Anda di halaman 1dari 16

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu ekonomi matematis merujuk pada penggunaan metode matematis untuk
melambangkan teori ekonomi dan menganalilsis masalah yang dirupakan diilmu ekonomi.
Membolehkan perumusan dan derevasi hubungan pokok diteori dengan kejernihan, hal-hal
umum dan kesederhanaan.
Ilmu pasti membolehkan pakar ekonomi membentuk proposisi dapat diuji yang berarti
sekitar banyak subyek yang meliputi banyak hal dan kompleks yang secara memadai tidak
bisa diungkapkan secara tak resmi. Lebih lanjut, bahasa ilmu pasti membolehkan pakar
ekonomi membuat klaim positif yang spesifik yang jelas tentang subyek kontroversial atau
mengundang perdebatan yang akan mustahil tanpa ilmu pasti.
Banyak teori ekonomi sekarang ini diberikan syarat-syarat model matematika
ekonomi. Set stylize dan menyederhanakan hubungan matematis yang menjelaskan asumsi
dan implikasi. Keperagawatian ekonomi resmi mulai di yang terlambat ke-19 abad dengan
penggunaan kalkulus diferensial untuk menolong menggambarkan dan meramalkan ekonomi
kelakuan. Ilmu ekonomi menjadi lebih matematis sebagai disiplin sepanjang babak pertama
abad ke-20.
Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita tidak akan pernah terlepas dari kegiatan
ekonomi. Beberapa istilah-istilah dalam perekonomian keuangan perlu dipahami diantaranya
bunga tunggal, diskonto tunggal, bunga majemuk, sistem kredit-kecilan, anuitas dan
sebagainya. Yang mana tidak pernah lepas juga dari matematika.
Sebelum membicarakan tentang bahasan bunga tunggal, bunga majemuk dan
seterusnya akan diberikan pembahasan tentang prinsip-prinsip matematika yang digunakan
dalam ekonomi dan bisnis.


2


1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana matematika bisa berkaitan dengan kegiatan ekonomi?
Apa saja dasar-dasar rumus yang digunakan dalam kegiatan ekonomi?
Apa saja prinsip-prinsip matematika yang digunakan dalam ekonomi?

1.3 Tujuan
Menjelaskan bagaimana matematika berkaitan dengan ekonomi.
Mengetahui dasar-dasar rumus dan juga macam-macam bilangan.
Mengetahui prinsip-prinsip dan Istilah-istilah matematika yang digunakan dalam
ekonomi.














3

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Prinsip-prinsip matematika yang digunakan dalam ekonomi dan bisnis
Dalam ilmu matematika, dikenal konsep barisan dan deret aritmatika dan geometri.
Konsep dari barisan dan deret antara lain digunakan dalam membahas tentang : model
perkembangan usaha, model pertumbuhan penduduk, bunga majemuk, nilai masa datang dari
anuitas, dana cadangan, nilai sekarang dari anuitas dan penyisihan pinjaman.
Jika perkembangan variabel-variabel tertentu dalam kegiatan usaha (misalnya:
produksi, biaya, pendapatan, penggunaan tenaga kerja, penanaman modal) berpola seperti
barisan aritmatika, maka prinsip-prinsip barisan aritmatka dapat digunakan untuk
menganalisa perkembangan variabel tersebut.
Penerapan deret ukur yang paling konvensional dibidang ekonomi adalah dalam hal
penghitungan pertumbuhan penduduk, karena penduduk dunia tumbuh mengikuti pola deret
ukur.

2.2 Anuitas (Rente)
Adalah barisan modal yang sama besarnya dan dibayarkan (atau diterima) dalam
periode waktu yang sama pula, besarnya dinamakan angsuran. Contohnya : Santuna yang
diterima rutin dari sebuah asuransi, bunga yang diterima dari obligasi.

2.3 Cicilan (Angsuran)
Seseorang dapat meminjam sejumlah uang atau membeli suatu barang dengan
membayarkannya kembali dalam jangka waktu tertentu dan dengan bunga tertentu atas dasar
kesepakatan. Pembayaran dengan cara itu disebut kredit. Besar uang yang dibayarkan setiap
periode pembayaran disebut angsuran. Cara pembayaran dan besar bunga maupun suku
bunganya disepakati antara pemberi pinjaman dan peminjam.
4

Berdasarkan cara perhitungan bunganya, terdapat beberapa cara pembayaran dengan
cara kredit, yaitu :
Sistem bunga flat (flat rate) : Besar bunga merata dan angsuran tetap.
Sistem bunga efektif (effective rate/slidding rate) : Angsuran pokok tetap, bunga
menurun.
Sistem angsuran merata dengan bunga menurun.

2.4 Hubungan Fungsional
Suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan
(hubungan fungsional) antara suatu variabel dengan variabel lain. Sebuah fungsi dibentuk
oleh beberapa unsur yaitu : variabel, koefisien dan konstanta. Variabel dan koefisien
senantiasa terdapat dalam setiap fungsi.
Variabel adalah unsur pembentuk fungsi yang mencerminkan atau mewakili faktor
(data) tertentu, dilambangkan dengan huruf-huruf latin.
Berdasarkan kedudukan atau sifatnya, didalam setiap fungsi terdapat dua macam
variabel yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).
Variabel bebas adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain, sedangkan
variabel terikat adalah variabel yang nilainya tergantung pada variabel lain.

2.5 Macam-macam Bilangan

Bilangan juga tdak pernah terpisah dalam kegiatan ekonomi. Dalam analilsi-analisis
ekonomi kita akan menemukan bilangan-bilangan seperti bilangan kompleks, bilangan
imajiner, bilangan riil, dan sebagainya.

Bilangan Kompleks
Dalam matematika, bilangan kompleks adalah bilangan yang berbentuk.
Dimana a dan b adalah bilangan riil, dan i adalah bilangan imajiner tertentu
yang mempunyai sifat i
2
= 1. Bilangan riil a disebut juga bagian riil dari bilangan
kompleks, dan bilangan realb disebut bagian imajiner. Jika pada suatu bilangan
5

kompleks, nilai b adalah 0, maka bilangan kompleks tersebut menjadi sama dengan
bilangan real a. Sebagai contoh, 3 + 2i adalah bilangan kompleks dengan bagian riil 3
dan bagian imajiner 2.
Bilangan kompleks dapat ditambah, dikurang, dikali, dan dibagi seperti
bilangan riil; namun bilangan kompleks juga mempunyai sifat-sifat tambahan yang
menarik. Misalnya, setiap persamaan aljabar polinomial mempunyai solusi bilangan
kompleks, tidak seperti bilangan riil yang hanya memiliki sebagian.
Dalam bidang-bidang tertentu (seperti teknik elektro, dimana i digunakan
sebagai simbol untuk arus listrik), bilangan kompleks ditulis a + bj.
Contoh bilangan tersebut adalah:

5 + 2i ditulis (5,2), dengan x = 5 dan y = 2
3 + 5 i
11 i
3 + 6 i (3 adalah bagian nyata, 6i adalah bagian imajiner)
4 - 2i B
x + yi

Bilangan Imajiner
Bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i
2
= 1. Bilangan ini
biasanya merupakan bagian dari bilangan kompleks. Selain bagian imajiner, bilangan
kompleks mempunyai bagian bilangan riil. Secara definisi, (bagian) bilangan
imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik:

atau secara ekivalen

atau juga sering dituliskan sebagai.

Bilangan imajiner dan/atau bilangan kompleks ini sering dipakai dibidang
teknik elektro dan elektronika untuk menggambarkan sifat arus AC (listrik arus bolak-
balik) atau untuk menganalisa gelombang fisika yang menjalar ke arah sumbu x.


6




Bilangan Real
Dalam matematika, bilangan riil atau bilangan real menyatakan bilangan yang
bisa dituliskan dalam bentuk desimal, seperti 2,4871773339 atau 3.25678. Bilangan
real meliputi bilangan rasional, seperti 42 dan 23/129, dan bilangan irasional, seperti
dan sqrt2. Bilangan rasional direpresentasikan dalam bentuk desimal berakhir, sedangkan
bilangan irasional memiliki representasi desimal tidak berakhir namun berulang. Bilangan
riil juga dapat direpresentasikan sebagai salah satu titik dalam garis bilangan.
Definisi popular dari bilangan real meliputi klas ekivalen dari deret
Cauchy rasional, irisan Dedekind, dan deret Archimides.
Bilangan riil ini berbeda dengan bilangan kompleks yang termasuk di dalamnya
adalah bilangan imajiner. Contoh bilangan itu adalah:
* 2 log 5

Misalnya bilangan real p, q, r dan s.
- Jika p < q dan q < r, maka p < r
Contoh : -2 < 3 dan 3 < 6, maka -2 < 6

- Jika p < q, maka p + r < q + r dan p r < q r
Contoh : -4 < 5, maka (-4 + 3) < (5 + 3) dan (-4 3) < (5 3)

- Jika p < q dan r < s, maka p + r < q + s
Contoh : -9 < -2 dan 3 < 6, maka (-9 + 3) < (-2+6)

- Jika p < q, maka p.r < q.r untuk r positif, dan p.r > q.r untuk r negatif
Contoh : -3 < 2, maka (-3.4) < (2.4) dan (-3.(-4)) > (2.(-4))

- Jika p dan q keduanya positif atau keduanya negatif, dan p < q maka 1/p > 1/q
Contoh : 3 < 4 maka 1/3 >1/4

- Jika a dan b bilangan real dengan a < b, maka selang tertutup dari a ke b, ditulis
[a, b]
7


Didefinisikan : [a, b] = { x : a x b }
Kurung siku menunjukkan titik ujungnya termasuk dalam selang.
Contoh : [-2, 4] = { x : -2 x 4 }

- Jika a dan b bilangan real dengan a < b, maka selang terbuka dari a ke b, ditulis
(a, b)
Didefinisikan : (a, b) = { x : a < x < b }
Kurung biasa menunjukkan titik ujungnya tidak termasuk dalam selang.
Contoh : (-4, 6) = { x : -4 < x < 6}

Bilangan Irrasional
Bilangan irasional adalah bilangan riil yang tidak bisa dibagi (hasil baginya tidak
pernah berhenti). Dalam hal ini, bilangan irasional tidak bisa dinyatakan sebagai a/b,
dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Jadi bilangan
irasional bukan merupakan bilangan rasional. Contoh yang paling populer dari bilangan
irasional ini adalah bilangan dan bilangan e.
Bilangan sebetulnya tidak tepat, yaitu kurang lebih 3.14, tetapi
= 3,1415926535.... atau
= 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510...
Untuk bilangan :
= 1,4142135623730950488016887242096.... atau
= 1,41421 35623 73095 04880 16887 24209 69807 85696 71875 37694 80731
76679 73798..
dan untuk bilangan e:
= 2,7182818....
Bilangan irrasional juga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk
dengan p dan q bilangan bulat serta q 0. Bilangan rasional merupakan bentuk
pembagian dua buah bilangan bulat dengan desimal tak terbatas dan periodik. Contoh
bilangan tersebut adalah:
* log 2 = 0,301029995
* e = 2,718281828
8

* 3 = 1.732050807.
*
22
/
7
= 3,1428571428
* 99 = 9.9498743710


Bilangan Rasional
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan dalam bentuk
dengan p dan q bilangan bulat serta q 0. Bilangan rasional merupakan bentuk
pembagian dua buah bilangan bulat dengan desimal tak terbatas dan periodik. Contoh
Bilangan tersebut adalah:

= 0,98787768638
= 0,1211111...
= 0,25252525...

Bilangan Pecahan
Bilangan pecahan adalah bilangan yang dapat dinyatakan dengan dengan a
bilangan bulat dan b 0.

Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...;
-0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah). Bilangan bulat dapat
dituliskan tanpa komponen desimal atau pecahan.
Himpunan semua bilangan bulat dalam matematika dilambangkan
dengan Z (atau ), berasal dari Zahlen (bahasa Jerman untuk "bilangan").
Himpunan Z tertutup di bawah operasi penambahan dan perkalian. Artinya,
jumlah dan hasil kali dua bilangan bulat juga bilangan bulat. Namun berbeda dengan
bilangan asli, Z juga tertutup di bawah operasi pengurangan. Hasil pembagian dua
bilangan bulat belum tentu bilangan bulat pula, karena itu Z tidak tertutup di bawah
pembagian.


9



Penambahan Perkalian
closure: a + b adalah bilangan bulat a b adalah bilangan bulat
Asosiativitas: a + (b + c) = (a + b) + c a (b c) = (a b) c
Komutativitas: a + b = b + a a b = b a
Eksistensi unsur
identitas:
a + 0 = a a 1 = a
Eksistensi unsur
invers:
a + (a) = 0

Distribusivitas: a (b + c) = (a b) + (a c)
Tidak ada pembagi
nol:
jika a b = 0, maka a = 0 atau b = 0
(atau keduanya)

Bilangan Cacah
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2,
3 ...}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0.Jadi, bilangan cacah harus
bertanda positif.

Bilangan Nol
Bilangan nol adalah nol (0) itu sendiri.

Bilangan Asli
Dalam matematika, terdapat dua kesepakatan mengenai himpunan bilangan asli.
Yang pertama definisi menurut matematikawan tradisional, yaitu himpunan bilangan
bulat positif yang bukan nol {1, 2, 3, 4, ...}. Sedangkan yang kedua definisi oleh
logikawan dan ilmuwan komputer, adalah himpunan nol dan bilangan bulat positif {0, 1,
2, 3, ...}. Bilangan asli merupakan salah satu konsep matematika yg paling sederhana dan
termasuk konsep pertama yang bisa dipelajari dan dimengerti oleh manusia, bahkan
beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis kera besar (Inggris: apes) juga bisa
menangkapnya.
10

Wajar apabila bilangan asli adalah jenis pertama dari bilangan yang digunakan
untuk membilang, menghitung, dsb. Sifat yang lebih dalam tentang bilangan asli,
termasuk kaitannya dengan bilangan prima, dipelajari dalam teori bilangan. Untuk
matematika lanjut, bilangan asli dapat dipakai untuk mengurutkan dan mendefinisikan
sifat hitungan suatu himpunan.
Setiap bilangan, misalnya bilangan 1, adalah konsep abstrak yg tak bisa
tertangkap oleh indera manusia, tetapi bersifat universal. Salah satu cara memperkenalkan
konsep himpunan semua bilangan asli sebagai sebuah struktur abstrak adalah
melalui aksioma Peano (sebagai ilustrasi, lihat aritmetika Peano).
Konsep bilangan-bilangan yg lebih umum dan lebih luas memerlukan pembahasan
lebih jauh, bahkan kadang-kadang memerlukan kedalaman logika untuk bisa memahami
dan mendefinisikannya. Misalnya dalam teori matematika, himpunan semua bilangan
rasional bisa dibangun secara bertahap, diawali dari himpunan bilangan-bilangan asli.

Bilangan Genap
Bilangan genap adalah bilangan cacah yang habis dibagi dua. Bilangan tersebut
adalah 2, 4, 6, 8, .

Bilangan Ganjil
Bilangan ganjil adalah bilangan cacah yang tidak genap. Bilangan tersebut adalah 1,
3, 5, 7, .

2.6 Persamaan Dan Pertidaksamaan
Sistem persamaan ditemukan hampir di semua cabang ilmu pengetahuan. Dalam
bidang ilmu ukur, diperlukan untuk mencari titik potong dua garis yang sebidang, di bidang
ekonomi atau model regresi statistik sering ditemukan sistem persamaan dengan banyaknya
persamaan sama dengan banyaknya variabel dalam hal memperoleh jawaban tunggal bagi
peubah (variabel).
Dalam bab ini, akan dibahas persamaan dan pertidaksamaan linear, kuadrat, dan nilai
mutlak serta penerapannya.
11


Persamaan linear dan kuadrat
Jika ditinjau dari penampilan peubahnya, persamaan dapat dibedakan menjadi
persamaan linear dan persamaan tidak linear. Jika ditinjau dari banyak peubahnya,
persamaan linear terbagi atas persamaan dengan satu peubah, dua peubah, atau lebih dari
dua peubah.
Persamaan tidak linear terbagi atas persamaan polinomial dengan satu peubah, dua
peubah, atau lebih dari dua peubah, serta persamaan pecah rasional yang pembilang dan
penyebutnya berupa polinomial.
Persamaan Linear
Persamaan linear dengan peubah adalah persamaan dengan bentuk bilangan-bilangan
real dan peubah.
Secara khusus, persamaan linear dengan satu peubah mempunyai bentuk
ax + b = 0, a 0
Jika semesta pembicaraannya adalah R (himpunan bilangan real), selesaian persamaan
di atas dapat diperoleh dengan menambahkan lawan b, yaitu b pada kedua ruasnya,
kemudian kedua ruas pada hasilnya dikalikan dengan kebalikan a, yaitu.
Secara matematik proses penyelesaian tersebut dapat ditulis sebagai :
(ax + b b) = (0 b)
(ax) = ( b)
x = .
Contoh :
Carilah selesaian persamaan 2x + 8 = 10.
Penyelesaian :
2x + 8 = 10
2x = 10 8
2x = 2
x = 1.
12


Persamaan Kuadrat
Bentuk umum persamaan kuadrat adalah :
ax2 + bx + c = 0 , a 0
Bilangan real t disebut akar dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0, jika
memenuhi at2 + bt + c = 0.
Untuk mendapatkan akar persamaan kuadrat dapat dilakukan dengan tiga cara,
yaitu: pemfaktoran, melengkapkan kuadrat, dan rumus abc.
Contoh :
Carilah akar persamaan kuadrat x2 4x 5 = 0.
Penyelesaian :
a. Cara pemfaktoran :
x2 4x 5 = 0
(x 5)(x + 1) = 0
Diperoleh x1 = 5 atau x2 = -1.
b. Cara melengkapkan kuadrat :
x2 4x 5 = 0
x2 4x + 22 22 5 = 0
(x 2)2 9 = 0
(x 2)2 = 9
x 2 = 3
x = 2 3
Diperoleh x1 = 2 + 3 = 5 atau x2 = 2 3 = -1.
c. Dengan rumus abc, yaitu :
x2 4x 5 = 0
a = 1, b = -4, dan c = -5
= = = 2 3
Diperoleh x1 = 2 + 3 = 5 atau x2 = 2 3 = -1.

13

Persamaan Derajat Tinggi
Pembicaraan persamaan polinomial dengan derajat lebih dari dua, dibatasi hanya pada
derajat tiga, dengan penekanan pada dua rumus, yaitu:
x3 a3 = (x a)(x2 + ax + a2) dan
x3 + a3 = (x + a)(x2 ax + a2)
Untuk pemfaktoran persamaan derajat tinggi dapat digunakan metode Horner.
Contoh :
Carilah bentuk pemfaktoran dari x3 8 dan 83 27
Penyelesaian :
x3 8 = x3 (2)3 = (x 2)(x2 + 2x +4)
83 27 = (2x)3 (3)3 = (2x 3)(42 + 6x +9)
Pertidaksamaan linear dan kuadrat
Pada dasarnya untuk menyelesaikan suatu pertidaksamaan dilakukan dengan
langkah-langkah berikut:
a. Ubahlah bentuk pertidaksamaan menjadi bentuk persamaan.
b. Carilah selesaian persamaan pada langkah a.
c. Berilah tanda dari nilai-nilainya.
2.7 Sifat-sifat Matematika Ekonomi Dan Model Ekonomi
Simbol simbol variabel dalam matematika ekonomi biasanya disesuaikan dengan
nama variabel ekonominya, misal harga = P (price), biaya = C (cost), jumlah yang diminta =
Q (quantity), dan lain-lain
Penggambaran dalam bidang Cartesius, variabel P pada sumbu vertikal walaupun P
adalah variabel bebas.
Penyederhanaan hubungan antara variabel-variabel disebut dengan model ekonomi.
Model matematika dinyatakan dalam sekelompok tanda atau simbol yang terdiri atas
kombinasi variabel, konstanta, koefisien dan atau parameter
14

Variabel sesuatu yang nilainya dapat berubah-ubah dalam suatu masalah tertentu
Konstanta suatu bilangan nyata tunggal yang nilainya tidak berubah dalam suatu
masalah tertentu
Koefisien angka pengali konstan terhadap variabel
Parameter suatu nilai tertentu dalam suatu masalah tertentu dan mungkin akan
menjadi nilai yang lain pada suatu masalah yang lain

















15

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Matematika berkaitan erat dengan kegiatan ekonomi sehingga tidak dapat terpisahkan.
Dengan rumus-rumus matematika para pakar ekonomi dapat menyelesaikan pekerjaannya.
Juga dalam kehidupan kita pun. Dengan mempelajari rumus-rumus matematika juga dapat
mempermudah kita dalam menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan ekonomi.

3.2 Saran
Untuk para pakar matematika supaya dapat menemukan metode-metode yang dapat
mempermudah kita dalam menggunakan rumus-rumusnya. Agar kita dapat menggunakan
atau mempraktekannya lebih mudah lagi dalam kehidupan sehari-hari.











16

Daftar Pustaka

http://staff.uny.ac.id/sites/
http://www.scribd.com/doc/45008160/Manfaat-Matematika-Pada-Bidang-Ekonomi-Dalam-
Kehidupan-Sehari-hari-John-Tompodung-Stie-Jb
http://elearning.gunadarma.ac.id/.../matematika_ekonomi