghilangkan seluruh udara atau sarang kerikil yang oapat
mcnycbabkan sarang tawon, lubang-lubang, atau bidang-bidang perlernahan. Gunakan
vibrator internal dengan ukuran dan tenaga terbcsur mcmadai yang dapat digunakan dalarn
pekeriunn scbagaimnna dijeluskun dalam Tube] 8. Pekcrja harus mempunyai pengal.unan
dalam rnenggunakan vibrator. Jangan menggunakan vibrator untuk mernindahkan beton
dalarn cetakan.
6) Sial' konstruksi dan siar rekatan lainnya - Tempatkan siar konstruksi sebagairnana
ditunjukkan dalam Garnbar Kerja atau sebagaimana diterima sesuai dengan sub pasal
11.1.2.3 sub a. Siar konstruksi yang tercetak harus sesuai persyaratan sub pasal 8.2.2.5, Siar
konstruksi harus dlberslhknn secara benar, dihilangknn buill betonnya, dan dibasnhi scbelum
pcngocornn beton segnr. Biln percknt disynrntknn ntnu drijinknn, hal tcrscbut IIaJ'u:,
dilaksanakan dengan salah satu dad berikut ini:
Gunakan bahan tambahan yang dapat diterima sesuai dcngan rckomcndasi pabrik
Gunakun pcnghambat pcrmukaan.yang dapat diterima se: uai dcngan rekomcndnsi pabrik
Knsnrkm: permuknnn dcngnn carn-cnrn yang dnpnl ditcrima y.mg u.cngckpsos ngrcgat
sccara seragam dan tidak meninggnlkan buih beton, partikel-partikcl ngrcgat yang lcpas atau
cncat pcrmukannbeton
Gunakan grout semen portland dcngan proporsi yang sama dcngan mortar dalam beton
dengan cara yang dapat diterima.
11.3.3 Finising permukaan yang tercetak
1) Umum - Setelah pernbongkaran cetakan, buat masing-rnasing permukaan yang tercetak
dengan satu atau lebih finising yang dijelaskandalam sub pasal 11.3.3.2 mengenai Contoh uji
finising yang sesuai, sub pasal 11.3.3.3 mengenai Finising hasil coran, atau sub pasnl /1.3.3.4
mengenai Finising yang dikasarkan. Bila Dokumen Kontrak tidak menetapkan finisingnya,
tlnis perl11UkMlIllleb;tgnil1lfll1n disyararkan oleh sub PfHlfll 1JJ.3,$ mengenni PiniR ynila tidnk
dltctnpkttlt
2) Contoh llji finising ynng sesuai - Bila linising disyaratkan oleh Dokumen Kontrak untuk
disesuaikan dengan panel contoh uji yang dikerjakan oleh kontraktor, buat ulang contoh uji
finising pada daerah paling sedikit 9 m
2
di lokasi yang ditunjukkan oleh Ahli Teknik. Peroleh
penerimaansebelurn melaksanakanfinising tersebut di lokasi yang telah ditctapkan
3) Finislng hasil coran
(a) Finising akhir kasar - Tambal lubang pengikat dan cacat-cacat yang terjadi. Kupas atau
kasarkan tonjolan yang lebih dari 6 mm. Biarkan permukaan dengan tekstur yang dihasitkan
dari cetakan. .
(b) Finlnlng halus - Tambal lubang pengikat dan kerusakan-kcrusakan yang tcrjadi.
Bersihkan gelombang seluruhnya. Sesuaikan dengan sub pasal 11.3.3.4 mengenai Finising
}long dlkosnrknn
(c) Finising arsitektural - Hasilkan finising arsitektural termasuk finising dengan tekstur
khusus, finising agregat yang diekspos, dan finising agregat transfer sesuai dengan Pasal 12
rnengenai Beton arsitektural.
36 dari 72
..
1
Pd
4) Finising yang digosok - Bongkar cetakan sesuai dengan sub pasal 8.3.2 mengenai
Pembongknmn cetakan. Bunt satu finising dnri beberapa fil.ising bcrikut ini pnda bcton yang
ditetapkan mempunyai permukaan hal tis. . .
(a) Finising yang digosok halus - Bongkar cetakan scsuai dcngan pasa] Rmcngcnai Cetakan
dan perlcngkapunnya, dan mclakukan penambalan bila disyaratkan. Lakukan finising beton
mengeras yang masih baru tidak lebih dari satu hari setelah pernbongkarnn cctakan. Basahi
permukaan dan kasarkan dengan bata carborundrum atau abrasif lainnya sampai warnn dan
teksturnya ynng serngnm tercapai. Gunnknn semen sclain rnsln semen yang diambil dari
bcton itu sendiri dengan earndigosok.
(b) Grout finising yang telah dibersihkan - Mulai tindakan pembersihan setelah seluruh
permukaan yang berdampingan yang akan dibersihkan telah sclesai dan dapat dikerjakan.
Jangan mernbersihkan permukaan sementara pekerjaan masih berlangsung. Basahi
permukaan dan gunakan grout yang mengandung satu bagian semen portland dan I \12 bagian
pnsir halus dengm: cukup nil' untuk rnenghasllkan lapisnn tebal yang konsisten. Tambahkan
semen putih hila diburuhkan untuk menyamakan warna dengan sckeliling bcton. Masukkan
grout kc dalam seluruh pori-pori, dan singkirkau grout yang bcrkclebihan. Bila grout
digunakan untuk memutihkan, gosok permukaan tersebut dan biarkan perrnukaan tetap basah
sclnma 36 jam.
(c) Finising cork-floated - Lakukan perbaikun yang disyaratkan. Singkirkan pengikat, dan
tOl1jolun-tol1jolul1. Basahl permukaan dan gunakun grout kaku yang tcrdiri dari satu bagian
semen portland dan satu bagian pasir halus untuk mcngisi seluruh pori-pori. Tarnbahkan
semen putih bila disyaratkan untuk menyamakan warna dengan sekeliling beton. Gunakan [IiI'
yang cukup untuk menghasilkan konsistcnsi yang-kaku. Tekan grout ke dalarn pori-pori
dengan menggurinda permukaan menggunakan alat penggurinda berkccepatan lamban.
Hnsllknn I1niRina cork floated dengan melnkuknn gernkan putnrnn,
5) Finising yang tidak ditetapkan - Bila flnising khusus tidak ditetapkan dalam Dokumen
Kontrak untuk permuknan beton, lakukan Iinising sebngai berikut:
Kasarkan finising yang telah tercetak pada seluruh perrnukaan beton yang tidak diekpos
sebagai tampilan .
Haluskan finising yang tercetak pada seluruh perrnukaan beton yang diekspos sebagai
tampllan
11,3.4 Finising permukaan yang tidak tercetak
1) Pengeeoran - Corkan beton dengan kecepatan yang memungkinkan penyebaran,
perataan, dan darbying, atau bullfloatingsebelum air bliding muncul.
Guncangkan secara halus bagian atas dari dinding, dinding penopang, pergeseran horizontal,
dan permukaan tldak tercetak lalnnya serta ambangkan buglan tersebut untuk menghusllkan
tekstur yang konsisten dengan finising permukaan berdampingan yang.telah tercetak.
Finising permukaan pelat sesuai dengan satu dad finising dalam sub pasal 11.3.4.2 mengenai
Finising dan toleransi, sebagaimana ditunjukkan dalam Dokumen Kontrak.
2) Finising dan toleransi
(a) Finising yang dikasarkan - Cor, konsolidasi, guncang, dan levelkan beton, dengnn
menghilangkan tempat yang tidak rata. Kasarkan permukaan tersebut dengan sikat kaku atau
penggaruk pengerasan akhir. Lakukan finising yang memcr.uhi persyaratan toleransi
hili InmllC'd kt1I1Vt'I'\lllunl1l.
un!'1 72
,
Pd S01-2001-03
(b) Finising yang diambangkan - Cor, konsolidasi, guncang, dan levelkan beton, c'engan
meratakan bagian-bagian yang tidak rata. Jangan melakukan sesuatu terhadap beton sampai
bcton terscbut sirtp untuk pengambangan. Mulai pcngambangnn dcngr.n lnngan, mcsin ynng
mernpunyai bilah yang dilengkapi dengan float seputu, atau mesin float cakram saat kilau dari
nil' bliding sudnh tidnk uunpak dllt'. permukunn sudnh cukup kuku 1I11(uk dilnksanuknnnya
pekerjaan tcrscbut. Lakukan linising yang memcnuhi persyaratun toleransi kerataun
konvensional dad SNI, kemudian ambang-ulangkan pelat segera untuk menghasilkan tekstur
yang seragam.
(c) Finising yang ditrowel - Ambangkan permukaan beton, kcmudian trowel pcrmukaannya.
Trowel dengan menggunakan tangan secara halus ke perrnukaan dun bersihkan bekas-bekas
trowel, Laujutkan trowel menggunukan tangan tcrsebut sampai dil.asilkan bunyi nyaring saat
lantai ditrowel. Toleransi untuk lantai beton haruslah rata konvensional yang sesuai dengan
SNI, kecuali bila ditetapkan lain.
(d) Finising broom atau belt - Segera setelah beton dilakukan fiuising yang diarnbangkan,
kasarkan perrnukaan beton secara rnelintang dengan mclakukan broomaiau yang lain.
(e) Finising kocokan kering - Kocok agrega! metalik atau mineral vnng ditetapkun dalum
Dokumen Kontrak dengan semen portland sesuai dengan proporsi yang dirckomcnoasikan
oleh produsen agregat, atau gunakan bahan yang sudah dicampur sebclumnya yang tclah
tersedia dalam bentuk karung-karung yang telah ditetapkan dalam Dokurncn Kontrak
sebagaimana dirckornendasikan oleh produscn. Bcrikan lapisan r nising kc pcrmuka.m l-eton
dengun melakukun pcngambangan. Gunakun kirn-kiru duu per liga bahan y,lI1g diaduk
tcrsebut yang disynratkan untuk mcnutup pcrmukaan dengan metoda yang mcnjamin
penutupan tanpa terjadi segrcgnsi. Ambangkan linising )cnnllk.<wn sctclah pclaksanaan
kocokan kcring pcrtama, Gunakun buhun kocokun kering sisanya dcugau sudut <)0 derajat
terhadap pelaksanaan pertama dan lokasi-lokasi yang disyaratkan untuk menghasilkan
ketebalan minimum yang telah ditetapkan. Mulai pengambanganakhir dan finisingnya segera
setelah pelaksanaan kocokan kering.
Setelah behan-bnhan yang tcluh dipilih rnenempel melnlul dun finising teraebut, sclesnlkan
pekerjaan dengan menggunakan finising broomed, yang diambangkan, atau yang ditrowel,
sebagaimana ditetapkan dalamDokumenKontrak.
(f) Toping beban berat untuk pelat dua lapis - Untuk carnpuran toping beban berat, gunakan
bahan dan metoda yang ditetapkan dalam Dokumen Kontrak, Cor dan konsolidasikan beton
untuk pelat dasar, dan berikan ketebalanmulai dari atas permukaan pelat,
Toping dlcorkan pada hurl yang sama dengan dasar pelat dapat dlcorkan scsegcru !.uat air
bliding dalam dasar pelat telah hilang dan saat permukaan mampu menahan seseorang tanpa
rnerasakanadanya lendutan.
BHa pengecoran toping ditunda, sikat permukaan dengan sapu berserat kasar untuk
mcnghilnngkun bulh bcton dun mcngknsarkm pcrmuknun suut bctou plustis. Ruwnt <.Iengan
membasahi pelat dasar paling sedikit tiga hari. S,e,belum pcngec6u\t1 toping, berllihkatl
permukanll peIllt dasnr secara benar dad kontaminasi dUll lepasnya mortar atllu agregat.
Dnsnhi permukaan, dan bersihknn dari air yang tcrlillggul.
Segera sebelum pengecoran toping, gosok permukaanpelat Iaplsan grout p ~ r e k a t yang teldiri
dari bagian yang sarna antara semen dan pasir halus dengan cllkup air untuk mernbuat
campurankental. Jangan biarkar. grout mengeras atau mt:ngering sebelum toping .dicor.
Bahan perekat selain semen grout dapat digunakandcnganpenerimaan ter/cbih duhu;u':
38 duri 72
Pd S-Ot.2001..03
Sebarkan, padatkan, dan ambangkan campuran toping. Periksa perrnukaan untuk
ketepatannya dan selesaiken pekerjaan dengnn finising yang di.unbangkun, UlUU
dibroom sebagairnanaditetapkan dalarn Dokumen Kontrak. .
(g) Toping untuk pclut dua lapis yang tidak dimaksudkau untul: mclay.mi bel.an bcrat --
Pckerjaan persiapan dari pelat dasar, pemilihan bahan toping, pcncampuran, pcngecoran,
pengkonsolidasian, dan harus sesuai dengan yang ditetapkan dalarn sub pasal 11.3.4.2 sub r
mengenai Toping bebun berat untuk pelat dua lapis, kecuali bahwa agregat-agregat terscbut
tidnk perlu digunnknn untuk ketnhnnan pcmnkaiau khusus. .
(1\) Flnisil1U non-slip - Bila disynrntka finising non-slip, lakukan kc perrnukann finising
broom atau belt, atau aplikasi kocokan kering dari pecahan aluminium oksida atau purtikel
abrasif lainnya, sebagaimana ditetapkan dalam Dokurnen Kontrak. Laju pekerjaan tersebut
tidak boleh kurang dari 120kg/m
2
.
(i) Finising agregat yang diekspos ...Segera serelah permukaan beton dilevel untuk
memenuhi persynratan tcleransi kerataan konvensional dan kilau dari air bliding sudah tidak
tampak (agi, sebarkan agregat yang mernpunyai warna Jan ukuran sepcrti yang ditetapknn
dalum Dokumcn Kontrak secara scrugarn ke atas permukaan tcrscbut untuk mcnghasilkan
penutupan secara menyeluruh sampai kedalamansatu batu,
Padatkan agrcga: secara ringan untuk menempelkan agrcgat ke perrnukaan. Ambangkan
permuknan sarnpai batu yang tertempel tersebu. secnru pcnuh dilapisi dcngan mortar dllil
sampa! perrnuknan telah dlsclesaikan untuk mcmenuhi pcrsyaratan toleransi keratnan
konvensional. Setelah rnatriks sudah cukup mcngerus untuk menccgah lcpasnya agrcgat,
berikan air sccnra hnti-hati clan sikat pcrmukaan dcngan sikut ynng bcrbulu lembut untuk
mengekpos agrcgat tanpa harus mengeluarkannya: ..
Dapat digunakan bahan kimiawi penghambat yang tehh diterirn 1 yang disebarkan ke aras
permuknnn bC101l yang bnru sujn diambungku untuk 11WlllpCl'p:llljllllg 1I111Ur pcmakniun
agregat dalam kondisi lingkungan,
G) Finising yang tidak ditetapkan - Bila finising tidak ditetapkan dalam Dokumen Kontrak,
gunakan satu dari finising dan toleransi yang sesuai:
Finising yang dikasarkan. Untuk permukaan yang dirnaksudkan untuk meuerima campuran
bahan bersifat semen yang sudah terekat,
Finising yang dlambangkan. Untuk jalan kaki, jalan raya, jalan setapak, ramp, dan untuk
perrnukaan-permukaan yang diberi waterproofing, pcnutup atap, insulasi, dan traso dengan
alas pasir.
Ji'inilling ynllg dltrowel, Untuk IlIllllli ynng tlilllllllI\ldlwlI Ildlllgl11 noruurknuu jll!1I11-j1l1t1lI.
lantai pabrik, ternpat penyimpanan dan area gudang, atau untuk perrnukaan yang nantinya
ditUtllplflgi,
j) l'cngllkurnn tolcronsi lIntuk pelot
(a) Ukur pelallantai unluk lantai alas dan pelat di atas tanah untuk memverifikasi kesesuaian
dengan persyaratan toleransi SNI sebagaimana ditetapkan dalam sub' pasal 11.3.4.3. Ukur
toleransi finising lantai dalam waktu 72 hari setclah finising pclat dan .sebelum
pembongkaran eetakan penahan atau melakukan penyokongan.
(b) Kecuali bilu ditetnpknn lain dalum Dokumen Kontrnk 1I11tuk Inntui-Iantoi tcmput tinggal,
dan instalasi-instalasi lantai yang bukan untuk tempat tinggal 900 m
2
atau kurang dari seluruh
luas area proyck, ukur toleransi lantai sesuai dengan metoda kerataan dari SNI.. ,.
39 dul'! ?2

Pd 8-01-2001-03
(c) Kecuali bila ditetapkan lain dalam Dokumen Kontrak untuk instalasi-instalasi lantai yang
bukan untuk tempat tinggal yang lebih dari 900 m
2
dari seluruh luas area proyek, ukur
tolcransi finising lantai sesuai dengan ASTM E 1155 dan sistern r-Illll;iber dari SNI.
11.3.5 Sinr' kontrol yang dibentuk gergu]! - Biln disyarutkan atau diijinkan sial' bcrbentuk
gergaji, mulai pembentukan gergaji segera saat bcton sudah cukup mengeras 1I1111lk mcnccgali
lepasnya agregat. Gergaji lubang sccara menerus sampai kedalaman satu per empat dari
ketebalan pelat tetapi tidak kurang dari 25 rnrn. Selesaikan hal tersebut dalam waktu 12 jam
setelah pengecoran. Bila diusulkan metoda, waktu, atau kedalaman alternatif untuk
pembentukan gergaji, ajukan rencana prosedur yang detail untuk tinjauan dan pcnerimann.
I 1.3.6 Perawatan dan perlindungan
I) Umurn - Segera setelah pengecoran, lindungi beton darr -pengeringau dini, ternperatur
panas atau dingin yang berlebihan, sena kerusakan mekanis. Lindungi beton selarna periode
perawatan sedemikian sehingga ternperatur beton tidak berada eli bawah persyaratan dari sub
pnsal I0.2.2.7 mcngemi Tempcratur beton. Rnwn; beton scsuui dcngan sub pasall l J.6.2 atnu
11.3.6.4 selama 7 had setelah pengecoran. Beton dcngan kuat tckan awal tinggi harus dirawat
selarna 3 hari setelah pengecoran.
Alternatif.lainnya, pengukuran kelembaban yang tertahan dapat dihentikan bila:
pengujian dilakukan pada paling sedikit dua silinder tambahan yang berdampingan dengan
struktur, dan pcngujian menunjukkan 70 person kuat tekan f'c sebngaimana ditcntukun dalnm
ASTM C39 tclah tcrpcnuhl,
Tcmperritur bctoh dijaga pada 10lle atau lchih untuk waktu y;lI1g disyarntknn untuk
mencapai 85 persen f'c pada silinder yang dirawa: eli laboratorium yang mcwakili beton eli
lapangan.
Kekuatan beton mencnpnl I' c scbagalmana ditentukan oleh metoda non-dcstrukuf yang
diterima yang memenuhi persyaratan sub pasal 8.3.4.2.
BHa satu darl prosedur perawatan dalarn sub pasal 11.3.6.4 mengenai Pemel.haraan
kelembaban, digunakan di awal-awal, prosedur pcrawatan dapat saja digantikan dcngan saw
dad prosedur lain bila beton sudah berumur satu hari, beton yang dihasilkan tidak diijinkan
kering permukaan sepanjang waktu. Bila ditetapkan dahlin Dokurnen Kontrak, guuakan
prosedur perawatandari sub pasal 11.3.6.4 bila rnenggunakan tambahan air.
Selama dan setelah perawatan, .!angnn biarkan pcnnukaan baton berubah tcmperaturnya lebih
dari hal-hal berikut:
27Cda1am periode 24jam untuk bagianyang kurangdad :305 mmdari dirnensi terkecil
22Cuntuk bagian dari 305 sampai 915 mmdari dimensi terkecil
\
16C untuk baglan dari 915 sampai 1830mmdari dimensi terkecil
t, 11C untuk bagian yan& lebih besar dari 1830 mm dari dimensi terkecil. Metoda
I'engllkuran hnfu8 dtll'ttt dlterlm,
2) Permukaan beton yang tidak dicetak'- Gunakan satu dari proscdur dalam sub pasal
11.3.6.4 mengenai Pemeliharaan kelembaban, setelah pengecorar selesai dan finisiug
permukaan beton yang tidak mencmpel cetakan.
:\ 3), Perrnukaan beton yang tercetak - Jaga agar cetakan kayu yang mengisap air tetapbasah
sampai cetakan ter.scbut dibongkar. Setelah pembongkaran rawat beton dengan satu
dari metoda-metodada1am sub pasal II J.6.4 mengenai Pemeliharaan keiembaban.
40dad 72
, I'd 8-01-2001-03
4) Pemeliharaan kelembaban - Setelah pengecoran dan finising, gunakan satu atau lebih
metoda untuk mernelllmra kelembaban beton bcrikut ini :
(a) penggenangan, kena kabut secara menerus, atau pernercikan secararnenerus
(b) pcnggunaan bantalan atau jalinan yang terjuga tetap terus basah
(c) pcnggunaan uap secara menerus (di bawah 65 o C)
(d) pcnggunaan bahan lernburun yang memcnuhi ASTfvI C 171
(c) penggunaann campuran majemuk untuk pcrawatan yang sesuai dcngan ASTM C 309 atau
Federal Speslllentlou 'I'T-C-HOO. Gunnkan cnmpuran rnajemuk yang sesuai dengan
rekomendasi pabrik setelah kilau air tidak tampak dari permukaan beton dan setelah
pekerjaan finising. Pemakaiannya tidak boleh melebihi 5 m
2/liter.
Untuk perrnukaan kasar,
gunakan dalam dun tahapan yang saling tegak lurus satu sama lain, tidak melebihi 5 m
2/liter
untuk setiap lupisan. Jaugan menggunakun campur.m majemuk untuk perawatan di atas
permuknnn beton ntau bnban lain ynllB akan direknrknn kecuall hiln cnmpurnn tersebut tidok
uknn mcnghuillngi pcrekntnn ntau kccuuli jika sudah dilnkukan upaya mcnyingkirkan
kcseluruhun campuruu majcmuk untuk pcrawa uu1 tcrsebut dad mea y,1I1g akan dilakuknn
pekerjaan perekatnn,
(I) Penggununn metoda pcnahan k ~ I ~ 1 1 1 bahnn lai11 ynni; d:1P:11 dikl'i 111.1.
11.3.7 Perbuiknn cncnt permukunn
I) Umum-Perbaikan lubang pengikat dan cacat perrnukaan segera sctclah pcmbongkuran
cctukun, 13ila permukuun beton uk:1I1 ditckstur dengan mcnggunakau penycmproran pasir atau
bush-hammering, perbaiki cacat perrnukaan sebelum mclakukan tekstur.
2) Pcrbniknu lubang pcngikat-Tutup lubaug pcngikat kccuali 'bila diguuakur: pcngiku: dnri
baja antikarat, pcngikat yang tidak karatau, atau pcngikut terlupis lainnya yang dapat
dilel'lmil,
Bila mortar penambal dari semen portland yang sesuai dengan sub pasal 11.3.7.5 mengenai
Mortar untuk perbaikan dari semen portland yang dicampur di ternpat, digunakan untuk
menambal, bersihkan dan basahi lubang pengikat sebelum penggi.naan mortar tersebut.
3) Pcrbnikan cacat pcnnukuanscluin di lubang pcngikut - Batusi garis luur sar.mg tuwon
ataukerusakan beton lainnya dengan kedalaman pernotongan berbentuk gergaj i 12 sampai 19
mm dan singkirkan beton tersebut ke bawah beton. Bila per.gupasan disyaratkan, tinggalkan
sisi yang dikupas tegak lurus dengan permukaan atau dikupas ke bawah scdikit. Jangan tutup
sisi-sisinya, Basahi permukaan yang akan ditambal sampai 150111m. di sekitar keliling daerah
yang akan ditambal. Persiapkan grout perekat yang sesuai dengan sub pasal 11.3.7.4
mengenai Persiapan untuk grout perekat. Sikat seeara benar grout ke dalam perrnukaan.
Blla Iapisen perekat rnulai hilrms kilauan airnya, gunnkan mortar penarnbal :rans diRiapl\on
sesual dengan sub pesal 11.3.7.5 mengenal Mortar untuk perbalkundad semen portland yang
dicampur di ternpat, dan konsolidasikan secara benar mortar tersebut kc tempatnya. Cetak
mortar dengan meninggalkan tambalan sedikit lebih tinggi dibandingkan sekeliling
perrnukaan untuk terjadinya susut awal. Biarkan tanwalan tidak terganggu sclama satll jam
sebelum finising. Jaga tambalan tetap iembabselarna 7 hari.
4) Persinpan lIntuk grout pereknt ... Urituk grollt pereknt. cnmpurkol1 kim-kim sntu bnginn
semen dan satu bagian pasir hatus dengan air untuk menghasilkan krim tebal yang konsisten.
5) Mortar untuk perbaikan dari semen portland yang dicampur di tempst - Campurkan
mortar untuk perbaikan menggunakan bahan yang sarna dengan beton yang akan ditambal
41 dlul i2
Pd 8-01-2001-03
dengan tidak ada agregat kasar. Jangan menggunakan lebih dari satu bagian semen dengan
dua atau satu setengah bagian pasir dengan volume lepas lembab.
Untuk perbaikan beton ekspos, buat proporsi percobaan dan pe.iksa kesesuaian warna bahan
perbnikan dengan sekeliling beton. Bila bahan perbaikan tcrlalu gelap, gantiknn dengan
semen portland putih untuk satu bagian semen abu-abu untuk mcnghasill.an warua Y:\I1g
deknt dengnn sckcl i Jing bcton.
Gunakan mortar perbaikan yang berkonsisteusi kaku dcngan air carnpuran tidak lebin dari
yang dibutuhkan untuk penanganan dan pengecoran. Carnpurkan mortar perbaikan dan sering
gerakkan mortar dengan trowel tanpa penambahan air. Gunakan mortar yang mernpunyai
konsistensi kaku.
6) Bahan perbaikan selain mortar semen portland yang dicampur di tempat - Bahan
pcrbaikan yang dapat diterima selain mortar semen penland yang dicarnpur eli tcmpat dapat
digunakan untuk perbaikan. Bahan-bahan tersebut harus. digunakan sesuai c'engan
rekomendasi pabrik. Bahan-bahan tersebut tcrmasul., tetapi tidak terbatas pada:
(a) Beton semprot
(b) Produk-produk pennmbul komersinl, tcnnasuk:
Mortar semen portlnnd yang dimodifikusi dengan bahan pcrck.u latex yang scxuai dcng.:n
ASTM C 1059 Tipc II
Mortal' epoksi dan campuran majcmuk cpoksi yang tidak scnsiti f tcrhadap kclcmbaban
sclama pemakaiun dan setelah perawatan, yang tcrrnasuk bahan perekut epok"i yang scsuni
dcngnn ASTM C RR I. Tipe III. Tipe, mutu, dun kelns hnrus sesuai dcngnn pc.nakninn
sebngnimuna ditctapkan dalarn ASTM C SSI.
Pengganti susut atau grout semeii portland yang tidak susut yang'sesuai deugan A S T M . ~ 1107.
Bahan perbaikan beton kcring yang sudah dalam bentuk kemasan yang sesuai dcngan
ASTM C 928.
7) Pernbersihan noda, karat, efloresensi, dan kotorar, permukaan - Bersihkan noda, karat.
OflOI'OSOI,si, dan kotoran permuknnn ynnc dltoluk 01011 Ahli Teknlk dengnn metodu ynng Ollpnl
diterima,
12 Beton Arsltektural
12.1 Umum
12.1.1 Deskripsi
1) Lingkup - Bagian ini mencakup konstruksi beton arsitcktural scbagaimana ditunjukkan
dalam Dokumen Kontrak.
2) Koordinasi - Lakukan koordinnsi yang memadai antara pekerjaan ini dengan pckerjaan
lain, dan pekerjaan beton struktur lain. Integrasikan pekerjaan ini ke dalarn struktur. Hindari
cncat emu kerusoknn Y6ng akan mengureng] kunlitaa permukaan,
3) Persyaratan umum- Beton arsitektural harus sesuai dengan semua persyaratan dari pasal
4 sampai pasal 11, kecuali bila ditetapkan lain dalarn Dokumen Kontrak dan dalam bagian
ini.
42 dari 72
I
Pd 8-01-2001-03
12.1.2 Pengajuan
1) Ajukan data berikut kecuali bila ditetapkan lain:
Gambar dan data - Ajukan gambar kerja mengenai cetakan beton arsitektural. Perlihatkan
penyarnbungan pinggiran panel; lokasi dan detail pengikat cetakan don lubang-lubang: serta
detuil-dctnil siur, nngkur, dan perlengkupan luinnyu.
2) Ajuknn data berikut biln dlsyaratkan: '
(a) Mock-up - Bila dokumen kontrak mensyaratkan mock-up dalam skala pcnuh untuk
bagian-bagian struktural, ajukan untuk pcnerimaan lokasi eli lapangnn yang diusulknn.
(b) Finising khusus - Ajukan, bila disyaratkan, mock-up atau panel contoh uji agregat
transfer dan finising khusus lainnya.
(c) Finising agregat yang diekspos - Ajukan, bila disyaratkan, metoda yang diusulkan
mengennl pembuntnn Iinlslng ogregot yang dlekspos,
(d) Tinjauan pengajuan - Jangan membuat cetakan sampai- pengajuan diterima. Jangan
mengecor beton sarnpai re:ncana yang diajukan rncngenai pcnakaran, pencampuran,
pengecoran, dan perawatan diterima.
12.1.3 Jaminan kualitas ,
I) Speslnlls teknls konstruksl beton - Untuk SCI11111l pekcrjnnn beton nrsitckturul yang win
dalarn Spesilikasl Proyek, harus dlscdiakan spcsialis tcknis yang dilntih olch produscn
dengan bidang keahlian khusus. Spcsialis tersebut harus bcrada eli Iapangun selarna tiga hari
pcrtuma pckerjaan konstruksi yang rnembutuhkan bidang kcanlian khusus clan waktu-waktu
lain ),ung disyarutknu d.ilum Spesiflkusi Proyck uutuk mcmhcriknn bnutu.u: tcknis.
2) Pertemuan sebelum konstruksi - Pertemuas sebelum konstruksi hnrus dilaksanaknn untuk
tnhnp pckcrjann Ini. Orgnnlsasl don prosedur harus dibuat dan disctujui olch scluruh pihnk
yang tcrlibut dulum ('lhu!, pekcrjunn ini.
3) Contoh uji dan mock-up - Buat mock-up skala penuh dari bagian struktural bila
disyaratkan dalam Dokumen Kontrak. Gunakan peralatan, bahan, clan prosedur yang sarna
dengan yang digunakan dalam pekerjaan akhir. Buat mock-up di lokasi yang dapat diterima
di lokasi proyek, Gunakan ' mock-up sebaga] contoh uji dari kualitas konsrruksi yang
dilaksanakan.
12.1.4 Pengiriman, pcnyimpanan, dan penangananproduk
Agregat - Kirimkan setiap ukuran agregat ke mikser dengan kandungan kelernbabnn yang
seragamselama produksi beton.
12.1.5 Kondisi proyek
Kondisi lingkungan- Lindungi beton arsitektural dari kerusakan, disfigurasi, dan perubahan
warnadari konstruksi sampai penerimaan.
12.2 Produk bcton arsitektural
12.2.1 Dl1hUlt
1) Air perawatan dan penutupan - Gunakan air untuk perawatan dan penutupan yang tidak
mengotori beton.
2) Dudukan tulangan dan penjagajarak - Gunakan dudukan tulangan clan penjagajarak dari
ba]a anti karat, plastik, atau yang dilapisi plastik dekat dengan permukaan yang diekspos,
43 dari 72 .
kecuali bahwa produk yang dilapisi plastik tidak boleh digunakan eli dekat perrnukaan yang
akan disemprot dengan pasir.
12.2.2 Kinerja dan persyaratan rancang
I) Cetakan
(a) Rancang cetakan untuk mcnghasilkan finising yang disyaratkan. Butasi lendutan
perrnukaan antara penahan vertikal, juga Icndutan lial'g d.m pcnahan horizourai xampai
0.0025 kali bentang bersih (L/400)
(b) Biln dlsyarutken cetnkan plywood untuk futising, groutIinising yang tclnh dlberuihknn,
finising yang digosok halus, atau finising lainnya, perrnukaan cetakan harus halus (cetakan
yang dilapisi dengan plywood, lembaran liner, atau panel-panel prefabrikasi iain) dan cetakan
harus lurus dan rata. Permukaan yang dihasilkan harus memerlukan sedikit penutup untuk
menghasilkan permukaan yang rata. Bila disyaratkan finising hasil pcngccoran. jangan
gunakan penutup apapun dalarn pekerjaan finlsingnya.
(c) Untuk finlsing hasil pengecoran, termasuk cetakan plywood untuk finising yang
ditetapkan, pastikan bahwa panel-panel tersebut disusun sccnra tcratur. dcngan sial' yang
direncanakan yang dapat diterima ..mengenui bukaan, sudut-sudut gcdung, dan fitur-Iitur
arsitektural lainnya.
(<.I) Bila panel husil pcngecoran dipisuhkan olch siar yang terscmbunyi at.ru tertckan, bUHI
dalarn dcsain struktural cetakan lokasi-lokasi pengikat sial' schingg trunbalan dari lubang
pengiknt berudu dalam sial' yang bcrlcbihan ntuu tcrtckun, kccuali hila d.tctankan hill.
(c) .Jangan menggunakan cetakan yang telah aus permukaannnya, kayak. atau rusak yang
akan mengurangi kualitas permukaan. Bersihkan secara bcnar dan lapisi dcngan baik cetakan
sebelumdigunakan ulang,
12.3 Pelnksnnnnn
12.3.1 Persiapan - Bersihkan secara benar dan periksa cetakan serta sernua peralatan
penakaran, pencampuran, pengiriman, dan pengecoran sebelum digunakan, Jangan gunakan
peralatan untuk konstruksi befon lainnya selama pekerjaan beton arsitektural.
12.3.2 Proporsi campuran beton - Jaga warna yang ditunjukkan dan keseragamannya,
kecuali bila tidak disyaratkan dalam Dokumen Kontrak. Uatuk beton dengan warna khusus,
gunakan bahan dan penakaran ynng same, Perubahan [umlah semen portland per unit volume
beton harus dihindari. Gunakan hanya satu jenis semen dan satu merek semen dari satu
pabrik, satu sumber dan satu ukuran nominal maksirnum agregat kasar, satu sumber agregat
halus, dan satu konsistensi pengecoran. Untuk beton arsitektural eksterior, gunakan beton
dengan rasio air-semen tidak melebihi 0.46 tcrhndap bcrat. Kandungun uduru hurus scsuai
dengan Tabel 4.
12.3,3 Konselldasl - Vibrator tldak dlblarkan menyentuh cetakan untuk permukaan beton
yang diekspos, Untuk finising yang digosok halus atau yang sejenis yang disyaratkan,
singkirkan agregat kasar ke belakang cetakan dengan jalan menyekop atau dengan
memvibrasi cetakan, biarkan permukaan penuh dengan mortar tapi hindari adanya pori-pori
dalam permukaan.
12.3.4 Pengernatan cetakan - Selama pengecoran beton, amati terns cetakan, BHa terjadi
penylmpangan elevnsi yang dikehendaki, kelurusan, kevertikalan, atau kelengkungan, atau
biln perlcmahan dan pekerjnnn yang salah mengukibntkan adanya penurunan yang tidak
(.
44 dad 72
I
Pd S-Ol-2001-03
semestinya atau adanya distorsi, hentikan pekerjaan, bongkar konstruksi yang rusak bila
kerusakannya tidak dapat diterima, dan perkuat pekerjaan yang salah tersebut,
12.3.5 Pembongkaran cetakan - Ccgah kerusakan terhadap beton' dari pcrnbongkaran
cetakan . Jnngnn rncmbongkar secarn paksa perrnukuan heton. Gunakan baji kayu untuk
membongknr cctnknn beton. .
12.3.6 Perbaikan lubang pengikat dan cacat pe1'11' ukaan
I) Duerah pcrbaiknn - l3ila telah ditctapkan Iinising hasil pcngccoran, dacrah total yang
mernbutuhkan perbaikan tidak boleh melebihi 20 cm
2
setiap I 111
2
permukaan yang telah
tercer. Hal terscbut di IlIM tumbalan lubang pcngiknt, hilr Dokumc.i Kontrak mengijinkan
pengikat berada di daerah yang telah dicor.
2) Penyesuuian warna - Perbaikan beton arsltcktural hasil pcngccoran harus disesuaikan
warna dan tekstur dengan perrnukaan sekelilingnya. Tcntukan dengnn mclakukan percobaan
campuran mortar perbaikan untuk mendapatkan warna yang sc suui dengan bcton hila
keduanya baik perbaikan rnaupun betonnya telah dirawat dan rnengering. Setelah pengerasan
awal, tutupi pcrmukaan perbaikan secara manual unt.ik mcndapatkan tckstur yang sesllai
dengan permukaan di sekelilingnya.
3) Agregnt yang diekspos - Proses Iluising yang dimaksudkan untuk mcngekspos agregat eli
atas permukaan harus memperlihatkan muka agrcgat pada daerah yang tertambal. Bagian
terluar 25 mm dari tambala harus mengandung agregat yang sarna dengan teton di
sekelilingnya. Dalam finising transfer agregat, campuran untuk tambalan harus mengaudung
agregat berwarna sama. Sctelah penambalan eli ij i nkan untuk di rawat, (;kSP0S agrcgat bersnma
dengnn pcrmukunn ngrcgnt sckitnrnyn dengnn proses yang snmn ,'wnl pembongknrun mortar.
4) Pcrawatan tnrnbalan - Rawat tambalan permukaan bcton arsitcktural sclnma.7 l.ari.
Lihdungi tambalan terhadap pengeringan dini lang sama dengan badan beton.
12.3.7 Finising - Finising harus sesuai dengan satu dad tinising berikut atau finising lain
sebagairnana ditunjukkandalarn Dokumen Kontrak:
1) Finising bertekstur - Gunakan cetakan bertekstur atau penggaris cetakan dari plastik,
kayu, atau lcrnbaran baja, Amankan panel pcnggaris dalam cetakan dcngan mciakukan
penyemenan atau penjepitan. Jangan meninggalkan bekas kepala paku, kepala skrup, atau
ring yang rnerusak permukaan beton. Lekatkan panel bertekstur kc l.iinnya atau ke jnlur
pembagi untuk mencegah adanya bleding dari pasta semen. Gunakan perapat celah yang
tidak merusak permukaan beton.
2) Finising agregat transfer' - Buat agregat transfer dan finising khusus yang merupakan
duplikasi mock-up atau panel eontoh uji yang sudah dipersiapkan sebelumnya dan sudah
.diterima.
3) Finising agregat yang diekpos - Ekposkan agregat dengan metoda yang c1apat diterima
termasuk dengan penyemprotan, bush-hammer, atau penghambat permukaan. Buat
permuknnn beton ynns merupnkan duplikAsi, mo(;kftup oHm pnnel contoh l\j i y n n ~ tmdnh
dlperslapkan sebelurtltlya dan sudah dlterlma.
(a) Finising yang dikasarkan - Buat finising yang dikasarkan pada sebagian beton keras.
Basahi permukaan beton seeara benar dan kasarkan menggunakan sikat berserat atau kawat,
gunakanair, sampai mortar permukaandisingkirkan dan agregat secara seragam terekspos.
Kemudian bitas dengan air bersih. Bita bagian permukaan sudah menjadi terlalu keras untuk
diperoleh agregat seenra scragam, gunakan enirnn asam hidrokloris ( ~ n t u bagilln eaiian a8nm
murinti'e ynng dijunl di pnsnrnn dengan 4 snmpni to baginn air) unluk menghilangkan mortar
45 dad 72
Pd 8-01-2001-0.3
permukaaan yang berlebihan setelah beton dicor paling sedikit 14 hari. Hilangkan asam
tersebut dnrl pormukaan yung telnh disclesnlkun dcngnn oil' bcrsih sclnnru 1 IllCt!il setelnh
pcnggunaannya.
Untuk memudahkau pcnonjolan agregat, cetak beton dengan cetakan yang dilapisi dengan
bahan pcnghambat kimiawi yang sesuai dengan rekornendasi pabrik.
(b) Finising scmprotan pasir - Tambahkan pasir atau air sen,proUII1 kc pcrmukaan bcton
sampui jumlah yang cukup untuk menonjolkan agregat. Permuknan dcngun finising
semprotan pasir yang sama harus disemprot pada saat bersamaan setelah pengecoran bcton,
Gunakan baja anti karat atau dudukan tulangan plastik dan penjaga jarak dekat dengan
perrnukaau beton yang akan disemprot. Lindungi bahan yang berdekatan dan sisipan selama
pekerjaan penyemprotan abrasif
Kecuali bila ditetapkan lain dalam Spesitikasi Proyek, penyemprotan harus pelan dan harus
mengekpoe ringnn bercampur oaregnt kamr, untuk rnenghnailknn warnn ynng
seragam, clan tldak melebihi j.irak 1,5 111m.
(c) I'inising yang mcnggunaknn ulat - Lnpisi sccara bcnar pcrmukuan heron yang dirawnt
dcngan Iistrik, udara, atau peralatan untuk mcnghasilkan tekstur y.mg seragam. Bunt tckstur
permukann dcngan mcnggunaknn pcralatnn tangnn, pcnandnan knsnr atau halus. crnndallcd,
atau dengun bush-hammer, sebagaimana ditetapkan dalam Dokumcn Kontrak.
(d) Bila linising ynng dlscmprot aInu finising ynng rucnggunnknn nln: iclnh ditetapknn,
bcrsihkan mortar pcrrnukaan untuk mencapai kelas yang ditetapkan dalam Dol.umcn
Koutrak. .
4) Finising tumbahau - Bila disyaratkan finising diplcstcr ainu dilapisi dengan :-'alH1I1
bcrsifut semen, utnu buhnn-buhnn trowel lninnyu, siupkan ncrmuk.um bcton untuk
mcyakinkan adhesi finising yang permanen. Bila betonberumur kurang dari 24 jam, kasarkan
permukaan secara n.ekanis atau menggunakan aSUI11.
Setelah pengasaran, cuci permukaan sehingga bersih dari debu, asam, bahan penghambat
kimiawi, dan bahan asing Iainnya sebelumfinising dilaksanakan.
13 Beton Ringan
13.1 Umum
13.1. J Deskripsi - Bagian ini mencakup persyaratan untuk beton ringan struktural. Bagian
struktur yang akan menggunakan beton ringan di bawah ketentuan dalam bagian ini harus
.ditunjukkan dalam Dokumen Kontrak. Betonringan harus sesuai dengan seluruh persyaratan
eli Pnsnl Asnmpnl 11 kecuali bilnditetapknn loindalnm bngian ini,
11.1.2 Pengf\juan
Tinjauan pengajuan - Lakukan tinjauan dan penerimaan surat pcngajuan yang disyaratkan
sebelumpengecoran beton.
13.1.3 Pengiriman, penyimpanan, dan penanganan produk.
1) Penyimpanan agregat - Basahi terlebih dahulu agregat ringan kering bila
direkomendllSiknn oleh pemasok agregat atau hila disyaratkan datum Dokumen Kontrak.
Blarkan agregat dl tempat penlmbunan setelah dlbasahl pating sedlkit 12 jam. sebdum
digunakan. Ikuti rekomendasi, bila dapat diterapknn, pemasok agregat ringan mengenai
prosedurpenyimpanan, penanganan.
2) Pennnganan agregat - Mesin tidak dii,iinkan menggilas acr("gat ringan.
46 dart 72
Pd S-Ol-200t-03
13.2 Bahan
13.2.1 Agregat - Agregat ringan halus dan kasar beton ringan harus sesuai dcngan SNI
03-2461-1991. Agregat normal untuk beton ringan hams scsuai dengan sub pasal 10.2.1.2
Ilwngcllui Agn:gnl
13.2.2 Kinerja dan persyaratan rancaug
I) Beton yang diekspos tcrhadap cuaca - nihl disyaratkan dalam Dokumcn Kontrak,
masukkan udara ke bcton ringan untuk kondisi yang secara potensial dapat merusak (sclain
akibat aus dan pembebanan) dan ClIaCH yang mcrusak. Gunakan () 2 perscn kandungan
udura bila ukuran nominal maksimurn adalah 9 mill atau kurang. Tcntukan kandungan udara
dcngan metoda volurnetrik dari ASTM C 173. Pilih proporsi campuran bcton untuk bcton
yang memiliki gelernbung udara untuk menghasilkan kuat tekan karakteristik f'c dalam
Dokumen Kontrak.
2) Lantai - Untuk lantai yang ditrowcl, slump bcton ringan 100 perscn bcrat normal
agrcgat ringan yang dicorkan menggunakan pompa kurang dari 125 111m eli tempat
pcngecoran. Untuk lantai lain, slump agregat ringan tidak boleh lcbih J 00 I11nl di tempat
pcngccoran.
13.2.3 Carnpuran
I) Hera! - Proporsi campuran beron ringan untuk memcnuhi h:ll:lS y;lng disyaratknn
mcugcna: bcrat jcnis udaru-kering muksimum ditcntukun olch SNI OJ-3401-19tJ4.
Korelasikan berat jcnis udara-kering dcngan berat jcnis bcton scgar. Gunakan berat jcnis
beton segar - sebagai dasar penerimaan sclarna konstruksi. Ajukan hasi I penguj ial; dan
korclnsinyn untuk tinjnunn.
2) Penakaran - Tentukan Iaktor semen yang dibutuhkan untuk mendapatkan keku.uun yang
disyaratkan untuk beton ringnn Yill1B sesuai rlengnn :1IIh pasnl 10.'2,1 Prnlproporlii.
llubungknn kckuatun dcngnn kundungun semen bcton. Jungan mcnggunakun rasio air-semen.
13.2.4 Penakaran clan pencampuran
J) Proscdur -. Hila proscdur ynnp, dirckomcndnxiknn olch produscn ngrl'l,:nt lx-ton lx-rbcdn
dengan Spesifikasi ini, ajukan rekomendasi pabrik tersebut kepada Ahli Teknik untuk
penerimnan.
2) Agrcgat deugan pcnycrapan rendah - Timbang dan carnpur bcton yanp mcmpcrlihatkan
penyerapan kurang dari 2 persen air terhadap berat selama satu jam pertama setelah
penggenangan scbagairnana disyaratkan dalam sub pasal 10.3.1 mengenai Pengukuran,
pcnakaran, dan pencampuran. Uji ngregat dcngan pcnvcrapan nil' pnda kandungan
kelembaban minimum yang paling mungkin terjadi selama pekerjaan. Pernbasahan terlebib
dahuh: blsn dilnkukan untuk rnencapai kondisi ini.
3) Agregat dengan penyerapan tinggi - Timbang clan campur beton yang dibuat dengan
agregat ringan yang menyerap 2.persen atau Jebih air terhaclap berat clengan cara berikut:
(a) Pertarna masukkan agregat dengan kira-kira 80 persen air yang digunakan untuk
mencampur dan campurkan sekurangnya I Y2 menit dalam mikser yang ticlak bergerak atau
15 kali putaran dalam mikser transit.
47 dari 72
I
PUS-O1-2001-03
(h) Kernudian, masnkkan bahan tambahan, semen, dan sisa air yanc digunakan untuk
mencampur dan selesaikan pencarnpuran scsuai dcngan sub pasal 10.3.1 rnengenai
Pcngukuran, penakaran, dan pencarnpuran. .
4) Pcnycsuaiun slump - Air tambahan atau bahan tambahan untuk mcndapatkan gclernbung
udura, hila diijinkan, dapat ditarnbahknn j,;e carnpuran, hila dibutu'ikan, untuk mernbnnt
campuran mcncupai slump yang disyaratkan sctclah pCllga.illiln. Untuk helen yang dipompa,
tingkutkun slump bctun yang mnsuk ke dalam pompa 1I11tuk mcmpcrtahunkan slump yanb
tclah disyaratkan di ternpat pengecoran, sepanjang persyaratan dari sub pasnl 10.3.2.1
mcngenai Pcnycsuaian slump, dupat dipcnuhi,
Beton ringan harus dibasahi terlebih dahulu scsuai dcngan sub pasal ! 3.1.3.1 mengenai
Penyirnpanan agrcgat, kecuali bila disyaratkan lain. Untuk be.on yang dipornpa, harus
dilakukan pcmbasahan secara cukup terlebih dahulu untuk mernastikan bahwa kchilangan
:;1 ump sepaldungjulur pompa tidak lebih duri 100 111m.
13.3 Pclnksnnuan
13.3.1 Konsolidusi - Jangan mcmvibrasi beton ring..n scl'ingga panikcl-pnrtikc] hesur dari
:1L'.l'egnl 1lH'1Ip,:lIl1hilllj', kc pcnnuknau.
I J.3.2 Finising - Jangnn mernbunt ringnn scbinggn mortar Il'doJ'(lI,g turun dan ngrcgill
ringun muncul dl pcrrnukuan.
13.3.3 Kontrol kualitas di lapangun . l'cngujian rn.nbahnn
(:1) Bernt jcnis -- PCI1Crimil:1I1 hcton rinuan di 1:lpilnpll didas.ukan pada PCl11',ukliran
hL'l'411 jcnix SL'gnr y:lllg dCIll!,411l SNI O,l1'IO:),II)()L Ilt-r:il ';\)',:11' Illll11ill:" 1l:IIW;
sesuai dcngun bcrat jcnis udura-kering maksi mum yang diIJ ilung mcngnunaknu rumus llil tuk
mcmpcrklrnkun hcrut udnru-kcring dnlun: 0.1JlI02-1 \)()/l. Hil;1 bcrut jcuis I>cllll\
nominal hcrvnriusi lchih :1: 30 kg/m
J
dari :)cr:tl y:1I1l'. disynrntknn. SCSIl41ik:1l1 C:Il11PIII':11l sec.ira
benar pada kondisi yang memungkinkan berat jenis sa.npai pada tingkat yang diinginkan.
Jangan menggunakan timbangan untuk berat jenis segar berva.iasi lebih dad 50 kg/m
3
dad
berat jenis yang disyaratkan. .
(h) Knndungan udara - Tentukan kandungan udara contoh uji bcton ringnn untuk masing-
masing pengujian kekuatan yang sesuai dengan ASTM C 1'.'3.
14 Beton Mnssn
14.1 Umum
14,1.1 Deskripsi
1) Lingkup - Bagian lni mencakup persyaratan untuk bcton massu sebagairuuna diiunjukkan
dalarn Dokumen Kontrak.
2) Persyaratan umum >- Beton massa, balk poles ataupun bcrtula.ig, harus sesuai seluruh
persyaratan Pasal 4 sampai 11 kecuali bila disyaratkan lain dalam bagian ini.
3) Pengajuan - Bahan tambahan: Bila diinginkan bahan tambahan dalarn beton massa,
njukfll1 data mengenai bahan rarnbahan tersebut.
14.2 Produk beton massa
14.2.1 Bahan
I) Semen - Jnnznn mCI1f.Wlll1oknn semen SNI 15-2049-199'1 Tipe ITT.
2) Bahan tambahan
48 dad 72
Pd S-Ol-200J-03
H) Jangun mcnggunakan kulsium klorida atau bahan pcmcrccpat lainnya kccuali bila
diijinkan secara khusus.
b) Gunukun bahan uunbuhan pcnghambat yang dapal ditcrima, uji 'tcrlcbih duhulu dcngan
bahan yang digunakan pada pekerjaan beton pada tempcratur yang cukup untuk mcnccgah
tcrjadinya siar dingin akibat dari jurnlah beton yang dicorkan, untuk mcngurang: pcngaruh
tcmpcrutur linggi duri hcton. untuk mcmbiarkun ndanya rcvibraxi dari lcton. ;llali untuk
mcngurangi tcmpcratur maksimum dan tcmperatur yang mcrambnt naik.
14.2.2 Killl'l:ill dun pcrsyuuunu desnill.
I) Kandungun semen - Gunakan kandungan semen minimum yang disyaratkan untuk
mcncapai kuat tckan f'c, durabilitas yang diinginkan, dan sifat-sifat yang disyaratkan dalam
sub pasal 10.2.2 mengenai Kinerja dan persyaratan desain.
2) Slump - Kecuali hila diijinkan atau disyaratkan lain, slunip bcton massa harus scsuai
dengan berikut ini: .
Untuk betoll mnssu poles, slump 75 mm.
t Jntuk bcton mnssa hcrtulang, persyaratan dari sub pasa: 10.2.2.2 mcngcnn] Slump
14.3 Pclaksanaan
14.3.1 Pengccoran
I) Tcmpcratur pcngccoran - Kecuali hila diijinkan atau disyill'illk:lI1 lain. rcmpcr.uur heron
saat dicorkun tidak botch inelcbihi 20
tl
C, utuu kurang dari 2" C.
2) Slump - Slump bcton snat dicorkan harus scsuai tolcransi dnri SNI.
3) Konsolidasi - Lapisan coran bcton kurang dari 45 em. Masukkan ujung vibrator sampai
kc lapisan beton yang tclah dicor sebelumnya. . -
1ILJ ,2 Pcrnwatnn dnll pcrlindungun
1) Perneliharaan kelernbaban
(a) Rawat bcton massa selama pcriode perawatan minimum yang disyaratkun dalam sub pasal
11.3.6mengenai Perawatan dan perlindungan, kecuali bila Dokumen Kontrak rnengharuskan
perawatan yang lebih lama.
(b) Bila metoda perawatan khusus tidak disyaratkan dalam Dokumen Kontrak, pelihara
kelcmbaban balk dcngan I 1 1 c l ~ n g u cetakun di tcmpat maupun pcrmukaan yang tidak
bersentuhandengan cetakan dengan menggunakan satu dari prosedur yang disyaratkan dalarn
sub pasal 11.3.6.4 mengenai Pemeliharaan kelembaban,
2) Pengecoran beton dalam euaca dingin - Lindungi beton dad pembel.uan dan hilangnya
kelembaban selama periode perawatan yang disyaratkan yang sesuai dengan sub pasal
11.3.6.1 mengenai Perawatan dan perlindungan umum, Jangan rnenggunakan uap atau
metoda perawatan lainnya yang akan menambah panas bcton.
3) Pengecoran beton dalamcuaea dingin- Jaga cetakan dan beton yang dickspos tetap basah
selama periode perawatan bila temperatur udara sekitarnya di atas 32 DC
4) Kontrol temperatur perrnukaan beton - i(ecuali bila disyaratkan lain, dinginkan beton
S<:CLlI'U bertuhup sehingga penuruan tempcratur beton selama dan snut akhir periode pcra.vatun
yang ditetapkantidak melebihi dari 11
0
C untuk periode 24 jam.
49 dari 72
15 Beton 1)J'alcgang
"
18-01-2001-03
lJlIltllll
15./.1 Dcskripsi - Bugian mi mcncakup pcrsyaratan untuk pckc.jaan pcncct.iknu, p.ixca
tarik, dun pratcgung bugian-komponcn struktural. Beton pratcgang harus scsuai dcngan
scluruh pcrsyaratan dalarn pasal 4 sarnpai pasa! 11 kecuali bila ditciapkan lain.
15.1.2 Pengajuan
I) Gnmbar - Ajukun gambar ker]a konstruksi bclon prntegang d,111 scdinkan inforrnasi
berikut sebagni tambahan dari yang disynratkan Pasal g mcngcnai Cctakan d,1I1 pcrlcngkapan,
dan Pasal 9 mengenai Penulangan dan dudukan tulangan: .
Tillggi c1nn ukuran duduknn tendon
Lokasi tendon dan scluruh pnnjnng pC'lI hl:ngklIS:111
Ukurun, detail, loknsi, buh.m, dUll tillgkul It:gllligall (hila 111l'1I1l111L',killk:lIl) u.uuk scluruh
tendon dan pcrlcngkapan termasuk <.1etail pcralntan ar gkur.
Pernbersihan dongkrak, prosedur melakukan pendongkrakan, ururan pcncgangan, gaya
tarik awal, tegangan gauge, dan pcrpnnjangnn tendon
I)d:lill>nja 11l1:1IIg:\l1 uuruk rueuccgnh kd'lk:ill d.tn Pl'l: 111:111
'J) I )1l11111Wlll Ajilliilli illlill'1I1iliii hnililli'
Kurvn lcgangan-rcgangan Ilaja pr:lll,1'.:lIlg
IJasil pcngujian tcgnngan puncuk, tcgangun lclch, pcrpnnj.mua, dan komposisi untul.
scluruh bahan yang tidak diproduksi scsuai dcngan xpcsifikasi i\STM
Nilni-nilni kocfisicn lcngkungan, kocfixicn kIII'VII(III', dllil dillll :llll:)klll .Iun hila
disyaratkan dalam Dokumen Kontrak, data pengujian yang berisi koefisieu-koetisien yang
dihnrnpkan dnn set nngkur.
3) Data lapa.ignn - Ajukan sebclum pcmasnngan informasi bcrikut mcugcnai hahan aktual
yang akan digunakan:
Kurva tegangan-regangan untuk contoh uji yang rncwakili lot produksi dari tendon
prategang yang nantinya akan diarnbil
Laporan peugujian pabrik yang telahdiscrtifikasi untuk tendon
Hasil seluruh pengujian yang disyaratkan dalam sub pasal 15.1.3.1 rnengenai Pengujian,
termasuk menunjukkan kesesuaian dengan sub pasal 15.2.1.5 sampai 15.2.1.7
15.1.3 Jaminan kualitas
I) Pengujian - Uji bahan yang sesuai dengan persyaratan berikut. Masukkan dalarn laporan
deskripsi detnil mengenni prosedur pengu] inn dnn keterungnnnya. .i ugn hllfli l-hnsi I inn:
(u) Pclukannaun PCl1gujlull- U.il, scsunl dengan sub pasal 15.1.3.1 sub b, dua conloh oji untuk
rnasing-rnasing tendon berukuran panjang paling sedikit 3m dan lengkapi dengan angkur
berkualitas dad produksi standar. Uhtuk tendon yang tidak terekat, lakukan pengujian yang
ketiga yang sesuai dengan sub pasal 15.1.1.1 sub c.
(b) Pengujian statis - Uji contoh baja prategang yang sesuai dengan Spesifikusi ASTM
15.:U subl.a. Uji pemasangan tendon dengan metoda yang rnenghasilkan penentunn akurnt
mengenai kuat leleh, kuat ultimit, dan perpanjangan dari benda uji untuk memastikan
50 dari 72
Pel S-O120010.1
kcscsuaiannya dcngan Sill> pnsnl '15.2.1.5 mcngcnni ;\llg;i.tII' untuk lendon )'l1f\l:', atuu
sub pasal 15.2.1.6 mcngcnai Angkur untuk tendon yang tidak terekat, dan sub pasrd 15.2.1.7
lllenr,ellui Koplillg.
(c) Pengujian dinamis untuk tendon yang tidak terekat -' Bila disyaratkan olch Dokumen
Kontrak, Iakukan pcngujian dinamis untuk pcmasangan tendon yang mcwakili tanpa adanya
kcgagalan 500000 siklus dari 60 sarnpai 66 persen dan kembali kc 60 person dari kekuatan
. puncak minimum yang dijamin. Pcmasangan tendon prototipc y,illg daput digunakan tidak
boleh kurnng duri 10 persen ukuran penuh dnri kekuntnn tendon. Tendon II I/ltt.gllI
yang rncnggunukan satu kawat untai, baja tulangan, atau kawat harus diuji sebagai satu
.. ,kesatuan pemasangan tendon yang lengkap. Sistem-sistem yang rnenggunakan kawat untai
berganda, kawat, atau baja tulangan dapat diuji menggunakan tendon prototipe dengan
jumlah elemen yang memadai untuk menirukan perilaku tendon ukuran penuh,
(d) Penguj ian grout - Uji grout untuk kekuatan dan susut sesuai .dengan ASTM C 1107.
2) Toleransi - Penuhi tolerunsi-toleransi berikut:
(a) Perrnukaan dudukan antara angkur dan heron harus konscntri.: dcr.gun tendon dan tcguk
Iurus pada kurang lebih 1 derajat searah tendon pada angkur.
(b) Tendon, pembungkusan, dan angkur harus dipasang dalam toler.insi dari SNI untuk
pcnulangan boron, jarak antar-tulangan, dan PCl111l11P beton. Tolcransi ini digunnkun tcrpisuh
baik untuk dimcnsi vcniknl mnupun horil'.olllill dnu dapal bcrbcdu untuk 'll,;sing-IlHlsing :11<111
asalkan tolcransi horizontal di pclat tidak rnclebihi 25 I11Ill untuk panjang tendon 3XO 1111ll.
15.1.3 Pcngirimnn produk, pcnanganan, dan pcnyimpanan - Ajukun, tnnguni, dan sinipan
bilh'11l scdcmikian schingga daput mcncegah ndunya kerus.ikan mckani: dan koroxi. Si:np:111
semen dan grout yang pra-cnmpur untuk mcnccgah udanyu pCllgglllnp:l!,ul. (iun,ili.<lll scrucu
yang disimpan di lapangan untuk kepcrluan grout saja,
15.2 Produk beton prategang
15.2.1 Bahan - Gunakan bahan yang memenuhi persyaratan berikut:
I) Tendon prategang - Baja'prategang harus merniliki tipe dan kckuarnn disyanukan
olen Dokumcn Kontrak dan harus scsuai satu dari spesifikasi standar herikut ini:
ASTM A416, ASTM A421, A[)TM A722, SNJ
Kawat untai, kawat, dan baja tuJangan yang tidak secara khusus tercantum dalarn ASTM A
416, ASTM A 421, ASTM A 722, SNI 07-1154-1989 dapat digunakan bila telah diterima dan
sesuai dengan persyaratan minimum dad Spesifikasi Standar ini dan memenuhi ASTM A
416, ;\STM ;\ 421, ;\STM ;\ 722, dun SNI 07-115
/1-1l)l{l).
Tendon harus bersih dan bebas dad kelebihan karat, cacat, dan lubang. Diijinkan untuk
melakukan ringan,
2) Pclnplsan untuk tendon yang tidak terckat - Tendon yang tidak tcrck..t harus secara pcnuh
dilapisi dengan bahan yang memadai untuk perlindungan terhadap karat. Pelapisan tendon
harus rnencrus scpanjang tendon yang nantinya tidak tcrckat, dan harus mcncegah
masukllya pasta semen atau hilangnya bahan Japisnn sclama beton. Tendon untai
tunggal tidak terekat harus dilindungi dari korosi yang sesuai dengan PTl Sp:!cification for
Unbonded SingleStrand Tendons.
5\ dnri 72
I
Pd S-O J-200 J03
3) Pembungkusan untuk tendon yang tcrekat
(a) Bahan pembungkus dan duct forming tiduk belch bcrcuksi dcngun alkali dakun semen,
harus cukup kuat untuk mernpertahankan ukurannya, dan rnenalran kerusakan selama
konstruksi, serta harus rnencegah masuknya air dari pasta semen, Bahan pernbungkus dan
duct forming yang ditinggalkan di tempat tidak balch menycbabkan baik langsung maupnn
tidak lungsung adanya aksi clcktrolisis atau pcnurunan. l'cmbungkusan harus mampu
menyalurkun guya dari grout ke beton di sckelilingnyn.
(h) Diameter dalam dad duct hurus paling scdikit 6,5 mill lcbih bcsar daripuda tendon kawat.
hoja tulangan, atau untai (kin harus mcmpunyai dacruh pcnampang mclintang-dalnm paling
sedikit dua kali daripada luas bersih baja prategang:'
(c) Duct hams mernpunyai lubang grout atau lubang angin. pada masing-rnasing ujung dan
titik-titik yang tinggi.
4) Pembungkusan untuk tendon yang tidak terekat
(a) Pcmbungkusun untuk tendon yang ti.lnk tcrcl.nt 11:1l"1ls mcmpunyai kckuatan yang cukup
dan tahan air untuk mcucegah adanya kerusakan atau penurunan sclarua trunsportasi.
penyimpanan di lapangan, instalasi. dun pcngecoran bcton. Pcmbungkusan harus I11CnCrllS
scpanjang tendon yang tidak tcrckat. Pcmbungkusan harus mcnccgah masuknya air dari pasta
semen dun lcpasnyn bahun pclapis,
(b) Bila disyaratkan dalarn Dokurnen Kontrak untuk pemakaian dalarn lingkungan yang
korosif pc.nbungkusan harus dihubungkan dengan angkur pcnegangan, angkur tengah. dan
angkur mati uutuk rnembcrikan perlindungau ke baja pratcgung.
5) Angkur untuk tendon yang terckat - Angkur untuk tendon yang terckatynng diuji sesuai
dcngan kctentuun tiduk tcrckut hurus mcnghusilkuu l)() pcrscn thld kua: ulti III it III iII iIlllllli baju
prategang yang disyaratkan, tanpa melebihi waktu antisipasi yang sudah ditetapkan dari
nngkur, tunpn slip. Annkur yang mcnuhasilknn kurang dari JOr) persen dari klint ultirnit
minimum yung disyurutkau hanyu duput digunukuu bib pnnjuug rck utuu yang iersediu sruuu
atau lebih besar daripada panjang rekatan yang disyaratkan untuk mcnghasilkan 100 persen
IWIII IIllimil minlmum dllri tendon, StJdilll<fl1l PlIlljlllljJ. Vllng diflylll'nililill nnuuu f1l1gkllr
dun daernh di mann gaYll prutcgang penult disynrutkan sclnma luyanun dun bcban ullilllil. Bila
dalam ketentuuu tendon yang tiduk tcrckut mcnghasilkuu I00 dill i minir.uuu kuut
tekan ultimit yang ditetapkan, rnaka tidak pcrlu dilakukan pengujian dengan ketentuan tendon
terekat lagi.
6) Angkur untuk tendon yang tidak terekat - Angkur tendon yang tidak terekat, bila
diijinkan dalam Dokurncu Kontrak, harus mcnghasilkan minimum kuat tckan baja prutcgang
yang disyaratkan dengan jurnlah deformasi perrnanen yang tidak rnengurangi kuat ultimit
yang diharapkan. Regangan total dari tendon di bawah beban puncak tidak balch kurang dari
2 persen saat diukur di atas panjang gauge minimum 3m.
7) Kopling - Kopling hnrlls digllnukan hanyu hila ditunjukkan dnlarn Dokumen KOlltrak
atau telah diterima. Seluruh kopling harus menghasilkan kekuatan yang lebih dari kuat tekan
puncak minimum baja prategang yang disyaratkan tanpa melebihi set yang diantisipasi baik
dari kopling maupun baja prategang, serta tidak boleh mengurangi daktilitas tendon di bawah
minimum 2 persen tendon yang disyaratkan dalam sub pasal 15.2.1.6 mengenai Angkur
untuk tendon yang tidak terekat. Sertakan kopling yang mengijinkan adanya perpindahan
52 dari 72
"
Pd 8-01-2001-03
cukup sclama pcncgangan. Untuk tendon yang tcrekat, scdiakan Iiting untuk mclaksanakan
grouting lengkap untuk scluruh kornponen kopling,
X) Klcp dun paking-Hubungkan pcmbungkusan pada siur dcngun kclcp dan p:ll\inl:!, yang
lIllt i hocor.
1 5 " . ~ . : 2 /{:1I11::1I1gall bcton dan r:1I11pUr,1I1 grou: -- I'cnuhi dcngan hal-hal hcrik ut 1I111uk lictun
dan campuran grout:
I) Beton- Propors] cnmpurnn hcton y:1I1g scsuai dcngan PiIS:!1 / () 11lCll!:',l'll:li Campurun bcton
2) Grout
(a) Grout harus tcrdiri dad campurun semen dan ail' kecuuli bila Iuas kotor pcnampang
mclintang dari pernbungkus Icbih dari ernpat kali luas penarnpang melinrang tendon, yang
mana dalam kasus ini agregat halus dapat ditambahkan ke dalam campuran.
(b) Abu terbang dan bahan tarnbahan pozzolan dapat ditarnbahkan dcngan rasio yang tidak
lchih dari 0.30 rcrhadap berat semen. Dahan tambahan mineral harus scsuai dcng.m SNI 03-
2460-1991.
(c) Tumbahkun buhan tambahan pengganti susut atau kcmbang untuk menghusilk.ui ckspansi
kurang dari 10 persen terhadap volumegrout.
(d) Jangan menggunak.in bahan tambahan yang mengandung klorida, fluorida, aluminium,
seng, atau nitrat. Bahan tambahan selain itu dapat digunakan setelah pengujian yang dapat
ditcrima atau catatan-catatan kinerjsnya menunjukkan bahwa bahan tambahnn tcrscbut tidak
mcmpunyni clek ynng mcrusak tcrhndap tendon, perh'l'l'.k;lp;l11, ilfilllj',rolll,
(c) Gunukan agrcgat halus.yung scsuai dcng.m ,\STM l ~ 'Wll, l lkurun No.2, kccuali bahwa
hnhan-bahnn tcrscbut loins snringnn No. I(j. .
(I) Proporsi grout untuk mencapai kuat tekan minimum 17 MPa pada urnur 7 hari dan 35
MPH pada Ul1111r 28 had saat pengujian yang sesuai dcngan ASTM C 1107, c1,111 mcmpunyai
suatu kousistensi yang akan memudahkun pcngccoran dan mcmcnuhi persyaratan dalam sub
pasal 15.3J.2 mcngcnai Grout.
Kadar air harus memcnuhi kebutuhan minimum untuk pengccoran yang mcrnadai, dan rasio
air-semen tidak balch melebihi 0.45 terhadap berat.
(g) Campurkan grout ke dalam mikser bermesin kecepatan tinggi dan keluarkan grout
melalui ayakan kc dalarn peralatan pornpa yang rncmpunyai kctcntuan untuk rcsirkulasi.
Mulai pernornpaan grout sesegera mungkin setelau pencampuran. Pemompaun dapat
dllanjutkan scgera setelah grout mcmperolch konslstcnsi yang dlsyarutkan. Singkirkan grout
yang telah mengcras.
15.3 Pclaksanaan
15.3.1 Pemeriksaan - Lakukan pemeriksaan visual untuk memastil.an bahwa pcrsyaratan
dalarn Spesifikasi ini Lelah terpenuhi. Pemeriksaan hams mcncaknp,"tetapi tidak terbntas
padn:
Kebersihan bahan dan cetakan
Loknsl bahan dan cetaknn
Penarikan tendon prategang yang mencukupi.
53dari 72
Pd
15.3.2 Persiapan
I) Grouting - Sediakan pcrsediaan air bertekanan tinggi dcngan volume yang mcncukupi
schclum mcmulai grouting. Bcrsihkan pcmbungkusnn dari kotoran dan subtans: asillg lainnya
dcngan mcmbilas sccara bcnar mcnggunakan air segera scbclum mclakukan
2) Tendon dan bcton
(a) Juga tendon tctap kcring Jan ccgah air kcluur dari konduit sampai pcmbilasan tendon
sebelum melakukan grouting. Jaga beton sekitar .endon yang digrout pada tempcraiur litlC
atau lcbih tinggf selama paling sedikit 3 hari sebelum grouting.
(b) Jaga pembungkusan yang digunakan dengan tendon yang terekat bebas dari lemak, oli,
cat, dan bahan asing lainnya. Lapisan tipis untuk karat di atas tendon diperbolehkan asalkan
serpihan karat sudah disingkirkan dan permukaan baja tidakberlubang.
(c) Jagn tendon yang digunakan dalam konstruksi yang tidak tcrckut tctap bcrsih dan tidak
mcngnlami kcrusnknn, dun lindung] tendon tcrxchut sccnra pl'I'I1I:IIICII, pl'lapis:lll mcncrus
yang ditelapkun dalam sub pasnl 15.2.1.2 mcngcnai pclapisun untuk tendon y:lIlg, tidak
tcrcknt.
(d) Hila ujung-ujung tendon berada di luar dari kclompoknyn, a(atl hila tendon bcruda eli luar
heron dar; clcmen pnSl':1 tnrik, ntau hiln struktur Iwrnda ni;1I1 nknn Inl1l1<1;II)
lingkungnn bcrkadar garam tinggi atau kclcmbabun tinggl, tuf.lIjl I>,tgi;lll-hagiall yallg dickxpox
d.ui tendon tcrscbut dcngan pclapisan tambahan di I,lpallgiln Illl'nggullilk:1l1 bah.u: y:lllg d:lpat
ditcri111(1.
(c) .Iaga lI,illng :llll,;klll' akan sn:al'a purm.mrn Inlilldlllll'.i hl'l':;:IIl1:1 lxt..n ::('lJil1/'.!',:1 Iwh:I.':
duri serpihan karat, lcmak, oli, dan bahun using lainnya.
(I) Lindung: nting grout dan pcuibuugkusun untuk tendon y:1I1g dal'i kCI'US:I!WII
lainnya. Sebelum pengecoran beton, periksa adanya Iubang-lubang pada pcmbungkusan dan
fiting grout dan perbaiki lubang-lubang yang ada. Bila tendon masih belum digrout lebih dari
28 had semenjak pernasangan tendon, sediakan perlindungan sementara yang mernadai
terhadap korosi,
15.3.3 Pcmnsangan
1) Tendon dan perlengkapan - Pasang tendon dan angkur dengan tolcransi dalarn sub pasal
15.1.3.2 mengenai toleransi. Tahan secara benar tendon, pembungkusan, dan angkur untuk
mencegah adanya perpindahan selama pengecoran beton. .
2) Grout untuk konstruksi tendon yang terekat, injeksi grout ke dalam seluruh pori-pori
antara tendon pratcgang, pembungkusan, dan firing angkur. Ianjutkan injeksi sampai grout
mempunyai konsistensi sama dengan grout yang diinjeksi mengalir tanpa adanya gelernbung-
gelembung udara dari bukaan angin. Tutup bukaan angin secara cepat searah aliran. Setelah
bukaan angin ditutup, naikkan tekanan grout sarnpai sekurangnya 34$ KPa dan tutup lubang ..
injeksi, Pada kasus adanya penutupan atau interupsi grouting, singkirkan grout dad duct
dengan rnernbilas menggunakan air.
15.3.4. Penarikan dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan tendon.
1) I Jrutnn - Tcgnngknn tendon dcngnn urulnn, pndn kckuntnn betOil , d,1Il padn InllllplIl1
konstruksi yang ditunjukkan dalam Dokumen Kontrak.
54 uurI 72
2) Pcnarikan bcrganda - Elcmcn tendon - Tarik sccara simultan tendon yang terdiri dari
beberapa kawat untai, kawat, dan baja tulangan dalam pembungkus biasa kecuali jika efek
interferensi antar elernen sccara potensial dapat merusak.
J) Gnya prnlcgnng- Tcntuknn gnyn prnlcgnng dCl1t',nn JlWlljl,ttktll' pnp:1I1jnnt',i1l1 Il'lldon dan
tcgangau jack dcngan gauge atau dinamomctcr yang tclah dikalibrasi, Kulibrasikan gauge
atau dinamornetcr dalam waktu cnam bulan scbclurn digunakt.n. Korcks: ketidakscsut.ian
yang melebihi 5 pcrsen. Kurvu beban-perpanjangan untuk baja yang digunakan harus
berdasarkan persyaratan perpanjangun kecuali jika data statisrik mengindikasikan bahwa nilai
rata-rata dapat digunakan. Untuk masing-masing tendon, jaga dan ajukan cutatan pcngul.uran
pcrpanjangan dan tcgangan gauge atau bacann dinaniomctcr.
4) Kehilangan gaya prategang - Kchilangan total gayn pratcgang pada tendon akibat elemen
tendon putus tidak balch lebih dari 2 persen dari total gaya prategang.
5) Cctakan
(u) l'astikun b:t11W.l cctukuu tiduk mcnnhnn j1I'll'l'lldd:'lIn clasris, klldlll'ln, ulau kl'gl\llllg:tn
yang diakibatknn adunya gnyn prarcgang, dm cukup kaku untuk mcnccgnh adanya
pcrpindahan tendon di luar tolcrans: sub pns.rl 1),1.3,2. Angkurl.an dudukun tendon ke
cctakan untuk mcnjagn prof I tendon sclama pcngccoran bcton.
(b) Jnngun mcmbongkur duduk.ui l'l'I::I\<l11 S:II1IP:li gil)';1 pl'<I(('gilllg 1('/:111 mcucuk upi uuruk
mcnuhnn hcluu: m.ui, cc(:d:nl1, <1:111 I1l'I1:II1I1('I1:111 ktll1sll'llksi y;III", <lipt'r!lillln!',killi.
_ akan ditcgangkan dnlam dua mall. ccrnkan harus mcnal.an bcban .ul'lI1g 01!:11 scbagjan
pckcrjaan peuegaugan.
6) Pencegahan tendon dari kerusakan - Jangan mengekspos tendon terhadap kerusakan
rnekanis, percikan las-lasan, atau aliran pentanahan elektrik. Jangan melakukan pekerjaan
pembakarnn ntnu pcngelnsnn di sekitar tendon tnnpu pcncrirunun scbclumnyn, kccuali
bila diijinkan olehsub rasa/ 15,3.4.7 mcngenai Pemotoigau tendon
7) Pernotongnn tendon - Tendon ynng panjangnyn bcrlchihnn di luar nngklll' .I:lp:ll
deugan pernbakurun oksiucetilen, roda abrasil, atau gunl.illg kccuali jika prosedur-prosedur ini
bertentangan dengan rekornendasi pabrik baja prategang.
55 dari 72
I,
Pd 8-01-2001-03
Lnmpirnn ;\
(norrnati I)
Dnftnr Kendall PeI'.',YIII'll til 11 Wnjil:
fARlllTAR PIlOIWI<R1 nnON MfMPIiNYAI IIMill Pf NOflTtlAN1111 AP"NflAN IIfl AMA 11111 Atl
DAN tANGWAI\IV YANG 1IIJAK KVtlANO DAHl OOllflili KAI.ENUEH UNlUl< KUAS LIE rUN70 Ml'n
YANG DITETAPI<AN UNTUK PEKERJMN YANG MEWAKILI DAHAN YANG SAMA DAN PADA KONDISI DENGAN
KENDAlAKENDAlA YANG SAMA
____________1
!JAlli VAlliaUAIVI(UOMI'OI( IUNUUAI.
SEKURANGKlIRANGNYA 15 TES KUAT TEKAN
SECARABEnTllRUTruRUT

HITUNG KUAT TEKAN RATARATA
rer SESUAIDENGAN 10.2.3.3.8
lt1WUJIA <.:A lA IANLAI'ANllAN
SEKURANGSEKURANGNYA 10 IiASll
TESSECARAOERruRUT ruRUT
MENGGUNAKAN MATERIAL YIING
SAMA DAN OENGAN KONOIS! YANG
SAMA OAlAM PERIOOE YANG TIOAK
IKUHI\NG nAm 00 HAm
IlAIAIIAIU IIIIAI<tl OMI'IH( tll'I(lJ11M1O
KUtlANGNYA 10 rES KUAT TEKAN UNlUK
MASINGMASING KElOMPOK, OA;j TOTALNYA
"FKlIHANOI<lH1ANGNYA :10
f
PllI HKUAT TEKAN RATARATA l
HITUNG ;;;: KOME:INASI J ,J
nARI pmSAMMN (102)
-.'.---.-- --


BUAT CAMPURAN MENGGUNAKAN
SEKURANGKURANGNYA TIGA RASIO '
. AII1Mr, TERIAlBERSIFAT SEMEN J
MENURUT 10.2.3.4.b
--.-----------
IiITUNGAN
MENGHASllKAN DUA
CAMPURAtI
KUAT TEKAN RATA"-,J-
RATA, Xl, DAN X2
MENCAKUP KUAT
TEKAN RATARATA
PERl:J I'cr
---

__.. ---. -----l


PLOTKUAT TEKAN RATARATA VERSUSTAKARAN CAMPURANNYA MASING
MASINO DAN INTERPOl flSIKAN UNTIJK MENENTUKAN TAt<AnAN I:AMPURAtI
IIl/lUl( I<lIA Ilff1I.II, "1,1
., . . "._.,-""..._"". "".'-. ., >. - - ", "'- ,
56 dari 72
10.2.2.8
PI! s-o 1-20() 10.\
til, I,;C-,j,," 1II1'" ""i"(::::::,::::11 ------ ----1
<Y,'i',-j-,7.. -,-- '1 fe\Vl,'t ;'i II' ';; iii;'1 ;:;j, 1'1r'( ;,--
TO.2.2.6' Tentukan bagian-bagian aari S1l1rJZtllf sebagailllill'iil ZGiiill1
lnformasi tambahan mcngenai cfek klorida terhadap korosi pada haja t.t1angan
disajikan dalam 'Guide 10 Durable Concrete' yang dikc luark.m olch ACI Committee
201 dan 'Corrosion of Metals In Concrete' oleh Act Commiuee 222, Prnsedur
hurus SCStlUI dengnn Ilpll yang discluuknn dnhun AASII'I'<) Method '12M).
Evs:llIasillllt kundungun nwal lola I kloridn urcInlu] Pl'ltlo""jiillt hctou. lit/a
kandungan ion total klorida yang dihitung berdasarkan proporsi beton melebihi dari
npn yang diijinknn dulam Tuhcl 4, tI111kn pcrlu dilnkuknn pengujinu contol, uji hcton
kerns untuk ktllulllllgall ion Id/lridn dal:tII1 lal'1I11111 air sqH'l'li yallg tcrcununu (I;dalll
pandunn. Sesuai dengan prosedur IK:ngujian yang tciah dijclnskun, ion lolaI
klorkln ynng 11<111 <111111111 kOlllpnsiNi tldnk 111\1111 1111'1111111111 IIkllll hCI'Cllk<Ji HelllCI\
sclnmn hidrllsi scrtn tidak dapal lanu.
Hila hcton uiuji kandungan total kloridanya dulnm lurutau air. pcugujinn harus
dilakuknn pada snal heron bcrumur 2R s.unpai 42 had. dnlan. Tabcl 4 dipakai
11111 uk klorida dihusilknn dad kOl1lposi,d IWlnn dan 11111\:111 Y:lIII'. d.ui
lingkungan sckitar heron.
Ilatnsnu knndungun totnl kloridn .lnlmu IlIrlllan nil' .brlllni TillH'1 II 1ll'r1H'dii d('11/:'.111 1
bntasan kloridn dalam larutan asam yang dircko.ncndasikan dalam AU 222 dan ACI
:W I. Untuk bcton bcrtulang yang digunakan dalnm lingkungan kcruig, batasan
sebesar I persen sudah terrnasuk untuk mengontrol larutan klor.da total. 'Fabel 4
sudah memasnkkan batnsnn 0.15 dan OJO pcrscn 11111111\ hclon herllrlang yang nknn
diekspos tcrhadap klorida dan digunakan dalam lingkungan basah. Latasan ion
klorida dalarn larutan nil' dibnndingkan dcnern hatnsnn ion kloridn dalnm larutnn
nsam dnlam ACt 20I dun 222 nualall 0.08 dan 0.20 perscn untuk beton pratcgang dan
bertulang.
Tentukan kuat tekan beton fe' untuk kondisi kerja yang beragam sesuai dengan
berikut:
Untuk Ianfui, kuat tekan beton yang disyaratkun tidak belch kurang .lari 24 MPa
untuk beban lalu lintas pejalan kaki dan ban hertekman udara serta landasan 'antai
dun lnpls,
Untuk jenis ban lain dan pcmnkaian yang mcnyebabknn aus, tetapkan 31 MPn untuk
lantai satu lapis dan 35 MPa untuk toping lantai rlua lapis yang disntukall. Kunt tekan
yang Icbih tinggi dibutllhknn nl115 dnsar pertil11bl1llgan kelallanlln dan 1<ClllIsan khuslls.
KIIUllclwlI yUllg di!tlllllllwll patfUlIlIlUI J Illlli lIunl:; !idllk bolelt kllilllll:', dan 12 Mila.
Untuk komponen struktllral Inin, persyaratnn desain harus mcncHntllmkan kuat tekan
htllnn yllng di"yll I'll I1'"11.
11.3.' .3 TCI1tuknn kcpndntl1l1 ---, -.,- -----
.7-- Tcntukllll jcnis iinising yang disyaralkan ',Iuri' sub 1
sampai d). Tentukan jenis tinising khusus yang disynralknn tetnpi belllln tercakup
dengan yang di atas.
15.2.1.1
'---
Tentuknn tipe dan kunt tarik minimum bl1jn pratcF.,ang ..
57dari 72
St'lh pasal
5.3.2,5.3.3,
5.4. t
5.4.2.1.1
5.4.3
5.5.2
'S.7.1

R.I.2.3
8.3.1.2
8.3.2.5
Pd
Lampiran B
(inforrnatif)
Daftnr Kendall Persyarntan Tnrnbahan
Catatan untuk Ahli Tclmik 1
Tcntukan """d""'i 1"'"':11:-,1"""1"- a-Il-I-'C-' 1-1 g-a'-\l-I r-il-Il 'pcllgtlj Ilst:lllsi Pellgtljiall I
Pemilik yang menentukan proporsi campuran atau tanggu.ig jawab pengujian olch
lnstansi Pcngujian Pcrnilik yang akan dilaksannknn olch lnstansi PCl1gtljiall
Kontraktor
58dari 72
(). I . I
9.2.1.2
9.2.1.3
9.2.1.6
9.3.2.3
Pd S-Ol-2001-0]
s,iil I'asaf ---- -----(::11:11:111 ,ililiiii.-i\.-I,Tf'l;cli.i,ik ---
-gJ /1.2----T(,IlIIlI,11I1 hilll dii [inkun uuluk 11l('IlI
',gllllak:!1l

kuut tckan bcton saat pcmbougkarau ccinkan
seperli yallg tcrschut dularu Sill> P<lS;l! ().I.I I ().I.I ..!
lidak dibuluhkan unluk diajukan. Lain daripada ilu, scgcra dilljukl:n
Tentukan bila disyaratkan baja tulangan yang dilapisi, dan hila demikian, apakah
dengan seng atau epoksi
9.2.1.3
Tentukan kawat polos atau ulir clan, bila disy-a-r-a"":'tk-;-a-n-.-;"k-a-w-a-t-y'-a-n-g-c"7'liC;-I'-lp-:'i""si-d-;"engan
epoksi
() .ITs-' kan jaIiiiliii"kii\vatl)()i()saili'tl'-tiil ka'\vaI yang
dilapisi dengan epoksi
Tcntukan bila disyaratkun atau diijinkan se(.lTn yang
tcrcanlllm dalamsub pasal 9.2.1.6
lcntukan bila .Ias-Iasaillmvat atau
diijinkan, tcntukan pcrsyaratan untuk persiupan pcngclasan (scpcrti pembongkaran
pndn Inpi:1nllllt'llgllll1l1 ('/)(ll,si) ynll/'. h-hih lil'llll dllripndll t\ WS I) 1.1
Tentukan pcrsynrutun lchih kclal 1l1cIlgcnai kOll1p(\sisi kiniiawi haja IlIlal1gall dan apa
yang tcrdapat pada spcsifikns] I\STM yallg di.Jadik:1I1 ncunn
Tcntukan bila disyaratkun perlakuan panas kllUSUS tcruadnp IUIIl las. 'lcntukan
persyaratan tambahan untuk pengelasan dari kawat ke kawat, dan pengelesan dari
jalinnn kawat ataujalinan kawnt yang dilas kc baja tulangan ntau baja struktural
Tentukan persynratan mengenai penutup khusus, ulXlIk dacl1iTi selain ko-n-:el"-isT
yang merusuk ntau pcrliudungan tcrhadap upi yang tidak dicakup dalam Tahcl I.
Bebcrapa selimut beton dalarn Tabel J mungkin lcbih dari 1111111111um yang
disyaratkan oleh ACI J 18. Selimut bcton yant\ digunakan dalam rancnugun harus
scsuai dengan sel1mut yang di';yaratkan dalamTabel J.
bila terdapat metoda penahanan selain yang tcrcantum dalam bagiar1'fa)'
sampai (i)
9.3.2.5
9.3.2.8
1).:1.2.9
t u.r.r. j
Tentukan bila penu!angan dapat diperpanjang melalui sial' kontraksi
Tentukan bila diijinkan pembengkokan atau pclurusan tulangan yang tertanam
sebagian dalam beton
Tcntuknn hila diijinknn pcmotonnnn lllbngal' eli lapang.;o'
TOlilllkliil .riN! I') 11)1)1 Tijltl I (II Til;"
II. Tcntukan bila semen SNI 15-2049-1994 deugan bahan tambahan pozznlan SNI I
1111111 Ir-rnl, rnuur ARTM C ()!ll) diijilllillil fllllll diWfll'Illl,;tIl,
Guuakan ACI J 1H dun ACI 2251{ 1I111llk mcncntukan llallan hcrsif:ll SCIIICI. yang
dapat diterima scsuai dcngnn kondisi proyek. Bila ditengarai liahwn be.on akan
diekspos terhadap lingkungan sulfat, evaluasilah larutau sulfat dalam tanah dan air
tnnnh. Gunnkan krltcriu ACI 31 RS('cfioll (:all 'l'nhcl 1I11111k me.rcutukun
J('llill 1l1'11l1'1l )"1l1f! nknn Gunnknn jcuis-jonis 1/<'111<'11 rlnlruu 'lnhol 'U.I.
ACI 318 untuk beton yang diekspos h'rhadllp air laut. Verltikasikan ketersediaaau
semen )lnng telah ditetapkan. Jangan menggunllknn I\SlM C t:9S Tire Sdan SA,
Ulltl rtgtegtttt betsllhl ,'cllktll' IctSCJtll dan blsil Jlgul1llkal1, kl1ll1knll SClllen bCl'lllknl1
rendah tersebut seperti yang discbmkan Ualalil Daftar Kcnclali Pcrsyaral,:n Pilihan
j untuk sub rasal 10.2.1.2 _ _ _
::i
l
) dnl'! 72
Sub pasal
10.2.1.2
10.2.1.4
10.2.2.2
60dari 72
Pd S-O l-:!OO1-03
I'd S-O1-200I-OJ
Sub pnxul Cnrutnn ulllultAI,iFI't.lullJ("----------------- --
pada slump dapat ditentukan di tcmpat pcngiriman. Misal, hil.: kchil.mgun slump
schesnr ,10 111111 sclnnri pClIllllllpaan dikeruhur clan diklllllillllOl:;ikall sellagai
pengujian perbandingan, slump dapat diukur pada tempat pengiriman dcngan
memcnuhi slump 140 mm untuk mcndnpatkun pcrsy.tratan slump 100111111. di tcmpnt
pengecoran. Bila slump berbcda dari 100 mill, tcntukau suatu pcrsyarumu.
niln disyaratknn nrau diijinknn pengguna.m bahnn 1:111111;1111111 xupcrplasticizc nlnll
pereduksi air dalam rentang hesar untu! menghasilkau beton mcmpunyai slump,
tinggi, tcntukan bahan tamhah.m tcrschut. Bila demikian' hnlnya, tcntukan SIIlI11P
yang disyaratkan bila berbeda dcngan apa yang telah disebutkan dalam sub pasal
10.2.2.2 Untuk lantai, tetapkan nilai-nilai slump sebagai berikut:
lalu lintas pejalan kaki dan ban bertekanan - 100 nun
bnnrnlnn dun lapis '- 100 nun
roda karct padat/pemakaian nus - 75 nun
toping d"ri rckatan lantai dua lapis -, 75 nun I
Bila disyaratkan atau diijinkan penggunaan bahan tambahan superplasticizer atau
untuk mereduksi air dalam rentang besar untuk mendapatkan beton berkel.uatan
tinggi dengan rasio antara bahan bersifat semen dan air yang saugat rcndah, misal
0.25 snrnpai 0.30, modifikasikan pcrsyaratan yang berkaitan deng.m slump sehelum
ditarnbuhkan dengan supcrplasticizcr. Konsultustkan dcngan pcmasok heron dan
bahan lambahan pnda kasus di mana proyck mcmcrluk.m pcngalaman <I-In masukan
dari rnereka mcngenai bcton berkincrja tinggi.
10.2.2.3 Bila persyaratan ukuran agregat berbeda dcngan apa yang diietapkan dalam sub pasal
10.2.2.3 (nrisnl, ukufannya Iehih k'':c:I 1I111llk I<'pin!.'. lnntui ), tcntukan ukurnn agregat
nominal maksimum tersebut.
-To.2.2.4-'- -Tt:lltuhllliiln bcloi![itlllf"li illlitlillICllllliliill-l,ci'siliir;llclllj'\1ily':li'- iIlllilg. -lltlili'II:-
Untuk beton yang diberi gelembung selain untuk kondisi yallt\ merusak, tcnt.ikan
jenis kondisi scpeui yang dicautumkan pada Tabel 4. Koudisi tcrsebut didcfiuisiknn
sebagai berikut:
Kondisi ringan - bila peuggclembungan udara dibutuhkan untuk memperoleh
efek menguntungkan eli samping durabilitasr.ya, seperti untuk mcningkutkan
kelecakan atau kohesi pada hcton dcngan fakior semen rcndah. Untuk mcuingkatknn
kekuatan, dapat digunakan kandungan udara yang lcbih rcndah daripuda kundungan
udara yang dibutuhkan untuk durabilitas.
Kondisi menengah -beton tidak secara terus-mcnerus diekpsos terhadap
kelembaban atau bahan-bahan atjresif lain atau baltan-bahan kirniClwi aglesif lain,
Contoh rncncakllp balok ckstcrior, kolol11, dinding, balok induk. <la:l pelill <Ii mana
tida'kseem'a Inngsung berhllbungan dcngan tanah lembab.
Konclisi bernt - beton diekpos 1'I1111k bahan-bahan I,imiawi yang digllnaknn lInlllk
menghilangkan lap:san cs atau baIHII.-bahan agrcsif' hinllya atau di bcloll
menjadi sangal jenuh akibat kontak secara terus-menerus dengan kelembaban atau
air bebas sebelum membeku. Contoh-conto!l mer:eakup perkcrasan, dek jembalan,
kerb, saluran air, trotoar, kanal, dan tangki atau tempat air. Tcntukan bila kandungan
udnl'n dnpnt diltkur dcngllll ASTM C 138 IHau ASTM C 173. UII!lIk bcbclapa 1l11lStln
seperti yang disebutkan dalam Persyaratan Pilihan sampai suu pasal 10.2.2.2,
dilllllllhl'llll l\nndlllliLllll \I(lnrn ynllB c1i,t1,1II' di lempnl pellgecornll IIlllllk
menghitung kehilanglln kandungan lIdara selama pcmompallll. lJilll kchllangan
kandungan udara dapat diketahlli, batas penerimaan pada tempat pengccoran dapal
ditentukan. Kandungan lIdara yang dibuat tidak boleh dimaslikkan dalam berat
nNll1al pelnt beton: ynng ll1ell1butllhkan pennul<nlln yn'lg padat, ynng digosok J
<ltllgllll lIIeslll Il'uwtl. Aell 1\0 ACI 111111<1111111 L:bill IlIlIjul. _
61 dnd ,'2
I'd
--:-:-c;:;-;--:-;---.------.------
Sub pnsnl Cntntnn unruk Ahli Teknik
iTf.T2.S- 'i'cilll1l(:1Il dpc 'h:tllan (al11hal1:1n yang dibll(lIhbn aan indiknsikan bagiun pckcrjaan (Ii
mann bahnn tnmbuhan tcrschut harus dan bisn digunnkan.
Kalsium klorida sebagai bahan tambahan tidak belch digunakan untuk beton yang
digunakan dalarn kondisi sulfat yang merusak atau sangat merusak seperti yang telah
didcfinisikun dalam Tabcl4.3.1 dari I\CI 31 X.
10.2.2.6
10.2.2.7
IO.:U.'1.h
Tentukan hila tidak diijinkan mclakukan penyesuaian slump dengan pCI;alllbahan air
pada lokasi kerja
10.3.2.2
10.3.2.1
Bila dibutuhkan -atau diijinkan waktu Icbiilccpat atau larnbat untuk penghentian
pencampuran, tentukan waktu maksimumnya.
.-._------------_.-
..1-1 Tentukan lIntuk mengirimkan gambar ... . _
11.1.2 L.b TClltuknn hilll dihutllhkllll pcmbcrltulumn Ialljlllllll IlH':llgCllld heron
11.1.2.2.c Tentukan hila hams diajukan pennohonan untuk pcnerimaan l11eng-e-na--:i'--ak:-t''";''iv''''i-ta-s''';
sebelum pengecoran
11.1.2.2.d
11.1.2.2.e
11.1.2.2.f
11.1.2.2.g
I U.2.2.c
11.3.2.6
Tentukan hila dihutuhkan permllkaiinagregatyangci"tekpos---
Bila tempernrur beton Icbih tinggi daripada 32"C dapai diterima, berdasarkan lokasi,
kelembaban relatif dan pengalaman masa larnpau, tentukan temperatur bcton lebih
tingg] yang dupnt diterimu tcrscbut dulam CUllClI panas. I\ClI ke lapornn 1\('\ 305
untuk panduan dalam menentukilll ternperatur yang lebih tinggi.
Tentukan bila disyaratkan adanya rekata,0Ji1tUksTar"kOils-tr.-:u;::::ks:::.,i----------
62 dari 72
Pd S-Ol-2001-03
Sub pasal
-----Cataiar;-m::tlik Ahli Tcknik -----.----------
11.3.3.2 Tentukan bila finising yang akr.n dicocokkan dcngan contoh lI.ll panel perlu
dilakukan untuk kcpcrluan pcrbandingnn, Tcntukan lokasi fiuising contoh u.i i dan
finising eli lnpang.m.
11.J.J.5
Teutukan Ililll disyanukau --._-._-- --
11.3.4.1
. - ---_._---- ---.-
Tentukau hila disyaratkan fin ising atau komhinasi finising dalam sub pasnl sub pasal
I-:-
11.3.4.2. Bila hal ini tidak uilakukan, h.uus sesuai dcngan 11.3A.2 sub j
11.3.4.2.c Tentukan bila akan diterapkan toleransi yang lebih ketat. Toleransi kerataar'-
konvcnsional dad SNI ditcrapkan di sebagian hcsar konstruksi lantai umum. Untuk
lantai yang membutuhkan tolcransi yang lebih ketat, scpcrti tempat pcngujian yang
sensitif IIII1U untuk peucmpatnu pcrulntan monitor, tcntukun tolerausi IHlllai dad SNI
tentang 'rata' dan 'sangat rata'. Acu pada komentar mengenai SNI clan ACI 302. IR
untuk pnnduan lebih lanjut,
Tentukan toleransi yang lebih ketal atau longgar yang dapat diterapkan.
11.3.4.2.e Untuk finising kocok kering, metalik atau mineral. metoda finismg,
scrta Iokasinya.
II Unlllk loping dcngan bcban 'i')l-j':IIj):l(T:l1I,:1:iT<'11m-TIlIi kan TJ:;Si\'-1l1 iiI'
finising, serta lokasinya.
11.3.4.2.h Untuk
._--------.--'
finising non-slip, tcntukan lokasinya. Bib akan digunak..n panikei abrasif
selain pecahan oksida aluminium, tcutukan partikel abrasif tcrsebut,
11.3.4.2.i
.. --_._----_.._---- --------
Untuk tinising agrcgat yang dickpos, tcntukan lokasi, warna. dan ukuran agregntnya I
(biasanya 9 sampai 16 nun) 1
Dnpnt ditcntuknn, h;,11 disynrntkan, metodn pengujinn Inlcl'Illlsi Illlel'llalir.lipc dall-
IIJ.4J.c daernh lantai, Metoda pcngukuran tolcransi kcrataan d.ni SNI digunakan untuk
konxtruksi lantai yang UIUUUI. pcngukunu: F-llulllhcr SNI diguu.ik.m untuk
konstruksi lnntai yang khusus atau umum. Unu.k lantai yang membutuhkan toleransi
yang lebih ketat, seperti daerah dengan lalu lintas uuk yang tinggi, forklift gudang
yang otomntis, atau tempat pcngujian yang scnsitif dan untuk pcncmputan pcralatan
monitor, tentukan toleransi lantai dari SNI tentang 'rata' atau 'sangat rata' dengnn
mcnggunukan sistcm pcugukuran F-Ilumbcr. Bila mcngguuakan sistcm pcngukurau
P-number untuk lantai yang tidnk disokong rnakn tcnrukan hnnyn nilni rr, dan
bukan nilai FL. Perhatikan bahwa komentar untuk SNI memberikan laraugan (per
ASTM E 1155) untuk tidak menggunakan sistem pengukuran F-number pada sial'
yang ditanarn atau konstruksi kira-kira 50 mill. Larangan juga harus dituati dalam
penentuan sistem pcngukuran Fvnumber untuk daerah lantai yang mempunyai
kemiringan, kecuali bila kemiringnn tctap sccara khusus tclah ditcntukan schingga
nilai FF- lah yang digunakan. Acu pada komcntar mengcnai SNI dan ACI 302. J R
untuk pandllan lebih lanjllt.
sial' koristruksi.. mai<a' 11.3.5 13ila disyaratkan melakukan pcmotongan berbcntu
l
. gcrgaji
tentllkan hal terscbut.
11.3.6.1 Bila prosedur perawatail pemberian air tambahan disyaratkan scsuai clengan sub
pllIml mllkll lelllllkllll hili lel'twhllJ. P'l'llylll'lllllll illi ltllllh diklllip dud' ACI
306.1.
11.3.7.7 Bila dilarang adanya noda, karat, ejloresensi, dan kotoran permukaan, jelaskan di
mana hal tersebut tidak diperbolehkan.
12.1.1.1 TlInjllkkan daerah yang diperlakllkan sebagai belon arsilcktural. .fclaskan persyarat&n
khusus wnrnanya. Uila disynratklln, lcnlukan susunall sinh.:tris panel
......._'.__.. _ ... ,,.,."'._,,.,,,.._, ,_ _ .... ,,_,, ' ..._, "1 -"0- .... ' ..i .,,,..<.,
63 dari 12
JIll 1-200 l-IU
Still pasul
12.1.3.1
12.1.1J
- .
Catatau uutu"Ahli 'felwllt ----.----------J
Kaji Pasal 4 'sarnpai II dan tcntukan persyaratan yang ' pcrlII dihil.mgknn atau
ditambahkun untuk beton arsitcktural.
Tunjukkan bahan khusus bersifat semen, agregat, atau bahan tambahan yang
disyaratkan untuk bCtOll arsiteklural.
pckcrjaan mcnuntut hal nar keila\;\I1-y;i.lg-
mcmbutuhkun spcsiulis tcknis yang tcrlatih dad pubrik tertcntu di lokusi pckerjnan
untuk memberikan bantuan teknis selarna tiga hari pertarna dari pelnksanaan
konstruksi yang membutuhkan keahlian tcrtentu,
Tentukan waktu-waktu lain eli mana spesialis teknis berada eli lokasi kerja untuk
mcmbrriknn bnntunn tcknis.
T2:T:f.-3-- Tentukan bagian harllsll1cl11bli;;'[k<i11';1111cK'=U!lsi,ali-
pcnuh scbngui cOlltoh uji patin konstruksi yang tclah disclexnikun.
--=-::-=--;-.,---t-;:B=-=i""'la- diijinkan pengikat ditel11patkan di daerah - yang diekspos untuk beton-
arsitektural, maka nyatakanlah hal tersebut
-1'2.2.2.I.d
12.3.2,
12.3.7.4
12.3.3
12.3.6.1
12.3.7.: .a
12.3.7.3.b
12.3,7.3.c
13.2.3.\
13.2.4.4
_.
..
64 dari 72
I
Pd 8-01-200]-03
,------
Catatan untuk Ahli Teknik
Sebagai aturan umurn, bahan tambahan pemercepatn tidak boleh digunakan untuk
heron massn karcnn hahnn tcrschut ikut bcrpcran dalnm mcnuhasilknn panas awal
yang tidak dikehcudaki. Pada kundixi yallg tcrtcntu. scpcru III IlltHlIlgkarall nwal
cctakun mcnjndi hal yang kritis, hnhan uuubuhan terxcbut IlllllIg"ill dib.uuhknn untuk
mempercepat kekuatan beton massu bertulang. K.isium klorida, hiln digunakan,
tidak holch diij iukan bila mclchihi I pcrxeu da 'i hcrat semen.
Penggunaan bahan tambahan pcmcrccpat hanls disetujui olch Ahli Teknik.
Bila tidak disyaratkan kuat tekan umur 28 har: untuk kondisi laya"o're-'I-lg-'I-u-'a-n-g-al-l-4
kandungan semen dapat dicnpai mclului rancangan campuran beton untuk umur
svlniu d:lri 2H hnri, misuluyn patlll 1IIIIul\ umur Illilll oo hnri. PVlll'J',llllClllll allli
terbang atau pozzolan lain dapat digunakan untuk menguraugi kandungan semen.
Dokumen Koutrak harus menentukan penggunaan pozzolan dan kuat rencnna pada
umur yang lebih lama yang dapat diterirna.
TunjukknJl bagian beton yang diperlak-rkan sebagai heron massa polos .itau heton
massa bertulang.
Bnik scbnl,;ai heton mnssn maupun tidak, harus diperluuikan bcberapa Inktor scperti
kondisi cuncu, rusio volumc-pcrmukauu, laju hidrn:;i, lillgkat kckangau volume nkibal
perubahnn tempcratur, dan massa bahan di sekitarnya, serta efek Iungsional dan
estetik dari peretakau. Sccara umum, panas yang dihasilkan harus dipertimbangkan
hila dimensi rcnampang mclintang minimum mendekati atau rnelebihi 0,75 11', atau
hila scmcu yang digunukuu mclchihi 350 kg/m:', I'crsyarutan uniuk Illasing-masing
proyek, bagaimanapun juga, harus dicvaluasi scsuai deugun kcpcnringannya musing-
rnuslng,
Tinjau Pasal 4 sampai II dan tentu-kan rersyaratan tambahali atlll-;-j1
1;:syaralan
yang
pcrlu dihilangkan untuk bcton massa.
Suh pasal
14.3.2.4
14.3.1.1
14.1.1.1
14.3.2.I.a
14.2.2.2
14.2.1.2.a
14.2.2.1
14.1.1.2
Tentukan slump maksimum yang diijinkan selain 75 nun untuk beton massa polos
atau disyaratkandalam sub pasal 10.2.2.2 untuk beton milssa bertulang.
,..---=::....,..--_--:-1
Bi!a batasan temperatur bcton saat dieor lain dari apa yang diberikan dalarn sub pasal
14.3.1.1. tClllpel'lltlll' muksimutu utuu mininunn saal I'CllgCL.Ol'llll.
Periode perawatan sclama 7 han sudallClil<llr lInhik bcloll mnssa yang dii:ailCiiiig
untuk kuat tckan 28 huri. Suat ku.u tckan didasarkan pada kuat tek.m pada 5() atau 90
hari, periode perawatan harus diperpanjang sarnpai minimum j4 hari. Bila
disyaratkan, tentukan periode pCrl1watan bila lebih lama daripada 7 hari.
,....,..b-.-!''"T[3'<''e-'t:'''o-n-nlassa paling, sesual Gila dirawat Jengai1TolrliliTlif(j'j1cl11pcroralTaiilLa 1<111
penciinginan dalam cuaea hangat. Bila pcrawatan dcngan air tidak praktis, misal
temperatur udara di sekitarnya kurang daripada OnC, metoda lain seperti penggunaan
zat c'lir pcmbcntuk mcmbran mllngkin (Iapat digllnakan. Rila disyaratkan adanya.
metoda perawatan khusus, maka tentukan metod:: lersebut. '
Tentukan pengcndaltan tempc,ratur ta
'l1baha;l
atau pilihan yatig sesuaTUi1fu'
mcminimumkan retak akibat panas. Misal, perlu aclanya batasan perbcda:lI1
temperatur antara pusat dan permukaan beton untuk pcngeconJn beton berlulang
strlll,tllrni secnrn hesnr-besnrnn sererli rOlldnsi rnkit Iuns ynng sellll'uh baginllilyn bif;i1
dkor salll kali secal'll kOl1tinyu schil1gga rcgl!ngan ckslcnwl dari beloll y'lI1g
berdekatan dapat dihindarkan. Untl.lk memenuhi batasan mcngenai perbedaan
temperatur biasanya disyaratkan bahwa beton tetap hangat mclalui Baja
tulangan tambahan mungkin dibutuhkan untuk meminimul11kall lebar ret&k akibat
rCbnngnll dnsnr dnll lClllpelallll' IHlllcnl, bcloll ynng kbiIJ tinggi, l.iIJat puhliknsi peA
"Design and Control of ConcreU Mixtures", edisi ke 13 dan ACI.2R untuk panduan
lebih Innjut.
65 dilri 72
,
Pd s-O1-200t-(\3
.--- .,.----'---- --
15.1.1 Tinjuu Pasal 4 sarnpai II dan tentukan persyaratan tambnhill1 ataurlcrsyill'at,ln yang
dihilangkan untuk beton pratcgang.
15.1.2.2
IS.I.3.l.e
I 5.2.1.4.h
15.2.1.6
15.2.1.7
15,).2.2.<1
15.3.4.1
Bila disyaratkan, tentukan bahwa mengirimkan data pci,gu.fTaoy;mg
hcrisi koclisien yang diinginkan dan set pengangkuran.
Tentukan hila disyaratknn dilaklll;ailpcngllji:m ,(],iO:lml'Sliiilllk lldak
terckut
lndikasiknn daerr-h yang dipcrfimlnlgkan l;erac1a dalam lingkllilganyang
mana perlinrlungnn tcrhudap haja prakgallg pada uugkur pCllcg:lllgall, angkur fCllgah,
dan angkur mati disyaratkan.
Bila diijinknnangkllr tendon yang tidak terekat,"il1aka tentukan hul tersebut,
Indikasikan daerah di mana kopling-koplingbisa digllll:'ikai1:""'-----------
lndiknsiknn dncrnh-dnernh yflng nknn diekspns terhadnp lingklln'gan 'hcrkadar gillam
atau kclembaban tinggi,
G6dlll'i 72
1>d S()1-200103
Lnmpiran C
(inforrnnti l)
Duftar Kendall Pcngajuan
Catatan: Bagian-bagian yang terdapat eli bawah ini harus diajukan oleh Kontraktor dan dikaji
oleh Ahli Teknik.
Beritahukan kepada Kontraktor tentang penerimaan atau penolakan setelah seluruh pcngajuan
eli knj i. Seluruh pengajuan clan tanggapan-tanggapan mengenainya harus disimpan dalam
arsip-arsip untuk acuan mendatang 'selama pckcrjaan. Bcl.crupa pcrsyarutan pcugujuan
mungkin tidak c1apat diterapkan dalam pekerjaan, Periksa sub pasal yang diperlihatkan dalarn
Spesifikasi setelah persyaratan tambahan diseleksi untuk penerapannya dalam pckerjaan.
---------,---1
,1I;cangan __.__
ton,
di asl. __
cncntukan kekuatan.
)ada kuat tekan ya-n-g--c1:-c"""bi:':"h rer.dah
---,---------_._--
watnn yang tidak digamb.lrkall dalruli-
II' pcng_ lasan
apisi dan''iulill'lgan yang tidak dilal)lST'
-aITikasi
mcmpcrbiiki beton
lIai dcngan Dokumcn Koutrnk
snnnknn lii7iliki;ICil1hl11thcl( ,ii\';ng
rai dcngan lJukUlllC'1 Kontruk.
tau Iin-er Ilonabsorptive sebagaimalla'
Sub pasal
-
Pcngajuan dun Cal:'llan
5.3.1 lnstansi pengujinn yang dillsldklili
5.3.2.e Dokumeutasi data dan
5.3.2.1" Program pcngendalian kualitas untuk pcmasok he
5,J.2.g Perrnohonan untuk menggunakall pengujian yang
5A.l.e Hasil pengujian dan pemeriksaan.
Metoda pcrbaikan yang diusulknn, bahan, clall7110
6.4.2 e
-
Dcskripsi dari pekerjaan pcrbaikan yang tclah I
yang mengulami pcnttrunan kekuatan mcnjadi scs
'(1,5,2.-\..'--
Ikskripsi 1)l'kt'ljaan pcrl-aiknn yan)', rcl..h dilnk:
secara potensial tidak mempunyai durabilitas SCSl
8.1.2.1 Data bahan untuk membongkar cetakan, siler, a
ditcntukan dalam sub pnsal 8.3.1.13.
.
X, 1,2,2 a Gnmbar kerja untuk cctakan.
8.1.2.2.b
Denah penyokongan kcmhai-i

8.1.2.3.a Data bahan permukaan cetakan yang diusulkan. .
8.1.2.3.b Data perbedaan lokasi atau detail sial' kontro
Garnbar Proyek.
8.1.2.3.c Data korelasi untuk metoda yang diub.ihdalarn m
RJ,2,S Rencana detail untuk pembongkarnn cetakan
I
dnl'iendn dltentuknn.
8.3.4.2. Korelnsi data IIlctoJa peugukunu.
-1Wiil"iC
pembongkaran cetakan.
9. 1.1.l.b Pcrn.ohonan untuk mcnggunakan sambvngan
Garnbar Proyek.
C), I. I. l.c
anis:.....
{UJ-[Cl
Pci:li'IZ1Tlt;lllii,'lllifuk p\JngccOI'lIndowcllwlolll 11Inp
,
I'CI'IIHIIIOIlIIIl dllll prosedur unu ik meIII hen
tulangan yang tertanam sebagian
9.1.1.2.a Deskripsi lokasi pengelasan tulangan dan pro3cdl
9.1.1.2.b Dudukan yang diusulkan untuk tulangan yang dil
yang tidak dicakup dalam sub pasaI9.3.2.4
07 dari 72
9.1.IJ.d
10.1.2.2
10.1.2.3
I'd S-Ot-2001-1)3
Sill! plllilli dnll ('1111111111-('1111111111 mitH" Alln-;i\:lolli'(----'---1
9.1.1.3.a Pcrmohonan llntllk'mentiiKiahkan 'Itiiallgally,mg-<:i<\i)lIT'lllcllycb;i)k:ill--toiCillllSl1
pcngecoran dilanggar.
Garnbar pengecornn yang memperlihatkan dilllensif:llil'ikasi dan lokasi pengecoran
I ulnngan dan dudukan.
(fi:i.T-- Fc,:iilOfil)miiiulltiiiZIllCliwllas\all dall 'Illeillbellgkokkall lul"llgall.
Q,l.2.2 Biln Kontrnkior mernsn perlu 1111:1111. memindahl.nn ililnllgillJ(l-j-iWirtOiemll:;i
pcngccornn yallg teluh ditctupkuuuntuk ntcnghludnri persinggungun dengnn tulangan
laill, kon.lu it, atau hngian tcrlannm 1:l ill, knj i !1erl110h0I1:111 ll'rse!J:I1 (!l'l1gal1
lllelllperlihatkan hasil pcrubahall pcnulangun.
-9.3.2.8 Permohonan untuk Illelakukan pcmhel1g:,o':-k-a'l-l-:d-al-) __
()J.2.9 l'cnnohonan uilluk Illdakukan PCl1lot;;ngall tulangnn di lar:lIlgal1.
1(}.1.2.1- Proporsi campuran dan karnkreristik. FCITksa bah\v;lJ)rO\)l;r;i"Ci-lli;-,-mt:;;;;seslI;;rdcilg;i11-
persyaratuu sub pusul 10.2.2 untuk kalldllngan haluu: bcrsi Ill! semen, lelch, rusi uir-
hnhan bersifat semen, slump, ukurnu nominal maksirnum agrcgat knsnr, kandungnn
udal'll, bahan tal1lbahllll, dan kOllsel1lrasi iOI1 klorida, sen" k uat tckun. I
Metoda dan data penglljian yang digllnakan untllk membllat proporsi campuran. --I
lnformasi mengcnai tipe, kelas, proscdur, nama. dan lokasir:ihrik pcngllilsil
bnhan bersifat semen; ripe, lokasi galian dan pcnambaugan, nama produ .sen, gradasi,
dun kctcrunguu yang dihntuhknn SNI OlI7)OI()()O II11I Ilk :'l'.I'l'l'.:II; lipl'; 111111111
dagaug; nama produscn bahau tambahan: dan sumber pcuycdiaan air dan CS.
Kecuali untuk bahan rumbahan dan air. hasil pcngujian yang mcnyatakun kcsesuaian
dcngan spesifikasi yang bcrkaitan tidak bolch lcbih lama dari 90 hari. l-Iasil pcngujian
untuk kckcrusun ngrcgat, nbrasi, dan rcakrivitns bisa lcbil: lama dati <)() h.ui kccuali
bila ditemukau indikasi bahwa komposisi mineral sumber agregat tel.rh mengalami
perubuhnn semcnjnk pcngujiau terukhir. l'cngujinn tcr.ikhir tidnk bolch lcbihlama dill'i
3 tahun.
10.1.2.4
10.1.2.7
10.1.2.8
10.1.2.9
10.2.3.6.e
11.1.2.1.a
11.1.2.l.b
Bahan, proporsi campuran, clan data kuat tckan lapangan yang untuk
penakaran.
Proporsi carnpuran yang telah diubah berd,isarkan nilai ..-
Pengujian dan catatan pemeriksaan.
Deskripsi peratatan angkut,
oR dari 72
Pd S-Ol-200103
Suh pusnl Pcngnjunn dan Cntntan-catutnu 11111111< Aiifi Tclmil(--
TTT"2T"C' McIot'iayangdTu'SiiTkiliiliIilU 'lJltilwall- 111'. '
11.1.2.I.d Mdoda pcrbaikun yang diusulknn ulltuk mcnghilnngkun
kotoran perl1lukaan
1 GambaI' kClja mcngenai pcngccoran,
11.1.2.2.b Pemberitahuan lanjutan mengenai pengecoran disy;i!'atlan, atul:-
pcngujian dan pcmcriksaall sehingga dapat dikoordinasikan lcbih baik.
11.1.2.2.c l3ila disyaratkan, permohonan untuk pcnerinl<11ulkegiatan sebellii'1 pengecori1l1 IIl1tli'k
nwyakinkan bnhwn scgiatun tcrsehut diperiksa sCl.:ara hcnar,
11.1.2.2.d Kegiatan periinCiliilgan yang diusulkan terhadap cuaca --------..----
11.1.2.2.e Tindakan pencegahan yang diusulkan untuk pengccorau t-eton yang -'ebih tinggi
daripada 32e
I 1.1.2.2.f Finising contoh uji,
11.1.2.3.a Lokasi yang diusulkan dan perlakuan Sial' konstruksi yang tidak digambarkan dalarn
Gombar Proyek, Kaji metoda yang diusulkan untul, pcngasaran pcrmukaan dan
pengglll1aan grout semen portland..
I-:-I-:-I.'"7I--:.2=-.-= 3-:' .b--l-Bahan pcrekat selain dari scmcn grout unu.k peh.t dlla lapis.
11.1.2.3.c untuk pcngccoran bawaf, air.
11.1.2.3.d Lokasi yang diusulkall untuk sial' bcrbcntllk gcrgajl yang t idak ditunju'kl,an dalan-,
Gambar Proyck.
ylllll' diusulkun 1I1111il. Pl'I'lI lVill III I
11.3.6.4 11.3.6.4 sub a sampai c.
II. f23:r-- pengikat cct:!kan yang dilaprsGJng dillsulkan. ---,,-.-----..---
11.1.2.3g, 'pcsdli<asl dan data l1lcngcnai E'iiT'-,1Jl perL1i1iKaii yang diuslilbn selaiil'inortarSClllen
11.3.7.() portland yang dicnmpur di lapang:llI sc:hagaillla:u dischuf knu dalum x-th pas:t1 11.1.7.5
(lihat sub pasal 11.3.7.6). Untuk tambalan pada beton yang diekpos, pclajari larangau
sanI mcnggunakan bnhnn yang discbutknn rlalam sub pasal 11.3.7.0\ khususnyn yang
berhubungan dengan kemungkinan perubahan warna akibat cuaca dan dclaminasi
akibat perbedaan koefisien ekspansi termal. Pastikan bahwa bahan, termasuk tipe atau
kelas ASTM, coco,k untuk kondisi yang dan panas. , _
11.3.2.I.c Permohonan untuk temperatur beton lcb.h dari 32"C, discrtai .lengan tindakan
pencegahan yang diusulkan.
metoda pemotongan berbclltuk- gergajT yang lain: seperti
dan metoda pernotongan kering. Lihat ACI 302. IR untuk
Rencana detail untuk
pemotongan dangkal
panduan lebih lanjut.
i 2. i .1. 1.11 []iiliil iiI I' kelOjil I lit'i:;;TI'" III"; i'liii,,,.,\ Ii'lil-lilili-ll;j'-I-i;-iil'1111l:j--,
memperlihatkan penyambungan panel luar; lokasi dan derail dnri Pl'1l3ikat cetakan,
sertn tempat-ternpnttersembunyi; detail-detail sial', angkur, dan lain;
rlnn kclurusnn pcngnku biln disYl1ll1tkllll. '1'111.11111 glllllllill untul, kUlldisi jlClllltdlilr111
yang tclah difinising, pcnyambungan, lokasi luhang pcngiku: cctakan dan perlukuan-
perlakuannya, tipe form pengikat, lokasi (1.111 detail-detail jalur rustication, ketahauan
. . ... ,
r2.1.2.2.a l'ennohonnn 10k/lSI yanlJ. diijinkun IlIlttlk mock-up sknlu pcnuh di loknsi pr.iyck.
-TIT2.2J) dal1 {Illisillg khusliS 11Ii1l1lYlI.
12.1.22":C Biln disyarntknn fin ising ngregnt ynng diekpos, kaji dcskripsi -metoda (scperti
pcnyemprotan alau bush-hammering atau pcnggunaan Il'..:nghamh.lt pcrmukaan yang
_____ olelt KOlltraktur uutuk . ..__
69 dari 72
Sub pasal
13.1.2..1
13.2.3.1
13.2.4.1
13.2.4.4
14.2.1.2
15.1.2.1
15.1.2.2
15.1.2.3,
15.U
15.2.1.1
15.2,TT-
15.3.3.3
Bagian-bagian Pengajuan dun Catatan-catntan ",i'nk Ahli-Tcl",il, -l
70 dari 72
1
Beton rcfraktori
Siklus
Siur
Penyokongan kembali
Jalur pengunci .-
Peuahan vertikal
Sudutan
Waterstop
Reentrant
Penlll1lp"ng uuun
Kontak cetakan
Dongkrak
Stempel
Penunjang miring
Sekrit
Siler
Sll'il'inl-',
Mal
Toping
l3liding
Eflcresensi
Penghambat
Sprider
Finising yang diambungkan
Finising cork-floated
Darbying
Bullfloated
Bush hammering
Float
rini!ling broom
Finising belt
Kocokan kering
Pemotongan berbentuk gergaji
Penjagajarak
Pcnahan vertikal
Penahan horizontal
Transfer agregat

Sisipan

Pcmbungkusnn
l lnbondcd
Bonded
Fiting
Klep
I'nidn/!
Oksiacetilen
Duct forming,
Lampirnn n
(informutif)
Danarlslibh
refractory concrete
batch
jo:nl
reshoring
keyways
stud
chamfer
waterstop
pertemuan sudut
parent section
sheating
baji
shore
strut
screed
sealer
stripping
template
topping
bleeding
efflorescence
retarder
spreader
floated fin lshcs
cork-floated finish
darbying
bullflonted
bush hammering
float
broom finishes
... belt finishes
dry shake
saw cut
spacer
= stud
wuler
aggregate transfer

inserts
accelerator
shearing (pada beton prategang)
tidak tercknt
terekut
fitting
sleeve
gasket
uxyucctylcuc
duct forming
71. dnri 72
;1,

\
,
Lampiran E
(i nformati1)
Notnsi
fer = kuat tekan beton rata-rata periu
f' c = kuat tekan karakteristik beton
s = deviasi standar
II .... jumluh hIlSilI1l.'l1l'.lIjiilll
X kuat tckun rata-rata scluruh n pcngujian yang dipcrhitungkan
k luktor pcngali
S"S2 -. dcviasi standur grllp I dan grup 2
111,11.' jumlnh hnsil pcngujinn grllp I dun grllp 2
72 d:lri 72