Anda di halaman 1dari 6

EFEK ZEEMAN ANOMALI

(Anomalous Zeeman Effect)



Spektrum garis atomik teramati saat arus listrik dialirkan melalui gas di
dalam sebuah tabung lecutan gas. Garis-garis tambahan dalam spektrum emisi
teramati jika atom-atom tereksitasi diletakkan di dalam medan magnet luar. Satu
garis di dalam spektrum garis emisi terlihat sebagai tiga garis (dengan dua garis
tambahan) di dalam spektrum apabila atom diletakkan di dalam medan magnet.
Terpecahnya satu garis menjadi beberapa garis di dalam medan magnet dikenal
sebagai efek Zeeman.

pemisahan garis spektrum atomik di dalam medan magnet
Efek Zeeman tidak dapat dijelaskan menggunakan model atom Bohr.
Dengan demikian, diperlukan model atom yang lebih lengkap dan lebih umum
yang dapat menjelaskan efek Zeeman dan spektrum atom berelektron banyak.
Sebelumnya Sommerfeld (Arnold Sommerfeld, 1868 1951, Jerman)
memperluas gagasan Bohr dengan mengajukan berbagai orbit elips untuk harga n
yang sama. Sommerfeld menambahkan aturan seleksi pada proses transisi
elektron berdasarkan tiga bilangan kuantum, yakni bilangan kuantum
utama/ukuran orbit, n, bilangan kuantum bentuk orbit, l, dan bilangan kuantum
arah orbit, m
l
.
Model atom Bohr-Sommerfeld mengalami masalah ketika tidak mampu
menjelaskan gejala lain yang dikenal sebagai Efek Zeeman Anomali. Efek
Zeeman anomali merupakan fenomena di mana ditemukan lebih banyak lagi garis
spektrum selain garis-garis spektrum pada efek Zeeman (terpisahnya garis-garis
spektral dalam suatu spektrum jika sumber spektrum dipaparkan pada medan
magnet) akibat pengaruh medan magnetik. Lebih jelasnya efek Zeeman anomali
adalah terpisahnya garis-garis spektral menjadi beberapa garis yang saling
berdekatan karena pengaruh medan magnet luar yang lebih kecil densitas fluks
magnetnya. Efek ini disebut anomali karena tidak sesuai dengan ramalan klasik.
Para fisikawan pada saat itu meyakini bahwa diperlukan bilangan kuantum
tambahan untuk menjelaskan gejala efek Zeeman anomali tersebut. Penjelasan
fenomena ini diberikan oleh Pauli (Wolfgang Pauli, 1924 1958, Swiss) melalui
hipotesisnya bahwa elektron memiliki spin intrinsik yang berkontribusi terhadap
penambahan momentum sudut total atom.
Terjadinya Efek Zeeman Anomali dapat dijelaskan Pauli dengan
menyatakan hipotesis bahwa terjadinya Efek Zeeman Anomali karena adanya
rotasi tersembunyi yang menghasilkan momentum sudut tambahan. Untuk
menjelaskan fenomena efek Zeeman anomali, Pauli mengusulkan bilangan
kuantum ke empat yang hanya dapat memiliki dua harga. Ide yang sama
mengenai spin elektron diungkapkan oleh Goudsmit (Samuel Abraham
Goudsmit, 1902-1978, Belanda) dan Uhlenbeck (George Eugene Uhlenbeck,
1900-1988, Belanda), kemudian mengajukan hipotesis bahwa rotasi tersembunyi
ini disebabkan karena elektron memiliki momentum sudut intrinsik yang bebas
dari momentum sudut orbitalnya (bukan dari momentum sudut orbital) dan
momentum sudut intrinsik ini berkaitan dengan electron yang berputar pada
porosnya sendiri mirip dengan rotasi Bumi pada porosya sendiri (momen
magnetik elektron), dan karena itu disebut spin elektron.
Bilangan kuantum ke empat s digunakan untuk menyatakan momentum
sudut spin elektron tersebut. Menurut teori Dirac (Paul Adrien Maurice Dirac,
1902-1984, Inggris), bilangan kuantum ini hanya boleh memiliki harga s = .
Momentum sudut total atom akibat spin elektron ini besarnya adalah:
(
( )


Spin elektron mengalami kuantisasi ruang seperti halnya vektor
momentum sudut orbital. Kuantisasi ruang spin elektron ini dinyatakan dengan
bilangan kuantum magnetik spin m
s
yang memiliki harga m
s
= + dan m
s
= -.
Adanya kuantisasi ruang spin elektron ini dibuktikan melalui eksperimen yang
dilakukan oleh Stern (Otto Stern, 1888-1969, Jerman) dan Gerlacht (Walter
Gerlacht, 1889-1979, Jerman).
Pada tahun 1922 Stern-Gerlach melakukan eksperimen untuk
membuktikan bahwa partikel (elektron dalam hal ini) memiliki momentum sudut
intrinsik. Skematik eksperimen Stern-Gerlacht diilustrasikan seperti pada gambar
berikut.







Atom-atom perak diuapkan di dalam oven bergerak melalui kolimator-
kolimator celah sempit sampai melewati kutub-kutub medan magnet yang
memiliki kuat medan magnet dipol dalam arah sumbu Z sebesar
z
. Karena atom
perak ini memiliki momen magnetik, maka akan mengalami defleksi dengan gaya
magnetik:



Jika efek Zeeman disebabkan oleh adanya medan magnet eksternal, maka
efek Zeeman anomali disebabkan oleh rotasi dari elektron pada porosnya. Rotasi
atau spin elektron menghasilkan momentum sudut intrinsik elektron. Momentum
sudut spin juga mempunyai dua orientasi yang berbeda, yaitu spin atas dan spin
bawah. Tiap orientasi spin elektron memiliki energi yang berbeda tipis sehingga
terlihat sebagai garis spektrum yang terpisah.
Gambar di samping menjelaskan
garis spektral atom yang terpisah di
dalam medan magnet berasal dari
spin elektron.
Spin elektron diwakili oleh
bilangan kuantum tersendiri yang
disebut bilangan kuantum magnetik
spin (atau biasa disebut spin saja).
Nilai bilangan kuantum spin hanya
boleh satu dari dua nilai + atau
. jika m
s
adalah bilangan kuantum spin, komponen momentum sudut arah
sumbu-z dituliskan sebagai
S
z
= m
s

Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa vektor momen magnetik dari atom
yang ditempatkan pada medan magnetik eksternal hanya memiliki dua arah.
di mana


Spin ke atas dinyatakan dengan


Spin ke bawah dinyatakan dengan



Efek Zeeman anomali merupakan pengecualian gejala tambahan garis
spektrum yang tidak sesuai dengan jumlah yang diperkirakan. Misalnya garis
pertama deret Balmer dari atom hidrogen yang menunjukkan sebuah struktur
halus oleh Phipps dan Taylor. Selain itu dapat dipahami berdasarkan contoh efek
Zeeman, di mana efek Zeeman di beberapa atom (misalnya hidrogen )
menunjukkan triplet sama-spasi, sedangkan dalam atom lain medan magnet
membagi garis menjadi empat, enam, atau garis bahkan lebih dan beberapa
kembar tiga menunjukkan jarak yang lebih luas dari sebelumnya. Untuk itu dapat
diambil kesimpulan bahwa efek Zeeman anomali adalah efek Zeeman normal
ketika spin elektron disertakan sehingga terjadi berbagai pola yang memberikan
jumlah pemisahan lebih banyak.
"Normal" efek Zeeman

Jenis membelah diamati
dengan hidrogen dan singlet
seng.


Jenis membelah diamati untuk
spin 0 menyatakan sejak spin
tidak memberikan kontribusi
momentum sudut.
"Anomali" efek Zeeman

Ketika spin elektron yang disertakan, ada
berbagai pola yang lebih besar pemisahan.





Sumber:
http://aktifisika.wordpress.com/2009/02/06/model-atom-mekanika-kuantum/ (3.25
24-11-12)
http://azkamutia.wordpress.com/2011/07/17/glosarium-kelas-xii/ (5.03 24-11-12)
http://basistik.blogspot.com/2012/04/anomali-efek-zeeman.html (3.38 24-11-12)
http://belajarneutron.blogspot.com/ (5.13 24-11-12)







MAKALAH FISIKA MODERN
EFEK ZEEMAN ANOMALI















Disusun oleh:
RIAN ARI UTOMO ( K2310082)
RINA MARTINA ( K2310084)
SULISTIYO WIBOWO ( K2310088)
WINDA APRILIYANI (K2310093)


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012