Anda di halaman 1dari 6

15

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan di Bengkel Program Studi Fisika Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei tahun 2014.

B. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian Eksperimen Fisika II ini
adalah metode eksperimen. Metode penelitian ini untuk menentukan Modulus puntir
suatu logam (G), dan mengetahui hubungan antara massa beban (m),jari-jari logam (
R) .jari-jari roda pemuntir (r) dengan besarnya sudut simpangan yang terjadi () pada
panjang masing-masing titik puntiran sebuah logam.

C. Alat dan Bahan
1. Pembuatan Alat:
- Katrol kayu
- Batang besi -
- Besi penjepit logam
- Mistar
- benang
- beban
- akrilik



- Kayu
- kuningan
- Pipa Pralon
- Busur
- Lem akrilik
- Tang


16



2. Percobaan
Alat Bahan

a. Seperangkat alat praktikum
modulus puntir
b. Bulpen
c. Tang
a. beban
b. logam besi dan kuningan

D. Gambar Alat



Gambar 5.2 Rangkaian Alat Praktikum Modulus puntir

17


E. Prosedur Pembuatan Alat
1. Menggambar desain alat.
2. Membuat rancangan bahan- bahan yang dibutuhkan .
3. Menyiapkan kayu yang cukup tebal kemudian kayu dipotong dan dibentuk
sesuai dengan kebutuhan.
4. Membuat lubang masing masing kayu, sebagai lubang penghubung.
5. Menghubungkan kedua kayu dengan batang besi yang sudah di drat terlebih
dahulu kemudian disatukan dengan baut
6. Membuat penjepit logam yang akan dipuntir pada kedua ujung kayu tersebut
dan disatukan dengan kayu tersebut
7. Menyatukan Salah satu penjepit logam tersebut dengan katrol kayu sebagai
roda pemuntir yang akan diberi beban
8. Membuat 2 buah busur derajat agar dapat digeser untuk mengatur letak
panjang titik puntiran
9. Membuat jarum penunjuk besarnya sudut simpangan derajat, yang akan
dipasang menyatu dengan logam yang akan dipuntir
10. Memasang beban pada roda pemuntir

F. Prosedur Penggunaan Alat
1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Memasang beban logam yang akan dipuntir dengan jarum penunjuk dan
penjepit logam pada kedua ujungnya
3. Mengatur penjepit agar logam yang akan dipuntir menyatu dengan roda
pemuntir
4. Mengatur jarak titik puntiran dari ujung penjepit logam dengan jarak 10 cm
dan 20 cm
5. Memasang beban 550 gram pada roda pemuntir
18


6. Mengamati besar simpangan sudut yang terjadi pada jarak titik puntiran 10
dan 20 cm
7. Mengulangi langakah 5 dan 6 dengan beban 960 gram dan 1350 gram
8. Mengulangi langkah 4 sampai 6 dengan mengatur jarak titik puntiran 30 dan
40 cm
9. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan

G. Teknik Analisis Data
1. Pengambilan Data
a. Mengukur jari jari roda pemuntir ( r ) dan jari jari logam yang akan dipuntir
(R)
b. Menimbang massa beban ke 1 2 dan 3
c. Membaca besarnya sudut simpangan ( ) yang terjadi pada masing masing
jarak titik puntiran pada masing masing beban roda pemuntir ( 10,20,30 dan
40 cm )
d. Lakukan langakah 1-3 untuk logam kedua
Data I adalah :
Kuningan
No massa beban( gram )
L=
10cm
L=20
cm
L=30
cm
L=40
cm

1 550

2 960

3 1350

Besi
1 550

2 960

3 1350

Tabel 5.1
19


e. Setelah mendapatkan data besar sudut simpangan masing masing logam pada
jarak titik puntiran tertentu makalangakah selanjutnya menghitung modulus puntir
setiap titik puntiran, dengan persamaan sebagai berikut :

4 2
360
R
m L r g
G


Dengan :
G = modulus puntir (modulus geser = koefisien kekenyalan)
g = percepatan gravitasi
R = jari-jari batang logam yang akan dipuntir
L = panjang batang dari penjepit ke jarum petunjuk sekala
m = massa beban yang menyebabkan puntiran
= besar simpangan pada jarak L
r = jari-jari roda pemuntir
f. Membuat tabel seperti berikut dan menghitung nilai didalamnya
Kuningan
No
massa
beban
L=10 cm L=20 cm L=30 cm L=40 cm
G ( x 10
11

dyne / cm2 )
G ( x 10
11
dyne
/ cm2 )
G ( x 10
11
dyne /
cm2 )
G ( x 10
11

dyne / cm2 )
1 550

2 960

3 1350

G rata rata

Besi
1 550

2 960

3 1350

G rata rata
Tabel 5.2
20


g. Mengitung nilai modulus puntir rata-rata pada masing masing titik puntiran, dengan
persamaan
3

G
G




h. Menghitung nilai modulus puntir rata-rata masing masing logam, dengan persamaan :



i. Menghitung nilai

,dimana G G
j. Menghitung nilai G akhir
G


4
G
G