Anda di halaman 1dari 11

@krisnahanjar

MODUL PENGOLAHAN DATA GEOLISTRIK DENGAN


RES2DINV
PENDAHULUAN
Res2Dinv adalah sebuah program komputer yang secara otomatis menentukan
model resestivity 2D untuk bawah permukaan dari data hasil survey geolistrik. Model 2D
menggunakan program inversi, yang terdiri dari sejumlah kotak persegi. Susunan dari kotakkotak ini terikat oleh distribusi dari titik datum dalam pseudosection. Distribusi dan ukuran
dari kotak secara otomatis dihasilkan dari program maka jumlah kotak tidak akan melebihi jumlah
datum point.
Subroutine dari pemodelan maju digunakan untuk menghitung nilai resistivitas semu, dan
teknik optimasi least-square non-linier digunakan untuk routine inversi. Program ini bisa digunakan
untuk survei dengan menggunakan Wenner, pole-pole, dipole-dipole, pole-dipole, WennerSchlumberger dan array dipole-dipole equator. Program ini bisa memproses pseudosection hingga
650 elektroda dan 6500 point dalam satu waktu. Selain survei normal yang dilakukan di permukaan
tanah, program ini juga bisa mendukung untuk survey di bawah air dan cross-borehole.
MENU DI RES2DINV
1. File

Read data file


Program ini membutuhkan data yang disusun
dalam format tertentu. Data disusun dalam bentuk
ASCII dimana sebuah koma atau spasi kosong
digunakan untuk memisahkan data numerik yang
berbeda. Harga resisitivitas semu harus berbentuk
file text, biasanya menggunakan program Notepad.
Import data in
Program ini berfungsi untuk memindahkan data
dari alat dengan format yang tertera seperti AGI,
CAMPUS, IRIS, ABEM LUND, ABEM SAS dll.
Run JACOBWIN.EXE
Program ini harus dijalankan setelah proses
instalasi selesai dan cukup sekali saja dijalankan.
Exit program
Keluar dari Res2dinv.

@krisnahanjar

2. Edit

Exterminate bad datum points


Dalam option ini, nilai data resistivitas semu
ditunjukkan dalam form profile untuk setiap level
datum. Untuk datum point yang buruk dapat
dibuang, karena datum point tersebut mempunyai
nilai resistivitas yang salah. Hal ini bisa dikarenakan
karena kesalahan letak elektroda, kontak eletroda
yang buruk akibat tanah yang kering atau hubungan
singkat melalui kabel akibat kondisi tanah yang
sangat basah. Datum point ini biasanya memiliki
resistivitas semu yang terlalu besar atau terlalu kecil
dibandingkan data tetangganya.

Splice large data sets


Pada submenu ini untuk memilih penampang yang akan diinversi dari data seluruhnya (karena
terlalu besar untuk diproses sekali). Setelah memilih option ini, distribusi dari datum point dalam
sebuah pseudosection akan terlihat. Datum point yang dipilih akan ditandai dengan warna ungu,
sisanya dengan warna hitam. Selain itu jika terlalu banyak datum point pada level yang rendah,
maka dapat mengiranginya dengan memilih datum point yang ganjil atau genap saja.
Reverse pseudosection
Option ini akan mengembalikan pseudosection dari secara horisontal dari kiri ke kanan. Hal ini
akan menolong jika survei tidak dilakukan secara pararel (dimulai dengan arah yang berbeda)
Run another program
Menjalankan program lain, dapat dijalankan dengan menekan Ctrl+ Esc.

3. Change Settings
Sebelum melakukan proses inversi, setting awal harus ditentukan untuk faktor peredam dan
variabel lainnya. Akan diperoleh hasil terbaik dengan memodifikasi parameter yang mengontrol
proses inversi. Submenu yang ada di dalam menu charge settings antara lain:
Damping factors
Option ini digunakan untuk menset nilai awal dari faktor peredaman. Jika data memiliki banyak
noise, bisa menggunakan faktor damping yang relatif besar (sebagai contoh 0.3). Jika data
memiliki noise, maka gunakan faktor damping awal yang relatif kecil (sebagai contoh 0.1). Proses
inversi akan mengurangi faktor damping untuk iterasi berikutnya.
Change of damping factor with depth
Resolusi metode resistivitas menurun secara eksponensial pada setiap kedalaman, faktor
peredaman digunakan dalam metode inversi least square yang juga akan meningkat pada tiap
lapisan yang lebih dalam. Hal ini dilakukan untuk menstabilkan proses inversi. Biasanya faktor
peredaman meningkat 1,2 kali untuk tiap lapis yang lebih dalam, tapi itu bisa dirubah sendiri.
Vertical/horisontal flatness filter ratio
Untuk memilih perbandingan dari faktor peredaman dari filter vertikal hingga filter horisontal.
Secara default keduanya akan memiliki nilai yang sama.

@krisnahanjar

Thickness of model layer increase


Untuk memilih model dimana ketebalan
dari lapisan bertambah sekitar 10%-25%
tiap lapisan kedalaman.
Include smoothing of model resistivity
Dalam sebagian kasus, hal ini akan
menghasilkan sebuah model dengan variasi
smooth dalam model harga resisitivitas.
Option for contour intervals
Secara default program akan menggunakan
interval kontur secara logaritma untuk
pseudosection dan model section saat
menghasilkan hasil proses.
Finite-difference grid size
Untuk memilih nomer node per unit spasi
elektroda (2 atau 4).
Use finite element method
Option ini mengijinkan untuk menggunakan
finite difference atau finite element untuk
proses inversi
Mesh refinement
Option ini digunakan untuk mengaktifkan
finer mesh (dalam arah vertikal) untuk
finite difference atau finite element.

Line search
Proses inversi menentukan perubahan dalam model parameter. Biasanya hal ini akan
menghasilkan model dengan RMS error yang lebih rendah. Tetapi terkadang RMS error
meningkat, untuk kasus ini dapat diambil dengan dua pilihan. Pilihan pertama adalah dengan
mengambil sebuah pencarian garis menggunakan interpolasi untuk menemukan langkah optimal
untuk perubahan dalam resisitivitas dari tiap blok. Program akan mengurangi RMS error tetapi
hal ini juga dapat menjebak ke nilai minimum lokal. Pilihan kedua adalah dengan
membiarkannya dan berharap bahwa iterasi berikutnya akan menghasilkan RMS error yang lebih
kecil. Hal ini dapat juga menyebabkan terjebak di mimimum lokal, tetapi juga dapat
menyebabkan peningkatan RMS error. Pilihan ketiga adalah dengan menggunakan pencarian
garis pada tiap iterasi. Hal ini akan memberikan langkah yang optimum, tetapi akan
membutuhkan sedikitnya sebuah komputasi kedepan tiap iterasi.
Percentage change for line search
Metode line search akan dapat memperkirakan perubahan yang telah diramalkan dalam RMS
error resistivitas semu. Jika perubahan yang perkiraan dalam RMS error itu terlalu kecil, mungkin
tidak menguntungkan pengguna line search untuk menentukan langkah optimal untuk
perubahan model parameter. Biasanya nilainya berkisar antara 0.1 dan 1%

@krisnahanjar

Convergence limit
Untuk menurunkan limit untuk perubahan relatif dalam RMS error antara 2 iterasi. Secara
default, nilai yang digunakan adalah 5%. Dalam program ini perubahan relatif dalam RMS error
digunakan untuk menghasilkan data set yang berbeda dengan derajat noise yang berbeda.
Number of iterations
Perintah ini digunakan untuk menentukan nilai maksimum iterasi. Secara default iterasi diset
sebanyak 5 kali (untuk versi demo hanya dapat melakukan iterasi hingga 3 kali).
Model resistivity values check
Option ini menampilkan warning jika setelah iterasi di dalam data set, model resistivitas menjadi
sangat besar (biasanya lebih dari 20 kali nilai resisitivitas semu).

4. Inversion of data
Option ini akan melakukan proses inversi dari data set yang telah dibaca menggunakan option
File. Submenunya antara lain:

Least-square inversion
Option ini akan melakukan proses inversi data
set yang telah dibaca sebelumnya.
Change thickness of layers
Digunakan untuk mengubah ketebalan dari
model dimana ketebalannya akan meningkat
10% hingga 25% tiap lapis yang lebih dalam.
Display model blocks
Option ini akan membagi subsurface kedalam
sejumlah kotak persegi. Distribusi dari model
block dan datum points akan ditampilkan.
Display blocks sensitivity
Option ini akan menunjukkan plot dari
sensitivitas block yang digunakan dalam model
inversi.
Jacobian matrix calculation
Dalam program ini anda memiliki tiga option saat
kalkulasi matriks jacobian. Metode tercepat
adalah menggunakan metode squasi Newton.
Modify depths to layers
Option ini mengijinkan untuk mengubah
kedalaman dari lapisan yang digunakan dalam
model inversi. Juga dapat menambahkan
kedalaman sehingga beberapa batas akan cocok
dengan data kedalaman yang telah diketahui
seperti borehole dan lainnya.
Batch mode
Dalam option ini, anda dapat menginversi sejumlah data set secara otomatis. Nama dari input
file data dan infomasi lainnya yang terdapat dalam suatu file.

@krisnahanjar

5. Display
Pada option ini, anda dapat membaca baik di dalam data maupun output data yang
dihasilkan oleh proses inversi dan juga menampilkan meansurred dan calculed apparent
resistivity pseudosection dan penampang model. Dalam option ini, anda dapat mengubah
inteval kontur yang digunakan untuk menggambarkan pseudo dan penampang model, skala
vertikal dari penampang, dan memasukkan topografi dalam penampang model. Anda juga
dapat mengubah tampilan warna yang digunakan oleh program.
6. Topography
Jika line kita mempunyai topografi yang sangat berpengaruh, koreksi untuk efek topografi
dapat digunakan jika koordinat horisontal dan vertikal dari jumlah titik sepanjang line
diketahui. Pada saat program membaca dalam file terdapat data topografi, secara otomatis
metode finite-element akan dipilih.
7. Print
Untuk menyimpan data hasil inversi dalam format BMP atau PCX. Anda juga dapat langsung
mencetak penampang dengan menggunakan perintah print ini.
8. Help
Bantuan mengenai program res2dinv.

LANGKAH-LANGKAH PENGOLAHAN DATA


1. Hal pertama adalah menghitung nilai resistivitas semu, setelah nilai resisitivitas semu dihitung,
data disimpan dengan ekstensi .DAT. Data dalam file disusun dalam order berikut:
Line 1
Nama dari garis survey
Line 2
Spasi elektroda terpendek
Line 3
Tipe pengukuran (Wenner=1, Pole-pole=2, Dipole-dipole=3, pole-dipole=4,
Schllumberger=7)
Line 4
Jumlah total datum point
Line 5
Tipe dari lokasi x untuk datum points.
Masukkan 0 jika letak elektroda pertama diketahui
Masukkan 1 jika titik tengahnya diketahui
Line 6
1 untuk data IP (0 untuk resistivitas)
Line 7
Posisi x, spasi elektroda, (faktor pemisah elektroda, n, untuk dipole-dipoel,
pole-dipole, dan Wenner Sclumberger), dan harga resisitivitas semu yang
terukur untuk datum point pertama.
Line 8
Lokasi x, spasi elektroda dan resistivitas semu yang terukur untuk datum
point kedua dan seterusnya. Sebagai catatan lokasi x dari datum point harus
terus meningkat.
Line 9,10,11,12
keitk 0
2. Buka Res2dinv, klik file lalu pilih read data file. Kemudian pilih file yang telah disimpan dalam
.dat.

@krisnahanjar
3. Setelah dipilih akan muncul pesan pembacaan data sukses, kemudian klik OK. Pada tahap ini
pastikan jumlah data yang dimasukkan sesuai dengan jumlah datta kita. Error biasanya karena
kesalahan perhitungan jumlah datanya.
4. Kemudian pilih menu Inversion dan pilih Least squares inversion.
5. Muncul hasil inversi seperti di bawah ini:

Dimana baris 1 adalah data rho apparent hasil inputan. Pada baris 2 adalah perhitungan dari rho
apparent dan pada baris ketiga adalah hasil inversi yang di dapat. Dalam contoh diatas nilai RMS
error nya tinggi, naka diperlukan pengurangan nilai RMS sehingga model mendekati dengan
kondisi lapangan.
6. Untuk merubah nilai RMS tersebut dapat diatur parameter inputan yang terdapat pada menu
Change Setting.
7. Misalnya mengubah nilai Damping Factor. Karena asumsinya data kita banyak noise maka
gunakan faktor damping awal yang relatif kecil (sebagai contoh 0.1), dan minimum damping
faktornya 0.03. Kemudian klik OK.
8. Kemudian klik Optimize Damping Factor dan pilih Yes kemudian klik OK.

@krisnahanjar
9. Kemudian atur Vertical/Horisontal Flatness Ratio. Dalam contoh ini akan diberikan nilai 2.
Pemilihan Vertical/Horisontal Flatness Ratio berfungsi untuk mempertajam arah anomali sendiri,
apabila arah anomaly menghasilkan nilai yang memanjang secara vertical maka nilai
Vertical/Horisontal Flatness Ratio dapat ditingkatkan, apabila secara horisontal dapat
direndahkan. Kemudian klik OK.

10. Pada pilihan Finite Mesh Grid Size, klik pada pilihan 4 nodes. Pemilihan 4 nodes ini bertujuan
untuk meningkatkan hasil prosesing data dimana pada resistivitas yang kontras akan
memberikan hasil yang lebih jelas.

11. Pada pilihan Use Finite Element method terdapat pilihan forward modelling yang akan kita
gunakan. Pada contoh ini kita menggunakan Finite-element, karena didasarkan data yang kita
gunakan terdapat konten topografinya, bila tidak ada konten topografinya maka gunakan Finite
difference. Dan pada Type of Finite element kita pilih triangular. Kemudian klik OK.

@krisnahanjar

12. Pada pilihan Mesh Refinement bertujuan untuk memberikan nilai perhitungan pada resistivity
menjadi lebih akurat pada arah vertical. Terdapat 3 tipe (normal mesh, finer mesh, finest mesh).
Pemilihan berdasarkan pada kontras resistivitas yang terdapat pada data. Pada contoh ini kita
gunakan finer mesh dan pemilihan node 4 nodes.

13. Pada pilihan Number of iteration, atur jumlah iterasi yang akan dilakukan.

@krisnahanjar

14. Selain mengatur setting inputan, kita juga dapat menghilangkan nilai datum yang dirasa kurang
baik, dengan cara memilih Edit pada menubar kemudian pilih Exterminated Bad Datum Point,
Setelah diklik akan muncul tampilan seperti di bawah ini:

Kita dapat menghilangkan datum yang memiliki lonjakan nilai resistivitas dengan mengklik kanan
pada datum yang ingin dilihangkan.
Lingkaran merah menunjukkan data yang akan kita hilangkan. Kemudian pilih exit, kemudian
save terhadap datum yang tela kita pilih, kemudian pilih Yes dan akan menuju pada folder
tempat kita akan menyimpan.
15. Kemudian kembali ke proses inversi. Inverison> Least Square Inversion. Lihat perbedaan nilai
RMS errornya, apakah semakin kecil atau malah semakin besar. Yang bagus adalah RMS errornya
kecil.
16. Untuk menampilkan data pilih Display kemudian pilih Show Inversion Result. Pada pilihan
Display Section klik pilihan Display data and model section.

@krisnahanjar
Muncul tampilan seperti di bawah ini:

Ketik angka iterasi yang telah dilakukan berdasarkan proses inversi sebelumnya. Pada pilihan Set
Resistivity Contour Value pilih Logaritmic Contour Interval. Klik OK

17. Apabila data terdapat konten topografi dan akan memunculkannya pilihInclude Topography in
Model Display.

CATATAN:
Dalam langkah langkah diatas kami hanya memberikan tutorial mengenai langkah langkah cepat
dalam melakukan inversi dan mengurangi nilai RMS error. Dan prosesnya bisa dikembangkan sendiri.
Jika ingin mempelajari lebih mendalam dapat membaca manual Res2dinv. Selamat belajar!

@krisnahanjar
Daftar Pustaka
1. Geofisika 2011, 2015,Buku Panduan Non Seis 2015. Program Studi dan Laboratorium
Geofisika FMIPA UGM
2. Geotomo software team, 2004,Manual book res2dinv, Geotomo Software, Penang, Malaysia