Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

ASAM AMINO DAN PROTEIN


Kelompok 6 (Senin)
Elda Yulia Mamoa (!""6#$6$#%)
Ena Pu&inin'()a* (!""66$+,6,)
Sa(io An' -a)a (!""66./..6)
Ti Amelia (!""6#$.!",)
DEPARTEMEN 0ARMASI
0AKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PEN1ETA2UAN ALAM
UNI3ERSITAS INDONESIA
%"!!
I4 Pin*ip
Asam amino merupakan golongan zat amfoter karena dapat bereaksi
dengan asam maupun basa. Identifikasi protein umumnya berdasarkan reaksi
warna.
II4 Tu&uan
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui cara mengidentifikasi sifat dan
reaksi dari asam amino dan protein.
III4 Teoi Da*a
Protein adalah molekul besar (berat molekulnya dapat sampai beberapa
juta).Terdapat di semua makhluk hidup. Protein tersusun atas kirakira !"
macam asam amino yang berikatan satu sama lain dengan ikatan peptida yang
dibentuk antara gugus karboksil asam amino dengan gugus amino dari asam
amino berikutnya.
Protein pada umumnya diklasifikasikan atas daya larut dan komposisi
kimianya.
a. Simple protein
#erupakan protein yang hanya mengandung $%asam amino atau deri&atnya.
'ontoh ( albumin) globulin) glutelin) protamin) albuminoid) histon) dan lain
lain.
b. Conjugated protein
#erupakan protein yang bergabung dengan zat lain yang bukan protein. *at
yang bukan protein ini disebut gugus prostetik. 'ontoh ( nukleoprotein)
glikoprotein) fosfoprotein) lipoprotein) metaloprotein) dan lainlain.
+
',,-
- -!. '
Asam amino dan protein secara umum mempunyai sifatsifat fisik yang sama.
/ebagai contoh ( asam amino dan protein memiliki gugus asam dan basa. 0elarutan
protein dalam air juga berbeda) tergantung dari banyaknya ion positif dan ion negatif
yang terdapat di dalam protein. Protein apabila dihidrolisis akan terurai menjadi
beberapa jenis asam amino. Akti&itas biologis dari protein tergantung dari bentuk tiga
dimensi asam amino penyusunnya.
1estruksi atas bentuk tiga dimensi suatu protein disebut denaturasi. 2entuk
tiga dimensi tergantung atas ikatan hidrogen) ikatan interionik 3 jembatan garam) dan
ikatan disulfida. /uatu agen3zatzat tertentu yang dapat berinterferensi dengan ikatan
hidrogen) ikatan intertonik dan ikatan disulfida dapat mendenaturasi protein.
Perubahanperubahan yang terjadi pada protein akibat dari denaturasi) antara lain
adalah berkurangnya daya larut enzim) hilangnya akti&itas protein (khususnya untuk
enzim dan hormon)) berubah atau hilangnya antigen.
Asam amino dapat digolongkan menjadi 4 golongan atas dasar struktur rantai
samping +.
+umus umum asam amino
5olongan tersebut adalah (
$. Asam amino dengan rantai samping alifatik misalnya glisin) alanin) &alin)
leusin) isoleusin.
!. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil
misalnya serin) treonin dan tirosin
6. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung sulfur misalnya
sistein dan metionin.
7. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau
amida) misalnya asam aspartat) asparagin) asam glutamate) glutamine.
8. Asam amini dengan rantai samping yang mengandung gugus basa misalnya
arginin) lisin dan histidin
9. Asam amino dengan rantai samping yang mengandung cincin aromatic
misalnya fenilalanin) tirosin) triptofan
4. Asam imino misalnya prolin) 7hidroksiprolin
Asam amino yang tidak terdapat dalam molekul protein antara lain adalah
betaalanin) taurin) gamaaminobutirat) ornitin) dan sitrulin.
/ifatsifat asam amino antara lain (
$. 0ristal putih yang larut dalam air) asam atau basa kuat.
!. 2eberapa mempunyai rasa manis) ada yang mempunyai rasa tawar dan ada
pula yang pahit.
6. #empunyai atom ' simetris (kecuali glysin)) sehingga mempunyai sifat
optis aktif.
7. 2ersifat amfoter.
8. Pada p- isoelektrik) asam amino tidak bergerak dalam medan listrik.
Asam amino yang diperlukan dalam tubuh dibagi atas ! kelompok (
$. Asam amino essensial yaitu asam amino yang mutlak harus ada dalam
makanan karena tidak dapat disintesis oleh tubuh. 'ontoh ( triptofan)
fenilalanin) lisin) treonin) &alin) metionin) isoleusin.
!. Asam amino nonessensial yaitu asam amino yang dapat disintesis oleh
tubuh sendiri. Asam amino ini juga terdapat dalam makanan sebagai
sumber nitrogen.
I34 Ala( dan Ba5an
Ba5an (

Albumin ! :

0asein ")!:

Putih telur

;enol ! :

/erbuk albumin

<rea

a=uadest

Pereaksi millon

-!/,7 pekat

>arutan -opkinscole

>arutan (.-7)!/,7

>arutan .inhidrin ")$:

.a,- $":

>arutan 'u/,7

-.,6 pekat

>arutan alkali pekat


(.a,- atau .-7,-)

-g'l! ! :

Pbasetat ! :

;e'l6 ! :
Ala( 6
Tabung reaksi ? rak tabung reaksi
Pipet tetes
2eaker glass
Penangas air
'orong
0ertas saring
2atang pengaduk
5elas ukur
Pembakar spiritus
0aki tiga dan kasa
34 7aa Ke&a
a4 Te*( Millon
Pin*ip 6
+eaksi ini disebabkan oleh deri&atderi&at monofenol seperti tirosin. Pereaksi
yang digunakan adalah larutan ion merkuri 3 merkuro dalam asam nitrat atau nitrit.
@arna merah yang terbentuk mungkin disebabkan oleh garam merkuri dari tirosin
yang ternitrasi.
Po*edu 6
Tambahkan 8 tetes pereaksi #illon ke dalam tabung reaksi yang telah berisi 6 ml
albumin ! :) kasein ! :) fenol ! :) dan putih telur. Panaskan campuran dengan hati
hati. @arna merah menyatakan hasil positif. Aika reagen yang digunakan terlalu
banyak maka warna akan hilang pada pemanasan.
84 Te*( 2opkin*97ole
Pin*ip 6
Pereaksi yang digunakan mengandung asam glioksilat. Triptofan berkondensasi
dengan aldehida dan dengan asam pekat membentuk kompleks berwarna dari jenis
asam !)6)7)8tetrahidrokarbolin7karboksilat.
Po*edu 6
'ampurlah ! ml larutan albumin ! :) kasein) dan putih telur dengan larutan
-opkinscole $ ml. Tambahkan dengan hatihati melalui dinding tabung asam sulfat
pekat $" tetes. Amati warna yang terbentuk pada pertemuan kedua cairan.
:4 Te*( Nin5idin
Pin*ip 6
Semua a*am amino al;a 8eeak*i den'an nin5idin mem8en(uk alde5id
den'an *a(u a(om 7 le8i5 enda5 dan melepa*kan N2/ dan 7O%4 Di *ampin' i(u<
(e8en(uk komplek* 8e=ana 8iu )an' di*e8a8kan ole5 % molekul nin5idin
)an' 8eeak*i den'an N2/ *e(ela5 a*am amino (e*e8u( diok*ida*i4 1aam9
'aam ammonium< amina< pep(ida< dan po(ein &u'a 8eeak*i (e(api (anpa
melepa*kan 7O% dan N2/4
Po*edu 6
1alam tabung reaksi yang berisi $ ml larutan (.-7)!/,7) albumin !:) kasein
")!:) dan putih telur ditambah ")8 ml larutan ninhidrin ")$ :. >etakkan pada
penangas air mendidih selama $" menit.
d4 Te*( Biue(
Pin*ip 6
Meupakan (e* umum )an' 8aik un(uk po(ein4 >ana )an' (e8en(uk
kemun'kinan 8ea*al dai komplek* an(aa ion 7u
%?
den'an 'u'u* @7O dan @
N2 ika(an pep(ida dalam *ua(u alkali*4
Po*edu 6
a. 'ampurlah ! ml larutan albumin ! : dengan !ml .a,- $" : dan tambahkan
setetes larutan 'u/,7. campurlah dengan baik) jika belum terbentuk warna
tambahkan lagi setetes atau ! tetes 'u/,7. <langi test ini dengan larutan
kasein ! : dan putih telur.
b. Isilah tabung reaksi dengan sedikit urea) panaskan diatas api kecil sehingga
zat tersebut mencair dan terbentuk gelembunggelembung gas (hatihati
jangan sampai mengarang) perhatikan bau gas tersebut. >arutkan isi tabung
tersebut dengan air !ml dan lakukan tes 2iuret seperti di atas.
e4 Te*( Aan(5opo(ein
Pin*ip 6
Reak*i ini 8eda*akan ni(a*i in(i 8en*en )an' (edapa( dalam molekul
po(ein4 Sen)a=a ni(o )an' (e8en(uk 8e=ana kunin' dan dalam lin'kun'an
alkali* akan (eioni*a*i den'an 8e8a* dan =anan)a men&adi le8i5 (ua a(au
men&adi &in''a4
Po*edu 6
'ampurlah ! ml larutan albumin !: dengan $ ml -.,6 pekat. Perhatikan
terbentuknya endapan berwarna putih. Panaskan hatihati) endapan akan larut kembali
dan larutan tersebut akan berubah menjadi kuning. 1inginkan di bawah kran dengan
hatihati (tetes demi tetes) tambahkan larutan alkali pekat (.a,- atau .-7,-).
<langi percobaan dengan larutan kasein) larutan fenol !: dan larutan putih telur.
;4 Pen'au5 Lo'am Bea(
Pin*ip 6
Apa8ila po(ein dieak*ikan den'an lo'am 8ea(< maka po(ein akan
men'alami koa'ula*i4
Po*edu 6
0e dalam 6 ml larutan albumin !: tambahkan 8 tetes larutan -g'l! !:. <langi
percobaan dengan menggunakan Pb asetat !: dan ;e'l6 !:.
#4 Koa'ula*i Po(ein den'an Pemana*an
Pin*ip 6
Protein dengan adanya pemanasan akan terdenaturasi dan akan membentuk
endapan koloid.
Po*edu 6
Isilah ! tabung reaksi dengan 8" mg serbuk albumin. Tambahkan 8 ml air pada
salah satu tabung. >etakkan kedua tabung pada penangas air mendidih dengan sering
sering mengocoknya selama $8 menit) angkat keduanya) lalu dinginkan dan
tambahkan 8 ml air pada tabung yang berisi albumin kering. 0ocok keduanya lalu
saring) pada filtrat dilakukan reaksi 2iuret.
3I4 2ASIL PEN1AMATAN< PEMBA2ASAN< DAN -A>ABAN PERTANYAAN
!4 Te*( Millon
2a*il Pen'ama(an 6
Lau(an U&i Pen'ama(an 2a*il
Albumin !: Terbentuk endapan merah3koagulasi ?
0asein !: Terbentuk endapan koagulasi ?
;enol !: >arutan jernih) berwarna pink ?
Putih Telur Terbentuk gumpalan berwarna merah ?
Aika garam merkuri ditambahkan ke dalam protein) akan terbentuk warna merah
yang disebabkan oleh garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. >arutan protein
terkoagulasi karena protein mengalami destruksi bentuk dimensi dari rantai polipeptida
yang ikatannya akan pecah tanpa mengakibatkan pemecahan ikatan ko&alen dari ikatan
peptidanya. Pereaksi #illon terdiri dari -g.,6 dalam larutan -.,! atau dapat juga
dikatakan larutan ion merkuri3merkuro dalam asam nitrat3asam nitrit. +eaksi ini positif
untuk monofenol dan deri&atderi&atnya. -asil positif ditunjukkan dengan adanya
gumpalan putih yang dengan pemanasan berubah menjadi merah. 0arena fenol bukan
termasuk golongan protein) maka tidak terjadi koagulasi sehingga hanya terbentuk
larutan jernih berwarna pink. /edangkan pada albumin) kasein dan putih telur yang
merupakan golongan protein) sehingga dengan adanya logam berat akan terjadi
koagulasi.
%4 Te*( 2opkin*97ole
>arutan <ji Pengamatan -asil
Albumin !:
' 'incin ungu samarasamar larutan bawah
putih jernih
?
0asein !: 'incin ungu) larutan bawah putih jernih ?
Putih Telur 'incin ungu dan larutan bawah merah &iolet ?
;enol ! :
kasein
Putih telur
albumin
.
-
'-!
.-!
'- ',,-
?
'
'
,
,
-
-
-!/,7
-!,
.
-
,-
,
- -
- -
'
- .
Triptofan
As. glioksilat
As. !)6)7)8tetrahidro
karbolin7karboksilat
,-
,-
,
? + '- ',,-
+ '
,
.-6 ',!
,
-
,-
? ? ?
2a*il Pen'ama(an 6
Pereaksi -opkinscole terdiri dari asam glikosilat dalam -!/,7 pekat . hasil
positif dari test ini ditunjukkan oleh timbulnya cincin ungu yang disebabkan karena
adanya triptofan. @arna ungu ini ditimbulkan oleh gugus indol yang terkandung dalam
triptofan. 1ari hasil percobaan menunjukkan bahwa semua zat uji memberikan hasil
yang positif. /ehingga dapat disimpulkan bahwa asam amino triptofan terdapat dalam
kasein) albumin dan putih telur.
Reak*i 6
Tidak ada protein yang tidak memberikan hasil positif (semuanya positif).
/4 Te*( Nin5idin
2a*il Pen'ama(an6
>arutan <ji Pengamatan -asil
Albumin !: >arutan biru keunguan ?
0asein ")!: >arutan biru) ada endapan biru ?
(.-7)!/,7 >arutan putih jernih
Putih Telur >arutan biru keunguan) ada endapan putih di lapisan bawah ?
Reak*i ini meupakan eak*i deamina*i *e(a deka8ok*ila*i dan men'5a*ilkan
'a* 7O%< 'a* N2/< 5idinda(in dan *ua(u alde5ida )an' mempun)ai &umla5 a(om
7 kuan' *a(u dai a*am amino *emula4 1a* N2/ di8e8a*kan dan 5idinda(in
akan 8eeak*i kem8ali den'an nin5idin dan men'5a*ilkan *ua(u *en)a=a
komplek* dike(o5idindilena9dike(o5idinamina )an' 8e=ana un'u a(au 8iu4
Reak*i6

,
.-!
,
.
-
.-6 ,-
-
,
,
,-
,-
,
,
? ?
,-
,
,
,
? 6-!,
.inhidrin
-idrindantin
1iketohidrindilenadiketohidrinamin
Polin dan 5idopolin mem8eikan =ana kunin'4 Semua a*am B9amino< pep(ide
dan po(ein akan mem8eikan =ana un'u a(au 8iu den'an nin5idin4
Di*ampin' a*am B9amino< pe*en)a=aan amina )an' lain &u'a akan 8eeak*i
den'an nin5idin dan men'5a*ilkan *en)a=a )an' 8e=ana 8iu4 Te(api pada
eak*i )an' (eak5i ini (idak akan melepa*kan 7O%4
1ari percobaan yang kami lakukan didapatkan albumin !:) kasein ")!: dan
putih telur memberikan hasil positif) sedangkan (.-7)!/,7 memberikan hasil yang
negatif. -al ini dikarenakan (.-7)!/,7 merupakan garam amonium yang jika bereaksi
dengan ninhidrin tidak melepaskan ',!) sehingga hasil yang didapat adalah larutan
jernih. 1ari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa albumin) kasein dan putih telur
termasuk kedalam asam %amino.
@arna yang terbentuk adalah ungu atau biru. 5ugus yang memberikan hasil
positif dalam test ninhidrin adalah asam %amino. 5ugus tersebut dimiliki oleh albumin
!:) kasein ")! : dan putih telur.
,4 Te*( Biue(
2a*il Pen'ama(an6
>arutan <ji Pengamatan -asil
Albumin !: >arutan berwarna ungu ?
0asein ")!:
>arutan berwarna biru keunguan) ada partikelpartikel biru
muda
?
Putih Telur
>apisan atas berwarna biru keunguan)
lapisan bawah berwarna putih
?
<rea >arutan berwarna keunguan) ada partikelpartikel biru muda ?


Test biuret merupakan reaksi yang spesifik untuk persenyawaan yang memiliki
paling sedikit dua ikatan peptide. Pereaksi biuret terdiri atas larutan .a,- $": dan
larutan 'u/,7. Apabila protein ditambahkan dengan pereaksi biuret) maka akan
dihasilkan larutan berwarna biru keunguan.
1ari hasil percobaan) baik albumin !:) kasein ")!: maupun putih telur
memberikan hasil yang positif dengan membentuk larutan berwarna biru keunguan.
/ehingga dapat disimpulkan bahwa albumin !:) kasein ")!:) dan putih telur memiliki
sedikitnya ! ikatan peptide.
/edangkan pada urea) walaupun urea bukan merupakan golongan protein) namun
karena urea memiliki gugus B.-! seperti pada protein maka akan terbentuk warna
ungu sebagai hasil reaksi antara 'u
!?
dengan B.-. ,leh karena itu) urea memberikan
hasil positif pada uji biuret.pada pemanasan urea akan terbentuk gelembung gas yang
mengeluarkan bau menyengat. 2au menyengat tersebut berasal dari gas .-6 (amoniak).
Putih telur
0asein
Albumin
<rea
'u
!?
!,-

? 'u(,-)!
<ngu
.-!
,
.-6 ',! .-!
,
Amoniak
.-!
'
.-! '
? ?
'
,
-!,
'u/,7 .a,-
? ?
'u
.-!
. -
!
. -
!
'
'
'
'
, ,
, ,
0ompleks warna ungu
@arna yang terbentuk adalah warna biru keunguan. 0elebihan 'u/,7 harus
dihindari karena 'u
!?
berwarna biru intensif. Aika berlebihan) akan mengakibatkan
warna ungu terkalahkan) sehingga hasilnya menjadi negatif. /elain itu) 'u merupakan
logam berat) sehingga jika penggunaannya terlalu banyak maka albumin akan
terdenaturasi membentuk koagulan. Pada suasana alkalis) akan terbentuk 'u(,-)! dari
reaksi (
+eaksi pembentukan biuret dari urea
$4 Te*( Aan(5opo(ein
2a*il Pen'ama(an6
Lau(an u&i Pen'ama(an Ke*impulan
Albumin !:
0asein ")!:
Putih telur
;enol !:
0uning
0uning
0uning
-ijau
?
?
?

+eaksi pada Canthoprotein berdasarkan nitrasi inti benzene yang terdapat di


dalam molekul protein dengan pereaksi -.,6 pekat. /enyawa nitro yang terbentuk
berwarna kuning dan dalam lingkungan alkalis akan terionisasi dengan bebas dan
warnanya menjadi lebih tua (jingga). Asam amino yang memberikan hasil positif
terhadap Canthoprotein adalah asam amino fenilalanin) triptofan) dan tirosin) karena
ketiganya mengandung inti benzene.
.-
!
.-
!
.-
!
Reak*i6

'-!'-',,- ? -.,6 (p) .,! '-!'-',,-
.-! .-!
0enilalanin p9Ni(o;enilalanin
1ari hasil percobaan diperoleh bahwa albumin dan kasein memiliki inti benzene
sehingga memberikan hasil positif pada tes ini. ;enol juga memiliki inti benzen)
sehingga hasilnya positif dengan warna larutan menjadi kuning kehijauan. 1ari warna
yang dihasilkan) terlihat bahwa albumin memiliki inti benzen lebih banyak daripada
kasein.
Albumin
;enol
0asein Putih telur
0asein berwarna kuning muda)
bahkan hampir seperti a=uadest
A=uadest
64 Pen'au5 Lo'am Bea(
2a*il Pen'ama(an6
1ari percobaan ini dapat diketahui bahwa protein dapat terkoagulasi sebagai
akibat dari denaturasi protein. 1enaturasi protein dapat terjadi karena adanya pengaruh
dari logamlogam berat seperti -g
!?
dan Pb
!?.
Aika terjadi denaturasi protein) akan
terjadi pula penurunan kelarutan protein dalam air) sehingga terbentuklah gumpalan
gumpalan putih.
>ogam berat dalam garam -g'l! dan Pb asetat dapat berikatan dengan gugus B/-
dari protein dan dapat membentuk ikatan yang sangat kuat dengan gugus B',,

dari
asam aspartat dan asam glutamat yang terdapat dalam albumin. Ikatan inilah yang
menyebabkan pecahnya ion dalam protein sehingga protein itu sendiri akan
mengendap. Putih telur juga mengalami koagulasi dengan logam berat karena
mengandung albumin di dalamnya. /edangkan dengan penambahan ;e'l6 tidak
menyebabkan koagulasi karena ;e bukan logam berat. Penambahan logam berat baik
-g
!?
maupun Pb
!?
samasama menyebabkan koagulasi dari albumin dan putih telur.
Putih telur dapat digunakan sebagai antidotum logam berat karena putih telur
mengandung albumin sehingga apabila tubuh keracunan logam berat maka ion logam
>arutan uji Pengamatan
Albumin !: ? -g'l!
Putih telur ? -g'l!
#enggumpal dan berwarna putih susu
#enggumpal dan berwarna putih susu
Albumin !: ? Pb asetat
Putih telur ? Pb asetat
#enggumpal dan berwarna putih susu
#enggumpal dan berwarna putih susu
Albumin !: ? ;e'l6
Putih telur ? ;e'l6
Albumin tidak menggumpal
Putih telur menggumpal
tersebut akan bereaksi dengan albumin membentuk koagulasi sehingga logam berat
tersebut tidak akan mengganggu atau merusak akti&itas enzim lain di dalam tubuh.
2a*il Pen'ama(an6
>arutan uji Pengamatan
Albumin ? air
Albumin kering
>arutan dan endapan biru keunguan)
protein terkoagulasi
>arutan biru keunguan) protein tak
terkoagulasi
Pemberian energi berupa panas akan memutuskan ikatan hidrogen dan akan
menyebabkan terjadinya koagulasi protein. Pada koagulasi protein) dengan pemberian
panas (pemanasan) diperlukan air. Protein yang tanpa air dengan pemanasan akan
terjadi denaturasi namun tidak terjadi koagulasi. 0oagulasi adalah proses
penggumpalan yang tidak selalu menyertai denaturasi.
1ari percobaan yang dilakukan dapat diketahui bahwa koagulasi protein
memerlukan air. -al ini terlihat saat praktikum) ketika tabung yang berisi serbuk
albumin dilarutkan dengan air) setelah dipanaskan akan menghasilkan koagulan.
/edangkan pada tabung yang berisi albumin tanpa air walaupun dipanaskan tidak
terjadi koagulasi. .amun) setelah ditambah air terjadi koagulasi) sehingga terjadi
endapan.
Albumin
kering ? air
Albumin
? air
3II4 KESIMPULAN
$. Pengujian terhadap asam amino dapat dilakukan dengan (
Test #illon untuk protein dengan gugus monofenol
Test -opkinscole untuk asam amino triptofan
Test .inhidrin untuk asam %amino
Test 2iuret untuk test umum protein
Test Canthoprotein untuk asam amino dengan inti benzene
!. 1enaturasi protein dapat terjadi karena
Pemanasan pada suhu tinggi
Penambahan asam
Adanya logam berat
6. 0andungan protein(
Albumin( protein (?))gugus monofenol) asam amino triptofan) asam %amino)
asam amino dengan inti benzene
0asein( protein (?)) gugus monofenol) asam amino triptofan) asam %amino)
asam amino dengan inti benzene
Putih telur( protein (?)) gugus monofenol) asam amino triptofan) asam %amino)
asam amino dengan inti benzene
;enol( gugus monofenol) asam amino dengan inti benzene
(.-7)!/,7( tidak ada asam %amino
7. Pengaruh logam berat pada protein(
Albumin( -g'l!) PbAc.
Putih telur( -g'l!) PbAc) ;e'l6.
3III4 DA0TAR PUSTAKA
#urray +;D 5rannerD +odwell E. 2iokimia -arper edisi !8. Penerbit buku
kedokteran. Aakarta($FF8.
1ra Azizahwati. Penuntun Praktikum 2iokimia. >aboratorium 2iokimia Aurusan
;armasi ;#IPA <I ( !""9