Anda di halaman 1dari 2

ANALISIS GAYA TEGASAN PEMBENTUK KEKAR SUNGAI BANYUMENENG, JAWA TENGAH

Tjang, Andreas Archie Candra Saputra Wijaya1 21100112120001 1 Teknik Geologi, Universitas Diponegoro Jalan Profesor Sudharto, SH Suatu batuan yang terkena gaya tegasan akan meninggalkan suatu bekas berupa kekar. Dari kekar yang ada, arah gaya pembentuk struktur tersebut dapat di tentukan. Penelitian dilakukan di Sungai Banyumeneng untuk mengetahui arag gaya tegasan utama yang bekerja. Sungai Banyumeneng terletak pada pesisir utara Pulau Jawa. Formasi pembentuk sungai ini adalah formasi Kerek. Formasi Kerek merupakan formasi yang paling mudah meninggalkan jejak struktur apabila terkena gaya tektonik. Analisis kekar dilakukan untuk mengetahui arah gaya tegasan utama yang membentuk struktur kekar di daerah ini. Analisis kekar dari Sungai Banyumeneng menghasilkan arah gaya tegasan barat daya-timur laut. Keyword: Struktur, Banyumeneng, kekar PENDAHULUAN Gaya tegasan oleh gaya tektonik menimbulkan suatu gaya reaksi dari batuan yang dikenai gaya. Batuan yang terkena gaya pada umumnya akan mementuk suatu kekar yang berupa pasangan-pasangan. Akan tetapi, arah gaya tegasan yang ada di alam tidak dapat ditentukan begitu saja tanpa adanya suatu analisis. Oleh sebab itu, analisis kekar dilakukan untuk mengetahui arah gaya tegasan utama dari gaya tektonik. Hal ini dikarenakan arah kekar sangat dipengaruhi oleh arah gaya tektonik. Dari perkiraan arah kekar, gaya tegasan utama kekar relatif timur laut-barat daya. Hal ini dikarenakan gaya bisa berupa kompresi maupun ekstensi. METODOLOGI Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode lapangan dan metode laboratorium. Metode lapangan dilakukan untuk memperoleh data kekar. Data kekar yang diperlukan untuk analisis kekar saat ini adalah 25 pasang kekar atau 50 buah kekar. Pengukuran dilakukan pada suatu tubuh batuan yang sama agar hasil yang diperoleh lebih akurat. Metode laboratorium dilakukan dengan cara analisis menggunakan software Dips. Hal ini dilakukan untuk mempermudah cara analisis selain cara manual karena lebih cepat dan hemat kertas mika. HASIL DAN ANALISIS Perolehan Dari hasil analisis yang dilakukan, arah gaya tegasan atau s adalah s1 sebesar 370/N2560E, s2 sebesar 460/N370E, dan s3 sebesar 210/N1490E. PEMBAHASAN Sungai Banyumeneng adalah sungai yang berada di Jawa Tengah bagian utara. Formasi batuan pembentuk sungai ini adalah Formasi Kerek. Formasi Kerek adalah perselingan batupasir dengan batulempung. Batulempung sendiri merupakan litologi yang hampir selalu membentuk struktur seperti kekar, lipatan, dan sesar dikarenakan sifat dari lempung itu sendiri. Kekar yang diambil adalah kekar yang diambil di batulempung karena banyak jumlahnya. Dari gaya tegasan yang diperoleh, arah gaya tegasan terbesar atau s1 memiliki arah gaya barat daya-timur laut. Berdasarkan referensi yang ada, arah gaya ini merupakan arah gaya yang dominan pembentuk struktur di daerah Jawa Tengah PENUTUP Berdasarkan hasil analisis laboratorium kekar di Sungai Banyumeneng, arah gaya utama pembentuk struktur kekar tersebut adalah arah barat daya-timur laut. Berdasarkan tingkat kesegaran batulempung, gaya tektonik tersebut belum terlalu lama sehingga pembangunan hendaknya menghindari tempat ini. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih penulis ucapkan kepada Yesus, Tuhan dan Juru Selamat penulis karena tanpa penyertaanNya, penulis tidak bisa

menyelesaikan penelitian ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada orang tua penulis yang terus mendukung penulis dalam penyelesaian penulis. Terima kasih juga untuk kelompok penelitian penulis yang telah membantu penulis dalam pengumpulan data di lapangan. Dan tidak lupa terima kasih untuk asisten praktikum yang telah mengajar penulis dan membimbing penulis dalam penelitian ini. REFERENSI http://geoenviron.blogspot.com/2011/12/tatan an-tektonik-pulau-jawa.html (diakses 16 Desember 2013, pukul 21.00) http://ptbudie.wordpress.com/2009/01/03/peg unungan-kendeng/ (diakses 16 Desember 2013, pukul 21.00)