Anda di halaman 1dari 8

PENYULUHAN DAN KONSULTASI GIZI PANGAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Oleh: Retno Ade Pujiastuti 115100813111001 Indah Nur Fikarani Fitri Purnamasari Noerma Rizky I

Minat studi nutrisi pangan Program studi ilmu dan teknologi pertanian Jurusan teknologi hasil pertanian Fakultas teknologi pertanian Uniersitas brawijaya Malang 2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Tema Penyuluhan Pengenalan pola makan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) Untuk Anak Usia Sekolah (AUS). 2. Materi Penyuluhan Pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) Bagi Anak Usia Sekolah (AUS) 3. Sasaran Siswa siswi kelas V SDN Sukun 4. Tempat penyuluhan Ruang kelas atau aula SDN Sukun 5. Penyuluh Mahasiswi minat Nutrisi Pangan program studi ilmu dan teknologi pangan Universitas Brawijaya 6. Metode Metode yang dilakukan pada penyuluhan di SDN sukun adalah ceramah, diskusi dan game. 7. Media Media yang digunakan yaitu media elektronik berupa video tentang pola makan 3B(bergizi, beragam, berimbang), cerita bergambar, dan game 8. Setting Tempat Ruangkelasatau AULA 9. Hari/Tanggal Rabu / 1 Mei 2014 10. Alokasi Waktu 60 menit 11. Latar belakang Gizi seimbang merupakan aneka ragam bahan pangan yang mengandung unsurunsur zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, baik kualitas (fungsinya), maupun kuantitas (jumlahnya). Saat ini, Indonesia mengalami masalah gizi ganda, bukan hanya masalah kekurangan gizi yang dihadapi Indonesia, kelebihan gizi pun kini menjadi momok yang tengah diperangi pemerintah. Sebab, keduanya dapat berakibat buruk terhadap kesehatan dan kualitas hidup manusia. Data Riskesdas 2010 menyebutkan, jumlah persentase status

gizi kategori kurus dirinci sebagai berikut : pada balita 13,3%, dan anak sekolah usia 6 12 tahun 12,2%. Sementara itu jumlah persentase masyarakat Indonesia yang gemuk dirinci sebagai berikut : pada balita 14%, pada anak usia 6 12 tahun sebanyak 9,2%, pada anak usia 13 15 tahun 2,5%, anak usia 16 18 tahun 1,4%, dan dewasa lebih dari 18 tahun sebanyak 21,7%. Jika dulu masyarakat golongan kelas menengah yang identik berbadan subur, kini di masalah peralihan, kelebihan berat badan justru diderita masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Kedua masalah tersebut muncul karena pola makan yang tidak seimbang. Kekurangan gizi ditandai dengan lambatnya pertumbuhan tubuh (terutama pada anak), daya tahan tubuh rendah, kurangnya tingkat inteligensia, dan produktivitas yang rendah. Kelebihan gizi sebaliknya, ditandai dengan kelebihan berat badan, besarnya risiko kemunculan berbagai penyakit kronis degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Indonesia saat ini berada dalam masa transisi gizi, yaitu masa peralihan di antara masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Namun, perlu pula diingat bahwa permasalahan gizi di Indonesia tidak terlepas dari kondisi Indonesia yang merupakan daerah rawan bencana alam. Berdasarkan data EMDAT : The OFDA/CRED International Disaster Database (2011) sejak 1907 hingga 2010, Indonesia mengalami berbagai macam bencana dengan total jumlah kejadian 402 kali, korban meninggal 241.091 orang, total korban 27.938.205orang,dan kerugian material USD 23.933.458.000 (sekitar Rp 240 triliun). Masalah dalam pemberian makan anak usia sekolah di antaranya anak tidak suka sayuran, pilih-pilih makanan, dan menyukai junk food. Sementara itu, masalah kesehatan yang kerap dijumpai pada orang tua akibat gizi lebih adalah hipertensi, penyakit jantung koroner, diabetes, dan kanker. Di lain pihak, kekurangan gizi menyebabkan anemia dan menopause yang sebenarnya bisa dicegah jika menerapkan gizi seimbang. Prinsip gizi seimbang untuk kelompok ini pada intinya memperhatikan variasi makanan, membatasi makanan yang meningkatkan kadar asam urat, memperbanyak makan buah dan sayur segar, minum air putih yang cukup, dan membatasi garam, serta memilih tekstur dan cita rasa makanan. Membiasakan makan makanan beragam dan memenuhi kebutuhan air putih untuk menyokong aktivitas keseharian merupakan salah satu prinsip gizi seimbang. Sudah banyak bukti dari berbagai penelitian bahwa kekurangan air tubuh sekitar 1 persen berat badan (setara 2 gelas) bagi remaja dan orang dewasa, menimbulkan gangguan mood dan

gejala awal kekurangan air tubuh. Bibir menjadi kering, sakit kepala, warna urine kuning, dan suhu tubuh meningkat. Keadaan ini akan menurunkan konsentrasi belajar atau berpikir serta menurunkan stamina. Oleh karena itu penyuluhan ini diadakan demi menambah pengetahuan anak usia sekolah tentang pangan 3B (bergizi, berimbang, beragam). 12. Tujuan Penyuluhan
a. Tujuan Intruksional Umum :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, siswa-siswi SDN Sukun mampu mengerti dan memahami tentang pola makan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam).
b. Tujuan Khusus :

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang gizi seimbang untuk usia sekolah, siswa-siswi kelas V SDN sukun dapat: 1) Menyebutkan Pengertian pola makan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 2) Menyebutkan 10 Pesan Dasar Gizi Seimbang 3) Menyebutkan sumber makanan zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur 4) Menyebutkan manfaat penerapan pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 13. Materi Pokok dan Sub Pokok Bahasan 1) Pengertian pola makan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 2) 10 Pesan Dasar Gizi Seimbang 3) sumber makanan zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur 4) manfaat penerapan pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 14. Kegiatan Penyuluhan
No 1 Tahapan kegiatan Pembukaan Kegiatan Penyuluhan 1. Mengucapkan salam dan Perkenalan; 2. Menjelaskan tujuan dari materi yang disampaikan; 3. Kontrak waktu; 4. Menyebutkan rincian materi penyuluhan yang akan diberikan. 5. pre test dengan mengajukan petanyaan lisan 1. Menjelaskan Pengertian pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 2. Menjelaskan 10 Pesan Dasar Kegiatan Peserta 1. Menyambut salam dan menyimak; 2. Mendengarkan; 3. Mendengarkan; 4. Mendengarkan. 5. menyimak dan menjawab pertanyaan Alokasi waktu (menit) 10 ket

Pelaksanaan penyuluhan

1. 2. 3. 4.

Menyimak; Menyimak; Menyimak; Menyimak;

30

Evaluasi

Penutup

Gizi Seimbang 3. Menjelaskan sumber makanan zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur 4. Menjelaskan manfaat penerapan pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) 1. Mengajukan beberapa 1. pertanyaan kepada para remaja tentang materi yang 2. diberikan. 2. Game dan pembagian doorprice 1. Mengucapkan terimakasih; 1. 2. Mengucapkan salam.

Menjawab dan menjelaskan pertanyaan. Aktif mengikuti game

15

Menjawab salam.

15. Evaluasi Penyuluhan a. Evaluasi Struktur, Waktu untuk mulai acara, persiapan alat, persiapan media, kelengkapan jumlah mahasiswa, kelengkapan alat yang akan digunakan. b. Evaluasi Proses, Bagaimana berlangsungnya proses pembelajaran, ada hambatan atau tidak ada hambatan, keaktifan murid saat proses pembelajaran, tanya jawab bisa hidup atau tidak. c. Evaluasi Hasil, Dengan memberikan pertanyaan secara lisan, yaitu: Apa yang dimaksud dengan pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam)? Ada berapa Pesan Dasar Gizi seimbang? Apa saja sumber makanan zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur? Apa saja manfaat penerapan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam)?

LAMPIRAN. MATERI PENYULUHAN 1. Pengertian pangan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) Makanan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Sebagian besar kehidupan manusia berkisar pada aktivitas makan dan mencari makan agar dapat melangsungkan kehidupannya. Prinsip hidup untuk makan atau makan untuk hidup menggambarkan betapa pentingnya makanan dalam kehidupan manusia. Namun dalam aktivitas makan dan mencari makan tersebut kadang terjadi ketidak-seimbangan yang mengakibatkan akibat yang tidak diinginkan. Konsumsi makanan yang berlebihan, tidak bervariasi, hanya terpusat pada beberapa jenis zat gizi saja mengakibatkan zat gizi lain tidak terkonsumsi dalam jumlah cukup. Pola makan yang tidak berimbang tersebut mengakibatkan tubuh menghadapi berbagai persoalan kesehatan. Masalah kegemukan dan berbagai jenis akibatnya seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, hipertensi, kanker dapat terjadi akibat menu makanan yang hanya terpusat pada makanan kaya lemak dan kaya protein saja. Sebaliknya masalah kekurangan gizi atau defisiensi juga dapat terjadi akibat pola konsumsi yang tidak seimbang dan tidak bervariasi. Dari beberapa penelitian bahwa penyakit Degeneratif (kolestrol, diabetes, hipertensi) sebagian besar dipengaruhi oleh faktor pola makan selain faktor istirahat dan olah raga. Sehingga untuk mencegah penyakit tersebut perlu makan makanan yang beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal. 1. Beragam, artinya pangan yang di konsumsi berbagai macam baik hewani maupun nabati, baik sumber karbohidrat, protein, vitamin maupun mineral,alasanya: Karena setiap jenis/kelompok pangan mempunyai kelebihan/kekurangan nutrisi/gizi tertentu, sehingga dengan mengkonsumsi pangan yang beragam maka nutrisi/gizi dari berbagai jenis pangan saling menutupi sesuai dengan kebutuhan tubuh kita. 2. Bergizi, artinya pangan yang dikonsumsi harus mempunyai gizi(terkandung karbohidrat dan/ protein dan/ vitamin maupun mineral), alasannya: Untuk hidup sehat dan produktif diperlukan konsumsi pangan yang bergizi, sehingga memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) sebesar 2000 Kkal/kapita/hari(sumber: WNPG VIII 2004). 3. Berimbang, artinya pangan yang dikonsumsi harus seimbang dari berbagai jenis/kelompok pangan serta sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral sesuai dengan standar Pola Pangan Harapan (PPH) berbasis konsumsi 2. Pesan dasar gizi seimbang

Pola makan merupakan perilaku paling penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi. Keadaan gizi yang baik dapat meningkatkan kesehatan individu dan masyarakat. Pola makan yang baik adalah berpedoman pada Gizi Seimbang.Pedoman Gizi Seimbang telah diimplementasikan di Indonesia sejak tahun 1955. Pedoman tersebut menggantikan slogan 4 Sehat 5 Sempurna yang telah diperkenalkan sejak tahun 1952 dan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam bidang gizi serta masalah dan tantangan yang dihadapi. Tahun 1990 an kita sudah punya Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). Lebih dari 15 tahun lalu Pedoman Gizi Seimbang telah dikenalkan dan disosialisasikan kepada masyarakat, namun masih banyak masalah dan kendala dalam sosialisasi Gizi Seimbang sehingga harapan untuk merubah perilaku gizi masyarakat ke arah perilaku gizi seimbang belum sepenuhya tercapai. Konsumsi pangan belum seimbang baik kuantitas maupun kualitasnya, dan perilaku hidup bersih dan sehat belum memadai. Memperhatikan hal diatas telah tersusun Pedoman Gizi Seimbang yang baru, pada tanggal 27 Januari 2014 lalu telah diselenggarakan workshop untuk mendapat masukan dari para pakar pemerintah serta non pemerintah, lintas sektor, lintas program dan organisasi profesi. Pesan-pesan PGS, baru 1). Syukuri dan nikmati anekaragam makanan; 2). Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan; 3) Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi; 4) Biasakan mengonsumsi anekaragam makanan pokok; 5) Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak; 6) Biasakan Sarapan; 7) Biasakan minum air putih yang cukup dan aman; 8 ) Biasakan membaca label pada kemasan pangan; 9) Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir; 10) Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal 3. Sumber makanan zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur (triguna makanan) 1) Zat Tenaga Makanan sebagai zat tenaga (Karbohidrat dan Lemak) adalah makanan yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga, untuk aktifitas sehari-hari, contohnya berkerja dan berolahraga. Zat sumber pembangkit tenaga dalam tubuh kita bisa didapatkan dari padi-padian, tepung-tepungan, umbi-umbian, dan lain sebagainya. Berfungsi sebagai pemberi energi/tenaga untuk kegiatan hidup manusia. Makanan yang mengandung zat tenaga antara lain : beras, mie, kentang, singkong, jagung, roti dan sagu.

2) Zat Pengatur Makanan sebagai zat pengatur (Vitamin dan Mineral) adalah makanan yang berfungsi sebagai pengatur organ-organ tubuh untuk melaksanakan fungsinya secara teratur. Zat pengatur dalam tubuh bisa kita dapatkan dari sayur-mayur dan buah-buahan. Fungsi utama dari zat pembangun adalah untuk memberi tubuh perlindungan maksimal terhadap serangan penyakit. Makanan yang mengandung zat pengatur antara lain : kangkung, daun singkong, bayam, sawi hijau, kacang panjang, jeruk, pepaya, nanas, nangka, mangga dan lain-lain. 3) Zat Pembangun Makanan sebagai zat pembagun (Protein) adalah makanan yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan. Zat pembangun di dalam tubuh bisa kita dapatkan dari protein hewani dan nabati seperti kacang-kacangan, susu, keyu, yoghurt, dan lain-lain. Zat pembangun sangat berguna untuk meregenerasi sel-sel yang mati agar bisa berganti dengan yang baru. Makanan yang mengandung zat pembangun antara lain : tempe, tahu, ikan asin, udang, telur, ayam, daging, hati, kacang hijau dan lainlain. 4. Manfaat penerapan 3B (Bergizi, Berimbang, Beragam) Usia Prasekolah dan Sekolah : kebutuhan gizi sangat diperlukan untuk konsentrasi belajar, beraktivitas, bersosialisasi, dan untuk kesempurnaan fisik. Usia Remaja : Dibutuhkan pemenuhan gizi yang optimal agar dapat mencapai kematangan fungsi seksual dan tercapainya bentuk dewasa.

Sumber: http://bkp.bangka.go.id/donlot/mengapa.pdf http://lamongankab.go.id/instansi/dinkes/pedoman-gizi-seimbang-pgs-2014/