Anda di halaman 1dari 5

Pertanyaan Kasus : 1. Mengapa tim peningkatan-berkelanjutan memulai menyelidiki penggunaan pemrograman matematika untuk perencanaan proses tanah liat?

2. Mengapa anda berpikir sistem dan model sebelumnya yang dikembangkan untuk memecahkan jenis masalah yang sama tidak dapat diterapkan secara langsung dalam kasus ini? 3. Untuk masalah pertama, ya/tidak untuk meneruskan pengembangan, menjelaskan bagaimana 1keputusan dibuat. Hubungkan penjelasan Anda dengan model pengambilan keputusan empat-fase simon. Mengingat proyek tersebut, menurut anda apakah ini merupakan sebuah 1keputusan kritis? 4. Pada tahun 1999, industri mengalami kecenderungan untuk menurun. Bagaimana penggunaan sebuah model seperti yang diputuskan ECCI untuk dikembangkan, dapat membantu perusahaan untuk bersaing?

Jawaban : 1. Sebagian besar perhatian dalam pembuatan model bisnis (business modeling) saat ini tertuju pada pemrograman model matematika. Semua rumus atau persamaan matematika adalah suatu model matematika. Model matematika yang digunakan para manajer bisnis umumnya tidak lebih rumit daripada model yang biasa digunakan dalam matematika. Keunggulan model matematika adalah ketelitiannya dalam menjelaskan hubungan antara berbagai bagian dari suatu objek serta menyediakan kemampuan prediksi. Matematika dapat menangani hubungan-hubungan yang berdimensi lebih banyak dibanding model grafik yang hanya dua dimensi atau model fisik yang tiga dimensi. Bagi ahli matematika dan manajer yang menyadari kerumitan sistem bisnis, kemampuan multidimensional model matematik adalah modal yang berharga.

Dan keunggulan yang lainnya adalah Ketelitian dalam menggambarkan entitas membuat model matematika dapat memberikan kemampuan yang tidak dapat dimiliki oleh jenis model lainnya. Model matematika dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi tidak seratus persen akurat. Karena banyak data yang dimasukkan ke dalam model biasanya didasarkan atas berbagai asumsi, maka manajer harus menggunakan pertimbangan dan intuisi untuk mengevaluasi model.

Dengan keunggulan-keunggulan inilah mengapa tim peningkatan berkelanjutan memulai menyelidiki penggunaan pemrograman matematika untuk perencanaan proses tanah liat. Misalnya pada kasus ini dalam penggunaan model matematika para tim dapat memprediksi kelangsungan sumber daya tanah liat yang dibutuhkan, apakah dapat memenuhi kebutuhan hasil proses tanah liat, dapat tercukupi di masa depan dan dapat mencapai efisiensi faktor produksi yang digunakan dalam kegiatan produksi untuk menghasilkan output yang optimal, serta dapat memperhitungkan nilai keakuratan hasil produksinya dengan cara membuat model deskripsi dari sistem sebagai perkiraan (hipotesis) bagaimana sistem bisa bekerja, atau bagaimana kejadian yang akan datang bisa mempengaruhi sistem. Demikian pula, dalam pengkontrolan terhadap suatu sistem, tim dapat mencoba beberapa cara mengontrol melalui simulasi.

Sebuah model matematika dalam optimisasi dan kontrol biasanya menggambarkan suatu sistem sebagai kombinasi dari sekumpulan peubah (variables) dan sekumpulan persamaan yang menyatakan hubungan antara peubah-peubah tersebut. Nilai-nilai dari peubah bisa apa saja berupa bilangan-bilangan alami (real) atau bulat, Boolean atau berupa barisan angka-angka dan karakter (strings). Peubah-peubah tersebut menyajikan beberapa sifat dari sistem, misalnya nilai luaran (output) dari hasil pengukuran, data waktu, alat hitung, banyaknya suatu kejadian muncul atau terulang, dan lain-lain. Dengan penggunaan pemograman matematika ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk dalam pemprosesan tanah liat kasar menjadi produk yang berkualitas tinggi. Dengan satu set peramalan, model pemograman matematika ini sebagai bagian dari sebuah sistem pengambilan keputusan, dapat secara potensial mengarahkan ERP didalam perencanaan organisasional keseluruhan. Model pemograman matematika telah memberikan hasil yang baik dalam organisasi lain dimana merka memiliki hubungan antar bagian.

2. Menurut kelompok kami sistem dan model sebelumnya yaitu : linear kompleks dan integer-gabungan, yang dikembangkan untuk memecahkan jenis masalah yang sama tidak dapat diterapkan secara langsung dalam kasus ini, karena model ini kebanyakan digunakan untuk perencanaan kapasitas dan mempunyai beberapa ribu variabel dan hubungan. Selain itu model ini tidak dapat menggambarkan cara penambangan tanah liat untuk pelanggan dalam detail yang idealnya saat ini diperlukan.

3. Dalam kasus diatas menurut kelompok kami lebih baik meneruskan pengembangan sistem, karena melihat dari berbagai aspek lain dalam pengembangan sistem, bila kita membuat suatu sistem yang baru harus melihat dari penggunaan sumber daya substansial dalam hal uang dan personil yang tidak kecil, oleh karenan itu lebih baik dilakukan pengembangan sistem. Dalam pengembangan sistem diperlukan tahapan analisa sistem seperti analisa kelemahan sistem yang lama, analisa metode, analisa kebutuhan dan analisa kelayakan sehingga menjadi suatu sistem yang baru. Dalam pengambilan keputusan dilihat dari 4 fase Pengambilan Keputusan Simon yaitu Intelligence, Design, Choice dan implementation.

Fase intelligence yang terdiri dari Mengamati lingkungan luar, Menganalisa tujuan organisasi Mengumpulkan data, Mengidentifikasi masalah, Mengkategorikan masalah, Programmed dan non-programmed, Mendekomposisikan menjadi beberapa bagian kecil, Menentukan siapa yang bertanggung jawab atas masalah tersebut. Pada tahap ini para tim mendefinisikan masalah yang timbul dengan menyelidiki dampak potensial dan semua metedologi peningkatan potensial. Peningkatan seperti itu bisa meliputi membuat keputusan dengan lebih baik, membuat keputusan dengan lebih cepat dan seterusnya, lalu langkah berikutnya adalah mencari pengetahuan tambahan, informasi dan keahlian dan menetapkan kemungkinan sukses dengan melibatkan para manajer dan para pengguna potensial.

Fase Design yang terdiri dari Menentukan beberapa rencana alternatif, Menganalisa solusi-solusi yang potensial, Membuat model, Menguji kelayakan, Memvalidasi hasil. Pada tahap ini para tim mengerjakan pengembangan sebuah sistem yang didasarkan pada model mental dan spreadsheet (model matematik sederhana) sederhana dan pengalaman masa lalu. Membuat model forecasting (perkiraan) yang merupakan pengembangan system bertahap atau perencanaan sistem sumber daya perusahaan (ERP). Lalu membuat model matemaika, menguji kelayakannya, menvalidasi hasil dengan cara membuat prakiraan volume penjualan bagian produksi, membuat prakiraan jumlah cacat produksi, bagian investasi membuat prakiraan pembiayaan, dan memprediksi sumber daya yang dibutuhkan.

Fase Choice para ahli memiliki pilihan untuk melanjutkan pengembangan sistem atau tidak. Pilihan ini muncul karena analis menemukan permasalahan menantang untuk membangun sistem yang belum pernah dikembangkan sebelumnya.

Fase implementation terdiri dari Menjelaskan bagaimana sesuatu akan dipercaya, Biasanya, berbasis matematis, Menerapkan sekumpulan alternative. Ini merupakan sebuah keputusan keritis karena pengambilan keputusan dibawah ketidakpastian dimana resiko kegagalan (atau sukses belum dinilai). Analisis permasalahan ini paling menantang karena mereka pada akhirnya harus membangun sebuah sistem yang belum pernah dikembangkan sebelumnya. Konsekwensi dari pengambilan keputusan ini yaitu tim pengembang harus memahami bagaimana tanah liat diproses dan kemudian mengembangkan suatu metodologi untuk membantu para pengambil keputusan.

4. Pada tahun 1999 industri mengalami kecendrungan untuk menurun terutama industri kaolin di Georgie. Hal tersebut dikarenakan adanya permasalahan yang timbul di dalam sistem yang sama /lama. Ketidak beresan membuat sistem tidak beroprasi sesuai dengan harapan, oleh karena itu tim dari perusahaan kaolin mengadakan pengembangan sistem baru menggunakan model pemograman matematika dengan tujuan agar dapat dilakukan perencanaan awal untuk memprediksi langkah apa saja yang harus dilakukan melalui perhitungan-perhitungan yang akurat. Selain itu sistem akan menjadi terkontrol atau bisa dioptimalkan kinerjanya dengan membuat model matematikanya dan membuat barang produk indistri lebih berkualitas sehingga dapat membantu perusahan untuk bersaing didunia luar.

TUGAS SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN : MODEL OPTIMASI PROSES

DISUSUN OLEH : CHOLID DWI CAHYO (15109107) GULAM TALABANI (12109744) KIKI SANTOSO (15109501) STEFANUS DWI PUTRA MEDISA (11108869)

FAKULTAS ILMU KOMPUTER S1 SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA 2012/2013