Anda di halaman 1dari 17

1

Matematika Dasar







Dian Adi Prakasa
NIM. 1241160003
JTD 1B - 11


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
POLITEKNIK NEGERI MALANG
Jalan Soekarno Hatta 9 Malang 65141
Telp (0341) 404424 404425 Fax (0341) 404420
http://www.poltek-malang.ac.id
2013

2
Matematika Review.

Di dalam perhitungan hidrodinamis sering digunakan notasi-notasi alphabet Yunani
dalam notasi matematikanya. Adapun noatsi yang digunakan adalah sebagai berikut:
a) Alphabet Yunani
Alpha Nu
Beta Xi
Gamma Omieron
Delta Pi
Epsilon Rho
Zeta Sigma
Eta Tau
Theta Upsilon
Iota Phi
Kappa Chi
Lambda Psi
Mu Omega


Fourier Series.

Fourier series adalah series yang tidak terbatas dari fungsi trigonometri yang sering
digunakan dalam perhitungan gelombang dan juga phenomena physic dari aliran yang
periodic. Sebagai contoh untuk penyelesaian dari gelombang laut . Jika f(x) sebagai suatu
fungsi dengan interval t 2
0 0
+ s s x x x dan periodic dengan periode 2t, kemudian f(x) dapat
direpresentatifkan dengan fungsi trigonometri sebagai berikut:

=
+ + =
1
0
) sin cos (
2
1
) (
n
n n
nx b nx a a x f

dimana koefisien a
n
dan b
n
didapatkan dari integrasl :
} }
+ +
= =
t t
t t
2 2
0
0
0
0
sin ) (
1
cos ) (
1
x
x
n
x
x
n
dx nx x f b dan dx nx x f a
3
Catatan : Bahwa interval dapat dipilih sebagai t 2 0 s s x , dimana dalam hal ini x
0
= 0,
sehingga apabila f(x) sebagai fungsi genap dalam interval t t s s x , maka:
0 cos ) (
2
0
= =
}
n n
b dan dx nx x f a
t
t

Hal tersebut juga berlaku untuk fungsi ganjilnya. Bentuk fungsi cosinus dan sinus dalam
series untuk f(x) dapat digabungkan dalam bentuk satu sinus atau cosinusdari amplitude dan
sudut phasenya, sebagai contoh :
) cos(
2
) (
1
0
o

=
+ =
n
n
nx A
A
x f

dimana
n
n
n n n
a
b
dan b a A a A = + = = o tan ;
2 2
0 0 .
Jika f(x) dibatasi oleh limit L s x s L dan kemudian dengan perubahan variabelnya maka
deret Fourier untuk f(x)nya menjadi:

=
+ + =
1
0
) sin cos (
2
) (
n
n n
L
x n
b
L
x n
a
a
x f
t t

dimana
}

=
L
L
n
dx
L
x n
x f
L
a
t
cos ) (
1
dan
}

=
L
L
n
dx
L
x n
x f
L
b
t
sin ) (
1

Demikian pula jika f(x) digunakan untuk gelombang periodic dengan periode T dalam
interval T/2 s t s T/2 dan kemudian subsitusi
T
t
x
t 2
= kedalam persamaan f(x) menjadi:

=
+ + =
1
0
)
2
sin
2
cos (
2
) (
n
n n
T
t n
b
T
t n
a
a
t f
t t
, dimana a
n
dan b
n
adalah:
}

=
2 /
2 /
2
cos ) (
2
T
T
n
dt
T
t n
x f
T
a
t
dan
}

=
2 /
2 /
2
sin ) (
2
T
T
n
dt
T
t n
x f
T
b
t
.
Contoh:

< <
< <
=
a x
a
a
x
x f
2
1
2
0 1
) (
simmetri untuk x = 0 dan periodic dengan periode a, maka
b
n
= 0, sehingga :
} }
= + =
2 /
0 2 /
0
0 ) 1 (
2
) 1 (
2
a a
a
dx
a
dx
a
a
dan
4
2
sin
4
cos ) 1 (
2
cos ) 1 (
2
2 /
0 2 /
t
t
t t n
n
dx
a
x n
a
dx
a
x n
a
a
a a
a
n
= + =
} }
, dimana = 0 untuk n
genapdan mempunyai harga dari
]
) 1 2 (
) 1 (
)[
4
(
1 2
+

=
+
n
a
n
n
t
untuk n = 0, 1, 2, .. Jadi Fourier
series dari f(x) dapat ditulis :

=
+
+
+ =
0
) 1 2 (
cos
1 2
1
) 1 (
4
) (
n
n
a
x n
n
t f
t


Gambar 1.11.1. Fungsi f(x) untuk Series Fourier.

Komplek Variabel.

Dalam perhitungan hidrodinamika khususnya dalam meformulasikan persamaan
matematisnya menggunakan variabel komplek. Sebagai contoh, profil gelombang dari
gelombang progressive dapat ditulis dalam bentuk komplek. Bentuk komplek dapat ditulis
sdalam bentuk x + iy, dimana x dan y adalah angka riil dan i adalah imajiner (i
2
= -1).
Bentuk umumnya adalah: z = x + iy, dimana x adalah bagian riil dari z dan ditulis: x = Re
(z), sedangkan y adalah bagian imajiner dari z, ditulis y = Im (z). Simbol z disebut variabel
komplek.

Jika P adalah suatu titik pada bidang komplek (x,y) atau x + iy, dan dalam koordinat
polar dengan jarak r dari O dan susut u dari x positive maka x = r cos u dan y = r sin u.
Dalam bentuk komplek ditulis z = x iy = r (cos u I sin u) = re
iu
, yang pada umumnya
disebut rumus Euler. De Moivres theorem menyatakan bahwa definisi diatas dapat ditulis
dalam bentuk z, yaitu: ) sin (cos u u n i n r z
n n
=
a/2 -a/2
0
x
y
-a a
-1
1
5

Gambar 1.11.2. Definisi dari bidang komplek.
Operasi penyelesaian komplek dar z = z
1
z
2
, dimana z
1
= a
1
+ ib
1
= r
1
e
iu1
dan
z
2
= a
2
+ ib
2
= r
2
e
iu1
, sehingga z = (a
1
a
2
b
1
b
2
) + i( a
1
b
2
+ a
2
b
1
) dan untuk koordinat
polarnya adalah z = r
1
r
2
e(
u1+u2)
.

Catatan : cos ku = (e
iku
+ e
-iku
) dan sin ku = (e
iku
+ e
-iku
), dengan aljabar komplek
diketahui sinh ikx = i sin kx dan cosh ikx = cos kx..

Singularity.

Suatu fungsi komplek (complex function) f(z) dalam suatu daerah R, jika turunan
fungsinya adalah f(z) ada pada setiap titik z dalam daerah R, kemudian f(z) disebut fungsi
analitik dalam R. Suatu titik pada f(z) didalam analitk disebut titik singular atau singularity
dari f(z). Apabila z = z
0
adalah titik singular dari f(z), maka lingkarannya dapat didefinisikan
sebagai |z z
0
| = o, dimana o > 0. Untuk integer positive n maka :
0 ) ( ) ( lim
0
0
= =

c z f z z
n
z z

dimana z = z
0
disebut titik pusat dari n. Apabila n = 1, maka disebut simple pole.

Integrasi Komplek.

Pada Gambar 1.11.2.2.1. terlihat bahwa f(z) kontinyu pada kurva C dan dibatasi
dengan limit a dan b. Selanjutnya
}
b
a
dz z f ) ( atau
}
C
dz z f ) ( disebut garis integral dari f(z)
sepanjang kurva C atau integral terbatas a ke b. Apabila daerah R dibatasi oleh kurva tertutup
O
y
x
P(x,y)
x
r
u
6
C yang mana tergantung pada R, dan kemudian daerah R dapat berubah menjadi titik maka
disebut hubungan sederhana. Misalkan P(x,y) dan Q(x,y) kontnyu dan mempunyai turunann
parsial dalam daerah R dan dibatasi oleh C, maka teori dari Green mengatakan bahwa:
dxdy
y
P
x
Q
Qdy Pdx
R
C
}} } |
|
.
|

\
|
c
c

c
c
= + ) (
, demikian pula untuk masalah 3D (tiga dimensi)
dapat dihitung seperti diatas.

Gambar 1.11.4.1. Garis Integral.


Gambar 1.11.4.2. Macam-macam pembagian daerah (regions).

Rumus integral Cauchy menyatakan bahwa jika f(z) fungsi analitik dan pada kurva tertutup C
dan a adalah titik sebarang didalam C, maka dz
a z
z f
i
a f
C
}

=
) (
2
1
) (
t
, dimana C positive
berlawanan arah jarum jam. Secara umum untuk turunan ke n dari f(z) pada z = a, ditulis:
,..... 3 , 2 , 1
) (
) (
2
!
) (
1
=

=
} +
n untuk dz
a z
z f
i
n
a f
C
n
n
t
Rumus integrasi dari Cauchy banyak
digunakan dalam permasalahan interaksi gelombang, difraksi dan teori radiasi.
a) Hubungan sederhana a) Hubungan komplek
C
a
b
x
y
0
0
7

Fungsi Hiperbolik.

Pada gelombang laut khusunya gelombang permukaan akan mengalami penurunan
kedalaman sebagai fungsi hiperbolik, fungsi tersebut umum digunakan pada persoalan
perhitungan beban gelombang pada bangunan lepas pantai. Bentuk hiperbolikus dapat
berbentuk sinus, cosinus, analogi dengan fungsi lingkaran. Bentuk fungsi hiperbolik dapat
ditulis dalam bentuk fungsi exponensial :
1 sinh cosh ; ) (
2
1
cosh ; ) (
2
1
sinh
2 2
= + = =

x x e x x e e x
x x x x

Dalam bentuk series:
! 4 ! 2
1 cosh ......
! 5 ! 3
sinh
4 2 5 3
x x
x dan
x x
x x + + = + + + = dan sehubungan
dengan fungsi lingkaran dalam bentuk komplek maka:
x ix dan x i ix cos cosh sin sinh = =

Untuk fungsi kwadrat pada persamaan diffrensial X

+ k
2
X = 0, maka sin kx dan cos kx
menjadi snh kx dan cosh kx, sehingga secara umum penyelesaian persamaan kearah x adalah:
kx A kx A X sinh cosh
2 1
+ = . Sebagai contoh untuk penyelesaian masalah Catenary, seperti
pada Gambar 1.11.5., sebuah kabel tergantung dengan titik A pada kapal dan titik B pada
dasar laut. Reaksi kabel kearah horisontalnya pada titik B membuat sudut tangent terhadap
dasar lautnya (ditulis R). Pada titik P pada kabel beban tegak lurusnya adalah W, dimana
sama dengan berat kabel itu sendiri, w, dikalikan panjang kable, S, antara titik B dan P.

Gambar 1.11.5. Kabel Mooring Statis.
B
A
T
P
W
R
x
y
R
o
o
T
S
o
u
V
8
Apabila kordinat pada titik B (x,y), maka
}
+ =
x
dy dx S
0
2 2
] ) ( ) [( dan T tegangan yang bekerja
pada P yang membuat sudut u terhadap dasar laut sehingga
R
wS
dx
dy
= . Dari persamaan
diferensial biasa
2
1
|
.
|

\
|
+ =
dx
dy
dx
dS
, sehingga
2
2
2
1
|
.
|

\
|
+ =
dx
dy
R
w
dx
y d
.
Pemecahan persoalan dari catenary yaitu:
a
x
a y a
w
R
x
R
w
w
R
y cosh ; ; cosh = = = .
Panjang antara B ke P adalah wy
a
x
R T dan
a
x
a S = = = cosh sinh .

Fungsi Bessel.

Salah satu bentuk umum dari bentuk struktur bangunan lepas pantai adalah silinder.
Fungsi Bessel (Bessel Function) adalah salah satu pemecahan penyelesaian dari persamaan
differensial pangkat dua yang dapat ditulis sebagai berikut:
0 ) (
2 2 ' 2
= + + y n x ny y x

Penyelesaian umumnya adalah : ) ( ) (
2 1
x Y A x J A y
n n
+ = untuk semua integer n, dimana J
n

adalah Fungsi Bessel untuk orde kesatu n dan Y
n
adalah fungsi Bessel untuk orde ke dua dari
n. Jumlah J
n
dapat ditulis dalam bentuk series ke x sebagai:

=
+
+

=
0
2
)! ( !
) 2 / ( ) 1 (
) (
k
n k k
n
n k k
x
x J

dari hubungannya maka dapat ditulis: ) ( ) 1 ( ) ( ) ( ) (
'
0 1
x J x J dan x J x J
n
n
n
= =

, dimana n =
0,1,2,. Fungsi Bessel untuk order kedua n sehubungan dengan orde pertamanya adalah :

,... 2 , 1 , 0
sin
) ( cos ) (
lim
,.... 2 , 1 , 0
sin
) ( cos ) (
) (
n
p
x J p x J
n
n
x J n x J
x Y
p p
n p
n n
n
t
t
t
t

juga Y
1
(x) = -Y

0
(x) dan Y
-n
(x) = (-1)
n
Y
n
(x), untuk n=0,1,2,.
Fungsi Hankel untuk orde pertama dalam bentuk komplek ditulis:
) ( ) ( ) (
) 1 (
x iY x J x H
n n n
+ =
Sedangkan untuk orde keduanya ditulis: ) ( ) ( ) (
) 2 (
x iY x J x H
n n n
+ =
9
Bentuk umum dari fungsi Bessel adalah:
...] ) ( ) ( [ 2 ) ( cos
...] ) ( ) ( ) ( [ 2 sin
...] ) ( ) 1 2 ( ... ) ( 3 ) ( [ 2
) ( ) ( ) (
4 2 0
5 3 1
1 2 3 1
+ =
+ =
+ + + + + =
= +
+

=

x J x J x J x
x J x J x J x
x J n x J x J x
y J x J y x J
n
k
k n k n


Persamaan Differensial Parsial.

Apabila suatu variabel fungsinya tergantung dari lebih satu variabel, maka turunannya
secara parsial hubungan antara variabelnya sering disebut persamaan differensial. Pada
penyelesaian masalah gelombang umumnya digunakan persamaan differnsial. Misalkan
fungsi z tergantung pada dua variabel x dan y, ditulis z = f(x,y). Dalam penyelesaian
persamaan diatas dapat dibagi menjadi dua penurunan, yaitu pertama perubahan rata-rata dari
z terhadap x dengan y konstan dan kedua perubahan rata-rata dari z terhadap y dan x konstan,
penurunan persamaan tersebut disebut turunan parsial. Sebagai contoh, suatu persamaan
lingkaran:
2 2
y x z + = , kemudian
2 2 2 2
y x
y
y
z
dan
y x
x
x
z
+
=
c
c
+
=
c
c
. Selanjutnya
apabila x dan y fungsi dari satu variabel t, maka dapat ditulis:
dt y
dy z
dt x
dx z
dt
dz
c
c
+
c
c
= .

Vektor dan Tensor.

Scalar dan vector merupakan besaran yang sering dipakai pada masalah
hidrodinamika. Scalar adalah suatu besaran yang tidak memerlukan arah pada suatu ruang,
misalnya volume, berat jenis, massa, energi dan tekanan. Sedangkan vektor adalah besaran
yang mempunyai magnitude dan arah, juga memenuhi hukum parallelogram dari
penambahan dan perkalian, misalnya kecepatan, momentum linear dan gaya, termasuk
kecepatan angular dan kecepatan momentum. Jadi jika I
a
adalah unit vektor pararel terhadap
vektor a, maka . I
a

Lihat a, b adalah dua vector dengan besaran a,b yang diwakili oleh garis OA dan OB
dengan titik awal pada titik O. Sudut antara vektornya adalah u, sudut AOB merupakan sudut
rotasi minimum dari a ke b, sehingga ab = ab cos u. Hasil scalar sebagai hasil OA.OM,
10
dimana M adalah proyeksi B pada OA, sehingga OA = a, OM = b cos u, dalam bentuk
umumnya ba = ba cos(-u) = ab cos u = ab.

Gambar 1.11.8.1. Skalar hasil dari perkalian vector.

Hasil perkalian vector juga dapat menghasilkan suatu vector. Lihat a dan b adalah dua
vector dengan besaran a,b dengan membuat sudut u diukur dari a ke b. Perkalian vector a
.
b
sebagai vector dengan besaran ab sin u, dimana tegak lurus terhadap adan b, dan rotasidaria
ke b seperti hukum mur baut, sehingga didapatkan ba sin (-u) = -ab sin u dan a
.
b = - b
.
a.

Gambar 1.11.8.2. Vektor dari hasil perkalian vector.

Sebagai contoh yaitu sebuah titik P terletak pada suatu benda rigid yang bergerak pada poros
titik O dengan kecepatan sudut e, dimana r adalah posisi vector P relative terhadap O.
Apabila PN tegak lurus e, kemudian kecepatan dari P adalah eOP sin u tegak lurus pada
bidang PON sehingga menghasilkan vector e
.
r.
u
-u
a
a
.
b
b
.
a
a
b
b
O
B
M
b
a A
u
11

Gambar 1.11.8.3. Contoh dari perkalian vector.

Demikian pula untuk vector momen pada O dari gaya F yang bekerja pada P adalah r
.
F.
Skalar dan vector apabila dikalikan maka berlaku hukum distributive, yaitu :
a (b+c) = ab + ac dan a
.
(b+c) = a
.
b + a
.
c


1. Vektor
Hasil perkalian tiga vector.
a) Hasil triple scalar.
Apabila ada 3 vektor a, b, c maka kombinasi a(r
.
c) disebut triple scalar. Hal ini
dapat dibuktikan dengan mengassumsikan suatu kotak dengan sisi-sisinya adalah vector
a, b, c, sehingga hasil skalarnya diukur oleh volumenya.


Gambar 1.11.8.1.1. Contoh dari perkalian vector.

Dari gambar 1.11.8.1.1. terlihat bahwa:
a (b
.
c) = b (c
.
a) = c (a
.
b)
a (b
.
c) = - a (c
.
b) dimana b
.
c = -c
.
b
a
c
b
O
O
e e
.
r
r
.
F
r
r
F
P
P
u
12
(a
.
b) c = a (b
.
c) = [abc]
Apabila dua vektornya sama atau pararel, atau ketiga vektornya coplanar maka
[aab] = 0
b) Hasil triple vektor.
Apabila a, b, c adalah tiga vector, maka kombinasi a
.
(b
.
c) adalah hasil perkalian
tiga vector. Apabila diketahui a
.
(b
.
c) = - a
.
(c
.
b) = (c
.
b)
.
a maka hasil
perkalian tiga vektornya menjadi :
a
.
(b
.
c) = -(ab) c + (ac) b
c) Resolusi vector.
Apabila a, b, c adalah tiga vector, tidak coplanar dan x adalah vector arbitrary maka:
(i) x [a (b
.
c)] = a [ (b
.
c) x] + b [(c
.
a) x] + c [(a
.
b) x]
(ii) x [a (b
.
c) = (b
.
c) (ax) + (c
.
a) (bx) + (a
.
b) (cx)


Tensor

Scalar dan vector a, b, c, ., dan seterusnya tidak terbatas, dinyatakan dalam
bentuk semicolon (;), disebut dyadic multiplication. Dengan demikian maka dapat dituliskan
urutan sebagai berikut :
(1) , a, a;b, a ; b ; c, a ; b ; c ; d, ., dimana a;b disebut dyad.
(2) a ; b ; c = (a ; b) ; c = a ; (b ; c)
(3) a ; b ; c ; d = (a ; b) ; (c ; d) = a ; (b ; c) ; d
(4) ; b ; c = ( ; b) ; c = ; (b ; c)
(5) b ; c = ( b) ; c = ( b ; c)
(6) (a ; b) c = a ; (b c) = a (b c)
(7) (a ; b) (c ; d) = a ; (b c) ; d = (a ; d) (b c)
(8) (a ; b) .. (c ; d) = (ad) (bc)
(9) (ad) (bc) = (cb) (da) = (bc) (ad) = (da) (cb)
(10) (a ; b) .. (c ; d) = (c ; d) .. (a ; b) = (b ; a) .. (d ; c) = (d ; c) .. (b ; a)
(11) (a ; b) .. (c ; d) = (a ; b) .. (c ; d) = (a ; b) .. (c ; d) = (a ; b) .. (c ; d)
(12) A ; (B+C) = A ; B + A ;C, (B+C) ; A = B ; A + C ; A
(13) (a
.
b)
.
c = - a (bc) + b (ac) = c(a;b) c(b;a)
= c[a;b - b;a] = c[a;b - (a;b)]
13
(14) A(x+y) = Ax + Ay, (x+y)A = xA + yA

Definisi dari Tensor.
Sebuah vektor linier dengan operator u
(r)
disebut tensor dari r, jika u
(0)
scalar, dan jika untuk
setiap integer positif r > 1dan untuk setiap vector x, u
(r)
x adalah tensor r 1. Apabila i
1
, i
2
,
i
3
, adalah vector yang saling tegak lurus maka dalam bentuk tensor dapat kita tulis x = x
1
i
1

,x
2
i
2
, x
3
i
3.
Misalkan u adalah tensor ke2 pada bidang ke3, maka :
u
x
= ux
1
i
1
+ ux
2
i
2
+ ux
3
i
3

= ui
1
(i
1
x) + ui
2
(i
2
x) + u i
3
(i
3
x)
= [(ui
1
);i
1
+ (ui
2
); i
2
+ (ui
3
); i
3
]x



Definisi-definisi.

A pathline : Ada1ah sebuah locus yang merupakan kumpulan posisi titik dari sebuah
partikel pada interval waktu yang berturutan.
A streakline (filament line) : Ada1ah suatu garis yang merupakan posisi dari semua
partikel fuida yang mela1ui titik-titik partikel.
A streamline: Ada1ah kurva imajiner pada a1iran fuida dimana kecepatan setiap
partikel sepanjang streamline sela1u membentuk tangentia1 terhadap streamlinenya pada
setiap waktu.
Viskositas pada
setiap titik di da1am a1iran terhadap gaya geser rata-rata pada setiap titik tegak lurus luasan
dimana terjadi stress.
Inviscid : Suatu f1uida yang mempunyai zero viscosity, tidak menga1ami perubahan
viskositas.
Incompressible: Suatu f1uida yang tidak menga1ami perubahan tekanan, dengan kata
1ain tekanan pada permukaan f1uida sama dengan tekanan atmosfernya.
Irrotational : Suatu f1uida yang diassumsikan bahwa partikel tersebut berputar akan
tetapi a1iran yang terbentuk tidak berputar .


14
Karena teknologi informasi menyediakan akses informasi yang dapat secara langsung
mendukung pelaksanaan kegiatan proses belajar dan mengajar. Pemrograman web
pada teknologi informasi menggunakan ilmu logika, perhitungan, bilangan biner, aritmatika,
sistem bilangan, integral dan masih banyak yang dimanfaatkan untuk keperluan di bidang
teknologi informasi. Banyaknya peranan dari matematika terhadap teknologi informasi
menjadikan ilmu komputer suatu disiplin ilmu yang baru dengan berbagai ilmu di dalamnya
seperti algoritma, aljabar boolean, matematika diskrit maupun statistika.
Berbagai aplikasi yang telah kita gunakan pada masa sekarang ini adalah salah satu peranan
matematika terhadap perkembangan teknologi informasi. Tanpa dasar-dasar dari matematika,
maka penemu, penggagas serta pembuat program akan sangat kesulitan dalam menemukan
ide-ide ke arah aplikasi yang canggih dengan dibantu dengan peralatan yang modern.
Teknologi yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa telah banyak penerapan dari
matematika dalam pengembangan ilmu di bidang lain. Salah satu contoh penerapan ilmu
komputer yang digunakan untuk pengembangan di berbagai bidang adalah Persamaan
Diferensial Elementer. Persamaan Diferensial Elementer membahas mengenai bagaimana
persamaan diferensial digunakan atau dimanfaatkan dalam memecahkan suatu masalah dalam
kehidupan sehari-hari.

Contoh kasus yang sering dijumpai seperti pada gaya pegas. Gaya pegas sangat dibutuhkan
untuk kegiatan-kegiatan dalam bidang pembangunan maupun bidang teknik. Persamaan
diferensial dari gaya pegas ini kemudian dijadikan sebuah persamaan matematika dalam
bentuk simbol dan rumus sehingga perhitungan dari gaya pegas ini menjadi lebih mudah dan
cepat. Pada bagian inilah persamaan diferensial elementer sangat berperan dalam mengubah
suatu persamaan persamaan diferensial dan menyelesaikannya ke dalam bentuk persamaan
linear atau yang lebih dikenal adalah persamaan tersebut menjadi sebuah rumus. Oleh karena
itu, persamaan diferensial yang termasuk dalam ilmu matematika ini menjadi sangat penting
untuk dipelajari tidak hanya dalam ilmu matematika saja tetapi juga dalam ilmu-ilmu yang
lain.
penerapan diferensial pada komputer
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seorang profesor matematika
Inggris,Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812,Babbage memperhatikan kesesuaian alam
antara mesin mekanik dan matematika yaitu mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan
tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan,sedang matematika membutuhkan repetisi
sederhana dari suatu langkah-langkah tertentu.Masalah tersebut kemudain berkembang
15
hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.Usaha
Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia
mengusulkan suatu mesin untuk melakukanperhitunganpersamaan differensial.Mesin
tersebut dinamakan Mesin Differensial.Dengan menggunakan tenaga uap,mesin tersebut
dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara
otomatis.

Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun,Babbage tiba-tiba
terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama,yang disebut
Analytical Engine.Asisten Babbage,Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting
dalam pembuatan mesin ini.Ia membantu merevisi rencana,mencari pendanaan dari
pemerintah Inggris,dan mengkomunikasikan spesifikasi Analytical Engine kepada
publik.Selain itu,pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya
membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi
programmer wanita yang pertama.Pada tahun 1980,Departemen Pertahanan Amerika Serikat
menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan
kepadanya.

Mesin uap Babbage,walaupun tidak pernah selesai dikerjakan,tampak sangat primitif apabila
dibandingkan dengan standar masa kini.Bagaimanapun juga,alat tersebut menggambarkan
elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep
penting.Terdiri dari sekitar 50.000 komponen,disain dasar dari Analytical Engine
menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi
mesin tersebut.

Pada Tahun 1889,Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi
untuk melakukan penghitungan.Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat
untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.Sensus sebelumnya yang
dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan
perhitungan.Dengan berkembangnya populasi,Biro tersebut memperkirakan bahwa
dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah
oleh alat tersebut secara mekanik.Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel.Dengan
16
menggunakan alat tersebut,hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu.Selain
memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan,kartu tersebut berfungsi sebagai media
penyimpan data.Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.Hollerith
kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas.Ia mendirikan
Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International
Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger.Perusahaan lain seperti
Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha
bisnis.Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dan pemerintahan untuk permrosesan
data hingga tahun 1960.

Pada masa berikutnya,beberapa Insinyur membuat penemuan baru lainnya.Vannevar Bush
(1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di
tahun 1931.Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang
selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi.Mesin tersebut sangat besar dan berat
karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.Pada tahun
1903,John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang
menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja
George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar,yang menyatakan bahwa setiap
persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.Dengan mengaplikasikan
kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus,Atanasoff dan
Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940.Namun proyek mereka terhenti
karena kehilangan sumber pendanaan.
Pada makalah ini dibahas konsep fisika komputasi sebagai bagian diferensial sains modern,
yang memadukan antara solusi analitik, intuisi fisika dan komputasi numerik di dalam
menjelaskan berbagai fenomena fisika. Dilengkapi dengan materi materi dasar yang saling
berkaitan sebagai pemahaman awal didalam mempelajari fisika komputasi.








17
Sumber :
http://whiesaramadhan88.blogspot.com/
ebookbrowse.com/1905-paul-oe-bab-1-doc-d419395298
www.imsearchfile.com/info-about-file/4e5cb164h32i0
www.filetxt.net/find/teori-bangunan-kapal-1