Bab 2

Sistem Bilangan Real
2.1. dari Aksioma Bilangan Real Misalkan adalah himpunan bilangan real, P himpunan bilangan positif dan fungsi ‘+’ dan ‘.’ × ke dan asumsikan memenuhi aksioma-aksioma berikut: Aksioma Lapangan Untuk semua bilangan real x, y, dan z berlaku: A1. x + y = y + x A2. (x + y) + z = x + (y + z) A3. ∃0 ∈ sehingga x + 0 = x, untuk setiap x ∈ A4. ∀x ∈ , ∃! w ∈ sehingga x + w = 0 A5. xy = yx A6. (xy)z = x(yz) A7. ∃1 ∈ sehingga 1 ≠ 0, dan x.1 = x ∀x ∈ A8. ∀x ∈ , x ≠ 0, ∃w ∈ sehingga xw = 1 A9. x(y + z) = xy + xz Himpunan yang memenuhi aksioma di atas disebut lapangan (terhadap operasi + dan .). Diperoleh dari A1 bahwa elemen 0 adalah tunggal. Elemen w pada A4 juga tunggal dan dinotasikan dengan ‘–x’. Elemen 1 pada A7 unik dan elemen w pada A8 juga unik dan dinotasikan dengan ‘x–1’ Kemudian didefinisikan pengurangan dan pembagian sebagai berikut: x x – y = x + (–y) dan = xy −1 y Aksioma Urutan Misalkan P adalah himpunan bilangan real positif, P memenuhi aksioma berikut: B1. x, y ∈ P ⇒ x + y ∈ B2. x, y ∈ P ⇒ x.y ∈ B3. x ∈ ⇒ (x = 0) atau (x ∈ P) atau (x ∈ P) Suatu sistem yang memenuhi aksioma lapangan dan aksioma urutan disebut lapangan terurut (ordered field). Sehingga bilangan real adalah lapangan terurut. Begitu juga dengan himpunan bilangan rasional merupakan lapangan terurut. Dalam lapangan terurut didefinisikan x < y yang berarti x – y ∈ P. Kita menuliskan ‘x ≤ y’ untuk ‘x < y’ atau ‘x = y’. Himpunan bilangan real dengan relasi < merupakan himpunan terurut linear. Berdasarkan aksioma urutan diperoleh: a. (x < y) & (z < w) ⇒ x + z < y + w b. (0 < x < y) & (0 < z < w) ⇒ xz < yw c. Tidak ada x sehingga x < x. Bukti : a. Untuk membuktikan x + z < y + w cukup dibuktikan (y + w) – (x + z) ∈ P. Karena x < y maka y – x ∈ P Karena z < w maka w – z ∈ P

a batas atas terkecil dari S. jika (i) c batas bawah S (ii) Jika d batas bawah maka d ≤ c Notasi : c = inf(S) = inf x = inf{x | x ∈ S} * x ∈S x ∈S * Perhatikan ilustrasi berikut: a–ε x0 a Jika a batas atas terkecil. w – z. a batas atas terkecil dari S. Artinya c + ε bukan batas bawah karena ada x0 yang nilainya lebih kecil (bawah) darinya. maka untuk setiap ε > 0 akan selalu ada x0 sehingga x0 < c + ε. jika x ≤ a* untuk setiap x ∈ S 2. ∋ x0 < c + ε 22 . Karena x < x maka x – x ∈ P. jika (i) a batas atas S (ii) Jika b batas atas maka a ≤ b Notasi : a = sup(S) = sup x = sup{x | x ∈ S} 3.Si Karena y – x.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. c batas bawah terbesar dari S. ∃x0 ∈ S. y. Kontradiksi dengan diketahui P himpunan bilangan positif. 1. Untuk membuktikan xz < yw cukup dibuktikan yw – xz Karena 0 < x < y maka y – x ∈ P dan x – 0 = x ∈ P Karena 0 < z < w maka w – z ∈ P dan w – 0 = w ∈ P Karena y – x. maka untuk setiap ε > 0 akan selalu ada x0 sehingga x0 > a – ε. dan w ∈ P maka berdasarkan B1 dan B2 diperoleh: w(y – x) + x(w – z) = yw – wx + wx – xz = yw – xz ∈ P c. Jadi pengandaian salah yang benar tidak ada x sehingga x < x. a* batas atas S. b. ∋ x0 > a – ε 2. c x0 c+ε Jika c batas bawah terbesar. w – z ∈ P maka berdasarkan aksioma B1 diperoleh y – x + w – z = y + w – x – z = (y + w) – (x + z) ∈ P. maka definisi supremum dan infimum dapat dinyatakan dalam notasi matematis sebagai berikut: 1. c batas bawah S. c ≤ x (ii) ∀ε > 0. jika (i) ∀x ∈ S. Akibatnya 0 ∈ P. c batas bawah terbesar dari S. a – ε bukan batas atas karena ada x0 yang nilainya lebih besar (atas) darinya. Definisi (Supremum dan Infimum) : Misalkan S ⊂ . ∃x0 ∈ S. x ≤ a (ii) ∀ε > 0. jika c ≤ x untuk setiap x ∈ S 4. Artinya. jika (i) ∀x ∈ S. Andaikan ada x sehingga x < x. Dari dua ilustrasi di atas. S.

∀b ∈ B . p + q ≥ a + b. Jadi. Salah satu kegunaan * adalah untuk mendefinisikan sup(S) dan inf(S) untuk semua S himpunan himpunan bagian dari yang tidak kosong S.( ii ) ∀ε > 0. ∃b0 ∈ B ∋ b0 > q − ε 2 Dari (i) dan (iii) diperoleh p + q ≥ a + b.Si Contoh Soal : Misalkan A dan B terbatas.( i ) p ≥ a . Dengan demikian kita dapat mendefinisikan bilangan real yang berkorespondensi dengan sembarang bilangan asli. S.∞ = ∞ jika x > 0 x.. 2. maka inf(S) = –∞ Jadi. Relasi < diperluas definisinya pada * menjadi –∞ < x < ∞ untuk setiap x ∈ . ∀a + b ∈ A + B ………………. ∀a ∈ A . maka sup(S) = ∞ Jika S tidak terbatas di bawah.3. Buktikan bahwa sup(A + B) = sup(A) + sup(B) dengan A + B = {a + b | a ∈ A dan b ∈ B} Jawab : Misal p = sup(A) dan q = sup(B).( iv ) ∀ε > 0. Jika S tidak terbatas di atas. ∃a 0 ∈ A ∋ a 0 > p − ε 2 dan q = sup( B ) ⇔ . ∃a0 ∈ A dan b0 ∈ B sehingga a0 + b0 > (p + q) – ε ……………………………. Karena p = sup( A ) ⇔ . x + ∞ = ∞. Bilangan Asli dan Bilangan Rasional sebagai Subset dari Bilangan Real Kita telah menggunakan simbol 1 bukan hanya untuk menyatakan bilangan asli pertama tetapi juga bilangan real ‘spesial’ seperti yang dituliskan dalam aksioma A7.(±∞) = ∓ ∞ Sedangkan operasi ∞ – ∞ tidak didefinisikan. –∞ – ∞ = –∞ ∞. ∀a ∈ A dan b ∈ B. x – ∞ = –∞ x. (*) Jadi p + q batas atas dari A + B Dari (ii) dan (iv) diperoleh ∀ε > 0. –∞. Tetapi. 0.(±∞) = ±∞. didefinisikan bilangan real 3 sebagai 1 + 1 + 1.∞ = 0. yang tidak kosong dan terbatas di atas mempunyai batas atas yang tidak kosong dan terbatas di bawah mempunyai batas Bilangan Real yang Diperluas Untuk memperluas sistem bilangan real .2. (**) Dari (*) dan (**) terbukti bahwa p + q = sup(A + B) Aksioma Kelengkapan Setiap himpunan bagian dari terkecil (supremum). maka ditambahkan elemen ∞ dan –∞. didefinisikan sup(∅) = –∞. 2. Berdasarkan prinsip rekursif maka terdapat sebuah fungsi ϕ : → yang memetakan bilangan asli ke bilangan real dengan definisi sebagai berikut: 23 . Kemudian didefinisikan ∀x ∈ .Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. Himpunan baru ini disebut himpunan bilangan real yang diperluas * .( iii ) q ≥ b .–∞ = –∞ jika x > 0 dan ∞ + ∞ = ∞. Setiap himpunan bagian dari bawah terbesar (infimum). Pertama.

Berdasarkan induksi di atas. diperoleh ϕ(p) < ϕ(p + 1) = ϕ(p) + 1 Jadi. Berdasarkan prinsip induksi. Diperoleh ϕ(p + n) = ϕ(p) + ϕ(n) Untuk n = 1 ϕ ( p + 1) = ϕ ( p ) + 1 = ϕ ( p ) + ϕ (1) Jadi pernyataan benar untuk n = 1. Bukti : Akan dibuktikan ϕ monoton naik. Asumsikan pernyataan benar untuk n = k. Selanjutnya. Karena p < q maka q = p + n untuk setiap n ∈ Akan dibuktikan bahwa ϕ(p) < ϕ(p + n) Bukti dengan induksi Untuk n = 1. yaitu: ϕ ( p + ( k + 1)) = ϕ (( p + k ) + 1) = ϕ( p + k ) + 1 = ϕ( p ) + ϕ( k ) + 1 = ϕ ( p ) + ϕ ( k + 1) Jadi pernyataan benar n = k + 1. terbukti bahwa ϕ(p + q) = ϕ(p) + ϕ(q) Kedua: Misalkan q = n . Dengan kata lain. terbukti ϕ monoton. Artinya. ϕ(p + (k + 1)) = ϕ((p + k) + 1) = ϕ(p + k) + 1 > ϕ(p) + 1 > ϕ(p) Jadi.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. juga dapat dibuktikan (dengan induksi matematika) bahwa ϕ(p + q) = ϕ(p) + ϕ(q) dan ϕ(pq) = ϕ(p) ϕ(q) Bukti : Pertama: Misalkan q = n .Si ϕ(1) = 1 ϕ(n + 1) = ϕ(n) + 1 (Catatan: 1 menyatakan bilangan real pada sisi kanan dan bilangan asli pada sisi kiri) Kita harus menunjukkan bahwa fungsi ϕ adalah fungsi satu-satu. yaitu berlaku ϕ(p) < ϕ(p + k) Akan dibuktikan pernyataan benar untuk n = k + 1. Untuk menunjukkannya cukup ditunjukkan bahwa fungsi ϕ monoton. S. ϕ(p) < ϕ(p + (k + 1)). Artinya pernyataan benar untuk n = k + 1. Asumsikan pernyataan benar untuk n = k. Diperoleh ϕ(pn) = ϕ(p) ϕ(n) 24 . pernyataan benar untuk n = 1. jika p < q maka ϕ(p) < ϕ(q) dengan p . ∀n ∈ . q ∈ . ∀n ∈ . yaitu ϕ(p + k) = ϕ(p) + ϕ(k) Akan dibuktikan pernyataan benar untuk n = k + 1. terbukti ϕ satu-satu.

Oleh karena itu ada k ∈ S sehingga 1 k> y−2 Jika kedua ruas ditambah 1. dan relasi <. ada n ∈ sehingga x < n (Setiap bilangan real yang disebutkan. Artinya ada korespondensi satu-satu antara himpunan bilangan asli dengan himpunan dapat bagian dari bilangan real yang mengawetkan operasi penjumlahan. Misalkan y = sup(S) 1 Karena y supremum.Si Untuk n = 1 ϕ(p1) = ϕ(p) = ϕ(p)1 = ϕ(p)ϕ(1) Jadi pernyataan benar untuk n = 1. maka y − 2 bukan batas atas. yaitu: ϕ(pk) = ϕ(p)ϕ(k) Akan dibuktikan pernyaaan berlaku untuk n = k + 1. 1 Ekuivalen. diperoleh 1 k +1> y + 2 > y Karena y supremum. dan . ada korespondensi 1-1 25 . jika x < y maka ∃r ∈ sehingga x < r < y. x ≥ 0 Sehingga himpunan S mempunyai batas atas yaitu x. diambil n = 0. Aksioma Archimedes : Untuk setiap x ∈ . didefinisikan himpunan S = {k ∈ |k ≤ x } . Jika tidak demikian. maka diperoleh himpunan bilangan bulat yang merupakan subset dari . terbukti bahwa ϕ(pq) = ϕ(p) ϕ(q) Sehingga ϕ memberikan korespondensi satu-satu antara himpunan bilangan asli dengan subset bilangan real. Berdasarkan prinsip induksi. Karena k + 1 bilangan bulat yang bukan elemen S. maka k + 1 ∉ S . Kemudian mendefinisikan pembagian bilangan-bilangan bulat diperoleh himpunan bilangan rasional . Asumsikan pernyataan benar untuk n = k. maka k+1>x Jadi dipilih n = k + 1 ∈ . (cool!!) Akibat : Terdapat suatu bilangan rasional diantara dua bilangan real sembarang Dengan kata lain. Karena S tidak kosong dan terbatas di atas maka S mempunyai supremum (aksioma kelengkapan). S. S tidak kosong karena paling tidak S memuat 1 elemen yaitu x. perkalian. pasti ada bilangan bulat yang lebih besar darinya) Bukti : Jika x < 0. Proposisi : Setiap himpunan terurut isomorf dengan . Jadi dipandang sebagai himpunan bagian dari . Dengan mendefinisikan selisih bilangan-bilangan asli. dan .Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. Jadi himpunan bilangan real isomorf1 dengan . . Dari definisi di atas. . yaitu: ϕ ( p( k + 1)) = ϕ ( pk + p ) = ϕ ( pk ) + ϕ ( p ) = ϕ ( p )ϕ ( k ) + ϕ ( p ) = ϕ ( p ) (ϕ ( k ) + 1) = ϕ ( p )ϕ ( k + 1) Jadi pernyataan benar n = k + 1.

diambil n ∈ sehingga n > –x atau n + x > 0. menurut pembuktian di atas. Dari sini jelas S memiliki batas bawah. p −1 p −1 < y atau y > q q Sehingga p −1 p p 1 p −1 < y ≤ dan x = y − ( y − x ) < − = q q q q q Jadi. S. yaitu y. Karena S ≠ ∅ dan terbatas ke bawah maka S memiliki infimum. Dari sini dipilih r = q Jika x < 0. p p misalkan p = inf(S) dan p ∈ + . Bilangan q inilah yang diambil sebagai q q q 4 bilangan bulat yang lebih besar dari (y – x)–1 Bukti : Jika x ≥ 0. misalkan p. 2 Pendefinisian ini didasarkan pada hipotesis bahwa y paling besar. Idenya adalah agar himpunan mempunyai infimum. maka untuk setiap bilangan real (y – x)–1 ada q ∈ sehingga 1 1 q > ( y − x )−1 atau y − x > ⇔ < y − x q q Misalkan ⎧ ⎫ n S = ⎨n ∈ + | ≥ y ⎬ q ⎩ ⎭ S ≠ ∅ karena paling tidak y ∈ S. 3 Berdasarkan Aksioma Kelengkapan 4 Berdasarkan Aksioma Archimedes 26 .Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni.Si Konstruksi bukti : Diketahui x < r < y. q q q ⎧ ⎫ n Didefinisikan2 himpunan S = ⎨n ∈ + | ≥ y ⎬ . Selain itu p – 1∉ S. Dari definisi S tersebut S terbatas ke bawah. dan q q p −1 ∈ yang jelas terletak diantara x dan y. Oleh karena itu q q p p −1 p p −1 < y . ada r ∈ dengan n + x < r < y < y + n atau x < r – n < y. Jadi. berarti dicari bilangan n . q q p −1 p −1 < y atau y > . Oleh karena itu. p −1 p −1 x< < y. Karena p ∈ S maka p p ≥ y atau y ≤ q q Karena p ∈ S maka p – 1∉ S. misalkan p = inf(S). Jadi. q ∈ sehingga r = n n n dengan x < dan < y . dibentuk himpunan dengan anggota-anggota bilangan rasional dan bernilai lebih besar dari y. Jadi −( y − x ) < atau Di lain pihak x = y − ( y − x ) < − ( y − x ) < q q q q p p −1 1 − < ( y − x ) ⇔ y − x > ⇔ q > ( y − x )−1 . Jelas r – n bilangan rasional. Karena p ∈ S maka ≥ y atau y ≤ . q ⎩ ⎭ Karena S terbatas ke bawah dan S tidak kosong maka S memiliki batas bawah terbesar3.

m ≥ N ) ( x n − x m < ε ) Kriteria Cauchy : Barisan bilangan real <xn> konvergen5 jika dan hanya jika <xn> barisan Cauchy. ∃N ∋ ∀n ≥ N . S. δ) = {y | |x – y| < δ} = (x – δ. ∃n ∋ ∀k ≥ n. Bilangan real l dikatakan limit barisan <xn> jika untuk setiap ε positif terdapat bilangan N sehingga untuk setiap n ≥ N berlaku |xn – l| < ε.sup{x 2 . jika ∀∆ > 0. xk < l + ε (ii) ∀ε > 0 dan ∀n. xk > l – ε (ada paling sedikit satu titik xk sehingga xk > l – ε Untuk bilangan real yang diperluas ∞ adalah limit superior <xn> jika dan hanya jika ∀∆ dan n terdapat k ≥ n sedemikian sehingga xk ≥ ∆.4. x n > ∆ lim x n = −∞. terdapat sedikitnya satu titik xN sehingga |xN – l| < ε.. x 2 ... inf{x 2 . jika ∀∆ > 0. Barisan Bilangan Real Barisan bilangan real <xn> adalah suatu fungsi yang memetakan setiap bilangan asli n ke bilangan real xn. x + δ) menyatakan bola yang berpusat di x dan berjari-jari δ. Jika <xn> adalah suatu barisan. Bilangan real –∞ adalah limit superior <xn> jika dan hanya jika –∞ = lim xn. lim x n = ∞.Si 2.. b) = {x | a < x < b}. Himpunan Terbuka dalam Bilangan Real Selang buka (a. Notasi limit ini diperluas untuk memasukkan bilangan ∞ (pada * )sebagai berikut. jika ∀ε > 0. ∃k ≥ n.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. ∋ xn ∈ S(l. x 2 .. Bilangan real l dikatakan limit superior dari barisan <xn> jika dan hanya jika : (i) ∀ε > 0. B(x..5.}. l = lim x n ⇔ ( ∀ε > 0 )( ∃N ) ∋ ( n ≥ N ) ( x n − l < ε ) Barisan bilangan real <xn> disebut barisan Cauchy jika untuk setiap ε positif terdapat bilangan N sehingga untuk setiap n.... l = ∞ titik limit dari barisan <xn>.} n k ≥n Sifat-sifat: 1) lim ( −x n ) = −lim x n 2) lim x n ≤ lim x n 3) lim x n = l (pada * ) ⇔ l = lim x n = lim x n 4) lim x n + lim y n ≤ lim ( x n + y n ) ≤ lim x n + lim y n ≤ lim ( x n + y n ) ≤ lim x n + lim y n 2.... Limitnya ada Diantara supremum-supremum tersebut. m ≥ N berlaku |xn – xm| < ε.} 6 n k ≥n Misalkan S(l. ε). ∃N ∋ ∀n ≥ N .}.. ∃N. Jadi titik l dikatakan titik limit (Cluster Point) dari barisan <xn> jika ∀ε > 0.. x 3 . x 3 .}. ε) = {x ∈ Simbol lim dan lim sup keduanya digunakan untuk limit superior.. Limit inferior didefinisikan sebagai lim x n = lim inf x n = sup inf x k = sup{inf{x 1 . didefinisikan limit superior sebagai lim x n = lim sup x n = inf sup x k = inf{sup{x 1 . Bilamana konsep ini diperluas pada * .. jika ∀∆ > 0 terdapat paling sedikit satu titik xN sehingga xN ≥ ∆. δ) adalah selang buka. manakah infimumnya? 5 6 27 .}. Notasi B(x. x n < −∆ : |x – l| < ε}. Jadi x n barisan Cauchy ⇔ ( ∀ε > 0 )( ∃N ) ∋ ( n .. Dalam bilangan real. maka l = lim xn.. ∀n ≥ N Pada kasus ini l adalah titik limit (cluster point) dari <xn>... Secara matematis.

δ ) ⊂ Oi . .n . .B( x . δn}. δ1) ⊂ O1 dan B(x. maka terdapat δ1 > 0 sehingga B(x. Bukti : Diambil sebarang x ∈ O1 ∩ O2. δ ) ⊂ ∩ Oi . δ1) ⊂ O1 Karena x ∈ O2 dan O2 terbuka. δ2) ⊂ O2. n Another version (alternate soln) : Diambil sebarang x ∈ ∩ Oi . δ2. Selang buka adalah contoh dari himpunan terbuka. Jadi B(x. Karena x ∈ On dan On terbuka.∃δ i > 0 ∋ B( x . i = 1. δ2) ⊂ O2 Demikian seterusnya. i = 1. Akan ditunjukkan ∃δ > 0 sehingga B(x. . δ) berlaku t ∈ B(x. Akibat : Irisan sejumlah berhingga himpunan terbuka adalah terbuka. ∃δ > 0 ∋ B( x . Karena x ∈ O1 ∩ O2. δ2}.Si Definisi : Himpunan O dikatakan terbuka di jika ∀x ∈ O . δ) ⊂ O1 dan B(x. Sehingga B(x. δ = min{δ i }. diperoleh |t – x| < δ < δ1 dan |t – x| < δ < δ2 Dengan kata lain. δi) ⊂ Oi. δ) ⊂ O2. Karena O1 dan O2 terbuka maka ∃δ1. Maka B(x. Bukti : Misal Oi . Karena x ∈ O1 dan O1 terbuka. Himpunan kosong dan himpunan terbuka.x ∈ Oi . ∀x ∈ O selalu terdapat selang buka I yang memuat x sehingga I ⊂ O. maka x ∈ O1 dan x ∈ O2. . n yang berakibat bahwa B( x . Akan dibuktikan x ∈ ∩ Oi ⇔ . δ2). δ) ⊂ O1 ∩ O2. Jadi terbukti bahwa i =1 n i =1 ∩O i =1 n i terbuka Konvers dari proposisi di atas diberikan pada proposisi sebagai berikut 28 .Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. Artinya |t – x| < δ1 dan |t – x| < δ2 Dengan mengambil δ = min(δ1.. δ) ⊂ B(x. …. maka terdapat δn > 0 sehingga B(x. i = 1. Maka. 2. δn) ⊂ On Diambil δ = min{δ1. S. δ1) dan t ∈ B(x. ∩O i =1 n i terbuka. δ ) ⊂ O Dengan kata lain.n . n himpunan terbuka.n ⇔ . i = 1. δ i ) ⊂ Oi . δ2 > 0 sehingga B(x. maka terdapat δ2 > 0 sehingga B(x. i = 1. Jadi. juga contoh dari Proposisi : Jika O1 dan O2 terbuka maka O1 ∩ O2 terbuka. jelas bahwa δ > 0. maka x ∈ Oi dengan Oi terbuka ∀i. …. i =1 n ∩O i =1 n i terbuka. ⇔ . δ) ⊂ O1 ∩ O2. δ2). ∀t ∈ B(x. dengan δ = min{δ1.

Bukti : x ∈ ∪ O ⇔ . y) ⊂ O. dan a = inf {z | (z. O merupakan gabungan selang-selang buka yang saling asing. Diperoleh a ≤ c. Jadi. Secara sama. Jadi. y) ⊂ O}. Kontradiksi dengan definisi b. b + ε) ⊂ O atau (x. Secara sama dapat dibuktikan bahwa a ∉ O.x ∈ O . Karena O terbuka maka terdapat δ > 0 sehingga B(x. Karena a ∉ O.Si Proposisisi : Setiap himpunan terbuka di merupakan gabungan terhitung dari selang-selang terbuka yang saling asing. maka untuk setiap x ∈ O terdapat y > x sedemikian sehingga (x. untuk suatu O ∈ C ⇔ . Misalkan b = sup {y | (x. O∈C O∈C x ∈∪O O∈C 7 Aksioma Archimedes 29 . maka c ∉ (a. Sehingga setiap dua selang yang berbeda di {Ix} pasti saling asing. Andaikan b ∈ O. Proposisi : Jika C koleksi himpunan terbuka di .∃δ > 0 ∋ B( x . d) sebarang dua selang di O dengan beberapa titik yang sama. δ ) ⊂ O∈C ∪O . Akibatnya (a. y) ⊂ O. berdasarkan definisi b di atas. Diperoleh c ≤ a. Klaim b ∉ O. δ) ⊂ O∈C ∪ O . Setiap selang buka memuat bilangan rasional7. S. O∈C ∪ O himpunan terbuka di O∈C Another version (with countable revision) : Diambil sebarang x ∈ ∪ O . Misalkan (a. Klaim Ix ⊂ O. Jadi w ∈ O. Terakhir tinggal ditunjukkan O terhitung. diperoleh b = d. sebut x < w < b. d). δ ) ⊂ O . maka ada ε > 0 sehingga (b – ε. untuk suatu O ∈ C O∈C ⇔ . Karena O gabungan selang-selang buka yang saling asing dan setiap interval buka memuat bilangan rasional maka terdapat korespondensi 1-1 antara O dengan himpunan bilangan rasional atau himpunan bagiannya. Jadi terbukti bahwa untuk setiap ∪ O yang berarti ∪ O terbuka. Jadi O terhitung.∃δ > 0 ∋ B( x . b). b) adalah selang terbuka yang memuat x. δ) ⊂ O ⊂ terdapat δ > 0 sehingga B(x. Himpunan {Ix}. maka c ∉ (c. Karena c ∉ O. x ∈ O merupakan koleksi selang-selang buka. maka terdapat O ∈ C sehingga x ∈ O. Bukti : Misalkan O sebarang himpunan terbuka di . Karena setiap x di O termuat di Ix dan setiap Ix termuat di O. maka diperoleh bilangan y > w sehingga (x. Karena O terbuka. b) = (c. Maka haruslah c < b dan a < d. b + ε) ⊂ O. diperoleh O = ∪ I x . x) ⊂ O} maka a < x < b dan Ix = (a. Jadi a = c. maka O∈C ∪ O himpuan terbuka di .Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. b) dan (c. Diambil sebarang w ∈ Ix. d).

6. maka terdapat selang buka Ix sehingga x ∈ Ix ⊂ O. berarti y ∈ (x – δ. Himpunan Tertutup Penutup himpunan E dinotasikan E Definisi : x ∈ E ⇔ ∀δ > 0. x + δ). Karena → 0 . Jadi. 1]. Sebagai contoh. setiap selang terbuka yang memuat x. Contoh : E = (0. Sehingga x = 0 ∈ E . Diperoleh subset terhitung {Oi }i =1 dari C. Maka terdapat himpunan O ∈ C. Karena koleksi semua selang buka dengan titik akhir bilangan rasional adalah terhitung. maka ∀δ > 0. |yn – 0| < δ 1 1 Pilih y n0 = ∈ (0.1] . maka ⎛ 1 1⎞ . ⎟ selang terbuka. juga memuat suatu titik (yaitu y) di E. dan U = ∞ O∈C ∪ O = ∪ Oi i =1 ∞ 2. Apakah x = 0 ∈ E ? ∀δ > 0. n0 n Jadi. ∀δ > 0. On = ⎜ − . |yn – 0| < δ. ∃y ∈ E ∋| x − y |< δ Dengan kata lain. Tentukan E . Diperoleh9 bahwa terdapat selang buka Jx dengan titik akhir bilangan rasional sehingga x ∈ Jx ⊂ Ix.1] ∋ | x − y |< δ yn = 1 →0 n Perhatikan bahwa ∀δ > 0. E = [0. maka himpunan {Jx}. ∋ |yn – 0| < δ. ∃y ∈ E = (0. Sehingga ∀δ > 0. y ∈ (x – δ. ∀n ≥ n0 atau. Karena O terbuka. maka terdapat {Oi} subkoleksi terhitung dari C ∞ ∪ O = ∪ Oi i =1 Bukti : Misal U = ∪{O |O ∈ C } Diambil sebarang x ∈ U.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. tetapi ⎝ n n⎠ O∈C ∞ ∩O ∩O n =1 8 belum tentu = {0} bukan n Proposisi (Lindelöf) : Misalkan C koleksi himpunan terbuka di sedemikian sehingga O∈C . jika C koleksi himpunan terbuka di himpunan terbuka di himpunan hingga di . x + δ). 8 9 30 .1] . ∃n0 ∈ N. x ∈U Untuk setiap selang di {Jx} pilih himpunan O di C yang memuat Jx. dengan x ∈ O. Jadi. Irisan tak berhingga himpunan-himpunan terbuka Lihat proposisi : Jika x dan y bilangan real dan x < y maka terdapat bilangan rasional r sehingga x < r < y 10 |x – y| < δ.Si Perlu diperhatikan bahwa. x ∈ U terhitung dan U = ∪ J x . S. x ∈ E . jika setiap selang buka yang memuat x juga memuat suatu titik di E10. jelas E ⊂ E .

Karena A ⊂ B. S.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. karena B ⊂ A ∪ B maka B ⊂ A ∪ B .∀δ > 0. maka ∃y ∈ A ∋ |y – x| < δ. x ∉ A ∪ B .1] = F 3) Selang [a. Jadi.Si Proposisi : 1. Ini berarti. Karena x ∈ A . maka tidak ada y ∈ A ∪ B dengan |y – x| < δ. x ∈ A ∪ B . δ ) ⇔ . berdasar 1) di atas maka A ⊂ A ∪ B . maka y ∈ A atau y ∈ B. Jadi terbukti A ⊂ B . Bukti lain : Diambil sebarang δ > 0 dan x ∈ A ∪ B . yaitu jika F memuat semua titik-titik clusternya. b] dan [1. Oleh karena itu terbukti bahwa ∅ ⊂ ∅ . Jadi. ∋| y − x |< δ ⇔ .∀δ > 0. Diambil sebarang δ > 0 dan x ∈ A . Disini dibuktikan kontraposisinya. Menurut definisi. Karena A ⊂ A ∪ B. yaitu jika x ∉ A ∪ B maka x ∉ A ∪ B . maka y ∈ B ∋ |y – x| < δ. tinggal dibuktikan ∅ ⊂ ∅ . Definisi : Himpunan F disebut tertutup (closed) jika F = F Menurut definisi F ⊂ F . A ∪ B ⊂ A ∪ B . 31 . Akan dibuktikan bahwa ∅ = ∅ Bukti : Dari definisi. Jika A ⊂ B maka A ⊂ B 2. A ∪ B = A ∪ B Bukti : 1. Contoh : 1) F = (0. sebab F = [0. 1] bukan himpunan tertutup. x ∉ A ⇒ ∃δ 1 > 0 ∋ tidak ada y ∈ A dengan | x − y |< δ 1 x ∉ B ⇒ ∃δ 2 > 0 ∋ tidak ada y ∈ B dengan | x − y |< δ 2 Diambil δ = min{δ1. 2. ∋ y ∈ B( x . ∃y ∈ A ∪ B ∋| y − x |< δ Karena y ∈ A ∪ B. Kemudian. Proposisi : Penutup himpunan E adalah tertutup. x ∈∅ ⇔ . x ∈ B .x ∈ ∅ Jadi. Hal yang sama. Karena x ∉ A ∪ B . ∅ ⊂ ∅ . sebab F = [0. x ∈ A ∪ B ⇒ ∀δ > 0. Untuk y ∈ A dengan |y – x| < δ diperoleh x ∈ A Untuk y ∈ B dengan |y – x| < δ diperoleh x ∈ B Jadi. akan dibuktikan bahwa A ∪ B ⊂ A ∪ B . maka x ∉ A dan x ∉ B .1] ≠ F 2) F = [0. ∞] adalah himpunan tertutup adalah himpunan tertutup 4) 5) F = ∅. ∃y ∈∅. maka himpunan F disebut tertutup jika F ⊂ F . δ2}. ∃y ∈ ∅. jika x ∉ A ∪ B maka x ∉ A ∪ B . Jadi. ∅ ⊂ ∅ . 1] himpunan tertutup.

x ∈ E ⇔ ∀δ > 0. Karena B(x. Misalkan x ∈ E . maka x ∉ Oc. Menurut definisi. Misalkan y ∈ B(x. Komplemen himpunan terbuka adalah tertutup 2. δ) ⊂ O maka y ∈ O. ∃y ∈ E . Misalkan O himpunan terbuka. Dari definisi O c ⊂ O c . <|z − y | +| y − x | Ini berarti x ∈ E . x ∈ F1 ∪ F2 = F1 ∪ F2 . ∋| y − x |< δ 2 Jadi. Komplemen himpunan tertutup adalah terbuka Bukti : 1. Proposisi : Jika F1 dan F2 tertutup. Jadi cukup dibuktikan O c ⊂ O c . Proposisi : 1. untuk δ di atas. Jadi terbukti bahwa ∩{F | F ∈ C } ⊂ ∩{F | F ∈ C } . 32 . Bukti : Akan dibuktikan bahwa F1 ∪ F2 = F1 ∪ F2 . Jadi. Karena y ∈ ∩{F | F ∈ C } maka y ∈ F untuk setiap F ∈ C dengan |y – x| < δ. Akan dibuktikan bahwa x ∈ F1 ∪ F2 . =|z − y + y − x | . Dari definisi. cukup dibuktikan ∩{F | F ∈ C } ⊂ ∩{F | F ∈ C } . δ) ⊂ O. Akan dibuktikan bahwa O c = O c . diperoleh bahwa x ∈ F untuk setiap F ∈ C. δ). maka F1 ∪ F2 tertutup.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. Akan dibuktikan bahwa ∩{F | F ∈ C } ∩{F | F ∈ C } = ∩{F | F ∈ C } . ∃δ > 0 sehingga B(x. Dari sini maka. Menurut proposisi sebelumnya. maka x ∈ F1 ∪ F2 . terdapat z ∈ E sehingga |z − y |< δ 2 . S. Maka untuk setiap δ > 0 terdapat y ∈ ∩{F | F ∈ C } tertutup. Diambil sebarang x ∈ ∩{F | F ∈ C } . Akan dibuktikan kontraposisinya. Dari definisi. Menurut definisi. maka ∀x ∈ O. Karena O terbuka. Karena F tertutup maka F = F akibatnya x ∈ F. E ⊂ E .Si Bukti : Akan dibuktikan E = E . < δ 2 +δ 2 = δ Karena y ∈ E maka untuk δ di atas. terdapat z ∈ E sehingga |z − x |. Karena x ∈ O. jelas bahwa F1 ∪ F2 ⊂ F1 ∪ F2 sehingga cukup dibuktikan F1 ∪ F2 ⊂ F1 ∪ F2 Diambil sebarang x ∈ F1 ∪ F2 . x ∈ ∩{F | F ∈ C } . Sehingga ∩{F | F ∈ C } tertutup. untuk setiap F ∈ C. Proposisi : Irisan koleksi himpunan tertutup adalah tertutup Bukti : Misalkan C koleksi himpunan-himpunan tertutup. yaitu sehingga |y – x| < δ. tinggal dibuktikan E ⊂ E . Karena F ∈ C maka F tertutup. Karena F1 dan F2 tertutup.

δ). Misalkan F himpunan tertutup. ∀x ∈ F. Diambil sebarang x ∈ Fc. untuk setiap y ∈ F berlaku y ∉ B(x. Demikian juga dengan istilah ‘selimut hingga’ tidak menunjukkan bahwa selimutnya merupakan himpunan berhingga.7.. i =1 n Bukti : (see ‘Real Analysis’. ∃δ > 0 sehingga ∀y ∈ E. Fungsi f dikatakan kontinu pada (contiuous on) A subset dari E jika f kontinu di setiap titik dari A. Royden. Dalam hal ‘selimut terbuka’. tidak ada y ∈ Oc sehingga |y – x| < δ. Karena F tertutup. dan kontinu seragam pada E11. Definisi : Fungsi f dikatakan kontinu di titik (continuous at the point) x ∈ E jika ∀ε > 0. Jika setiap O ∈ C terbuka. akan dibuktikan bahwa terdapat δ > 0 sehingga B(x. jika |y – x| < δ maka y ∈ O.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. . dengan |y – x| < δ maka |f(x) – f(y)| < ε. y ∈ E. Artinya. untuk setiap y ∉ Fc maka y ∉ B(x. Jadi. jika C adalah koleksi himpunan terbuka sehingga F ⊂ ∪{O : O ∈ C } maka ada koleksi berhingga {O1. Jika δ > 0 diambil sembarang. Bukti : 11 Pembedaan ini hanya terlihat dari bagaimana ketergantungan pemilihan δ terhadap yang lain (x.L. y. . Karena x ∈ Fc maka x ∉ F. Artinya ada titik x1 dan x2 di dalam F sehingga f(x1) ≤ f(x) ≤ f(x2). x ∉ O c 2. maka x ∉ F = F .. S.Si Sehingga. kontinu pada E. . O2. Maka setiap selimut terbuka dari F mempunyai selimut bagian yang berhingga. kata sifat ‘terbuka’ tersebut menunjukkan sifat himpunan-himpunan dalam selimut dan tidak bermakna ‘diselimuti oleh himpunan terbuka’. Untuk selanjutnya. δ) ⊂ Fc. maka koleksi C disebut selimut hingga (finite covering). Artinya. Akan dibuktikan kontraposisinya. Proposisi : Misalkan f fungsi bernilai real yang kontinu dan didefinisikan pada F. Akan dibuktikan bahwa Fc terbuka. atau δ) 33 . maka f terbatas pada F dan mempunyai titik maksimum dan minimum pada F. jika ∀ε > 0. Koleksi himpunan C disebut selimut (covers) dari himpunan F jika F ⊂ ∪{O : O ∈ C } dalam hal ini koleksi himpunan C disebut menyelimuti (covering) F. Berikut ini definisi-definisi kontinu di titik. H. ∃δ > 0 sehingga ∀x. On} pada C sehingga F ⊂ ∪ Oi . jika disebutkan f kontinu. Sehingga. maka koleksi C disebut selimut terbuka (open covering) dari F. tidak ada y ∈ F sehingga untuk setiap δ > 0 yang diberikan berlaku |y – x| < δ. 2. maka cukup dibuktikan B(x. Jika C hanya memuat sejumlah berhingga himpunan-himpunan. Sesuai definisi penutup. page 45) Fungsi Kontinu Misalkan f fungsi bernilai real dengan domain E merupakan himpunan bilangan real. δ). Teorema (Heine-Borel) : Misalkan F tertutup dan terbatas pada . 3rd ed. Fungsi f dikatakan kontinu seragam pada (uniformly continuous on) E. dengan |y – x| < δ maka |f(x) – f(y)| < ε. Jika F kontinu dan terbatas. Dengan kata lain. maka yang dimaksud adalah f kontinu pada domainnya. δ) ⊂ Fc.

|f(x) – fn(x)| < ε. 2. ∀n ≥ N. Eksistensi aljabar-σ ini dijamin oleh proposisi14 3 di Bab I. Royden. page 48) Definisi : Misalkan <fn> barisan fungsi pada E. Lebih lanjut. Bukti : (see ‘Real Analysis’.L.L. jika ∀x ∈ E dan ε > 0. 3rd ed. Fungsi f kontinu pada hanya jika f–1(O) terbuka untuk setiap O himpunan terbuka di . Sehingga. selang buka (a. ∃N12 sehingga |f(x) – fn(x)| < ε. Jika f(a) ≤ f(y) ≤ f(b) atau f(b) ≤ f(y) ≤ f(a) maka ada c ∈ [a. H.8. Royden.L. himpunan D dikatakan memiliki tipe Fσ jika dapat ditulis D = ∪ Fn untuk setiap himpunan tertutup Fn di R. page 47–48) jika dan Teorema (Teorema Nilai Antara) : Misalkan f fungsi bernilai real dan kontinu pada [a. n =1 ∞ Jika F himpunan tertutup. jika ∀ε > 0.. 3rd ed. H. σ untuk jumlah).. = ∅ yang merupakan himpunan tutup. aljabar-σ terkecil ini juga memuat semua himpunan-himpunan tertutup dan memuat pula semua selang-selang buka. page 47) Proposisi : Misalkan f fungsi bernilai real yang didefinisikan pada . maka F memiliki tipe Fσ sebab F dapat ditulis menjadi F = ∪ Fn n =1 ∞ dengan F1 = F. Sebagai contoh. Barisan <fn> dikatakan konvergen titik demi titik (converge pointwise) pada E ke fungsi f. b] sedemikian sehingga f(c) = y. maka terdapat aljabar-σ terkecil R yang memuat C. Barisan <fn> dikatakan konvergen seragam (converge uniformly) pada E ke fungsi f. sebab Pemilihannya bergantung pada x Pemilihannya tidak bergantung pada x 14 Proposisi : Misalkan C koleksi himpunan bagian dari X. b]. himpunan bilangan rasional adalah gabungan dari koleksi terhitung himpunanhimpunan tertutup yang setiap himpunannya memuat tepat satu anggota. Royden. Juga. ∃N13 sehingga ∀x ∈ E.. b) memiliki tipe Fσ. H.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. . Bukti : (see ‘Real Analysis’. 3rd ed. F2 = F3 = F4 = . .Si (see ‘Real Analysis’. Definisi : Koleksi himpunan Borel B adalah aljabar-σ terkecil yang memuat semua himpunan-himpunan terbuka. Proposisi : Jika f fungsi bernilai real dan kontinu pada himpunan tertutup dan terbatas F maka f kontinu seragam pada F. Himpunan Borel Walaupun irisan dari sebarang koleksi himpunan tertutup adalah tertutup dan gabungan dari koleksi berhingga dari himpunan tertutup juga tertutup. 12 13 34 . S. tetapi gabungan dari koleksi terhitung himpunan-himpunan tertutup tidak harus tertutup. ∀n ≥ N. Himpunan yang merupakan gabungan terhitung dari himpunan-himpunan tertutup disebut Fσ atau dikatakan memiliki tipe Fσ (F untuk tertutup.

∞ ⎛ ⎞ ⎛∞ ⎞ c Fσ = ∪ Fn ⇒ ⎜ Fσ = ∪ Fn ⎟ ⇔ ( Fσ ) . Sebab. Jadi. Jadi terbukti bahwa (Fσ)c memiliki tipe Gδ. Bukti sebaliknya analog. suatu himpunan dikatakan memiliki tipe Gδ jika himpunan tersebut merupakan irisan terhitung dari semua himpunan terbuka. = ∩ Fnc n =1 ∞ Karena Fn tertutup untuk setiap Fn di maka menurut proposisi. S. dan b = batas atas O. = ⎜ ∪ Fn ⎟ n =1 n =1 ⎝ ⎠ ⎝ n =1 ⎠ ∞ c c . Jadi. 35 . yaitu aljabar-σ terkecil yang memuat semua himpunan terbuka dan tertutup. Terlihat (Fσ)c merupakan irisan terhitung dari himpunan-himpunan terbuka. b ) = ∪ ⎢a + . Irisan terhitung dari semua himpunan terbuka dikatakan memiliki tipe Gδ. b − ⎥ n n⎦ n =1 ⎣ Dengan a = batas bawah O.Si ∞ 1⎤ ⎡ 1 ( a . Fnc terbuka. b − ⎥ n n⎦ n =1 ⎣ Dari sini diperoleh bahwa setiap himpunan terbuka memiliki tipe Fσ. Himpunan yang memiliki tipe Fσ dan Gδ adalah contoh himpunan Borel. Sebab.Bab 2 – Sistem Bilangan Real Compiled by : Khaeroni. jika O buka maka : ∞ 1⎤ ⎡ 1 O = ∪ ⎢a + . komplemen dari himpunan yang memiliki tipe Fσ adalah himpunan yang memiliki tipe Gδ dan demikian juga sebaliknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful