Anda di halaman 1dari 1

Somasi

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kegiatan Program Pengembangan


Kecamatan (PPK) telah menciptakan sejumlah hubungan perikatan yang berkaitan
erat satu dengan yang lain sehingga apabila terjadi wanprestasi dalam salah satu
perikatan yang ada, maka akan berpengaruh pada perikatan yang lain.

Melihat kondisi tersebut, maka adalah penting perikatan yang dilakukan terjamin
pelaksanaannya dan salah satu caranya adalah dengan melakukan somasi sebagai
langkah awal untuk menyelesaikannya secara hukum.

Untuk lebih jelas mengenai apa dan bagaimana somasi, mari kita bahas bersama-
sama.

Apa yang dimaksud dengan Somasi?

Somasi bersifat memberikan peringatan. Hal ini dilakukan terhitung sejak saat jatuh
tempo atau saat dimana si pihak yang menerima seharusnya telah melakukan
pemenuhan kewajiban berdasarkan perjanjian atau menurut undang-undang.

Karena bersifat peringatan, maka somasi harus melalui surat tertulis. Waktu yang
diberikan kepada pihak yang mempunyai kewajiban untuk memenuhi hutangnya itu,
haruslah waktu yang sepantasnya menurut keadaan tertentu. Yaitu, dengan melihat
kepentingan pihak yang mempunyai kewajiban dengan kepentingan pihak yang
mempunyai hak secara seimbang.

Oleh karena itu, fungsi utama dari suatu somasi bagi yang mempunyai hak adalah
untuk menyatakan lalainya pihak yang mempunyai kewajiban.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa somasi merupakan


upaya dari seseorang yang terikat perjanjian untuk mengingatkan pihak lainnya agar
memenuhi kewajiban yang telah disepakati karena terjadi kelalaian yang dilakukan
oleh pihak yang berkewajiban untuk bersikap tindak sesuai perjanjian yang telah
dibuat.

Somasi sering disebut juga sebagai peringatan tertulis, karena


kedua pihak setuju untuk melakukan sesuatu namun salah satu
pihak lalai dalam pelaksanaannya sehingga merugikan pihak lainnya.

Informasi selengkapnya, silahkan Download Leaflet