Anda di halaman 1dari 18

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller AVR ATMEGA 8535

Ahmad Mursidi (5223080295) Rizky Nurdiyanto (5223080433) Alumni Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta Termasuk dalam kategori jurnal keteknikan. Dosen Pembimbing Drs. Jusuf Bintoro, M.T Dosen Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta (NIP. 196101081987031003) Syifa Nuraini Mahasiswa Program Studi D3. Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta No. Reg : 5223127202

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

|1

ABSTRACT

Mursidi Ahmad,Nurdiyanto Rizky, The smartest aquarium based ATmega microcontroller ,final project,Jakarta ,electrical engineering department,faculty of engineering state University of Jakarta , 2011. Final project was made to simplify aquarium maintance and provide automatic fish feed and other supporting things . Implemention of this final research conducted in the laboratory mechatronics and IT department of electrical engineering, fakulty of engineering , state university of Jakarta in the odd semester (095) the academic years 2011 -2012 This smartest aquarium can perform feeding goldfish in the aquarium automatically, aquarium lights at night , detecting the turbiding in the water and detects the water level height in the aquarium.

2|

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

Kata kunci : rangkaian sensor photodiode superbright , LDR , Atmega 16, motor DC , LED. PENDAHULUAN Opcodes juga diberikan mnemonik (nama pendek) sehingga mereka dapat dengan mudah dimaksud dalam daftar kode dan dokumentasi yang serupa. Misalnya, instruksi untuk menyimpan isi dari akumulator di alamat memori tertentu dapat diberikan opcode biner 000001, yang kemudian dapat disebut menggunakan STA mnemonic (singkatan Toko Accumulator). Mnemonik tersebut akan digunakan untuk contoh pada halaman yang akan datang.

diperlukan untuk sinkronisasi aktivitas prosesor.

Tujuan Berdasarkan hasil pembuatan alat , maka tujuan pembuatan akuarium pintar berbasis mikrokontroller avr atmega 16 adalah untuk dapat membantu proses pemeliharaan ikan dalam sebuah akuarium . 1. Manfaat Dapat memberikan pakan ikan dalam akuarium secara otomatis Dapat mendeteksi kekeruhan air. Yang terdapat dalam akuarium. Dapat menyalakan lampu secara otomatis secara otomatis. Dapat mendeteksi level air bila ketinggian air dalam akuarium telah melewati batas maksimal dan minimal air. 1. Bidang Keteknikan Penelitian pembuatan akuarium pintar untuk kemajuan teknologi , yang kendalinya secara otomatis. Dengan menggunakan mikrokontroler.

2.

3.

Setelah program dalam memori itu harus dieksekusi. Untuk melakukan ini, setiap instruksi harus memandang, diterjemahkan dan ditindaklanjuti pada gilirannya sampai program selesai. Hal ini dicapai dengan penggunaan apa yang disebut 'instruksi siklus eksekusi', yang merupakan siklus dimana setiap instruksi pada gilirannya diproses. Namun, untuk memastikan bahwa eksekusi berlangsung lancar, hal ini juga

4.

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

|3

2. Bidang Pendidikan Pada system alat akurium pintar berbasis mikrontroller ini dapat di pelajari mahasiswa diploma teknik elektronika atau para pelajar teknik elektronika kejuruan. Sehingga alat ini dapat dijadikan media pembelajaran atau diterapkan sebagai contoh alat pada praktikum elektronika. Serta memberi pengetahauan yang lebih luas tentang penjabaran mikrokontroller yang terkait dengan mekanik dan elektrik dalam sebuah industri. Mikrokontroller AVR ATmega 8535 AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel,berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register generalpurpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal.AVR juga mempunyai InSystem
4|

Programmable Flash on chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam system menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16. ATMega16 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses. Pemrograman Mikrokontroler Tanpa program, mikrokontroler sesungguhnya tidak dapat berbuat apa-apa. Dengan kata lain, program merupakan salah satu bagian penting yang mengatur mikrokontroler agar melakukan aksi yang sesuai dengan yang dikehendaki oleh pembuatnya (programmer). Pengembangan sebuah system menggunakan mikrokontroler AVR buatan ATMEL menggunakan software AVR STUDIO dan CodeVision AVR. AVRSTUDIO merupakan software khusus untuk bahasa assembly. Sedangkan CodeVisison AVR merupakan software V-cross compiler, dimana program dapat ditulis dalam bahasa C. Hal pertama yang harus dilakukan dalam mempelajari mikrokontroler avr adalah kenali bentuk fisik dan

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

fungsinya. banyak tutorial yang membahas fungsi ditiap pin pada mikrokontroler. Disini yang kita bahas adalah jenis AVR ATMega16. berikut adalah fitur - fitur pada ATMega 8535 : 1. Mikrokontroler 8 bit yang memiliki kemampuan tinggi, dengan daya rendah. 2. Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS pada frekuensi 16 Mhz. 3. Memiliki kapasitas Flash memori 16Kbyte, EEPROM 512 byte dan SRAM 1 Kbyte. 4. Saluran I/O sebanyak 32 buah yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D. 5. CPU yang terdiri atas 32 register. 6. Unit Interupsi internal dan eksternal. 7. Port USART untuk komunikasi serial AVR. AVR merupakan seri mikrokontroler CMOS 8-bit buatan Atmel, berbasis arsitektur RISC (Reduced Instruction Set Computer). Hampir

semua instruksi dieksekusi dalam satu siklus clock. AVR mempunyai 32 register general-purpose, timer/counter fleksibel dengan mode compare, interrupt internal dan eksternal, serial UART, programmable Watchdog Timer, dan mode power saving, ADC dan PWM internal. AVR juga mempunyai In-System Programmable Flash on-chip yang mengijinkan memori program untuk diprogram ulang dalam sistem menggunakan hubungan serial SPI. ATMega16. ATMega16 mempunyai throughput mendekati 1 MIPS per MHz membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses. Beberapa keistimewaan dari AVR ATMega16 antara lain: 1. Advanced RISC Architecture 130 Powerful Instructions Most Single Clock Cycle Execution 32 x 8 General Purpose Fully Static Operation
|5

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz On-chip 2-cycle Multiplier 2. Nonvolatile Program and Data Memories 8K Bytes of In-System SelfProgrammable Flash Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits 512 Bytes EEPROM 512 Bytes Internal SRAM Programming Lock for Software Security 3. Peripheral Features Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Mode Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes Lisensi Dokumen:

resistansi yang besarnya tergantung pada cahaya. Karakteristik LDR terdiri dari dua macam yaitu: 1. Laju Recovery 2. Respon Spektral Pada dasarnya, sensor garis merupakan sensor warna yang dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan untuk membaca garis dengan prinsip pemantulan cahaya. Sensor garis dapat dibuat dengan beberapa cara. Cara yang dilakukan untuk membuat sensor garis adalah dengan menggunakan beberapa komponen elektronika, seperti LED(Light Emitting Diode), Photodiode, LDR(Light Depend Resistor), komparator, atau IC sensor warna. Pada dasarnya, sensor warna merupakan aplikasi dari teori gelombang cahaya. Pada gelombang cahaya, kita mengenal adanya spektrum cahaya. Dalam spektrum cahaya tersebut, terdapat beberapa warna dengan panjang gelombang dan frekuensi tertentu. Dengan menggunakan warna tertentu, frekuensi cahaya ini kemudian diolah menjadi sebuah energi yang

LDR (Light Dependent Resistor)


LDR adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan
6|

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

digunakan oleh semikonduktor untuk dapat mengalirkan listrik. Dengan frekuensi yang cukup, semikonduktor dapat memiliki cukup energi untuk mengalirkan electron (atau arus listrik) sehingga semikonduktor dapat menjalankan sistem. Terdapat beberapa sensor warna, yaitu photodiode, LED LDR, dan mikrokontroller dengan ADC. Photodiode mengubah cahaya, yaitu spectrum cahaya, menjadi frekuensi. Photodiode merupakan semikonduktor sehingga lebih cepat. LED LDR merupakan resistor yang menangkap spectrum cahaya sehingga dapat digunakan sebagai sensor cahaya. Pada mikrokontroller, mikrokontroller diprogram untuk mendeteksi cahaya sehingga dapat dijadikan sensor cahaya. Beberapa cara untuk membuat sensor warna, yaitu sebagai berikut. menggunakan LED LDR menghubungkan LDR penghambat dalam seri menggunakan ADC (Analog to Digital Converter) untuk menemukan nilai yang sesuai untuk warna ADC terhubung di salah satu

dari mereka seperti yang anda inginkan Photodiode (atau LDR) seri resistor. LDR adalah resistor sehingga respon yang diperoleh lambat sedangkan photodiode adalah semikonduktor yang akan memproses data lebih cepat. Kemudian, penggunaan LED inframerah (IR LED) sebagai transmitter dapat meningkatkan berbagai perangkat. IR LED digunakan karena dalam penggunaannya respon dari IR LED lebih cepat dibandingkan dengan LED biasa. Kombinasi Sensor yang tepat dengan penempatannya dapat digunakan untuk mendeteksi garis secara efisien. Namun, di LDR Anda tidak akan mendapatkan yang banyak dan juga u harus menerapkan sebuah LED atau bentuk lampu dengan baik untuk respon. Perlu diketahui bahwa foto diode hanya bekerja di wilayah reverse bias. Konfigurasi tetap sama.
CodeVisionAVR.

Pada penjelasan berikutnya, sebagai contoh digunakan modul AVR yang mempunyai berikut:
|7

hubungan

sebagai

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

PortA terhubung dengan 8 buah LED dengan operasi aktif high PortB terhubung dengan 8 buah saklar dengan operasi aktif high PortC terhubung dengan LCD alphanumeric 16 kolom x 2 baris

CodeVisionAVR
Jalankan aplikasi CodeVisionAVR dengan cara melakukan klik ganda pada shortcut ikon CodeVisionAVR yang terbentuk pada Desktop. Gambar 17. Tampilan Splash Screen Beberapa detik kemudian IDE dari CodeVisionAVR akan muncul seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 18.

Gambar 16. Ikon CodeVisionAVR pada Desktop

Sebuah Splash Screen akan muncul seperti ditunjukkan oleh Gambar 17. Informasi tentang versi yang dipakai dan keterangan evaluation akan terlihat.

Gambar 18. IDE CodeVisionAVR Untuk memulai membuat project baru, pada menubar, pilih File New, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 19.

8|

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

Gambar 19. Membuat file baru

Gambar 21. Memilih untuk menggunakan CodeWizardAVR

Anda harus membuat sebuah project sebagai induk desain dengan memilih Project, lalu klik tombol OK seperti pada Gambar 20.

Gambar 20. Membuat project baru

Berikutnya Anda akan ditanya apakah akan menggunakan CodeWizardAVR. Tentu saja lebih menyenangkan bila Anda memilih jawaban ya dengan cara menekan tombol Yes seperti pada Gambar 21.

Tampilan CodeWizardAVR yang sederhana namun lengkap ditunjukkan oleh Gambar 22. Pilih Chip dengan IC yang Anda gunakan. Sebagai contoh Anda memilih Chip ATmega8535. Tabtab pada CodeWizardAVR menunjukkan fasilitas yang dimiliki oleh chip yang Anda pilih. Cocokkan pula frekuensi kristal yang Anda gunakan pada bagian Clock. Pengisian frekuensi clock digunakan oleh software untuk menghitung rutin-rutin seperti delay agar diperoleh perhitungan yang cukup akurat.

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

|9

resistor pullup internal yang disingkat dengan huruf P. Dengan mengaktifkan resistor pull-up internal, Anda tidak perlu menambahkan resistor pull-up pada saklar.

Gambar 22. CodeWizardAVR pada tab Chip

Berikutnya Anda akan menginisialisasi Port A yang terhubung dengan LED. LED merupakan modul output. Pada tab Port bagian Port A, ubah bagian Data Direction menjadi OUT dengan nilai output sama dengan 0 seperti pada Gambar 23. Artinya Port A digunakan sebagai port output dengan nilai awal nol setelah kondisi reset. Kemudian lakukan inisialisasi Port B seperti pada Gambar 24. Port B tersambung dengan saklar sebagai modul input. Pada sub-tab Port B, yakinkan Data Direction pada posisi IN dengan
10 |

Gambar 23. Seting Port A sebagai pin output

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

Gambar 25. Seting LCD pada Port C Karena pada contoh ini tidak digunakan fasilitas lain maka seting CodeWizardAVR siap disimpan dalam file. Pada menu CodeWizardAVR, pilih File Generate, Save and Exit, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 26.

Gambar 24. Seting Port B sebagai pin input dengan pull-up resistor LCD alphanumeric yang dihubungkan dengan Port C haruslah mempunyai pengkawatan seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 25. Pada tab LCD, pilihlah Port C. Gambar 26. Menyimpan seting Agar file yang dihasilkan tidak berantakan, buatlah sebuah folder baru, misalnya folder bernama my project, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 27.

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

| 11

Gambar 26. Membuat folder baru

Gambar 27. Menyimpan file pertama

Kemudian masuk kedalam folder tersebut untuk menyimpan file-file yang dihasilkan oleh CodeWizardAVR. Yang pertama Anda diminta untuk memberikan nama file C yang dihasilkan. Misalnya beri nama coba, lalu klik tombol Save. Lebih jelas pada Gambar 27. File tersebut nantinya akan mempunyai akhiran .C.

Yang kedua Anda diminta untuk memberikan nama file project yang dihasilkan. Misalnya beri nama coba, lalu klik tombol Save. Lebih jelas pada Gambar 28. File tersebut nantinya akan mempunyai akhiran .prj.

12 |

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

Gambar 28. Menyimpan file kedua Yang terakhir Anda diminta untuk memberikan nama file project CodeWizard yang dihasilkan. Misalnya beri nama coba, lalu klik tombol Save. Lebih jelas pada Gambar 29. File tersebut nantinya akan mempunyai akhiran .cwp.

Gambar 30. Project baru telah siap dalam hitungan detik Sekarang Anda coba untuk menyisipkan instruksi utama. Instruksi ini ditambahkan pada badan program file coba.c seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 31.

Gambar 29. Menyimpan file ketiga

Setelah ketiga file disimpan maka pada Project Navigator akan muncul nama project beserta file C-nya. Secara bersamaan isi file C akan dibuka pada jendela editor seperti ditunjukkan oleh Gambar 30. Gambar 31. Menambahkan inti program

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

| 13

Program tambahan tersebut bertujuan untuk menampilkan katakata pada LCD kemudian menampilkan nilai pada saklar pada LED yang terpasang. Jika nanti saklar iaktifkan maka LED yang bersesuaian akan aktif pula. Kemudian pilih menu Project Compile untuk melakukan kompilasi seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 32. Lalu kotak dialog seperti ditunjukkan Gambar 33 akan muncul. Klik tombol OK. Gambar 33. Informasi hasil kompilasi

Program yang Anda buat siap untuk ditransfer kedalam mikrokontroler. Sebelumnya Anda harus melakukan seting pada programmernya. Pada menu pilih Setting Programmer, seperti pada Gambar 34. Gambar 32. Melakukan kompilasi

14 |

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

Gambar 34. Melakukan seting pada programmer

Pilihlah programmer sesuai dengan yang Anda gunakan. Pada Gambar 35 ditunjukkan menggunakan programmer Kanda Systems STK200+/300 sebagai contoh. Programmer ini menggunakan kabel paralel yang terhubung dengan port paralel pada komputer Anda.

Gambar 36. Melakukan konfigurasi project

Gambar 35. Menggunakan programmer STK200+/300

Gambar 37. Memilih opsi Program the Chip After Make

Kemudian pilih menu Project Configure, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 36. Kotak dialog pada Gambar 37 akan muncul, pada tab After Make, pilih Program the Chip. Lalu klik tombol OK.

Setelah melakukan seting, lakukan make project dengan memilih menu Project Make, seperti ditunjukkan oleh Gambar 38. Apabila tidak ada kesalahan maka kotak dialog informasi seperti pada Gambar 39 akan muncul. Klik tombol Program untuk mentransfer program kedalam mikrokontroler.

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

| 15

alamat port paralel tidak cocok, atau mikrokontrolernya rusak.

Gambar 38. Melakukan make project

Gambar 40. Gagal melakukan transfer program

Bila kerusakan seperti yang ditampilkan oleh Gambar 40 telah diperbaiki atau bila tidak ada kerusakan maka proses transfer atau yang umum disebut dengan proses download akan berlangsung seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 41. Gambar 39. Kotak dialog informasi hasil make Gambar 41. Proses transfer ke mikrokontroler

Apabila muncul kotak dialog seperti pada Gambar 40 menandakan telah terjadi suatu hal yang menyebabkan proses transfer gagal. Penyebabnya adalah: suplai tegangan mikrokontroler dan programmer belum dinyalakan, tipe programmer tidak sama dengan yang digunakan,

Coba Anda perhatikan yang terjadi dengan modul yang terpasang, apakah pada LCD muncul tulisan seperti yang telah Anda program dan bila saklar diubah posisinya maka LED yang bersesuaian akan

16 |

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19

menyala. Bila Anda ingin menambahkan instruksi lain maka Anda dapat melakukan penyuntingan program pada file .Cnya. Kemudian lakukan kompilasi dan make project berikutnya proses download.

SARAN Dari hasil proses perancangan proposal , penelitian dan juga pembuatan alat akuarium pinta, masih terdapat banyak kekurangan , baik dari segi mekanik ,elektronik maupun logika pemograman .

PENUTUP KESIMPULAN Setelah melakukan pembuatan akuarium pintar berbasis mikrokontroller AVR ATmega 16, maka dapat mengambil kesimpulan dari hasil penelitian sebagai berikut 1. Akuarium pintar dapat dikendalikan dengan menggunakan mikrokontroller AVR ATmega 16 dengan bahasa pemograman code Vision AVR 2. Akuarium pintar berbasis mikrokontroller AVR ATmega 16 telah bekerja sesuai deskripsi kerja yang dijabarkan yaitu dapat memberikan indicator dan peringatan bila air sudah keruh dan level air sudah mencapai batas.

dengan itu bermaksud memberikan saran serta masukan , agar dalam proses pengerjaan Tugas Akhir nantinya akan dapat lebih baik lagi
AKUARIUM PINTAR BERBASIS MIKROCONTROLER DENGAN ATMEGA 8535

Akuarium Pintar Berbasis Mikrokontroller dengan ATMEGA 8535 Ahmad Mursidi & Rizky Nurdiyanto

| 17

DAFTAR PUSTAKA Suaramedia,2011. Analisis budidaya ikan mas kaki agar laba semakin Berkilau. http://www.suaramedia.com/ekonomi-bisnis/usaha-kecildanberkilau,html. Diakses tanggakl 1 dsember 2011 Thomas J.Bruno,dan Paris D>N svoronos. 2005. CRC Handbook of Fundamental Spectroscople correlation charts , CRC press Wasito S.1983. pelajaran Elektronika 1A sirkit Arus Searah Jakarta : karya Utama Malvino. 1981.prinsip-prinsip elektronik. Jakarta : erlangga.

membuat disainer sistem untuk mengoptimasi konsumsi daya versus kecepatan proses. (disainer : Rancangan ), (Versus : Lawan / tandingan )

18 |

HD3ELKA, VOL : 098, 6, APRIL 2013, 1-19