0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
515 tayangan4 halaman

Cara Menjalankan Kereta Api dengan Aman

Cara mengoperasikan kereta api tergantung jenis tenaganya, yaitu listrik, diesel atau uap. Untuk listrik naikkan pantograf, majukan reverser lalu lepaskan rem dan nyalakan throttle. Tenaga diesel nyalakan mesin di ruang mesin dan gunakan dynamic brake. Tenaga uap panaskan air di tungku hingga mendidih lalu majukan reverser, lepaskan rem dan buka regulator serta tutup cylinder cocks.

Diunggah oleh

oepickoo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
515 tayangan4 halaman

Cara Menjalankan Kereta Api dengan Aman

Cara mengoperasikan kereta api tergantung jenis tenaganya, yaitu listrik, diesel atau uap. Untuk listrik naikkan pantograf, majukan reverser lalu lepaskan rem dan nyalakan throttle. Tenaga diesel nyalakan mesin di ruang mesin dan gunakan dynamic brake. Tenaga uap panaskan air di tungku hingga mendidih lalu majukan reverser, lepaskan rem dan buka regulator serta tutup cylinder cocks.

Diunggah oleh

oepickoo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Cara Menjalankan Kereta Api

Tentu kita sering bertanya-tanya, bagaimana cara menjalankan sebuah kereta atau lokomotif?
Apakah pengoperasiannya sulit? Tentu saja tidak mudah. Perlu keahlian khusus agar kereta api
tidak melenceng dari jalur alias anjlok terutama pada tikungan tajam. Namun, sebenarnya untuk
menghindari hal itu cukup dilakukan dengan mengurangi kecepatan kereta yang kita kendarai.
Dasar-dasar pengoperasian kereta api tidaklah sulit. Hampir sama dengan mobil, kereta api
dilengkapi dengan reverser (disebut juga persneling dalam istilah otomotif), throttle, dan rem.
Khusus rem terbagi tiga, yaitu train brake, locomotive brake (opsional), dan dynamic brake
(opsional).
Nah, sekarang saya akan menjelaskan cara menjalankan kereta api yang tenaganya terbagi
menjadi tiga jenis, yaitu listrik, diesel, dan uap.
Tenaga listrik

Foto Kabin KRL TM 7000
Kereta api jenis ini memiliki komponen-komponen untuk mengatur listrik yang masuk melalui
kabel LAA (Listrik Aliran Atas) atau rel ketiga. Namun, kali ini saya hanya akan menjelaskan
cara menjalankan kereta api dengan komponen LAA.
Untuk mencapai kabel LAA diperlukan lengan peraih yang disebut pantograf. Pantograf sendiri
diatur melalui kabin masinis. Agar pantograf bisa turun sesuai keinginan, maka dalam kabin
masinis terdapat tombol Panto-down (ditandai dengan warna hitam pada foto).
Saat kereta listrik dimatikan, maka pantograf otomatis turun. Agar kereta menjadi hidup dan siap
dijalankan, pantograf harus dinaikkan dengan tenaga air compressed. Setelah pantograf naik,
kereta siap dijalankan.
Setelah pantograf naik, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menggerakkan
reverser (ditandai dengan warna merah pada foto). Agar kereta api bisa maju, reverser
digerakkan ke arah depan (forward). Sebaliknya, jika ingin kereta mundur cukup tarik ke
belakang (reverse). Namun, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, maka antara
forward dan reverse disisipkan posisi idle yang disebut juga neutral.
Setelah reverser sudah dimajukan ke arah yang diinginkan, maka hal selanjutnya yang harus
dilakukan adalah melepas semua rem. Baik itu train brake maupun locomotive brake (ditandai
dengan warna oranye pada foto). Jika train brake dan locomotive brake sudah dilepas (released),
maka akan terdengar bunyi kompresor yang menandakan silinder rem habis (hampa) dan akan
diisi kembali. Kereta tidak akan berjalan jika silinder rem belum penuh.

Foto Kabin dari Shinkansen E5
Jika kompresor sudah mati, maka kita siap untuk menjalankan throttle (ditandai dengan warna
biru pada foto). Sebaiknya jalankan throttle sedikit demi sedikit, agar tidak ada hentakan dan
roda tidak selip. Jika roda mengalam selip, otomatis daya cengkeram hilang.
Dalam shinkansen dan beberapa kereta lainnya, throttle dan brake dikombinasikan menjadi
combined power handle (ditandai dengan warna hijau pada foto). Fungsi cph ini hanya untuk
menghindari aus pada sepatu rem karena masinis yang kadang lupa untuk melepas train brake.
Dalam posisi idle, cph berada di tengah-tengah. Jika ingin mengerem, cukup dorong ke depan.
Jika ingin menjalankan kereta apinya, maka tariklah. Biasanya cph ini dibuat notched atau
beruas-ruas agar tak ada kesalahan dalam mengerem atau menjalankan KA.
Tenaga diesel

Foto Kabin KRD MCW 302
Pada dasarnya, pengoperasian kereta diesel sama dengan kereta api listrik. Bedanya, saat ingin
menyalakan kereta diesel, kita harus menuju ruang mesin pada lokomotif diesel. Sedangkan
untuk KRD (Kereta Rel Diesel), cukup menyalakan dari bawah tempat duduk.
Di dalam ruang mesin, biasanya di dekat girboks, terdapat sebuah tuas, seperti tuas pada kompor
untuk menyalakan lokomotif diesel. Pertama-tama, kita harus memutar tuas ke kiri untuk
memasukkan bahan bakar HSD (High Speed Diesel) ke dalam mesin. Kegiatan ini disebut
priming.
Setelah priming selesai, akan terdengar bunyi klik yang tandanya HSD sudah penuh di dalam
lokomotif. Langkah selanjutnya adalah memutar tuas ke kanan untuk menyalakan mesin, dan
selesai.
Kedua, di dalam sebuah lokomotif diesel terdapat dynamic brake. Jenis rem yang satu ini hanya
berguna untuk mengurangi putaran mesin di saat turunan. Cara keja dynamic brake hampir sama
dengan cara kerja dynamic brake pada truk dan bus.
Tenaga uap

Dalam Kabin Lokomotif DSM 28
Kereta api yang menggunakan tenaga uap sama sekali berbead pengoperasiannya dengan kedua
jenis kereta api sebelumnya. Untuk menyalakannya, kita harus merebus air yang ada di dalam
tungku untuk menghasilkan uap. Makin besar lokomotifnya makin lama merebusnya, tergantung
besarnya cawan pemanas. Rata-rata dibutuhkan waktu 4-10 jam untuk merebus air dalam tungku.
Jika air sudah cukup panas dan mendidih menghasilkan uap, maka lokomotif siap dijalankan.
Pertama, putar reverser. Untuk mengetahui kemanakah reverser ini bergerak, maka biasanya
terdapat reverser plate untuk mengetahui apakah kita menggerakkan reverser ke arah yang benar.
Setelah selesai menggerakkan reverser, maka lepaslah semua brake.
Setelah melepas brake, maka kita harus menggerakkan regulator (ditandai dengan warna biru
pada foto). Perlu diingat bahwa dalam membuka regulator cukup sedikit saja, agar silinder tidak
mudah dingin. Sebelum kereta api bergerak dengan cepat, segera tutup cylinder cocks (ditandai
dengan warna kelabu pada foto) agar tekanan uap tidak cepat berkurang. Cylinder cocks hanya
boleh dibuka pada saat kereta berhenti agar embun dalam silinder dapat keluar. Jika embun tetap
di dalam, maka akan menyumbat katup silinder dan membuat lokomotif mengalami fatal
blowback atau ledakan.

Foto Kabin Lokomotif D 52
Untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kereta api, cukup kurangi throttle/regulator
hingga nol dan putar rem ke arah kanan berulang-ulang. Namun perlu diingat, dalam keadaan
darurat, emergency brake harus aktif atau putar train brake ke arah kanan sampai mentok.
Ditulis oleh Muhammad Hamas Fathani Pa

Anda mungkin juga menyukai