Anda di halaman 1dari 8

IV.

DINDING PENAHAN TANAH

Pendahuluan
Suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan tanah lepas atau alami atau tanah yang miring/ lereng yang kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng itu sendiri, guna mencegah terjadinya keruntuhan tanah disebut dinding penahan tanah. Tanah yang tertahan memberikan dorongan secara aktif pada struktur dinding sehingga struktur akan cenderung terguling atau tergeser. Sehingga dalam perencanaan faktor guling dan gesernya dinding penahan tanah menjadi pertimbangan pokok.

Jenis-jenis Dinding Penahan Tanah


Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya, maka dinding penahan tanah dapat digolongkan dalam beberapa jenis, yaitu : 1. Dinding rafitasi ! rafity "all# Dinding ini biasanya dibuat dari beton murni !tanpa tulangan# atau dari pasangan batu kali.
Material yang ditahan

Stabilitas konstruksinya diperoleh hanya dengan mengandalkan berat sendiri konstruksi. Biasanya tinggi dinding tidak lebih dari $ meter.

%.

Dinding &enahan 'antile(er !)antile(er *etaining "all# Biasanya dibuat dari beton bertulang terdiri dari dinding (ertikal dan tapak lantai. +asing,masing
Material yang ditahan Stem

berperan sebagai balok atau plat kantile(er. Stabilitas diperoleh dari berat dinding penahan dan berat tanah di atas tumit tapak !hell#. Terdapat - struktur yang berfungsi sebagai

Toe Tumit

kantile(er, yaitu : dinding (ertikal !stem#, tumit dan ujung kaki !toe#

-.

Dinding )ounterfort Bila tekanan tanah aktif pada dinding (ertikal cukup besar, maka bagian dinding (ertikal dan
Material yang ditahan Stem )ounterfort &elat

tumit perlu disatukan !kontrafort# yang berfungsi sebagai pengikat tarik dinding (ertikal dan ditempatkan pada bagian timbunan dengan inter(al jarak tertentu. Biasanya tinggi dinding lebih dari . meter.

$.

Dinding Buttress !Buttress "all# Dinding ini hampir sama dengan dinding kontrafort, hanya bedanya bagian kontrafort
Buttress Stem &elat Material yang ditahan

diletakan di bagian depan dinding yang berfungsi memikul tegangan tekan. Bagian tumit lebih pendek dari pada bagian kaki. Stabilitasnya diperoleh dari beratnya dan berat tanah di atas tumit tapak. Biasanya tinggi dinding lebih dari . meter.

/.

0butmen 1embatan !Bridge 0butment# Struktur ini berfungsi seperti dinding penahan tanah yang memberikan tahanan horisontal dari
lantai 1embatan &erkerasan depan

tanah

timbunan

di

belakangnya.

&ada

perencanaannya, struktur ini dianggap sebagai


Toe Stem 2est

balok yang dijepit pada dasar dan ditumpu bebas pada bagian atasnya.

3.

Bo4 )ul(ert Bo4 dapat dibuat dengan satu atau dua lubang
0tas

dan berfungsi sebagai portal kaku tertutup yang dapat menahan tekanan tanah lateral dan beban
dinding

(ertikal. Dimana pada lubang tersebut biasanya untuk mengalirkan air yang melintas di ba5ah jalan.

Lantai

Dalam memilih jenis dinding penahan tanah yang ekonomis, faktor,faktor yang mempengaruhi antara lain : sifat tanah, kondisi lokasi, metode pelaksanaan dan ketingian tanah yang ditahan. Dari jenis dinding penahan tanah di atas yang sering digunakan adalah jenis kantile(er dan kontrafort.

Dimensi Dinding
Saat merancang struktur beton bertulang, diperlukan dimensi pendahuluan dari masing,masing bagian, yang hanya dipakai untuk arahan pada permulaan perhitungan. 6kuran yang lebih besar atau lebih kecil dari ukuran taksiran di atas dapat digunakan asal memenuhi persyaratan stabilitas, kekuatan, dan kelayanan yang telah ditetapkan. Dimensi a5al dinding penahan tanah kantile(er dan kontrafort dapat dilakukan mengikuti petunjuk berikut :

Dinding Kantilever

6kuran sementara dinding kantile(er dapat dilihat pada gambar berikut :


7,%7 m

Dinding 8ertikal

Tumit 0, 75 m H 6jung kaki !7,7.,7,17#2 !7,7.,7,17#2 atau 7,-7 m 91 : 1/-9 !7,$/ ; 7,./#2 9

6kuran sementara Dinding 'antile(er Bagian tapak dinding harus dibuat sedemikian tebal, sehinga kuat menahan gaya geser berfaktor. &ada umumnya lebar bagian tapak dapat diambil sebesar !7,$/ ; 7,./#2, dimana 2 adalah tinggi dinding penahan yang dihitung dari dasar tapak ke ujung atas dinding (ertikal. Besarnya lebar tapak dasar tergantung pada beban yang bekerja di belakang dinding. 9ebar tapak 9, terdiri dari lebar ujung kaki dan tumit. 9ebar ujung kaki 9 1 : 1/- 9, sedangkan lebar tumit 9 % < !9,91# dan ketebalan dinding bagian ba5ah biasanya dibuat sama dengan tebal tapak serta tebal minimal dinding atas diambil %7 cm.

0,45 H

0,65 H

0,70 H

0,70 H

Taksiran lebar tapak dan beban di belakang dinding

Dinding Kontrafort 9ebar tapak dinding kontrafort dapat diambil sama dengan lebar tapak dinding kantile(er, yaitu : !7,$/ ; 7,.7# 2. 'ontrafort dapat ditempatkan pada jarak !7,-7 ; 7,37#2, dengan tebal tidak kurang dari %7 cm. Tingi kontrafort sebaiknya sama dengan dinding (ertikal, tetapi bila diinginkan ketinggian yang lebih kecil, dapat dikurangi sebesar !7,1% ; 7,%$ # 2.

Stabilitas Dinding Penahan Tanah


Dalam merencanakan dinding penahan tanah, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan ukuran dinding penahan untuk menjamin stabilitas dinding penahan. Dinding penahan harus stabil terhadap guling, geser maupun penurunan akibat dilampauinya daya dukung tanah.

Stabiltas Terhadap Guling

0kibat tekanan tanah aktif horisontal yang kuat, maka dinding penahan akan terguling pada titik guling 0. aya guling ini akan dila5an oleh berat sendiri dinding penahan, berat tanah di atas tumit dan tekanan tanah aktif (ertikal. Besarnya gaya guling dan gaya perla5anan dapat dihitung dengan persamaan berikut : +omen uling : M 7 = Pah Terguling +omen &erla5anan : M r = W1 X 1 + W% X % + W- X - + PAV =aktor keamanan terhadap guling : SF =
Mr %,7 M7
h -

Stabiltas Terhadap Geser 0kibat tekanan tanah aktif horisontal yang kuat, maka dinding penahan akan tergeser atau terdorong. aya geser ini akan dila5an oleh berat sendiri dinding penahan, berat tanah di atas tumit dan tekanan tanah pasif. Besarnya gaya perla5anan dapat dihitung dengan persamaan berikut : aya perla5anan eser : Tergeser
Fr = L (W1 + W% + W- ) + Pp

dimana : < 'oefisien gesek antara tanah dan tapak dinding !lihat tabel di ba5ah.
Fr 1,/ PA

=aktor keamanan terhadap geser : SF =

Tabel nilai koefisien gesek antara tanah dengan tapak dinding penahan

>o. 1enis Tanah 1. Tanah berbutir kasar %. -. $. Tanah berbutir kasar !mengandung lumpur# 9umpur Tanah cadas

7,// 7,$/ 7,-/ 7,37

Bila faktor keamanan gesek terlampaui !S= ? 1,/#, maka jalan keluarnya adalah membuat koperan !pengunci# di ba5ah tapak.

1
h2

h1

'operan &p Dengan membuat koperan, dapat menimbulkan tekanan tanah pasif &p% dan dapat menggeser bidang keruntuhan dari garis 1 ke garis %. disamping itu, bidang geser akan bertambah panjang. >ilai &p% dapat dihitung dengan rumus berikut :
Pp = 1 % K p ( h% h1 ) %

Stabiltas Terhadap Penurunan 0kibat gaya,gaya horisontal dan (ertikal pada dinding penahan, maka akan menimbulkan tegangan pada tanah. 0pabila tegangan yang timbul melebihi tegangan ijin tanah, maka akan terjadi penurunan tanah yang mengakibatkan pula penurunan struktur. 6ntuk tapak yang berada pada kondisi tertekan !e : 9/3#. dihitung dengan persamaan berikut : Besarnya tegangan tanah yang timbul persatuan luas dapat

&enurunan

Tegangan tanah di titik 0 adalah :


#a$s =
"V " e " 3e + V = V 1 + !L 1 !L L ! L% 3