Anda di halaman 1dari 5

Teori dan biomekanik preparasi pasak Keith D. DeSort, M.A., D.D.S. The Journal of Prosthetic Dentistry February !

"# $olume %! &umber '

Kegunaan gigi yang telah dirawat endodontik merupakan hal yang penting dalam rehabilitasi oral. Beberapa macam sistem pasak telah digunakan untuk memperkuatkan gigi-gigi ini. Artikel ini membahas : aspek tertentu dari diagnosis yang berhubungan dengan gigi yang telah dirawat endodontik, kriteria desain pasak, kategorisasi sistem pasak dan mengulas mengenai keuntungan dan kerugiannya.

D(A)&*S(S Diagnosis dan rencana perawatan yang teliti harus dipertimbangkan dalam setiap usaha restorasi. Berikut ini adalah pertimbangan yang dapat membantu dalam menentukan kemungkinan perawatan untuk gigi-geligi yang rusak : banyaknya sisa mahkota yang tersisa, ada atau tidak karies subgingival, keadaan jaringan periodontal, kualitas dan kuantitas tulang alveolar yang mendukung, mor ologi akar, hubungan rahang atas dan bawah, kebiasaan oklusal pasien !bru"ism#, dan kebutuhan untuk mempertahankan gigi yang bersangkutan. $ %emeriksaan radiogra i harus dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai hasil perawatan. &emua saluran akar harus diisi dan sepenuhnya tertutup baik oleh bahan pengisi saluran akar. &elain itu, sisa-sisa gambaran radiolusen !arrested rare action# harus hilang setelah ' bulan sampai dengan ( tahun. &ecara klinis kualitas terapi endodontik bergantung pada tidak adanya sakit saat perkusi, tidak ada saluran istel, tidak ada gejala in lamasi akut atau pembengkakan. Dapat juga dilakukan transiluminasi gigi dengan sinar yang kuat untuk mendeteksi keretakan yang mungkin terjadi pada akar atau setiap daerah lain dari struktur akar yang dapat menggagalkan perawatan nantinya.

K+(T,+(A D,SA(& &emua sistem pasak, baik pasak buatan pabrik !pasak jadi# atau pasak yang dibuat sendiri oleh dokter gigi !pasak individual# harus sedapat mungkin memenuhi prinsip-prinsip desain sebagai berikut : ). %asak harus dibuat sepanjang mungkin (. Dinding-dinding pasak harus se-sejajar mungkin

*. Bentuk pasak mengikuti bentuk saluran akar +. %asak harus terletak sesuai dengan sumbu panjang akar meskipun bagian inti pasak dapat menyimpang ke arah lain untuk kepentingan estetik ,. %emakaian prinsip erulle '. %enggunaan bentuk-bentuk antirotasi seperti grooves, pins atau bentuk kunci !keyways#. $. -indarkan garis sudut tajam yang akan memulai garis raktur di dalam akar pada waktu gigi mendapatkan daya .. &ebaiknya dipisahkan pasak inti dan mahkota /. Buat dudukan oklusal atau kontrabevel pada bagian inti untuk mencegah wedging action dan kemungkinan raktur akar pada waktu gigi terkena daya oklusal )0. Buat saluran vent pada pasak untuk menyalurkan tekanan hidrostatik yang terjadi saat penyemenan Korn eld menyatakan bahwa pasak yang dipasang pada saluran akar setelah perawatan endodontik adalah pilihan yang baik karena dapat mencegah raktur akar pada batas gusi. &ebagian besar raktur akar pada gigi yang telah dirawat endodontik tanpa diberi pasak, terjadi pada batas gusi karena akar yang didukung oleh tulang dapat menahan daya yang mengenai mahkota. 1ntegritas mahkota-akar lebih baik bila pasak digunakan. Pan-an. Pasak %anjang pasak penting karena potensi raktur juga ada pada gigi yang sudah diberi pasak. 2engan pengungkit dapat terbentuk dari aspek oklusal gigi sampai puncak tulang alveolar ! ulkrum# dan meluas sampai apeks dari pasak di dalam akar !3ambar ) dan (#. &uatu ilustrasi analogi mengenai potensial raktur yang lebih besar pada pasak pendek dibandingkan pasak panjang juga diperlihatkan. %anjang pasak yang ideal sudah banyak dibicarakan. 3oldrich menyarankan bahwa panjang pasak sebaiknya sama panjang dengan mahkota klinis gigi yang direstorasi. 4ooper menuliskan bahwa panjang pasak maksimal yang ideal sering sukar dicapai. Kantorowic5 menyarankan bahwa panjang pasak sebaiknya paling sedikit sama dengan panjang mahkota yang sedang direstorasi, tapi bila hal ini tidak memungkinkan, maka panjang pasak harus diperpanjang sampai dengan , mm dari ujung apeks. &hillingburg dkk. menyarankan bahwa panjang pasak harus dibuat sedemikian rupa sehingga meninggalkan minimal * mm dari bahan pengisi saluran akar pada apeks untuk mempertahankan integritas penutupan saluran akar. %erel dan 6uro menyatakan bahwa pasak harus cukup panjang untuk mencegah terjadinya stres internal yang berlebihan pada akar dan panjangnya harus paling sedikit setengah panjang akar yang didukung oleh tulang alveolar. %enulis lebih suka meninggalkan

paling sedikit * - , mm dari bahan pengisi saluran akar dan memperpanjang pasak sampai paling sedikit setengah panjang akar yang didukung tulang alveolar bila memungkinkan. Konfi.urasi Pasak %anjang pasak bukanlah satu-satunya aktor utama yang dipertimbangkan dalam mendesain restorasi. %ada suatu studi perbandingan mengenai pengaruh panjang, diameter, dan bentuk pasak terhadap kekuatan tarik, 7ohnson dkk. menemukan bahwa pasak dengan dinding sejajar bergurat-gurat mempunyai retensi +8 kali lebih besar dibandingkan pasak berbentuk kerucut. %enelitian ini juga menemukan bahwa penambahan pada panjang atau diameter pasak hanya akan meningkatkan retensi sebesar *09 sampai +09. ,fek Ferrule :errule dapat dide inisikan sebagai suatu cincin logam atau topi yang diletakkan di sekitar ujung suatu alat, kaleng, dll., untuk menambah kekuatan. ; ek ini digunakan pada preparasi pasak dalam bentuk kontrabevel melingkari gigi !circum erential contrabevel#. Kontrabevel ini menguatkan aspek koronal dari preparasi pasak, menghasilkan suatu dudukan oklusal, dan bertindak sebagai bentuk antirotasi !3ambar *#. ; ek ini juga digunakan bila tidak ada atau sedikit saja sisa mahkota klinis dengan jalan membuat kontrabevel yang luas pada permukaan akar, dengan batas akhir preparasi mahkota lebih apikal daripada unit pasak dan inti. &uatu analogi menunjukkan aksi dari errule !3ambar + dan ,#.

S(ST,M P,&)/ATA& AKA+ 0+**T +,(&F*+1,M,&T S2ST,M3 <abel pada hal. / menunjukkan bagaimana berbagai sistem penguatan akar !root rein orcement system# yang berbeda yang dapat diklasi ikasikan ke dalam tiga kategori utama : sistem pasak cor !cast post systems#, sistem pasak berulir !threaded post systems#, dan sistem pin dan pasak !pin and post systems#. &elain inti pasak konvensional !pasak cor#, semua sistem adalah sistem pasak setengah jadi, dan mempunyai beberapa keuntungan. &istem ini merupakan metode yang sederhana dan e isien untuk memperkuat akar yang dapat digunakan pada gigi anterior dan posterior dengan cara langsung atau tidak langsung. &istem ini distandarisasi dengan bentuk kerucut terkontrol untuk memungkinkan adaptasi yang baik antara akar dan pasak. &istem ini mempunyai dua kerugian utama : !)# struktur koronal gigi yang berlebihan harus dibuang mengikuti petunjuk pabrik dan !(# akar dirancang untuk menerima pasak dan bukannya pasak yang dirancang untuk menyesuaikan dengan bentuk akar. %ada banyak kasus pasak berdinding sejajar dipasang pada akar yang mengkerucut, sehingga mengakibatkan pecahnya akar dan per orasi akar pada ujung apikal pasak.

Keuntun.an Sistem Pasak 1or 01ast Post Systems3 &istem ini dibuat sesuai dengan bentuk akar, dapat menghasilkan panjang pasak yang maksimal, dapat diadaptasikan pada saluran akar yang besar dan tidak beraturan, memelihara struktur koronal gigi, dan dapat dipakai di dalam saluran divergen dalam bentuk dua pasak terpisah. %ada banyak kasus dibuat pasak mengkerucut di dalam saluran akar mengkerucut, yang akan menghasilkan stres lateral yang sangat kecil terhadap akar. Kerugian &istem %asak 4or Dengan sistem ini cukup sulit untuk mencapai pasak yang berdinding sejajar, sehingga retensi akan berkurang. &istem ini memerlukan waktu perawatan dan prosedur laboratorium yang lebih lama dan membutuhkan lebih dari satu kali kunjungan untuk menyelesaikan pembuatan pasak. Keuntun.an Sistem Pin Dan Pasak 0Pin And Post Systems3 <ersedianya berbagai ukuran dari sistem pin ini memungkinkan sistem ini digunakan pada gigi anterior dan posterior. &istem ini menghasilkan retensi yang baik akibat adanya pin - pin tambahan bersama dengan pasak berdinding sejajar bergurat-gurat. %asak yang menggunakan sistem ini mempunyai saluran vertical = vent untuk mengalirkan tekanan hidrostatik yang terjadi pada saat penyemenan. Keru.ian Sistem Pin Dan Pasak Agar sistem ini e ekti , gigi harus mempunyai ketebalan struktur sisa yang cukup untuk insersi pin tambahan. &istem ini juga memerlukan pembuangan struktur koronal gigi yang ada. &eperti pada setiap sistem pasak cor, terdapat kemungkinan ketidaktepatan yang disebabkan oleh prosedur pengecoran. Keuntun.an Sistem Pasak 4erulir 0Threaded Post Systems3 &istem ini mempunyai retensi yang baik, terutama pada akar pendek. Besarnya retensi pada sistem ini berhubungan dengan elastisitas dentin dan semen. ;lastisitas dentin diperlukan pada waktu insersi pertama dari pasak dan pasak berulir tersebut disekrupkan ke dalam akar setelah dilapisi dengan suatu lapisan semen tipis. &istem ini memerlukan hanya satu kali kunjungan untuk penempatan pasak dan inti. Keru.ian Sistem Pasak 4erulir Dikarenakan akar ditekan untuk menerima pasak berulir, suatu jalinan garis-garis tajam spiral yang terbentuk akan meningkatkan potensi raktur akar apabila gigi terkena stres. &istem ini memerlukan pemilihan ukuran pasak yang hati-hati dalam hubungannya dengan ukuran akar. %asak harus dipasang dengan tekanan minimal untuk mencegah raktur gigi dan sulit

digunakan pada gigi posterior. Kelemahan lain pada sistem ini adalah tidak ada vent untuk mengalirkan tekanan hidrostatik yang terjadi pada saat penyemenan.

K,S(MP/5A& Adalah tidak mungkin untuk memberikan pernyataan bahwa salah satu sistem yang telah disebutkan di atas adalah yang terbaik, karena semuanya bergantung pada situasi dan kondisi. %ada semua sistem dianjurkan untuk meninggalkan minimal * sampai , mm dari bahan pengisi saluran akar untuk memelihara integritas penutupan apikal. Dari sudut pandang retensi, pasak yang berdinding sejajar mempunyai retensi yang lebih besar dibandingkan pasak mengkerucut, tetapi karena pasak berdinding sejajar dipasang dalam akar yang mengkerucut, maka diperlukan kehati-hatian pada saat pemasangan. %ada semua gigi, panjang pasak adalah penting karena berhubungan langsung dengan besarnya dukungan yang diberikan oleh pasak dan ketahanannya terhadap raktur akar.