Anda di halaman 1dari 11

LINGKUNGAN PENGENDAPAN

Lingkungan pengendapan adalah suatu bagian di permukaan bumi dimana sifat-sifat fisik, kimia dan biologi berpengaruh
terhadap proses pengendapan, dan kondisi ini dapat dibedakan dengan kondisi tempat sekitarnya, Selley (1970).

Alluvial
1. Terestrial : Ditentukan oleh temperature dan curah
hujan dan dapat berubah akibat gangguan seperti
petir, kebakaran atau aktivitas manusia.
a. Desert/Sand Dunes/Gumuk Pasir
Terdapat didaerah tropic, gersang, curah hujan
rendah, perbedaan suhu siang dan malam sangat
besar, tumbuhan berupa tumbuhan menahun
berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak
berdaun dan memiliki akar panjang serta
mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Berupa
gundukan bukit dari pasir yang terhembus angin.
- Transverse (Melintang)
Terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang
dan banyak cadangan, melintang menyerupai
ombak dan tegak lurus terhadap arah angin.

- Barchan (Sabit)
Menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada
daerah yang tidak memiliki barrier. Besarnya
kemiringan lereng daerah yang menghadap
angin lebih landai dibandingkan kemiringan
lereng yang membelakangi angin.
- Parabolic
Hampir sama dengan barchans tetapi parabolic
berhadapan dengan arah datangnya angina
sehingga membentuk sabit dengan bagian yang
menghadap kea rah angina curam.
- Longitudinal dune (Memanjang)
Berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah
dari gumuk pasir tersebut searah dengan
gerakan angin. Berkembang karena berubahnya
arah angina dan terdapat celah diantara
bentukan gumuk pasir awal sehingga celah yang
ada terus mengalami erosi sehingga menjadi
lebih lebar dan memanjang.

b. Glacial :
Merupakan massa es yang mampu bertahan lama
dan mampu bergerak karena pengaruh gravitasi,
terbentuk karena salju yang mengalami kompaksi
dan rekristalisasi, berkembang di suatu tempat
setelah melewati beberapa periode tahun dimana
es terakumulasi dan tidak melebur atau hilang.
- Valley Glacier
Pada suatu tempat yang dapat mengalir dari
temapt tinggi ke tempat yang rendah, terdapat
anak-anak sungai, terdapat pada alpine
glaciation.
- Ice Sheet
Massa es yang tidak mengalir pada valley
glacier tetapi menutup dataran yang luasnya
lebih dari 50.000 km2, terdapat pada
continental glaciation yaitu pada Greenland dan
Antartika.

- Ice Cap
Ice sheet yang lebih kecil, terdapat pada daerah
pegunungan seperti valley glacier contohnya di
Laut Arktik, Kanada, Rusia dan Siberia.
- Ice Berg
Ice sheet yang bergerak ke bawah karena
pengaruh gravitasi dan akhirnya hilang/terbuang
dalam jumlah besar, bila mengenai tubuh air
maka balokbalok es tersebut akan pecah dan
menggenang bebas di permukaan air.

2. Aqueous :
a. Fluvial

- Straight (Sungai Lurus)


Berada
pada
daerah
bertopografi
terjal
mempunyai energi aliran kuat atau deras
berdampak pada intensitas erosi vertical yang
tinggi, jauh lebih besar dibandingkan erosi
mendatarnya
sehingga
mempunyai
pengendapan sedimen yang lemah dan
alirannya lurus tidak berkelok-kelok (low
sinuosity). Jarang meninggalkan endapan tebal,
terdapat di pegunungan yang mempunyai
topografi tajam.

- Anastomosing
Sungai anastomosing terjadi karena adanya dua aliran sungai yang
bercabang-cabang, dimana cabang yang satu dengan cabang
yang lain bertemu kembali pada titik dan kemudian bersatu kembali
pada titik yang lain membentuk satu aliran dengan energi yang
rendah. Pada daerah onggokan sungai sering diendapkan material
halus dan biasanya ditutupi oleh vegetasi.

- Braided (Menganyam)
Suatu sungai yang terbagi-bagi menjadi suatu jaringan
menganyam dari beberapa percabangan kecil dan menyatukan
alur-alur dangkal yang terpisahkan satu sama lainnya oleh
channel bar. Braided kaya akan material pasir yang terbentuk
oleh tingkat intensitas aliran air yang kecil diantara bar-bar
channel. Struktur sedimen yang terbentuk dan merefleksikan
pengendapan yaitu tabular crossbedding, punggungan bar yang
lurus memanjang dan pada log berbentuk blocky. Pengerosian
terjadi dengan cepat dengan proses pengisian sedimen yang
cepat dikarenakan sungai pada sistem ini mempunyai kelebihan
material sedimen. Sikuen sedimentasinya didominasi oleh
material sedimen berbutir kasar dengan sedikit material sediment
berbutir halus pada bagian atasnya.

- Meandering (Sungai Kekelok)


Sungai yang alirannya berkelok-kelok, didominasi oleh
material berbutur halus dan distribusi butiran menghalus
ke atas. Struktur sedimen yang berkembang
merefleksikan berkurangnya arus yang bekerja, yaitu
through cross bedding pada bagian bawah dan parallel
laminasi pada bagian channel.

b. Swamp
Rawa adalah suatu dataran yang secara periodik tergenang
oleh air, tumbuh-tumbuhan yang terdapat di tepi atau
didalamnya dari jenis kayu-kayuan, kadang-kadang disertai
dengan semak-semak yang lebat. Energi di dalam rawa
adalah energi kimia dan panas, merupakan energi yang
paling besar, energi mekanis lebih kecil bila dibandingkan
dengan kedua energi tersebut diatas. Energi mekanis yang
kecil ini disebabkan karena air yang masuk kedalam rawa
dihasilkan dari sungai yang gradiennya kecil. Energi mekanis
yang kecil ini akan mengakibatkan material yang masuk
kedalam rawa berukuran halus seperti batulanau dan
lumpur, selain dari itu akar tumbuh-tumbuhan juga
menyaring material yang akan masuk kedalam rawa serta
gas yang berkembang di dalam rawa pada kondisi
anaerobic.
Menurut Twenhofel (1950), membagi rawa menjadi :
1. Rawa Laut
- Grass-end-reed swamps
- Rawa bakau
2. Rawa Air Tawar
- Rawa yang berhubungan dengan cekungan, seperti
rawa danau dan rawa sungai.
- Rawa
pada
dataran
atau
permukaan
yang
kemiringannya kecil

Flood Plain
Endapan batupasir yang sangat halus, batulanau dan batulempung yang
diendapkan pada daerah overbank floodplain sungai dengan struktur
sedimen berupa laminasi ripple mark dan kadang-kadang terdapat
horizon batupasir yang mengisi struktur shrinkage dengan asumsi pada
daerah subaerial.
Channel
Terjadi perpindahan lateral channel meander yang mengerrosi bagian luar
dari tepi sungai yang cekung, menggerus dasar sungai dan endapan
sedimen pada point bar. Pada dasar permukaan bidang erosi diisi oleh
material sedimen berbutir kasar, mud pellet dan sisa-sisa kayu. Endapan
tersebut disebut sebagai lag deposit pada dasar channel dan ditindih oleh
sikuen batupasir dengan distribusi menghalus ke atas.
Dijumpai endapan batupasir halus berbentuk tapal kuda dan biasanya dan
biasa disebut oxbow lake yang terbentuk ketika sungai menader
memotong bagian lain dari permukaan di sekitar sungai tersebut. (beda
dengan channel, pada abrasi channel lag tidak terdapat selang dengan
sikuen batupasir point bar.

c. Lacustrine
Danau adalah suatu lingkungan tempat berkumpulnya air yang tidak berhubungan dengan laut,
kedalaman dan lebarnya bervariasi, salinitas berkisar dari air tawar hingga hipersaline. Dijumpai
delta, barrier island hingga kipas bawah air yang diendapkan dengan arus turbidit. Danau juga
mengendapkan klastika dan endapan karbonat termasuk oolit dan terumbu dari alga. Pada
daerah beriklim kering dapat terbentuk endapan evaporit. Endapan danau ini dapat dibedakan
dari endapan laut dari kandungan fosil dan aspek geokimianya. Danau dapat terbentuk melalui
beberapa mekanisme, yaitu berupa pergerakan tektonik sebagai pensesaran dan pemekaran;
proses glasiasi seperti ice scouring, ice damming dan moraine damming (penyumbatan oleh
batu); pergerakan tanah atau hasil dari aktifitas volkanik sebagai penyumbatan lava atau danau
kawah hasil peledakan.Visher (1965) dan Kukal (1971) dalam Selley (1988) membagi
lingkungan lacustrine menjadi dua yaitu :
1. Danau Permanen
-

2.

Danau model I yang terisi oleh endapan klastika yang terletak didaerah pegunungan.
Danau ini mempunyai hubungan dengan delta sungai yang berkembang ke arah danau
dengan mengendapkan pasir dan sedimen suspensi berukuran halus. Contoh Danau
Constance dan Danau Zug di Pegungan Alpen.
- Danau model II danau yang terletak di dataran rendah dengan iklim yang hangat.
Material yang dibawa oleh sungai dalam jumlah sedikit. Endapan karbonat terbentuk
pada daerah yang jauh dari mulut sungai sekitar pantai. Cangkang moluska dijumpai
pada endapan pantai yang dapat membntuk kalkarenit jika energi gelombnang cukup
besar. Kearah dalam dijumpai adanya ganggang merah berkomposisi gampingan.
Contoh Danau Schonau di Jerman dan Danau Great Ploner di Kanada Selatan.
- Danau model iii adalah danau dengan endapan sapropelite (lempung kaya akan
organik) pada bagian dalam dikelilingi oleh karbonat di darah dangkal. Endapan
pantai berupa ganggang dan molluska.
- Dnau model IV dicirikan oleh adanya marsh (rawa) pada daerah dangkal yang kearah
dalam menjadi sapropelite. Contoh : Danau Gytta di Utara Kanada.
Danau Ephermal
Danau ephermal adalah danau yang terbentuk dalam jangka waktu yang pendek didaerah
gurun dengan iklim yang panas. Hujan hanya terjadi sesekali dalam setahun. Danau playa
antar-gunung pada bagian dekat pegunubgan berupa alluvial piedmont yang ke arah luar
berubah menjadi pasir dan lempung. Ciri dari danau playa ini adalah lempung berwarna
merah-coklat yang setempat disisipi oleh llanau dan gamping. Contoh : Danau Qa Saleb
dan Qa Disi di Jordania.Karena adanya pengaruh evaporasi, danau ephermal ini dapat
membentuk endapan evaporite pada lingkungan sabkha. Contoh : Danau Soda di Amerika
Utara dan di Gurun Sahara dan Arab.

2. Transition

Lingkungan transisi adalah libgkungan

yang berada di batas antara daratan dan laut.


a. Delta
Delta adalah hulu sungai yang berbatasan
langsung dengan perairan laut. Di lingkungan
pengendapalan delta terjadi tumbukan antara arus
sungai dan gelombang laut. Delta terbentuk oleh
adanya sedimentasi sungai yang memasuki laut,
danau atau laguna dan pasokan sedimen lebih
besar daripada
kemampuan
pendistribusian
kembali proses yang ada pada cekungan
pengendapan(Elliot, 1986 dalam Allen 1997).
Menurut Boggs (1987), delta diartikan sebagai
suatu endapan yang terbentuk oleh proses
sedimentasi fluvial yang memasuki tubuh air yang
tenang. Dataran delta menunjukkan daerah di
belakang garis pantai dan dataran delta bagian
atas didominasi oleh proses sungai dan dapat
dibedakan dengan dataran delta bagian bawah
didominasi
oleh
pemgaruh
laut,
terutama
penggenangan tidal.