Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH ILMIAH BUDDHIS

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN


MULUT

Dosen Pembimbing: Pdt. Hasdy, S.Si

OLEH :
NAMA

PARAMITA KORISTON

NIM

J111 14 517

JURUSAN

PENDIDIKAN DOKTER GIGI

FAKULTAS :

KEDOKTERAN GIGI

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS HASANUDDIN
2014

LEMBAR PENGESAHAN
Makalah Ilmiah Buddhis dengan Judul :

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT

Makassar, 28 November 2014


Penulis,

Mengesahkan,

ParamitaKoriston

Pdt. Hasdy, S.Si.,M.Si.

J111 14 517

Dosen Pend. Agama Buddha

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT| i

ABSTRAK
Merokok adalah kebiasaan yang dapat merusak kesehatan, baik
kesehatan paru-paru, jantung, mulut dan gigi. Kebiasaan merokok adalah suatu
fenomena yang konyol, dimana orang-orang membayar untuk sesuatu yang tak
berguna bahkan merugikan, tetapi mereka tidak bias berhenti walaupun semua
orang

memperingatinya

dengan

nasehat,

tulisan

mengerikan

merokok

membunuhmu, gambar-gambar kanker mulut, dan lain-lain.


Merokok juga mendapat pandangan negatif dari berbagai agama, tetapi
tidak juga dilarang. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai rokok dan
pengaruhnya terhadap kesehatan mulut, juga bagaimana pandangan Agama
Buddha mengenai rokok.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | ii

KATA PENGANTAR
Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhassa.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Agama Buddha yang diberikan.
Dalam makalah ini dibahas tentang pandangan Agama Buddha mengenai rokok
dan bahayanya bagi kesehatan.
Di samping itu, tentu saja laporan ini tidak mungkin selesai tanpa bantuan
dan dukungan dari pihak lain. Untuk itu pada kesempatan ini, saya ingin
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
proses penulisan laporan ini, terutama untuk Pdt. Hasdy, S.Si, selaku dosen
Agama Buddha yang telah memberikan pendidikan dan bimbingan kepada saya.
Dalam penulisannya, saya telah berusaha sebaik mungkin untuk
meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Namun seperti kata
pepatah, Tak ada gading yang tak retak, sebagai manusia biasa saya tidak dapat
menghindari kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi. Untuk itu saya
mengharapkan kritik dan saran dari pihak pembaca, agar kiranya saya dapat
membuat makalah yang lebih baik lagi kedepannya. Saya juga berharap makalah
ilmiah buddhis saya ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Makassar, 20 September 2014

Penulis

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | iii

DAFTAR ISI
1. Lembar Pengesahan.................................................................................i
2. Abstrak......................................................................................................ii
3. Kata Pengantar........................................................................................iii
4. Daftar Isi...................................................................................................iv
5. Bab 1: Pendahuluan.................................................................................1
1.1. Latar Belakang.............................................................................1
1.2. Tujuan dan Kegunaan..................................................................1
6. Bab 2: Kajian Pustaka..............................................................................2
2.1. Pengertian Rokok.........................................................................2
2.2. Jenis-Jenis Perokok.....................................................................2
2.3. Kandungan dalam Rokok.............................................................4
7. Bab 3: Metode Penelitian.........................................................................5
3.1. Jenis Penulisan............................................................................5
3.2. Objek Penulisan...........................................................................5
3.3. Teknik Pengumpulan Data...........................................................5
3.4. Teknik Analisis Data.....................................................................5
8. Bab 4: Hasil Penelitian dan Pembahasan..............................................6
4.1. Pengaruh Rokok terhadap Kesehatan Mulut...............................6
4.2. Pandangan Agama Buddha tentang Kebiasaan Merokok...........8
9. Bab 5: Kesimpulan dan Saran...............................................................11
5.1. Kesimpulan................................................................................11
5.2. Saran.........................................................................................11
10. Daftar Pustaka........................................................................................12
11. Lampiran.................................................................................................13

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | iv

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Merokok adalah suatu kebiasaan yang merugikan, baik secara ekonomis

maupun kesehatan. Tak hanya merugikan perokoknya, tetapi kebiasaan merokok


juga dapat mengganggu orang-orang di sekitar perokok tersebut dengan asapnya.
Sudah banyak agama yang menyatakan pandangan negatifnya mengenai rokok,
sudah banyak peringatan di berbagai media mengenai bahaya rokok bagi
kesehatan, tetapi perokok tetap saja merajalela.
Hal mendasar inilah yang mendorong saya untuk membuat makalah ilmiah
mengenai rokok dan pengaruhnya bagi kesehatan, khususnya kesehatan mulut,
serta bagaimana pandangan Agama Buddha mengenai kebiasaan merokok itu
sendiri.
1.2.

Tujuan dan Kegunaan


Tujuan dari makalah ini adalah agar saya selaku penulis dapat meneliti dan

menggali informasi lebih mengenai rokok dan pengaruhnya bagi kesehatan mulut,
serta bagaimana pandangan Agama Buddha mengenai kebiasaan merokok itu
sendiri.
Kegunaan dari makalah ini adalah untuk memberi informasi bagi pembaca
tentang pandangan Agama Buddha mengenai kebiasaan merokok, serta
bahayanya.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 1

BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1.

Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70
hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10
mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar
pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat
dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau
kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong.
Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga
umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan
bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker
paru-paru atau serangan jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya
tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku
bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau
roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika,
sebagian dari penjelajah Eropa ikut mencoba menghisap rokok dan
kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok
mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa
Indian yang merokok untukkeperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya
untuk kesenangan semata.
Telah banyak riset yang membuktikan bahwa rokok sangat
menyebabkan ketergantungan, di samping menyebabkan banyak tipe
kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, penyakit pencernaan, efek
buruk bagi kelahiran, dan emfisema.

2.2.

Jenis-Jenis Perokok
Berdasarkan jenisnya perokok dibedakan menjadi :
a. Perokok aktif, yaitu orang yang telah terbiasa dan nyata menghisap
rokok dan menanggung sendiri akibatnya.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 2

b. Perokok pasif, yaitu orang yang tidak merokok namun karena ada
orang lain yang merokok didekatnya maka ia terpaksa harus ikut
menghirup asap rokok.

Berdasarkan jumlah rokok yang dikonsumsi, perokok dibagi


menjadi :
a. Perokok ringan, yaitu perokok yang merokok atau menghabiskan
sekitar 1-10 batang rokok per hari.
b. Perokok sedang, yaitu perokok yang menghabiskan sekitar 10-20
batang rokok per hari.
c. Perokok berat, yaitu perokok yang menghabiskan lebih dari 20
batang rokok per hari.
2.3.

Kandungan dalam Rokok


Berikut adalah beberapa bahan kimia yang terkandung di dalam
rokok:
a. Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
b. Tar, yang terdiri dari lebih dari 4.000 bahan kimia yang mana 60
bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
c. Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
d. Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang
mudah terbakar dan tidak berwarna.
e. Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
f.

Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga


dikenal sebagai metil alkohol.

g. Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga


merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
h. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun
dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
i.

Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk


mengawetkan mayat.

j.

Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk


membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat
plastik dan pestisida.

k. Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 3

l.

Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam


asap buangan mobil dan motor.

Meskipun demikian, hanya tar dan nikotin saja yang dicantumkan


dalam bungkus rokok.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 4

BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1.

Jenis Penulisan
Jenis penulisanyang penulis gunakan yaitu penelitian pustaka
(library research), dimana penulis mencoba menghasilkan karya dari hasil
menelaah beberapa referensi untuk menyajikannya.

3.2.

Objek Penulisan
Penulisan pada makalah ini bertitik tumpu pada kebiasaan merokok
dan bahayanya bagi kesehatan mulut.

3.3.

Teknik Pengumpulan Data


Teknik yang penulis gunakan untuk pengumpulan data yaitu
penelitian pustaka yang diperoleh dari buku-buku referensi yang penulis
peroleh dan pelajari.

3.4.

Teknik Analisis Data


Teknik analisis data yang penulis gunakan yaitu dengan memahami
referensi yang diperoleh baik dengan dibaca, ditelaah, maupun dimengerti.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 5

BAB 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.

Pengaruh Rokok terhadap Kesehatan Mulut


A. Penyakit Gusi
Perokok beresiko 2,5 3,5 kali terhadap penyakit gusi. Kehilangan
tulang di sekitar gigi merupakan efek yang disebabkan penyakit gusi,
sehingga perokok lebih berpotensi dalam kehilangan gigi daripada nonperokok. Penyakit gusi ini juga dipengaruhi oleh seberapa banyak dan
sering dalam mengkonsumsi rokok. Beberapa penelitian menyatakan
bahwa penyakit gusi disebabkan oleh oral hygiene yang buruk dan lebih
diperburuk oleh kebiasaan merokok
Bakteri

Porphyromonas

gingivalis,

Aggregatibacter

actinomycetemcomitans, dan Prevotella intermedia adalah bakteri yang


sering dijumpai pada rongga mulut perokok. Bakteri ini menyebabkan plak
pada gigi yang apabila disertai oral hygiene yang buruk dan terakumulasi
dalam jangka waktu yang cukup lama akan menyebabkan inflamasi atau
peradangan pada gusi. Peradangan ini terjadi karena salah satu zat yang
ada pada rokok, nikotin, menyebabkan sistem imun tubuh menjadi lemah
sehingga pelawanan terhadap bakteri menjadi berkurang.
Berhenti merokok adalah solusi dari penyakit ini. Dengan berhenti
merokok akan memperbaiki jaringan gusi yang rusak dan mengurangi
bakteri penyebab plak sehingga gusi dan gigi bisa menjadi sehat kembali.

B. Kegagalan Implan Gigi


Tingkat kegagalan implan gigi pada perokok (tingkat kegagalan 11%)
lebih tinggi daripada non-perokok (tingkat kegagalan 5%). Hasil penelitian
terbaru menunjukkan bahwa kegagalan implan bukan karena kesalahan
yang terjadi selama proses operasi pemasangan implan, tetapi terjadi
karena paparan asap rokok tembakau pada gusi disekeliling implan. Periimplanitis adalah penyakit gusi yang terjadi disekeliling implan dan kronik
peri-implanitis akan terjadi jika kegagalan implan tidak segera ditangani.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 6

Program berhenti merokok pada pasien implan gigi akan meningkatkan


tingkat keberhasilan implan pada perokok.

C. Pengaruh pada Saliva dan Kerusakan Gigi


Merokok dapat menyebabkan beberapa efek pada saliva (air ludah),
antara lain:
a. Meningkatkan stimulasi aliran saliva.
b. Tidak mempengaruhi tingkat aliran saliva dalam jangka panjang.
c. Pada jangka panjang, akan menurunkan pH saliva menjadi asam
sehingga menyebabkan tingkat kerusakan dan erosi gigi meningkat.
d. Rendahnya kadar cystatin dalam saliva (untuk mempertahankan
kesehatan gigi).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bakteri Lactobacillus
spp dan Streptococcus mutans, yang mengakibatkan kerusakan gigi, pada
perokok jumlahnya lebih banyak dari pada non-perokok.

D. Kanker Rongga Mulut


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok meningkatkan
resiko terhadap kanker rongga mulut. Resiko kanker ini juga dipengaruhi
oleh seberapa sering dan banyak rokok yang dikonsumsi. Diketahui juga
bahwa dengan berhenti merokok akan menurukan resiko kanker. Zat-zat
pada rokok yang bersifat racun menyebabkan kerusakan pada sel yang
memudahkan untuk menjadi kanker.
Konsumsi kombinasi antara alkohol dan merokok juga meningkatkan
resiko kanker rongga mulut, terlihat dari 75-90% kasus kanker rongga
mulut diakibatkan oleh konsumsi kombinasi antara merokok dan alkohol.
Hal ini terjadi karena alkohol melarutkan senyawa beracun tertentu dalam
asap tembakau serta meningkatkan permeabilitas epithelium rongga
mulut.

E. Oral Precancer
Oral leukoplakia, dianggap sebagai pre-kanker, jauh lebih sering terjadi
pada perokok daripada non-perokok. Leukoplakia adalah lesi putih yang
penyebabnya tidak diketahui dan berpotensi menjadi kanker.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 7

F. Smokers Melanosis
Smokers melanosis berkaitan dengan tembakau dan merokok dengan
pipa, digambarkan dengan bintik cokelat dalam jaringan lunak rongga
mulut. Smokers melanosis terjadi 5-21,5 % pada perokok. Pigmentasi
yang terjadi adalah akibat dari asap rokok yang menyebabkan stimulasi
produksi melanin (pigmen warna cokelat kulit) atau pengikatan melanin
oleh asap rokok. Jumlah pigmentasi meningkat pada perokok berat.
G. Sariawan Langit-langit Rongga Mulut (Smokers Palate/ Nicotine
Stomatitis)
Smokers palatel terlihat sebagai benjolan yang memiliki pusat merah
dan terjadi pada langit-langit rongga mulut, nampak putih secara
keseluruhan. Hal ini terjadi karena iritasi kelenjar saliva dengan saluran
yang meradang.
Smokers palate terjadi karena respon terhadap panas (bukan zat kimia
tembakau), sehingga tidak ada kemungkinan untuk lesi ini menjadi kanker.
Lesi ini akan sembuh setelah 1-2 minggu berhenti merokok.

H. Hairy Tongue (Lidah Berbulu)


Hairy tongue ditandai dengan pertumbuhan berlebih dari rambut lidah
yang disebut papila. Papila lidah ini dapat terwarnai menjadi coklat atau
hitam karena pengonsumsian rokok tembakau. Hal ini menyebabkan
penampilan yang buruk pada lidah dan menyebabkan bau mulut.

I.

Estetika, Baudan Rasa


Merokok dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi, tambalan

gigi, dan gigi tiruan (lebih dari konsumsi kopi dan teh). Hal ini dapat
mempengaruhi penampilan estetika rongga mulut. Merokok juga
merupakan penyebab umum dari bau mulut serta dapat mempengaruhi
kemampuan merasa dan membau.

4.2.

Pandangan Agama Buddha tentang Kebiasaan Merokok


Rokok belum dikenal selama masa kehidupan Buddha 2500 tahun

yang lampau, sehingga tentu saja Sang Buddha tidak pernah menguraikan

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 8

pandangannya mengenai rokok. Bagaimanapun, Agama Buddha adalah agama


yang ajaran-ajarannya hanya berupa nasihat-nasihat dan bukannya perintahperintah. Umat Buddha diberikan kebebasan untuk memakai kecerdasan mereka
untuk menilai dan menganalisa secara mendalam nasihat-nasihat-Nya, sebelum
akhirnya mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang
kita

tahu,

sudah

merupakan

suatu

kenyataan

yang

tak

dapat

dibantah bahwa merokok itu adalah kebiasaan buruk karena telah terbukti dapat
membahayakan kesehatan, dan konsekuensinya berupa penderitaan secara
mental dan fisik.
Buddhisme bukanlah agama yang pasif. Dalam upaya meraih Nibbana
yang merupakan tujuan akhir dan utama dari agama iniseseorang harus rajin
dan sehat dalam rangka melatih/mempraktikkan ajaran-ajaran-Nya. Pada
kenyataannya, daya upaya benar sering kali ditemukan dalam ceramah-ceramah
Buddha, yang menandakan dengan jelas betapa pentingnyadaya upaya benar
dalam pengembanganspiritual Buddhis. Daya upaya benar tidak dimungkinkan
bagi orang yang berlatih tanpa kesehatan yang baik. Dari sini, terlepas dari ukuranukuran lainnya yang diperlukan dalam rangka memiliki kesehatan mental maupun
fisik yang baik, merokok itu tidak didukung, karena dapat menurunkan dan
melemahkan kesehatan, juga dapat memberikan seseorang ketidakmampuan
untuk hidup secara aktif dan bermanfaat sesuai dengan ajaran agamanya.
Seperti pada ayat 204 dalam Dhammapada, yang berbunyi Arogya
parama labha; Santutthi paranam dhanam, yang berarti Kesehatan adalah
keuntungan yang paling besar; Kepuasan adalah kekayaan yang paling
berharga. Merokok dalam hal ini jelas bertentangan dengan ayat tersebut,
karena dapat menimbulkan penyakit, serta menimbulkan efek kecanduan, yang
berarti merokok menimbulkan kemelekatan dan keserakahan. Kemelekatan dan
keserakahan ini dapat menurunkan kualitas batin kita.
Asap yang ditimbulkan oleh rokok juga sangat mengganggu bagi orang
yang berada disekitar perokok. Hal ini merupakan suatu bentuk egoisme, dimana
seseorang melupakan ketenangan orang lain hanya demi menyenangkan dirinya
sendiri. Ini jelas sangat bertentangan dengan Dhamma, dan dapat menyebabkan
kemerosotan batin.
Sang Buddha pernah menyampaikan dalam Anguttara Nikaya III tentang
bagaimana perumah tangga yang baik harus memperoleh dan memanfaatkan
kekayaannya sebaik-baiknya. Merokok adalah suatu bentuk pemborosan.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 9

Hitunglah rokok sebungkus itu harganya Rp 10.000,00, dalam sehari misalnya


seorang perokok menghabiskan sebungkus rokok, maka dalam sebulan ia dapat
menghabiskan Rp 300.000,00 hanya untuk rokok. Padahal apabila uang tersebut
ditabung setiap bulannya, uang tersebut dapat digunakan untuk membeli hal-hal
yang lebih berguna.
Dalam Kalama Sutta, Sang Buddha juga menjelaskan pada suku Kalama,
Tetapi, warga suku Kalama, kalau setelah kamu selidiki sendiri kamu
mengetahui bahwa hal ini tidak berguna, hal ini tercela, hal ini tidak
dibenarkan oleh para bijaksana, hal ini kalau terus dilakukan akan
mengakibatkan kerugian dan penderitaan, maka sudah selayaknya kamu
menolak hal-hal tersebut. Kita dapat melihat dan menilai kenyataan bahwa
merokok merupakan hal yang tidak berguna, tercela, tidak dibenarkan oleh para
bijaksana, dan kalau diteruskan akan mengakibatkan kerugian dan penderitaan,
sehingga dapat disimpulkan bahwa merokok adalah hal yang sudah sepatutnya
ditolak.
Banyak perokok yang berkilah bahwa mereka merokok untuk merasa lebih
tenang dan relaks. Padahal, ketenangan yang sesungguhnya dapat diperoleh
dengan meditasi Samatha Bhavana, yaitu pemusatan konsentrasi atau perhatian
pada objek tertentu. Ada empat puluh objek yang bisa digunakan untuk menditasi,
salah

satunya

yang

paling

sering

digunakan

yaitu

objek

pernapasan

(Anapanasati). Tujuan dari meditasi ini adalah untuk melatih pikiran sehingga
terkendali dan akhirnya diam dan hening. Saat kondisi pikiran benar-benar
terpusat sangat kuat, hening, diam, dan tercerap sepenuhnya pada objek meditasi
maka pada saat itu meditator mencapai kondisi jhana.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 10

BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.

Kesimpulan:
A. Rokok dapat menimbulkan penyakit gusi, kegagalan implan gigi,
kerusakan gigi, kanker rongga mulut, oral precancer, smokers
melanosis, sariawan pada palatal, hairy tongue dan menurunnya
kemampuan merasa dan membau. Merokok juga dapat menurunkan
kualitas saliva dan menurunkan estetika gigi
B. Merokok sangat bertentangan dengan Agama Buddha, karena
mengganggu kesehatan, menimbulkan keserakahan dan kemelekatan,
merupakan bentuk egoisme dan pemborosan, serta merupakan suatu
hal yang tidak bermanfaat.

5.2.

Saran:
A. Sebaiknya kita melatih diri untuk tidak merokok.
B. Untuk memperoleh ketenangan, sebaiknya kita mempraktikkan
Samatha Bhavana, dan bukannya melarikan diri ke rokok.

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 11

DAFTAR PUSTAKA
Barqoui,

Imam.

2013.

Zat-Zat

Berbahaya

pada

http://nervouzer.wordpress.com/info-kesehatan/rokok.

Rokok.

(Diakses

pada

tanggal 17 November 2014).


Anonim.

2012.

Pengertian

Rokok

dan

Bahaya

Rokok.

http://ideremaja.blogspot.com/2012/07/pengertian-rokok-dan-bahayarokok.html. (Diakses pada tanggal 17 November 2014).


Anonim.

2013.

Bahaya

Merokok

terhadap

Kesehatan

http://psmkgi.org/bahaya-merokok-terhadap-kesehatan-mulut.

Mulut.
(Diakses

pada tanggal 19 November 2014).


Putra,

Ali

Sasana.

2008.

Arogya.

http://aligurubuddha.blogspot.com/2008/02/aroghya.html. (Diakses pada


tanggal 19 November 2014).
Anonim. 2008. Memperoleh Kebahagiaan Duniawi Dan Menjaga Harta Kekayaan.
http://www.walubi.or.id/wacana/wacana_080.shtml. (Diakses pada tanggal
20 November 2014).
Thera, Soma. 2013. Kalama Sutta: The Buddha's Charter of Free Inquiry.
http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/soma/wheel008.html. (Diakses
pada tanggal 20 November 2014).
Mulyanto, Hari. 2013. Perbedaan Meditasi Samatha dan Meditasi Vipassana.
http://pangastutireiki.blogspot.com/2013/01/perbedaan-meditasi-samathadan-meditasi.html. (Diakses pada tanggal 20 November 2014).

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 12

LAMPIRAN

Gambar 4.1. 1 Kerusakan pada gusi

Gambar 4.1. 2 Kegagalan pada implan gigi

Gambar 4.1. 3 Kerusakan pada gigi

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 13

Gambar 4.1. 4 Kanker mulut

Gambar 4.1. 5 Oral leukoplakia, yang dianggap


sebagai pre-kanker mulut

Gambar 4.1. 6 Smoker's melanosis

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 14

Gambar 4.1. 7 Hairy tongue

PENGARUH ROKOK PADA KESEHATAN MULUT | 15